Anda di halaman 1dari 17

REFARAT RADIOLOGI PNEUMONIA

DISUSUN OLEH : Duma Erica Maya Franceline (05 - 056) PEMBIMBING : dr. Marnansjah Daini Rachmat, Sp. Rad

KEPANITERAAN RADIOLOGI PERIODE 7 FEBRUARI 5 MARET 2011 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA JAKARTA

Radiologi - Pneumonia

2011

I.

PENDAHULUAN

Pada masa yang lalu pneumonia diklasifikasikan sebagai pneumoni tipikal yang disebabkan oleh S. pneumoni dan atipikal yang disebabkan oleh kuman atipik seperti M. pneumoniae. Kemudian ternyata manifestasi dari patogen lain seperti H. influenza, S. aureus dan bakteri gram negative memberikan sindrom klinik yang identik dengan pneumonia oleh S. pneumonia, dan bakteri lain dan virus dapat menimbulakn gambaran yang sama dengan pneumonia oleh M. pneumonia. Sebaliknya legionella spp. Dan virus dapat memberikan gambaran pneumonia yang bervariasi luas. Karena itu istilah tersebut tidak digunakan lagi. Dengan demikian pneumonia saat ini dikenal 2 kelompok utama yaitu pneumonia di rumah perawatan (PN) dan Pneumonia komunitas yang didapat di masyarakat. Di samping kedua bentuk ini terdapat pula pneumonia bentuk khusus yang masih sering dijumpai.4 Peradangan paru dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, protozoa, bahan kimia, lesi kanker, dan radiasi ion. Pada foto thoraks, semua pneumonia dapat memperlihatkan tanda-tanda radiologis yang positif. Tetapi karena meliputi banyak faktor penyebab maka hampir tidak mungkin mengambil kesimpulan penyebab yang tepat hanya karena berdasarkan tanda-tanda radiologis yang ditemukan. Contoh yang klasik adalah pneumonia yang disebabkan oleh pneumokokus yang ditandai dengan panas tinggi, leukositosis, batuk dan nyeri di dada. Pada foto thoraks tidak akan ditemukan kelainan radiologis dalam 24 jam pertama. Tapi pada keadaan pneumonia lobaris akan terlihat gambaran konsolidasi yang cepat dari segmen pulmonal. Kelainan ini dapat meliputi seluruh lobus atau hanya melibatkan satu atau beberapa segmen saja. Umumnya pneumonia lobaris disebabkan oleh pneumokokus.

Radiologi - Pneumonia

2011

Epidemiologi Pneumonia merupakan masalah kesehatan di dunia karena angka kematiannya tinggi, tidak hanya di negara berkembang, tetapi juga di Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Kanda dan Negara-negara Eropa. Di Indonesia sendiri pneumonia merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit-penyakit kardiovaskular dan tuberculosis. Salah satu hal yang meningkatkan resiko yaitu rendahnya factor social - ekonomi.

Radiologi - Pneumonia

2011

II.

ISI

2. 1. Definisi

Infeksi Saluran Nafas Bawah Akut (ISNBA) menimbulkan angka kesakitan dan kematian yang tinggi serta kerugian produktivitas kerja. ISNBA dapat dijumpai dalam berbagai bentuk, tersering adalah dalam bentuk pneumonia.4 Pneumonia adalah infeksi yang menyebabkan paruparu meradang. Kantung-kantung udara dalam paru yang disebut alveoli dipenuhi nanah dan cairan sehingga kemampuan menyerap oksigen menjadi kurang. Kekurangan oksigen membuat sel-sel tubuh tidak bisa bekerja. Gara - gara inilah, selain penyebaran infeksi ke seluruh tubuh, penderita pneumonia bisa meninggal. Sebenarnya pneumonia bukanlah penyakit tunggal. Penyebabnya bisa bermacam-macam dan diketahui ada 30 sumber infeksi, dengan sumber utama bakteri, virus, mikroplasma, jamur, berbagai senyawa kimia maupun partikel.7

