PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin, ST.M.

Sc ELEMEN MESIN II 1

Perhitungan Roda Gigi Dengan Alur
Direncanakan roda gesek dengan putaran poros penggerak n
1
=
5600 rpm harus memindahkan daya p
2
= 103 kW pada sebuah poros dengan n
2
=
1480 rpm dan q = 0,90 dari bahan Fe 490 maka poros penggerak harus
memberikan daya sebesar :
- 63 , 64
90 , 0
164 , 58
2
1
= = =
q
p
p kW
Garis tengah poros penggerak d poros untuk suatu momen puntir :
- = =
) / 1 (
60
6000
2
) / . ( 64630
1
s
s m N
M
t
e 9 , 102
628
64630
= N.m
- 3430
) / ( 30
) . ( 10 . 9 , 102
2
3
1
1
= = =
mm N
mm N M
W
te
e
e mm
3

- We
1
= 0,2 d
3
poros1


d
poros1
=
3
23 , 0
3430

d
poros1
= 16 mm = 20 mm
Karena memperhitungkan perlemahan alur pasak maka diameter poros (d poros1)
dibuat menjadi = 20 mm.

Garis tengah poros yang digerakkan d
poros2
untuk :
- 9 , 102
1680
6000
9 , 0
1
x x M = e
= 58,56 x 10
3
Nm
- 3430
) / ( 30
) . ( 10 . 5 , 331
2
3
2
1
= = =
mm N
mm N M
W
te
e
e mm
3
=1105
- We
1
= 0,2 d
3
poros1

d
poros1
= 28 mm = 30 mm

Kalau garis tengah roda kecil d2 = (8...10) d
poros2
= 160 mm
- 8 , 100
6000
1680 . 360
1
2 . 2
1
= = =
n
n d
d
103 = 114,44 kW = 114,44 Nm/s
0,90
11444 = 11444 = 19,52 Nm
2t 5600 586,13
60
19,52 . 10
3
= 650,67 mm
3
30
66,47 = 223 mm
3
= 11050 mm
30
19,52 Nm = 388,07 N
0,0503 m


PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin, ST.M.Sc ELEMEN MESIN II 2

- N
m
m N
F 6 , 2037
) ( 0503 , 0
) . ( 9 , 102
= = , pada 2u = 35
o
; f = 0,15
Gaya g = 2 F = 4 kN

Banyaknya alur yang dapat diambil :
350
F
Z =
6 8 , 5
350
6 , 2037
~ = = Z


Menentukan Ukuran Roda Gigi
Untuk merancang roda gigi yang mampu mentransmisikan daya
maksimum sebesar 103 kW (138 HP) pada putaran 5600 rpm. Pada mobil Opel
Blazer DOHC dan direncanakan menggunakan roda gigi miring.
Hal-hal yang direncanakan antara lain :
- Sudut miring , α = 25
o

- Sudut tekanan , β = 20
o

- Jarak sumbu poros , a = 100 mm
- Perbandingan transmisi seperti pada brosur, (I)
- Modul (m) = 3
Karena dasar dalam perencanaan roda gigi yaitu perbandingan kecepatan atau
perbandingan transmisi (I) yaitu perbandingan diameter lingkungan jarak roda gigi
atau jumlah gigi satu dengan jumlah gigi yang kedua.

(Sularso,P=216)

Perhitungan Transmisi I
Untuk transmisi II (2) sampai transmisi 5(V) dapat dilihat pada table 4.1.
 Diameter jarak bagi lingkaran sementara, d’
d’
1
= 2a/
(1+I)
) 1 (
2
'
2
i
ai
d
+
=

=
) 579 , 3 1 (
100 2
+
x
=
) 579 , 3 1 (
579 , 3 100 2
x
x x


= 39,76 mm = 160,24 mm
1
2
1
2
'
'
Z
Z
d
d
Z = =
388,07 = 2,6 = 3 buah
150
1 + 4,03
2 x 100 x 4,03
( 1 x 4,03 )


PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin, ST.M.Sc ELEMEN MESIN II 3

d’
1
= 40 mm d’
2
= 160 mm
 Jumlah gigi ; Z
Z
1
= d’
1
/ m
m
d
Z
1
2
'
=
=
3
44
=
3
156

