Anda di halaman 1dari 14

2.

1 Ibaratan /Analogi Arthoer Koestler (The Act of Creation) Ibaratan adalah sebuah proses penalaran tentang penyebab-penyebab atau dari penyebabpenyebab atau dari dan tentang alasan-alasan yang sejajar atau berkemiripan. Berkemiripan bukan berarti sama, sebab proses penalaran ini selalu berbicara tentang adanya dua situasi atau peristiwa yang memiliki sejumlah kesamaan tapi tidak semua. Dari sini kita lihat bahwa ibaratan adalah proses penalaran untuk memberikan penjelasan dan mencari kejelasan terhadap obyek tadi dengan peristiwa atau situasi yang sudah diketahui, dikuasai dan diakrabi. Ibaratan seperti ini bisa dilihat pada Wayne O. Attoe pada bab 2 Introduction to Architecture. Ciri ibaratan :

Tidak boleh persis sama (jelasnya). Kejelasan dan penjelasan tentang (B) di contoh untuk menjelaskan dan menyelesaikan (A) ibaratan bukan perumpamaan, ibaratan adalah sebuah proses. Proses merancang bukan hanya 1 (satu), salah satunya adalah ibaratan. (B) sekaligus sebagai sumber ide, namun bukan hanya sumber ide tetapi juga menentukan macam proses untuk menggarap (A). Ibaratan harus diciptakan oleh imajinasi atau intuisi. Kalau kita sudah berketetapan menggunakan ibaratan, maka kita mengakui bahwa kita boleh berimajinasi. Di dalam berarsitektur, imajinasi merupakan sumber penentu macam jenis corak ibaratan. Di dalam berarsitektur, kita punya kebebasan seluas-luasnya.

Ibaratan sebagai proses penalaran mempunyai macam yang tidak terbatas jumlahnya. Setiap
orang boleh dan bisa mencari atau membuta ibaratannya sendiri.

Attoe: Arsitek tidak jarang menggunakan ibaratan untuk menjelaskan apakah arsitektur itu sebagai penjelas. Analogi/ibaratan adalah alat yang digunakan oleh arsitek dalam menjelaskan dan mempertanggungjawabkan karyanya sebagai karya arsitektur. Tidak memberikan penekanan

pada penggunaan analogi/ibaratan dalam upaya berarsitektur dari seorang arsitek. Karya ada dulu baru dijelaskan dan dipertanggungjawabkan olehnya, alatnya adalah ibaratan.

Broadbent: Tidak diragukan, tapi mekanisme sentral dalam menerjemahkan analisa-analisa ke dalam sintesa adalah analogi/ibaratan. Sudut tinjaunya lain: Attoe menjelaskan, Broadbent posisi berlawanan. Disini Broadbent menggunakan ibaratan untuk menerjemahkan analisa-analisa ke dalam sintesa. Ibaratan digunakan di dalam kegiatan berarsitektur. Pada waktu membuat karya arsitektur ada langkah-langkah, kegiatan. Ada bagian dari langkah-langkah itu dimana arsitek menggunakan ibaratan.

Chris Abel: Penggubah konsep adalah analogi/ibaratan (The analogical view of Aristoteles metafor). Hampir sama dengan Broadbent, bedanya Broadbent membatasi diri pada bagian dari langkah/kegiatan dari analisa ke sintesa. Abel lebih memperluas lagi, tidak hanya menerjemahkan dari analisa ke sintesa tapi menggubah konsep. Fungsi ibaratan seperti yang dikemukakan oleh Abel, oleh dia sendiri diletakkan dalam posisi salah satu arti dari metafora yang dibuat oleh Aristoteles. Dimana Aristoteles memberikan dua pengertian terhadap metafora: 1. Benda contoh : Toko makanan yang sekilas mirip donut, merupakan aplikasi dari metafora sebagai benda. Dengan adanya toko makanan, orang ingat donut. 2. Kegiatan metafora sebagai kegiatan, inilah oleh Abel dijabarkan lebih jauh ke dalam arsitektur.

