Anda di halaman 1dari 12

PENERAPAN METODE KUADRAT TERKECIL LINIER

UNTUK MENGEVALUASI DOSIMETER TERMOLUMINISEN CaSO


4
:Tm
Endang Kurnia
*
, Takumaro Momose **, Norio Tsujimura**
ABSTRAK
PENERAPAN METODE KUADRAT TERKECIL LINIER UNTUK MENGEVALUASI
DOSIMETER TERMOLUMINISEN CaSO4:Tm. Umumnya,semua metode untuk meningkatkan
ketelitian hasil evaluasi dosimeter-termoluminisen (TL) adalah metode komputasi. Akan tetapi berbagai
metode komputasi yang dikenal sampai saat ini tidak praktis untuk diterapkan dalam kegiatan rutin
evaluasi dosis dosimeter-TL. Sehingga diperlukan metode lain yang memiliki tingkat otomasi yang lebih
baik, praktis untuk diterapkan dalam keperluan rutin. Dalam makalah ini dibahas metode kuadrat terkecil
linier yang diterapkan untuk mengevaluasi dosimeter-TL CaSO
4
:Tm. Metode ini memerlukan kurva
komponen pembentuk kurva pancar dosimeter-TL yang telah diketahui dosisnya, sebagai standar,
selanjutnya dilakukan fitting terhadap kurva pancar yang akan dievaluasi, faktor berat yang
merepresentasikan dosis dapat dihitung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja dari
metode kuadrat terkecil linier untuk mengevaluasi dosimeter-TL CaSO
4
:Tm. Hasilnya menunjukkan
bahwa metode kuadrat terkecil linier dapat diterapkan untuk mengevaluasi dosis dosimeter-TL.
ABSTRACT
APLICATION OF GENERAL LINIER LEAST SQUARE METHOD FOR EVALUATING
DOSE OF CaSO
4
:Tm TL-DOSIMETERS. Generally, all of the improvement method to increase
precision of TL-dosimeters evaluation is computational method. However, some of the features of the
computational methods, known to date, are not easy to make compatible with the practical requirements
of the routine dosimeters measurement. All of above considerations led us to develop the general linier
least square (GLLS) method applied to evaluate TL-dosimeters. This method needs the fractionated
components of known dose of TL-dosimeter glow curve as standard curves. Furthermore the standard
curves component were fitted to an unknown dose of TL-dosimeter glow curve, and the weight factors
representing the dose will be obtained. The aim of the present work is to find out the performance and
feasibility of the GLLS method applied to evaluate CaSO4:Tm TL-dosimeters. The results have shown
that the general linier least square method could evaluate the dose of TL-dosimeters without significance
differences with the routine analysis method. There was a possibility to improve the performance of
GLLS method, because there were several things that time did not allow to be fully investigated.

* Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknik Nuklir - BATAN
** Japan Nuclear Cycle Development Institute
PENDAHULUAN
Beberapa faktor mempengaruhi ketelitian dan ketepatan dalam pembacaan
dosimeter termoluminisen (TL), baik yang disebabkan oleh alat baca dosimeter-TL
maupun dosimeternya itu sendiri. Banyak penelitian yang telah dilakukan dalam
memperbaiki teknik pembacaan atau analisis dosimeter-TL dengan maksud untuk
meningkatkan ketelitian pembacaan [1].
Umumnya, semua metode untuk meningkatkan ketelitian adalah metode
komputasi. Metode komputasi yang paling sering digunakan dan dibahas antara lain
adalah metode leading edge extrapolation yang diperkenalkan oleh Pla dan Podgorsak
[2], dan metode dekonvolusi kurva panca (DKP) [3].
Metode DKP memiliki kemampuan untuk menguraikan tumpang tindih setiap
puncak pancar dalam kurva pancar dosimeter-TL yang kompleks menjadi komponen-
komponennya, sehingga bisa dihitung parameter parameter pembentuknya. Metode
DKP dapat dijadikan metode andalan dalam meningkatkan ketelitian pembacaan
dosimeter-TL, juga dapat digunakan dalam memahami sinyal termoluminisensi secara
mendalam [4,5,6,7,8,9,10].
Dalam analisis dosimeter-TL secara rutin, metode komputasi di atas masih
memiliki berbagai kendala dari segi kecepatan penghitungan maupun otomatisasi
evaluasinya. Lowry et.al.[11] mengefisienkan algoritma dekonvolusi, sehingga
perhitungan berjalan lebih cepat, tetapi metode ini tetap tidak bisa meningkatkan
otomatisasi analisis; masih diperlukan peran operator dalam memasukkan berbagai
parameter awal yang diperlukan.
Delgado dan Gomez [12,13], yang merasa tidak puas dengan metode DKP
dalam evaluasi rutin dosimeter-TL , menyederhanakan metode numerik evaluasi
dosimeter-TL. Metode ini tidak mendekonvolusikan semua komponen pembentuk
kurva pancar, akan tetapi hanya menandai area tertentu dalam kurva pancar. Metode
ini juga masih belum bisa memenuhi syarat pembacaan dosimeter-TL secara cepat,
otomatis dan dengan ketelitian yang tinggi.
Metode yang dibahas dalam makalah ini adalah metode umum kuadrat terkecil
linier yang diterapkan untuk mengevaluasi dosimeter-TL. Metode kuadrat terkecil
linier menggunakan komponen kurva pancar yang telah diketahui dosisnya sebagai
kurva standar, selanjutnya dilakukan fitting kepada kurva pancar yang akan dievaluasi;
faktor beban yang mewakili dosis selanjutnya dapat ditentukan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja dan bisa tidaknya
metode kuadrat terkecil linier diterapkan untuk mengevaluasi dosimeter-TL
CaSO4;Tm.
METODE KUADRAT TERKECIL LINIER
Bentuk kurva pancar dosimeter-TL CaSO4 yang dibaca menggunakan alat baca
panasonic dengan parameter pembacaan rutin dapat dilihat pada Gambar 1.
Dosis didapat dengan menghitung luas kurva pancar diantara dua batas yang telah
ditetapkan, T
1
dan T
2.
Gambar 1 juga memperlihatkan latar belakang elektronik dan
emisi infra merah.
Gambar 1. Kurva pancar dosimeter-TL CaSO
4
Secara matematik, kurva pancar terdiri dari kurva latar belakang, f
bg
, dan kurva
intensitas TL, f
tl
(x), dapat ditulis sebagai:
y(x) = f
tl
(x)+f
bg
(x) (1)
dengan y(x) merupakan intensitas total TL dalam setiap kanal x. Kurva pancar lain
yang memiliki dosis berbeda dari dosis kurva pancar di atas, persamaan 1, akan
memiliki pola yang sama. Perbedaannya hanya pada tinggi puncak., sehingga
hubungan antara kurva standar dengan kurva lain yang akan dianalisis dapat ditulis
sebagai,
y(x) = a
1
f
tl
(x)+a
2
f
ir
(x) (2)
dengan a
1
dan a
2
masing-masing merupakan faktor beban dari kurva intensitas TL dan
kurva latar belakang. a
1
juga mewakili dosis dosimeter-TL. Fungsi f(x) merupakan
fungsi non-linier. Dalam makalah ini, kata linier merujuk pada parameter-parameter a
k
yang berupa tetapan.
Untuk model linier di atas, fitting terbaik parameter a
k
adalah dengan membuat
fungsi merit
2
sekecil-kecilnya.
( )

1
]
1

N
i
x
ir tl
x f a x f a y
1
2 1 2
) ( ) (

(3)
dengan
x
merupakan deviasi standar untuk data pada setiap kanal ke-i, apabila sudah
diketahui. Apabila deviasi standar tidak diketahui, maka dapat diisi dengan nilai 1.
Ada berbagai cara yang berbeda untuk meminimumkan fungsi di atas. Pilihan
terbaik untuk menyelesaikan problem kuadrat terkecil linier secara umum adalah
dengan metode dekomposisi nilai singular (DNS) [14].
Peminimuman
2
dari persamaan (3) di atas dapat ditulis ulang sebagai:
Hitung a dengan meminimumkan

2
= | A.a - b |
2
(4)
Dengan A merupakan matrix NxM, terdiri dari M komponen fungsi dasar yang
dievaluasi pada N absis sebagai x
i
dari N deviasi standar
i
, dengan persamaan,
i
i j
ij
x f
A

) (
(5)
matrix A disebut matrix rancangan dari masalah fitting.
Vektor b didefinisikan sebagai,
i
i i
i
x y
b

) (
(6)
Penyelesaiannya dapat diuraikan sebagai berikut: Apabila U dan V merupakan
matrix DNS dari matrix A, dan w adalah bilangan singular, maka penyelesaian dari
masalah kuadrat terkecil linier dapat ditulis sebagai berikut:
) (
1
.
i
M
i
i
i
V
w
b U
a

