0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan5 halaman

Keputusan Pelayanan Kefarmasian Puskesmas Banjaran

Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Banjaran menetapkan pelayanan kefarmasian di fasilitas tersebut, mencakup pengelolaan sediaan farmasi dan bahan medis, serta pelayanan farmasi klinik seperti pengkajian resep, penyerahan obat, dan pemberian informasi obat kepada pasien sesuai standar. Keputusan ini berlaku untuk meningkatkan mutu pelayanan farmasi di Puskesmas Banjaran.

Diunggah oleh

puskesmas banjaran
Lisensi
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan5 halaman

Keputusan Pelayanan Kefarmasian Puskesmas Banjaran

Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Banjaran menetapkan pelayanan kefarmasian di fasilitas tersebut, mencakup pengelolaan sediaan farmasi dan bahan medis, serta pelayanan farmasi klinik seperti pengkajian resep, penyerahan obat, dan pemberian informasi obat kepada pasien sesuai standar. Keputusan ini berlaku untuk meningkatkan mutu pelayanan farmasi di Puskesmas Banjaran.

Diunggah oleh

puskesmas banjaran
Lisensi
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAH KABUPATEN MAJALENGKA

DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS BANJARAN
Jl. Raya Banjaran no.02, Banjaran, Majalengka
Telp. (0233) 8896252 email : puskesmasbanjaran13@[Link]

KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS BANJARAN


NOMOR: 440/…./SK/[Link]/I/2022

TENTANG
PELAYANAN KEFARMASIAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA


KEPALA UPTD PUSKESMAS BANJARAN,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka peningkatan mutu pelayanan


farmasi di UPTD Puskesmas Banjaran;
b. bahwa dalam upaya memenuhi kebutuhan jenis dan
jumlah obat dan bahan medis habis pakai sesuai
kebutuhan pelayanan;
c. bahwa untuk melaksanakan maksud tersebut pada
point a dan b perlu ditetapkan keputusan Kepala
UPTD Puskesmas Banjaran Kabupaten Majalengka.
Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36
Tahun 2009 tentang Kesehatan;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009
tentang Pekerja Kefarmasian;
3. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun
2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat;
4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 Tahun
2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di
Puskesmas.
MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS


BANJARAN TENTANG PELAYANAN
KEFARMASIAN DI UPTD PUSKESMAS
BANJARAN.

Kesatu : Pelayanan kefarmasian meliputi pengelolaan sediaan


farmasi dan bahan medis habis pakai dan pelayanan
farmasi klinik sesuai dengan standar operasional yang
telah ditetapkan.

Kedua : Didalam pelaksanaan pelayanan kefarmasian, petugas


penanggung jawab farmasi Puskesmas Banjaran
berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang
berlaku.

Ketiga : Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan


akan ditinjau kembali jika terdapat kekeliruan dalam
penetapannya.

Ditetapkan di : Banjaran
Pada tanggal : 3 Januari 2022

KEPALA UPTD
PUSKESMAS BANJARAN

DUDI RIDWAN
LAMPIRAN : SURAT KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS
BANJARAN

NOMOR :
TANGGAL :
TENTANG :

PELAYANAN KEFARMASIAN DI UPTD PUSKESMAS BANJARAN

1. Pengelolaan sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai terdiri atas :
a. Perencanaan kebutuhan
Perencanaan merupakan proses kegiatan seleksi sediaan farmasi dan
bahan medis habis pakai untuk menentukan jenis dan jumlah sediaan
farmasi dalam rangka pemenuhan kebutuhan puskesmas. Proses
seleksi mengacu pada Formularium Nasional dan Formularium
Puskesmas. Proses seleksi melibatkan tenaga kesehatan lain di
Puskesmas. Puskesmas menyediakan data pemakaian obat dengan
menggunakan Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat
(LPLPO).
b. Permintaan
Tujuan permintaan adalah untuk memenuhi kebutuhan sediaan farmasi
dan bahan medis habis pakai di Puskesmas sesuai dengan perencanaan
kebutuhan yang telah dibuat. Permintaan diajukan kepada Dinas
Kesehatan Kabupaten Majalengka.
c. Penerimaan
Tenaga kefarmasian bertanggung jawab atas ketertiban penyimpanan,
pemindahan, pemeliharaan dan penggunaan obat dan bahan medis
habis pakai berikut kelengkapan catatan yang menyertainya.
d. Penyimpanan
Penyimpanan sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai dengan
mempertimbangkan hal-hal berikut :
1. Bentuk dan jenis sediaan;
2. Kondisi yang dipersyaratkan dalam penandaan di kemasan sediaan
farmasi, seperti suhu penyimpanan, cahaya, dan kelembabab;
3. Mudah atau tidaknya meledak/terbakar;
4. Narkotika dan psikotropika disimpan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan; dan
5. Tempat penyimpanan sediaan farmasi tidak dipergunakan untuk
penyimpanan barang lainnya yang menyebabkan kontaminasi.
e. Pendistribusian
Pendistribusian bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sediaan farmasi
sub unit pelayanan kesehatan yang ada di wilayah kerja Puskesmas
Banjaran dengan jenis, mutu, jumlah dan waktu yang tepat.
f. Pengendalian
Pengendalian sediaan farmasi terdiri dari :
a. Pengendalian persediaan;
b. Pengendalian penggunaan; dan
c. Pengendalian sediaan farmasi hilang, rusak, dan kadaluwarsa.
g. Pencatatan, pelaporan dan pengarsipan
Pencatatan, pelaporan dan pengarsipan merupakan rangkaian kegiatan
dalam pengelolaan sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai, baik
yang diterima, disimpan, disistribusikan dan digunakan.
h. Pemantauan dan evaluasi pengelolaan
2. Pelayanan farmasi klinik terdiri atas :
a. Pengkajian resep dan penyerahan obat
Pengkajian resep dimulai dari seleksi persyaratan administrasi,
persyaratan farmasetik dan persyaratan klinis.
Kegiatan penyerahan dan pemberian informasi obat merupakan
kegiatan pelayanan yang dimulai dari tahap menyiapkan/meracik obat,
memberikan label/etiket, menyerahkan sediaan farmasi dengan
informasi yang memadai disertai pendokumentasian.
b. Pemberian informasi obat (POI)
Kegiatan pelayanan yang dilakukan oleh Apoteker untuk memberikan
informasi secara akurat, jenis dan terkini kepada dokter, apoteker,
perawat, profesi kesehatan lainnya dan pasien.
c. Konseling
Merupakan suatu proses untuk mengidentifikasi dan penyelesaian
masalah pasien yang berkaitan dengan peggunaan obat pasien.
d. Rekonsiliasi obat
e. Pemantauan terapi obat (PTO)
Merupakan proses untuk memastikan bahwa pasien mendapatkan
terapi obat yang efektif, terjangkau dengan memaksimalkan efikasi dan
meminimalkan efek samping.
f. Evaluasi penggunaan obat
Merupakan kegiatan untuk mengevaluasi penggunaan obat secara
terstruktur dan berkesinambungan untuk menjamin obat yang
digunakan sesuai indikasi, efektif, aman dan terjangkau (rasional).

Anda mungkin juga menyukai