Anda di halaman 1dari 29

PELABUHAN TANJUNG PRIOK Sejarah / Hirarki Peran dan Status Pelabuhan Sejak dulu nusantara memang telah menjadi

perhatian berbagai bangsa di Eropa, misalnya Portugis, Spanyol, Belanda dan Inggris. Karena itu kapal-kapal mereka menjelajah samudera untuk sampai ke negeri ini. Tujuan semula sebenarnya hanya untuk mencari rempah-rempah. Tetapi, belakangan persaingan diantara mereka timbul, karena masing-masing ingin menancapkan

Kukudinegerikita. Setelah menempuh pelayaran cukup lama, akhirnya perahu Portugis pertama merapat ke Pelabuhan Sunda Kelapa tahun 1522. Saat itu pulalah rakyat negeri ini berkenalan dengan orang Portugis, perkenalan yang ternyata memberi akibat jauh. Dengan cara halus mereka berhasil membujuk Raja Sunda Kelapa bekerja sama dengan mereka. Dari kerjasama ini mereka mengambil kesempatan dan mendirikan benteng, dengan alasan untuk menghadapi lasakar Islam yang menggangu mereka dari Jawa. Padahal, sebenarnya mereka ingin menguasai Sunda Kelapa dan memperluas wilayah perdagangan. Kejayaan Portugis di Sunda Kelapa ternyata tidak lama. Tahun 1527 Sultan Demak memerintahkan Fatahillah untuk mengerahkan 2.000 pasukannya menyerang Sunda Kelapa. Serangan tersebut tidak dapat dipatahkan Portugis sehingga Sunda Kelapa direbut Fatahillah. Fatahillah kemudian menggantikan nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta yang berarti Kota Kemenangan. Karena Jayakarta semakin kesohor di bawah pemerintahan Fatahillah, Bandar tersebut dikenal secara Internasional. Setelah Fatahillah yang cukup lama meninggal, kekuasaan dipegang putranya, Pangeran Jayakarta.

PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Ketika Pangeran Jayakarta berkuasa itulah, pasukan VOC datang, dan berusaha merebut Jayakarta. Dalam pertempuran sengit yang berlangsung tahun 1619 itu Pangeran Jayakarta dilumpuhkan dan VOC Belanda mengambil alih kekuasaan.Tahun 1796, VOC menyerahkan Batavia ke Bataafche Republiek, yang merupakan perwakilan berbagai propinsi di negeri Belanda. Sementara itu perkembangan terjadi di berbagai penjuru dunia. Salah satu diantaranya ialah pembukaan Terusan suez tahun 1896. Dengan dibukanya terusan itu, jalur pelayaran perdagangan dari Eropa ke Asia semakin dekat dan betambah ramai termasuk Indonesia. Sejak itu pula, Pelabuhan Sunda Kelapa bukan hanya menjadi tempat berlabuh kapal-kapal dagang Inggris, Portugis, Belanda dan Cina, tetapi juga menjadi tempat persinggahan kapal-kapal musafir dari berbagai penjuru dunia. Kesibukan pun meningkat di Pelabuhan itu. Karena perkembangan pelayaran berlangsung begitu cepat, lama kelamaan Pelabuhan Sunda Kelapa tidak mampu lagi menampung kapal-kapal dari berbagai penjuru dunia. Pemerintah Belanda menyadari kenyataan tersebut. Akhirnya mereka memutuskan, Sunda Kelapa harus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Karena itu, pelabuhan baru segera di bangun sebelah timur Sunda Kelapa. Kemudian diberi nama Tanjung Priok.

Profil Pelabuhan Tanjung Priok Alamat Kabupaten Propinsi Kode Pos Koordinat Status Pelabuhan Jenis Pelabuhan Telepon Faximile Kelas Pelabuhan Pemanduan - Pandu - Tunda - Kepil : Jalan Raya Pelabuhan Nomor 9 : Jakarta Utara : DKI Jakarta : 14310 : 06 - 06' - 00'' LS dan 106 - 53' - 00 BT : Diusahakan : Pelabuhan Umum : 62-21-4367305 62-21-4301080 : 62-21-4372933 : Pelabuhan Utama : 7 Unit : 18 Unit : 6 Unit
2

PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Kedalaman - Alur : -5 s/d -14 mLWS - Kolam PLB : -5 s/d -14 mLWS

Fasilitas dan Peralatan Pelabuhan 1.Dermaga I Nama : 001, 002, 003 Operator : PT. Hamparan Jala Segara Panjang : 420 M' Lapangan Penumpukan : 6146,65M 2. Dermaga II Gudang Nama Operator Panjang Lapangan Penumpukan Gudang

: 12075 M' : 004 : PT. Kharisma Bintang Samudera : 448,20 M' : 5.895 M' : 4.000 M'

3. Dermaga III Nama Operator Panjang Lapangan Penumpukan Gudang 4. Dermaga IV Nama Operator Panjang Lapangan Penumpukan Gudang 5. Dermaga V Nama Operator Panjang Lapangan PenumpukaN Gudang 6. Dermaga VI Nama

: 004 U : PT. Prima Nur Panurjwan : 514 M' : 2.500 M' :-

: 005, 006 dan 007 : PT. Sarana Bandar Nasional : 544,50 M' : 11.546 M' : 16.965 M'

: 005 S : PT. Multi Terminal Indonesia : 14,6 M' ::-

: 007 U

PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Operator Panjang Lapangan Penumpukan Gudang 7. Dermaga VII Nama Operator Indonesia Panjang Lapangan Penumpukan Gudang 8. Dermaga VIII Nama Operator Panjang Lapangan Penumpukan Gudang 9. Dermaga IX Nama Operator Panjang Lapangan Penumpukan Gudang