Radiologi - Pneumonia

2011

Istilah pneumonia lazim dipakai bila peradangan terjadi oleh proses infeksi akut sedangkan istilah pneumonitis sering dipakai untuk proses non infeksi. Bila proses infeksi teratasi maka terjadi resolusi dan biasanya struktur paru kembali normal. Namun pada pneumonia nekrotikans yang disebabkan antara lain oleh staphylococcus atau kuman gram negative terbentuk jaringan parut atau fibrosis. Diagnosis Pneumonia harus di dasarkan kepada pengertian pathogenesis penyakit hingga diagnosis yang dibuat mencakup bentuk manifestasi, beratnya proses penyakit dan etiologi pneumonia.2 Istilah awam dari pneumonia adalah radang paru-paru. Pneumonia adalah penyakit umum yang terjadi di seluruh kelompok umur dan dapat terjadi pada orang normal tanpa kelaianan imnuitas yang jelas. Namun pada kebanyakan pasien dewasa yang menderita pneumonia didapati adanya satu atau lebih penyakit dasar yang mengganggu daya tahan tubuh.7

2. 2. Faktor Resiko Pneumonia semakin sering dijumpai pada golongan lanjut usia, pasien dengan panyakit menahun serta pada penderita PPOK (Penyakit Paru Obstruksi Kronik). Juga dapat terjadi pada pasien dengan penyakit lain seperti DM, payah jantung, penyakit arteri koroner, keganasan, insufisiensi renal, penyakit saraf kronik, dan penyakit hati kronik. Factor predisposisi lain antara lain berupa kebiasaan merokok, pasca infeksi virus, keadaan imunodefisiensi, kelemahan atau kelainan struktur organ dada dan penurunan kesadaran. Juga adanya tindakan invasive seperti infuse, intubasi, trakeostomi atau pemasangan ventilator.4

Radiologi - Pneumonia

2011

2. 3. Etiologi Etiologi pneumonia berbeda-beda pada berbagai tipe dari pneumonia dan hal ini berdampak kepada obat yang akan diberikan. Mikroorganisme penyebab tersering adalah bakteri yang jenisnya berbeda antar Negara, anatara satu daerah dengan daerah yang lain dalam satu Negara, karena itu perlu diketahui dengan baik pola kuman suatu tempat. Di Indonesia belum mempunyai data mengenai pola kuman penyebab secara umum.4 Tabel 1. Penyebab paling sering Pneumonia yang di dapat di masyarakat dan nosokomial.3 Lokasi Sumber Penyebab Strepcoccus pneumoniae Mycoplasma pneumoniae Haemophilus influenza Masyarakat Legionella pneumophila Chlamydia pneumoniae Anaerob oral (aspirasi) Adenovirus Basil usus gram negative (missal Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae) Rumah Sakit Pseudomonas aeruginosa Staphylococcus aureus Anaerob oral (aspirasi)

Radiologi - Pneumonia

2011

Pneumonia mikoplasma mulai diidentifikasi dalam perang dunia II. Mikoplasma adalah agen terkecil dialam bebas yang menyebabkan penyakit pada manusia. Mikoplasma tidak bisa diklasifikasikan sebagai virus maupun bakteri, meski memiliki karakteristik keduanya. Pneumonia yang dihasilkan biasanya berderajat ringan dan tersebar luas. Mikoplasma menyerang segala jenis usia. Tetapi paling sering pada anak pria remaja dan usia muda. Angka kematian sangat rendah, bahkan juga pada yang tidak diobati.

Pneumonia juga dapat disebabkan oleh protozoa parasit. Pneumocystis carinii adalah penyebab darp PCP (pneumonia p. carinii). PCP yang berulang menyerang lebih dari separuh penderita AIDS dan sering menjadi penyebab kematian kelompok ini. PCP merupakan infeksi opportunistic dan dapat juga terjadi pada pejamu dengan gangguan imunitas seperti pasien mendapat terapi imunosupresif untuk pengobatan kanker atau transplantasi organ. 2. 4. Klasifikasi Klasifikasi Pneumonia yang lazim digunakan adalah seperti terlihat pada tabel 1 yang didasarkan pada factor inang dan lingkungan. Tabel 1. Klasifikasi Pneumonia Berdasarkan Inang dan Lingkungan Pneumonia Komunitas Pneumonia Nosokomial Pneumonia Rekurens Sporadis atau endemic; muda atau orang tua Didahului perawatan di RS Terjadi berulang kali, berdasarkan penyakit paru kronik Pneumonia Aspirasi Pneumonia pada Gangguan Imun Alkoholik, usia tua Pada pasien transpalantasi, onkologi, AIDS

