Anda di halaman 1dari 18

KLASIFIKASI BATUAN DAN TANAH UNTUK PENYELIDIKAN GEOLOGI TEKNIK

DEFINISI BATUAN 1. Menurut Para Geologiwan a. Batuan adalah susunan mineral dan membentuk kulit bumi. b. Batuan adalah semua material yang membentuk kulit bumi yang dibagi atas :
-

bahan

organis yang bersatu

Batuan yang terkonsolidasi (consolidated rock), Batuan yang tidak terkonsolidasi (unconsolidated rock).

2.

Menurut Para Ahli Teknik Sipil Khususnya Ahli Geoteknik a. Istilah batuan hanya untuk formasi yang keras dan padat dari kulit bumi. b. Batuan adalah suatu bahan yang keras dan koheren atau yang telah terkonsolidasi dan tidak dapat digali dengan cara biasa, misalnya dengan cangkul dan belincong.

3.

Secara Umum Batuan adalah campuran dari satu atau lebih mineral yang berbeda, tidak mempunyai komposisi kimia tetap. Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa batuan tidak sama dengan tanah. Tanah dikenal sebagai material yang mobile, rapuh dan letaknya dekat dengan permukaan bumi.

KOMPOSISI BATUAN Kulit bumi, 99 % dari beratnya terdiri dari 8 unsur : O, Si, Al, Fe, Ca, Na, Mg, dan H. Komposisi dominan dari kulit bumi tersebut adalah : SiO2 = 59,8 % A12O = 14,9 % CaO = 4,9 % FeO Na2O K2O = 3,39 % = 3,25 % = 2,98 %

MgO = 3,7 % H2O = 2,02 %

Fe2O3 = 2,69 %

Batuan terdiri dari bagian yang padat baik berupa kristal maupun yang tidak mempunyai bentuk tertentu dan bagian kosong seperti pori-pori, fissure, crack, joint, dll. MEKANIKA BATUAN Mekanika batuan adalah ilmu yang mempelajari sifat dan perilaku batuan bila terhadapnya dikenakan gaya atau tekanan. Mekanika mengacu pada respon bahan untuk beban diterapkan. Untuk kepentingan rekayasa, bahan bumi dapat dibagi sebagai batu karang, tanah, dan cairan. Batuan bahan bangunan penting dan mereka menyediakan fondasi untuk struktur teknik banyak. Kuliah ini berkaitan dengan sifat mekanik batuan. Derivasi dan contoh akan diberikan selama kuliah.

SIFAT BATUAN Heterogen 1. 2. 3. Jenis mineral pembentuk batuan yang berbeda. Ukuran dan bentuk partikel/butir berbeda di dalam batuan. Ukuran, bentuk, dan penyebaran void berbeda di dalam batuan.

Diskontinu Massa batuan di alam tidak kontinu (diskontinu) karena adanya bidang-bidang lemah (crack, joint, fault, fissure) di mana kekerapan, perluasan dan orientasi dari bidang-bidang lemah tersebut tidak kontinu.

Anisotrop Karena sifat batuan yang heterogen, diskontinu, anisotrope maka untuk dapat menghitung secara matematis misalnya sebuah lubang bukaan yang disekitarnya terdiri dari batuan B1, B2, B3, diasumsikan batuan ekivalen B sebagai pengganti batuan B1, B2, B3 yang mempunyai sifat homogen, kontinu dan isotrop

Densitas, Porositas, Dan Permeabilitas - Porositas n : pengukuran jumlah relatif ruang kosong (berisi cairan dan atau gas). Porositas = (ruang kosong) / (volume total) - Permeabilitas : pengukuran tingkat di mana cairan akan mengalir melalui bahan jenuh. Kita akan membahas pengukuran permeabilitas kemudian di kuliah air tanah.

Stress Stress adalah gaya per satuan luas yang bekerja pada pesawat pada setiap titik dalam suatu material. Ada tiga jenis menekankan: - Compressive stress - Tensile stress - Shear stress

Principal stresses (bab 8, hal.133) Pada setiap bidang padat, ada tekanan normal (baik kompresional atau tensional, disebut tegangan normal) dan geser menekankan bertindak sejajar dengan bidang. Pada setiap titik dalam solid, adalah mungkin untuk menemukan tiga menekankan saling tegak lurus utama yang maksimum, menengah, dan minimum. Pada bidang tegak lurus terhadap tekanan utama (disebut bidang utama), tidak ada tegangan geser.

