Anda di halaman 1dari 9

MONITORING QUALITY OF SERVICE (QOS) UNTUK TV STREAMING PADA JARINGAN LOKAL

Asep Kurnia - 1002854 Universitas Pendidikan Indonesia Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Program Studi Ilmu Komputer Email : aseutea@gmail.com Blog : http://asepkurnia.blog.upi.edu

ABSTRAK Kemajuan teknologi mendorong

paramater

QoS

pada

jaringan

internet

mengahasilkan delay 9.999 ms, jitter 2.068 ms, packet loss 0%, dan throughput

berbagai cara masyarakat mengikuti laju perkembangannya. Pennggunaan untuk

1193.408 Kbps [6]. Parameter QoS inilah yang menentukan kualitas dari hasil

mendapatkan informasi tidak hanya dengan media internet saja, akan tetapi jaringan lokal pun bisa digunakan sebagai wadah

streaming oleh pengguna. Kualitas streaming yang baik, memberikan manfaat yang positif untuk pengguna. Sehingga pengguna dapat memonitor informasi yang didapatkan dari tv streaming ini. Kata Kunci : Jaringan, Streaming , QoS

informasi. Informasi yang berupa data, gambar, dan suara merupakan teknologi multimedia, salah satunya streaming.

Streaming adalah sebuah teknologi untuk memainkan file video atau audio secara langsung ataupun dengan prerecorder dari sebuah mesin server. Salah satu bentuk streaming yaitu tv streaming. TV Streaming merupakan salah satu aplikasi komunikasi multimedia yang memanfaatkan proses

I.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Teknologi dan informasi memberikan perubahan pada masyarakat untuk

memperoleh kebutuhan informasi secara cepat dan murah. Jaringan komputer tidak hanya digunakan untuk akses internet saja, dapat juga digunakan pada jaringan lokal baik pada perusahaan, Jaringan manfaat lembaga, dan

streaming dalam pengiriman paket-paket data videonya melalui suatu jaringan , baik itu jaringan kabel maupun tanpa kabel. Selanjutnya dianalisis aspek Quality of Service (QoS) dengan parameter throughput, delay, jitter, dan packet loss. Pengukuran

pemerintahan. memberikan

komputer bagi para

penggunanya.

Manfaat

yang

diperoleh

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang

seperti memberi kemudahan dalam proses komunikasi, pertukaran, dan pengiriman data tanpa melakukan waktu yang lama. Informasi yang yang dikirim atau diterima bisa berupa data, gambar, maupun suara. Kombinasi data, gambar, dan suara

dijelaskan di atas, rumusaan masalahnya adalah:


a. Kebutuhan jalur data yang baik pada

jaringan lokal.
b. Bagaimana streaming dapat berjalan

didefinisikan sebagai teknologi multimedia. Streaming adalah teknologi transmisi pengiriman data, video, dan audio secara real time atau pre-recorded dari sender

dengan baik ketika di akses oleh pengguna.


c. Agar dapat mengukur proses streaming

harus dilakukan penganalisisan dari paramater QoS yakni delay, jitter, packet loss, dan throughput.

pada receiver. Salah bentuk streaming yang akan dibahas adalah tv streaming. TV Streaming merupakan suatu layanan yang menyajikan program tv lintas jaringan komputer, baik kabel maupun nirkabel. TV streaming di suatu jaringan lokal merupakan suatu perkembangan dunia

1.3 Tujuan Tujuan yang ingin dicapai adalah

mengukur parameter Quality of Service (QoS) yakni delay, jitter, packet loss, dan throughput . Dengan melakukan pengukuran parameter QoS, kualitas streaming yang yang dihasilkan dapat dirasakan oleh

teknologi pada saat ini. Pemenuhan kinerja layanan menjadi prioritas utama guna menjamin pengguna berada di level Quality of Service (QoS) yang baik. Proses tv streaming ini adalah pengiriman harus tiba ditujuan dengan tepat tanpa ada gangguan. Permasalahan yang dapat timbul pada tv streaming ini adalah kebutuhan jalur yang baik dan Quality of Service. Jurnal ini mengacu pada parameter QoS yaitu delay, jitter, packet loss, dan throughput agar tv streaming dapat berjalan dengan baik.

pengguna tv streaming.