: PT. Multi Terminal Indonesia : 75 M' ::-

: 009 : PT. Multi Terminal : 404 M' : 50.000 M' :-

: Walie Jaya : PT. Walie Citra Teladan : 400 M' : 28.783 M' :-

: 100 : PT. Trimulia Baruna Perkasa : 64 ::-

10. Dermaga X Nama Operator Panjang Lapangan Penumpukan Gudang 11. Dermaga XI Nama Operator Panjang Lapangan Penumpukan Gudang 12. Dermaga XII Nama Operator Panjang Lapangan Penumpukan

: 101 U dan 102 : PT. Trimulia Baruna Perkasa : 522,50 M' : 8.122 M' : 2.817,50 M'

: 103, 104 dan 105 : PT. Adipurusa : 445 M' : 9.989 M' : 15.873,99M'

: 106 dan 107 : Cabang Tg. Priok : 380 M' :-

PELABUHAN TANJUNG PRIOK

13. Dermaga XIII Nama Operator Panjang Lapangan Penumpukan Gudang : 12.907 M' 14. Dermaga XIV Nama Operator Panjang Lapangan Penumpukan Gudang 15. Dermaga XV Nama Operator Panjang Lapangan Penumpukan Gudang 16. Dermaga XVI Nama Operator Panjang Lapangan Penumpukan Gudang

: 108, 109, dan 110 : PT. Mahardi Sarana Tama : 464 : 9.430 M'

: 111, 112, dan 113 : PT. Dwipahasta Utama Duta : 450 M' : 12.997,10M' : 13.494,50M'

: 114 : PT. Multi Terminal Indonesia : 170 M' : 900 M' : 4.950 M'

: 115/200 : Cabang Tg. Priok : 287 M' : 12.525 M' : - M'

17. Dermaga XVII Nama Operator Panjang Lapangan Penumpukan Gudang 18. Dermaga XVIII Nama Operator Panjang Lapangan Penumpukan Gudang 19. Dermaga XIX Nama Operator Panjang

: 201, 202, dan 203 : PT. Kaluku Maritim Utama : 506 M' : 14.805,88M' : 8.219,96 M'

: 207 : PT. Multi Terminal Indonesia : 144 M' : - M' : 14.805,88M'

: 208 dan 209 : PT. Prima Nur Panurjwan : 420 M'

PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Lapangan Penumpukan Gudang 20. Dermaga XX Nama Operator Panjang Lapangan Penumpukan Gudang 21. ALUR PELAYARAN Panjang Kedalaman

: 10.340,20 M' : 7.002,98 M'

: 210 dan 211 : Cabang Tg. Priok : 276 M' : 5.775 M' : 3.513,57 M'

: 16.853 Km : -5 s/d -14 MLWS

22. KOLAM PELABUHAN Luas : 424 Ha Kedalaman : -5 s/d -14 MLWS 23. GUDANG Luas Kapasitas

: 180.367 M2 : 26.35 T/M2

24. LAPANGAN PENUMPUKAN Luas : 341.711 M2 25. TERMINAL PENUMPANG Luas : 7.266 M2 Kapasitas : 5.000 Prs

DLKR / DLKP Surat Keputusan Bersama Menteri Perhubungan dan Menteri Dalam Negeri Nomor : 16 Tahun 1972 dan SK.146/0/1972 tanggal 1 Juni 1972 LISTRIK PLN : 12.810 Kva AIR PAM : 2.350 M3

PELABUHAN TANJUNG PRIOK

PEMADAM KEBAKARAN Ada : 8 Unit

DATA OPERASIONAL PELABUHAN TANJUNG PRIOK TAHUN 2002 2006

PELABUHAN TANJUNG PRIOK

NO

JENIS JASA

TARIF (Rp)

KETERANGAN

JASA LABUH - Kapal niaga - Kapal bukan niaga

73,37,-

per GT/kunjungan per GT/kunjungan

JASA TAMBAT - Dermaga (Besi, Besi/Kayu) 68,- Breasting Dolphin dan 35,Pelampung - Pinggiran 23,PEMANDUAN - Tarif pokok - Tarif tambahan PENUNDAAN Kapal s.d 3.500 GT - Tarif tetap - Tarif variabel Kapal 3.501 s.d 8.000 GT - Tarif tetap - Tarif variabel Kapal 8.001 s.d 14.000 GT - Tarif tetap - Tarif variabel Kapal 14.001 s.d 18.000 GT - Tarif tetap - Tarif variabel

per GT/etmal per GT/etmal per GT/etmal

78.400,22,-

per kapal/gerakan per GT/kapal/gerakan

4 4.1

186.000,3,-

per kapal yang ditunda/jam per GT/kapal yang ditunda/jam per kapal yang ditunda/jam per GT/kapal yang ditunda/jam per kapal yang ditunda/jam per GT/kapal yang ditunda/jam per kapal yang ditunda/jam per GT/kapal yang ditunda/jam
8

4.2

465.000,3,-

4.3

736.250,3,-

4.4

968.750,3,-

PELABUHAN TANJUNG PRIOK

4.5

Kapal 18.001 s.d 26.000 GT - Tarif tetap - Tarif variabel Kapal 26.001 s.d 40.000 GT - Tarif tetap - Tarif variabel Kapal 40.001 s.d 75.000 GT - Tarif tetap - Tarif variabel Kapal di atas 75.000 GT - Tarif tetap - Tarif variabel

