Anda di halaman 1dari 75

Resolusi MSC.

47 (66) (Disyahkan pada 4 juni 1996)

Adopsi dari Amandemen Konvensi Internasional Mengenai Keselamatan Jiwa Di Laut, 1974
KOMITE KESELATAN MARITIM MENGINGAT artikel 28(b) dari konvensi organisasi internasional mengenai fungsi fungsi dari komite maritim

Mengingat lebih lanjut artikel VIII(b) dari konvensi international mengenai keselatan jiwa di laut 1974, selanjutnya mangacu pada konvensi, mengenai prosedur-prosedur untuk pengubahan konvensi, selain ketentuan-ketentuan dari babI SETELAH DIPERTIMBANGKAN, pada pertemuan ke 66, amandemen konvensi diajukan dan di sirkulasian berdasarkan artikel VII(b)(i) 1. MENETAPKAN, berdasarkan artikel VIII(b)(iv) dari konvensi , amandemen-amandemen konvensi dengan naskah-naskah yang dikeluarkan dalam amandemen resolusi ini 2. MENETUKAN, berdasarkan artikel VIII(b)(vi)(2)(bb) dari konvensi , bahwa amandemen dianggap diterima pada tanggal 1 Januari 1998, kecuali sebelum tanggal itu lebih dari 1/3 pemerintah penandatangan konvensi atau pemerintah penandatangan menggabubgkan armada dagangnya tidak kurang 50% GT armada dagang dunia, mengumumkan keberatan terhadap penambahan ini. 3. MENGAJAK pemerintah penandatangan, berdasarkan artikel VIII(b)(vii)(2) dari konvensi, bahwa penambahan akan diberlakukan pada 1 Juli 1998 yang diterima berdasar paragraf 2 diatas 4. MEMINTA Sekjen, berdasarkan artikel VIII(b)(v) dari konvensi , untuk meneruskan salinan resolusi ini dan naskah amandemen yang berisi tambahan-tambahan pada pemerintah penandatangan konvensi. 5. MEMINTA lebih lanjut kepada Sekjen untuk meneruskan salinan resolusi ini dan tambahannya ke anggota organisasi yang bukan pemerintah penandatangan konvensi

Aneks

Amandemen pada Konvensi Internasional Mengenai Keselamatan Jiwa Di Laut, 1974

BAB II-1 Konstruksi BSubdivisi dan stabilitas, permesinan dan instalasi listrik
Judul lama dari Bab II-1 diganti sebagai berikut :

Konstruksi-Struktur, subdivisi dan stabilitas permesinan dan instalasi listrik@


Bagian A-1 baru berikut diambil diantara bagian A dan B :

Bagian A-1 Struktur dari kapal Peraturan 3-1


Struktur mekanik dan peralatan listrik untuk kapal Sebagai tambahan untuk peralatan ditempatkan pada tempat lain, Peraturan sekarang kapal akan di desain , dikonstruksi dan dirawat dalam pemenuhan dengan struktur, mekanik, dan peralatan listrik dari klasifikasi yang di organisasi oleh pemerintah sesuai ketetapan dari Peraturan XI/1 atau dengan standar nasional dari pemerintah yang memberikan level yang sama dari keselamatan.

Peraturan 3-2
Mencegah korosi dari tangki ballas air laut 1 Peraturan ini diberlakukan pada kapal tanker dan kapal muatan curah yang dibangun pada atau setelah 1 juli 1998. 2 Semua pemakaian tanki ballas air laut telah digunakan sistem pencegahan korosi yang effisien, seperti lapisan pelindung keras atau sejenis. Sebuah lapisan akan lebih disukai dari warna cerah. Rencana untuk seleksi, aplikasi, perawatan dari sistem akan disetujui pemerintah berdasarkan petunjuk yang disyahkan oleh organisasi. Kecocokan, anoda yang digunakan.

Peraturan 8
Stabilitas dari kapal penumpang dalam kondisi rusak 3 Berikut ini adalah tambahan pada akhir paragraf 2.3.1: ANilai ini boleh dikurangi 100 dalam keadaan dibawah kurva righting lever yang ditentukan dalam paragraf 2.3.2 diambil dengan 2

perbandingan :

dimana nilai tersebut dalam derajat. 4 Kata Anilai khusus dalam 2.3.1 Adalam paragraf 2.3.3 ditulis lagi dengan kata Anilai stabilitas positif@

Peraturan 25-1
Penerapan 5 Kalimat berikut adalah tambahan pada akhir paragraf 1 :

A Syarat-syarat dalam bagian ini akan dikenakan juga untuk kapal barang dari 80 m dalam Ls dan diatasnya tetapi tidak melebihi 100 m dalam Ls yang dibangun pada atau setelah 1 Juli 1998@

Peraturan 25-3
Subdivisi yang disyaratkan daftar R 6 Paragraf 2 diganti dengan :

A2 Derajat subdivisi yang diberikan akan ditentukan dengan wajib sub divisi daftar R sebagai berikut : Untuk kapal diatas 100 m dalam Ls : R = (0,002+0,0009Ls)1/3 Dimana Ls dalam meter Untuk kapal 80m dalam Ls dan diatasnya teta pi kurang dari 100 m : R= Dimana Ro adalah nilai R perhitungan yang sesuai dengan formula dalam paragraf 1@

Peraturan 45
Tindakan pencegahan melawan goncangan, api dan resiko lain dari sumber listrik. 7 Kata A55V@ dalam paragraf 1.1.1 adalah ditulis lagi dengan A50V@ 8 Naskah yang ada dari Bab III diganti dengan :

BAB III
3

Peralatan keselamatan jiwa dan susunannya


Bagian A Umum Peraturan 1
Penerapan 1. Kalau lebih jelas diberikan cara lain , Bab ini akan pada kapal yang peletakkan lunasnnya atau pembangunan pada atau setelah 1 Juli 1998 2. Untuk maksud dari bab ini istilah tingkat yang sama dari konstruksi mempunyai arti sebuah tingkat yang mana : 1 Konstruksi dapat diidentifikasi dengan mulai kapal khusus Pemasangan dari kapal itu telah dimulai paling sedikit 50 ton atau 1% dari perkiraan massa semua struktur ,material, yang mana saja lebih (sisa) 3. Untuk maksud dari bab ini : Tanda dari konstruksi kapal adalah lunas kapal yang diberikan pada tingkat yang sama dari konstruksi Maksud semua kapal adalah kapal yang dibangun sebelu, pada atau setelah 1 Juli 1998, tanda dari kapal penumpang dan semua kapal barang akan disesuaikan konstruksinya. Kapal barang , kapan saja dibangun, yang sesuai dengan kapal penumpang akan diperlakukan sesuai konstruksi kapal penumpang pada tanggal yang sesuai.

4. Untuk kapal yang dibangun sebelum 1 Juli 1998 , pemerintah akan : Memastikan bahwa pokok ketetapan paragraf 4.2, syaratsyarat yang dapat dipakai dibawah bab III dari konvensi Internasional untuk keselamatan kehidupan dilaut (SOLAS) 1974, per 1 Juli 1998 untuk kapal baru atau kapal yang ditentukan oleh bab itu yang dilengkapi dengan ; Memastikan bahwa peralatan dan susunan keselamatan pada kapal seperti itu diganti atau kapal seperti tu menjalani reparasi perubahan atau modifikasi dari karakter utama yang meliputi penggantian banyak bagian, peralatan dan susunan keselamatan yang ada pada mereka adalah layak, dapat dipraktekkan , memenuhi syarat-syarat dari bab ini. Bagaimanapun sekoci penyelamat atau sebuah rakit penyelamat diganti tanpa menempatan alat-alat peliuncuran. Sekoci penyelamat atau alat peluncur boleh 4

disamakan tipenya seperti pergantian itu. Peraturan 2 Pengecualian 1. Pemerintah mempertimbangkan penutupan sendiri dalam kondisi pelayaran seperti render pemakaian beberapa persyaratan khusus yang tidak layak atau tidak diperlukan. Pengecualaian dari beberapa persyaratan individual kapal atau pengklasan kapal dibagian pelayaran tidak melebihi 20 mil dari pantai terdekat. 2. Dalam kasus kapal penumpang bekerja dalam perdagangan khusus membawa jumlah lebih besar khusus perdagangan penumpang seperti pejiarah pemerintah memberikan wewenang berlakunya alat-alat dengan persyaratan dibawah ini kecuali kapal yang persyaratannya tunduk sepenuhnya dengan ketetapan : Tambahan Peraturan perdagangan penumpang kapal khusus persetujuan 1971. Peraturan tambahan protokol persyaratan ruangan untuk perdagangan kapal penumpang khusus 1973. Peraturan 3 Definisi Untuk maksud bab ini kecuali jika tidak bisa menyediakan atau sebaliknya: Anti-exposure suit adalah perlindungan yang dirancang untuk digunakan oleh awak kapal penyelamat sistem evakuasi. Certificated person adalah sertifikat orang yang memiliki sertifikat dalam sekoci penolong di bawah pengaruh dari pengakuan yang sah oleh badan pemerintah menurut standar konvensi internasional , sertifikat dan watchkeeping untuk perlaut, kemampuan seseorang yang mana sertifikat tersebut diakui oleh badan pemerintah dari suatu negara tetapi bukan negara bagian. Untuk maksud yang sama diberi sertifikat konvensi. Deteksi penentuan lokasi orang yang diselamatkan sekoci penolong. Tangga embarkasi menyediakan tangga dilokasi embarkasi pada sekoci penolong yang memungkinkan jalan keselamatan , keselamatan sekoci setelah diluncurkan. Float-free launching adalah metode peluncuran sekoci penolong 5

secara otomatis dari pembenaman kapal yang siap untuk digunakan, Free-fall launching adalah metode peluncuran sekoci yang mana dengan orang-orangnya dan perlengkapan dilepas dan memungkinkan jatuh ke laut tanpa peralatan penahan. Immersion suit adalah perlindungan yang mengatur pengurangan body head loss dari pakaian di air dingin. Inflatable appliance adalah peralatan yang menyebakan ketidakakuan pengisian gas untuk pengapung dan menjaga kenormalan pompa sampai siap digunakan. Inflated appliance adalah peralatan yang menyebabkan ketidakakukan gas pengisi untuk pengapungan dan menjaga pompa siap untuk digunakan setiap saat. International Life Saving Appliance (LSA) Code (lebih baik dari koda bab ini). Maksud dari koda peralatan keselamatan internasional (LSA) dipakai oleh organisasi keselamatan maritim melalui resolusi MSC 48(66), ini dapat merugikan organisasi, seperti amandemen yang dipakai mempunyai kekuatan dan efek yang sesuai dengan ketetapan artikel VIII dari hasil konvensi prosedur amandemen yang dapat dipakai sebagai tambahan dari bab I. Peralatan peluncur yang dimaksud adalah susunan pemindahan sekoci penyelamat atau kapal penyelamat dari posisi muat yanjg aman diair. Panjang 96% dari total panjang garis air atau 80% paling sedikit ukuran tinggi bersih yaitu tinggi dari lunas atau panjang dari sisi depan buritan sumbu kemudi garis air, jika ini yang terbaik. Dalam desain kapal dengan mengungkap lunas pada garis air yang berukuran akan di pararel disain garis air. Kondisi pelayaran ringan adalah kondisi pembebanan kapal pada possisi rata tanpa muatan dengan 10% penyimpanan sisa bahan bakar dan pada kasus ini penumpang dengan jumlah penumpang penuh dan awak kapal dan bagasinya. Sistem evakuasi armada adalah peralatan untuk memindahkan orang dengan cepat dari embarkasi dek kapal ke pengapungan sekoci penolong. Tinggi bersih Tinggi bersih adalah ukuran jarak vertikal dari atas lunas ke sisi balok freeboard deck . Pada kapal kayu jarak ukuran 6

dari tepi yang lebih rendah ke lunas rabbet. Dimana bentuk bagian yang lebih rendah dari bagian midship dari karakter rendah atau ketebalan garboards yag tepat, ukuran jarak dari ujung garis rata dasar menuju ke sisi lunas yang terpotong. Dikapal putaran tepi lambung , tinggi bersih akan diukur dari persimpangan ujung garis dalam deck dan sisi kulit plat. Perpanjangan garis dari lambung didisain melingkar. Dimana freeboard deck yang luas dan kenaikan bagian ujung akhir atau perpanjangan deck pada tinggi bersih yang ditentukan akan ukuran garis perpanjangan dari bagian deck yang lebih rendah dari garis sejajar dengan kenaikan bagian. Susunan peralatan keselamatan yang baru adalah aplikasi keselamatan atau susunan yang mewujudkan keistimewaan baru tidak menutup penuh oleh ketatapan di bab ini tetapi disediakan yang sama atau stndar keselamatan yang lebih tinggi. Stabilitas positif adalah kemampuan kapal kembali ke posisi dasar setelah terjadi helling yang besar. Waktu perolehan untuk kapal penyelamatan memerlukan waktu menaikkan kapal dimana posisi orang dikapal dapat turun ke deck kapal. Waktu perolehan termasuk waktu yang diperlukan untuk persiapan memperoleh kembali pada kapal penyelamat. Seperti disahkan untuk pengamanan tukang cat, hubungan kapal penyelmat dengan peralatan peluncuran terhadap kenaikan waktu. Perolehan waktu yang tidak termasuk waktu yang dibutuhkan lebih rendah dari perlatan peluncuran kedalam posisi mendapat kapal penyelamat. Kapal penyelamat adalah disain kapal penyelamat orang dalam bahaya ke pemandu sekoci penyelamat. Mendapat kembali adalah perolehan keselamatan dari orang yang selamat. Kapal penumpang RoRo peralatan penumpang muatan kapal RoRo atau kategori tempat khusus didefinisikan dalam Peraturan II/2/3. Pelayaran pendek internasional adalah bagian pelayaran internasional yang tidak melebihi 200 mil dari pelabuhan atau tempat pernumpang dan awak kapal dalam keselamatan. Namun jarak antara pelabuhan yang dikunjungi dalam daerah yang dimulai pelayaran dan akhir pelayaran adalah 600 mil. Akhir tujuan tersebut adalah pelabuhan yang dikunjungi dalam jadwal pelayaran yang ,memenuhi kapal tersebut kembali setelah berlayar. 7

Sekoci peyelamat adalah kapal yang mampu menopang keselamatan penumpang dalam bahaya dari waktu kapal lepas. Bantuan perlindungan panas adalah kantong atau stelan tekanan air dengan penghubung suhu rendah.

Peraturan 4
Evaluasi, uji dan persetujuan peralatan penyelamat dan susunannya 1. Kecuali dalam paragraf 5dan 6 peralatan dan susunan keselamatan diperlukan bab ini akan disetejui oleh badan pemerintah. 2. Sebelum diberikan persetujuan perralatan dan susunan keselamatan, badan pemerintah akan memastikan peralatan dan susunan keselamatan : Diuji untuk memperoleh persyaratan dalam bab ini dan tanda persetujuan rekomendasi organisasi. Telah menjalani dengan baik, untuk wewenang badan pemerintah, pengujian dalam jumlah besar adalah sama dengan yang lebih spesifik yang direkomendasikan. 3. Sebelum diberikan persetujuan kepada alat-alat keselamatan yang baru dan susunannya, badan pemerintah akan memastikan alat-alat dan susunannya : Memberikan standar keamanan sedikitnya sam dengan kebutuhan pada bab ini dan koda telah dievaluasi dan diuji sesuai dengan rekomendasi organisasi**
Mengacu Pada Koda Pelaksanaan Untuk Evaluasi, Test Dan Penerimaan Prototype Novel Peralatan Keselamatan Dan Ketentuan Yang Disyahkan Oleh Organisasi Dengan Resolusi A.520(13). atau

Telah menjalani dengan baik , untuk wewenang badan pemerintah, evaluasi dan pengujian dalam jumlah besar adalah sama dengan yang lebih spesifik yang direkomendasikan. 4. Prosedur diambil oleh badan pemerintah untuk disetujui sebaiknya juga termasuk kondisi-kondisi dimana persetujuan akan terus menerus atau akan di gambar. 5. Sebelum menerima alat-lat keselamatan dan susunannya tidak sebelumnya disetujui oleh badan pemerintah, badan pemerintah sebaiknya menyakinkan alat-alat keselamatandan susunannya dan mematuhi dengan yang dibutuhkan dan pada bab ini dan koda. 8

6. Alat-alat keselamatan yang dibutuhkan oleh bab ini untuk spesifikasi yang lebih reinci tidak termasuk dalam koda sebaiknya wewenang badan pemerintah.

Peraturan 5
Uji produksi Badan pemerintah sebaiknya membutuhkan alat-alat keselamatan sebagai subyek seperti uji produksi adalah penting untuk dipastikan bahwa alat-alat keselamatan yang dibuat dengan standar yang sama diusun sebagai prototype.

Bagian B Persyaratan-persyaratan untuk kapal-kapal dan alat keselamatan SEKSI I - KAPAL PENUMPANG DAN KAPAL BARANG
Peraturan 6 Komunikasi
1 Paragrap 2 menerangkan pada semua kapal penumpang dan untuk semua kapal barang dengan 300 GT dan diatasnya 2. 2.1 Alat-alat Radio keselamatan Piranti two-way VHF Radiotelephone

2.1.1 Sedikitnya 3 Piranti two-way VHF Radiotelephone sebaiknya diberikan pada setiap kapal penumpang dan pada setiap kapal barang 500 gross ton dan diatasnya. Sedikitnya 2 Piranti two-way VHF Radiotelephone sebaiknya diberikan pada setiap kapal barang 300 gross ton dan diatasnya. Tetapi kurang dari 500 gross ton. Sebaiknya Piranti two-way VHF Radiotelephone sesuai pada unjuk kerja yang standar tidak lebih rendah dari yang disyahkan oleh organisasi*. Jika sebuah Piranti two-way VHF Radiotelephone di kapal lama sebaiknya sesuai pada unjuk kerja standar tidak lebih rendah dari yang disyahkan oleh organisasi.** 0 atau Telah menjalani dengan baik , untuk wewenang badan pemerintah, evaluasi dan pengujian dalam jumlah besar adalah sama dengan yang lebih spesifik yang direkomendasikan. 4. Prosedur diambil oleh badan pemerintah untuk disetujui sebaiknya juga termasuk kondisi-kondisi dimana persetujuan akan 9

terus menerus atau akan di gambar. 5. Sebelum menerima alat-lat keselamatan dan susunannya tidak sebelumnya disetujui oleh badan pemerintah, badan pemerintah sebaiknya menyakinkan alat-alat keselamatandan susunannya dan mematuhi dengan yang dibutuhkan dan pada bab ini dan koda. 6. Alat-alat keselamatan yang dibutuhkan oleh bab ini untuk spesifikasi yang lebih reinci tidak termasuk dalam koda sebaiknya wewenang badan pemerintah.

Peraturan 5
Uji produksi Badan pemerintah sebaiknya membutuhkan alat-alat keselamatan sebagai subyek seperti uji produksi adalah penting untuk dipastikan bahwa alat-alat keselamatan yang dibuat dengan standar yang sama diusun sebagai prototype.

