Anda di halaman 1dari 3

Proses & Langkah dalam Melukis, Jenis, Teknik dan Bahannya

Sebuah lukisan mesti dapat menerjemahkan maksud tema, objek, dan gagasan secara representatif.

Seni lukis adalah cabang dari seni rupa yang pengungkapannya diwujudkan melalui karya dua
dimensional. Terdapat dua unsur seni lukis, yaitu garis dan warna.
adapun dua pengertian seni lukis menurut para ahli.

Pertama,
Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan datar dari objek tiga dimensi
untuk mendapat kesan tertentu dengan melibatkan ekspresi, emosi, dan gagasan pencipta secara penuh.
Oleh karena itu, sebuah lukisan mesti dapat menerjemahkan maksud tema, objek, dan gagasan secara
representatif.
Kedua,
seni lukis adalah sebuah pengembangan dari menggambar. Umumnya seni lukis memiliki ciri khas
berdasarkan tema, corak, teknik, dan bentuk karya tersebut.

Jenis lukisan berdasarkan teknik dan bahan yang digunakan


1. Lukisan tempera Lukisan tempera telah dikenal sejak zaman renaissance, cat yang dipakai akan
diaduk dengan perekat yang biasanya dibuat dari putih telur atau sagu. Umumnya, teknik melukis
tempera akan dipakai untuk permukaan tembok, seperti lukisan di gua-gua. Lukisan tempera
dahulu juga digunakan untuk menolak bala.

2. Lukisan al fresco Lukisan al fresco dibuat dengan media dinding yang masih basah dan ditaburi
bahan perekat. Lukisan teknik ini dapat ditemukan di istana Vatikan.

3. Lukisan al secco Hampir sama dengan lukisan al fresco, perbedaannya lukisan al secco dibuat
pada media yang telah kering. Teknik lukisan ini pernah dibuat oleh Leonardo Da Vinci di Gereja
Santa Maria di kota Milan Italia.

4. Mozaik Teknik Mozaik adalah teknik melukis dengan menempelkan pecahan atau lempengan
pada dinding sehingga memunculkan objek tertentu. Bahan yang digunakan adalah pecahan
keramik, porselen, potongan kertas, ataupun batu yang berwarna-warni.
5. Lukisan kaca Umumnya, teknik lukisan kaca dilakukan dengan menggunakan kaca, timah,
kuningan, dan tembaga sebagai penyambungnya sehingga membentuk lukisan. Pertama kali,
lukisan kaca dikembangkan pada zaman Gothic di Eropa sebagai bagian dari arsitektur.
Sementara itu, di Indonesia teknik lukisan kaca pertama kali berkembang sebagai seni industri
rumah tangga di Cirebon, Jawa Barat.

6. Lukisan cat minyak (plakat) Media lukisan cat minyak adalah kanvas atau kain yang telah
diberi cat dasar dan dicampuri larutan lem sehingga tidak tembus ke belakang ketika melukis.

7. Lukisan cat air (aquarel) Bahan yang digunakan untuk lukisan cat air adalah cat berbentuk
pasta dan dicampuri dengan air. Teknik ini dikenal dengan melukis menggunakan sapuan warna
tipis sehingga hasilnya transparan, medianya adalah kertas.

8. Lukisan acrylic Umumnya, hasil dari lukisan acrylic adalah lukisan dengan warna yang cerah
menyala. Lukisan ini sering digunakan untuk berbagai eksperimen, seperti tas, sepatu, dan
berbagai jenis kain lainnya.

9. Lukisan batik Teknik lukisan batik, hampir sama dengan teknik membatik atau dengan menutupi
permukaan kain, lilin, atau malam batik. Kain yang membentuk kain tersebut akan menghasilkan
titik garis bidang ataupun ruang, sehingga menjadi sebuah gambar. Kemudian, hasil akhirnya
akan dicelup ke larutan pewarna.

Langkah-Langkah yang perlu dilakukan dalam melukis berikut.

1. Memunculkan Gagasan Mengembangkan imajinasi tentang ide yang dipikirkan atau dari
pengalaman orang lain. Melihat objek secara langsung, misalnya pantai, pegunungan, dan
sebagainya. Melihat dari buku atau majalah. Melihat dari internet atau dokumen lain tentang
lukisan. Mengunjungi kegiatan seni lukis atau museum.
2. Media berkarya (bahan dan alat) Menggunakan kertas, seperti manila, hvs, dan sebagainya.
Menggunakan tembok, dinding papan, ataupun media yang luas lainnya. Menggunakan media
alternatif, seperti kaca, cangkang telur, dan sebagainya. Dapat menggunakan cat minyak, cat
akrilik, dan sebagainya.

3. Menentukan teknik Teknik aquarel (penggunaan warna transparan) Teknik plakat (warna
(tebal)) Teknik goresan ekspresif dengan menggunakan jari, kuas, atau palet Teknik tebal dan
bertekstur Teknik timbul (mozaik)

4. Membuat sketsa Sketsa adalah gambar awal yang akan dijadikan atau dibuat lukisannya.
Melalui sketsa, nantinya pelukis akan mengembangkan lukisannya dengan lebih sempurna.
Lazimnya, sketsa hanya berupa goresan global dan tidak terperinci.

5. Mewarnai dan menyempurnakan lukisan Mewarnai dan menyempurnakan lukisan dapat


dilakukan dengan dua cara, yaitu: Mewarnai sketsa dengan goresan tipis pada objek pokok
(positif) dan latar belakangnya (negatif). Menyempurnakan lukisan dengan kontur, penyinaran
(spotlight), penegasan, dan penentuan gelap terang. Kendati begitu, tidak semua langkah di atas
dapat dijadikan acuan yang baku. Pasalnya, proses melukis menggunakan bahan yang satu
dengan yang lainnya tidak sama, begitu pula dengan teknik yang digunakan.
Baca selengkapnya di artikel "Proses & Langkah dalam Melukis, Jenis, Teknik dan
Bahannya", https://tirto.id/gjdK

Anda mungkin juga menyukai