Anda di halaman 1dari 3

Di dunia, diare merupakan penyebab terbanyak ke dua yang menyebabkan penyakit yang fatal pada anak.

Kira-kira menyebabkan hampir 1,34 juta kematian pada anak usia kurang dari 5 tahun. Rotavirus merupakan penyebab utama penyakit diare yang parah pada anak-anak dan berkontribusi

menyebabkan kematian sebanyak satu per tiga dari kematian anak akibat diare. Saat ini telah tersedia Dua vaksin Rotavius yang efektif yaitu single-strain attenuated human rotavirus vaccine dan multistrain bovine human reassortant vaccine. Oleh WHO immunisasi Rotavirus dianjurkan untuk dilakukan secara rutin pada anak-anak. Efikasi vaksian ini antara80-98% di negara industri seperti di Amerika latin dan sekitar 39-77% di negara berkembang., seperti di Afrika dan Asia. Berdasarkan data efikasi yang diperoleh dari Eropa dan Amerika, WHO mulai membuktikan kegunaan dari vaksin di negara-negara tersebut pada tahun 2006. Dalam 2 tahun setelah WHO membuktikan kegunaan dari vaksin, beberapa negara menambahkan vaksinansi rotavirus dalam program imunisasi rutin mereka. Kemudian, setelah membuktikan efikasi vaksin di Asia dan Afrika, pada tahun 2009 WHO menganjurkan agar vaksinansi Rotavirus dilakukan pada semua bayi di dunia. Selama vaksin rotavirus dimasukkan dalam program imunisasi rutin pada anak, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap efek dari kebijakan program

tersebut. Hal ini dilakukan karena bebarapa alasan diantaranya: 1. Imunisasi rutin yang dijalankan di dunia nyata, kondisinya berbeda dengan setting pada penelitian klinis yang ideal. Jadi, pengawasan pengaruh dari kebijakan di atas terhadap penyakit akibat Rotavirus penting untuk dilakukan untuk menentukan apakah manfaat yang diharapkan telah tercapai. 2. Dapat terjadi perubahan epidemiologi penyakit akibat rotavirus setelah dikeluarkannya kebijakan vaksinasi rutin Rotavirus, misalnya

terjadi pergeseran usia rata-rata yang terinfeksi Rotavirus, musim terjadinya infeksi Rotavirus, dan serotipe virus yang tersebar setelah vaksinasi biasanya. 3. Memastikan bahwa perlindungan dari vaksinasi Rotavirus dapat memberikan kekebalan pada tahun-tahun pertama dan kedua kehidupan sebagai dasar penilaian suksesnya program vaksinasi ini. Dimana pada usia ini, penyakit berat dan kematian yang terjadi pada bayi paling banyak disebabkan oleh Rotavirus. 4. Pentingnya dilakukan penilaian manfaat dari vaksinasi virus terhadap anggota masyarakat yang tidak divaksinasi. Pengawasan pengaruh vaksinasi yang menitik beratkan pada kesehatan masyarakat tidak hanya menilai efektivitas vaksinasi rotavirus tetapi juga diperlukan untuk menentukan kebijakan di bidang kesehatan masyarakat, serta agar investasi terhadap program ini terus dilanjutkan. di negara-negara yang pertama kali mengenalkan vaksin Rotavirus, Efek dari vaksin Rotavirus terhadap diare yang berat terlihat sangant cepat, mudah diukur, dan bermakna, menandakan manfaat dari vaksinasi Rotavirus terhadap kesehatan masyarakat. Dua penemuan yang atau munculnya variasi genetik yang berbeda dari

menarik dan diluar perkiraan dari vaksinasi Rotavirus yaitu perlindungan yang tidak langsung serta perubahan musim terjadinya infeksi

Rotavirus. Informasi terbaru mengenai vaksinasi Rotavirus juga tersedia bagi negara-negara lain, khususnya bagi yang memasukkan vaksinasi Rotavirus dalam program imunisasi mereka.

Pengaruh Vaksinansi Rotavirus terhadap Kasehatan

Pertanyaan yng muncul mengenai tampilan vaksin, durasi proteksinya, dan manfaat tidak langsung yang diperoleh dari vaksin telah terjawab melalui penelitian klinis dan penelitian yang didesain terutama untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul. Penilaian yang lebih efektif, efisien, serta praktis yang secara komprehensif ditujukan terhadap pertanyaan mengenai apakah negara-negara penanam modal menghasilkan data yang sesuai yang dapat dijadikan sebagai

pertimbangan para pembuat kebijakan dalam menilai masalah dan para orang tua, seperti yang kita harapkan. Kumpulan artikel pertama kali menyediakan penggunaan data yang ada untuk menilai vaksinasi Rotavirus terhadap kesehatan di negar-negara dengan penghasilan menengah ke bawah, menengah, dan tinggi. Yen dan kawan-kawan menujukkan adanya penurunan angka infeksi Rotavirus yang besar di Elsavador (salah satu negara berpebghasilan menengah ke bawah di Amerika tengah) setelah 2 tahun dilakukan vaksinasi. Penelitian Yen dkk. ini menunjukkan manfaat dari vaksinasi dalam meningkatkan kesehatan anak di negara-negara berkembang di dunia. Penelitian Quintanar-Solares dkk. di mexico, menunjukkan bahwa vaksinasi

Rotavirus dapat menurunkan angka kematian anak akibat diare. Selain itu, juga dilaporkan bahwa terjadi penurunan yang signifikan mengenai jumlah anak yang di rawat di rumah sakit akibat diare selama musim dingin, saat infeksi Rotavirus sering terjadi. Hal ini menggambarkan adanya manfaat menanam modal modal pada vaksinasi Rotavirus.