Bagian B Persyaratan-persyaratan untuk kapal-kapal dan alat keselamatan SEKSI I - KAPAL PENUMPANG DAN KAPAL BARANG
Peraturan 6 Komunikasi
1 Paragrap 2 menerangkan pada semua kapal penumpang dan untuk semua kapal barang dengan 300 GT dan diatasnya 2. 2.1 Alat-alat Radio keselamatan Piranti two-way VHF Radiotelephone

2.1.1 Sedikitnya 3 Piranti two-way VHF Radiotelephone sebaiknya diberikan pada setiap kapal penumpang dan pada setiap kapal barang 500 gross ton dan diatasnya. Sedikitnya 2 Piranti two-way VHF Radiotelephone sebaiknya diberikan pada setiap kapal barang 300 gross ton dan diatasnya. Tetapi kurang dari 500 gross ton. Sebaiknya Piranti two-way VHF Radiotelephone sesuai pada unjuk kerja yang standar tidak lebih rendah dari yang disyahkan oleh organisasi*. Jika sebuah Piranti two-way VHF Radiotelephone di kapal lama sebaiknya sesuai pada unjuk kerja standar tidak lebih rendah dari yang disyahkan oleh organisasi.** Mengacu kepada unjuk kerja
standar untuk kapal lama piranti Radio Telephone VHF 2 arah disyahkan oleh organisasi dengan resolusi A.809 (19), mungkin dapat dirubah aneks 2 atau aneks

10

2.1.2 Piranti two-way VHF Radiotelephone di kapal sebelum 1 Februari 1992 dan tidak mematuhi penuh dengan unjuk kerja standar yang disyahkan oleh organisasi mungkin diterima oleh badan pemrintah sampai 1 Februari 1999 diberikan badan pemerintah dengan wewenang maka kesesuaian dengan Piranti two-way VHF Radiotelephone yang disetujui. 2.2 Radar Transponders

Sedikitnya satu Radar Transponders sebaiknya diawasi di setiap sisi kapal penumpang dan di setiap kapal barang 500 gross tonage dan diatasnya. Sedikitnya satu Radar Transponders sebaiknya di awasi pada setiap kapal barang 300 gross tonage dan diatasnya, tetapi kurang dari 500 gross tonage. Radar Transponders sebaiknya sesuai dengan unjuk kerja standar tidak lebih rendah dari yang disyahkan oleh organisasi++
0

2.1.2 Piranti two-way VHF Radiotelephone di kapal sebelum 1 Februari 1992 dan tidak mematuhi penuh dengan unjuk kerja standar yang disyahkan oleh organisasi mungkin diterima oleh badan pemrintah sampai 1 Februari 1999 diberikan badan pemerintah dengan wewenang maka kesesuaian dengan Piranti two-way VHF Radiotelephone yang disetujui. 2.2 Radar Transponders

Sedikitnya satu Radar Transponders sebaiknya diawasi di setiap sisi kapal penumpang dan di setiap kapal barang 500 gross tonage dan diatasnya. Sedikitnya satu Radar Transponders sebaiknya di awasi pada setiap kapal barang 300 gross tonage dan diatasnya, tetapi kurang dari 500 gross tonage. Radar Transponders sebaiknya sesuai dengan unjuk kerja standar tidak lebih rendah dari yang disyahkan oleh organisasi++
Mengacu kepada unjuk kerja kapal lama Radar Transponders untuk digunakan di pencarian dan operasi penyelamatan disyahkan oleh organsasi dengan resolusi A.802 . Radar

Transpondersqq 0 . Radar Transpondersqq Satu dari radar transponder ini boleh radar
yang disyaratkan Peraturan IV/7.1.3

transponder

sebaiknya ditempatkan dilokasi yang dapat secara cepat dipindahkan di beberap kapal lama lebih dari rakit penolong atau

0 0engacu kepada unjuk kerja standar untuk kapal lama piranti Radio
Telephone VHF 2 arah disyahkan oleh organisasi dengan resolusi A.809 (19), mungkin dapat dirubah aneks 2 atau aneks

0 0engacu kepada unjuk kerja kapal lama Radar Transponders untuk

digunakan di pencarian dan operasi penyelamatan disyahkan oleh organsasi dengan resolusi A.802

11

rakit-rakit penolong yang dibutuhkan dalam 31.1.4. Alternatif lain yaitu suatu Radar Transponders sebaiknya ditempatkan kapal lama lebih dari yang dibutuhkan oleh Peraturan 31.1.4. Dikapal yang membawa sedikiynya dua Radar Transponders dan perlengkapan sekoci penolong jatuh bebas satu Radar Transponders sebaiknya ditempatkan dalam sekoci penolong jatuh bebas, dan yang lain ditempatkan dalam keadaan yang berdekatan pada anjungan navigasi sehingga dapat berguna di kapal dan siap untuk memindahkan ke bebarapa kapal yang lain.. 3 Keadaan yang sulit melebar , Distress flares

Tidak kurang dari 12 roket parasut menyala terang, mematuhi dengan kebutuhan seksi 3.1. koda, sebaiknya dibawa dan ditempatkan diatas atau di dekat anjungan navigasi. 4 Komunikasi di kapal dan sistem alaram

4.1 Darurat berarti terdiri dari tatap atau peralatan yang dapat dipindahkan atau keduanya yang sebaiknya memberikan untuk komunikasi dua arah antara letak kontrol darurat , pengumpulan, stasiun embarkasi dan posisi strategis di kapal. 4.2 Sistem alaram darurat umum mematuhi kebutuha paragraf 7.2.1.koda sebaiknya memenuhi dan sebaiknya digunakan untuk memmanggil penumpang dan anak buh kapal untuk keperluan berkumpul di tempat, dan untuk memeberi tanda aksi termasuk di tempat pengumpulan. Sistem sebaiknya ditambahkan sistem alamat umum mematuhi kebutuhan paragraf 7.2.2.koda atau cocok yang lain dalam komunikasi. Sistem suara reklame sebaiknya siap otomatis dimatikan ketika sistem alaram darurat umum dijalankan. 4.3 Pada kapal penumpang sistem alaram sebaiknya dapat di dengar di semua dek terbuka. darurat umum

4.4 Pada kapal dipasang sistem komunikasi evaluasi tempat embarkasi dan podium atau kapal lama sebaiknya diperhatikan. 5 Sistem alarmat pada kapal-kapal penumpang

5.1 Sebagai tambahan untuk kebutuhan Peraturan II-2/40.5 atau Peraturan II-2/41.2, tepatnya , dan paragraf 6.4.2. semua kapal-kapal penuumpang sebaiknya dipasang dengan sistem alamat umum. Dengan kaitannya kapal penumpang yang dibangun setelah 1 jili 1997 kebutuhan paragraf 5.2 dam 5.4. subyek sebagai syarat paragraf 5.5, sebaiknya ditempatkan tidak telat dari tanggal susrvey periodik pertama setelah 1 Juli 1997.

12

5.2 Sistem alamat umum sebaiknya didengar suara jelas diatas kebisingan lingkingan di semua tempat di tetapkan dengan penolakan oleh paragraf 7.2.2.1, koda, dan sebaiknya disediakan dengan pemolakan fungsi kontrol dari satu lokasi di anjungan navigasi dan tepat lainnya dikapal seperti badan pemerintah menaggap perlu. Jadi pesan darurat akan diiklankan jika beberapa pengeras suara ditempat yang dikhawatirkan telah dimatikan, isi telah diturunkan atau sistema alamat umum digunakan untuk keperluan lain. 5.3 Pada kapal penumpang yang dibangun pada atau setelah 1 Juli 1997. Sistem alamat umum sebaiknya memenuhi sedikitnya dua loop dimana cukup dipisahkan dari semua bagian panjang dan memiliki dua perubahan dan amplifier independen. Dan Sistem alamat umum dan unjuk kerja standar sebaiknya disertujui oleh badan pemerintah yang memiliki penghargaan untuk di rekomendasi disyahkan oleh organisasi**0 sebaiknya ditempatkan dilokasi yang dapat secara cepat dipindahkan di beberap kapal lama lebih dari rakit penolong atau rakit-rakit penolong yang dibutuhkan dalam 31.1.4. Alternatif lain yaitu suatu Radar Transponders sebaiknya ditempatkan kapal lama lebih dari yang dibutuhkan oleh Peraturan 31.1.4. Dikapal yang membawa sedikiynya dua Radar Transponders dan perlengkapan sekoci penolong jatuh bebas satu Radar Transponders sebaiknya ditempatkan dalam sekoci penolong jatuh bebas, dan yang lain ditempatkan dalam keadaan yang berdekatan pada anjungan navigasi sehingga dapat berguna di kapal dan siap untuk memindahkan ke bebarapa kapal yang lain.. 3 Keadaan yang sulit melebar , Distress flares

Tidak kurang dari 12 roket parasut menyala terang, mematuhi dengan kebutuhan seksi 3.1. koda, sebaiknya dibawa dan ditempatkan diatas atau di dekat anjungan navigasi. 4 Komunikasi di kapal dan sistem alaram

4.1 Darurat berarti terdiri dari tatap atau peralatan yang dapat dipindahkan atau keduanya yang sebaiknya memberikan untuk komunikasi dua arah antara letak kontrol darurat , pengumpulan, stasiun embarkasi dan posisi strategis di kapal. 4.2 Sistem alaram darurat umum mematuhi kebutuha paragraf 7.2.1.koda sebaiknya memenuhi dan sebaiknya digunakan untuk

0 0atu dari radar transponder ini boleh radar


Peraturan IV/7.1.3

transponder yang disyaratkan

13

memmanggil penumpang dan anak buh kapal untuk keperluan berkumpul di tempat, dan untuk memeberi tanda aksi termasuk di tempat pengumpulan. Sistem sebaiknya ditambahkan sistem alamat umum mematuhi kebutuhan paragraf 7.2.2.koda atau cocok yang lain dalam komunikasi. Sistem suara reklame sebaiknya siap otomatis dimatikan ketika sistem alaram darurat umum dijalankan. 4.3 Pada kapal penumpang sistem alaram darurat umum sebaiknya dapat di dengar di semua dek terbuka. 4.4 Pada kapal dipasang sistem komunikasi evaluasi tempat embarkasi dan podium atau kapal lama sebaiknya diperhatikan. 5 Sistem alarmat pada kapal-kapal penumpang

5.1 Sebagai tambahan untuk kebutuhan Peraturan II-2/40.5 atau Peraturan II-2/41.2, tepatnya , dan paragraf 6.4.2. semua kapal-kapal penuumpang sebaiknya dipasang dengan sistem alamat umum. Dengan kaitannya kapal penumpang yang dibangun setelah 1 jili 1997 kebutuhan paragraf 5.2 dam 5.4. subyek sebagai syarat paragraf 5.5, sebaiknya ditempatkan tidak telat dari tanggal susrvey periodik pertama setelah 1 Juli 1997. 5.2 Sistem alamat umum sebaiknya didengar suara jelas diatas kebisingan lingkingan di semua tempat di tetapkan dengan penolakan oleh paragraf 7.2.2.1, koda, dan sebaiknya disediakan dengan pemolakan fungsi kontrol dari satu lokasi di anjungan navigasi dan tepat lainnya dikapal seperti badan pemerintah menaggap perlu. Jadi pesan darurat akan diiklankan jika beberapa pengeras suara ditempat yang dikhawatirkan telah dimatikan, isi telah diturunkan atau sistema alamat umum digunakan untuk keperluan lain. 5.3 Pada kapal penumpang yang dibangun pada atau setelah 1 Juli 1997. Sistem alamat umum sebaiknya memenuhi sedikitnya dua loop dimana cukup dipisahkan dari semua bagian panjang dan memiliki dua perubahan dan amplifier independen. Dan Sistem alamat umum dan unjuk kerja standar sebaiknya disertujui oleh badan pemerintah yang memiliki penghargaan untuk di rekomendasi disyahkan oleh organisasi** Mengacu kepada koda alaram dan indikator ,1995,
diuambil oleh organisasi dengan resolusi A.830(19), dan unjuk kerja standar untuk sistem alamat umum dikembangkan oleh organisasi.

5.4 Sistem alamat umum sebaiknya dihubungkan ke sumber darurat daya listrik yang dibutuhkan oleh Peraturan II-1/42.2.2 5.5 Kapal yang dibangun sebelum 1 juli 1997 yang rtelah siap dipasang dengan sistem alamat umum disetujui oleh badan 14

pemerintah yang mematuhi dalam jumlah besar dengan kebutuhan oleh seksi 5.2dan 5.4 dari paragraf 7.2.2.1. koda tidak diperlukan untuk mengubah sistem mereka.

Peraturan 7
Alat-alat keselamatan perorangan 1 Pelampung

1.1 Pelampung mematuhi dengan kebutuhan paragraf 2.1.1.koda, sebaiknya : Disebarkan sehingga siap ada di kedua sisi kapal dan sejauh ini prakteknya diatas semua dek terbuka tergantung kepada sisi kapal;sedikitnya 1 sebaiknya ditempatkan di dakat dengan buritan. Dan Ditempatkan sehingga dapat dijangkau secara cepat terlepas dan tidak permanen aman di berbagai jalan 1.2 Sebaiknya satu pelampung disis kapal di pasang dengan garis keselamatan apung mematuhi dengan kebutuhan paragraf 2.1.4.koda dijumlah dalam panjang tidak boleh kurang dari ketoinggian yang dipasang diatas garsi air dan kondisi kapal ringan atau 30 m yang mana adalah 6ang terbesar. 1.3 Tidak kurang dari satu setengah dari jumlah total pelampung sebaiknya dipenuhi dengan pelampung self Bignition light mematuhi dengan kebutuhan dengan paragraf 2.4.2, koda tidak kurang dari 2 sebaiknya juga dipenuhi dengan pelampung self-ativating signal asapo mematuhi dengan kebutuhan paragraf 2.1.3.koda. Dan mampu muncul dengan cepat dari anjungan navigasi, pelampung dengan lampu dan lampu dan signal asap sebaiknya jumlahnya didistribusikan di kedua sisi kapal damn sebaiknya tidak tersedia pelampung dengan garis keselamatan dalam memenuhi kebutuhan paragraf 1.2. 1.4 Setiap pelampung sebaiknya di beri tanda di block capital dan ditulis roman alphabet dengan nama dan pendaftaran pelabuhan kapal dibawah. 2. Jaket Penolong

2.1 Jaket pengaman memenuhi kebutuhan paragraf 2.2.1 atau 2.2.2 koda sebaiknya dipenuhi untuk setiap orang dikapal dan tambahan 1 Jumlah jaket pengaman cocok untuk anak-anak jumlahnya sedikitnya 10% dari jumlah penumpang di 15

kapal sebaiknya tersedia atau jumlah terbesar yang mungkin dibutuhkan untuk menyediakan jaket pengaman untuk setiap anak. Dan jumlah yang cukup untuk jaket pengaman sebaiknya untuk orang pengamat dan untuk guna diatur tempat kapal lama. Jaket pengaman dibawa untuk orang pengamat sebaiknya ditempatkan dianjungan, di dalam kontrol kamar mesin dan dibeberapa tempat pengamatan.

2.2. Jaket pengaman sebaiknya ditempatkan dengan cepat dapat diterima dan posisi direncanakan dengan jelas. Dimana kelanjutannya diperlukan pengaturan khusus dikapal, jaket pengaman tersedia dan mematuhi dengan kebutuhan paragraf 2.1. boleh menjadi tidak dapat diterima, alternatif jumlah yang tersedia sebaiknya dibuat menjadi wewenang pemerintah yang mana termasuk peningkat jumlah jaket pengaman yang dibawa. 2.3. Jaket pengaman digunakan dalam jumlah keseluruhan sekeliling sekoci penolong, kecuali sekoci penolong jatuh bebas, sebaiknya tidak menghalangi masuk ke sekoci penolong atau tempat duduk, termasuk operasi ikat pingggang pengaman di sekoci penolong. 2.4 Jaket pengaman dipilih untuk sekoci penolong jatuh bebas, dan cara yang mana mereka bawa atau pakai , sebaiknya tidak bertentangan dengan masuk ke sekoci penolong, penumpang aman atau operasi sekoci penolong. 3. Baju tahan dingin dan anti exposure

Baju tahan dingin, mematuhi dengan kebutuhan kebutuhan 2.3.koda, baju anti exposure mematuhi seksi 2.4. koda, ukuran yang tepat, sebaiknya tersedia untuk setiap orang yang ditunjuk oleh awak kapal penyelamat atau ditunjuk acara sistem evakuasi di laut. Jika kapal secara tetap memasukan dalam iklim panas dalam opini badan pemerintah perlindungan panas adalah tidak perlu, perlindungan baju tidak dibawa.

Peraturan 8
Daftar pengumpulan dan instruksi darurat 1 Peraturan ini diterapkan pada semua kapal

2 Inspeksi yang jelas diikuti di dalam kejadian darurat sebaiknya tersedia untuk setiap orang dikapal. Dalam kasus kapal penumpang analisa tersebut sebaiknya digunakan dalam bahas atau bahas di perlukan oleh bendera kapal pelabuhan dan bahasa inggris. 16

3 Daftar pengumpulan dan instruksi darurat mematuhi dengan Peraturan 3.7 sebaiknya diperagakan dengan jelas disemua bagian kapal termasuk anjungan navigasi, kamar mesin, dan tempat akomodasi awak kapal. 4 Gambaran dan instruksi dalam bahas yang tepat sebaiknya dipasang di kabin penumpang dan jelas ditempelkan ditempat pengumpulan dan ditempat penumpang lain ke bentuk penumpang; Tempat pengumpulan Aksi penting yang harus dilakukan dalam darurat dan Metode pemakaian jaket pengaman

Peraturan 9
Instruksi operasi 1 Peraturan ini diterapkan pada semua kapal

2 Gambar atau tanda sebaiknya disediakan diatas atau dekat sekoci penolong dan kontrol peluncuran dan sebaiknya : Gambaran mengandung kontrol dan prosedur untuk operasi alat-alat dan diberi instruksi yang relevan atau peringatan Dengan mudah dilihat dibawah kondisi lampu darurat dan Gunakan simbol dalam kesesuaian dengan rekomendasi organisasi**0 5.4 Sistem alamat umum sebaiknya dihubungkan ke sumber darurat daya listrik yang dibutuhkan oleh Peraturan II-1/42.2.2 5.5 Kapal yang dibangun sebelum 1 juli 1997 yang rtelah siap dipasang dengan sistem alamat umum disetujui oleh badan pemerintah yang mematuhi dalam jumlah besar dengan kebutuhan oleh seksi 5.2dan 5.4 dari paragraf 7.2.2.1. koda tidak diperlukan untuk mengubah sistem mereka.

Peraturan 7

0 0engacu kepada koda alaram dan indikator ,1995, diuambil oleh organisasi
dengan resolusi A.830(19), dan unjuk kerja standar untuk sistem alamat umum dikembangkan oleh organisasi.

17

Alat-alat keselamatan perorangan 1 Pelampung

1.1 Pelampung mematuhi dengan kebutuhan paragraf 2.1.1.koda, sebaiknya : Disebarkan sehingga siap ada di kedua sisi kapal dan sejauh ini prakteknya diatas semua dek terbuka tergantung kepada sisi kapal;sedikitnya 1 sebaiknya ditempatkan di dakat dengan buritan. Dan Ditempatkan sehingga dapat dijangkau secara cepat terlepas dan tidak permanen aman di berbagai jalan 1.2 Sebaiknya satu pelampung disis kapal di pasang dengan garis keselamatan apung mematuhi dengan kebutuhan paragraf 2.1.4.koda dijumlah dalam panjang tidak boleh kurang dari ketoinggian yang dipasang diatas garsi air dan kondisi kapal ringan atau 30 m yang mana adalah 6ang terbesar. 1.3 Tidak kurang dari satu setengah dari jumlah total pelampung sebaiknya dipenuhi dengan pelampung self Bignition light mematuhi dengan kebutuhan dengan paragraf 2.4.2, koda tidak kurang dari 2 sebaiknya juga dipenuhi dengan pelampung self-ativating signal asapo mematuhi dengan kebutuhan paragraf 2.1.3.koda. Dan mampu muncul dengan cepat dari anjungan navigasi, pelampung dengan lampu dan lampu dan signal asap sebaiknya jumlahnya didistribusikan di kedua sisi kapal damn sebaiknya tidak tersedia pelampung dengan garis keselamatan dalam memenuhi kebutuhan paragraf 1.2. 1.4 Setiap pelampung sebaiknya di beri tanda di block capital dan ditulis roman alphabet dengan nama dan pendaftaran pelabuhan kapal dibawah. 2. Jaket Penolong

2.1 Jaket pengaman memenuhi kebutuhan paragraf 2.2.1 atau 2.2.2 koda sebaiknya dipenuhi untuk setiap orang dikapal dan tambahan 1 Jumlah jaket pengaman cocok untuk anak-anak jumlahnya sedikitnya 10% dari jumlah penumpang di kapal sebaiknya tersedia atau jumlah terbesar yang mungkin dibutuhkan untuk menyediakan jaket pengaman untuk setiap anak. Dan 2 jumlah yang cukup untuk jaket pengaman sebaiknya untuk orang pengamat dan untuk guna diatur tempat kapal lama. Jaket pengaman dibawa untuk orang 18

pengamat sebaiknya ditempatkan dianjungan, di dalam kontrol kamar mesin dan dibeberapa tempat pengamatan. 2.2. Jaket pengaman sebaiknya ditempatkan dengan cepat dapat diterima dan posisi direncanakan dengan jelas. Dimana kelanjutannya diperlukan pengaturan khusus dikapal, jaket pengaman tersedia dan mematuhi dengan kebutuhan paragraf 2.1. boleh menjadi tidak dapat diterima, alternatif jumlah yang tersedia sebaiknya dibuat menjadi wewenang pemerintah yang mana termasuk peningkat jumlah jaket pengaman yang dibawa. 2.3. Jaket pengaman digunakan dalam jumlah keseluruhan sekeliling sekoci penolong, kecuali sekoci penolong jatuh bebas, sebaiknya tidak menghalangi masuk ke sekoci penolong atau tempat duduk, termasuk operasi ikat pingggang pengaman di sekoci penolong. 2.4 Jaket pengaman dipilih untuk sekoci penolong jatuh bebas, dan cara yang mana mereka bawa atau pakai , sebaiknya tidak bertentangan dengan masuk ke sekoci penolong, penumpang aman atau operasi sekoci penolong. 3. Baju tahan dingin dan anti exposure

Baju tahan dingin, mematuhi dengan kebutuhan kebutuhan 2.3.koda, baju anti exposure mematuhi seksi 2.4. koda, ukuran yang tepat, sebaiknya tersedia untuk setiap orang yang ditunjuk oleh awak kapal penyelamat atau ditunjuk acara sistem evakuasi di laut. Jika kapal secara tetap memasukan dalam iklim panas dalam opini badan pemerintah perlindungan panas adalah tidak perlu, perlindungan baju tidak dibawa.

