Anda di halaman 1dari 3

Bab 5 Analisis

5.1. Data Diskrit Mean merupakan jumlah nilai dibagi jumlah individu, dari 100 data yang telah diolah maka didapat mean (rata-rata) dengan nilai 22,65 yang berarti bahwa nilai ini merupakan rata-rata dari 100 data yang diambil. Median merupakan suatu nilai yang membatasi 50 persen frekuensi distribusi bagian atas, median (nilai tengah) mempunyai nilai 23, berarti bahwa nilai ini merupakan nilai yang terdapat pada data ke 50 adalah 23 dan ke 51 adalah 23. Modus merupakan suatu fenomena untuk menyatakan fenomena yang paling banyak terjadi. Modus (nilai terbanyak yang sering muncul) adalah 23, yang artinya bahwa nilai ini muncul terbanyak dari 100 data. Simpangan baku merupakan tingkat persebaran data atau nilai persimpangan dari 100 data. Simpangan baku nilainya 2,71 yang artinya bahwa persimpangan data yang terjadi dari 100 data nilainya 2,71. Skewness merupakan suatu model untuk mengetahui derajat

tak simetri. Nilai koefisien skewness yang diperoleh dari 100 data mempunyai kemiringan (KP I) = -0,129 dan (KP II) = -0,129 dimana ini merupakan kemiringan negatif dan nilai koefisien skewness ini merupakan nilai kemiringan dari kurva normal,

dimana pada kurva terdapat nilai median yang merupakan nilai yang terdapat pada bagian tengah kurva. Nilai koefisien kurtosis merupakan nilai yang menunjukkan nilai keruncingan sebuah kurva normal. Nilai yang didapat dari 100 data didapat nilai koefisien kurtosis sebesar 14,181 nilai ini lebih besar dari 3, maka kurva kurtosis yang terbentuk adalah kurva leptokurtik. 5.2. Data Kontinyu Dari 50 data yang diperoleh didapatkan mean (rata-rata) sebesar 23,037 mean merupakan jumlah nilai dibagi jumlah individu. Berarti bahwa nilai ini merupakan nilai rata-rata dari 50 data yang telah diambil. Median merupakan suatu nilai yang membatasi 50 persen frekuensi distribusi bagian atas, median (nilai tengah) mempunyai nilai 22,685 yang merupakan nilai tengah dari 50 data yang diolah. Modus merupakan suatu fenomena untuk menyatakan

fenomena yang paling banyak terjadi. Modus (nilai terbanyak yang sering muncul) adalah 20,925 yang artinya bahwa nilai ini muncul terbanyak dari 50 data. Simpangan baku merupakan tingkat persebaran data atau nilai persimpangan dari 100 data. Simpangan baku nilainya 2,838 yang artinya bahwa persimpangan data yang terjadi dari 50 data nilainya 2,838. Skewness merupakan suatu model untuk mengetahui derajat

tak simetri. Nilai koefisien skewness yang diperoleh dari 50 data

mempunyai kemiringan (KP I) = 0,744 dan (KP II) = 0,124 dimana ini merupakan kemiringan positif dan nilai koefisien skewness ini merupakan nilai kemiringan dari kurva normal, dimana pada kurva terdapat nilai median yang merupakan nilai yang terdapat pada bagian tengah kurva, sebelah kiri kurva terdapat nilai modus dan sebelah kanan kurva skewness terdapat nilai mean. Dalam kurva skewness kita dapat melihat penyebaran data. Nilai koefisien kurtosis merupakan nilai yang menunjukkan nilai keruncingan sebuah kurva normal. Nilai yang didapat dari 50 data didapat nilai koefisien kurtosis sebesar 10,107 nilai ini lebih besar dari 3, maka kurva kurtosis yang terbentuk adalah kurva leptokurtik.