Anda di halaman 1dari 17

RINGKASAN FILSAFAT

KATA FILSAFAT BERASAL DARI KATA YUNANI PHILOSPHIA (CINTA AKAN KEBIJAKSANAAN; PHILO (CINTA) SOPHOS (KEBIJAKSAANAAN,). I. APAKAH FILSAFAT ITU????? PERTANYAAN ITU SUKAR UNTUK DIJAWAB, APA LAGI KALAU HARUS DIJAWAB MELALUI DEFINISI. KESULITAN ITU BUKAN KARENA SULITNYA ARTI KATA FILSAFAT, MELAINKAN KARENA BANYAKNYA JAWABAN YANG DIBERIKAN SEJAK FILSAFAT DIUSAHAKAN MANUSIA. PERBEDAAN ITU SESUAI DENGAN TITIK TEKAN DAN LATAR BELAKANG YANG MENDASARINYA. II. DEFINISI DAN BATASAN FILSAFAT PLATO : FILSAFAT ADALAH PENGETAHUAN TENTANG SEGALA YANG ADA. ARISTOTELES : MENYELIDIKI SEBAB DAN HAKIKAT SEGALA BENDA YANG ADA. CICERO : FILSAFAT ADALAH MEMIKIRKAN ILMU YANG TINGGI SERTA BERUSAHA AGAR ILMU ITU DAPAT DIPERCAYAI. IMANUEL KANT : FILSAFAT ADALAH INDUK SEGALA ILMUPENGETAHUAN YANG MENCAKUP EMPAT PERSOALAN, YAITU TENTANG APA YANG DAPAT DIKETAHUI, APA YANG BOLEH DIKERJAKAN, SEJAUH MANA HARAPAN MANUSIA . AL-KINDI : FILSAFAT ADALAH PENGETAHUAN MANUSIA MENGENAI HAKIKAT SEGALA YANG ADA. AL-FARABI : FILSAFAT ADALAH ILMU PENGETAHUAN TENTANG ALAM DAN KEBERADAANNYA UNTUK MENYELIDIKI HAKIKATNYA. PEODJAWIYATNA : FILSAFAT ADALAH PENGETAHUAN YANG BERUSAHA MENCARI SEBAB YANG SEDALAMDALAMNYA BAGI SEGALA SESUATU BERDASARKAN FIKIRAN BELAKA. DRIYARKARA : FILSAFAT ADALAH FIKIRAN MANUSIA YANG RADIKAL , ARTINYA DENGAN MENGESAMPINGKAN PENDIRIAN-PENDIRIAN DAN PENDAPAT-PENDAPAT YANG DITERIMA SAJA MENCOBA MEMPERLIHATKAN PANDANGAN YANG MERUPAKAN AKAR DARI LAIA-LAIN PANDANGAN DAN SIKAP KRITIS. FUAD HASAN : FILSAFAT IALAH SUATU IKHTIAR UNTUK BERFIKIR RADIKAL, RADIKAL DALAM ARTI MULAI RADIC-NYA SUATU GEJALA, DARI AKARNYA SUATU HAL YANG HENDAK DIPERMASALAHKAN. DR.LORENS BAGUS: UPAYA MANUSIA SECARA RASIONAL DIDUNIA YANG MENGEMBARA MENUJU AKHIRAT YANG DIPELAJARI MENURUT SEBAB MUSABAB PERTAMA. DARI BERMACAM DEFINISI TERSEBUT MAKA TAMPILLAH FILSAFAT MANUSIA, FILSAFAT ALAM, FILSAFAT KETUHANAN, FILSAFAT ETIKA FILSAFAT ESTETIKA.

III. BEBERAPA PENGERTIAN 1. Upaya spekulasi untuk menyajikan suatupandangan sistematik serta lengkap tentang seluruh realitas. 2. Upaya untuk melukiskan hakikat realitas akhir dan dasar secara nyata. 3. Upaya untuk menentukan batas-batas dan jangkauan pengetahuan 4. Penyelidikan kritis atas pengandaian-pengandaian dan pernyataan-pernyataan yang diajukan oleh berbagai bidang pengetahuan. 5. Disiplin ilmu yang berupaya untuk membantu anda melihat apa yang anda katakan dan untuk mengatakan apa yang anda lihat. SYARAT BERFIKIR FILOSOFIS 1. UNIVERSAL. 2.RADIKAL 3.RASIONAL, 4. LOGIS. 5. SISTEMATIS IV. TAHAP PEMIKIRAN FILSAFAT 1. TAHAP FILOSOF ALAM : Tahap ini dimulai di Yunani abad ke 6 SM seperti Thales,Anaximenes,Anaximandros,Heraklitos Permanides dan lain-lain. 2. TAHAB FILSAFAT MANUSIA; Pada tahap ini munculah filsuf-filsuf manusia,seperti Socrates, Plato, Aristoteles. Pada priode ini obyeknya adalah MANUSIA DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT. 3. TAHAP TEOLOGI ATAU PRIODE SKOLASTIK Pada Tahab Teologi manusia mulai mempertanyakan siapa pencipta alam. Untuk apa alam diciptakan. Tokonya Plotinus, Anselmus,Thomas Aquinas, Augustinus dan lain-lain . Dalam dunia Islam dikenal , Al-Kindi, Al-Farabi, Ibn Sina dan lain-lain. Ciri pemikiranya disebut saat iatu adalah Teosentris. 4. TAHAP FILSAFAT MODERN Sebelum tahab modern dikenal masa Renaisansce. Dikenal juga dengan istilah manusia terlahir kembali. tahap ini ilmu pengetahuan mulai berkembang , Tokohnya Rene Descartes , Kopernikus, Galelih Galeleo dan lain-lain. Deskartes menyangsikan segala yang ada .Dasarnya adalah kesangsian radikal Jadi ada rehabilitasi rasio. Aku tidak lain adalah kesadaran, dan ucapannya yang terkenal dengan istilah COGITO ERGO SUM, aku berfikir maka aku ada. Descartes melahirkan rasionalisme dalam Filsafatnya lalu menjadi pelopor Dasar ilmu pengetahuan dan filsafat modern. Dan melalui Descartes ini lahir dikotomi antara subyek dan obyek. Pada tahap modern, muncul Imanuel Kan, Ia terkenal dengan filsafat kritisnya , dan Hegel dengan Roh Absolut, David Hume Jonh Loke Barkley terkenal sebagai tokoh emperisme dan lain-lain. 5. TAHAP FILSAFAT ALAM Priode ini disebut Priode ilmu-ilmu alam dengan aliran emperisme, dan positivisme . Pada priode ini ilmu alam mejadi model. Obyek ilmu alam adalah segala sesuatu yang bisa ditangkap dengan indera. Pada tahap posistivisme segala sesuatu harus dikembalikan kepada fakta. Ilmu pengetahuan harus didasarkan pada data inderawi dan dapat dibuktikan sehingga menhasilkan suatu teori, dan

teori tersebut dapat diuji . Bila tidak bisa dilihat dan di uji atau buktikan , maka tidak dianggap sebagai ilmu , hal-hal metafisik ditolask. 6. FILSAFAT SIMBOL/ PRIODE SIMBOL. Priode ini berbagai ilmu dipandang dari sudut sistem simbol. Bahasapun disebut sebagai sistem simbolis. Psychologi, antropologi budaya, gejala, benda-benda dalam kebuadayaan sebagai sitem simbolis yang mewujudkan nilai-nilai dasar kebudayaan (Susan Langer, Philosophy in a New Keyi , hal 4-25.). Didalam sejarah filsafat akan tampak pergumulan para ahli pikir didalam mencari kebenaran dan kebijaksanaan salah satunya adalah tentang filsafat alam Sejumlah definisi, teori dan kriteria kebenaran sudah diajukan sepanjang sejarah filsafat. V. TEORI POKOK TENTANG KEBENARAN Terdapat beberapa teori tentang kebenaran; 1. teori korespodensi (kebenaran berkorenspondensi atau sepadan dengan kenyataan), 2. teori koberensi (kebenaran adalah sistem ide yang koheren) 3. teori paragmatis (kebenaran adalah pemecahan yang memuaskan atau raktis atas situasi problematis) 4. teori semantik (pernyataan-pernyataan tentang kebenaran berada dalam suatu metabahasa dan mengena pada pernyataan-pernyataan dalam bahasa dasar), teori perfomatif (pernyataan kebenaran merupakan persetujuan yang diberikan terhadap pernyataan tertentu). VI. KRITERIA KEBENARAN adalah tanda-tanda yang memungkinkan kita mengetahui kebenaran. Koherensi dan kepraktisan merupakan contoh kriteria macam ini. Adakalanya consensus gentium (kesepakatan umat manusia) dianggap sebagai salah satu kriteria kebenaran. Fungsi Filsafat : Salah satu fungsi filsafat dalah mencari kebijaksanaan. Kebijaksanaan memberikan kita arah, (sense of direction) Kebijaksanaan memberikan kita keutuhan dalam membantu kita memilih secara akurat dan menolak secara cermat, serta memberi arti terhadap eksistensi manusia Orang dapat memiliki pengetahuan, namun dia tetap dianggap orang bodoh yang berilmu.. VII. Bidang Filsafat Bidang filsafat baik pada proses perkembangan sejarah maupun pada prinrinsip pembagian yang diangkat oleh para filsuf terdapat perbedaan perbedaan. Faktor-faktor ini juga mempengaruhi persetujuan (kesepakatan) mengenai garis-garis antara filsafat dan disiplindisiplin lain. 1. Aristoteles memasukan kedalam bidang filsafat : Logika, etika, estetika, psichologi , filsafat politik, psika, metaphisika. Pembahagian terhadap bidang-bidang ilmu yang baginya sebagian besar merupakan pembagian filsafat, mempunyai tiga bagian: ilmu-ilmu teoris, ilmu-ilmu praktis, dan ilmu-ilmu produktif 2. .Bagi Kristian Wolff, bidang-bidang filsafat adalah logika, filsafat pertama, ntologi, teologi, kosmologi, pschologi rasional, etika, dan teori pengetahuan. Disiplin-disiplin ini dibaginya menjadi tiga bagian; teoritis, prktis, dan kriteriologis. 3. Bidang-bidang filsafat sekarang umum diketahui meliputi kebanyakan disiplin yang disebutkan diatas meski ada kekecualian. Fisika dan psichologi telah mendapat privilesennya

