Anda di halaman 1dari 13

DIGITAL ELECTRONIC SOFT STARTER NOVADEM S3 DI IPA (INSTALASI PENGOLAHAN AIR) KUDU

Agung Kusuma Wijaya1) Bustanul Arifin, ST, MT2) ABSTRAKSI


Tujuan utama suatu sistem kontrol adalah untuk mendapatkan optimasi dimana hal ini dapat diperoleh berdasarkan fungsi daripada sistem kontrol itu sendiri, yaitu : pengukuran (measurement), membandingkan (comparison), pencatatan dan perhitungan (computation) dan perbaikan (correction). Digital elektronik soft starter didesain untuk mengontrol awalan dan pemberhentian dari motor 3 fasa yang mempunyai tegangan lebih dari 690 V. Alat ini mempunyai banyak fungsi diantaranya untuk mengontrol dan pengamanan dari motor dan mesin.

I. Latar Belakang Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu merupakan intsalasi pengolahan air permukanaan

diharapkan akan sesuai dengan standar DEPKES. Tujuan IPA Kudu Pembangunan adalah untuk

dengan kapasitas produksi bersih 1250 l/d (kapasitas kotor 1400 l/d). Pada saat awal dimulai tahun 2001, air baku diambil dari sungai Serang pada posisi dibawah bendung Klambu. Air baku dialirkan ke lokasi IPA dengan terbuka menggunakan sepanjang saluran 42 km.

memenuhi kebutuhan air minum kota Semarang khususnya pada wilayah Timur. Disamping itu, air minum yang dihasilkan oleh IPA dialirkan dan dengan distribusi pipa ke transmisi

pelanggan domestik, industri dan institusi-institusi pelanggan.

Kualitas air yang diproduksi

1 2

Mahasiswa FTI UNISSULA Dosen Pembimbing

Tujuan Tujuan menjelaskan Electronic penyusunan tentang Soft Digital Starter

2. Kualitas, 3. Kontinuitas

mengacu sumber

pada harus

standart kualitas air baku. dapat memenuhi kebutuhan sepanjang tahun. 3.3 Komponen Sarana Penyediaan

Laporan Kerja Praktek ini adalah

NOVADEM S3 di IPA KUDU Air Bersih Dalam merupakan penyediaan utama : 1. Sumber a. Air permukaan Dapat diperoleh dari sungai maupun danau. b. Air tanah Air tanah berupa : 2. Sistem media Mata Sumur Sumur dalam Transmisi yang air (spring) system dangkal (well) (artesis) (Sistem Pembawa) Adapun dipergunakan antara lain : a. Media transportasi Sumber berupa : air suatu bersih sistem dapat

Pembahasan 3.1 Pengolahan Air Air kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Sesuai dengan peruntukannya air dibagi menjadi yaitu: 1. Golongan A 2. Golongan B 3. Golongan C 4. Golongan D 3.2 Persyaratan Air Minum Dalam penyediaan air minum dalam mengadakan pemilihan sumber air baku ada 3 (tiga) syarat yang perlu diperhatikan yaitu : 1. Kuantitas dapat minimum memenuhi harus debit beberapa golongan

terdiri dari 3 (tiga) komponen

kebutuhan rencana.

1 2

Mahasiswa FTI UNISSULA Dosen Pembimbing

Saluran

terbuka

dan 3.4 Fasilitas Penyediaan Air Minum a. Bangunan Pengambilan Disesuaikan dengan sumber air yang dimanfaatkan 1. Sumber dalam Untuk pengambilannya air menggunakan pompa. 2. Sumber permukaan Untuk b. Pengambilannya melalui pintu intake Saluran Pembawa 1. Saluran terbuka 2. Saluran tertutup c. Sumber Pengelolaan Air (Water Treatment Plant) 1. Bak pengendap Digunakan bentuk empat persegi panjang dengan aliran horizontal, kapasitas bak disesuaikan dengan waktu endap yang diinginkan. 2. Bak unit disinfeksi Terdiri dari bak pelarut khlor dan dozing mom, volume bak pelarut dalam dari air tanah

saluran tertutup. b. Cara penyaluran pompa. 3. dan Sistem distribusi pembagian ke air Merupakan cara penyaluran reservoir konsumen. Dengan sistem Dengan sistem gravitasi.

