Fakta & Kondisi e-Government di Indonesia

*
oleh : Donny B.U. **

Infrastruktur Dasar (Telekomunikasi & Komputer)
• Terdapat 468 Pemerintah Daerah (pemda) tingkat propinsi, kabupaten/kota di Indonesia, tetapi baru 214 pemda yang telah memiliki situs web sebagai tahap pertama pembangunan e-gov. Dari 214 situs tersebut, 186 buah dapat dibuka, sedangkan 28 buah sisanya tidak dapat dibuka (under construction / not found). • Pemda propinsi, kabupaten/kota yang telah memiliki situs web o 80% - 100% : DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali o 60% - 79% : Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur o 40% - 59% : Sumatera Barat, Riau, Banten, dan Sulawesi Utara; o 20% - 39% : Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, dan Sulawesi Selatan o 1% - 19% : Nanggro Aceh Darussalam, Jambi, Bengkulu, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Papua, dan Maluku Utara. o 0% : Bangka Belitung, dan Maluku. • Kementerian Komunikasi dan Informasi, sebagai pihak yang diberi wewenang oleh pemerintah untuk mewujudkan e-gov di Indonesia, tengah melakukan penilaian (rating) terhadap situs Pemda. o Jumlahnya mencapai 283 situs, yang terbagi atas 37 situs departemen/kementerian/lembaga tinggi, 32 situs lembaga pemerintah non departemen, dan 214 situs pemerintah daerah (pemda) tingkat propinsi, kabupaten, dan kota. o Poin penilaian yang ditetapkan adalah : kecepatan akses, tampilan, konten, kontekstual, usability, readibility, mobilitas data (dinamis/statis), akurasi, informasi layanan publik, hits dan platform yang digunakan. o Tujuan dari rating situs web pemerintah antara lain: 1. mengetahui tingkat kemampuan, kehandalan, dan mutu suatu situs web

dan lembaga penelitian pemerintah terhadap kesiapan implementasi e-government. • Jumlah kecamatan di Indonesia berjumlah 4994 buah. kesiapan layanan e-gov hanya akan menjangkau 9% penduduk Indonesia. memberikan masukan mengenai kondisi situs web kepada pengelola 3. dan memiliki tanggungjawab secara terbatas kemampuan dan waktunya o pihak yang menerima atau menyimpan komputer tersebut di daerah adalah bukan SDM yang memiliki pemahaman cukup tentang komputer • Menurut dokumen yang dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pelaksana pembangunan jaringan komputerisasi Pemilu 2004 tersebut. Aspek .pemerintah 2. menumbuhkan inovasi dan memberikan motivasi pengelola situs web pemerintah • Jaringan komputerisasi yang akan digunakan saat Pemilu 2004 nanti. Hal tersebut berdasarkan hasil survei dan studi yang dilakukan oleh Kominfo. Menurut beberapa praktisi IT di Indonesia. seusai acara akan dihibahkan kepada pemerintah untuk membangun pondasi e-gov. tetapi tidak semua kecamatan telah terhubung dengan jaringan telepon dan/atau Internet. o 2552 kecamatan akan dilayani oleh jaringan telepon kabel PT Telkom o 2442 kecamatan lainnya yang belum tersambung telepon akan dilayani oleh jaringan satelit Pasific Satelit Nusantara (PSN) • Berdasarkan keterbatasan infrastruktur di Indonesia saat ini. hal tersebut akan sulit dilakukan karena : o tidak akan ada lagi pihak yang merawat dan menjaga komputerkomputer yang disebarkan hingga ke kabupaten/kota dan kecamatan o pihak yang akan mengoperasikan komputer saat Pemilu 2004 nanti adalah mahasiswa atau pelajar yang diberi pelatihan khusus. akan disebar sekitar 8000 unit komputer ke 438 kabupaten/kota dan 5059 kecamatan. perguruan tinggi.

