Anda di halaman 1dari 13

MODUL PLC

1. Tujuan Praktikum

Mengenal perangkat keras dan perangkat lunak PLC. Memprogram dengan bahasa ladder diagram. Menerapkan untuk aplikasi kontrol berbasis PLC

2. Alat-Alat yang digunakan 1 unit komputer dengan operating sistem windows xp /nt/2000 Modul PLC Twido TWDLMDA20DTK Modul Lift

3. Teori Dasar PLC (Programmable Logic Control) adalah sebuah alat yang dapat diprogram dan berfungsi untuk mengatur (control) input dan output yang berupa fungsi logika (logic). PLC merupakan sebuah alat yang dapat menggantikan deretan rangkaian relay yang digunakan pada sistem kontrol proses konvensional. PLC bekerja dengan mengamati input (melalui sensor-sensor terkait), kemudian melakukan proses dan tindakan yang sesuai dengan yang dibutuhkan, yaitu berupa menghidupkan atau mematikan outputnya (logika 0 atau 1, on atau off). Untuk menentukan proses yang harus dilakukan terhadap suatu input, PLC sebelumnya harus diprogram dahulu. Biasanya setiap PLC paling tidak dapat diprogram dengan menggunakan ladder diagram dan instruction list. Namun untuk beberapa PLC kelas tinggi yang biasa digunakan pada industriindustri besar, biasanya dapat diprogram dengan menggunakan bahasa C, atau bahasa pemrograman lainnya.

Sebagai salah satu alat kontrol yang dapat di program, PLC mempunyai banyak kelebihan di bandingkan dengan alat control konvensional. Perbedaan dan kelebihan PLC dibandingkan sistem konvensional adalah dalam hal berikut : Sistem wiring lebih sedikit Sistem maintenance lebih mudah dan sederhana PLC mengkonsumsi daya lebih rendah dibandingkan dengan sistem kontrol proses konvensional (berbasis relay) Dokumentasi gambar sistem lebih sederhana dan mudah dimengerti Perubahan pada urutan operasional atau proses atau aplikasi dapat dilakukan dengan mudah, hanya dengan melakukan perubahan atau penggantian program, baik melalui terminal konsol maupun komputer (PC) Fungsi diagnostik pada sebuah kontroler PLC memperbolehkan pendeteksian kesalahan yang mudah dan cepat Ketahanan PLC jauh lebih baik dibandingkan dengan relay automekanik Kecepatan dalam operasi. PLC dapat mengaktifkan beberapa fungsi logika hanya dalam waktu beberapamili detik sehingga dapat bekerja atau beroperasi dengan lebih cepat. Proses pengamatan secara visual. Program yang telah di input melalui PLC dapat dimonitoring melalui layar monitor pada saat PLC sedang dioperasikan sehingga dapat dilakukan perubahan atau pengembangan program secara cepat dan sederhana. Disamping PLC dapat memberikan keuntungan sebagaimana di jelaskan sebelumnya jika dibandingkan dengan sistem konvensional , PLC juga masih memiliki beberapa kelemahan dan kekurangan dalam beberapa hal : Teknologinya baru sehingga dibutuhkan waktu untuk mengubah dan menggantikan sistem yang telah ada, dalam hal ini sistem yang masih konvensional. Penggunaan PLC tergantung pada lingkungan, karena PLC memiliki beberapa sifat yang peka terhadap lingkungan seperti temperature yang tinggi, getaran yang disebabkan oleh mesin, dan debu disekitarnya dimana PLC diletakkan.

Pada umumnya PLC dapat dibayangkan sebagai sebuah personal computer konvensional karena konfigurasi internal yang ada pada PLC mirip dengan konfigurasi yang dimiliki oleh sebuah personal computer. Tetapi dalam hal khusus PLC dirancang untuk pembuatan panel control (panel listrik). Secara khusus, PLC dirancang untuk menangani suatu sistem kontrol otomatis pada mesin-mesin industri atau aplikasi-aplikasi lain di industri seperti kontrol lampu lalu lintas, air mancur, sistem bagasi lapangan terbang, penyiraman lapangan golf secara otomatis, dll. Element element dasar sebuah PLC ditunjukkan pada gambar 2.1 berikut :

Gambar 2. 1 Element-element dasar PLC

Ada 4 metode / type bahasa pemrograman yang biasa dipakai, meski tidak semua disupport oleh suatu PLC. 1. Ladder Diagram languages (LD) 2. Instruction List languages (IL) / Statement List (SL) 3. Sequential Function Chart (SFC) / Grafcet languages 4. High-level languages : biasanya Visual Basic

Karena bahasa yang paling umum digunakan adalah ladder, maka bahasa program yang digunakan adalah bahasa ladder diagram.