Mohr's circle (bab 8, p.134) Misalkan kita ingin mengukur tegangan (baik normal dan geser) yang bekerja pada setiap bidang yang diberikan selain menekankan utama. Secara umum, ini adalah masalah tiga dimensi dan dapat dilakukan dengan menggunakan tensor matematika dan vektor. Dalam kasus khusus dimana kita bisa berasumsi bahwa tekanan menengah dan minimum adalah sama (misalnya di bawah permukaan tanah), kita dapat bekerja dalam dua dimensi. Lingkaran Mohr menyediakan metode, grafis sederhana untuk menemukan tegangan normal dan geser pada bidang miring dari bidang utama menggunakan tekanan utama maksimum dan minimum.

Strain Penerapan stres untuk material menyebabkannya untuk merusak. Jumlah deformasi disebut regangan. Aksial strain: deformasi sepanjang arah pembebanan dL / L. lateralis strain: tegak lurus ekstensi lateral arah pembebanan, dB / B. Poisson rasio = (regangan lateral) / (regangan aksial).

Elastisitas batuan Beberapa deformasi batuan di bawah stres akan pulih saat beban akan dihapus. Deformasi elastis dipulihkan disebut dan bagian nonrecoverable disebut deformasi plastik. Perilaku deformasi plastik melibatkan berkelanjutan setelah beberapa nilai kritis stres telah tercapai. Umumnya, deformasi elastis batuan berbanding lurus dengan beban yang diterapkan. Rasio tegangan dan regangan disebut modulus elastisitas.

Rock properties: strength Kekuatan batuan menunjukkan tingkat stres yang diperlukan untuk menyebabkan kegagalan. Kekuatan tekan adalah tegangan tekan yang dibutuhkan untuk istirahat sampel batuan. Unit ini pon per inci persegi (psi) atau newton per meter persegi (pascal).

Unconfined (uniaksial) kompresi tes: Sampel batuan terbatasi di sisi sementara beban diterapkan secara vertikal sampai terjadi kegagalan. Dalam hal ini, kekuatan tekan disebut kuat tekan unconfined (kuat tekan uniaksial).

Confined kompres tes: Untuk desain struktur bawah tanah (seperti terowongan,

pertambangan, repositori limbah), kita perlu memperhitungkan tekanan mengurung di kedalaman. Hal ini dilakukan di laboratorium oleh apa yang disebut tes triaksial kompresi. Kurva kegagalan dibangun dengan menggunakan lingkaran Mohr setelah serangkaian tes memberikan kekuatan geser (kohesi) dan gesekan internal (sudut geser resistensi) dari batu (atau tanah) sampel. Ini akan dibahas lebih lanjut pada kriteria Mohr-Coulomb kegagalan dalam kuliah berikutnya pada Mekanika Tanah. Teknik klasifikasi intact rocks Klasifikasi batuan utuh rekayasa didasarkan pada kekuatan tekan uniaksial dan modulus elastisitas, yang dikembangkan oleh Deere dan Miller intact rocks secara internal terus menerus, utuh, dan bebas dari pesawat kelemahan seperti jointing, tempat tidur, dan geser. Batuan dibagi menjadi lima kategori kekuatan: Sebuah E melalui untuk yang sangat tinggi untuk tingkat yang sangat kekuatan. Klasifikasi batuan juga melibatkan modulus elastisitas. Lebih khusus, rasio modulus yang digunakan, yang merupakan rasio dari modulus elastisitas dengan kuat tekan unconfined. Tiga kategori rasio modulus adalah H (tinggi) untuk> 500, M (medium) untuk 200-500, dan L (rendah) untuk <200. Sifat massa batuan Sifat kekuatan dan deformasi batuan utuh tidak dapat langsung diterapkan pada massa batuan secara keseluruhan dalam situasi lapangan. Kekuatan dan perilaku massa batuan yang sebagian besar dikendalikan oleh

