Anda di halaman 1dari 36

KOMISIONING GARDU INDUK DAN TRAFO

1. PENDAHULUAN 1.1. UMUM


Komisioning instalasi GI merupakan rangkaian dari beberapa kegiatan k i t pemeriksaan dan pengujian atau komisioning atas ik d ji t k i i i t beberapa subsistemnya, yaitu: Komisioning Transformator Tenaga Komisioning Perlengkapan Hubung Bagi Dan Komponennya Komisioning Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Komisioning Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) o s o g S ste ote s a e gu u a Komisioning Sistem Proteksi Dan Pengukuran Komisioning Sistem Pembumian Masing-masing komisioning tersebut di atas dilaksanakan dalam beberapa tahapan kegiatan meliputi pemeriksaan /inspeksi dan pengujian, yaitu: Inspeksi dan pemeriksaan pendahuluan (Preliminary Inspection) Uji I di id l Individual Uji Subsisitem Uji Sistem

580

1.2 1.2. RUANG LINGKUP


Pedoman ini berlaku untuk pelaksanaan komisioning Instalasi GI baru dengan berbagai kapasitas yang menggunakan bahan bakar fosil yaitu gas alam minyak batu bara atau gabungan alam, minyak. diantaranya atau hasil pembakarannya termasuk alat bantu dan sarana penunjang. Pedoman ini berlaku juga untuk setiap pemeriksaan berkala (overhaul) sistem Instalasi GI baik dilaksanakan oleh pengelola sendiri maupun oleh pihak ketiga (kontraktor). Dalam hal-hal khusus, atas kesepakatan bersama secara tertulis antara pihak-pihak yang bersangkutan dapat dilakukan perubahan atau pengecualian pengecualian.

581

1.3 1.3. MAKSUD DAN TUJUAN


Pedoman komisioning Instalasi GI dimaksudkan sebagai: Pedoman umum yang meliputi segi teknis yang digunakan sebagai pegangan untuk melaksanakan komisioning Instalasi GI baik milik PIUKS, PIUKU maupun milik PKUK agar pemeriksaan dan pengujian instalasi Instalasi GI dapat terlaksana dengan baik, seragam, transparan untuk kepentingan kelaikan teknis instalasiInstalasi GI dengan tingkat mutu (Acceptable Quality GI, Level) yang disepakati bersama sebagai dasar pemberian sertifikat pemeriksaan dan pengujian, khususnya dari segi keselamatan, keamanan lingkungan dan juga dalam tingkat tertentu, keandalannya. Acuan bagi semua pihak terkait untuk mengetahui tanggung jawab masing-masing, termasuk tanggung jawab pelaksanaan dan penyiapan laporan/dokumen komisioning sesuai format dan jadual yang ditetapkan, dan dapat dipertanggung jawabkan. Rujukan dalam menyusun ketentuan-ketentuan dokumen lelang atau kontrak pembelian perlengkapan Instalasi GI dan Alat Bantunya.
582

1.4 1.4. PENGERTIAN


Yang dimaksud dengan Instalasi Gardu Induk dalam pedoman ini adalah kesatuan peralatan-peralatan utama dan alat-alat bantu serta perlengkapannya yang tersusun dalam hubungan kerja, kerja membentuk sistem untuk menerima pasokan energi listrik satu atau lebih macam tegangan yang berasal dari satu atau beberapa sumber energi, yang selanjutnya dibagi-bagikan dan disalurkan ke dibagi bagikan berbagai jurusan menuju ke pusat-pusat beban.

583

1.5 1.5. DOKUMEN KOMISIONING YANG HARUS DISIAPKAN


Dokumen yang harus disiapkan oleh kontraktor dan pemasok/pabrik peralatan dalam rangka komisioning GI adalah: Dokumen kontrak, terutama yang menyangkut spesifikasi teknik dan garansi Daftar material/peralatan (material lists), diskripsi dan sertifikat uji untuk bagian atau komponen utama. Gambar teknik pemasangan dan data instalasi Diagram logik, diagram garis tunggal, diagram skematis logik tunggal Kurva unjuk kerja dan kurva koreksi Instruksi atau buku petunjuk pengoperasian, inspeksi dan pemeliharaan Instuksi perakitan atau pembongkaran dari peralatan atau bagian peralatan Instruksi tentang keselamatan (safety instruction) Daftar suku cadang asli, sebagaimana disebutkan dalam Kontrak. Kontrak Buku-buku standar yang berkaitan dengan instalasi/peralatan yang diuji. Buku petunjuk pabrikan, tabel ataupun kurva-kurva untuk koreksi k k i perhitungan. hit Jadwal komisioning Prosedur pengujian
584