Peraturan 8
Daftar pengumpulan dan instruksi darurat 1 Peraturan ini diterapkan pada semua kapal

2 Inspeksi yang jelas diikuti di dalam kejadian darurat sebaiknya tersedia untuk setiap orang dikapal. Dalam kasus kapal penumpang analisa tersebut sebaiknya digunakan dalam bahas atau bahas di perlukan oleh bendera kapal pelabuhan dan bahasa inggris. 3 Daftar pengumpulan dan instruksi darurat mematuhi dengan Peraturan 3.7 sebaiknya diperagakan dengan jelas disemua bagian kapal termasuk anjungan navigasi, kamar mesin, dan tempat akomodasi awak kapal. 4 Gambaran dan instruksi dalam bahas yang tepat sebaiknya 19

dipasang di kabin penumpang dan jelas ditempelkan ditempat pengumpulan dan ditempat penumpang lain ke bentuk penumpang; Tempat pengumpulan Aksi penting yang harus dilakukan dalam darurat dan Metode pemakaian jaket pengaman

Peraturan 9
Instruksi operasi 1 Peraturan ini diterapkan pada semua kapal

2 Gambar atau tanda sebaiknya disediakan diatas atau dekat sekoci penolong dan kontrol peluncuran dan sebaiknya : Gambaran mengandung kontrol dan prosedur untuk operasi alat-alat dan diberi instruksi yang relevan atau peringatan Dengan mudah dilihat dibawah kondisi lampu darurat dan Gunakan simbol dalam kesesuaian dengan rekomendasi organisasi** Mengacu kepada simbol yang berhubungan alat-alat
keselamatan dan pengaturan disyahkan oleh organisasi dengan resolusi A.760(18).

Peraturan 10
Cara sekoci penolong dan supervisi Peraturan ini diterapkan pada semua kapal Disana sebaiknya cukup jumlah orang yang dilatih dikapal untuk pengumpulan dan menolong orang yang tidak dilatih. Disana sebaiknya cukup jumlah anggota anak buah kapal siapa yang mungkin di deck officer atau orang sertifikat, dikapal untuk operasi sekoci penolong dan pengaturan peluncuran diperlukan untuk dibiarkan oleh total jumlah orang di kapal. Deck officer atau orang sertifikat sebaiknya itempatkan dalam setiap sekoci penolong yang digunakan. Bagaimanapun juga badan pemerintah memiliki penghargaan yang tepat ke dalam melalui perjalanan laut, jumlah orang dikapal dan karakteritik kapal dapat mengignkan dalam pengisian rakit penolong dalam sebagai pengganti orang berkualitas diatas. Perintah kedua sebaiknya nominasi pada kasus seloci penolong.

20

Orang-orang bertanggung jawab pada sekoci penolong sebaiknya telah memiliki sekoci penolong dan sebaiknya melihat awak kapal dibawah perintah yang sesuai denganb tugas mereka. Dalam sekoci penolong dalam sekoci penolong. Perintah kedua sebaiknya juga memiliki awak sekoci penolong. Setiap penggerak sekoci penolong sebaiknya ditunjuk orang yang mampu untuk pengoperasikan motor dan membawa penyelesaian Nahkoda sebaiknya memastikan dengan wajar pembagian orang mengacu kepada paragraf 2.3 dan 4 diantara sekoci penolong.

Peraturan 11
Pengumpulan sekoci penolong dan pengaturan embarkasi Sekoci penolong dan rakit penolong yang disetujui diluncurkan alatalat adalah dibutuhkan sebaiknya ditempatkan dekat tempat akaomodasi dan pelayanan sebisa mungkin. Tempat pengumpulan sebaiknya tersedia tertutup tempat embarkasi. Setiap tempat pengumpulan sebaiknya cukup jelas tempat deck untuk akomodasi semua orang diarahkan ke tempat pengumpulan , tetapi paling sedikit 0,35 m2 per orang. Pengumpulan tempat embarkasi sebaiknya siap dapat diterima dari aarea akomodasi dan kerja. Pengumpulan dan tempat embarkasi sebaiknya cukup penerangan oleh lampu yang diberikan dari sumber kebutuhan daya listrik darurat oleh Peraturan II-1/42 atau II-1/43 yang sesuai. Jalan sempit, tangga dan keluaran diberikan tanda ke tempat pengumpulan dan tempat embarkasi sebaiknya diberikan penerangan. Lampu sebaiknya mampu disupply oleh sumber daya darurat listrik yang dibutuhkan pada Peraturan II-1/42 atauII-1/43 yang sesuai. Sebagai tambahan untuk bagian dan penandaan di bawah Peraturan II-2/28.1.10, rute untuk tempat pengumpulan dijelaskan dengan tempat penumpulan , tergantung pada kegunaan, sesuai dengan rekomendasi organisasi**0

Peraturan 10
Cara sekoci penolong dan supervisi Peraturan ini diterapkan pada semua kapal

0engacu kepada simbol yang berhubungan alat-alat keselamatan dan pengaturan disyahkan oleh organisasi dengan resolusi A.760(18).

21

Disana sebaiknya cukup jumlah orang yang dilatih dikapal untuk pengumpulan dan menolong orang yang tidak dilatih. Disana sebaiknya cukup jumlah anggota anak buah kapal siapa yang mungkin di deck officer atau orang sertifikat, dikapal untuk operasi sekoci penolong dan pengaturan peluncuran diperlukan untuk dibiarkan oleh total jumlah orang di kapal. Deck officer atau orang sertifikat sebaiknya itempatkan dalam setiap sekoci penolong yang digunakan. Bagaimanapun juga badan pemerintah memiliki penghargaan yang tepat ke dalam melalui perjalanan laut, jumlah orang dikapal dan karakteritik kapal dapat mengignkan dalam pengisian rakit penolong dalam sebagai pengganti orang berkualitas diatas. Perintah kedua sebaiknya nominasi pada kasus seloci penolong. Orang-orang bertanggung jawab pada sekoci penolong sebaiknya telah memiliki sekoci penolong dan sebaiknya melihat awak kapal dibawah perintah yang sesuai denganb tugas mereka. Dalam sekoci penolong dalam sekoci penolong. Perintah kedua sebaiknya juga memiliki awak sekoci penolong. Setiap penggerak sekoci penolong sebaiknya ditunjuk orang yang mampu untuk pengoperasikan motor dan membawa penyelesaian Nahkoda sebaiknya memastikan dengan wajar pembagian orang mengacu kepada paragraf 2.3 dan 4 diantara sekoci penolong.

Peraturan 11
Pengumpulan sekoci penolong dan pengaturan embarkasi Sekoci penolong dan rakit penolong yang disetujui diluncurkan alatalat adalah dibutuhkan sebaiknya ditempatkan dekat tempat akaomodasi dan pelayanan sebisa mungkin. Tempat pengumpulan sebaiknya tersedia tertutup tempat embarkasi. Setiap tempat pengumpulan sebaiknya cukup jelas tempat deck untuk akomodasi semua orang diarahkan ke tempat pengumpulan , tetapi paling sedikit 0,35 m2 per orang. Pengumpulan tempat embarkasi sebaiknya siap dapat diterima dari aarea akomodasi dan kerja. Pengumpulan dan tempat embarkasi sebaiknya cukup penerangan oleh lampu yang diberikan dari sumber kebutuhan daya listrik darurat oleh Peraturan II-1/42 atau II-1/43 yang sesuai. Jalan sempit, tangga dan keluaran diberikan tanda ke tempat 22

pengumpulan dan tempat embarkasi sebaiknya diberikan penerangan. Lampu sebaiknya mampu disupply oleh sumber daya darurat listrik yang dibutuhkan pada Peraturan II-1/42 atauII-1/43 yang sesuai. Sebagai tambahan untuk bagian dan penandaan di bawah Peraturan II-2/28.1.10, rute untuk tempat pengumpulan dijelaskan dengan tempat penumpulan , tergantung pada kegunaan, sesuai dengan rekomendasi organisasi** Mengacu kepada simbol berubungan
alat-alat keselamatan dan petunjuk untuk dievaluasi,diuji dan penerapan pada lampu lokasi rendah dikapal penumpang disyahkan oleh organisasi resolusi A.760(18) dan A.752(18) masing-masing

Peluncuran davit dan peluncuran jatuh bebas sekoci penolong tempat pengumpulan dan embarkasi sebaiknya diatur supaya memungkinkan terbentang untuk dipindah dalam sekoci penolong. Tangga sisi kapal embarkasi mematuhi dengan kebutuhan paragraf 6.1.6,koda. Dalam panjang single,dari deck garis air dalam kondisi pelayaran ringan dibawah kondisi tidak menguntungan trim mulai 10 sampai 20 sebaiknya setiap embarkasi atau 2 tempat embarkasi bersebelahan untuk sekoci penolong diluncurkan ke bawah samping kapal. Bagaimanapun juga badan pemerintah menginginkan tanggatangga sisi kapal utnuk dipindahkan dan disetujui alat-alat untuk sanggup dapat diterima ke sekoci penolong ketika diangkut, tersedia sebaiknya sedikitnya satu embarkasi tangga samping kapal disetiap sisi kapal. Cara lain embarkasi memungkinkan descent ke air dikontrol cara ini ini mungkin diinginkan untuk rakit penolong dibutuhkan Peraturan 31.1.4. Diamana diperlukan,cara sebaiknya tersedia untuk membawa peluncur davit sekoci penolong ke dalam sisi kapal dan memegang supanjang sisi sehingga orang dapat aman di embarkasi.

Peraturan 12
Tempat peluncuran Tempat peluncuran sebaiknya tempat yang dipastikan aman untuk meluncurkan dengan memiliki penghargaan khusus untuk kelonggaran dari baling-baling dan lambung steeply overhangging portion dan sejauh mungkin dapat diluncurkan kebawah lurus sisi kapal. Jika posisi depan sebaiknya ditempatkan dibelakang sekat tubrukan dalam posisi shleterred dan dalam tanggap. Badan pemerintah sebaiknya mempertimbangkajan khusus kekuatan peralatan peluncuran.

Peraturan 13
Penempatan sekoci penolong 1 Setiap sekoci penolong ditempatkan:

23

Diantara sekoci penolong atau pengaturan penempatan akan bertentangan dengan operasi sekoci penolong yang laik atau kapal penyelamat beberapa tempat peluncuran. Sedekat permukaan air adalah aman dan biasa dilakukan dan dalam kasus sekoci penolong lain bagian rakit penolong intended untuk throw-over peluncuran kapal, sebagai contoh posisi sekoci penolong dalam posisi embarkasi tidak boleh kurang dari 2 mater diatas garis air dengan kapal dalam keadaan kondisi beban penuh dibawah tidak menguntungkan trim sampai 100 dan di list sampai 200 garis keduanya. Atau terhadap sudut yang mana deck cuaca kapal menjadi tenggelam , bagaimanapun adalah kecil. Dalam keadaan siap terus menerus sehingga 2 awak kapal dapat dibawa diluar persiapan utnuk embarkasi dan peluncuran dalam kurang dari 5 menit. Dilengkapi penuh dibutuhkan dalam bab ini dan koda ; dan Sejauh prakteknya , dalam penyelamatan dan perlindungan dan pencegahan dari bahaya kerusakan oleh api dan ledakan, dalam hal khusus sekoci penolong pada tanker, lain dari rakit penolong diperlukan dengan Peraturan 31.1.4. Sebaiknya ditempatkan pada atau diatas tangki muat, loop tank atau yang mempunyai ledakan atau muatan berbahaya. 2 Sekoci penolong untuk dibawah sisi kapal sebaiknya ditempatkan sejauh sisi depan prakteknya pada propeller. Pada kapal barang panjang 80 m dan diatasnya tetapi kurang dari 120 m, setiap sekoci penolong sebaiknya ditempatka setelah sekoci penolong tidak kurang dari panjang sekoci penolong di depan propeller. Pada kapal barang panjang 120 m dan diatsnya dan kapal penumpang panjang 80 m dan diatasnya setiap sekoci penolong sebaiknya ditempatkan di depan baling-baling. Dimana diperlukan, kapal sebaiknya diatur dengan sekoci penolong, dalam posisi penyimpanan, posisi pengumpulan dilindungi dari kerusakan oleh laut ganas. 3 Sekoci peluncuran. penolong ditempatkan diikat untuk peralatan

4.1 Setiap rakit penolong sebaiknya ditempatkan cat permanent dan diikat ke kapal. 4.2 Setiap rakit penolong atau kumpulan sebaiknya ditempatkan dengan aturan apung bebas yang disetujui dengan kebutuhan 24

paragraf 4.1.6.koda, sehingga setiap apung bebas dan jika diputuskan secara otomatis ketika kapal tenggelam. Rakit penolong ditempatkan untuk diinginkan muncul secara manual satu raft atau kontainer pada waktu dari pengaturan awak. 4.4 Paragraf 4.1 dan 4.2 tidak dipakai pada rakit penolong dibutuhkan oleh Peraturan 31.1.4. 5 Peluncuran davit rakit penolong sebaiknya dalam mencapai kail angkut jika tidak beberapa cara dipindahkan tersedia tidak dapat di belah dalam batasan trim dan daftar digambar dalam paragraf 1.2 atau oleh gerak kapal atau gagal daya. 6 Rakit penolong yang dimaksudkan untuk peluncuran throwover board sebaiknya juga ditempatkan dengan kesiapan berpindah untuk diluncurkan pada salah satu sisi kapal jika tidak rakit-rakit penolong, dari kapasitas jumlah yang disyaratkan Peraturan 31.1 untuk dapat diluncurkan pada salah satu sisi diletakkan pada masing- masing sisi kapal.

Peraturan 14
Penyimpanan recue boats Rescue boats harus diletakkan : .1 Dalam sebuah tempat yang selalu siap untuk peluncuran dalam waktu tidak lebih 5 menit. .2 Dalam posisi yang sesuai untuk peluncuran dan penaikan kembali. .3 Maka itu tidak juga rescue boats perencanaan penyimpanananya akan melanggar operasi dari beberapa survival craft pada beberapa tempat peluncuran yang lain, dan .4 Jika hal itu termasuk juga pada sekoci , dalam dengan sarat ijin Peraturan 13.

Peraturan 15
Penyimpanan dari sistem evakuasi kapal. 1. Bagian samping kapal tidak boleh memiliki pembukaan diantara tempat untuk naik kapal dari sistem evakuasi kapal dan garis air dalam kondisi arung laut yang ringan dan peralatan- peralatan harus disediakan untuk melindungi sistem dari beberapa proyeksi. 2. Sistem evakuasi harus berposisi sedemikian rupa untuk menjamin keselamatan peluncuran yang mempunyai perhatian khusus untuk kerenggangan dari propeller dan posisi menggantung secara bertahap untuk lambung dan maka dari itu, sejauh dapat 25

dilaksanakan, sistem dapat diluncurkan kebawah lurus sepanjang samping kapal. 3. Masing masing evakuasi kapal harus disimpan sedemikian hingga tidak juga lintasan tidak juga platform tidak juga penyimpannya atau rencana operasi akan melanggar operasi dari beberapa peralatan penyimpan keselamatan dari bebrapa tempat peluncuran yang lainnya. 4. Tmpat yang cocok, kapal harus diatur sedemikian sistem evakuasi kapal dalam posisi penyimpanannya adalah dilindungi dari kerusakan yang disebabkan oleh laut yang ganas.

Peraturan 16
Peluncuran survival craft dan penaikan kembali 1 Jika tidak, disediakan dengan cara yang lain, peluncuran dan peralatan naik kapal diijinkan pesyaratan pada bagian 6.1 dari koda seharusnya disediakan untuk semua survival craft itu kecuali hal ini : .1 Ditempatkan dari sebuah posisi pada geladak yang tidak kurang dari 4,5 m di atas garis air dalam kondisi arung laut yang ringan dan yang mempunyai masa tidak lebih dari 185 kg, atau .2 Ditampatkan dari posisi pada geladak tidak dari 4,5 m diatas garis air dalam kondisi arung laut ringan dan yang disimpan untuk peluncuran secara langsung dari posisi penyimpanan di bawah tanpa kondisi trim yang jelek sampai 10 derajat dan didaftar sampai 20 derajat, atau .3 Dibawa dalam pelanggaran dari survival craft untuk 200 % dari jumlah total orang di dalam kapal , dan mempunyai masa tidak lebih dari 185 kg atau, .4 Dibawa dalam pelanggaran dari survival craft untuk 200 % dari jumlah total orang di dalam kapal, disimpan untuk peluncuran secara langsung dibawah kondisi trim yang tidak jelek sampai 10 derajat dan didaftar sampai 20 derajat atau .5 Disediakan untuk menggunakan dalam penghubungan dengan sistem evakuasi kapal, persaratan ijin pada bagian 6.2 dari koda dan disimpan untuk peluncuran secara langsung dari posisi penyimpanan di bawah kondisi trim yang jelek sampai 10 derajat dan didaftar sampai 20 derajat. 2 Masing- masing sekoci harus dilengkapi denga sebuah peralatan yang mampu untuk peluncuran dan penaikan kembali sekoci. Sebagai tambahan harus terdapat ketentuan untuk tidak menggantung sekoci untuk perawatan gigi pembebas. Peluncuran dan rencana penaikan kembali harus sedemikian 26

operator peralatan pada kapal dapat mengamati survival craft pada semua waktu selama peluncuran dan untuk sekoci selama penaikkan kembali. Hanya satu type dari mekanisme pembebas harus digunakan untuk survival craft yang sama dibawa pada kapal. Persiapan dan pengankatan dari survival craft pada beberapa tempat peluncuran tidak boleh melanggar dengan persiapan- persiapan yang cepat dan pengangkatan dari beberapa survival craft yang lain atau rescue boats pada beberapa tampat yang lain. Kegagalan- kegagalan, tempat penggunaan harus cukup panjang untuk survival craft untuk mencapai air dengan kapal dalam kondisi arung yang ringan, dibawah kondisi trim yang tidak baik sampai sepuluh derajat dan didaftar sampai 20 derajat . Selama persiapan dan peluncuran, survival craft, peralatan peluncurannya, dan daerah air ke dalam sesuatu yang diluncurkan harus cukup memadai diterangi oleh penerangan di suply dari sumber darurat dari tenaga listrik yang dibutuhkan oleh Peraturan II1/42 atau II-1/43, ssebagai ketepatan. Cara harus tersedia untuk mencegah beberapa pengeluaran air pada survival craft selama proses meninggalkan. Jika terdapat bahaya dari survival craft dirusak oleh sayap stabilizer kapal, cara- cara seharurnya terdapat, dibangkitkan oleh sumber darurat dari energi, untuk membawa sayap stabiliser di dalam kapal ; Tanda- tanda dioperasikan oleh sebuah sumber energi darurat seharusnya terdapat pada anjungan navigasi untuk mengetahui posisi dari sayap stabiliser. Jika sebagian dibatasi sekoci-sekoci diijinkan oleh persyaratan seksi 4.5 dari koda yang dibawa. Sebuah tongkat besi harus disediakan, dipasang tidak kurang dari dua garis kesalamatan dari kesesuaian panjang untuk mencapai air dengan kapal dalam kondisi arung laut yang ringan, di bawah kondisi trim yang tidak baik sampai 10 derajat dan didaftar sampai 20 derajat.

