Anda di halaman 1dari 8

TATA LETAK FASILITAS PENGOLAHAN LIMBAH PT.

SASA INTI

1.1 tata letak fasilitas pengolahan limbah

PT.sasa inti memiliki 2 macam pengolahan limbah yaitu pengolahan limbah cair dan limbah pengolahan limbah padat yang terletak di belakang pabrik. Penempatan di belakang pabrik tersebut dimaksudkan agar proses pengolahan limbah tidak menggangu proses produksi dan tidak mengkontaminasi proses produksi. Pada pengolahan limbah cair mempunyai luas lahan yang lebih besar dari pada pengolahan limbah padat, hal ini dikarenakan limbah yang dihasilkan oleh proses produksi banyak menghasilkan limbah cair. Tata letak fasilitas pada dasarnya adalah sebagai tata cara pengaturan fasilitas-fasilitas ruangan untuk menunjang kelancaran proses. Pengaturan ini harus memperhatikan luas area untuk penempatan mesin, kerja operator, dan fasilitas penunjang lainnya (wignjosoebroto, 2003). PT.sasa inti menata tata letak fasilitas pengolahan limbahnya dengan mengacu pada kapasitas limbah yang dihasilkan pada proses produksi. Jika ada penambahan proses produksi, secara otomatis limbah yang dihasilkan juga bertambah dan kapasitas pengolahan limbah juga semakin besar. Selain itu, pengolahan limbah PT.sasa inti menggunakan beberapa fasilitas yang mempunyai kapasitas dan jumlah yang berbeda-beda. TABEL : DAFTAR FASILITAS PENGOLAHAN LIMBAH PT.SASA inti no 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 kapasitas Pit 1400 m3 Bar screen (tidak diukur) PH adjusment (tidak diukur) Gathering 1000 m3 Return slug box (tidak diukur) Measuring wear (tidak diukur) Biopit 1000 m3 Seetling basin 1 750 m3 Recyle pit 40 m3 Mixing basin 40 m3 Coagulation tank 40 m3 Setling basin 2 500 m3 Treat water tank 100 m3 Kolam percobaan (tidak diukur) Solar dyer (tidak diukur) Tempat penyimpanan limbah karbon (tidak diukur) aktif fasilitas jumlah 4 1 1 2 2 2 4 1 1 1 1 1 1 1 9 1

1.2 tipe tata letak fasilitas pengolahan limbah salah satu keputusan yang perlu dibuat adalah keputusan-keputusan perancangan proses yang dipilih berdasarkan pada tipe-tipe tata letak. Tipe tata letak yang yang sesuai akan menjadikan efisiensi proses manufacturing untuk jangka waktu yang cukup lama (purnomo,2004). Ada 2 jenis tipe pada pengolahan limbah di PT. Sasa inti gading yaitu, tipe tata letak fasilitas pada pengolahan limbah cair dan pengolahan limbah padat. 1.2.1 tipe tata letak fasilitas pengolahan limbah cair tipe tata letak fasilitas pengolahan limbah cair PT.sasa inti adalah menggunakan product layout. Pengolahan ke dalam product layout karena pada pengolahan limbah PT.sasa inti inti aliran proses pengolahan air limbah mengalir mengikuti urutan proses pengolahan dalam satu tempat sehingga tidak terjadi perpindahan bahan dari satu departemen ke departemen yang lain di samping itu, pertimbangan pengolahan penggolongan ke dalam tipe product layout adalah volume pengolahan limbah yang cukup tinggi, karena untuk volume yang tinggi akan dapat mempengaruhi biaya yang dikeluarkan oleh perpindahan barang. Selain itu pengolahan air limbah bersifat kontinyu. Jika proses produksi maka semua proses akan memberi kerugian yang besar karena akan ada limbah cair lain yang menumpuk di dalam bak penampungan air limbah (pit). Seperti yang dikatakan purnomo (2009) bahwa product layout merupakan metode atau cara pengaturan dan penempatan semua fasilitas produksi yang diperlukan ke dalam suatu departemen tertentu. Suatu produk dapat diproduksi dengan menggunakan mesin pada departemen tersebut sehingga tidak terjadi perpindahan bahan dari suatu departemen ke departemen lain. Dalam product layout digunakan bila volume produksi cukup tinggi dan variasi produk tidak banyak dan sangat sesuai untuk produksi yang kontinyu. 1.2.2 tipe tata letak fasilitas pengolahan limbah padat tipe tata letak fasilitas pengolahan limbah padat PT.sasa inti adalah mengunakan process layout. Penggolongan kedalam process layout karena pada proses pengolahan limbah padat dilakukan pemindahan bahan menuju fasilitas yang sesuai dengan urutan proses. Yaitu dilakukan dengan cara meletakkan limbah padat secara manual dengan cara meletakkan limbah padat secara manual ke dalam solar dryer yang sejajar dan berurutan serta pengolahan limbah padat tidak dilakukan secara kontinyu hal ini dikarenakan limbah padat yang dihasilkan relatif sedikit sehingga proses pengolahan limbah padat dilakukan jika limbah padat sudah ada. Seperti yang dikatakan oleh purnoomo(2004) bahwa dalam process layout sifat yang dikelompokan dalam departemen yang sama pada suatu pabrik.

