Anda di halaman 1dari 42

BAGIAN 2

DAFTAR ISI Aneks Isi Lampiran Bab IX Baru Aneks yang berhubungan dengan Konvensi Internasional SOLAS 1974 . Resolusi A.718(17) sebagaimana ditambah dan diubah dengan Resolusi A.745(18); Penerapan awal harmonisasi sistem survey dan sertifikasi Sertifikasi dan dokumentasi yang perlu dibawa di kapal Resolusi konferensi Konvensi Internasional SOLAS, 1974 yang ditetapkan pada 24 Mei 1994. ............................................. Resolusi hasil konferensi pemerintah penandatangan Konvensi Internasional SOLAS 1974 yang dilaksanakan pada tanggal 29 Nopember 1995 ................................... Halaman 501

Lampiran 1 Lampiran 2

504

Lampiran 3 Lampiran 4

512

521

Lampiran 5

526

247

Aneks 1 : Bab IX Baru

Lampiran 1
Bab IX Baru1 Lampiran yang berhubungan dengan Konvensi Internasional SOLAS 19742 .

Bab IX
Manajemen pengoperasian kapal yang Aman
Peraturan 1 Definisi Untuk digunakan dalam Bab ini sebagai berikut kecuali dengan tegas dinyatakan lain :

Koda Internasionak tentang Manajemen Keselamatan (ISM Code) adalah kode manajemen internasional untuk pengoperasian kapal yang aman dan untuk pencegahan pencemaran yang ditetapkan oleh IMO dengan Resolusi A.741(18), yang mungkin ditambahdan diubah oleh organisasi, dengan catatan perubahan tersebut diberlakukan sesuai dengan ketentuan dari pasal VIII Konvensi yang berlaku berkaitan prosedur perubahan yang berlaku pada lampiran selain dari yang ada pada Bab I.
1.

Perusahaan adalah pemilik kapal atau setiap organisasi lain atau perorangan seperti manajer, atau penyewa kapal yang dianggap bertanggungjawab untuk pengoperasian kapal dari pemilik kapal dan dengan anggapan bahwa telah menyetujui mengambil alih semua tugas-tugas dan tanggung jawab yang dibebankan berdasarkan ISM Code.
2.

Kapal tangki minyak adalah suatu kapal tangki minyak yang didefinisikan dalam Peraturan II-1/2,12.
3.

1 Bab ini diasumsikan telah diketahui pada tanggal 1 Januari 1998, kecuali bila terdapat keberatan mendasar diberitahukan kepada Sekretaris Jenderal IMO sebelum tanggal tersebut, dan akan diberlakukan pada tanggal 1 Juli 1998.

2 Berdasarkan resolusi 2 dan 3 yang ditetapkan oleh Konferensi SOLAS tahun 1995 sebagaimana yang dicantumkan pada lampiran 4 bagian ini.

248

Aneks 1 : Bab IX Baru Kapal tangki kimia adalah kapal tangki kimia sebagaimana didefinisikan dalam Perarturan VII /8.2.
4.

Kapal pengangkut gas curah adalah kapal pengangkut gas cair secara curah sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan VII / 1.2
5.

Kapal muatan curah adalah suatu kapal yang dibangun umumnya dengan dengan geladak tunggal, tangki samping atas, dan tangki samping dalam ruang muat, dan ditujukan khususnya untuk membawa muatan kering dalam bentuk curah, dan yang termasuk jenis tersebut adalah kapal pengangkut biji-bijian dan pengangkut kombinasi.
6.

Unit pengeboran lepas pantai apung (MODU) adalah alat apung yang mampu dipergunakan dalam operasi pengeboran untuk explorasi dasar laut seperti hidrokarbon cair atau gas, sulfur atau garam.
7.

Kapal kecepatan tinggi (High Speed Craft) adalah kapal cepat sebagaimana yang didefinisikan dalam Peraturan X/1-2.
8.

Peraturan 2 Penerapan 1. Bab ini berlaku bagi kapal-kapal dengan tanpa memperhatikan tanggal pembangunan sebagai berikut :
1.

Kapal penumpang termasuk kapal penumpang kecepatan tinggi, tidak melebihi dari 1 Juli 1998. Kapal tangki minyak, kapal tangki kimia, kapal pengangkut gas secara curah dan kapal barang kecepatan tinggi dengan tonase kotor 500 atau lebih, tidak melebihi 1 Juli 1998; dan Kapal barang lain dan MODU dengan toanse kotor 500
249

2.

3.

Aneks 1 : Bab IX Baru atau lebih tidak melebihi 1 Juli 2002. Bab ini tidak berlaku bagi kapal-kapal yang dioperasikan oleh pemerintah yang tidak digunakan untuk tujuan komersial.
2.

Peraturan 3 Persyaratan Manajemen Keselamatan Perusahaan dan kapal harus memenuhi persyaratan ISM Code.
1.

Kapal harus dioperasikan oleh perusahaan yang memegang Dokumen Penyesuaian Manajemen Keselamatan (DOC) sebagaimana ditentukan berdasarkan peraturan 4.
2.

Peraturan 4 Sertifikasi Dokumen Penyessuaian Manajemen Keselamatan (DOC) harus diterbitkan kepada setiap perusahaan yang memenuhi persyaratan ISM Code. Dokumen ini harus diterbitkan oleh Badan Pemerintah atau atas permintaan oleh suatu organisasi yang diakui oleh Badan Pemerintah atau atas permintaan Badan Pemerintah oleh Pemerintah Penandatangan lainnya.
1.

Salinan DOC harus disimpan di kapal dengan maksud agar nakhoda dapat memanfaatkannya bila mana ada permintaan verifikasi.
2.

Sertifikat yang disebut Sertifikat Manajemen Keselamatan (SMC) diterbitkan untuk setiap kapal oleh Badan Pemerintah atau Organisasi yang diakui oleh Badan Pemerintah. Badan Pemerintah atau Organisasi yang diakui
3. 250

Aneks 1 : Bab IX Baru sebelum menerbitkan SMC harus melakukan verifikasi apakah manajemen perusahaan dari kapalnya dioperasikan sesuai dengan sistem manajemen keselamatan yang telah disetujui. Peraturan 5 Mempertahankan kondisi Sistem manajemen keselamatan harus dilaksanakan sesuai dengan persyaratan ISM Code. Peraturan 6 Verifikasi dan pengawasan. 1 Badan Pemerintah dan Pemerintah Penandatangan yang lain atas permintaan Badan Pemerintah atau Organisasi yang diakui oleh Badan Pemerintah harus melaksanakan verifikasi secara periodik untuk memverifikasi fungsinya secara tepat dari sistem manajemen keselamatan kapal. Berkenaan dengan ketentuan paragraf (3) peraturan ini, kapal dipersyaratkan memegang sertifikat yang diterbitkan sesuai dengan peraturan 4.3 harus dikontrol sesuai dengan persyaratan peraturan IX/4. Untuk maksud tersebut harus diperlakukan sebagaimana sertifikat yang diterbitkan sesuai peraturan I/12 atau I/13.
2.

Dalam hal terjadi pergantian bendera, pengaturan masa transisi harus sesuai dengan petunjuk yang dikembangkan oleh Orgnasasi.1
3.

1Mengacu pada petunjuk penerapan ISM Code oleh Badan Pemerintah yang ditetapkan oleh IMO dengan resolusi A.788(19)
251

Lampiran 2
Resolusi A.718.(17) sebagaimana ditambah dan diubah dengan Resolusi A.745(18). Penerapan dengan segera harmonisasi sistem survey dan sertifikasi
SIDANG UMUM MEMPERHATIKAN Pasal 15(j) dari konvensi Organisasi Maritim Internasional tentang fungsi Sidang Umum yang berkaitan dengan peraturan dan petunjuk yang berhubungan dengan keselamatan maritim dan pencegahan serta pengawasan pencemaran laut dari kapal. MEMPERHATIKAN bahwa konferensi internasional tentang harmonisasi sistem survey dan sertifikasi tahun 1988 (Konferensi HSSC 1988), menetapkan Protokol 1988 yang berhubungan dengan konvensi internasional untuk SOLAS 1974 (Protokol SOLAS 1988), dan protokol 1988 yang berhubungan dengan konvensi internasional garis muat 1966 (protokol garis muat 1988) yang memperkenalkan antara lain harmonisasi sistem survey dan sertifikasi (HSSC) berdasarkan Konvensi Keselamatan Jiwa di Laut 1974 (Konvensi SOLAS 1974), dan Konvensi Internasional Garis Muat 1966 (Konvensi Garis Muat 1966). JUGA MEMPERHATIKAN bahwa dengan resolusi MEPC 39(29), perubahan-perubahan telah ditetapkan untuk memperkenalkan harmonisasi sistem survey dan sertifikasi berdasarkan konvensi internasional tentang pencegahan pencemaran dari kapal 1973, sebagaimana ditambah dan diubah dengan Protokol 1978 yang berhubungan dengan MARPOL 73/78 dan bahwa perubahan tersebut akan berlaku pada waktu yang sama dengan protokol SOLAS 1988 dan protokol garis muat 1988 (Protokol SOLAS 1988 dan garis muat 1988). LEBIH JAUH MEMPERHATIKAN bahwa resolusi yang diberikan di bawah ini, berupa perubahan perubahan yang berlaku juga bersamaan waktunya dengan Protokol SOLAS dan Garis Muat 1988 telah ditetapkan untuk memperkenalkan harmonisasi sistem survey dan sertifikasi berdasarkan ketentuan berikut : (a) kode internsional tentang konstruksi dan perlengkapan kapal yang mengangkut bahan kimia berbahaya dalam bentuk curah(IBC Code) dengan Resolusi MEPC.40(29) dan MSC.16(58). (b) kode internasional untuk konstruksi dan perlengkapan kapal yang mengangkut gas cair dalam bentuk curah (IGC Code) dengan Resolusi MSC.17(58) (c) kode untuk konstruksi dan perlengkapan kapal kapal yang mengangkut bahan kimia berbahaya dalam bentuk curah (BCH Code) dengan Resolusi MEPC.41(29) dan MSC.18(58) MENCATAT BAHWA Resolusi 1 yang ditetapkan pada konferensi HSSC

1988 mendorong pemerintah untuk meratifikasi, menerima atau menyetujui protokol SOLAS dan garis muat 1988 sesegera mungkin pada waktu yang bersamaan. JUGA MENCATAT Resolusi 2 dan 3 yang ditetapkan pada konferensi HSSC 1988 mendorong pemerintah yang merupakan pemerintah penandatangan konvensi SOLAS 1974 dan garis muat 1966 menjadi peserta dari protokol SOLAS dan garis muat 1988 sesegera mungkin dan mengundang pemerintah penandatangan yang bukan peserta protokol SOLAS 1974 dan garis muat 1988 dengan memberitahukan penggunaan formulir yang ditentukan dalam protokol SOLAS dan garis muat 1988, persetujuan yang sama yang diberikan untuk sertifikat yang diterbitkan berdasarkan konvensi SOLAS 1974 dan konvensi garis muat 1966. MENYADARI bahwa perlu beberapa waktu sebelum protokol SOLAS dan garis muat 1988 diberlakukan. JUGA MENYADARI bahwa harmonisasi sistem survey dan sertifikasi menyederhanakan persyaratan survey dengan mengurangi beban pemerintah dan juga pada pengoperasi kapal dan ABK kapal. MEMPERCAYAI bahwa sistem harmonisasi survei dan sertifikasi paling tidak, sama dengan persyaratan yang berlaku untuk survey dan sertifikasi saat ini. SETELAH MEMPERTIMBANGKAN bahwa Keselamatan Maritim pada sidang ke-59 dan Lingkungan Laut pada sidang ke-31. 1. rekomendasi Komite Komite Perlindungan

MENYETUJUI bahwa negara yang telah meratifikasi, menerima, menyetujui baik protokol SOLAS dan protokol garis muat 1988 dan menjadi negara peserta MARPOL 73/78 boleh : (a) menerapkan harmonisasi sistem survei dan sertifikasi seperti yang dirinci dalam protokol SOLAS dan garis muat 1988 dan amandemen MARPOL 73/78, IBC Code, IGC Code , dan BCH Code pada atau setelah 1 Februari 1992. (b) menerbitkan sertikat dalam bentuk yang ditentukan dalam protokol SOLAS dan garis muat 1988 dan amandemen yang berkaitan yang memperkenalkan harmonisasi sistem survey dan sertifikasi ke dalam MARPOL 73/78, IBC Code, ICG Code, dan BCH Code yang dirubah sesuai dengan Lampiran 1.