1.4 Batasan Masalah Pembatasan masalah pada penulisan jurnal ini adalah pengukuran layanan

streaming mengacu pada parameter Quality of Service (QoS).

1.5 Metode Penulisan Penulisan jurnal ini menggunakan

beberapa referensi sumber yang diperoleh dari literatur. Data dan informasi yang

sesuai sangat menunjang dalam kajian penulisan jurnal ini.

seperti bersama,

penggunaan

printer

secara media

penggunaan

penyimpanan secara bersama. II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Jaringan Komputer Jaringan komputer merupakan gabungan antara teknologi dan teknologi komunikasi. Gabungan teknologi ini melahirkan b. MAN Metropolitan Area Network

menggunakan metode yang sama dengan LAN namun daerah cakupannya lebih luas. Daerah cakupan MAN bisa satu RW, beberapa kantor yang berada dalam komplek yang sama, satu kota, bahkan satu provinsi. Dapat dikatakan MAN merupakan pengembangan dari LAN. c. WAN Wide Area Network cakupannya lebih luas daripada MAN. Cakupan WAN meliputi satu kawasan, satu negara, satu pulau, bahkan satu benua. Metode yang digunakan WAN hampir sama dengan LAN dan MAN. 2. Media Penghantar a. Wired Network Wired komputer Network adalah jaringan

pengolahan data yang dapat didistribusikan, mencakup pemakain database, software

aplikasi dan peralatan hardware secara bersamaaan. Jaringan komputer disini dapat berupa kumpulan beberapa komputer dan perangkat lain seperti: printer, hub, dan sebagainya yang saling terhubung satu sama lain melalui media perantara. Media

perantara ini bisa berupa media kabel atau pun media tanpa kabel (nirkabel). Informasi berupa data akan mengalir dari satu

komputer ke komputer lainnya atau dari satu komputer ke perangkat yang lain, sehingga masing-masing komputer yang terhubung tersebut bisa saling bertukar data [1]. Jaringan komputer di bagi berdasarkan : 1. Area a. LAN Local Area Network adalah jaringan yang dibuat pada area tertutup. Misalkan dalam satu gedung atau dalam satu ruangan. Kadangkala jaringan lokal disebut juga jaringan private. LAN bisa digunakan untuk jaringan kecil yang menggunakan resource bersama-sama,

yang menggunakan kabel

sebagai media penghantar, jadi data mengalir pada kabel. Kabel yang umum digunakan pada jaringan komputer

biasanya menggunakan bahan dasar tembaga.

b. Wireless Network Wireless Network adalah jaringan tanpa kabel, dimana komunikasi antar PC

dapat

menggunakan remote infra led

sebagian

besar

sudah

menggunakan

dan teknologi gelombang radio [1].

Personal Computer (PC) sehingga dapat difungsikan sebagai komputer stand

2.2 Komponen Hardware LAN Komponen hardware LAN dapat

alone. 3. Kabel dan Konektor Merupakan media penghubung antara komputer dengan komputer lainnya atau dengan peralatan jaringan lainnya yang digunakan dalam membentuk jaringan. 4. Router Router memiliki kemampuan melewatkan paket IP dari satu jaringan ke jaringan lain yang mungkin memiliki banyak jalur diantara keduanya. Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan

terdiri dari: server, workstation, kabel dan konektor, router, dan switch. 1. Server Secara umum server adalah sebuah komputer yang berisi program baik sistem operasi maupun program aplikasi yang menyediakan pelayanan kepada komputer atau program lain yang sama atau pun berbeda. Komputer server adalah

komputer yang biasanya dikhususkan untuk penyimpanan data yang akan di gunakan bersama, atau sebagai basis data. Selain itu jika menggunakan sistem operasi berbasis network (Network

sejumlah LAN (Local Area Network), sehingga trafik yang dibangkitkan oleh suatu LAN terisolasikan dengan baik dari trafik yang dibangkitkan oleh LAN lain. Jika dua atau lebih LAN terhubung dengan router, setiap LAN dianggap sebagai subnetwork yang berbeda. 5. Bridge Bridge digunakan untuk menghubungkan dua buah LAN dan memungkinkan paket