Peraturan 17
Tempat penaikkan rescue boats, peluncuran dan rencana penaikkan kembali Tempat penaikkan rescue boats, peluncuran dan rencana penaikkan kembali harus sedemikian rescue boat dapat ditempatkan dan diluncurkan dalam waktu yang sependek mungkin. Jika rescue boat adalah salah satu kapal survival craft, rencana penaikan dan tempat peluncuran harus menepati dari persyaratan dari Peraturan 11 dan 12. Perencanaan peluncuran harus menepati persyaratan Peraturan 16. Bagaimanapun, semua rescue boat harus mampu untuk diluncurkan, dimana perlu untuk pembantuan pengecatan, dengan cara pembuatan kapal pada kecepatan sampai 5 knot dalam air tenang. Waktu penaikkan kembali dari rescue boat seharusnya tidak boleh 27

lebih dari 5 menit dalam kondisi laut sedang, dimana dibebani oleh isi orang dan peralatan secara penuh. Jika Rescue boats adalah juga sekoci, waktu penaikkan kembali ini harus mungkin dibebani dengan peralatan skocinya dan ijin persetujuan rescue boats paling sedikit 6 orang. Tempat penaikan Rescue boats dan rencana penaikkan kembali harus mengijinkan untuk keselamatan dan pengangkatan yang efisien dari sebuah kasus peregangan. Pada cuaca buruk kulit penutup harus disediakan untuk persyaratan jika keselamatan jika blok berat jatuh merupakan suatu bahaya.

Peraturan 18
Jalur pelemparan peralatan Sebuah lintasan pelemparan peralatan perijinan oleh persyaratan dari bagian 7.1 dari koda harus disediakan.

Peraturan 19
Pelatihan keadaaan darurat dan latihan 1 2 Peraturan ini dipakai untuk semua kapal. Pengenalan instalasi keselamatan dan kumpulan pelaksanaan.

Setiap crew dengan ditunjuk tugas- tugas darurat harus kenal dengan tugas- tugas ini sebelum perjalanan dimulai. Pada sebuah kapal yang sedang berlayar dimana para penumpang dimasukkan pada kapal untuk lebih dari pada 24 jam, kumpulan dari para penumpang ditempatkan dlam 24 jam setelah penaikkan. Para penumpang harus diinstruksikan dalam penggunaan pelampung dan tindakan untuk keadaan darurat. 2.3 Dimanapun para penumpang baru naik, sebuah pengarahan keselamatan penumpang harus diberikan dengan segera sebelum berlayar, atau sesudah berlayar. Pengarahan harus terdiri instruksi yang disyratkan oleh Peraturan 8.2 dan 8.4 dan harus diumumkan. Dalam stu bahasa atau lebih yang dimengerti oleh penumpang. Pengumuman harus dibuat pada tempat umum di kapal, atau tempat lain yang sama untuk dimengerti sekurang- kurangnya oleh para penumpang yang belum mendengar selama perjalanan. Pengarahan bisa termasuk dalam persyaratan kelompok paragraph 2.2 jika kelompok itu segera berangkat. Kartu informasi atau poster atau program video ditayangkan pada penampilan video kapal bisa digunakan untuk tambahan pengarahan, tetapi tidak bisa digunakan untuk mengganti pengumuman. 3 Latihan- latihan Latihanlatihan diharuskan, 28 sejauh dilaksanakan,

dihubungkan jika terdapat emergensi nyata. Setiap crew harus berpartisipasi sekurang- kurangnya satu pelatihan meninggalkan kapal dan satu latihan kebakaran setiap bulan. Latihan- latihan dari crew harus ditempatkan dalam 24 jam dari pelabuhan jika lebih dari 25% dari crew berpartisipasi dalam latihan meniggalkan kapal dan kebakaran pada kapal khusus dalam bulan sebelumnya. Ketika kapal masuk untuk waktu pertama, setelah modifikasi dari karakter yang utama atau ketika crew baru ditetapkan, pelatihan ini harus dipegang sebelum berlayar. Pemerintah bisa menerima rencana yang lain yang sekurang- kurangnya ekivalen dengan klasifikasi kapal untuk yang tak dapat dilakukan. Latihan meninggalkan kapal 3.3.1 Setiap latihan meninggalkan kapal harus meliputi : .1 Pemanggilan para penumpang dan crew untuk berkumpul pada tempat kumpul dengan alarm disaratkan oleh Peraturan 6.4.2 diikuti oleh pengumuman latihan pada tempat umum atau sistem komunikasi dan meyakinkan bahwa penumpang dibuat tahu permintaan untuk meninggalkan kapal. .2 Melaporkan pada tempat-tempat dan persiapan untuk tugas-tugas digembarkan dalam daftar kelompok. .3 .4 .5 .6 .7 .8 .9 Pengecekan penumpang dan crew pantas dipakai. Pengecekan pelampungdilakukan dengan benar. Penurunan sekurang-kurangnya satu pelampung setelah beberapa persiapan penting untuk peluncuran. Starting dan operasi mesin sekoci. Operasi davit digunakan untyuk meluncurkan sekoci. Peragaan dan penyelamatan penumpang terperangkap didalam ruang tetap, dan Instruksi yang penyelamatan . dipakai pada peralatan yang radio

3.3.2 Perbedaan sekoci, sejauh dapat dilakukan, penurunan pada pelaksanaan dengan persyaratan pada paragrap 3.3.1.5 pada latihan berturut-turut. 3.3.3 Kecuali yang disediakan pada paragrap 3.3.4 dan 3.3.5 masing-masing sekoci harus diluncurkan dengan persetujuan crew 29

operator dan olah gerak dalam air sekurang-kurangnya sekali dalam 3 bulan selama latihan meninggalkan kapal. 3.3.4 Penurunan dalam air, dari peluncuran sekoci disusun untuk peluncuran jatuh bebas adalah diterima dimana peluncuran jatuh bebas merupakan praktek yang disediakan oleh sekoci yang diluncurkan jatuh bebas dengan persejuan crew operator dan olah gerak didalam air sekurang-kurangnya sekali dalam 6 bulan. Bagaimanapun dalam kasus dimana ini tak dapat dilakukan, pemerintah akan memperpanjang periode menjadi 12 bulan disediakan perencanaan yang dibuat untuk simulasi peluncuran dimana akan ditempatkan pada interval tidak kurang dari 6 bulan. 3.3.5 Pemerintah mengijinkan operasi kapal pada pelayaran internasional pendek tidak meluncurkan sekoci pada satu sisi jika rencana buang jangkar pada pelabuhan dan bentuk perdagangan tidak mengijinkan peluncuran sekoci dari samping. Bagaimanapun semua sekoci harus diturunkan sekurang-kurangnya setiap 3 bulan dan diluncurkan secara tahunan. 3.3.6 Sejauh pantas dan dapat dilakukan rescue boat yang lain dari sekoci dimana juga merupakan rescu boat harus diluncurkan tiap-tiap bulan dengan persejutuan dengancrew dan gerak kapal dalam air. Dalam semua kasus persyaratan harus menurut dengan mininmal selali dalam 3 bulan. 3.3.7 Jika sekoci dan latihan peluncuran rescue boat dibawa keluar dengan kapal memakai cara, seperti keharusan latihan, karena bahaya terselimuti, dapat dilakukan perlindungan air dan dibawah pengawasan dari badan yang pengalaman didalam latihan**
0

Peluncuran davit dan peluncuran jatuh bebas sekoci penolong tempat pengumpulan dan embarkasi sebaiknya diatur supaya memungkinkan terbentang untuk dipindah dalam sekoci penolong. Tangga sisi kapal embarkasi mematuhi dengan kebutuhan paragraf 6.1.6,koda. Dalam panjang single,dari deck garis air dalam kondisi pelayaran ringan dibawah kondisi tidak menguntungan trim mulai 10 sampai 20 sebaiknya setiap embarkasi atau 2 tempat embarkasi bersebelahan untuk sekoci penolong diluncurkan ke bawah samping kapal. Bagaimanapun juga badan pemerintah menginginkan tanggatangga sisi kapal utnuk dipindahkan dan disetujui alat-alat untuk

0engacu kepada simbol berubungan alat-alat keselamatan dan petunjuk untuk dievaluasi,diuji dan penerapan pada lampu lokasi rendah dikapal penumpang disyahkan oleh organisasi resolusi A.760(18) dan A.752(18) masing-masing

30

sanggup dapat diterima ke sekoci penolong ketika diangkut, tersedia sebaiknya sedikitnya satu embarkasi tangga samping kapal disetiap sisi kapal. Cara lain embarkasi memungkinkan descent ke air dikontrol cara ini ini mungkin diinginkan untuk rakit penolong dibutuhkan Peraturan 31.1.4. Diamana diperlukan,cara sebaiknya tersedia untuk membawa peluncur davit sekoci penolong ke dalam sisi kapal dan memegang supanjang sisi sehingga orang dapat aman di embarkasi.

Peraturan 12
Tempat peluncuran Tempat peluncuran sebaiknya tempat yang dipastikan aman untuk meluncurkan dengan memiliki penghargaan khusus untuk kelonggaran dari baling-baling dan lambung steeply overhangging portion dan sejauh mungkin dapat diluncurkan kebawah lurus sisi kapal. Jika posisi depan sebaiknya ditempatkan dibelakang sekat tubrukan dalam posisi shleterred dan dalam tanggap. Badan pemerintah sebaiknya mempertimbangkajan khusus kekuatan peralatan peluncuran.

Peraturan 13
Penempatan sekoci penolong 1 Setiap sekoci penolong ditempatkan: Diantara sekoci penolong atau pengaturan penempatan akan bertentangan dengan operasi sekoci penolong yang laik atau kapal penyelamat beberapa tempat peluncuran. Sedekat permukaan air adalah aman dan biasa dilakukan dan dalam kasus sekoci penolong lain bagian rakit penolong intended untuk throw-over peluncuran kapal, sebagai contoh posisi sekoci penolong dalam posisi embarkasi tidak boleh kurang dari 2 mater diatas garis air dengan kapal dalam keadaan kondisi beban penuh dibawah tidak menguntungkan trim sampai 100 dan di list sampai 200 garis keduanya. Atau terhadap sudut yang mana deck cuaca kapal menjadi tenggelam , bagaimanapun adalah kecil. Dalam keadaan siap terus menerus sehingga 2 awak kapal dapat dibawa diluar persiapan utnuk embarkasi dan peluncuran dalam kurang dari 5 menit. Dilengkapi penuh dibutuhkan dalam bab ini dan koda ; dan

31

Sejauh prakteknya , dalam penyelamatan dan perlindungan dan pencegahan dari bahaya kerusakan oleh api dan ledakan, dalam hal khusus sekoci penolong pada tanker, lain dari rakit penolong diperlukan dengan Peraturan 31.1.4. Sebaiknya ditempatkan pada atau diatas tangki muat, loop tank atau yang mempunyai ledakan atau muatan berbahaya. 2 Sekoci penolong untuk dibawah sisi kapal sebaiknya ditempatkan sejauh sisi depan prakteknya pada propeller. Pada kapal barang panjang 80 m dan diatasnya tetapi kurang dari 120 m, setiap sekoci penolong sebaiknya ditempatka setelah sekoci penolong tidak kurang dari panjang sekoci penolong di depan propeller. Pada kapal barang panjang 120 m dan diatsnya dan kapal penumpang panjang 80 m dan diatasnya setiap sekoci penolong sebaiknya ditempatkan di depan baling-baling. Dimana diperlukan, kapal sebaiknya diatur dengan sekoci penolong, dalam posisi penyimpanan, posisi pengumpulan dilindungi dari kerusakan oleh laut ganas. 3 Sekoci peluncuran. penolong ditempatkan diikat untuk peralatan

4.1 Setiap rakit penolong sebaiknya ditempatkan cat permanent dan diikat ke kapal. 4.2 Setiap rakit penolong atau kumpulan sebaiknya ditempatkan dengan aturan apung bebas yang disetujui dengan kebutuhan paragraf 4.1.6.koda, sehingga setiap apung bebas dan jika diputuskan secara otomatis ketika kapal tenggelam. Rakit penolong ditempatkan untuk diinginkan muncul secara manual satu raft atau kontainer pada waktu dari pengaturan awak. 4.4 Paragraf 4.1 dan 4.2 tidak dipakai pada rakit penolong dibutuhkan oleh Peraturan 31.1.4. 5 Peluncuran davit rakit penolong sebaiknya dalam mencapai kail angkut jika tidak beberapa cara dipindahkan tersedia tidak dapat di belah dalam batasan trim dan daftar digambar dalam paragraf 1.2 atau oleh gerak kapal atau gagal daya. 6 Rakit penolong yang dimaksudkan untuk peluncuran throwover board sebaiknya juga ditempatkan dengan kesiapan berpindah untuk diluncurkan pada salah satu sisi kapal jika tidak rakit-rakit penolong, dari kapasitas jumlah yang disyaratkan Peraturan 31.1 untuk dapat diluncurkan pada salah satu sisi diletakkan pada masing- masing sisi kapal.

32

Peraturan 14
Penyimpanan recue boats Rescue boats harus diletakkan : .1 Dalam sebuah tempat yang selalu siap untuk peluncuran dalam waktu tidak lebih 5 menit. .2 Dalam posisi yang sesuai untuk peluncuran dan penaikan kembali. .3 Maka itu tidak juga rescue boats perencanaan penyimpanananya akan melanggar operasi dari beberapa survival craft pada beberapa tempat peluncuran yang lain, dan .4 Jika hal itu termasuk juga pada sekoci , dalam dengan sarat ijin Peraturan 13.

Peraturan 15
Penyimpanan dari sistem evakuasi kapal. 1. Bagian samping kapal tidak boleh memiliki pembukaan diantara tempat untuk naik kapal dari sistem evakuasi kapal dan garis air dalam kondisi arung laut yang ringan dan peralatan- peralatan harus disediakan untuk melindungi sistem dari beberapa proyeksi. 2. Sistem evakuasi harus berposisi sedemikian rupa untuk menjamin keselamatan peluncuran yang mempunyai perhatian khusus untuk kerenggangan dari propeller dan posisi menggantung secara bertahap untuk lambung dan maka dari itu, sejauh dapat dilaksanakan, sistem dapat diluncurkan kebawah lurus sepanjang samping kapal. 3. Masing masing evakuasi kapal harus disimpan sedemikian hingga tidak juga lintasan tidak juga platform tidak juga penyimpannya atau rencana operasi akan melanggar operasi dari beberapa peralatan penyimpan keselamatan dari bebrapa tempat peluncuran yang lainnya. 4. Tmpat yang cocok, kapal harus diatur sedemikian sistem evakuasi kapal dalam posisi penyimpanannya adalah dilindungi dari kerusakan yang disebabkan oleh laut yang ganas.

Peraturan 16
Peluncuran survival craft dan penaikan kembali 1 Jika tidak, disediakan dengan cara yang lain, peluncuran dan peralatan naik kapal diijinkan pesyaratan pada bagian 6.1 dari koda seharusnya disediakan untuk semua survival craft itu kecuali hal ini : .1 Ditempatkan dari sebuah posisi pada geladak yang tidak kurang dari 4,5 m di atas garis air dalam kondisi arung laut yang ringan dan yang mempunyai masa tidak lebih 33

.2

.3 .4

.5

dari 185 kg, atau Ditampatkan dari posisi pada geladak tidak dari 4,5 m diatas garis air dalam kondisi arung laut ringan dan yang disimpan untuk peluncuran secara langsung dari posisi penyimpanan di bawah tanpa kondisi trim yang jelek sampai 10 derajat dan didaftar sampai 20 derajat, atau Dibawa dalam pelanggaran dari survival craft untuk 200 % dari jumlah total orang di dalam kapal , dan mempunyai masa tidak lebih dari 185 kg atau, Dibawa dalam pelanggaran dari survival craft untuk 200 % dari jumlah total orang di dalam kapal, disimpan untuk peluncuran secara langsung dibawah kondisi trim yang tidak jelek sampai 10 derajat dan didaftar sampai 20 derajat atau Disediakan untuk menggunakan dalam penghubungan dengan sistem evakuasi kapal, persaratan ijin pada bagian 6.2 dari koda dan disimpan untuk peluncuran secara langsung dari posisi penyimpanan di bawah kondisi trim yang jelek sampai 10 derajat dan didaftar sampai 20 derajat.

2 Masing- masing sekoci harus dilengkapi denga sebuah peralatan yang mampu untuk peluncuran dan penaikan kembali sekoci. Sebagai tambahan harus terdapat ketentuan untuk tidak menggantung sekoci untuk perawatan gigi pembebas. Peluncuran dan rencana penaikan kembali harus sedemikian operator peralatan pada kapal dapat mengamati survival craft pada semua waktu selama peluncuran dan untuk sekoci selama penaikkan kembali. Hanya satu type dari mekanisme pembebas harus digunakan untuk survival craft yang sama dibawa pada kapal. Persiapan dan pengankatan dari survival craft pada beberapa tempat peluncuran tidak boleh melanggar dengan persiapan- persiapan yang cepat dan pengangkatan dari beberapa survival craft yang lain atau rescue boats pada beberapa tampat yang lain. Kegagalan- kegagalan, tempat penggunaan harus cukup panjang untuk survival craft untuk mencapai air dengan kapal dalam kondisi arung yang ringan, dibawah kondisi trim yang tidak baik sampai sepuluh derajat dan didaftar sampai 20 derajat . Selama persiapan dan peluncuran, survival craft, peralatan peluncurannya, dan daerah air ke dalam sesuatu yang diluncurkan harus cukup memadai diterangi oleh penerangan di suply dari sumber darurat dari tenaga listrik yang dibutuhkan oleh Peraturan II1/42 atau II-1/43, ssebagai ketepatan. Cara harus tersedia untuk mencegah beberapa pengeluaran air pada survival craft selama proses meninggalkan. Jika terdapat bahaya dari survival craft dirusak oleh sayap stabilizer 34

kapal, cara- cara seharurnya terdapat, dibangkitkan oleh sumber darurat dari energi, untuk membawa sayap stabiliser di dalam kapal ; Tanda- tanda dioperasikan oleh sebuah sumber energi darurat seharusnya terdapat pada anjungan navigasi untuk mengetahui posisi dari sayap stabiliser. Jika sebagian dibatasi sekoci-sekoci diijinkan oleh persyaratan seksi 4.5 dari koda yang dibawa. Sebuah tongkat besi harus disediakan, dipasang tidak kurang dari dua garis kesalamatan dari kesesuaian panjang untuk mencapai air dengan kapal dalam kondisi arung laut yang ringan, di bawah kondisi trim yang tidak baik sampai 10 derajat dan didaftar sampai 20 derajat.

Peraturan 17
Tempat penaikkan rescue boats, peluncuran dan rencana penaikkan kembali Tempat penaikkan rescue boats, peluncuran dan rencana penaikkan kembali harus sedemikian rescue boat dapat ditempatkan dan diluncurkan dalam waktu yang sependek mungkin. Jika rescue boat adalah salah satu kapal survival craft, rencana penaikan dan tempat peluncuran harus menepati dari persyaratan dari Peraturan 11 dan 12. Perencanaan peluncuran harus menepati persyaratan Peraturan 16. Bagaimanapun, semua rescue boat harus mampu untuk diluncurkan, dimana perlu untuk pembantuan pengecatan, dengan cara pembuatan kapal pada kecepatan sampai 5 knot dalam air tenang. Waktu penaikkan kembali dari rescue boat seharusnya tidak boleh lebih dari 5 menit dalam kondisi laut sedang, dimana dibebani oleh isi orang dan peralatan secara penuh. Jika Rescue boats adalah juga sekoci, waktu penaikkan kembali ini harus mungkin dibebani dengan peralatan skocinya dan ijin persetujuan rescue boats paling sedikit 6 orang. Tempat penaikan Rescue boats dan rencana penaikkan kembali harus mengijinkan untuk keselamatan dan pengangkatan yang efisien dari sebuah kasus peregangan. Pada cuaca buruk kulit penutup harus disediakan untuk persyaratan jika keselamatan jika blok berat jatuh merupakan suatu bahaya.

Peraturan 18
Jalur pelemparan peralatan Sebuah lintasan pelemparan peralatan perijinan oleh persyaratan dari bagian 7.1 dari koda harus disediakan.

Peraturan 19
Pelatihan keadaaan darurat dan latihan 1 2 Peraturan ini dipakai untuk semua kapal. Pengenalan instalasi keselamatan dan kumpulan pelaksanaan. 35

Setiap crew dengan ditunjuk tugas- tugas darurat harus kenal dengan tugas- tugas ini sebelum perjalanan dimulai. Pada sebuah kapal yang sedang berlayar dimana para penumpang dimasukkan pada kapal untuk lebih dari pada 24 jam, kumpulan dari para penumpang ditempatkan dlam 24 jam setelah penaikkan. Para penumpang harus diinstruksikan dalam penggunaan pelampung dan tindakan untuk keadaan darurat. 2.3 Dimanapun para penumpang baru naik, sebuah pengarahan keselamatan penumpang harus diberikan dengan segera sebelum berlayar, atau sesudah berlayar. Pengarahan harus terdiri instruksi yang disyratkan oleh Peraturan 8.2 dan 8.4 dan harus diumumkan. Dalam stu bahasa atau lebih yang dimengerti oleh penumpang. Pengumuman harus dibuat pada tempat umum di kapal, atau tempat lain yang sama untuk dimengerti sekurang- kurangnya oleh para penumpang yang belum mendengar selama perjalanan. Pengarahan bisa termasuk dalam persyaratan kelompok paragraph 2.2 jika kelompok itu segera berangkat. Kartu informasi atau poster atau program video ditayangkan pada penampilan video kapal bisa digunakan untuk tambahan pengarahan, tetapi tidak bisa digunakan untuk mengganti pengumuman. 3 Latihan- latihan dilaksanakan,

Latihanlatihan diharuskan, sejauh dihubungkan jika terdapat emergensi nyata.

Setiap crew harus berpartisipasi sekurang- kurangnya satu pelatihan meninggalkan kapal dan satu latihan kebakaran setiap bulan. Latihan- latihan dari crew harus ditempatkan dalam 24 jam dari pelabuhan jika lebih dari 25% dari crew berpartisipasi dalam latihan meniggalkan kapal dan kebakaran pada kapal khusus dalam bulan sebelumnya. Ketika kapal masuk untuk waktu pertama, setelah modifikasi dari karakter yang utama atau ketika crew baru ditetapkan, pelatihan ini harus dipegang sebelum berlayar. Pemerintah bisa menerima rencana yang lain yang sekurang- kurangnya ekivalen dengan klasifikasi kapal untuk yang tak dapat dilakukan. Latihan meninggalkan kapal 3.3.1 Setiap latihan meninggalkan kapal harus meliputi : .1 Pemanggilan para penumpang dan crew untuk berkumpul pada tempat kumpul dengan alarm disaratkan oleh Peraturan 6.4.2 diikuti oleh pengumuman latihan pada tempat umum atau sistem komunikasi dan meyakinkan bahwa penumpang dibuat 36

.2 .3 .4 .5 .6 .7 .8 .9

tahu permintaan untuk meninggalkan kapal. Melaporkan pada tempat-tempat dan persiapan untuk tugas-tugas digembarkan dalam daftar kelompok. Pengecekan penumpang dan crew pantas dipakai. Pengecekan pelampungdilakukan dengan benar. Penurunan sekurang-kurangnya satu pelampung setelah beberapa persiapan penting untuk peluncuran. Starting dan operasi mesin sekoci. Operasi davit digunakan untyuk meluncurkan sekoci. Peragaan dan penyelamatan penumpang terperangkap didalam ruang tetap, dan Instruksi yang penyelamatan . dipakai pada peralatan yang radio

3.3.2 Perbedaan sekoci, sejauh dapat dilakukan, penurunan pada pelaksanaan dengan persyaratan pada paragrap 3.3.1.5 pada latihan berturut-turut. 3.3.3 Kecuali yang disediakan pada paragrap 3.3.4 dan 3.3.5 masing-masing sekoci harus diluncurkan dengan persetujuan crew operator dan olah gerak dalam air sekurang-kurangnya sekali dalam 3 bulan selama latihan meninggalkan kapal. 3.3.4 Penurunan dalam air, dari peluncuran sekoci disusun untuk peluncuran jatuh bebas adalah diterima dimana peluncuran jatuh bebas merupakan praktek yang disediakan oleh sekoci yang diluncurkan jatuh bebas dengan persejuan crew operator dan olah gerak didalam air sekurang-kurangnya sekali dalam 6 bulan. Bagaimanapun dalam kasus dimana ini tak dapat dilakukan, pemerintah akan memperpanjang periode menjadi 12 bulan disediakan perencanaan yang dibuat untuk simulasi peluncuran dimana akan ditempatkan pada interval tidak kurang dari 6 bulan. 3.3.5 Pemerintah mengijinkan operasi kapal pada pelayaran internasional pendek tidak meluncurkan sekoci pada satu sisi jika rencana buang jangkar pada pelabuhan dan bentuk perdagangan tidak mengijinkan peluncuran sekoci dari samping. Bagaimanapun semua sekoci harus diturunkan sekurang-kurangnya setiap 3 bulan dan diluncurkan secara tahunan. 3.3.6 Sejauh pantas dan dapat dilakukan rescue boat yang lain dari 37

sekoci dimana juga merupakan rescu boat harus diluncurkan tiap-tiap bulan dengan persejutuan dengancrew dan gerak kapal dalam air. Dalam semua kasus persyaratan harus menurut dengan mininmal selali dalam 3 bulan. 3.3.7 Jika sekoci dan latihan peluncuran rescue boat dibawa keluar dengan kapal memakai cara, seperti keharusan latihan, karena bahaya terselimuti, dapat dilakukan perlindungan air dan dibawah pengawasan dari badan yang pengalaman didalam latihan**
Mengacu pada petunjuk pelatihan untuk maksud peluncuran sekoci penolong dan rescue boat dari kapal yang sedang berlayar disyahkan oleh organisasi dengan resolusi A.624(15) .

3.3.8 Jika kapal dipasang dengan sistem evakuasi kapal, latihan akan mencakup pelatihan pada prosedur yang disaratkan untuk pembukaan seperti sebuah sistemdiatas untuk menunjuk dengan segera pendahuluan pembukaan nyata dari sistem. Aspek ini pada latihan harus ditambah dengan intruksi regular menggunakan pelatiahan pertolongan yang ditetapkan pada Peraturan 35.4. Sebagai tambahan setiap bagian soistem sejauh bisa dipraktekkan, selanjutnya pelatihan dengan partisipasi dnegan pembukaan penuh dari sistem yang sama didalam air, jika pada kapal atau bangunan lepas pantai, pada interval tidak lebih dari 2 tahun, tetapi tdak ada kasus yang lebih lama 3 tahun.Latihan ini dapat diakui dengan persyaratan Peraturan 20.8.2. 3.3.9 Lampu emergency untuk berkumpul dan meninggalkan harus diperiksa pada masing-masing latihan meninggalkan kapal. 3.4 Latihan Kebakaran.

3.4.1 Latihan kebaran harus direncanakan sedemikian rupa bahwa pertimbasngan yang salah diberikan untuk praktek regular dalam emergensi yang bisa diijinkan tergantung pada type kapal dan muatan. 3.4.2 Masing- masing latihan kebekaran harus meliputi : .1 Laporan untuk tempat dan persiapan untuk tugas- tugas digambarkan dalam daftar kelompok disyaratkan oleh Peraturan 8. Starting pompa kebakaran ,digunakan minimal 2 jet air untuk menunjukkan bahwa sistem adalah sesuai dengan permintaan. Pengecekan peralatan orang pemadam kebakaran dan peralataan personil rescue boats lainnya

.2

.3

38

.4 .5

Pengecekan yang relevan perlengkapan komunokasi. Pengecekan pengoperasian pintu kedap air, pintu tahan api, peredam tahan api dan pemasukan dan pengeluaran utama dari sistem ventilasi dalam area latihan, dan Pengecekan persyaratan yang perlu untuk peninggalan kapal.

.6

3.4.3 Peralatan digunakan selama melatih segera dibawa kembali kondisi operasi penuh dan beberapa kegagalan dan kerusakan tidak dilindungi selama latihan harus dijaga sesegera mungkin. 4 Pelatihan pada kapal dan instruksinya

4.1 Pelatihan pada kapal dalam penggunaan peralatan keselamatan kapal meliputi peralatan survival craft dan dalam pengguanaan peralatan pemadam kebakaran kapal harus diberikan segera mungkin tetapi tidak terlambat dari 2 minggu setelah anggota crew bergabung dengan kapal. Bagaimanapun jika anggota crew adalah pada jadwal rotasi regular yang disetujui untuk kapal seperti pelatihan harus diperhatikan tidak kurang dari 2 minngu setelah waktu penyambungan pertama kapal. Instruksi dalam penggunaan peralatan pemadam kebakaran, peralatan keselamatan dan dalam keselamatan pada laut harus diberikan pada interval yang sama sebagai latihan. Instruksi individu bisa mencakup perbedaan bagian dari keselamatan kapal dan peraltan pemadam kebakaran, tetapi semua peralatan keselamatan dan pemadam kebakaran kapal harus dicakup dalam beberapa periode untuk 2 bulan. 4.2 Setiap anggota crew harus diberi instruksi yang harus melingkupi tapi tidak diperlukan bartasan untuk. .1 Operasi dan penggunaan dari rakit penolong kapal .2 Masalah hypothermia, perlakuan pertolongan pertama untuk hypethermia dan procedure ketepatan pertolongan pertama. .3 Instruksi spesial perlu untuk penggunaan peralatan keselamatan kapal di dalam cuaca yang keras dan kondisi laut ganas, dan Operasi dan kebakaran. penggunaan peralatan pemadam

.4

4.3 Pelatihan di kapal dalam penggunaan davit diluncurkan rakit penolong harus ditempatkan pada interval tidak lebih dari 4 bulan pada setiap kapal dipasang dengan peralatan. Kapan saja dapat 39

dipraktekkan harus meliputi penaikkan dan penurunan rakit penolong. Rakit penolong ini bisa menjadi spesial dikehendaki untuk pelatihan Pengaturan seluruh kapal menurut persyaratn pada paragrap 3 dan 6.2 dapat dilakukan pada pembangunan kapal sebelum 1 Juli 1986 : Kesiapan operasinal Sebelum kapal meninggalkan pelabuhan dan selama pelayaran seluruh peralatan akan bekerja atau siap digunakan. Pemeliharaan 3.1 Petunjuk penggunaan dan pemeliharaan peralatan menurut Peraturan 36 yang sesuai. 3.2 Pemerintah dapat menerima keperluan penggantian menurut petunjuk paragarap 3.1 program peremcanaan pemeliharaan termasuk dalam persyaratan peralatan 36. 4. Penurunan pemeliharaan

4.1 Penggunaan kemiringan dalam peluncuran pada langkah akhit untuk interval akahir tidak lagi 30 bulan dan keperluan memperbaharui kemerosotan atau jangka waktu tidak lebih dari 5 tahun yang mana lebih muda. 4.2. Pemerintah dapat menerima penggantian akhir untuk mengakhiri menurut paragrap 4.1. Pemeriksaan yang sewaktu-waktu diperlukan pembaharuan atau jangka waktu tidak lebih adari 4 tahun Suku cadang dan Peralatan reparasi Suku cadang dan perlengkapan reparasi akan disediakan untuk pemeliharaan peralatan dan pemakaian komponon yang berlebihan diperlukan penggantian. 6 Pemeriksaan Minggian

Dilakukan pemeriksaan dan test mingguan : Kelangsungan kapal, penyelamatn kapal, penurunan peralatan akan diperiksa agar siap untuk digunakan. Seluruh mesin di dalam kapal dan penyelamatan kapal akan berjalan tidak lebih dari 3 menit diperlukan temperatur di atas minimum untuk memulai menyalakan dan mesin berjalan. Selama periode waktu akan nampak gear box dan pengaturan gear box yang menarik jika karakteristik khusus pada motor sebelah luar. Propeller terbenam untuk waktu 3 40

menit menurut buku pegangan.Untuk beberapa kasus pemerintah dapat melepaskan persyaratan untuk kapal yang dibangun sebelum 1 Juli 1986. Sistem alarm emergency umum akan dites 7 Pemeriksaan Bulanan Pemeriksaan peralatan termasuk perlengkapan sekoci akan memerlukan daftar pemeriksaan bulanan menurut Peraturan 36.1 yang lebih lengkap laporan pemeriksaan masuk dalam log book Tugas Penggembungan rakit penolong, jaket penyelamat dan sistem pengosongan armada dan sekoci penyelamat. 8.1 Setiap penggembungan rakit penolong, jaket penyelamat dan sistem pengosongan armada akan berfungsi : Interval tidak lebih dari 12 bulan, untuk beberapa kasus tidak dapat dilakukan, pemerintah dapat menambah waktu sampai 17 bulan atau Persetujuan penempatan jasa yang mampu melayaninya fasilitas pemeliharaan jasa yang memadai, hanya digunakan personill terlatih sebagaimana mestinya 8.2 Penyebaran putaran sistem pengosongan armada tambahan dan penghubung dengan interval sistem pengosongan armada menurut paragraf 8.1 . Setiap sistem pengosongan udara dan kapal pada interval putaran yang telah disetujui oleh pemerintah yang menyediakan sistem penyebaran paling sedikit setiap 6 tahun 8.3 Persetujuan baru pemerintah dan rencana penggembungan rakit penolong menurut Peraturan 4 memungkinkan untuk perluasan interval jasa yang diikuti kondisi: 8.3.1 Susunan rakit penolong baru yang pemeliharaanya sesuai standar memerlikan prosedur tes selam a perluasan interval jasa. 8.3.2 Sistem rakit penolong akan ditandai sertifikat personel yang sesuai paragraf 8.1.1 8.3.3 Interval tugas tidak melebihi 5 tahun, sesuai dengan rekomendasi organisasi** 0 .

3.3.8 Jika kapal dipasang dengan sistem evakuasi kapal, latihan akan mencakup pelatihan pada prosedur yang 0 0engacu pada petunjuk pelatihan untuk maksud peluncuran sekoci
penolong dan rescue boat dari kapal yang sedang berlayar disyahkan oleh organisasi dengan resolusi A.624(15)

41

disaratkan untuk pembukaan seperti sebuah sistemdiatas untuk menunjuk dengan segera pendahuluan pembukaan nyata dari sistem. Aspek ini pada latihan harus ditambah dengan intruksi regular menggunakan pelatiahan pertolongan yang ditetapkan pada Peraturan 35.4. Sebagai tambahan setiap bagian soistem sejauh bisa dipraktekkan, selanjutnya pelatihan dengan partisipasi dnegan pembukaan penuh dari sistem yang sama didalam air, jika pada kapal atau bangunan lepas pantai, pada interval tidak lebih dari 2 tahun, tetapi tdak ada kasus yang lebih lama 3 tahun.Latihan ini dapat diakui dengan persyaratan Peraturan 20.8.2. 3.3.9 Lampu emergency untuk berkumpul dan meninggalkan harus diperiksa pada masing-masing latihan meninggalkan kapal. 3.4 Latihan Kebakaran. 3.4.1 Latihan kebaran harus direncanakan sedemikian rupa bahwa pertimbasngan yang salah diberikan untuk praktek regular dalam emergensi yang bisa diijinkan tergantung pada type kapal dan muatan. 3.4.2 Masing- masing latihan kebekaran harus meliputi : .1 Laporan untuk tempat dan persiapan untuk tugas- tugas digambarkan dalam daftar kelompok disyaratkan oleh Peraturan 8. Starting pompa kebakaran ,digunakan minimal 2 jet air untuk menunjukkan bahwa sistem adalah sesuai dengan permintaan. Pengecekan peralatan orang pemadam kebakaran dan peralataan personil rescue boats lainnya Pengecekan komunokasi. yang relevan perlengkapan

.2

.3

.4

42

.5

.6

Pengecekan pengoperasian pintu kedap air, pintu tahan api, peredam tahan api dan pemasukan dan pengeluaran utama dari sistem ventilasi dalam area latihan, dan Pengecekan persyaratan yang perlu untuk peninggalan kapal.

3.4.3 Peralatan digunakan selama melatih segera dibawa kembali kondisi operasi penuh dan beberapa kegagalan dan kerusakan tidak dilindungi selama latihan harus dijaga sesegera mungkin. 4 Pelatihan pada kapal dan instruksinya

4.1 Pelatihan pada kapal dalam penggunaan peralatan keselamatan kapal meliputi peralatan survival craft dan dalam pengguanaan peralatan pemadam kebakaran kapal harus diberikan segera mungkin tetapi tidak terlambat dari 2 minggu setelah anggota crew bergabung dengan kapal. Bagaimanapun jika anggota crew adalah pada jadwal rotasi regular yang disetujui untuk kapal seperti pelatihan harus diperhatikan tidak kurang dari 2 minngu setelah waktu penyambungan pertama kapal. Instruksi dalam penggunaan peralatan pemadam kebakaran, peralatan keselamatan dan dalam keselamatan pada laut harus diberikan pada interval yang sama sebagai latihan. Instruksi individu bisa mencakup perbedaan bagian dari keselamatan kapal dan peraltan pemadam kebakaran, tetapi semua peralatan keselamatan dan pemadam kebakaran kapal harus dicakup dalam beberapa periode untuk 2 bulan. 4.2 Setiap anggota crew harus diberi instruksi yang harus melingkupi tapi tidak diperlukan bartasan untuk. .1 Operasi dan penggunaan dari rakit penolong kapal .2 Masalah hypothermia, perlakuan pertolongan pertama untuk hypethermia dan procedure ketepatan pertolongan pertama.
43

.3

Instruksi spesial perlu untuk penggunaan peralatan keselamatan kapal di dalam cuaca yang keras dan kondisi laut ganas, dan Operasi dan penggunaan peralatan pemadam kebakaran.