(c) memberlakukan harmonisasi sistem survei dan sertifikasi pada kapal-kapal mereka sebagaimana yang ditetapkan dalam Lampiran 2; JUGA MENYETUJUI bahwa negara yang telah meratifikasi dan menyetujui baik protokol SOLAS 1988 dan protokol garis muat 1988 dan yang bukan peserta MARPOL 73/78 boleh :
2.

(a) menerapkan harmonisasi sistem survey dan sertifikasi yang dirinci dalam protokol SOLAS dan garis muat 1988, dan perubahan-perubahan yang berkaitan pada IGC Code, pada atau setelah 1 Februari 1992 (b) menerbitkan sertifikat dalam formulir yang ditentukan berdasarkan protokol SOLAS dan garis muat yang memberlakukan harmonisasi sistem survey dan sertifikasi ke dalam IGC code yang ditambah dan diubah sesuai dengan Lampiran 1. (c) memberlakukan harmonisasi sistem survey dan sertifikasi harmonis pada kapal-kapal sebagaimana yang ditentukan dalam Lampiran 2. (3) MENGUNDANG pemerintah-pemerintah yang belum menerapkan harmonisasi sistem survey dan sertifikasi sesuai dengan paragraf 1(a) atau 2(a) diatas untuk memberikan sertifikasi yang diterbitkan berdasarkan konvensi SOLAS 1974, konvensi garis muat 1966, MARPOL 73/78, IBC Code, IGC Code dan BCH Code, sebagaimana mestinya. (3a) MENGUNDANG LEBIH JAUH Pemerintah-pemerintah yang terlibat dalam protokol garis muat dan SOLAS 1988 untuk menyetujui sertifikat-sertifikat yang diterbitkan berdasarkan paragraf 1(b) atau 2(b) diatas bilamana protokol yang dinyatakan diberlakukan, selebihnya masih berlaku sampai habis masa berlakunya. (4) MEMINTA pemerintah yang menerapkan harmonisasi sistem survey dan sertifikasi sesuai dengan Resolusi ini

untuk memberitahukan kepada Sekretaris Jenderal tentang tindakannya dan tanggal saat harmonisasi sistem survey dan sertifikasi akan berlaku secara efektif. (5) JUGA MEMINTA bahwa Sekretaris Jenderal untuk memberikan informasi kepada pemerintah anggota tentang pemerintah yang mulai yang memberlakukan harmonisasi sistem survey dan sertifikasi sesuai dengan persyaratan resolusi ini. (6) (6) MENDORONG pemerintah untuk meratifikasi, menerima, menyetujui protokol SOLAS dan garis muat 1988 sesegera mungkin dan dalam waktu yang bersamaan.

Lampiran 1
Perubahan-perubahan pada bentuk sertifikat yang ditentukan dalam Protokol SOLAS dan Garis muat 1988 dan berbagai amandemen yang berkait dengan MARPOL 73/78 dan IBC, IGC, dan BCH code Sertifikat Keselamatan Kapal Penumpang. Setelah kata Aditerbitkan berdasarkan KONVENSI INTERNASIONAL TENTAN KESELAMATAN JIWA DI LAUT 1974 " dihapus A sebagaimana ditambah dan diubah dengan Protokol 1988 yang berhubungan dan tambahan Asesuai dengan Resolusi Sidang Umum A.718(17) berhubungan dengan penerapan harmonisasi sistem survey dan sertifikasi@. Catatan Perlengkapan untuk Sertifikat Keselamatan Kapal Penumpang (Formulir-P) Setelah ACATATAN PERLENGKAPAN SESUAI DENGAN KONVENSI INTERNASIONAL TENTANG KESELAMATAN JIWA DI LAUT 1974" dihapus ASEBAGAIMANA DITAMBAH DAN DIUBAH DENGAN PROTOKOL 1988 dan tambahkan@ sesuai dengan Resolusi Sidang Umum A.718(17) yang berhubungan dengan penerapan dengan segera harmonisasi sistem survey sertifikasi. Sertifikat Keselamatan Konstruksi Kapal Barang. Setelah Aditerbitkan berdasarkan KONVENSI INTERNASIONAL TENTANG KESELAMATAN JIWA DI LAUT 1974 Adihapus@ SEBAGAIMANA DITAMBAH DAN DIUBAH DENGAN PROTOKOL 1978 Adan tambahkan@ dan sesuai dengan Resolusi Sidang Umum A.718(17) yang berhubungan dengan penerapan dengan segera harmonisasi sistem survey dan sertifikasi A Sertifikat Keselamatan Perlengkapan Kapal Barang. Setelah Aditerbitkan berdasarkan KONVENSI INTENASIONAL TENTANG KESELAMATAN JIWA DI LAUT 1974" dihapus Asebagaimana ditambah dan diubah dengan Protokol 1988 yang berhubungan dengan itu A dan ditambahkan Adan sesuai dengan resolusi sidang A718.(17) yang berhubungan dengan penerapan dengan segera harmonisasi sistem survey dan sertifikasi @ Catatan Perlengkapan untuk Sertifikat Keselamatan Perlengkapan Kapal Barang (Formulir E). Setelah ACATATAN PERLENGKAPAN UNTUK MEMENUHI KONVENSI INTERNASIONAL TENTANG KESELAMATAN JIWA DI LAUT 1974" dihapus ASEBAGAIMANA DITAMBAH DAN DIUBAH DENGAN PROTOKOL 1988 A dan tambahkan Adan sesuai dengan Resolusi Sidang Umum A718(17) yang berhubungan dengan penerapan dengan segera harmonisasi sistem survey dan sertifikasi @ Sertifikasi Keselamatam Radio Kapal Barang Setelah Aditerbitkan berdasarkan ketentuan-ketentuan KONVENSI INTERNASIONAL TENTANG KESELAMATAN JIWA DI LAUT 1974" dihapus A sebagaimana ditambah dan diubah dengan Protokol 1988 A dan tambahkan A dan Resolusi Sidang Umum A.718(17) yang berhubungan dengan penerapan dengan segera harmonisasi sistem survey dan sertifikasi@.

Catatan perlengkapan untuk Sertifikat Keselamatan Radio Kapal Barang. (Formulir R) Setelah ACATATAN PERLENGKAPAN FASILITAS RADIO UNTUK MEMENUHI KONVENSI INTERNASIONAL TENTANG KESELAMATAN JIWA DI LAUT 1974" dihapus @SEBAGAIMANA DITAMBAH DAN DIUBAH DENGAN PROTOKOL 1988 YANG BERHUBUNGAN DENGAN ITU A dan ditambah dengan Asesuai dengan Resolusi sidang A718(17) yang berhubungan dengan penerapan dengan segera harmonisasi sistem survey dan sertifikasi@. Sertifikat Keselamatan Kapal Barang. Setelah Aditerbitkan berdasarkan
INTERNASIONAL

ketentuan-ketentuan

KONVENSI

TENTANG KESELAMATAN JIWA DI LAUT 1974" hapus A SEBAGAIMANA DITAMBAH DAN DIUBAH dengan Protokol 1988 yang

berhubungan dengan itu Adan tambahkan @dan sesuai dengan Resolusi sidang A.718(17) yang berhubungan dengan penerapan dengan segera harmonisasi sistem survey dan sertifikasi@. Catatan Perlengkapan untuk Sertifikat Keselamatan Kapal Barang (Formulir C) Setelah ACatatan PERLENGKAPAN UNTUK MEMENUHI KONVENSI INTERNASIONAL TENTANG KESELAMATAN JIWA DI LAUT 1974 " hapus ASEBAGAIMANA DITAMBAH DAN DIUBAH dengan protokol 1988 yang berhubungan dengan@ dan tambahkan dengan Asesuai dengan sidang Resolusi A.718(17) yang berhubungan dengan penerapan dengan segera harmonisasi sistem survey dan sertifikasi@. Sertifikat Garis Muat Internasional (1966) Setelah Aditerbitkan berdasarkan KONVENSI INTERNASIONAL GARIS MUAT 1966" hapus ASEBAGAIMANA DITAMBAH DAN DIUBAH dengan Protokol 1988 yang berhubungan dengan itu " tambahkan dengan "dan sesuai dengan Resolusi sidang A718(17) yang berhubungan dengan penerapan dengan segera harmonisasi sistem survey dan sertifikasi". Sertifikat Pembebasan Garis Muat Internasional (1966) Setelah "diterbitkan berdasarkan KONVENSI INTERNASIONAL GARIS MUAT 1966"hapus "SEBAGAIMANA DITAMBAH DAN DIUBAH dengan Protokol 1988 yang berhubungan dengan itu " dan tambahkan dengan "dan sesuai dengan Resolusi sidang A718(17) yang berhubungan dengan penerapan dengan segera harmonisasi sistem survey dan sertifikasi ". Sertifikat Internasionak untuk Pencegahan Pencemaran Minyak dari kapal. Dalam paragraf yang mulai dengan "diterbitkan berdasarkan " hapus "dan sebagaimana ditambah dan diubah dengan Resolusi MEPC.39(29)" dan tambahkan tanda bintang. Tambahkan pada posisi yang seusai dari sertifikat sebagai berikut ; "dan sesuai dengan Resolusi sidang A718(17) yang berhubungan dengan penerapan dengan segera harmonisasi sistem survey dan sertifikasi". Sertifikat Kelaikan Internasional untuk Pengangkutan Bahan Kimia bahaya dalam bentuk curah.

Berdasarkan "KODA
KAPAL YANG

INTERNASIONAL

UNTUK

KONSTRUKSI

DAN PERLENGKAPAN

MENGANGKUT

BAHAN KIMIA BERBAHAYA DALAM BENTUK CURAH

(Resolusi MSC.4(48) dan MEPC.19(22))" hapus "ditambah dan diubah dengan Resolusi MSC.16(58) dan MEPC.40(29)" dan tambahkan "dan Resolusi A.718(17) yang berhubungan dengan penerapan dengan segera harmonisasi sistem survey dan sertifikasi". Sertifikat Kelaikan Internasional untuk Pengangkutan Gas Cair Dalam Bentuk Curah. Berdasarkan "KODA INTERNASIONAL UNTUK KONSTRUKSI DAN PERLENGKAPAN KAPAL YANG MENGANGKUT GAS CAIR DALAM BENTUK CURAH (Resolusi MSC.5(48))" hapus "ditambah dan diubah dengan Resolusi MSC.17(58)" dan tambahkan "dan Resolusi A718(17) yang berhubungan dengan penerapan dengan segera harmonisasi sistem survey dan sertifikasi ". Sertifikat Kelaikan untuk Pengangkutan Bahan Kimia Berbahaya Dalam Bentuk Curah. Berdasarkan "KODA UNTUK KONSTRUKSI DAN PERLENGKAPAN KAPAL YANG MENGANGKUT BAHAN KIMIA BERBAHAYA DALAM BENTUK CURAH (ResolusiResolusi MEPC.20(22) dan MSC.9(53))"hapus "ditambah dan diubah dengan Resolusi MEPC.41(29) dan Resolusi MSC18(58)"dan tambahkan dengan "dan Resolusi A.718(17) yang berhubungan dengan penerapan dengan segara harmonisasi sistem survey dan sertifikasi". Sertifikat Pencegahan Pencemaran untuk Pengangkutan Bahan Cair Beracun Danlam Bentuk Curah. Dalam paragraf yang mulai "diterbitkan berdasarkan "hapus "dan sebagaimana ditambah dan diubah dengan Resolusi MEPC.39(29) " dan tambahkan dengan tanda bintang. Tambahkan pada tempat yang sesuai pada sertifikat seperti berikut : "*dan sesuai dengan Resolusi sidang A.718(17) yang berhubungan dengan penerapan dengan segera harmonisasi sistem survey dan sertifikasi. Lampiran 2 Pemberlakuan Harmonisais Sistem Survey dan Sertifikasi 1.

