Anda di halaman 1dari 7

Pengaruh Suhu Pada Proses Pemasakan Buah BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakangan

Suhu merupakan factor lingkungan terpenting yang mempengaruhi kecepatan kerusakan komoditi yang dipanen. Aktifitas enzim dalam buah dan sayuran menurun pada sushu di ats 300 c. beberapa masih aktif pada suhu 350 c, tetapi hapir semuanya tidak aktif pada suhu 400 c. ekpose terus menerus dari beberapa klimaterik pada suhu 300 c menyebabkan daging bah masak, tetapi bauh tidk berubah warnanya dengan normal. Ketika produk disimpan pada suhu di atas 350 c, metabolisme menjadi tidak normal dan buah akan membusuk dengan cepat. Penurunan suhu pada buah non klimaterik semata mata hanya menurukan kecepatan kerusakan, tetapi buah klimaterik suhu rendah dapat pula digunakan untuk menghambat mulainya proses pemasakan. Suhu rendah menghambat produksi etilen dan juga kecepatan respon dari jaingan terhadap etilen.

1.2 Tujuan Praktikum Adapun tujuan praktikum yang kami lakukan yaitu : Mahasiswa diharapkan mampu memproses kematangan dan menyimpan buah dengan baik Mahasiswa mampu membedakan berapa suhu penyimpanan yang berbeda beda

BAB II HASIL DAN PEMBAHASAN

2.1 Hasil Suhu Penyimpanan Pada Buah Pisang Komoditi Perlakuan Hari ke Bobot (gr) Pisang I II III Suhu Kamar IV V VI Suhu 400 c I 900 890 880 790 780 702 800 Tekstur + + ++ +++ +++ ++++ + + + ++ ++ +++ ++++ +
Mentah

Keterangan Warna
Mentah Mentah Matang Matang Busuk 15 %, tidak berjamur Busuk

Visual

II III IV V VI I II Suhu 10 15 c
0

790 780 720 710 700 610 570 570 570 560 560

+ ++ +++ +++ ++++ + ++ ++++ ++++ ++++ ++++

+ ++ ++ ++ ++++ + ++ ++++ ++++ ++++ ++++

Mentah Mulai matang Sangat matang Busuk 25 %, berjamur Berjamur, busuk 50 %

Hijau mentah Mulai matang Warna berubah menjadi kehitaman Agak layu Mulai busuk berair Busuk layu berjamur

III IV V VI

Suhu Penyimpanan Pada Buah Nanas Komoditi Perlakuan Hari ke Bobot (gr) Nanas I II III Suhu Kamar IV V VI 1050 1000 990 930 910 820 Tekstur + + ++ +++ +++ ++++ + + ++ ++ +++ +++ Keterangan Warna Visual
Berduri agak kehiauan, mahkotanya berduri Berduri agak kehiauan, mahkotanya berduri Berduri agak kehiauan, mahkotanya berduri Mulai maang, duri sudah tidak tajam lagi Duri tidak tajam harum pekat, mahkota tidak layu Busuk

berair

Suhu 400 c

1000

Berduri agak kehiauan,

+ II III IV V VI 990 880 850 770 760 ++ +++ +++ ++++ + + ++ ++ +++

mahkotanya berduri Berduri agak kehiauan, mahkotanya berduri Berduri agak kehiauan, mahkotanya berduri Matang, duri mulai tidak tajam lagi Duri tidak tajam lagi, buah harum agak pekat, mahktota layu/kering Matang menyeluruh, derjamur

I II Suhu 10 150 c III IV V VI

1500 1500 1200 1000 1000 1000

+ ++ ++++ ++++ ++++ ++++

+ ++ ++++ ++++ ++++ ++++

Masih hijau segar Masih hijau segar Hijau segar Hijau segar Hijau agak layu Hijau agak layu

2.2 Pembahasan Dari data penelitian diatas diperoleh bahwa hasil penelitian pengaruh suhu pada proses pemasakan buah pisang dan buah nanas yaiu suhu kamar, suhu 400c dan suhu 10 150c di peroleh hasil bahwa proses pemasakan untuk buah pisang yang lebih cepat adaah pada suhu 10 150c, hal ini ditunjukkan bahwa pada hari ke tiga warna pisang sudah berubah menjadi warna kuning kecokelatan dan teksturnya pun sudah lunak, sedangkan untuk suhu kamar dan suhu 400c proses pemasakan buah pisang agak sedikit terambat. Hal ini bahwa untuk proses pemasakan buah yang baik adalah pada suhu kamar.

BAB III Kesimpulan

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa untuk proses pemasakan yang baik yaitu pada suhu kamar di karenakan pada suhu ini sekitar suhu 200c adalh suhu yang tepat untuk proses pemasakan buah. Oleh karena itu jika kurang atau lebih suhu tersebut tidak sesuai untuk proses pemasakan buah maka kualitas buah tidak akan baik.

Daftar Pustaka

Yusanto. 2011. BPP Pascapanen Tanaman Hortikultura. Politeknik Negeri Lampung. Bandar Lampung.