= 13,3 = 14 gigi = 53 gigi

 Dimensi Roda gigi :
 Diameter tusuk, Dt :
Dt
1
= m x Z
1
Dt
2
= m x Z
2

= 3 x14 = 3 x 53
= 42 mm = 159 mm

 Diameter kepala, Dk :
Dk
1
= m (Z
1
+ 2) Dk
2
= m (Z
2
+ 2)
= 3 x (14 + 2) = 3 x (53 + 2)
= 48 mm = 165 mm

 Diameter kaki, Df :
Df
1
= m (Z
1
– 2) Df
2
= m (Z
2
– 2)
= 3 x (14 – 2) = 3 x (53 – 2)
= 36 mm = 153 mm

 Tinggi gigi, Tg :
Tg = Tkep + Tkaki
= 1 m + 1,17

m
= 2,17 m
= 2,17 x 3
= 6,5 mm



40
3
160
3


PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin, ST.M.Sc ELEMEN MESIN II 4

 Panjang gigi, b. (lebar sisi)
b = (1,15 . π . m )/tan 25
o

= (1,15 . π . 3 )/tan 25
o
= 26,2 mm
= 30 mm

Tabel .1 Dimensi Roda Gigi
Transmisi Z
1
(gigi) Z
2
(gigi) Dt
1
(mm) Dt
2
(mm) Dk
1
(mm) Dk
2
(mm) Df
1
(gigi) Df
2
(mm)
I 14 53 42 159 48 165 36 153
II 22 45 66 135 72 141 60 129
III 26 40 78 120 84 126 72 114
IV 33 33 99 99 105 105 93 93
V 36 31 108 93 114 99 102 87


Menentukan Jarak Sumbu Poros Pada Roda Gigi
Jarak sumbu poros pada roda gigi adalah perbandingan antara jumlah dari
diameter jarak bagi lingkaran pada roda gigi dibagi dua :
a =
2
2 1
dt dt +

a =
2
156 45 +

a =
2
201

a = 100,5 mm
a = 101 mm




42 + 159
2


PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin, ST.M.Sc ELEMEN MESIN II 5

Kekuatan Gigi
Untuk memperhitungkan kekuatan gigi digunakan dua metode yang paling
dasar pada perhitungan dan diutamakan pada kekuatan terhadap lenturan dan
tekanan permukaan gigi. Kedua metode ini merupakan metode perencanaan
menurut standart. Untuk itu melakukan perencanaan roda gigi perlu diketahui hal-
hal sebagai berikut :
- Daya P = 25 kW
- Bahan pinyon S45C dengan :
- Kekuatan tarik, σ b
1
= 58 N/mm
2

- Kekuatan permukaan sisi gigi , Hb
1
= 198
- Tegangan lentur yang diizinkan,σa1 = 30 N/mm
2

Misalkan faktor tegangan kontak diambil antara baja dengan kekerasan (200Hb)
dengan besi cor maka Kh = 0,079 N/mm
2
.

Maka perhitungan dapat dilakukan sebagai berikut :
- F
i
b = σa m γ fv
- Faktor bentuk gigi :
γ
1
= 0,289
γ
2
= 0,408 + (0,421-0,408) t 2/8) = 0,4113

* Kecepatan keliling :
V =
60 . 1000
. . n dt t

=
60000
6000 . 45 . 14 , 3

= 12,15 m/s

* Gaya tangensial :
Ft =
V
p . 102

=
13 , 14
25 , 102
= 209,87 N



3,14 x 42 x 5600
60000


PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin, ST.M.Sc ELEMEN MESIN II 6

* Faktor Dinamis :
fv =
v + 6
6


=
13 , 14 6
6
+


= 0,298

* Beban lentur yang diizinkan persatuan lebar

f
1
b
1
= σ
a1
. m . γ
1
. fv

= 30 x 3 x 0,289 x 0,324

= 8,43 N/mm

f
1
b
2
= σ
a2
. γ
2
. fv

= 11 x 3 x 0, 4113 x 0,324

= 10,692 N/mm


* Beban permukaan yang diizinkan persatuan lebar
F
1
H = fv Kh dt
1
2 1
2
2
Z Z
Z
+