sendiri. Filsafat sering dianggap sebagai ilmu politik. Teologi telah digantikan oleh filsafat agama. Disamping itu tanggung jawab filsafat terhadap bidang-bidang lain semakin diakui melalui perkembangan filsafat, studi dan kursus inter disipliner, yang paling penuh perkembanganya ialah filsafat ilmu pengetahuan. Disiplin ini mengandung perbedaan antara Filsafat Ilmu-ilmu Alam dan Filfat Ilmu-ilmu Sosial; Filsafat Sejarah: Filsafat, Hukum dan Filsafat Pendidikan. VIII. RUANG LINGKUP DAN CABANG FILSAFAT 1. Ruang lingkup kajian Filsafat - Wilayah being (yang ada) baik ada sebagai ang ada . ada sebagai Pengada ,dan ada yang mungkin ada . Ada sebagai yang ada disebut juga Ontologia ada sebagai yang tidak tampak atau dibelakang yang ada disebut metafisika.. - wilayah knowing/ epistimologis (wilayah ilmu pengetahuan ). - wilayah axiologi/nilai , dimana wilayah ini berbicara tentang etika dan moral dan estetika / tentang keindahan atau sesuatu yang indah. 2. Cabang filsafat Cabang-cabang filsafat dapat dikemukan dibawah ini : 1. Filsafat Alam. 2. Filsafat Analitis, 3. Filsafat Bahasa Sehari-hari, 4. Filsafat Gestalt 5. Filsafat Kebudayaan, 6 Filsafat kehidupan

Filsafat Alam Filsafat alam ; obyeknya: adalah alam kehidupan dan alam bukan-kehidupan. Tujuannya: Menjelaskan fenomena alam dari aspek-aspek eksistensi fenomena tersebut dan menelusuri syarat kemungkinan gejala tersebut. Filsafat Analitsis; Filsafat analitis merupakan gerakan filsafat abat duapuluh.Aliran ini kuat di Ingris dan Amerika.Gerakan ini memusatkan perhatiannya pada bahasa dan upaya untuk menganalisis pernyatan dan (konsep, atau ungkapan kebahasaan atau bentuk-bentuk logis).Tujuannya adalah untuk menemukan pernyataan yang berbentuk logis dan ringkas dan yang terbaik , yang cocok dengan fakta atau arti yang disajikan. Filsafat Bahasa Sehari-hari. Paham ini menganalisis bahasa a) bahasa yang dipergunakan sehari-hari memadai untuk pemakaian filosofis. b) bahasa semacam ini mengandaikan suatu struktur realitas atau pandangan tentang realitas yang tepat.. Filsafat Kebudayaan Ilmu-ilmu kebudayaan dan khususnya sejarah kebudayaan berupaya memberikan kita gambaran menyeluruh mengenai kebudayaan ( bentuk, nilai, dan kreasinya), Tugas filsafat kebudayaan ialah menyelidiki hakikat kebudayaan, memahaminya berdasarkan sebab-sebab dan kondisi-kondisinya yang asensial. Filsafat kebudayaan juga bertugas menjabarkan kebudayaan pada tujuan-tujuan yang paling mendasar dan karena itu menentukan arah dan luas perkembangan budaya . Filsafat Kehidupan Filsafat kehidupan dalam bahasa-sehari berarti 1) cara atau pandangan hidup,dan ini

bertujuan mengatur segalanya secara parkatis. 2) Etika sebagai suatu ilmu yang berbicara mengaenai tujuan dan kaidah-kaidah kehidupan dapat juga disebut filsafat kehidupan. Filsafat Gestalt, Hal di sekitar kita, adalah keseluruhan yang teratur (meja-meja, rumah-rumah) Yang dapat dipecah-pecah lebih lanjut sampai pada bagian-bagian dasar.

IX. Manfaat Mempelajari Filsafat Manfaat mempelajari filsaf tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Menurut Ahmad Tafsir dalam buku yang berjudul Filsafat Umum sekurang-kurangnya ada empat manfaat mepelajari filsafat yaitu 1) agar terlatih berfikir serius, 2) agar mampu memahami filsafat 3) agar mungkin menjadi filsuf 4) agar mampu menjadi warga negara yang baik. Sebenarnya masih banyak manfaat lainya dari mempelajari filsafat bisa mencerahkan pemikiran , bisa membahagiakan , jernih dalam melihat persoalan, luas pandangan, dan lain sebagai. X. SEJARAH TIMBULNYA FILSAFAT Sejarah pemikiran filsafat sudah dimulai di Yunani pada kira-kira abad ke 6 SM oleh para filsuf alam, yaitu Thales, Anaximander, Anaximenes, dan lain-lain para filsuf yang muncul pada priode ini dikenal sebagai filusuf alam karena fokus pemikiran meraka tentang alam . Pada priode selanjutnya , disebut priode kedua /tahab kedua, muncullah filsuf-filsuf manusia, seperti Socrates, Plato, Aristoteles. Pada priode ini minat-minat para filsuf bergeser obyeknya, yaitu dari alam ke manusia dan kehidupan masyarakat. Plato adalah seaorang idealis . Ia dikenal dengan dua dunia yaitu dunia idea dan dunia nyata. Dunia nyata ini berasal dari dunia idea, yaitu dunia yang ada disana , dan dunia nyata ini hanyalah bayangan dari dunia idea. Pengetahuan yang benar adalah pengetahuan yang berasal dari dunia ide. Beda halnya dengan muridnya Aristoteles berpendapat bahwa ilmu pengetahuan itu hanya mungkin berdasarkan dunia kongrit. Ia memulai dengan hal-hal yang kongrit. Aristoteles adalah orang yang amula-mula amemperkenalkan dasar-dasar emperisme. Priode ketiga yaitu priode Skolastik. Pada priode ini agama Kristen menjadi tempat berpijak.Agama dikembangkan menurut berbagai argumentasi dimana filsafat menjadi teologi (argumentasi menopang keimanana). Rasio diragukan untuk membuktikan eksisten Tuhan, dan filsafat menjadi teologi dimana filsafat sebagai usaha rasional samapai dasar-dasar pemikiran dan rasio didiskreditkan. Priode keempat adalah priode filsaf modern dengan tokoh utamanya adalah Rene Descartes. Decar memakai metode metematika, Dan yang penting bertolak dari aksioma ke kekesimpulan tepat. Tempat berpijak adalah segala sesuatu yang kita kenal disangsikan Ia menyangsikan segala yang ada .Dasarnya adalah kesangsian radikal Jadi ada rehabilitasi rasio. Menurut Descartes manusia terdiri dari substansi kaesadaran dan restensia (manusia merupan benda dan jiwa), Aku tidak lain adalah kesadaran, dan ucapannya yang terkenal denga istilah cogito ergo sum, aku berfikir maka aku ada. Hanya kesadaran yang memberikan kepastian. Kebenaran inilah yang merupakan kebenaran sesuangguhnya. Dengan adanya kebenaran rasio maka Descartes melahirkan rasionalisme Filsafatnya lalu menjadi pelopor Dasar ilmu pengetahuan dan filsafat modern. Dan melalui Descartes ini lahir dikotomi antara subyek dan obyek. Kemudian lahir priode kelima yaitu priode ilmu-ilmu alam dengan aliran positivisme dan emperisme. Pada priode ini ilmu alam mejadi model. Obyek ilmu alam adalah segala sesuatu yang bisa ditangkap dengan indera. Pada tahap posistivisme segala sesuatu harus dikembalikan kepada

