Anda di halaman 1dari 5

KASUS-KASUS: TEORI EKONOMI

PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

Soal Kasus 7.1 Perusahaan A menghasilkan barang X yang dijual di pasar persaingan sempurna. Harga jual barang X di pasar adalah Rp. 10. Kurva biaya yang dihadapi perusahaan A untuk memproduksi barang X dan Kurva Permintaan barang X bagi perusahaan A seperti pada gambar berikut ini. P MC AC Rp. 10 Rp. 7 AVC D = P = MR

0 100 unit Q Pertanyaan: a. Tentukan jumlah barang keseimbangan bagi perusahaan A. Pada kondisi keseimbangan tersebut, apakah perusahaan memperoleh laba atau menderita rugi? b. Tentukan besarnya laba/rugi terjadi pada perusahaan A pada kondisi keseimbangan tersebut. Jawaban soal kasus 7.1 a. Jumlah barang X keseimbangan bagi perusahaan A adalah 100 unit. Karena pada tingkat produksi tersebut harga (P) sama dengan biaya marjinal (MC), yang merupakan pernyataan kondisi keseimbangan bagi perusahaan di pasar persaingan sempurna. Pada tingkat output sebanyak 100 unit, perusahaan memperoleh laba. Karena pada tingkat output tersebut harga barang X (P) = Rp. 10 lebih besar daripada biaya rata-rata (AC) = Rp 7 b. Laba yang diperoleh perusahaan A dari barang X adalah = TR TC = (P X Q) (AC X Q) = (Rp. 10 X 100 unit) ((Rp. 7 X 100 unit) = Rp. 1.000 Rp. 700 = Rp. 300 Jadi perusahaan memperoleh laba dari barang X sebesar Rp. 300 Soal Kasus 7.2 Perusahaan A menghasilkan barang X yang dijual di pasar persaingan sempurna. Harga jual barang X di pasar adalah Rp. 8. Kurva biaya yang dihadapi perusahaan A untuk memproduksi barang X dan Kurva permintaan barang X bagi perusahaan A seperti pada gambar berikut: P MC AC Rp. 8 AVC D = P = AR = MR

0 Bagus N., Nopember 2006

90 unit

Q Halaman 1

KASUS-KASUS: TEORI EKONOMI

PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

Pertanyaan: a. Tentukan jumlah barang keseimbangan bagi perusahaan A. pada kondisi keseimbangan tersebut, apakah perusahaan memperoleh laba atau rugi? b. Tentukan besarnya laba/rugi yang diperoleh perusahaan A pada kondisi keseimbangan tersebut. Jawaban: a. Jumlah barang X keseimbangan bagi perusahaan A adalah 90 unit. Karena pada tingkat produksi tersebut harga (P) sama dengan biaya marjinal (MC), yang merupakan persyaratan kondisi keseimbangan bagi produsen di pasar persaingan sempurna. Pada tingkat output sebanyak 90 unit, perusahaan berada pada titik pulang pokok (break-even point). Karena pada tingkat output tersebut harga barang X (P) = Rp. 8 sama dengan biaya rata-rata (AC) = Rp. 8. b. Laba yang diperoleh perusahaan A dari barang X adalah = TR TC = (P X Q) (AC X Q) = (Rp. 8 X 90 unit) (Rp. 8 X 90 unit) = Rp. 720 Rp. 720 =0 Jadi perusahaan A tidak memperoleh laba dan juga tidak menderita rugi. Soal kasus 7.3 Perusahaan A menghasilkan barang X yang dijual di pasar persaingan sempurna. Harga jual barang X di pasar adalah Rp. 5. Kurva biaya yang dihadapi perusahaan A untuk memproduksi barang X dan kurva permintaan barang X bagi perusahaan A seperti pada gambar berikut: P MC AC Rp. 7 Rp. 5 AVC D = P = MR

60 unit

Pertanyaan: a. Tentukan jumlah barang keseimbangan bagi perusahaan A. Pada kondisi keseimbangan tersebut, apakah perusahaan dapat memperoleh laba? b. Tentukan besarnya laba/rugi yang terjadi pada perusahaan A pada kondisi keseimbangan tersebut. c. Dalam jangka pendek, apakah perusahaan sebaiknya menutup usahanya? Bagaimana alasan saudara. Jawaban: a. Jumlah barang X keseimbangan bagi perusahaan A adalah 60 unit. Karena pada tingkat produksi tersebut harga (P) sama dengan biaya marjinal (MC), yang merupakan persyaratan kondisi keseimbangan bagi perusahaan di pasar persaingan sempurna. Pada tingkat output sebanyak 60 unit, perusahaan menderita rugi. Karena pada tingkat output tersebut harga barang X (P) = Rp. 555 lebih kecil daripada biaya rata-rata (AC) = Rp. 7 b. Rugi yang diderita perusahaan A dari barang X adalah; = TR TC = (P X Q) (AC X Q) Bagus N., Nopember 2006 Halaman 2