Sertifikat yang berlaku yang ada di atas kapal pada waktu negara bendera tersebut memutuskan untuk menerapkan harmonisasi sistem survey dan sertifikasi sesuai dengan resolusi ini, tetap berlaku sampai masa berlakunya berakhir. Kemudian, diperlukan persetujuan antara pemilik kapal dengan Badan Pemerintah dan Organisasi yang diakui yang menerbitkan sertifikat atas nama Badan Pemerintah, untuk menentukan tanggal yang menguntungkan dalam penerapan harmonisasi sistem survey dan sertifikasi untuk kapal tertentu.

2.

3.

Dapat ditentukan bahwa tanggal yang menguntungkan adalah tanggal berakhirnya salah satu dari sertifikat yang masa berlakunya 5 tahun tetapi tanggal pemberlakuan harmonisasi sistem survey dan sertifikasi untuk kapal tertentu tidak boleh lebih dari tanggal berakhirnya masa berlaku Sertifikat Keselamatan Konstruksi Kapal Barang. Walaupun beberapa sertifikat masih berlaku ketika harmonisasi sistem survey dan sertifikasi diberlakukan pada kapal tertentu, survey pembaruan akan dilaksanakan atau tidak terhadap kapal tersebut diterbitkan satu akan dilaksanakan atau tidak terhadap kapal tersebut diterbitkan satu paket sertifikat baru yang bersangkutan. Namun demikian harus diberikan pertimbangan untuk penerimaan survey pembaruan yang telah dilaksanakan dalam kurun waktu tiga bulan dari tanggal penerapan sistem itu. Untuk menjamin bahwa kapal memiliki sertifikat yang berlaku maka perlu memperbarui sertifikat yang ada yang hanya memiliki masa berlaku hanya satu atau dua tahun saja atau menerbitkan sertifikat jangka pendek sehingga semua sertifikat kemudian diperbarui saat harmonisasi sistem survey dan sertifikasi Pada saat menerapkan harmonisasi sistem survey dan sertifikasi sesuai dengan resolusi ini, maka harus diterapkan untuk semua jenis kapal dan memperhatikan semua ketentuan yang berlaku.

4.

5.

6.

Lampiran 3 Sertifikat dan dokumen yang perlu dibawa di kapal (Catatan : Semua sertifikat yang dibawa di kapal harus asli)

1.Semua Kapal Surat Ukur Internasional (1969) Surat Ukur Internasional (1969) harus diterbitkan untuk setiap kapal dengan tonasekotor dan bersih sebagaimana ditentukan berdasarkan Konvensi Sertifikat Garis Muat Internasional Sertifikat Garis Muat Internasional diterbitkan berdasarkan Konvensi Garis Muat Internasional (1966) untuk setiap kapal yang telah disurvey diberi marka Sertifikat Pembebasan Garis Muat Internasional Sertifikat Pembebasan Garis Muat Internasional diterbitkan untuk kapal-kapal yang mendapat izin pembebasan berdasarkan Konvensi Garis MuatInternasional artikel 6 Buku Stabilitas Kapal Utuh Semua kapal panjang 24 m ataulebih setelah selesei dibangun harus diuji kemiringan, datadata penting dari stabilitas ditentukan.Nakhoda harus diberi buku stabilitas kapal utuh yang berisi informasi yang penting baginya dan prosedur singkat dan jelas, sebagai panduan tentang keadaan kapal pada saat pemuatan dengan berbagai kondisi Dokumen awak kapal minimum yang aman Setiap kapal yang menerapkan bab I dari Konvensi harus dilengkapi dengan dokumen awak kapal yang benar atau yang setara yang diterbitkan oleh Pemerintah sebagai bukti pemenuhan awak kapal minimum yang aman Sertifikat bagi Nakhoda dan Perwira atau ABK Sertifikat untuk nakhoda,perwira atau ABKharusdiberikan kepada para calon yang memenuhipersyaratan dari pemeritah diterbitkan untukmereka yang memenuhi persyaratan kinerja, umur, kelayakankesehatan, pelatihan, kualifikasi dan ujian berdasarkan ketentuan aneks dari Konvensitentang Standard

Acuan Konvensi Tonase artikel 7

Konvensi Garis Muat artikel 16

Konvensi Garis Muat artikel 6

SOLAS 1974 peraturan II-1/22

SOLAS 1974 (amandemen 1989) peraturan V/13(b)

STCW 1978 artikel VI

Pelatihan,Sertifikasi dan Pemantauan Pelaut, 1978. Sertifikat bagi nakhoda dan perwira yangditerbitkan berdasarkan artikel ini harus dilakukanoleh Badan Pemerintah yang menerbitkan dengan format seperti yang telah ditentukan pada peraturan I/2 dari aneks tersebut Sertifikat Internasional untuk Pencegahan Minyak Sertifikat Internasional untuk Pencegahan Pencemaran Minyak dari kapal diterbitkan setelah survey, berdasarkan peraturan 4 Aneks I dari Marpol 73/78, untuk setiap kapal tangki minyak dengan GT 150 atau lebih dan s etiap kapal jenis lainnyadengan GT 400 atau lebih yang beroperasi di pelabuhan atau pangkapal lepas pantai yang berada di bawah kekuasaan hukum negara lain penandatangan MARPOL 73/78. Sertifikat tersebut dilengkapi dengan catatan Konstruksi dan Perlengkapan untuk kapal selain kapal tangki minyak (Formulir A) atau Catatan tentang Konstruksi dan Perlengkapan untuk Kapal Tangki Minyak (Form B), sesuai dengan jenis kapalnya MARPOL 73/78 aneks I,peraturan 5

Acuan Buku Catatan Minyak Setiap kapal dengan Gt 150 atau lebih dan setiap kapal selain kapal tangki minyak dengan GT 400 atau lebih,harus dilengkapi dengan Buku Catatan Minyak, Bagian I (Operasional ruang mesin). Setiap kapal tangki minyak dengan GT 150 atau lebih juga harus dilengkapi dengan Buku Catatan Minyak, Bagian II (Operasional muatan tolak bara ) Pola Keadaan Darurat untuk Penanggulangan Minyak dari Kapal Setiap kapal tangki minyak dengan GT 150 atau lebih dan setiap kapal selain dari kapal tangki minyak dengan GT 400 atau lebih harus membawa Pola Keadaan Darurat untuk Penanggulangan Pencemaran Minyak dari Kapal yang disetujui Badan Pemerintah untuk MARPOL 73/78 aneks I, peraturan 20

MARPOL 73/78 aneks I, peraturan 26

kapal yang dibangun 4 April 1993 persyaratan ini harus diterapkan 24 bulan setelah tanggal pembangunan 2. Sebagai tambahan selain sertifikatsertifikat pada butir 1 di atas, kapal-kapal penumpang harus dilengkapi : Sertifikat Keselamatan Kapal Penumpang*2 Sertifikat Keselamatan Kapal Penumpang diterbitkan setelah inspeksi dan survey terhadap kapal penumpang yang memenuhi persyaratan-persyaratan Bab II-1,II-2,II dan IV dan persyaratan lainnya yang tercantum dalam SOLAS. Catatan Perlengkapan untuk Sertifikat Keselamatan Kapal Penumpang (Formulir P) harus dilampirkan secara tetap SOLAS 1974, peraturan I/12, sebagaimana ditambah dan diubah dengan GMDSS

Acuan Sertifikat Pembebasan* 3 Jika pembebasan diterapkan pada kapal penumpang sesuai dengan ketentuan SOLAS 1974, Serifikat Pembebasan diterbitkan sebagai tambahan pada sertifikat-sertifikat di atas Kapal Penumpang dengan Trayek Khusus Bentuk sertifikat keselamatan untuk kapal penumpang dengan trayek khusus, diterbitkan berdasarkan ketentuan Kesepakatan tentang Kapal Penumpang dengan Trayek Khusus, 1971 Sertifikat Ruang Kapal Penumpang dengan Trayek Khusus diterbitkan dengan ketentuan Protokol Persyaratan Ruangan untuk Kapal Penumpang dengan Trayek Khusus, 1973 3.Sebagai tambahan dari sertifikat yang tercantum dalam butir 1 di atas, kapal barang harus membawa : Sertifikat Keselamatan Konstruksi Kapal Barang
4

SOLAS 1974, peraturan I/12

Kesepakatan STP, peraturan 6

SSTP 73, peraturan 5

SOLAS 1974,peraturan I/12

2*Bentuk sertifikat dan catatan tentang peralatan-peralatannya dapat dilihat pada


tambahan dan perubahan GMDSS, SOLAS 1974

4 Bentuk sertifikat dapat dilihat pada perubahan dan penambahan GMDSS, SOLAS
1974

Sertifikat Keselamatan Konstruksi Kapal Barang diterbitkan setelah survey pada kapal barang dengan GT 500 atau lebih yang memenuhi persyaratan survey kapal barang seperti yang ditetapkan dalam peraturan I/10 SOLAS 1974, dan memenuhi persyaratan yang berlaku dari Bab II-1 dan II-2, selain persyaratan yang berkaitan dengan peralatan pemadam kebakaran dan rencana penanganan kebakaran

sebagaimana ditambah dan diubah dalam GMDSS

Acuan Sertifikat Keselamatan Perlengkapan Kapal Barang 5 Sertifikat Keselamatan Perlengkapan Kapal Barang harus diterbitkan setelah survey kapal barang dengan GT 500 atau lebih atau lebih yang memenuhi pada Bab II-1, II-2 dan III dan persyaratan terkait lainnya yang ditentukan dalam SOLAS 1974 Catatan Perlengkapan untuk Sertifikat Keselamatan Perlengkapan Kapal Barang (Formulir E) harus dilampirkan secara tetap Sertifikat Keselamatan Radio Kapal Barang* 6 Sertifikat Keselamatan Radio Kapal Barang diterbitkan setelah survey kapal barang dengan GT 300 atau lebih yang dilengkapi dengan instalasi radio, termasuk perangkat yang digunakan sebagai alat keselamatan jiwa yang ,memenuhi persyaratan dari Bab III dan IV dan persyaratan lain yang ditentukan dalam SOLAS 1974. Catatan Perlengkapan untuk Sertifikat Keselamatan Radio Kapal Barang (Formulir R ) harus dilampirkan secara tetap
Sertifikat Pembebasan 7 Apabila pembebasan diberikan pada kapal yang sesuai dengan ketentuan SOLAS 1974,

SOLAS 1974, peraturan I/12, sebagaimana ditambah dan diubah dengan GMDSS

SOLAS 1974, peraturan I/12 sebagaimana ditambah dan diubah dengan GMDSS

SOLAS 1974,peraturan I/12

5 Bentuk sertifikat dan catatan perlengkapan dapat dilihat pada perubahan dan
penamabahan GMDSS, SOLAS 1974

6*SLS 14/Circ 115 tentang penerbitan sertifikat pembebasan 7 14/Cir 15 tentang penerbitan sertifikat pembebasan SLS