Operating System), maka komputer server berisi informasi daftar user yang

diperbolehkan masuk ke server tersebut, berikut otoritasnya yang dapat di manage oleh administrator. 2. Workstation Workstation adalah komputer yang

data dari suatu LAN ke LAN yang lain. Sebuah bridge hanya akan meneruskan paket dari suatu segmen ke suatu server, atau ke PC dari segmen lain yang dituju [1].

ditujukan sebagai client, dimana komputer ini sebagai tempat kerja atau pengolahan data yang diakses dari server. Dahulu komputer ini hanya digunakan untuk perpanjangan komputer server jadi jika server down maka komputer client ini tidak berfungsi, tetapi sekarang ini

2.3 Media Server Media server. digunakan untuk

2.4 Video Streaming Video dapat juga disebut sebagai

mendistribusikan on-demand atau webcast suatu konten ke klien. Juga bertanggung jawab untuk mencatat semua aktivitas

gambar-gambar yang bergerak. Dalam video menampilkan sejumlah gambar atau frame dengan kecepatan tertentu yang disebut dengan istilah frame rate, yang dihitung dalam skala frame per second (fps). Seperti jenis data yang lain, data video juga dapat disimpan, diedit, ataupun dikirim melalui jaringan. Video streaming dapat diartikan sebagai suatu metode yang memanfaatkan streaming server untuk mentransmisikan video digital melalui suatu jaringan data sehingga memungkinkan video playback dapat langsung dilakukan tanpa perlu

streaming, yang nantinya digunakan untuk billing dan statistik. Player, dibutuhkan untuk menampilkan atau mempresentasikan konten multimedia (data stream) yang

diterima dari media server. File-file khusus yang disebut metafile digunakan untuk mengaktifkan player dari halaman web. Metafile berisi keterangan dari konten multimedia. Browser web menunduh dan meneruskan ke player yang tepat untuk mempresentasikannya. Selain itu, juga

menunggu sampai proses download selesai ataupun menyimpannya terlebih dahulu di komputer client. Sistem video streaming melibatkan proses encoding terhadap isi dari data video, dan kemudian mentransmisikan video stream melalui suatu jaringan,

berfungsi untuk melakukan dekompresi. a. Streaming media merupakan suatu

sistem yang terdiri dari komponenkomponen yang saling mendukung. Sebuah teknlogi yang memungkinkan distribusi data audio, video dan

sehingga client tujuan dapat mengakses, melakukan decoding, dan memunculkan video tersebut secara real-time[9].

multimedia secara real-time melalui Internet. b. Media streaming merupakan

pengiriman media digital (berupa video, suara dan data) agar bisa diterima secara terus-menerus (stream). Data tersebut dikirim dari sebuah server aplikasi dan diterima serta ditampilkan secara realtime oleh aplikasi pada komputer klien Streaming suara sering juga disebut sebagai streaming media [5].

2.5 Quality of Service (QoS) untuk TV Streaming Pengertian Quality of Service (QoS) adalah kemampuan menyediakan jaminan dan performan layanan pada suatu jaringan. QoS sebagai bentuk suatu ukuran atas tingkatan layanan yang disampaikan ke

klien. Dimana inti proses streaming ini adalah pengiriman harus tiba ditujuan

dapat dakatakan kinerja jaringan tersebut jelek [3]. Tabel 2 Packet Loss Kategori Packet Loss Sangat Bagus 0% Bagus 3% Sedang 15 % Jelek 25 % (Sumber Makalah Jaringan Komputer
UIN Sunan Kalijaga 2010)

dengan tepat tanpa ada gangguan. Pengertian TV Streaming adalah layanan yang

menyajikan program TV lintas jaringan komputer, baik kabel maupun nirkabel. Penelitian ini dianalisa berdasarkan

parameter QoS yaitu delay, jitter, packet loss, dan throughput. Parameter Qos pada TV Streaming: 1. Delay (latency) Delay adalah waktu yang dibutuhkan data untuk menempuh jarak dari asal ke tujuan. Delay dapat dipengaruhi oleh jarak media fisik, kongesti atau juga waktu proses yang lama [3]. Tabel 1 Delay Kategori Delay Excellent Good Poor Unnaceptable Besar Delay < 150 ms 150 s/d 300 ms 300 s/d 450 ms > 450 ms 3. Jitter