,
_

(7)
Variansi parameter a
j
dapat ditulis sebagai,
[ ]
2
) (
1
2
2
1
) (
j
i
M
i
i
j
V
w
a

(8)
sehingga deviasi standar a
j
merupakan akar dari variansi di atas.
STATISTIK
Untuk menyatakan adanya perbedaan yang nyata, hipotesis nol, bahwa kurva
pancar yang dievaluasi memiliki distribusi yang sama, dilakukan uji beda nyata antara
kedua kurva pancar menggunakan metode uji kuadrat chi.
Untuk menghitung peluang bahwa
2
yang dianalisisi lebih besar dari
2
suatu
model, didefinisikan Q(v|
2
), dengan v adalah derajat kebebasan sedangkan Q
merupakan fungsi gama tak lengkap.
dt t e
v
v Q
v t 1
) (
1
) , (

(9)
fungsi di atas memiliki nilai batas,
0 ) , ( 1 ) 0 , ( v Q and v Q (10)
BAHAN DAN METODE
Dosimeter dan Alat Baca Dosimeter-TL
Dosimeter yang digunakan adalah panasonic tipe UD808P yang memiliki empat
elemen TL, salah satunya adalah CaSO
4
dengan aktivator Tm. Dosimeter-TL ini
digunakan untuk mengukur dosis gama dan sinar-x.. Alat baca dosimeter-TL yang
digunakan adalah Pansonic model UD-710A. Alat baca dosimeter-TL dihubungkan
dengan komputer melalui RS-232C, komputer menerima data dari alat baca
dosimeter-TL dalam bentuk digital yang selanjutnya disimpan dalam file untuk
dianalisis lebih lanjut.
Gambar 2. Tampilan utama program untuk fraksionasi kurva pancar
Perangkat Lunak
Untuk penelitian ini, telah dikembangkan sebuah perangkat lunak untuk
mengevaluasi kurva pancar dengan metode kuadrat terkecil linier. Program komputer
berjalan pada sistem operasi Windows 3.1 dengan tampilan utama seperti pada
Gambar 2.
Diagram alir utama program komputer ditunjukkan oleh Gambar 3. Pertama
program akan membaca kurva standar puncak pertama, puncak utama dan kurva latar
belakang, yang didapat dari fraksionasi kurva pancar standar. Selanjutnya berdasarkan
kurva-kurva standar di atas dilakukan fitting terhadap kurva pancar yang akan
dievaluasi. Faktor beban puncak utama yang didapat merupakan perbandingan dosis
antara kurva standar terhadap kurva pancar yang dievaluasi sehingga dosis dapat
dihitung.
Start
Read
Standard
Curves
Read
Sample
Glow Curve
Chi Square
minimization
Statistic test
Display
Results
Stop
Gambar 3. Diagram alir evaluasi dosis dengan metode kuadrat terkecil linier
Fungsi lain dari program komputer adalah mempersiapkan file kurva pancar
standar. Program membaca data kurva pancar dan menampilkannya dalam bentuk
grafik di monitor. Operator dapat menandai latar belakang, akhir dari puncak pertama
dan akhir dari puncak utama. Dengan teknik ekstrapolasi eksponen kurva pancar
difraksionasi menjadi komponen pembentuknya dan selanjutnya, disimpan sebagai file
kurva standar.
CARA KERJA
Sebanyak 35 buah dosimeter-TL Panasonic type UD808P dipajang
menggunakan sumber standar gama
137
CS pada dosis 200 mR. Dosimeter dibaca
dengan alat baca dosimeter-TL. Kurva pancar yang didapat dirata-ratakan dan difilter
menggunakan algoritma berbasis metode Fourier cepat. Kurva pancar rata-rata yang
telah difilter difraksionasi menjadi komponen pembentuknya, dan disimpan dalam
disk sebagai kurva standar.
Kelompok lain dosimeter-TL, masing-masing terdiri dari 10 dosimeter-TL
diiradiasi pada rentang dosis radiasi gama antara 2.5 sampai 75 mR dan dibaca dengan
alat baca dosimeter-TL, selanjutnya dilakukan evaluasi dengan metode kuadrat
terkecil linier.
HASIL DAN DISKUSI
Deviasi standar hasil evaluasi dihitung, baik dengan metode konvensional
maupun dengan metode kuadrat terkecil linier. Gambar 4 menunjukkan deviasi