Sertifikat Pembebasan harus diterbitkan sebagai tambahan dari sertifikat yang tercantum di atas Dokumen pemenuhan persyaratan khusus untuk kapal pengangkut barang berbahaya Dokumen tersebut sebagai bukti pemenuhan persyaratan konstruksi dan perlengkapan dari peraturan tersebut SOLAS 1974, peraturan II-2/54.3

Acuan Daftar muatan berbahaya atau rencana penempatan muatan Setiap kapal yang mengangkut barang berbahaya harus mempunyai daftar khusus atau daftar penempatan, sesuai dengan klasifikasi yang sesuai dengan peraturan VII/2, muatan erbahaya dan lokasinya di kapal. Rencanarencana penempatan di kapal yang menunjukkan klasifikasi dan letak lokasi semua muatan berbahaya di atas kapal dapat digunakan sebagai daftar khusus atau dokumen muatan. Satu salinan dokumen tersebut harus diberikan kepada perorangan atau organisasi yang diakui oleh Syahbandar sebelum keberangkatan kapal Dokumen izin mengangkut biji-bijian Dokumen izin harus diterbitkan untuk setiap kapal yang dimuati sesuai dengan ketentuan Kode Internasional untuk Pengangkutan Bijibijian Dalam Bentuk Curah baik oleh Badan Pemerintah atau Pemerintah Penandatangan atas nama Badan Pemeirntah. Dokumen tersebut harus dilengkapi atau menjadi satu dalam Pedoman Pemuatan Biji-bijian sehingga memungkinkan bagi nakhoda untuk memenuhi persyaratan stabilitas dari Kode Sertifikat Dana Jaminan Ganti Rugi Pencemaran Laut Sertifikat yang menunjukkan bahwa asuransi atau penjamin keuangan sanggup membayar ganti rugi harus diterbitkan untuk setiap kapal yang mengangkut lebih dari 20.000 ton minyak di ruang muat sertifikat ini harus diterbitkan atau disertifikasi oleh pihak yang berwenang di negara dimana kapal tersebut didaftarkan setelah ditentukan bahwa persyaratan pada artikel VII paragraf 1 dari Konvensi CLC telah dipenuhi SOLAS 1974, peraturan VII/5(5);MARPOL 73/78, aneks III peraturan 4

SOLAS 1974, PERATURAN vi/9; Kode Internasional untuk Pengangkutan Biji-bijian Dalam Bentum Curah, peraturan 3

CLV 69, artikel VII

Acuan Berkas laporan survey yang diperluas* 8 Berkas laporan survey dan dokumen lain yang mendukung sesuai dengan paragraf 6.2 dan 6.3 aneks A dan aneks B resolusi A.744(18), Petunjuk Progran Inspeksi yang diperluas selama survey kapal muatan curah dan kapal tangki minyak 4.Sebagai tambahan dari sertifikat yang tercantum dalam butir 1 dan 3 di atas, sesuai persyaratan setiap kapal yang mengangkut cairan beracun secara curah harus dilengkapi : Sertifikat Internasional untuk Pencegahan Pencemaran untuk Pengangkutan Cairan Kimia Berbahaya dan Beracun dalam Bentuk Curah (Sertifikat NLS) Sertifikat Internasional untik Pencegahan Pencemaran Pengangkutan Cairan Kimia Berbahaya dan Beracun (Sertifikat NLS) diterbitkan setelah survey berdasarkan ketentuan peraturan 10 dan aneks II MARPOL 73/78 untuk setiap kapal yang mengangkut cairan kimia berbahaya dan beracun secara curh dan beroperasi di pelabuhan atau terminal di bawah kekuasan pemerintah penandatangan MARPOL 73/78 yang lain. Unutk kapal tangki kimia diterbitkan sertifikat kelaikan untuk Pengangkutan Bahan Kimia Berbahaya dalam Bentuk Curah dan Sertifikat Internasional untuk Pengangkutan Bahan Kimia Berbahaya dalam Bentuk Curah, sesuai dengan persyaratan Kode Pengangkutan Bahan Kimia Berbahaya Dalam Bentuk Curah (BCH Code) dan Kode Internasional Pengangkutan Bahan Kimia Berbahaya Dalam Bentuk Curah (IBC Code) yang sesuai dan harus diberlakukan secara sama dan diterima secara sama seperti sertifikat NLS MARPOL 73/78,aneks II, peraturan 12 dan12a MARPOL 73/78.Aneks I, peraturan 13G; SOLAS 1974, peraturan XI/2

Acuan Buku Catatan Muatan MARPOL 73/78,

8*Sesuai dengan pemberlakuan amandemen yang ditetapkan dalam konferensi SOLAS


pada tanggal 24 Mei 1994

Setiap kapal yang menerapkan aneks II MARPOL 73/78 harus dilengkapi Buku Catatan Muatan, apakah bagian dari buku catatan kapal atau cara lain dalam bentuk seperti ditentukan dalam apendiks IV dan aneks tersebut. 5.Sebagai tambahan dari sertifikat tercantum dalam butir 1 dan 3 di atas, maka setiap kapal tangki harus membawa : Sertifikat Kelaikan untuk Pengangkutan Bahan Kimia Berbahaya dalam Bentuk Curah Sertifikat Kelaikan untuk Pengangkutan Bahan Kimia Berbahaya dalam Bentuk Curah, dengan bentuk seperti pada apendiks dari Koda Bahan Kimia dan Bentuk Curah (BCH Code) diterbitkan setelah survey pertama atau periodik pada kapal tangki kimia yang berlayar diperairan internasional harus memenuhi persyaratan yang ditentukan BCH Code. Catatan BCH Code ini diwajibkan di aneks II MARPOL 73/78 untuk kapal tangki kimia yang dibangun sebeleum 1 Juli 1978 Sertifikat Kelaikan Internasional untuk Pengangkutan Bahan Kimia Berbahaya dalam Bentuk Curah Sertifikat Kelaikan Internasional untuk Pengangkutan Bahan Kimia Berbahaya dalam Bentuk Curah, dengan bentuk seperti pada apendiks dari Koda Pengangkutan Bahan Kimia dalam Bentuk Curan Internasional, diterbitkan setelah survey pertama atau periodik pada kapal tangki kimia yang berlayar di perairan internasional dimana memenuhi persyaratan yang ditentukan Kode. Catatan : Kode ini diwajibkan sesuai bab VII SOLAS 1974 dan aneks II MARPOL 73/78 untuk kapal tangki kimia yang dibangun pada atau setelah 1 Juli 1986

aneks II, peraturan 9

Kode BCH, Bagian 16

Kode IBC, seksi 1.5

Acuan 6.Sebagai tambahan dari sertifikat yang tercantum dalam butir 1 dan 3 di atas, kapal pengangkut gas harus dilengkapi : Sertifikat Kelaikan untuk Pengangkutan Gas Cair dalam Bentuk Curah Sertifikat Kelaikan untuk Pengangkutan Gas Cair dalam Bentuk Curah (GC Code) dengan Kode GC, seksi 1.6

bentuk seperti pada apendiks dari Kode Pengangkutan Gas, diterbitkan setelah survey pertama atau periodik pada kapal pengangkut gas cair yang memenuhi persyaratan yang ditentukan GC Code Sertifikat Kelaikan Internasional untuk Pengangkutan Gas Cair dalam Bentuk Curah Sertifikat Kelaikan Internasional untuk Pengangkutan Gas Cair dalam Bentuk Curah, dengan bentuk seperti pada apendiks dari Kode Internasional untuk Pengangkutan Gas Cair secara Curah (IGC Code) diterbitkan setelah survey pertama atau periodik pada kapal pengangkutan gas yang memenuhi persyaratan yang ditentukan IGC Code Catatan : IGC Code ini diwajibkan di bab VII SOLAS 1974 untuk kapal pengangkut gas yang dibangun pada atau setelah 1 Juli 1986 7.Sebagai tambahan dari sertifikat tercantum dalam butir 1dan 3 di atas, kapal cepat harus dilengkapi :9 Sertifikat Keselamatan Kapal Kecepatan Tinggi Sertifikat Keselamatan Kapal Kecepatan Tinggi harus diterbitkan setelah survey pertama atau pembaruan kapal telah selesei dilaksanakan yang memenuhi persyaratan Kode Kapal. SOLAS 1974, peraturan X/3, paragraf 1.8 Kode IGC seksi 1.5

Acuan Izin Pengoperasian Kapal Cepat Izin Pengoperasian Kapal Cepat diterbitkan untuk kapal yang memenuhi persyaratan pada paragraf 1.2.2. s/d 1.2.7 dan 1.8 HSC Code Sertifikat yang lain Kapal dengan kegunaan khusus Sertifikat Keselamatan Kapal dengan Kegunaan Khusus Sertifikat bisa diterbitkan setelah survey berdasarkan ketentuan pada paragraf 1.6 Kode Keselamatan untuk Kapal dengan Kegunaan Khusus. Jangka waktu dan keabsahan sertifikat Resolusi A.534(13) Kode HSC, paragraf 1.9

9*Sesuai dengan pemberlakuan amanedemen yang ditetapkan dalam konferensi SOLAS


pada tanggal 24 Mei 1994

harus diatur oleh ketentuan-ketentuan untuk kapal barang pada SOLAS 1974. Jika sertifikat diterbitkan untuk kapal dengan kegunaan khusus yang GT-nya dibawah 500, sertifikat ini hendaknya menunjukkan apakah perpanjangan kegunaan berdasarkan 1.2 diterima Sertifikat Tambahan untuk Kapal Suplai Anjungan Lepas Pantai Jika mengangkut barang, Kapal Suplai Anjungan Lepas Pantai harus dilengkapi dengan Sertifikat Kelaikan yang diterbitkan sesuai APetunjuk untuk transportasi danpenanganan dalam jumlah tertentu dari bahan kimia beracun dan berbahaya dalam bentuk curah pada kapal pendukung anjungan lepas pantai A Jika kapal pendukung anjungan lepas pantai hanya mengangkut bahan kimia beracun, penerbitan Sertifikat Internasional untuk Pengangkutan Bahan Kimia Berbahaya dan Beracun dalam Bentuk Curah bisa dilaksanakan disamping Sertifikat Kelaikan di atas Resolusi A.673(16); MARPOL 73/78, aneks II, peraturan 13(4)

Acuan Sertifikat penyelaman Sertifikat Keselamatan Sistem Penyelaman Sertifikat diterbitkan oleh Pemerintan atau salah satu personil atau organisasi yang diberi kewenangan secara sah oleh Badan Pemerintah setelah survey atau inspeksi terhadap sistem penyelaman tersebut yang memenuhi persyaratan Kode Keselamatan untuk Sistem Penyelaman. Dalam kasus apapun, Badan Pemerintah dianggap bertanggung jawab penuh atas sertifikat tersebut Sertifikat Konstruksi dan Perlengkapan Diterbitkan setelah survey dilaksanakan berdasarkan paragraf 1.5.1(a) dari Kode Keselamatan untuk Kapal yang ditumpu secara dinamis Izin beroperasi Unit Pengeboran Lepas Pantai yang Dapat Resolusi A.536(13) seksi 1.6

Resolusi A.373(X) seksi 1.6

Berpindah Sertifikat Keselamatan Diterbitkan setelah survey dilaksanakan berdasarkan ketentuan Kode untuk Konstruksi dan Perlengkapan dari Unit Pengeboran Lepas Pantai yang Dapat Berpindah, 1979, untuk unit pengeboran yang dibangun pada atau setelah 1 Mei 1991 menggunakan Kode untuk Konstruksi dan Perlengkapan dari Unit Pengeboran Lepas Pantai yang Dapat Berpindah Tingkat Kebisingan Laporan Survey Kebisingan Laporan Survey Kebisingan harus dibuat untuk setiap kapal sesuai dengan Kode Tingkat Kebisingan di atas kapal Resolusi A.414(XI) seksi 1.6; Resolusi A.649(16) seksi 1.6