sebagai salah satu prasyarat keberlangsungan e-gov nasional. • Kementerian Komunikasi dan Informasi menyebutkan nilai investasi yang dibutuhkan untuk membangun jaringan tulang punggung e-Indonesia. pendanaan. Inpres tersebut menekankankan agar instansi pemerintah baik di pusat dan di daerah dapat memahami pentingnya e-gov. lima komputer klien dan pelatihan sumber daya manusia selama enam bulan diperkirakan sebesar Rp 300 juta Regulasi Pendukung (Kebijakan Pemerintah) • Presiden RI Abdurrahman Wahid telah mengeluarkan Inpres No 6 tahun 2001 tentang “Pengembangan dan Pendayagunaan Telematika di Indonesia” yang didalamnya menyebutkan konsep “Government Online”. 3 tahun 2003 tentang “Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan eGovernment”. peraturan perundangan. pelayanan publik dan hubungan kerja antar instansi pemerintah. • Kementerian Komunikasi dan Informasi memberikan ilustrasi investasi untuk membangun solusi e-gov di suatu daerah. dan strategi. kendala-kendala yang akan dihadapi dalam implementasi e-govt. penetrasi komputer & Internet. partisipasi masyarakat. sumber daya manusia. diperkirakan sekitar US$ 50 juta (sekitar Rp 430 miliar). Konsep tersebut pada intinya bertujuan untuk meningkatkan : good governance.infrastruktur pendukung e-gov yang diukur adalah infrastruktur telekomunikasi. • Presiden RI Megawati Soekarnoputri telah mengeluarkan Inpres No. arah perkembangan. pada bulan Juli 2003. . tujuan strategis e-gov. transparansi & akuntabilitas kinerja pemerintah. Pada intinya. strategi dan langkah-langkah pelaksanaan dalam mengembangkan egov baik secara nasional maupun untuk masing-masing instansi. berupa perangkat satu komputer server.

Untuk itu. yakni baru berupa tampilan di situs web. . Interaksi ini antara lain berupa tanya jawab. pelaksanaan proyek & penganggaran. konsultasi dan forum komunikasi lewat internet. (9) kebijakan pendidikan.• Kementerian Komunikasi dan Informasi menyatakan bahwa e-gov di Indonesia baru memasuki tahap pertama. (3) standar mutu. situs web e-gov masih membutuhkan perangkat berupa regulasi. Juklak tersebut untuk mendukung implementasi Inpres no. Namun demikian. • Kementerian Komunikasi dan Informasi akan mengeluarkan 10 dokumen tentang petunjuk pelaksanaan (juklak) e-gov di Indonesia. (8) kebijakan pengembangan pemerintahan yang baik & manajemen perubahan. RUU ITE telah selesai disampaikan oleh Kementerian Kominfo kepada Presiden melalui Sekretaris Negara. • Menurut Task Force e-gov Kementerian Komunikasi dan Informasi Indonesia. (2) e-record management. Sementara untuk mencapai tahap transaksi. Kesepuluh juklak tersebut adalah tentang (1) standar infrastruktur portal pemerintah. RUU ITE tersebut merupakan gabungan antara RUU yang diajukan oleh tim Fakultas Hukum Universitas Padjajaran dan tim Fakultas Hukum Universitas Indonesia. ada sebagian yang lebih maju dan sudah dapat menjalankan fungsi interaksi antara pengguna dengan pemerintah yang memasuki situs web tersebut. untuk diagendakan pembahasan dengan Dewan Perwakilan Rakyat usai Pemilu 2004 nanti. 3/2003 di atas. selain Inpres No. (5) kebijaksanaan kelembagaan otorisasi. (4) jangkauan pelayanan & pengembangan aplikasi. 3/2003 tentang e-gov. masih diperlukan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang dapat menjadi landasan hukum untuk setiap transaksi. (7) keikutsertaan swasta. (6) pertukaran informasi. serta (10) panduan penyusunan rencana induk pengembangan e-government lembaga.

