Anda di halaman 1dari 25

1.

SEJARAH

Negara Korea Selatan Oremania chingudeul siapa sih yg gak suka dan gak kenal ama negara korea saat ini, tau gak klo 80% warga indonesia adalah penggemar korea chingu khususnya dramakoreanya.:-) nah jangan bilang suka ama korea klo kita gak tau dengan sejarah korea dan geografisnya jadi sekarang wie mao ajak kalian lebih mengenal lagi dengan negara korea yoook ikut jelajahi blog ini

Sejarah terbentuknya korea Korea dimulai dengan pembentukan Joseon (atau lebih sering disebut dengan Gojoseon chingu untuk menhindari persamaan nama dengan Dinasti Joseon pada abad ke 14) pada 2333 SM oleh Dangun. Gojoseon berkembang hingga bagian utara Korea dan Manchuria. Setelah beberapa kali berperang dengan Dinasti Han Gojoseon mulai berdisintegrasi. Dinasti Buyeo, Okjeo, Dongye dan konfederasi Samhan menduduki Semenanjung Korea dan Manchuria Selatan. Goguryeo, Baekje, and Silla berkembang mengatur Tanjung Korea yang dikenal dengan Tiga Kerajaan Korea (udah pada nonton Quuen Seon Deok kan chingu itu tuh ceritanya ). Unifikasi yang dilakukan oleh Kerajaan Silla dengan menundukkan kerajaan Goguryeo (goguryeo ditundukan oleh raja mulyeol chingu anak dari chunchu keponakan ratu seon deok) berhasil membawa puncak ilmu pengetahuan dan budaya yang besar yang ditunjukkan dengan perkembangan puisi dan seni serta kemajuan agama Budha. Untuk pertama kalinya Semenanjung Korea berhasil disatukan oleh Silla pada tahun 676 menjadi Silla Bersatu. Para pelarian Goguryeo yang selamat mendirikan sebuah kerajaan lain di sisi timur laut semenanjung Korea,

yakni Balhae. Hubungan antara Korea dan China berjalan dengan baik pada masa Dinasti Silla.

Kerajaan ini runtuh akibat adanya kerusuhan dan konflik yang terjadi di dalam negeri (konflik yg terjadi saat itu adalah perseteruan antar keluarga kerajaan menyangkut perebutan tahta) pada abad ke 10, Kerajaan Silla jatuh dan menyerah kepada dinasti Goryeo pada tahun 935. Silla Bersatu akhirnya runtuh di akhir abad ke-9, yang juga mengakhiri masa kekuasaan Tiga Kerajaan. Kerajaan yang baru, Goryeo, mulai mendominasi Semenanjung Korea. Kerajaan Balhae runtuh tahun 926 karena serangan bangsa Khitan dan sebagian besar penduduk serta pemimpinnya, Dae Gwang hyun, mengungsi ke Dinasti Goryeo. Selama masa pemerintahan Goryeo, hukum yang baru dibuat, pelayanan masyarakat dibentuk, serta penyebaran agama Buddha berkembang begitu pesat. Tahun 993 sampai 1019 suku Khitan dari Dinasti Liao meyerbu Goryeo, tapi berhasil dipukul mundur. Kemudian di tahun 1238, Goryeo kembali diserbu pasukan Mongol dan setelah mengalami perang hampir 30 tahun, dua pihak akhirnya melakukan perjanjian damai. Pada tahun 1392, Taejo dari Joseon mendirikan Dinasti Joseon setelah menumbangkan Goryeo. Raja Sejong (1418-1450) mengumumkan penciptaan abjad Hangeul. Antara 1592-1598, dalam Perang Imjin, Jepang menginvasi Semenanjung Korea, tapi dapat dipatahkan oleh prajurit pimpinan Admiral Yi Sun-shin. Lalu pada tahun 1620-an sampai 1630-an Dinasti Joseon kembali menderita serangan dari (Dinasti Qing). Pada awal tahun 1870-an, Jepang kembali berusaha merebut Korea yang berada dalam pengaruh Cina. Pada tahun 1895 Maharani Myeongseong dibunuh oleh mata-mata Jepang [2] Pada tahun 1905, Jepang memakasa Korea untuk menandatangani Perjanjian Eulsa yang menjadikan Korea sebagai protektorat Jepang, lalu pada 1910 Jepang mulai menjajah Korea. Perjuangan rakyat Korea terhadap penjajahan Jepang dimanifestasikan dalam Pergerakan 1 Maret dengan tanpa kekerasan. Pergerakan kemerdekaan Korea yang dilakukan Pemerintahan Provisional Republik Korea lebih banyak aktif di luar Korea seperti di Manchuria, Cina dan Siberia.

Patung Raja Sejong pencipta abjad Hangeul Dengan menyerahnya Jepang di tahun 1945, PBB membuat rencana administrasi bersama Uni Soviet dan Amerika Serikat, namun rencana tersebut tidak terlaksana. Pada tahun 1948, pemerintahan baru terbentuk, yang demokratik (Korea Selatan) dan komunis (Korea Utara) yang dibagi oleh garis lintang 38 derajat. Ketegangan antara kedua belah pihak mencuat ketika Perang Korea meletus tahun 1950 ketika pihak Korea Utara menyerang Korea Selatan. Korea dimulai dengan pembentukan Joseon (atau lebih sering disebut dengan Gojoseon untuk menhindari persamaan nama dengan Dinasti Joseon pada abad ke 14) pada 2333 SM oleh Dangun. Gojoseon berkembang hingga bagian utara Korea dan Manchuria. Setelah beberapa kali berperang dengan Dinasti Han Gojoseon mulai berdisintegrasi.

Peta Tiga Kerajaan Korea pada akhir abad ke-5

Dinasti Buyeo, Okjeo, Dongye dan konfederasi Samhan menduduki Semenanjung Korea dan Manchuria Selatan. Goguryeo, Baekje, and Silla berkembang mengatur Tanjung Korea yang dikenal dengan Tiga Kerajaan Korea. Untuk pertama kalinya Semenanjung Korea berhasil disatukan oleh Silla pada tahun 676 menjadi Silla Bersatu. Para pelarian Goguryeo yang selamat mendirikan sebuah kerajaan lain di sisi timur laut semenanjung Korea, yakni Balhae. Hubungan antara Korea dan China berjalan dengan baik pada masa Dinasti Silla. Kerajaan ini runtuh akibat adanya kerusuhan dan konflik yang terjadi di dalam negeri pada abad ke 10, Kerajaan Silla jatuh dan menyerah kepada dinasti Goryeo pada tahun 935. Silla Bersatu akhirnya runtuh di akhir abad ke-9, yang juga mengakhiri masa kekuasaan Tiga Kerajaan. Kerajaan yang baru, Goryeo, mulai mendominasi Semenanjung Korea. Kerajaan Balhae runtuh tahun 926 karena serangan bangsa Khitan dan sebagian besar penduduk serta pemimpinnya, Dae Gwang hyun, mengungsi ke Dinasti Goryeo. Tahun 993 sampai 1019 suku Khitan dari Dinasti Liao meyerbu Goryeo, tapi berhasil dipukul mundur. Kemudian di tahun 1238, Goryeo kembali diserbu pasukan Mongol dan setelah mengalami perang hampir 30 tahun, dua pihak akhirnya melakukan perjanjian damai.

Patung Raja Sejong pencipta abjad HangeulPada tahun 1392, Taejo dari Joseon mendirikan Dinasti Joseon setelah menumbangkan Goryeo. Raja Sejong (1418-1450) mengumumkan penciptaan abjad Hangeul. Antara 1592-1598, dalam Perang Imjin, Jepang menginvasi Semenanjung Korea, tapi dapat

dipatahkan oleh prajurit pimpinan Admiral Yi Sun-shin. Lalu pada tahun 1620-an sampai 1630-an Dinasti Joseon kembali menderita serangan dari (Dinasti Qing).

Pada awal tahun 1870-an, Jepang kembali berusaha merebut Korea yang berada dalam pengaruh Cina. Pada tahun 1895, Maharani Myeongseong dibunuh oleh mata-mata Jepang. Pada tahun 1905, Jepang memaksa Korea untuk menandatangani Perjanjian Eulsa yang menjadikan Korea sebagai protektorat Jepang dan pada 1910 Jepang mulai menjajah Korea. Perjuangan rakyat Korea terhadap penjajahan Jepang dimanifestasikan dalam Pergerakan 1 Maret dengan tanpa kekerasan. Pergerakan kemerdekaan Korea yang dilakukan Pemerintahan Provisional Republik Korea lebih banyak aktif di luar Korea seperti di Manchuria, Cina dan Siberia. Dengan menyerahnya Jepang di tahun 1945, PBB membuat rencana administrasi bersama Uni Soviet dan Amerika Serikat, namun rencana tersebut tidak terlaksana. Pada tahun 1948, pemerintahan baru terbentuk: Korea demokratik (Korea Selatan) dan komunis (Korea Utara) yang dibagi oleh garis lintang 38 derajat. Pada 1950, Korea Utara menginvasi Korea Selatan yang dikenal dengan nama Perang Korea. Korea Selatan adalah sebuah Negara di Asia timur yang meliputi bagian semenanjung korea chingu.di bagian utara,yang mana keduanya bersatu menjadi sebuah Negara dari tahun 1948. Negara korea ini dikenal juga dengan nama hanguk () oleh penduduk korea selatan chingu sedangkan korea utara menyebutnya dengan Namchosn ().

Korea Selatan
Negara: Republik Korea (Korea Selatan) Nama resmi: Daehanminguk Ibu kota: Seoul Kota-kota penting: Busan, Daegu, Incheon, Gwangju, Daejeon, Ulsan Luas: 99.313 km Jumlah penduduk: 49,1 juta jiwa Pendapatan per kapita: 19.400 dolar AS Mata uang: Won Bahasa resmi: Bahasa Korea Wilayah benua/kontinen: Asia Tempat tertinggi: Halla-san (1.950 meter) Negara tetangga: Korea Utara Laut/Samudra: Laut Timur (Laut Jepang), Laut Kuningkomposisi penduduk

PendudukPenduduk Korea adalah suatu masyarakat yang berasal dari satu etnik yang sama. Menurut penelitian, penduduk Korea berasal dari etnik Tungusik yang merupakan keturunan dari orang Mongol yang bermigrasi ke Peninsula Korea dari Asia Tengah pada zaman dahulu. Statistik PendudukJumlah penduduk Korea Selatan adalah sekitar 48.289.037 orang (menurut statistik 2002) Di Korea Selatan setiap keluarga dihadkan untuk memiliki satu anak. Jumlah anak yang berlebihan di Korea Selatan akan dikenakan cukai yang sangat tinggi.

jembatan di korea 2.MATA PENCAHARIAN Mata Pencarian Primer sepeti agrikultur, perkebunan, dan perikanan merupakan mata pencarian utama pada tahun 1960-an tetapi waktu ke waktu terus berkurang sehingga pada saat ini merupakan mata pencarian yang paling tidak popular. Mata Pencarian Sekunder sepeti perkilangan pada awalnya kurang digemari penduduk tetapi pada tahun 1990 sektor ini meningkat. Akan tetapi, pada tahun-tahun berikutnya jumlah pekerja di sector ini menurun sedikit demi sedikit. Mata Pencarian Tertiary seperti perkhidmatan pada awalnya cukup banyak pekerjanya. Sampai saat ini, sektor ini yang paling banyak dipenuhi oleh pekerja-pekerja Korea . Hasil-Hasil Produksi Korea dari bidang agrikultur : Gingseng Beras, Gandum, Kacang Kedelai , Kentang dari bidang peternakan: Lembu (untuk daging dan susu. Ayam ,Babi Pertambangan, antara lain batubara, bijih besi, timah, zink, tungsten, emas, grafit, fosfat, perak, dan tembaga.

Hasil Industri Utama, antara lain besi dan baja, pengolahan makanan, tekstil, perikanan, mesin , traktor dan sarana pertanian lain, semen, mineral, kimia, mesin diesel, sepatu, kertas, gelas, dan kayu lapis. Eksport Utama, antara lain baja, produk pertanian, mineral, kimia, pakaian, kayu lapis, barang elektronik, dan tekstil. Import utama, antara lain bahan bakar.

Kebiasaan / Tradisi, Ada sebuah tradisi / kebiasaan yang cukup terkenal di Korea. Tradisi ini dinamakan sesi custom. Tradisi sesi dilaksanakan sekali setiap tahun. Sesi adalah sebuah tradisi untuk mengrealisasikan sebuah lingkaran kehidupan tahunan sehingga seseorang dapat lebih maju di lingkaran kehidupan tahun berikutnya. Tradisi sesi dilaksanakan berdasarkan kalender bulan (Lunar Calender). Matahari, menurut adat Korea , tidak menunjukkan suatu karakteristik musiman. Akan tetapi, Bulan menunjukkan suatu perbedaan melalui perubahan fasa bulan. Oleh karena itu, lebih mudah membedakan adanya perubahan musim atau waktu melalui fasa bulan yang dilihat.

Dalam tradisi sesi, ada lima dewa yang disembah, yaitu irwolseongsin (dewa matahari bulan dan bintang), sancheonsin (dewa gunung dan sungai), yongwangsin (raja naga), seonangsin (dewa kekuasaan), dan gasin (dewa rumah). Kelima dewa ini disembah kerana dianggap dapat mengubah nasib dan keberuntungan seseorang.Pada hari di mana sesi dilaksanakan, akan diadakan sebuah acara makan malam antar sesama keluarga yang pertalian darahnya dekat (orang tua dengan anaknya).

Acara makan wajib diawali dengan KIMCHI dan lalu dilanjutkan dengan complete food session. Ada juga mitos lain dalam memperoleh keberuntungan menurut tradisi Korea, antara lain nut cracking yaitu memecahkan kulit kacang-kacangan yang keras pada malam purnama pertama tahun baru, treading on the bridge yaitu berjalan dengan sangat santai melewati jembatan di bawah bulan purnama pada malam purnama pertama tahun baru yang katanya dapat membuat kaki kita kuat sepanjang tahun, dan hanging a lucky rice scoop yaitu menggantungkan skop (sendok) pengambil nasi di sebuah jendela yang katanya akan memberi beras yang melimpah sepanjang tahun.

Kesenian Kesenian tradisional di Korea, dalam hal ini musik dan tarian, diperuntukkan khusus sebagai suatu bagian dalam penyembahan lima dewa. Ada beberapa alat musik tradisional yang digunakan, misalnya hyeonhakgeum (sejenis alat musik berwarna hitam yang bentuknya seperti pipa dengan tujuh buah senar) dan gayageum (alat musik mirip hyeonhakgum tetapi bentuk, struktur, corak, dan cara memainkannya berbeda dan memiliki dua belas buah senar). Tarian tradisional yang cukup terkenal di Korea antara lain cheoyongmu (tarian topeng), hakchum (tarian perang), dan chunaengjeon (tarian musim semi). Tarian chunaengjeon ditarikan sebagai tanda terima kasih kepada dewa irwolseongsin dan dewa sancheonsin atas panen yang berhasil. Bahasa Bahasa yang digunakan di Korea adalah bahasa Korea . Penulisan bahasa Korea dinamakan Hangeul. Hangeul diciptakan oleh Raja Sejong pada abad ke 15. Hangeul terdiri dari 10 huruf vokal dan 14 konsonan yang bisa dikombinasikan menjadi banyak sekali huruf-huruf dalam bahasa Korea . Hangeul sangat mudah dibaca dan dipelajari.

Ekonomi
Sebagai salah satu dari empat Macan Asia Timur, Korea Selatan telah mencapai rekor pertumbuhan yang memukau, membuat Korea Selatan ekonomi terbesar ke-12 di seluruh dunia. Setelah berakhirnya PDII, PDB per kapita kira-kira sama dengan negara miskin lainnya di Afrika dan Asia. Kemudian Perang Korea membuat kondisi semakin parah. Sekarang PDB per kapita kira-kira 20 kali lipat dari Korea Utara dan sama dengan ekonomi-ekonomi menengah di Uni Eropa.Pada2004,KoreaSelatanbergabungdenganklubdunia ekonomi trilyun dolar.

Korea Selatan memiliki ekonomi pasar dan menempat urutan kelima belas berdasarkan PDB. Sebagai salah satu dari empat Macan Asia Timur, Korea Selatan telah mencapai rekor ekspor impor yang memukau, nilai ekspornya merupakan terbesar kedelapan di dunia. Sementara, nilai impornya terbesar kesebelas. Kesuksesan ekonomi Korea Selatan dicapai pada akhir 1980-an ketika PDB berkembang dari rata - rata 8% per tahun (US$2,7 milyar) pada tahun 1962 menjadi US$230 milyar pada 1989 Jumlah ini kira - kira 20 kali lipat dari Korea Utara dan sama dengan ekonomi - ekonomi menengah di Uni Eropa. Kemajuan ekonomi ini dikenal dengan nama Keajaiban di Sungai Han. Krisis Finansial Asia 1997 membuka kelemahan dari model pengembangan Korea Selatan, termasuk rasio utang/persamaan yang besar, pinjaman luar yang besar, dan sektor finansial yang tidak disiplin. Pertumbuhan jatuh sekitar 6,6% pada 1998, kemudian pulih dengan cepat ke 10,8% pada 1999 dan 9,2% pada 2000. Pertumbuhan kembali jatuh ke 3,3% pada 2001 karena perlambatan ekonomi dunia, ekspor yang menurun, dan persepsi bahwa pembaharuan finansial dan perusahaan yang dibutuhkan tidak bertumbuh. Dipimpin oleh industri dan konstruksi, ekonomi Korea Selatan mulai bangkit pada 2002 dengan pertumbuhan sebesar 5,8%. Jumlah penduduk dibawah garis kemiskinan sebesar 15% pada tahun 2003. Indeks gini menunjukkan perbaikan, dari angka 35.8 menjadi 31.3 pada tahun 2007. Nilai investasinya sebesar 29.3% dari PDB dan menempati urutan ke dua puluh satu. Pada 2005, di samping merupakan pemimpin dalam akses internet kecepatan-tinggi, semikonduktor memori, monitor layar-datar dan telepon genggam, Korea Selatan berada dalam peringkat pertama dalam pembuatan kapal, ketiga dalam produksi ban, keempat dalam serat sintetis, kelima dalam otomotif dan keenam dalam baja. Negara ini juga menempati peringkat ke tiga puluh enam dalam hal tingkat pengangguran, kesembilan belas dalam Indeks Kemudahan Berbisnisdan ketiga puluh satu dari 179 negara dalam Indeks Kebebasan Ekonomi berdasarkan data tahun 2010.

Korea Selatan yang dianggap tidak stabil pada 1960-an, saat ini telah berubah menjadi negara industri utama dalam kurang dari 40 tahun.

Ekspor bergerak dalam bidang semi konduktor, peralatan telekomunikasi nirkabel, kendaraan bermotor, komputer, baja, kapal dan petrokimia dengan mitra ekspor utama RRC 21.5%, Amerika Serikat 10.9%, Jepang 6.6% dan Hong Kong 4.6%. Korea Selatan mengimpor plastik, elektronik dan peralatannya, minyak, baja dan bahan kimia organik dari RRC 17.7%, Jepang 14%, Amerika Serikat 8.9%, Arab Saudi 7.8%, Uni Emirat Arab 4.4% dan Australia 4.1%. Jumlah tenaga kerja berada di peringkat kedua puluh lima dunia

Perusahaan Samsung Electronics adalah perusahaan elektronik terbesar di dunia[

Ekonomi Korea Selatan dipimpin oleh konglomerat besar yang dikenal dengan sebutan chaebol. Beberapa chaebol yang terbesar antara lain: Samsung Electronics, POSCO, Hyundai Motor Company, KB Financial Group, Korea Electric Company, Samsung Life Insurance, Shinhan Financial Group, LG Electronics, Hyundai dan LG Chem.

3. Pemerintahan

Gedung Dewan Perwakilan Korea Pemerintahan Korea Selatan

Korea Selatan adalah negara republik. Seperti pada negara-negara demokrasi lainnya, Korea Selatan membagi pemerintahannya dalam tiga bagian: eksekutif, yudikatif dan legislatif. Lembaga eksekutif dipegang oleh presiden yang dipilih berdasarkan hasil pemilu untuk masa jabatan 5 tahun dan dibantu oleh Perdana Menteri yang ditunjuk oleh presiden dengan persetujuan dewan perwakilan. Presiden bertindak sebagai kepala negara dan Perdana Menteri sebagai kepala pemerintahan. Lembaga legislatif dipegang oleh dewan perwakilan yang menjabat selama 4 tahun. Pelaksanaan sidang paripurna diadakan setiap setahun sekali atau berdasarkan permintaan presiden. Sidang ini terbuka untuk umum namun dapat berlangsung tertutup. Pengadilan konstitusional menjadi lembaga tertinggi pemegang kekuasaan yudikatif yang terdiri atas 9 hakim yang direkomendasikan oleh presiden dan dewan perwakilan. Hakim akan menjabat selama enam tahun dan usianya tidak boleh melebihi 65 tahun pada saat terpilih. Korea Selatan terdiri dari 1 kota khusus (Teukbyeolsi; ; ), 6 Kota Metropolitan (Gwangyeoksi; ; ), dan 9 Provinsi (do; ; ). Nama-nama di bawah ini diberikan dalam bahasa Inggris, Alihaksara yang Disempurnakan, Hangul, dan Hanja.

Korea Selatan adalah negara presidensial chingu. Seperti pada negara-negara demokrasi lainnya, Korea Selatan membagi pemerintahannya dalam tiga bagian yaitu: eksekutif, yudikatif dan legislatif. Lembaga eksekutif dipegang oleh presiden dan dibantu oleh perdana menteri yang ditunjuk oleh presiden dengan persetujuan dewan perwakilan. Presiden bertindak sebagai kepala negaradankepalapemerintahan. Gedung Dewan Perwakilan Korea Pengadilan konstitusional menjadi lembaga tertinggi pemegang kekuasaan yudikatif yang terdiri atas 9 hakim yang direkomendasikan oleh presiden dan dewan perwakilan. Hakim akan menjabat selama enam tahun dan usianya tidak boleh melebihi 65 tahun pada saat terpilih. PembagianAdministratif Korea Selatan terdiri dari 1 Kota Khusus (Teukbyeolsi; ; ), 6 Kota Metropolitan (Gwangyeoksi; ; ), dan 9 Provinsi (do; ; ). Nama-nama di bawah ini diberikan dalam bahasa Inggris, Alihaksara yang Disempurnakan, Hangul, dan Hanja.

Kota Istimewa/ Khususmeliputi kota-kota terbesar dan terpenting di korea selatan KotaMetropolitan

Kota Metropolitan Busan (Busan Gwangyeoksi; ; ) Kota Metropolitan Daegu (Daegu Gwangyeoksi; ; ) Kota Metropolitan Incheon (Incheon Gwangyeoksi; ; ) Kota Metropolitan Gwangju (Gwangju Gwangyeoksi; ; ) Kota Metropolitan Daejeon (Daejeon Gwangyeoksi; ; ) Kota Metropolitan Ulsan (Ulsan Gwangyeoksi; ; )

Provinsi Provinsi Gyeonggi (Gyeonggi-do; ; ) Provinsi Gangwon (Gangwon-do; ; ) Provinsi Chungcheong Utara (Chungcheongbuk-do; ; ) Provinsi Chungcheong Selatan (Chungcheongnam-do; ; ) Provinsi Jeolla Utara (Jeollabuk-do; ; ) Provinsi Jeolla Selatan (Jeollanam-do; ; ) Provinsi Gyeongsang Utara (Gyeongsangbuk-do; ; ) Provinsi Gyeongsang Selatan (Gyeongsangnam-do; ; ) Provinsi Jeju (Jeju-do; ; ) 4. LUAS DAN BATAS KOREA SELATAN Luas Korea Selatan adalah 99.274 km2, lebih kecil dibanding Korea Utara. Keadaan topografinya sebagian besar berbukit dan tidak rata. Pegunungan di wilayah timur umumnya menjadi hulu sungai-sungai besar, seperti sungai Han dan sungai Naktong. Sementara wilayah barat merupakan bagian rendah yang terdiri dari daratan pantai yang berlumpur. Di wilayah barat dan selatan yang terdapat banyak teluk terdapat banyak pelabuhan yang baik seperti Incheon, Yeosu, Gimhae, dan Busan.

Korea Selatan memiliki sekitar 3.000 pulau, sebagian besar adalah pulau kecil dan tidak berpenghuni. Pulau - pulau ini tersebar dari barat hingga selatan Korea Selatan. Pulau Jeju yang terletak sekitar 100 kilometer di bagian selatan Korea Selatan adalah pulau terbesar dengan luas area 1.845 km2. Gunung Halla adalah gunung berapi tertinggi sekaligus sebagai titik tertinggi di Korea Selatan yang terletak di Pulau Jeju. Pulau yang terletak di wilayah paling timur Korea Selatan adalah Uileungdo dan Batu Liancourt sementara Marado dan Batu Socotra merupakan pulau yang berada paling selatan di wilayah Korea Selatan. Iklim Korea selatan dipengaruhi oleh iklim dari daratan Asia dan memiliki 4 musim. Musim panas di Korea selatan yang dimulai bulan Juni bisa mencapai temperatur 40 derajat celcius (di kota Daegu), yang ditandai dengan datangnya musim hujan yang jatuh pada akhir bulan Juli sampai Agustus di seluruh bagian semenanjung. Sementara temperatur musim dinginnya ratarata dapat jatuh pada suhu sejauh minus 10 derajat celcius di beberapa propinsi. Korea Selatan juga rentan akan serangan angin taifun yang menerjang selama bulan musim panas dan musim gugur. Beberapa tahun belakangan ini Korea selatan juga sering dilanda badai pasir kuning yang dibawa dari gurun gobi di Cina yang juga melanda Jepang dan sejauh Amerika Serikat.

Letak Astronomis Korea 330640 LU sampai 430039 LU 1241100 BT sampai 1315242 BT Letak Geografis Di bagian Timur Laut benua Asia Batas-Batas Negara Utara -- RRC Selatan -- Laut Cina Timur Barat -- Laut Kuning Timur -- Laut Jepang Korea Selatan memiliki ekonomi pasar dan menempat urutan kelima belas berdasarkan PDB. Sebagai salah satu dari empat Macan Asia Timur, Korea Selatan telah mencapai rekor ekspor impor yang memukau, nilai ekspornya merupakan terbesar kedelapan di dunia. Sementara, nilai impornya terbesar kesebelas. Kesuksesan ekonomi Korea Selatan dicapai pada akhir 1980-an ketika PDB berkembang dari rata - rata 8% per tahun (US$2,7 milyar) pada tahun 1962 menjadi US$230 milyar pada 1989 Jumlah ini kira - kira 20 kali lipat dari Korea Utara dan sama dengan ekonomi - ekonomi menengah di Uni Eropa. Kemajuan ekonomi ini dikenal dengan nama Keajaiban di Sungai Han. Krisis Finansial Asia 1997 membuka kelemahan dari model pengembangan Korea Selatan, termasuk rasio utang/persamaan yang besar, pinjaman luar yang besar, dan sektor finansial yang tidak disiplin. Pertumbuhan jatuh sekitar 6,6% pada 1998, kemudian pulih dengan cepat ke 10,8% pada 1999 dan 9,2% pada 2000. Pertumbuhan kembali jatuh ke 3,3% pada 2001 karena

perlambatan ekonomi dunia, ekspor yang menurun, dan persepsi bahwa pembaharuan finansial dan perusahaan yang dibutuhkan tidak bertumbuh. Dipimpin oleh industri dan konstruksi, ekonomi Korea Selatan mulai bangkit pada 2002 dengan pertumbuhan sebesar 5,8%. Jumlah penduduk dibawah garis kemiskinan sebesar 15% pada tahun 2003. Indeks gini menunjukkan perbaikan, dari angka 35.8 menjadi 31.3 pada tahun 2007. Nilai investasinya sebesar 29.3% dari PDB dan menempati urutan ke dua puluh satu. Pada 2005, di samping merupakan pemimpin dalam akses internet kecepatan-tinggi, semikonduktor memori, monitor layar-datar dan telepon genggam, Korea Selatan berada dalam peringkat pertama dalam pembuatan kapal, ketiga dalam produksi ban, keempat dalam serat sintetis, kelima dalam otomotif dan keenam dalam baja. Negara ini juga menempati peringkat ke tiga puluh enam dalam hal tingkat pengangguran, kesembilan belas dalam Indeks Kemudahan Berbisnis dan ketiga puluh satu dari 179 negara dalam Indeks Kebebasan Ekonomi berdasarkan data tahun 2010.

Korea Selatan yang dianggap tidak stabil pada 1960-an, saat ini telah berubah menjadi negara industri utama dalam kurang dari 40 tahun.

Ekspor bergerak dalam bidang semi konduktor, peralatan telekomunikasi nirkabel, kendaraan bermotor, komputer, baja, kapal dan petrokimia dengan mitra ekspor utama RRC 21.5%, Amerika Serikat 10.9%, Jepang 6.6% dan Hong Kong 4.6%. Korea Selatan mengimpor plastik, elektronik dan peralatannya, minyak, baja dan bahan kimia organik dari RRC 17.7%, Jepang 14%, Amerika Serikat 8.9%, Arab Saudi 7.8%, Uni Emirat Arab 4.4% dan Australia 4.1%. Jumlah tenaga kerja berada di peringkat kedua puluh lima dunia [33]

Perusahaan Samsung Electronics adalah perusahaan elektronik terbesar di dunia

Ekonomi Korea Selatan dipimpin oleh konglomerat besar yang dikenal dengan sebutan chaebol. Beberapa chaebol yang terbesar antara lain: Samsung Electronics, POSCO, Hyundai Motor Company, KB Financial Group, Korea Electric Company, Samsung Life Insurance, Shinhan Financial Group, LG Electronics, Hyundai dan LG Chem.

Bandar Udara Internasional Incheon, bandar udara terbaik di dunia selama 4 tahun berturut turut.[40][41]

Transportasi di Korea Selatan terdiri dari kereta api, bus, kapal ferry dan penerbangan udara. Jalur kereta api terdiri dari subway yang berada di enam kota: Seoul, Busan, Daegu, Gwangju, Daejon dan Incheon. Operator kereta api Korail menyediakan pelayanan kereta api hampir keseluruh kota besar di Korea Selatan. Korea Selatan memiliki 103 bandar udara dengan Bandar Udara Internasional Incheon sebagai bandar terbesar. Bandar udara Incheon pernah dinobatkan sebagai bandar udara terbaik di dunia oleh Airport Council International. Bandar udara internasional lainnya yang terdapat di Korea Selatan antara lain berada di Gimpo, Busan dan Jeju. Maskapai penerbangan nasional Korean Air dibentuk pada tahun 1962, melayani 21.640.000 penumpang dengan 12.490.000 penumpang internasional. Asiana Airlines, dibentuk pada tahun 1988, melayani penerbangan domestik dan internasional. Penerbangan lain seperti Hansung Airlines dan Jeju Air melayani penerbangan domestik dengan harga yang lebih murah.

Ilmu Pengetahuan & Teknologi

Android EveR3 dalam baju hanbok

Perkembangan IPTEK di Korea Selatan awalnya tidak berkembang dengan baik karena masalah pembagian korea dan Perang Korea yang terjadi setelah masa kemerdekaan. Kemajuan IPTEK mulai dirasakan pada tahun 1960an ketika pemerintahan diktator Park Chung-hee dimana ekonomi Korea Selatan melaju pesat. Robotik telah menjadi riset dan pengembangan yang utama di Korea Selatan sejak 2003. Pada 2009, pemerintah mengumumkan rencana untuk membangun taman tematik robot di Incheon dan Masan dengan dana pemerintah maupun swasta. Pada 2005, Institut Ilmu Pengetahuan dan teknologi Korea Selatan mengembangkan robot humanoid kedua di dunia yang mampu berjalan. Institut Teknologi Industri Korea juga berhasil mengembangkan android Korea yang pertama, EveR-1 pada Mei 2006.
Hubungan luar negeri Korea Selatan

Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak, dengan mantan Presiden AS George W. Bush.

Korea Selatan melakukan hubungan diplomatik lebih dari 188 negara. Korea Selatan juga tergabung dalam PBB sejak tahun 1991, bersamaan dengan bergabungnya Korea Utara. Pada 1 Januari 2007, Menteri Luar Negeri Korea Selatan pada saat itu, Ban Ki-moon resmi menjadi Sekretaris Jenderal PBB menggantikan Kofi Annan. Selain itu, Korea Selatan juga menjadi mitra stratergis ASEAN sebagai anggota Asean Plus 3 dan aktif dalam forum ekonomi dunia lainnya seperti G-20, APEC dan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur. Korea Selatan menjalin hubungan erat dengan RRC, terutama sejak Korea Selatan memutuskan hubungan dengan Republik Cina. Uni Eropa menjadi mitra penting perdagangan Korea Selatan dan menjadi tujuan utama ekspor Korea Selatan. Hubungan diplomatik dengan Jepang tidak pernah dicatatkan secara formal sejak Perang Dunia II, namun Traktat Hubungan Dasar antara Jepang dan Korea Selatan yang ditandatangani tahun 1965 menjadi dasar utama hubungan kedua negara. Korea Selatan dan Jepang mengalami persengketaan mengenai masalah Batu Liancourt, namun secara administratif, kepulauan ini dimiliki oleh Korea Selatan karena Pengawal Pantai Korea Selatan bermarkas di pulau ini. Invasi serta ketegangan dengan Korea Utara telah mendorong Korea Selatan mengalokasikan 2.6% dari PDB dan 15% dari pengeluaran pemerintah untuk pembiayaan militer serta mewajibkan seluruh pria untuk mengikuti wajib militer. Jumlah tentara aktif Korea Selatan menempati urutan keenam terbesar di dunia, urutan kedua dalam jumlah tentara cadangan dan sebelas besar dalam urusan anggaran pertahanan. Pasukan militer Korea Selatan terdiri atas Angkatan Darat (ROKA), Angkatan Laut (ROKN) dan Korps marinir (ROKMC). Angkatan bersenjata ini kebanyakan berkonsentrasi di daerah perbatasan Zona Demiliterisasi Korea. Seluruh pria Korea Selatan diwajibkan secara konstitusi untuk mengikuti wajib militer, umumnya untuk masa dua tahun.

Pendidikan

Kelas dengan U-learning. Para siswa belajar dengan menggunakan e-book Pendidikan di Korea Selatan dibagi dalam beberapa bagian seperti pada umumnya di negara lain: kelompok bermain, sekolah dasar , pendidikan menengah, dan sekolah tinggi/universitas. Berdasarkan hasil penelitian 2006 tentang Program Penilaian Pelajar Internasional dari OECD, Korea Selatan menempati urutan pertama dalam pemecahan masalah, urutan ketiga dalam matematika dan urutan kesebelas pada bidang sains. Teknologi pada pendidikan di Korea juga dikembangkan hingga keseluruh daratan Korea dengan membuat jaringan akses internet berkecepatan tinggi di sekolah dasar dan lanjutan. Pemerintah Korea melalui Kementerian Pendidikan juga memberikan beasiswa bagi siswa-siswi yang berasal dari luar Korea hingga mencapai 100.000 siswa per tahun.

Budaya
Korea Selatan dan Korea Utara memiliki kebudayaan yang sama, namun sejak Pembagian Korea pada tahun 1945, masing - masing negara mengembangkan bentuk kebudayaan kontemporer yang berlainan bentuk. Secara historis, kebudayaan Korea dipengaruhi oleh RRC, namun Korea mampu mengembangkan identitas budaya yang unik dan berbeda. Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Korea Selatan aktif dalam mendorong budaya tradisional dalam bentuk modern lewat pembiayaan dan program - program edukasi.. Hingga tahun 1990an, trot dan ballad adalah musik populer yang mendominasi Korea Selatan. Bergabungnya grup rap Seo Taiji and Boys pada 1992 menandai perubahan besar dalam dunia musik Korea Selatan yang dikenal dengan istilah K-Pop, grup ini mencampurkan elemen genre musik populer seperti rap, rock dan techno ke dalam musik mereka. Sejak kesuksesan film Shiri pada tahun 1999, Film Korea mulai mendapatkan apresiasi secara internasional. Film lokal mulai mendominasi pasar terutama sejak pemberlakuan kuota yang mewajibkan bioskop untuk menampilkan film - film Korea paling sedikit 73 hari dalam satu tahun. Korea Selatan memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, sekitar 487,7 jiwa/km. Jumlah ini sepuluh kali lebih banyak daripada rata - rata dunia. Kebanyakan penduduk hidup di daerah perkotaan karena migrasi besar - besaran dari pedesaan selama ekspansi ekonomi yang pesat pada tahun 1970, 1980 dan 1990. Pada tahun 2005, Seoul merupakan kota terpadat di Korea Selatan dengan jumlah penduduk lebih dari 9 juta jiwa disusul oleh Busan (3,4 juta jiwa), Incheon (2,4 juta jiwa), Daegu (2,3 juta), Daejeon (1,4 juta), Gwangju (1,4 juta) dan Suwon (1 juta). Pada tahun 2008, tingkat kelahiran per tahun sebesar 9 kelahiran dari 1.000 orang.angka ini merupakan yang terendah di dunia sedangkan harapan hidup rata - rata sebesar 79,10 tahun yang merupakan tertinggi keempat puluh di dunia.

Seokguram Grotto di kuil Bulguksa, salah satu Situs Warisan Dunia

Hampir sebagian besar rakyat Korea Selatan memilih tidak beragama atau atheisme. Buddha adalah agama yang mempunyai penganut terbesar di Korea Selatan dengan 10.7 juta penduduk. Agama lainnya yang terbesar adalah Kristen Protestan dan Katolik Roma. Gereja Kristen terbesar di Korea Selatan, Yoido Full Gospel Church berlokasi di Seoul. Diperkirakan ada 45.000 warga Muslim Korea dengan 100.000 orang pekerja yang dari luar negeri yang berasal dari negara Muslim.

iklim
Iklim Korea selatan dipengaruhi oleh iklim dari daratan Asia dan memiliki 4 musim. Musim panas di Korea selatan yang dimulai bulan Juni bisa mencapai temperatur 40 derajat celcius (di

kota Daegu), yang ditandai dengan datangnya musim hujan yang jatuh pada akhir bulan Juli sampai Agustus di seluruh bagian semenanjung. Sementara temperatur musim dinginnya ratarata dapat jatuh pada suhu sejauh minus 10 derajat celcius di beberapa propinsi. Korea Selatan juga rentan akan serangan angin taifun yang menerjang selama bulan musim panas dan musim gugur maka dari itu warga korea selalu merasa tidak tenang pada 2 musim itu. Beberapa tahun belakangan ini Korea selatan juga sering dilanda badai pasir kuning yang dibawa dari gurun gobi di Cina yang juga melanda Jepang dan sejauh Amerika Serikat.
Transportasi Korea Selatan

Bandar Udara Internasional Incheon, bandar udara terbaik di dunia selama 4 tahun berturut turut.

Transportasi di Korea Selatan terdiri dari kereta api, bus, kapal ferry dan penerbangan udara. Jalur kereta api terdiri dari subway yang berada di enam kota: Seoul, Busan, Daegu, Gwangju, Daejon dan Incheon. Operator kereta api Korail menyediakan pelayanan kereta api hampir keseluruh kota besar di Korea Selatan. Korea Selatan memiliki 103 bandar udara dengan Bandar Udara Internasional Incheon sebagai bandar terbesar. Bandar udara Incheon pernah dinobatkan sebagai bandar udara terbaik di dunia oleh Airport Council International. Bandar udara internasional lainnya yang terdapat di Korea Selatan antara lain berada di Gimpo, Busan dan Jeju. Maskapai penerbangan nasional Korean Air dibentuk pada tahun 1962, melayani 21.640.000 penumpang dengan 12.490.000 penumpang internasional. Asiana Airlines, dibentuk pada tahun 1988, melayani penerbangan domestik dan internasional. Penerbangan lain seperti Hansung Airlines dan Jeju Air melayani penerbangan domestik dengan harga yang lebih murah.

Budaya
Korea Selatan dan Korea Utara memiliki kebudayaan yang sama, namun sejak Pembagian Korea pada tahun 1945, masing - masing negara mengembangkan bentuk kebudayaan kontemporer yang berlainan bentuk. Secara historis, kebudayaan Korea dipengaruhi oleh RRC, namun Korea mampu mengembangkan identitas budaya yang unik dan berbeda.[56] Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Korea Selatan aktif dalam mendorong budaya tradisional dalam bentuk modern lewat pembiayaan dan program - program edukasi.[57]. Hingga tahun 1990an, trot dan ballad adalah musik populer yang mendominasi Korea Selatan. Bergabungnya grup rap Seo Taiji and Boys pada 1992 menandai perubahan besar dalam dunia musik Korea Selatan yang dikenal dengan istilah K-Pop, grup ini mencampurkan elemen genre musik populer seperti rap, rock dan techno ke dalam musik mereka.[58] Sejak kesuksesan film Shiri pada tahun 1999, Film Korea mulai mendapatkan apresiasi secara internasional. Film lokal mulai mendominasi pasar terutama sejak pemberlakuan kuota yang mewajibkan bioskop untuk menampilkan film - film Korea paling sedikit 73 hari dalam satu tahun.[59] Kesuksesan ini dicapai pada akhir 1980-an dengan sebuah sistem ikatan bisnis-pemerintah yang dekat, termasuk kredit langsung, pembatasan impor, pensponsoran dari industri tertentu, dan usaha kuat dari tenaga kerja. Pemerintah mempromosikan impor bahan mentah dan teknologi demi barang konsumsi dan mendorong tabungan dan investasi dari konsumsi. Krisis Finansial Asia 1997 membuka kelemahan dari model pengembangan Korea Selatan, termasuk rasio

utang/persamaan yang besar, pinjaman luar yang besar, dan sektor finansial yang tidak disiplin. Pertumbuhan jatuh sekitar 6,6% pada 1998, kemudian pulih dengan cepat ke 10,8% pada 1999 dan 9,2% pada 2000. Pertumbuhan kembali jatuh ke 3,3% pada 2001 karena ekonomi dunia yang melambat, ekspor yang menurun, dan persepsi bahwa pembaharuan finansial dan perusahaan yang dibutuhkan tidak bertumbuh. Dipimpin oleh industri dan konstruksi, pertumbuhan pada 2002sangatmengesankandi5,8%.

Pada 2005, di samping merupakan pemimpin dalam akses internet kecepatan-tinggi, semikonduktor memori, monitor layar-datar dan telepon genggam, Korea Selatan berada dalam peringkat pertama dalam pembuatan kapal, ketiga dalam produksi ban, keempat dalam serat sintetis, kelima dalam otomotif dan keenam dalam baja. Negara ini juga dalam peringkat ke-12 dalam PDB nominal, tingkat pengangguran rendah, dan pendistribusian pendapatan yang relatif merata.

Transportasi
Transportasi di Korea Selatan terdiri dari kereta api, bus, kapal ferry dan penerbangan udara. Jalur kereta api terdiri dari subway yang berada di enam kota: Seoul, Busan, Daegu, Gwangju, Daejon dan Incheon. Jalur darat di Korea Selatan sepanjang 86.990 km. Korail menyediakan pelayanan kereta api hampir keseluruh kota besar di Korea Selatan. Korea Selatan memiliki 103 bandar udara dengan Bandar Udara Internasional Incheon sebagai bandar terbesar. Bandar udara Incheon dinobatkan sebagai bandar udara terbaik di dunia oleh Airport Council International. Bandar udara internasional lainnya yang terdapat di Korea Selatan adalah Gimpo, Busan dan Jeju.

Bandar Udara Internasional Incheon,bandar udara terbaik di dunia selama 4 tahun berturut turut Korean Air dibentuk pada tahun 1962, melayani 21.640.000 penumpang dengan 12.490.000 penumpang internasional. Asiana Airlines, dibentuk pada tahun 1988, melayani penerbangan domestik dan internasional. Penerbangan lain seperti Hansung Airlines dan Jeju Air melayani penerbangan domestik dengan harga yang lebih murah.

Tenaga Kerja Asing


Perkembangan ekonomi Korea Selatan yang sangat pesat tidak lepas dari banyaknya pekerja asing di Korea Selatan untuk bekerja di sektor-sektor industri menengah dan kecil yang menjadi motor penggerak industri besar.

Chaebol
Salah satu hal yang unik dalam ekonomi Korea Selatan adalah peranan chaebol (konglomerat) yang mendominasi sejak lama dan kebanyakan didirikan setelah Perang Korea. Pada 1995, di antara 30 atas chaebol, empat grup teratas Hyundai, Samsung, Daewoo, dan LG Group. Pada 2003, hanya 4 dari 18 chaebol terbesar tetap berjalan. Namun, mereka tetap mendominasi aktivitasekonomi.

Chaebol Korea Selatan sering dibandingkan dengan keiretsu Jepang. Perbedaannya adalah chaebol Korea masih dipegang oleh keluarga pendiri, tidak seperti keiretsu, yang dijalankan oleh manajer perusahaan profesional. Perbedaan kedua adalah pemerintah mencegah chaebol memiliki bank pribadi, sedangkan Keiretsu bekerja sama dengan bank tertentu, memberikan perusahaan tersebut mencyari kredit yang tidak terbatas.

5. Agama

Hampir sebagian besar rakyat Korea Selatan memilih tidak beragama atau atheisme. Buddha adalah agama yang mempunyai penganut terbesar di Korea Selatan dengan 10.7 milyar penduduk. Agama lainnya yang terbesar adalah Kristen Protestan dan Katolik Roma. Gereja Kristen terbesar di Korea Selatan, Yoido Full Gospel Church berlokasi di Seoul. Diperkirakan ada 45.000 warga Muslim Korea dengan 100.000 orang pekerja yang dari luar negeri yang berasal dari negara Muslim.
1. 2. 3. 4. Jangseung Konfusianisme Korea Pemikiran tradisional Korea Shamanisme Korea Keagamaan Korea Selatan
Agama persen

Atheisme Buddha Protestan Katolik Roma Islam Agama lain Buddha Won Konfusianisme Cheondoisme

46.5% 22.8% 18.3% 10.9% 0.4% 0.4% 0.3% 0.2% 0.1%

5. 6. Seokguram Grotto di kuil Bulguksa, salah satu Situs Warisan Dunia

7. Hampir sebagian besar rakyat Korea Selatan memilih tidak beragama atau atheisme. Buddha adalah agama yang mempunyai penganut terbesar di Korea Selatan dengan 10.7 juta penduduk. Agama lainnya yang terbesar adalah Kristen Protestan dan Katolik Roma. Gereja Kristen terbesar di Korea Selatan, Yoido Full Gospel Church berlokasi di Seoul. Diperkirakan ada 45.000 warga Muslim Korea dengan 100.000 orang pekerja yang dari luar negeri yang berasal dari negara Muslim. Korsel berjumlah 49,1 juta yang sekira 11,7 juta (24,6%) pemeluk agama Buddha, sekira 9,3juta (19,3 %) adalah pemeluk agama Kristen dan mayoritasnya pemeluk Konfusius.

6. MATA UANG

mata uang Korea adalah Won,(sekitar US $ 0,90/1000 Won), 5.000 dan 10.000 pecahan dalam bentuk uang kertas dan 10, 50, 100 dan 500 koin.

mata uang Korea adalah Won,(sekitar US $ 0,90/1000 Won), 5.000 dan 10.000 pecahan dalam bentuk uang kertas dan 10, 50, 100 dan 500 koin. Secara umum, bank buka antara 9:30-16:30 Senin sampai Jumat (Hal ini berubah dari 9:00-16:00 mulai Februari 2009) ATM beroperasi 24 jam sehari. Sebagian besar toko, hotel dan restoran di Korea akan menerima kartu kredit internasional yang besar. Namun, sangat disarankan untuk membawa uang tunai, karena banyak perusahaan kecil dan toko mungkin tidak memiliki peralatan pengolahan kartu kredit . Baru-baru ini, $ 1 dapat ditukar dengan sekitar 1.300 Won. Kurs dapat berubah setiap saat sesuai dengan kondisi pasar. 7. PERSEPAKBOLAAN

Park Ji-sung , Masa depan tim sepakbola nasional Korea Selatan tanpa pemain bintangnya
oleh I love Indonesia & korea pada 02 Februari 2011 jam 11:47

Park Ji-sung , Masa depan tim sepakbola nasional Korea Selatan tanpa pemain bintangnya Audio: http://world.kbs.co.kr/aod/rki_aod.htm Persepakbolaan Korea Selatan akan memasuki suatu era baru sebagaimana pemain bintang, Park Ji-sung baru saja mengumumkan pengunduran dirinya dari tim nasional. Park Ji-sung, pemain pertama Korea berlaga di Liga Utama Inggris mengumumkan secara resmi bahwa dia akan gantung sepatu dari tim sepakbola nasional. Selama sebelas tahun belakangan ini, dia telah memperlihatkan kehadirannya dalam timnas dengan performa luar biasa dan energi tanpa kenal lelah. Dia telah menjadi pemain sangat handal yang mana Korea seakan-akan sulit menemukan sosok pemain yang mampu menggantikannya. Bagaimanapun juga, Park Ji-sung tetap akan pensiun dari timnas dan persepakbolaan Korea harus memikirkan tentang masa depan tanpa kehadirannya. Untungnya, Korea mempunyai benih-benih pemain generasi muda dengan talenta luar biasa yang akan berupaya dengan keras mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Park Jisung.

Park pertama kali menjadi bintang ketika dia membuat gol yang indah untuk mengakhiri pertandingan ketiga lawan tim kesebelasan Portugal pada babak pendahuluan World Cup 2002. Pada saat itu, dia baru beranjak usia 21 tahun, belum punya segudang pengalaman pada laga kompetisi internasional akbar. Dibawah asuhan pelatih saat itu, Guus Hiddink, Park berhijrah ke Eropa untuk bermain di Belanda dan setelah itu dia bergabung di Liga Utama Inggris, Manchester Uniter MU. Sejak disitulah, dia menjadi bagian berharga dari klub persepakbolaan ternama. Karir cemerlangnya di Liga Utama Inggris telah membantu membuka peluang bagi pemain-pemain Korea lainnya merumput di klub-klub bergengsi di kawasan Eropa. Oleh sebab itu, keadaan ini dapat mengangkat peringkat persepakbolaan Korea secara keseluruhan. Park Ji-

sung telah memainkan peran utama bukan hanya memimpin timnas dengan talenta dan pengalaman luarbiasanya, akan tetapi memperlihatkan kebolehannya dengan benar-benar menjadi kapten tim selama beberapa tahun belakangan ini. Tentunya, Korea sangat kehilangan bahwa dia telah memutuskan untuk gantung sepatu dari tim sepakbola nasional Korea Selatan. Tak seorangpun merasa yakin bahwa posisi Park Ji-sung dapat ditemukan dalam waktu dekat ini. Pelatih tim sepakbola nasional Korea, Cho Kwang-rae menyatakan di depan publik bahwa sangat berat menemukan seorang sosok pemain yang mampu menggantikan kehebatan Park Ji-sung. Nampaknya, belum ada muka-muka segar dengan talenta memadai untuk menggantikan posisi Park dan tidak ada pemain lain pada timnas yang dapat sama sekali memenuhi peran yang dimainkan oleh Park. Bagaimanapun juga, masyarakat Korea tidak perlu putus asa terlalu dini. Harapan ke depan masih terbuka luas. Pemain-pemain muda yang tak kalah hebatnya dengan Park Ji-sung telah siap menggantikan pemain-pemain senior yang gantung sepatu. Bagi pemainpemain muda berbakat, mereka harus memahami bahwa suatu hari akan tiba ketika mereka tidak lagi bergantung pada Park Ji-sung dan harus siap untuk waktu itu. Pada saat ini, pemain muda yang paling menjanjikan adalah Gu Jacheol yang mencetak 5 gol dan memberikan tiga bantuan umpan gol pada laga AFC Asian Cup Qatar 2011 yang baru berlangsung di Qatar. Dengan baru berusia 22 tahun, Gu telah memperlihatkan potensi luarbiasanya pada laga persepakbolaan internasional. Walau Park Chu-young tidak ikut bermain pada laga Asian Cup kali ini karena luka yang dideritanya, tetapi dia adalah salah satu pemain penyerang utama yang akui pada liga France AS Monaco. Park Ji-sung telah memilih Sohn Heung-min dan Kim Bo-gyeong sebagai pendatang baru. Sohn dengan usia baru 19 tahun yang sedang merumput di klub sepakbola Hamburg merupakan calon pemain yang paling berharga di liga utama Jerman Budesgliga. Sementara, Kim yang baru berusia 22 tahun sebagai gelandang tengah juga sedang bermain di liga sepakbola Jepang, Cerezo Osaka. Pemain handal muda lainnya adalah Lee Chung-yong yang dijuluki Blue Dragon dan Ki Sung-yueng. Kedua Lee dan Ki baru memasuki usia 20-an tahun, namun mereka telah bermain dengan luarbiasa pada ajang FIFA World Cup 2010 di Afrika Selatan dan memberikan kepuasan bagi para fans sepakbola Korea. Selain itu, masih banyak pemain muda handal lainnya seperti Ji Dong-won, Yoon Bit-garam yang turut ambil bagian pada laga AFC Asian Cup dengan memperlihatkan permainan yang memikat hati. Hal yang benar bahwa kepergian Park Ji-sung telah meninggalkan kekosongan bagi persepakbolaan nasional Korea Selatan, namun ketidak-hadirannya bukan berarti bahwa akhir segalanya bagi persepakbolaan nasional karena pemain-pemian muda berbakat dan trampil akan selalu siap mengambil tongkat estafet guna melanjutkan masa depan lebih cerah tim persepakbolaan nasional Korea Selatan. 8. JUMLAH PENDUDUK Pada akhir tahun 2007, jumlah penduduk Korea Selatan secara keseluruhan diperkirakan mencapai 48.456.369 juta jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk 498 jiwa per kilometer persegi. Jumlah penduduk Korea Utara diperkirakan 23.200.238 juta jiwa.

Mengalirnya para pekerja dari luar negeri serta meningkatnya jumlah

perkawinan antar-bangsa semakin membuat masyarakat Korea menjadi masyarakat yang multietnis dan multibudaya.

Jumlah penduduk Korea mengalami peningkatan per tahun rata-rata sejumlah 3 persen sepanjang dekade 1960-an, namun jumlah ini menurun hingga 2 persen pada dekade selanjutnya. Pada tahun 2005 tingkat pertumbuhan penduduk berada pada titik 0,21 persen dan diperkirakan akan terus menurun hingga 0,02 persen pada tahun 2020. Pada tahun 1960-an, pembagian jumlah penduduk Korea membentuk sebuah piramida, dengan tingkat kelahiran yang tinggi serta angka harapan hidup yang relatif pendek.

Akan tetapi, pembagian berdasarkan usia kini memiliki bentuk mirip sebuah lonceng, yang disebabkan oleh rata-rata kelahiran yang rendah serta angka harapan hidup yang semakin panjang. Mereka yang berusia 15 tahun atau kurang dari itu akan menjadi bagian dari jumlah penduduk yang menurun, sedangkan warga usia lanjut (65 tahun atau lebih) akan berjumlah kira-kira 15,7 persen dari total jumlah penduduk pada tahun 2020. Proses industrialisasi dan urbanisasi Korea yang sangat cepat pada era 1960-an dan 1970-an telah diikuti oleh proses perpindahan penduduk terus-menerus dari desa ke kota-kota besar, terutama Seoul, yang berakibat pada tingginya jumlah penduduk di wilayahwilayah metropolitan. Namun, pada tahun-tahun terakhir ini semakin banyak jumlah warga Seoul yang berpindah ke daerah-daerah pinggiran kota. Jumlah warga negara asing di Korea termasuk warga asing yang tinggal hanya untuk jangka pendek mencapai 1.000.254 jiwa, melebihi jumlah satu juta jiwa untuk pertama kalinya pada tanggal 24 Agustus 2007. Prosentasi jumlah warga asing ini

mencapai 2 persen dari seluruh jumlah penduduk Korea. Dan peningkatan per tahun, khususnya kenaikan 15 persen dari jumlah total 865.889 warga asing pada bulan Juli 2006, menunjukkan betapa cepatnya proses keberagaman masyarakat Korea, terutama dalam hal ras dan budaya. Ditinjau dari asal-usul negara, warga asing dari Cina mencakup 44 persen atau 441.334 jiwa (266.764 di antaranya berasal dari etnis Korea), diikuti oleh warga asing dari Amerika Serikat sejumlah 12 persen atau 117.938 jiwa.

Alfabet Hangeul telah menolong Korea memperoleh angka melek huruf mencapai hampir 100%. Huruf-huruf ilmiah Hangeul bahkan telah membuat bangsa ini unggul di abad komputer ini.

Jumlah warga asing dari Vietnam menempati posisi ketiga, yakni 6 persen atau 63.464 jiwa, diikuti oleh warga dari Filipina (5 persen atau 50.264 jiwa) dan warga Thailand (4 persen atau 43.792 jiwa). Sisanya adalah dari Jepang, Taiwan, dan Indonesia. Di antara pemukim asing jangka panjang yang berjumlah 724.967 jiwa, kaum pekerja, termasuk mereka yang sedang menjalani pelatihan industri, meliputi 56 persen dari populasi penduduk asing, atau berjumlah 404.051 jiwa. Mereka yang datang ke Korea melalui perkawinan berjumlah 14 persen atau 104.749 jiwa, sedangkan 7 persen atau 47.479 merupakan siswa asing yang belajar di Korea

Korea Selatan

Kelompok 7
Nama : Isma Siti Nurpajriah Maria Ulfah Nabila Dewi M.H Siti Rahayu F Kls Tugas : IX.6 ( Sembilan Enam : IPS ( Ilmu Pengetahuan Alam )