Resolusi A.468(XII) seksi 4.3

Lampiran 4 Resolusi Koneferensi Pemerintah Penandatangan Konevsni Internasional tentang Keselamatan Jiwa di Laut 1974, ditetapkan pada tanggal 24 Mei 1994. Resolusi 1 Penetapan amandemen pada lampiran dari Konvensi Internasional tentang Keselamatan Jiwa di Laut, 1974 Konferensi Mengingat pasal VIII(c) dari Konevensi Internasional tentang Keselamatan Jiwa dilaut 1974 (yang selanjutnya disebut Konvensi) yang berkaitan dengan prosedur penambahan danperubahan Konevsni oleh Pemerintah Penandatangan. Setelah Mempertimbangkan perubahan terhadap lampiran Konvensi yang diusulkan dandiedarkankepada para anggorfanisasi dan seluruh Pemerintah Penandatangan Konvensi 1.Menerima, sesuai dengan pasal VIII(c)(ii) Konvensi, amandemen pada lampiran Konvensi, teks yang diberikan pada lampiran-lampiran resolusi ini. 2. Menetapkan, sesuai dengan psasl VIII(b)(2)(66) Konvensi (a) Amandemen yang dimuat pada lampiran 1 harus dianggap telah diterima pada tanggal 1 Juli 1995; dan (b) Amandemen yang dimuat dalam lampiran 2 harus dianggap telah diterima pada tanggal 1 Januari 1998, kecuali jika, sebelum tanggal tersebut, lebih dari sepertiga dari Pemerintah

Penandatangan Konvensi atau Pemerintah Penandatangan dari gabungan armada niaga yang merupakan tidak kurang dari 50% dari tonase kotor dari armada niaga dunia telah memberitahukan keberadaannya pada amandemen tersebut; 3. Meminta kepada Pemerintah Penandatangan untuk mencatat bahwa sesuai dengan pasal VIII (b)(vii)(2) dari Konvensi; (a) Amandemen di dalam la,piran 1 akan mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 1966, dan (b) Amandemen di dalam lampiran 2 akan mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 1998 Setelah penerimaannya sesuai dengan paragraf 2 di atas Resolusi 2 Implementasi Bab IX dari Konvensi SOLAS 1974 Konferensi Mengakui bahwa dampak penting dari penerapan Bab IX Konvensi SOLAS 1974 akan membawa peningkatan pengoperasian kapal secara aman dan mencegah pencemaran. Mengakui juga bahwa tugas pelaksanaan persyaratan Bab IX akan memberikan beban berat bagi Badan Pemerintah, organisasi yang bertindak atas nama Badan Pemerintah,pemilik kapal dan operator kapal. Mengharapkan untuk menjamin kelancaran penerapan Bab IX sesuai dengan tanggal yang ditetapkan pada peraturan 2 dari bab tersebut Mencatat bahwa pengalaman telah menunjukkan dibutuhkan selama 2 tahun yang dipersiapkan oleh pemilik kapal dan operator untuk menyusun suatu sistem manajemen keselamatan sesuai dengan Koda Manajemen Keselamatan Internasional (ISM Code) Mencatat Juga bahwa meskipun diberikan kelonggaran untuk kurun waktu yang diperlukan untuk persiapan, sebagian besar permintaan untuk pelaksanaan sertifikasi berdasarkan ISM Code diajukan mendekati tanggal yang ditentukan pada peraturan 2 dari Bab IX Merekomendasikan bahwa semua Badan Pemerintah memperhatikan tanggal yang ditentukan secara lebih dini sebagaimana tanggal penerapan yang ditetapkan dalam peratyran 2 Bab IX dengan cara menganjurkan permintaan sertifikasi untuk setiap jenis kapal, untuk memberikan kesempatan Badan Pemerintah atau organisasi yang diakui untuk melengkapi jadwal sertifikasi, dan perusakan pelayaran memperbaiki ketidaksesuaiannya. Resolusi 3 Implementasi dari Koda manajemen Keselamatan Internasional (ISM Code) untuk kapal barang yang memiliki tonase kotor kurang dari 500 Konferensi

Mengingat Koda Manajemen Keselamatan Internasional untuk pengoperasian kapal yang aman danpencegahan pencemaran Koda Manajemen Keselamatan Internasional (ISM Code) yang ditetapkan Organisasi dengan resolusi A.741(18), dimana Pemerintah diminta dengan tegas untuk mengimplementasikan Ism Code sesuai kondisi nasionalnya secepat mungkin tetapi tidak boleh lebih dari 1 Juni 1998, menantiperkembangan dari amandemen Konvensi SOLAS 1974 untukkewajiban penerapan ISM Code. Mencatat bahwa Bab IX Konvensi SOLAS 1974 yang apabila telah diberlakukan menjadi wajib berdasarkan Konvensi, berlaku untuk kapal barang dengan tonase kotor 500 atau lebih, dari sebagian besar dari kapal barang yang tonase kotornya kurang dari 500 untuk menerapkan bab ini. Mengakui bahwa ada kebutuhan bagi Organisasi manajemen yang sesuai untuk memberikan andil pada pencapaian dan mempertahankan standar keselamatan yang tinggi dan perlindungan lingkungan dengan semua sarana yang tersedia di kapal, walapun GT-nya kurang dari 500. 1.Mendesak dengan tegas pemerintah untuk mengimplementasikan ISMCode semaksimal mungkin untuk kapal barang bederanya dengan tonase kotor 150 atau lebih namun kurang dari 500; 2.Meminta pemerintah untuk memberitahukan Komite Keselamatan Maritim dan Komite Perlindungan Lingkungan Maritim tentang tindakan yang telah diambil untuk melakukan penerapan ISM Code untuk kapal barang dengan tonase kotor 150 ataulebuh tetapi tidak kurang dari 500. Resolusi 4 Mempercepat kurun waktu penerimaan berdasarkan Konvensi SOLAS 1974 dalam kondisi perkecualian Konferensi Mengingat artikel VIII(b)(vi)(2)(bb) dari Konvensi SOLAS 1974 (selanjutnya disebut Konvensi), kurun waktu tercepat untuk penerimaan suatu amandemen ke dalam lampiran dalam konvensi selain dari pada Bab I adalah satu tahun setelah penetapan. Mengakui bahwa pada pasal VIII(c)(iii) dari Konvensi dari konferensi Pemerintah Penandatangan dapat mengurangi kurun waktu penerimaan yang ditetapkan dalam pasal VIII(b)(vi)(2)(bb) dengan mencantumkan anak kalimat Akecuali konferensi memutuskan lain A Memutuskan bahwa dalam pengecualian, konferensi dari negara penandatangan boleh memutuskan untuk mengurangi kurun waktu satu tahun sebagaimana ditentukan dalam pasal VIII(b)(vi)(2)(bb) kurun waktunya menjadi lebih pendek yang tidak boleh kurang dari 6 bulan setelah penetapan sebuah amandemen pada lampiran selain Bab I, apabila diputuskan sedikitnya tiga perempat anggota penandatangan konvensi yang hadir dan memberikan suara, dengan catatan amandemen tersebut

dikomunikasikan oleh Sekretaris Jenderal untuk penerimaan dalam waktu dua bulan daripenetapannya. Menyetujui bahwa suatu amandemen yang memerlukan tindakan mendesak dalam keadaan pengecualian dipertimbangkan oleh konferensi Pemerintah Penandatangan untuk diterima sesuai dengan prosedur yang diuraikan di atas. Meminta Organisasi untuk mengambil langkah yang diperlukan sesuatu yang mendesak untuk memungkinkan konferensi Pemerintah Penandatangan untuk dirapatkan secara singkat, pada keadaan pengecualian, untuk mempertimbangkan amandemen pada lampiran konvensi selain Bab I untuk diterima sesuai dengan prosedur yang disebutkan dalam paragraf 1 di atas. Resolusi 5 Amandemen lanjutan terhadap Bab XI dari Konvensi SOLAS 1974 tentang upaya-upaya khusus untuk meningkatkan keselamatan maritim Konferensi Mengakui kebutuhan untuk hal mendesak dan upaya-upaya khusus untuk meningkatkan keselamatan maritim dam keinginan dari Pemerintah Penandatangan untuk membawa upaya ini diberlakukan secepat mungkin. Setelah menetapkan Bab XI Konvensi SOLAS 1974 terdiri empat peraturan yang diberlakukan sesuai dengan persyaratan pasal VIII(b)(2)(bb) dan (b) (vii)(2), Mencatat bahwa upaya tersebut dimasukkan dalam Bab XI adalah khusus diperuntukkan untuk peningkatan keselamatan maritim Mencatat lebih lanjut bahwa tidak disukai apabila karena alasan tertentu ketentuan dari bab tersebut terlalu sering ditambah dan diubah Menyatakan Pandangannya bahwa cara terbaik dalam mencapai sasaran adalah dengan cara menjamin bahwa amandemen Bab XI hanya ditetapkan oleh konferensi Pemerintah Penandatangan Merekomendasikan bahwa amandemen lanjutan terhadap ketentuan Bab XI sebaiknya hanya ditetapkan oleh Konferensi Pemerintah Penandatangan sesuai dengan persyaratan pasal VIII(c). Lampiran 5 Resolusi Konferensi Pemerintah Penandatangan Konvensi tentang Keselamatan Jiwa di Laut 1974, yang ditetapkan pada tanggal 29 Nopember 1995 Resolusi 1 Penetapan amandemen terhadap lampiran Konvensi Internasional tentang

Keselamatan Jiwa di Laut 1974 Konferensi Mengingat pasal VIII(c) Konvensi Internasional tentang Keselamatan Jiwa di Laut 1974 (yang selanjutnya disebut Konvensi), yang berhubungan dengan prosedur untuk penambahan dan perubahan Konvensi oleh Konferensi Pemerintah Penandatangan Konvensi Memperhatikan resolusi A 596(15) yang disahkan oleh Sidang Umum Organisasi Maritim Internasional, yang berhubungan dengan keselamatan kapal ro-ro Memperhatikan lebih lanjut resolusi MSC 11(55),MSC 12(56),MSC 24(66),MSC 26(60) dan MSC 27(61) yangdijadikan amandemen konvensi yang telah disahkan oleh Komite Keselamatan Maritim IMO yang ditujukan untuk meningkatkan keselamatan kapal penumpang ro-ro baru dan lama sesuai keperluannya. Menyatakan sehubungan dengan itu bahwa, sejak disahkannya amandeman tersebut di atas, sejumlah kapal penumpang ro-ro telah mengalami kecelakaan, satu yang telah mengalamu kehingan jiwa. Mengakui adanya kebutuhan mendesak untuk meningkatkan lebih lanjut dalam semua aspek desain,perlengkapan dan pengoperasian kapal penumpang ro-ro untuk menghindari terulangnya kembali kecelakaan. Setelah mempertimbangkan amandemen yang diusulkan terhadap lampiran konvensi dan telah diedarkan kepada semua anggota IMO dan Pemerintah Penandatangan konvensi; 1.Menerima, sesuai dengan pasal VIII(c)(ii) konvensi, teks amandemen terhadap lampiran konvensi yang telah disusun pada lampirresolusi ini. 2.Memutuskan, sesuai dengan pasal VIII(b)(vi)(2)(bb) konvensi, bahwa amandemen tersebut harus segera diberlakukan pada tanggal 1 Januari 1997, kecuali jika sebelum tanggal itu, lebih dari sepertiga Pemerintah Penandatangan yang gabungan armada niaganya tidak kurang dari 50% tonase kotor keseluruh armada niaga dunia telah menyampaikan keberatannya atas amandemen tersebut. 3. Meminta Pemerintah Penandatangan untuk mencatat bahwa, sesuai dengan pasal VIII(b)(vii)(2) konvensi, amandemen tersebut harus mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 1997 setelah penerimaan sesuai dengan paragraf dua di atas. Resolusi 2 Tata susunan pemadam kebakaran di kamar mesin dari kapal penumpang ro-ro