standar relatif sebagai fungsi dari dosis untuk dua metode analisis. Dengan
menerapkan kriteria dosis minimum yang dapat diukur merupakan dosis yang
memiliki deviasi standar relatif sebesar 20 % [12], didapat dosis minimum yang dapat
diukur sebesar 1.2 mR, baik dengan menggunakan metode kuadrat terkecil linier
maupun dengan metode analisis konvensional.
Gambar 4. Deviasi standar relatif sebagai fungsi dari dosis hasil analisis dengan
metode konvensional dan metode kuadrat terkecil linier
Secara kualititatif tanggapan dosimeter TL kalsium sulfat dengan menggunakan
dua metode analisis memperlihatkan kurva linier pada rentang dosis yang diteliti.
Secara kuantitatif linieritas tanggapan dosimeter-TL terhadap dosis, ditampilkan
sebagai parameter regresi linier pada Tabel 1.
Table 1: Parameters regresi linier dosis hasil perhitungan terhadap dosis iradiasi
Parameter Metode
konvensional
Metode kuadrat
terkecil linier
Konstanta (A) 2.0429 -0.05576
Koefisien regresi (B) 0.9885 0.9963
Koefisien korelasi (r) 0.9983 0.9992
Koefisien regresi yang didapat dengan metode kuadrat terkecil linier lebih baik
daripada dengan metode konvensional. Artinya linieritas yang didapat dengan
menggunakan metode kuadrat terkecil linier lebih baik daripada metode konvensional,
terutama pada rentang dosis di bawah 25 mR, tetapi karena perbedaannya sangat kecil
sekali maka dapat dinyatakan bahwa hampir tidak terdapat perbedaan yang nyata
antara linieritas yang didapat sebagai hasil dari analisis dengan metode komputasi
maupun analisis konvensional.
KESIMPULAN
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode komputasi dengan
menerapkan metode kuadarat terkecil linier dapat diterapkan untuk mengevaluasi
dosis dosimeter-TL tanpa terlihat adanya perbedaan yang nyata dibandingkan dengan
metode konvensional. Masih ada kemungkinan untuk meningkatkan kinerja metode
kuadrat terkecil linier ini, karena penelitian ini masih berupa penelitian pendahuluan
penjajagan penerapan metode alternatif dalam menganalisis dosis dari dosimeter-TL.
SARAN-SARAN
Beberapa hal belum sempat diteliti secara seksama yang kemungkinan dapat
meningkatkan ketelitian metode kuadrat terkecil linier ini, antara lain adalah:
1. Metode Fraksionasi kurva pancar standar
Kurva standar yang digunakan dalam penelitian ini dibuat dengan cara
menguraikan kurva pancar standar menjadi komponen pembentuknya dengan
metode ekstrapolasi. Belum diketahui hasilnya kalau fraksionasi kurva pancar
standar tersebut dilakukan dengan metode dekonvolusi, menggunakan metode
kuadrat terkecil non-linier (metode Marquardt Lavenberg).
2. Penghalusan kurva pancar
Hal yang sangat berpengaruh dalam metode kuadrat terkecil linier adalah
penghalusan kurva pancar. Metode penghalus kurva pancar yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode filtering berdasarkan algoritma transformasi
Fourier cepat dengan lebar data 10 titik. Belum diketahui apabila digunakan
parameter yang lain atau metode penghalus kurva yang lain, hal ini harus diteliti
lagi.
3. Dosis standar
Hasil dalam penelitian ini semuanya didasarkan pada kurva standar dosimeter-TL
dengan dosis 200 mR. Belum diketahui apabila digunakan kurva standar dari
dosimeter TL dengan dosis yang berbeda
5. Reposisi puncak pancar
Penerapan metode kuadrat terkecil linier ini dilakukan tanpa penyesuaian lebih
dulu antara puncak standar dengan puncak kurva pancar yang akan dianalisis.
Penyesuaian lebih dahulu posisi puncak memungkinkan dapat memperbaiki
kinerja dari metode ini.
DAFTAR PUSTAKA
