Anda di halaman 1dari 5

- saft7.com - Automotive Tips and Sharing - http://saft7.

com -
Cara Pasang Relay untuk Klakson/ Lampu Tambahan (revised)

Banyak diantara kita yang kurang puas dengan suara klakson bawaan
motor/mobil yang kurang keras/lantang, atau juga lampu standar yang kurang
terang atau berdaya kecil. Di toko partshop atau asesoris otomotif, banyak dijual
klakson aftermarket yang suaranya bagus seperti Fiam, Hella, bosch, PIAA,
Wolo, Hadley, fer, dsb. Klakson tersebut membutuhkan daya yang cukup besar,
sayangnya kabel yang terpasang pada klakson standar bawaan motor/mobil
tidak dapat mengakomodasi kebutuhan daya tersebut. Malah bisa jadi saklar
klakson tersebut akan cepat rusak karena setiap kali ditekan, akan
mengeluarkan percik api pada metal contact didalamnya yang lama kelamaan
akan aus, bahkan plastik case nya akan meleleh.

Begitu juga dengan pemasangan lampu yang berdaya lebih besar, akan
berkasus sama dengan kasus di atas. Untuk menyelesaikan masalah tersebut,
kita membutuhkan bantuan komponen tambahan yaitu relay.

Relay adalah suatu komponen yang digunakan sebagai saklar


penghubung/pemutus untuk arus beban yang cukup besar, dikontrol oleh sinyal
listrik dengan arus yang kecil. Dengan menggunakan relay, kabel yang menuju
saklar tidak perlu kabel yang tebal, sebab arus yang terhubung ke saklar
sangatlah kecil.

Banyak relay yang beredar di partshop, ada berbagai merek seperti Hella,
Bosch, Omron, dsb, …dan banyak pula yang dipalsu. Saya sendiri lebih memilih
untuk menggunakan relay bermerek BOSCH yang asli, begitu juga dengan
socket relaynya.
Berikut komponen yang diperlukan untuk project ini..
- Socket Relay merek Bosch + terminal konektornya
- Relay Bosch 4 kaki tipe “0 332 019 453”
- Fuse Box (kotak sikring) + terminal konektornya
- Fuse / Sikring yang disesuaikan dengan beban arusnya .. misalnya 10 Ampere.
- Kabel tebal serabut diameter 5mm
- Terminal Ring 10mm.

Cara Pasang..
Ada 2 macam sistem pelistrikan untuk Klakson atau Lampu, yaitu yang dikontrol
oleh tegangan positif dan tegangan negatif.
Biasanya sistem yang dikontrol oleh tegangan Negatif menggunakan 2 kabel.
Dimana satu kabel untuk ke positif dan satu lagi ke saklar pengontrol.
Sistem yang dikontrol oleh tegangan Positif, biasanya menggunakan 1 kabel saja
dari saklar pengontrol. Kabel satunya lagi mengambil negatif dari ground atau
body.

NEGATIVE SYSTEM:

Gambar di atas memperlihatkan rangkaian klakson dengan sistem Negative.


Untuk pemasangannya lihat gambar di bawah:
Kaki Relay nomor 87 menuju Positif Accu (kabel harus tebal, langsung dari
Accu).
Kaki Relay nomor 30 menuju Positif Klakson (kabel ukuran tebal atau sedang).
Kaki Relay nomor 85 menuju salah satu Kabel klakson (A)
Kaki Relay nomor 86 menuju salah satu Kabel klakson (B)
Pemasangan kabel dari kaki 85 dan 86 boleh terbolak balik polaritasnya.

Dikarenakan adanya perbedaan lokasi kaki relay pada beberapa merek


relay yang ada, harap perhatikan NOMOR kakinya, sebelum memasang!

POSITIVE SYSTEM:

Gambar di bawah memperlihatkan kabel standar yang menuju klakson dipotong.


Untuk bagian yang atas kita beri kode A, dan bagian yang menuju klakson kita
beri kode B.
Kaki Relay nomor 87 menuju Positif Accu (kabel harus tebal, langsung dari
Accu).
Kaki Relay nomor 30 menuju Positif Klakson (kabel ukuran tebal atau sedang).
Kaki Relay nomor 85 menuju salah satu Kabel klakson (A)
Kaki Relay nomor 86 dihubungkan ke body mobil/motor (negatif/ground).

Dikarenakan adanya perbedaan lokasi kaki relay pada beberapa merek


relay yang ada, harap perhatikan NOMOR kakinya, sebelum memasang!

Nah.. semoga penjelasan di atas bisa mudah dimengerti, dan rekan-rekan bisa
pasang sendiri klakson barunya. Rangkaian di atas sama penerapannya untuk
pemasangan lampu tambahan atau merubah lampu ke daya yang lebih besar.

Manfaat yang didapat dengan menggunakan rangkaian relay ini adalah:


- klakson akan bersuara lebih keras/lantang atau lampu akan menyala lebih
terang.
- saklar klakson / lampu akan lebih awet.
Semoga membantu.

Automotive Tips and Sharing: http://saft7.com