Anda di halaman 1dari 2

Kadar NaCl ditentukan dengan metode analisis Argentometri sedangkan pengotor Mg2+, Ca2+, Fe3+ ditentukan menggunakan Spektrofotometer

serapan atom (SSA). Bahan pengikat pengotor adalah bahan atau zat yang dapat digunakan untuk mengikat zat-zat asing yang keberadaannya tidak dikehendaki dalam zat murni. Ukuran kristal yang terbentuk selama pengendapan, tergantung pada dua faktor penting yaitu laju pembentukan inti (nukleasi) dan laju pertumbuhan kristal. Jika laju pembentukan inti tinggi, banyak sekali kristal akan terbentuk, tetapi tak satupun dari ini akan tumbuh menjadi terlalu besar, jadi terbentuk endapan yang terdiri dari partikel-partikel kecil. Laju pembentukan inti tergantung pada derajat lewat jenuh dari larutan. Makin tinggi derajat lewat jenuh, makin besarlah kemungkinan untuk membentuk inti baru, jadi makin besarlah laju pembentukan inti. Fungsi dari penambahan kalsium oksida ini adalah untuk mengendapkan zat-zat pengotor seperti zat pengotor yang di dalamnya mengandung ion Ca2+, Fe3+, dan Mg2+ yang terdapat dalam garam dapur cap kapal. Ditambahkan larutan barium hidroksida Ba(OH)2. Penambahan ini bertujuan untuk menghilangkan endapan atau mencegah terbentuknya endapan lagi, akibat penambahan kalsium oksida tadi. Pada filtrat tadi juga ditambahkan amonium karbonat (NH4)2CO3. Penambahan ini ditujukan agar larutan tersebut menjadi jenuh. Tahap berikutnya adalah dilakukan penyaringan untuk memisahkan endapan yang merupakan zat pengotor yang terdapat dalam larutan tersebut. Kemudian filtrat yang diperoleh (bersifat basa), dinetralisasi dengan larutan yang bersifat asam yaitu HCl encer. Rekristalisasi merupakan salah satu cara pemurnian zat padat yang dimana zat-zat tersebut dilarutkan dalam suatu pelarut kemudian dikristalkan kembali. Kristalisasi adalah proses pembentukan fase padat (kristal) komponen tunggal dari fase cair (larutan atau lelehan) yang multi komponen, dan dilakukan dengan cara pendinginan, penguapan dan atau kombinasi pendinginan dan penguapan.

Proses pembentukan kristal dilakukan dalam tiga tahap, yaitu (1) pencapaian kondisi super/lewat jenuh (supersaturation), (2) pembentukan inti kristal (nucleation), dan 3) pertumbuhan inti kristal menjadi kristal (crystal growth). NaCl meleleh pada temperatur 800 0C dan mendidih pada temperatur lebih tinggi dari 1400 0C. Untuk mengukur efisiensi reaksi dalam suatu percobaan digunakan istilah rendemen atau hasil persentase. Hasil Persentase = Hasil yang sebenarnya diperoleh X 100 % Hasil Teoritis Hasil teoritis (theoritical yield) dari suatu hasil reaksi merupakan hasil maksimum yang mungkin dapat diperoleh jika pereaksi hanya menghasilkan senyawa tersebut tanpa adanya reaksi samping. Hasil sebenarnya yang diperoleh (actual yield) adalah jumlah hasil reaksi yang sebenarnya diperoleh dari percobaan. Prinsip dasar dari proses rekristalisasi adalah perbedaan kelarutan antara zat yang dimurnikan dengan zat pencemarnya. Syarat-syarat pelarut yang sesuai adalah sebagai berikut: 1. 2. Pelarut tidak bereaksi dengan zat yang dilarutkan. Pelarut hanya dapat melarut yang zat yang akan dimurnikan dan tidak melarutkan zat pencemarnya. 3. Titik didih pelarut harus rendah. Hal ini akan mempermudah proses pengeringan kristral yang terbentuk. 4. Titik didih pelarut harus lebih rendah dari titik leleh zat yang akan dimurnikan agar zat tersebut tidak terurai.