Anda di halaman 1dari 16

1

PENGGABUNGAN USAHA

Business combination

Universitas Negeri Semarang

By 3BOS 1

PENGGABUNGAN USAHA

Business combination

Penyatuan dua atau lebih perusahaan yang terpisah menjadi satu entitas ekonomi karena satu perusahaan menyatu dengan perusahaan lain atau memperoleh kendali atas aktiva dan operasi perusahaan lain

CARA..?
Pembelian saham suatu perusahaan oleh perusahaan lain atau pembelian aktiva neto suatu perusahaan oleh perusahaan lain. Dilakukan dengan penerbitan saham atau dengan penyerahan kas, setara kas, atau aktiva lain.(induk anak) Pembentukan suatu BU baru untuk mengendalikan perusahaan yang bergabung, pengalihan aktiva neto dari satu atau lebih BU yang bergabung kepada BU lain atau pembubaran satu atau lebih BU yang bergabung

Jenis Penggabungan

Menurut Badan Hukum


Penggabungan usaha dimana salah satu perusahaan yaitu pengakuisisi memperoleh kendali atas aktiva neto dan operasi perusahaan yang diakuisisi, dengan memberikan aktiva tertentu, mengakui kewajiban, atau mengeluarkan saham (induk anak) Ketika sebuah perusahaan mengambil alih semua operasi dari entitas usaha lain dan entitas yang diambil alih dibubarkan Ketika sebuah perusahaan yangbaru dibentuk untuk mengambil alih aktiva dan operasi dari 2 atau lebih entitas usaha yang terpisah, dan entitas yang terpisah tersebut dibubarkan

Akuisisi

MERGER

KONSOLIDASI

UNNES World Class University

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI

PT A

PT A

AKUISISI
PT B PT B

PT C MERGER PT D KONSOLIDASI PT E PT F

PT C

PT G

BENTUK PENGGABUNGAN Dari jenis usahanya

Horisontal

Penggabungan perusahaan yang sejenis (motifnya biasanya mengurangi tingkat persaingan, skala operasi yang lebih besar dan menghemat biaya Penggabungan antara perusahaan yang mempunyai hubungan secara vertikal, antara pemasok, pengguna, dan pemasar hasil produk (motifnya mendapatkan kepastian pemasaran hasil produksi atau kontinuitas penyediaan bahan baku) Penggabungan antara perusahaan yang memiliki usaha berlainan (tujuannya menggabungkan sumber ekonomi yang dimiliki masing masing perusahaan yang bergabung, sehingga mencegah timbulnya pesaingan diantara perusahaan yang bergabung

Vertikal

konglomerat

KONTRIBUSI RELATIF PERUSAHAAN YANG BERGABUNG Hak kepemilikian perusahaan yang bergabung proporsional sesuai kekayaan bersih masing2 perusahaan (perhatian pada CKP, penilaian persediaan,dll) Hak kepemilikian perusahaan yang bergabung proporsional sesuai dengan laba proyeksi masing2 perusahaan (perhatian pd HPP,penilaian persediaan,metode depresiasi Hak kepemilikian perusahaan yang bergabung proporsional sesuai kekayaan bersih yang sudah ditambah dengan goodwill masing2 perusahaan See page 232

Kekayaan Bersih

Laba yg diproyeksikan

Kekayaan bersih Dan Goodwill

UNNES World Class University

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI

Jika penggabungan dengan mengeluarkan 1 jenis saham

PT Anom 15.000 20% 1500 2.250 30% 22.500


Klaim aset >dr jml yg ditanam

PT Dian 22.500 30% 2250 2.250 30% 22.500

PT Dani 37.500 50% 3750 3.000 40%


30.000 Klaim aset <jml yg ditanam

Jumlah 75.000 100% 7500 7.500 100% 75.000

Kekayaan bersih yg diserahkan Kekayaan Bersih relatif terhadap kekayaan total


Keuntungan d.m.y.a.d akan dibagi berdasar perbandingan modal yg dimiliki, shgg rugi bg PT Dani

Jumlah keuntungan yang dikontribusikan Keuntungan relatif dari keuntungan total


Didasarkan keuntungan relatif, maka PT Anom akan punya klaim net aset >dr jml yg ditanam

Untuk menghindari ketidak adilan tersebut,kontribusi msg2 pihak ditentu kan dg kemampuan lebih untuk mendapat keuntungan dan menambahkan jml tersebut ke kekayaan bersih yang diserahkan. Dasar pembagian modal saham adalah kontribusi relatif drpd kekayaan bersih msg2 yg telah ditambah goodwil
Jika penggabungan dengan mengeluarkan 1 jenis saham

PT Anom
15.000

PT Dian
22.500

PT Dani
37.500

Jumlah
75.000

Kekayaan bersih yg diserahkan(tanpa goodwill) Goodwill Laba rata rata Laba normal 6%
Kelebihan diatas laba normal Kapitalisasi kelebihan laba normal 20%

2.250 900 1.350 6.750

2.250 1.350 900 4.500

3.000 2.250 750 3.750

15.000

Kontribusi relatif kekayaan bersih (termasuk goodwill)

21.750 24%

27.000 30%

41.250 46%

90.000 100%

analisis
Jika dasar yang dipakai adalah kekayaan bersih, maka rasio hak kepemilikian= 20:30:50. Jika dasar yang dipakai adalah laba yang diproyeksikan, maka rasio hak kepemilikan= 30:30:40 Jika dasar yang dipakai adalah kekayaan bersih dan goodwill, maka rasio hak kepemilikan= 24:30:46