KASUS-KASUS: TEORI EKONOMI

PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

= (Rp. 5 X 60 unit) (Rp. 7 X 60 unit) = Rp. 300 Rp. 420 = - Rp. 120 Jadi perusahaan A menderita rugi sebesar Rp. 120 c. Dalam jangka pendek sebaiknya perusahaan tidak perlu mentup usahanya, sebab; jika perusahaan tersebut menutup usahanya maka akan menderita rugi sebesar biaya tetap. Sedangkan jika terus beroperasi, maka perusahaan akan rugi lebih kecil daripada biaya rata-rata. Sebagian dari biaya tetap dapat ditutup dengan kelebihan harga terhadap biaya variabel. Soal kasus 7.4 Perusahaan A menghasilkan barang X yang dijual di pasar persaingan sempurna. Harga jual barang X di pasar adalah Rp. 4. Kurva biaya yang dihadapi perusahaan A untuk memproduksi barang X dan kurva permintaan barang X bagi perusahaan A seperti pada gambar berikut: P MC AC Rp. 6 Rp. 4 AVC D = P = MR

0 50 unit Q Pertanyaan: a. Tentukan jumlah barang keseimbangan bagi perusahaan A. pada kondisi keseimbangan tersebut, apakah perusahaan dapat memperoleh laba? b. Tentukan besarnya laba yang diperoleh perusahaan A, pada kondisi keseimbangan tersebut. c. Misalnya harga turun sampai lebih kecil dibawah Rp. 4. apakah perusahaan sebaiknya menutup usahanya? Mengapa? Jawaban: a. Jumlah barang X keseimbangan bagi perusahaan A adalah 50 unit. Karena pada tingkat produksi tersebut harga (P) sama dengan biaya marjinal (MC), yang merupakan persyaratan kondisi keseimbangan bagi perusahaan di pasar persaingan sempurna. Pada tingkat output sebanyak 50 unit, perusahaan menderita rugi, karena pada tingkat output tersebut harga barang X (P) = Rp. 4 lebih kecil daripada biaya rata-rata (AC) = Rp. 6. b. Rugi yang diderita perusahaan A dari barang X adalah; = TR TC = (P X Q) (AC X Q) = (Rp. 4 X 50 unit) ( Rp. 6 X 50 unit) = Rp. 200 Rp. 300 = Rp. 100 Jika beroperasi perusahaan A akan menderita rugi sebesar Rp. 100. besarnya kerugian perusahaan sama dengan besarnya biaya tetap. Hal ini dapat dibuktikan sebagai berikut: AC = AFC AVC AFC = AC AVC = Rp. 6 Rp. 4 = Rp. 2 TFC = AFC X Q = Rp. 2 X 50 unit = Rp. 100 Dengan demikian, jika P = AVC, perusahaan akan mengalami kerugian yang sama apakah ia berproduksi atau menutup usahanya, yaitu sebesar biaya tetap. Bagus N., Nopember 2006 Halaman 3

