Anda di halaman 1dari 2

$$

Teknik Meditasi Materialisasi.


1. Anda tentu sudah tahu bentuk penampang cakra, warna dan letak masing-masing cakra. Kalau anda tidak
dapat merasakan adanya energi materialisasi di cakra-cakra tersebut, maka anda dapat membayangkan
penampang cakra tersebut pada posisinya masing-masing. Bayangkan bahwa kemudian penampang cakra
tersebut menjadi sangat aktif dan warnanya menjadi sangat terang.

Pada meditasi Materialisasi menggunakan 3 Chakra Mayor [C. Dasar, C, Jantung dan C. Ajna]

2. Setelah anda merasakan bahwa cakra anda menjadi sangat aktif, maka kemudian anda melakukan langkah
berikutnya yang sesuai untuk masing-masing cakra.

a. Cakra dasar : Timbulkan perasaan/keinginan yang menggebu untuk meraih tujuan materialisasi anda.
Keinginan yang menggebu disini bisa disamakan dengan kuatnya semangat yang anda miliki untuk meraih
tujuan anda tersebut.
Afirmasi dapat ditambahkan karena secara psikologis dapat memperkuat keyakinan anda bahwa anda telah
mengeluarkan semangat yang kuat. Salah satu contoh afirmasi yang dapat anda buat adalah "Saya harus
memiliki/mendapatkan/dll. ... (berikan juga batas waktu yang jelas).

b. Cakra Jantung : Timbulkan perasaan senang dan bahagia ketika mememiliki keinginan tersebut.

c. Cakra Ajna : bayangkan/visualisasikan bahwa keinginan anda terwujud saat ini dan disini.

Pada saat aktivitas materialisasi di cakra ajna, disamping membayangkan hal-hal yang anda inginkan anda
juga harus melibatkan kekuatan semangat dari cakra dasar dan kekuatan rasa yang anda rasakan di cakra
jantung.
Misalnya salah satu yang anda bayangkan adalah anda sedang menerima ucapan selamat dari kolega anda
akibat promosi yang anda terima. Maka anda juga harus merasakan kebahagian anda pada saat itu di cakra
jantung dan semangat anda untuk mewujudkan rasa dan kejadian yang anda bayangkan. Jadi ketiga cakra
aktif dalam waktu yang bersamaan, ini yang disebut "Trinitas Materialisasi".

3. Keinginan yang terukur adalah sesuatu yang jelas keberadaannya.


Misalnya anda membuat afirmasi "Saya ingin kaya... atau saya ingin rumah... atau saya ingin mobil..." ini
tidak jelas karena tidak ada ukurannya. Buatlah afirmasi "Saya ingin memiliki uang Rp.1 Milyar... atau saya
ingin mempunyai rumah seluas 500 M2 di Pondok Indah... atau saya ingin mempunyai mobil Jaguar S-Type
tahun 2001 warna silver..." ini semua jelas karena ada ukurannya.

4. Diskusikan saja semua permasalahan dengan rekan anda, sehingga semua rekan-rekan dapat ikut serta
menjawab dan melakukan koreksi serta mengetahui perkembangan pembahasan yang terjadi.

Untuk dapat mewujudkan energi materi menjadi materi itu sendiri diperlukan wadah jasmani/fisik dan wadah
rohani/kesadaran spiritual. Paling mudah kita ukur dulu kemampuan fisik kita, misalnya anda seorang
mahasiswa tapi menginginkan sebuah rumah di PI, materialisasi anda tidak akan bermanfaat atau percuma.
Karena walaupun anda berhasil menarik energi materi dari rumah tersebut, tetapi anda tidak mempunyai
kemampuan secara fisik untuk mewujudkannya. Tentunya hal ini mungkin saja bisa terwujud, tetapi
kemungkinannya sangat kecil.

Berikut hal-hal yang harus disiapkan sebelum melakukan Meditasi Materialisasi :

1. Keinginan yg jelas
Sudah jelas...
2. Kemauan yg kuat
Sudah jelas...
3. Harus terukur
Sudah jelas...
4. Terinci
Sudah jelas...
5. Energi
Jurus yang benar sesuai titik-titik energi yang di bangkitkan
6. Visualisasi
Sudah jelas...
7. Afirmasi

“Akhiri visualisasi dengan afirmasi "Ini semua akan menjadi hak saya dan saya kehendaki untuk terjadi
didalam hidup saya sekarang, dengan cara semudah-mudahnya dan dalam waktu sesingkat-singkatnya".

Atau :

“AKU AKAN MENDAPATKAN SEMUA YANG AKU INGINKAN DAN AKU BUTUHKAN DALAM HIDUPKU SAAT INI, AKU
SELALU MAKMUR, BAHAGIA DAN DAPAT MEMENUHI SEMUA KEBUTUHANKU SEMUA YANG AKU INGINKAN DAN AKU
BUTUHKAN DATANG KEPADAKU DENGAN CARA YANG MUDAH DALAM WAKTU YANG SINGKAT “

6 Jangan lupa bersyukur bahwa anda masih dapat bermaterialisasi.

Catatan Tambahan :

"Memberi = Menerima" dan "Terima kasih"


Kedua konsep ini selaras dengan konsep keseimbangan alam. Apabila ada yang keluar maka akan ada yang
masuk. Jadi, kalau kita mengharapkan sesuatu masuk, maka kita harus terlebih dahulu mengeluarkan sesuatu.
Dari situlah keseimbangan bisa terjadi. Semakin banyak kita memberi maka semakin kosong lah kita dan akan
semakin banyak pula yang akan kita terima. Dan selanjutnya dan selanjutnya. Semuanya sudah dibahas dalam
pelatihan materialisasi.

Harmonisasi Alam :
"Kalau ingin menarik materi, maka kita harus memberikan materi juga". Ada yang menterjemahkan kalimat itu
dengan: "Cukuplah kita memberikan materi saja untuk menarik materi". Menurut saya, anggapan itu salah.
Karena alam memberikan materi kepada kita melalui perantaraan orang lain. Tidak pernah terjadi ada mobil
yang jatuh dari langit dengan stempel: "Dari Tuhan untuk Fulan". Karena materi datang ke kita lewat
perantaraan orang lain, maka kita juga harus harmonis dengan orang lain. Artinya, kita tidak cukup hanya
memberikan materi saja kepada orang lain, tapi juga perlu memberikan 'hati' kita kepada mereka. Semakin
banyak orang yang mendapatkan 'hati' dari kita, maka semakin leluasa alam mewujudkan keinginan kita.

"Bukalah Pintu Kemakmuran sebanyak-banyaknya"


Agar alam lebih leluasa membantu kita, maka kita perlu membuka sebanyak mungkin Pintu Rejeki. Jumlah
Pintu Rejeki ini (menurut saya) ada hubungannya dengan jumlah manusia yang mampu kita jangkau ...
karena materi datang melalui manusia lain. Semakin sedikit manusia yang bisa kita jangkau, maka semakin
sedikit pula Pintu Rejeki kita. Sebaliknya, semakin banyak manusia yang bisa kita jangkau, maka semakin
banyak pula Pintu Rejeki kita.