.4

4.3 Pelatihan di kapal dalam penggunaan davit diluncurkan rakit penolong harus ditempatkan pada interval tidak lebih dari 4 bulan pada setiap kapal dipasang dengan peralatan. Kapan saja dapat dipraktekkan harus meliputi penaikkan dan penurunan rakit penolong. Rakit penolong ini bisa menjadi spesial dikehendaki untuk pelatihan
Pengaturan seluruh kapal menurut persyaratn pada paragrap 3 dan 6.2 dapat dilakukan pada pembangunan kapal sebelum 1 Juli 1986 : Kesiapan operasinal Sebelum kapal meninggalkan pelabuhan dan selama pelayaran seluruh peralatan akan bekerja atau siap digunakan. Pemeliharaan 3.1 Petunjuk penggunaan dan pemeliharaan peralatan menurut Peraturan 36 yang sesuai. 3.2 Pemerintah dapat menerima keperluan penggantian menurut petunjuk paragarap 3.1 program peremcanaan pemeliharaan termasuk dalam persyaratan peralatan 36. 4. Penurunan pemeliharaan

4.1 Penggunaan kemiringan dalam peluncuran pada langkah akhit untuk interval akahir tidak lagi 30 bulan dan keperluan memperbaharui kemerosotan atau jangka waktu tidak lebih dari 5 tahun yang mana lebih muda. 4.2. Pemerintah dapat menerima penggantian akhir untuk mengakhiri menurut paragrap 4.1. Pemeriksaan yang sewaktu-waktu diperlukan pembaharuan atau jangka waktu tidak lebih adari 4 tahun Suku cadang dan Peralatan reparasi Suku cadang dan perlengkapan reparasi akan disediakan untuk pemeliharaan peralatan dan pemakaian komponon yang berlebihan 44

diperlukan penggantian. 6 Pemeriksaan Minggian

Dilakukan pemeriksaan dan test mingguan : Kelangsungan kapal, penyelamatn kapal, penurunan peralatan akan diperiksa agar siap untuk digunakan. Seluruh mesin di dalam kapal dan penyelamatan kapal akan berjalan tidak lebih dari 3 menit diperlukan temperatur di atas minimum untuk memulai menyalakan dan mesin berjalan. Selama periode waktu akan nampak gear box dan pengaturan gear box yang menarik jika karakteristik khusus pada motor sebelah luar. Propeller terbenam untuk waktu 3 menit menurut buku pegangan.Untuk beberapa kasus pemerintah dapat melepaskan persyaratan untuk kapal yang dibangun sebelum 1 Juli 1986. Sistem alarm emergency umum akan dites 7 Pemeriksaan Bulanan Pemeriksaan peralatan termasuk perlengkapan sekoci akan memerlukan daftar pemeriksaan bulanan menurut Peraturan 36.1 yang lebih lengkap laporan pemeriksaan masuk dalam log book Tugas Penggembungan rakit penolong, jaket penyelamat dan sistem pengosongan armada dan sekoci penyelamat. 8.1 Setiap penggembungan rakit penolong, jaket penyelamat dan sistem pengosongan armada akan berfungsi : Interval tidak lebih dari 12 bulan, untuk beberapa kasus tidak dapat dilakukan, pemerintah dapat menambah waktu sampai 17 bulan atau Persetujuan penempatan jasa yang mampu melayaninya fasilitas pemeliharaan jasa yang memadai, hanya digunakan personill terlatih sebagaimana mestinya 8.2 Penyebaran putaran sistem pengosongan armada tambahan dan penghubung dengan interval sistem pengosongan armada menurut paragraf 8.1 . Setiap sistem pengosongan udara dan kapal pada interval putaran yang telah disetujui oleh pemerintah yang menyediakan sistem penyebaran paling sedikit setiap 6 tahun 8.3 Persetujuan baru pemerintah dan rencana penggembungan rakit penolong menurut Peraturan 4 memungkinkan untuk perluasan interval jasa yang diikuti kondisi: 8.3.1 Susunan rakit penolong baru yang pemeliharaanya sesuai standar memerlikan prosedur tes selam a perluasan interval jasa. 45

8.3.2 Sistem rakit penolong akan ditandai sertifikat personel yang sesuai paragraf 8.1.1 8.3.3 Interval tugas tidak melebihi 5 tahun, sesuai dengan rekomendasi organisasi**
Mengacu rekomendasi pada kondisi untuk persetujuan service stations dari rakit penolong kaku atau yang dapat menggembung yang diterima oleh organisasi melalui resolusi A.761(18)

4 Semua perbaikan dan pemeliharaan kapal penyelamat sesuai dengan petunjuk pembuatanya. Perbaikan permanent akan mempengaruhi persetujuan pusat jasa. 8.5 Badan pemerintah mengizinkan perluasan interval jasa rakit penolong sesuai dengan paragraf 8.3 akan memberitahukan organisasi sesuai dengan Peraturan 1/5 (b). Pembebasan unit hidrostatic, dari yang lain akan dilakukan: Interval tidak melebihi 12 bulan, beberapa kasus tidak dapat dilakukan , badan pemerintah dapat memeprpanjang sampai 17 bulan dan Pusat jasa yang mampu melayani fasilitas jasa pemeliharaan yang pantas dan hanya digunakan personel terlatih yang memadai. Penandaan lokasi penyimpanan. Container, bracket, rak - rak lokasi penyimpanan yang serupa untuk perlengkapan akan ditandai dengan simbol yang sesuai dengan rekomendasi organisasi.**
0

4 Semua perbaikan dan pemeliharaan kapal penyelamat sesuai dengan petunjuk pembuatanya. Perbaikan permanent akan mempengaruhi persetujuan pusat jasa. 8.5 Badan pemerintah mengizinkan perluasan interval jasa rakit penolong sesuai dengan paragraf 8.3 akan memberitahukan organisasi sesuai dengan Peraturan 1/5 (b). Pembebasan unit hidrostatic, dari yang lain akan dilakukan: Interval tidak melebihi 12 bulan, beberapa kasus tidak dapat dilakukan , badan pemerintah dapat memeprpanjang sampai 17 bulan dan

0 0engacu rekomendasi pada kondisi untuk persetujuan service stations dari


rakit penolong kaku atau yang dapat menggembung yang diterima oleh organisasi melalui resolusi A.761(18)

46

Pusat jasa yang mampu melayani fasilitas jasa pemeliharaan yang pantas dan hanya digunakan personel terlatih yang memadai. Penandaan lokasi penyimpanan. Container, bracket, rak - rak lokasi penyimpanan yang serupa untuk perlengkapan akan ditandai dengan simbol yang sesuai dengan rekomendasi organisasi.**
Mengacu pada hubungan simbol peralatan keselaamatan jiwa dan perencanaan yang diterima oleh organisasi melalui reolusi A.760(18) Menunjukkan lokasi peralatan

muat yang dimaksud. Jika lebih satu lokasi alat muat peralatan akan ditunjukkan juga. 11. gear 11.1 Periode jasa peluncuran peralatan dan pelepasan beban

Peralatan peluncur. Akan interval jasa dianjurkan menurut petunjuk keperluan pemeliharaan oleh Peraturan 36. Akan subyek pemeliharaan yang diteliti interval tidak melebihi 5 tahun dan Penyelesaian pengujian ke 2 subyek ditest dinamic pengereman winch sesuai dengan paragraf koda 6.1.2.5.2 Pembebasan beban gear life boat akan :

11.2

Interval jasa yang dianjurkan sesuai petunjuk pemeliharaan menurut Peraturan 36. Pemeliharaan subyek yang diteliti selama tes memerlukan menurut Peraturan 1/7 dan I/8 personel terlatih yang sesuai dengan sistem yang terkenal dan. Pelaksanaan tes dibawah beban 1.1 waktu total massa sekoci ketika dibebani dengan kelengkapan orang yang penuh dan sewaktu - waktu pembebasan pemeriksaan gear. Pemeriksaan dan tes paling sedikit 5 tahun.++ 0 Menunjukkan lokasi peralatan muat yang dimaksud. Jika lebih satu lokasi alat muat peralatan akan ditunjukkan juga. 11. gear 11.1 Periode jasa peluncuran peralatan dan pelepasan beban

Peralatan peluncur. Akan interval jasa dianjurkan menurut petunjuk keperluan pemeliharaan oleh Peraturan 36.

0engacu pada hubungan simbol peralatan keselaamatan jiwa dan perencanaan yang diterima oleh organisasi melalui reolusi A.760(18)

47

Akan subyek pemeliharaan yang diteliti interval tidak melebihi 5 tahun dan Penyelesaian pengujian ke 2 subyek ditest dinamic pengereman winch sesuai dengan paragraf koda 6.1.2.5.2 11.2 Pembebasan beban gear life boat akan : Interval jasa yang dianjurkan sesuai petunjuk pemeliharaan menurut Peraturan 36. Pemeliharaan subyek yang diteliti selama tes memerlukan menurut Peraturan 1/7 dan I/8 personel terlatih yang sesuai dengan sistem yang terkenal dan. Pelaksanaan tes dibawah beban 1.1 waktu total massa sekoci ketika dibebani dengan kelengkapan orang yang penuh dan sewaktu - waktu pembebasan pemeriksaan gear. Pemeriksaan dan tes paling sedikit 5 tahun.++
Mengacu rekomendasi pada pengujian peralatan keselamatan jiwa yang diterima oleh organisasi melalui reolusi A.689(17), sebagai yang telah di amandemen.

BAGIAN II KAPAL PENUMPANG


(Tambahan persyaratan) Peraturan 21 Kelangsungan kapal dan kapal penyelamat 1 Kelangsungan kapal 1.1 Penggunaan kapal penumpang pada pelayaran international yang tidak singkat pelayaran international akan membawa: tersendiri atau menyeluruh menyertakan sekocimenurut persyaratan 4.5 atau 4.6 koda tanda setiap sisi jumlah kapasitas akan memuat tidak lebi 50% total jumlah penumpang. Badan pemerintah dapat mengizinkan penggantian sekoci oleh liferaft yang sama kapasitas yang tersedia dimana tidak cukup sekoci setiap sisi kapal memuat 37,5% dari jumlah total penumpang atau liferaft kesulitan memenuhi persyaratan 4.2 atau 4.3 tanda akan ditunjukkan pada peluncuran peralatan yang sama yang ditempatkan pada setiap sisi kapal dan. Tambahanpenggembungan atau lifekraf sulit memenuhi persyaratan 4.2 dan 4.3 Tanda seperti jumlah kapasitas yang akan dimuat paling sedikit 25% total jumlah penumpang. Life craft akan menampung paling sedikit satu peralatan peluncuran setiap sisi yang disediakan memenuhi persyaratan paragraf 11.2 atau sama kemampuan peralatan yang digunakan pada kedua sis. Bagaimanapun penyimpanan lifer craft tidak 48

sesuai persyaratan Peraturan 13.5 Pengggunaan kapal penumpang pada pelayaran singkat international dan sesuai dengan standar khusus penentuan pembagian oleh Peraturan II-1/6-5 akan membawa: Tersendiri atau keseluruhan menyertakan lifecraft menurut persyaratan bagian 4.5 atau4.6 tanda seperti jumlah kapasitas muatan sedikitnya 30% total jumlah penumpang lifecraft akan dapat digunakan yang seimbang penyebaran setiap sisi kapal. Tambahan penggembungan atau lifecraft sulit memenuhi persyaratan bagian 4.2 atau 4.3 tanda seperti jumlah kapasitas bersama dengan kapasitas lifeboat. Kelangsungan kapal seperti jumlah muatan total penumpang.penurunan lifecrafe dengan peralatan yang sama penempatanya pada setiap sisi kapal dan. Tambahan penggembungan atau lifecraft sulit memenuhi persyaratan bagian 4.2 atau 4.3 Tanda seperti jumlah kapasitas muatan sedikitnya 25% total jumlah penumpang lifecraft akan menurunkan paling sedikit satu peralatan setiap sisi Sesuai persyaratan paragraf 1.2.1 yang sama kemampuan peralatan yang digunakan pada kedua sisinya bagaimanapun lifecraft yang dibutuhkan tidak sesuai persyaratan Peraturan 13.5 Penggunaan kapal penumpang pelayaran singkat international dan tidak sesuai standar khusus penentuan pembagian oleh Peraturan II-1/6-5 akan membawa kelangsungan kapal sesuai dengan persyaratan paragraf 1.1 Seluruh sisi kapal yang disediakan untuk keleluasaan jumlah total penumpang akan mampu menampung penumpang dan perlengkapan dalam periode 30 menit dari waktu meninggalkan signal kapal yang diberikan. Dalam penggantian mendapatkan persyaratan paragraf 1.1.1.2.1.3 kapal penumpang dibawah 500 gross ton dimana jumlah total penumpang tidak lebih 200 dapat sesuai dengan diikuti Mereka mengangkat setiap sisi kapal penggembungan atau lifecraft sulit memenuhi persyaratan 4.2 atau 4.3 tanda untuk setiap jumlah kapasitas muatan jumlah total penumpang. Kecuali kalau lifecraft memenuhi paragraf 1.5.1 49 posisi

pemuatan untuk memudahkan pemindahan sisi ke sisi pada single open deck level tambahan lifecraft akan disediakan seperti total kapasitas yang ada pada setiap sisi muatan 15% dari total jumlah penumpang. Jika penyelamatan kapal menurut paragraf 2.2 juga tersendiri atau keseluruhan lifeboat yang ada sesuai dengan persyaratan 4.5 atau 4.6 tanda ini melingkupi jumlah kapasitas yang diperlukan menurut paragraf 1.5.1 persediaan total kapasitas yang ada pada salah satu sisi kapal tidak lebih 150% dari total jumlah penumpang. Dalam beberapa peristiwa keselamatan kapal tidak ada atau tidak berguna akan cukup akapal yang ada untuk digunakan setiap sisi termasuk posisi pemuatan, penyediaan kemudahan pemindahan sisi ke sisi pada single open deck level. Pada muatan total jumlah penumpang. Sistem pengosongan armada atau penyesuaian sistem dengan bagian 6.2. Tanda dapat diganti untukkapasitas lifecraft yang sesuai dan keperluan peluncuran peralatan oleh paragraf 1.1.1 atau 1.2.1 Kapal penyelamat Kapal penumpang 500 gross ton ke atas akan mendapatkan satukapal penyelamat sesuai dengan persyaratanbagian 5.1 tanda pada setiap sisi kapal Kapal penumpang dibawah 500 gross ton akan dilengkapi paling sedikit satu kapal penyelamay menurut persyaratan bagian 5.1 Lifeboat dapat diterima persediaan kapal persyaratan untuk penyelamatan kapal Marshalling lifecraft Jumlah lifeboat dan kapal penyelamat membawa penumpang kapal akan menyediakan keleluasaan dari jumlah total penumpang tidak lagi enam lifecraft dibutuhkan pemandu oleh setiap lifeboat atau kapal penyelamat Jumlah lifeboat dan kapal penyelamat akan membawa penumpang menggunakan pelayaran singkat international dan kesesuaian dengan standar khusus penentuan pembagian II-6/6-5 akan cukup, ketentuan dalam menyediakan keleluasaan dari total 50 tersendiri menurut

jumlah penumpang tidak lagi sembilan lifecraft dibutuhkan pemandu oleh setiap lifeboat atau kapal penyelamat Peraturan 22 Personel peralatan keselamatan 1 1.1 Lifebuoy Sebuah kapal penumpang membawa tak sebanyak jumlah lifebuoy yang menurut persyaratan 7.1 dan bagian 2.1 penentuan tanda didikuti oleh tabel

51

Meskipun Peraturan 7.1.3 kapal penumpang dibawah 60 m akan memebawa paling sedikit 6 lifebuoy yang tersendiri dengan penyalaan sendiri Life jacket 2.1 Tambahan keperluan lifejacket oleh Peraturan 7.2 setiap penumpang kapal akan membawa lifejacket paling sedikit 5% dari jumlah total penumpang. Dimana lifejacket kapal penumpang dalam kabin yang terdapat antara rute tempat dan station utama . Tambahan lifejacket untuk penumpang menurut

2.2

Peraturan 24 Stowage Sekoci Penyelamat Stowage height sekoci penyelamat pada kapal penumpang harus memperhitungakan persyaratan-persyaratan pada Peraturan 13.1.2, ketentuan-ketentuan jalan penyelamat dari Peraturan II-2/28, ukuran kapal dan keadaan cuaca yang mungkin dihadapi pada daerah pelayaran. Untuk dewi-dewi peluncuran sekoci penyelamat, tinggi dari head dewi-dewi dengan sekoci penyelamat pada posisi embarkasi harus diambil sejauh mungkin, tetapi tidak melebihi 15 m dari garis air pada saat kapal berlayar dalam keadaan kosong. Peraturan 25 Pos Tempat Berkumpul Setiap kapal penumpang harus memenuhi persyaratan dari Peraturan 11, yaitu memiliki pos tempat berkumpul bagi para penumpang yang harus : Memiliki daerah sekitar atau hampiran, dan para penumpang diizinkan atau dapat masuk ke pos embarkasi kecuali pada daerah yang sama. Memiliki ruangan yang cukup untuk perwira dan informasi atau instruksi kepada para penumpang , tetapi tidak lebih dari 0,35 m2 per penumpang. Peraturan 26 Persyaratan Tambahan Untuk Kapal ro-ro penumpang 1. Peraturan ini digunakan untuk seluruh Kapal ro-ro penumpang. Kapal ro-ro penumpang yang dibangun : Pada atau setelah 1 Juli 1998 harus memenuhi persyaratnapersyaratan pada paragraf 2.3, 2.4, 3.1, 3.2, 3.3, 4 dan 5. 52

Pada atau setelah 1 Juli 1986 dan sebelum 1 Juli 1998 harus memenuhi persyaratan-persyaratan dari paragraf 5 tetapi tidak terlambat dari survey periodik pertama setelah 1 Juli 1998 dan sesuai dengan persyaratan-persyaratan dari paragraf 2.3, 2.4, 3 dan 4 tetapi tidak terlambat dari survey periodik pertama setelah 1 Juli 2000: dan Sebelum 1 Juli 1986 harus memenuhi persyaratan-persyaratan dari paragraf 5 tetapi tidak terlambat dari survey periodik pertama setelah 1 Juli 1998 dan sesuai dengan persyaratan-persyaratan dari paragraf 2.1, 2.2, 2.3, 2.4, 3 dan 4 tetapi tidak terlambat dari survey periodik pertama setelah 1 Juli 2000 2 Rakit Penolong

2.1 Rakit penolong kapal ro-ro penumpang harus ditangani oleh sistem evakuasi laut yang memenuhi persyaratan-persyaratan Koda pada bab 6.2 atau alat-alat peluncuran yang memenuhi Koda Peraturan 6.15, yang sama-sama di distribusikan pada setiap sisi kapal. 2.2 Setiap rakit penolong pada kapal ro-ro penumpang harus dilengkapi dengan perencanaan float-free stowage yang memenuhi persyaratan-persyaratan dari Peraturan 13.4. 2.3 Setiap rakit penolong pada kapal ro-ro penumpang harus dipasang boarding ramp yang memenuhi persyaratan-persyaratan Koda dari paragraf 4.2.4.1 atau 4.3.4.1. 2.4 Setiap rakit penolong pada kapal ro-ro penumpang salah satunya, yang dapat dikendalikan secara otomatis atau rakit penolong bertudung yang dapat dibalik harus stabil dalam daerah pelayaran dan dapat dioperasikan secara aman pada saat rakit penolong tersebut terapung. Secara Alternatif bahwa kapal harus membawa rakit penolong yang dapat dikendalikan sendiri secara otomatis atau rakit penolong betudung yang dapat dibalik, sebagai tambahan pada perlengkapan normal rakit penolong bahwa jumlah kapasitas orang yang dapat dimuat pada rakit penolong tidak lebih dari 50 % jumlah orang yang dapat dimuat pada sekoci penokong. Penambahan kapasitas muat pada rakit penolong harus ditentukan berdasarkan pada dasar dan perbedaan antara jumlah total orang pada kapal dengan jumlah orang yang dapat dimuat pada sekoci penolong. Setiap rakit penolong harus diperiksa oleh badan pemerintah yang disesuaikan dengan rekomendasi yang ditentukan oleh organisai. **
0

BAGIAN II KAPAL PENUMPANG


53

(Tambahan persyaratan) Peraturan 21 Kelangsungan kapal dan kapal penyelamat 1 Kelangsungan kapal 1.1 Penggunaan kapal penumpang pada pelayaran international yang tidak singkat pelayaran international akan membawa: tersendiri atau menyeluruh menyertakan sekocimenurut persyaratan 4.5 atau 4.6 koda tanda setiap sisi jumlah kapasitas akan memuat tidak lebi 50% total jumlah penumpang. Badan pemerintah dapat mengizinkan penggantian sekoci oleh liferaft yang sama kapasitas yang tersedia dimana tidak cukup sekoci setiap sisi kapal memuat 37,5% dari jumlah total penumpang atau liferaft kesulitan memenuhi persyaratan 4.2 atau 4.3 tanda akan ditunjukkan pada peluncuran peralatan yang sama yang ditempatkan pada setiap sisi kapal dan. Tambahanpenggembungan atau lifekraf sulit memenuhi persyaratan 4.2 dan 4.3 Tanda seperti jumlah kapasitas yang akan dimuat paling sedikit 25% total jumlah penumpang. Life craft akan menampung paling sedikit satu peralatan peluncuran setiap sisi yang disediakan memenuhi persyaratan paragraf 11.2 atau sama kemampuan peralatan yang digunakan pada kedua sis. Bagaimanapun penyimpanan lifer craft tidak sesuai persyaratan Peraturan 13.5 Pengggunaan kapal penumpang pada pelayaran singkat international dan sesuai dengan standar khusus penentuan pembagian oleh Peraturan II-1/6-5 akan membawa: Tersendiri atau keseluruhan menyertakan lifecraft menurut persyaratan bagian 4.5 atau4.6 tanda seperti jumlah kapasitas muatan sedikitnya 30% total jumlah penumpang lifecraft akan dapat digunakan yang seimbang penyebaran setiap sisi kapal. Tambahan penggembungan atau lifecraft sulit memenuhi persyaratan bagian 4.2 atau 4.3 tanda seperti jumlah kapasitas bersama dengan kapasitas lifeboat. Kelangsungan kapal seperti jumlah muatan total penumpang.penurunan lifecrafe dengan peralatan yang sama penempatanya pada setiap sisi kapal dan. Tambahan penggembungan atau lifecraft sulit memenuhi persyaratan bagian 4.2 atau 4.3 Tanda seperti jumlah kapasitas muatan sedikitnya 25% total jumlah penumpang lifecraft akan menurunkan paling sedikit 54

satu peralatan setiap sisi Sesuai persyaratan paragraf 1.2.1 yang sama kemampuan peralatan yang digunakan pada kedua sisinya bagaimanapun lifecraft yang dibutuhkan tidak sesuai persyaratan Peraturan 13.5 Penggunaan kapal penumpang pelayaran singkat international dan tidak sesuai standar khusus penentuan pembagian oleh Peraturan II-1/6-5 akan membawa kelangsungan kapal sesuai dengan persyaratan paragraf 1.1 Seluruh sisi kapal yang disediakan untuk keleluasaan jumlah total penumpang akan mampu menampung penumpang dan perlengkapan dalam periode 30 menit dari waktu meninggalkan signal kapal yang diberikan. Dalam penggantian mendapatkan persyaratan paragraf 1.1.1.2.1.3 kapal penumpang dibawah 500 gross ton dimana jumlah total penumpang tidak lebih 200 dapat sesuai dengan diikuti Mereka mengangkat setiap sisi kapal penggembungan atau lifecraft sulit memenuhi persyaratan 4.2 atau 4.3 tanda untuk setiap jumlah kapasitas muatan jumlah total penumpang. Kecuali kalau lifecraft memenuhi paragraf 1.5.1 posisi pemuatan untuk memudahkan pemindahan sisi ke sisi pada single open deck level tambahan lifecraft akan disediakan seperti total kapasitas yang ada pada setiap sisi muatan 15% dari total jumlah penumpang. Jika penyelamatan kapal menurut paragraf 2.2 juga tersendiri atau keseluruhan lifeboat yang ada sesuai dengan persyaratan 4.5 atau 4.6 tanda ini melingkupi jumlah kapasitas yang diperlukan menurut paragraf 1.5.1 persediaan total kapasitas yang ada pada salah satu sisi kapal tidak lebih 150% dari total jumlah penumpang. Dalam beberapa peristiwa keselamatan kapal tidak ada atau tidak berguna akan cukup akapal yang ada untuk digunakan setiap sisi termasuk posisi pemuatan, penyediaan kemudahan pemindahan sisi ke sisi pada single open deck level. Pada muatan total jumlah penumpang. Sistem pengosongan armada atau penyesuaian sistem dengan 55

bagian 6.2. Tanda dapat diganti untukkapasitas lifecraft yang sesuai dan keperluan peluncuran peralatan oleh paragraf 1.1.1 atau 1.2.1 Kapal penyelamat Kapal penumpang 500 gross ton ke atas akan mendapatkan satukapal penyelamat sesuai dengan persyaratanbagian 5.1 tanda pada setiap sisi kapal Kapal penumpang dibawah 500 gross ton akan dilengkapi paling sedikit satu kapal penyelamay menurut persyaratan bagian 5.1 Lifeboat dapat diterima persediaan kapal persyaratan untuk penyelamatan kapal Marshalling lifecraft Jumlah lifeboat dan kapal penyelamat membawa penumpang kapal akan menyediakan keleluasaan dari jumlah total penumpang tidak lagi enam lifecraft dibutuhkan pemandu oleh setiap lifeboat atau kapal penyelamat Jumlah lifeboat dan kapal penyelamat akan membawa penumpang menggunakan pelayaran singkat international dan kesesuaian dengan standar khusus penentuan pembagian II-6/6-5 akan cukup, ketentuan dalam menyediakan keleluasaan dari total jumlah penumpang tidak lagi sembilan lifecraft dibutuhkan pemandu oleh setiap lifeboat atau kapal penyelamat Peraturan 22 Personel peralatan keselamatan 1 1.1 Lifebuoy Sebuah kapal penumpang membawa tak sebanyak jumlah lifebuoy yang menurut persyaratan 7.1 dan bagian 2.1 penentuan tanda didikuti oleh tabel Panjang Kapal (m) Kurang dari 60 60 B 120 120 B 180 180 B 240 Lebih dari 240 Jumlah Minimum Pelampung 8 12 18 24 30 tersendiri menurut

Meskipun Peraturan 7.1.3 kapal penumpang dibawah 60 m akan memebawa paling sedikit 6 lifebuoy yang tersendiri dengan 56

penyalaan sendiri Life jacket 2.1 Tambahan keperluan lifejacket oleh Peraturan 7.2 setiap penumpang kapal akan membawa lifejacket paling sedikit 5% dari jumlah total penumpang. Dimana lifejacket kapal penumpang dalam kabin yang terdapat antara rute tempat dan station utama . Tambahan lifejacket untuk penumpang menurut

2.2

Peraturan 24 Stowage Sekoci Penyelamat Stowage height sekoci penyelamat pada kapal penumpang harus memperhitungakan persyaratan-persyaratan pada Peraturan 13.1.2, ketentuan-ketentuan jalan penyelamat dari Peraturan II-2/28, ukuran kapal dan keadaan cuaca yang mungkin dihadapi pada daerah pelayaran. Untuk dewi-dewi peluncuran sekoci penyelamat, tinggi dari head dewi-dewi dengan sekoci penyelamat pada posisi embarkasi harus diambil sejauh mungkin, tetapi tidak melebihi 15 m dari garis air pada saat kapal berlayar dalam keadaan kosong. Peraturan 25 Pos Tempat Berkumpul Setiap kapal penumpang harus memenuhi persyaratan dari Peraturan 11, yaitu memiliki pos tempat berkumpul bagi para penumpang yang harus : Memiliki daerah sekitar atau hampiran, dan para penumpang diizinkan atau dapat masuk ke pos embarkasi kecuali pada daerah yang sama. Memiliki ruangan yang cukup untuk perwira dan informasi atau instruksi kepada para penumpang , tetapi tidak lebih dari 0,35 m2 per penumpang. Peraturan 26 Persyaratan Tambahan Untuk Kapal ro-ro penumpang 1. Peraturan ini digunakan untuk seluruh Kapal ro-ro penumpang. Kapal ro-ro penumpang yang dibangun : Pada atau setelah 1 Juli 1998 harus memenuhi persyaratnapersyaratan pada paragraf 2.3, 2.4, 3.1, 3.2, 3.3, 4 dan 5. Pada atau setelah 1 Juli 1986 dan sebelum 1 Juli 1998 harus memenuhi persyaratan-persyaratan dari paragraf 5 tetapi tidak terlambat dari survey periodik pertama setelah 1 Juli 57

1998 dan sesuai dengan persyaratan-persyaratan dari paragraf 2.3, 2.4, 3 dan 4 tetapi tidak terlambat dari survey periodik pertama setelah 1 Juli 2000: dan Sebelum 1 Juli 1986 harus memenuhi persyaratan-persyaratan dari paragraf 5 tetapi tidak terlambat dari survey periodik pertama setelah 1 Juli 1998 dan sesuai dengan persyaratan-persyaratan dari paragraf 2.1, 2.2, 2.3, 2.4, 3 dan 4 tetapi tidak terlambat dari survey periodik pertama setelah 1 Juli 2000 2 Rakit Penolong

2.1 Rakit penolong kapal ro-ro penumpang harus ditangani oleh sistem evakuasi laut yang memenuhi persyaratan-persyaratan Koda pada bab 6.2 atau alat-alat peluncuran yang memenuhi Koda Peraturan 6.15, yang sama-sama di distribusikan pada setiap sisi kapal. 2.2 Setiap rakit penolong pada kapal ro-ro penumpang harus dilengkapi dengan perencanaan float-free stowage yang memenuhi persyaratan-persyaratan dari Peraturan 13.4. 2.3 Setiap rakit penolong pada kapal ro-ro penumpang harus dipasang boarding ramp yang memenuhi persyaratan-persyaratan Koda dari paragraf 4.2.4.1 atau 4.3.4.1. 2.4 Setiap rakit penolong pada kapal ro-ro penumpang salah satunya, yang dapat dikendalikan secara otomatis atau rakit penolong bertudung yang dapat dibalik harus stabil dalam daerah pelayaran dan dapat dioperasikan secara aman pada saat rakit penolong tersebut terapung. Secara Alternatif bahwa kapal harus membawa rakit penolong yang dapat dikendalikan sendiri secara otomatis atau rakit penolong betudung yang dapat dibalik, sebagai tambahan pada perlengkapan normal rakit penolong bahwa jumlah kapasitas orang yang dapat dimuat pada rakit penolong tidak lebih dari 50 % jumlah orang yang dapat dimuat pada sekoci penokong. Penambahan kapasitas muat pada rakit penolong harus ditentukan berdasarkan pada dasar dan perbedaan antara jumlah total orang pada kapal dengan jumlah orang yang dapat dimuat pada sekoci penolong. Setiap rakit penolong harus diperiksa oleh badan pemerintah yang disesuaikan dengan rekomendasi yang ditentukan oleh organisai. **
Mengacu persyaratan untuk rakit penolong yang dapat dikendalikan secara otomatis dan rakit penolong bertudung yang dapat dibalik yang dibuat oleh organisasi

3. Sekoci Penolong Cepat 3.1 Setidaknya satu dari sekoci B Sekoci Penolong pada kapal 58

ro-ro penumpang harus Sekoci Penolong cepat yang disetujui oleh badan pemerintah yang disesuaikan dengan rekomendasi yang disyahkan oleh organisai.++
0

3. Sekoci Penolong Cepat 3.1 Setidaknya satu dari sekoci B Sekoci Penolong pada kapal ro-ro penumpang harus Sekoci Penolong cepat yang disetujui oleh badan pemerintah yang disesuaikan dengan rekomendasi yang disyahkan oleh organisai.++
Mengacu pada rekomendasi yang diterima oleh organisaasi

3.2 Setiap Sekoci Penolong cepat harus memiliki perlengkapan peluncuran yang cocok yang disetujui oleh badan pemerintah jika dilakukan pemeriksaan terhadap peralatan peluncuran tersebut badan pemerintah harus memperhitungkan bahwa Sekoci Penolong cepat itu dimaksudkan untuk diluncurkan kendatipun dalam keadaan cuaca yang tidak memungkinkan dan juga disesuaikan dengan rekomendasi yang disyahkan oleh organisasi.
0

3.2 Setiap Sekoci Penolong cepat harus memiliki perlengkapan peluncuran yang cocok yang disetujui oleh badan pemerintah jika dilakukan pemeriksaan terhadap peralatan peluncuran tersebut badan pemerintah harus memperhitungkan bahwa Sekoci Penolong cepat itu dimaksudkan untuk diluncurkan kendatipun dalam keadaan cuaca yang tidak memungkinkan dan juga disesuaikan dengan rekomendasi yang disyahkan oleh organisasi. Mengacu pda rekomendasi
persyaratan pelatihan awak rescue boat yang disyahkan oleh organisasi melalui resolusi A.771(18) dan Bagian A-VI/2, tabel A-VI/2-2, ASpesifikasi standar minimum kemampuan rescue boat dari koda SCTW.

3.3 Setidaknya dua awak dari setiap Sekoci Penolong cepat harsus diberikan pelatihan secara reguler diesesuaikan dengan pada Koda STCW Sefarest Training Certifivcation and Watch Keeping dan rekomondasi yang disyahkan oleh organisasi termasuk seluruh aspek keselamatan , penanganan., oalah gerak, pengoperasian sekoci dalam bergabagai keadaan dan penangan jika sekoci tersebut terbalik . 3.4 Dalam hal dimana perencanaan atau ukuran kapal ro-ro penumpang yang dibangun sebelum 1 Juli 1997, maka harus dilakukan pemasangan Sekoci Penolong cepat yang disyaratkan oleh paragarap 3.1, Sekoci Penolong cepat boleh digantikan sekoci

0 0engacu pada rekomendasi yang diterima oleh organisaasi


59

penolong lama yang dapat dianggap sebagai Sekoci Penolong, dalam hal yang dibangun sebelum 1 Juli 1986 sekoci yang digunakan untuk keadaa darurat harus memenuhu semua kondisi di bawah ini: Sekoci Penolong cepat dilengkapi peralatan peluncuran yang memenuhi ketentuan paragarap 3.2. Kapasitas dari Sekoci Penolongan yang tidak memenuhi ketentuan di atas digantiakan dengan pemasanagan rakit penolong yang sesuai yang setidaknya adapat membawa atau menampung jumlah orang yang sama pada Sekoci Penolong. Rakit-rakit penolong tersebut dapat dilengkapi dengan peralatan peluncuran yang lama atau sistem evakuasi laut. 4. Alat alat Keselematan

4.1 Setiap kapal ro-ro penumpang harus dilengkapi dengan alat B alat yang efisien untuk menemukan kembali orang B orang yang selamat dengan cepat dan memindahkannya dari unit penyelamatan atau Sekoci Penolong ke atas kapal. 4.2 Alat B alat pemindahan orang B orang yang selamat keatas kapal boleh bagian dari sistem evakuasi laut atau bagian dari sistem perencanaan untuk maksud penyelamatan. 4.3 Jika peluncur dari sistem evakuasi laut dimaksudkan sebagai alat pemindahan orang B orang yang selamat ke atas geladak kapal, peluncur tersebut harus dilengkapi dengan pegangan atau tangga untuk membantu memanjat peluncur itu. 5. Jaket Penolong 5.1 Meskipun persyaratan dari Peraturan 7.2 dan 22.2 jumlah yang cukup dari jaket penolong harus disimpan pada daerah pos tempat berkumpul supaya para penumpang tidak perlu kembali ke kabin mereka untuk mengambil jaket penolong. 5.2 Pada kapal ro B ro penumpang setiap jaket penolong harus dilengkapi dengan lampu untuk memenuhi persyaratan paragraf 2.2.3 dari Koda. Peraturan 27 Informasi pada para penumpang Semua orang di atas kapal penumpang harus dihitung sebelum keberangkatan . 60

Data B data lengkap dari orang yang telah menyatakan memerlukan penjagaan khusus atau bantuan dalam keadaan darurat harus dicatat dan diberitahukan kepada kapten sebelum keberangkatan. Sebagai tambahan, tidak lewat dari 1 Januari 1999 nama B nama dan jenis kelamin dari seluruh orang di atas kapal dibedakan antara yang dewasa, anak B anak dan bayi harus dicatat untuk maksud pencarian dan penyelamatan . Informasi yang disyaratkan paragraf 1,2 dan 3 harus disimpan di darat dan harus ada jika dibutuhkan untuk pelayanan terhadap pencarian dan penyelamatan. Badan pemerintah boleh mengecualikan kapal penumpang dari persyaratan paragraf 3 jika jadwal pelayaran pada kapal berubah dan tidak dapat melakukan persiapan pencatatan tersebut . Peraturan 28 Landasan Pendaratan Dan Lepas Landas Helikopter Semua kapal penumpang harus menyediakan daerah lepas landas helikopter yang disetujui oleh badan pemerintah yang disesuaikan dengan rekomendasi yang disyahkan oleh organisai. Kapal penumpang yang memiliki panjang 130 m atau lebih yang dibangun pada atau setelah 1 Juli 1999 harus dipasang landasan pendaratan helikopter yang disetujui oleh badan pemerintah yang disesuaikan dengan rekomendasi yang disyahkan oleh organisai Peraturan 29 Sistem Penunjang Keputusan Untuk Kapten Pada Kapal Penumpang Peraturan ini digunakan pada seluruh kapal penumpang. Kapal penumpang yang dibangun sebelum 1 Juli 1997 harus memenuhi persyaratan dari Peraturan ini yang tidak lewat dari tanggal survey periodik pertama setelah 1 Juli 1999. Pada seluruh kapal penumpang , sistem penunjang keputusan untuk menangani keadaan darurat harus disediakan pada geladak navigasi. Sisten tersebut harus paling sedikit terdiri dari bahan cetak rancangan keadaan darurat.Seluruh keadaan darurat yang dapat diduga harus diidentifikasi di dalam rencana keadaan darurat , tetapi tidak dibatasi, kelompok keadaan darurat tersebut adalah: Kebakaran Kerusakan pada kapal Polusi 61

Tindakan B tindakan yang tidak sah yang mengancam keselamatan kapal dan keselamatan para penumpang dan awak kapal Kecelakaan perorangan Kecelakaan yang berhubungan dengan muatan Bantuan keadaan darurat pada kapal lain Prosedur keadaan darurat ditetapkan dalam rencana keadaan darurat yang harus disediakan sebagai penunjang keputusan kepada kapten untuk menangani berbagai kombinasi keadaan darurat . Rencana keadaan darurat harus memiliki struktur yang seragam dan mudah digunakan. Dan dapat digunakan pada kondisi pemuatan sebagaimana yang telah dihitung pada stabilitas pelayaran kapal penumpang dan dapat digunakan untuk maksud kontrol kerusakan . Sebagai tambahan pada bahan cetak rencana keadaan darurat badan pemerintah boleh juga menerima sistem penunjang keputusan yang berbasis komputer pada geladak navigasi yang menyediakan seluruh informasi dalam rencana keadaan darurat, prosedur ,pengecekan dan sebagainya yang dapat menyediakan daftar tindakan yang harus dilakukan untuk menangani keadaan darurat yang dapat diduga. Peraturan 30 Pelatihan Peraturan ini digunakan pada seluruh kapal penumpang. Pada kapal penumpang pelatihan meninggalkan kapal dan pelatihan kebakaran harus dilakukan seminggu sekali seluruh awak kapal tidak perlu terlibat dalam setiap pelatihan , tetapi setiap awak kapal harus berpartisipasi dalam latihan meninggalkan kapal dan pelatihan kebakaran setiap bulan yang disyaratkan dalam Peraturan 19.3.2. Seluruh penumpang harus hadir dan memberikan perhatian atau terlibat dalam pelatihan ini .

BAB III KAPAL BARANG


(Persyaratan Tambahan)

Peraturan 31
Sekoci Penyelamat dan Sekoci Penolong Sekoci penyelamat 1.1 Kapal barang harus membawa: 62

Satu atau lebih sekoci penolong yang memenuhi persyaratan pada bab 4.6 dari Koda dengan jumlah kapasitas pada setiap sisi kapal sebagaimana jumlah orang yang akan diangkut pada kapal ; dan Sebagai tambahan satu atau lebih rakit penolong yang dapat menggembung harus memenuhi persyaratan bab 4.2 atau 4.3 dari Koda yang disimpan pada posisi penyediaan yang mudah dari sisi ke sisi pemindahan pada ketinggian bukaan geladak tunggal, dan jumlah rakit penolong yang disediakan sebagaimana jumlah orang yang akan diangkut pada kapal . Jika rakit penolong tidak disimpan pada posisi penyediaan yang mudah dari sisi ke sisi pemindahan pada ketinggian bukaan geladak tunggal, maka jumlah rakit penolong yang disediakan pada disediakan pada setiap sisi harus cukup untuk mengangkut jumlah total orang pada kapal. 1.2 Sebagai pengganti dari persyaratan paragrap 1.1. kapal barang harus membawa: Satu atau lebih sekoci penolong yang dapat dijatuhkan yang memenuhi persyaratan bab 4.7 dari Koda, yang dapat dijatuhkan secara bebas memlalui buritan kapal dimana jumlah sekoci penolong sesuai dengan jumlah orang diatas kapal yang akan diakomodasikan.; dan Sebagai tambahan satu atau lebih rakit penolong kaku yang dapat menggembung harus memenuhi persyaratan bab 4.2 atau 4.3 dari Koda, pada setiap sisi kapal, dimana jumlah sekoci penolong sesuai dengan jumlah orang diatas kapal yang akan diakomodasikan.. Rakit penolong tersebut setidaknya pada satu sisi kapal harus dilengkapi dengan peralatan peluncuran . 1.3 Sebagai pengganti persyaratan paragraf 1.1 atau 1.2, kapal barang yang panjangnya kurang dari 85 m selain kapal pengangkut minyak, kapal pengangkut bahan kimia dan kapal pembawa gas boleh memenuhi ketentuan di bawah ini: Satu atau lebih rakit penolong yang dapat menggembung pada setiap sisi kapal yang memenuhi persyaratan dari bab 4.3. atau 4.3 dari Koda dengan jumlah kapasitas pada setiap sisi kapal sebagaimana jumlah orang yang akan diangkut pada kapal. Kecuali jika rakit penolong yang disyaratkan paragrap 1.3.1 disimpan pada posisi penyediaan yang mudah dari sisi 63

ke sisi pemindahan pada ketinggian bukaan geladak tunggal, penambahan rakit penolong harus dilakukan sehingga total jumlah rakit penolong yang ada pada setiap sisi kapal dapat 150% dari total jumlah orang di atas kapal; Jika sekoci penolong yang disyaratkan paragrap 2 juga merupakan jumlah total sekoci penolong yang memenuhi persyaratan dari bab 4.6 dari Koda maka boleh dimasukkan dalam kapasitas jumlah pengumpulan yang disyaratkan paragrap 1.3.1, yang ditentukan bahwa jumlah sekoci penolong pada salah satu sisi kapal setidaknya 150% dari total jumlah orang di atas kapal. Pada keadaan salah satu dari rakit penolong hilang atu tidak dapat digunakan, maka harus ada jumlah sekoci penyelamat yang cukup pada setiap sisi kapal termasuk yang disimpan pada posisi penyediaan yang mudah dari sisi ke sisi pemindahan pada ketinggian bukaan geladak tunggal untuk mengangkut jumlah total orang di atas kapal. 1.4. Kapal barang yang mana jarak horisontal ujung atas haluan atau buritan kapal ke jarak terdekat ujung closest sekoci penyelamat lebih dari 100 m maka harus membawa rakit penolong yang disyaratkan paragrap 1.1.2 dan 1.2.2, rakit penolong tersebut disimpan pada bagian terjauh di depan atau belakang, atau satu pada bagian terjauh di de pan dan satu pada bagian terjauh di belakang.sepanjang dapat diterima dan dapat dilakukan. Rakit penolong tersebut boleh digunakan untuk tindakan penyelamatan sehingga dijinkan untuk pelepesan rakit secara manual dan tidak memerlukan type rakit yang diluncurkan dengan peralatan peluncuran. 1.5 Sebagai pengecualian untuk sekoci penyelamat yang mengacu pada Peraturan 16.1.1, seluruh sekoci penyelamat disyaratkan untuk memenuhinya dimana jumlah total orang di atas kapal harus dapat meluncur dengan perlengkapan dan peralatan masing B masing dalam waktu minimal 10 menit sejak tanda untuk meninggalakn kapal diberikan 1.6. Kapal pengangkut bahan kimia dan kapal pembawa gas yang memuat emitting toxic vapours atau gas harus membawa sekoci penolong yang memenuhi persyaratan bab 4.6 dari Koda, sekoci penolong tersebut dilengkapi dengan sistem penunjang udara yang memenuhi persyaratan bab 4.8 dari Koda.

64

1.7. Kapal pengangkut minyak, pengangkut bahan kimia dan pembawa gas dengan titik nyala api tidak melabihi 6 o C harus membawa sekoci penolong yang memenuhi persyaratan bab 4.6 dari Koda, dimana sekoci penolong tersebut tahan api yang memenuhi persyaratan bab 4.9 dari Koda. 2. Rescue Boat

Kapal barang harus membawa setidaknya satu rescue boat yang memenuhi persyaratan bab 5.1 dari Koda. Sekoci penolong dapat dianggap sebagai rescue boat dimana penggantian tersebut juga memenuhi persyaratan untuk rescue boat . 3. Sebagai tambahan untuk sekoci penolong seluruh kapal barang yang dibangun sebelum 1 Juli 1986 harus membawa: Satu atau lebih rakit penolong yang dapat diluncurkan pada salah satu sisi kapal dengan jumlah sesuai dengan jumlah total orang di atas kapal yang akan diangkut. Rakit penolong tersebut harus dilengkapi dengan ikatan atau peralatan serupa yang dapat terlepas secara otomatis jika kapal tenggelam ; dan Dimana jarak horizontal dari ujung atas haluan atau buritan kapal ke ujung terdekat closest sekoci pengyelamat tidak lebih dari 100m , sebagai tambahan pada rakit penolong yang disyaratkan paragraf 3.1, rakit penolong tersebut disimpan pada bagian terjauh di depan atau belakang, atau satu pada bagian terjauh di de pan dan satu pada bagian terjauh di belakang.sepanjang dapat diterima dan dapat dilakukan. Meskipun persyaratan paragraf 3.1, rakit penolong tersebut boleh digunakan untuk tindakan penyelamatan sehingga dijinkan untuk pelepesan rakit secara manual. Peraturan 32 Peralatan Penyelamatan Perorangan 1 Pelampung

1.1 Kapal barang harus membawa pelampung yang tidak kurang daru jumlah orang di atas kapal yang memennuhi persyaratn Peraturan 7.1 dan bab 2.1 dari Koda yang digambarkan pada tabel di bawah ini Panjang Kapal (m) Jumlah Minimum Pelampung

65

Kurang dari 100 100 B 150 150 B 200 Di atas 200 1.2 Penerang pelampung pada tanker Peraturan 7.1.3 harus menggunakan baterai. 2 2.1. Lampu-lampu Baju Penolong

8 10 12 14 yang disyaratkan

Paragraph ini berlaku untuk semu jenis kapal.

2.2 Pada kapal barang setiap baju penolong harus dilengkapi dengan sebuah lampu baju penolong yang memenuhi persyaratan Code paragraph 2.2.3. 2.3 Lampu-lampu yang dipasang pada baju penolong yang diletakkan disetiap sisi kapal barang sebelum atau sampai tanggal 1 Juli 1998 dan tidak seluruhnya memenuhi persyaratan Code paragraph 2.2.3. oleh Administration bisa jadi diperbolehkan sampai diadakan penggantian atau sampai dilakukannya survey periodik yang pertama pada tahun 2001, yang mana yang lebih dahulu. 3 Baju-baju tahan dingin dan bantuan perlindungan termal. 3.1 Paragraph ini berlaku untuk semua jenis kapal.

3.2 Kapal-kapal barang sedikitnya harus membawa tiga buah baju tahan dingin di setiap skoci penolongnya yang memenuhi persyaratan Code seksi 2.3., atau, jika Administration dengan pertimbangan kepentingan keselamatan dan kepraktisan, mengharuskan disediakan satu baju tahan dingin seperti yang disyaratkan Code seksi 2.3. untuk setiap awak kapal yang diletakkan di kedua sisinya. Bagaimanapun kapal juga harus dilengkapi alat perlindungan termal seperti yang disyaratkan Code paragraph 4.15.124.44831 dan 5.1.2.2.1.3. Perlengkapan perlindungan termal yang disyaratkan Code seksi 2.5 ini diberikan kepada awak kapal yang tidak memiliki baju tahan dingin. Baju tahan dingin dan bantuan perlindungan termal tidak disyaratkan jika kapal tersebut ; Memiliki skoci penolong tertutup disetiap sisinya dan kapasitas keseluruhannya dapat menampung seluruh awak kapal, atau, Memiliki skoci penolong tertutup yang mampu diluncurkan secara langsung di atas geladak buritan, dan kapasitas totalnya cukup untuk menampung seluruh awak kapal 66

dan masing-masing dapat dimuati secara langsung di tempat penyimpannya, bersama-sama dengan rakit penolong di setiap sisi kapal yang kapasitasnya cukup untuk seluruh awak kapal, ata Secara terus menerus digunakan berlayar di perairan beriklim hangat, dan pihak Administration menilai tidak diperlukan disediakannya baju-baju tahan dingin. 3.3 Kapal-kapal barang yang tunduk pada persyaratan Peraturan 31.13, harus membawa baju-baju tahan dingin yang sesuai dengan persyaratan Code seksi 2.3 untuk setiap awaknya, kecuali kapalkapal; Yang memiliki davit untuk meluncurkan rakit penolong, atau Memiliki rakit penolong yang dilayani oleh peralatan-peralatan sejenis yang disetujui dan dapat dioperasikan dari kedua sisi kapal dan tidak perlu dijatuhkan ke air terlebih dahulu, atau Secara terus menerus digunakan berlayar di perairan beriklim hangat, dan pihak Administration menilai tidak diperlukan disediakannya baju-baju tahan dingin. 3.4 Baju-baju tahan dingin yang dipersyaratkan dalam Peraturan ini bisa jadi digunklana untuk memenuhi persyaratan Peraturan 7.3. 3.5 Skoci-skoci penolong tertutup seperti yang disebutkan dalam paragraph 3.2.1. dan 3.2.2. yang disertakan pada kapal barang yang dibangun sebelum atau sampai 1 Juli 1986 tidak harus tunduk pada persyaratan Code seksi 4.6.

Peraturan 33
Pengaturan embarkasi dan peluncuran rakit penolong. 1 Pengaturan embarkasi rakit keselamatan pada kapal barang harus dirancang sedmikian rupa sehingga dapat dilayarkan dan diluncurkan secara langsung dari tempat penyimpannya dan davitdavit peluncur rakit penolong dapat pula dilayarkan dan meluncurt dari posisi yang berdekatan dengan tempat penyimpanannya atau dari posisi yang mana raki penolong tersebut dipindahkan sebelumnya untuk diluncurkan dalam kaitannya dengan persyaratan Peraturan 13.5. 2 Kapal-kapal barang dengan gros tomase 20.000 ton atau lebih, skoci penolong harus dapat diluncurkan pada saat kapal 67

bergerak maju dengan kecepatan 5 knots di air tenang dimana dilakukan pengerjaan pengecatan.

SEKSI IV PERALATAN PENOLONG PERSYARATAN PENGATURANNYA.


Peraturan 34.

DAN

Semua peralatan penolong dan pengaturannya harus mengikuti persyaratan Code.

SEKSI V LAIN-LAIN
Peraturan 35
Petunjuk latihan dan latihan di atas kapal. 1 Peraturan ini berlaku untuk seluruh kapal.

2 Petunjuk latihan yang memenuhi persyaratan paragraph 3 harus diberikan kepada setiap awak kapal messroom, recreation room, atau setiap awak kabin. 3 Petunjuk latihan bilamana terdiri dari beberapa volume, harus terdiri dari instruksi-instruksi dan informasi yang mudah dimengerti dan dipahami dan sebisa mungkin dapat dengan mudah diperagakan, kalau memungkinkan beberapa bagian informasi tersebut diberikan dalam bentuk audio visual. Hal-hal berikut harus dijelaskan secara detail ; Cara mengenakan baju penolong, baju tahan dingin dan baju anti exposuere. cara pengumpulan di tempat-tempat yang telah ditentukan cara meninggalkan kapal, peluncuran, dan clearing rakit penolong, rescue boat, termasuk penggunaan sistem evakuasi di laut, bilamana dapat digunakan. metode peluncuran survival craft cara pelepasan alat-alat peluncur metode penggunaan p[eralatan perlindungan di sekitar tempat peluncuran secara tepat cara iluminasi di daerah peluncuran 68

penggunaan alat-alat untuk bertahan hidup penggunaan peralatan deteksi petunjuk cara penggunaan peralatan radio keselamatan penggunaan obat-obatan penggunaan mesin dan peralatan bantu lainnya cara merecoveri survival craft dan rescue boats, yang meliputi cara penyimpanan dan pengikatannya. cara menghadapi terjadinya penggunaan baju hangat resiko kedinginan dan

cara menggunaan fasilitas survival craft yang paling baik untuk bertahan metode untuk menggunakan kembali peralatan survival tersebut yang meliputi penggunaan gear helikopter penyelamat (sling, basket, stretches), breeches buoy, dan peralatan keselamatan di daerah lepas pantai dan peralatan ship line throwing semua fungsi-fungsi yang terdapat dalam muster list dan instruksi darurat, serta; instruksi untuk melakukan perbaikan secara darurat dari seluruh peralatan keselamatan tersebut. 4 Tiap-tiap kapal yang memiliki sistem evakuasi di laut harus memberikan pelatihan pertolongan di kapal dengan sistem tersebut.

Peraturan 36
Instruksi Pemeliharaan Instruksi pemeliharaan peralatan penyelamat di atas kapal harus mudah dimengerti, dan bila memungkinkan digambarkan. Instruksiinstruksi tersebut harus meliputi hal-hal berikut ; ceklist yang digunakan saat dilakukan pemeriksaan seperti yang disyaratkan dalam Peraturan 20.7 instruksi cara perawatan dan perbaikan jadwal perawatan periodik

69

diagram pelumasan yang direkomendasi lubricants daftar sparepart yang diganti daftar asal spare part, dan buku log untuk catatan pemeriksaan dan pemeliharaan

Peraturan 37
Muster List dan Instruksi-instruksi darurat 1. Muster list harus menetapkan secara detail tanda-tanda darurat dan sistem pengalokasian massa seperti ketentuan Code seksi 7.2 dan juga tindakan yang diambil oleh awak kapal serta penumpang bilamana tanda bahaya dibunyikan. Muster list juga harus menjelaskan bagaimana cara-cara meninggalkan kapal diberikan ; 2. Setiap kapal penumpang harus memiliki prosedur penempatan dan penyelamatan penumpang yang terjebak di ruangan. 3. Muster list harus menujukkan tugas-tugas yang dapat dikerjakan oleh awak kapal yang berbeda, meliputi ; penutupan pintu kedap air, pintu tahan api,valves, scrupes, skylights,portoles,dan bukaan-bukaanlain di kapal peralatan survival craft dan peralatan penyelamatan lainnya persiapan dan peluncuran survival craft persiapan umum peralatan keselamatan lainnya pengumpulan penumpang penggunaan peralatan komunikasi manning of fire parties assigen to deal with fire, dan tugas-tugas khusus untuk menangani peralatan pemadam kebakaran dan instalasinya 4. Muster list harus menetapkan officer-officer mana saja yang ditugaskan untuk memastikan bahwa peralatan penyelamat dan pemadam kebakaran selalu dalam keadaan baik dan siap digunakan kapan saja. 5 Muster list harus menetapkan orang-orang pengganti bilamana orang-orang kunci tidak dapat melaksanakan tugasnya, 70

6 Muster list harus menunjukkan tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh anggota awak kapal dalam hubungannya dengan penumpang pada keadaan darurat. Tugas-tugas itu meliputi ; aba-aba peringatan kepada penumpang memantau bahwa baju pelampung mereka telah sesuai dan telah mengenakan baju penyelamatnya dengan benar. Menuntun penumpang ke tempat pengumpulan Tetap berada di passageways dan di tangga-tangga, serta secara umum memantau gerakan penumpang, serta Memastikan bahwa disetiap survival craft telah tersedia selimut. Muster list harus dipersipan sebelum kapal berlayar, jika terjadi perubahan awak kapal yang mengharuskan adanya perubahan muster list, muster list harus direvisi atau dibuat muster list baru Format dari muster list yang digunakan untuk penumpang harus mendapat pengesahan.

BAB VI Pengangkutan Muatan


Peraturan 2
Informasi Muatan 9 Sub paragrap 2 yang ada dalam paragrap 2 di ganti sebagai berikut; A[2]2 Dalam hal muatan curah, informasi stowage factor dari muatan tersebut, prosedur trimming,kemungkinan terjadinya pengangkatan, meliputi sudut repose, jika dapat diterapkan, dan semua hal yang memiliki sifat-sifat khusus yang relevan.Dalam hal muatan padat atau muatan yang dapat mencair, pada lembar sertifikat ditambahkan informasi mengenai jumlah penguapan dari muatan tersebut dan batas yang dapat diangkut.

Peraturan 7
Penyimpanan muatan curah 10 Peraturan 7 yang lama diganti sebagai berikut;

APeraturan 7
71

1 Untuk maksud penggunaan Peraturan ini, terminal person dimaksudkan sebagai seseorang yang ditunjuk oleh terminal atau fasilitas lain, dimana kapal melakukan bongkar muat yang memiliki tanggungjawab untuk operasi yang dilakukan oleh terminal tersebut atau fasilitas yang disetujui oleh kapal. 2 Untuk memungkinkan master mencegah tegangan-tegangan sisa berlebihan dalam struktur kapal, kapal tersebut harus diberikan dengan booklet, yang mana haru sdituliskan dalam bahasa yang dimengerti oleh awak kapal yang bertanggung jawab terhadap muatan tersebut. Jika bukan dalam bahasa Inggris, kapal tersebut harus dilengkapi dengan booklet berbahasa Inggris Booklet harus setidaknya berisi hal-hal berikut; Data stabilitas seperti yang diminta oleh Peraturan II-1/22 Rata-rata ballas dan deballasting serta kapasitasnya Maksimum kelonggaran muatan per unit surface area di pelat alas Maksimum allowance beban per ruang muat Instruksi umum bongkar muat berkenaan dengan kekuatan struktur kapal meliputi semua batas-batas pada kondisi pengoperasian yang mungkin selama bongkar muat, pengoperasian tangki ballas dan saat berlayar Setiap pembatasan khusus, seperti limitation pada kondisi pengoperasian yang merugikan yang ditentukan oelh pemerintah atau organisasi yang diakui oeh itu, jika dapat dilaksanakan Dimana perhitungan kekuatan disyaratkan, kekuatan permissibe maximum dan momen pada lambung kapal selama bongkar muat dan berlayar 3. Sebelum muatan curah padat dibongkar atau dimuat, master dan tr harus menyetujui rencananya diman harus dijamin bahwa tegangan dan momen yang diizinkan dikapal tidak mengalami kelebihan selam bongkar muat dan rencana ini juga harus berisi sequence, kuantiti dan rata-rata beban pada saat bongkar muat yang diperoleh dengan memperhitungkan kecepatan bongkar muat, jumlah peruangan dan kemampuan ballas dan deballasting kapal. Rencana dan semua sequence itu harus di lakukan sesuai dengan Peraturan dan otoritas pelabuhan 4 Muatan curah harus diangkat dan berhubungan dengan 72

tingkat trim sampai batas dari ruang muat untuk meminimalkan bahwa dari adanya pengangkatan dan untuk memastikan bahwa stabilitas kapal akan ttp memadai dan akan tetap dapat dipertahankan selama pelayaran 5 Bilamana muatan curah diangkut pada kapal dengan dua buah geladak, palkah dari geladak tersebut harus tertutup rapat, bila saat pengangkutan diindikasikan bahwa stuktur alas tidak mampu menerima beban berlebihan jika slah satu palka tersebut dibuka. Muatan harus dijaga keseimbangannya pada tingkat yang diperlukan dan harus diperluas dari sisi ke sisi lainnya atau dijamin oleh tambahan kekuatan memanjang yang cukup di setiap bagian. Kapasitas/dayamuat yang aman bagi muatan di kapal dengan dua dek ini harus selalu damati untuk memastikan bahwa struktur geladak tidak mengalami beban berlebihan 6 Master dan terminal representative harus memastikan bahwa kegitan bongkar muat dilakukan sesuai dengan rencana yang telah disepakati 7 Jika selama bongkar muat semua batasan dari kapal yang tertuang dlm paragrap-paragrap melebihi atau mungkin menjadi lebih atau jika bongkar muat dilanjuntukan, master mempunyai kewenangan untuk menangguhkan kegian dan melaporkan hal tersebut kpada otoritas pelabuhan dengan membertikan sejumlah catatan yang memberitahukan bahwa rencana bongkar muat dihentikan. Master dan terminal representative harus memastikan dapat melakukan koreksi. Bila muatan dibongkar, master dan terminal representative harus dapat memastikan bahwa metode pembongkaran muatan tersebut tidak membahayakan struktur kapal 8 Master harus memastikan bahwa awak kapal secara terus menerus memonitor kegiatan bongkar muat. Bila mana memungkinkan sarat kapal diperiksa secara teratur selama bongkar muat untuk mengetahui jumlah tonage yang telah disuplaikan. Tiaptiap sarat dan pengamatan tonage harus significant dari rencana yang telah atau kedua-duanya harus disesuaikan untuk memastikan bahwa penyimpangan telah dikoreksi

BAB 11
Pengukuran Khusus untuk meningkatkan keselamatan dilaut Peraturan 1
Kewenangan organisasi yang ditunjuk 11 Peraturan yang ada diganti dengan 73

AOrganisasi yang ditunjuk dalam Peraturan I/6 harus tunduk pada petunjuk yang disyahkan oleh organisasi dengan resolusi A.739(18), sebagimana di tambahkan oleh organisasi dan spesifikasi-spesifiksi yang di adopsi oleh organisasi dengan resoludi A.789(19), atau yang telah ditambahkan oleh organisasi serta menyetujui bahwa tambahan tersebut disyahkan. Memberlakukan dan memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan pada artikel VII pada konvensi ini mengenai prosedur tambahan yang dapat digunakan untuk tambahan selain bab I.

74

0 0 0

Mengacu Pada Koda Pelaksanaan Untuk Evaluasi, Test Dan Penerimaan Prototype Novel Peralatan Keselamatan Dan Ketentuan Yang Disyahkan Oleh Organisasi Dengan Resolusi A.520(13). Mengacu rekomendasi pada pengujian peralatan keselamatan jiwa yang diterima oleh organisasi melalui reolusi A.689(17), sebagai yang telah di amandemen. Mengacu persyaratan untuk rakit penolong yang dapat dikendalikan secara otomatis dan rakit penolong bertudung yang dapat dibalik yang dibuat oleh organisasi

Anda mungkin juga menyukai