Anda di halaman 1dari 28

Destilasi

Destilasi merupakan suatu teknik pemisahan larutan yang berdasarkan pada perbedaan titik didihnya. Destilasi terfraksi digunakan untuk larutan yang mempunyai perbedaan titik didih yang tidak terlalu jauh yaitu sekitar 30 C atau lebih. Dasar pemisahan suatu campuran dengan destilasi adalah adanya perbedaan titik didih dua cairan atau lebih yang jika campuran tersebut dipanaskan, maka komponen yang titik didihnya lebih rendah akan menguap lebih dulu. Dengan mengatur suhu secara cermat, kita dapat menguapkan dan kemudian mengembunkan komponen-komponen secara bertahap.
o

Destilasi terfraksi ini berbeda dengan destilasi biasa, karena terdapat suatu kolom fraksionasi dimana terjadi suatu proses refluks. Proses refluk pada destilasi ini dilakukan agar pemisahan campuran etanol-air dapat terjadi dengan baik. Kolom fraksionasi berfungsi agar kontak antara cairan dengan uap terjadi lebih lama. Sehingga komponen yang lebih ringan dengan titik didih yang lebih rendah akan terus menguap dam masuk kondensor. Sedangkankan komponen yang lebih berat akan kembali kedalam labu destilasi.

Tujuan dari percobaan destilasi ini adalah untuk mengetahui konsentrasi maksimun destilat yang dapat diperoleh, menentukan HETP (height equivalent to a theoretical plate) pada refluks total, serta menentukan jumlah tahap minimum (Nmin) pada refluks total. HETP adalah panjang isian (panjang kolom) dibagi dengan jumlah kepingan teoritis, ditentukan untuk mengetahui efesiensi kolom destilasi. Prinsipnya berdasarkan pada Hukum Roult yaitu tekanan uap pada larutan ideal pada suhu tertentu sebanding dengan tekanan uap murni dikali dengan fraksi murni. Dan Hukum Dalton yaitu tekanan ideal dalam suatu campuran gas sama dengan tekanan parsial masing-masing komponennya.

Sistem destilasi yang dilakukan pada percobaan kali ini adalah sistem batch, dimana umpan yang akan dipisahkan dimasukan sekali yaitu pada awal proses. Mekanismenya yaitu campuran etanol-air yang akan dipisahkan dimasukkan kedalam labu destilasi. Kemudian dipanaskan secara bertahap sampai suhu yang terukur pada termometer konstan. Sehingga cairan yang yang sesuai dengan titik didih etanol akan terjadi kontak antara cairan dengan uap karena adanya tekanan didalam kolom fraksionasi. Sedangkan cairan yang ttitik didihnya lebih tinggi kembali kedalam labu. Uap yang keluar dari kolom selalu berada dalam kesetimbangan dengan zat cair yang ada dalam labu. Tetapi karena uap lebih kaya akan komponen yang lebih mudah menguap, maka komposisi uap maupun cairan itu tidak akan konstan. Suhu pemanasan harus diatur sedemikian sehingga tidak terjadi flooding (banjir) ketika cairan telah mendidih.

Destilat ditampung sebanyak 100 mL dimulai setelah suhu konstan dan ditampung sebanyak lima fraksi.. Hal ini untuk mengetahui bagaimana perubahan komposisi destilat.

Distilasi Campuran Biner


by Wahyu Hidayat on 13/11/07 at 12:11 am | 42 Comments | |
Azeotropic distillation: Etanol dan air membentuk azeotrop pada komposisi 95.6%-massa etanol pada keadaan standar. Dan masih banyak lagi campuran senyawa yang berkelakuan demikian. Nah, bagaimana cara untuk memisahkan komponen-komponennya agar memiliki kemurnian melebihi komposisi azeotropnya?

Umpan campuran biner (2-propanol dan ethyl acetate) hendak dimurnikan dengan cara distilasi dan kedua aliran produk pemisahan diharapkan memiliki kemurnian 99,8%-mol. Umpan tersedia pada kondisi tekanan atmosferik dan temperatur ambien. Terdengar familiar di telinga anda? Setidaknya Anda tidak boleh lupa bahwa 2-propanol dan etyhl acetate ialah campuran azeotrop. Bila Anda lupa atau bahkan belum mengerti tentang campuran azeotrop, mungkin penjelasan singkat ini bisa sedikit membantu.