Radiologi - Pneumonia

2011

2. 6. Patogenesis Proses pathogenesis pneumonia terkati dengan 3 faktor keadaan imunitas inang, MO yang menyerang dan lingkunang yang berinteraksi satu sama lain. Cara terjadinya penularan sering disesuaikan dengan jenis kuman, misalnya infeksi melalui droplet sering disebabkan oleh strepcoccus pneumonia, melalui selang infuse oleh staphylococcus aureus sedangkan infeksi pada pemakaian ventilator oleh P. aeruginosa dan Escherichia.4 2. 7. Gambaran Klinis Beberapa manifestasi klinis pneumonia yakni demam dengan suhu tubuh kadang-kadang melebihi 400C, sesak nafas, sakit tenggorokan, nyeri otot, batuk produktif dengan sputum purulen, mialgia, menggigil. Demam yang tinggi kadang dapat membuat bibir menjadi kebiruan.

Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan berupa tanda-tanda konsolidasi paru seperti perkusi paru yang pekak, ronkhi nyaring, suara pernapasan bronchial.4

Pneumonia oleh virus kebanyakan menyerang saluran pernapasan bagian atas-terutama pada anak-anak- gangguan ini bisa memicu pneumonia. Untunglah, sebagian besar pneumonia jenis ini tidak berat dan sembuh dalam waktu singkat. Namun bila infeksi terjadi bersamaan dengan virus influensa, gangguan bisa berat dan kadang menyebabkan kematian, Virus yang menginfeksi paru akan berkembang biak walau tidak terlihat jaringan paru yang dipenuhi cairan.

Pneumonia Mikoplasma berbeda gejala dan tanda-tanda fisiknya bila dibandingkan dengan pneumonia pada umumnya. Karena itu, pneumonia yang diduga disebabkan oleh virus yang belum ditemukan ini sering juga disebut pneumonia yang tidak tipikal ( Atypical Penumonia ).

Radiologi - Pneumonia

2011

Gejala yang paling sering adalah batuk berat, namun dengan sedikit lendir. Demam dan menggigil hanya muncul di awal, dan pada beberapa pasien bisa mual dan muntah. Rasa lemah baru hilang dalam waktu lama.

2. 8. Terapi Terapi pneumonia dilandaskan pada diagnosis empiric berupa AB untuk mengeradikasi MO yang diduga sebagai kausalnya. Dalam pemakaian AB harus dengan diagnosis tepat, pilihan AB te3pat, dan dosis yang tepat, dalam jangka waktu yang tepat dan pengertian patogenesis penderita secara tepat. AB yang bermanfaat untuk mengobati kuman intraseluler seperti halnya PA oleh kelompok M. pneumoniae adalah obat yang bias berakumulasi intraseluler di samping ekstra seluler, seperti halnya obat golongan makrolid.

Radiologi - Pneumonia

2011

III.

GAMBARAN RADIOLOGIS

Suatu penilaian terhadap foto thoraks memerlukan pengetahuan yang mendalam tentang anatoi normal thoraks. Dalam keadaan normal pun, setiap orang memiliki anatomi yang berbedabeda, sedangkan batas antara orang normal dan sakit sedikti samar. Sehingga perlu dimiliki pengetahuan dasar tentang apa yang masih termasuk abtas-batas normal.1 Kebanyakan proses patologis yang melibatkan paru akan menyebabkan peningkatan densitas paru dan tampak berwarna putih atau tampak sebagai bayangan opak fokal.2 Pola Pneumonia Pneumonia adalah konsolidasi rongga udara akibat rongga udara alveolar terisi dengan eksudat inflamatorik yang disebabkan infeksi. Pneumonia dapat diklasifikasikan baik secara anatomis maupun etiologi. Klasifikasi pneumonia secara anatomis bermanfaat karena pola tertentu memiliki penyebab yang spesifik, misalnya pneumonia lobaris seringkalo disebabkan oleh pneumonia streptokokus. Usia juga penting dipertimbangkan karena pneumonia pada anak mempunyai gambaran yang khas dan disebabkan oleh infeksi dari orang dewasa. Di banyak Negara berkembang, pola penyakit ini dipersulit dengan adanya imunosupresi akibat infeksi human immunodeficiency virus (HIV). Untuk mempelajari konsolidasi paru, baik menyangkut perluasan dan lokasi kelainan dibuat foto thoraks proyeksi lateral, oblique dan frontal.2 Pneumonia Lobaris Pneumonia adalah bayangan opak rongga udara pada suatu lobus paru. Rongga udara alveolar terisi dengan eksudat inflamatorik sementara bronkus dan bronkolus tetap terbuka. Seringkali disebabkan oleh Strepcoccus pneumonia. Pola yang harus dikenali adalah bayangan opak lobus