= 0,324 x 42 x
= 10,15 N/mm

Harga minimum F
1
min = 5,518 kg/mm

= F
1
H


* Lebar sisi :

b = Ft / F
1
min

=
518 , 5
5 , 180

= 20,8 mm

* b/m = 20,68 / 3 = 6,9 ~ 7 ~ sesuai

6 .
6 + v
2 x 25 .
14 + 53
209,876
10,15


PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin, ST.M.Sc ELEMEN MESIN II 7

Perhitungan Efisien Roda Gigi
Perhitungan efisiensi roda gigi diambil berdasarkan data jumlah roda
gigi masing-masing yang telah dihitung pada sub bab 4.3. efisiensi roda gigi
yang akan dihitung adalah efisiensi masing-masing transmisi, efisiensi mekanis
serta efisiensi total.
Jumlah gigi pada setiap roda gigi :
Z
1
= 14 Z
6
= 40 Z
11
= 15
Z
2
= 53 Z
7
= 33 Z
12
= 52
Z
3
= 22 Z
8
= 33 Z
13
= 22
Z
4
= 45 Z
9
= 17
Z
5
= 26 Z
10
= 34

a. Efisiensi transmisi I
(
¸
(

¸
+
+
+
÷ =
8 7
8 7
2 1
2 1
. . 7
1
1
Z Z
Z Z
Z Z
Z Z
q
=
(
¸
(

¸
+
+
+
÷
33 . 33
33 33
52 . 15
52 15
7
1
1
= 0,9791 = 97,91 %

b. Efisiensi transmisi II
(
¸
(

¸
+
+
+
÷ =
6 5
6 5
2 1
2 1
. . 7
1
1
Z Z
Z Z
Z Z
Z Z
II
q
= 59 , 97 9759 , 0
40 . 26
40 26
52 . 15
52 15
7
1
1 = =
(
¸
(

¸
+
+
+
÷ %

c. Efisiensi transmisi III
(
¸
(

¸
+
+
+
÷ =
4 3
4 3
2 1
2 1
. . 7
1
1
Z Z
Z Z
Z Z
Z Z
III
q
= 81 , 97 9781 . 0
45 . 22
45 22
52 . 15
52 15
7
1
1 = =
(
¸
(

¸
+
+
+
÷ %

14 + 53
14 x 53
14 + 53
14 x 53
14 + 53
14 x 53


PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin, ST.M.Sc ELEMEN MESIN II 8

d. Efisiensi transmisi V
(
¸
(

¸
+
+
+
÷ =
13 12
13 12
2 1
2 1
. . 7
1
1
Z Z
Z Z
Z Z
Z Z
V
q
= 92 , 97 9792 , 0
31 . 36
31 36
52 . 15
52 15
7
1
1 = =
(
¸
(

¸
+
+
+
÷ %

e. Efisiensi transmisi mundur
(
¸
(

¸
+
+
+
+
+
=
11 10
11 10
10 9
10 9
2 1
2 1
. . . 7
1
1
Z Z
Z Z
Z Z
Z Z
Z Z
Z Z
R
q
= 87 . 96 9687 , 0
63 . 34
63 34
34 . 17
34 17
52 . 15
52 15
7
1
1 = =
(
¸
(

¸
+
+
+
+
+
÷ %

f. Efisiensi Mekanis
maks
= η
I
. η
II
. η
III
. η
V
. η
R
. η
bantalan bantalan
= 0,99
= 0,9791 . 0,9759 . 0,9781 . 0,9792 . 0,9687 . 0,99
= 0,8776
= 87,76 %

g. Efisiensi total :
Kerugian daya,P
9

Daya maksimum mesin, P
maks
= 103 kW
P
9
= P
maks
(1-
maks
)
= 103 (1-87,76 %)
= 93,96 kW