Apa itu azeotrop? Azeotrop merupakan campuran 2 atau lebih komponen pada komposisi tertentu dimana komposisi tersebut tidak bisa berubah hanya melalui distilasi biasa. Ketika campuran azeotrop dididihkan, fasa uap yang dihasilkan memiliki komposisi yang sama dengan fasa cairnya. Campuran azeotrop ini sering disebut juga constant boiling mixture karena komposisinya yang senantiasa tetap jika campuran tersebut dididihkan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan ilustrasi berikut :

Titik A pada pada kurva merupakan boiling point campuran pada kondisi sebelum mencapai azeotrop. Campuran kemudian dididihkan dan uapnya dipisahkan dari sistem kesetimbangan uap cair (titik B). Uap ini kemudian didinginkan dan terkondensasi (titik C). Kondensat kemudian dididihkan, didinginkan, dan seterusnya hingga mencapai titik azeotrop. Pada titik azeotrop, proses tidak dapat diteruskan karena komposisi campuran akan selalu tetap. Pada gambar di atas, titik azeotrop digambarkan sebagai pertemuan antara kurva saturated vapor dan saturated liquid. (ditandai dengan garis vertikal putus-putus) Bagaimana? Cukup jelas bukan? Secara logis, hasil distilasi biasa tidak akan pernah bisa melebihi komposisi azeotropnya. Lalu, adakah trik engineering tertentu yang dapat dilakukan untuk mengakali keadaan alamiah tersebut? Nah, kita akan membahas contoh kasus pemisahan campuran azeotrop propanol-ethyl acetate.

PFD Diagram: Simulasi distilasi biner campuran azeotrop propanol-ethyl acetate dengan menggunakan HYSYS.

Dalam pemisahan campuran propanol-athyl acetate, digunakan metode pressure swing distillation.Prinsip yang digunakan pada metode ini yaitu pada tekanan yang berbeda, komposisi azeotrop suatu campuran akan berbeda pula. Berdasarkan prinsip tersebut, distilasi dilakukan bertahap menggunakan 2 kolom distilasi yang beroperasi pada tekanan yang berbeda. Kolom distilasi pertama memiliki tekanan operasi yang lebih tinggi dari kolom distilasi kedua. Produk bawah kolom pertama menghasilkan ethyl acetate murni sedangkan produk atasnya ialah campuran propanol-ethyl acetate yang komposisinya mendekati komposisi azeotropnya. Produk atas kolom pertama tersebut kemudian didistilasi kembali pada kolom yang bertekanan lebih rendah (kolom kedua). Produk bawah kolom kedua menghasilkan propanol murni sedangkan produk atasnya merupakan campuran propanol-ethyl acetate yang komposisinya mendekati komposisi azeotropnya. Berikut ini gambar kurva kesetimbangan uap cair campuran propanolethyl acetate pada tekanan tinggi dan rendah.

Dari gambar pertama dapat dilihat bahwa feed masuk kolom pada temperatur 108,2 C dengan komposisi propanol 0,33. Pada kolom pertama (P=2,8 atm), komposisi azeotrop yaitu sebesar 0,5 sehingga distilat yang diperoleh berkisar pada nilai tersebut sedangkan bottom yang diperoleh berupa ethyl acetate murni.

Untuk memperoleh propanol murni, distilat kemudian didistilasi lagi pada kolom kedua (P=1,25 atm). Distilat ini memasuki kolom kedua pada temperatur 82,6 C. Komposisi azeotrop pada kolom kedua yaitu 0,38 sehingga kandungan propanol pada distilat berkisar pada nilai tersebut. Bottom yang diperoleh pada kolom kedua ini berupa propanol murni. Bila Anda perhatikan, titik azeotrop campuran bergeser dari 0,5%-mol propanol menjadi 0,38%-mol propanol. (*nahh apa lagi coba yang berubah?? hehe.. temperatur operasi jelas berubah.. karena tekanan berubah, maka temperatur dan komposisi juga berubah.. ingat termodinamika?? hehehe..) Jadi, dengan metode pressure swing distillation ini, dapat diperoleh propanol dan ethyl acetate dengan kemurnian yang tinggi. Dan untuk lebih mengoptimasi proses, distilat keluaran kolom 2 dapat direcycle dan dicampur dengan aliran umpan untuk didistilasi kembali. Nah, bagaimana? Apakah metode seperti demikian pernah terbesit di benak teman-teman? Nahh.. marilah kita lebih memperhatikan dosen-dosen yang sudah bersusah payah mengajari kita.. Hehehe..

btw, kalo misalnya bentuk kurva azeotrop nya terbalik gimana? jadi bentuknya kaya gunung dan gak kaya lembah yang seperti contoh diatas.. apa konfigurasi kolomnya dituker apa gimana? dan kalo di industri, metode seperti ini dilakukannya pada temperatur dan suhu operasi berapa? apa waktu simulasi ditetapkan kondisi operasi yang sama? oiya kalo boleh tau, bisa kasi contoh konkrit di industrinya gak? misalnya pemisahan sesuatu di pabrik sesuatu..