Konferensi Setelah penerimaan amandemen Konvensi Internasional tentang Keselamatan Jiwa di Laut yang berkaitan dengan keselamatan atau kapal penumpang ro-ro Memikirkan bahwa, keselamatan kapal penumpang ro-ro akan meningkat apabila kamar mesinnya dilengkapi dengan sistempemadam kebakaranotomatis lokal di tempat-tempat yang mengandung resiko tinggi, sebagai tambahan dari instalasi sistem pemadam kebakaran utama. Mengingat bahwa hal tersebut telah menjadi program kerja dari Komite Keselamatan Maritim IMO, 1.Mendesak Komite Keselamatan Maritim IMO untuk melaksanakan pekerjaan yang berkaitan dengan sistempemadam otomatis lokal 2.Meminta Pemerintah Penandatangan untuk mendahului menerapkan sistem pemadam kebakaran otomatis lokal di kamar mesin dari kapal penumpang di tempat-tempat yang mengandung resiko tinggi, sebagai tambahan dari sistem instalasi pemadam kebakaran utama, sehubungan belum adanya penetapan oleh IMO terhadap perubahan-perubahan mendasar atas Konvensi SOLAS 1974 Resolusi 3 Tata susunan jalan penyelamatan untuk kapal yang dibangun sebelum 1 Juli 1997 Konferensi Setelah menerima amandemen Konvensi Internasional tentang Keselamatan Jiwa di Laut 1974, yang berkaitan dengan keselamatan kapal penumpang ro-ro, Mencatat bahwa, sesuai dengan SOLAS baru peraturan II-2/28-1, kapal yang dibangun pada atau sesudah 1 Juli 1997 dipersyaratkan untuk memiliki sekat-sekat dan pemisah lain yang membentuk pembatas vertikal sepanjang jalur penyelamatan yang tersusun sedemikian rupa sehingga memungkinkan jalan tersebut digunakan sebagai permulaan untuk berjalan pada susdut kemiringan yang besar Memikirkan bahwa keselamatan kapal penumpang ro-ro yang dibangung sebelum 1 Juli 1997 hendaknya ditingkatkan dengan membuat jalanpenyelamatan yang sedemikian rupa sehingga penumpang dapat menyelamatkan diri pada sudut kemiringan yang besar. Mengetahui bahwa penerapan persyaratan perlindungan kebakaran sesuai amandemen SOLAS 1992 dapat menyebabkan perombakan ruang akomodasi kapal penumpang Mendesak Pemerintah Penandatangan untuk menjamin bahwa, apabila

kapal penumpnag ro-ro yang dibangung sebelum 1 Juli 1997 mengalami perombakan di ruang akomodasi,pertimbangan ini diberikan pada kelengkapan tersebut dari sekat danpemisah sebagaimana ditentukan dalam SOLAS peraturan II-2/28-1 Resolusi 4 Waktu evakuasi maksimum untuk kapal penumpang ro-ro yang baru Konferensi Setelah menerima amandemen Konvensi Internasional tentang Keselamatan Jiwa di Laut (SOLAS) 1974 yang berkaitan dengan keselamatan kapal penumpang ro-ro,mempertimbangkan peraturan II-2/281.3 SOLAS baru yang berkaitan dengan persyaratan untuk analisis evakuasi Memikirkan bahwa diperlukan peraturan waktu evakuasi pada kapal penumpang ro-ro dapat diseleseikan Mencatat bahwa telah diusulkan waktu maksimum untuk melakukan evakuasi pada kapal penumpang ro-ro adalah 60 menit Mendesak Komite Keselamatan Maritim dari Organisasi Maritim Internasional untuk mempertimbangkan waktu evakuasi maksimum untuk kapal penumpang ro-ro dan mengembangkan persyaratan atau rekomendasi secara cepat Resolusi 5 Amandemen Bab III Konvensi SOLAS 1974 Konferensi Setelah menerima amandemen Bab III Konvensi Internasional tentang Keselamatan Jiwa di Laut (SOLAS) 1974, yang berkaitan dengan keselamatan kapal penumpang ro-ro Memperhatikan bahwa Komite Keselamatan Maritim IMO, pada sidanf ke enam puluh lima, telah menyetujui usulan amandemen Bab III Konvensi SOLAS 1974 dengan pandangan tentang penerimaan-penerimaannya pada sidangnya yang ke enam puluh enam Mengakui pentingnya mengaitkan amandemen SOLAS Bab III yang disahkan dalam konferensi dengan teks amandemen yang akan dipertimbangkan dalam sidang Komite Keselamatan Maritim ke-66 dengan suatu pandangan untuk penerimaan Meminta Sekretaris Jenderal untuk menyampaikan kepada Komite Keselamatan teks amandemen SOLAS Bab III yang disahkan dalam konferensi dengan suatu pandangan tentang keterkaitannya pada Bab III yang telah diubah Resolusi 6

Perangkat radio dengan penutnun yang bertenaga rendah untuk rakit penolong pada kapal penumpang ro-ro Konferensi Setelah menetapkan amandemen pada Bab III, Konvensi Internasional tentang keselamatan Jiwa di Laut (SOLAS) 1974, yang berkaitan dengan kapal penumpang ro-ro Mencatat bahwa suatu perangkat radiao dengan penuntun yang bertenaga rendah untuk rakit penolong adalah dimaksudkan untuk beroperasi pada suatu frekwensi VHF maritim atay frekwensi UHF dan frekwensifrekwensi internasional.Pertama kali harus oleh Badan Telekomunikasi Internasional (ITU), Badan Administrasi Konferensi Radio Internasional dan bahwa Biro Radio Komunikasi ITU akan mengembangkan standar teknis untuk perlengkapan radio standar atas dasar persyaratan operasi sebagaimana yang ditetapkan oleh IMO Mencatat lebih lanjut bahwa prosedur ini akan memakan waktu beberapa lama Memikirkan bahwa perangkat radio dengan penuntun yang berrtenaga rendah untuk rakit penolong tersebut akan sangat membantu operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) setelah terjadinya kecelakaan kapal penumpang ro-ro; 1.Meminta Komite Keselamatan Maritim untuk; a.mengembangkan, sebagai sesuatu yang mendesak, persyaratan operasu dan standar kinerja oerangkat radio dengan penuntun yang bertenaga rendah untuk rakit penolong; dan b. mempertimbangkan untuk menerima amandemen konvensi SOLAS 1974 meminta untuk membawa perangkat radio dengan penuntun yang bertenaga rendah untuk rakit penolong pada semua kapal penumpang ro-ro, pada kesempatan pertama 2.Meminta IMO bekerjasama dengan ITU, memprioritaskan, pada; a. mengembangkan standar teknis perangkat radio dengan bertenaga rendah untuk rakit penolong; dan b.menjamin alokasi frekwensi radio yang sesuai bagi perangkat radio dengan penuntun yang bertenaga rendah untuk rakit penolong. Resolusi 7 Pengembangan persyaratan, petunjuk dan standar kinerja Konferensi Setelah Menerima amandemen Konvensi Internasional tentang Keselamatan Jiwa di Laut (SOLAS) 1974, yang berkaitan dengan keselamatan kapal penumpang ro-ro

Mencatat bahwa sejumlah persyaratan yang diterima yang berkaitan dengan kebutuhan untuk membawa perlengkapan tertentu memperhatikan, atau memenuhi persyaratan,petunjuk atau standar kinerja yang ditentukan oleh Organisasi Maritim Internasional (IMO) yang saat ini masih dikembangkan Memikirkan bahwa standar kinerja yang teracu di atas harus dikembangkan untuk memungkinkan pabrik pembuat untuk mengembangkan perlengkapan yang sesuai dan kapal melengkapi perlengkapan sebelum amandemen SOLAS 1974 yang ditetapkan dalam konferensi tersebut diberlakukan. Meminta Komite Keselamatan Maritim IMO untuk mengembangkan halhal yang mendesak ; (a) standar kinerja tentang sistem pemberitahuan pada publik (peraturan III/6.5.4); (b) persyaratan untuk rakit penolong yang dapat tegak sendiri secara otomatis dan rakit penolong dua sisi yang bertudung (peraturan III/241.2.4); (c) petunjuk yang telah direvisi untuk perahu penyelamat (peraturan III/241.3.1); (d) persyaratan untuk alat peluncuran perahu penyelamat cepat (peraturan III/24-1.3.2); dan (e) petunjuk untuk pendaratan helikopter dan daerah untuk pengangkutan (peraturan III/24-3) Resolusi 8 Berita marabahaya : kewajiban dan prosedur Konferensi Setelah menetapkan amandemen Konvensi tentang Keselamatan Jiwa di Laut (SOLAS) 1974, yang berhubungan dengan keselamatan kapal penumpang ro-ro Mempertimbangkan SOLAS baru peraturan V/10 (a) yang meminta apakah, jika kapal menerima isyarat marabahaya tidak mampu atau pada suatu keadaam lingkungan khusus, menganggap hal ini tidak beralasan atau tidak penting untuk memberikan bantuan pada orang dalam marabahaya, oleh karena itu nakhoda harus memperhatikan rekomendasi Organisasi Maritim Internasional (IMO) untuk memberitahu badan pencarian dan penyelamatan (SAR) yang terdekat. Mencatat bahwa rekomendasi yang dijadikan acuan untuk hal tersebut di atas harus dikembangkan oleh IMO untuk digunakan bagi semua pelaut.

Memikirkan bahwa rekomendasi yang diletakkan tersebut hendaknya ditetapkan sebagai amandemen terhadap Pencarian dan Penyelamatan Kapal Niaga (Merchant Ship Search and Rescue/MERSAR) Manual sebelum diberlakukannya amandeman SOLAS 1995 yang berkaitan. 1.Meminta Komite Keselamatan Maritim IMO untuk mempersiapkan dan menetapkan amandemen atas materi yang mendesak dalam MERSAR Manual yang merekomendasikan prosedur yang harus diikuti oleh kapal yang menerima isyarat marabahaya dan yang gagal memberikan bantuan pada orang yang berada dalam marabahaya apabila tidak memungkinkan untuk meminta bantuan mereka. 2.Meminta Pemerintah Penandatangan untuk mengambil langkah-langkah untuk menjamin bahwa amandemen MERSAR Manual tersebut diterima dengan penundaan seminimal mungkin. Resolusi 9 Sistem pemancar/penerima identifikasi kapal otomatis Konferensi Setelah menetapkan amandemen Konvensi Internasional tentang Keselamatan Jiwa di Laut (SOLAS) 1974, yang berhubungan dengan keselamatan kapal penumpang ro-ro Mempertimbangkan bahwa keselamatan navigasi selayaknya meningkat jika semua kapal diatas ukuran tertentu dilengkapi dengan sistem pemancar/penerima identifikasi kapal yang mampu secara otomatis menginformasikan pada stasiun radio pantai dan kapal lain tentang identitas kapal, jenis, lintasanpelayaran, kecepatan, status pelayaran dan hal yang berkaitan dengan informasi keselamatan lainnya dan menerima informasi semacam itu dari kapal lain yang dilengkapi alat sejenis. Mencatat bahwa Komite Keselamatan Maritim IMO sedang melaksanakan perjanjian secara menyeluruh SOLAS Bab V (Keselamatan Navigasi) dan sedang mempersiapkan penetapan persyaratan dan standar kinerja tentang pemancar identifikasi kapal secara otomatis di kapal. Mencatat lebih lanjut bahwa sistem pemancar/penerima identifikasi kapal otomatis memerlukan alokasi frekwensi radio yang sesuai danpengembangan standar teknis untuk perlengkapanyang terkaitoleh Badan Telekomunikasi Iternasioan (ITU) 1.Meminta Komite Keselamatan Maritim IMO untuk ; (a) mengembangkan hal-hal yang mendesak tentang persyaratan pengoperasian untuk sistem pemancar/penerima identifikasi kapal otomatis (b) mempertimbangkan menerima amandemen Konvensi SOLAS yang

