Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK

PERCOBAAN 02 PEMISAHAN DAN PEMURNIAN ZAT PADAT


REKRISTALISASI DAN TITIK LELEH

DISUSUN OLEH: SISCA DEWI AYUDYA 11210003 PRODI BIOENGINEERING ASISTEN PRAKTIKUM: CHEW WEI YEE 10709704 ALBERT CHRISTY 10709021

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

2011

I.

TUJUAN 1. Menentukan pelarut yang sesuai dalam proses kristalisasi 2. Menentukan titik leleh kristal yang didapat dari hasil kristalisasi dan sublimasi 3. Memperoleh asetanilda murni dengan pemurnian dan pemisahan asam benzoat dalam air secara rekristalisasi.

II.

PRINSIP PERCOBAAN Rekristalisasi adalah pemurnian suatu zat padat dari campuran/pengotornya dengan cara mengkristalkan kembali zat tersebut setelah dilarutkan dalam pelarut yang cocok. Prinsip rekristalisasi adalah perbedaan kelarutan antara zat yang akan dimurnikan dengan kelarutan zat pencampur/pencemarnya. Larutan yang terjadi dipisahkan satu sama lain, kemudian larutan zat yang diinginkan dikristalkan dengan cara menjenuhkannya. Zat campuran dari hasil reaksi pembuatan preparat yang akan dimurnikan dilarutkan dalam pelarut yang cocok yang telah dipilih, biasanya dengan cara coba-coba atau dapat dilihat dalam handbook kimia. Sebaiknya dilarutkan pada temperatur dekat titik didihnya, saring untuk memisahkan dari zat pencampurnya yang tidak larut dalam pelarut yang digunakan itu, kemudian larutan (zat cair hasil saringan) diuapkan sampai jenuh, dan diamkan zat tersebut mengkristal. Apabila zat tersebut larut dalam keadaan panas maka larutan akan mengkristal bila larutan tersebut didinginkan. Selanjutnya saring kristal yang terbentuk, keringkan dan uji sifat fisiknya.

III.

DATA PENGAMATAN 1. Kristalisasi asam benzoat dalam air Suhu awal asam benzoat = 101 C Suhu akhir asam benzoat = 106 C Massa asam benzoat sebelum kristalisasi = 1,5 gram Massa asam benzoat murni (setelah proses kristalisasi) = 0,76 gram 2. Sublimasi Massa kamper murni = 0,232 gram Suhu awal kamper = 60 C Suhu akhir kamper (titik didih) = 64 C Titik didih kamper literatur = 67-68 C

IV.

PENGOLAHAN DATA 1. Kristalisasi asam benzoat murni % perolehan kembali = = = 50,67 %

2. Sublimasi % perolehan kembali = = = 23,2 % %

V.

PEMBAHASAN Pada percobaan sublimasi titik leleh awal dan akhir kamper masing-masing adalah 60 C dan 64 C,sehingga didapat trayeknya sebesar 5. Trayek yang baik adalah trayek sebesar 1-2 . Trayek yang terlalu lebar pada percobaan ini disebabkan kamper tercampur dengan zat-zat lain karena sempat tumpah dari cawan penampung. Persen perolehan kembali asam benzoat dan kamper masing-masing di bawah 80 %, hal tersebut disebabkan perilaku praktikan yang kurang efisien dalam mengelola hasil percobaan sehingga berdampak pada hasil perhitungan. Range titik leleh asam benzoat adalah 101-106 C dimana titik leleh literaturnya adalah 122,4 C. Perbedaan ini disebabkan asam benzoat masih tercampur dengan norit (karbon aktif) sehingga mempengaruhi titik leleh. Range titik leleh kamper pada percobaan adalah 60-64 C, sedangkan titik leleh literaturnya yaitu 76-78 C. Sama seperti asam benzoat, perbedaan ini disebabkan kamper tercampur dengan zat lain karena sempat tumpah dari tempatnya.

VI.

KESIMPULAN

Pelarut yang sesuai untuk melarutkan campuran asam benzoat adalah air karena memiliki titik didih lebih rendah. Titik leleh asam benzoat hasil kristalisasi = 101-106 C Titik leleh kamper hasil sublimasi = 60-64 C

VII.

DAFTAR PUSTAKA kimiamagic.blogspot.com/2010/02/rekristalisasi.html http://physics.about.com/od/glossary/g/sublimation.htm