Anda di halaman 1dari 8

SINTESIS NaOH

Laporan Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Praktikum Kimia Anorganik

Oleh: Widad Bassalamah NIM. 109096000021

PROGRAM STUDI KIMIA JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

1432 H 2011 M

SINTESIS NaOH Tanggal Percobaan : 5 Mei 2011 A. Tujuan Percobaan 1. 2. 3. B. Dasar Teori Dalam kehidupan sehari-hari, senyawa NaOH sering disebut juga dengan soda kaustik. Senyawa ini dapat disintesis dengan beberapa cara, yaitu: a. Mereaksikan logam Na dengan air 2 Na (s) + H2O (l) NaOH (aq) + H2 (g) Cara ini penuh resiko karena logam Na bersifat eksplosif b. Dalam industri, NaOH dibuat dengan cara: Kaustifikasi garam natrium karbonat Na2CO3 (ag) + Ca(OH)2 (aq) 2 NaOH (aq) + CaCO3 (s) Elektrolisa garam NaCl (aq) Na+ + Cl- (aq) Katoda : 2 H2O (l) + 2e 2OH-(aq) + H2 (g) Anoda : 2 Cl- (aq) Cl2 (g) + 2e Soda kaustik banyak digunakan untuk keperluan : Blenching Dyeing Penyulingan minyak Industri sabun dan kertas Pemurnian bauksit Industri Alumunium Pembuatan sutera tiruan Pembuatan zat warna seperti alizarin Mempelajari cara sintesis NaOH Menentukan kadar NaOH yang terbentuk Menentukan pH NaOH hasil sintesis

C.

Alat dan Bahan Alat : Gelas piala Corong Kertas saring Penangas air Batang pengaduk Cawan Petri Pipet tetes Indikator pH universal Gelas ukur 5,3 gram Na2CO3 3 gram CaO HCl Aquades

Bahan :

D.

Prosedur Kerja Dibuat CaO dengan cara memanaskan batu gamping (CaCO3) dalam furnace selama 10 menit pada buhu 1500oC

Ditimbang sebanyak 3 gram serbuk CaO dan dimasukkan ke dalam gelas piala 50 ml dan ditambahkan secara perlahan H2O sampai campuran berupa bubur

Dimasukkan 5,3 gram Na2CO3 dalam gelas piala lain dan ditambahkan 50 ml aquades, kemudian dididihkan

Ditambahkan bubur Ca(OH)2 pada larutan yang telah dididihkan, lalu campuran dididihkan kembali selama beberapa menit sambil diaduk

Dibiarkan CaCO3 mengendap, disaring endapan dan filtratnya merupakan larutan NaOH

Diuji pH larutan NaOH tersebut dengan kertas indikator pH

Ditambahkan beberapa tetes larutan NaOH ke dalam larutan CuSO4 dan dipanaskan

Dihitung konsentrasi NaOH hasil sintesis

E.

Hasil Pengamatan pH larutan NaOH adalah 14 Konsentrasi NaOH pH pOH pOH 0 = 14 =0 = -log [OH-] = -log [OH-]

[OH-] = 1 M Valensi NaOH = 1 [NaOH] = [OH-] =1M F. Pembahasan Natrium hidroksida (NaOH), juga dikenal sebagai soda kaustik atau sodium hidroksida, adalah sejenis basa logam kaustik. Natrium hidroksida terbentuk dari oksida basa Natrium Oksida dilarutkan dalam air. Natrium hidroksida membentuk larutan alkalin yang kuat ketika dilarutkan ke dalam air. Senyawa ini digunakan dalam

berbagai macam bidang industri, sebagian besar digunakan sebagai basa dalam proses produksi bubur kayu dan kertas, tekstil, air minum, sabun dan deterjen. Natrium hidroksida adalah basa yang paling umum digunakan dalam laboratorium kimia. Natrium hidroksida murni berbentuk putih padat dan tersedia dalam bentuk pelet, serpihan, butiran ataupun larutan jenuh 50%. Ia bersifat lembab cair dan secara spontan menyerap karbon dioksida dari udara bebas. Ia sangat larut dalam air dan akan melepaskan panas ketika dilarutkan. Ia juga larut dalam etanol dan metanol, walaupun kelarutan NaOH dalam kedua cairan ini lebih kecil daripada kelarutan KOH. Ia tidak larut dalam dietil eter dan pelarut non-polar lainnya. Larutan natrium hidroksida akan meninggalkan noda kuning pada kain dan kertas. Larutan NaOH pada percobaan ini merupakan filtrat dari hasil sintesis antara Na2CO3 dengan Ca(OH)2. Ca(OH)2 dibuat dari padatan CaO yang dibuburkan menggunakan aquades. Tujuan dibentuk bubur sebelum direaksikan dengan larutan Na2CO3 adalah untuk mempermudah reaksi dan mempercepat berlangsungnya reaksi. Hasil reaksi antara kedua senyawa ini adalah endapan CaCO3 dan filtratnya. Filtrat inilah yang merupakan larutan NaOH. Reaksi pembentukan larutan NaOH pada percobaan ini adalah: Na2CO3 (ag) + Ca(OH)2 (aq) 2 NaOH (aq) + CaCO3 (s) Setelah diuji dengan menggunakan indikator pH universal, didapat nilai pH larutan NaOH sebesar 14 yang menandakan bahwa senyawa ini merupakan basa kuat. Dan untuk memastikan bahwa filtrat merupakan larutan NaOH, diuji dengan mereaksikan beberapa tetes filtrat ke dalam larutan tembaga (II) sulfat (CuSO4) yang kemudian dipanaskan. Saat dipanaskan terbentuk endapan berwarna hitam yang berarti larutan tersebut adalah larutan NaOH. Hal ini berdasarkan reaksi: 2NaOH (aq) + CuSO4(aq) Na2SO4 + Cu(OH)2 Na2SO4 Na2S (hitam) + 2O2 (g) Berdasarkan nilai pH yang didapat melalui perhitungan teoritis, didapat konsentrasi larutan NaOH hasil sintesis sebesar 1 M,

G.