sifat diskontinuitas atau pesawat kelemahan. Diskontinuitas bertindak untuk menurunkan kekuatan massa batuan. Massa batuan cenderung gagal bersama pesawat kelemahan yang ada daripada mengembangkan fraktur baru dalam batuan padat utuh. Contoh diskontinuitas massa batuan meliputi: - Sedimen : bedding planes, struktur sedimen (mud cracks, ripple marks, cross beds, dll) - Struktural : faults, joints, fissures - Metamorf : foliasi - Beku : cooling joints, flow contacts, intrusive contacts, dikes, sills BEBERAPA CIRI DARI MEKANIKA BATUAN 1. Dalam ukuran besar, solid dan massa batuan yang kuat/keras, maka batuan dapat dianggap kontinu.
2. Bagaimanapun juga karena keadaan alamiah dan lingkungan geologi,

maka batuan tidak kontinu (diskontinu) karena adanya kekar, fissure, schistosity, crack, cavities dan diskontinuitas lainnya. Untuk kondisi tertentu, dapat dikatakan bahwa mekanika batuan adalah mekanika diskontinu atau mekanika dari struktur batuan.
3. Secara mekanika, batuan adalah sistem multiple body (Gambar 3).

4. Analisis mekanika tanah dilakukan pada bidang, sedang analisis mekanika batuan dilakukan pada bidang dan ruang. 5. Mekanika batuan dikembangkan secara terpisah dari mekanika tanah, tetapi ada beberapa yang tumpang tindih. 6. Mekanika batuan banyak menggunakan :
- Teori elastisitas, - Teori plastisitas, - Dan

mempelajari

batuan,

sistem

struktur

batuan

secara

eksperimen.

FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUKAN TANAH Dalam faktor pembentukan tanah dibedakan menjadi dua golongan yaitu, faktor pembentukan tanah secara pasif dan aktif. Faktor pembentukan tanah secara pasif adalah bagian-bagian yang menjadi sumber massa dan keadaan yang mempengaruhi massa yang meliputi bahan induk, tofografi dan waktu atau umur. Sedangkan faktor pembentukan tanah secara aktif ialah faktor yang menghasilkan energi yang bekerja pada massa tanah, yaitu iklim, (hidrofer dan atmosfer) dan makhkluk hidup (biosfer). Adapun pembentukan tanah di pengaruhi oleh lima faktor yang bekerjasama dalam berbagai proses, baik reaksi fisik (disintregrasi) maupun kimia (dekomposisi). Semula dianggap sebagai faktor pembentukan tanah hanyalah bahan induk, iklim, dan makhluk hidup. Setelah diketahui bahwa tanah berkembang terus, maka faktornya ditambah dengan waktu. Tofografi (relief) yang mempengaruhi tata air dalam tanah dan erosi tanah juga merupakan faktor pembentukan tanah. IKLIM Iklim adalah rata-rata cuaca semua energi untuk membentuk tanah datang dari matahari berupa penghancuran secara radio aktif yang menghasilkan gaya dan panas. Enegi matahari menyebabka terjadinya fotosintesis (asimilasi) pada tumbuhan dan gerakan angin menyebabkan transfirasi dan evaforasi (keduanya disebut evafotranspirasi). Akibat langsung dari gerakan angin terhadap pembentukan tanah yaitu berupa erosi angin dan secara tidak langsung berupa pemindahan panas. Komponen iklim yang utama adalah curah hujan dan suhu (temperatur). Faktor pembentukan tanah melalui iklim meliputi curah hujan dan suhu. CURAH HUJAN

Pada umumnya makin banyak curah hujan maka keasaman tanah makin tinggi atau pH tanah makin rendah, karena banyak unsur-unsur logam alkali tanah yang terlindi misalnya, Na, Ca, Mg, dan K, dan sebaliknya makin rendah curah hujan maka makin rendah tingkat keasaman tanah dan makin tinggi pH tanah. Makin lembab suatu tanah maka makin jelek aerasinya dan juga sebaliknya, hal ini desebabkan karena adanya pergantian antara air dan udara dalam tanah. SUHU (TEMPERATUR) Suhu sangat berpengaruh bagi proses pembentukan tanah meliputi evapotranspirasi yang meliputi gerak air di dalam tanah, juga meliputi reaksi kimia bilamana suhu makin besar maka makin cepat pula reaksi kimia berlangsung. BAHAN INDUK Dalam proses pembentukan tanah juga terdapat bahan induk yang menyusun pembentukan tanah, bahan induk tersebut bersumber dari batuan dan bahan organik. 1) Batuan Batuan dapat didefinisikan sebagai bahan padat yang terjadi didalam membentuk kerak bumi, batuan pada umumnya tersusun atas dua mineral atau lebih. Berdasarkan cara terbentuknya batuan dapat dibedakan menjadi 3 jenis batuan, yaitu beku, batuan endapan dan batuan malihan. - Batuan Beku Batuan beku atau batuan vulkanik terbentuk oleh magma yang berasal dari letusan gunung berapi, batuan beku atau batuan vulkanik terdiri dari meneral yang tinggi dan banyak mengandung unsur hara tanaman. Di Indonesia batuan vulkanik memegang peranan yang lebih penting, hal ini di sebabkan karena gunung berap[i tersebar mana-mana,