fakta. Ilmu pengetahuan harus didasarkan pada data inderawi. Selanjutnya sampai pada priode keenam yang dinamakan priode Sibol. Priode ini berbagai ilmu dipandang dari sudut sistem simbol. Bahasapun desebut sebagai sistem simbolis. Psychologi, antropologi budaya, gejala, benda-benda dalam kebuadayaan sebagai sitem simbolis yang mewujudkan nilai-nilai dasar kebudayaan . 4.1.Filsafat Pra Socrates Filsafat Yunani dalam sejarah filsafat merupakan tonggak pangkal munculnya filsafat. Pada waktu itu sekitar abad VI Sebelum Masehi di wilayah Yunani mucul pemikir-pemikir, yang dijadikan pokok persoalan adalah mengenai alam (cosmos) tujuan filosofi mereka adalah memikirkan soal alam besar. Dari mana terjadinya alam, itulah yang menjadi sentral persoalan bagi mereka. Pemikiran yang demikian, waktu itu merupakan pemikiran yang sangat maju, rasional dan radikal. Sebab pada waktu itu banyak orang hanya menerima begitu saja keadaan alam seperti apa yang dapat ditangkap dengan inderanya, tanpa mempersoalkan lebih jauh. Sedang dilain pihak orang cukup puas menerima keterangan tentang kejadian alam dari cerita nenek moyang, mythe legenda atau gugon tuhon. lanjutkan bahan sejarah Para filosof alam tersebut tidak mempercayai cerita yang demikian, dan menganggapnya sebagai tahayul yang tidak masuk akal. Karena itulah mereka berusaha untuk mendapatkan keterangan tentang inti dasar alam itu dari daya pikirnya sendiri. Maka pantas mendapat sebutan sebagai pemikir yang radikal, karena pemikiran mereka sampai pada akar (radik) dari alam yang dipersoalkan. 4.1.1. Thales (625-545 SM) yang asal adalah air Thales terkenal karena petuahnya yang pendek-pendek, sebagai kenal dirimu, segalanya berkira-kira, ingat akhirnya, tahan amarahmu. Menurut cerita Thales sangat menyisihkan diri dari pergaulan biasa, dan pikirannya terikat pada alam semesta. Menurut keterangan Aristoteles, kesimpulan ajaran Thales adalah semuanya itu air. Air yang cair itu adalah pangkal pokok dan dasar (Principle) segala-galanya. Semua barang terjadi daripada air dan semuanya kembali kepada air itu pula. Jadi yang pokok pangkal yang prinsip asala arkhe adalah air. Bagi Thales, air adalah sebab yang pertama dari segala yang ada dan yang jadi. Tetapi juga akhir dari segala yang ada dan yang jadi itu. Di awal air di ujung air. Asal air pulang ke air. Dalam pandangan Thales tak ada jurang yang memisahkan hidup dengan mati, semuanya satu. Dan sebagai orang menurut masanya, ia percaya bahwa segala benda itu berjiwa, benda itu bisa berubah rupanya, bisa bergerak, bisa timbul dan hilang semuanya itu atas kodratnya sendiri. 4.1.2. Anaximandros ( 619-547 SM) Anaximandros adalah murid dari Thales. Menurut pendapatnya langit itu bulat seperti bola. Bumi terkandung di tengah-tengahnya bangunnya seperti silinder, bulat panjang dan datar pada atasnya. Seperti juga dengan gurunya Anaximandros mencari akan asal dari segalanya. Ia tidak menerima saja apa yang diajarkan oleh gurunya. Yang dapat diterima akalnya adalah bahwa yang asal itu satu, tetapi yang satu itu bukan air, menurut dia barang asal itu tidak terhingga dan tidak berkeputusan. Yang asal oleh Anaximandros apeiron yaitu zat yang tidak terhingga dan tak tebatas dan tidak dapat dirupakan, tak ada persamaannya dengan apapun. Segala yang kelihatan itu, yang dapat ditentukan rupanya dengan panca indera kita, adalah barang yang mempunyai akhir, yang berhingga, yang panas dibatasi oleh yang dingin, yang cair dibatasi oleh yang beku, yang terang dibatasi oleh yang gelap. Segala yang tampak dan terasa, segala yang dapat ditentukan rupanya dengan panca indera kita semuanya itu mempunyai akhir ia timbul (jadi), hidup, mati dan lenyap. Segala yang berakhir berada dalam kejadian senantiasa, yaitu dalam

keadaan berpisah dari yang satu kepada yang lain. Yang cair menjadi beku dan sebaliknya. Semua itu terjadi daripada apeiron dan kembali pula kepada apeiron. Jika kita memperhatikan sifat-sifat yang diberikan oleh Anaximandros tentang apeiron yaitu zat atau sesuatu yang yang tidak terhingga dan tak terbatas, tak dapat diserupakan dengan alam, maka barang kali yang dimaksud dengan apeiron adalah Tuhan. 3.1.3. Anaximenes (585-528 SM). Anaximenes adalah murid Anaximandros. Pandangan filsafatnya tentang kejadian alam ini sama dasarnya dengan pandangan gurunya. Ia mengajarkan bahwa barang yang asal itu satu dan tak berhingga hanya saja ia tidak bisa menerima ajaran Anaximandros. Bahwa barang asal itu tidak ada persamaannya dengan barang yang lain dan tidak dapat dirupakan. Baginya yang asal itu mestilah satu dari yang ada dan yang tampak. Barang yang asal itu adalah udara. Uadara itulah yang satu dan tidak berhingga. jiwa kita yang tidak lain dari udara, menyatukan tubuh kita demikianpun udara mengikat dunia ini menjadi satu. Anaximenes mengemukakan suatu soal baru yang belum didapat pada Thales dan Anaximandros. Ketiganya berpendapat, bahwa ada yang asal menjadi pokok segalanya tetapi Anaximenes maju selangkah lagi dengan bertanya : gerakan apakah yang menjadi terjadinya alam yang lahir yang banyak ragam dan macamnya dari barang yang asal itu?. Sebagai ahli ilmu alam, Anaximenes mencari jawabnya dengan memperhatikan pengalaman, semuanya terjadi dari uada. Kalau udara diam saja, sudah tentu tidak terjadi yang lahir itu dengan berbagai macam dan ragam. Sebab itu gerak udara alam yang menjadi sebab jadinya udar bisa jarang dan padat. Kalau udara menjadi jarang, terjadilah api. Kalau udara berkumpul menjadi rapat terjadilah angin dan awan bertambah padat sedikit lagi turunlah hujan dari awan itu. Dari air terjadi tanah dan tanah yang sangat padat menjadi batu. Dalam pemahamannya tentang bangun alam ia terbelakang dari Anaximandros. Menurut pendapatnya dunia ini datar seperti meja bundar dan dibawahnya ditopang oleh udara. Udara yang mengangkatnya itu tidak punya ruang untuk bergerak dan tersebar, sebab itu tetap duduknya dan oleh karena itu bumi itu tetap pada tempatnya. 4.1.4. Pythagoras (580-500 SM). Filsafat Pythagoras beraliran mistik, ia berdasar pada pandangan agama, yang mengutamakan kesucian jwa. Jiwa manusia adalah penjelmaan Tuhan yang jatuh kedunia karena berdosa. Jiwa akan kembali kepangkuan Tuhan kalau sudah suci. Selama jiwa itu tidak suci, jiwa itu akan berpindah kedalam berbagai bentuk makhluk. Penyucian jiwa dengan cara perbuatan luhur. Juga dengan nyanyian agama (zikir) serta berpantang daging dan kacang-kacangan. Segala barang hakekatnya adalah angka-angka yang terdiri dari hal-hal yang berlawanan. Pemikiran Pythagoras tentang Tuhan diterima oleh Empedokles, demikian pula unsur asal air, api, dan udara dari filsuf sebelumnya sebagai anasir bersama dengan tanah. Alam ini pada mulanya adalah satu, disatukan oleh cinta, tetapi alam yang satu itu dipecah oleh benci. Cinta dan benci itu kodrat yang membawa persatuan dan perpisahan. Wujud alam yang beragam disebabkan perbedaan bobot empat unsur tersebut. bersatu, berpisah dan seterusnya silih berganti terjadilah percampuran yang berbeda-beda pula. Tiada barang yang baru dalam artian berasal dari empat unsur pokok. Cinta membawa keinginan bersatu mendatangkan kesejahteraan dan keselarasan dalam semesta.

Segala barang-barang yang ada didunia inipun demikian terdiri dari hal-hal yang berlawanan. Terbatas tidak terhingga Diam gerak Lurus bengkok Terang gelap Baik jahat Bujur sangkar empat-persegi panjang

Ganjil genap Satu banyak Kanan kiri Pria wanita Susunan kosmos yang heliosentris berasal dari ajaran Pythagoras. Pandangannya terhadap angka-angka mengembangkan ilmu hitung dan matematik. Pokok-pokok pemikiran Pythagoras dan para pengikutnya adalah tentang jiwa, etika, heliosentris dan angka-angka. Pemikiran Phythagoras tentang Tujhan diterima oleh Empedocles demikian pula unsur dasar air, api, dan udara dari filsuf sebelumnya sebagai anasir bersama dengan tanah. Alam ini pada mulanya adalah satu , disatukan oleh cinta, tetapi alam yang satu itu dipecah benci. Cinta dan benci itu kodrat ysng membawa persatuan dan perpisahan . Wujud alam yang beragam disebabkan perbedaan bobot emapat unsur tersebut . Bersatu, berpisah dan seterusnya silh berganti terjadilah percampuran yang berbeda-beda pula . Tiada barang yang baru dalam artian berasala dari empat unsur pokok. Cinta membawa keinginnan bersatu mendatangkan kesejahteraan dan keselarasan dalam semesta. . Dari bermacam kadar (Prosentase) campuran secara bertahap (evolusi) terjadilah tumbuhantumbuhan, hewan dan manusia. manusia akan kembali kedalam pangkuan tuhan dilangit. Karena cinta itu membawa persatuan, hendaklah orang menjaga persatuan dan hidup dengan semangat berkasih-kasihan dan cinta-mencintai. Pythagoras, Samos (580-505 SM) Barang yang asal tidak bisa berubah menjadi yanng baru, keadaannya tetap, karena dari segalanya bisa terjadi segalanya, maka ada segalanya dalam segalanya. Tiap barang mengandung segala zat barang, itu perlu untuk pertumbuhan dan penggantian yang panas. Di dalam makanan dan minuman telah ada zat-zat kulit, tulang, daging dan darah. Barang yang beragam itu disebabkan susunan campuran zat asal. Untuk mengetahui kebenaran diluar kemampuan panca indra, ia hanya didapatkan dengan kekuatan fikiran. Filsuf-filsuf Atomis 1. LEUKIPPOS, DAN DEMOKRITOS. LEUKIPPOS , (460-370 SM). Ia adalah pendasar aliran atomisme. Berasal dari Miletos semenbtara orang mengatakabn ia berasal dari Ilea. Pendapat Leukippos dinamakan atomis, yang kemudian dilanjutkan muridnya Demokritos. Unsur asal adalah atom (a + tomos tidak terbagi) zat yang membentuk molekul, ia tidak dapat dilihat mata. Disamping atom-atom yang tidak terhingga terdapat di ruang kosong. Dengan kodratnya atom-atom itu bergeraknya ruang kosong. DEMOKRITOS, Abedra (460-360 SM) Ia melanjutkan dan mengembangkan teori atom dan ruang Leukippos untuk mengatakan ada ruang kosong, Demokritos mengungkapkan empat hal: - Gerakan terjadi karena ada ruang kosong. - Suatu barang bisa menjadi mekar dan padat, jika diantaranya terdapat ruang kosong. - Hidup dari kecil jadi besar disebabkan karena makanan dapat masuk pada ruang kosong dalam badan. - Jika dimasukan abu kedalam gelas yang berisi air, melimpahlah sebagian air itu keluar. Atom dan ruang kosong merupakan patokan Demokrotis tentang alam. Anasir utama adalah api, atom api itulah yang paling sempurna dan mudah bergerak, Ialah dasar gerakan, ia itulah yang disebut jiwa. Pernapasan adalah tidak lain dari pada gerakan udara kedalam dan keluar badan. Panca indra tiada dapat sampai kepada kebenaran, ia hanya bisa dicapai dengan fikiran, rasio. Akal : adalah segala-galanya awal dan akhir, ia rasionalis...)

4.1.5. Heraklitos (540-480 SM). Ia lahir dikota Ephesos di Asia minor. Dia mempunyai pandangan sendiri yang berlainan dari pendirian filosof sebelumnya ia juga terpengaruh ala pikir filosof alam dari miletos. Air juga menyatakan bahwa asal segala suatu hanyalah satu anasir yakni api. Api itu leboh daripada air dan udara, dan setiap orang bisa melihat sifatnya sebagai mudah bergerak dan mudah bertukar rupa. Api itu membakar semuanya menjadikan semuannya itu menjadi api dan akhirnya menukarkan lagi menjadi abu. Sungguhpun Heraklitos memandang api sebagai anasir yang asal, pandangannya semata-mata tidak terikat pada alam luar, alam besar seperti pandangan 4.1.6. SOCRATES (469-399 SM) Mengenai tahun kelahiran Saocrates tidak ada orang yang mengetahui secara pasti. Hanya dapat diketahui tahun kematiannya, bahwa ia dihukum mati melalui hukuman minum racum pada tahun 399 oleh lawan pemikirannya yaitu kaum Sofis . Kaum Sofis terkenal dengan alirannya Sofistik . Bagi kaum Sofis kebenaran itu bersifat relatif tidak ada kebenaran mutlak., Manusia tidak akan mampu menemukan kebenaran .(dengan K BNESAR :Yang Mutlak). mereka terkenal dengan semboyannya: Manusialah ukuran dari segala yang ada .. Maksudnya, manusia yang bersifat individual adalah manusia yang hidup sesuai dengan selera dan keinginan hatinya. Tokohnya yang terkenal antara lain Protagoras. Gorgias .Protagoras [481-411} Syahadat Protagoras sederhana karena ia mengutamakan kepraktisan ___ jika suatu pandangan tak bisa diterapkan , maka pandangan itu tak sahih, maka bisa disisihkan. Yunani pada waktu itu terjadi krisis pemikiran .Ajaran bahwa semua kebenaran itu relatif telah menggoyahkan teori-teori sains yang telah mapan mengguncangkan keyakinnan agama serta merobohkan nilai-nilai yang telah mapan. Itulah salah satu pengaruh buruk yang tertangkap dari pengaruh kaum Sofis. Disi lain berkembangnya ilmu baru seperti retorika, dan lahirnya revolusi secara intelektual. Sofisme membangkitkan kehidupan gaya baru, yang mempengaruhi ahli sejarah, para penulis drama dan yang lebih penting lagi :oleh sofisme manusia ditempatkan di pusat perhatian. Dalam bahsa Yunani kata sophisma yang artinya kira-kira akal cerdik ketrerampilan beragumen, dengan konotasi licik dipakai dalam perdebatan atau pengajaran dengan satu tujuansaja : agar keluar sebagai pemenang, agar semua lawan bicara akhirnya menerima argumen sang pembicara. Para guru sofis mengajar secara berkeliling bahkan juga dipasar-pasar. Sofis mengajarkan matematika, retorika, tata bahasa, logika, hukum sastra, dan poltik. Ajaran kaum Sofis yang semuanya bersifat relatif dengan segala keuntungan dan kerugian terhadap kaum Atena membuat Socrates dan kawan-kawan menyatakan secara terangterangan ketidaksukaan mereka tehadap para filsuf gadungan itu. Meski jelas fasih bersilat lidahdan menyusun argumentasi , kaum sofis dikatanan merusak logika menalar yang benar: memanipulasi para murid dan pendengar ; suka memutar balikkan fakta; hanya mengikuti moda dan menuruti apa maunya atau pendengar .Oleh karena itu Sokrates bangkit dan berusaha meyakinkan orang Atena bahwa tidak semua kebenaran bersifat relatif; ada kebenaran umum yang dapat dipegang oleh semua orang . Sebagian kebenaran memang ada relatif, tetapi tidak semua. Socrates tidak meningalkan pemikiranya yang bersifat tulisan, Ajaran hanya disampaikan melalui lisan melalui dialog dengan murid-muridnya antara lain melalui ajaran Plato. Kehidupan Socrates berada ditengah-tengah keruntuhan imperium Athena Pemuda Athena pada masa itu dipimpin oleh doktrin relativisme dari kaum Sofis sedangkan Socrates adalah seorang penganut moral yang absolut dan meyakini bahwa menegakan moral merupakan

tugas filosofis, yang berdasarkan idea-idea rasional. Menurut Socrates ada kebenaran yang bersifat obyektif yang tidak bergantung kepada saya atau kita. Ini adalah pusat permasalahan yang dihadapi Socrates . Untuk membuktikan adanya kebenaran obyektif , Socrates menggunakan metode tertentu yang bersifat praktis dan dijalankan melalui percakapan.. Ia menganalis pndapat-pendapat . Setiap orang mempunyai pendapat mengenai salah dan tidak salah, misalnya ia bertanya kepada negarawan, hakim, tukang, pedagang dan sebagainya. Metode yang digunakan Sorates biasanya disebut dialektika,. Mengenai metode Socrates dapat ditemukan dalam catatan Aristoteles dalam Traktat-nya Ada dua penemuan yang menyangkut Sokrates, kedua-duanya berkenaan dengan dasar pengetahuan. Yang pertama ialah ia menemukan i n d u k s i dan yang kedua ia menemukan d e f i s i . Definisi ialah penyebutan semua ciri esensi sesuatu obyek dengan menyisihkan semua ciri aksidensinya . Orang sofis beranggapan bahwa semua pengetahuan adalah relatif kebenarannya , tidak ada pengetahuan yang bersifat umum. Dengan definisi itu Socrates dapat mebuktikan kepada orang sofis bahwa pengetahuan yang umum ada, yaitu definisi itu. Jadi orang sofis tidak seluruhnya benar : yang benar ialah sebagian pengetahuan bersifat umum dan sebagian bersifat khusus ; yang khusus itulah pengetahuan yang kebenaranya relatif. Plato meperkokoh tesis Socrates . Ia mengatakan bahwa kebenaran umum itu memang ada. Ia bukan dicari dengan induksi seperti Prasocrates, melainkan telah ada di- sana di alam idea . Kubu Socrates semakin kuat . Orang Sofis semakin kehabisan pengikut. Ajaran bahwa semua itu serba relatif semakin ditinggalkan , semakin tidak laku. Orang Sofis kalap, lalu menyebar isu bahwa Socrates merusak mental pemuda dan menolak tuhan-tuhan. Socrares diadili oleh hakim Athena. Pengadilan memutuskan bahwa Socrates dihukum dengan hukuman minum racun. Socrates sempat dipenjarakan selama satu bulan. Selama dalam penahannya itu para sahabat-sahabat dan murid Socrates menganjurkan utnuk melarikan diri , salah seorang diantara mereka , yaitu Krinton, mengusulakan supaya Socrates melarikan diri, tetapi Socrates menolak. Di dalam dialog yang berjudul Phaidom, Plato menceritakan percakapan Socrates dengan para muridnya pada suatu senja dengan tenang meminum racun , dikelilingi oleh para sahabatnya (lihat Bertens.1975:83.)

Kekuatan pemikiran Socrates ini bekerja terus di dalam mazhab-mazhab pengikutnya. Mazhap-mazhap itu bukan mewujudkan kesatuan-kesatuan yang tertutup sperti yang terjadi pada mazhab Pythagoras dan Akademia Plato. Mazhab-mazhab yang terkenal adalah mazhab Kunis, dari Antisthenes dan mazhab Kurenis dari Aristipos. SOFIS Pada pertengahan abad V SM timbul suatu aliran baru dengan gaya praktek yang tidak lazim. Kaum Sofis adalah orang perantauan Yunani di Asia kecil tumbuh dan berkembang sangat pesat. Kaum Sofis mempopulerkan pendidikan. Mereka membara dari kota ke kota lain menjual ilmunya. Waktu itu kegiatan memberikan didikan dan binaan dengan imbalan belum dapat dipahami sebagai hal yang wajar. Kebenaran menurut sofist itu sangat tergantung pada kepentingan orang tersebut dan sifatnya relatif, tiada kebenaran yang umum yang dapat berlaku pada setiap orang dan setiap kasus. Yang sekarang benar, besok dan lain waktu bisa saja ia tak benar, demikian pula dalam kasusnya. Tiada kebenaran umum yang dapat dipegang semua orang. Ajaran mereka menyesatkan. Untuk menegakkan hak bukanlah dari benar atau salah, tetapi dari segi kemampuan orang memperahankannya. Kemampuan pidato dari seorang orator ulung sangat dibutuhkan dalam usaha menegakkan hak dan mempengaruhi pendapat umum. Retorika menjadi suatu ilmu yang vital. Kepandaian bersilat

lidah lebih penting dari pada menegakkan hukum. Bagi Sokrates dan pemikir lainnya hukum perlu dibela dan ditegakkan, walaupun yang bersangkutan menjadi rugi. Itulah etik kehidupan, demikian Sokrates dan yang sepaham dengan dia. Dewasa ini kita mengetahui bahwa ilmu itu memang relatif, namun demikian masih ada kebenaran umum. Tidak demikian bagi sofist, semuanya relatif dan subyektif. Kaum sofist yang tinggal di perantauan Yunani di Asia kecil memang orang yang banyak pengetahuan yang didapatkannya dalam pergaulan dan hubungannya dengan orang-orang tetangga ditimur yang telah tinggi peradabannya. Cuma sayangnya kaum sofist ini menyalahgunakan ilmu yang dimilikinya, dikarenakan mereka membutuhkan uang untuk nafkah kehidupan. 4..1.7.. PLATO . (427-347 SM) Filsafat Plato mempunyai peranan yang amat penting dalam perkembangan pemikiran para filsuf selanjutnya . Pemikiran Plato itu kemudian menjadi amat menarik bila didilaogkan dengan pemikiran muridnya yang bernama Arisoteles. Pemikiran Plato bercorak antroposentris yang sebenarnya telah dimulai pada masa Socrates (gurunya) dan sekaligus ia menyempurnakan pandangan-pandangan Socrates. Menurut Plato, kebenaran umum (definisi) bukan dibuat dengan cara dialog yang induktif seperti pada Socrates; pengertian umum itu telah tersedia di s a n a di alam idea. Menurut Plato esensi mempunyai realitas, realitass itu ada di alam idea. Problem pokok yang banyak menjadi titik tolak pemikiran Plato adalah problem keterlemparan Jiwa manusia ke dalam dunia jasmani , konkretnya tubuh , dan tubuh disebut sebagai penjara jiwa. Problem yang terus digumuli ini berpangkal pada tegangan yang mengarus pada zaman itu , antara pemikiran tentang ada-tiada dan tentang menjadi Plato melontarkan pemikiran tentang adanya dua dunia : yaitu Dunia Idea dan Dunia Jasmani(dunia bayangan). Pemikiran Plato masih dipengaruhi mitos-mitos yang berkembang dimasanya oleh karena itu , pemikiran Plato sesungguhnya bersifat pra rasional murni , artinya dalam pemikiran Plato unsur-unsur nitos tetap menjadi dasar pijakannya. Ia melihat dirinya sebagai penerus gagasan Permanides , terutama mengenai yang tetap dan yang berubah. Ia membuat pembedaan(walau tidak sempurna) antara dunia kebenaran serta realitas inteligibel dan suatu dunia indrawi yang senentiasa dalam proses menjadi. Dalam Republic V, Plato mengambil skema Permanides (tanpa mengakuinya) dalam membedakan yang sunguh-sungguh rel dan tidak dapat diketahui dengan yang sungguh tidak real dan tidak dapat diketahui. .Antara dua dunia ini terdapat suatu dunia pengalaman yang mengambil bahagian dalam being dan non being . Jelaslah bahwa dunia kongret harus juga memiliki semacam being dan karena itu dengan cara tertentu harus dihubungkan dengan realitas yang benar. Karena itu, jelas bahwa harus ada kurang lebih tiga tingkatan realitas. Dengan membedakan tingkat-tingkat realitas. Dia mengatakan bahwa pengetahuan hanyalah tentang forma, namun pengetahuan ini diperoleh dari pengetahuan inderawi melui prinsip imitasi dan partisipasi .Dengan demikian secara implisit Plato mengakui dunia indrawi dalam mencapai ilmu pengetahuan. Aristoteles melontarkan krtik bahwa Plato memisahkan forma-forma dari dunia indrawi.Aklibatnya kritik ini menyuburkan interpretasi bahwa plato merendahkan peranan pengalaman dan indrawi dalam memperoleh pengetahuan.Sungguh Plato melihat bahwa jiwa manusiawi dan forma lebih real dari pada segala sesuatu yang berada dalam lingkup dunia indrawi . Ini dapat dilihat dalam ungkapan-ungkapan seperti ini tubuh adalah penjara jiwa atau kubur jiwa . Seperti apa yang telah dibicarakan diatas jelaslah dimana Plato mengenal peranan pengalaman idrawi dalam usaha pencapaian pengetahuan tentang forma. dengan pengakuannya bahwa obyek-obyek indrawi sebahagian bersifat real dan dengan cara

tertentu menyerupai sesuatu yang sungguh-sungguh real. Plato sama sekali tidak bermaksud merendahkan peranan persepsi indrawi . - Teori Ide Plato 1 Walaupun indera-indera kita menyingkapkan bagi kita hanya dunia yang selalu menjadi dan perubahan yang merupakan semacam titik tengah antara eksistensi sejati dan non eksistensi (ketiadaan) rasio ( nous) maju terus untuk menemukan ide-ide, bentuk-bentuk, obyek-obyek abadi yang tidak dapat diindarai. Kesemuanya ini adalah diatas dan melampai hal-hal yang inderawi dari dunia ini dan memberikan makna yang sejati bagi dunia yang berubah dan kehidupan manusia . Segala sesuatu yang berubah berpartisipasi dalam ide-ide tersebut, serta menirunya.naik kedunia ide-ide, khususnya kepada Yang Indah, terjadi karena keinginan besar dan eros yang merupakan cinta (Platonis) yang menghasratkan dan merupakan hal yang indah dan hal yang benar. Ide-ide tersebut berlabuh dalam Allah. 2 Dunia tidak diciptakan: materi dibentuk oleh Demiurge menjadi kosmos dan di jiwai dengan satu jiwa dunia.Jiwa tersebut merupakan prinsip gerakan dan kehidupan. Ia berasal dari satu dunia yang lebih tinggi yang melampaui dunia ini. Naiknya roh manusia ke kontenplasi ide-ide tersebut yang dilihat secara intuitif oleh jiwa., Jiwa dapat memiliki intuisi itu karena sebelumnya hidup di dunia ide. Proses ini digerakan oleh barang-barang materialyang merupakan bayang-bayang kabur dari ide-ide tersebut. 3 Tujuan kehidupan manusia ialah menjadi seperti Allah, Ide sempurna dari Yang Mutlak. Kondisi untuk memperoleh tujuan ini ialah pembentukan dan pendidikan yang tepat dalam dan melalui komunitas yang terorganisir secara rasional. Plato melukiskan komunitas ideal ini secara rinci dalam karyanya , The Republic dan kendati kurang radikal dalam risalahnya tentang hukum yang dikarang pada usia tuanya. Sebagaimana harus ada harmoni dalam jiwa manusia antara tiga bagiannya hal yang bersifat nikmat, marah dan yang rasional demikian juga harmoni dan keadilan harus meraja dalam masyarakat atau negara. Menurut Plato, gerak terdiri dari dua jenis; 1) Gerak yang diberikan dari luar pada suatu benda. Benda itu itu mengerakakan benda lainhya lewat kontak . 2) Gerak yang bergerak sendiri, gerak yang bersumber didalam benda itu sendiri dan tidask diberikan oleh suatu dari luar.. Hanya jiwa-jiwa (roh-roh) memilki sumber gerakan internal. Hanya jiwa-jiwa mempunyai gerak sendiri. Gerak yang diberikan dari luar pada akhirnya tergantung pad gerak abadi dan yang bergerak sendiri dala jiwa-jiwa (roh-roh). Pada akhirnya semua gerak dalam alam semesta tergantung pada aktivitas suatu Jiwa Dunia. Menurut Plato bahwa materi tidak aktif. Satu-satunya yang dapat mengerakkan yang tidak bergeak hanyalah jiwa, yang dapat mengerakan dirinya sendri ( bergerak sendiri secara abadi). Dunia real ideide tidak beregerak. Ide itu sempurna, tetap, dan tidak berubah. Dunia yang kelihatan serta ilusif bergerak terus menerus ( mengalir terus menerus, berubah). -Unsur Negara Negara juga mempunyai tiga bagian : para filsuf sebagai penguasa, para tentara sebagai pelindung dan rakyat biasa bergelut dalam urusan bisnis. Setiap bagian hendaknya memenuhi fungsi yang diberikan kepadanya. Suatu program pendidikan dan latihan yang cermat hendaknya mempersiapkan para filsuf dan angkatan bersenjata bagi posisinya dalam masyarakat. Dua kelompok ini hendaknya tidak mempunyai milik pribadi. Harta, isteri dan anak-anak merupakan milik bersama, dan diatur menurut aturan yang sangat ketat. Melalui buku yang ke-10 Plato berupaya mengambil sikap melawan keyakinan-keyakinan yang primitif dari rakyat awam dan sikap-sikap skeptis dari kaum sofis muda berkaitan

dengan masalah-masalah universal tentang imortalitas pribadi, tujuan akhir manusia, dan tentang tanggung jawab dalam kehidupan nanti atas perbuatan-perbuatan kehidupan sekarang ini. 4.1.8.ARISTOTELES (384-322 sM) A. RIWAYAT HIDUP ARITOTELES Aristoteles dilahirkan di Strageria , Yunani Utara. Ayahnya adalah seorang raja Macedonia (Amyntas II), dari kecil sudah terdidik dan mewarisi minat yang besar pada ilmu pengetahuan empiris. Pada usia 18 tahun ia mulai belajar filsafat di Akademia, menjadi murid Plato selama 20 tahun. Latar belakang hidup seperti itulah yang mewarnai konstruksi pemikirang filosofis yang dibangunnya. B. KARYA-KARYA ARISTOTELES Dari berbagai sumber sejarah para ahli menyatakan lebih dari 400 buah naskah terpisah dikatan karya Aristoteles. Dari jumlah tersebut hanya 50 buah yang selamatsampai kemasa kinidan hanya setengahnya keasliannya yang disepakati.Karya ilmiyah Aristoteles dapa dikelompokan dalam tiga golongan. Perama karya-karya populer, konon ditulis dalam bahasa yang mudah difahami masyarakat, dengan gaya yang memikat, umumnya dalam bentuk dialog. Dari 19 naskah yang dikenal tidak ada saupun yang sampai kekita. Karya asli yang masih ada ialah penyelidikan mengenai binatang ( Historia animalium) dan taa-negara Atena (Atenaion Politea).Penerbitan karya Aristoteles dilaksanakan oleh Andronikos dari Rodos tahun 40 SM. Ketika pada tahun 323 SM Alekksander wafat timbullah hauru-haradi Athena menetang Makedonia.Karena Aristotels dituduh sebagai mendurhaka, maka ia larr ke Khalkes, tempat ia meninggal dunia pada tahun berikutnya . Hasil karyanya banyak banyak sekali, Aakan tetapi sulit menyusun karya itu secara sistimatis. Berbeda-beda cara orang membagi-bagikannya. Ada yang membaginya atas delapan bagian, ayang mengenai logika,, filsafat alam, psikologi, biologi, metafisik, etika, politik, dan ekonomi,retorika,dan poetika. C. SISTEMATIKA FILSAFAT ARISTOTELES 1. Teori filsafat: Fisika/filsafat alam, Matematka, Metafisika. 2. Prktika filsafat: Politik, ekonomi Retorika. 3. Filsafat daLam syair :Produksi teori seni. D. POKOK-POKOK PEMIKIRANYA. Dasar suatu pemikiran filosofis pertama kali dapat ditelusuri dari sudut pandangnya tentang realitas. Mengenai realitas pandangan Aristoteles berbeda dengan Plato, meskipun ia menjadi muridnya selama 20 tahun. Bagi Plato, realitas dunia benda-benda konkret yang tertangkap indera manusia, atau realitas inderawi bukanlah realitas sebenarnya melainkan hanya bayangan semesta dari realitas dunia ide yang tak berubah dan abadi. Aristoteles menolak dunia ide Plato dengan berpendapat bahwa realitas dunia inderawi adalah realitas sebenarnya, sedangkan ide-ide hanyalah merupakan hasil abstraksi manusia semata yang diperoleh dari pengalamnya terhadap benda-benda konkret. Abstraksi yang dimaksud disini merupakan kemampuan rasio manusia untuk mengenal bentuk atau hal-hal universal dari pengalaman beberapa persepsi partikular. Dengan demikian, titik tolak pemikiran filosofis Aristoteles ada dua hal yaitu pandangan epis temologisnya yang menekankan pendekatan empiris dalam memahami realitas dan pandangan ontologis yang menganggap realitas inderawi sebagai realitas sebenarnya mengenai epistomologi seseorang dikatakan mempunyai pengetahuan tentag sesuatu, bilamana dia mengetahui bahwa sebab-sebab yang menjelaskan sesuatu itu adalah sebabsebabnya dan tidak mungkin tidak demikian, atau dengan kata lain ia mengetahui mengapa sesuatu itu ada dan harus (niscaya) ada. Dengan begitu berarti pengetahuan mempunyai dua