10

Radiologi - Pneumonia

2011

paru dengan adanya air bronchogram yang tampak seperti cabang pohon yang tidak berdaun. Air bronchogram adalah udara yang terdapat pada percabangan bronkus yang dikelilingi oleh bayangan opak rongga udara. Ketika terlihat adanya bronchogram, hal ini bersifat diagnostic untuk pneumonia lobaris. Diagnosis banding yang penting adalah atelektasis lobaris; pada kasus ini, tidak terlihat adanya air bronchogram karena bronkus biasanya menglamai obstruksi dan udara di bagian distal bronkus di reabsorbsi.2 Gambaran yang paling umum ditemukan adalah konsolidasi di lobus atau di segmen pulmonal. Contohnya ialah infeksi oleh bakteri klebsiella pneumonia, abses dan kavitas dapat terjadi dalam dua sampai tiga hari Untuk melokalisasi suatu pneumonia lobaris secara anatomis dapat digunakan tanda hilangnya siluet. Pneumonia lobus tengah paru kanan akan menyebabkan batas jantung kanan menghilang dan pneumonia lingual lobus atas paru kiri akan menyebabkan menghilangnya batas jantung kiri. Pada pneumonia lobus bawah, hemidiafragma tidak akan terlihat.2

RIGHT UPPER LOBE CONSOLIDATION(LOBAR P.)

11

Radiologi - Pneumonia

2011

Pneumonia Nekrotikans Pola pneumonia nekrotikans terjadi bila terdapat nekrosis jaringan paru yang luas. Terbentuk kavitas yang mungkin memperlihatkan multiple fluid level (batas cairan). Penyebab yang sering adalah infeksi bakteri klebsiella, bacteroides, dan pseudomonas. Petunjuk untuk pola ini adalah adanya kavitas pada pneumonia. Diagnosis banding pneumonia nekrotikans yaitu kanker yang membentuk kavitas (biasanya skuamosa primer atau sekunder) dan tuberculosis.2

Necrotizing Pneumonia

Pneumonia Nosokomial Infeksi nosokomial pada paru kebanyakan disebabkan oleh bakteri gram negative. Gambaran radiologis pneumonia gram negative ini identik dengan pneumonia oleh bakteri lainnya. Komplikasi yang sering terjadi pada peradangan ini adalah emfiema dan kerusakan jaringan parenkim.

12

Radiologi - Pneumonia

2011

Bronkopenumonia Gambaran pneumonia pada foto thoraks sama seperti gambaran konsolidasi radang. Jika udara dalam alveoli digantikan oleh eksudat radang, maka bagian paru tersebut akan tampak putih pada foto Roentgen. Kelainan ini dapat melibatkan sebagian atau seluruh lobus

(pneumonia lobaris) atau berupa bercak yang mengikutsertakan alveoli secara tersebar (bronkopneumonia).1 Pada pola ini terdapat bayangan opak peribronkial multifocal bilateral. Pola ini sering ditemukan pada infeksi masa kanak-kanak. Penyebab infeksi yang sering adalah virus atau infeksi mikoplasma.

Bronchopneumonia Pneumonia Ground Glass Pola ini sering sulit diketahui secara dini, namun petunjuknya adalah pembuluh darah paru yang tampak tidak berbatas tegas atau kabur dan paru tampak sedikit opak. Pola ini bermula di sekitar hilus dan menyebar ke arah luar. Tidak ditemukan adanya air bronchogram. Pola ini ditemukan pada infeksi pneumonia Pneumocystis Carinii diderita oleh pasien dengan imunosupresi terutama akibat AIDS, infeksi mikoplasma dan infeksi virus. PCP biasanya