Besarnya kekayaan yang harus diakui oleh perusahaan yang baru dibentuk
Perusahaan yang baru dibentuk mengakui jumlah kekayaan yang diserahkan sebesar kekayaan bersih termasuk goodwill Besarnya kekayaan yang diakui dan dicatat hanya sebesar kekayaan bersih riil, tidak termasuk goodwill See page 235

Keterangan

Goodwill diakui PT Siwi Peni mengeluarkan 9000 lbr saham biasa, Nominal @ 10.000 Jurnal (000) Goodwill 15.000 Macamm2 Aktva 75.000 Modal Saham 90.000
Alokasi Modal Saham PT A = 21.750.000= 2.175 10.000 PT Di= 27.000.000= 2.700 10.000 PT Da= 41.250.000= 4.125 10.000 9.000

1. Kontribusi kekayaan bersih termasuk goodwill PT Anon = 21.750 PT Dian = 27.000 PT Dani = 41.250 Jumlah 90.000

2. Kontribusi kekayaan bersih tidak termasuk goodwill PT Anon = 15.000 PT Dian = 22.500 PT Dani = 37.500 Jumlah 75.000

Goodwill tdk diakui PT Siwi Peni mengeluarkan 7500 lbr saham biasa, Nominal @ 10.000 Jurnal (000) Macamm2 Aktva 75.000 Modal Saham 75.000
Alokasi Modal Saham PT A = 21.750.000 x 7.500 = 1.812 90.000.000 PT Di= 27.000.000 x 7.500 = 2.250 90.000.000 PT Da= 41.250.000 x 7.500 = 3.438 lbr 90.0000.000 7.500

2. Kontribusi kekayaan bersih tidak termasuk goodwill PT Anon = 15.000 PT Dian = 22.500 PT Dani = 37.500 Jumlah 75.000

Goodwill tdk diakui PT Siwi Peni mengeluarkan 18750 lbr saham biasa, Nominal @ 3.000 Jurnal (000) Macamm2 Aktva 75.000 Modal Saham 56.250
Alokasi Modal Saham PT A = 21.750.000 x 7.500 = 1.812 90.000.000 PT Di= 27.000.000 x 7.500 = 2.250 90.000.000 PT Da= 41.250.000 x 7.500 = 3.438 lbr 90.0000.000 7.500

Penggabungan perusahaan dengan mengeluarkan dua jenis saham


Keuntungan relatif dari masing2 pihak dikapitalisasi dengan persentase tertentu sbg dasar menentukan jml saham yang dikeluarkan (tidak boleh melampaui keuntungan paling rendah dari anggota) Saham prioritas dikeluarkan sesuai dengan kekayaan bersih riil Saham biasa yg dikeluarkan sebesar selisih antara modal saham yg harus dikeluarkan padan no 1, dikurangi jumlah modal saham prioritas pada no 2.

See page 239

METODE PENGGABUNGAN Metode ini memandang bahwa penggabungan usaha sebagai penyatuan pemilikan antara dua atau lebih perusahaan

Penyatuan Kepentingan

Pooling of Interest

Pembelian/

Purchase

Metode ini memandang penggabungan usaha sebagai pembelian perusahaan yang sama halnya seperti pembelian sekelompok aktiva. Seluruh aktiva dan kewajiban perusahaan yang dibeli dicatat berdasarkan nilai wajarnya

Prosedur Akuntansi Penggabungan usaha METODE POOLING OF INTEREST


Semua aktiva dan kewajiban milik perusahaan yang bergabung dinilai pada nilai buku saat diadakan penggabungan Besarnya nilai investasi pada perusahaan yang bergabung sebesar jumlah modal perusahaan yang digabung atau sebesar aktiva bersih perusahaan yang digabung Bila terjadi selisih antara jumlah yang dibukukan sebagai modal saham yang diterbitkan ditambah kompensasi pembelian lainnya dalam bentuk kas ataupun aktiva lainnya dengan jumlah aktiva bersih yang diperoleh, maka harus diadakan penyesuaian terhadap modal perusahaan yang akan digabung Lap keu gabungan adalah penjmlahan dari lap keu milik perusahaan yang bergabung.

Prosedur Akuntansi Penggabungan usaha METODE PURCHASE


Menyesuaikan nilai aktiva dan kewajiban milik perusahaan yang akan digabung sebesar nilai wajarnya Mencatat transaksi penggabungan sebesar nilai investasinya (biaya perolehan). Jika pengakuisisi mengeluarkan saham, maka nilai wajar saham tersebut sebesar harga pasar pada tanggal transaksi penggabunga. Bila harga pasar tidak dapat digunakan sebagai indikator, maka diestimasi secara proporsional perusahaan pengakuisisi atau yang diakuisisi (mana yang lebih dapat ditentukan) Membuat jurnal pemilikan aktiva dan kewajiban dari perusahaan yang digabung. Apabila terjadi selisih antara nilai investasi dengan aktiva bersih yang diterima perusahaan pengakuisisi, maka selisih tersebut dicatat ke dalam rekening goodwill pada kelompok aktiva. Membuat neraca setelah penggabungan pada pembukuan perusahaan penggabung

Anda mungkin juga menyukai