departemen dalam negeri – www.id 2. sebuah media nasional yang mengkhususkan diri pada informasi/berita new economy dan memiliki sisipan khusus tentang e-gov Indonesia. • Untuk pemenang e-Government Award 2003 versi majalah Warta Ekonomi tersebut adalah sebagai berikut : o Kategori kabupaten/kota : 1.go.id o Kategori pemerintah non departemen : 1.go.go. pelayanan publik. bank indonesia – www. memberikan anugerah e-Government Award 2003.depdiknas.go.bi.id o Kategori kementerian / departemen : 1.id 2. kabupaten kutai timur – www. serta informasi umum dan teknis lainnya. visi-misi kepemimpinan. kementerian koordinator politik dan keamanan – www.id 3. badan SAR nasional – www.go. badan koordinasi survei dan pemetaan nasional – www.id 3. daerah istimewa yogyakarta – www.kotatarakan.sulut. majalah Warta Ekonomi.go.id 3. sudah cukup bagus. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral www. kalimantan timur – www. Pendapat Publik (e-Government Award 2003) • Pertengahan tahun 2003.go. kota tarakan – www.denpasar.djlpe.pemda-diy.id 2.id .kaltim.go.id 2.depdagri. kolaborasi dengan pihak lain. Ditjen Listrik dan Pengembangan Energi Departemen Energi – www.sejumlah institusi pemerintah di daerah sejauh ini sudah menanamkan investasi untuk pemanfaatan TI dalam penyelenggarakan operasional pemerintahan tapi baru pada tahap awal yakni front office. Sehingga untuk merealisasikan penyelenggaraan e-gov yang ideal di Indonesia dalam kurun waktu 5-10 tahun.bapepam. kota denpasar – www.go. badan pengawas pasar modal – www..go.go. investasi strategis.id o Kategori propinsi : 1. sulawesi utara – www.kutaitimur.pie-esdm.go. departemen pendidikan nasional – www.polkam.id 3.go.basarnas.bakorsurtanal. Pusat Informasi Energi.go.id 3. Kriteria penilaiannya adalah pada proses perubahan kepemerintahan.id o Lembaga lain yang relevan : 1.go.id 2.

terdapat 18.200.ID . sedangkan yang belum terjangkau telepon masih mencapai 42 ribu desa.500.000 4.000 1.900. pelanggan selular akan menjadi 22 juta hingga 25 juta nomor.45 18. Jumlah telepon tetap konvensional Telkom di Indonesia mencapai sekitar 7.80% 59% 40% Source : Alcatel / Bisnis Indonesia (januari 2004) *) dalam juta **) perkiraan .id • Statistik jumlah pelanggan dan pemakai internet Indonesia : Year Subscriber User 1998 134.35 11. sedangkan pada tahun 2003 mencapai 18.000 2002 667.040 orang.534 S ource : APJI I . Jumlah desa di Indonesia mencapai 72 ribu desa.080.6 juta nomor telepon selular : o telkomsel 9.net.5 Populasi* 205 210 216 223 Penetrasi 3% 5% 8% 11% Pertumbuhan .Indonesia) Month Year Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug S ep Okt Nov Des T otal 2001 1 62 9 72 2002 8 9 10 5 9 14 18 10 18 15 19 19 154 2003 36 16 20 14 23 13 32 20 42 21 27 43 307 2004 31 31 T otal 564 S ource : IdNic.002 4.id • Jumlah penduduk Indonesia mencapai 214.Statistik Pendukung (Nama Domain GO.561.000.000 2000 400.45 juta nomor.000 512. Pelanggan Telkom mencapai 7.or . Diproyeksikan pada tahun 2004 ini. Internet dan Telepon) • Statistik pertumbuhan nama domain GO.2 25.706 8.000 1. • Data pada minggu pertama Januari 2004.9 juta • Jumlah pengguna telepon selular di Indonesia tahun 2002 mencapai 11. Data dan perkiraan pasar seluler Indonesia 2001 2002 2003 2004** Pelanggan* 6.000 2001 581.4 juta pelanggan.8 juta satuan sambungan telepon (sebanyak 2 juta diantaranya berada di daerah Universal Service Obligator).2 juta nomor.7 juta o indosat group 6 juta o excelcom 2.000 2003 865.ID (government .000 1999 256.