Efrat Nov 14th, 2007 kenapa ga pake pervaporasi aja? kalo kita pake pervaporasi kita ga perlu terlalu menghiraukan adanya azeotrop soalnya pervaporasi itu pada dasarnya pake membran. (bersifat selektif) gitu

rendy Nov 14th, 2007 klo menurut saya salah satu alternatif lain dengan lebih sedikit equipment n space daerah plant yang akan dibangun, membrane dapat melakukan proses seperti ini..dua kolom destilasi cukup lumayan lho..he..aplg suhu 108 dan 82 dalam hal plant design susah,krn suhu ini rangenya dekatmungkin secara analisa jalan,tapi mungkin pada lapangan.:)

wahyu Nov 15th, 2007 wahh ada membrane-mania nihh, ntar judulnya bukan distilasi campuran biner dongg? hehehe makasi buat Efrat & Rendy atas saran2nya, sebenernya dengan artikel ini saya pengen ngejelasin juga definisi dari azeotrop (banyak jg lho yang bahkan dah tingkat 4 tapi masi bingung, hehehe ) dan bahwa kondisi azeotrop tersebut bisa kita siasati salah satunya dengan pressure swing tadi kalo untuk misahinnya sih masi banyak alternatif yang laen kaya penambahan zat entrainer, ato pake pervaporasi kaya yang dibilang Efrat tadi

Wahyu Hidayat Nov 15th, 2007 BUat Jubel : azeotrop sendiri ada 2 tipe, azeotrop positif (kaya lembah) dan azeotrop negatif (kaya gunung). Yang ngebedain 2 tipe ini tuh, kalo azeotrop positif distilatnya yang bakal mendekati komposisi azeotrop sedangkan azeotrop negatif sebaliknya, bottomnya yang mendekati komposisi azeotrop Kalo rangkaian sih ga ada masalah, kaya soal yang di atas misalnya, sebernernya bisa2 aja kalo mau dimulai dari tekanan rendah dulu, pokonya konfigurasinya sedemikian hingga supaya kita bisa ngakalin kondisi azeotropnya itu, hehehe tapi ini secara teknik doang sih, mungkin perlu ditinjau dari segi ekonomi juga masalah konfigurasinya mana yg lebh cocok, hehehe kyanya pemisahan itu cuma di simulasi aja deh, hehehe jadi pas simulasi kondisi operasinya dipilih beradasarkan asumsi2 tertentu gt

Efrat Nov 16th, 2007 ok dehh.. oh ya tambahan juga selain pake entrainer bisa juga pake distilasi ekstraktif entrainer itu biasanya kan buat distilasi azeotrop dimana si entrainer (ent-red) ngebawa salah satu zat. tapi kelemahannya si distilasi azeotrop mesti menunggu komposisi azeotrop dulu baru entrainer bisa dipake (misal 0,9 : 0,1) (baca bukunya om Smith deh -ppk) kalo pake distilasi ekstraktif kita ga usah nunggu komposisi azeotrop dan bisa disikat langsung (dan supaya ngirit kita bisa pake zat pengekstraksi yang dari plant itu sendiri) mirip mirip proses absorpsi dimana absorbennya adalah sebagian produk dari plant itu sendiri

- correct me if im wrong

oidzz Nov 17th, 2007 Mau nambahin nih, kalo distilasi azeotrop komponen ketiga yang ditambahkan punya titik didih yang lebih rendah daripada produk distilat yang diinginkan. Kelemahannya terkadang proses jadi gak ekonomis, karena ada 2 kali proses distilasi untuk mendapatkan distilat murni, terutama kalo salah satu komponen campuran biner mula mula gak punya nilai ekonomis. Contohnya campuran ethanol air.(azeotrop pada 95,6 % berat). Pada pemisahan ethanol air, di kolom pertama ditambahkan entrainer (biasanya berupa benezena), distilat dari kolom pertama terdiri dari ethanol benzena, sedangkan bottom nya air. Campuran ethanol benzena masuk ke kolom kedua, disini benzene jadi distilat dan bottomnya ethanol murni. (kalo gak salah ingat:) Sedangkan pada distilasi ekstraktif, komponen ketiga yang ditambahkan (biasa disebut solvent) memiliki titik didih yang lebih tinggi dari campuran biner yang akan dipisahkan. Tujuannya sama aja, yaitu buat merombak struktur azeotrop dari suatu campuran biner. Pada pemisahan ethanol air, di kolom pertama ditambahkan SOLVENT, biasanya berupa ethylene glycolproduk atas distilasi sudah langsung berupa ethanol murni, sedangkan bottomnya tinggal air dan ethylene glycol. Karena range titik didih air ethylene glycol cukup jauh(sekitar 100 C sama 160 an gitu deh), solvent dapat di recovery setelah air nya di evaporasikan.

dimsdit Nov 18th, 2007 wah guna banget ni buat gw yg baru ngmbil proses pemisahan I ama labtek thx y buat semuany -radit tk05-

afrizal Dec 8th, 2007 nah bagaimana kalo kita ganti dengan proses adsorpsi untuk destilasi azeotrop ini kan bisa bisa lebih murah kan??

