Anda di halaman 1dari 4

OBAT PELEMAS OTOT

Dr H M Bakhriansyah, M.Kes., Bakhriansyah, M.Kes., M.Med.Ed Bagian Farmakologi FK UNLAM BANJARBARU

Adjuvan: anestesi umum Terapi: relokasi tulang Diagnostik: nyeri akibat spasme otot & intubasi (bronkoskopi, laringoskopi, esofaguskopi) Pencegahan: pelemas otot untuk terapi ECT

Pembagian
Penghambat transmisi neuromuskular
Penghambat kompetitif yang menstabilkan membran (d-tubokurarin) tubokurarin) Penghambat depolarisasi persisten (suksinilkolin) suksinilkolin)

Penghambat eksitasi-kontraksi coupling

Penghambat kompetitif yang menstabilkan membran


Menduduki reseptor nikotinik secara kompetitif terhadap ACh ES:
sedasi (kecuali B-eritroidin) eritroidin) lepasnya histamin, bronkokontriksi, histamin, bronkokontriksi, hipotensi, hipersekresi bronkus, kelenjar hipotensi, bronkus, ludah (d-tubokurarin) terapi : antihistamin tubokurarin) dekametonium, galamin, pankuronium, dekametonium, galamin, pankuronium, alkuronium & vekuronium jarang melepas histamin. histamin.

Tidak diserap di usus (kec. B-eritroidin) kec. B- eritroidin) Interaksi: Interaksi:


anestesi umum stabilitas membran meningkat dosis diturunkan AB : aminoglikosida (streptomisin, gentamisin), tetrasiklin, peptida (polimiksin B, kolistin), klindamisin & linkomisin menghambat transmisi neuromuskular perhatikan dosis. Neostigmin, piridostigmin, edroponium antagonis efek pelumpuh otot

Penghambat eksitasi-kontraksi coupling


Menghambat pelepasan ion Ca dari RE dantrolen. dantrolen. ES: kelemahan otot, mengantung, pusing, malaise & diare, reaksi hipersensitif (reversibel) KI: penyakit hati yang aktif. Indikasi: mengurangi spasme otot akibat kerusakan MS & otak atau lesi sentral lainnya (multipel sklerosis, serebral palsi & stroke). Tidak diindikasikan untuk artritis & spasme otot akut setempat.