KASUS-KASUS: TEORI EKONOMI

PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

c. Jika P < AVC, sebaiknya perusahaan menutup usahanya dengan bersedia menanggung kerugian sebesar biaya tetap, karena jika perusahaan tersebut tetap beroperasi maka akan menderita kerugian yang lebih besar daripada biaya tetap. Besarnya kerugian dengan tetap berproduksi adalah biaya tetap ditambah sebagian biaya variabel yang tidak bisa ditutupi oleh harga barang. Soal-soal panduan diskusi 1. Jelaskan karakteristik suatu pasar dapat dikatakan sebagai pasar persaingan sempurna. Perusahaan yang menjual produk yang dihasilkan di pasar persaingan sempurna merupakan price taker. Apa maksudnya? 2. Setiap perusahaan di pasar persaingan sempurna bebas masuk atau keluar pasar (free entry and free exit) apa maksudnya? 3. Jelaskan perbedaan kondisi perusahaan di pasar persaingan sempurna antara perusahaan yang memperoleh laba normal dengan perusahaan yang memperoleh laba berlebih (super normal). 4. Jika harga produk yang dihasilkan perusahaan di pasar persaingan sempurna lebih kecil daripada biaya rata-rata, tetapi harga produk lebih besar daripada biaya variabel rata-rata, apa saran saudara kepada perusahaan tersebut. Lebih baik menutup usahanya atau tetap berproduksi. Jelaskan argumentasi yang saudara gunakan atas saran tersebut. 5. Suatu perusahaan menghasilkan barang X yang dijual di pasar persaingan sempurna, barang X dijual dengan harga $ 70 dan biaya total yang harus dikeluarkan untuk memproduksi barang X ditunjukkan oleh persamaan sebagai berikut: TC = 200 + 25Q 2Q2 + 1/3Q3 a. Tentukan jumlah barang yang harus dihasilkan (Q) agar perusahaan tersebut dalam kondisi keseimbangan (laba maksimum/rugi minimum). b. Tentukan besarnya laba maksimum/rugi minimum. c. Tentukan harga terendah barang X di pasar agar perusahaan tersebut tetap beroperasi. d. Gambarkan kurva penawaran barang X oleh perusahaan tersebut. 6. Permintaan terhadap barang yang dihasilkan oleh suatu perusahaan di industri persaingan sempurna ditunjukkan oleh persamaan P = 100 biaya rata-rata untuk menghasilkan barang tersebut ditunjukkan oleh persamaan AC = 20 + 4Q. a. Tentukan jumlah barang yang dihasilkan pada kondisi BEP (break-even point). b. Apabila jumlah barang yang dihasilkan adalah 20 unit, tentukan besarnya keuntungan/kerugian perusahaan tersebut. c. Tentukan jumlah barang yang dihasilkan pada kondisi keseimbangan perusahaan (laba maksimum/rugi minimum). 7. Sebuah perusahaan memproduksi barang X menggunakan dua macam input, yaitu modal (K) dan tenaga kerja (L). dalam jangka pendek, modal merupakan input tetap dan tenaga kerja merupakan input variabel. Fungsi produksi jangka pendek ditunjukkan oleh persamaan: Q = -L3 + 24L2 + 240L Q adalah jumlah barang X yang diproduksi per minggu dan L adalah jumlah tenaga kerja yang digunakan. Setiap tenaga kerja bekerja selama 40 jam per minggu dan tingkat upah per jam adalah $ 12. a. Tentukan jumlah tenaga kerja (L) yang digunakan pada produksi (i) tahap I, (ii) tahap II dan (iii) tahap III. b. Tentukan harga barang X minimum (terendah) agar perusahaan tersebut akan tetap beroperasi (berproduksi). c. Pada penggunaan tenaga kerja sebanyak 16 orang, perusahaan akan memperoleh laba maksimum sebesar $ 1096. tentukan harga barang X dan besarnya biaya tetap (total fixed cost) pada tingkat penggunaan L dimana perusahaan memperoleh laba maksimum tersebut. 8. Seorang produsen di pasar persaingan sempurna yang menghasilkan barang X menghadapi biaya produksi yang ditunjukkan oleh persamaan berikut: TC = 1/3Q3 2,5Q2 4Q + 350 Harga barang X di pasar adalah $ 10. a. Tentukan persamaan biaya tetap total (TFC) dan persamaan biaya variabel total (TVC). Bagus N., Nopember 2006 Halaman 4

KASUS-KASUS: TEORI EKONOMI

PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

b. Tentukan jumlah barang (Q) yang harus diproduksi oleh produsen tersebut agar diperoleh laba maksimum. Tentukan laba maksimum tersebut. c. Tentukan jumlah barang yang diproduksi pada kondisi shut-down point. 9. Suatu perusahaan beroperasi di industri persaingan sempurna dan memutuskan berproduksi pada kondisi shut-down point. Pada kondisi ini, besarnya biaya variabel rata-rata (AVC) adalah $ 10 dan biaya total (TC) adalah $5400. jumlah output yang dihasilkan pada kondisi ini (shut-down point) adalah 300 unit. a. Tentukan harga pasar produk yang dihasilkan perusahaan tersebut. b. Tentukan besarnya kerugian yang terjadi atas keputusan tersebut. 10. Suatu perusahaan beroperasi di pasar persaingan sempurna menghasilkan barang A dan untuk menghasilkan barang A tersebut membutuhkan input variabel X. harga input X per unit adalah $ 2. fungsi produksi yang dihadapi adalah Q = X1/2, barang A dijual dengan harga $ 40 per unit. a. Tentukan jumlah barang A yang diproduksi agar diperoleh laba maksimum/rugi minimum. b. Tentukan besarnya laba maksimum/rugi minimum.

Bagus N., Nopember 2006

Halaman 5