zay Dec 13th, 2007 wah bagus bgt ni eh ya aq pngen nanya nih? gmna metodenya untuk uji kadar alkohol secara semikuantitatif coz aq nyari2 g ketemu gtu. kalo kamu tau aq kasih tau ya coz penelitianq skrining yeast alkoholik dari buah yang mengandung karbohidrat..

vhero Feb 4th, 2008 gimana ya kalo gliserol ma air didistilasi biner? pake McCabe-Thiele bisa ga ya? ato kalo ga bisa, pake metode apa yang lebih tepat? lagi dapet tugas perancangan MD biner niy.. Tolong buanget ya penjelasannya.. ditunggu secepatnya. Thx b4

SYAIFUL

Feb 13th, 2008 misi pak, saya mau menanyakan apakah jumlah tray mempengaruhi kemurnian dari hasil bawah (downcomer) dari proses distilasi tersebut? tolong di jelasin ya coz ni tugas buat KP saya..

michaeljubel Feb 13th, 2008 @syaiful: maksudnya hasil bawah tuh bottom kan? soalnya kalau downcomer itu bagian kecil dari tray sedangkan hasil keseluruhan kolom distilasi bagian bawah dinamakan bottom.. dan sbnrnya jumlah tray sebuah kolom distilasi dipengaruhi oleh banyak hal.. hal utama tentunya campuran yang akan dipisahkan karena diagram kesetimbangan yang berbeda akan menghasilkan perhitungan yang berbeda pula. selain itu, reflux ratio juga berpengaruh terhadap jumlah tray sebuah kolom. semakin tinggi reflux ratio, jumlah tray yang dibutuhkan untuk menghasilkan konsentrasi distilat dan bottom yang sama akan semakin banyak dan kolom akan semakin tinggi. pada perhitungan, terkadang digunakan faktor 1,2 hingga 1,3 kali minimum reflux ratio. konstanta itu heuristic sih.. umumnya itu merupakan nilai reflux ratio yang paling ekonomis. dan untuk kasus distilasi, pemikiran awalnya ialah kita mendesain kolom untuk menghasilkan komposisi tertentu.. jadi hasil akhir bottom yang keluar dari kolom pastinya sudah ditentukan sebelum kolom distilasi tersebut dibuat. jadi agak kurang tepat kalau dikatakan bahwa jumlah tray mempengaruhi kemurnian hasil bottom karena kemurnian hasil bottom sudah diketuhui dan maka dari itu jumlah tray dapat ditentukan. jadi kalau dibilang berhubungan ya jelas saling berhubungan. tapi arah sebab-akibat nya yang mungkin agak harus diluruskan.

sigit Mar 17th, 2008 gw lagi mau penelitian, topik bikin rancangan disain buat destilasi azeotrop bahan etanol. karena basic gw di teknik pertanian, gw banyak nggak pahan soal azeotropik. please kasih gw referensi bahan yang harus gw baca biar gw cepet paham prinsip destilasi azeotrop. pengin cepet bikin disainny jg. thanx ya, gw tunggu referensi dr temen2.

josh Mar 30th, 2008 pagi bang air dan ethanol apakah bisa di destilasi satu kali saja, dengan menambahkan reflux sisitem ( tempratur dan press tinggi ), berapakah tinggi, diameter kolum destilasi, apakah bayaknya tray juga mempengaruhi,? trims

adolf Apr 1st, 2008 Bos, makasih banget atas tulisannya jadi inget lagi tentang kimianya. Cuma bisa nggak kasih lebih detail tentang alat dan gambarannya secara operasional. Karena saya sedang menyiapkan alat untuk pemurnian ethanol teknis menjadi ethanol murni. Hanya tinggal metode ini yang sangat perlu saya dapat. Saya perlu perbandingan untuk harga dan kemudahan secara operasionalnya. Semoga bermanfaat untuk mengangkat penduduk sekitar di daerah tempat saya tinggal. terimakasihatas sharingnya.

cha Apr 6th, 2008 q lagi bingung tentang total reflux ni. q kan lagi praktikum gt deh. q pk cara Mc Cabe Thiele n Fenske gt. kog ketemunya jumlah tray berbeda ya? itu mana yang lebih bener? plizz bantu cha yathanks

kid Apr 20th, 2008 misi pak, mas,aku mau tanya tentang azeotrop ini. aku maba tekim, semester 2 ni,, dapat praktikum tentang kesetimbangan fase cmpuran biner ethanol air ni yang kuliahnya belum dapet juga tolong jelasin pengaruh pressure terhadap titik azeotrop campuran ethanol air donk, atau dalam campuran biner secara umum.. terus variable yang ngaruh pada titik azeotrop pa aja????? oya pak , kalo bisa kasih tau buku pa yang jadi reffnya, soalnya deadline tugas praktikumku tinggal 3 hari reply cepet ya pak, thanks.. oya, kalo bisa reply di emailku ja.thanksssss