1.550.000,- per kapal yang ditunda/jam 3,per GT/kapal yang ditunda/jam 1.550.000,- per kapal yang ditunda/jam 3,per GT/kapal yang ditunda/jam 1.550.000,- per kapal yang ditunda/jam 3,per GT/kapal yang ditunda/jam 2.092.500,- per kapal yang ditunda/jam 4,per GT/kapal yang ditunda/jam

4.6

4.7

4.8

5 5.1

KEPIL DARAT PENGEPILAN a. Di dermaga LOA 30 s/d 50 102.700,M LOA 51 s/d 100 M 194.000,LOA 101 M ke atas 285.000,b.Di bouy LOA 51 s/d 100 M LOA 101 s/d 150 M LOA 151 M ke atas 285.000,399.300,570.375,-

ikat/lepas per kapal ikat/lepas per kapal ikat/lepas per kapal ikat/lepas per kapal ikat/lepas per kapal ikat/lepas per kapal

5.2

SHIFTING a. Dalam satu dermaga tanpa 102.700,penundaan b. Antar dermaga dengan 194.000,penundaan c. Antar bouy dengan 285.000,penundaan

sekali gerakan ke kapal sekali gerakan ke kapal sekali gerakan ke kapal

LUAR NEGERI NO JENIS JASA

TARIF (US $) 0.092

KETERANGAN

1 2

JASA LABUH

per GT/kunjungan

JASA TAMBAT - Dermaga (Besi, Besi/Kayu) 0.122 - Breasting Dolphin dan 0.058 Pelampung

per GT/etmal per GT/etmal

PELABUHAN TANJUNG PRIOK

- Pinggiran 3 PEMANDUAN - Tarif pokok - Tarif tambahan PENUNDAAN Kapal s.d 3.500 GT - Tarif tetap - Tarif variabel Kapal 3.501 s.d 8.000 GT - Tarif tetap - Tarif variabel Kapal 8.001 s.d 14.000 GT - Tarif tetap - Tarif variabel Kapal 14.001 s.d 18.000 GT - Tarif tetap - Tarif variabel Kapal 18.001 s.d 26.000 GT - Tarif tetap - Tarif variabel Kapal 26.001 s.d 40.000 GT - Tarif tetap - Tarif variabel Kapal 40.001 s.d 75.000 GT - Tarif tetap - Tarif variabel Kapal di atas 75.000 GT - Tarif tetap - Tarif variabel

0.017

per GT/etmal

75 0.022

per kapal/gerakan per GT/kapal/gerakan

4 4.1

163.13 0.005

per kapal yang ditunda/jam per GT/kapal yang ditunda/jam per kapal yang ditunda/jam per GT/kapal yang ditunda/jam per kapal yang ditunda/jam Per GT/kapal yang ditunda/jam per kapal yang ditunda/jam per GT/kapal yang ditunda/jam per kapal yang ditunda/jam per GT/kapal yang ditunda/jam per kapal yang ditunda/jam per GT/kapal yang ditunda/jam per kapal yang ditunda/jam per GT/kapal yang ditunda/jam per kapal yang ditunda/jam per GT/kapal yang ditunda/jam

4.2

421.88 0.005

4.3

641.25 0.005

4.4

866.25 0.005

4.5

1372.5 0.005

4.6

1372.5 0.005

4.7

1462.5 0.005

4.8

1912.5 0.005

5 5.1

KEPIL DARAT PENGEPILAN a. Di dermaga LOA 30 s/d 50 18 M LOA 51 s/d 100 M 37 LOA 101 M ke atas 46

ikat/lepas per kapal ikat/lepas per kapal ikat/lepas per kapal

PELABUHAN TANJUNG PRIOK

10

b. Di bouy LOA 51 s/d 100 M LOA 101 s/d 150 M LOA 151 M ke atas 5.2

46 69 92

ikat/lepas per kapal ikat/lepas per kapal ikat/lepas per kapal

SHIFTING a. Dalam satu dermaga tanpa 18 penundaan b. Antar dermaga dengan 37 penundaan c. Antar bouy dengan 46 penundaan

sekali gerakan ke kapal sekali gerakan ke kapal sekali gerakan ke kapal

DERMAGA NO URAIAN

TARIF (Rp)

KETERANGAN

Barang Dalam Kemasan a. Petikemas di Konvensional 1) Ukuran 20" - Kosong - Isi 2) Ukuran 40" - Kosong - Isi b. Palet dan Unitisasi

Dermaga

18.000,42.000,-

Per Box Per Box

27.000,63.000,1.775,-

Per Box Per Box Per Ton/M3

Barang Tidak Dalam Kemasan a. Tidak Menggunakan alat khusus / 1.870,mekanis(conveyor/pipa/pompa/Wheel loader dan sejenisnya) b. Menggunakan alat khusus / 1.775,mekanis(conveyor/pipa/pompa/Wheel loader dan sejenisnya) c. Hewan(sapi, kerbau, kambing, babi 2.400,dan sejenisnya) Per Ton/M3

Per Ton/M3

Per Ekor

PELABUHAN TANJUNG PRIOK

11

PENUMPUKAN NO

URAIAN

TARIF (Rp) 2.750,-

KETERANGAN

1 2

Gudang

Per Ton/M3/hari

Lapangan Non Petikemas a. Barang Umum / Curah / Pallet / 2.250,Unitisasi b. Hewan (sapi, kerbau, kambing, 5.500,babi dan sejenisnya) Lapangan Petikemas a. Petikemas Ukuran 20" 1) Kosong 2) Isi 3) Overheight / Overlength Overwidth 4) Petikemas Reefer 5) Chassis 6) Chasis bermuatan