Aturan aturan dasar dalam penulisan program dengan menggunakan bahasa ladder diagram adalah sebagai berikut : 1. Penulisan alamat memori diawali dengan % 2. Penulisan alamat input bisa di tulis berulang 3. Penulisan alamat output hanya boleh ditulis satu(1) kali saja, kecuali menggunakan set atau reset (khusus untuk twido suit, untuk software PLC lain menggunakan istilah yang berbeda) 4. Proses scaning alamat memori input output di mulai dari kiri ke kanan 5. Subrutin hanya bisa di buat pada rung utama, subrutin didalam subrutin tidak di benarkan
4. Dasar Pemograman Ladder

Bahasa ladder adalah bahasa yang sering di gunakan dalam pemograman PLC. Bahasa ini di support oleh semua jenis PLC. Diagram ladder mengadopsi saklar pada rangkaian listrik. Dalam istilah diagram ladder, symbol yang mewakili saklar disebut input, dan symbol yang mewaki lampu atau benda atau koil relay yang hendak di hubungkan ke listrik adalah output. Untuk input normaly open di gambarkan dalam ladder berberntuk simbol berikut :

Untuk input normaly closed di gambarkan dalam ladder berberntuk simbol berikut :

Untuk output normaly open di gambarkan dalam ladder berberntuk simbol berikut :

Untuk output normaly closed di gambarkan dalam ladder berberntuk simbol berikut :

4.1 Fungsi-fungsi logika Dasar Fungsi AND dalam bentuk matematis di tuliskan sebagai berikut : Y=AB Dalam Ladder di tuliskan sebagai berikut :

Fungsi OR dalam bentuk matematis di tuliskan sebagai berikut : Y = A+ B Dalam Ladder di tuliskan sebagai berikut :

5. Prosedur Percobaan Pengawatan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :

Pada praktikum ini, akan digunakan PLC Twido 20DTK dengan Twido suite sebagai software pemrogramannya. Untuk menggunakan Twidosuite, klik icon Twidosuite pada desktop seperti pada gambar 1.

Gambar 1. Icon Twidosuite

Untuk pertama kalinya, Twidosuite akan menampilkan tampilan seperti pada gambar 2. Pilihlah Programming Mode untuk memprogram PLC.

Gambar 2. Tampilan Menu Twidosuite

Layar program akan menuju ke gambar 3, yaitu layar project management. Programmer diberi pilihan untuk membuat program baru atau membuka program yang sudah jadi. Pilih Create a new Project.

Gambar 3. Pilihan Project Management

Tentukan nama project dan directory tempat project disimpan pada menu project information seperti pada gambar 4. Kemudian klik tombol Create

Gambar 4

Pada tampilan berikutnya pilih describe, maka akan terlihat tampilan seperti berikut :

Gambar 5

Setelah muncul gambar 5 , pilihlah program pada bagian kanan atas layar , hasilnya akan tampil editor diagram ladder seperti pada gambar 6 berikut :

Gambar 6

Untuk memulai menggambar ladder, klik icon add section seperti pada objek yang dilingkari pada gambar 9, sampai muncul tampilan pada gambar 7 berikut.

Gambar 7

1. Program Menyalakan Seven segement Salin lah program berikut :

Ket : untuk input (%M) boleh diganti dengan alamat kontak biasa, atau alamat tombol untuk menguji nya. Amati apa yang terjadi, berikan analisa anda

2. Program untuk mengecek posisi kabin lift Salin lah program berikut :

Ket : untuk output (%M) bisa diganti dengan output %Q bila ingin menguji secara langsung. Amati apa yang terjadi, berikan analisa anda 3. Program pengecekan tombol Salinlah program berikut :

Ket : output (%M) bisa diganti dengan alamat lain yang terhubung dengan lampu untuk pengujian secara langsung

Amati apa yang terjadi, berikan analisa anda 4. Program menggerakkan motor Salinlah program berikut :

Amati apa yang terjadi, analisa carakerja program

5. Program pengontrolan pergerakan lift Pada lembar akhir modul ini, salin lah program tersebut. Amati perbagian program, berikan analisa setiap subrutin.

TUGAS AKHIR 1. Jelaskan Proses scaning alamat pada PLC 2. Dari program yang telah di buat, analisa setiap output yang terjadi 3. Mengapa harus di hindari Penulisan alamat output yang sama dalam ladder diagram. 4. Buat flowchar pengontrolan lift yang telah di praktekkan.