Jadi efisiensi total, q total :
% 100 .
(
¸
(

¸
÷
maks
maks
P
Pg P

= % 76 , 87 % 100 .
164 , 58
12 , 7 164 , 58
=
(
¸
(

¸
÷

14 + 53
14 x 53
14 + 53
14 x 53
103 – 93,96
103

0.6 = 3 buah Z  388.03 2 x100 x3. a = 100 mm Perbandingan transmisi seperti pada brosur. F 102 . ST. d’ d’1 = 2a/(1+I) d '2  2ai (1  i ) = 2 x100 (1  3.0503 (m) pada 2 = 35o .579 ) = 39.6 N .1.9( N . α = 25o .  Diameter jarak bagi lingkaran sementara.579 1 + 4.m)  2037 .579 (1x 4.6 2. (I) Modul (m) = 3 Karena dasar dalam perencanaan roda gigi yaitu perbandingan kecepatan atau perbandingan transmisi (I) yaitu perbandingan diameter lingkungan jarak roda gigi atau jumlah gigi satu dengan jumlah gigi yang kedua. β = 20o . f = 0. Pada mobil Opel Blazer DOHC dan direncanakan menggunakan roda gigi miring. Hal-hal yang direncanakan antara lain : Sudut miring Sudut tekanan Jarak sumbu poros .03 ) ( 1 x3.07 =  5.15 Gaya g = 2 F = 4 kN Banyaknya alur yang dapat diambil : Z F 350 2037.P=216) Perhitungan Transmisi I Untuk transmisi II (2) sampai transmisi 5(V) dapat dilihat pada table 4.8  6 350 150 Menentukan Ukuran Roda Gigi Untuk merancang roda gigi yang mampu mentransmisikan daya maksimum sebesar 103 kW (138 HP) pada putaran 5600 rpm. Z d '2 Z 2  d '1 Z 1 (Sularso.M.Sc ELEMEN MESIN II 2 .03 ) = 2 x 100 x 4.24 mm PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin.76 mm = 160.

17 x 3 = 6.5 mm PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin.3 = 14 gigi  = 53 gigi Dimensi Roda gigi :  Diameter tusuk. Z Z1 = d’1/ m d’2 = 160 mm Z2  = d '1 m 44 = 40 3 156 160 33 = 13. Df : Df1 = m (Z1 – 2) = 3 x (14 – 2) = 36 mm Df2 = m (Z2 – 2) = 3 x (53 – 2) = 153 mm  Tinggi gigi. Tg : Tg = Tkep + Tkaki = 1 m + 1.d’1 = 40 mm  Jumlah gigi .17 m = 2.M. Dk : Dk1 = m (Z1 + 2) = 3 x (14 + 2) = 48 mm Dk2 = m (Z2 + 2) = 3 x (53 + 2) = 165 mm  Diameter kaki. ST.Sc ELEMEN MESIN II 3 . Dt : Dt1 = m x Z1 = 3 x14 = 42 mm  Dt2 = m x Z2 = 3 x 53 = 159 mm Diameter kepala.17 m = 2.

15 . Panjang gigi.M.15 . m )/tan 25o = (1. π .1 Dimensi Roda Gigi Transmisi Z1(gigi) Z2(gigi) Dt1(mm) Dt2(mm) Dk1(mm) Dk2(mm) Df1(gigi) Df2(mm) I II III IV V 14 22 26 33 36 53 45 40 33 31 42 66 78 99 108 159 135 120 99 93 48 72 84 105 114 165 141 126 105 99 36 60 72 93 102 153 129 114 93 87 Menentukan Jarak Sumbu Poros Pada Roda Gigi Jarak sumbu poros pada roda gigi adalah perbandingan antara jumlah dari diameter jarak bagi lingkaran pada roda gigi dibagi dua : a = a = a = dt1  dt 2 2 45  + 159 42 156 22 201 2 a = 100. ST.5 mm a = 101 mm PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin.Sc ELEMEN MESIN II 4 . 3 )/tan 25o = 26. b. π . (lebar sisi) b = (1.2 mm = 30 mm Tabel .