go. PhD (dosen ITB dan penulis buku TI) o Kultur berbagi informasi belum ada o Kultur mendokumentasi informasi belum lazim o Kurangnya SDM TI yang handal di pemerintahan o Infastruktur telekomunikasi yang belum memadai (mahal dan tidak merata) o Tempat akses informasi yang belum memadai • Gempar Ikka Wijaya (jurnalis dan kolumnis TI) o Sistem rekrutmen pegawai di Pemda yang masih tidak transparan dan belum bebas KKN o Banyaknya oknum pemda yang akan tersisih atau dirugikan dengan keberadaan e-gov o Proyek Pemda terancam hanya berusia pendek yaitu 4-5 tahun.kotabekasi. pemahaman tentang TI yang masih rendah. sesuai dengan jabatan bupati/walikota maupun gubernur o Keterbatasan pengetahuan SDM di Pemda akan mengakibatkan banyak pihak/vendor menawarkan solusi e-gov yang mahal tetapi kurang bermanfaat o Infastruktur telekomunikasi yang belum memadai (mahal dan tidak merata) o Pemda membangun sendiri-sendiri aplikasi e-gov menurut versi mereka.Hambatan e-Gov di Indonesia (menurut beberapa sumber) • Budi Rahardjo MSc. tanpa memperhatikan konsep integrasi dan interkoneksi antar sistem informasi. tidak sebanding dengan pekerjaan o Kebijakan Pemda dan DPRD yang sering berubah-ubah. bukan pada pengembangan SDM maupun perubahan budaya o Insentif bagi pengelola e-gov sangat rendah. keinginan memperoleh hasil yang instan sehingga IT dianggap sebagai pemborosan o e-gov sering dimanfaatkan oleh vendor/konsultan tertentu untuk menawarkan proyek pada pengambil kebijakan demi keuntungan sesaat dengan memanfaatkan vendor ternama sebagai tameng .id) o Pembangunan e-gov terlalu mengejar pembangunan infrastrukturnya saja. • Manuel Diaz Rossano (Staf Kantor Pengelolaan Data Elektronis Kota Bekasi dan Pengelola Situs www.

Hal tersebut terjadi karena aparatur pemerintah masih enggan untuk membuka diri. sehingga begitu selesai suatu proyek. atau antara bupati/walikota dengan kepala dinas o Infrastruktur telekomunikasi yang belum mendukung. • Lazuardi Ilyas (Staf Ahli Sistem Komunikasi Departemen Dalam Negeri) menyatakan bahwa perkembangan e-gov di Indonesia masih jalan di tempat. bahkan terkadang dikanibal untuk hal lain o Isu e-gov juga menjadi modus baru untuk melakukan tindak korupsi. situs hanyalah sebuah sarana memasyarakatkan hasilhasil e-gov . Akibatnya alat yang telah terpasang menjadi menganggur. Selain itu ada kesalahan persepsi di kalangan pemerintah daerah dan pusat bahwa situs (web site) yang dibangun oleh kabupaten dan propinsi sudah dapat dinyatakan sebagai egov. dan yang dikeluarkan hanyalah anggaran pembangunannya saja. Menurutnya. belum tentu hasilnya bisa disamaratakan antar daerah. sehingga masingmasing instansi membuat sistem sendiri yang akhirnya tidak dapat diintegrasikan o Budaya manual yang masih hinggap di birokrasi. karena nilai jasanya tidak terukur seperti pada proyek yang lain. dianggap selesai pula pekerjaannya. terutama di daerah o Vendor/konsultan tidak serius menangani SDM.o Masalah koordinasi yang tidak pernah tuntas. Jika Kementerian Komunikasi dan Informasi sedang / sudah mengeluarkan standar teknisnya. • Ashwin Sasongko (Sekretaris Menteri Negara Riset dan Teknologi) menyatakan bahwa salah hambatan pengembangan e-gov di Indonesia adalah karena tidak disiapkannya anggaran pengoperasian dan pemeliharaan oleh pemerintah. sehingga komputerisasi dianggap menjadi ancaman o Kesenjangan pemahaman TI antara pimpinan dengan bawahan. karena terkait dengan ancaman minimnya insentif yang diterima.