Lanjutan 1.5. 1.5


Laporan pengujian pabrik Hasil pemeriksaan, pengujian dan pengukuran yang dilakukan oleh kontraktor dan pabrikan yang dituangkan dalam blangko atau formulir yang sesuai beserta evaluasinya. Data-data lain yang diperlukan untuk pengoperasian dan pemeliharaan unit seperti: data dan karakteristik peralatan; diskripsi t t di k i i tentang berbagai sistem bahan bakar; sistim b b i i t b h b k i ti pendinginan; sistem pelumasan; nilai-nilai batas suhu; nilai batas tekanan. Dokumen tersebut di atas harus sudah tersedia sebelum dan selama komisioning dilaksanakan

585

1.6 1.6. TAHAP KEGIATAN KOMISIONING


Secara umum pelaksanaan komisioning GI terbagi dalam beberapa tahap kegiatan sbb.: Pemeriksaan pendahuluan Uji individual Uji sub sistim, meliputi: Uji sequential interlock Uji proteksi Uji kontrol elektrik/pneumatik j j Uji jalan sistim Uji sistim, meliputi: Uji alat-alat pengaman/Uji jalan tanpa beban Pemeriksaan (inspection) Uji keandalan (reability test) Uji unjuk kerja (performance test) j kk j ( f t t) Komisioning dimulai setelah pemasangan selesai, yaitu setelah Uji Pra Komisioning selesai dilakukan ditandai dengan diserahkannya Lembar Pernyataan yang menyatakan bahwa peralatan siap untuk diuji. Setelah komisioning selesai dan serah terima GI dapat dilaksanakan, mulailah masa garansi dalam kurun waktu tertentu yang telah disepakati bersama. Setelah masa garansi berakhir, bersama berakhir penerimaan akhir (final acceptance) dapat dilakukan dan tanggung jawab beralih sepenuhnya pada pemilik. Tahap kegiatan komisioning GI tertera pada Lampiran 2.

586

1.7. PEDOMAN POKOK


Kriteria atau tolok ukur yang digunakan untuk menilai atau mengevaluasi hasil-hasil uji instalasi GI adalah: Ketentuan ketentuan Ketentuan-ketentuan pada kontrak terutama yang menyangkut spesifikasi peralatan dan yang menyangkut garansi. Standar yang berlaku dan telah disepakati oleh kedua pihak. Sertifikat pengujian pabrik p g j p Ketentuan-ketentuan dari pabrik penjualnya yang telah disepakati oleh kedua pihak. Standar yang digunakan sebagai pedoman pokok atau rujukan (referensi) dalam komisioning GI ini dapat dilihat pada Lampiran 1 ( f i) d l k i i i i id dilih d L i 1.

587

1.8. KETENTUAN PENILAIAN


Instalasi GI harus memenuhi semua persyaratan yang menyangkut keselamatan kerja dan keselamatan umum serta persyaratan lingkungan yang diatur dalam pedoman pokok Pedoman Komisioning i i K i i i ini. Hal-hal yang menyangkut keandalan sistem, instalasi GI harus memenuhi semua persyaratan persyaratan yang disebut dalam kontrak. Bila persyaratan mengenai keandalan ini tidak diatur dalam kontrak, maka dipakai tolok ukur yang lazim digunakan .atas dasar kesepakatan bersama antara pemilik dan kontraktor. Dalam menilai /mengevaluasi hasil pengujian dalam komisioning, tidak dapat ditentukan hanya sepihak saja, mengingat banyak variable variable. variable-variable. Dengan demikian maka harus ditempuh beberapa kesepakatan antara lain : Semua pihak harus sepakat mengenai cara penyelesaian yang akan ditempuh bila terjadi perbedaan pendapat mengenai ketelitian pengamat, kondisi dan metode pengoperasian serta k t liti t k di i d t d i t hasil akhir setiap pengujian.
588