1. DRAZIC, G.;.MIKLAVZIC, U. AND.MEHELIC, M., The Influence of TL-
Glow Curve Evaluation Algorithms on the Dosimeter Readings, Rad. Prot. Dos,
17 (1986) pp.343-346
2. PLA, C. AND.PODGORSAK, E.B.,A Computerized TLD System, Med. Phys.
10 (4) July-August (1983)
3. MOSCOVITCH, M. AND HOROWITA, Y.S., LiF Thermoluminescence
Dosimetry via Computerized First Order Kinetics Glow Curve Analysis, Rad.
Prot. Dos. 6 (1,4) (1986) pp.157-158
4. MOSCOVITCH, M. AND HOROWITZ, Y.S.,Automatic Method for Evaluating
Elapsed Time between Irradiation and Readout in TLD-LiF, Rad. Prot. Dos. 17,
(1986) pp.165-169
5. DE VRIES, W. AND. BOS, A.J.J., Precision and Lower Detection Limit of
TLD-100 with Glow Curve, Rad. Prot. Dos. 33 (1,4) (1990) pp 251-253
6. HOROWITZ, Y.S., Study of the Annealing Characteristics of Li:Mg,Ti Using
Computerized Glow Curve Deconvolution, Radiation Protection Dosimetry, 33
(1,4) (1990) pp.255-258
7. DELGADO, A. AND GOMEZ ROS, J.M., A., Simple Method for Glow Curve
Analysis Improving TLD-100 Performance in the Dose Region Below 100 uGy,
Radi. Prot. Dos., 34 (1,4) (1990) pp.357-360
8. YOSSIAN, D. AND HOROWITZ, Y.S., Retrieval of Dosimetric Information
from Distorted Glow Curves Using Computerized Glow Curve Deconvolution,
Rad. Prot. Dos. , 66 (1,4) (1996) ) pp.75-78
9. HOROWITZ, T.S. AND YOSIAN, D. Computerized Glow Curve
Deconvolution: Application to TLD, Rad. Prot. Dos. 60 (1) (1995) pp.1-114
10. HOROWITZ, Y.S., MAHAJNA, S., OSTER, L., WEIZMAN, Y., SATINGER,
D. AND YOSSIAN, D.,The Unified Interaction Model Applied to the Gamma-
Induced Supralinierity and Sensitisation of Peaks 4 and 5 in LiF:Mg,Ti (TLD-
100), Rad.Prot.Dos.,78 (3) (1998) pp.169-193
11. LOWRY, K.A., Y.LEE, GORBICS, S.G. AND JOHNSON, T.L., "Methods for
the Rapid Deconvolution of Thermoluminescence Glow Curves", Rad. Prot. Dos,
47 (1,4) (1993) pp.493-496
12. DELGADO, A., GOMEZ, J.M., MUNIZ, J.L. AND PORTILLO, J.C.,
Application of Glow Curve Analysis Methods to Improve TLD-100 Dose
Reassessment Performance, Health Phys., 62 (3) (1992) pp.228-234
13. DELGADO, A., GOMEZ, J.M., A Simple Method for Glow Curve Analysis
Improving TLD-100 Performance in The Dose Region Below 100 uGy, Rad.
Prot. Dos. ,.34 (1,4) (1990) pp.357-360
14. PRESS,H.W., et.al., Numerical Recipes in C, Cambridge University Press,
Cambridge (1990)
Lampiran : Linieritas dosimeter-TL kalsium sulfat yang didapat dari dua metode
analisis.
DISKUSI
M. BUNJAMIN
Tadi dalam salah satu tayangan Anda tunjukkan adanya beberapa puncak tinggi dan
rendah, dan Anda katakan bahwa puncak rendah adalah background. Setahu saya
background mempunyai distribusi acak seragam (uninformly random) sehingga
gambarnya background adalah datar, bukan berbentuk peak.
ENDANG KURNIA
Untuk kurva pancar TLD, bentuk latar belakang adalah eksponensial, karena TLD
dibaca dengan cara dipanaskan, cahaya tampak yang timbul dicacah. Pada temperatur
tinggi, dan tercacah sinar infra merah yang eksponensial.
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
1. Nama : ENDANG KURNIA
2. Tempat/Tanggal Lahir : Bandung, 8 Desember 1959
3. Instansi : Puslitbang Teknik Nuklir - BATAN
4. Pekerjaan / Jabatan : Ajun Peneliti Muda
5. Riwayat Pendidikan : (setelah SMA sampai sekarang)
Univ. Pasundan Bandung, Jurusan Teknik Kimia (S1)
Training in Environmental Monitoring - Karlsruhe, Jerman
6. Pengalaman Kerja : 1979 sekarang : Karyawan - BATAN
7. Organisasi Professional :
Asosiasi Proteksi Radiasi Indonesia
HOME KOMPUTASI DALAM SAINS DAN TEKNOLOGI NUKLIR X