Antara benda dan kegiatan saling memperjelas dan memperkuat. Ketiganya (Attoe, Chris Abel, dan Broadbent) sepakat bahwa ibaratan mempunyai/memberikan manfaat yang besar bagi para arsitek, karena dengan menggunakan ibaratan, kreatifitas dan intuisi/imajinasi dan segenap kegiatan-kegiatan berarsitektur yang tergolong kedalam kegiatan yang ilmiah dan rutin. Ibaratan punya hak hidup dalam proses berarsitektur. Ini memberikan aspek artistik yang punya hak hidup bukan hanya ilmiah tapi juga nyeni.

Ibaratan ini tidak dianalisa, tidak dicari, bukan merupakan kesimpulan dari hasil-hasil analisa. Ibaratan, penjelasan, menerjemahkan, penggubahan.

Untuk Broadbent, pada saat mengadakan penggabungan mekanisme yang menggunakan proses pengubahan dari hasil-hasil pilihan dan penyatuan dalam bentukan yang disebut arsitektur, di situ digunakan ibaratan. Ada istilah lain yang digunakan oleh Broadbent maupun Abel yaitu alih bentuk (transformasi). Ibaratan tidak harus dicari: pada waktu melakukan pemilihan akan menghasilkan keputusan, waktu digabungkan menjadi bentukan tidak mencari bentuk-bentuk yang akan dihadirkan. Ada ide, feeling yang merupakan jembatan untuk memperoleh bentukan.

Cris AbelPenggolongan ibaratan 1. Isolated Pictoral

Wayne OAttoeMacam ibaratan Adochist analogy - Bacis form analogy

Geofrey BroadbentJenis Proses rancangan yang bersesuaian Iconic design

2. Structural

Mechanical Linguistic Biological Mathematical (Formula)

Canonic design

3. Textural

Dsb. Pragmatic

Romantic Analogy

Ad.1. Peniruan-peniruan dalam bentukan-bentukan yang sudah ada. Analisa dan sintesa menggunakan bentuk-bentuk fisik, abstrak yang sudah ada dengan modifikasi kecil. Ditinjau dari bentuk-bentuk saja (secara fisik) -> bangunan post modern yang menghadirkan tiang-tiang Yunani menggunakan Isolated Pictorial. Yang menjadi dasar

adalah bentuk-bentuk ragawi (fisik) yang dijadikan alat untuk mengubah dari analisa menjadi sintesa. Dalam hal intuisinya masuk dan empiris. Ad.2. Structural -> Intuisi Intelectual Bukan pada bentuk-bentuk fisik tapi pada kesejajaran dalam susunan (struktur) yang ada. Ad.3. Textural -> Romantic Analogy Sulit karena penekanan pada hasil/hal-hal yang sangat artistik. Puitis sangat ditonjolkan. Yang diambil hanya lirik, jiwa dan semangat. 2.1.1 Ibaratan Biologikal (Biological Analogy) Attoe: - Organik : Struktur organisme yang disebabkan dalam rangka menyesuaikan diri dengan lingkungan (adaptasi). Struktur organisme yang bertahan hidup setelah terjadinya perubahan alam/lingkungan (selektif). Biomorfik : - Pertumbuhan organisme.

Jadi Attoe menekankan pada proses terbentuknya dan pembentukan wujud-wujud arsitektural. Peter Collins: menekankan pada hakekat-hakekat ibaratan biological atau lebih khusus pada kesejajaran yang ada antara organisme-organisme yang ada di alam dengan arsitektur. Disajikan pula ketidaksejajaran antara organisme di alam dengan arsitektur. Attoe: proses pembentukan. Petter C.: kepositifan dan kenegatifan penggunaan ibaratan biological dalam arsitektur. Dalam Attoe ada 2 fokus dalam ibaratan biological: 1. Organik 2. Biomorfik Keduanya memberikan penekanan pada proses yang dijalani oleh suatu organisme di alam yang hidup. Dalam organisme yang hidup ada 2 unsur yang menandai kehidupannya : 1. Memiliki struktur susunan yang teratur dan tertentu. Susunan ini masih diperdebatkan di dalam eksistensinya di alam menyesuaikan diri dengan lingkungan dimana dia berada/beradaptasi atau mengadakan seleksi (selektif). Contoh :

Cemara, bambu (adaptasi). Dapat menyesuaikan dengan lingkungan dimana ia tumbuh.