13

Radiologi - Pneumonia

2011

menjadi tanda awal serangan penyakit pada pengidap HIV/AIDS. PCP bisa diobati pada banyak kasus. Bisa saja penyakit ini muncul lagi beberapa bulan kemudian, namun pengobatan yang baik akan mencegah atau menundah kekambuhan.2
Pneumocystis Carinii Pneumonia (PCP). Chest radiograph shows symmetric bilateral hazy increased opacity (ground-glass opacity). The patient was a 42-year-old woman with newly diagnosed acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) and PCP.6

Computer tomography scan of patient showing ground glass lesions in both lungs and bilateral lung nodules. A cystic lesion was present in the left lower lobe

Round Pneumonia Pneumonia ini sering terlihat pada infeksi di masa kanak-kanak dan dapat menyerupai suatu massa dalam paru. Petunjuk untuk pola ini adalah adanya air bronchogram di dalam bayangan opak. Round Pneumonia terjadi karena infeksi mudah menyebar melalui foramen interalveolar.

14

Radiologi - Pneumonia

2011

Anteroposterior radiograph of a child with a round pneumonia.5

Pneumonia Stafilokokus

Pneumonia ini merupakan pneumonia yang cukup serius pada masa kanak-kanak. Terdapat gambaran bronkopneumonia dengan kista atau kavitas multiple. Pola ini penting untuk dikenali karena bila tidak diobati atau diterapi dengan antibiotic yang tidak tepat akan menyebabkan komplikasi yang sangat serius seperti pneumothoraks dan emfiema.

Chest radiograph in an 8-year-old girl who presented with staphylococcal pneumonia.5

15

Radiologi - Pneumonia

2011

IV. KESIMPULAN

Pneumonia adalah infeksi yang menyebabkan paru-paru meradang. Kantung-kantung udara dalam paru yang disebut alveoli dipenuhi nanah dan cairan sehingga kemampuan menyerap oksigen menjadi kurang. Kekurangan oksigen membuat sel-sel tubuh tidak bisa bekerja. Istilah awam dari pneumonia adalah radang paru-paru. Pneumonia adalah penyakit umum yang terjadi di seluruh kelompok umur dan dapat terjadi pada orang normal tanpa kelaianan imnuitas yang jelas. Namun pada kebanyakan pasien dewasa yang menderita pneumonia didapati adanya satu atau lebih penyakit dasar yang mengganggu daya tahan tubuh. Pneumonia sering dijumpai pada golongan lanjut usia, pasien dengan panyakit menahun serta pada penderita PPOK (Penyakit Paru Obstruksi Kronik). Juga dapat terjadi pada pasien dengan penyakit lain seperti DM, payah jantung, penyakit arteri koroner, keganasan, insufisiensi renal, penyakit saraf kronik, dan penyakit hati kronik, kebiasaan merokok, pasca infeksi virus, keadaan imunodefisiensi, kelemahan atau kelainan struktur organ dada dan penurunan kesadaran. Juga adanya tindakan invasive seperti infuse, intubasi, trakeostomi atau pemasangan ventilator. Etiologi pneumonia berbeda-beda pada berbagai tipe dari pneumonia dan hal ini berdampak kepada obat yang akan diberikan. Mikroorganisme penyebab tersering adalah bakteri S. Pneumoniae. Gambaran Radiologi pneumonia adalah konsolidasi rongga udara akibat rongga udara alveolar terisi dengan eksudat inflamatorik yang disebabkan infeksi sehingga akan menyebabkan peningkatan densitas paru dan tampak berwarna putih atau tampak sebagai bayangan opak fokal.

16

Radiologi - Pneumonia

2011

DAFTAR PUSTAKA

1. Rasad, Sjahriar. Radiologi Diagnostik. Balai Penerbit FKUI. Jakarta. 2005. 2. Corr, Peter. Mengenali Pola Foto-Foto Diagnostik (Pattern Recognition in Diagnostic Imaging). Penerbit Buku Kedokteran, EGC. Jakarta. 2011 3. Price, Sylvia A., Wilso, Loraine M. Patofisiologi, Konsep klinis Proses-Proses Penyakit, buku II, edisi keempat. Penerbit Buku Kedokteran, EGC. 1995. 4. Persatuan ahli Penyakit Dalam Indonesia. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid II, Edisi Ketiga. Balai Penerbit FKUI. Jakarta 2001. 5. http://emedicine.medscape.com/article/393120-overview 6. http://imaging.consult.com/image/topic/dx/ 7. http://www.infeksi.com/articles.php?lng=in&pg=48

17