Lanjutan 1.8.
Semua pihak harus sepakat mengenai rumus yang akan digunakan untuk menghitung faktor kesalahan untuk mengevaluasi data serta g y g p p kemungkinan kesalahan maksimal yang dapat ditoleransi tanpa harus mengulangi pengujian. Kesepakatan ini sedapat mungkin mencakup jumlah desimal yang digunakan dalam perhitungan serta kriteria a pembulatan desimal . Semua pihak harus sepakat mengenai h l h l yang d h k h k hal-hal dapat membatalkan pengujian. Dalam hal kegiatan pemeriksaan, perlu dicapai kesepakatan mengenai sejauh mana hasil pemeriksaan bersama dapat mengijinkan kontraktqr untuk dapat melaksanakan pekerjaan tahap berikutnya. Semua pihak harus sepakat mengenai besaran besaran ataupun besaran-besaran batasan-batasan yang digunakan untuk menentukan bahwa peralatan berhasil baik dalam pengujian akan komisioning. Semua pihak harus sepakat mengenai standard yarig digunakan yang berkaitan dengan komisioning, atau mengacu pada buku petunjuk pabrik (instruction manual)
589

1.9 HAL 1.9. HAL HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN


Semua kelengkapan atau perlengkapan yang akan dipergunakan dalam rangka komisioning bila menyangkut konstruksi harus telah dimasukkan dalam desain konstruksi. Semua alat uji khususnya meter-meter, j y , arus, trafo tegangan yang digunakan haruslah merupakan alat standar sesuai dengan maksimum kelas 0,5. Alat ukur koreksinya harus sudah disiapkan. thermokopel, flow meter, trafo p , , untuk melakukan unjuk kerja dengan ketentuan yang berlaku ini harus sudah dikalibrasi dan

Kontraktor harus telah menyiapkan faktor faktor koreksi yang diperlukan dalam perhitungan efisiensi sebelum pengujian dilakukan. Pengujian dianggap syah bila dihadiri oleh pihak kontraktor dan pihak g j gg p y p p pembeli. Sebelum ujian dimulai, kontrektor diberi kesempatan untuk memeriksa instalasi, menguji, mengadakan modifikasi atau pengaturan yang dianggap perlu dan bila seluruh instalasi telah baik dan siap diperiksa, kontraktor memberi tahu kepada koordinator penguji bahwa semua atau sebagtian instalasi sudah siap diuji. Pada ti P d setiap langkah pengujian perlu dilakukan evaluasiterhadap hasilnya l k h ji l dil k k l it h d h il sehingga bila terjadi penyimpangan kontraktor dapat melakukan suatu penyetelan kembali, modifikasi ataupun penggantian dan kemudian.
590

2. TRAFO TENAGA 2.1. UMUM


Bay trafo tenaga bagian dari sistem tenaga listrik yang berfungsi menaikkan tegangan generator sebelum daya listrik ditransmisikan dan menurunkan tegangan di GI lain yang dekat dengan pusat beban. Dengan demikian perlu juga dilakukan pengujian.

591

2.2 2.2. RUANG LINGKUP


Pedoman ini berlaku untuk pelaksanaan komisioning trafo tenaga baru dengan berbagaii kapasitas termasuk alat bantu dan sarana penunjang trafo tersebut tersebut. Pedoman ini berlaku juga untuk setiap pemeriksaan berkal (overhaul) sistem trafo baik dilaksanakan oleh pengelola sendiri maupun oleh pihak ketiga (kontraktor). Dalam hal-hal khusus, atas kesepakatan bersama secara tertulis antara p pihak-pihak yang bersangkutan dapat dilakukan perubahan atau pengecualian,

592

2.3 2.3. MAKSUD DAN TUJUAN


Pedoman komisioning trafo dimaksudkan sebagai: Pedoman umum yang meliputi segi teknis yang digunakan sebagai pegangan untuk melaksanakan komisioning trafo tenaga di seluruh Indonesia. Acuan bagi semua pihak terkait untuk mengetahui tanggung j jawab masing-masing, termasuk tanggung jawab pelaksanaan g g, gg g j p dan penyiapan laporan/dokumen komisioning sesuai format dan jadual yang ditetapkan, dan dapat dipertanggung jawabkan. Rujukan dalam menyusun ketentuan-ketentuan dokumen lelang atau kontrak pembelian perlengkapan bay trafo tenaga dan alat bantunya.