berkaitan dengan persyaratan untuk membawa semacam peralatan sistem pemancar/penerima. 2. Meminta IMO bekerjasama dengan ITU sebagai prioritas untuk ; (a) mengembangkan standar teknis sistem pemancar/penerima identifikasi kapal otomatis; dan (b) menjamin alokasi frekwensi pemancar/penerima identifikasi kapal. Resolusi 10 Penentuan bahasa kerja di kapal Konferensi Setelah menetapkan amandemen pada Konvensi Internasional tentang Keselamatan Jiwa di Laut (SOLAS) 1974 yang berhubungan dengan keselamatan kapal penumpang ro-ro Mempertimbangkan SOLAS baru peraturan V/13(c) yang meminta bahwa,pada setiap kapal penumpang yang terkena persyaratan Bab I, suatu bahasa kerja hendaknya ditetapkan untuk menjamin kinerja awak kapal yang efektif dalam hal keselamatan. Mencatat juga bahwa Koda Manajemen Keselamatan Internasional (ISM Code), disahkan dalam Sidang Umum IMO dengan resolusi A 741(18), menyatakan bahwa perusahaan pelayaran harus menjamin bahwa awak kapal mampu berkomunikasi secara efektif dalam melaksanakan tugastugasnya yang berhubungan dengan sistem manajemen keselamatan dalam kapalnya. Memikirkan bahwa lebih disukai bahwa persyaratan peraturan V/13(c) SOLAS harus berlaku pada semua kapal baik dalam pelayaran internasional atau bukan. Mendesak Pemerintah Penandatangan untuk menjamin bahwa bahasa kerja ditetapkan pada seluruh kapalnya dengan cara melaksanakan peraturan V/13(c) semaksimal mungkin. Resolusi 11 Pembatasan-pembatasan operasi pada kapal penumpang Konferensi Setelah menerima amandemen Konvensi Internasional tentang Keselamatan Jiwa di Laut (SOLAS) 1974, yang berhubungan dengan keselamatan jiwa di laut. Menyadari bahwa SOLAS baru peraturan V/23 meminta bahwa suatu daftar dari semua pembatasan operasi pada kapal penumpang yang terkena radio otomatis untuk sistem

persyaratan SOLAS Bab I harus dijaga di kapal dan tersedia pada nakhoda. Memikirkan bahwa hal ini akan lebih baik apabila pembatasan-pembatasan operasi kapal penumpang ada, suatu daftar dari semua pembatasan pada pengoperasian kapal harus disimpan di kapal dan dimutakhirkan,apabila perlu, tanpa memandang apakah kapal penumpang beroperasi pada pelayaran internasional atau tidak. Mendesak Pemerintah Penandatangan untuk menjamin bahwa daftar dari semua pembatasan operasi dijaga di kapal dandimutakhirkan pada semua kapal penumpang sehingga siap memberikan informasi untuk nakhoda. Resolusi 12 Pencatat data pelayaran Konferensi Setelah menetapkan amandemen Konvensi Internasional tentang Keselamatan Jiwa di Laut (SOLAS) 1974 yang berkaitan dengan keselamatan kapal penumpang ro-ro Mencatat bahwa persyaratan operasi dan standar kinerja berada dalam pertimbangan Organisasi Maritim Internasional (IMO) namun masih harus dipersiapkan. Memikirkan bahwa sangat diharapkan bahwa kapal, khususnya kapal penumpang dilengkapi dengan pencatat data pelayaran untuk membantu penyeldikan kecelakaan. 1.Meminta Komite Keselamatan Maritim IMO untuk; (a) mengembangkan, sebagai hal mendesk, persyaratan operasi dan standar kinerja untuk pencatat data pelayaran, memperhatikan setiap hal yang berpengaruh terhadap manusia; dan (b) mempertimbangkan untuk pengembangan untuk membawa persyaratan untuk pencatat data pelayaran untuk dimasukkan kedalam SOLAS secepat mungkin. 2.Mendesak Pemerintah Penandatangan untuk menerapkan penggunaan pencatat data pelayaran pada kapal yang mengibarkan benderanya atas dasar pengalaman untuk memperoleh pengalaman dalam penggunaanya. Resolusi 13 Perlengkapan pengikatan muatan Konferensi Setelah menetapkan amandemen Konvensi Internasional tentang Keselamatan Jiwa di Laut (SOLAS) 1974, yang berhubungan dengan kapal

penumpang ro-ro. Memperhatikan bahwa SOLAS Bab VI memerlukan unit muatan, termasuk peti kemas dimuat, disimpan, dan diikat selama dalampelayaran sesuai dengan Petunjuk Pengikatan Muatan yang disetujui Badan Pemerintah. Memperhatikan lebih lanjutbahwa Komite Keselmatan Maritim IMO sedang mengembangkan ketentuan yang harus disertakan pada Petunjuk Pengikatan Muatan yang diperlukan sesuai SOLAS Bab VI Memikirkan bahwa unit muatan tersebut termasuk kendaraan dan peti kemas pada kapal penumpang ro-ro, yang harus diikat menggunakan perlnegkapan yang kekuatannya memadai pada semua kondisi termasuk saat miring. Mendesak Komite KeselamatanMaritim IMO untuk memasukkan, kedalam ketentuan yang merupakan bagian Petunjuk Pengikatan Muatan,persyaratan kekuatan minimum dari perlengkapan yang digunakan untuk unit muatan, termasuk kendaraan dan peti kemas pada kapal penumpang, memperhatikan gaya-gaya akibat gerakan kapal, sudut kemiringan setelah kerusakan atau kebocoran dan pertimbangan lain yang terkait dengan kekuatan dari tata susunan lain yang terkait dengan kekuatan dari tata susunan pengikatan muatan. Resolusi 14 Kesepakatan regional tentang persyaratan stabilitas khusus untuk kapal penumpang ro-ro Konferensi Setelah menetapkan amandemen pada Konvensi Internasional tentang Keselamatan Jiwa di Laut (SOLAS) 1974 yang berkaitand enfan keselamatan kapal penumpang ro-ro. Mempetimbangkan SOLAS baru peraturan II-1/18-1 yang mengharuskan setiap kapal penumpang ro-ro memenuhi peraturan II-1/8, sebagaimana telah diubah dengan resolusi MSC 12(56),pada masa mendatang. Memperhatikan keinginan Pemerintah Penandatangan tertentu bahwa dengan memperhatikan kondisi laut yang paling sering terjadi dan kondisi setempat, persyaratan stabilitas khusus sebaiknya berlaku untuk semua kapal penumpang ro-ro yang melakukan pelayaran terjadwal secara reguler antara pelabuhan tertentu dari negara yang pemerintahnya menandatangani konvensi. .1 setuju bahwa dua atau lebih Pemeirntah Penandatangan boleh membuat kesepakatan dengan merubah persyaratan peraturan II-1/8-1 yang berkaitan dengan kapal penumpang ro-ro yang mengangkut penumpang terjadwal secara erguler antar pelabuhan dalam kawasannya, dengan catatan bahwa kapal-kapal tersebut memenuhi persyaratan keselamatan yang emmadai sesuai pertimbangan pemerintah tempat pelayaran dilakukan.

.2 menyetujui juga bahwa apabila persyaratan keselamatan mencakup persyaratan stabilitas, maka sebaiknya tidak melebihi apa yang ditentukan pada lampiran dari resolusi berlaku ini. .3 memutuskan bahwa Pemerintah Penandatangan yang mengusulkan kesepakatan harus memberitahukan Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional tentang maksud mereka untuk membicarakansuatu kesepakatan dengan Pemerintah Penandatangan lain yang berminat untuk dilibatkan dalam negosiasi tersebut. Pada saat memberitahu Sekretaris Jenderal tentang maksud mereka untuk membicarakan kesepakatan dan dalam mengumpulkan kesepakatan, Pemerintah Penandatangan yang terlibat harus mengkomunikasikan hasilnya dengan Sekretaris Jenderal tentang hal-hal penting untuk diedarkan pada semua Pemerintah Suatu kesepakatan tidak boleh diberlakukan sampai 12 bulan setelah kesimpulan kesepakatan diberitahukan pada Sekretaris Jenderal. .4 mendesak semua Pemerintah Penandatangan untuk menerapkan kesepakatan tersebut pada kapal penumpang ro-ro yang mengibarkan benderanya ketika berlayar pada pelayaran yang terjadwal secara reguler antar pelabuhan yang ditetapkan yang dicakup oleh kesepakatan tersebut. Lampiran Persyaratan stabilita yang dicakup dalam kesepakatan 1.Sebagaitambahan pada persyaratan SOLAS peraturan II-1/18, kapal penumpang harus memenuhi sesuai dengan ketentuan paragraf 2, jika sesuai dengan hal berikut ; -1 ketentuan dalam paragraf 2.3 peraturan 8 harus dipenuhi ketika mempertimbangkan pengaruh suatu volume air laut hipotesa yang diperkirakan telah mengumpul sesuai dengan pargraf 3 pada geladak pertama di atas garis air perencanaan dari ruang muatan ro-ro atau ruang kategorikhusus sebagaimana ditentukan dalam SOLAS peraturan II-2/3 dianggap bocor (selanjutnya disebut geladak ro-ro yang boro). Persyaratan lain dariperaturan 8 tidak harus dipenuhi dalam persyaratan ini. Volume air laut yang diperkirakan terkumpul harus dipertahankan sama pada semua kondisi trim dankemiringan, dan harus dihitung dengan menganggap distribusi berat jenis berikut yang menyebar ke seluruh geladak ro-ro yang bocor pada saat kondisi kapal tegak : 0.5 m3/m, jika sisi lambung timbul (fR) adalah 0.3 meter atau 0.5 m3/m, jika sisi lambung timbul (fR) adalah 2 m atau lebih; dan nilai antara ditentukan dengan interpolasi linier, jika sisi lambung timbul (fR0 adalah 0.3 m atau lebih tetapi kurang dari 2 m, Apabila sisi lambung timbul (fR) adalah merupakan jarak minimum antara geladak ro-ro dengan garis air tertinggi pada lokasi kebocoran dalam hal terjadi kebocoran dipertimbangkan tanpa memperhitungkan pengaruh volume air laut yang diperkirakan terkumpul pada geladak ro-ro yang bocor. .2 apabila dipasang sistem pengeringan yang sangat tinggi, Badan