syarat utama, yaitu penjelasan kausal dan apa yang menjadi obyeknya haruslah sesuatu yang terjadi menurut keniscayaan (necessity). Syarat pertama melibatkan penjelasan tentang faktor-faktor yang mendasari keberadaan obyek, sedangkan kedua melibatkan generalisasi dalam pengalaman terhadap obyek. Mengenai perobahan Aristoteles membaca dasar realitas melalui penyelidikan substansi dari benda-benda kongrit.Akan tetapi benda-benda dalam realitas itu tidaklah tetap dan selalu berubah.Dalam pandangan Aristoteles perubahan merupakan suatu prinsipdan ciri terpenting dari realitas. Perubahan itu selalu mengacu dan berada dalam benda-benda, dan sebaliknya tidak ada perobahan diluat atau diatas benda-benda. Setiap perobahab selalu terjadi dengan menculnya sesuatu dari sesuatu yang lain atau sesuatu dalam keadaan tertentu dari keadaan yang lain , yang secara ringkas berarti peralihan darimana perubahan itu beraSal ke kemana perubahan itu berlangsung.. Utuk memahami perobahan, Aristoteles mengklasifikasinyya dalam empat perubahan, yaitu 1) perubahan substansi dari substansi satu kesubsatansi lain, misalnya binatang mati menjadi bangkai , (2) perubahan aksidensial dalam kualitasmisalnya kertas warna putih menjadi hitam, (3) perobahan aksidensial dalam kuantitasmisalnya pertumbuhan dari kecil menjadi besar dan penyusutan dari besar maenjadi kecil, dan (4) perubahan aksidensial dalam tempatyang disebutnya sebagai lokomosi. Aristoteles mengelompokkan ketiga perobahan aksidensial diatas sebagai gerak (motion) , karena mempunyai ciri khusus yakni perobahan yang berada dalam prinsip dualitas kebalikan ( contrary) :misalnya putih dan lain-lain. Penjelasan Aristoteles tentang gerak dan perobahan membawa ke suatu konsep p o t e n s i - a k t u s . Konsep ini dapat menerangkan perubahan dalam arti gerak maupun perubahan substansial. 1) Potensi dan Atus Konsep potensi aktus itu sesungguhnya telah melampaui persoalan keterkaitannya denagan perubahan, walaupun perubahan menjadi kasus utama untuk menjelaskannya.Menurut Aristoteles a k t u s mendahului p o t e n s i baik dalam formula (definis) maupun kesubstansian. Penkelasannya adalah bahwa dalam memformulasi potensi perlumenspesifikasi untuk apa potensi itu, dan untuk maksud itu terlebih dahulu perlu memperoleh pengetahuan tentang aktus. Disamping itu kenyataan menunjukkan bahwa apa yang muncul dalam proses menjadi selalu didahului oleh forma dan substansi yang sudah ada, sedangkan apa yang menjadi itu mengarah ke suatu prinsip tujuan kahir yang tak lain adalah aktus, dimana demi aktuslah potensi diperoleh. Hal ini mau menjelaskan bahwa manusia selalu lahir dari manusia pula, dimana benih manusia sebagai materi mempunyai potensi untuk berkembang Dalam forma manusia lantaran memiliki kemungkinan menjadi manusia, sehingga ketika potensi menjadi aktus sebagaiman tujuan akhir dari proses menjadi maka mucullah manusia aktual. Penjelasan itu hanya mungkin bilamana substansi dan forma adalah aktus, dan aktus secara kesubstansian mendahului potensi. Akan tetapi dalam dimensi waktu, aktus mendahului potensi potensi dalam arti tertentu, sedangkan dalam arti lain tidak demikian. Dalam ari pertama, amnusia-manusia aktual yang menghasilkan benih manusia (aktus) mendahului benih manusia yang mempunyai potensi menjadi manusia. sedangkan dalam arti kedua, manusia manusia aktual (aktus) berasal dari aktualisasi potensi yang dimiliki benih manusia. penjelasan tentang perubahan daiatas berlaku untuk seluruh jenis perubahan dan dapat diringkas bahwa apa yang x secara aktual lahir dari apa yang x secara potensial melalui perantara sesuatu yang x secara aktual. Sesorang yang mahir memainkan harpa pasti dibuat mahir orang yang telah mahir secara aktual dengan cara mewariskan kemampuannya, tetapi kemampuan orang itu hanya menjadi aktus bilaman ia mengaktualisasikan potensi yang diwarisinya. Meskipun demikian, proses pewarisan potensi itu maupun (bisa jadi) usaha pemupukan

potensi oleh dirinya sendiri harus melalui latihan memainkan harpa, karena latihan merupakan proses aktualisasi sebagian potensi sekaligus proses pengembangan potensi yang mau diaktualisasikan , hal mana sesuai dengan ungkapkan Aristoteles : apa yang menjadi sebagian harus telah menjadi, dan secara umum apa yang berubah sebagian harus telah berubah. Demikianlah penjelasan Aristoteles tentang perubahan, namun penjelasan itu belum cukup bila tidak diteruskan dengan menyelidiki sebab-sebab Dari perubahan, karena justru penjelasan sebab-sebab itu menjadi inti dari penjelasan tentang perubahan. E. AJARAN ARISTOTELES MENGENAI MANUSIA Ajaran Aristoteles mengenai manusia melalui dua tahab.Dalam tahap pertma ia masih dipengaruhi Plato, sehingga mengajarkan dualisme tubuh dan jiwa, serta mengajarkan praeksistensi jiwa Aakan tetapi kemudian ia meninggalkan dualisme dengan menjembatani jurang yang satu substansi, yang saling berhubungandan yang nisbahnya sama seperti nisbah materi dan bentuk, atau anatara potensi dan aktus. Jikalau tubuh adalah materi maka jiwa adalah bentuknya., Jikalau tubuh adalah potensi, amaka jiwa adalah aktusnya. Jiwa adalah aktus pertama yang paling asasi yang menyebabkan tubuh menjadi tubuh yang hidup. Jiwa adalah asas hidup dalam arti yang seluas-luasnya, yang menjadi asas arah hidup yang menggerakkan tubuh yang memimpin segala perbuatan yang menuju kepada tujuannya. Trjadinya jiwa dikaitkan dengan pengembang-biakan tubuh manusia mati jiwanya ikut binasa. Oleh karena itu tidak ada pra-eksistensi jiwa dan tidak ada jiwa yang tak dapat mati. Pengerti jiwa yang dmikian itu berlaku abagi mansia maupun bagi binatang dan tumbuhtumbuhan. F.. ETIKA ARISTOTELES Aristoteles adalah pemikir pertama di dunia yang mengidentifikasikan dan mengutarakan etika secara kritis, reflektis, dan argumen tatif. Pendasaran etika sebagai bidang penelitian tersendiri adalah karya Aristoteles. Ia juga mengutarakan status teoritis ilmu baru itu serta membahas metode yang sesuai denganciri khasnya, Oleh karena itu Aristoteles dianggap sebagai filsuf moral pertama dalam arti yang sebenarnya. Ia adalah p-endiri etika sebagai cabang ilmu atau cabang filsafat tersendiri. Ada tiga karya Aristoteles yang menyangkut etika : yang pertama adalah Etika Eudemia, kedua Ethika Nikomacheia ketiga Etika Politike . Etika Aristotels disebut etika Teleleologis (tujuan) . Baginya segala sesutu yang diperbuat manusia pasti ada tujuan . Apakah tujuan hidup manusia ? Menurut Aristoteles apapun yang dilakukan manusia pasti demi suatu yang baik, demi suatu nilai. Nilai itulah tujuannya. .Dalam etikanya Aristoteles mempertanyajkan cara hidup yang MEMBUAT kita BAHAGIA. Salah satu pandangan yang sering ditemukan-meskipunjarang diantara filsuf aadalah menyamakan hidup yang baik dengan kekayaan. Orang mau menumpuk kekayaan sebanyak mungkin karena kekayaan menjamin kebahagiaan..Kita dapat menyebukan pandangan ini sebagai pandangan pragmatis. Aristoteles menolak pandangan semacam inidengan gampang.Jelaslah bahwa kekayaan bukanlah tujuan pada dirinya sendiri, melainkan semata-mata sebuah sarana untuk mencapai tujuan-tujuan lebih jauh.. Secara empiris juga mudah terbukti,bahwa kekayaan tidak menjamin kebahagiaan.. Menurut Aristotelesa ada tiga cara / pola hidup yang membuat kepuasan dalam dirinya sendiri, yaitu hidup yang Mencari Nikmat, hidup Paktis , atau Politis dan hidup sebagai seorang filuf,Hidup Kontenplatif