michaeljubel Apr 20th, 2008 buat sigit, mungkin bisa baca sedikit bagian dari buku termodinamika dan dilanjutin dengan buku desain alat.. bisa baca buku Coulson ama Wallace biar bisa langsung ngedesain.. hehe josh, kalo masalah didistilasi sekali ya bisa-bisa aja.. tapi untuk sekali distilasi, variabel yang lain2nya yang terpengaruh.. dari perhitungan bisa didapet berapa jumlah tray dan variable2 lainnya.. jadi gak ada aturan jelas berapa tray nya karena itu semua harus dihitung.. komposisi feed, laju alir feed, temperatur feed, reflux ratio, semuanya mempengaruhi perhitungan jumlah tray.. buat adolf, mungkin bisa buka buku Coulson kali ya.. disitu ada gambar teknis gimana sebuah kolom distilasi itu.. yang pasti ada kolom panjang vertikal, kondenser, reboiler, dan nozzle inlet dan outlet.. bahannya umumnya carbon steel atau stainless steel tergantung dengan kebutuhan dan faktor kemudahan korosi.. hehe.. cha, emang terkadang jumlah tray yang didapat bisa berbeda.. tapi harusnya gak berbeda jauh.. dan ada faktor tray efficiency lhoo.. jadi belum tentu jumlah tray teoritis itu bisa mentah-mentah diterapkan di lapangan.. dan buat kid, jadi pressure itu mempengaruhi letak titik azeotrop.. seperti dapat dilihat di ilustrasi di atas, kalo azeotropnya minimum (kurva kesetimbangan bentuk lembah), semakin rendah tekanan, titik azeotrop akan bergeser ke kiri. nah kalo azeotrop maksimum (kurva kesetimbangan bentuk gunung) itu sebaliknya.. untuk campuran ethanol-air, literaturnya data kesetimbangannya udah banyak tersedia kok.. buat buku bisa pake McCabe, Treybal, atau Geankoplis.. hehe.. dan lain kali, jangan lupa check tanda notify follow-ups via email ya.. hehehe..

enos Apr 23rd, 2008 aku mau nanya, destilasi pada minuman beralkohol murni gmn ya? bisa ga di destilasi untuk memisahkan alkoh dengan avtur?

michaeljubel Apr 24th, 2008 hah? distilasi minuman berakohol? maksudnya minuman beralkohol agar didapat alkohol murni? wahh susah banget tuh.. alkohol di minuman aja paling cuman 5-10 persen kan. butuh berapa banyak minuman tuh. hehe.. lagian sayang lho. etanol di minuman ama etanol industri kan gak bisa asal campur. etanol industri kan udah dikasi zat yang membuat jadi gak bisa diminum etanolnya. hehe.. jadi kalo udah masuk kelas pangan, mending di pangan aja karena lebih menguntungkan. hehe.. didistilasi untuk memisahkan alkohol dengan avtur? bukannya alkohol ama avtur itu berbeda jenis ya? setau saya, avtur itu hasil distilasi minyak bumi.. bersama-sama dengan bensin, diesel, kerosene, dan berbagai hidrokarbon (CxHy) lainnya. sedangkan kalo alkohol itu produk turunan minyak bumi. sebagai contoh: etanol. etanol itu diproduksi dari reaksi hidrasi etilen. etilennya itu didapat dari cracking fraksi minyak bumi yang sebelumnya didistilasi. jadi agak bingung juga kalo dibilang proses distilasi untuk memisahkan avtur dan alkohol. CMIIW.

icha Apr 25th, 2008 mau tanya donx,, kalau misahin campuran yang titik didih zat yang mau dipisahin tu lebih tinggi dari pelarutnya gimana ya (eg. misahin minyak atsiri yang boiling pointnya > air) sama tolong jelasin prinsip destilasi ya sama prinsip alatnya ,,, thx

sarie Apr 26th, 2008 mau tanya dunk. kalo misalnya etanol dan air serta etilenglikol dan air, bagaimana kelarutannya?? juga untuk deiagram fasanya?? makasih

Esse May 10th, 2008 Permisi Mas Bos. Hehe lagi marak nih pemakaian etanol untuk bahan bakar kendaraan yang ngetren dengan gasohol, semakin sadar orang kita ama yang ijo-ijo. saya juga pengin buat alat destilasi etanol 95% skala home industri yang low cost, Mas Bos tolong guide dong. semoga semakin banyak yang peduli ijo-ijo. thanks

sigit Jun 13th, 2008 gw sekarang dah disain alat distilasinya, tinggal ngebuat aja,, saat ini gw juga lagi baca buku operasi teknik kimia karangan McCabe dkk, da yang punya referensi lagi gak buku yang ngebahas tentang distilasi etanol,, thanx be4

michaeljubel Jun 16th, 2008 @sigit: buat desain alat bisa baca buku Coulson dan Wallace juga. ada prosedur perhitungan step-by-step nya.

erni sulistiyoati Sep 18th, 2008 mau tanya, azeotrop etanol 95.6 % itu pada tekanan berapa?? keluaran dari kolom kedua itu benar-benar murni etanol 100 % ya? punya data tekanan uap cair campuran etanol-air untuk bikin kurva kesetimbangannya ga?? kalo punya, minta tolong di kirim ke email saya ya. tapi kalo ga punya, kira-kira saya bisa dapet datanya dari buku apa? terimakasih..

arninda Sep 22nd, 2008 saya ninda n lagi buat skripsi pra rancangan pabrik asetaldehid dgn bhn baku ethanol. ada yang tau faktor korosi ethanol?

