Anda di halaman 1dari 4

Pengkajian Gangguan Sistem Perkemihan A.

DATA BIOGRAFI a) Nama b) Usia c) Jenis kelamin d) Suku e) Status perkawinan f) Agama g) Pekerjaan B. Pola berkemih Pada orang-orang untuk berkemih sangat individual C. Frekuensi Urine 1. Frekuensi untuk berkemih tergantung kebiasaan dan kesempatan 2. Banyak orang-orang berkemih kira-kira 70 % dari urine setiap hari pada waktu bangun tidur dan tidak memerlukan waktu untuk berkemih pada malam hari. 3. Orang-orang biasanya berkemih : pertama kali pada waktu bangun tidur, sebelum tidur dan berkisar waktu makan. C. Volume Urine Volume urine yang dikeluarkan sangat bervariasi dalam usia jumlah / hari : 1) Hari pertama & kedua dari kehidupan 15 60 ml 2) Hari ketiga kesepuluh dari kehidupan 100 300 ml 3) Hari kesepuluh 2 bulan kehidupan 250 400 ml 4) Dua bulan 1 tahun kehidupan 400 500 ml 5) 1 3 tahun 500 600 ml 6) 3 5 tahun 600 700 ml 7) 5 8 tahun 700 1000 ml 8 14 tahun 800 1400 ml 9) 14 tahun dewasa 1500 ml 10) Dewasa tua 1500 ml / kurang Jika volume dibawah 500 ml atau diatas 300 ml dalam periode 24 jam pada orang dewasa, maka perlu lapor. D. Faktor yang mempengaruhi kebiasaan berkemih 1. Diet dan intake Jumlah dan type makanan merupakan faktor utama yang mempengaruhi output urine, seperti protein dan sodium mempengaruhi jumlah urine yang keluar, kopi meningkatkan pembentukan urine intake cairan dari kebutuhan, akibatnya output urine lebih banyak. 2. Respon keinginan awal untuk berkemih Beberapa masyarakat mempunyai kebiasaan mengabaikan respon awal untuk berkemih dan hanya pada akhir keinginan berkemih menjadi lebih kuat. Akibatnya urine banyak tertahan di kandung kemih. Masyarakat ini mempunyai kapasitas kandung kemih yang lebih daripada normal 3. Gaya hidup Banyak segi gaya hidup mempengaruhi seseorang dalam hal eliminasi urine. Tersedianya fasilitas toilet atau kamar mandi dapat mempengaruhi frekuensi eliminasi. Praktek eliminasi keluarga dapat mempengaruhi tingkah laku.

4. Stress psikologi Meningkatnya stress seseorang dapat mengakibatkan meningkatnya frekuensi keinginan berkemih, hal ini karena meningkatnya sensitive untuk keinginan berkemih dan atau meningkatnya jumlah urine yang diproduksi. 5. Tingkat aktifitas Aktifitas sangat dibutuhkan untuk mempertahankan tonus otot. Eliminasi urine membutuhkan tonus otot kandung kemih yang baik untuk tonus sfingter internal dan eksternal. Hilangnya tonus otot kandung kemih terjadi pada masyarakat yang menggunakan kateter untuk periode waktu yang lama. Karena urine secara terus menerus dialirkan keluar kandung kemih, otototot itu tidak pernah merenggang dan dapat menjadi tidak berfungsi. Aktifitas yang lebih berat akan mempengaruhi jumlah urine yang diproduksi, hal ini disebabkan karena lebih besar metabolisme tubuh. 6. Tingkat perkembangan Tingkat pertumbuhan dan perkembangan juga akan mempengaruhi pola berkemih. Pada wanita hamil kapasitas kandung kemihnya menurun karena adanya tekanan dari fetus atau adanya lebih sering berkemih. 7. Kondisi Patologis. Demam dapat menurunkan produksi urine (jumlah & karakter) dan Obat diuretiik dapat meningkatkan output urine dan Analgetik dapat terjadi retensi urine. E. Urine Warna : 1. Normal urine berwarna kekuning-kuningan 2. Obat-obatan dapat mengubah warna urine seperti orange gelap 3. Warna urine merah, kuning, coklat merupakan indikasi adanya penyakit. Bau : 1. Normal urine berbau aromatik yang memusingkan 2. Bau yang merupakan indikasi adanya masalah seperti infeksi atau mencerna obat-obatan tertentu. Berat jenis : 1. Adalah berat atau derajat konsentrasi bahan (zat) dibandingkan dengan suatu volume yang sama dari yang lain seperti air yang disuling sebagai standar. 2. Berat jenis air suling adalah 1, 009 ml 3. Normal berat jenis : 1010 1025 Kejernihan : 1. Normal urine terang dan transparan 2. Urine dapat menjadi keruh karena ada mukus atau pus. F. PH : 1. Normal pH urine sedikit asam (4,5 7,5) 2. Urine yang telah melewati temperatur ruangan untuk beberapa jam dapat menjadi alkali karena aktifitas bakteri 3. Vegetarian urinennya sedikit alkali. G. Protein : 1. Normal : molekul-molekul protein yang besar seperti : albumin, fibrinogen, globulin, tidak tersaring melalui ginjal ke urine 2. Pada keadaan kerusakan ginjal, molekul-molekul tersebut dapat tersaring ke dalam urine 3. Adanya protein didalam urine - proteinuria, adanya albumin dalam urine albuminuria.

