Anda di halaman 1dari 2

Sumber: www.scribd.

com menurut Alcamo, (1996) bakteri Coliform adalah kelompok bakteri gramnegatif yang tidak dapat membentuk spora, berbentuk bacillus dan ditemukan didalam usus halus manusia. Kelompok bakteri ini juga merupakan kelompok bakteriyang bersifat aerobik dan aerobik fakultatif, dan dapat memfermentasi laktosedengan pembentukan gas CO 2 padasuhu35 o C, selama 48 jam inkubasi (Madigan et al ., 1997). Bakteri coliform dapat dibedakan atas 2 grup yaitu : (1) Coliform fecal ,misalnya Escherichia coli , dan (2) Coliform non-fecal , misalnya Enterobacter aerogenes (Fardiaz, 1993). Coliform fecal adalah bakteri Coliform yang berasal daritinja manusia atau hewan berdarah panas lainnya, sedangkan Coliform non-fecal adalah bakteri Coliform yang ditemukan pada hewan atau tanaman-tanaman yangtelah mati. Kuman ini mampu menimbulkan penyakit pada tiap jaringan tubuhmanusia. E. aerogenes adalah kuman yang hidup di usus besar manusia dan hewan,tanah, air dan dapat pula ditemukan pada komposisi material. Sebagian kumanenterik ini tidak menimbulkan penyakit, tetapi pada keadaan-keadaan dimanaterjadi perubahan pada inang atau bila ada kesempatan memasuki bagian tubuhyang lain, banyak diantara kuman ini mampu menimbulkan penyakit pada tiapjaringan tubuh manusia. E. aerogenes pada kenyataannya mempunyai perananpenting di dalam infeksi nosokomial misalnya sebagai penyebab infeksi salurankemih, infeksi pada luka, dan infeksi lainnya

Coliform adalah kelompok bakteri Gram negatif berbentuk batang yang pada umumnya menghasilkan gas jika ditumbuhkan dalam medium laktosa. Salah satu anggota kelompok coliform adalah E. coli dan karena E. coli adalah bakteri coliform yang ada pada kotoran manusia maka E. coli sering disebut sebagai coliform fekal. Pengujian koliform jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan uji E. coli , karena hanya memerlukan Uji penduga yang merupakan tahap pertama uji E coli 4 tahap di atas. Apa artinya jika terdapat coliform dalam air minum atau makanan? Artinya ada kemungkinan air atau makanan itu mengandung E. coli , tetapi mungkin juga tidak mengandung E. coli karena bakteri-bakteri bukan patogen dan bukan asal usus dari genus Enterobacter dan beberapa Klebsiella juga menghasilkan uji koliform positif. Jika ingin diketahui apakah coliform tersebut merupakan coliform fekal atau E. coli maka uji tersebut dapat dilanjutkan dengan uji 4 tahap di atas. Akan tetapi jika uji penduga tidak menunjukkan adanya coliform, maka tidak perlu dilakukan uji 4 tahap di atas. Pada air bukan untuk minum umumnya terdapat perbedaan persyaratan coliform dani E. coli . Air untuk kolam renang misalnya mensyaratkan kandungan coliform <2.4 x 10 3 , tetapi syarat E. coli tentunya lebih ketat yaitu < 1 x 10 3 dalam 100 ml.

Sumber:

http://aagguussdaus.blogspot.com/2010/09/kontaminasi-produk-fermentasi-

oleh.html
Bakteri Coliform, coliform adalah mikroorganisme yang berbentuk batang (rod) dan memiliki gram negatif. Coliform memiliki sifat fakultatif anerob yaitu merupakan bakteri normal dalam pernafasan aerobik memproduksi ATP (Adenosin Triphosphate, sebuah monomer yang berfungsi sebagai media transportasi energi kimia antar sel dalam makhluk hidup) apabila dalam lingkungan tersedia oksigen. Apabila oksigen tidak tersedia, organisme ini dapat berubah menjadi memproduksi asam laktat dan alkohol atau dikenal dengan nama fermentasi. Coliform aktif tumbuh dalam suhu sekitar 37oC. Organisme ini dapat menyebabkan pembusukan yang cepat pada susu karena mampu melakukan fermentasi pada laktosa pada suhu sekitar 35oC dan sekaligus juga memproduksi asam dan gas. Selain itu mikroorganisme ini juga mampu mendegradasi protein pada susu. Apabila protein susu terdegradasi tentunya akan mengurangi mutu kualitas susu sebagai produk makanan fungsional, hal ini karena berkurangnya atau bahkan dapat menghilangnya kandungan protein dalam susu. Coliform adalah organisme indikator. Artinya dalam kehadiran organisme ini sering diasosiasikan dengan organisme pathogen, tetapi tidak berarti bahwa Coliform adalah pathogen. kehadiran Coliform proses fermentasi telah terkontaminasi. Apabila dalam proses fermentasi terjadi kontaminasi oleh sendiri merupakan indikator yang baik bahwa produk fermentasi selama masih dalam mikroorganisme yang pertumbukannya tidak diharapkan tentu saja akan merusak kualitas organoleptik mutu produk seperti tekstur, cita rasa dan aroma sehingga produk akan mengalami kerusakan mutu kualitas. Mikroorganisme Coliform ini sendiri merupakan pemicu timbulnya foodborne desease pada produk makanan. Kontaminasi makanan oleh bakteri ini apabila terkonsumsi oleh manusia dapat menyebabkan penyakt diare bahkan kematian yang disebabkan oleh kurangnya cairan tubuh karena keluar terus-menerus bersama feses. Coliform dapat dimatikan dengan proses yang disebut HTST (High Temperature, Short Time) pada 72oC selama 16 detik. Escherichia coli (E. coli) merupakan salah satu anggota dari kelompok Coliform dan dapat melakukan fermentasi gula susu (laktosa) pada suhu 45oC.