593

2.4 2.4. PENGERTIAN


Sistem t f t Si t trafo tenaga. Adalah kesatuan beberapa subsistem yang tersusun dalam tata hubungan kerja berfungsi untuk mengubah energi listrik dengan tegangan tertentu menjadi energi listrik tegangan lain yang lebih tinggi atau l bih rendah untuk disalurkan dan atau didi t ib ik t lebih d h t k di l k d t didistribusikan. Subsistem Adalah rangkaian beberapa peralatan individual yang merupakan bagian dari sistem trafo tenaga yang tersusun d l b i d i i t t f t t dalam tata h b t t hubungan kerja dan mempunyai fungsi tertentu. Peralatan individu. Adalah ti ti Ad l h tiap-tiap peralatan dari subsistem yang ditinjau secara mandirl l t d i b i t diti j di l sesuai fungsinya. Komisioning Trafo Tenaga. Adalah Ad l h rangkaian kegiatan yang terus menerus, dimulai sejak saat k i k i t t di l i j k t pemasangan selesai (Construction essentially complete) sampai saat "Serah terima" (taking over) dengan tujuan membawa sistem dari kondisi non aktif ke kondisi aktif dengan melaksanakan kegiatan pemeriksaan, pembersihan, uji individu, uji subsistem dan uji sistem ik b ih ji i di id ji b i t d ji i t untuk pembuktian terhadap persyaratan kontrak ataupun keamanan dan keandalan operasi.
594

2.5. LAMBANG
Lambang yang dipergunakan dalam uji unjuk kerja trafo tenaga merujuk lambang yang dipakai pada IEC pbl.

595

2.6 2.6. TAHAP KEGIATAN KOMISIONING


Tahap kegiatan komisioning trafo tenaga tertera pada Lampiran.

596

2.7 2.7. PEDOMAN POKOK


Standar yang digunakan sebagal rujukan (referensi) komisioning trafo tenaga adalah Standar SNI: SNI No No..: : : SNI No. : Persyaratan peralatan uji & ukur Standar Internasional IEC Publ. No. IEC dalam

597

2.8 2.8. INSPEKSI DAN PEMERIKSAAN PENDAHULUAN (PRELIMINARY INSPECTION)


Pemeriksaan Secara Visual Pemeriksaan secara visual ditujukan untuk mengetahui apakah perlengkapan yang dipasang telah sesuai dengan spesifikasi dalam kontrak. Disamping itu untuk melihat apakah semua perlengkapan dalam kondisi baik, secara fisik tidak ada kelainan, serta sesuai dimensinya misalnya berkarat, pecah ataupun retak/terkelupas. di i i l b k t h t t k/t k l Pengecekan Pemasangan Pengecekan ini untuk menentukan apakah pemasangannya telah terdapat kecocokan dengan gambar-gambar rencana serta peraturan-peraturan yang berlaku. Pemeriksaan rangkaian Primer Pemeriksaan rangkaian primer dilaksanakan untuk menentukan apakah pemasangan telah sesuai dengan gambar-gambar rencana serta berfungsi dengan benar
598

2.9. 2.9. UJI INDIVIDUAL (INDIVIUDAL TEST)


Pengujian Trafo Arus P ji T f A Pengujian Trafo arus dilaksanakan dengan cara pemeriksaan visual dan pengujian karakteristik. Pemeriksaan visual antara lain pemeriksaan papan nama, pemasangan, keadaan Bushing/isolator dan pemasangan kawat pentanahan. Pengujian karakteristik antara lain adalah pemeriksaan rasio, pemeriksaan polaritas pemeriksaan lengkung kemagnetan, pengukuran tahanan searah, pengukuran tahanan isolasi dan pengujian tegangan tinggi. Pengujian Trafo Tegangan Pengujian trafo tegangan dilaksanakan dengan cara pemeriksaan visual antara lain memeriksa papan nama, pemasangan, keadaan bushing/isolator dan pemasangan kawat pentanahan. Sedangkan perigujian karakteristik antara lain pemeriksaan polaritas, pemeriksaan rasio dan pengujian tegangan. rasio, tegangan Pengujian Trafo Tenaga Pengujian trafo tegangan dilaksanakan dengan cara pemeriksaan visual, pengujian karakteristik, Pengujian kerja dari alat bantu dan i l ji k kt i tik P ji k j d i l t b t d pemeriksaan tahanan pentanahan.
599

Lanjutan 2.9. 2.9


Pemeriksaan visual adalah pemeriksaan konstruksi dari pada trafo, trafo yang mencakup : Pencatatan papan nama Tangki dan radiator Kondesi isolator/bushing Perlengkapan (pengaman tekanan lebih & konservator) Termometer Panel Trafo Peralatan Penyadap Pentanahan Pengunci terhadap pondasi Sedangkan pengujian karakteristik antara lain mencakup : Pengujian ketahanan dielektrik dan tegangan tembus minyak Pengecekan rasio Pengecekan kelompok hubungan Pengukuran tahanan isolasi Pengukuran arus eksitasi sadapan Pengujian tegangan tinggi
600

