Anda di halaman 1dari 5

KAKI DIABETES

1. Pengertian Kaki diabetik adalah komplikasi kronik Diabetes Mellitus dimana terjadi neuropati sensorik, motorik dan anatonomik sehingga terjadi perubahan pada kulit dan otot yang menyebabkan perubahan distribusi tekanan pada telapak kaki yang memudahkan terjadinya ulkus. Kerentanan terhadap infeksi membuat ulkus terinfeksi dan menjadi infeksi yang meluas. Gangguan aliran darah yang berkurang membuat ulkus infeksius menjadi sulit dikelola. 2. Diagnosis - Diagnosis DM harus ditegakkan dahulu/definitif. - Perlu di klasifikasi kaki Diabetes dengan beberapa cara : a. Menurut EDMONDS (2004-2005) Stage1 : Normal foot Stage 2 : High Risk foot Stage 3 : Ulcerated foot Stage 4 : Infected foot Stage 5 : Necrotic foot Stage 6 : Unsalvable foot Tingkatan ini memudahkan pengelolaan. b. Menurut Liverpool Primer : Vaskuler, Neuropati dan Neuro ishemik Sekunder : Ulkus tanpa komplikasi dan dengan komplikasi c. Menurut TEXAS Stadium
a)

0
- Tanpa ulkus - Pasca ulkus - Kulit tulang utuh

Tingkatan 1
Luka super fidoal

2
Ulkus s/d tendon, kanpsul sendi

3
Ulkus ke tulang/sendi

b) Dengan infeksi c) Dengan Iskemia d) Kombinasi infeksi dan Iskemia d. Menurut Wagner 0 : Kulit utuh 1: Ulkus superficial 2 : Ulkus dalam sampai tendon, tulang 3 : ulkus dalam dengan infeksi 4 : Ulkus dengan gangren pada 1-2 jari kaki 5 : Ulkus dengan gangren luas seluruh kaki

e. Menurut PEDIS (2003) yang kini dianjurkan oleh Internasional Working Group on Diabetis foot agar sama semua senter. (International Consensus on Diabetic foot). P : Perfusi terganggu 1. Tidak ada gangguan perfusi 2. Ada perifer arterial disease tetapi tak kritis 3. Ishemia yang membuat perfusi kaki kritis E : Extent in mm2 : luas yang terkena mm2 D : Depth : jaringan yang hilang 1 : Superficial tak mencapai dermis. 2. Ulkus dalam, dibawah dermis, fascia, otot atau tendon. 3. Semua jaringan, tulang dan sendi. I : Infeksi 1 : tak ada tanda infeksi 2 : Infeksi di kulit 3 : Eritema > 2 cm, infeksi subcutan. Tidak ada infeksi sistemik 4 : Infeksi sistemik S : Sensasi 1. Tak ada gangguan sensasi 2. Ada gangguan sensasi Cara ini mendahulukan mana yang lebih menonjol untuk lebih dahulu dikelola. 3. Diagnosis Banding - Burger Winiwater - Ulkus kaki terinfeksi, (Ulkus tropicum) - Gas gangren 4. Pemeriksaan Penunjang a. Gula darah sewaktu, N/PP, kurva gula darah harian, gula darah tiap jam s/d tiap 8 jam, ureum creatinin, SGOT,SGPT,aceton darah,AGD, Elektrolit, Urine lengkap, DL,Albumin, Globulin. b. Foto kaki sesuai keadaan c. Angiografi, dopler kaki d. Kultur pus, darah, urine dan resistensi e. E.M.G 5. Konsultasi Neurologi, bedah ortopedi, vaskuler, plastik, radiologi, gizi, rehabilitasi medik, Psikiatri.

6. Perawatan RS dan Lama Perawatan a. Untuk stage 1 dan 2; atau P1, D1,I1,S1; di rawat jalan atau A0 b. Untuk stage 3 s/d 6 atau P2,ED2,I2,S2 atau B123, C 123,D123 dilakukan rawat inap Lama perawatan tergantung pada kondisi kaki diabetik. 7. Terapi Dibagi 2 yaitu : - a. Pencegahan primer - b. Pencegahan sekunder a. Pencegahan primer, agar tidak terjadi perlukaan pada kulit yaitu : 1). Penyuluhan, gizi, obat DM, perawatan kaki yang baik. 2). Mengurangi/menghilangkan resiko, deformitas, gangguan sensasi, tekanan pada planton, iskemia atau kombinasi agar tidak terjadi ulkus. b. Pencegahan sekunder, agar tidak terjadi kecacatan yang lebih parah yaitu : 1). Kontrol mekanikal tekanan pada planton. Antara lain tidak memakai sepatu sempit, hak tinggi, pakai kursi roda. 2). Kontrol metabolik - Obat DM agar gula darah terkontrol - Nutrisi sesuai keadaan DM nya - Perbaiki kadar albumin darah, hemoglobin dan oksigenasi jaringan - Perbaiki fungsi ginjal 3). Kontrol Vaskular - Stop merokok, perbaiki resiko-resiko oterosklerosis - Pemberian aspirin - Revaskularisasi : -PTCA - Tromboarterectomi - Operasi bedah pintas terbuka - Hiperbarik (Optional) 4). Kontrol Ulkus - Perawatan luka ulkus dengan dressing setelah debridemer - Pergunakan cara PEDIS untuk evaluasi, dahulukan mana yang lebih menonjol misalnya infeksi yang lebih menonjol. -Terapi topikal pada ulkus a.l cairan salin, yodium encer - Kompres larutan saline dengan kasa steril - Amputasi 5). Kontrol mikrobiologi - antibiotika sesuai pola kuman - antibiotika, sesuai kultur, resistensi - Bila belum ada dengan cefalosporin dan metronidazole.

6). Kontrol penyuluhan pendidikan - Pada penderita dan keluarga diberi pendidikan merawat kaki diabetik agar pengelolaan maksimal. - Rehabilitasi untuk mengurangi kecacatan atau pasca amputasi 8. Komplikasi - Gangren meluas - Sepsis - Amputasi - Meninggal 9. Rognosis 1. Yua ad Vitam : dubia Bonam s/d malam 2. Yua ad Functio : dubia bonam s/d malam 3. Yua and SANUS : dubia bonam s/d malam 10. Unit Terkait 1). Sub bag Endokrin Metabolik Geriatrik I.P.D 2). Instalasi patologi klinik 3).Bedah ortopedi, vaskuler dan plastic Dep. Bedah 4). Instalasi Rehabilitasi Medik 5). Departemen Kesehatan Jiwa 11. Rujukan 1. Harrisons Principales of in ternal medicine, 16/e. CD-ROM medical eBooks : internal medicine. 2. Sarwono Was Padji Pengelolaan kaki Diabetes sebagai suatu modal pengelolaan kolistk, terpadu, dan komprehensif dibidang I.P.D . Pengukuhan guru besar tetap IPD FK UI 2004. 3 Sarwono Waspadji Kaki Diabetes, buku ajar IPD FKUI cetakan ke 2, revisi Mei 2007 19111914.

Pemeriksaan Klinik kaki diabetik 1. Pengertian : akiki diabetic mempunyai tingkat dari yang ringan sampai yang sangat berat. 2. Tujuan: - Untuk evaluasi kaki diabetic setelah debrideman - Untuk mengetahui keadaan kaki diabetic menurut PEDIS, 2003 3. Indikasi : Kaki diabetic 4. Kontra indikasi Gas gangren