Kesimpulan 1. 2. 3. Larutan NaOH pada percobaan ini disintesis dengan mereaksikan Na2CO3 Konsentrasi NaOH yang dihasilkan adalah 1 M Larutan NaOH hasil sintesis memiliki pH 14 dengan Ca(OH)2

H.

Daftar Pustaka Chalid, Sri Yadial. 2007. Penuntun Praktikum Kimia Anorganik. Jakarta : UIN Syarif Hidayatullah Oxtoby, D.W., et.al. 1999. Kimia Modern. Jakarta : Erlangga Vogel. 1985. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro. Jakarta: PT Kalman Media Pusaka http://id.wikipedia.org/wiki/natrium_hidroksida pukul 22.00 WIB diakses 6 Mei 2011

I.

Pertanyaan 1. 2. 3. 4. Jawaban: 1. 2. Sifat-sifat logam natrium (Na) : Lunak Mudah dipotong Eksplosif Unsur reaktif yang ringan dan putih keperakan, yang tak pernah berwujud sebagai unsur murni di alam NaOH padat diperoleh dari proses evaporasi larutan. NaOH padat paling sering ditemui sebagai serpihan, prills , dan blok cor. Jelaskan sifat-sifat logam Na ! Bagaimana cara pembuatan NaOH dalam bentuk padat atau pellet? Jelaskan sumber-sumber batu gamping dan apa fungsinya? Tulis semua reaksi yang terlibat dalam reaksi di atas !

Elektrolisis Kloralkali NaOH dihasilkan dari proses kloralkali (bersama dengan hidrogen dan klorin). Ini melibatkan elektrolisis dari larutan NaCl. Natrium hidroksida terbentuk di katoda, di mana air direduksi menjadi gas hidrogen dan ion hidroksida.

Proses sel merkuri (juga disebut -Kellner proses Castner ); ion natrium direduksi menjadi logam natrium membentuk senyawa amalgam dengan katoda merkuri, natrium ini kemudian bereaksi dengan air untuk menghasilkan NaOH. Ada kekhawatiran tentang kandungan merkuri, meskipun sudah ada yang mengklaim bahwa hal ini aman. Proses difragma sel; menggunakan katoda baja, dan reaksi NaOH dengan Cl2 dicegah menggunakan diafragma berpori, yang biasanya terbuat dari serat asbes . Dalam proses diafragma sel, daerah anoda dipisahkan dari area katoda oleh diafragma berpori. Air garam ini mengalir dari anoda melalui diafragma ke katoda. Natrium hidroksida biasanya harus terkonsentrasi 50% dan garamnya dihilangkan. Hal ini dilakukan dengan menggunakan proses penguapan dengan sekitar tiga ton steam per ton natrium hidroksida. Kemudian senyawa dimurnikan oleh pencairan dan penguapan. Proses membran sel , digunakan membran Nafion untuk memisahkan dan reaksi katoda-anoda ion natrium. Hanya sedikit air yang melewati membran. Oleh karena itu dihasilkan NaOH dengan kualitas yang lebih tinggi. Dari tiga proses, proses sel membran membutuhkan konsumsi energi listrik terendah dan jumlah uap yang dibutuhkan untuk konsentrasi kaustik relatif kecil (kurang dari satu ton per ton natrium hidroksida) 3. Batu gamping terbentuk dari batu-batuan bahkan juga terbentuk dari kerangka kalsit yang berasal dari organisme microscopik di laut dangkal, juga silika yang terbentuk dari kerangka mikrofosil. Fungsi batu gamping adalah untuk:

Fondasi rumah/pengeras jalan dan bangunan fisik lainnya Pembuatan kapur tohor dan kapur padam

Bahan bangunan Bahan penstabil jalan raya Bahan baku pembuatan semen Portland pembuatan karbid Bahan tambahan dalam proses peleburan dan pemurnian baja Bahan pemutih Soda abu Bahan penggosok Pembuatan logam magnesium dari air laut Pembuatan alumina Floatasi pembuatan senyawa alkali Pembasmi hama Bahan pupuk dan insektisida dalam pertanian Bahan keramik Glasir Industri kaca Bata silica Bahan tahan api Penjernihan air Reaksi-reaksi yang terlibat dalam percobaan ini:

4.

Na2CO3 (ag) + Ca(OH)2 (aq) 2 NaOH (aq) + CaCO3 (s) 2NaOH (aq) + CuSO4(aq) Na2SO4 + Cu(OH)2 Na2SO4 Na2S (hitam) + 2O2 (g)