Jitter adalah variasi kedatangan paket, hal ini diakibatkan oleh variasi-variasi dalam panjang antrian, dalam waktu pengolahan data, dan juga dalam waktu penghimpunan paket-paket perjalanan jitter [3]. Tabel 3 Jitter Kategori Sangat Bagus Bagus Sedang Jelek Packet Loss 0 ms 0 s/d 75 ms 76 s/d 125 ms 125 s/d 225 ms di akhir

(Sumber Makalah Jaringan Komputer UIN Sunan Kalijaga 2010)

(Sumber Makalah Jaringan Komputer UIN Sunan Kalijaga 2010)

4. Throughhput Throughput adalah kecepatan (rate) data efektif, yang diukur dalam bps.

2. Packet loss Packet loss merupakan banyaknya paket yang gagal mencapai tempat tujuan paket tersebut dikirim. Ketika packet loss besar maka dapat diketahui bahwa jaringan sedang sibuk atau terjadi overload. Packet loss mempengaruhi kinerja jaringan secara langsung. Ketika nilai packet loss suatu jaringan besar,

Throughput merupakan jumlah total kedatangan paket yang sukses yang diamati pada destination selama interval waktu tertentu dibagi oleh durasi

interval waktu tersebut. Jumlah kerja yang dapat diselesaikan dalam satu unit waktu TV. Misal Cara untuk adalah

mengekspresikan

throughput

dengan

jumlah

job

pemakai

tv

Streaming yang dapat dieksekusi dalam satu unit/interval waktu. Dalam sasaran penjadwalan proses, throughput ini

adalah memaksimalkan jumlah job yang diproses per satu interval waktu. Lebih tinggi angka throughput, lebih banyak kerja yang dilakukan sistem [3]. Throughput = Paket diterima 2. Jitter Berdasarkan grafik pada gambar 2 dapat dianalisa bahwa rata-rata jitter saat sistem III. PEMBAHASAN Proses pengukuran parameter Quality of Service (QoS ) mengacu pada nilai melakukan transmisi paket sebesar
Gambar 1 Grafik analisa delay (Sumber Angki, Teknik Telekomunikasi ITS)

Waktu Masuk dan Waktu Akhir

2.068166587 ms. Hal ini disebabkan karena terjadi pengiriman empat paket, dengan masing-masing ukuran paket sebesar 1450 byte yang dikirimkan secara berurutan, sehingga terjadi pembebanan empat kali lebih besar [6].

throughput, jitter, delay, packet loss. Dimana pengukuran nilai tersebut menjadi suatu bentuk yang efisien serta masih dalam batas toleransi kualitas aplikasi video.

1. Delay Berdasarkan grafik pada gambar 1 nilai delay ini merupakan rata-rata selisih waktu antara pengiriman paket pertama dengan paket berikutnya kesisi client dalam durasi waktu selama 2 menit. Pangukuran ini dilakukan menggunakan software wireshark. Dari grafik menujukan bahwa rata-rata delay saat sistem melakukan transmisi paket sebesar 9.999297801 ms. Nilai ini sangat baik sesuai standard ITU-T G.1010(< 10s) [6]. Gambar 2 Grafik analisa jitter
(Sumber Angki, Teknik Telekomunikasi ITS)

3. Packet loss Berdasarkan grafik pada gambar 3 dapat dijelaskan bahwa rata-rata packet loss saat sistem melakukan transmisi paket sebesar 0 % atau tidak adanya paket yang hilang. nilai ini sangat baik sesuai standard ITU-T (< 1%). Nilai packet loss 0% ini bisa terjadi karena dalam komunikasi UDP satu arah
7

(one

way),

sangat

kecil

kemungkinan

dijalankan tanpa harus menunggu selesai didownload seluruhnya dan terus tanpa adanya gangguan. Agar layanan streaming dapat berjalan dengan baik, paramater Quality of

terjadinya collision dan antrian paket yang mengakibatkan ada paket yang hilang [6].