Sistem distribusi terdiri dari : a. Reservoir distribusi Fungsi reservoir adalah : 1. Penyimpanan (storage), untuk : - Melayani pemakaian perjam - Pelayanan 2. aliran keadaan darurat Pemerataan dan tekanan akibat

(equalizing)

variasi pemakaian di daerah distribusi 3. sumber dalam distribusi. b. Pipa distribusi Sebagai pelayanan daerah distributor, pusat atau

1 2

Mahasiswa FTI UNISSULA Dosen Pembimbing

tergantung akan dilarutkan.

dari

tersebut diambil melalui pompa intake yang berjumlah empat buah yang siap beroperasi selama 24 jam penuh secara bergantian. Pengoperasian dilakukan dengan di bantuan S3 ruang Soft yang pompa kontrol Starter dapat

konsentrasi khlor yang

3.5 Pemprosesan Air Pada IPA Kudu


6XQ L DQ JD6HU J

NOVADEM

diprogram. Syarat pengoperasian pompa intake adalah ketinggian air yang tidak boleh kurang dari 1
6DO DQ HU XND XU W E

meter. Air baku dialirkan ke WTP (Water Treatment Plant)

3L W Q DN Q XL W H

SRPSDLQWDNH

yang berjumlah 2 buah. Pemantauan ketinggian dapat air pada reservoir

: DW 7U P H W O W HU HDW Q 3 DQ 5 XDQ RQ U O JN W R

0 HQ U O L D D DNRUQ VL

dilakukan dengan melihat display yang terdapat pada ruang kontrol. Bila air telah mencapai batas ketinggian maka dapat segera didistribusikan dengan Soft jalan Starter air

5 HV Y U XG HU RL. X

SRPSDWUDQVRSUW

5 HV Y U L WEXV HU RLG V U L L

menghidupkan pompa distribusi melalui panel NOVADEM S3. Pendistribusian dengan menggunakan 4 buah pompa yang beroperasi secara bergantian. Pompa ini dikontrol dengan Soft Starter NOVADEM S3 yang terletak di ruang kontrol.

3HO JJDQ DQ

Gambar 3.1 Proses pengolahan air pada IPA (Instalasi Pengolahan Air) KUDU

Air baku diambil dari sungai Serang yang posisinya berada dibawah bendung Klambu. Pada IPA Kudu air

1 2

Mahasiswa FTI UNISSULA Dosen Pembimbing

Kontrol dihidupkan secara

panel

ini

tertutup. Konsep-konsep energi akan berkaitan dengan peralatan daya baik statis maupun berputar untuk pembangkitan, transmisi, dan distribusi energi elektrik. Elektronika membahas peralatan solid-state dan rangkaian

bergantian

tergantung pompa mana yang akan dipakai. Satu kontrol panel digunakan untuk satu pompa.

3.6 Penerapan Elektronika Daya Kebutuhan akan

pemroses sinyal. untuk dapat memenuhi tujuan pengendalian yang ingin dicapai. Elektronika daya dapat didefinisikan sebagai penerapan elektronika solid-state untuk pengendalian dan konversi tenaga keterkaitan elektrik. antara Saling energi,

pengendalian daya elektrik dan sistem penggerak motor listrik dan sistem kendali industri telah ada sejak lama. dan kebutuhan ini mengarah pada untuk tegangan dc pengendalian pengembangan. awal dan sistem Ward-Leonard mendapatkan variabel untuk

elektronika, dan pengendalian digambarkan pada Gambar 4.1.

penggerak motor dc. Elektronika daya menghasilkan revolusi pada konsep konversi elektris. Elektronika menggabungkan konsep-konsep tentang energi. Elektronika, dan konsep kendali. Pengendalian berkaitan dengan karakteristik dinamis dan karakteristik keadaan tunak dan sistem lup
Gambar 3.2 Hubungan antara elektronika daya terhadap daya, elektronik dan kontrol

kendali energi

daya dan

untuk untuk

Daya Kontrol Analog|Digital Kom ponen elekt ronika|rangkaian Peralatan day a Statis|berput ar

Elektronika

pengendalian penggerak motor

1 2

Mahasiswa FTI UNISSULA Dosen Pembimbing

diklasifikasikan sembilan kategori : Phase-control (SCR) Fast-switching (SCR)