Per Ton/M3/hari Per Ekor/hari

8.750,17.500,/ 41.000,41.000,26.600,26.600,-

Per Box/hari Per Box/hari Per Box/hari Per Box/hari Per Box/hari Per Box/hari ditambah tarif sesuai nomor 3.a.1),2),3) dan 4)

b. Petikemas Ukuran 40" 1) Kosong 2) Isi 3) Overheight / Overlength Overwidth 4) Petikemas Reefer 5) Chassis 6) Chasis bermuatan

17.500,35.000,/ 82.000,82.000,53.200,53.200,-

Per Box/hari Per Box/hari Per Box/hari Per Box/hari Per Box/hari Per Box/hari ditambah tarif sesuai nomor 3.b.1),2),3) dan 4)

PELABUHAN TANJUNG PRIOK

12

VISI PERUSAHAAN Menjadi perusahaan kepelabuhan dan logistik pilihan pelanggan dengan kualitas pelayanan dunia, menjamin kualitas jasa kepelabuhan dengan jaringan logistic prima untuk memenuhi harapan stakeholder utama (pelanggan, pemegang saham, pekerja, mitra & regulator) MISI PERUSAHAAN 1. Menjamin kelancaran dan keamanan arus kapal dan barang untuk mewujudkan efisiensi biaya logistik dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi nasional. 2. Menjamin kecukupan produktifitas untuk memenuhi dinamika kebutuhan pelanggan, menjamin kebijakan mutu yaitu untuk memenuhi persyaratan pelanggan dengan pelayanan yang profesional, inovatif, dean peningkatan secara berkesinambungan akan kebijakan, keselamatan dan kesehatan kerja sehingga pelayanan jasa kepelabuhan dapat terselenggara dengan efektif dan efisien. ASSET LIFE CYCLE 1. KEBUTUHAN AKAN ASET Meningkatnya arus kunjungan kapal ke Indonesia yang cukup drastis akibat dibukanya Terusan Suez pada tahun 1869, menyebabkan timbulnya suatu kebutuhan untuk membangun pelabuhan besar yang baru, karena Pelabuhan Sunda Kelapa pada saat itu dianggap tidak dapat lagi menampung arus kunjungan kapal di masa yang akan datang. Pelabuhan Tanjung Priok mulai dibangun pada tahun 1877 oleh pemerintah Hindia Belanda yang terletak di sebelah Timur dari Sunda Kelapa. Indonesia merupakan negara kepulauan yang dua per tiga wilayahnya adalah perairan dan terletak pada lokasi yang strategis karena berada di persilangan rute perdagangan dunia. Sehingga peran pelabuhan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi maupun mobilitas sosial dan perdagangan di

PELABUHAN TANJUNG PRIOK

13

wilayah ini sangat besar. Oleh karenanya pelabuhan menjadi faktor penting bagi pemerintah dalam menjalankan roda perekonomian negara.

Sejak tahun 1960 pengelolaan pelabuhan di Indonesia dilaksanakan oleh pemerintah melalui Perusahaan Negara (PN) sampai dengan VIII. Kemudian dalam perkembangannya, pada tahun 1964 aspek operasional Pelabuhan dikoordinasikan oleh lembaga pemerintah yang disebut Port Authority , sedangkan aspek komersial tetap dibawah pengelolaan PN Pelabuhan I sampai dengan VIII.

2. STUDI KELAYAKAN FEASIBILITY STUDY (STUDI KELAYAKAN) Kelayakan Ekonomi Keberadaan pelabuhan Tanjung Priok merupakan akses perdagangan antar negara (ekspor-impor) Memperlancar kegiatan produksi khususnya dalam negeri, sehingga kegiatan ekonomi dapat berjalan dengan lancar Menambah devisa negara melalui pajak dari barang-barang yang keluar masuk Akan mendorong munculnya aktivitas-aktivitas usaha lingkungan apartemen masyarakat sekitar. Kelayakan Politik Adanya dukungan pemerintah pusat dalam mengupayakan revitalisasi dalam bidang infrastruktur Terjalinnya hubungan yang baik melalui kegiatan perrdagangan dengan Negara lain di sekitar

sehingga akan meningkatkan perekonomian

PELABUHAN TANJUNG PRIOK

14

Kelayakan Sosial Dengan dibangunnya pelabuhan Tanjung Priok akan membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk bekerja di lingkungan pelabuhan (buruh angkut) Kelayakan Teknis Keberadaan Tanjung Priok terletak di kawasan yang cukup strategis, yakni di daerah Jakarta Utara yang merupakan kawasan yang sangat mudah dijangkau dari berbagai penjuru dunia. Kelayakan Finance Belum diketahui datanya Kelayakan Lingkungan Menyebabkan kualitas air yang buruk dalam pelabuhan Menyebabkan kemacetan lalu lintas yang padat

3. PENDANAAN Belum diketahui datanya

4. PERENCANAAN Perencanaan pelabuhan harus dapat memenuhi dan merefleksikan fungsi dan perannya. Selain itu perencanaan pelabuhan harus dikaitkan pada aktifitas dan prasarana lainnya yang menunjang keberlangsungan pelabuhan itu.

Perencanaan pelabuhan merupakan multi disiplin ilmu dan mempunyai kompleksitas yang cukup besar, sehingga berbagai disiplin ilmu terkait pada perencanaan pelabuhan ini. Seorang perencana pelabuhan (Port Planner) harus memimpin dan mengkoordinasikan berbagai keterkaitan disiplin ilmu tersebut menjadi suatu output perencanaan sesuai dengan tolok ukur/acuannya.