dan karena letesan gunung berapi yang menghasilkan batuan vulkanik yang menyebabkan kesuburan tanah. Selain atas dasar terjadinya batuan vulkanik juga dapat dibagi atas dasar kandungan kadar Si O2 nya menjadi tiga golongan, yaitu, batuan asam yang berkadar Si O2 lebih dari 65%, batuan intermedier yang kadar Si o2 antar 52% s/d 65% dan batuan basis yang berkadar Si O2 kurang dari 52%. Batuan vulkanik di Indonesia kebanyakan termasuk basis, kemudian intermedier dan yang paling sedikit batuan asam. Batuan asam biasanya berwarna lebih muda dari pada batuan basis, batuan asam juga biasanya lebih banyak mengandung alkali dan Al, sedangkan kadar unsur-unsur seperti Fe,Mg dan Ca lebih rendah, sehingga berat jenisnya juga lebih kecil. Perbedaan lain adalah mengenai daya tahannya terhadap proses pelapukan, batuan asam lebih tahan terhadap proses pelapukan karena warnanya kebih muda. Akibatnya tanah yang berasal dari batuan asam tektunya lebih kasar daripada tanah yang berasal dari bari batuan basis, maka dapat dikatakan tanah yang berasal dari batuan asam mempunyai kandungan unsurhara yang sedikit dibandingkan dengan tanah yang berasal dari batuan basis. - Batuan Endapan Batuan endapan terjadi karena proses pengendapan bahan yang diangkut oleh air atau udara dalam waktu yang lama. Ciri untuk membedakan batuan endapan dan batuan lainnya yaitu, batuan endapan biasanya berlapis, mengandung jasad (fosil) atau bekas-bekasnya dan adanya keseragaman yangnyata dari bagian-bagian berbentuk bulat yang menyusun. Adanya lapisan dalam batuan ini disebabkan karena timbunan lapisan pengendapan yang masing-masing berbeda bahan, tekstur, warna dan tebalnya. Perbedaan ini terutama di sebabkan oleh karena perbedaan

waktu pengendapan dan bahan yang diendapkannya.jika bahan yang diendapkannya seragam maka ciri akan terlihat kurang jelas. Batuan endapan dari bahan-bahan yang diendapkan dari hasil pecahan batuan yang telah ada sebelumnya. Proses pelapukan batuan endapan dapat terjadi melalui gerakan bumi, seperti gempa bumi, patahan,timbulan,bahkan lipatan, dan tekanan akibat temperartur, juga bisa diakibatkan oleh tenaga mahkluk hidup saeperti akar dan hewan, maupun gaya kimia yang di sebabkan oleh gaya kimia seperti CO2, O2 asam organik dan sebagainya. - Batuan Malihan Batuan malihan terbentuk dari batuan beku atau batuan endapan atau juga dapat terbentuk dari batuan malihan lainnya yang mengalami proses perubahan susunan dan sentuknya yang akibatkan oleh pengaruh panas, tekanan atau gaya kimia. Batuan malihan adalah batuan yanga memiliki sipat sipat akibat telah malihnya batuan semula baik batuan beku maupun endapan. Yang di namakan proses malihan adalah jumlah proses yang bekerja dalam zone pelapukan dan menyebabkan pengkristalan kembali bahan induk. Adapun sarat tejadinya proses malihan yaitu di sebabkan oleh temperatur tinggi, tekanan kuat, dan waktu lama. Temperatur tinggi saling mempercepat reaksi kimia juga penting untuk dapat melampaui temperatur mineralnya. Secara teori dapat di terapkan atom atom yang menyusun mineral setelah mencapai temperatur kritik amplitudo getarannya akan sedemikian besarnya, sehingga atom atom dapat bergerak lebih besar dan mampu bertukar tempat. Temperatur yang tinggi juga dapat mempertinggi plasitisitas mineral. Sumber panasnya berasal dari bagian dalam bumi, energi mekanik menghasilkan yang merupakan hasil proses geologi dan magma yang meleleh.

Tekanan yang mempengaruhi proses malihan ada macam, yaitu tekanan hidrostastik dan tekanan yang berarah berupa desakan. Yang tertama menyebabkan perubahan volume dan menghasilkan stuktur butir yang tidak teratur, sedangkan desakan menyebabkan bentuk dan menghasilkan struktur sejajar. Tekanan yuang seragam mempengaruhi keseimbangan pembentukan kimia dengan memacu mioniral-mineral yang pengeluaran rapat volume dan tinggi, jenisnyalebih

sedangkan desakan mewujudkan berbagai pengaruh terhadap susunan mineral batuan. Waktu yang lama lambat laun membentuk batuan malihan. 2) Organik Bahan organik brperan terhadap kesuburan tanah dan berpengaruh juga ketahanan agregat tahan. Juga bahan organik mempunyai pengaruh terhadap warna tanah yang menjadikan warna tanah coklat kehitaman.serta terhadap ketersediaan hara dalam tanah. Tumbuhan menjadi sumber utama bagi bahan organik, pada keadaan alami tumbuhan menyediakan bahan organik yang sangat besar, akibat pencernaan oleh mikro organisme bahan organik tercampur tercampur dalam tanah secara proses imfiltasi. Beberapa bentuk kehidupan seperti cacing, rayap, dan semut berperan penting dalam pengangkutan tanah. Faktor yamg mempengaruhi bahon organiuk tanah yaitu, kedalaman tanah yang mentukan kadar bahan bahan organik yang ditentukan pada kedalaman 20 cm dan makin kebawah makin berkurang, faktor iklim menyebabkan bilamana semakin rendahnya susu maka makin tinggi pula bahan organik uyang terkandung dalam tanah. - Makhluk Hidup

Semua mahkluk hidup, baik hidupnya maupun sudah mati mempunyai pengaruh terhadap pembentukan tanah. Di antara makhluk yang paling berpengaruh adalah vegetasi karena jumlahnya banyak dan berkedudukan tepet untuk waktu yang lama, sedangkan hewan dan manusia berpengaruh tidak langsung melalui vegetasi. Jasad remik (mikro organisme) dalam tanah mempunyai peranan dalam prose peruraian bahan organik menjadi unsur hara dapat di serap oleh akar tanaman dan pembentukan humus (bunga tanah). Cacing tanah sangat aktif dalam peruraian (dekoposisi) serasaah. Pada waktui malam hari cacing cacing membawa guguran dedaunan dan rerumputan kedalam lubang-lubangmnya dan mencampur dengan mineral-mineral tanah. Sokresin yang dikeluarkan mengandung Ca lebih banyak daripada tanah disekitarnya. Lubang-lubang cacing akan mempengaruhi aerasi dan perembesan air . Semut-semut menyusup kedalam tanah dan mengangkut bahanbahan dari dalam tanah kepermukaa tanah sambil membangun sarangsarangnya berupa berupa bukit-bukit kecil di pertmukaan tanah dan sering pada batang-batang pohon. Rayap-rayap makan sisa-sisa bahan organik. Tikus dan binatang lai menggunakan tanah sebagai tempat tinggal dan tempat perlindungan. Manusia mempengaruhi pembentukan tanah melalui cara penggunaan tanahnya, terutama cara bercocok tanam, menentukan jemnis tanaman yang di tanam, cara pengolahan atau penggarapan, permukaan, cara pemanenan, menentukan rotasi tanaman damn lain sebagainya. - Topografi Topogarfi alam dapat mempercepat atau memperlambat kegiatan iklim. Pada tanah datar kecepatan pengaliran air lebih kecil daripada tanah yang berombak. Topografi miring mepergiat berbagai proses erosi