Lanjutan 2.9. 2.9


Untuk pengujian kerja dan alat bantu mencakup hal-hal sbb : hal hal Relai Bucholz Termometer Kipas angin Pompa sirkulasi minyak Peralatan sadapan Relai tekanan lebih tangki utama g Relai telkanan lebih sadapan Relai oil level Pemeriksaan tahanan pentanahan antara lain : Pencatatan papan nama Penempatan Isolator Hantaran Kotak Terminal Pengukuran tahanan isolasi Pengukuran tahanan pentanahan Pengecekan trafo arus yang terpasang.
601

Lanjutan 2.9. 2.9


Pengujian Pemutus Tenaga Pengujian pemutus tenaga dilakukan dengan cara pemeriksaan visual dan pengujian karakteristik. Pemeriksaan visual antara lain memeriksa papan nama pemasangan, bushing pemasangan bushing, terminal tangki, katup-katup, kontak tangki katup katup pemisah, serta relai dan panel kontrol Iokal. Pengujian karakteristik antara lain adalah pengukuran tahanan isolasi, pengukuran waktu buka dan tutup, pengukuran waktu trilp free, free analisa kecepatan kontak, kontak pengukuran tahanan kontak, pemeriksaan tegangan keria umpan buka dan tutup, pemeriksaan kerja dari remote, pemeriksaan fungsi kontak bantu, pemeriksaan indikasi buka/tutup, pengujian tegangan tembus bahan isolasi (minyak/gas ) , pengujian kebcoran bahan isolasi, dan pengujian tegangan tinggi. Pengujian Pemisah Pengujian pemisah dilaksanakan dari pemeriksaan visual dan dari e guj a pe sa d a sa a a da pe e saa sua da da pengujian karakteristik. Pemeriksaan visual antara lain memeriksa Papan nama Pemasangan g Bushing Panel kontrol lokal Pemasangan kawat pentanahan

602

Lanjutan 2.9. 2.9.


Pengujian Karakteristik antara lain : Pengukuran tahanan isolasi Pengukuran tahanan kontak Pemeriksaan kerja dari lokal secara mekanis dan elektris Pemeriksaan interlok mekanis dan elektris Pemeriksaan fungsi kontak bantu Pemeriksaan indikasi buka/tutup Pengujian tegangan tinggi Pengujian Penangkal Petir Pengujian penangkal petir dilaksanakan dengan pemeriksaan visual dan pengujian karakteristik. karakteristik Pemeriksaan visual antara lain memeriksa Papan nama Pemasangan Bushing Hantaran Kotak terminal Pemasangan kawat pentanahan Pengujian karakteristik antara lain: Pengukuan tahanan isolasi Pemeriksaan kerja penghitung kerja cara

603

Lanjutan 2.9. 2.9


Pengujian Relay Pengaman Pengujian relay pengaman dilaksanakan dengan cara pemeriksaan visual dan pengujian karakteristik. Pengujian karakteristik antara lain : Relai R l i arus lebih (OCR) l bih Relai diferensial trafo Relai gangguan tanah terbatas (REF) Relai tanah (GFR) Relai t R l i tegangan kurang (UVR) k Rela.i pengatur tegangan (AVR) Relai diferensial kabel Pemeriksaan Meter Pemeriksaan meter dilaksanakan cara pemeriksaan visual dan pemeriksaan unjuk kerja meter-meter yang diperiksa antara lain Ampere meter Volt meter Watt meter VAR meter KWH meter KVARH meter Cos dan meter Freq meter
604

2.10. 2.10. UJI SUBSISTEM


Pemeriksaan Rangkaian Sekunder Rangkaian sekunder yang diperiksa adalah rangkaian arus dan rangkaian tegangan. Pemeriksaan rangkaian arus antara lain memeriksa : Rangkaian meter Rangkaian relai Pengujian dengan injeksi sekunder Pengukuran beban rangkaian Pemeriksaan rangkaian tegangan antara l i : t lain Rangkaian meter Rangkaian relai Pemeriksaan rangkaian sinkronisasi Pengukuran beban rangkaian

605

Lanjutan 2.10. 2.10.