p V 102 .15 m/s * Gaya tangensial : Ft = = 102.60 33.14.421-0.n 1000.408 + (0. Untuk itu melakukan perencanaan roda gigi perlu diketahui halhal sebagai berikut :   Daya P = 25 kW Bahan pinyon S45C dengan : Kekuatan tarik.25 14 .13 = 209.408) t 2/8) = 0. ST.87 N PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin.45 6000 60000 60000 = 12. Hb1 = 198 Tegangan lentur yang diizinkan. Maka perhitungan dapat dilakukan sebagai berikut :   Fib = σa m γ fv Faktor bentuk gigi : γ1 = 0.σa1 = 30 N/mm2 Misalkan faktor tegangan kontak diambil antara baja dengan kekerasan (200Hb) dengan besi cor maka Kh = 0.42 x 5600 .079 N/mm2.dt.Kekuatan Gigi Untuk memperhitungkan kekuatan gigi digunakan dua metode yang paling dasar pada perhitungan dan diutamakan pada kekuatan terhadap lenturan dan tekanan permukaan gigi.4113 * Kecepatan keliling : V = =  .Sc ELEMEN MESIN II 5 .14 x . σ b1 = 58 N/mm2 Kekuatan permukaan sisi gigi . Kedua metode ini merupakan metode perencanaan menurut standart.M.289 γ2 = 0.

876 180 . m .15 N/mm 2 x 25 .5 = 20. γ1 .324 x 42 x = 10.68 / 3 = 6.692 N/mm * Beban permukaan yang diizinkan persatuan lebar F1H = fv Kh dt1 2Z 2 Z1  Z 2 = 0.43 N/mm f1b2 = σa2 .518 kg/mm = F1H * Lebar sisi : b = Ft / F1min = 10.298 * Beban lentur yang diizinkan persatuan lebar f1b1 = σa1 .324 = 10. 66+ v. fv = 30 x 3 x 0. 14 + 53 Harga minimum F1 min = 5.* Faktor Dinamis : fv = 6 6v = 66 .8 mm * b/m = 20.M.15 5.13 14 = 0. fv = 11 x 3 x 0.Sc ELEMEN MESIN II 6 . γ2 .518 209. 4113 x 0.9  7  sesuai PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin. ST.289 x 0.324 = 8.

Efisiensi transmisi II 6 2  II  1   1  5  7  Z1 .53  22 .45   0.9791 = 97.33  7  14 . Efisiensi transmisi I 8 2   1  1  7  7  Z1 .Z 8  1 Z  Z Z Z  = 1 1 15  53 33  33  14 + 52  15x52  33 .52  26 . ST.Z 6  1 Z  Z Z Z  = 1 1 7  52 26  40  15 + 53  14 .Z 2 Z 7 .91 % b.Perhitungan Efisien Roda Gigi Perhitungan efisiensi roda gigi diambil berdasarkan data jumlah roda gigi masing-masing yang telah dihitung pada sub bab 4.Z 4  1 Z  Z Z Z  = 1 1 14 + 53 15  52 22  45  14 x .9759  97 . Jumlah gigi pada setiap roda gigi : Z1 = 14 Z2 = 53 Z3 = 22 Z4 = 45 Z5 = 26 Z6 = 40 Z7 = 33 Z8 = 33 Z9 = 17 Z10 = 34 Z11 = 15 Z12 = 52 Z13 = 22 a.81 % 7  15 52  PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin. efisiensi mekanis serta efisiensi total.Z 2 Z 5 . efisiensi roda gigi yang akan dihitung adalah efisiensi masing-masing transmisi.M.59 % 15  14 x 53  c. Efisiensi transmisi III 4 2  III  1   1  3  7  Z1 .Sc ELEMEN MESIN II 7 .Z 2 Z 3 .9781  97 .40   0.3. 53  = 0.