V. PLATONIOSME PLOTINUS Plotinus lahir 204M . Plotinus digelari filsuf pertama, barangkali karena dia mengajukan

pertanyaan yang sangat mendasar : Apa bahan alam semesta ini? Thales menjawab arche pertama itu adalah air. Jawaban yang tidak memuaskan. Pertanyaan lebh berbobot dari pada jawabannya. Kira-kira 800 tahun kemudian Plotinus mencarikan jawabannya yang dinilai lebih lumayan dari pendahulu. Itulah teori emanasi . Konsep ini terutama yang menyebabkan plotinus penting untuk dipelajari. Akan tetapi pemikiran Plotinus bukan hanya tentang penciptaan; ia juga mengemukakan pemikiran tentang etika, yang kelihatannya masih relevan sampai sekarang. Secara umum Plotinus disebut Platonisme atau Neoplatonisme. Jadi ajaran Plotinus berkaitan erat dengan Plato. Plotinus dan Pengeruhnya terhadap Filsafat Yahudi dan Kristen maupun Islam Platonisme mengalami kebangkitan kembali dalam neo-Platonisme, Agustinus, Renaisance dan paling sedikit mempunyai pengaruh pada kebanyakan filsuf besar dari tradisi Barat. Setelah dipengaruhi secara mendalam oleh Sokrates, Plato semula bermaksud menjadi pendidik kaum Atena, mengikuti contoh komunitas Pythagoras. Tatkala rencana ini gagal, dia mendirikan Akademi dan menyatukan ide-ide filosofisnya kedalam Dialogues-nya yang sungguh-sungguh masyhur. Dia mendasarkan usul-usulnya bagi pembaruan politik pada pandangannya tentang dunia. Dan ini mencakup keyakinannya bahwa terdapat nilai-nilai yang tidak berubah, serta berlaku umum. Dalam sejarah filsafat , jika dengan platonisme dimaksudkan sederetan filsafat yang dibentuk oleh pemikiran Plato, Banyak sekali filsafat mesti dimasudkan. 1. Pertama-tama tentu Akademi Plato , yang berlangsung dari 385 SM sampai dengan 529 M. Berapapun jauh menyimpang dari pemikiran Plato, nama Plato dihormati dan sebagian tertentu pemikirannya dipertahanka. 2. Gerakan Neoplatonisme, yang muncul semenjak abad ke 1 SM hingga abad ke 1 M melanjutkan dan menekankan aspek-aspek mistik pemikiran Plato 3. Philo Yudaiyus menggabungkan pemkiran Platonis dengan terdisi keagamaan Yahudi, seraya menempatkan alam ide-ide Plato dalam pemikiran ilahi sebagai pola penciptaan . Maka ide mulai sebagai ide-ide dalam pikiran Ilahi. Dengan prinsip emanasi ide-ide menjad alam ide-ide. Jadi Philo mempertahankan otonomki Allah dan sistem Plato. 4. St Agustinus melanjutkan tradisi Phlo. Atas dasar pengalamannya sendiri, ia yakin Platonisme sebagai langkah tahap awal dan perlu dalam penerimaan pemikiran Kristen. 5. Filsafat Islam meneruskan tradisi pemikiran Platonik maupun Aristoteilan, yang untuk kurun waktu yang panjang menafsirkan keduanya dalam kerangka Neoplatosime. 6. Pada Abad Pertengahan para Fransiskan cendrung mengabadikan mous pemikiranAgustinus dan Platonik . Penekanan ini tampak nyata dalam Erigena, Anselmus, dan Bonaventur. FILSAFAT ILMU DAN AGAMA

IV. Filsafat dan agama Filsafat dalam arti noun (bukan verb) ialah bahwa filsafat (noun) sebagai hasil kegiatan berfikir menentukan welthanschauwung dan Lebenschauwung untuk dirumuskan menjadi ideologi yang mendasari tata kehidupan. Dari segi hubungannya dengan kehidupan, agama adalah rumusan tata kehidupan manusia dunia dan akhirat. Ditinjau dari tingkatan mutu. Agama sebagai tata kehidupan keadaannya lengkap dan utuh (sempurna), sedangkan filsafat dasar kehidupan belum sempurna, karena itu perlu ditinjau ulang untuk penyempurnaannya. Keadaannya demikian itu harus dikembalikan pada dasar pemikiran bahwa agama itu diciptakan oleh Tuhan Maha Pencipta. Tuhan sebagai pengada, yang ada dengan sendirinya, bersifat maha sempurna, Maha Kuasa, maka ia dapat menciptakan sesuatu sesuai dengan

keinginanNya untuk mengatur kehidupan hamba Nya yang dilebihkan Nya dari hambahamba Nya yang lain itulah keadaan agama itu dalam sifat sempurna.

Ringkasnya atau intinya ialah : Agama ciptaan Tuhan, sedangkan Filsafat adalah rumusan hasil pemikiran manusia. Selanjutnya perlu dibahas pandangan agama tentang filsafat. Tuhan menciptakan manusia dalam keadaan potensial untuk berfikir, artinya yang dapat kita simpulkan bahwa Tuhan memperkenankan manusia memikirkan yang perlu dipikirkan. Demikianlah secara umum dapat dikatakan bahwa Tuhan mengizinkan dan menganjurkan manusia untuk berfikir, seperti yang dapat disimak dalam surat-surat dan kitab-kitab suci Thaurat, Injil, dan Al-Quran. Manusia diizinkan berfilsafat dalam artian berfikir tentang dasar-dasar agama menurut logika dan bebas Selanjutnya Nasution mengatakan bahwa filsafat agama yang dimaksud : membahas dasar agama secara analitisdan kritis, dengan maksud untuk menyatakan kebenaran ajaran-ajaran agama atau sekurang-kurangnya untuk menjelaskan bahwa apa yang diajarkan agama tidaklah mustahil dan tidak bertentangan dengan logika. Dalam pembahasan serupa ini orang masih terikat pada ajaran agama. Bertolak daripadanya peluang, izin dan anjuran Tuhan untuk berfikir serta potensi yang dimiliki manusia dan kodratinya sendiri, maka kita ketahui bahwa banyak sekali orang-orang beragama menjadi filsuf, antara lain dapat dikemukakan a) Islam : Al-Kindi (796-873), Al-Razi (863-925), Al-Farabi (870-950), Ibnu Sina (9801037), Al-Ghazali (1059-1111), Ibnu Rusyd (1126-1198). Sebagaimana dari permulaan telah dikatakan bahwa manusia diciptakan dalam keadaan lebih dari makhluk-makhluk lainnya, ini berarti manusia disayangi lebih dari makhluk-makhluk lainnya. Sehubungan dengan hal itu pertanda dari cintaNya Tuhan kepada manusia dalam firmannya :Laa yukallifullahu nafsan illa wusaha (Al-Quran,Al- Bakarah. 26) : Tidak membebani seseorang, melainkan sesuai dengan kemampuannya. Dalam membicarakan flsafat dan agama bukanlah dimaksudkan untuk membicarakan seluruh segi dari pada agama, tetapi masalah utama yang adalah mengenai sepanjang hal itu ada kitannya antara satu dengan lainnya, yaitu mengenai kebenaran.. Filsafa sebagai hasil dari kegiatan berfikir menghasilkan kebenaran yang diketahui dari upaya manusia secara aktif dan kritis dalam menggunakan akal dengan dukungan komponen lainnya. Kebenaran dalam agama diterima melalui wahyu dan kebenaran itu mutlak, sedangkan benaran pada flsafat bersifat spekulatif relatif. Oleh karena itu dikenakl dua model kebenaran yaitu kebenaran Filsafa bersifat relatif, yang bisa berubah setiap saat sesuai dengan perkembangan zaman. Sedang kenara yang kedua adalah kebenaran Muthlaq , Kebenaran yang datangnya dari Tuhan kebenaran yang tidak dapat diganggu gugat. Plato adalah seaorang idealis . Ia dikenal dengan dua dunia yaitu dunia idea dan dunia nyata. Dunia nyata ini berasal dari dunia idea, yaitu duania yang ada disana , dan dunia nyata ini hanyalah bayangan dari dunia idea. Pengetahuan yang benar adalah pengetahuan yang berasal dari dunia ide. Beda halnya dengan muridnya Aristoteles berpendapat bahwa ilmu pengetahuan itu hanya mungkin berdasarkan dunia kongrit. Ia memulai dengan hal-hal yang kongrit. Aristoteles adalah orang yang mulamula memperkenalkan dasar-dasar emperisme. Priode ini agama Kristen menjadi tempat berpijak. Agama dikembangkan menurut berbagai argumentasi dimana filsafat menjadi teologi (argumentasi menopang keimanan). Rasio diragukan untuk membuktikan eksisten Tuhan, dan filsafat menjadi teologi dimana filsafat sebagai usaha rasional sampai dasar-dasar pemikiran dan rasio didiskreditkan. Diposkan oleh izzoel di 14:51