air, sehingga membatasi kedalaman solum tanah. Sebaliknya genangan air didataran, dalam waktu lama atau sepanjang tahun, pengaruh ilklim nibsi tidak begitu nampak dalam perkembangan tanah. Didaerah beriklim humid trop[ika dengan bahan induk tuff vulkanik, pada tanah yang datar membentuk tanah jenis latosol berwarna coklat, sedangkan di lereng pegunungan akan terbentuk latosol merah. Didaerah semi arid (agak kering) dengan bahan induk naval pada topografi datar akan membentuk tanah jenis grumosol, kelabu, sedangkan dilereng pegunungan terbentuk tanah jenis grumosol berwarna kuning coklat. Di lereng pegunungan yang curam akan terbentuk tanah dangkal. Adanya pengaliran air menyebabkan tertimbunnya garam-garam di kaki lereng, sehingga di kaki gunung berapi di daerah sub humid terbentuk tanah berwarna kecoklat-coklatan yang bersifat seperti grumosol, baik secara fisik maupun kimianya. Di lereng cekung seringkali bergabung membentuk cekungan pengendapan yang mampu menampung air dan bahan-bahan tertentu sehingga terbentuk tanah rawang atau merawang. - Faktor Waktu Lamanya bahan induk mengalami pelapukan dan perkembangan tanah, memainkan peranan penting dalam menentukan jenis-jenis tanah terbentuk. Gunung berapi mengendapkan lava dan abu gunung disaat terjadi letusan gunung berapi tersebut, seringkali pengendapan lava ataupun terjadinya letusan gunung tidak terjadi pada waktu yang sama. Semua tinfgkatan perkembangan tanah dapat di temukan kembali pada endapanendapan itu. Didaerah beriklim tropika, pembentukan tanah dari bahan induk berupa abu gunung berapi berlangsung cepat, sehingga dalam waktu empat belas tahun sudah dapat terbentuk tanah yang cukup subur. PROSES PELAPUKAN

Tanah dapat berasal dari batuan keras (batuan beku, batu sedimen tua, batuan metamorfosa) yang melapuk, atau dari bahan-bahan yang lebih lunak dan lepas seperti abu volkan, bahan endapan baru dan lain-lain. Dengan proses pelapukan maka permukaan batuan yang keras menjadi hancur dan berubah menjadi bahan yang lunak yang disebut regolit. Selanjutnya melalui proses pembentukan tanah, bagian atas regolit berubah menjadi tanah. Proses pelapukan mencakup beberapa hal yaitu pelapukan secara fisik, biologik-mekanik, dan kimia. 1. Pelapukan Secara Fisik Pelapukan secara fisik yang terpenting adalah akibat naik turunnya suhu dan perbedaan kemampuan memuai (mengembang) dan mengerut dari masingmasing mineral. Karena masing-masing mineral akibat perubahan suhu mengembang dan rnengerut dengan kekuatan yang berbeda-beda, maka bantuan menjadi rapuh dan mudah hancur. Di daerah dingin, bila air yang masuk dalam batuan dapat berubah menjadi es akibat suhu yang sangat rendah, maka karena volume es lebih besar dari volume air, juga dapat menyebabkan pecahnya batuan. Pengangkutan batuan dari suatu tempat ke tempat lain oleh air juga dapat menyebabkan pelapukan batuan secara fisik. 2. Pelapukan Secara Biologik-Mekanik Akar-akar yang masuk ke dalam batuan melalui retakan-retakan batuan dapat terus berkembang dengan kekuatan yang sangat tinggi sehingga dapat menghancurkan batuan tersebut. Sel-sel akar yang berkembang dapat menimbulkan kekuatan lebih dari 10 atm sehingga tidak mengherankan kalau batuan dapat menjadi hancur akibat perkembangan akar di dalamnya. 3. Pelapukan Secara Kimia Hidrasi dan dehidrasi: Hidradi adalah reaksi kimia di mana molekul air terikat oleh senyawa-senyawa tertentu, sedang dehidrasi adalah hilangnya