Z13  1 Z  Z Z Z  = 1 1 15  52 36  31  14 53  15+52  36 .9687  96 . 0.Z 2 Z12 .P9 Daya maksimum mesin.12  =  103 – 93.100%  87.9792  97 .9759 .Z11  1 Z  Z Z Z Z Z  = 1 1 15  53 14 + 52 17  34 34  63   15 .76 % bantalan = 0.100% Pmaks    58.  e.99 g. Efisiensi Mekanis maks = ηI . ST. ηV .99 = 0.8776 = 87.96 .63   0.87 % 7  14 x 53  f.9792 .9791 .96 kW Jadi efisiensi total.76 %) = 93.Z10 Z10 . 0.92 % 7  14 x 53 . Pmaks = 103 kW P9 = Pmaks (1maks) = 103 (1-87.Sc ELEMEN MESIN II 8 .76% 103 58. 0.Z 2 Z 9 . 0. ηII . ηbantalan = 0. Efisiensi transmisi mundur 10 11 2 R  1  1  9  10  7  Z1 .164   PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin. Efisiensi total : Kerugian daya.34  34 . Efisiensi transmisi V 13 2 V  1   1  12  7  Z1 .164  7.d.52  17 . ηR . ηIII .31   0.M.9687 .  total :  Pmaks  Pg   . 0.9781 .

83 $%  $.:.                           22 22   !&$%!# &82.       / . $  .

 / .  /  22/  22  :2.

 2  2  2    22     !&$%!# &82..83 $%  $. 1 12   12            2222   %3 %   %%05 %.  .209079:8: 9 9292   2222   .20907.2       /  2               2038#4/.:.  2   2            2222   .2090705. $  .

788  -     2 .3 -  0-.3.  !.

34       .9.

20907.3.74/.7.74/.  ./:.3.3/3.:.7. 22      !&$%!# &82.-.7 /.          .9../-. 22 .39./.:2.3.7.  ./. $  .7.34  22  22  %.$:2-:!4748!.    .3828       9 22  9 22   22   22  1   1 22     ' '                                                  03039:..507-.35./.#4/.8:2-:547485./. /9  /9     .7./.83 $%  $. %7.-0 2038#4/.

507:/09.7 5..:.80-.3.350703.5 039:7. . 5079:3.9.2..3  &39:2025079:3..3./..3/:3.9.3 5.374/.3 /:9.2094/0. 0:.3 90../..7 ƒ- .9.3 /..3 /.3   0/:.3/../.3 203:7:989. 2094/0 3 207:5..35.3.! O .8.3 5072:.79 &39:9:20.3/:.3 /.3 2094/0 50703.39.30:.3    0:.-07:9 O .:.9. 0:..35343$/03.3 907..

35072:.9..3. .3039:7.3 ƒ.3/3.22 0:.388 - %0.

94790...3  . .7. /03.472.3 439.2-.3-08. /03.22 8.39./.-..8.3 007.3.31.

9/.5079:3.380-.5.3/..947-039: Ø   Ø        9.-07:9 O -ƒ. O .22   .:.2Ø1..

303 ' 6 /9 3                 2.9.    0.05.

 9   5  '              !&$%!# &82.8  . $  ..9.3038.83 $%  $.:.

 .28 1.3039:7. 2 Ø 1.3/3.7  1-ƒ.        .        .35078.    .        0-.9:.9473.30-.

 Ø 1.22  1-ƒ.       .

.9:.35072:./9                .7 1.30-.3.22   0-.3/3.35078.

232:223 .22   .7.

22 0-.788  -9.

23             22  -.

2 .

 808:.   !&$%!# &82.:.83 $%  $. $  .

574/.74/.  1803897. 8:- -./.8.83 2.:.3/.7. !079:3.3828                                                   -  1803897.2--07/./.3 /9:3 .301803874/.  :2.83   .5./.3828                                            !&$%!# &82.       .83 97.809.  2.38 8079.83 $%  $./. $  . !079:3.:2. /9:3 5.3828                                          .9.  .3 90.  1803897.31803#4/. 018038 2..83 2.3828  018038 20.3 ..018038949.-    018038 74/.

3                      18038949.39.8:28.2.. $  . /  1803897. 07:. 949.38282:3/:7 #                                                      1  180380..8Ú Ú Ú Ú ' Ú # Ú -.83 $%  $.8 !    !2.8 ! !2.82:22083 !2.3828' '                                          0  1803897.3/.39./018038949.8                     !&$%!# &82.8   2.8            .. !   .3. !2..38 2. 0949.:.3 -.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful