Tugas Makalah Sejarah

KERAJAAN MATARAM KUNO

Ketua

: Syarifah NurjamilaAL-mahdaly

Anggota : 1) Sri Suci Handayani 2) Zuleha Rustam 3) Yuyun Widyah Safitri 5) Veni Alfayani 6) Ismail 7) Nanang Darung Danang

SMA NEGRI 4 Parepare 2011

KATA PENGANTAR
Puji Syukur kita panjatkan kehadirat ALLAH SWT. Karena atas berkat rahmat dan hidayahnya lah, sehingga kami dari kelompok dapat menyelesaikan tugas makalah sejarah ini yang berjudul “ KERAJAAN MATARAM KUNO “. Semoga makalah kami ini dapat bermanfaat bagi semua orang. Namun, dalam makalah kami ini masih banyak kekurangan maka dari itu kami dari kelompok sangat membutuhkan saran dari guru pembimbing dan teman-teman sekalian untuk menyempurnakan makalah kami ini. Billahi Fisabilillahi Assalamu‘alaikum Warahmatullahi Wabaraktu

Parepare, 13 September 2011

Kelompok

Animisme Monarki Sri Sanjaya Dharmawangsa Teguh Bahasa Agama Pemerintahan Raja .985—1006 Sejarah . Sanskerta Kejawen. kemudian pindah ke Mdaη i Wwatan (dekat Madiun) Jawa Kuna. Buddha.Kerajaan Medang Mdaη ← ← 752–1045 → Kerajaan Medang pada Periode Jawa Tengah dan Jawa Timur Ibu kota Jawa Tengah: Mdaη i Bumi Mataram (lokasi tepat tidak diketahui. diperkirakan di sekitar Yogyakarta dan Prambanan). Hindu. kemudian pindah ke Poh Pitu dan Mamrati Jawa Timur: Mdaη i Tamwlang dan Mdaη i Watugaluh (dekat Jombang).732—760 .

Sementara itu. istilah Kerajaan Medang hanya lazim dipakai untuk menyebut periode Jawa Timur saja.. Kerajaan Medang akhirnya runtuh pada awal abad ke-11. nama yang lazim dipakai untuk menyebut Kerajaan Medang periode Jawa Tengah adalah Kerajaan Mataram. Kadang untuk membedakannya dengan Kerajaan Mataram Islam yang berdiri pada abad ke-16. 2) Pusat Kerajaan Medang Letak Mataram Kuno periode Jawa Tengah. 1) Nama Pada umumnya. nama Medang sudah dikenal sejak periode sebelumnya. yaitu periode Jawa Tengah. padahal berdasarkan prasasti-prasasti yang telah ditemukan. Para raja kerajaan ini banyak meninggalkan bukti sejarah berupa prasasti-prasasti yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur. serta membangun banyak candi baik yang bercorak Hindu maupun Buddha. Kerajaan Medang periode Jawa Tengah biasa pula disebut dengan nama Kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Mataram Hindu. . yaitu merujuk kepada salah daerah ibu kota kerajaan ini.Kekalahan Dharmawangsa dari 1045 Wurawari dan Sriwijaya Masa dan Tahil (koin Mata uang emas dan perak lokal) Kerajaan Medang (atau sering juga disebut Kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Mataram Hindu) adalah nama sebuah kerajaan yang berdiri di Jawa Tengah pada abad ke-8.Sri Sanjaya mendirikan Wangsa 752 Sanjaya (Prasasti Canggal) . Pusat Kerajaan Medang periode Jawa Timur. kemudian berpindah ke Jawa Timur pada abad ke-10.

misalnya prasasti Minto dan prasasti Anjuk ladang. Kerajaan Galuh dan Kerajaan Kalingga (setelah Ratu Shima mangkat). bernama Sanna. 3) Awal berdirinya kerajaan Prasasti Mantyasih tahun 907 atas nama Dyah Balitung menyebutkan dengan jelas bahwa raja pertama Kerajaan Medang (Rahyang ta rumuhun ri Medang ri Poh Pitu) adalah Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. sekarang disebut dengan nama Wotan. anak Sannaha saudara perempuan Sanna. Persahabatan ini pula yang mendorong Tarusbawa mengambil Sanjaya menjadi menantunya. Keduanya terletak di daerah Jombang. Sunda dan Galuh menjadi kekuasaan Tamperan. sedangkan Watugaluh sekarang disebut Megaluh. Sanjaya. Untuk itu ia meminta bantuan Tarusbawa (mertuanya yangg merupakan sahabat sanna).Bhumi Mataram adalah sebutan lama untuk Yogyakarta dan sekitarnya. berniat menuntut balas terhadap keluarga Purbasora. Sementara itu. Sanjaya kemudian tampil menjadi raja. meskipun tidak selamanya kerajaan ini berpusat di sana. Mataram terletak di daerah Yogyakarta sekarang. meminta perlindungan pada Raja Tarusbawa. Tamwlang sekarang disebut dengan nama Tembelang. Sepeninggal Sanna. Hasratnya dilaksanakan setelah menjadi Raja Sunda yang memerintah atas nama isterinya. sedangkan Kerajaan Kuningan dan Galunggung diperintah oleh Resi Guru Demunawan. yaitu Wwatan. Di daerah inilah untuk pertama kalinya istana Kerajaan Medang diperkirakan berdiri (Rajya Medang i Bhumi Mataram). Dalam tahun 732 M Sanjaya mewarisi tahta Kerajaan Mataram dari orangtuanya. yang terletak di daerah Madiun. yaitu Sannaha saudara perempuan Sanna. yang merupakan raja Kerajaan Galuh yang ketiga (709 . Sanjaya sendiri mengeluarkan prasasti Canggal tahun 732. Nama ini ditemukan dalam beberapa prasasti.        Medang i Bhumi Mataram (zaman Sanjaya) Medang i Mamrati (zaman Rakai Pikatan) Medang i Poh Pitu (zaman Dyah Balitung) Medang i Bhumi Mataram (zaman Dyah Wawa) Medang i Tamwlang (zaman Mpu Sindok) Medang i Watugaluh (zaman Mpu Sindok) Medang i Wwatan (zaman Dharmawangsa Teguh) Menurut perkiraan. Mamrati dan Poh Pitu diperkirakan terletak di daerah Kedu. bahkan sampai ke daerah Jawa Timur sekarang. Istana terakhir. ia mengatur pembagian kekuasaan antara puteranya.Sena akhirnya melarikan diri ke Pakuan. putera bungsu Sempakwaja. Sebelum ia meninggalkan kawasan Jawa Barat. Akhirnya Sanjaya menjadi penguasa Kerajaan Sunda. Sesungguhnya. Ia hanya memberitakan adanya raja lain yang memerintah pulau Jawa sebelum dirinya. Tarusbawa yang merupakan raja pertama Kerajaan Sunda (setelah tarumanegara pecah menjadi Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh) adalah sahabat baik sanna.716 M). Sanna juga dikenal dengan nama sena atau Bratasenawa. negara menjadi kacau. . dan Resi Guru Demunawan.Bratasenawa alias Sanna atau Sena digulingkan dari tahta Galuh oleh Purbasora (saudara satu ibu sanna) dalam tahun 716 M. Beberapa daerah yang pernah menjadi lokasi istana Medang berdasarkan prasasti-prasasti yang sudah ditemukan antara lain. atas dukungan ibunya. Istilah Mataram kemudian lazim dipakai untuk menyebut nama kerajaan secara keseluruhan. pusat Kerajaan Medang pernah mengalami beberapa kali perpindahan. Tamperan. namun tidak menyebut dengan jelas apa nama kerajaannya.

prasasti Kalasan tahun 778 memuji Rakai Panangkaran sebagai ―permata wangsa Sailendra‖ (Sailendrawangsatilaka). pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran (pengganti Sanjaya sekitar tahun 770-an). seorang keturunan Sanjaya bernama Rakai Pikatan berhasil menikahi Pramodawardhani putri mahkota Wangsa Sailendra. Berkat perkawinan itu ia bisa menjadi raja Medang. nama raja-raja Medang dalam Prasasti Mantyasih dianggap sebagai anggota Wangsa Sanjaya secara keseluruhan. Sedangkan kebangkitan Wangsa Sanjaya baru dimulai sejak Rakai Pikatan naik takhta menggantikan Rakai Garung. yaitu Sanjaya. Alasannya ialah. Sementara itu Slamet Muljana berpendapat bahwa daftar tersebut adalah daftar raja-raja yang pernah berkuasa di Medang. kekuasaan atas Medang direbut oleh Wangsa Sailendra yang beragama Buddha Mahayana. Contoh yang diajukan Slamet Muljana adalah Rakai Panangkaran yang diyakininya bukan putra Sanjaya. Menurut teori Slamet Muljana. Menurut teori Bosch. sekitar tahun 840-an. . yaitu sekitar abad ke-16. dan bukan daftar silsilah keturunan Sanjaya. serta Wangsa Isyana pada periode Jawa Timur. Mulai saat itu Wangsa Sailendra berkuasa di Pulau Jawa. Menurut teori van Naerssen. Istilah Wangsa Sanjaya merujuk pada nama raja pertama Medang. sekitar abad ke-9.Kisah hidup Sanjaya secara panjang lebar terdapat dalam Carita Parahyangan yang baru ditulis ratusan tahun setelah kematiannya. raja-raja Medang versi Prasasti Mantyasih mulai dari Rakai Panangkaran sampai dengan Rakai Garung adalah anggota Wangsa Sailendra. Emas atau keping tahil Jawa. 4) Dinasti yang berkuasa Bukti terawal sistem mata uang di Jawa. dan memindahkan istananya ke Mamrati. yaitu Wangsa Sanjaya dan Wangsa Sailendra pada periode Jawa Tengah. Pada umumnya para sejarawan menyebut ada tiga dinasti yang pernah berkuasa di Kerajaan Medang. Sampai akhirnya. Peristiwa tersebut dianggap sebagai awal kebangkitan kembali Wangsa Sanjaya. Dinasti ini menganut agama Hindu aliran Siwa. Dengan demikian pendapat ini menolak teori van Naerssen tentang kekalahan Rakai Panangkaran oleh seorang raja Sailendra. bahkan berhasil pula menguasai Kerajaan Sriwijaya di Pulau Sumatra.

4. 16. Jadi. Nama aslinya ditemukan dalam prasasti Kalasan. awal berkuasanya Wangsa Syailendra Rakai Panunggalan alias Dharanindra Rakai Warak alias Samaragrawira Rakai Garung alias Samaratungga Rakai Pikatan suami Pramodawardhani. 1. 3.Istilah Rakai pada zaman Medang identik dengan Bhre pada zaman Majapahit. awal periode Jawa Timur Sri Lokapala suami Sri Isanatunggawijaya Makuthawangsawardhana Dharmawangsa Teguh. 10. 8. Sementara itu. 14. Mpu Sindok menyebut dengan tegas bahwa kerajaannya adalah kelanjutan dari Kadatwan Rahyangta i Medang i Bhumi Mataram. yang bermakna ―penguasa di‖. 11. 9. dinasti ketiga yang berkuasa di Medang adalah Wangsa Isana yang baru muncul pada ‗‘periode Jawa Timur‘‘. dibangun antara masa pemerintahan Rakai Pikatan dan Dyah Balitung. 12. 7. Kerajaan Medang berakhir . yaitu Dyah Pancapana. 15. 13. gelar Rakai Panangkaran sama artinya dengan ―Penguasa di Panangkaran‖. 6. terletak di Prambanan. yang selama ini cenderung dianggap bukan bagian dari daftar para raja versi Prasasti Mantyasih. misalnya Dharanindra ataupun Samaratungga. Yogyakarta. Dinasti ini didirikan oleh Mpu Sindok yang membangun istana baru di Tamwlang sekitar tahun 929. Dalam prasasti-prasastinya. pendiri Kerajaan Medang Rakai Panangkaran. Sanjaya. awal kebangkitan Wangsa Sanjaya Rakai Kayuwangi alias Dyah Lokapala Rakai Watuhumalang Rakai Watukura Dyah Balitung Mpu Daksa Rakai Layang Dyah Tulodong Rakai Sumba Dyah Wawa Mpu Sindok. 2. 5. Slamet Muljana kemudian mengidentifikasi Rakai Panunggalan sampai Rakai Garung dengan nama-nama raja Wangsa Sailendra yang telah diketahui. 5) Daftar raja-raja Medang Apabila teori Slamet Muljana benar. maka daftar raja-raja Medang sejak masih berpusat di Bhumi Mataram sampai berakhir di Wwatan dapat disusun secara lengkap sebagai berikut: Candi Prambanan dari abad ke-9.

Pada zaman Majapahit jabatan-jabatan ini masih ada namun hanya sekadar gelar kehormatan saja. Hal ini dapat dilihat dalam daftar raja-raja versi Prasasti Mantyasih yang menyebutkan hanya Sanjaya yang bergelar Sang Ratu. Mpu Sindok merupakan Mapatih Hino pada masa pemerintahan Dyah Wawa.Pada daftar di atas hanya Sanjaya yang memakai gelar Sang Ratu. Pada zaman itu istilah Ratu belum identik dengan kaum perempuan. Misalnya. Jabatan tertinggi sesudah raja ialah Rakryan Mahamantri i Hino atau kadang ditulis Rakryan Mapatih Hino. Sanjaya sebagai raja pertama memakai gelar Ratu. Jabatan Rakryan Mapatih Hino pada zaman ini berbeda dengan Rakryan Mapatih pada zaman Majapahit. Pada zaman Wangsa Isana berkuasa masih ditambah lagi dengan jabatan Mahamantri Wka dan Mahamantri Bawang. Kasus yang sama terjadi pada Kerajaan Sriwijaya di mana rajarajanya semula bergelar Dapunta Hyang. Jabatan ini dipegang oleh putra atau saudara raja yang memiliki peluang untuk naik takhta selanjutnya. gelar Ratu dihapusnya dan diganti dengan gelar Sri Maharaja. Jabatan tertinggi di Medang selanjutnya ialah Rakryan Kanuruhan sebagai pelaksana perintah raja. Mungkin semacam perdana menteri pada zaman sekarang atau setara dengan Rakryan Mapatih pada zaman Majapahit. dan setelah dikuasai Wangsa Sailendra juga berubah menjadi Sri Maharaja. 7) Keadaan penduduk . Patih zaman Majapahit setara dengan perdana menteri namun tidak berhak untuk naik takhta. Keduanya merupakan gelar asli Indonesia. namun kiranya setara dengan menteri dalam negeri pada zaman sekarang. Jabatan sesudah Mahamantri i Hino secara berturut-turut adalah Mahamantri i Halu dan Mahamantri i Sirikan. Ketika Rakai Panangkaran dari Wangsa Sailendra berkuasa. Gelar ini setara dengan Datu yang berarti "pemimpin". Jabatan Rakryan Kanuruhan pada zaman Majapahit memang masih ada. sedangkan raja-raja sesudahnya semua memakai gelar Sri Maharaja. Pemakaian gelar Sri Maharaja di Kerajaan Medang tetap dilestarikan oleh Rakai Pikatan meskipun Wangsa Sanjaya berkuasa kembali. 6) Struktur pemerintahan Raja merupakan pemimpin tertinggi Kerajaan Medang.

yaitu Maharaja Rakai Gurunwangi dan Maharaja Rakai Limus Dyah Dewendra. raja sesudah Rakai Kayuwangi adalah Rakai Watuhumalang. 9) Teori van Bammelen Menurut teori van Bammelen. Pemerintahan Balitung diperkirakan berakhir karena terjadinya kudeta oleh Mpu Daksa yang mengaku sebagai keturunan asli Sanjaya. Tidak diketahui dengan pasti apakah proses suksesi ini berjalan damai ataukah melalui kudeta pula. Ketika Sailendrawangsa berkuasa.Temuan Wonoboyo berupa artifak emas menunjukkan kekayaan dan kehalusan seni budaya kerajaan Medang. Kerajaan Medang memang terkenal sebagai negara agraris. bahkan sampai Bali. Ia sendiri kemudian digantikan oleh menantunya. Agama resmi Kerajaan Medang pada masa pemerintahan Sanjaya adalah Hindu aliran Siwa. Mungkin karena kepahlawanannya itu. ditemukan beberapa prasasti atas nama raja-raja lain. membentuk Gunung Gendol dan lempengan Pegunungan Menoreh. ia dapat mewarisi takhta mertuanya. 8) Konflik takhta periode Jawa Tengah Pada masa pemerintahan Rakai Kayuwangi putra Rakai Pikatan (sekitar 856 – 880–an). yang antara lain. perpindahan istana Medang dari Jawa Tengah menuju Jawa Timur disebabkan oleh letusan Gunung Merapi yang sangat dahsyat. Kemudian lapisan tanah begeser ke arah barat daya sehingga terjadi lipatan. yaitu Kerajaan Sriwijaya merupakan negara maritim. Hal ini menunjukkan kalau pada saat itu Rakai Kayuwangi bukanlah satu-satunya maharaja di Pulau Jawa. Penduduk Medang sejak periode Bhumi Mataram sampai periode Wwatan pada umumnya bekerja sebagai petani. Kemudian pada saat Rakai Pikatan dari Sanjayawangsa berkuasa. agama resmi kerajaan berganti menjadi Buddha aliran Mahayana. Letusan tersebut disertai gempa bumi dan hujan material vulkanik berupa abu dan batu. Dyah Balitung yang diduga merupakan menantu Rakai Watuhumalang berhasil mempersatukan kembali kekuasaan seluruh Jawa. Tulodhong akhirnya tersingkir oleh pemberontakan Dyah Wawa yang sebelumnya menjabat sebagai pegawai pengadilan. . sedangkan saingannya. bernama Dyah Tulodhong. Sedangkan menurut prasasti Mantyasih. agama Hindu dan Buddha tetap hidup berdampingan dengan penuh toleransi. Konon sebagian puncak Merapi hancur.