molekul air dari senyawa-senyawa tersebut. CaSO4 + 2H20 CaSO4 2H20 (hidrasi) CaSO4 2H20 CaSO4 + 2H20 (dehidrasi) Hidrasi dapat menyebabkan mineral menjadi lebih lunak dan meningkat daya larutnya. Disamping itu hidrasi dan dehidrasi dapat menyebabkan perubahan volume mineral sehingga mempercepat proses disintegrasi. Oksidasi dan reduksi: Oksidasi adalah suatu proses di mana elektronelektron atau muatan lis trik negatif menjadi berkurang. Reduksi berarti penambahan elektron. Oksidasi berlangsung baik bila oksigen cukup tersedia, sedang reduksi akan berjalan bila tidak ada oksigen. Fe++ Fe+++ + e (oksidasi) Fe+++ + e Fe++ (reduksi) Oksidasi merupakan proses disintergrasi yang penting pada mineral-mineral yang mengandung besi fero seperti biotit, glaukonit, hornblende, piroksin, dan lain-lain. Karena perubahan ukuran dan muatan dari fero (Fe++) ke feri (Fe+++) maka mineral-mineral menjadi mudah hancur. Reduksi dapat mengubah besi feri menjadi fero yang sangat mudah bergerak (mobile). Dalam bentuk ini besi dapat hilang dari tanah kalau pencucian air terjadi. Bila tidak tercuci besi fero akan bereaksi dengan sulfur membentuk sulfida atau senyawa-senyawa lain sehingga terjadi warna hijaukebiruan yang khas untuk tanah tereduksi. Hidrolisis: Hidrolisis terjadi karena adanya penggantian kation-kation dalam struktur kristal oleh hidrogen sehingga struktur kristal rusak dan hancur. K Al Si3 08 + H+ (feldspar) H AI Si3 08 + K+ Hidrolisis merupakan pelapukan kimia yang terpenting, karena dapat menghasilkan penghancuran yang sempurna atau modifikasi drastis terhadap mineral-mineral mudah lapuk. Pelarutan (solution): Pelarutan terjadi pada garam-garam sederhana seperti karbonat, klorida, dan lain-lain. CaCO3 + 2H+ H2CO3 + Ca++ KLASIFIKASI TANAH Beberapa jenis tanah berikut biasa dipakai dalam penggolongan nama tanah di lapangan:

Pasir dan Kerikil, merupakan agregat tak berkohesi bersusunan fragmen

angular atau sub angular. Partikel berukuran sampai 1/8 inci disebut pasir, 1/8 inci sampai 6 atau 8 inci disebut kerikil, Lebih dari 8 Hardpan, merupakan tanah yang tahanannya besar sekali terhadap penetrasi alat bor.
Lanau anorganik, tanah berbutir halus dengan sedikit atau tanpa plastisitas.inci

dikenal sebagai boulder. Lanau organik, merupakan tanah agak plastis, berbutir halus dengan campuran partikel bahan organik terpisah secara halus. Permeabilitas sangat rendah.
Lempung, merupakan agregat partikel-partikel berukuran mikroskopik atau

sub-mikroskopik, bersifat plastis. Dalam keadaan kering sangat keras. Permeabilitas sangat rendah.
Lempung organik, lempung yang sebagian sifat fisik pentingnya dipengaruhi

oleh adanya bahan organik. Warna biasanya abu-abu tua atau hitam.
Gambut (peat), agregat agak berserat berasal dari tumbuh-tumbuhan.

DAFTAR PUSTAKA

http://bhupalaka.files.wordpress.com/2010/02/01-tanah-dan-batuan.ppt pada 28, september 20111 jam 12.06)

(diakses

http://id.wikipedia.org/wiki/Pedologi (diakses pada 28, september 20111 jam 12.06)


http://idpoenk.blog.com/category/teknik-sipil/ilmu-tanah/mekanika-tanah/ (diakses pada

28, september 20111 jam 20.21) http://pocongkesurupan.blogspot.com/2010/12/klasifikasi-tanah-dan-atterberglimit.html (diakses pada 28, september 20111 jam 12.06) http://ronymedia.wordpress.com/2010/06/19/klasifikasi-%E2%80%9Ctanah %E2%80%9D-sebagai-bahan-konstruksi/ (diakses pada 28, september 20111 jam 17.10) http://soil.faperta.ugm.ac.id/jitl/6.1%203946%20agus.pdfhttp://tambangunhas.wordpress.com/tag/mekanika-batuan/ (diakses pada 28, september 20111 jam 20.16)