Gambar 3.3 Penerapan elektronika daya daya

menjadi thyristor thyristor

Gate-turn-off thyristor (GTO) Bidirectional triode thyristor (TRIAC) Reverse-conducting thyristor (RCT) Static (SITH) Light-activated FET-controlled (FET-CTH) MOS-controlled (MCT) thyristor siliconthyristor controlled rectifier (LASCR) induction thyristor

3.7 Tipe-tipe Thyristor Thyristor dibuat hampir seluruhnya dengan proses difusi. Arus anoda memerlukan tertentu untuk menyebar ke seluruh daerah dari sambungan terntu, dari suatu titik dekat gerbang ketika sinyal gerbang yang diberikan untuk membuat

thyristor on. pabrik pembuat thyristor menggunakan banyak struktur gerbang yang diberikan untuk membuat thyristor on. pabrik pembuat thyristor menggunakan banyak struktur gerbang untuk mengendalikan di/dt, waktu turn-on dan waktu turn-off. konstruksi Tergantung fisiknya pada dan

3.8 Pengelompokkan Sistem Kontrol Secara sederhana dapat disebutkan, adalah beberapa sistem kontrol proses besaran pengaturan/ (variabel,

pengendalian terhadap satu atau parameter). Ditinjau dari segi peralatan, sistem kontrol terdiri dari berbagai susunan komponen

perlakuan turn-on dan turn-off, thyristor dapat secara umum

1 2

Mahasiswa FTI UNISSULA Dosen Pembimbing

fisis

yang

digunakan

untuk

pengontrolan uap melalui katup, transmitter tekanan dan lain-lain. b. Integral (I) : keluaran selalu terjadi (penyimpangan) kecepatan keluaran sebanding level cairan tangki, gas. tipe Karena ini berubah selama deviasi dari tersebut dengan di dalam tekanan keluaran juga: speed perubahan

mengarahkan yang diinginkan. Tujuan utama dari suatu sistem kontrol adalah hal ini dapat fungsi untuk mendapatkan optimasi dimana diperoleh daripada berdasarkan pengukuran membandingkan pencatatan (computation) (correction). Secara umum sistem kontrol dapat berikut: a. Dengan b. Jaringan operator tertutup (manual) (closeddan otomatik loop) dan jaringan terbuka (open loop) c. Kontinu (analog) dan diskontinu (digital, diskrit) Pengontrolan jenis ini dapat dibagi : a. Kesebandingan (proporsional), (Control) keluaran dengan : Pdimana sebanding penyimpanan dikelompokkan sebagai dan dan

sistem kontrol itu sendiri, yaitu : (measurement), (comparison), perhitungan perbaikan

penyimpangan. Misalnya sistem

yang selalu berubah ini, disebut proportional floating control. c. Differensial (D) d. Kombinasi P,I dan D Pengontrolan diskontinu Pengontrolan ini dilakukan oleh komponenkomponen diskrit dan dapat dibagi atas : a. Pengontrolan dengan dua posisi (bang-bang ganda, control) b. Posisi (selector switch). misalnya sakelar pemilih

(deviasi). Contoh adalah

1 2

Mahasiswa FTI UNISSULA Dosen Pembimbing

c. Floating : pada posisi yang relatif tidak terbatas. d. Servo dan regulator e. Menurut sumber penggerak: elektris, pneumatis (udara, angin), hidrolis (cairan) dan mekanis Di antara keempat jenis dari kelompok (e), pengontrolan secara elektris dan pneumatis atau kombinasinya lebih banyak ditemukan dalam indutri maupun aplikasi teknis lainnya. Hal ini disebabkan beberapa kelebihan yang diberikannya yaitu pemakaian daya yang lebih kecil, kemampuan untuk pengontrolan jarak jauh, lebih mudah diperoleh dan responnya lebih cepat. Di samping itu dimensi peralatan dapat dibuat lebih kecil.