Balaputradewa kemudian menjadi raja Sriwijaya di mana ia tetap menyimpan dendam terhadap Rakai Pikatan. Kronik Cina dari Dinasti Song mencatat telah beberapa kali Dharmawangsa mengirim pasukan untuk menggempur ibu kota Sriwijaya sejak ia naik takhta tahun 991. Tidak diketahui dengan pasti apakah Dyah Wawa tewas dalam bencana alam tersebut ataukah sudah meninggal sebelum peristiwa itu terjadi. Menurut teori de Casparis. Rakai Pikatan berhasil menyingkirkan seorang anggota Wangsa Sailendra bernama Balaputradewa putra Samaragrawira. Wangsa Sailendra juga menguasai Kerajaan Sriwijaya di pulau Sumatra. melainkan sebuah keluarga baru bernama Isanawangsa. Pangeran . Prasasti tertuanya berangka tahun 929. Dinasti yang berkuasa di Medang periode Jawa Timur bukan lagi Sanjayawangsa.Istana Medang yang diperkirakan kembali berada di Bhumi Mataram hancur. Sebagian sejarawan menyebut Kerajaan Medang runtuh pada tahun 1006. pasukan Sriwijaya datang menyerangnya. Sewaktu Mpu Sindok memulai periode Jawa Timur. karena raja selanjutnya yang bertakhta di Jawa Timur bernama Mpu Sindok. Tiga tahun kemudian. Raja terakhir Medang adalah Dharmawangsa Teguh. Medang dan Sriwijaya juga bersaing untuk menguasai lalu lintas perdagangan di Asia Tenggara. cicit Mpu Sindok. Dharmawangsa tewas. Hubungan senasib antara Jawa dan Sumatra berubah menjadi permusuhan ketika Wangsa Sanjaya bangkit kembali memerintah Medang. istana Medang di Wwatan diserbu oleh Aji Wurawari dari Lwaram yang diperkirakan sebagai sekutu Kerajaan Sriwijaya. Hal ini ditandai dengan ditemukannya Prasasti Ligor tahun 775 yang menyebut nama Maharaja Wisnu dari Wangsa Sailendra sebagai penguasa Sriwijaya. Rasa permusuhan Wangsa Sailendra terhadap Jawa terus berlanjut bahkan ketika Wangsa Isana berkuasa. Perselisihan antara kedua raja ini berkembang menjadi permusuhan turuntemurun pada generasi selanjutnya. Jawa Timur) yang dimenangkan oleh pihak Mpu Sindok. Dalam peristiwa tersebut. 11) Peristiwa Mahapralaya Mahapralaya adalah peristiwa hancurnya istana Medang di Jawa Timur berdasarkan berita dalam prasasti Pucangan. sekitar tahun 850– an. Tahun terjadinya peristiwa tersebut tidak dapat dibaca dengan jelas sehingga muncul dua versi pendapat. Pertempuran terjadi di daerah Anjukladang (sekarang Nganjuk. seorang pangeran berdarah campuran Jawa–Bali yang lolos dari Mahapralaya tampil membangun kerajaan baru sebagai kelanjutan Kerajaan Medang. yang merujuk pada gelar abhiseka Mpu Sindok yaitu Sri Isana Wikramadharmottungga. Pada tahun 1006 (atau 1016) Dharmawangsa lengah. sedangkan yang lainnya menyebut tahun 1016. 10) Permusuhan dengan Sriwijaya Selain menguasai Medang. Mpu Sindok yang menjabat sebagai Rakryan Mapatih Hino mendirikan istana baru di daerah Tamwlang. Selain itu. Permusuhan antara Jawa dan Sumatra semakin memanas saat itu. Ketika ia mengadakan pesta perkawinan putrinya.

Jawa Tengah. Candi Mendut. baik itu yang bercorak Hindu maupun Buddha. (Tengah: Chundā lengan-empat. perunggu. tembaga. Kerajaan Medang juga membangun banyak candi. Candi Kalasan. abad ke 10. menunjukkan kekayaan dan kehalusan seni budaya kerajaan Medang. Temuan Wonoboyo berupa artifak emas yang ditemukan tahun 1990 di Wonoboyo. Terletak di Museum für Indische Kunst. Berlin-Dahlem. 11 x 8 cm. Jawa Tengah.5 cm. Klaten. 12) Peninggalan sejarah (Kiri) Avalokitesvara lengan-dua. abad ke9/10. perunggu. 15 x 7. (Kanan) Dewi Tantra lengan-empat (Chundā?). . Candi Plaosan. Candi Prambanan. Candi Sewu. dan tentu saja yang paling kolosal adalah Candi Borobudur.0 x 7. Jawa Tengah. Candi-candi peninggalan Kerajaan Medang antara lain. Dataran Tinggi Dieng. Candi Pawon. Prambanan.itu bernama Airlangga yang mengaku bahwa ibunya adalah keturunan Mpu Sindok. Selain meninggalkan bukti sejarah berupa prasasti-prasasti yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Candi megah yang dibangun oleh Sailendrawangsa ini telah ditetapkan UNESCO (PBB) sebagai salah satu warisan budaya dunia.5 cm. Jawa Tengah. abad ke-9/ke-10. 12. Wonosobo. Kerajaan yang ia dirikan kemudian lazim disebut dengan nama Kerajaan Kahuripan.

Sri Maharaja Rakai Warak. Ia menggantikan raja sebelumnya. Para raja keturunan wangsa Sanjaya seperti Sri Maharaja Rakai Panangkaran. Melihat keadaan ini. untuk dikawinkan dengan anak Rakai Patapan. pendiri wangsa Sailendra. Berdasarkan catatan yang terdapat pada prasassti yang ditemukan. Ketika Sri Maharaja Rakai Sumba Dyah Wawa berkuasa. Akan tetapi. yakni Raja Sanna. mengadakan perlawanan namun kalah dalam peperangan. kerajaan ini berakhir dengan tiba-tiba. Jawa Tengah. Kerajaan Mataram Kuno diperkirakan berdiri sejak awal abad ke-8. Pada masa Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung Dharmodaya Mahasambu berkuasa. Sri Maharaja Rakai Panunggalan. yaitu Rakai PRakai Pikatan kemudian menduduki takhta Kerajaan Mataram Kuno. dan Candi Plaosan. Candi Mendut. pada abad ke-10 pusat Kerajaan Mataram Kuno pindah ke Jawa Timur. Candi Borobudur.KERAJAAN MATARAM KUNO Kerajaan Mataram Kuno (abad ke-8) adalah kerajaan Hindu di Jawa (Jawa Tengah dan Jawa Timur). Diduga kehancuran kerajaan ini akibat bencana alam karena letusan G. kompleks Candi Dieng. SUmatra dan menjadi raja Sriwijaya. Merapi. Kerajaan Mataram Kuno bermula sejak pemerintahan Raja Sanjaya yang bergelar Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. Pramodawarddhani. Kerajaan Mataram Kuno mempunyai dua latar belakang keagamaan yang berbedaa. Konon. yaitu Balaputeradewa. kerjaan ini berpusat di Jawa Tengah.  Kerajaan Mataram di Jawa Timur . terjadi perebutan kekuasaan di antara para pangeran Kerajaan Mataram Kuno. Adapun yang berlatar belakang agama Buddha antara lain ialah Candi Kalasan. Jawa Tengah. Balaputeradewa kemudian melarikan diri ke P. Setelah Raha Sanjaya wafat. Samaratungga (raja wangsa Sailendra) menyerahkan anak perempuannya. Raja Sanjaya telah menyelamatkan Kerajaan Mataram Kuno dari kehancuran setelah Raja Sanna wafat. Peninggalan bangunan suci dari keduanya antara lain ialah Candi Geding Songo. Atas : Komplek Candi Dieng di Wonosobo. Pada awal berdirinya. Oleh Karena adanya perlawanan yang dilakukan oleh keturunan Raja Sanjaya. Magelang. yaitu wangsa Sanjaya dan Sailendraa. Ia memerintah Kerajaan Mataram Kuno hingga 732M. kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno dipegang oleh Dapunta Sailendra. dan kompleks Candi Prambanan yang berlatar belakang Hindu. Candi Sewu. merupakan peninggalan candi Hindu pada masa Kerajaan Mataram Kuno. dan Sri Maharaja Rakai Garung merupakan raja bawahan dari wangsa Sailendra. Pendiri wangsa Sanjaya adalah Raja Sanjaya.  Kerajaan Mataram di Jawa Tengah Kerajaan Mataram Kuno yang berpusat di Jawa Tengah terdiri dari dua wangsa (keluarga). adik Pramodawarddhani. yakni agama Hindu dan Buddha.

maka sesuai dengan landasan kosmologis harus dibangun kerajaan baru dengan wangsa yang baru pula. menjadi raja Kerajaan Mataram (Hindu) (732-760 M). Mpu Sindok naik takhta kerajaan pada 929 dan berkuasa hingga 948. Bogowonto. Kerajaan ini sering disebut dengan Kerajaan Mataram Kuna sebagai pembeda dengan Mataram Baru atau Kesultanan Mataram (Islam). Daerah Mataram dikelilingi oleh banyak pegunungan seperti pegunungan serayu. Sumber Sejarah Prasasti Canggal . Kerajaan Mataram merupakan daerah yang subur yang memudahkan terjadinya pertumbuhan penduduk yang cukup pesat dan merupakan kekuatan utama bagi Negara darat. Sejarah dan Lokasi Prabu Harisdarma seorang raja dari Kerajaan Sunda. Jawa Timur. Saat pemerintahan Bratasenawa pada tahun 716 M. gunung prau. Kerajaan Mataram berkuasa di Jawa Tengah bagian selatan antara abad ke-8 dan abad ke-10. gunung sumbing. gunung lawu. dan Bengawan Solo. gunung merapi. kemudian menjadi penguasa Kalingga Utara yang disebut Bumi Mataram dan dikenal dengan nama Sanjaya pada tahun 732 M. Ia juga merupakan penerus Kerajaan Galuh yang sah. A. Kerajaan yang didirikan Mpu SIndok ini tetap bernama Mataram. yaitu wangsa Isana. pusat Kerajaan Sunda. Airlangga membagi kerajaan menjadi dua.. Dengan demikian Mpu Sindok dianggap sebagai cikal bakal wangsa baru. yaitu Kerajaan Pangjalu dan Janggala. Daerah ini juga banyak mengalir sungai besar diantaranya sungai Progo. kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno telah meluass hingga ke Jawa Timur. Pada abad ke-10. cucu Sri Maharaja Daksa. Setelah masa pemerintahan Mpu Sindok terdapat masa gelap sampai masa pemerintahan Dharmawangsa Airlangga (1020). gunung merbabu. Semeru dan G. Nama Mataram sendiri pertama kali disebut pada prasasti yang ditulis di masa raja Balitung. Pada awalnya terletak di Jawa Tengah. Prabu Harisdarma pun menjadi raja Kerajaan Sunda Galuh. Wilis). ia adalah pendiri Kerajaan Mataram Kuno sekaligus pendiri Wangsa Sanjaya. Mataram Hindu – Wangsa Sanjaya (732 M) 1. 2. Mpu Sindok. untuk menghindari perang saudara. Elo. Ayahnya bernama Bratasenawa yang merupakan raja ketiga Kerajaan Galuh. dan meminta bantuan pada Tarusbawa. Sampai pada masa ini Kerajaan Mataram Kuno masih menjadi saatu kerajaan yang utuh. raja kedua Kerajaan Sunda (723-732 M). Purbasora dan Bratasena adalah saudara satu ibu. pegunungan kendang. KERAJAAN MATARAM HINDU-BUDHA Kerajaan Mataram Kuno atau disebut dengan Bhumi Mataram.Setelah terjadinya bencana alam yang dianggap sebagai peristiwa pralaya. Akan tetapi. membangun kembali kerajaan ini di Watugaluh (wilayah antara G. gunung sindoro. Sanjaya atau Prabu Harisdarma. Bratasenawa beserta keluarga melarikan diri ke Pakuan. Kerajaan Galuh dikudeta oleh Purbasora. Tarusbawa sendiri adalah teman dekat Prabu Harisdarma sendiri adalah suami dari cucu Tarusbawa. gunung ungaran. Sanjaya yang merupakan penerus Kerajaan Galuh menyerang Purbasora yang saat itu menguasai Kerajaan Galuh dengan bantuan dari Tarusbawa dan berhasil melengserkannya. gunung sewu serta gunung kidul. Prabu Harisdarma yang juga ahli waris dari Kalingga. tetapi lain ayah. Perpindahan kerajaan ke Jawa Timur tidak disertai dengan penaklukan karena sejak masa Dyah Balitung.

Sanjaya selalu menganjurkan perbuatan luhur kepada seluruh punggawa dan prajurit kerajaan. Sosial. Ia digantikan oleh putranya Rakai Panangkaran. Politik dan Budaya Dari prasasti Metyasih tersebut.Prasasti yang ditemukan di halaman Candi Gunung Wukir di desa Canggal berangka Tahun 732 M dalam bentuk Candrasangkala. Menggunakan huruf pallawa dan bahasa sangsekerta. Saudara atau Teman) Sri Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya mangkat kira-kira pertengahan abad ke-8 M. Sri Maharaja Rakai Panangkaran (760-780 M) Rakai Panangkaran yang berarti raja mulia yang berhasil mengambangkan potensi wilayahnya. Isi dari prasasti tersebut menceritakan tentang pendirian Lingga (lambang Syiwa) yang merupakan agama Hindu beraliran Siwa di desa Kunjarakunja oleh Raja Sanya serta menceritakan bahwa yang menjadi raja mula-mula adalah sena yang kemudian digantikan oleh Sanjaya. Bila melihat gerak lirik raja. Bila belum mampu mengadu kemahiran menagkap tindakan. Rakai Pangkaran berhasil mewujudkan cita-cita ayahandanya. yaitu : 1. karena telah berjasa besar terhadap Kerajaan serta memuat nama para raja-raja Mataram Kuno. didapatkan nama-nama raja dari Wangsa Sanjaya yang pernah berkuasa. Kesusasteraan tidak menjadi monopoli kelas profesional. terlebih bagi kalangan pegawai istana dan pemuka masyarakat. 3. Pendidikan puisi merupakan pendidikan yang wajib diikuti oleh umum. memberikan wejangan-wejangan luhur untuk anak cucunya. lebih baik duduk terdiam dengan hati ditenangkan dan jangan gentar dihadapan sang raja. tenagkanlah dirimu menerima perintah dan tindakan dan harus menangkap isinya. maka dirimu harus berhati-hati dalam tingkah laku.. Apabila sang Raja yang berkuasa memberi perintah. Prasasti ini dikeluarkan sehubungan dengan pemberian hadiah tanah kepada lima orang patihnya di Metyasih. Kehidupan Ekonomi. Prasasti Metyasih yang diterbitkan oleh Rakai Watukumara Dyah Balitung (Wangsa Sanjaya ke-9) terbuat dari tembaga. Prasasti Metyasih/Balitung Prasasti ini ditemukan di desa Kedu. 2. Sri Rakai Mataram Sang Ratu . berangka tahun 907 M. hati selalu setia dan taat mengabdi pada sang raja. Sahabat. Ada empat macam perbuatan luhur untuk mencapai kehidupan sempurna. Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya (732-760 M) Masa Sanjaya berkuasa adalah masa-masa pendirian candi-candi siwa di Gunung Dieng. yaitu :     Tresna (Cinta Kasih) Gumbira (Bahagia) Upeksa (tidak mencampuri urusan orang lain) Mitra (Kawan.

Pada masa pemerintahannya.Sanjaya dengan mengambangkan potensi wilayahnya. yang didalamnya tersimpang patung Dewi Tara. Guru Swadaya. Catur Guru terdiri dari :     Guru Sudarma. seperti berikut ini “Keselamatan dunia supaya diusahakan agar tinggi derajatnya. Bapak dan Ibu Guru di sekolah Guru Wisesa. Rakai Panggalan juga memberikan rambu-rambu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sri Maharaja Rakai Warak (800-820 M) Rakai Warak. dan sekarang dikenal dengan nama Candi Kalasan. kehidupan dalam dunia militer berkembang dengan pesat. Beliau berjasa atas sistem kalender Jawa Kuno. Catur berarti empat Guru berarti berat. Pemerintah pembuat undang-undang untuk kepentingan bersama Pemberian penghormatan dalam bidang pendidikan. Berbagai macam . Terletak di Desa Kalasan. Sri Maharaja Rakai Panaggalan (780-800 M) Rakai Pananggalan yang berarti raja mulia yang peduli terhadap siklus waktu. Tuhan Guru Surasa. 3.Nasehatnya yang terkenal tentang kebahagiaan hidup manusia adalah :        Kasuran (Kesaktian) Kagunan (Kepandaian) Kabegjan (Kekayaan) Kabrayan (Banyak Anak Cucu) Kasinggihan (Keluhuran) Kasyuwan (Panjang Umur) Kawidagdan (Keselamatan) Menurut Prasati Kalasan. orang tua yang melairkan manusia. yang berarti raja mulia yang peduli pada cita-cita luhur. pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran dibangun sebuah candi yang bernama Candi Tara. Perwujudan dari visi dan misi tersebut yaitu Catur Guru. maka kesadaran hukum dan pemerintahan di Mataram masa Rakai Pananggalan dapat diwujudkan. Jadi artinya empat guru yang mempunyai tugas berat. 4. Agar tercapai tujuannya tapi jangan lupa akan tata hidup” Visi dan Misi Rakai Panggalan yaitu selalu menjunjung tinggi arti penting ilmu pengetahuan.

Sri Maharaja Rakai Pikatan (840 – 856 M) Dinasti Sanjaya mengalami masa gemilang pada masa pemerintahan Rakai Pikatan. Sri Maharaja Rakai Garung bekerja siang hingga malam. Kewajiban raja adalah jangan sampai terlena dalam menata. Manacika yang berarti berfikir yang baik dan benar. Pada zaman Rakai Pikatan inilah dibangunnya Candi Prambanan dan Candi Roro Jonggrang. Demi memakmurkan rakyatnya. Hal ini dilakukan tak lain hanya mengharap keselamatan dunia raya yang diagungkan dalam ajarannya. Kayika yang berarti berbuat yang baik dan benar. Pembuatan Candi tersebut terdapat dalam prasasti Siwagraha yang berangka tahun 856 M. yaitu : 1. Tri Kaya Parasada yang dimaksud. mengayomi dan memberi anugrah. meneliti. Wacika yang berarti berkata yang baik dan benar. Dalam menjalankan pemerintahannya Rakai Garung memiliki prinsip tri kaya parasada yang berarti tiga perilaku manusia yang suci. Kekuatan raja adalah bisa mengasuh. merawat. 5. ada tiga pesan yang diberikan. yaitu :    6. 2. . Sri Maharaja Rakai Kayuwangi (856 – 882 M) Prasasti Siwagraha menyebutkan bahwa Sri Maharaja Rakai Kayuwangi memiliki gelar Sang Prabu Dyah Lokapala. Tugas utamanya yaitu memakmurkan. Namun Rakai Pikatan tetap mempertahankan kedaulatan negerinya dan bahkan pasukan Balaputera Dewa dapat dipukul mundur dan melarikan diri ke Palembang. 3. dan melindungi keselamatan warga negaranya. memeriksa dan melindungi. 7. Pada masa pemerintahannya. Rakai Pikatan terkenal dengan konsepnya Wasesa Tri Dharma yang berarti tiga sifat yang mempengaruhi kehidupan manusia. Dalam Prasasti Tulang Air di Candi Perut (850 M) menyebutkan bahwa Rakai Pikatan yang bergelar Ratu mencapai masa kemakmuran dan kemajuan. Sri Maharaja Rakai Garung (820-840 M) Garung memiliki arti raja mulia yang tahan banting terhadap segala macam rintangan. Rakai Warak sangat mengutamakan ketertiban yang berlandaskan pada etika dan moral. Pakaian raja adalah menjalankanlah dengan adil dalam memberi hukuman dan ganjaran kepada yang bersalah dan berjasa. Saat Rakai Warak berkuasa.senjata diciptakan. mencerdaskan. pasukan Balaputera Dewa menyerang wilayah kekuasaannya.