PELABUHAN TANJUNG PRIOK

15

Konsep perencanaan Pelabuhan Secara umum perencanaan/pengembangan pelabuhan dapat direfleksikan oleh sifat kelembagaannya, ada yang berorientasi bisnis (bussiness oriented) dan ada yang berorientasi kepada kepentingan umum. Pelabuhan yang berorientasi pada keuntungan, perencanaan pengembangan dilakukan secara bertahap dan dikaitkan pada pengembangan yang memberikan keuntungan langsung. Sebaliknya pelabuhan yang berorentasi pada kepentingan umum, perencanaan pengembangan dilaksanakan dalam jangka panjang dan komprehensif serta diarahkan pada pelabuhan sebagai prasarana umum yang menunjang perkembangan sosial ekonomi daerah dan nasional, guna memperoleh keuntungan menyeluruh. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam perencanaan pelabuhan, diantaranya: Kebutuhan akan ruang dan lahan Perkembangan ekonomi daerah hinterland pelabuhan Perkembangan industri yang terkait pada pelabuhan Arus dan komposisi barang yang ada dan diperkirakan Jenis dan ukuran kapal Hubungan transportasi darat dan perairan dengan hinterland Akses dari dan menuju laut Potensi pengembangan fisik Aspek nautis dan hidraulik Keamanan/keselamatan dan dampak lingkungan Analisis ekonomi dan finansial Fasilitas dan struktur yang ada

PELABUHAN TANJUNG PRIOK

16

5. PENGOPERASIAN Indikator performace pelabuhan atau kinerja pelabuhan adalah prestasi dari output atau tingkat keberhasilan pelayanan, penggunaan fasilitas maupun peralatan pelabuhan pada suatu periode waktu tertentu, yang ditentukan dalam ukuran satuan waktu, satuan berat, ratio perbandingan (prosentase). Indikator Performance Pelabuhan dapat dikelompokkan sedikitnya atas 3 (tiga) kelompok indikator, yaitu: 1. Indikator Output (Kinerja Pelayanan Kapal & Barang dan Produktivitas B/M Barang) indikator yang erat kaitannya dengan informasi mengenai besarnya throughput lalu-lintas barang (daya lalu) yang melalui suatu peralatan atau fasilitas pelabuhan dalam periode waktu tertentu; 2. Indikator Service (Kinerja Trafik), dasarnya merupakan indikator yarig erat kaitannya dengan informasi mengenai lamanya waktu pelayanan kapal selama di dalam daerah lingkungan kerja pelabuhan; 3. Indikator Utilisasi (Utilisasi Fasilitas Pelabuhan dan Alat Produksi) dipakai untuk mengukur sejauh mana fasilitas dermaga dan sarana penunjang dimanfaatkan secara intensif. 1. Pelayanan Barang Jasa Bongkar Muat Deskripsi : Kegiatan pelayanan bongkar muat barang sejak dari kapal hingga saat menyerahkan kepada pemilik barang. Pelayanan Dermaga Deskripsi : Pelayanan penanganan barang di dermaga yang mengatur kelancaran arus barang di dermaga.

PELABUHAN TANJUNG PRIOK

17

Jasa Penumpukan Deskripsi : Pelayanan penumpukan barang di gudang sampai dengan dikeluarkan dari tempat penumpukan untuk dimuat atau diserahkan kepada pemilik.

2. Pelayanan Kapal Jasa Labuh Deskripsi ; Jasa yang diberikan terhadap kapal agar dapat berlabuh dengan aman menunggu pelayanan berikut seperti tambat, bongkar muat atau menunggu pelayanan lainnya (docking, pengurusan dokumen dal lain-lain). Jasa Pandu Deskripsi : Jasa pemanduan kapal sewaktu memasuki alur pelayaran menuju dermaga atau kolam pelabuhan untuk berlabuh. Jasa Tunda dan Kepil Deskripsi : Melaksanakan pekerjaan untuk mengikat dan melepaskan tali kapal-kapal yang berolah gerak akan bersandar atau bertolak dari atau satu dermaga, jembatan, pelampung, dolphin dan lain-lain. Jasa Tambat Deskripsi : Jasa yang diberikan utuk kapal bertambat pada tambatan dan secara teknis dalam kondisi yang aman, untuk dapat melakukan bongkar muat dengan lancar dan aman. Jasa Pelayanan Air Deskripsi : Jasa yang diberikan untuk penyerahan air tawar dari darat ke kapal untuk keperluan kapal dan Anak Buah Kapalnya.

PELABUHAN TANJUNG PRIOK

18

Jasa Telepon Deskripsi : Jasa yang diberikan untuk pelayanan telepon extention dari darat ke kapal untk kepentingan kapal dan Anak Buah Kapal.

3. Pelayanan Rupa-rupa Jasa Persewaan alat-alat Pelabuhan Deskripsi : Penyewaan alat ini bertujuan untuk menunjang kegiatan bongkar muat agar memenuhi sasaran yaitu : cepat dan tepat waktu, efisien dan tidak menimbulkan ekonomi biaya tinggi. Fitur fasilitas persewaan jasa tersebut adalah : 1. Forklift 2. Kran (darat, apung dan listrik) 3. Kapal Tunda 4. Motor Boat 5. Alat pemadam kebakaran Penyediaan air bersih dan telepon umum Deskripsi : Pelayanan air bersih yang bersumber dari Perusahaan Air Minum, Pelabuhan dan perusahaan swasta dan pelayanan telepun untuk umum sebagai alat komunikasi untuk memperlancar kegiatan yang ada di Pelabuhan Penyediaan Listrik Deskripsi : Penyediaan listrik di pelabuhan sebagai alat untuk menunjang industri yang malalui: a. sambungan tetap. b. sambungan sementara. Pelayanan Jasa Lainnya Deskripsi : 1.Persewaan Tanah, Perairan dan Bangunan 2.Pas Pelabuhan

PELABUHAN TANJUNG PRIOK

19

3.Imbalan Jasa alat-alat bongkar muat 4.Biaya Administrasi.

