Anda di halaman 1dari 3

Defenisi Ophthalmopathy (juga dikenal sebagai penyakit mata tiroid (TED), dysthyroid / tiroid terkait orbitopathy (TAO), Graves'

Graves orbitopathy) merupakan suatu gangguan inflamasi autoimun. Dimana tanda tanda klinisnya berupa retraksi palpebra, lid lag, proptosis,miopati ektra okuler. Penyakit ini biasanya berhubungan dengan hipertiroid, namun dapat juga muncul pada penyakit hashimoto tiroiditis dan kondisi eutiroid.Dapat terjadi pada kedua mata namun asimetris.(AAO) Epidemiologi Berdasarkan studi kasus di Amerika, didapatkan pasien TAO pada semua umur sebanyak 16 kasus per 100.000 populasi dalam satu tahun adalah wanita. Sedangkan laki laki sebanyak 3 kasus dam 100.000 populasi per tahun. Jumlah wanita 6 kali lebih banyak dari pada laki laki. Insiden terbanyak muncul pada kelompok umur 40 44 tahun, 60 64 tahun pada wanita dan 45 49 tahun serta 65 69 tahun pada laki laki. Rata rata TAO terdiagnosis pada usia 43 tahun. Sebuah studi menunjukkan bahwa pada saat diagnosis, 90% dari pasien dengan orbitopathy klinis hipertiroid menurut tes fungsi tiroid, sedangkan 3% memiliki tiroiditis Hashimoto , 1% adalah hipotiroid dan 6% tidak memiliki tes fungsi tiroid kelainan apapun. [ 4] Dari pasien dengan Graves hipertiroidisme, 20 sampai 25 persen memiliki Graves klinis jelas 'ophthalmopathy, sementara hanya 3-5% akan mengembangkan ophthalmopathy parah. Etiologi dan Faktor Resiko TAO merupakan suatu penyakit autoimun yang penyebabnya masih belum diketahui.Penyakit ini berhubungan dengan hipertiroid, hashimotto Tiroiditis, dan eutiroid. Beberapa keadaan dapat mempengaruhi perjalanan TAO yaitu: - Perlangsungan hipertiroidisme yang berat dan lama - Pengobatan dengan I 131 dapat memperburuk oftalmopati yang sudah ada - Merokok Penelitian kahir-kahir ini membuktian bahwa merokok merupakan salah satu prediktor penting bukan hanya terhadap perjalanan oftalmopati tetapi juga terhadap respons obat immunomodulator. Dari suatu penelitian sekitar 70% dari mereka yang merokok mengalami respons buruk baik dengan terapi glukokortikoid maupun radioterapi Pengobatan kelainan mata yang terlambat atau tidak tepat - Mereka dengan titer TsH yang tinggi - Polimorphism genetik (CTLA-4 A/G) - Anatomi orbita yang sempit

Klasifikasi ( graves orbitopathy)

Klasifikasi NOSPECS diperkenalakan oleh Dr. Sidney C. Werner pada tahun 1963, kemudian
diperbaruhi oleh American Thyroid Association (ATA) maka dikenal juga sebagai klasifikasi kelainan mata dari ATA tahun 1969 dan sekali lagi tahun 1977 dengan menciptakan suatu system skor indeks ophtalmopati.

Tabel 1. Detailed classification of eye changes of Graves disease (Modified 1977) Class Grade Suggestion for grading 0 No physical signs or symptoms I Only Signs II Soft-tissue involvement with symptoms and signs o Absent a Minimal b Moderate c Marked III Proptosis 3 mm or more in excess of upper normal limit, with or without symptoms o Absent a 3-4 mm increase over upper normal b 5-7 mm increase c 8 or more mm increase IV Extraocular muscle involvement, usually with diplopia, other symptoms and other signs o Absent a Limitation of motion, at extreme gaze b Evident restriction of motion c Fixation of globe or globes V Corneal involvement (primarity due to lagophthlmos) o Absent a Stippling or cornea b Ulceration c Clouding, necrosis, perforation VI Sight lost caused by optic nerve involvement o Absent a Disc pallor or choking, or visual field defect acuity 20/20 to 20/60 b Same, acuity 20/70 to 20/200 c Blindness (failure to perceive light), acuity less than 20/200

IV. PATOGENESIS ( Vougan) Autoantibodi menyerang fibroblast pada otot mata, dan fibroblast tersebut dapat berubah menjadi sel-sel lemak (adiposit). Sel-sel lemak dan pembesaran otot dan menjadi radang. Venavena terjepit, dan tidak dapat mengalirkan cairan, menyebabkan edema.(3,4,5)

Gambaran utama adalah distensi nyata otot-otot okular akibat pengendapan mukopolisakarida. Mukopolisakarida bersifat sangat higroskopik sehingga meningkatkan kandungan air didalam orbita.(1) Sekarang diperkirakan terdapat dua komponen patogenik pada penyakit Graves: 1. Kompleks imun tiroglobulin-antitiroglobulin berikatan dengan otot-otot ekstraokular dan menimbulkan miositis 2. Zat-zat penyebab eksoftalmos bekerja dengan imunoglonulin oftalmik untuk

menyingkirkan thyroid stimulating hormone dari membran retro-orbita, yang menyebabkan peningkatan lemak retro-orbita.(1,3,4,5)