Pemakaian dari sistem kontrol ini dapat dikelompokkan sebagai berikut : a. Pengontrolan tinggi permukaan dan proses: cairan, lain-lain. temperatur, aliran, tekanan, viskositas

Misalnya pada industri kimia, makanan, tekstil, pengilangan dan lain-lain. b. Pembangkit (pengontrolan tenaga). c. Pengontrolan (numerical control, numerik N/C): tenaga listrik distribusi

pengontrolan operasi yang membutuhkan ketelitian tinggi dalam proses yang berulang-ulang. Misalnya : pengeboran, dan lain-lain. pembuatan lubang, tekstil, pengelasan d. Transportasi konveyor lain-lain. e. Bidang non teknis, seperti : ekonomi, biologi. sosiologi dan : (ban elevator, berjalan),

3.9 Pemakaian Sistem Kontrol Otomatis Pemakaian dalam kehidupan sistem sehari-hari

pesawat terbang, kereta api, pengendalian kapal laut dan

kontrol otomatis banyak ditemui baik dalam pemakaian langsung maupun tidak langsung.

1 2

Mahasiswa FTI UNISSULA Dosen Pembimbing

3.10 Mikroprosessor Kegunaan mikroprosessor Sebuah konfigurasi program dan diagram, sehingga menyediakan fleksibilitas/kelenturan penuh untuk modifikasi on-line dan pengaturan selama operasi listrik Untuk mengurangi sejumlah tip blok yang berbeda Komunikasi secara khusus mesin manusia yang efisien Mudah dan akses langsung untuk variabel yang beragam Dapat digunakan di dalam lingkungan yang berbahaya bagi manusia Dapat menerus kejenuhan Dapat digunakan pada sistem pengukuran (telemetri) 3.11 Gambaran Umum NOVADEM S3 Digital elektronik soft starter didesain untuk mengontrol awalan dan pemberhentian dari motor 3 fasa yang mempunyai jarak jauh beroperasi tanpa terus mengalami

tegangan lebih dari 690 V. Alat ini mempunyai banyak fungsi diantaranya mesin. NOVADEM S3 terdiri dari dua bagian utama yaitu : Bagian Power bertugas mengontrol masukan tenaga ke motor. Bagian ini terdiri dari 3 pasang thyristor yang dipasang secara seri dengan motor, komponen sensor. Bagian elektronik digital isolasi galvanic, dari yang tugas ini dari melakukan bertugas untuk mengontrol thyristor, berfungsi sebagai kontrol dan komunikasi. card, Struktur didesain dengan plat pendingin, dan mekanik untuk mengontrol dan pengamanan dari motor dan

mikroprosessor powerfull, prosessor

kalkulasi, pemrograman dan komunikasi dengan prioritas tinggi. Novadem S3 mempunyai fasilitas diterapkan berikut: pilihan yang dapat sebagai adalah

1 2

Mahasiswa FTI UNISSULA Dosen Pembimbing

Remote keypad Papan multifungsi Logidem

Alat ini dapat digunakan untuk : Mengontrol starter fungsi, data, operasi dengan nilai pada (memprogram dalam bentuk
Gambar 3.5 Hubungan NOVADEM S3 dengan PLC

menyimpan informasi ke pengamatan jarak jauh). Pengamatan (starter/motor/mesin) bersamaan menyimpan kurva itu. MODBUS card Soft starter ini dapat juga dihubungkan dengan PLC dan PC. Hubungan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :
129$' (0 6 0 2 ' %8 6 &$ 5 ' . 2 0 38 7 ( 5

3.12 Kontrol Panel Novadem S3

menampilkan kurva dan

Gambar 3.6 Kontrol panel NOVADEM S3

35 ,1 7 ( 5

/ 2 * ,' ( 0

Keterangan gambar kontrol panel diatas : a. Konektor fasa 1 b. Konektor fasa 2 c. Konektor fasa 3 d. Indikator dari papan tegangan pasokan sekring e. Pasokan papan perintah bersama dengan

Gambar 3.4 Hubungan NOVADEM S3 dengan PC dan MODBUS

1 2

Mahasiswa FTI UNISSULA Dosen Pembimbing

10

f. Pilihan jumper untuk kipas g. Konektor kipas h. Sekring (pengaman utama) i. Self (pengaman utama) j. Varistor (pengaman utama) k. Choper (pengaman utama) l. Relay penggerak kipas m. Pilihan tegangan VAC n. Transil (pengaman kedua) o. Self (pengaman kedua) p. Relay RL q. Relay CKL r. Relay FT s. Penghubung RS232 hubungan keypad t. Masukan REF 1 (pilihannya 4-20 mA) u. Konektor Thermostat v. Konektor CT w. Pilihan untuk konektor MUL x. Pengunci keypad y. Pin-9 RS232 z. Pengatur lampu display aa. Tempat pasokan untuk mengetes RS2 standar dengan dengan untuk remot untuk 230 pasokan VAC/ 115
Gambar 3.7 Keypad pada NOVADEM S3