Nilainya tidak begitu besar. Jadi saya menganggap bahwa mereka ahli. yakni yang sebelumnya hanya Rp 2 miliar lebih. Dalam melakukan studi banding. syarat-syarat yang mereka butuhkan sudah diinformasikan. dan segera bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. terutama dari aparatur itu sendiri. yaitu : (a). Jadi mereka sudah bisa menggunakan telepon. Drs. yang memuaskan masyarakat. Tetapi. pembuatan KTP. nilai PAD (pendapatan asli daerah) meningkat dua kali selama saya menjabat di sana. secara fisik masyarakat tetap harus hadir? Harus hadir. dan (c). yaitu Kabupaten Kutai. sedangkan teknologinya dikembangkan di RISTI. pada dasarnya memiliki kesamaan yang cukup signifikan. Pendapat Bupati Kab. ada satu lagi daerah yang kerap menjadi percontohan. Rupanya telah dibuat sedemikian rupa. untuk mempelajari kebijakan publik. Kita sekarang masih menggunakan telepon. tingginya kesadaran pemerintah daerah. Begitu juga. adanya dukungan pembangunan infrastruktur yang memadai dari PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom). Jadi. Zainal Abidin. e-Gov yang tengah dibangun oleh Kabupaten Takalar ini kerap menjadi percontohan bagi para pakar. dan mungkin karena dia perusahaan negara bisa lebih murah.dan bukannya e-gov itu sendiri. Salah satunya TQM untuk pelayanan publik. terutama untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. saya memilih Gianyar. saya tertarik dengan apa yang disebut Total Quality Management (TQM). Takalar Sulawesi Selatan. pendapatan asli daerah yang tinggi dari hasil bumi. yang tentu didukung oleh berbagai faktor. e-Gov yang dibangun baik oleh kedua daerah tersebut adalah menayangkan informasi mengenai tata-cara pengurusan surat-surat di situs Internet dan melakukan proses online intranet di internal institusi kantor pemda untuk keperluan administrasi kepengurusan surat-surat yang diperlukan masyarakat) Bagaimana asal mula munculnya inisiatif menerapkan e-Government? Ketika mengikuti program magister LAN. waktu itu Gianyar belum menerapkan teknologinya. sekarang menjadi Rp 5 miliar lebih. Ukurannya apa? Kecepatan atau ketersediaannya? Kami ingin membuat suatu layanan yang baik. Bandung. Baik Kabupaten Takalar dan Kabupaten Kutai Timur. (catatan ICT Watch : pernyataan berikut ini dikutip dari wawancara yang dilakukan oleh majalah eBizzAsia pada edisi Januari 2003. yang memuaskan masyarakat dan berkualitas tinggi. Mereka kan di sana bekerjasama dengan Eropa. misalnya melalui kerjasama dengan Microsoft. Selain Kabupaten Takalar. karena web-nya belum dibuka dan teknologinya sedang disiapkan. Itu terjadi hanya dalam kurun waktu dua tahun. setiap urusan masyarakat segera sudah bisa diberikan jawaban statusnya. (b). pembuatan KTP bisa dilakukan dalam waktu singkat. misalnya Jerman. Visi saya saat itu adalah bagaimana memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Misalnya saja. Padahal. Sudah sejak awal bekerjasama dengan RISTI? Saya melakukan benchmarking ke sana dan RISTI juga melakukan promosi atas beberapa program yang sudah dikembangkan. yang memiliki komitmen pelayanan publik. praktisi dan pengamat pembangunan / pengembangan e-Gov di tanah air. Bali. Sedang perangkat . sudah tahap kedua. Namun. sistem satu atapnya diterapkan di Gianyar. Jangan sampai urusan-urusan penting tak dapat dilakukan hanya karena KTP. Berapa total kecamatan dan jumlah penduduk Takalar? Kalau kecamatan ada tujuh dengan total jumlah penduduk sebanyak 230 ribu penduduk.