Pengujian rangkaian pengaman dari kontrol Pengujian rangkaian pengaman dan kontrol antara lain menguji : Trip T i pengaman dan interlock d i t l k Kontrol lokal (dari gedung kontrol) dan interlock Kontrol remote dan fasilitas Scada (rangkaiarn telemeter, rangkaian telesinyal, rangkaian telekontrol) Sistem alarm Percobaan pemberian tegangan antara lain : Pemeriksaan urutan fase Pengukuran in rush current Pengamatan setelah pengujian tegangan

606

2.11. 2.11. DASAR PENILAIAN / EVALUASI


Instalasi turbin ketel uap harus memenuhi semua persyaratan yang menyangkut keselamatan kerja dan keselamatan umum serta persyaratan lingkungan yang diatur dalam pedoman pokok Pedoman Komisioning ini ini. Hal-hal yang menyangkut keandalan sistem, instalasi turbin uap harus memenuhi semua persyaratan persyaratan yang disebut dalam kontrak. Bila persyaratan mengenai keandalan ini tidak diatur dalam kontrak, maka dipakai tolok ukur yang lazim digunakan .atas dasar kesepakatan bersama antara pemilik dan kontraktor. Dalam menilai/mengevaluasi hasil pengujian dalam komisioning, tidak dapat ditentukan hanya sepihak saja, mengingat banyak variablevariable. Dengan demikian maka harus ditempuh beberapa kesepakatan antara l i : k k t t lain Semua pihak harus sepakat mengenai cara penyelesaian yang akan ditempuh bila terjadi perbedaan pendapat mengenai ketelitian p j p p p g pengamat, kondisi dan metode pengoperasian serta hasil akhir setiap pengu,jian.
607

Lanjutan 2.11. 2.11.


Semua pihak harus sepakat mengenai rumus yang akan digunakan untuk menghitung faktor kesalalhan untuk mengevaluasi data serta kemungkinan kesalahan maksimal yang dapat ditoleransi tanpa harus mengulangi pengujian. Kesepakatan ini sedapat mungkin h l k d k mencakup jumlah desimal yang digunakan dalam perhitungan serta kriteria pembulatan desimal. Semua pihak harus sepakat mengenai hal-hal yang dapat hal hal membatalkan pengujian. Dalam hal kegiatan pemeriksaan, perlu dicapai kesepakatan mengenai soeauh mana hasil pemeriksaan bersama dapat mengijinkan kontraktor untuk dapat melaksanakan pekerjaan tahap berikutnya. Semua pihaik harus sepakat mengenai besaran besaran ataupun besaran-besaran batasan-batasan yang digunaka untuk menentukan bahwa peralatan berhasil baik dalam pengujian akan komisioning. p p g y g g Semua pihak harus sepakat mengenai standard yang digunakan yang berkaitan dengan komisioning, atau mengacu pada bukti petunjuk pabrik ( instruction manual).
608

2.12. LAPORAN
Laporan komisioning Transformer tenaga memuat hasil pemeriksaan dan pengujian serta kekurangan-kekurangannya ataupun hal-hal yang menggantung dan alat alat yang masih harus diganti oleh alat-alat kontraktor/fabrikan. p g g / p g Laporan komisioning Trafo Tenaga memuat data/hasil pengamatan atau pengukuran selama pengujian peralatan individual, subsistem maupun sistem, yang pencatatannya disaksikan oleh kontraktor dan Tim komisioning dan Tim komisioning, perhitungan-perhitungan unjuk kerja dari peralatan dan sistem, sesuai dengan standar yang disepakati.

609

LAMPIRAN LAMPIRAN
FORMULIR PENGUJIAN BAY TRANSFORMATOR
No. 1. MATA UJI Inspeksi dan pemeriksaan pendahuluan / Reliminary inspection) 1. Pemeriksaan Secara Visual
perlengkapan yang dipasang telah sesuai dengan spesifikasi l k di t l h id ifik i dalam kontrak. semua perlengkapan dalam kondisi baik, secara fisik tidak ada kelainan, misalnya berkarat, pecah ataupun retak/terkelupas. Semua peralatan sesuai dimensinya

PROSEDUR UJI Berdasarkan pasal/ayat kontrak No. k t kN dan Standar serta referensi yg disepakati. Berdasarkan pasal/ayat kontrak No. dan Standar serta referensi yg p disepakati.

KRITERIA Berdasarkan pasal/ayat kontrak No. k t kN dan Standar serta referensi yg disepakati. Berdasarkan pasal/ayat kontrak No. dan Standar serta referensi yg p disepakati.

HASIL UJI

2. 3. 2.

Pengecekan Pemasangan
-

Pemeriksaan rangkaian Primer


-

pemasangannya telah cocok dengan gambar-gambar rencana gambar gambar serta peraturan-peraturan yang berlaku. pemasangan telah sesuai dengan gambar-gambar rencana serta berfungsi dengan benar.

Uji Individu (Individual test) 1. Pengujian Trafo Arus Pengujian Trafo arus dilaksanakan dengan cara pemeriksaan visual dan pengujian karakteristik. Pemeriksaan visual antara lain pemeriksaan papan nama, pemasangan, keadaan Bushing/isolator dan pemasangan kawat pentanahan. Pengujian karakteristik antara lain adalah pemeriksaan rasio, rasio pemerik saan polaritas pemeriksaan lengkung kemagnetan, pengukuran tahanan searah, pengukuran tahanan isolasi dan pengujian tegangan tinggi. 2. Pengujian Trafo Tegangan Pengujian trafo tegangan dilaksanakan dengan cara pemeriksaan visual antara lain memeriksa papan nama pemasangan keadaan nama, pemasangan, bushing/isolator dan pemasangan kawat pentanahan. Sedangkan perigujian karakteristik antara lain pemeriksaan polaritas, pemeriksaan rasio, dan pengujian tegangan

610

LAMPIRAN LAMPIRAN
No. MATA UJI 3. Pengujian Trafo Tenaga Pengujian trafo tegangan dilaksanakan dengan cara pemeriksaan visual, pengujian karakteristik, Pengujian kerja dari alat bantu dan pemeriksaan tahanan pentanahan. 1). Pemeriksaan visual adalah pemeriksaan konstruksi dari pada trafo, yang mencakup : Pencatatan papan nama Tangki dan radiator Kondesi isolator/bushing Perlengkapan (pengaman tekanan lebih & konservator) Termometer Panel Trafo Peralatan Penyadap Pentanahan Pengunci terhadap pondasi 2). 2) Sedangkan pengujian karakteristik antara lain mencakup : Pengujian ketahanan dielektrik dan tegangan tembus minyak Pengecekan rasio Pengecekan kelompok hubungan Pengukuran tahanan isolasi Pengukuran arus eksitasi sadapan P k k it i d Pengujian tegangan tinggi 3). Untuk pengujian kerja dan alat bantu mencakup hal-hal sbb : Relai Bucholz Termometer Kipas angin Pompa sirkulasi minyak Peralatan sadapan Relai tekanan lebih tangki utama Relai telkanan lebih sadapan Relai oil level PROSEDUR UJI Berdasarkan pasal/ayat kontrak No. dan Standar serta referensi yg disepakati. Berdasarkan pasal/ayat kontrak No. dan Standar serta referensi yg disepakati. KRITERIA Berdasarkan pasal/ayat kontrak No. dan Standar serta referensi yg disepakati. Berdasarkan pasal/ayat kontrak No. dan Standar serta referensi yg disepakati. HASIL UJI

611

LAMPIRAN LAMPIRAN
No. No

MATA UJI

PROSEDUR UJI

KRITERIA

HASIL UJI

4). Pemeriksaan tahanan pentanahan antara lain :


Pencatatan papan nama Penempatan Isolator Hantaran Kotak Terminal Pengukuran tahanan isolasi Pengukuran tahanan pentanahan Pengecekan trafo arus yang terpasang.

4. Pengujian Pemutus Tenaga Pengujian pemutus tenaga dilakukan dengan cara pemeriksaan visual dan pengujian karakteristik . Pemeriksaan visual antara lain memeriksa papan nama pemasangan, bushing, terminal tangki, katup-katup, kontak pemisah, serta relai dan panel kontrol Iokal. Pengujian karakteristik antara lain adalah pengukuran tahanan isolasi, pengukuran waktu buka dan tutup, pengukuran waktu trilp free, analisa kecepatan kontak, pengukuran tahanan , p g g p p, kontak, pemeriksaan tegangan keria umpan buka dan tutup, pemeriksaan kerja dari remote, pemeriksaan fungsi kontak bantu, pemeriksaan indikasi buka/tutup, pengujian tegangan tembus bahan isolasi (minyak/gas ) , pengujian kebcoran bahan isolasi, dan pengujian tegangan tinggi. 5. Pengujian Pemisah
1). Pengujian pemisah dilaksanakan dari pemeriksaan visual dan ) g j p p dari pengujian karakteristik. Pemeriksaan visual antara lain memeriksa Papan nama Pemasangan Bushing Panel kontrol lokal Pemasangan kawat pentanahan

Berdasarkan pasal/ayat kontrak No. dan Standar serta referensi yg disepakati. Berdasarkan pasal/ayat kontrak No. dan Standar serta referensi yg disepakati.