Keterangan dari gambar diatas : Layar Alphanumeric, mempunyai penerangan, dapat diisi oleh dua baris dan perbarisnya terdiri dari 20 karakter. Fungsi dari display : a. Fungsi parameter b. Parameter dinamis dan starter yang telah ditentukan c. Menampilkana terakhir Tombol monitor (MON)untuk mengakses ke subgrup : a. Parameter dinamis b. Parameter yang dimodifikasi c. 4 kesalahan terakhir d. Penghitung Tombol configuration (CON) untuk mengakses subgrup : nilai perhitungan dan 4 kesalahan program dan

1 2

Mahasiswa FTI UNISSULA Dosen Pembimbing

11

a. Definisi grup (bahasa, FLC motor dan jenis starter) b. Grup aplikasi (pilihan dari mesin, program makro) RS232 untuk hubungan dengan PC bersamaan dengan software pengamatan/penganalisa antar muka jaringan. Tombol fonction (FONC) untuk mengakses parameter : a. Mode perluasan b. Parameter yang didefinisikan oleh program makro Tombol reset (RESET) : a. Mereset b. Keluar kesalahan dari yang ditandai dengan LED FT memodifikasi tanpa divalidasi/disimpan Tombol enter (ENT). Tombol ini digunakan : a. Mengakses subgrup b. Mengakses fungsi (bagian dari parameter) c. Memodifikasi parameter pada mode modifikasi d. Untuk memvalidasi/ menyimpan perubahan Tombol memorization (MEM) : penggantian dan pemrograman, PLC atau papan

Menyimpan parameter yang telah dirubah ke memori permanen Tombol untuk menurunkan dan menaikkan. Tombol ini digunakan untuk: a. Memilih parameter fungsi atau subgrup b. Merubah nilai dari parameter Lampu (FT): Penunjuk layar semua kesalahan. Kesalahan akan ditampilkan pada indikator/ fault LED

Penutup Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari pelaksanaan Kerja Praktek di IPA Kudu adalah : a. Penggunaan soft starter NOVADEM S3 yang dapat diprogram sangat membantu dalam pengaturan kerja pada pompa. b. Penggunaan kekeruhan sangat sensor dan sensor ketinggian dalam

(limit switch) pada reservoir membantu pemantauan kualitas air dan ketinggian air.

1 2

Mahasiswa FTI UNISSULA Dosen Pembimbing

12

c. Indikator

berupa

bunyi

DAFTAR PUSTAKA

buzzer sangat penting karena sebagai tanda bahwa air telah mencapai batas ketinggian reservoir. Saran Saran yang dapat diberikan : a. Pembersihan pompa intake dari kotoran waktu air yang ikut untuk kerusakan terbawa dilakukan 1. Albert Paul Malvino, Ph. D. Hanafi Gunawan. Prinsipprinsip Elektronika Edisi

pertama, Salemba Teknika, 2003. 2. Muhammad, H Rashid, Ph.D. Elektronika Daya Rangkaian, Devais dan Aplikasinya. Edisi Bahasa Indonesia,

penyedotan menghindari pompa.

b. Peralatan yang dimiliki agar diperiksa secara berkala untuk menghindari kerusakan yang lebih parah. c. Penggunaan pengamatan kekeruhan air. d. Disediakan proteksi untuk alat yang rentan terhadap tegangan kejut. e. Pengkalibrasian sensor hendaknya dilakukan secara berkala, untuk menghindari kesalahan dalam pengukuran. sensor akan tingkat mengurangi kesalahan dalam

Prenhallindo Jakarta, 2002. 3. Pakpahan, Ir. Sahat. Kontrol Otomatik Penerapan, Erlangga, 1994 4. Buku Manual Soft Starter Novadem S3. Teori dan Penerbit

1 2

Mahasiswa FTI UNISSULA Dosen Pembimbing

13