Pisang (seleksi) hanya tumbuh di daerah tropis, bila keadaannya lingkungannya diubah ia tidak dapat berkembang atau tumbuh dengan baik.

Hubungan struktur organisme dengan lingkungannya, struktur organisme tidak harus menyesuaikan diri dengan lingkungan, bisa juga memilih-milih struktur mana yang cocok di daerah tertentu (form and environment). 2. Pentautan antara struktur itu dan bentuk/wujud organisme dalam fungsi organisme (Structure, form, function). Luis Sullivan Form Follow Function Frank Lloyd Wright - Form Follow Function Peter Collins dan Geof. Scot menambahkan bahwa organisme yang hidup tidak selalu form mengikuti function, tetapi function bisa mengikuti form. Masjid Kemayoran, Masjid Ampel, Masjid Al Falah, Masjid Muhajirin, sama-sama masjid tetapi bentuknya berbeda-beda hal ini berarti Function Follow Form. 3. Function, Life Form within Kaitan fungsi dan kehidupan. Organisme tidak memiliki fungsi bukan organisme yang hidup, suatu organisme yang hidup harus ada fungsi. Fungsi itu tumbuh, dikembangkan, hadir dalam diri organisme itu. Petter Collins OAttoe : Principal of Vitality : It develop ..

Biomorfik : Intinya berbicara tentang organisme itu bukan suatu posisi yang statis tetapi ia tumbuh dan berkembang kemudian mati. Tumbuh dan berkembang ada beberapa issue : Ada inti pertumbuhan Meluas, membesar dari intinya dengan tidak merubah struktur Pertumbuhan yang proporsional

Catatan Peter Collins, adanya kenyataan bahwa organisme yang hidup disejajarkan dengan estetika arsitektur. Jadi tautan struktur, fungsi dan bentuk yang dalam ilmu biologi sendiri digunakan untuk menandakan suatu organisme yang hidup, di dalam arsitektur digunakan untuk menandai estetika arsitektur.

Attoe : memberikan tambahan mengenai bahan. Bahan harus digunakan sesuai sifat bahan itu sendiri. Batu sebagai batu, kayu sebagai kayu, dll. Petter Collins : kelemahan ibaratan biological adalah menganggap bahwa : 1. Komposisi struktur, fungsi, bentuk sama dengan estetika arsitektur itu sendiri. Padahal struktur, fungsi, bentuk agar menghasilkan komposisi yang estetik masih harus ditambahkan dan dilengkapi serta dipertanggungjawabkan dan dijelaskan dengan kaidah-kaidah estetika arsitektur. 2. Komposisi Struktur, fungsi dan wujud lebih diarahkan pada pencapaian keseimbangan terhadap pendayagunaan /pemfungsian arsitektur itu sendiri. Analogi biological hanya membicarakan masalah aspek ilmiah belum pada aspek artistik. 2.1.2 Ibaratan Mekanikal (Mechanical Analogy) Memusingkan diri ke dalam mekanisme = bekerjanya sebuah sistem. Struktur rangka batang, mekanismenya adalah distribusi gaya-gaya yang ada pada struktur rangka batang. Yang menjadikan perhatian : mekanisme yang ada di arsitektur, mekanisme gaya, pendayagunaan ruang ke ruang lain (flow space). Mekanisme struktur, wujud dan fungsi. Belum membicarakan tentang aspek estetika, lebih cenderung diarahkan pada kesejajaran mekanismenya saja. Kelemahan-kelemahan biological analogy sama dengan mechanical analogy yaitu agar menghasilkan komposisi yang estetik dalam arsitektur, masih harus ditambah dan dilengkapi serta dipertanggungjawabkan dan dijelaskan dengan kaidah-kaidah estetika arsitektur. Demikian

juga komposisi struktur, fungsi dan wujud lebih diarahkan pada keseimbangan terhadap pemfungsian arsitektur itu sendiri. 2.1.3 Romantic Analogy Ditinjau dari arsitektur merupakan karya seni, jadi arsiteknya adalah seniman, sehingga ide peranannya menjadi penting. Petter Collins : - Arsitektur yang mengadakan evaluasi terhadap arsitektur yang telah lampau secara rasionalisme. Wayne OAttoe : - Evokative, mengharapkan tanggapan dari pengamat. Richardo Porro : Sikap jiwa terhadap kenyataan yang ada yang dianggap sebagai halnya individu dalam dunianya dimana dia mencari identitas dirinya.\ Tidak mau mengikuti aturan-aturan yang telah ada. Analogi romantik berkembang sekitar tahun1750. Kecintaan terhadap alam dan bersifat misterius. Wayne OAttoe : romantic design menggunakan asosiasi-asosiasi, bersesuaian dengan alam berarti pengaturan secara alamiah dan proses dari alam. Association -> Kesesuaian dengan masa lampau, lugu, primitif, kenangan masa lalu, berlebihlebihan, dibuat-buat. Exaggeration -> Mereka tidak melihat, tidak punya pandangan, tidak mengerti, tidak memotret. Analogi romantis mencari INDAH. Analogi lain mencari BENAR. Petter Collins - Evaluasi (rasionalisme) Richardo Porro -Tidak mengikuti aturanaturan yang telah ada (rupa) (isi) (puisi) Wayne OAttoe - Evokative

Peter Collins : Historiography : Kaidah-kaidah yang pernah ada, diurai dalam bentuk berbeda.

Masih berkiblat pada masa lalu, masih ada nilai-nilai, misal kolom romawi dibuat berbentuk lain.

Pictoresque : Sebagai gambaran, diolah jauh sekali dari yang ada.

Attoe dan Porro berbicara makna apa yang ada dari suatu benda. Collins berbicara apa yang dilihatnya (melihat secara fisik/benda) tidak melihat arti yang ada di dalamnya. Tetapi ketiganya : Porro, Attoe dan Collins berbicara dalam rangka menjelaskan benda yang ada (arsitektur). Kelompok romantis mencoba untuk menggugah perasaan manusia, bahwa sesuatu yang rutin tidak memberikan gairah hidup. Batas lazim adalah kemampuan menyadarkan pengamatan bahwa kerutinan itu membosankan.

Terjadi perbedaan pendapat di antara arsitek : Quinland Terry : Tahun 1980-an membangun kembali bentuk-bentuk renaissance dengan warnawarna Bold ICI, dll. Dimana warna tersebut pada zaman renaissance bukan dengan ICI. Mengajak pengamat mengamati bangunan dengan seksama.

2.1.4 Ibaratan Linguistik Ibaratan ini menggunakan bahasa sebagai pengibaratannya. Ada kemiripan dasar yakni kedua-duanya merupakan alat untuk menyampaikan pesan, memancarkan kesan dan sebagai obyek untuk menangkap kesan-pesan. Meskipun ada kesamaan dasar ini, satu hal yang membuat arsitektur dan bahasa tidak berkemiripan satu sama lain , bahasa dapat digunakan sebagai alat komunikasi sedangkan arsitektur tidak memungkinkan orang berdialog/ berbincang-bincang dengan arsitektur. Dalam pengetahuan kita ada tiga wujud bahasa yang berkedudukan sebagai pemancar maupun obyek pesan :

1. Bahasa 2. Matematika 3. Bentuk/rupa dan gerakan Antara bahasa dan matematika merupakan obyek pesan, ada perbedaan yang mendasar antara keduanya :

Bahasa - Subyektifitas - Emosi Contoh : - Anda mencium kuda -> emosi Y = 2X + 3 -> bebas emosi

Matematika - Obyektifitas - Rasional (tanpa emosi)

Bahasa bisa memiliki ciri-ciri matematis yakni obyektif dan tanpa emosi Contoh : - Form Follow Function - Jenis Laporan Ilmiah Kedua contoh diatas bebas emosi tidak menggunakan kata saya. Bahasa yang obyektif dan rasional selalu memiliki susunan kata yang membentuk kalimat dan berarti (pengertian utuh). Yang paling berperan adalah tata bahasa, kaidah, hukum bahasa, susunan merangkaikan katakata. Digolongkan dalam tan-sastra.