jangan sampai tergesa-gesa. yaitu : 1. Cinta Kasih. tekad dan niat harus dilakukan dantidak segan-segan dalam melakukan pekerjaan 6.Pada masa pemerintahannya. perwujudan hati nurani berupa cinta kasih dan sujud Tuhan. Dalam kata lain. 3. ajaran masa kini perlu untuk diketahui 5. Dalam mengolah cipta . Masa pemerintahannya duja menjadi masa keemasan bagi Wangsa Sanjaya. Prinsip yang dipegangnya adalah Tri Parama Arta yang berarti tiga perbuatan untuk mengusahakan kesejahteraan dan kebahagiaan orang lain. selaras dan menyatu. orang tua. Jangan melupakan ajaran terdahulu. Pemikirannya mempengaruhi gagasan Sang Prabu Dyah Balitung. Rakai Kayuwangi menuturkan bahwa ada enam alat untuk mencari ilmu. 9. Tri Parama Arta terdiri dari : 1. mematikan keinginan dan membersihkan diri. Bertenggang rasa Memperhatikan sikap yang kurang baik dengan kebenaran. Punian. Ulah pikiran Menimbang-nimbang dengan memperhatikan tujuan kemampuan dan kemauan yang diterapkan harus atas pemikiran yang tepat. Kemauan Sanggup sehidup semati. perwujudan cinta kasih dengan saling tolong menolong dengan memberikan sesuatu yang dimiliki secara ikhlas. Menguasai berbagai bahasa Memahami semua bahasa agar mampu mengatasi perhubungan serta mampu mengakrabi siapa saja. Sang Prabu aktif mengolah cipta karya untuk mengembangkan kemajuan masyarakatnya. Bakti. 2. 2. menyayangi dan mengasihi sesama makhluk sebagaimana mengasihi diri sendiri. 8. Penerapan ajaran Dalam setiap melaksanakan kehendak harus dipertimbangkan. Sri Maharaja Rakai Watuhumalang (882 – 899 M) Sri Maharaja Rakai Watuhumalang memiliki prinsip dalam menjalankan pemerintahannya. 3. 4. Sri Maharaja Watukumara Dyah Balitung (898 – 915 M) Pada masa pemerintahannya beliau memiliki seorang teknokrat intelektual yang handal bernama Daksottama. guru dan pemerintah. Bersungguh-sungguh tidak gentar Semua tutur kata dan budi bahasa dilakukan dengan baik.

Pada saat itulah pemerintahan Dyah Wawa mengalami kemunduran. Daksottama dipersiapkan untuk menggantikannya sebagai raja Mataram Hindu. Sri Maharaja Dyah Tulodhong (919 – 921 M) Rakai Dyah Tulodhong mengabdikan dirinya kepada masyarakat menggantikan kepemimpinan Rakai Daksottama. Keruntuhan Wangsa Sanjaya Pada abad ke-10. Sri Maharaja Rakai Empu Sendok (929 – 930 M) Empu Sendok. Empu Sendok memindahkan pusat pemerintahannya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur Sumber lain menyebutkan perpindahan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur disebabkan oleh meletusnya gunung merapi di Jawa Tengah. Wangsa Syailendra di Medang. . Dyah Tulodhong sangat memperhatikan kaum brahmana 12. psikologi diperhatikan. Mataram Budha – Wangsa Syailendra (752 M) 1. Sri Maharaja Rakai Daksottama (915 – 919 M) Daksottama yang berarti sorang pemimpin yang utama dan istimewa. Keterangan tersebut termuat dalam Prasasti Poh Galuh yang berangka tahun 809 M. Beliau terkenal sebagai raja yang ahli dalam berdiplomasi. B. terkenal dengan kecerdasan. Sejarah dan Lokasi Syailendra adalah wangsa atau dinasti Kerajaan Mataram Kuno yang beragama Budha. daerah Jawa Tengah bagian selatan. 11. Manajemen dan Akuntansi dikuasai. ketangkasan . 10. Kedua hutang jasa kepada leluhur yang telah melahirkannya. sehingga sangat terkenal dalam kancah politik internasional. Roda perekonomian pada masa pemerintahannya berjalan dengan pesat. Serta menjelaskan bahwa pertunjukan wayang (mengambil lakon Bima di masa muda) untuk keperluan upacara telah dikenal pada masa itu. 4. 13. Pada masa pemerintahannya. Wangsa ini berkuasa sejak tahun 752 M dan hidup berdampingan dengan Wangsa Sanjaya. kejujuran dan kecakapannya. tahun 907 Dyah Balitung membuat Prasasti Kedu atau Metyasih yang berisikan namanama raja Kerajaan Mataram Wangsa Sanjaya. Dan ketiga. Pada masa pemerintahan Dyah Balitung. Empu Sendok yang memegang pemerintahan setelah Dyah Wawa meninggal merasa khawatir terhadap serangan yang dilancarkan oleh Kerajaan Sriwijaya. Dalam menjalankan pemerintahannya Dyah Wawa memiliki visiTri Rena Tata yang berarti tiga hutang yang dimiliki manusia. Dyah Wawa mempersiapkan stategi suksesi Empu Sendok yang memiliki integritas dan moralitas sebagai calon pemimpin Mataram. Sri Maharaja Dyah Wawa ( 921 – 928 M) Rakai Sumba Dyah Wawa dinobatkan sebagai raja Mataram pada tahun 921 M. hutang ilmu kepada guru yang telah mengajarkannya. Pertama hutang kepada Tuhan yang menciptakannya.karya.

Keluarga Syailendra adalah keturunan dari Wangsa Sanjaya di era pemerintahan Rakai Panangkaran. Kabupaten Pekalongan yang menjelaskan bahwa Dapunta Syailendra adalah penganut agamat Siwa. Sumber Sejarah Nama Syailendra pertama kali dijumpai dalam Prasasti Kalasan yang berangka tahun 778 M. Yaitu : Prasasti Sojomerto Prasasti yang berasal dari pertengahan abad ke-7 itu berbahasa Melayu Kuno di desa Sojomerto. Prasasti ini menceritakan tentang pendirian Candi Kalasan oleh Rakai Panagkaran atas permintaan keluarga Syailendra serta sebagai penghadiahan desa Kalasan untuk umat Budha. Selain dari teori tersebut di atas dapat dilihat dari beberapa Prasasti yang ditemukan. Pendapatnya tersebut berdasarkan Carita Parahiyangan yang menyebutkan bahwa Sanjaya menyerahkan kekuasaanya di Jawa Barat kepada puteranya dari Tejakencana. yaitu Rakai Tamperan atau Rakeyan Panambaran dan memintanya untuk berpindah agama. Kerusuhan yang terjadi di Funan mengakibatkan keluarga Kerajaan Funan menyingkir ke Jawa dan menjadi penguasa di Mataram pada abad ke-8 M dengan menggunakan nama Syailendra.2. Sumber Jawa Menurut Purbatjaraka. Prasasti Kalasan Prasasti yang berangka tahun 778 M merupakan prasasti peninggala Wangsa Sanjaya. Ada beberapa sumber yang menyebutkan asal-usul keluarga Syailendra. Raja-raja dari keluarga Sayilendra adalah asli dari Nusantara sejak Rakai Panangkaran berpindah agama menjadi penganut agama Budha Mahayana. Yaitu Sumber India Nilakanta Sastri dan Moes yang berasal dari India dan menetap di Palembang menyatakah bahwa pada tahun 683 M keluarga Syailendra melarikan diri ke Jawa karena terdesak oleh Dapunta Hyan. Sumber Funan Codes beranggapan bahwa Syailendra yang ada di Nusantara berasal dari Funan (Kamboja). Prasasti Ratu Boko Prasasti berangka tahun 865 M menyebutkan tentang kekalahan Raja Balaputra Dewa dalam perang saudara melawan kakaknya Pradhowardhani dan melarikan diri ke Palembang. Prasasti ini juga menyebutkan nama raja yang berkuasa saat itu yang bernama Raja Indra. Prasasti Klurak Prasasti yang berangka tahun 782 M. Wisnu dan Sanggha. di daerah Prambanan menyebutkan tentang pembuatan Arca Manjusri yang merupakan perwujudan Sang Budha. .

3. Samaratungga ( 812 – 833 M) Raja Samaratungga berperan menjadi pengatur segala dimensi kehidupan rakyatnya. 4. Keruntuhan Wangsa Syailendra . Beliau bergelar Sri Kaluhunan. Dari Prasasti Ratu Boko. Raja Indra membuat Klurak yang berangka tahun 782 M. Indra (782 – 812 M) Pada masa pemerintahannya. yaitu : 1. 5. Sosial dan Politik Kehidupan sosial Kerajaan Mataram Dinasti Syailendra ditafsirkan telah teratur. Balaputera Dewa (883 – 850 M) Balaputera Dewa adalah putera Raja Samaratungga dari ibu yang bernama Dewi Tara. Pramodhawardhani kelak menjadi permaisuri raja Rakai Pikatan. yang artinya seorang sekar kedhaton yang menjadi tumpuan harapan bagi rakyat. Kehidupan Ekonomi. di daerah Prambanan 4. Balaputera Dewa merasa berhak mendapatkan tahta tersebut karena beliau merupakan anak laki-laki berdarah Syailendra dan tidak setuju terhadap tahta yang diberikan kepada Rakai Pikatan yang keturunan Sanjaya. Prasasti Kayumwunan (824 M) “Syailendrawansatilaka” 3. Wisnu (775 – 782 M) Pada masa pemerintahannya. 6. Raja Mataram Kuno dari Wangsa Sanjaya. Dalam peperangan saudara tersebut Balaputera Dewa mengalami kekalahan dan melarikan diri ke Pelembang. Adapun Raja-raja yang pernah berkuasa. puteri raja Sriwijaya. Candi Borobudur mulai dibangun tepatnya 778 M. Bhanu (752 – 775 M) Raja Banu merupakan Raja pertama sekaligus pendiri Wangsa Syailendra 2. terjadi perebutan tahta kerajaan oleh Rakai Pikatan yang menjadi suami Pramodhawardhani. Samaratungga sangat menhayati nilai agama dan budaya Pada masa pemerintahannya Candi Borobudur selesai dibangun. Hal ini dilihat dari pembuatan Candi yang menggunakan tenaga rakyat secara bergotong royong. Prasasti Abhayagiriwihara (792 M) “Dharmmatunggadewasyasailendra”. Pramodhawardhani (883 – 856 M) Pramodhawardhani adalah putri Samaratungga yang dikenal cerdas dan cantik. Dari segi budaya Kerajaan Dinasti Syailendra juga banyak meninggalkan bangunan-bangunan megah dan bernilai.Nama Syailendra juga muncul dalam Prasasti Klurak (782 M) ―Syailendrawansantilakena”. Sebagai raja Mataram Budha.

sampai saat ini masih dapat dilihat bangunan-bangunan suci yang berbentuk. Candi Prambanan. yaitu : Candi di pegunungan Dieng. Candi Borobudur. Sejak saat itulah berakhirnya masa Wangsa Syailendra Dari kedua Wangsa yang berkuasa di Bhumi Mataram tersebut. . Candi Gedung Songo.Sejak terjadi perebutan kekuasaan dan dipimpin oleh Rakai Pikatan. Candi Mendut. Candi Sambi Sari dan masih banyak yang lainnya. agama Hindu mulai dominan menggantikan agama Budha.

DAFTAR PUSTAKA       Dr. Yogyakarta: LKIS LKIS   . Sejarah Nasional Indonesia II. 1993.org Marwati Poesponegoro & Nugroho Notosusanto. Yogyakarta: Slamet Muljana. M. 2005. Jakarta: Balai Pustaka Ensiklopedia Online: www. Sriwijaya (terbitan ulang 1960).id. 2006. Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya.wikipedia. Yogyakarta: Media Ilmu Slamet Muljana. 1979. Sejarah Nasional Indonesia Jilid II. Medan: Pujakesuma Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto. 1990. 2007.Hum. Menuju Puncak Kemegahan (terbitan ulang 1965).Purwadi. Sejarah Raja-Raja Jawa. Jakarta: Balai Pustaka Purwadi. Sistem Pemerintahan Kerajaan Jawa Klasik. Jakarta: Bhratara Slamet Muljana. 2007.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful