Anda di halaman 1dari 10

TUGAS TERSTRUKTUR

ILMU BEDAH KHUSUS PENANGANAN ENTROPION DENGAN METODE WHEELER Dosen Pengampu : drh.Iman Setyowati K.

Oleh : Kelompok 1 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13.


14.

15. 16. 17.

Alfan Chilmi R. (0811310004) Arweniuma Ikawikanti (0811310008) Diki Firmansyah (0811310015) Fitri Sandra Prastiwi (0811310016) Galuh Puspitasari (0811310019) Ghariza Feby El Gani (0811310020) Mega Ayu K.S.D (0811310027) M.Hartanto Yusufa (0811310028) Nur Ahmad Wijaya (0811310031) Risang Renanda (0811310032) Sugeng Widodo (0811310036) Aneke Putri Y. (0811313001) Arifin Wibowo (0811313003) Christina Dewi P. (0811313006) Faris Nurhanafi (0811313011) Nealvin Irvan M. (0811313016) Siti Kurniawati (0811313018)

PROGRAM KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2011

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Entropion merupakan salah satu kelainan pada mata yang ditandai dengan kelopak mata melipat ke dalam. Hal tersebut menyebabkan permukaan mata terutama kornea teriritasi dan bisa menyebabkan gangguan penglihatan. Gejala klinis yang terlihat adalah keluar air mata yang berlebihan, sering berkedip, iritasi mata (belekan), sensitif terhadap cahaya, sering menggosok mata, jika hal tersebut berlangsung lama maka akan terbentuk ulcer dan jaringan ikat pada kornea, kesakitan yang sangat serta gangguan penglihatan sampai terjadi kebutaan. Dengan melihat gejala klinis tersebut maka kita dapat menentukan derajat enteropion dari yang ringan, sedang maupun kasus berat yang ditandai kebutaan. Umumnya teknik operasi yang dilakukan dengan cara memperbaiki bentuk kelopak mata baik secara permanen maupun hanya untuk sementara. Terdapat 2 metode atau teknik operasi pada kasus entropion yaitu dengan menggunakan metode hotz dan metode wheeler. Tindakan operatif pada kasus entropion dengan menggunakan metode hotz lebih sering dilakukan. Untuk itu kami akan membahas lebih lanjut mengenai tindakan operatif pada kasus entropion dengan metode wheeler khususnya pada hewan kecil (pet animal). 1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Bagaimanakah penanganan kasus Entropion dengan menggunakan

metode wheeler? 1.3 Tujuan


1.3.1 Untuk

mengetahui cara penanganan kasus Entropion dengan

menggunakan metode wheeler?

1.4 Manfaat Manfaat yang diperoleh dari pembuatan makalah ini adalah agar mahasiswa dapat memahami mengenai kasus Entropion pada hewan kecil (pet animal), khususnya cara penanganan yang tepat terutama dengan metode wheeler sehingg kita sebagai calon dokter hewan profesional dapat menanganinya dengan tepat.

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Entropion Entropion adalah suatu kondisi dimana kelopak mata bergulir ke dalam dari semua atau sebagian dan dapat mempengaruhi mana saja dari satu sampai semua empat kelopak mata. Akibat dari kelopak mata yang inverse adalah rambut dari kulit kelopak mata bergesekan pada permukaan kornea dan konjungtiva. Pada kasus yang cukup berat, pasien akan dapat mengalami cedera yang cukup serius dan rasa sakit pada bagian mata. Kebanyakan dari kasus entropion disebabkan oleh karena faktor genetik, dimana genetik tertentu membuat konformasi kepala dan wajah hewan menjadi salah satu predisposisi terjadinya entropion. Trah anjing yang sering menderita entropion adalah Shar peis, chow chows, bulldogs, Pugs, Retriever, dan Rottweiler. Sering kali kasus entropion terjadi pada hewan berumur 6 bulan, pada anjing biasanya terjadi pada umur 1 tahun. Entropion pada umumnya dibagi menjadi beberapa jenis yaitu:
a. entropion primer, pada entropion primer disebabkan oleh faktor keturunan, b. pada entropion sekunder biasanya disebabkan oleh trauma, inflamasi

kronis dan penyakit mata lainnya. Pada kucing, entropion seringkali disebabkan oleh infeksi virus herpes yang bersifat kronis maupun yang telah parah.
c. Involutional entropion : sering kali terjadi pada kelopak mata bagian

bawah, dimana hal ini disebabkan oleh karena adanya kelebihan bagian preseptal dari m.orbicularis oculi terhadap bagian pretarsal
d. Cicatricial : adanya fibrosis pada palpebral conjunctiva yang disebabkan

oleh tracoma, bahan kimia, diphteria Untuk penanganan kasus entropion, dilakukan pembedahan untuk memperbaiki kondisi tersebut. Ada beberapa metode yang biasanya digunakan untuk penanganan kasus entropion antara lain adalah metode wheeler, holtzcelcus procedure, wedge resection,arrowhead procedure, dan medial canthalopsy.

2.2 Metode Wheeler Prinsip operasi metode Wheeler adalah membuat pendek MOrbicularis oculi dengan cara memotong dan menyambungnya kembali dengan posisi tumpang tindih dan memindahkan letak muskulus sedikit ke ventral dari aslinya. Metode wheeler sangat jarang sekali digunakan untuk operasi pada entropion, hal ini dikarenakan metode ini memiliki beberapa kekurangan, antara lain : Teknik dan prosedur yang cukup sulit Pemotongan m.orbicularis oculi yang sering kali kurang tepat dapat menyebabkan abnormalitas konformasi daerah mata Memerlukan waktu yang cukup lama dan ketelitian tinggi Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan penggunaan metode Wheelers pada operasi entropion : Pasien ditidurkan dengan posisi tengkurap Berikan anastesi local Pasang entropion clamp pada kelopak mata

Sebuah sayatan kulit melintang dibuat 2mm bawah lipatan kelopak mata, hingga 2/3

Setelah itu maka m.orbicularis oculi akan terlihat, dan bedah hingga ke batas lipatan

Taruh tarsal plate dibawah m.orbicularis oculi

Buat strip otot kurang lebih 5mm dari batas superior

Kemudian potong m.orbicularis oculi tepat ditengah setelah memasukkan 2 benang vykril berukuran 4/0

Kedua ujungnya ditarik terpisah untuk mengekspos tarsal plate

Kemudian jahit tarsal plate dari ujung ke ujung dengan 2 potong benang vykril berukuran 4/0

M.orbicularis oculi kemudian diikat menjadi satu dengan posisi tumpang tindih, apabila ada kelebihan sedikit maka dapat dilakukan pemotongan.

Batas dari m.orbicularis yang tadi dibuat tumpang tindih kemudian ditautkan atau dilabuhkan pada tarsal plate dengan jahitan yang sama

Kemudian kulit dijahit dengan benang silk yang ukurannya disesuaikan dengan jenis hewannya.

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Kebanyakan kasus entropion terjadi karena pengenduran jaringan kelopak mata sebagai akibat proses penuaan. Beberapa kasus terjadi karena pembentukan jaringan parut pada permukaan dalam kelopak mata akibat luka bakar kimia dan panas, peradangan atau reaksi alergi. Kadang entropion merupakan bawaan lahir karena kelopak mata tidak terbentuk secara sempurna. Entropion terbagi menjadi beberapa jenis yaitu entropion primer, entropion sekunder, invulotional entropion, dan Cicatricial. Penanganan dari kasus entropion ini adalah dengan tindakan operatif salah satunya melalui metode Wheeler. Metode wheeler sangat jarang sekali digunakan untuk operasi pada entropion, hal ini dikarenakan metode ini memiliki beberapa kekurangan. Prinsip operasi metode Wheeler adalah membuat pendek M-Orbicularis oculi dengan cara memotong dan menyambungnya kembali dengan posisi tumpang tindih dan memindahkan letak muskulus sedikit ke ventral dari aslinya

DAFTAR PUSTAKA

Douglas Slatter. 2003. TextBook of Small Animal Surgery. Saunders-Elsevier Douglas Slatter.2008. Fundamentals of Veterinary Opthalmology Fourth Edition. Saunders-Elsevier Olali C. 2010. Involutional Lower Eyelid Entropion: Combined Wheelers and Wedge Resection of Tarsal Plate. West Africans Journal of Medicine.