Fajri Sep 27th, 2008 klo kita ngeliat diagram fasa ethanol dan diagram fasa air terus gimana cara nentuin tekanan dan suhu untuk mendestilasi agar hanya melalui satu kali proses destilasi misalnya kandungan ethanol 12% terus ajarin cara ngitung energi yang d butuhkan untuk proses destilasinya dan juga energi hasil destilasinya apabila ethanol yg dihasilkan 1L please. tolong email y aq lg mo bikin pkm nih soalnya makasih y terus klo molecular sieve itu bisa dipake berulang kali atau hanya satu kali

josh w Sep 28th, 2008 Unk Fajri malam boos 1. kalo untuk nentuin suhu dan press rektor destilasi agak susah, karna saya ngak tau bentuk destilasi anda gimana, kalo menggunakan tangki evaporator ( penguapan ) kemudian dialirkan ke tower destilasi yang dilengkapi dengan pendingin jaga aja tempratur tetap di 78 80 Cell dan hasil yang keluar ( etil alkol ) dalam bentuk uap harus didinginkan ( kalo tidak ntar satu erte pada mabok ) sampe temprature 27 cellciussss 2. untuk energi pake aja elpigi /LPG lebih murah, untuk perhitungan menggunakan lpg perliter alko sekitar 2000 rupiah perak, 3. kalo mo buat yang penting fermentasinya brooo, kalo gagal buang, proses alko teknik fermentasinya adalah kunci sukses, selamat mencoba salam josh w

MEILYZAR Nov 10th, 2008 kesetimbangan uap cair pada sistem biner tu maksudnya gmana???? tlong dijelasin.. thanks

assahy Nov 19th, 2008 gimana nentuin tekanan operasi untuk sistem distilasi isopropil alkohol dan air?

Ardi Nov 21st, 2008 Numpang nanya nih, kira2 ada yg tau ga ya referensi bwt ngerancang alat membran pervaporasi?terutama dalam mnghitung surface area dan ketebalan membran maksh bnyk y

brana

Feb 6th, 2009 saya skrg lg buat alat distilasi untuk tugas akhirgimana alur rancang bangunnya untuk distilasi secara teknik jgn secara kimia??? kirim k email saya gatres_stres@yahoo.co.id makasaih

chov Feb 7th, 2009 aduh koq bingung ya jadinya???? bisa jelasin lbih dimengerti lg ga???? mau nanya, azeotrop itu apa?? makasih bnyak..

sista sri yuliana Feb 15th, 2009 gmana cara misahin senyawa azeotrop? bukannya susah ya?

drajat Feb 22nd, 2009 Terus bagemana anda kontrol Parameter Pressure di kolom distilasi 1 yang lebih tinggi dr kolom kedua? apakah ada gas inert bertekanan untuk menjaga Pressure Kolom 1..?

as` Mar 11th, 2009 jangan lupa menambahkan entrainer. taukah anda dengan zat ini?

Lee_no Mar 20th, 2009 jelasin donk cara destilasi yang benar sehingga menghasilkan destilat yang lebih sepat dan banyak??

andika Jul 3rd, 2009 bagus! truskan kreativitas anda.

cefty Aug 12th, 2009 tolong bsntu jawab rabu depan aq ada presentasi tentang destilasi uap dan cara kerjanya.mohon bantuannya.ada yg tau acuan pustakanya ndak ?

agnes Nov 13th, 2009

pagi pak saya mahasiswi farmasi yg sedang magangsaya mau tny pak bagaimana cara memisahkan etanol dan air ini? karena saya lg mencoba penelitian tentang alkohol bekas dipakai untuk mengekstraksi jahenah alkoholnya ini berbau jahe saya ingin mendapatkan alkohol tersebut bebas dari bau jahe dan diperoleh kadar yang tinggi, apakah saya juga seharusnya menggunakan destilasi azeotrop ini? caranya gimana? terima ksih sebelumnya.kirim ke email saya ladyacnetha87@yahoo.com.

Artikel ini saya tulis karena ada beberapa pertanyaan tentang bagaimana mengoperasikan distilator. Sedangkan pertanyaan bagaimana cara membuat distilator saya tidak bisa menjawabnya. Silahkan dipelajari sendiri di link yang ada di kolom kiri bawah halaman blog ini.