Berdasarkan pasal/ayat kontrak No. dan Standar serta referensi yg disepakati. Berdasarkan pasal/ayat kontrak No. dan Standar serta referensi yg disepakati.

612

LAMPIRAN LAMPIRAN
No.

MATA UJI

PROSEDUR UJI

KRITERIA

HASIL UJI

2). 2) Pengujian Karakteristik antara lain :

6. Pengujian Penangkal Petir

Pengukuran tahanan isolasi Pengukuran tahanan kontak Pemeriksaan kerja dari lokal secara mekanis dan elektris Pemeriksaan interlok mekanis dan elektris Pemeriksaan fungsi kontak bantu Pemeriksaan indikasi buka/tutup Pengujian tegangan tinggi

Pemeriksaan visual antara lain memeriksa


Papan nama Pemasangan g Bushing Hantaran Kotak terminal Pemasangan kawat pentanahan

Pengujian penangkal petir dilaksanakan dengan pemeriksaan visual dan pengujian karakteristik.

cara

Berdasarkan pasal/ayat kontrak No. dan Standar serta referensi yg disepakati. di k ti Berdasarkan pasal/ayat kontrak No. dan Standar serta referensi yg disepakati.

Berdasarkan pasal/ayat kontrak No. dan Standar serta referensi yg disepakati. di k ti Berdasarkan pasal/ayat kontrak No. dan Standar serta referensi yg disepakati.

7. Pengujian Relay Pengaman Pengujian relay pengaman dilaksanakan dengan cara pemeriksaan visual dan pengujian karakteristik. Pengujian karakteristik antara lain :
Relai arus lebih (OCR) Relai dif R l i diferensial trafo i lt f Relai gangguan tanah terbatas (REF) Relai tanah (GFR) Relai tegangan kurang (UVR) Rela.i pengatur tegangan (AVR) Relai diferensial kabel

Pengujian karakteristik antara lain: Pengukuan tahanan isolasi Pemeriksaan kerja penghitung kerja

8. Pemeriksaan Meter Pemeriksaan meter dil k P ik t dilaksanakan cara pemeriksaan visual d k ik i l dan pemeriksaan unjuk kerja meter-meter yang diperiksa antara lain Ampere meter Volt meter Watt meter

613

LAMPIRAN LAMPIRAN
No. MATA UJI VAR meter KWH meter KVARH meter Cos dan meter Freq meter 9.Pengujian kabel tegangan tinggi Pengujian k b l t P ji kabel tegangan ti tinggi dil k i dilaksanakan d k dengan cara pemeriksaan ik visual dan pengujian karakteristik. Pengujian karakteristik antara lain : Pengukuran tahanan isolasi Pengujian tegangan tinggi Pengujian fungsi relai isolasi 3. PROSEDUR UJI KRITERIA HASIL UJI

Uji Subsistem
1.Pemeriksaan Rangkaian Sekunder Rangkaian sekunder yang diperiksa adalah rangkaian arus dan rangkaian tegangan. Pemeriksaan rangkaian arus antara lain memeriksa Rangkaian meter Rangkaian relai Pengujian dengan injeksi sekunder Pengukuran beban rangkaian Pemeriksaan rangkaian tegangan antara lain :
Rangkaian meter Rangkaian relai Pemeriksaan rangkaian sinkronisasi Pengukuran beban rangkaian

Berdasarkan pasal/ayat kontrak No. dan Standar serta referensi yg disepakati. Berdasarkan pasal/ayat kontrak No. dan Standar serta referensi yg disepakati.

Berdasarkan pasal/ayat kontrak No. dan Standar serta referensi yg disepakati. Berdasarkan pasal/ayat kontrak No. dan Standar serta referensi yg disepakati.

2. 2 Pengujian rangkaian pengaman dari kontrol Pengujian rangkaian pengaman dan kontrol antara lain menguji :
Trip pengaman dan interlock Kontrol lokal (dari gedung kontrol) dan interlock Kontrol remote dan fasilitas Scada (rangkaiarn telemeter, rangkaian telesinyal, rangkaian telekontrol) Sistem alarm

3. Percobaan pemberian tegangan antara lain :


Pemeriksaan urutan fase Pengukuran in rush current Pengamatan setelah pengujian tegangan

614