Daur Hidup Aset

Value

1,8 T

1887

1960

1970

1980

1990

2000

2010

PELABUHAN TANJUNG PRIOK

20

6. PEMELIHARAAN Pemeliharaan Pelabuhan Tanjung Priok Kegiatan pemeliharaan perlu dilakukan sejak awal pelabuhan dibangun. Karena kesalahan pada perancangan awal akan berpengaruh dalam peningkatan biaya pemeliharaan. Selain itu disarankan penggunaan tahapan pemeliharaan dalam penanganan kasus-kasus pemeliharaan . 1. Pemeliharaan Tidak Terencana Pemeliharaan darurat yang perlu segera dilakukan tindakan untuk pencegahan akibat yang serius 2. Pemeliharaan Terencana Pada dasarnya proses pemeliharaan bertujuan untuk menjaga tetap beroperasinya jaringan serta menjamin kelangsungan service kepada pelanggan. Dilihat dari prosesnya, kegiatan pemeliharaan jaringan dapat dibagi dua: 1. Pemeliharaan kuratif /korektif Pemeliharaan kuratif ini termasuk dalam perbaikan dilakukan setelah terjadi kerusakan. Pekerjaan yang dilakukan dalam rangka pemeliharaan di pelabuhan Tanjung Priok dilakukan oleh perusahaan kontraktor dengan cara melakukan lelang. Adapun perbaikan yang dilakukan berupa perbaikan jalan utama, jalan gudang, pekerjaan penggantian KWH Meter Digital Dan System di Gardu-Gardu Listrik pelabuhan, Pekerjaan Penggantian AC Central dan AC Split di Gedung Teknik, Terminal Penumpang dan Kantor Cabang Pelabuhan Tanjung Priok, perbaikan kapal (kapal tandu maupun kapal tunda) serta perbaikan fasilitas-fasilitas yang ada di pelabuhan. 2. Pemeliharaan Preventif Pemeliharaan preventif dilakukan sebelum terjadinya gangguan pada sistem sehingga sistem terjaga kelangsungan operasinya. Dalam rangka mencegah terjadinya kerusakan, manajemen pelabuhan melakukan

PELABUHAN TANJUNG PRIOK

21

pemeliharaan berupa peningkatan dan perkuatan jalan, renovasi dan penataan kantor dan terminal, pemeliharaan kebersihan pelabuhan yag mencakup kantor, dermaga, terminal serta gudang-gudang penumpukan barang pemeliharaan saluran air dan saluran buangan dermaga. Untuk melakukan pemeliharaan, diperlukan dana yang cukup besar, adapun alokasi dana ataupun anggaran untuk pemeliharaan dalam rangka peningkatan infrastruktur dan pelayanan pelabuhan adalah sebagai berikut, 1. Peningkatan infrastruktur/fasilitas pelabuhan melalui pelebaran jalan (port inner road improvement) dengan sistem betonanisasi baik di lini I dan lini II dilingkungan Pelabuhan Tanjung Priok yang memakan biaya Rp. 100 milyar lebih 2. 3. 4. Penataan gate lini I dan lini II biaya mencapai Rp. 11 milyar Perkuatan untuk 7 dermaga mencapai Rp. 160 milyar Peningkatan dan perkuatan lapangan penumpukan baik di lini I dan II mencapai Rp. 36 milyar 5. Pemeliharaan kebersihan, jalan, penghijauan dan penerangan jalan disekitar pelabuhan mencapai Rp. 7,1 milyar. 6. Biaya pemeliharaan jalan, kebersihan dan penerangan di sekitar lingkungan pelabuhan, manajemen Cabang Pelabuhan Tanjung Priok harus menyediakan biaya mencapai Rp. 7,1 milyar yang didukung dengan pengadaan 1 unit mobil penyapu jalan (road sweeper) kapasitas 2,5 M3 sistem vacum/conveyor senilai rp. 2,5 milyar. Bahwa peningkatan infrastruktur/fasilitas pelabuhan dilakukan dalam upaya ingin memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan produktivitas tidak hanya pada operator pelabuhan tetapi juga kepada pelanggan, sehingga kelancaran arus kapal, barang dan hewan dapat lebih efektif, efisien, aman dan lancar yang akhirnya dinikmati kembali oleh pelanggan jasa kepelabuhanan pada khususnya dan stakeholder pelabuhan pada umumnya.

PELABUHAN TANJUNG PRIOK

22

7. KEBUTUHAN PENGEMBANGAN Sesuai dengan peran dan fungsinya, pelabuhan merupakan institusi yang dinamik keberadaannya terhadap perkembangan yang ada. Pelabuhan harus dapat mengantisipasi dan mengikuti perkembangan yang berkaitan dengan tuntutan pelayanannya. Disamping itu , pelabuhan yang baik harus mempunyai perencanaan yang terencana dan terstruktur guna menunjang peran dan fungsinya sesuai kemampuan kapasitas dukungnya. Dengan kata lain, pelabuhan harus punya career planning yang baik dalam memenuhi peran dan fungsinya selaras dengan tuntutan perkembangan terkait. Perencanaan pelabuhan dikaitkan dengan jangkauan waktunya dapat dibagi menjadi:

Perencanaan jangka panjang (long term planning), perioda jangkauan waktu pada perencanaan ini 20 tahun.Berisi rencana induk strategik dan pengembangan fasilitas pelabuhan.