Pemerintah boleh mengizinkan pengurangan pendistribusian berat jenis dari volume air laut yang diperkirakanterkumpul sesuai dengan petunjuk yang dikembangkan oleh organisasi* 10 .3 untuk kapal yang secara geografis beroperasi di daerah yang terbatas, Badan Pemerintah boleh mengurangi pendistribusian, berat jenis yang mewakili volume air laut yang diperkirakan terkumpul yang ditentukan sesuai dengan sub paragraf 1 dengan menggantikannya dengan pendistribusian berat jenis sebagai berikut ; .3.1 0,0 m3/m, apabila tinggi gelombang yang ada (hs) pada daerah tersebut adalah 1.5 m atau kurang. .3.2 harga yang ditentukan sesuai dengan sub paragraf 1, jika tinggi gelombang yang ada (hs) pada daerah tersebut adalah 4 m atau lebih;dengan catatan kondisi berikut dipenuhi .3.3 Badan Pemerintah menyetujui bahwa daerah yang ditentukan diwakili oleh gelombang yang ada (hs) yang tidak melebihi dari kemungkinan yang melibihi 10%; dan .3.4 daerah operasi dan bila memungkinkan, waktu-waktu tertentu dalam satu tahun dengan menentukan besaran angka tinggi gelombang (hs) yang boleh terjadi dicantumkan dalam sertifikat; .4 sebagai suatu alternatif persyaratan pada sub paragraf 1 atau sub paragraf 3, maka BadanPemerintah membebaskan penerapan yang ada pada sub paragraf 1 atau sub paragraf 3 dan menerima pembuktian yang ditentukan dengan tes model yang dilaksanakan untuk tiap-tiap kapal sesuai dengan metode tes model yang dikembangkan oleh Organisasi 11, sebagai pembuktian bahwa kapal tidak akan tenggelam dengan perkiraan luasnya kebocoran sebagaimana ditentukan dalam paragraf 4 dari peraturan 8 pada lokasi terburuk yang diperkirakan terjadi sebagaimana dalam paragraf 1.1. disembarang lautan; dan .5 informasi yang diberikan pada nakhoda sesuai dengan paragraf 7.1 dan 7.2 dari peraturan 8, sebagaimana dikembangkan untuk memenuhi persyaratan paragraf 2.3sampai dengan 2.3.4 dan seterusnya harus menetapkan dengan tidak mengganti kapal penumpang ro-ro yang telah disetujui sesuai dengan persyaratan. .2 Untuk meneliti pengaruh volume air laut yang diperkirakan terkumpul pada geladak ro-ro yang bocor sesuai paragraf 1, ketentuan berikut harus dipenuhi ; .1 suatu sekat melintang atau membujur harus dipertimbangkan secara utuh jika semua bagiannya terletak di dalam permukaan vertikal dari kedua sisi kapal, yang ditempatkan pada jarak tertentu dari lambung kapal sama dengan seperlima dari lebar kapal, sebagaimana ditentukan dalam

0*Mengacu pada petunjuk yangdikembangjan oleh Organisasi 1 Mengacu pada petunjuk yang dikembangkan oleh Organisasi

peraturan 2, dan diukur pada sudur kanan dari garis tengah pada ketinggian garis air sub divisi yang tertinggi. .2 apabila konstru7ksi lampung kapal sebagian dilebarkan untuk memenuhi ketentuan peraturan ini,pelebarannya adalah seperlima dari lebar kapal dapat dilakukan pada keseluruhan kapal, akan tetapi tidak mempengaruhi lokasi penembusan sekat, sistempipa dan lain-lain yang ada sebelum kapal dilebarkan. .3 kekedapan dari sekat melintang dan memanjang yang diperhitungkan secara efektif untuk meyakinkan perkiraan air laut yang terkumpul pada kompartemen yang terkait pada geladak ro-ro yang bocor harus sesuai dengan sistempengeringan, dan harus mempu menahan tekanan hidrostatis sesuai dengan perhitungan kebocoran, sekat tersebut tingginya setidaktidaknya harus 4 m; .4 untuk tata susunan khusus seperti geladak gantung dan sisi penutup yang lebar, tinggi sekat lainnya dapat diterima atas dasar tes model yang rinci; .5 dalam memperhitungkan pengaruh air pada geladak ro-ro yang bocor, volume dan pengaruh permukaan air harus dikurangti 10% untuk memperhitungkan permeabilitas ruang ro-ro; .6 pengaruh volume air laut yang diperkirakan terkumpul tidak perlu diperhitungkan untuk tiap kompartemen pada geladak ro-ro yang bocor, dengan catatan bahwa kompartemen pada tiap sisinya memiliki lubang pembebasan yang didistribusi merata sepanjang sisi dari kompartemen yang memenuhi sebagai berikut : .6.1 A 0.3 l dimana : A adalah luas total lubang pembebasan tiap sisi geladak dalam meter peresegi; dan l adalah panjang dari kompartemen dalam meter .6.2 kapal harus mempertahankan lambung timbul sisi sekurangkurangnya 1 m pada kondisi kebocoran yang terburuk tanpa memperhitungkan pengaruh perkiraan volume air pada geladak ro-ro yang bocor ; .6.3 lubang pembebasan tersebut harus ditempatkan dengan ketinggian 0.6 m di atas geladak ro-ro yang bocor dan bagian bawah dari lubang harus berada 2 cm di atas geladak ro-ro yang bocor. .6.4 lubang pembebasan tersebut harus dilengkapi dengan alat penutup atau pelat penutup untuk mencegah air masuk geladak ro-ro dan mengalirkan air yang terkumpul pada geladak ro-ro keluar kapal; dan .7 apabila suatu sekat di atas geladak ro-ro diperkirakan bocor dan kompartemen yang berbatasan sekat harus diasumsikan tergenang tetapi distribusi berat jenis air laut pada kompartemen tersebut dapat ditentukan

dengan rumus berikut ; d = do x A1/(A1+A2) dimana : do adalah pendistribusian masa jenis bila dianggap sekat tidak bocor, sebagaimana ditentukan pada paragraf 1 dari persyaratan ini. A1 adalah luas kompartemen yang lebih besar dalam meterpersegi; dan A2 adalah luas dari kompartemen yang lebih kecil dalam meter persegi 3. Untuk kapal yang memiliki kotak di tengah, setiap bukaan horizontal untuk jalan masuk penumpang dan kendaraan ke sisi lain tidak perlu tertutup secara kedap. Perhitungan volume air di geladak sebaiknya dibuat seolah-olah kotaj di tengah adalah kedap air dengan catatan bukaannya tidak melebihi 5.5 m. Jika bukaan pada kotak di tengah lebarnya melebihi 5.5 m maka perhitungan volume air di atas geladak agar didasarkan luas geladak pada kedua sisi dari kotak di tengah dan dengan aliran air secara bebas disalurkan dua sisi. Tambahan Metode tes model .1Tujuan Pada tes yang disyaratkan dalam paragraf 1.4 persyaratan stabilitas yang berkaitan denfan kesepakatan, kapal agar membuktikan kemampuannya untuk menanggulangi kondisi laut yang ditentukan dalam paragraf 3 tersebut di bawah ini dalam kejadian kebocoran dengan skenario yang terburuk. 2.Model kapal .2.1 model sebaiknya merupakan copy dari kapal sesungguhnya untuk kedua bentuk luar dan tata susunan bagian dalam terutama semua ruangruang yang bocor, mempunyai pengaruh dalam proses penggenangan dan pemasukan air. Bagian yang bocor harus mewakili kebocoran yang terburuj yang ditentukan untuk memnuhi paragraf 2.3.3 SOLAS peraturan II-1/18 (SOLAS 90). Suatu tes tambahan diperlukan pada kebocoran di tengah kapal, jika lokasi kebocoran terburuk sesuai dengan SOLAS 90 berada di luar rentang 10% Lpp dari tengah kapal. Tes tambahan ini hanya diperlukan apabila ruang ro-ro diperkirakan mengalami kebocoran. .2.2 model sebaiknya memenuhi hal berikut ; .1 Lpp paling sedikit 3 meter. .2 lambung harus tipis pada daerah yang punya dampak kerusakan yang besar; .3 karakteristik gerakan harus dimeodelkan dengan tepat,s esuai dengan

kapal sesungguhnya, dengan memberikan perhatian khusus pada skala jarijari girasi dalam oleng dan anggukan, sarat, trim, kemiringan dan titik berat hendaknya menunjukkan kondisi yang terburuk pada saat terjadi kebocoran. .4 desain bagian utama seperti sekat kedap air, saluran pelepasan udara dan lain-lain, di atas dan di bawah geladak sekat dapat menghasilkan genangan yang tidak simetris harus dimodelkan dengan seteliti mungkin, untuk menunjukkan situasi yang sesungguhnya; .5 bentuk lubang kebocoran haruslah sebagai berikut ; 5.1 bentuk empat persegi panjang dengan lebar sesuai dengan SOLAS peraturan II-1/8.4.1 dengan tinggi yang tidak terbatas. 5.2. bentuk segitiga samakaki dalam bidang datar dengan tinggi sama dengan B/5 sesuai dengan SOLAS peraturan II-1/8.4.2 .3 Prosedur percobaan .3.1 Model harus berada pada puncak gelombang yang panjang pada kondisi gelombang yang tidak beraturan sebagaimana ditentukan oleh JONSWAP Spectrum dengan tinggi gelombang yang terjadi (Hs), ditentukan dalam paragraf 1.3 dari persyaratan stabilitas, dan dengan faktor perluasan tertinggi dan periode tertinggi Tp sebagai berikut ; .1 Tp = 4

Hs

dengan = 3.3 ; dan

.2 Tp sama dengan resonansi olengan untuk kapal yang bocor tanpa air di atas geladak pada kondisi pemuatan khusus namun tidak lebih dari 6

dan = 1 Hs

.3.2 model haruslah bebas mengapung dan ditempatkan pada arah o gelombang yang melebar ( posisi 90 ke depan ) dengan lubang kebocoran berpapasan dengan ombak datang. Model tidak boleh ditahan untuk menghindari tenggelam. Apabila kapal tetap tegak pada kondisi tergenang, o harus diberikan kemiringan 1 saat kebocoran. .3.3 paling sedikit lima tes untuk tiap periode puncak harus dilaksanakan. Periode tes untuk tiap jalan lamanya sama seperti yang dicapai pada percobaan dalam keadaan diam namun untuk jalan paling sedikit selama 30 menit. Untuk tiap tes sebaiknya dicoba dengan kondisi ombak yang berbeda. .3.4 jika tidak ada hasil kemiringan dari akhir percobaan akibat kebocoran percobaan harus diulangi dengan lima kali jalan tiap dua kondisi gelombang atau alternatifnya model harus diberi tambahan sudut o kemiringan 1 pada saat bocor danpercobaan diulangi dengan dua kali jalan pada dua kondisi gelombang yangditentukan. Tujuan dari tambahan percobaan ini adalah untuk menampilkan kondisi terbaik yang

memungkinkan, kemampuan untuk bertahan untuk tidak tenggelam dari kedua sisinya. .3.5 tes harus dilaksanakan untuk kondisi kebocoran seperti berikut ; .1 kasus kebocoran terburuk dengan memperhatikan luasan dibawah kurva Gz sesuai dengan SOLAS; dan .2 kasus kebocoran terburuk di tengah kapal dengan memperhatikan sisa lambung timbul di tengah kapal apabila diperlukan seperti 2.1 .4 Kriteria kemampuan bertahan .4.1 kapal harus dianggap dapat mempertahankan diri jika berhasil menjalani tes dalam keadaan diam seperti pada 3.3 namun juga 4.2 .4.2 sudut oleng yang melebihi 3 terhadap sumbu vertikal, terjadilebih sering daripada 20% siklus olengan atau sudut kemiringan dalam keadaan o tenang yang melebihi 20 diambil sebagai kejadian tenggelam meskipun percobaan dalam keadaan diam telah tercapai. .5 Persetujuan tes .5.1 Badan Pemerintah bertanggungjawab untuk menyetujui program tes model sebelumnya dengan mempertimbangkan kebocoran terkecil yang timbul pada skenario terburuk. .5.2 tes hendaknya didokumentasikan dengan cara pelaporan dan suatu video atau catatan visual lainnya yang berisi semua informasi penting tentang kapal dan hasil tes. Suatu salinan dari video dan laporan harus disampaikan pada Organisasi, bersama dengan penerimaan tes oleh Badan Pemerintah.
o