Sebuah kalimat hanya akan mempunyai arti, memperoleh pengertian yang utuh bila 1. Kata demi kata yang digunakan dipahami dan dimengerti artinya. 2. Susunannya dimengerti pula. Arti yang utuh tidak memungkinkan adanya salah tafsir atau beda tafsir. Arsitektur pun demikian adanya dan kata-kata dalam arsitektur yang tidak dapat diputarbalikkan.

Kata-kata dalam arsitektur misalnya :

Kata-kata yang disusun tidak merupakan/menuruti kaidah arsitektur susunan dibolak-balik sehingga memungkinkan salah tafsir. Arsitektur disusun sedemikian rupa sehingga tidak menangkap pesan lain kecuali pesan yang dikehendaki. Ada karya-karya sastra yang juga bahasa. Dalam gaya bahasa ini yang menjadi inti adalah pesanpesan bahasa itu sendiri. Pesan-pesan bahasa pesan-pesan emosi. Dalam bahasa terdapat dua jenis arah bahasa : diharamkan a. obyektif tanpa emosi dibiarkan b. bisa subyektif namun menguras habis emosi.

Pesan-pesan yang disampaikan lewat bahasa boleh saja terungkap dan tertangkap dengan demikian banyak pesan. Dalam bahasa sastra masalah susunan bukan menjadi keharusan mutlak yang harus diikuti. Arsitektur yang mengambil bahasa sastra sebagai ibaratannya juga mengambil pesan dan emosi, artinya melakukan penjelajahan terhadap kawasan emosi. Contoh : Dalam Language of PM Arch bangunan Mequro Emperium, yakni bangunan mirip kastil-kastil abad pertengahan. Gedung ini digunakan untuk tempat pelacuran. Mencoba menguras emosi saya menuju abad 13, bak kaisar dengan harem-haremnya. Melihat arsitektur dalam konteks pesan, maka arsitektur menggunakan ibaratan linguistik kemudian perumusan arsitektur : (Bentukan) arsitektur antara lain adalah bentukan yang memancarkan transmisi)pesan-pesan. Arsitektural pesan tunggal Gramatikal Analogi denotatif (tersurat) rasional Arsitektural pesan banyak/kaya SemioticAnalogi konotatif (tersirat) emosional Dalam hal memancarkan pesan ada pendapat : Pesan-pesan tidak boleh memungkinkan salah tafsir. Oleh Wayne OAttoe disebut ibaratan gramatikal. Yang membuka untuk menghadirkan pesan secara serentak dan tidak menolak timbulnya berbagai tafsiran disebut ibaratan semiotik. (=

Unsur-unsur bentuk dan unsur-unsur ruang harus dilihat sebagai sebuah kenyataan bukan hanya konsepsi. Imajinasi adalah suatu realita. Karena unsur-unsur ini bagaikan kata demi kata dalam bahasa. Surat tidak dikehendaki pesan dan kesan yang berbeda-beda. Sirat kesan-pesan yang pasti, kesan-pesan yang menggoncangkan kesan-kesan. Emosional -> pesan dipancarkan terlebih dahulu memperdalam sebagai pesan. Kelemahan ibaratan linguistik ini adalah banyak diarahkan pada subyektifitas selaku penikmat. Perbedaan antara ibaratan linguistik dan romantis. Linguistik : merupakan ibaratan yang disusun dengan dasar-dasar keilmuan. Romantis : dihadirkan dengan melihat arsitektur sebagai karya seni yang diarsitekturkan. Misal karya seni yang dibuat bangunan. Linguistik : didasarkan atas akal, digarap dengan cara artistik. James Snyder : setidak-tidaknya ada satu kesan yang tertuang melalui tanda-tanda. Tanda dalam kontek semiotik kurang tepat. Semiotik menggemari penggunaan lambang. Bentukan bisa berderajat : Isyarat lampu lalu lintas Tanda plat nomer L (Surabaya) Ikon potret Lambang merah putih bendera

Bangunan berbentuk piano menjual piano-ICON. Keong Mas lambang, karena bukan dari Imax, tetapi dari legenda Nama dalam terjemahan J. Snyder, Keong Mas adalah isyarat.

Gramatikal tidak berbicara pada perlambangan-perlambangan yang ada, lebih berbicara pada tata bahasa yang ada dalam arsitektur.

Semiotik berbicara tentang makna-makna yang dimiliki

Toni mengajak Rani Rani mengajak Toni

Kedua kalimat diatas memiliki makna yang berbeda. Indonesia

Semiotik : pesan-pesan yang ingin disampaikan, dikemukakan. Gramatikal : tatanan, susunan (tata bahasa). Semiotik : jendela apa ? pintu ? lantai ? Gramatikal : jendela terdiri dari apa saja. Susunan tempat mengakibatkan pengertian tempat. Kalau yang kita gunakan akal dan rasionalan yang kita kemukakan adalah dalam bentuk semiotik, sedang kalau yang kita gunakan perasaan di dalam mengemukakan yang ingin kita sampaikan hal ini adalah ROMANTIK.

Wayne O. Attoe : <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Mendukung pendapat bahwa ilmu hitung dan geometri merupakan dasar yang penting bagi pengambilan keputusan dalam arsitektur <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Bangunan yang dirancang sesuai dengan bentukbentuk murni dan angka-angka primer atau lambang akan sesuai dengan tatanan alam semesta Le Corbusier : <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Bentuk-bentuk primer utama (kubus, kerucut, bulatan, silinder, piramida) merupakan bentuk-bentuk yang paling indah. Danielle Barbaro <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Hal yang terpenting di alam ini adalah keselarasan bobot, jumlah dan ukuran. Dari sinilah tersusun waktu, ruang, gerak, kebajikan, ucapan, seni, sifat dan pengetahuan.

D.K. Ching : Teori-teori proporsi : <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Golden Section <!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]-->Sistim matematika dan proporsi yang berasal dari konsep Phytagoras (semua adalah angka) dan percaya bahwa hubungan angka-angka tertentu menghasilkan struktur alam yang harmonis. <!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]-->Ditemukan dari proporsi tubuh manusia <!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]-->Rumus : a/b = b/(a+b) 1 : 1,618 <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Susunan <!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]-->Adanya perbedaan pada ukuran diagonal kolom, jarak kolom dan modul lain membuktikan bahwa bangunan tidak berdasarkan pada satuan ukuran yang mati. <!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]-->Tujuan : membuat semua bagian dan setiap bangunan berproporsi harmonis satu dengan yang lainnya. <!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]-->Susunan Vignola : berdasarkan deretan kolom Tuscan, Doric, Ionic, Corinthian, Composisi. <!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]-->Hukum Vitruvius untuk garis tengah, ketinggian dan jarak antar kolom yang dibedakan menjadi : Pycnostyle, Systyle, Eustyle, Diastyle, Araeostyle. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Teori teori Reneissance <!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]-->Bentuk denah ruang yang ideal menurut Andrea Palladino : Lingkaran : bujursangkar ; 1 : 2 ; 3 : 4 ; 2 : 3 ; 3 : 5 ; 1 : 2. <!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]-->Menentukan tinggi bangunan (Palladio) : untuk ruang dengan langit-langit yang datar, tinggi ruang seharusnya 1/3 lebih besar dari lebarnya. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Modulator <!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]-->Berdasarkan Golden Section dan proporsi tubuh manusia (dimensi fungsi) <!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]-->Grid dasar : 113 cm, 70 cm, 43 cm.

<!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Ken <!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]-->Asalnya hanya untuk menetapkan jarak kolom. Besarnya hampir sama dengan ukuran kaki (loot) Inggris. Berbeda dengan tatami karena adanya ketebalan tiang. <!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]-->Ukuran ruang ditetapkan oleh jumlah tikar lantai. Ukuran tikar asalnya direncanakan untuk dua orang sedang duduk atau satu orang sedang tidur. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Proporsi-proporsi Anthromorphis Neufert <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Skala : Proporsi tertentu yang digunakan untuk menetapkan pengukuran atau dimensi-dimensi. <!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]-->Skala umum : ukuran sebuah unsur bangunan secara relatif terhadap bentuk-bentuk lain di dalam kaitannya. <!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]-->Skala manusia : ukuran sebuah unsur bangunan atau ruang secara relatif terhadap dimensi-dimensi dan proporsi-proporsi tubuh