Perencanaan jangka menengah (medium term planning), perioda jangkauan waktu pada perencanaan ini 3 sampai 5 tahun. Berisi perencanaan dan pelaksanaan fasilitas pelabuhan yang merupakan implementasi dari tahapan pengembangan pada rencana jangka panjang.

Perencanaan jangka pendek (short term planning), perioda jangkauan waktunya 1 tahun, berisi perencanaan dan peningkatan dari sebagian fasilitas pelabuhan dan pengadaan peralatan Disamping itu perencanaan pelabuhan juga dapat dibedakan berdasarkan

lingkup jangkauannya menjadi:


Perencanaan pelabuhan secara nasional/regional. Perencanaan pelabuhan baru secara individual. Pengembangan dan atau peningkatan pelabuhan yang ada.

Beberapa instrumen yang digunakan dalam perencanaan pelabuhan secara terencana dan terstruktur, diantaranya:

PELABUHAN TANJUNG PRIOK

23

Rencana strategis pelabuhan (corprate strategic plans/business plan), berisi misi, tujuan,sasaran dan strategi-strategi.

Rencana induk pelabuhan (port master plan), berisi rencana jangka panjang kebutuhan fasilitas pelabuhan.

Rencana tata guna lahan pelabuhan (port land use plan), berisi rencana Strategis kebutuhan dan pengembangan lahan pelabuhan.

Rencana pengelolaan lingkungan pelabuhan (port evironmental plan), berisi pedoman pengelolaan lingkungan, prosedur audit lingkungan, program pengendalian dan perbaikan dan lainnya yang berkaitan dengan aspek lingkungan.

Tanjung Priok Car Terminal (TPT) Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, PT (Persero) Pelabuhan Indonesia II membangun Tanjung Priok Car Terminal. Tanjung Priok Car Terminal (TPT) menjadi terminal baru yang hadir untuk memberikan kemudahan dan mendorong peningkatan arus ekspor impor dan bongkar muat kendaraan di masa mendatang. Rencana Pengembangan di Masa Mendatang Struktur gedung parkir TPT dirancang untuk dapat dikembangkan menjadi gedung lima lantai sehingga dapat menambah kapasitas parkir sebanyak 900 unit. Selain itu, di sisi barat Tanjung Priok Car Terminal masih terdapat area seluas 22 Ha untuk pengembangan di masa mendatang. Pengembangan Tanjung Priok Car Terminal akan dilakukan seiring dengan kebutuhan dan pertumbuhan arus kendaraan melalui Pelabuhan Tanjung Priok. TPT menangani kargo internasional seperti mobil, alat berat, sparepart dan sejenisnya. Untuk penanganan mobil, TPT memiliki kecepatan muat kirakira 220 unit/jam dan kecepatan bongkar sekitar 280 unit/jam. Manfaat Bagi Perekonomian Nasional TPT sebagai terminal khusus yang menangani kendaraan diproyeksikan untuk menghasilkan efisiensi operasional dengan pelayanan bongkar muat kendaraan secara terintegrasi. TPT hadir sebagai upaya mengantisipasi

PELABUHAN TANJUNG PRIOK

24

pertumbuhan arus bongkar muat kendaraan mengingat pesatnya pertumbuhan selama 5 (lima) tahun terakhir. Secara makro, TPT diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional termasuk mendukung pengembangan industri otomotif nasional, meningkatkan volume ekspor kendaraan, serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja secara umum. Pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok Pengembangan Tahap I, Jangka Pendek dari tahun 2008 s/d 2012 a) melakukan pelebaran jalan (port inner road improvement) dengan sistem betonanisasi baik di lini I dan lini II dilingkungan Pelabuhan Tanjung Priok b) melakukan penataan gate lini I dan lini II c) Perkuatan untuk 7 dermaga d) Peningkatan dan perkuatan lapangan penumpukan baik di lini I dan II . e) Peningkatan sejumlah dermaga mulai dari perkuatan dan perluasan dermaga 101, 102, 210, 211 dan dermaga eks TBB f) Perkuatan lapangan 301- 303, perkuatan lapangan lini I dan II g) Penambahan 13 unit gantry lufting dan jib crane; dan 2 unit container twinlift; 2 unit kapal tunda kapasitas 1.600 PK; 1 unit kapal tunda kapasitas 350 PK; 1 unit kapal kepil baja. Untuk reception facilities, manajemen akan mengadakan 1 unit tongkang limbah kapasitas 300 M 3; 4 unit kapal pembersih sampah kapasitas 6 M3; breakwater sisi timur

PELABUHAN TANJUNG PRIOK

25

VALUE ASET A. Utilization Value Nilai guna dari pelabuhan yaitu sebagai tempat barometer perekonomian Indonesia yang digunakan sebagai tempat sandar berlabuh, naik turun penumpang dan/ atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi. B. Cost Value Pengeluaran pelabuhan tanjung priok tahun 2010:

1. Peningkatan infrastruktur/fasilitas pelabuhan melalui pelebaran jalan (port inner road improvement) dengan sistem betonanisasi baik di lini I dan lini II dilingkungan Pelabuhan Tanjung Priok yang memakan biaya Rp. 100 milyar lebih 2. Penataan gate lini I dan lini II biaya mencapai Rp. 11 milyar 3. Perkuatan untuk 7 dermaga mencapai Rp. 160 milyar 4. Peningkatan dan perkuatan lapangan penumpukan baik di lini I dan II mencapai Rp. 36 milyar 5. Pemeliharaan kebersihan, jalan, penghijauan dan penerangan jalan disekitar pelabuhan mencapai Rp. 7,1 milyar. 6. Sedangkan peningkatan infrastruktur dan fasilitas pelabuhan berdasarkan data tahun 2010 berupa Peningkatan sejumlah dermaga mulai dari perkuatan dan perluasan dermaga 101, 102, 210, 211 dan dermaga eks TBB total mencapai angka Rp. 55, 5 milyar, Perkuatan lapangan 301- 303 Rp. 24 milyar, perkuatan lapangan lini I dan II mencapai Rp. 70,5 milyar. Untuk peralatan bongkar muat akan menginvestasikan 13 unit gantry lufting dan jib crane sebesar Rp. 216 milyar dan 2 unit container twinlift US $ 11 juta; 2 unit kapal tunda kapasitas 1.600 PK Rp. 91,5 milyar; 1 unit kapal tunda kapasitas 350 PK Rp. 5,1 milyar; 1 unit kapal kepil baja

PELABUHAN TANJUNG PRIOK

26

Rp. 1,5 milyar. Untuk reception facilities, manajemen akan mengadakan 1 unit tongkang limbah kapasitas 300 M 3 dengan biaya Rp. 4 milyar; 4 unit kapal pembersih sampah kapasitas 6 M3 Rp. 352 juta, breakwater sisi timur dengan Rp60 milliar.

7. Biaya pemeliharaan jalan, kebersihan dan penerangan di sekitar lingkungan pelabuhan, manajemen Cabang Pelabuhan Tanjung Priok harus menyediakan biaya mencapai Rp. 7,1 milyar yang didukung dengan pengadaan 1 unit mobil penyapu jalan (road sweeper) kapasitas 2,5 M3 sistem vacum/conveyor senilai rp. 2,5 milyar. Dengan demikian total pengeluaran belanja 2010 827,8 miliar+ 352 juta+ 11 juta dollar AS(asumsi @Rp.8.900/dolar AS) = Rp. 926.052.000.000 Hal itu sesuai dengan pernyataan dibawah Tahap pertama dari tahun 2008 hingga dana yang dibutuhkan sebesar Rp5 triliun termasuk infrastruktur dan pembangunan terminal," kata Hatta di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Rabu 11 Agustus 2010. Pendapatan pelabuhan tanjung priok tahun 2010

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II memiliki pendapatan pada tahun 2010 mencapai Rp Rp 3,3 triliun. Sesuai dengan apa yang dikatakan Richard Jose Lino pada KontanLifestyle.co.id selaku Direktur Utama Pelindo II mengatakan, Lebih dari setengah pendapatan Pelindo II berasal dari Pelabuhan Tanjung Priok," . Dari pernyataan tersebut dapat diketahui pendapatan yang di terima tanjung priok sendiri berkisar anatara Rp 1.65-1.80 triliun Sesuai dengan pengeluaran dan pendapatan yang telah disebutkan maka dapat diketahui bahwa pendapatan yang diterima pelabuhan tanjung priok lebih besar dari pengeluarannya, maka cost value yang dimiliki pelabuhan tanjung priok tinggi. C. Substitution Value Pelabuhan Tanjung Priok tidak memiliki substitution value.

PELABUHAN TANJUNG PRIOK

27

D. Esteem Value Apresiasi masyarakat terhadap keberadaan pelabuhan Tanjung Priok sangat tinggi, hal ini dapat dilihat dari kehandalannya dalm mentransportartasikan barang. Nilai pengakuan dari masyarakat terhadap keberadaannya didukung pula karena pelabuhan Tanjung Priok merupakan satu-satunaya pelabuhan barang terbesar di Indonesia. Penghargaan yang diterima oleh pelabuhan tanjung priok karena pelayananya yang baik terhadap para pelanggannya Piagam penghargaan Pelayanan Prima dengan kategori Baik Tingkat Madya Tahun 2004 sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 119/KEP/M.Pan/8/2004 tentang Pemberian Tanda Penghargaan Citra Pelayanan Prima Sebagai Unit Pelayanan Percontohan Tahun 2004. Penilaian dan evaluasi terhadap Divisi Kepanduan Pelabuhan Cabang Tanjung Priok oleh tim penilai dilaksanakan dengan cara wawancara dan penyebaran kuesioner kepada pengguna jasa kepelabuhanan khususnya perusahaan pelayaran/agent yang memanfaatkan jasa pemanduan dengan berdasarkan pada kriteria sebagai berikut : 1. Segi kepastian Pelaksanaan Pelayanan 2. Keterbukaan Informasi 3. Kesederhanaan prosedur pelayanan 4. Mutu Produk dan kerja pelayanan 5. Tertib pengelolaan administrasi 6. Sikap dan prilaku petugas 7. Kondisi/penampilan instansi pelayanan.

E. Exchange Value Nilai pertukaran (exchange value) pelabuhan Tanjung Priok dinilai sangat rendah atau tidak ada sama sekali, hal tersebut dikarenakan pelabuhan Tanjung Priok sangat sukar untuk ditukar ke aset yang lain

PELABUHAN TANJUNG PRIOK

28

PELABUHAN TANJUNG PRIOK

29