Baca juga: Membuat Distilator Skala Kecil

PRINSIP DASAR
Prinsip sederhana distilasi ethanol adalah memisahkan etanol dengan air berdasarkan titik didihnya. Etanol murni mendidih pada suhu 79oC, sedangkan air murni mendidih pada suhu 100oC. Ketika campuran etanol-air dipanaskan, maka pada suhu sekitar 79oC etanol akan sudah mendidih dan menguap, sedangkan air belum. Dengan mengatur suhu ini kita bisa memisahkan antara uap etanol dengan air. Realitanya, berdasarkan pengalaman, etanol mulai menguap/mendidih pada suhu antara 80-85oC.

MACAM-MACAM DESAIN DISTILATOR


Desain distilator bermacam-macam, tergantung pada kapasitas dan metode yang dipergunakan. Berikut ini beberapa macam distilator yang saya tahu.

Distilator Skala laboratorium. Kapasitasnya kecil sekali dan bisa mengolah bahan dengan volume 0.5 2 liter. Dioperasikan secara manual dan disusun dengan alat-alat gelas yang umum diperoleh dipasaran.

Distilator untuk perorangan. Cocock untuk hobiis yang sekedar ingin coba-coba buat etanol sendiri. Mungkin untuk mengolah limbah rumah tangganya sendiri dan membuat bensin sendiri.

Distilator Skala UKM 1. Kapasitas boilernya kira-kira 25 liter. Distilator ini ada bagian pengeluaran untuk reflux. Bahan bakarnya bisa menggunakan kompor atau kayu bakar. Untuk pelatihan-pelatihan bioetanol bisa menggunakan distilator ini, karena mudah dibongkar pasang dan relatif kecil.

Distilator Skala UKM 2. Kapasitas boilernya kira-kira 40 liter. Distilator ini tidak ada pengeluaran untuk reflux.

Distilator Skala UKM 3. Kapasitas boilernya agak besar sedikit, yaitu 100 liter.

Distilator Industri. Kapasitas olahnya bisa menghasilkan 4000-10000 liter etanol/hari. Distilasi dilakukan dua kali. Distilasi pertama kadar etanol 60% dan yang kedua bisa mencapai 95%.

BAGIAN -BAGIAN DISTILATOR


Di pasaran ada bermacam-macam desain distilator. Bagian-bagiannya mungkin saja ada perbedaan. Yang saya sebutkan disini adalah bagian-bagian umumnya saja. Bagian yang lebih detail bisa dilihat atau ditanyakan ke produsennya.

1. EVAPORATOR

Seperti namanya bagian ini adalah untuk penguapan. Ada juga yang menyebutnya boiler, atau tangki didih karena untuk mendidihkan. Desainnya pun bermacam-macam. Ada yang menggunakan pemanasan langsung atau menggunakan pemanasan tidak langsung. Menurut saya pribadi evaporator yang menggunakan pemanasan tidak langsung memberikan hasil yang lebih baik daripada yang menggunakan pemanasan langsung. Bagian Evaporator juga dilengkapi dengan kontrol volume cairan di dalam tabung. Jika menggunakan pemanasan tidak langsung ada dua kontrol, satu untuk kontrol air dan satu lagi untuk kontrol bahan. Tentunya ada juga bagian pemasukan air dan bahan, kran pengeluaran air dan bahan.

2. KOLOM PEMISAH

Berbentuk tabung panjang yang berfungsi untuk mengalirkan uap dan memisahkan antara uap etanol dengan uap air. Kadang-kadang kolom ini diisi dengan kelereng atau potongan metal yang dibentuk khusus.

3. HEAT EXCANGER (HE)

Biasanya terletak diujung atas distilator. Bagian ini merupakan bagian yang vital dan letak rahasia keberhasilan memisahkan etanol dengan air. Desain heat excanger juga bermacam-macam. Desain HE yng baik adalah desain yang bisa membuat suhu konstan pada suhu 79oC. Bagian HE ini dialiri dengan air yang berfungsi untuk mengatur suhu.

4. BAGIAN PENDINGIN

Prinsip kerjanya sebenarnya sama dengan HE, tetapi fungsinya lebih untuk mendinginkan suhu uap etanol agar ethanol mencair.

5. KRAN DAN SELANG/PIPA AIR


Air memegang peranan penting untuk mengatur suhu dan mendinginkan uap ethanol. Kecepatan pendinginan diatur dengan mengatur debit air. Nah, debit air ini diatur dengan menggunakan kran. Besar-kecilnya bukaan kran akan menentukan debit air dan menentukan kecepatan pendinginannya.

6. PEMASOK/SUPLAI AIR
Air bisa dipasok dengan menggunakan pompa air atau dengan tandon air. Jika memungkinkan, tandon air lebih hemat. Tandon air ini diletakkan dengan posisi yang lebih tinggi dari tinggi kolom distilasi.

7. TUNGKU PEMANAS
Evaporator bisa dipanaskan dengan menggunakan berbagai bahan bakar. Bisa menggunakan kompor minyak, kompor gas, atau kayu bakar. Pilih bahan bakar yang paling murah, mudah diperoleh, dan banyak tersedia di sekitar Anda. Kayu bakar adalah salah satu pilihan yang baik.

CARA PENGOPERASIAN DISTILATOR


Ada banyak sekali macam distilator, jadi tidak mungkin menjelaskan semuanya. Saya akan sampaikan cara pengoperasian distilator skala UKM, karena lebih banyak digunakan. Distilator ini hanya satu kali distilasi atau tidak ada reflux-nya. Prinsip pengoperasian distilator yang lain umumnya sama. 1. Pastikan dulu tidak ada bagian distilator yang bocor atau rusak. 2. Isi bagian Heat Exchanger (HE) dan pendingin dengan air sampai penuh. 3. Masukkan bahan ke dalam evaporator. Jangan isi sampai penuh, sisakan kurang lebih 1/4 bagian dengan udara untuk memberi ruang untuk uap etanol. 4. Jika menggunakan pemanasan tidak langsung, masukkan juga air ke dalam tabung pemanas evaporator. Jangan diisi penuh, sisakan untuk ruang udara. 5. Pastikan semua kran dalam posisi tertutup. 6. Mulai panaskan evaporator. Suhu evaporator sekitar 100oC agar semua ethanol bisa menguap. 7. Ketika suhu evaporator sudah mulai naik, buka kran air yang ke HE sedikit. Ini merupakan bagian yang paling vital, atur dengan seksama agar suhu pada HE tetap konstan pada suhu 75 85oC. Mengatur suhu dengan cara mengatur debit air, mengatur buka tutupnya kran. 8. Buka juga kran air untuk tabung pendingin. Usahakan agar tabung pendingin tetap dingin dengan suhu tidak lebih dari 40oC. 9. Pertahankan api agar tetap konstan sehingga pemanasan juga stabil. 10. Etanol akan mencair dan keluar melalui lubang pengeluaran. 11. Tanda bahwa etanol sudah habis adalah etanol sudah tidak lagi mengalir ketika suhu HE dipertahankan pada suhu 85%.

RAHASIA MENGATUR KADAR KELUARAN ETANOL

Kadar etanol yang keluar dari pipa pengeluaran bisa kita atur. Kita bisa mengatur agar kadar etanol yang keluar adalah 40%, 60%, 80%, atau 95% (tentunya tidak tepat sekali). Kuncinya kembali pada prinsip distilasi di atas. Kalau kita bisa memahami dengan baik prinsip tersebut dan bisa mengaplikasikan langsung pada distilator kita, kita bisa atur keluaran distilator tersebut. Distilator skala UKM umumnya diatur secara manual, jadi disini kita akan lebih banyak menggunakan feeling bin perasaan. Dengan semakin tinggi jam terbang kita, kita akan semakin berpengalaman mengatur kadar etanol ini. Kadar etanol yang keluar bisa diatur dengan mengatur suhu pada HE. Suhu HE diatur dengan mengatur debit air. Debit air diatur dengan kran. Jadi dengan memainkan buka tutupnya kran kita bisa mengatur kadar keluaran etanol. Debit air yang tinggi akan menyebabkan suhu HE cepat mendingin, sedangkan debit air yang tinggi menyebabkan suhu HE cepat naik. 1. Pemanas harus diupayakan konstan dan stabil. Jadi harus diurus oleh satu orang khusus. 2. Kalau di HE ada termometernya, pertahankan suhunya sekitar 75oC. Etanol yang keluar kadarnya >90%. Kalau kita sudah cukup mahir mungkin bisa masimal 95%. 3. Pertahankan suhu di HE pada suhu 75-80oC. Kadar etanol yang keluar bisa >80%. 4. Pertahankan suhu di HE sekitar 85oC. Kadar etanol yang keluar >60%. 5. Pertahankan suhu di HE sekitar 85-90oC. Kadar etanol yang keluar. >30%. Data diatas hanya berdasarkan pengalaman bukan penelitian. Kalau anda mencobanya sendiri mungkin hasilnya bisa berbeda juga. Keluaran etanol sedikit banyak juga dipengaruhi oleh kadar etanol di bahan yang kita distilasi dan volume bahan itu juga. Kalau kadar etanolnya cukup tinggi, mendekati 10% dan volumenya cukup banyak, maka mempertahankan di suhu 75oC relatif mudah. Tetapi kalau kadar etanolnya rendah, pada suhu itu tidak ada etanol yang keluar.

Hasil distilasi bisa 90%

KESIMPULAN
Kesimpulannya sederhana saja. Distilasi pada prinsipnya memisahkan etanol berda<sarkan perbedaan titik didihnya. Kalau kita bisa mengontrol suhunya, kita bisa mengatur kadar keluaran etanolnya. Sederhana Bukan. (Med