Dengan kata lain bahan baku dipindahakan menuju departemen-departemen sesuai dengan urutan proses yang dilakukan. Pada pengolahan limbah padat material dipindahkan menuju solar dyer sesuai dengan urutan proses yang dilakukan. Process layout dilakukan bila volumenya kecil seperti yang terdapat pada pengolahan limbah padat yang hanya mengolah limbah dalam skala kecil. 1.3 pola aliran bahan pengolahan limbah Pola aliran bahan merupakan aliran yang dipakai untuk pengaturan aliran bahan dalam proses produksi (wignjosoebroto,2003). Terdapat 2 macam pola aliran bahan pengolahan limbah PT.sasa inti yaitu pola aliran bahan pada pengolahan limbah cair dan pengolahan limbah padat 1.3.1 pola aliran bahan pengolahan limbah cair Pola aliran bahan pengolahan limbah cair pada PT.sasa inti menggunakan pola supertine (s-shape). Penggolongan kedalam pola supertine karena terdapat beberapa pembelokan aliran proses pengolahan limbah cair. Hal ini dikarenakan PT.Sasa inti ingin meminimalkan bahan lahan yang digunakan untuk melakukan proses pengolahan limbah cair karena jika layout memenjang lahan yang dipakai tidak efisien. Penerapan pola seperti ini juga dimaksudkan agar pengecekan dan perawatan setiap proses dapat lebih mudah. Menurut wignjosoebroto (2004) pola aliran bahan ini sangat baik diterapkan bilamana aliran proses produksi lebih panjang dibandingkan dengan luas area yang tersedia. Untuk itu aliran bahan akan dibelokkan untuk menambah panjangnya garis aliran yang ada dan ukuran dari bangunan pabrik yang ada. 1.3.2 pola aliran bahan pengolahan limbah padat Pola aliran bahan pengolahan limbah padat PT.sasa inti adalah menggunakan u-shape. Penggunaan pola u-shape dikarenakan proses akhir dan awal berada didalam tempat yang sama. Dengan menggunakan sistem first-in-first-out yaitu bahan yang pertama kali masuk ke dalam solar dyer juga akan diambil pertama kali jika proses sudah selesai. Seperti yang dikatakan wignjisoebroto (2004) pola aliran bahan ini dapat dipakai bilamana dikehendaki bahwa akhir dari proses produksi akan berada pada lokasi yang sama dengan awal proses produksinya. Hal ini mempermudah pemanfaatan fasilitas transportasi dan mempermudah pengawasan untuk keluar masuknya material dari dan menuju pabrik.

1.4 keuntungan dan kerugian pada tata letak fasilitas pengolahan limbah 1.4.1 keuntungan dan kerugian tata letak fasilitas pengolahan limbah cair keuntungan : - mempermudah bagi limbah cair untuk mengikuti urutan proses pengolahan dalam suatu tempat - tidak terjadi perpindahan barang dari suatu departemen ke departemen lainnya - dapat memproduksi dalam skala besar kerugian : -bila proses berhenti maka semua proses akan terhenti dan akan memberi kerugian besar karena ada limbah cair yang akan menumpuk -karena pengolahan limbah cair diolah dalam jumlah besar maka memerlukan biaya yang besar

1.4.2 keuntungan dan kerugian tata letak fasilitas pengolahan limbah padat keuntungan : -penggunaan biaya/investasi pada pengolahan limbah padat kecil karena hanya dilakukan dalam skala kecil -dalam pengolahan limbah padat di PT.sasa inti menggunakan mesin sedikit sehingga mempermudah menangani mesin yang rusak kerugian : -proses pengolahan limbah hanya bisa dimulai jika limbah telah terkumpul -hanya dapat dilakukan dalam skala kecil