akses masyarakat kan cukup jauh? Kabupaten kami tidak jauh. izin usaha. Itu kewajiban kita memberikannya. Selain pelayanan KTP. Anggarannya sudah termasuk server. tidak termasuk server-nya. segala aplikasi dan informasi itu sudah bisa dilihat? Nanti kita siapkan sendiri loket-loket pelayananya. Pelayanannya sudah satu atap. juga menyediakan akses Internet? Bisa. Bukankah Pos Indonesia. dekat kota. Jadi dengan web. membayar biaya rumah sakit. Yang saya inginkan adalah tersedianya loket-loket ATM. pendataan. Pelayanannya bisa di onlinekan. Jika web siap. sebagai operator dan di situ juga penyelesaian akhirnya. Gedung pelayananya sendiri seperti sebuah bank. peralatan. dan itu belum termasuk gaji. Sama halnya dengan Singapura. Seperti di Singapura. berikut pengembangan sistem komputernya. Singapura kan sudah registrasi penduduk dan imigrasinya sudah disentralisasi. Tapi. misalnya untuk pembuatan akte kelahiran. perangkat keras maupun lunaknya. Kalau masing-masing Bupati memikirkan daerahnya.komputernya didatangkan dari Singapura. Sekarang ini akses internet sudah ada. Di situ merangkap. PBB. Menurut Anda. software-nya dibuat oleh RisTI. Sekarang Bank Dunia sudah melakukan survei. melainkan kepuasan masyarakat. haknya untuk diberikan akte kelahiran. layanan tambang galian C. IMB (izin mendirikan bangunan) juga di kabupaten. Tapi yang penting bukan kembali modalnya. semua penduduk memiliki registrasi penduduk. Jadi belum keseluruhan 230. sebenarnya itu sudah kembali modal. Apalagi sekarang RAM-nya sudah hampir penuh. Memelihara Web. Masyarakat cukup ke kios dan tidak perlu datang lagi ke kabupaten. secara nasional akan jadi? Ya. Berapa besar biaya yang telah Anda keluarkan hingga saat ini? Awalnya saya mulai dari gedung. idealnya bagaimana implementasi e-Gov di Takalar? . namanya gedung pelayanan. akan jadi. Dengan kegiatan terpusat di kantor bupati. Sekarang tinggal bagaimana kesiapan kita menyediakan itu. Jadi kami harus siap meningkatkan kapasitasnya. dan sebagainya. Sekarang ini semua pelayanan di-pool di kantor bupati? Tidak. dan mudah-mudahan 2003 ini sudah ada programnya. Sekarang kami sedang membuat Sistem Informasi Geografis. kami sudah siapkan kios-kios pelayanan di setiap kecamatan. Sekarang ini. hanya belum kami buka. dan lain sebagainya. Penangananya dari kantor bupati atau dari awal sudah kerjasama? Awalnya kan kerjasama dengan PT Telkom (RisTI). Begitu juga webnya. Belum lagi biaya maintenance. Saya berpendapat bahwa setiap penduduk punya hak untuk didaftar dan memiliki KTP. Itu sekitar tahun 1999. kan negara yang mengurus. Jadi di tingkat desa sendiri apa kegiatannya? Peran mereka sangat penting. yakni melegitimasi surat pengantarnya. Berapa banyak komputer yang digunakan? Sekitar 20 unit. Jadi tinggal naik mikrolet. kita belum berani mengembangkan di kecamatan karena SDM dan infrastruktunya belum siap. Jadi teknologinya diberikan. Bukankah pembenahan back office harus lancar dulu? Makanya tadi saya katakan. kemudian jaringan. teknologinya belum siap. punya front office sendiri. Semuanya itu menghabiskan sekitar 500 juta rupiah. juga warnet. sebentar sudah sampai. sumber daya manusianya dilatih. Nantinya. Kami terima bantuan Jepang sebesar 125 juta untuk pengembangan jaringan komunikasi suara (voice). kalau dihitung dari segi pelayanan yang kita berikan. pelayanan apa lagi yang diberikan? IMB.000 ribu penduduk? Belum. Kita di Indonesia masih di tingkat bupati. Kemudian. Dia punya kantor tersendiri. tetapi terbatas karena kantor pos hanya ada satu. yakni sekitar 50 juta setiap tahun. Setiap penduduk yang baru lahir. sudah operasional. yang masuk ke database baru yang meminta KTP saja. beberapa mutasi PBB.