Service (QoS) harus diperhatikan. Hasil dari parameter QoS nya adalah: 1. Dengan ukuran data sebesar 1450 Byte didapatkan untuk Gambar 3 Grafik analisa packet loss
(Sumber Angki, Teknik Telekomunikasi ITS)

nilai kali

rata-rata

throughput sebesar

30

pengiriman

1193.408 Kbps [6]. 2. Rata-rata jitter yang didapatkan sebesar 2.068 ms. Nilai disebabkan karena terjadi pembebanan empat kali lebih besar pada port 9999. Pada standart ITU-T G.1010 tidak ada ketetapan nilai jitter untuk aplikasi video one way [6]. 3. Delay rata-rata untuk 30 kali pengiriman sebesar 9.999 ms, nilai ini sangat baik sesuai standard ITU-T G.1010(< 10s) [6]. 4. Packet loss yang didapatkan sebesar 0%, nilai ini juga sangat baik sesuai standard ITU-T (< 1%) [6].

4. Throughput Berdasarkan grafik pada gambar dapat dianalisa bahwa throughput yang dihasilkan oleh sistem rata-rata sebesar 1193.408178 kbps. Besarnya nilai throughput tergantung oleh besarnya ukuran data dan jumlah paket yang dikirim perdetik, semakin besar ukuran data dan jumlah paket yang dikirim perdetik maka nilai throughput akan semakin besar [6].

V. DAFTAR PUSTAKA [1] Sopandi, Dede. 2006. Instalasi dan Konfigurasi Gambar 4 Grafik throughput
(Sumber Angki, Teknik Telekomunikasi ITS)

Jaringan

Komputer.

Informatika, Bandung. [2] Wahana Komputer. 2006. Pengelolaan Jaringan Komputer di Linux. Salemba Infotek, Jakarta.

IV. KESIMPULAN Streaming


memungkinkan adalah suatu teknologi file dapat yang segera

[3] Qos (Quality of Service). 2010. Makalah Jaringan Komputer. UIN Sunan

Kalijaga, Yogyakarta. Diambil dari

http://imamnet.files.wordpress.com/201 1/01/makalah-quality-of-service.pdf Di akses tanggal 18 Juni 2011. [4] Kelompok 7 QoS. Skema QoS dan Protokol Bandung. Pendukung. Diambil ITTELKOM, dari

http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/72 105158.pdf . Di akses tanggal 18 Juni 2011. [9] Susmini I.L, Wendi Zarman, Dian Perdana. 2010. Perancangan dan

Implementasi Video on Demand pada Jaringan Lokal. Fakultas Teknik

http://www.ittelkom.ac.id/pinguin/kuliah /NGN/Kelompok%207%20QoS.pdf Diakses tanggal 1 Juni 2011. [5] Disribusi Multimedia. 2008. AKPRIND, Yogyakarta. Diambil dari .

Komputer, UNIKOM. Diambil dari http://jurnal.unikom.ac.id/_s/data/jurnal/ v09-n01/volume-91-artikel2.pdf/pdf/volume-91-artikel-2.pdf . Di akses tanggal 18 Juni 2011.

http://elista.akprind.ac.id/staff/catur/Sist em%20Multimedia/11Distribusi%20Multimedia.pdf . Diakses tanggal 1 Juni 2011. [6] Angki. Rancang Bangun RTP Chunk Packet Encapsulator Data AV Stream Format Streaming Diambil RTP Pada Multi-Source Surabaya.

Server. dari

ITS,

http://www.eepis-

its.edu/uploadta/downloadmk.php?id=10 77 . Di akses tanggal 18 Juni 2011. [7] Septima Uzma. Video Streaming dengan Video LAN Project. Teknik Elektro Negeri Padang, Padang. Diambil dari

http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/98 mar097384.pdf . Di akses tanggal 18 Juni 2011. [8] Handayani Sri. 2010. Kajian Web TV. Fakultas Teknologi dan Komunikasi Universitas Diambil dari Semarang, Semarang.