H. Masalah-masalah dalam Eliminasi Masalah-masalahnya adalah : retensi, inkontinensia urine, enuresis, perubahan pola urine (frekuensi, keinginan (urgensi), poliurine dan urine suppression). Penyebab umum masalah ini adalah : * Obstruksi * Pertumbuhan jaringan abnormal * Batu * Infeksi * Masalah-masalah lain. 1. Retensi a) Adanya penumpukan urine didalam kandung kemih dan ketidak sanggupan kandung kemih untuk mengosongkan diri. b) Menyebabkan distensi kandung kemih c) Normal urine berada di kandung kemih 250 450 ml d) Urine ini merangsang refleks untuk berkemih. e) Dalam keadaan distensi, kandung kemih dapat menampung urine sebanyak 3000 4000 ml urine Tanda-tanda klinis retensi a) Ketidaknyamanan daerah pubis. b) Distensi kandung kemih c) Ketidak sanggupan unutk berkemih. d) Sering berkeih dalam kandung kemih yang sedikit (25 50 ml) e) Ketidak seimbangan jumlah urine yang dikelurakan dengan intakenya. f) Meningkatnya keresahan dan keinginan berkemih. 2. Inkontinensi urine a) Ketidaksanggupan sementara atau permanen otot sfingter eksterna untuk mengontrol keluarnya urine dari kandung kemih b) Jika kandung kemih dikosongkan secara total selama inkontinensia sampai inkontinensi komplit c) Jika kandung kemih tidak secara total dikosongkan selama inkontinensia sampai inkontinensi sebagian Penyebab Inkontinensi a) Proses ketuaan b) Pembesaran kelenjar prostat c) Spasme kandung kemih d) Menurunnya kesadaran e) Menggunakan obat narkotik sedative I. Perubahan pola berkemih 1. Frekuensi a) Normal, meningkatnya frekuensi berkemih, karena meningkatnya cairan b) Frekuensi tinggi tanpa suatu tekanan intake cairan dapat diakibatkan karena cystitis c) Frekuensi tinggi pada orang stress dan orang hamil d) Canture / nokturia meningkatnya frekuensi berkemih pada malam hari, tetapi ini tidak akibat meningkatnya intake cairan. 2. Urgency a) Adalah perasaan seseorang untuk berkemih b) Sering seseorang tergesa-gesa ke toilet takut mengalami inkontinensi jika tidak berkemih

c) Pada umumnya anak kecil masih buruk kemampuan mengontrol sfingter eksternal. 3. Dysuria a) Adanya rasa sakit atau kesulitan dalam berkemih b) Dapat terjadi karena : striktura urethra, infeksi perkemihan, trauma pada kandung kemih dan urethra. 4. Polyuria a) Produksi urine abnormal dalam jumlah besar oleh ginjal, seperti 2.500 ml/hari, tanpa adanya peningkatan intake cairan b) Dapat terjadi karena : DM, defisiensi ADH, penyakit ginjal kronik c) Tanda-tanda lain adalah : polydipsi, dehidrasi dan hilangnya berat badan. 5. Urinari suppresi a) Adalah berhenti mendadak produksi urine b) Secara normnal urine diproduksi oleh ginjal secara terus menerus pada kecepatan 60 120 ml/jam (720 1440 ml/hari) dewasa c) Keadaan dimana ginjal tidak memproduksi urine kurang dari 100 ml/hari disanuria d) Produksi urine abnormal dalam jumlah sedikit oleh ginjal disebut oliguria misalnya 100 500 ml/hari e) Penyebab anuria dan oliguria : penyakit ginjal, kegagalan jantung, luka bakar dan shock. J. Pemeriksaan penunjang 1. Pemeriksaan Urine meliputi Volime, warna, Berat Jenis, Ph, Protein, Bikokarbonat, warna tambahan, dan osmolalitas. 2. pemeriksaan darah meliputi : HB, SDM, kalium, Natrium, pencitraan radionuklida, dan Klorida, fosfat, dan magnesium meningkat. 3. pemeriksaan ultrasound ginjal 4. arteriogram ginjal 5. EKG 6. CT Scan 7. Endourologi 8. Urografi ekskretorius 9. sistouretrogram berkemih