Sekarang tinggal isi formulir. statistik (SIMSTA). Karenanya. Seperti Kalimantan Timur. Banyak tidak bupati-bupati sepikiran dengan Anda? Bukan di dalam Sulsel yang mencontoh saya. Namun. Jadi tidak lagi mereka berjalan dari kantor ke kantor. SIMPEKAB Kutai Timur merupakan perluasan dari Pelayanan perijinan satu atap. tersedianya peralatan atau pola pikir? Ya. melalui warnet atau kios-kios yang disediakan. keduanya. perubahan pola pikir. itu yang kedua di Indonesia. Terus terang saya menginginkan suatu pelayanan standar kepada masyarakat. ya tidak mungkin. Bukan hanya kemauan pribadi seorang bupati. Walaupun kita punya kebijakan. mestinya semua Bupati bisa melakukannya? Bisa saja. Badan ini bertugas menyediakan informasi dan data yang akurat. Pembentukan badan ini merupakan upaya pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk mendukung program pembangunan dan meningkatkan efisiensi dan kinerjanya. ketenagakerjaan (SIMNAKER). saya buatkan gedung baru waktu itu. kemudian Lamongan. Kehadiran SIMTAP ternyata mampu mengakhiri ‘mimpi buruk’ setiap warga dalam setiap pengurusan perijinan semacam itu. itu penting. Proses tersebut terintegrasi dengan kantor pimpinannya. dan menghasilkan pemasukan sebesar Rp. Sebelum kehadiran SIMTAP. Jadi mau dulu. tapi juga telah bisa menghilangkan mimpi buruk dan ekonomi berbiaya tinggi bagi masyarakat dan kalangan bisnis dalam pengurusan perijinan. 400 juta atau sekitar 10% dari PAD pertahunnya. Paling tidak hingga saat ini 12 perijinan diproses secara digital dalam kantor tersebut. SIMPEKAB juga terdiri dari layanan sistem informasi manajemen geografis (SIMGEO). tapi justru di luar.Yang ideal. terutama kecamatan? Mereka merespon dengan baik. keuangan (SIMKEU). Paling tidak dibutuhkan waktu seminggu untuk memperoleh KTP setelah masa pengajuannya. Kabupaten ini telah mengembangkan Badan Sistem Informasi Manajemen Pemerintahan Kabupaten (SIMPEKAB). Mana yang lebih penting.) Kabupaten Takalar merupakan kabupaten pertama yang mengimplementasikan Sistem Administrasi Satu Atap (SIMTAP) secara digital. agribisnis/industri (SIMAGRI). kepegawaian (SIMPEG). SIMTAP kabupaten Takalar telah mampu memproses sekitar 1000 perijinan sebulannya. cukup akses dari rumah. Untuk semua jenis layanan perijinan di bawah SIMPTAP bisa diselesaikan kurang dari 60 menit . Kemudian kalau tidak salah. di Jawa Timur. tetapi kalau tidak ditunjang dengan sistem dan infrastruktur. Jadi mereka sudah menunjukkan interest ke arah sana. identitas dari desa dia lihat. Biayanya pun tergantung kesepakatan antara petugas loket dengan warga. tapi semua disatukan. sehingga bisa dimonitor setiap saat guna pengambil keputusan. Sedikit berbeda dengan kabupaten Takalar adalah Kabupaten Kutai Timur di Kalimantan Timur. Setelah tiga tahun beroperasi. yaitu di Kutai Timur. kepariwisataan (SIMPAR). Bagaimana tanggapan dari bawah. Awalnya pengurusan KTP di tingkat bawah itu banyak dikomplain. cepat dan memberikan layanan prima bagi masyarakat pemakai jasanya. mereka tidak perlu datang. lingkungan (SIMLIDA). ada political will. langsung selesai. perlengkapan daerah (SIMPERDA). Kemudian nanti kita kirimkan ke rumahnya. penanaman modal (SIMPMD). pola pikir kita ubah. sekarang kan tidak ada komplain lagi. pemekaran dari Kutai Kertanegara. Dengan biaya tidak begitu besar. Gorontalo juga sudah mulai. Kehadiran SIMTAP bukan hanya telah menjadi ‘profit center’ bagi Kabupaten Takalar. mengurus KTP menjadi pekerjaan yang melelahkan bagi semua warga negara ini. Sistem ini memungkinkan pengurusan berbagai perijinan tidak lagi menjadi permainan ‘petak umpet’. Kondisi Umum e-Gov Kabupaten Takalar dan Kabupaten Kutai Timur (catatan ICT Watch : pernyataan berikut ini dikutip dari majalah eBizzAsia edisi September 2003.

national new economy and e-government magazine • eBizzAsia. serta regulasi disclosure informasi online. • Tulisan ini menggunakan kepustakaan dari : • www. communication and e-business magazine • Koran Tempo. Nation Pillar for Indonesia Resurgence. national new economy and e-government magazine official website • www. *) • Tulisan ini merupakan hasil kajian yang dilakukan oleh ICT Watch (www.idnic. • Electronic Government.com **) Penulis adalah Koordinator ICT Watch dan staf pengajar pada Universitas Bina Nusantara.com.id.D. MSc.detik. Internet Service Providers Association official website • www.org) – Australia.com). Tulisan ini disampaikan pada acara Seminar Teknologi Informasi “"Solusi Permasalahan Social Engineering dalam penerapan E-Government" – Bandung (9 Maret 2004). national daily newspaper • Understanding IT. book by Budi Rahardjo Ph. proses penyelesaiannya bisa dilakukan hanya dalam waktu 36 menit sejak dokumen diserahkan.ictwatch. national online media • www. pemerintah Kabupaten Kutai Timur tampaknya masih terbentur pada persoalan masih vakumnya regulasi tentang security dan Cyberlaw. Di samping masih kecilnya penetrasi telekomunikasi sehingga masih lebar jurang digital yang ada dalam masyarakat di Kabupaten Kutai Timur.id.net.com.apjii. Padahal ini hanya proses digital belum lagi proses online. Richardus Eko Indrajit. ID Domain Registration official website • Warta Ekonomi.com. • Tulisan ini bebas dikutip asal menyebutkan sumbernya. national daily newspaper • Bisnis Indonesia.or. book by Dr. MBA • IT. Untuk mengembangkan ke arah proses online. national IT. Indonesia mailing-list at YahooGroups.sejak formulir diserahkan di loket pelayanan. Bahkan dalam waktu-waktu belakangan ini.wartaekonomi. atas dukungan dari Asia Oceania Electronic Marketplace Association (AOEMA – www.aoema. bagi keperluan sidang APECTEL 2004. Dapat dihubungi melalui e-mail donnybu@ictwatch. . book by Ministry of Communication and Information • Telematika.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful