Anda di halaman 1dari 124

PERENCANAAN PELABUHAN I

Ir. H.R. SOENARNO. AS

JURUSAN TEKNIK SIPIL


INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL
JAKARTA
2004

KATA PENGANTAR
Seperti kita ketahui sampai saat ini masih terasa kurangnya buku-buku berbahasa
Indonesia yang membahas tentang Ilmu Pelabuhan, baik yang mengenai Teknik Pantai dan
Teknik Pelabuhan ( Tidal and Coastal Engineering ) maupun operasi dan Manajemen Pelabuhan;
serta hal-hal yang menyangkut Transportasi laut dalam rangka kegiatan Perhubungan Laut ,
walaupun sudah banyak buku-buku tentang pelabuhan yang ditulis dalam bahasa asing.
Oleh karena itu untuk kepentingan para mahasiswa dan generasi muda kita, maka kami
berusaha menyusun buku Perencanaan Pelabuhan ini.
Menurut pengalaman kami lebih dari seperempat abad memberi kuliah, khususnya dalam
bidang pelabuhan, terasa kurang berhasilnya dalam menempuh studinya, antara lain disebabkan
karena kurangnya minat baca bagi para mahasiswa; dan hal ini dapat dimengerti karena indikasi
kurangnya minat baca tersebut disebabkan kurangnya mereka menguasai bahasa asing.
Mengingat tenaga mereka apalagi sebagai sarjana sangat diperlukan negara dan
masyarakat kita dewasa ini , maka merupakan kewajiban kita semua untuk menarik minat baca
mereka dengan memberikan kemudahan-kemudahan berupa tulisan-tulisan ilmiah dalam bahasa
Indonesia.
Atas dasar kepentingan dan maksud tersebut diatas, mendorong kami untuk menyusun
buku ini dengan segala kekurangan-kekurangan yang ada, kami berusaha menyajikan hal-hal
yang secara langsung nantinya akan mereka gunakan dalam praktek.
Walaupun buku ini belum selengkap yang diharapkan, namun buku ini sudah memuat
dasar-dasar dan pokok pengetahuan sebagai bekal untuk nantinya mampu melaksanakan
pekerjaan-pekerjaan pembangunan khususnya dibidang perhubungan laut dengan sebaik-baiknya.
Tentu saja kami tidak hanya berhenti disini, melainkan dengan segala kekurangan yang
ada , secara bertahap akan kami sempurnakan dan kami lengkapi sesuai dengan kemajuan
teknologi yang mempengaruhi perubahan pada cara-cara kerja dan peralatan yang dimaksud.
Puji syukur kami panjatkan atas Kehadirat ALLAH SWT , karena dengan rahmat dan
Anugrah NYA kami dapat menyusun dan menyelesaikan buku Perencanaan Pelabuhan I.
Kami mengucapkan terima kasih kepada teman dosen di ISTN yang telah membantu
menyelesaikan pembuatan buku Pelabuhan I ini sdr Ir. Marsiano MSc , Ir. Rahardjo MT, Ir. Atjep
i

Sudaryanto MT dan teman-teman dosen lain yang tak dapat kami sebutkan satu persatu. Dan
juga kepada semua pihak yang telah memberikan masukan-masukan yang sangat berarti dalam
menyelesaikan tugas ini.
Kami menyadari ,bahwa buku yang kami susun ini masih memiliki banyak kekurangan
dan kelemahan. Oleh karena itu, kami menerima segala kritik dan saran yang bersifat positif
untuk kami.
Semoga Diktat ini memberikan banyak manfaat bagi kami pada khususnya dan bagi
pembaca pada umumnya.

Jakarta, 18 Januari 2005.

Penulis.

ii

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

Daftar Isi

iii

BAB I.

PENDAHULUAN.
I.1. Pemandangan Umum Tentang Pelabuhan.

.... 1

I.2. Macam-macam Pelabuhan Berdasarkan Kriteria.

.... 4

I.2.1. Berdasarkan Konstruksi Teknis. 4


I.2.2. Berdasarkan Jenis Perdagangan. 4
I.2.3. Berdasarkan Jenis Pungutan Jasa.
I.2.4. Berdasarkan Kegiatannya.

BAB. II. PASANG SURUT AIR LAUT.


II.1. Pendahuluan

. 6

II.2. Berdasarkan Teori Seimbang dari NEWTON.

. 6

BAB. III. ARUS AIR LAUT.


III.1. Pendahuluan. 12
III.2. Cara Pengukuran Kecepatan dan Arah Arus.

.... 14

III.3. Pengukuran Kedalaman (ukuran kedalaman ) air laut

...........................

17

BAB. IV. GELOMBANG ( WAVE PROPERTIES ).


IV.1. Pendahuluan. 18
IV.2. Gelombang.

19

IV.3. Panjang dan kecepatan Gelombang. 21


IV.4. Penyelidikan gelombang.

27

IV.5. Wave Refraction dan Wave Diffraction.


IV.6. Difraksi.

28

30

IV.6. Equivalent Deepwater wave. 30

iii

IV.7. Fetch. 31
IV.8. Wave shoaling.

35

IV.9. Wave Breaking.

35

IV.10. Pengaruh gelombang didalam Pelabuhan. 36


IV.11. Refleksi Gelombang.

37

IV.12. Wave Runup dan Over topping.

40

BAB. V. PENAHAN / PEMECAH GELOMBANG.


V.1 Pendahuluan ..

48

V.2. Macam-macam Breakwater. ...

48

V.3 Pemilihan Type

49

V.4. Keuntungan dan kerugian masing-masing type.


V.5. Breakwater type Rublemound.

.... 49

.... 51

Contoh soal Breakwater type Rublemound. 70


Contoh soal Design konstruksi Breakwater type Caisson.

80

BAB. VI. RAMALAN KEBUTUHAN FASILITAS PELABUHAN.


VI.1. Pendahuluan. ...

91

VI.2. Merencanakan Panjang Dermaga.

...

92

VI.3. Merencanakan luas tempat penumpukan yang diperlukan. ...

94

VI.4. Menentukan jumlah peralatan pelabuhan yang diperlukan. ...

95

VI.5. Penggunaan Peralatan Pelabuhan.

96

...

VI.5. Merencanakan banyaknya kapal Tunda.


VI.6. Jarak labuih kapal.

...

97

... 101

VI.7. Ukuran-ukuran kapal.

... 101

BAB. VII. FENDER.


VII.1. Pendahuluan. ... 103
VII.2. Jarak perletakan masing-masing fender.

... 105

VII.3. Contoh soal rencana penggunaan Fender.

. 106

iv

BAB. VIII. PENGERUKAN ( DREDGING ).


VIII.1. Pendahuluan.

... 109

VIII.2. Pekerjaan Reklamasi.

... 109

VIII.3. Capital Dredging dan Maintenance Dredging.

... 109

VIII.4. Contoh soal. ... 110

DAFTAR PUSTAKA.

113

PENGALAMAN PENULIS . 114


LAMPIRAN-LAMPIRAN.
LAMP. A. Tentang
Lamp. B. Tentang ..
Lamp. C. Tentang ..
Lamp. D. Tentang .
Lamp. E. Tentang

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno. AS

BAB I
PEMANDANGAN UMUM PELABUHAN
I. 1 PENDAHULUAN.
Pelabuhan Laut merupakan terminal point antara angkutan darat dan angkutan
laut, angkutan laut dan angkutan laut, serta angkutan laut dengan angkutan darat.
Pelabuhan, kata aslinya adalah labuh yang berarti Pelabuhan laut, itu adalah tempat
berlabuhnya kapal-kapal laut. Dahulu kala sungai-sungai merupakan alur pelayaran
bagi perahu-perahu dan kapal-kapal, kapal-kapal tersebut biasanya sampai dimuara
sungai berhenti berlabuh sambil menunggu cuaca baik agar dapat melanjutkan
perlayarannya menuju antar pulau dan melaut kenegara lain.
Karenanya muara-muara sungai dahulu merupakan pelabuhan, dimana kapalkapal berlabuh (membuang jangkar/sauh). Perhubungan laut termasuk pelabuhannya
merupakan prasarana (infrastructure) dari perekonomian. Sehubungan dengan
perkembangan perekonomian, maka makin lama kapal-kapal makin besar, sehingga
hanya kapal-kapal kecil melewati sungai-sungai dan kapal-kapal besar berlabuh
dipelabuhan sebagai terminalnya. Selanjutnya pelabuhan dilengkapi dengan fasilitasfasilitas tambat dan pergudangan serta pier atau penahan gelombang.
Banyak Istilah-istilah kepelabuhanan yang belum ada terjemahannya dengan
tepat, sehingga dalam hal-hal seperti itu terpaksa masih digunakan istilah asing;
antara lain ;
Kita kenal istilah Harbour dan Port dalam bahasa Inggris, terjemahannya keduanya
adalah Pelabuhan sedangkan keduanya memang berbeda.
Harbour

: adalah tempat perairan yang cukup dalam untuk tempat kapal-kapal


berada, bebas dari rintangan untuk navigasi dan terlindung dari taufan,
sehingga kapal-kapal dapat berlabuh disitu dengan aman.

Port

Harbour yang secara tetap digunakan oleh masyarakat yang sibuk

berdagang dan bongkar muat angkutan laut. Jadi ringkasnya Port


adalah Harbour yang telah dimanage (dilola).

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno. AS

Harbour dipimpin oleh Harbour master (Syahbandar), contoh harbour di Indonesia


adalah pelabuhan-pelabuhan Eretan, Pengandaran, Pacitan dan lain-lain.
Port dipimpin oleh Port Administrator (Administrator Pelabuhan / Adpel)
contoh Port di Indonesia adalah, Pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Perak, Belawan,
Makassar dan lain-lain.

I. 2. MACAM MACAM PELABUHAN :


Dibawah ini disajikan suatu diagram tentang macam-macam pelabuhan.
PELABUHAN

PELABUHAN MILITER

PELABUHAN NIAGA

PELABUHAN UMUM

PELABUHAN KHUSUS

PEL MINYAK
PEL PERIKANAN
PEL BATU BARA
PEL KAYU
PEL PEMDA , DLL

Pelabuhan Militer (Pangkalan Angkutan Laut) tidak akan kita bahas, yang kita bahas
selanjutnya adalah Pelabuhan Niaga khususnya Pelabuhan Umum.
Pelabuhan Umum di Indonesia dikendalikan oleh Negara jadi termasuk
B.U.M.N (Badan Usaha Milik Negara)/ Harbour State Own Enterprises , sekarang di
Indoensia BUMN yang dimaksud bernama Pelindo (Pelabuhan Indonesia) berbentuk
PT (Persero) dan terdapat 4 Persero, yaitu :
PT. Pelindo I berpusat di Belawan (Medan)
PT. Pelindo II berpusat di Tanjung Priok (Jakarta)

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno. AS

PT. Pelindo III berpusat di Tanjung Perak (Surabaya)


PT. Pelindo IV berpusat di Makassar (Ujung Pandang)
Dibina oleh Depertemen Perhubungan c.q Direktorat Jendral Perhubungan Laut.
Pelabuhan dalam hal ini PT. Pelindo Persero wajib menyediakan fasilitas pelabuhan
antara lain : dermaga dengan kelengkapan fender dan bolder, pergudangan dan open
storage (tempat penumpukan) peralatan pelabuhan (port equipment) baik peralatan
darat maupun peralatan dilaut seperti Crane, forklift, truck dan alat-alat bongkar
muat lainnya, begitu pula pembangunan penahan gelombang (breakwater), kolam
pelabuhan, alur pelayaran masuk, kolam tempat berputar kapal (turning basin),
Dalam hal pergudangan pelabuhan wajib menyedikan Transit Shed (gudang lini I dan
lini II), sedangkan gudang penyimpanan (lini III atau warehouse), swasta dapat
membangun dengan izin pelabuhan sedangkan untuk air minum/air kapal bila
mungkin pelabuhan menyediakan fasilitasnya, tetapi bila tidak, air kapal diambil dari
perusahaan air minum walaupun dengan harga yang sangat tinggi dibanding dengan
harga umum, Jaringan listrik juga disupply dari perusahaan Listrik Negara.
Pelabuhan menyediakan tempat/lahan untuk Kantor, Perbankan, Kantor Bea dan
Cukai, Kantor Karantina Depkes, Kantor Pelayaran, Kantor Ekspedisi Muatan Kapal
Laut (EMKL), Kantor Keamanan (KP3) (Kepolisian di pelabuhan), Kantor
Perdagangan dan Perindustrian, juga bila mungkin menyediakan lahan untuk
galangan kapal.
Pembangunan fasilitas-fasilaitas tersebut diatas, khususnya bangunan air
tidak mudah pelaksanaannya. Untuk keperluan tersebut perlu dipahami Tidal and
Coastal Engineering yang mempelajari antara lain pasang surut, arus laut,
gelombang dan teknik pantai.
Untuk membangun kolam pelabuhan dan alur pelayarannya diperlukan
Capital Dredging (pengerukan awal) dan untuk memelihara kedalamnya
diperlukan Maintanance Dredging (pengerukan perawatan).
Sebelum pelabuhan menjadi (berstatus) Perum (Perusahan Umum Negara) status
pengerukan merupakan Divisi dari instansi pelabuhan .
Pada saat pelabuhan ditetapkan sebagai Perum maka pengerukan juga
ditetapkan sebagai Perum dan terpisah dari Perum pelabuhan. Pada tahun 1991

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno. AS

seperti halnya pelabuhan pengerukan juga ditetapkan sebagai Persero dan disebut PT.
Rukindo Persero.
PT. Rukindo Persero merupakan perusahaan pengerukan yang memiliki armada
keruk yang cukup besar, yakni terbesar ketiga di Asia setelah armada keruk dari
Jepang dan Korea.

I.3. MACAM-MACAM PELABUHAN BERDASARKAN KRITERIA


Adapun macam-macam pelabuhan berdasarkan kriteria , maka dapat dikelompokan
menjadi 4 kelompok sebagai berikut :
a. BERDASAR KONSTRUKSI / TEKNIS
1)

Pelabuhan alam

: Pelabuhan secara alamiah sudah memenuhi kriteria.

Berada diteluk atau muara sungai yang cukup dalam.


2)

Pelabuhan buatan : Pelabuhan yang dibuat dengan mengurug perairan untuk


dijadikan pelabuhan dan jika diperlukan diberi pemecah atau penahan
gelombang atau pier (tanggul) dan lain-lain.

3)

Artificially excavated port : Pelabuhan yang dibangun dengan mengeruk


daratan/ pantai untuk dijadikan kolam pelabuhan.

b. BERDASAR JENIS PERDAGANGAN


1)

Pelabuhan sungai : Untuk perdagangan local

2)

Pelabuhan pantai : Untuk perdagangan interinsuler

3)

Pelabuhan samudra : Untuk perdagangan internasional

c. BERDASAR JENIS PUNGUTAN JASA :


1)

Pelabuhan yang diusahakan : Pelabuhan yang dikelola oleh BUMN (Badan


Usaha Milik Negara), di Indonesia PT. PELINDO (Persero).

2)

Pelabuhan yang tidak diusahakan : Pelabuhan di Indonesia yang tidak


dikelola BUMN, tetapi langsung dikendalikan dibawah pemerintah cq
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

3)

Pelabuhan otorita : di Indonesia contohnya Pelabuhan di Batam

4)

Pelabuhan Bebas : di Indonesia contohnya Pelabuhan Sabang.

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno. AS

d. BERDASAR KEGIATANNYA ( UMUM / KHUSUS )


1)

Pelabuhan umum (Niaga/Commersial)

2)

Pelabuhan Industri : Plb. Miyak di Balikpapan, plb. Batubara di Tarahan


Lampung, plb. Perikanan di Muara Karang, plb. Pupuk di PUSRI
Pelembang, plb petrokimia di Gresik dan lain-lainnya.

3)

Pelabuhan Militer (pangkalan) : Pangkalan di Teluk Semangka Lampung,


Pangkalan Angkatan Laut di Surabaya dan lain-lain

4)

Pelabuhan Kayu (Logpond) : Kolam pelabuhan penyimpan kayu-kayu.

5)

Pelabuhan Marina untuk Yacht, motor boat dan lain-lain

6)

Pelabuhan turis : untuk kapal-kapal pariwisata

7)

Pelabuhan untuk tempat berlindung (refuge) dan lain-lain.

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno. AS

BAB II
PASANG SURUT AIR LAUT

II.1. PENDAHULUAN
Pasang dan surut pada air laut terjadi akibat adanya gaja tarik Bulan
dan/atau Matahari terhadap Bumi.

Pasang berarti muka air laut lebih tinggi dari

keadaan normal, sedang surut berarti lebih rendah dari keadaan normal.
Terhadap gerakan/pasang surut ini ada 2 (dua) buah teori :
1. Teori setimbang dari Newton (1687)
2. Teori dinamis dari Laplace (1749 - 1827)

II.2. BERDASARKAN TEORI NEWTON.


Bumi merupakan bola padat yang dilapisi dengan air secara merata, pada tiap saat
akan terjadi/terdapat situasi statis yang setimbang (momentaneous static stability).

24 jam - 50 menit - 28 detik

D
B

F
a

90
180

270

12 jam - 25 menit - 14 detik

360

1/2
90

180

270

360

EF = 2 a
fase untuk tinggi h

Gambar II.1. Kondisi Pasang Surut Air Laut.

Absis : menyatakan waktu dalam satuan jam atau derajat.


Ordinat : menyatakan tinggi permukaan air.

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno. AS

__
__
__
__
AB = CD AB dan CD disebut Amplitudo
Dalam Sinusoida tersebut diatas, digambarkan seakan-akan, Matahari mengelilingi
Bumi dalam waktu 24 jam sedangkan Bulan mengelilingi Bumi dalam waktu 24 jam
50 menit 28 detik.
1
2

= FOB
= OF
a = OA = OB

= amplitudo

P
E

b = OP = OQ

b
F

R
y
A

O
x
i
m
Bu

Ellips
Lingkaran
Q
Lapisan air ( hydrosfeer )

Gambar II.2. Proyeksi Bumi padat saat terjadi pasang surut.

Untuk mengetahui tinggi muka air laut setiap saat di setiap tempat, seperti yang
tertera dalam buku pasang surut, kita gambarkan proyeksi Bumi padat saat terjadinya
pasang surut seperti tersebut diatas.
Banyaknya air yang melapisi Bumi (Hydrosteer) tidak berubah. Karena itu
akibat gaya tarik Bulan / Matahari, maka lingkaran dengan Radius

R berubah

menjadi ellips yang luasnya sama.


Persamaan = R2 = ab
R = a.b

. ( 1 )

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno. AS

Misalkan a b = a = b +

(2 )

(2) substitusi ke (1) menghasilkan :


R=

b(b + ) =

b 2 + b =

b 2 + b + (1 / 2 ) 2 =

(b + 1 / 2 ) 2
= b +

Karena sangat kecil terhadap b ( <<<< b)


Maka pada nilai tersebut diatas dapat ditambah ()
Jadi R = b +

b = R - ( a )
a = R + ( b )

Bila OF = , maka koordinat titik F (X,Y)

( c )
sin ( d )

X = cos

Maka

Y=

Persamaan Ellips

X2 Y2
+
=1
a2 b2

Substitusi (a), (b), (c) dan (d) kedalam persamaan Ellips.

2 . cos 2
1

R +
2

2 . sin 2
1

R
2

=1

1 cos 2 + 1 2
1 2 1 cos 2
1
1
R 2 R + 2
= R + R
+ R + R
4
2
4
2
2
2

[(

)]

) (

1 2 2
1

R cos .2 + R 2 R . cos 2 R + R 2 R 2 cos 2 + R R cos 2 = R 2


2
4

2 (R 2 R cos 2 ) = R 4
(R - R cos 2 + cos 2 )

= R4 4

(R - cos 2 )

= 4

(R - cos 2 )

R - cos 2

- cos 2

= -R

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno. AS

1
COS 2 = R
2
= Amplitudo ; cos 2 = cosinus phasenya ; R = Tinggi m.a laut.
Jadi Tinggi muka air laut = Amplitudo x cos phase.

Sekarang perlu diketahui besarnya gaya tarik benda-benda angkasa. Seperti telah
diketahui gaya tarik antara 2 (dua) benda angkasa masing-masing dengan massa m 1
dan m 2 dengan jarak antara R sedang kedua benda tersebut tidak bergerak,
m1

m2

Gambar II.3. Gaya Tarik benda angkasa dengan massa berbeda

Maka besarnya gaya tarik :


m1 .m2

K = R 2 C

C = konstanta.

Bila m 2 bergerak mengelilingi m 1 seperti halnya bulan mengelilingi bumi, maka


dengan adanya gaya-gaya centrifugal gaya tarik menjadi :
m1 .m2

K = R 3 C

Rumus ini kita pergunakan untuk membandingkan gaya tarik Bulan terhadap Bumi
dan gaya tarik Matahari terhadap Bumi, seperti diketahui bahwa;
Massa Matahari

= 319.500 x massa Bumi

Massa Bulan

0,0125 x massa Bumi

Jarak Matahari

11.600 x Diameter Bumi

Jarak Bulan

30 x Diameter Bumi.

Jadi :
Gaya.tarik .bulan
0,0125 319500
=
:
Gaya.tarik .Matahari
30 3 11.600 3

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno. AS

= 2,26 : 1
Maka Amplitudo akibat gaya tarik Bulan = 2,26 kali, Amplitudo akibat gaya Tarik
Matahari.

Gambar II.4. Perbedaan sinusoida pasang surut Matahari


dengan pasang surut Bulan
Pasang surut diartikan dengan naik turunnya permukaan air secara periodic
akibat gaya tarik bulan dan matahari terhadap bumi, serta terjadinya pergerakan
dalam system kedudukan bumi bulan matahari. Meskipun benda-benda angkasa
lainya menimbulkan gaya tarik pada bumi, tetapi bulan dan mataharilah penyebab
utama terjadinya pasang surut yang diakibatkan oleh bulan lebih besar dari pada
yang disebabkan oleh matahari (akibat matahari 44% dari akibat bulan) (1 / 2,26 =
44 %).

Pasang surut terbesar terjadi ketika kedudukan bumi bulan


matahari berada pada satu garis lurus, yang disebut Spring tides
sedangkan Pasang surut terkecil terjadi ketika kedudukan bumi
bulan matahari membentuk garis tegak lurus yang disebut neap
tides.
Kondisi meteorologipun seperti perubahan tekanan barometrik dan perubahan musim
dapat juga menyebabkan pasang surut, tetapi pengaruhnya tidak terlalu besar.

10

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno. AS

Berdasarkan pengalaman banyak diketahui mengenai terjadinya pasang surut


dipantai-pantai, tetapi sedikit sekali pengetahuan mengenai terjadinya perubahan
muka air dilautan, gerakan pasang surut diikuti oleh gerakan mendatar yang disebut
Arus pasang surut (tidal current).

11

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

BAB III
ARUS AIR LAUT

III.1. PENDAHULUAN.
Arus pasang surut merupakan arus periodik yang bervariasi menurut
tempatnya dan tergantung dari :
-

Sifat pasang surut

Kedalaman air laut

Keadaan topografi

Dipantai-pantai arus pasang surut akan berulang secara teratur (periodik), sedangkan
dilautan akan berputar kembali arah dan kecepatan dari jam ke jam.
Arus laut akibat pasang surut terjadi dari permukaan air laut sampai dasar perairan,
karena arus akibat pasang surut jauh lebih penting bagi teknisi sipil dibanding arus
laut yang diakibatkan oleh angin. Arus akibat angin ini hanya dipermukaan saja.
Arus pasang adalah arus kearah darat, Arus surut adalah arus kearah laut, Arus
pasang surut menimbulkan arus secundair

Gambar III.1. Arah arus pasang, arus surut


dan arus sekunder.

12

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

Berdasarkan KEADAAN TOPOGRAFI, arus pasang surut dapat dibagi menjadi :


a) Rotary Type, seperti arus dilautan dan disepanjang pantai
b) Rectilinier atau Reversing Type, terjadi pada sebagian besar daerah pedalaman,
seperti pada sungai-sungai.
c) Hydraulic Type, seperti diselat-selat yang menghubungkan dua lautan.

Selain arus pasang surut, dilautan terdapat pula arus-arus lain yang sangat
sulit untuk dipelajari, karena sebetulnya semua arus itu terjadinya serentak, sukar
untuk dipisah-pisahkan.
Diantara arus-arus selain arus pasang surut, ialah :
a)

WIND DRIFT CURRENTS


Bila angin bertiup diatas permukaan air, maka akan timbullah gesekan (shear
stress) pada permukaan air tersebut, dan menyebabkan air terseret oleh gerakan
angin. Arus ini biasanya lemah dan tidak merupakan faktor penting dalam
sediment transport. Tentu saja angin yang bertiup dengan waktu lama (hari)
pada daerah yang luas (mil persegi), akan menimbulkan arus yang cukup besar.

b) WARE INDUCED CURRENT.


Angin yang bertiup dipermukaan air akan memberikan energi pada air, dimana
sebagian energi dipakai untuk membentuk arus permukaan, dan sebagian lagi
untuk membentuk gelombang permukaan, pembagian energi ini sampai
sekarang belum bisa diketahui. Dalam daerah dimana arus dan gelombang (wind
waves) timbul pergerakan partikel air adalah variable, dan sesudah angin bertiup
lagi atau arus dan gelombang bebas dari angin, maka arus disebut Inertia
Current dan gelombangnya disebut Swell.

III.2. CARA PENGUKURAN KECEPATAN DAN ARAH ARUS.


Dalam hal ini terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan, diantaranya adalah
menggunakan cara sebagai berikut :
a) CARA SEDERHANA

13

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

Dengan menggunakan pelampung

Gambar III.2. Cara sederhana pengukuran Arah


dan Kecepatan Arus.

Arah perubahan tempat pelampung merupakan arah arus ; kecepatannya


adalah

14km
= 2km / jam
7 jam

b) DENGAN PERALATAN ( CURRENT METER)


Kecepatan dan arah arus dapat diukur dengan dua cara :
1) Eulerian Method

: dengan menggunakan Current Meter

2) Lagrangian method

: dengan menggunakan Tracing Floats

Arus dilaut adalah super posisi dari perioda tidal current dengan arus yang
hampir terjadi setiap waktu, karena itulah kecepatan arus perlu diukur pada lapisanlapisan yang berbeda setiap 30 menit sampai 1 jam, untuk selama 25 jam dengan
current meter.

Ada beberapa jenis current meter antara lain :

14

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

Ekman Merz Current meter

G.E.K (Geomagretic Current meter)

T - S. Self Recording Current meter

Omo Type self recording Current meter

Direct reading current meter

III.3. FENOMENA ARUS TERHADAP BANGUNAN AIR

Gambar III. 3. Perubahan contour dan terjadinya silting dan


scouring sebagai akibat bangunan air yang masif.

Apabila pada suatu teluk dengan arah arus tergambar, dibangun bangunan
konstruksi dermaga beton misalnya berupa konstruksi masif dimana arus air tidak
dapat lewat, maka akan terjadi pembelokan contour seperti terlihat dalam gambar
garis-garis putus (----) dengan akibat yang fatal yakni :
Disebelah kiri bangunan terjadi silting atau pendangkalan serta disebelah
kanan bangunan terjadi scouring atau penggerusan dimana kedua hal ini merupakan
kerugian, cela atau hal yang negatif, masih ditambah lagi kedalaman muka dermaga
yang sesuai rencana adalah 10 meter dibawah LWS bisa berubah menjadi kurang
dari 5 meter dibawah LWS misalnya, untuk mengatasi kejadian tersebut diatas, maka
apabila pada suatu daerah perairan seperti diatas akan dibangun bangunan air,

15

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

dermaga kapal misalnya, maka konstruksi dermaga tersebut tidak boleh berupa
konstruksi masif, tetapi harus direncanakan dengan konstruksi tiang pancang
sehingga air diberi jalan untuk tidak terhambat dan fenomena tersebut tidak terjadi,
walaupun biaya yang diperlukan lebih mahal dari pada konstruksi masif, perlu
diketahui bahwa biaya perbaikan apabila terjadi fenomena tersebut akan jauh lebih
mahal dari pada perbedaan biaya sebelumnya.

HHW = Highest highwater (duduk air


tertinggi)
HWS = High Water Springtide (duduk
air tinggi rata-rata)

MSL

= Mean Sealevel (permukaan


rata-rata air)

LWS = Low Water Springtide (duduk


air rendah rata-rata)

LLW =Lowest Low Water (duduk air


terendah)

Gambar III.4 Istilah permukaan air laut

III.4. PENGUKURAN KEDALAMAN (UKURAN KEDALAMAN) AIR LAUT :


Permukaan air laut itu tidak tetap, seperti tergambar diatas, maka terdapat istilah
sebagai berikut, Karena istilah baku bahasa Indonesia belum ada, maka kita sebut
istilah asingnya, sehingga bila mempelajari buku asing dapat mengetahuinya seperti
:H.H.W : Highest High Water yang artinya duduk air tertinggi
H.W.L : High Water Springtide atau duduk air tinggi rata-rata
M.W.S : Mean Sea Level atau permukaan Air rata-rata
L.W.S : Low Water Springtide atau duduk air rendah rata-rata
L.L.W : Lowest Low Water atau duduk air terendah

16

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

Ukuran LWS merupakan ukuran Peil duga dilaut untuk menentukan ukuran
kedalaman air (waterdepth) atau titik/garis 0 dilaut.

17

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

BAB IV
GELOMBANG ( WAVE PROPERTIES ).

IV.1. PENDAHULUAN.

Gambar IV.1. Kejelasan mengenai Panjang, Tinggi dan Periode


Gelombang serta Puncak dan Lembah Gelombang
L

= Panjang gelombang (Wave length)

= Tinggi gelombang (Wave height)

= Periode gelombang (Wave period)

Crest

= Puncak gelombang

Through

= Lembah gelombang

BENTUK GELOMBANG dipengaruhi oleh :


1)

Kecepatan angin meniup (wind velocity)

2)

Lamanya angin meniup (duration)

3)

Kedalaman air (waterdepth)

4)

Keadaan dasar laut (shape of the bottom)

18

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

Bentuk tersebut dinyatakan dengan nilai perbandingan L/H.


Contoh : Di danau dengan perairan yang dangkal L/H bernilai antara 9 s/d 15,
untuk dilautan (samudra luas), nilai L/H antara 17 s/d 33

Gelombang tidak mendapat geseran, karenanya jauh sekali, bahkan disamudra luas
terdapat gelombang tanpa ada angin.

IV.2. GELOMBANG (WAVE)


Persoalan gelombang air laut (sea waves) merupakan masalah yang dapat
dijumpai disetiap pelabuhan, akibat adanya gelombang, kita harus membangun
breakwater (penahan gelombang / pemecah gelombang) untuk mendapatkan kolam
pelabuhan yang tenang, sehingga kapal dapat bertambat dengan aman dan pekerjaan
bongkar/muat dapat berjalan dengan lancar.
Gelombang adalah juga penyebab utama terjadinya littoral drift, bahkan tidak
jarang timbul gelombang besar beserta typhoon yang merusak, dimana kita belum
mampu meramalkan kapan terjadinya gelombang tersebut.
Bila gelombang dapat dimengerti dan dapat dianggap sebagai gerakan
vertical dari permukaan laut, maka berdasarkan periode gerakannya, gelombang
dapat dibagi sebagai berikut :
a) CAPILLARY WAVES
Yaitu gelombang dengan periode (T) 0,07 detik, panjang gelom bang (L) 1,7
cm, dan tinggi gelombang (H) 2 3 cm.
Bila periodenya 0,3 detik, Capillary waves disebut juga ripples
b) Wind Waves
Yaitu gelombang yang ditimbulkan oleh angin, dengan periode 10 15 detik,
tinggi gelombang tidak jarang > 10 m (di Northen Pacific tinggi gelombang yang
pernah dicatat mencapai 34 m)
c) Swell
Yaitu gelombang lanjutan dari wind waves yang telah bebas dari daerah tempat
bertiupnya angin. Swell biasanya mempunyai periode yang lama ( 20 detik) dan

19

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

tinggi gelombangnya makin lama makin berkurang sebanding dengan jarak yang
ditempuh. Gabungan antara wind waves dengan swell, disebut Ocean waves atau
sea waves.

d) Long Period Waves


Yaitu gelombang yang mempunyai periode 20 a 30 detik, dengan tinggi
gelombang yang tidak begitu besar, long period waves sangat sulit diselidiki dan
dimengerti.
e) Tsunamis
Yaitu gelombang yang timbul karena adanya gerakan tiba-tiba dari dasar laut,
seperti gempa bumi tectonic dan atau vulcanic eruptions. Periodenya dapat
berlangsung dari beberapa menit sampai 1 jam.
Ada pula sejenis tsunamis yang disebabkan oleh Cyclone atau Typhoon, yaitu
badai yang dapat berlangsung sampai beberapa jam dan dapat menimbulkan
gelombang yang tinggi.

Selain klasifikasi diatas, gelombang dapat pula dibedakan berdasarkan kedalaman


air, yaitu :
Deep water waves

: h/L <

Intermediate depth

: 1/20 < h/L <

Shallow water waves

: 0 < h/L 1/20

dimana h

= kedalaman air (water depth)

dan

= panjang gelombang (wavelength)

Semua gelombang yang ada dilautan adalah irregular waves atau random waves, dan
sangat sulit untuk dipelajari dan dianalisa. Untuk menganalisa dan membuat rumusrumus kita harus menganggap regular waves, dengan tinggi gelombang tetap dan
periode gelombang yang berlangsung tak terbatas.
Berdasarkan anggapan ini kita bisa menyatakan besarnya suatu gelombang yakni
dengan :

Tinggi gelombang

(H)

20

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

Periode gelombang (T)


Panjang gelombang (L)
dan Kedalaman Air

(h)

IV.3. PANJANG DAN KECEPATAN GELOMBANG


Kita mengenal kecepatan sebagai ukuran (speed) juga kecepatan bergerak (velocity)
dan disini kita mengenal kecepatan yang disebut : Celerity.
Bila kita melemparkan sobekan kertas kepermukaan air yang bergelombang, maka
beberapa waktu kemudian sobekan kertas tersebut berpindah tempatnya, walaupun
sobekan kertas tersebut tidak dapat bergerak sendiri seperti mobil misalnya dan
airnya tidak bergerak, tidak ada arus melainkan gelombang yang dasarnya
pergerakan vertical.
Kecepatan bergerak sobekan kertas tersebut akibat energi gelombang yang disebut :
Kecepatan merambat gelombang atau celerity energy propagatian dengan symbol
(C).
g .T 2
2h
L=
tanh
2
L
C=

L
=
T

2h
g .L
tanh
L
2

dengan :
g = percepatan gravitasi.
C = celerity of propagation.
Hubungan antara L, h, T, dan C dinyatakan sebagai berikut :
L=

Jadi

g .T 2
2h
2h
g L2
=
tanh
tanh
2
2
L
L
2 C

C2 =

C=

2h
g .L
tanh
L
2
2h
g .L
tanh
L
2

21

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

Untuk deepwater waves dan long waves ( shallow water waves) persamaan diatas
dapat disederhanakan sebagai berikut:

Deep water waves :


Lo =

g 2
g
T dan Co =
T
2
2

Long waves (Shallow water waves) :


L = T gh dan C =

gh

a) Profil pada Gelombang (surface Profile) (m)


Elivasi muka air diatas mean water level (MWL) dapat dinyatakan dengan rumus
sebagai berikut :

( x, t ) =

2
H
2
.Sin
x
t
2
T
L
H
2
Sin
( x Ct )
2
L

Untuk menentukan clearance dari lantai konstruksi pelabuhan seperti dermaga,


dolphin dan lain-lain, maka dianjurkan untuk mengambil crest height sebesar 65%
a 75% dari tinggi gelombang terbesar dimana :
= Surface profile (m)
H = tinggi gelombang (m)
L = panjang gelombang (m)
T = periode gelombang (detik)

b) Gerakan partikel air pada gelombang (Velocity of water particle) - (m/det)


Kecepatan gerak partikel air akibat gelombang dapat dinyatakan dengan :
Kecepatan arah horizontal = (m/det)

22

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

x+h
Cosh.2

H
2
L 2

=
Sin
x
t
2

h
T
T
L
Sinh
L
Kecepatan arah vertical : (m/det)
z +h
Sinh.2

H
2
L
2

=
.Cos
X
t
2h
T
T
L
Sinh.
L
Dimana z = elevasi partikel diukur dari MWL (Persamaan ini berlaku baik bila H
relatif kecil).
c) Percepatan gerakan partikel air pada gelombang (Acceleration of water
particle)
(m/det2)

z +h
Cosh.2

2 H
2

L
2

.
.Cos
=
x
t
2
t
L
T
T
2h

Sinh

L
2

z +h
Sinh.2

2 H

L .Sin 2 x 2
.
=

2h
t
T
T2
L
Sinh.
L
2

d) Tekanan air pada gelombang (Pressure in the water action of waves) - (tf/m2)

h+z
cosh .2

2
1
L
2

P = o H.
Sin
x
2h
T
2
L
Cosh.
L

t 0 z

Dimana o = berat volume air (tf/m3)


(unit weight of water)

e) Energy gelombang (Average energy of waves per unit area of water surface)
(tf.m/m2)

23

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

Tiap partikel air yang bergerak dalam gelombang mempunyai energi potensial
(Ep) dan energi kinetik (Ek) yang sama besarnya yaitu:
Ep = Ek = 1/16 o H2
E = Ep+Ek = 1/8 o H2 (energi total)
f) Average energy transported in the progressive direction of waves across unit
width in unit time (tf.m/m) / detik.
Bila gelombang mulai bergerak kedaerah perairan tenang, maka ia akan
memberikan enersi sebesar :
W = Cg.E = n.CE
dimana W = energy rata-rata gelombang persatuan lebar
Cg = n.C = Group velocity (m/det) dari gelombang
4h

1
L
n = 1 +

2 Sinh. 4h
L

Untuk deep water h/L sehingga n =


dan Cg = nC = C
Co =

g
9,80
m
T=
T = 1,56T ( )
2 x3,14
det
2

L o = C o T = 1,56 T2 (m)
Cg (group velocity) = C o = 0,78 T (m/det)
= 2,81 T (km/h)

24

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

Gambar IV.2. Grafik International Course


In Hydraulic Engineering.

25

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

TABEL FITURE 2-6

26

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

IV.4. PENYELIDIKAN GELOMBANG


Untuk mengetahui keadaan gelombang yang sebenarnya, maka perlu diadakan
penyelidikan gelombang dilapangan. Data-data hasil penyelidikan ini kemudian
dianalisa untuk perhitungan dan model test, guna mendapatkan kolam pelabuhan
yang tenang.
Penyelidikan harus dilakukan selama mungkin, tetapi bila tidak ada data sama sekali
dan data-data sangat diperlukan misalnya untuk model test, maka penyelidikan dapat
dilaksanakan minimum 3 4 bulan, dengan memilih musim dimana diperkirakan
gelombang terbesar akan terjadi. Dalam penyelidikan lapangan ini selain periode dan
tinggi gelombang, harus pula arah gelombang selalu dicatat. Disamping itu harus
dilakukan penyelidikan angin pada waktu yang bersamaan dengan penyelidikan
gelombang.
Profil gelombang yang ada dilaut sangatlah tidak teratur, berbeda dengan profil
gelombang yang didapat dari percobaan di laboratorium, dimana profil gelombang
dilaboratorium seolah-olah berbentuk sinusoida. Karena itulah, definisi mengenai
periode dan tinggi gelombang , hanya dibuat sebagai dasar untuk menganalisa datadata. Misalnya : untuk mendapatkan data tinggi gelombang, kita harus mempunyai
minimal 100 data tinggi gelombang secara tidak terputus (Continues Record).
Rata-rata dari seluruh data tinggi gelombang tersebut merupakan Tinggi gelombang
rata-rata (H). Dari data tersebut dapat dibuat persamaan [ H sign = H 1,6 H]
dimana H = H significant
Tentu saja dari 100 data itu akan ada tinggi gelombang yang lebih besar dari H (
13% dari seluruh data)
Dalam hal ini kita bisa mengambil tinggi gelombang maximum (H max ) sebagai
berikut :
[ H max (1,6 s/d 2,0) H ]
Begitu pula, periode gelombang pun merupakan bilangan variable seperti halnya
tinggi gelombang.
Untuk periode ini telah dibuat persamaan pendekatan
[ T max T 1,1 T]
dimana T max = periode dari gelombang terbesar
T

= Significant wave periode ( periode dari gelombang significant ).

27

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

= Periode rata-rata

Pemilihan antara H max , H atau H waktu mendesign, tergantung dari type


konstruksinya, untuk steel piling dan vertical wall (caisson) breakwater, pada
umumnya didesign terhadap H max , sebab dengan sekali hantaman oleh gelombang
besar, kemungkinan konstruksi akan ambruk, sedangkan untuk rubblemound
breakwater, umumnya didesign dengan H atau H significant , sebab kemungkinan
runtuhnya konstruksi hanya disebabkan oleh jumlah (banyaknya) hantaman
gelombang.
Telah diketahui bahwa gelombang dilaut, variable dalam tinggi, periode dan arah,
dapat kita anggap bahwa gelombang tersusun dari banyak sekali gelombang
sinusoidal yang berbeda tinggi, periode maupun arahnya. Karena itu sangat sulit
menentukan bagaimana energi nya didistribusikan, terutama dalam hal frekuensi dan
arah. Fungsi yang menggambarkan distribusi dari energi gelombang disebut wave
spectrum, dan parameter yang menunjukan derajat wave energy concentration
terhadap arahnya dinyatakan dengan S max .
Untuk swell S max = 75, dimana energi tersebar 30o dari arah gelombang, sedangkan
untuk wind waves S max = 10, dengan sudut penyebaran energi 60o dari arah
gelombang (S max = spectrum maximum).

IV.5. WAVE REFRACTION (REFRAKSI) DAN WAVE DIFFRACTION (DIFRAKSI)


Didalam pergerakannya menuju pantai, gelombang selalu berusaha untuk mengubah
bentuk dan arahnya. Bila gelombang masuk kedaerah perairan yang relatif
dangkal (h L), maka gelombang tadi mulai mencapai dasar perairan, dan secara
perlahan-lahan merubah arah geraknya terhadap garis tegak lurus pada contour
kedalaman perubahan gerak akan terlihat jelas setelah mencapai pantai, dimana
puncak gelombang sejajar dengan garis pantai.
Kejadian diatas disebut wave refraction, yang terjadi akibat perbedaan
kecepatan gerakan gelombang dalam penyebarannya disebabkan perbedaan
kedalaman. Wave refraction bukan saja menyebabkan perubahan arah geraknya,
tetapi juga berubah dalam tingginya, perubahan tinggi gelombang akibat refraction,

28

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

biasanya dinyatakan dengan Koefisien refraksi (K r ), yang hubungannya [ H = K r


H o ).
dimana H

= tinggi gelombang sesudah refraksi

Ho = tinggi gelombang diperairan dalam (deepwater)

K r makin kecil, bila : h/L o makin kecil, ( p ) o makin besar dan S max makin besar.
(L o = deepwater wave length, ( p ) o = incident angle to the deepwater contour).

Gambar IV.3. Surfzone, daerah dimana gelombang pecah.

Dimana :

H p = H pada waktu gelombang pecah


h p = h pada waktu gelombang pecah

Daerah dimana gelombang pecah, disebut surfzone.


Bila kedalaman air berkurang dari laut menuju pantai maka puncak-puncak
gelombang (crest) menjadi lebih tinggi dan panjang gelombang (L), menjadi
berkurang sehingga nilai L/H menjadi kecil, makin lama crest menjadi makin tajam
dan akhirnya pecah. Pecahnya gelombang pada saat ini crest (puncak gelombang)
sejajar pantai dan peristiwa ini disebut refraksi (wave Refraction).
Bila kedalaman air h = 1,72 H dalam keadaan tidak ada angin, maka timbul yang
disebut surf. Akibat timbulnya surf ini timbul Arus lawan atau Contra

29

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

IV.6. DIFRAKSI (WAVE DIFFRACTION).


Gelombang bila dalam pergerakannya dirintangi, misalnya oleh pulau atau
breakwater,maka gelombang tersebut akan berusaha untuk mendorong dan
menembus rintangan tersebut. Kejadiaan ini disebut wave diffraction (difraksi)
Variasi diffracted wave heights dapat dihitung secara teoritis dan secara
experiment dengan hydraulic models. Diffracted wave heights ini sangat dipengaruhi
oleh arah gelombang yang datang pada rintangan, dan terjadi pada banyak parubahan
pada periodenya disebabkan keadaan dasar laut yang sembarang. Berdasarkan hasil
perhitungan dan experiment dengan hydraulic models, maka telah dibuat diagramdiagram tentang variasi dari diffracted wave heights, yang sangat berguna untuk
menaksir distribusi tinggi gelombang didalam kolam pelabuhan.
IV.6. EQUIVALENT DEEPWATER WAVE
Setelah tinggi gelombang akibat refraksi dan difraksi didapat, sebaiknya
dihitung pula Equivalent deepwater wave heights (H o 1)
[H o 1 = K d .K r (H ) o ]
Dimana : K d

= Koefisien difraksi

Kr

= Koefisien refraksi

(H ) o = Tinggi gelombang significant diperairan dalam (significant wave


height in the deepwater).
Pada perairan yang dangkal dan rata harus diperhitungkan pengurangan akibat
friction dasar perairan pada H o 1. sedangkan untuk periodenya dapat diambil sama
seperti periode dari deepwater waves :
[ T = (T ) o ]
Konsep tentang equivalent deepwater waves ini hanyalah anggapan (buatan), untuk
memungkinkan penggunaan data-data laboratorium dua dimensi dari wave breaking,
runup dan data-data lain bagi prototype problems dalam tiga dimensi.
IV.7. FETCH
Timbulnya apa yang dinamakan fetch adalah sebagai berikut. Angin meniup dalam
air, maka timbul energi. Energi tersebut bergerak dengan kecepatan C gr (celerity of
energy propagations) dan timbullah gelombang yang tumbuh (increasing wave).

30

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

Pertumbuhan gelombang ini disebut fetch dan jarak pertumbuhan gelombang itu
disebut fetch limitation.

Gambar IV.4. Terjadinya apa yang disebut FETCH

Untuk unlimited duration, maka

[ Fetch limittion = C gr .t ]
C gr = Celerity of energy propagation
t

= waktu dalam detik

= kedalaman (water depth)

g = gravitasi = 9,81 m/det2

Gambar 4.5. Celerity of Wave Propagation

C =

2d
gL
tanh .

2
L

31

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

Dimana :
C = Celerity of wave propagation
L = Panjang gelombang
2d
Untuk very deepwater 2d sangat besar, sehingga tanh
1
L
L

C=

gL
2

Apalagi apabila L < 2,3 d (depth)


1
L
2,3

d>

Untuk shallow water


2d
gL
=
. tanh
2
L

C=

tanh

2d
= 0,99
L

tanh

2d 2d

L
L

gL 2d
.
2 L

C = gd

Catatan : shallow water


Refraksi : - Tidak ada energi transport
-

sejajar dengan wave crest

Difraksi : - Point of breakwater


-

ada energi transport

sepanjang wave crest.

4d

1
L

= 1+
4

d
2 sinh .
C

C gr

Untuk deepwater

4d
L
= 1+
=1
4d
Sin.

4d
L =2
Untuk Shallowwater = 1 +
Sinh

C gr = C.

C gr =

1
C
2

32

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

Secara analitis :

C=

gL
2

C 2 = g.

CT
g
C =
T
2
2

g
9,8
g
=
= 1,56 C =
T = 1,56T
2 2 x3,14
2

(C = dalam m/det)

Menurut tabel D7 CERC TR. No: 4


Untuk C = 22 knot Periode T n = 6,3 det
C = 22 knot = 10 m/det
Untuk deepwater C gr = C ; bila duration = t, maka Fetch limitation = C gr .t =
C.t = 10 t = 5 t m. Untuk t = 10.000 detik (misalnya) F limitation = 50km
Pergerakan Fetch akan berhenti, apabila menabrak atau terhalang sebuah pulau atau
bangunan seperti dermaga atau breakwater.

Thomas Stevenson (1864)


Menyusun rumus Fetch sebagai berikut, untuk long fetch, dimana F > 30 nautical
miles sebagai berikut :

[ H = 1,5 F ]

untuk short fetch, dimana F < 30 nautical miles, sbb :

[H = 1,5

F + 2,5 4 F

dimana,
H = dalam feeth
F = dalam nautical mile ( statute mile ).

33

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

Pada tahun 1934 D.A. Molitor bersama Stevenson.


Menyempurnakan rumus Fetch limitation tersebut untuk long fetch (dimana F > 20
miles)

[H = 0,17

UF

Dan untuk short fetch (dimana F < 20 miles)

[H = 0,17

UF + 2,5 4 F

dimana H = tinggi gelombang dalam feeth


F = Fetch limitation dalam statute mile
U = Kecepatan angin (wind Velocity) ,dalam knots (st.miles/hour).
Catatan : 1 statute mile = 5280 feeth = 1,6093 km.

CONTOH SOAL MENGENAI FETCH


Hitunglah panjang Fetch limitation yang terjadi didaerah perairan bebas, dimana
angin bertiup dengan kecepatan 22 knot dan tinggi gelombang setempat 1,185 meter,
yang terjadi disini adalah short fetch.
Penyelesaian soal : Untuk short fetch (F<20 miles)
4

H = 0,17 UF + 2,5 -

Tinggi gelombang H = 1,185 m = 3,89 ft


Kecepatan angin
3,89 = 0,17
4

U = 22 knot

22 F + 2,5 -

F = x F = x2

3,89 = 0,17

22 X2 + 2,5 X

0,797 X2 X 1,39 = 0
X 1, 2 =

1 + 5,43132
1,594

X 1 = 2,089
X 2 = - 0,8347

34

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

F 1 = (2,089)4

= 19 miles < 20 miles

F 2 = (- 0,8347)4 = 0,485 miles < 20 miles


Baik F 1 maupun F 2 < 20 miles, jadi keduanya memenuhi syarat.

IV.8. WAVE SHOALING


Gelombang yang memasuki perairan dangkal dari perairan dalam akan mengalami
perubahan apa yang disebut wave shoaling. Pertama-tama tingginya sedikit
berkurang kemudian bertambah lagi dengan perlahan-lahan, akibat penyebarannya
kearah pantai. Kejadian ini disebabkan adanya perubahan kecepatan dari wave
energy transport atau perubahan dari group velocity C gr .
Variasi tinggi gelombang akibat waves shoaling dapat dinyatakan dengan persamaan
:
[ H = K s .H o ]
Dimana K s = shoaling cocfficient, yang merupakan fungsi dari relative waterdepth
(h/L o ) dan wave steepness (H o /L o ), serta telah diestimate dengan berbagai macam
teori untuk menghitung harganya.

IV.9. WAVE BREAKING


Untunglah gelombang yang ada dilaut tidak bisa mencapai tinggi yang besar
diluar batas tertentu, sebab menurut hukum hydrodinamic, gelombang beserta
ketinggian nya adalah goyah dan akan pecah dengan sendirinya.
Bila tidak, mungkin harus direncanakan breakwater untuk menahan gelombang yang
tingginya lebih dari 100 mater.
Batas tinggi dari wave breaking tergantung dari panjang gelombang, kedalaman air
dan kemiringan dasar perairan. Untuk perairan dengan kedalaman yang tetap, secara
teoritis didapat hubungan sebagai berikut:
H b 0,17 L o untuk deepwater waves
H b 0,83 h

untuk very shallow water waves

35

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

Sedangkan untuk intermediate depth waves dan very shallow water waves pada
perairan dengan dasar yang miring, sumber informasi untuk menghitung breaker
height, datang dari hydraulic model test. Untuk keperluan ini telah dibuat rumus
empiris sebagai berikut :

h
4
H b = 0,17.Lo 1 exp 1,5 1 + tan .
Lo
3

Sebenarnya wave breaking yang ada dilaut lebih kompleks dari pada yang
dinyatakan dengan rumus diatas, sebab ada waves tersusun dari berbagai tinggi yang
silih berganti.
Apabila gelombang mendekati pantai, maka pertama-tama gelombang besar pecah
diperairan yang lebih dalam, sementara gelombang kecil tidak pecah, bahkan sampai
keperairan yang sangat dekat dengan pantai.
Daerah dimana gelombang pecah sendiri disebut Surfzone
Definisi mengenai breaker height dan break depth dari proses random wave
breaking, merupakan definisi yang tidak jelas, sebab gelombang pecah tidak terjadi
pada satu titik, melainkan bisa terjadi dimana-mana, akibatnya dibutuhkan sejumlah
data dari breaker height dan breaker depth, bila akan menganalisa gaya-gaya
gelombang yang berkerja pada konstruksi atau pantai.

IV.10. PENGARUH GELOMBANG DIDALAM PELABUHAN


Pelabuhan harus direncanakan dengan keadaan kolam yang tenang, sekecil mungkin
adanya gelombang, hal ini bukan merupakan pekerjaan yang mudah, sebab gangguan
gelombang dapat timbul karena:
-

Gelombang menembus / merembes

melalui batu-batu rubble mound

breakwater dan atau gelombang yang dihasilkan oleh massa air yang jatuh
melalui puncak breakwater (Overtopping) dan menjadi sumber kedua bagi
gangguan pada pelabuhan. Dapat dikatakan bahwa gangguan ini akibat adanya
diffracted waves (difraksi dari gelombang) dari pintu masuk kolam (mulut
breakwater) pelabuhan.

36

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

Refleksi/pantulan dari gelombang (reflection of waves ) oleh konstruksi yang


mempunyai dinding vertical didalam pelabuhan.

Bahkan dibeberapa pelabuhan getaran amplitudo rendah dengan periode beberapa


menit, dapat mempersulit bongkar muat dan manambat kapal. Hal ini disebabkan
adanya semacam gema getaran didalam kolam pelabuhan yang semi enclosed,
meskipun amplitudo dari incident long period waves mungkin lebih kecil dari 10 cm,
tetapi amplitudonya ditambah beberapa kali didalam pelabuhan oleh sifat perluasan
gema, bila periode gema getaran hampir sama dengan incident period. Getaran
dengan periode lama merupakan resiko lainnya, sebab gerakan horizontal partikel air
dan kapal, sebanding dengan periode getaran. Bahkan akibat system manambat kapal
pun, sering menimbulkan getaran dengan periode sampai beberapa menit. Untunglah
getaran gelombang dengan periode lama ini hanya timbul setempat, sehingga banyak
pelabuhan yang terhindar dari gangguan yang ditimbulkannya.
Pengaruh gelombang ini akibat difraksi (wave diffraction) dan refraksi (refraction)
dapat diperkirakan dengan cara:
- menggunakan wave diffraction diagrams
- numerical analysis
- hydraulic model investigation
Numerical analysis merupakan cara yang baru berkembang dengan menggunakan
digital computer dan hasilnya cukup memuaskan. Numerical analysis dan hydraulic
model investigation sebaiknya dikerjakan bersama-sama.

IV.11. REFLEKSI DARI GELOMBANG (WAVE REFLACTION)


Seperti halnya sinar dan suara, gelombang pun dapat dipantulkan oleh rintangan. Bila
rintangan berupa dinding tegak dengan permukaan yang rata, maka gelombang akan
dipantulkan sempurna, dimana tinggi gelombang sebelum dipantulkan akan sama
dengan tinggi gelombang-gelombang hasil pantulan.
Tetapi bila rintangannya tidak tegak, misalnya rubble atau block mound breakwater,
maka gelombang akan dipantulkan sembarang (tidak sempurna), karena sejumlah
energi dipakai untuk breaking dan terbulensi, sehingga tinggi gelombang tinggal 30
50 % dari tinggi gelombang asal.

37

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

Perbandingan antara tinggi gelombang pantulan dengan tinggi gelombang asal


disebut reflection coefficient, dimana nilainya tergantung dari jenis konstruksi dan
wave steepness.
Didekat rintangan tinggi gelombang menjadi lebih tinggi, sebagai akibat adanya
superposisi antara gelombang yang datang dengan yang dipantulkan. Untuk dinding
vertikal, tinggi gelombang menjadi dua kali tinggi gelombang asal. Semakin jauh
dari dinding, tinggi gelombang semakin berkurang, dan pada jarak L dari dinding,
ekor dari regular wave memperlihatkan amplitudo sama dengan nol. Dalam
kenyataan di laut , amplitudo ini tidak menjadi nol, tetapi tetap ada (lebih kecil
daripada tinggi gelombang asal), disebabkan sifatnya yang random. Pada jarak kirakira sejauh panjang gelombang (L) dari dinding, tinggi gelombang dapat
diperkirakan sebagai berikut:

H = H + H
13 I 13 R
13 s

dimana : index S = superposed; I = incident; R = reflected waves.


Didalam praktek, dispersion of reflected waves boleh diperkirakan dengan
menggunakan diffraction diagrams, dimana arah gelombangnya dianggap seperti
pantulan cahaya pada kaca.
Mengenai pengaruh gelombang didalam kolam pelabuhan sangat penting artinya
bagi keamanan dan kelancaran bongkar muat bagi kapal yang berlabuh di outher
harbour maupun ditambatan (didermaga).
Walaupun tinggi gelombang yang memasuki outher harbour makin berkurang ,telah
diketahui juga gangguan-gangguan lain, seperti adanya overtopping, adanya
rembesan air lewat batu-batu rubble mound dan juga akibat gerakan kapal akan
menimbulkan gelombang.
Secara empiris diketahui bahwa kapal yang bertambat akan dapat mengerjakan
bongkar muat dengan lancar dan aman, apabila tinggi gelombang disitu (didalam)
antara 20 cm 30 cm.

38

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

Gambar IV.6. Breakwater

Thomas Stevenson : telah menyusun hubungan antara tinggi gelombang dimulut


breakwater (H luar = H l ), tinggi gelombang dimuka tambatan (H dalam = H dl ), lebar
mulut breakwater (b) , panjang tambatan (B) dan jarak per pendiculair antara mulut
breakwater dengan tambatan (Y).
b
b 4
Y
H dlm = H l
0,0269
B

Didalam praktek, maka dalam membangun breakwater, maka berapa panjang


breakwater tersebut menjorok kelaut (Y) harus menghasilkan H dlm 0,20 0,30 m
Lingkaran dengan pusat tengah-tengah mulut breakwater dengan radius Y
merupakan crest gelombang yang sama tingginya, makin dekat pusat, makin tinggi,
dan makin jauh dari pusat makin rendah.

39

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

IV.12. WAVE RUNUP DAN OVERTOPPING


Bila gelombang melanggar konstruksi yang mempunyai bidang miring, maka
gelombang akan naik melalui bidang miring tersebut, hal ini yang disebut wave
runup. Gelombang akan naik sampai mencapai suatu ketinggian diatas MWL (mean
water level). Wave runup berguna dalam menentukan tinggi (puncak) dari rubble
mound breakwaters dan sea walls. Untuk menentukan wave runup height telah
dilakukan percobaan-percobaan dengan berbagai structures. Salah satu rumus
emperis untuk menentukan runup height pada bidang miring yang rata (smooth)
ialah:
Ru = H untuk : 0,1 < < 2,3

tan .
H

Lo

Dimana : Ru = runup height


= susdut miring bidang
= surf similarity parameter
Untuk bidang yang kasar dan permeable, seperti bidang depan dari rubblemound
breakwater, wave runup height tidak akan melebihi 1,0 H dalam segala hal.
Runup height yang dibicarakan diatas tadi hanya berlaku untuk reguler waves saja,
sedangkan untuk irregular waves sampai saat ini belum ada design kriterianya. Bila
tidak diinginkan terjadi overtopping pada konstruksi, maka dianjurkan untuk
mengambil runup height sama dengan tinggi gelombang terbesar dari data-data
regular waves. Sebab bila puncak konstruksi lebih rendah dari runup height, maka
akan timbul persoalan overtopping yang lebih sulit dari pada persoalan runup height,
dimana nilai overtopping sangat dipengaruhi oleh banyaknya faktor, termasuk bentuk
dan jenis material dari konstruksi sendiri.

40

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

41

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

Figure 3-11. Wave Runup Corrections For Model Scale Effect.

42

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

43

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

Figure 1-7. Deep Water Wave Forcasting Curves As A Function of Wind Speed

Olah gerak kapal dan lay out breakwater

Figure 1-7. Deep Water Wave Forcasting


Curves As A Function of Wind Speed

44

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

OLAH GERAK KAPAL DAN LAY OUT BREAKWATER

Gambar IV.7. Olah Gerak Kapal Saat Memasuki Breakwater.

Geraknya kapal ditentukan oleh gerak putaran propeller, karena itu gerak resultante
dari kapal yang bergerak maju adalah : maju arah kiri.

45

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

Berdasarkan experiment : lintasan kapal tersebut membentuk sebuah lengkung yang


amplitudonya untuk kapal dengan kecepatan 6 s/d 8 knots
300m, maka lebar
efektif dari mulut breakwater adalah 300 m.
Jika ditunda (dengan kapal tunda) maka kecepatan kapal tersebut dapat dikurangi
menjadi 3 s/d 4 knot, yang berarti lebar efektif mulut breakwater (entranches)
tersebut cukup 150 200 meter.
Karena kapal tidak mempunyai rem jadi sukar untuk belak-belok, untuk itu
sebaiknya alur pelayaran masuk (navigation channel) tagak lurus garis pantai.

Penentuan water depth

Gambar. IV. 8. Penentuan Waterdepth


[ depth = draft + keel clearens]
Keel clearens ditetapkan berdasarkan akibat-akibat:
1)

pitching & rolling (cushion effect)

2)

squat (akibat heaving)

3)

beda pasang surut

Pitching : H1 = 1,2 H

x 1,2 H = 0,6 H

46

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

Gambar IV. 9. Gerak Naik Turun Kapal (Leaving)


- misalnya beda pasang surut: 1,20 m x 1,20 m = 0,60 m
- untuk kapal 10.000 DWT draft = 8,50 9,00 m
- squat : 0,50 1,50 m (akibat kapal yang berjalan terdapat gerak naik turun yang
disebut leaving)
putar/goyang 30 = 1/20 rad.

rolling
Untuk with 20 m

10 x 1/20 = 0,5 m.

Jadi bila dijumlah ; draft = 8,50 9,00 m


Akibat cushion effect 0,6 H + 0,50 = 1,90 m
Beda pasang surut : 0,60 m
Squat

: 0,50 m

Depth

: 12,0 meter

Untuk kapal-kapal 10.000 DWT d = 1,2 x draft.


Layout Breakwater
Fungsi dari breakwater dimaksudkan untuk :
1) Perlindungan terhadap gelombang
2) Perlindungan terhadap pengendapan Lumpur (silting)
3) Jaminan keselamatan pelayaran
4) Mengarahkan arus (guidance of currents)

Dalam perkembangan teknologi fungsi kedua (silting) sudah tidak begitu penting.
Sedang terpenting adalah fungsi ke-1 dan ke-3.

47

Perencanaan Pelabuhan I

Bab V
PENAHAN / PEMECAH GELOMBANG
( BREAKWATER )

V.1. PENDAHULUAN.
Makin berkembangnya teknologi angkutan laut, jelas membutuhkan kolam pelabuhan
guna berlabuh dan bertambatnya kapal dalam perairan yang tenang. Hal tersebut
menyebabkan perlunya breakwater sebagai penahan dan pemecah gelombang serta
kolam yang tidak mudah terjadi pendangkalan (silting). Membangun breakwater tidak
mudah, karena harus dibangun dari bawah air, sedang cuaca tidak sepanjang tahun
merupakan cuaca yang baik, lagi pula harus diadakan pengukuran kekuatan tanah dasar
(soil investigation) yang berupa booring dan sondering.
Pada umumnya dasar perairan dapat dibagi 3 golongan :
a) Lumpur dengan tegangan max 0 2 kg/cm2
b) Pasir dengan tegangan max 1-5 kg/cm2
c) Batu/karang dengan tegangan max 5 40 kg/cm2
Bila kondisi tanah dasar tidak baik, maka harus diusahakan memperkecil sejauh
mungkin.
1) Membuat konstruksi yang ringan
2) Memperlebar dasar konstruksi, sehingga terjadi bentuk trapesium
3) Disamping hal-hal tersebut masih diadakan perbaikan tanah dasar (soil
improvement)

V.2. MACAM-MACAM BREAKWATER:


1) Type Rubblemount
2) Type Caisson
3) Type Sheetpilling
4) Pneumatic Breakwater
48

Perencanaan Pelabuhan I

Berdasar bentuknya kita bedakan dua type


1) Bentuk Trapesium (Rubblemound type)
2) Bentuk persegi panjang (Caisson type) bentuk ini merupakan bentuk tembok
tegak atau vertical wall, seperti halnya juga sheetpilling type.

V.3 PEMILIHAN TYPE


untuk menentukan type trapesium atau type persegi panjang dalam rencana
design breakwater pada suatu daerah tertentu ditentukan oleh beberapa faktor:
a) Keadaan dasar perairan (lembek atau kuat, Lumpur, pasir atau karang)
b) Persediaan batu (apakah sumber batu jauh/dekat dari proyek cukup banyak atau
tidak, sesuai rencana dan tersedianya ditempat sesuai rencana waktu)
c) Keadaan permukaan perairan ( ada atau tidaknya gelombang ditempat rencana
pembangunan)
d) Beda pasang surut (untuk menentukan duration selama pekerjaan dibawah air /
waktu surut)
e) Keadaan air (waterdepth) (makin dalam makin menguntungkan type caisson)
f) Tersedianya lahan untuk pekerjaan (worksite) (caisson membutuhkan worksite,
sedang rubblemound tidak memerlukan)
g) Peralatan, tenaga ahli, tenaga kerja dan cuaca. (caisson memerlukan peralatan
besar dan banyak tenaga ahli, sedang rubblemound sebaliknya, tapi perlu banyak
tenaga kerja).

V.4. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN MASING-MASING TYPE.


Keuntungan type trapesium :
1) Mudah dalam pelaksanaan (tidak perlu alat-alat besar dan worksite yang luas)
2) Karena dasar bangunan luas, tekanan diatas tanah dasar kecil
3) Energi gelombang dipadamkan secara beraturan
4) Tak ada pengikisan (scouring) didasar bangunan.

49

Perencanaan Pelabuhan I

Kerugian type trapesium:


1) Diperlukan banyak material
2) Diperlukan perawatan (maintenance) secara intensip
3) Gerakan gelombang merembes antar sela-sela batu, menyebabkan kolam
pelabuhan tidak tenang.
4) Dapat terjadi overtopping
5) Tidak dapat dipakai sebagai tambatan kapal.

Keuntungan type persegi panjang :

Keuntungan disini merupakan kebalikan dari

kerugian pada Trapesium antara lain :


1) Tidak memerlukan banyak material
2) Tidak memerlukan perawatan intensip
3) Gerakan gelombang tidak merembes kekolam
4) Tidak terjadi overtopping
5) Dapat dipakai sebagai tambatan kapal.

Kerugian type persegi panjang :


1) Pelaksanaan harus teliti dan memerlukan banyak tenaga ahli
2) Tekanan diatas tanah dasar cukup tinggi
3) Energi gelombang dipadamkan secara medadak
4) Dasar bangunan dapat dikikis oleh gerakan air

Dalam praktek pemilihan type breakwater ini tidak mudah, contohnya: Pembangunan
breakwater dipelabuhan Semarang terpilih rubblemound tetapi terdapat kendala,
banyaknya batu yang dapat disediakan dalam waktu 2 tahun tidak mencukupi karena
kendala transportasi, maka di design kombinasi caisson-rubblemound diatas tiang
pancang dan dibawah dinding turap baja (steel sheetpile).

50

Perencanaan Pelabuhan I

Bila hanya dilihat dari dasar perairan dan besarnya gelombang, pada umumnya di
Indonesia bagian barat dipilih type rubblemound, sedang diwilayah timur dipilih type
caisson.

V.5. BREAKWATER TYPE RUBBLEMOUND


Rubblemound breakwater biasanya dibangun dari batu-batu yang besar (quarry stones)
pada permukaannya. Bila batu-batu dengan ukuran besar tidak didapat, maka dapat
diganti dengan blok-blok beton besar untuk menutup lapisannya. Batu dan blok beton ini
disebut armour unit.
Yang menjadi persoalan ialah berat minimum dari armour unit tersebut, sehingga
mampu menahan gaya-gaya gelombang. Breakwater rubblemound tersebut terdiri dari
crestblok, lapisan I yang disebut primairy coverlayer yang dibagian depan diperkuat
dengan tetrapode, akmond, atau dollos, kemudian lapisan II yang disebut secondairy
coverlayer, ditengah-tengah badan dibawah kaki (toe) dan selengkapnya tergambar
dibawah ini.

Gambar V.1. Breakwater Type Rubblemound.

Berat crestblok dinyatakan W libes, sedangkan batu-batuan pada lapisan primairy


coverlayer W/2 W, dan untuk secondairy coverlayer W/15 W/10 dan untuk badan
brekwater W/6000 W/200. untuk menentukan besarnya W digunakan rumus Hudson.
51

Perencanaan Pelabuhan I

TABLE 4 - 2
KD VALUES FOR USE IN DETERMINING ARMOR UNIT WEICHT
No-Damage Criteria

Structure Trunk
Armor units
Smooth rounded
Quarrystone
Smooth rounded
Quarrystone

u (a)

Placement

Breaking Nonbreaking
Wave (b) Wave (c)

Structure Head
Breaking Nonbreaking
Wave (b) Wave (c)

Random

2.5

2.6

2.0

2.4

>3

Random

3.0

3.2

2.9

Random (d)

2.3

2.9

2.0

2.3

Random (d)

3.0

3.5

2.7

2.9

>3

Random (d)

4.0

4.3

3.8

Special (e)

5.0

5.5

3.5

4.5

Modifled Cube
Tetrapod
Quadripod
Hexapod
Tribar

2
2
2
2
2

Random
Random
Random
Random
Random

7.0
7.5
7.5
8.5
8.5

7.5
8.5
8.5
9.0
10.0

5.0
5.0
5.0
5.0

5.0
6.5
6.5
7.0
7.5

Tribar

Uniform

12.0

15.0

7.5

9.5

Rough angular
Quarrystone
Rough angular
Quarrystone
Rough angular
Quarrystone
Rough angular
Quarrystone

Graded angular
Quarrystone

Random

K RR

1.7 for depth > 20 feet and


1.3 for depth > 20 feet

(a) n is the number of units comprising the thicknees of the armor layer.
(b) Minor-overtopping criteria.
(c) No-overtopping criteria
(d) The use of single layer of quarrystone is not recommended except under special
conditions and when it is used, the stone should be carefully placed.
(e) Refers to special placement with long axis of stone placed normal to structure face.

52

Perencanaan Pelabuhan I

53

Perencanaan Pelabuhan I

TABEL D 7
WIND AND SEA SCALE FOR FULLY ARISEN SEA
WIND

SEA

Light Airs

13

0,05

0,08

0,10

Light Breeze

4-6

Gentle Breeze

7 - 10

Moderate
Breeze

11 - 16

Fresh Breeze

17 - 21

Strong Breeze

22 - 27

Moderate Gale

28 - 33

Fresh Gale

34 - 40

Strong Gale

41 - 47

10

Whole Gale

48 - 55

11

Storm

56 - 63

5
8,5
10
12
13,5
14
16
18
19
20
22
24
24,5
26
28
30
30,5
32
34
36
37
38
40
42
44
46
48
50
51,5
52
54
56
59,5

0,18
0,6
0,88
1,4
1,8
2,0
2,9
3,8
4,3
5,0
6,4
7,9
8,2
9,6
11
14
14
16
19
21
23
25
28
31
36
40
44
49
52
54
59
64
73

0,29
1,0
1,4
2,2
2,9
3,3
4,6
6,1
6,9
8,0
10
12
13
15
18
22
23
26
30
35
37
40
45
50
58
64
71
78
83
87
95
103
116

0,37
1,2
1,8
2,8
3,7
4,2
5,8
7,8
8,7
10
13
16
17
20
23
28
29
33
38
44
46,7
50
58
64
73
81
90
99
106
110
121
130
148

12

Hurricane

64 - 71

64

80

128

164

Minimum Duration (Hours)

Minimum Fetch (Nautical Miles)

Av. 1/10 H. Max

Average Wafe Length (Feet)

Significant

Calm

T average period

Average

Period of Max Energy of Spectrum


(T max)

Wind Velocity ( Knots )

Description

0,7

0,5

10in

18min

0,4 -2,8
0,8 5
1,0 - 6
1,0 - 7
1,4 7,6
1,5-7,8
2,0-8,8
2,5-10
2,510,6
3,0-11,1
3,4-12,2
3,7-13,5
3,8-13,6
4,0-14,5
4,5-15,5
4,7-16,7
4,8-17
5,0-17,5
5,5-18,5
5,8-19,7
6,0-20,5
6,2-20,8
6,5-21,7
7,0 - 23
7,0-24,2
7,0 25
7,5 26
7,5 27
8 28,2
8 28,5
8 29,5
8,5 31
10 32

2,0
3,4
4
4,8
5,4
5,6
6,5
7,2
7,7
8,1
8,9
9,7
9,9
10,5
11,3
12,1
12,4
12,9
13,6
14,5
14,9
15,4
16,1
17
17,7
18,6
19,4
20,2
20,8
21
21,8
22,6
24

1,4
2,4
2,9
3,4
3,9
4,0
4,6
5,1
5,4
5,7
6,3
6,8
7,0
7,4
7,9
8,6
8,7
9,1
9,7
10,3
10,5
10,7
11,4
12
12,5
13,1
13,8
14,3
14,7
14,8
15,4
16,3
17

6,7
20
27
40
52
59
71
90
99
111
134
160
164
188
212
250
258
285
322
363
376
392
444
492
534
590
650
700
736
750
810
910
985

8
9,8
10
18
24
28
40
55
65
75
100
130
140
180
230
280
290
340
420
500
530
600
710
830
960
1110
1250
1420
1560
1610
1800
2100
2500

39min
1,7
2,4
3,8
4,8
5,2
6,6
8,3
9,2
10
12
14
15
17
20
23
24
27
30
34
37
38
42
47
52
57
63
69
73
75
81
88
101

10 35

( 26 )

( 18 )

Significant Range of Period


(seconds)

Range ( Knots)

Beanfort ( Windforce )

Wave Height
( Feet )

1,2

54

Perencanaan Pelabuhan I
TABLE D-1
FUNCTIONS OF d/L FOR EVEN INCREMENTS OF d/L o
From 0,0001 to 1,000
TANH

SINH

COSH

2d/L

2d/L

2d/L

0
.02507
.03546
.04343
.05015

0
.02506
.03544
.04340
.05011

0
.02507
.03547
.04344
.05018

1
1.0003
1.0006
1.0009
1.0013

.008925
.009778
.01056
.01129
.01198

.05608
.06144
.06637
.07096
.07527

.05602
.06136
.06627
.07084
.07513

.05611
.06148
.06642
.07102
.07534

.001000
.001100
.001200
.001300
.001400

.01263
.01325
.01384
.01440
.01495

.07935
.08323
.08694
.09050
.09393

.07918
.08304
.08672
.09026
.09365

.001500
.001600
.001700
.001800
.001900

.01548
.01598
.01648
.01696
.01743

.09723
.1004
.1035
.1066
.1095

.002000
.002100
.002200
.002300
.002400

.01788
.01832
.01876
.01918
.01959

.002500
.002600
.002700
.002800
.002900

H / H O'

SINH

COSH

4d/L

4d/L

0
.05014
.07091
.08686
.1003

0
.05016
.07097
.08697
.1005

.9984
.9981
.9978
.9975
.9972

.1122
.1229
.1327
.1419
.1505

2.515
2.456
2.404
2.357
2.314

.9969
.9966
.9962
.9959
.9956

1.0047
1.0051
1.0054
1.0057
1.0060

2.275
2.239
2.205
2.174
2.145

.1125
.1154
.1181
.1208
.1234

1.0063
1.0066
1.0069
1.0076
1.0076

.1250
.1275
.1299
.1323
.1346

.1260
.1285
.1310
.1334
.1358

.1377
.1400
.1423
.1445
.1467

.1369
.1391
.1413
.1435
.1456

.02369
.02403
.02436
.02469
.02502

.1488
.1510
.1531
.1551
.1572

.004000
.004100
.004200
.004300
.004400

.02534
.02566
.02597
.02628
.02659

.004500
.004600
.004700
.004800
.004900

CG /
CO

1
1.001
1.003
1.004
1.005

0
.9998
.9996
.9994
.9992

0
.02560
.03543
.04336
.05007

7,855
3,928
2,620
1,965

.1124
.1232
.1331
.1424
.1511

1.006
1.008
1.009
1.010
1.011

.9990
.9988
.9985
.9983
.9981

.05596
.06128
.06617
.07072
.07499

1,572
1,311
1,124
983.5
874.3

.1587
.1665
.1739
.1810
.1879

.1594
.1672
.1748
.1820
.1890

1.013
1.014
1.015
1.016
1.018

.9979
.9977
.9975
.9973
.9971

.07902
.08285
.08651
.09001
.09338

787.0
715.6
656.1
605.8
562.6

.9953
.9949
.9946
.9943
.9940

.1945
.2009
.2071
.2131
.2190

.1957
.2022
.2086
.2147
.2207

1.019
1.020
1.022
1.023
1.024

.9969
.9967
.9965
.9962
.9960

.09663
.09977
.1028
.1058
.1087

525
493
463
438
415

2.119
2.094
2.070
2.047
2.025

.9937
.9934
.9931
.9928
.9925

.2147
.2303
.2357
.2410
.2462

.2266
.2323
.2379
.2433
.2487

1.025
1.027
1.028
1.029
1.031

.9958
.9956
.9954
.9952
.9950

.1114
.1141
.1161
.1193
.1219

394
376
359
343
329

1.0079
1.0082
1.0085
1.0089
1.0092

2.005
1.986
1.967
1.950
1.933

.9922
.9919
.9916
.9912
.9909

.2613
.2563
.2612
.2661
.2708

.2540
.2592
.2642
.2692
.2741

1.032
1.033
1.034
1.036
1.037

.9948
.9946
.9944
.9942
.9939

.1243
.1268
.1292
.1315
.1338

316
304
292
282
272

.1382
.1405
.1427
.1449
.1472

1.0095
1.0098
1.0101
1.0104
1.0108

1.917
1.902
1.887
1.873
1.860

.9906
.9903
.9900
.9897
.9893

.2755
.2800
.2845
.2890
.2934

.2790
.2837
.2884
.2930
.2976

1.038
1.040
1.041
1.042
1.043

.9937
.9935
.9933
.9931
.9929

.1360
.1382
.1404
.1425
.1446

263
255
247
240
233

.1447
.1498
.1519
.1539
.1559

.1494
.1515
.1537
.1558
.1579

1.0111
1.0114
1.0117
1.0121
1.0124

1.847
1.834
1.822
1.810
1.799

.9890
.9887
.9884
.9881
.9878

.2977
.3020
.3061
.3103
.3144

.3021
.3065
.3109
.3153
.3196

1.045
1.046
1.047
1.049
1.050

.9927
.9925
.9923
.9921
.9919

.1466
.1487
.1507
.1527
.1546

226
220
214
208
203

.1592
.1612
.1632
.1651
.1671

.1579
.1598
.1617
.1636
.1655

.1599
.1619
.1639
.1659
.1678

1.0127
1.0130
1.0133
1.0137
1.0140

1.788
1.777
1.767
1.756
1.746

.9875
.9872
.9869
.9865
.9862

.3184
.3224
.3263
.3302
.3341

1.051
1.052
1.054
1.055
1.056

.9917
.9915
.9912
.9910
.9908

.1565
.1584
.1602
.1621
.1640

198
193
189
184
180

.02689
.02719
.02749
.02778
.02807

.1690
.1708
.1727
.1745
.1764

.1674
.1692
.1710
.1728
.1746

.1698
.1717
.1736
.1754
.1779

1.0143
1.0146
1.0149
1.0153
1.0156

1.737
1.727
1.718
1.709
1.701

.9859
.9856
.9853
.9849
.9846

.3380
.3417
.3454
.3491
.3527

.3238
.3280
.3322
.3362
.3403
.
.3444
.3483
.3523
.3562
.3601

1.058
1.059
1.060
1.062
1.063

.9906
.9904
.9902
.9900
.9898

.1658
.1676
.1693
.1711
.1728

176
172
169
165
162

.005000
.005100
.005200
.005300
.005400

.02836
.02864
.02893
.02921
.02948

.1782
.1800
.1818
.1835
.1852

.1764
.1781
.1798
.1815
.1832

.1791
.1809
.1827
.1845
.1863

1.0159
1.0162
1.0166
1.0169
1.0172

1.692
1.684
1.676
1.669
1.662

.9843
.9840
.9837
.9834
.9831

.3565
.3599
.3635
.3670
.3705

.3640
.3678
.3715
.3753
.3790

1.064
1.066
1.067
1.068
1.069

.9896
.9894
.9892
.9889
.9887

.1746
.1762
.1779
.1795
.1811

159
156
153
150
147

.005500
.005600
.005700
.005800
.005900

.02976
.03003
.03030
.03057
.03083

.1870
.1887
.1904
.1921
.1937

.1848
.1865
.1881
.1897
.1913

.1880
.1898
.1915
.1932
.1949

1.0175
1.0178
1.0182
1.0185
1.0188

1.654
1.647
1.640
1.633
1.626

.9828
.9825
.9822
.9818
.9815

.3739
.3774
.3808
.3841
.3875

.3827
.3864
.3900
.3937
.3972

1.071
1.072
1.073
1.075
1.076

.9885
.9883
.9881
.9879
.9877

.1827
.1843
.1859
.1874
.1890

145
142
140
137
135

d/L o

d/L

2d/L

0
.0001000
.0002000
.0003000
.0004000

0
.003990
.005643
.006912
.007982

.0005000
.0006000
.0007000
.0008000
.0009000

4d/L

4.467
3.757
3.395
3.160

1
.9997
.9994
.9991
.9987

1.0016
1.0019
1.0022
1.0025
1.0028

2.989
2.856
2.749
2.659
2.582

.07943
.08333
.08705
.09063
.09407

1.0032
1.0035
1.0038
1.0041
1.0044

.09693
.1001
.1032
.1062
.1091

.09739
.1006
.1037
.1068
.1097

.1119
.1146
.1173
.1199
.1225

.02000
.02040
.02079
.02117
.02155

.1123
.1151
.1178
.1205
.1231
.
.1257
.1282
.1306
.1330
.1354

.003000
.003100
.003200
.003300
.003400

.02192
.02228
.02264
.02300
.02335

.003500
.003600
.003700
.003800
.003900

Also : b s / a s , C / C o , L / L o

D-3
TABLE D-1 Continued
55

Perencanaan Pelabuhan I
d/L o

d/L

2d/L

TANH

SINH

COSH

2d/L

2d/L

2d/L

H / H O'

4d/L

SINH

COSH

4d/L

4d/L

C G /C

.006000
.006100
.006200
.006300
.006400

.03110
.03136
.03162
.03188
.03213

.1954
.1970
.1987
.2003
.2019

.1929
.1945
.1961
.1976
.1992

.1967
.1983
.2000
.2016
.2033

1.0192
1.0195
1.0198
1.0201
1.0205

1.620
1.614
1.607
1.601
1.595

.9812
.9809
.9806
.9803
.9799

.3908
.3941
.3973
.4006
.4038

.4008
.4044
.4079
.4114
.4148

1.077
1.079
1.080
1.081
1.083

.9875
.9873
.9871
.9869
.9867

.1905
.1920
.1935
.1950
.1965

133
130
128
126
124

.006500
.006600
.006700
.006800
.006900

.03238
.03264
.03289
.03313
.03338

.2.035
.2.051
.2066
.2082
.2097

.2007
.2022
.2037
.2052
.2067

.2049
.2065
.2081
.2097
.2113

1.0208
1.0211
1.0214
1.0217
1.0221

1.589
1.583
1.578
1.572
1.567

.9796
.9793
.9790
.9787
.9784

.4070
.4101
.4133
.4164
.4195

.4183
.4217
.4251
.4285
.4319

1.084
1.085
1.087
1.088
1.089

.9865
.9863
.9860
.9858
.9856

.1980
.1994
.2009
.2023
.2037

123
121
119
117
116

.007000
.007100
.007200
.007300
.007400

.03362
.03387
.03411
.03435
.03459

.2113
.2128
.2143
.2158
.2173

.2082
.2096
.2111
.2125
.2139

.2128
.2144
.2160
.2175
.2190

1.0224
1.0227
1.0231
1.0234
1.0237

1.5 61
1.556
1.551
1.546
1.541

.9781
.9778
.9774
.9771
.9768

.4225
.4256
.4286
.4316
.4346

.4352
.4386
.4419
.4452
.4484

1.091
1.092
1.093
1.095
1.096

.9854
.9852
.9850
.9848
.9846

.2051
.2065
.2079
.2093
.2106

114
112
111
109
108

.007500
.007600
.007700
.007800
.007900

.03482
.03506
.03529
.03552
.03576

.2188
.2203
.2218
.2232
.2247

.2154
.2168
.2182
.2196
.2209

.2205
.2221
.2236
.2251
.2265

1.0240
1.0244
1.0247
1.0250
1.0253

1.536
1.531
1.526
1.521
1.517

.9765
.9762
.9759
.9756
.9

.4376
.4406
.4435
.4464
.4493

.4517
.4549
.4582
.4614
.4646

1.097
1.099
1.100
1.101
1.103

.9844
.9842
.9840
.9838
.9836

.2120
.2134
.2147
.2160
.2173

106
105
104
102
101

.008000
.008100
.008200
.008300
.008400

.03598
.03621
.03644
.03666
.03689

.2261
.2275
.2290
.2304
.2318

.2223
.2237
.2250
.2264
.2277

.2280
.2295
.2310
.2324
.2338

1.0257
1.0260
1.0263
1.0266
1.0270

1.512
1.508
1.503
1.499
1.495

.9750
.9747
.9744
.9741
.9737

.4522
.4551
.4579
.4607
.4636

.4678
.4709
.4741
.4772
.4803

1.104
1.105
1.107
1.108
1.109

.9834
.9832
.9830
.9827
.9825

.2186
.2199
.2212
.2225
.2237

100
98.6
97.5
96.3
95.2

.008500
.008600
.008700
.008800
.008900

.03711
.03733
.03755
.03777
.03799

.2332
.2346
.2360
.2373
.2387

.2290
.2303
.2317
.2330
.2343

.2353
.2367
.2381
.2396
.2410

1.0273
1.0276
1.0280
1.0283
1.0286

1.491
1.487
1.482
1.478
1.474

.9734
.9731
.9728
.9725
.9722

.4664
.4691
.4719
.4747
.4774

.4834
.4865
.4896
.4927
.4957

1.111
1.112
1.113
1.115
1.116

.9823
.9821
.9819
.9817
.9815

.2250
.2262
.2275
.2287
.2300

94.1
93.0
91.9
90.9
89.9

.009000
.009100
.009200
.009300
.009400

.03821
.03842
.03864
.03885
.03906

.2401
.2414
.2428
.2441
.2455

.2356
.2368
.2381
.2394
.2407

.2424
.2438
.2452
.2465
.2479

1.0290
1.0293
1.0296
1.0299
1.0303

1.471
1.467
1.463
1.459
1.456

.9718
.9715
.9712
.9709
.9706

.4801
.4828
.4355
.4882
.4909

.4988
.5018
.5049
.5079
.5109

1.118
1.119
1.120
1.122
1.123

.9813
.9811
.9809
.9807
.9805

.2312
.2324
.2336
.2348
.2360

88.9
88.0
87.1
86.1
85.2

.009500
.009600
.009700
.009800
.009900

.03928
.03949
.03970
.03990
.04011

.2468
.2481
.2494
.2507
.2520

.2419
.2431
.2443
.2456
.2468

.2493
.2507
.2520
.2534
.2547

1.0306
1.0309
1.0313
1.0316
1.0319

1.452
1.448
1.445
1.442
1.438

.9703
.9700
.9697
.9694
.9691

.4936
.4962
.4988
.5014
.5040

.5138
.5168
.5198
.5227
.5257

1.124
1.126
1.127
1.128
1.130

.9803
.9801
.9799
.9797
.9794

.2371
.2383
.2394
.2406
.2417

84.3
83.5
82.7
81.8
81.0

.01000
.01100
.01200
.01300
.01400

.04032
.04233
.04426
.04612
.04791

.2533
.2660
.2781
.2898
.3010

.2480
.2598
.2711
.2820
.2924

.2560
.2691
.2817
.2938
.3056

1.0322
1.0356
1.0389
1.0423
1.0456

1.435
1.403
1.375
1.350
1.327

.9688
.9656
.9625
.9594
.9564

.5066
.5319
.5562
.5795
.6020

.5286
.5574
.5853
.6125
.6391

1.131
1.145
1.159
1.173
1.187

.9792
.9772
.9751
.9731
.9710

.2429
.2539
.2643
.2743
.2838

80.2
73.1
67.1
62.1
57.8

.01500
.01600
.01700
.01800
.01900

.04964
.05132
.05296
.05455
.05611

.3119
.3225
.3328
.3428
.3525

.3022
.3117
.3209
.3298
.3386

.3170
.3281
.3389
.3495
.3599

1.0490
1.0524
1.0559
1.0593
1.0628

1.307
1.288
1.271
1.255
1.240

.9533
.9502
.9471
.9440
.9409

.6238
.6450
.6655
.6856
.7051

.6651
.6906
.7158
.7405
.7650

1.201
1.215
1.230
1.244
1.259

.9690
.9670
.9649
.9629
.9609

.2928
.3014
.3096
.3176
.3253

54.0
50.8
47.9
45.3
43.0

.02000
.02100
.02200
.02300
.02400

.05763
.05912
.06057
.06200
.06340

.3621
.3714
.3806
.3896
.3984

.3470
.3552
.3632
.3710
.3786

.3701
.3800
.3898
.3995
.4090

1.0663
1.0698
1.0733
1.0768
1.0804

1.226
1.213
1.201
1.189
1.178

.9378
.9348
.9317
.9287
.9256

.7242
.7429
.7612
.7791
.7967

.7891
.8131
.8368
.8603
.8837

1.274
1.289
1.304
1.319
1.335

.9588
.9568
.9548
.9528
.9508

.3327
.3399
.3468
.3535
.3600

41.0
39.1
37.4
35.9
34.4

.02500
.02600
.02700
.02800
.02900

.06478
.06613
.06747
.06878
.07007

.4070
.4155
.4239
.4322
.4403

.38 60
.3932
.4002
.4071
.4138

.4184
.4276
.4367
.4457
.4546

1.0840
1.0876
1.0912
1.0949
1.0985

1.168
1.159
1.150
1.141
1.133

.9225
.9195
.9164
.9133
.9103

.8140
.8310
.8478
.8643
.8805

.9069
.9310
.9530
.9760
.9988

1.350
1.366
1.381
1.397
1.413

.9488
.9468
.9448
.9428
.9408

.3662
.3722
.3781
.3838
.3893

33.1
31.9
30.8
29.8
28.8

D-4

TABLE D-1 Continued


56

Perencanaan Pelabuhan I
d/L o

d/L

2d/L

TANH

SINH

COSH

2d/L

2d/L

2d/L

H / H O'

4d/L

SINH

COSH

4d/L

4d/L

C G /C

.03000
.03100
.03200
.03300
.03400

.07135
.07260
.07385
.07507
.07630

.4483
.4562
.4640
.4717
.4794

.4205
.4469
.4333
.4395
.4457

.4634
.4721
.4808
.4894
.4980

1.1021
1.1059
1.1096
1.1133
1.1171

1.125
1.118
1.111
1.104
1.098

.9073
.9042
.9012
.8982
.8952

.8966
.9124
.9280
.9434
.9588

1.022
1.044
1.067
1.090
1.113

1.430
1.446
1.462
1.479
1.496

.9388
.9369
.9349
.9329
.9309

.3947
.4000
.4051
.4100
.4149

27.9
27.1
26.3
25.6
24.8

.03500
.03600
.03700
.03800
.03900

.07748
.07867
.07984
.08100
.08215

.4868
.4943
.5017
.5090
.5162

.4517
.4577
.4635
.4691
.4747

.5064
.5147
.5230
.5312
.5394

1.1209
1.1247
1.1285
1.1324
1.1362

1.092
1.086
1.080
1.075
1.069

.8921
.8891
.8861
.8831
.8801

.9737
.9886
1.0033
1.018
1.032

1.135
1.158
1.180
1.203
1.226

1.513
1.530
1.547
1.564
1.582

.9289
.9270
.9250
.9230
.9211

.4196
.4242
.4287
.4330
.4372

24.19
23.56
22.97
22.42
21.90

.04000
.04100
.04200
.04300
.04400

.08329
.08442
.08553
.08664
.08774

.5233
.5304
.5374
.5444
.5513

.4802
.4857
.4911
.4964
.5015

.5475
.5556
.5637
.5717
.5796

1.1401
1.1440
1.1479
1.1518
1.1558

1.064
1.059
1.055
1.050
1.046

.8771
.8741
.8711
.8688
.8652

1.047
1.061
1.075
1.089
1.103

1.248
1.271
1.294
1.317
1.340

1.600
1.617
1.636
1.654
1.672

.9192
.9172
.9153
.9133
.9114

.4414
.4455
.4495
.4534
.4571

21.40
20.92
20.46
20.03
19.62

.04500
.04600
.04700
.04800
.04900

.08883
.08991
.09098
.09205
.09311

.5581
.5649
.5717
.5784
.5850

.5066
.5116
.5166
.5215
.5263

.5876
.5954
.6033
.6111
.6189

1.1599
1.1639
1.1679
1.1720
1.1760

1.042
1.038
1.034
1.030
1.026

.8621
.8592
.8562
.8532
.8503

1.116
1.130
1.143
1.157
1.170

1.363
1.386
1.409
1.433
1.456

1.691
1.709
1.728
1.747
1.766

.9095
.9076
.9057
.9037
.9018

.4607
.4643
.4679
.4713
.4746

19.23
18.85
18.49
18.15
17.82

.05000
.05100
.05200
.05300
.05400

.09416
.09520
.09623
.09726
.09829

.5916
.5981
.6046
.6111
.6176

.5310
.5357
.5403
.5449
.5494

.6267
.6344
.6421
.6499
.6575

1.1802
1.1843
1.1884
1.1926
1.1968

1.023
1.019
1.016
1.013
1.010

.8473
.8444
.8415
.8385
.8356

1.183
1.196
1.209
1.222
1.235

1.479
1.503
1.526
1.550
1.574

1.786
1.805
1.825
1.845
1.865

.8999
.8980
.8961
.8943
.8924

.4779
.4811
.4842
.4873
.4903

17.50
17.19
16.90
16.62
16.35

.05500
.05600
.05700
.05800
.05900

.09930
.1003
.1013
.1023
.1033

.6239
.6303
.6366
.6428
.6491

.5538
.5582
.5626
.5668
.5711

.6652
.6729
.6805
.6880
.6956

1.2011
1.2053
1.2096
1.2138
1.2181

1.007
1.004
1.001
.9985
.9958

.8326
.8297
.8267
.8239
.8209

1.248
1.261
1.273
1.286
1.298

1.598
1.622
1.646
1.670
1.695

1.885
1.906
1.926
1.947
1.968

.8905
.8886
.8867
.8849
.8830

.4932
.4960
.4988
.5015
.5042

16.09
15.84
15.60
15.36
15.13

.06000
.06100
.06200
.06300
.06400

.1043
.1053
.1063
.1073
.1082

.6553
.6616
.6678
.6739
.6799

.5753
.5794
.5834
.5874
.5914

.7033
.7110
.7187
.7256
.7335

1.2225
1.2270
1.2315
1.2355
1.2402

.9932
.9907
.9883
.9860
.9837

.8180
.8150
.8121
.8093
.8063

1.311
1.3231
1.336
1.348
1.360

1.719
1.744
1.770
1.795
1.819

1.989
2.011
2.033
2.055
2.076

.8811
.8792
.8773
.8755
.8737

.5068
.5094
.5119
.5143
.5167

14.91
14.70
14.50
14.30
14.11

.06500
.06600
.06700
.06800
.06900

.1092
.1101
.1111
.1120
.1130

.6860
.6920
.6981
.7037
.7099

.5954
.5993
.6031
.6069
.6106

.7411
.7486
.7561
.7633
.7711

1.2447
1.2492
1.2537
1.2580
1.2628

.9815
.9793
.9772
.9752
.9732

.8035
.8005
.7977
.7948
.7919

1.372
1.384
1.396
1.408
1.420

1.845
1.870
1.896
1.921
1.948

2.098
2.121
2.144
2.166
2.189

.8719
.8700
.8682
.8664
.8646

.5191
.5214
.5236
.5258
.5279

13.92
13.74
13.57
13.40
13.24

.07000
.07100
.07200
.07300
.07400

.1139
.1149
.1158
.1168
.1177

.7157
.7219
.7277
.7336
.7395

.6144
.6181
.6217
.6252
.6289

.7783
.7863
.7937
.8011
.8088

1.2672
1.2721
1.2767
1.2813
1.2861

.9713
.9694
.9676
.9658
.9641

.7890
.7861
.7833
.7804
.7775

1.432
1.444
1.455
1.467
1.479

1.974
2.000
2.026
2.053
2.080

2.213
2.236
2.260
2.284
2.308

.8627
.8609
.8591
.8572
.8554

.5300
.5321
.5341
.5360
.5380

13.08
12.92
12.77
12.62
12.48

.07500
.07600
.07700
.07800
.07900

.1186
.1195
.1205
.1214
.1223

.7453
.7511
.7569
.7625
.7683

.6324
.6359
.6392
.6427
.6460

.8162
.8237
.8312
.8386
.8462

1.2908
1.2956
1.3004
1.3051
1.3100

.9624
.9607
.9591
.9576
.9562

.7747
.7719
.7690
.7662
.7634

1.490
1.502
1.514
1.525
1.537

2.107
2.135
2.162
2.189
2.217

2.332
2.357
2.382
2.407
2.432

.8537
.8519
.8501
.8483
.8465

.5399
.5417
.5435
.5452
.5469

12.34
12.21
12.08
11.95
11.83

.08000
.08100
.08200
.08300
.08400

.1232
.1241
.1251
.1259
.1268

.7741
.7799
.7854
.7911
.7967

.6493
.6526
.6558
.6590
.6622

.8538
.8614
.8687
.8762
.8837

1.3149
1.3198
1.3246
1.3295
1.3345

.9548
.9534
.9520
.9506
.9493

.7605
.7577
.7549
.7522
.7494

1.548
1.560
1.571
1.583
1.594

2.245
2.274
2.303
2.331
2.360

2.458
2.484
2.511
2.537
2.563

.8448
.8430
.8413
.8395
.8378

.5485
.5501
.5517
.5533
.5548

11.71
11.59
11.47
11.36
11.25

.08500
.08600
.08700
.08800
.08900

.1277
.1286
.1295
.1304
.1313

.8026
.8080
.8137
.8193
.8250

.6655
.6685
.6716
.6747
.6778

.8915
.8989
.9064
.9141
.9218

1.3397
1.3446
1.3497
1.3548
1.3600

.9481
.9469
.9457
.9445
.9433

.7464
.7437
.7409
.7381
.7353

1.605
1.616
1.628
1.639
1.650

2.389
2.418
2.448
2.478
2.508

2.590
2.617
2.644
2.672
2.700

.8360
.8342
.8325
.8308
.8290

.5563
.5577
.5591
.5605
.5619

11.14
11.04
10.94
10.84
10.74

D-5

TABLE D-1 Continued


57

Perencanaan Pelabuhan I
d/L o

d/L

2d/L

TANH

SINH

COSH

2d/L

2d/L

2d/L

H / H O'

4d/L

SINH

COSH

4d/L

4d/L

C G /C

.09000
.09100
.09200
.09300
.09400

.1322
.1331
.1340
.1349
.1357

.8306
.8363
.8420
.8474
.8528

.6808
.6838
.6868
.6897
.6925

.9295
.9372
.9450
.9525
.9600

1.3653
1.3706
1.3759
1.3810
1.3862

.9422
.9411
.9401
.9391
.9381

.7324
.7296
.7268
.7241
.7214

1.661
1.672
1.682
1.695
1.706

2.538
2.568
2.599
2.630
2.662

2.728
2.756
2.785
2.814
2.843

.827
.825
.823
.822
.820

.5632
.5645
.5658
.5670
.5682

10.65
10.55
10.46
10.37
10.29

.09500
.09600
.09700
.09800
.09900

.1366
.1375
.1384
.1392
.1401

.8583
.8639
.8694
.8749
.8803

.6953
.6982
.7011
.7039
.7066

.9677
.9755
.9832
.9908
.9985

1.3917
1.3970
1.4023
1.4077
1.4131

.9371
.9362
.9353
.9344
.9335

.7186
.7158
.7131
.7104
.7076

1.717
1.728
1.739
1.750
1.761

2.693
2.726
2.757
2.790
2.822

2.873
2.903
2.933
2.963
2.994

.818
.817
.815
.813
.812

.5693
.5704
.5716
.5727
.5737

10.21
10.12
10.04
9.962
9.884

.1000
.1010
.1020
.1030
.1040

.1410
.1419
.1427
.1436
.1445

.8858
.8913
.8967
.9023
.9076

.7093
.7120
.7147
.7173
.7200

1.006
1.014
1.022
1.030
1.037

1.4187
1.4242
1.4297
1.4354
1.4410

.9327
.9319
.9311
.9304
.9297

.7049
.7022
.6994
.6967
.6940

1.772
1.783
1.793
1.805
1.815

2.855
2.888
2.922
2.956
2.990

3.025
3.057
3.088
3.121
3.153

.810
.808
.806
.805
.803

.5747
.5757
.5766
.5776
.5785

9.808
9.734
9.661
9.590
9.519

.1050
.1060
.1070
.1080
.1090

.1453
.1462
.1470
.1479
.1488

.9130
.9184
.9239
.9293
.9343

.7226
.7252
.7277
.7303
.7327

1.045
1.053
1.061
1.069
1.076

1.4465
1.4523
1.4580
1.4638
1.4692

.9290
.9282
.9276
.9269
.9263

.6913
.6886
.6859
.6833
.6806

1.826
1.837
1.848
1.858
1.869

3.024
3.059
3.094
3.128
3.164

3.185
3.218
3.251
3.284
3.319

.801
.800
.798
.797
.795

.5794
.5803
.5812
.5820
.5828

9.451
9.384
9.318
9.254
9.191

.1100
.1110
.1120
.1130
.1140

.1496
.1505
.1513
.1522
.1530

.9400
.9456
.9508
.9563
.9616

.7352
.7377
.7402
.7426
.7450

1.085
1.093
1.101
1.109
1.117

1.4752
1.4814
1.4871
1.4932
1.4990

.9257
.9251
.9245
.9239
.9234

.6779
.6752
.6725
.6697
.6671

1.880
1.891
1.902
1.913
1.923

3.201
3.237
3.274
3.312
3.348

3.353
3.388
3.423
3.459
3.494

.793
.792
.790
.788
.787

.5836
.5843
.5850
.5857
.5864

9.129
9.068
9.009
8.950
8.891

.1150
.1160
.1170
.1180
.1190

.1539
.1547
.1556
.1564
.1573

.9670
.9720
.9775
.9827
.9882

.7474
.7497
.7520
.7543
.7566

1.125
1.133
1.141
1.149
1.157

1.5051
1.5108
1.5171
1.5230
1.5293

.9228
.9223
.9218
.9214
.9209

.6645
.6619
.6592
.6566
.6539

1.934
1.944
1.955
1.966
1.977

3.385
3.423
3.462
3.501
3.540

3.530
3.566
3.603
3.641
3.678

.785
.784
.782
.780
.779

.5871
.5878
.5884
.5890
.5896

8.835
8.780
8.726
8.673
8.621

.1200
.1210
.1220
.1230
.1240

.1581
.1590
.1598
.1607
.1615

.9936
.9989
1.004
1.010
1.015

.7589
.7612
.7634
.7656
.7678

1.165
1.174
1.182
1.190
1.198

1.5356
1.5418
1.5479
1.5546
1.5605

.9204
.9200
.9196
.9192
.9189

.6512
.6486
.6460
.6433
.6407

1.987
1.998
2.008
2.019
2.030

3.579
3.620
3.659
3.699
3.740

3.716
3.755
3.793
3.832
3.871

.777
.776
.774
.772
.771

.5902
.5907
.5913
.5918
.5922

8.569
8.518
8.468
8.419
8.371

.1250
.1260
.1270
.1280
.1290

.1624
.1632
.1640
.1649
.1657

1.020
1.025
1.030
1.036
1.041

.7700
.7721
.7742
.7763
.7783

1.207
1.215
1.223
1.231
1.240

1.5674
1.5734
1.5795
1.5862
1.5927

.9186
.9182
.9178
.9175
.9172

.6381
.6356
.6331
.6305
.6279

2.041
2.051
2.061
2.072
2.082

3.782
3.824
3.865
3.907
3.950

3.912
3.952
4.992
4.033
4.074

.769
.768
.766
.765
.763

.5926
.5931
.5936
.5940
.5944

8.324
8.278
8.233
8.189
8.146

.1300
.1310
.1320
.1330
.1340

.1665
.1674
.1682
.1691
.1699

1.046
1.052
1.057
1.062
1.068

.7804
.7824
.7844
.7865
.7885

1.248
1.257
1.265
1.273
1.282

1.5990
1.6060
1.6124
1.6191
1.6260

.9169
.9166
.9164
.9161
.9158

.6254
.6228
.6202
.6176
.6150

2.093
2.104
2.114
2.125
2.135

3.992
4.036
4.080
4.125
4.169

4.115
4.158
4.201
4.245
4.288

.762
.760
.759
.757
.756

.5948
.5951
.5954
.5958
.5961

8.103
8.061
8.020
7.978
7.937

.1350
.1360
.1370
.1380
.1390

.1708
.1716
.1724
.1733
.1741

1.073
1.078
1.084
1.089
1.094

.7905
.7925
.7945
.7964
.7983

1.291
1.300
1.308
1.317
1.326

1.633
1.640
1.647
1.654
1.660

.9156
.9154
.9152
.9150
.9148

.6123
.6098
.6073
.6047
.6022

2.146
2.156
2.167
2.177
2.188

4.217
4.262
4.309
4.355
4.402

4.334
4.378
4.423
4.468
4.514

.754
.753
.751
.750
.748

.5964
.5967
.5969
.5972
.5975

7.897
7.857
7.819
7.781
7.744

.1400
.1410
.1420
.1430
.1440

.1749
.1758
.1766
.1774
.1783

1.099
1.105
1.110
1.115
1.120

.8002
.8021
.8039
.8057
.8076

1.334
1.343
1.352
1.360
1.369

1.667
1.675
1.681
1.688
1.696

.9146
.9144
.9142
.9141
.9140

.5998
.5972
.5947
.5923
.5898

2.198
2.209
2.219
2.230
2.240

4450.
4.498
4.546
4.595
4.644

4.561
4.607
4.654
4.663
4.751

.747
.745
.744
.742
.741

.5978
.5980
.5982
.5984
.5986

7.707
7.671
7.636
7.602
7.567

.1450
.1460
.1470
.1480
.1490

.1791
.1800
.1808
.1816
.1825

1.125
1.131
1.136
1.141
1.146

.8094
.8112
.8131
.8149
.8166

1.378
1.388
1.397
1.405
1.415

1.703
1.710
1.718
1.725
1.732

.9139
.9137
.9136
.9135
.9134

.5873
.5847
.5822
.5798
.5773

2.251
2.261
2.272
2.282
2.293

4.695
4.746
4.798
4.847
4.901

4.800
4.850
4.901
4.951
5.001

.739
.738
.736
.735
.733

.5987
.5989
.5990
.5992
.5993

7.533
7.499
7.465
7.632
7.400

D-6

TABLE D-1 Continued


58

Perencanaan Pelabuhan I
d/L o

d/L

2d/L

TANH

SINH

COSH

2d/L

2d/L

2d/L

H / H O'

4d/L

SINH

COSH

4d/L

4d/L

C G /C

.1500
.1510
.1520
.1530
.1540

.1833
.1841
.1850
.1858
.1866

1.152
1.157
1.162
1.167
1.173

.8183
.8200
.8217
.8234
.8250

1.424
1.433
1.442
1.451
1.460

1.740
1.747
1.755
1.762
1.770

.9133
.9133
.9132
.9132
.9132

.5748
.5723
.5699
.5675
.5651

2.303
2.314
2.324
2.335
2.345

4.954
5.007
5.061
5.115
5.169

5.054
5.106
5.159
5.212
5.265

.7325
.7311
.7296
.7282
.7268

.5994
.5994
.5995
.5996
.5996

7.369
7.339
7.309
7.279
7.250

.1550
.1560
.1570
.1580
.1590

.1875
.1883
.1891
.1900
.1908

1.178
1.183
1.188
1.194
1.199

.8267
.8284
.8301
.8317
.8333

1.469
1.479
1.488
1.498
1.507

1.777
1.785
1.793
1.801
1.809

.9131
.9130
.9129
.9130
.9130

.5627
.5602
.5577
.5552
.5528

2.356
2.366
2.377
2.387
2.398

5.225
5.283
5.339
5.398
5.454

5.320
5.376
5.432
5.490
5.544

.7254
.7240
.7226
.7212
.7198

.5997
.5998
.5999
.5998
.5998

7.221
7.191
7.162
7.134
7.107

.1600
.1610
.1620
.1630
.1640

.1917
.1925
.1933
.1941
.1950

1.204
1.209
1.215
1.220
1.225

.8349
.8365
.8381
.8396
.8411

1.517
1.527
1.536
1.546
1.555

1.817
1.825
1.833
1.841
1.849

.9130
.9130
.9130
.9130
.9130

.5504
.5480
.5456
.5432
.5409

2.408
2.419
2.429
2.440
2.450

5.513
5.571
5.630
5.690
5.751

5.603
5.660
5.718
5.777
5.837

.7184
.7171
.7157
.7144
.7130

.5998
.5998
.5998
.5998
.5998

7.079
7.052
7.026
7.000
6.975

.1650
.1660
.1670
.1680
.1690

.1958
.1966
.1975
.1983
.1992

1.230
1.235
1.240
1.246
1.251

.8427
.8442
.8451
.8472
.8486

1.565
1.574
1.584
1.594
1.604

1.851
1.865
1.873
1.882
1.890

.9131
.9132
.9132
.9133
.9133

.5385
.5362
.5339
.5315
.5291

2.461
2.471
2.482
2.492
2.503

5.813
5.874
5.938
6.003
6.066

5.898
5.959
6.021
6.085
6.148

.7117
.7103
.7090
.7076
.7063

.5997
.5996
.5996
.5995
.5994

6.949
6.924
6.900
6.876
6.853

.1700
.1710
.1720
.1730
.1740

.2000
.2008
.2017
.2025
.2033

1.257
1.262
1.267
1.272
1.277

.8501
.8515
.8529
.8544
.8558

1.614
1.624
1.634
1.644
1.654

1.899
1.907
1.915
1.924
1.933

.9134
.9135
.9136
.9137
.9138

.5267
.5243
.5220
.5197
.5174

2.513
2.523
2.534
2.544
2.555

6.130
6.197
6.262
6.329
6.395

6.212
6.275
6.342
6.407
6.473

.7050
.7036
.7023
.7010
.6997

.5993
.5992
.5991
.5989
.5988

6.830
6.807
6.784
6.761
6.738

.1750
.1760
.1770
.1780
.1790

.2042
.2050
.2058
.2066
.2075

1.282
1.288
1.293
1.298
1.304

.8572
.8586
.8600
.8614
.8627

1.664
1.675
1.685
1.695
1.706

1.941
1.951
1.959
1.968
1.977

.9139
.9140
.9141
.9142
.9144

.5151
.5127
.5104
.5081
.5058

2.565
2.576
2.586
2.597
2.607

6.465
6.534
6.603
6.672
6.744

6.541
6.610
6.679
6.747
6.818

.6984
.6971
.6958
.6946
.6933

.5987
.5985
.5984
.5982
.5980

6.716
6.694
6.672
6.651
6.631

.1800
.1810
.1820
.1830
.1840

.2083
.2092
.2100
.2108
.2117

1.309
1.314
1.320
1.325
1.330

.8640
.8653
.8666
.8680
.8693

1.716
1.727
1.737
1.748
1.758

1.986
1.995
2.004
2.013
2.022

.9145
.9146
.9148
.9149
.9150

.5036
.5013
.4990
.4967
.4945

2.618
2.629
2.639
2.650
2.660

6.818
6.890
6.963
7.038
7.113

6.891
6.963
7.035
7.109
7.183

.6920
.6907
.6895
.6882
.6870

.5979
.5977
.5975
.5974
.5972

6.611
6.591
6.571
6.550
6.530

.1850
.1860
.1870
.1880
.1890

.2125
.2134
.2142
.2150
.2159

1.335
1.341
1.346
1.351
1.356

.8706
.8718
.8731
.8743
.8755

1.769
1.780
1.791
1.801
1.812

2.032
2.041
2.051
2.060
2.070

.9152
.9154
.9155
.9157
.9159

.4922
.4899
.4876
.4854
.4832

2.671
2.681
2.692
2.702
2.712

7.191
7.267
7.345
7.421
7.500

7.260
7.336
7.412
7.488
7.566

.6857
.6845
.6832
.6820
.6808

.5969
.5967
.5965
.5963
.5961

6.511
6.492
6.474
6.456
6.438

.1900
.1910
.1920
.1930
.1940

.2167
.2176
.2184
.2192
.2201

1.362
1.367
1.372
1.377
1.383

.8767
.8779
.8791
.8803
.8815

1.823
1.834
1.845
1.856
1.867

2.079
2.089
2.099
2.108
2.118

.9161
.9163
.9165
.9167
.9169

.4809
.4787
.4765
.4743
.4721

2.723
2.734
2.744
2.755
2.765

7.581
7.663
7.746
7.827
7.911

7.647
7.728
7.810
7.891
7.974

.6796
.6784
.6772
.6760
.6748

.5958
.5955
.5952
.5950
.5948

6.421
6.403
6.385
6.368
6.351

.1950
.1960
.1970
.1980
.1990

.2209
.2218
.2226
.2234
.2243

1.388
1.393
1.399
1.404
1.409

.8827
.8839
.8850
.8862
.8873

1.879
1.890
1.901
1.913
1.924

2.128
2.138
2.148
2.158
2.169

.9170
.9172
.9174
.9176
.9179

.4699
.4677
.4655
.4633
.4611

2.776
2.787
2.797
2.808
2.819

7.996
8.083
8.167
8.256
8.346

8.059
8.145
8.228
8.316
8.406

.6736
.6724
.6712
.6700
.6689

.5946
.5944
.5941
.5938
.5935

6.334
6.317
6.300
6.284
6.268

.2000
.2010
.2020
.2030
.2040

.2251
.2260
.2268
.2277
.2285

1.414
1.420
1.425
1.430
1.436

.8884
.8895
.8906
.8917
.8928

1.935
1.947
1.959
1.970
1.982

2.178
2.189
2.199
2.210
2.220

.9181
.9183
.9186
.9188
.9190

.4590
.4569
.4547
.4526
.4504

2.829
2.840
2.850
2.861
2.872

8.436
8.524
8.616
8.708
8.803

8.495
8.583
8.674
8.766
8.860

.6677
.6666
.6654
.6642
.6631

.5932
.5929
.5926
.5923
.5920

6.253
6.237
6.222
6.206
6.191

.2050
.2060
.2070
.2080
.2090

.2293
.2302
.2310
.2319
.2328

1.441
1.446
1.451
1.457
1.462

.8939
.8950
.8960
.8971
.8981

1.994
2.006
2.017
2.030
2.042

2.231
2.242
2.252
2.263
2.274

.9193
.9195
.9197
.9200
.9202

.4483
.4462
.4441
.4419
.4398

2.882
2.893
2.903
2.914
2.925

8.897
8.994
9.090
8.187
8.288

8.953
9.050
9.144
9.240
9.342

.6620
.6608
.6597
.6586
.6574

.5917
.5914
.5911
.5908
.5905

6.176
6.161
6.147
6.133
6.119

D7

TABLE D-1 Continued


59

Perencanaan Pelabuhan I
d/L o

d/L

2d/L

TANH

SINH

COSH

2d/L

2d/L

2d/L

H /H

'
O

4d/L

SINH

COSH

4d/L

4d/L

C G /C

.2100
.2110
.2120
.2130
.2140

.2336
.2344
.2353
.2361
.2370

1.468
1.473
1.479
1.184
1.489

.8991
.9001
.9011
.9021
.9031

2.055
2.066
2.079
2.091
2.103

2.285
2.295
2.307
2.318
2.329

.9205
.9107
.9110
.9213
.9215

.4377
.4357
.4336
.4315
.4294

2.936
2.946
2.957
2.967
2.978

9.389
9.490
9.590
9.693
9.796

9.442
9.542
9.642
9.744
9.847

.6563
.6552
.6541
.6531
.6520

.5901
.5898
.5894
.5891
.5888

6.105
6.091
6.077
6.064
6.051

.2150
.2160
.2170
.2180
.2190

.2378
.2387
.2395
.2404
.2412

1.494
1.500
1.506
1.511
1.516

.9041
.9051
.9061
.9070
.9079

2.115
2.128
2.142
2.154
2.166

2.340
2.351
2.364
2.375
2.386

.9218
.9221
.9223
.9226
.9228

.4274
.4253
.4232
.4211
.4191

2.989
2.999
3.010
3.021
3.031

9.902
10.01
10.12
10.23
10.34

9.952
10.06
10.17
10.28
10.38

.6509
.6498
.6488
.6477
.6467

.5884
.5881
.5878
.5874
.5871

6.037
6.024
6.011
5.999
5.987

.2200
.2210
.2220
.2230
.2240

.2421
.2429
.2438
.2446
.2455

1.521
1.526
1.532
1.537
1.542

.9088
.9097
.9107
.9116
.9125

2.178
2.192
2.204
2.218
2.230

2.397
2.409
2.421
2.433
2.444

.9231
.9234
.9236
.9239
.9242

.4171
.4151
.4131
.4111
.4091

3.042
3.052
3.063
3.074
3.085

10.45
10.56
10.68
10.79
10.91

10.50
10.61
10.72
10.84
10.95

.6456
.6446
.6436
.6425
.6414

.5868
.5864
.5861
.5857
.5854

5.975
5.963
5.951
5.939
5.927

.2250
.2260
.2270
.2280
.2290

.2463
.2472
.2481
.2489
.2498

1.548
1.553
1.559
1.564
1.569

.9134
.9143
.9152
.9161
.9170

2.244
2.257
2.271
2.284
2.297

2.457
2.469
2.481
2.493
2.506

.9245
.9248
.9251
.9254
.9258

.4071
.4051
.4031
.4011
..399

3.095
3.106
3.117
3.128
3.138

11.02
11.15
11.27
11.39
11.51

11.07
11.19
11.31
11.44
11.56

.6404
.6394
.6383
.6373
.6363

.5850
.5846
.5842
.5838
.5834

5.915
5.903
5.891
5.880
5.869

.2300
.2310
.2320
.2330
.2340

.2506
.2515
.2523
.2532
.2540

1.575
1.580
1.585
1.591
1.596

.9178
.9186
.9194
.9203
.9211

2.311
2.325
2.338
2.352
2.366

2.518
2.531
2.543
2.556
2.569

.9261
.9264
.9267
.9270
.9273

..397
..395
..393
..391
..389

3.149
3.160
3.171
3.182
3.192

11.64
11.77
11.90
12.03
12.15

11.68
11.81
11.93
12.07
12.19

.6353
.6343
.6333
.6323
.6313

.5830
.5826
.5823
.5819
.5815

5.858
5.848
5.838
5.827
5.816

.2350
.2360
.2370
.2380
.2390

.2549
.2558
.2566
.2575
.2584

1.602
1.607
1.612
1.618
1.623

.9219
.9227
.9235
.9243
.9251

2.380
2.393
2.408
2.422
2.436

2.581
2.594
2.607
2.620
2.634

.9276
.9279
.9282
.9285
.9288

..387
..385
..383
..381
..379

3.203
3.214
3.225
3.236
3.247

12.29
12.43
12.55
12.69
12.83

12.33
12.47
12.59
12.73
12.87

.6304
.6294
.6284
.6275
.6265

.5811
.5807
.5804
.5800
.5796

5.806
5.796
5.786
5.776
5.766

.2400
.2410
.2420
.2430
.2440

.2592
.2601
.2610
.2618
.2627

1.629
1.634
1.640
1.645
1.650

.9259
.9267
.9275
.9282
.9289

2.450
2.464
2.480
2.494
2.508

2.647
2.660
2.674
2.687
2.700

.9291
.9294
.9298
.9301
.9304

..377
..376
..374
..372
..370

3.257
3.268
3.279
3.290
3.301

12.97
13.11
13.26
13.40
13.55

13.01
13.15
13.30
13.44
13.59

.6256
.6246
.6237
.6228
.6218

.5792
.5788
.5784
.5780
.5776

5.756
5.746
5.736
5.727
5.718

.2450
.2460
.2470
.2480
.2490

.2635
.2644
.2653
.2661
.2670

1.656
1.661
1.667
1.672
1.678

.9296
.9304
.9311
.9318
.9325

2.523
2.538
2.553
2.568
2.583

2.714
2.728
2.742
2.755
2.770

.9307
.9310
.9314
.9317
.9320

..368
..366
..364
..362
..361

3.312
3.323
3.334
3.344
3.355

13.70
13.85
14.00
14.15
14.31

13.73
13.88
14.04
14.19
14.35

.6209
.6200
.6191
.6182
.6173

.5772
.5768
.5764
.5760
.5756

5.710
5.701
5.692
5.684
5.675

.2500
.2510
.2520
.2530
.2540

.2679
.2687
.2696
.2705
.2714

1.683
1.689
1.694
1.700
1.705

.9332
.9339
.9346
.9353
.9360

2.599
2.614
2.629
2.645
2.660

2.784
2.798
2.813
2.828
2.842

.9323
.9327
.9330
.9333
.9336

..359
..357
..355
..353
..351

3.367
3.377
3.388
3.399
3.410

14.47
14.62
14.79
14.95
15.12

14.51
14.66
14.82
14.99
15.15

.6164
.6155
.6146
.6137
.6128

.5752
.5748
.5744
.5740
.5736

5.667
5.658
5.650
5.641
5.633

.2550
.2560
.2570
.2580
.2590

.2722
.2731
.2740
.2749
.2757

1.711
1.716
1.722
1.727
1.732

.9367
.9374
.9381
.9388
.9394

2.676
2.691
2.707
2.723
2.739

2.856
2.871
2.886
2.901
2.916

.9340
.9343
.9346
.9349
.9353

..350
..348
..346
..344
..343

3.421
3.432
3.443
3.454
3.465

15.29
15.45
15.63
15.80
15.97

15.32
15.49
15.66
15.83
16.00

.6120
.6111
.6102
.6093
.6085

.5732
.5728
.5724
.5720
.5716

5.624
5.616
5.608
5.600
5.592

.2600
.2610
.2620
.2630
.2640

.2766
.2775
.2784
.2792
.2801

1.738
1.744
1.749
1.755
1.760

.9400
.9406
.9412
.9418
.9425

2.755
2.772
2.788
2.804
2.820

2.931
2.946
2.962
2.977
2.992

.9356
.9360
.9363
.9367
.9370

..341
..339
..337
..335
..334

3.476
3.487
3.498
3.509
3.520

16.15
16.33
16.51
16.69
16.88

16.18
16.36
16.54
16.73
16.91

.6076
.6068
.6060
.6052
.6043

.5712
.5707
.5703
.5699
.5695

5.585
5.578
5.571
5.563
5.556

.2650
.2660
.2670
.2680
.2690

.2810
.2819
.2827
.2836
.2845

1.766
1.771
1.776
1.782
1.788

.9431
.9437
.9443
.9449
.9455

2.837
2.853
2.870
2.886
2.904

3.008
3.023
3.039
3.055
3.071

.9373
.9377
.9380
.9383
.9386

..332
..330
..329
..327
..325

3.531
3.542
3.553
3.564
3.575

17.07
17.26
17.45
17.64
17.84

17.10
17.28
17.45
17.67
17.87

.6035
.6027
.6018
.6010
.6002

.5691
.5687
.5683
.5679
.5675

5.548
5.541
5.534
5.527
5.520

D-8

60

Perencanaan Pelabuhan I
TABLE D-1 Continued
d/L o

d/L

2d/L

TANH

SINH

COSH

2d/L

2d/L

2d/L

H / H O'

4d/L

SINH

COSH

4d/L

4d/L

CG/
CO

.2700
.2710
.2720
.2730
.2740

.2854
.2863
.2872
.2880
.2889

1.793
1.799
1.804
1.810
1.815

.9461
.9467
.9473
.9478
.9484

2.921
2.938
2.956
2.973
2.990

3.088
3.104
3.120
3.136
3.153

.9390
.9393
.9396
.9400
.9403

.3239
.3222
.3205
.3189
.3172

3.587
3.598
3.610
3.620
3.631

18.04
18.24
18.46
18.65
18.86

18.07
18.27
18.49
18.67
18.89

.5994
.5986
.5978
.5971
.5963

.5671
.5667
.5663
.5659
.5655

5.513
5.506
5.499
5.493
5.486

.2750
.2760
.2770
.2780
.2790

.2898
.2907
.2916
.2924
.2933

1.821
1.826
1.832
1.837
1.843

.9490
.9495
.9500
.9505
.9511

3.008
3.025
3.043
3.061
3.079

3.170
3.186
3.203
3.220
3.237

.9406
.9410
.9413
.9416
.9420

.3155
.3139
.3122
.3106
.3089

3.642
3.653
3.664
3.675
3.686

19.07
19.28
19.49
19.71
19.93

19.10
19.30
19.51
19.74
19.96

.5955
.5947
.5940
.5932
.5925

.5651
.5647
.5643
.5639
.5635

5.480
5.474
5.468
5.462
5.456

.2800
.2810
.2820
.2830
.2840

.2942
.2951
.2960
.2969
.2978

1.849
1.854
1.860
1.866
1.871

.9516
.9521
.9526
.9532
.9537

3.097
3.115
3.133
3.152
3.171

3.254
3.272
3.289
3.307
3.325

.9423
.9426
.9430
.9433
.9436

.3073
.3057
.3040
.3024
.3008

3.697
3.709
3.720
3.731
3.742

20.16
20.39
20.62
20.85
21.09

20.18
20.41
20.64
20.87
21.11

.5917
.5910
.5902
.5895
.5887

.5631
.5627
.5623
.5619
.5615

5.450
5.444
5.438
5.432
5.426

.2850
.2860
.2870
.2880
.2890

.2987
.2996
.3005
.3014
.3022

1.877
1.882
1.888
1.893
1.899

.9542
.9547
.9552
.9557
.9562

3.190
3.209
3.228
3.246
3.264

3.343
3.361
3.379
3.396
3.414

.9440
.9443
.9446
.9449
.9452

.2992
.2976
.2959
.2944
.2929

3.754
3.765
3.776
3.787
3.798

21.33
21.57
21.82
22.05
22.30

21.35
21.59
21.84
22.07
22.32

.5880
.5873
.5866
.5859
.5852

.5611
.5607
.5603
.5600
.5596

5.420
5.414
5.409
5.403
5.397

.2900
.2910
.2920
.2930
.2940

.3031
.3040
.3049
.3058
.3067

1.905
1.910
1.916
1.922
1.927

.9567
.9572
.9577
.9581
.9585

3.284
3.303
3.323
3.343
3.362

3.433
3.451
3.471
3.490
3.508

.9456
.9459
.9463
.9466
.9469

.2913
.2898
.2882
.2866
.2851

3.809
3.821
3.832
3.843
3.855

22.54
22.81
23.07
23.33
23.60

22.57
22.83
23.09
23.35
23.62

.5845
.5838
.5831
.5824
.5817

.5592
.5588
.5584
.5580
.5576

5.392
5.386
5.380
5.375
5.371

.2950
.2960
.2970
.2980
.2990

.3076
.3085
.3094
.3103
.3112

1.933
1.938
1.944
1.950
1.955

.9590
.9594
.9599
.9603
.9607

3.382
3.402
3.422
3.442
3.462

3.527
3.546
3.565
3.585
3.604

.9473
.9476
.9480
.9483
.9486

.2835
.2820
.2805
.2790
.2775

3.866
3.877
3.888
3.900
3.911

23.86
24.12
24.40
24.68
24.96

23.88
24.15
24.42
24.70
24.98

.5810
.5804
.5797
.5790
.5784

.5572
.5568
.5564
.5560
.5556

5.366
5.361
5.356
5.351
5.347

.3000
.3010
.3020
.3030
.3040

.3121
.3130
.3139
.3148
.3157

1.961
1.967
1.972
1.978
1.984

.9611
.9616
.9620
.9624
.9629

3.483
3.503
3.524
3.545
3.566

3.624
3.643
3.663
3.683
3.703

.9490
.9493
.9496
.9499
.9502

.2760
.2745
.2730
.2715
.2700

3.922
3.933
3.945
3.956
3.968

25.24
25.53
25.82
26.12
26.42

25.26
25.55
25.83
26.14
26.44

.5777
.5771
.5761
.5758
.5751

.5552
.5549
.5545
.5541
.5538

5.342
5.337
5.332
5.328
5.323

.3050
.3060
.3070
.3080
.3090

.3166
.3175
.3184
.3193
.3202

1.989
1.995
2.001
2.007
2.012

.9633
.9637
.9641
.9645
.9649

3.587
3.609
3.630
3.651
3.673

3.724
3.745
3.765
3.786
3.806

.9505
.9509
.9512
.9515
.9518

.2685
.2670
.2656
.2641
.2627

3.979
3.990
4.002
4.013
4.024

26.72
27.02
27.33
27.65
27.96

26.74
27.04
27.35
27.66
27.98

.5745
.5739
.5732
.5726
.5720

.5534
.5530
.5527
.5523
.5519

5.318
5.314
5.309
5.305
5.300

.3100
.3110
.3120
.3130
.3140

.3211
.3220
.3230
.3239
.3248

2.018
2.023
2.029
2.035
2.041

.9653
.9656
.9660
.9664
.9668

3.694
3.716
3.738
3.760
3.782

3.827
3.848
3.870
3.891
3.912

.9522
.9525
.9528
.9531
.9535

.2613
.2599
.2584
.2570
.2556

4.036
4.047
4.058
4.070
4.081

28.28
28.60
28.93
29.27
29.60

28.30
28.62
28.95
29.28
29.62

.5714
.5708
.5701
.5695
.5689

.5515
.5511
.5507
.5504
.5500

5.296
5.292
5.288
5.284
5.280

.3150
.3160
.3170
.3180
.3190

.3257
.3266
.3275
.3284
.3294

2.046
2.052
2.058
2.063
2.069

.9672
.9676
.9679
.9682
.9686

3.805
3.828
3.851
3.873
3.896

3.934
3.956
3.978
4.000
4.022

.9538
.9541
.9544
.9547
.9550

.2542
.2528
.2514
.2500
.2486

4.093
4.104
4.116
4.127
4.139

29.94
30.29
30.64
30.99
31.35

29.96
30.31
30.65
30.00
31.37

.5683
.5678
.5672
.5666
.5660

.5497
.5494
.5490
.5486
.5483

5.276
5.272
5.268
5.264
5.260

.3200
.3210
.3220
.3230
.3240

.3302
.3311
.3321
.3330
.3339

2.075
2.081
2.086
2.092
2.098

.9690
.9693
.9696
.9700
.9703

3.919
3.943
3.966
3.990
4.014

4.045
4.068
4.090
4.114
4.136

.9553
.9556
.9559
.9562
.9565

.2472
.2459
.2445
.2431
.2418

4.150
4.161
4.173
4.185
4.196

31.71
32.07
32.44
32.83
33.20

31.72
32.08
32.46
32.84
33.22

.5655
.5649
.5643
.5637
.5632

.5479
.5476
.5472
.5468
.5465

5.256
5.252
5.249
5.245
5.241

.3250
.3260
.3270
.3280
.3290

.3349
.3357
.3367
.3376
.3385

2.104
2.110
2.115
2.121
2.127

.9707
.9710
.9713
.9717
.9720

4.038
4.061
4.085
4.110
4.135

4.160
4.183
4.206
4.230
4.254

.9568
.9571
.9574
.9577
.9580

.2404
.2391
.2378
.2364
.2351

4.208
4.219
4.231
4.242
4.254

33.60
33.97
34.37
34.77
35.18

33.61
33.99
34.38
34.79
35.19

.5627
.5621
.5616
.5610
.5605

.5462
.5458
.5455
.5451
.5448

5.237
5.234
5.231
5.227
5.223

D-9

61

Perencanaan Pelabuhan I
TABLE D-1 Continued
d/L o

d/L

2d/L

TANH

SINH

COSH

2d/L

2d/L

2d/L

H / H O'

4d/L

SINH

COSH

4d/L

4d/L

CG/
CO

.3300
.3310
.3320
.3330
.3340

.3394
.3403
.3413
.3422
.3431

2.133
2.138
2.144
2.150
2.156

.9723
.9726
.9729
.9732
.9735

4.159
4.184
4.209
4.234
4.259

4.277
4.301
4.326
4.350
4.375

.9583
.9586
.9589
.9592
.9595

.2338
.2325
.2312
.2299
.2266

4.265
4.277
4.288
4.300
4.311

35.58
35.99
36.42
36.84
37.25

35.59
36.00
36.43
36.85
37.27

.5599
.5594
.5589
.5584
.5578

.5444
.5441
.5438
.5434
.5431

5220
5.217
5.214
5.210
5.207

.3350
.3360
.3370
.3380
.3390

.3440
.3449
.3459
.3468
.3477

2.161
2.167
2.173
2.179
2.185

.9738
.9741
.9744
.9747
.9750

4.284
4.310
4.336
4.361
4.388

4.399
4.424
4.450
4.474
4.500

.9598
.9601
.9604
.9607
.9610

.2273
.2260
.2247
.2235
.2222

4.323
4.335
4.346
4.358
4.369

37.70
38.14
38.59
39.02
39.48

37.72
38.15
38.60
39.04
39.49

.5573
.5568
.5563
.5558
.5553

.5427
.5424
.5421
.5417
.5414

5.204
5.201
5.198
5.194
5.191

.3400
.3410
.3420
.3430
.3440

.3468
.3495
.3504
.3514
.3523

2.190
2.196
2.202
2.208
2.214

.9753
.9756
.9758
.9761
.9764

4.413
4.439
4.466
4.492
4.521

4.525
4.550
4.576
4.602
4.630

.9613
.9615
.9618
.9621
.9623

.2210
.2198
.2185
.2173
.2160

4.381
4.392
4.404
4.416
4.427

39.95
40.40
40.87
41.36
41.85

39.96
40.41
40.89
41.37
41.84

.5548
.5544
.5539
.5534
.5529

.5411
.5408
.5405
.5402
.5399

5.188
5.185
5.182
5.179
5.176

.3450
.3460
.3470
.3480
.3490

.3532
.3542
.3551
.3560
.3570

2.220
2.225
2.231
2.237
2.243

.9767
.9769
.9772
.9775
.9777

4.547
4.575
4.602
4.629
4.657

4.656
4.682
4.709
4.736
4.763

.9626
.9629
.9632
.9635
.9638

.2148
.2136
.2124
.2111
.2099

4.439
4.451
4.462
4.474
4.486

42.33
42.83
43.34
43.85
44.37

42.34
42.84
43.35
43.86
44.40

.5524
.5519
.5515
.5510
.5505

.5396
.5392
.5389
.5386
.5383

5.173
5.171
5.168
5.165
5.162

.3500
.3510
.3520
.3530
.3540

.3579
.3588
.3598
.3607
.3616

2.249
2.255
2.260
2.266
2.272

.9780
.9782
.9785
.9787
.9790

4.685
4.713
4.741
4.770
4.798

4.791
4.718
4.845
4.873
4.901

.9640
.9643
.9646
.9648
.9651

.2087
.2076
.2064
.2052
.2040

4.498
4.509
4.521
4.533
4.544

44.89
45.42
45.95
46.50
47.03

44.80
45.43
45.96
46.51
47.04

.5501
.5496
.5492
.5487
.5483

.5380
.5377
.5374
.5371
.5368

5.159
5.157
5.154
5.152
5.149

.3550
.3560
.3570
.3580
.3590

.3625
.3635
.3644
.3653
.3663

2.278
2.284
2.290
2.296
2.301

.9792
.9795
.9797
.9799
.9801

4.827
4.856
4.885
4.914
4.944

4.929
4.957
4.987
4.015
4.044

.9654
.9657
.9659
.9662
.9665

.2029
.2017
.2005
.1994
.1983

4.556
4.568
4.579
4.591
4.603

47.59
48.15
48.72
49.29
49.88

47.60
48.16
48.73
49.30
49.89

.5479
.5474
.5470
.5466
.5461

.5365
.5362
.5359
.5356
.5353

5.147
5.144
5.141
5.139
5.137

.3600
.3610
.3620
.3630
.3640

.3672
.3682
.3691
.3700
.3709

2.307
2.313
2.319
2. 325
2.331

.9804
.9806
.9808
.9811
.9813

4.974
5.004
5.034
5.063
5.094

5.072
5.103
5.132
5.161
5.191

.9667
.9670
.9673
.9675
.9677

.1972
.1960
.1949
.1938
.1926

4.615
4.627
4.638
4.650
4.661

50.47
51.08
51.67
52.27
52.89

50.48
51.09
51.67
52.28
52.90

.5457
.5453
.5449
.5445
.5441

.5350
.5347
.5344
.5342
.5339

5.134
5.132
5.130
5.127
5.125

.3650
.3660
.3670
.3680
.3690

.3719
.3728
.3737
.3747
.3756

2.337
2.342
2.348
2.354
2.360

.9815
.9817
.9819
.9821
.9823

5.124
5.155
5.186
5.217
5.248

5.221
5.251
5.281
5.312
5.343

.9680
.9683
.9686
.9688
.9690

.1915
.1904
.1894
.1883
.1872

4.673
4.685
4.697
4.708
4.720

53.52
54.15
54.78
55.42
56.09

53.53
54.16
54.79
55.43
56.10

.5437
.5433
.5429
.5425
.5421

.5336
.5333
.5330
.5327
.5325

5.123
5.121
5.118
5.116
5.114

.3700
.3710
.3720
.3730
.3740

.3766
.3775
.3785
.3794
.3804

2.366
2.372
2.378
2.384
2.390

.9825
.9827
.9830
.9832
.9834

5.280
5.312
5.345
5.377
5.410

5.374
5.406
5.438
5.469
5.502

.9693
.9696
.9698
.9700
.9702

.1861
.1850
.1839
.1828
.1818

4.732
4.744
4.756
4.768
4.780

56.76
57.43
58.13
58.82
59.52

56.77
57.44
58.14
58.83
59.53

.5417
.5413
.5409
.5405
.5402

.5322
.5319
.5317
.5314
.5312

5.112
5.110
5.107
5.105
5.103

.3750
.3760
.3770
.3780
.3790

.3813
.3822
.3832
.3841
.3850

2.396
2.402
2.408
2.413
2.419

.9835
.9837
.9839
.9841
.9843

5.443
5.475
5.508
5.541
5.572

5.534
5.566
5.598
5.631
5.661

.9705
.9707
.9709
.9712
.9714

.1807
.1797
.1786
.1776
.1766

4.792
4.803
4.815
4.827
4.838

60.24
60.95
61.68
62.41
63.13

60.25
60.95
61.68
62.42
63.14

.5398
.5394
.5390
.5387
.5383

.5309
.5306
.5304
.5301
.5299

5.101
5.099
5.097
5.095
5.093

.3800
.3810
.3820
.3830
.3840

.3860
.3869
.3879
.3888
.3898

2.425
2.431
2.437
2.443
2.449

.9845
.9847
.9848
.9850
.9852

5.609
5.643
5.677
5.712
5.746

5.697
5.731
5.765
5.798
5.833

.9717
.9719
.9721
.9724
.9726

.1756
.1745
.1735
.1725
.1715

4.851
4.862
4.875
4.885
4.898

63.91
64.67
65.45
66.16
67.02

63.91
64.67
65.46
66.17
67.03

.5380
.5376
.5372
.5369
.5365

.5296
.5294
.5291
.5288
.5286

5.091
5.090
5.088
5.086
5.084

.3850
.3860
.3870
.3880
.3890

.3907
.3917
.3926
.3936
.3945

2.455
2.461
2.467
2.473
2.479

.9854
.9855
.9857
.9859
.9860

5.780
5.814
5.850
5.886
5.921

5.866
5.900
5.935
5.970
6.005

.9728
.9730
.9732
.9735
.9737

.1705
.1695
.1685
.1675
.1665

4.910
4.922
4.934
4.946
4.958

67.80
68.61
69.45
70.28
71.12

67.81
68.62
69.46
70.29
71.13

.5362
.5359
.5355
.5352
.5349

.5284
.5281
.5279
.5276
.5274

5.082
5.081
5.079
5.077
5.076

D-10
TABLE D-1 Continued
62

Perencanaan Pelabuhan I
d/L o

d/L

2d/L

TANH

SINH

COSH

2d/L

2d/L

2d/L

H / H O'

4d/L

SINH

COSH

4d/L

4d/L

C G /C O

.3900
.3910
.3920
.3930
.3940

.3955
.3964
.3974
.3983
.3993

2.485
2.491
2.497
2.503
2.509

.9862
.9864
.9865
.9867
.9869

5.957
5.993
6.029
6.066
6.103

6.040
6.076
6.112
6.148
6.185

.9739
.9741
.9743
.9745
.9748

.1656
.1646
.1636
.1627
.1617

4.970
4.982
4.993
5.005
5.017

71.97
72.85
73.72
74.58
75.48

71.98
72.86
73.72
74.59
75.49

.5345
.5342
.5339
.5336
.5332

.5271
.5269
.5267
.5265
.5262

5.074
5.072
5.071
5.069
5.067

.3950
.3960
.3970
.3980
.3990

.4002
.4012
.4021
.4031
.4040

2.515
2.521
2.527
2.532
2.538

.9870
.9872
.9873
.9874
.9876

6.140
6.177
6.215
6.252
6.290

6.221
6.258
6.295
6.332
6.369

.9750
.9752
.9754
.9756
.9758

.1608
.1598
.1589
.1579
.1570

5.029
5.041
5.053
5.065
5.077

76.40
77.31
78.24
79.19
80.13

76.40
77.32
78.24
79.19
80.13

.5329
.5326
.5323
.5320
.5317

.5260
.5258
.5255
.5253
.5251

5.066
5.064
5.063
5.062
5.060

.4000
.4010
.4020
.4030
.4040

.4050
.4059
.4069
.4078
.4088

2.544
2.550
2.556
2.562
2.568

.9877
.9879
.9880
.9882
.9883

6.329
6.367
6.406
6.444
6.484

6.407
6.445
6.483
6.521
6.561

.9761
.9763
.9765
.9766
.9768

.1561
.1552
.1542
.1533
.1524

5.089
5.101
5.113
5.125
5.137

81.12
82.07
83.06
84.07
85.11

81.12
82.07
83.06
84.07
85.12

.5314
.5311
.5308
.5305
.5302

.5248
.5246
.5244
.5242
.5240

5.058
5.056
5.055
5.053
5.052

.4050
.4060
.4070
.4080
.4090

.4098
.4107
.4116
.4126
.4136

2.575
2.581
2.586
2.592
2.598

.9885
.9886
.9887
.9889
.9890

6.525
6.564
6.603
6.644
6.684

6.601
6.640
6.679
6.718
6.758

.9770
.9772
.9774
.9776
.9778

.1515
.1506
.1497
.1488
.1480

5.149
5.161
5.173
5.185
5.197

86.14
87.17
88.19
89.28
90.38

86.14
87.17
88.20
89.28
90.39

.5299
.5296
.5293
.5290
.5287

.5238
.5236
.5234
.5232
.5229

5.050
5.049
5.048
5.046
5.045

.4100
.4110
.4120
.4130
.4140

.4145
.4155
.4164
.4174
.4183

2.604
2.610
2.616
2.623
2.629

.9891
.9892
.9894
.9895
.9896

6.725
6.766
6.806
6.849
6.890

6.799
6.839
6.879
6.921
6.963

.9780
.9782
.9784
.9786
.9788

.1471
.1462
.1454
.1445
.1436

5.209
5.221
5.233
5.245
5.257

91.44
92.54
93.67
94.83
95.95

91.44
92.55
93.67
94.83
95.96

.5285
.5282
.5279
.5277
.5274

.5227
.5225
.5223
.5221
.5219

5.044
5.043
5.041
5.040
5.039

.4150
.4160
.4170
.4180
.4190

.4193
.4203
.4212
.4222
.4231

2.635
2.641
2.647
2.653
2.659

.9898
.9899
.9900
.9901
.9902

6.932
6.974
7.018
7.060
7.102

7.004
7.046
7.088
7.130
7.173

.9790
.9792
.9794
.9795
.9797

.1428
.1419
.1411
.1403
.1394

5.269
5.281
5.294
5.305
5.317

97.13
98.29
99.52
100.7
101.9

97.13
98.30
99.52
100.7
101.9

.5271
.5269
.5266
.5263
.5261

.5217
.5215
.5213
.5211
.5209

5.037
5.036
5.035
5.034
5.033

.4200
.4210
.4220
.4230
.4240

.4241
.4251
.4260
.4270
.4280

2.665
2.671
2.677
2.683
2.689

.9904
.9905
.9906
.9907
.9908

7.146
7.190
7.234
7.279
7.325

7.215
7.259
7.303
7.349
7.392

.9798
.9800
.9802
.9804
.9806

.1386
.1378
.1369
.1361
.1353

5.329
5.341
5.353
5.366
5.378

103.1
104.4
105.7
107.0
108.3

103.1
104.4
105.7
107.0
108.3

.5258
.5256
.5253
.5251
.5248

.5208
.5206
.5204
.5202
.5200

5.031
5.030
5.029
5.028
5.027

.4250
.4260
.4270
.4280
.4290

.4289
.4298
.4308
.4318
.4328

2.695
2.701
2.707
2.713
2.719

.9909
.9910
.9911
.9912
.9913

7.371
7.412
7.457
7.503
7.550

7.438
7.479
7.524
7.570
7.616

.9808
.9810
.9811
.9812
.9814

.1345
.1337
.1329
.1321
.1313

5.390
5.402
5.414
5.426
5.438

109.7
110.9
112.2
113.6
115.0

109.7
110.9
112.2
113.6
115.0

.5246
.5244
.5241
.5239
.5237

.5198
.5196
.5195
.5193
.5191

5.026
5.025
5.024
5.023
5.022

.4300
.4310
.4320
.4330
.4340

.4337
.4347
.4356
.4366
.4376

2.725
2.731
2.737
2.743
2.749

.9914
.9915
.9916
.9917
.9918

7.595
7.642
7.688
7.735
7.783

7.661
7.707
7.753
7.800
7.847

.9816
.9818
.9819
.9821
.9823

.1305
.1298
.1290
.1282
.1274

5.450
5.462
5.474
5.486
5.499

116.4
117.8
119.2
120.7
122.2

116.4
117.8
119.3
120.7
122.2

.5234
.5232
.5230
.5227
.5225

.5189
.5187
.5186
.5184
.5182

5.021
5.020
5.019
5.018
5.017

.4350
.4360
.4370
.4380
.4390

.4385
.4395
.4405
.4414
.4424

2.755
2.762
2.768
2.774
2.780

.9919
.9920
.9921
.9922
.9923

7.831
7.880
7.922
7.975
8.026

7.895
7.943
7.991
8.035
8.088

.9824
.9826
.9828
.9829
.9830

.1267
.1259
.1251
.1244
.1236

5.511
5.523
5.535
5.547
5.560

123.7
125.2
126.7
128.3
129.9

123.7
125.2
126.7
128.3
129.9

.5223
.5221
.5218
.5216
.5214

.5181
.5179
.5177
.5176
.5174

5.016
5.015
5.014
5.013
5.012

.4400
.4410
.4420
.4430
.4440

.4434
.4443
.4453
.4463
.4472

2.786
2.792
2.798
2.804
2.810

.9924
.9925
.9926
.9927
.9928

8.075
8.124
8.175
8.228
8.274

8.136
8.185
8.236
8.285
8.334

.9832
.9833
.9835
.9836
.9838

.1229
.1222
.1214
.1207
.1200

5.572
5.584
5.596
5.608
5.620

131.4
133.0
134.7
136.3
137.9

131.4
133.0
134.7
136.3
137.9

.5212
.5210
.5208
.5206
.5204

.5172
.5171
.5169
.5168
.5166

5.011
5.010
5.009
5.008
5.007

.4450
.4460
.4470
.4480
.4490

.4482
.4492
.4501
.4511
.4521

2.816
2.822
2.828
2.834
2.840

.9929
.9930
.9930
.9931
.9932

8.326
8.379
8.427
8.481
8.532

8.387
8.438
8.486
8.540
8.590

.9839
.9841
.9843
.9844
.9846

.1192
.1185
.1178
.1171
.1164

5.632
5.644
5.657
5.669
5.681

139.6
141.4
143.1
144.8
146.6

139.7
141.4
143.1
144.8
146.6

.5202
.5200
.5198
.5196
.5194

.5165
.5163
.5161
.5160
.5158

5.006
5.005
5.005
5.004
5.003

D-11

TABLE D-1 Continued


63

Perencanaan Pelabuhan I
d/L o

d/L

2d/L

TANH

SINH

COSH

2d/L

2d/L

2d/L

H / H O'

4d/L

SINH

COSH

4d/L

4d/L

C G /C

.4500
.4510
.4520
.4530
.4540

.4531
.4540
.4550
.4560
.4569

2.847
2.853
2.859
2.865
2.871

.9933
.9934
.9935
.9935
.9936

8.585
8.638
8.693
8.747
8.797

8.643
8.695
8.750
8.804
8.854

.9847
.9848
.9849
.9851
.9852

.1157
.1150
.1143
.1136
.1129

5.693
5.705
5.717
5.730
5.742

148.4
150.2
152.1
154.0
155.9

148.4
150.2
152.1
154.0
155.9

.5192
.5190
.5188
.5186
.5184

.5157
.5156
.5154
.5152
.5151

5.002
5.001
5.000
5.000
4.999

.4550
.4560
.4570
.4580
.4590

.4579
.4589
.4599
.4608
.4618

2.877
2.883
2.890
2.896
2.902

.9937
.9938
.9938
.9939
.99 40

8.853
8.910
8.965
9.016
9.074

8.910
8.965
9.021
9.072
9.129

.9853
.9855
.9857
.9858
.9859

.1122
.1115
.1109
.1102
.1095

5.754
5.766
5.779
5.791
5.803

157.7
159.7
161.7
163.6
165.6

157.7
159.7
161.7
163.6
165.6

.5182
.5181
.5179
.5177
.5175

.5150
.5148
.5146
.5145
.5144

4.999
4.999
4.999
4.999
4.999

.4600
.4610
.4620
.4630
.4640

.4628
.4637
.4647
.4657
.4666

2.908
2.914
2.920
2.926
2.932

.9941
.9941
.9942
.9943
.9944

9.132
9.183
9.242
9.301
9.353

9.186
9.238
9.296
9.354
9.406

.9860
.9862
.9863
.9864
.9865

.1089
.1083
.1076
.1069
.1063

5.815
5.827
5.840
5.852
5.864

167.7
169.7
171.8
173.9
176.0

167.7
169.7
171.8
173.9
176.0

.5173
.5172
.5170
.5168
.5167

.5143
.5141
.5140
.5139
.5138

4.999
4.999
4.999
4.999
4.999

.4650
.4660
.4670
.4680
.4690

.4676
.4686
.4695
.4705
.4715

2.938
2.944
2.951
2.957
2.963

.9944
.9945
.9946
.9946
.9947

9.413
9.473
9.533
9.586
9.647

9.466
9.525
9.585
9.638
9.699

.9867
.9868
.9869
.9871
.9872

.1056
.1050
.1043
.1037
.1031

5.876
5.888
5.900
5.912
5.925

178.2
180.4
182.6
184.8
187.2

178.2
180.2
182.6
184.8
187.2

.5165
.5163
.5162
.5160
.5158

.5136
.5135
.5134
.5132
.5131

4.999
4.999
4.998
4.998
4.998

.4700
.4710
.4720
.4730
.4740

.4725
.4735
.4744
.4754
.4764

2.969
2.975
2.981
2.987
2.993

.9947
.9948
.9949
.9949
.9950

9.709
9.770
9.826
9.888
9.951

9.760
9.821
9.877
9.938
10.00

.9873
.9874
.9875
.9876
.9877

.1025
.1018
.1012
.1006
.1000

5.937
5.949
5.962
5.974
5.986

189.5
191.8
194.2
196.5
199.0

189.5
191.8
194.2
196.5
199.0

.5157
.5155
.5154
.5152
.5150

.5129
.5128
.5127
.5126
.5125

4.998
4.998
4.998
4.998
4.998

.4750
.4760
.4770
.4780
.4790

.4774
.4783
.4793
.4803
.4813

2.999
3.005
3.012
3.018
3.024

.9951
.9951
.9952
.9952
.9953

10.01
10.07
10.13
10.20
10.26

10.07
10.12
10.18
10.25
10.31

.9878
.9880
.9881
.9882
.9883

.09942
.09882
.09820
.09759
.09698

5.999
6.011
6.023
6.036
6.048

201.4
203.9
206.5
209.0
211.7

201.4
203.9
206.5
209.0
211.7

.5149
.5147
.5146
.5144
.5143

.5124
.5122
.5121
.5120
.5119

4.998
4.998
4.998
4.998
4.998

.4800
.4810
.4820
.4830
.4840

.4822
.4832
.4842
.4852
.4862

3.030
3.036
3.042
3.049
3.055

.9953
.9954
.9955
.9955
.9956

10.32
10.39
10.45
10.52
10.59

10.37
10.43
10.50
10.57
10.63

.9885
.9886
.9887
.9888
.9889

.09641
.09583
.09523
.09464
.09405

6.060
6.072
6.085
6.097
6.109

214.2
216.8
219.5
222.2
225.0

214.2
216.8
219.5
222.2
225.0

.5142
.5140
.5139
.5137
.5136

.5117
.5116
.5115
.5114
.5113

4.998
4.998
4.998
4.998
4.997

.4850
.4860
.4870
.4880
.4890

.4871
.4881
.4891
.4901
.4911

3.061
3.067
3.073
3.079
3.086

.9956
.9957
.9957
.9958
.9958

10.65
10.71
10.78
10.85
10.92

10.69
10.76
10.83
10.90
10.96

.9890
.9891
.9892
.9893
.9895

.09352
.09294
.09236
.09178
.09121

6.121
6.134
6.146
6.159
6.171

228.3
230.6
233.5
236.4
239.6

228.3
230.6
233.5
236.4
239.6

.5134
.5133
.5132
.5130
.5129

.5112
.5111
.5110
.5109
.5107

4.997
4.997
4.997
4.997
4.997

.4900
.4910
.4920
.4930
.4940

.4920
.4930
.4940
.4950
.4960

3.092
3.098
3.104
3.110
3.117

.9959
.9959
.9960
.9960
.9961

10.99
11.05
11.12
11.19
11.26

11.03
11.09
11.16
11.24
11.31

.9896
.9897
.9898
.9899
.9899

.09064
.09010
.08956
.08901
.08845

6.183
6.195
6.208
6.220
6.232

242.3
245.2
248.3
251.3
254.5

242.3
245.2
248.3
251.3
254.5

.5128
.5126
.5125
.5124
.5122

.5106
.5105
.5104
.5103
.5102

4.997
4.997
4.997
4.997
4.997

.4950
.4960
.4970
.4980
.4990

.4969
.4979
.4989
.4999
.5009

3.122
3.128
3.135
3.141
3.147

.9961
.9962
.9962
.9963
.9963

11.32
11.40
11.47
11.54
11.61

11.37
11.41
11.51
11.59
11.65

.9900
.9901
.9902
.9903
.9904

.08793
.08741
.08691
.08637
.08584

6.245
6.257
6.269
6.282
6.294

257.6
260.8
264.0
267.3
270.6

257.6
260.8
264.0
267.3
270.6

.5121
.5120
.5119
.5118
.5116

.5101
.5100
.5099
.5098
.5097

4.997
4.997
4.997
4.997
4.997

.5000
.5010
.5020
.5030
.5040

.5018
.5028
.5038
.5048
.5058

3.153
3.159
3.166
3.172
3.178

.9964
.9964
.9964
.9965
.9965

11.68
11.75
11.83
11.91
11.98

11.72
11.80
11.87
11.95
12.02

.9905
.9906
.9907
.9908
.9909

.08530
.08477
.08424
.08371
.08320

6.306
6.319
6.331
6.343
6.356

274.0
277.5
280.8
284.3
287.9

274.0
277.5
280.8
284.3
287.9

.5115
.5114
.5113
.5112
.5110

.5096
.5095
.5094
.5093
.5092

4.997
4.997
4.997
4.997
4.997

.5050
.5060
.5070
.5080
.5090

.5067
.5077
.5087
.5097
.5107

3.184
3.190
3.196
3.203
3.209

.9966
.9966
.9967
.9967
.9968

12.05
12.12
12.20
12.28
12.35

12.09
12.16
12.24
12.32
12.39

.9909
.9910
.9911
.9912
.9913

.08270
.08220
.08169
.08119
.08068

6.368
6.380
6.393
6.405
6.417

291.4
295.0
298.7
302.4
306.2

291.4
295.0
298.7
302.4
306.2

.5109
.5108
.5107
.5106
.5105

.5092
.5091
.5090
.5089
.5088

4.996
4.996
4.996
4.996
4.996

D-12

TABLE D-1 Continued


64

Perencanaan Pelabuhan I
d/L o

d/L

2d/L

TANH

SINH

COSH

2d/L

2d/L

2d/L

H / H O'

4d/L

SINH

COSH

4d/L

4d/L

C G /C

.5100
.5110
.5120
.5130
.5140

.5117
.5126
.5136
.5146
.5156

3.215
3.221
3.227
3.233
3.240

.9968
.9968
.9969
.9969
.9970

12.43
12.50
12.58
12.66
12.74

12.47
12.54
12.62
12.70
12.78

.9914
.9915
.9915
.9916
.9917

.08022
.07972
.07922
.07873
.07824

6.430
6.442
6.454
6.467
6.479

310.0
313.8
317.7
321.7
325.7

310.0
313.8
317.7
321.7
325.7

.5104
.5103
.5102
.5101
.5100

.5087
.5086
.5086
.5085
.5084

4.967
4.967
4.966
4.966
4.965

.5150
.5160
.5170
.5180
.5190

.5166
.5176
.5185
.5195
.5205

3.246
3.252
3.258
3.264
3.270

.9970
.9970
.9971
.9971
.9971

12.82
12.90
12.98
13.06
13.14

12.86
12.96
13.02
13.10
13.18

.9918
.9919
.9919
.9920
.9921

.07776
.07729
.07682
.07634
.07587

6.491
6.504
6.516
6.529
6.541

329.7
333.8
337.9
342.2
346.4

329.7
333.8
337.9
342.2
346.4

.5098
.5097
.5096
.5095
.5094

.5083
.5082
.5082
.5081
.5080

4.965
4.965
4.964
4.964
4.964

.5200
.5210
.5220
.5230
.5240

.5215
.5225
.5235
.5244
.5254

3.277
3.283
3.289
3.295
3.301

.9972
.9972
.9972
.9973
.9973

13.22
13.31
13.39
13.47
13.55

13.26
13.35
13.43
13.51
13.59

.9922
.9923
.9924
.9924
.9925

.07540
.07494
.07449
.07404
.07358

6.553
6.566
6.578
6.590
6.603

350.7
355.1
359.6
364.0
368.5

350.7
355.1
359.6
364.0
368.5

.5093
.5092
.5092
.5091
.5090

.5079
.5078
.5077
.5077
.5076

4.963
4.963
4.963
4.962
4.962

.5250
.5260
.5270
.5280
.5290

.5264
.5274
.5284
.5294
.5304

3.308
3.314
3.320
3.326
3.333

.9973
.9974
.9974
.9974
.9975

13.64
13.73
13.81
13.90
13.99

13.68
13.76
13.85
13.94
14.02

.9926
.9927
.9927
.9928
.9929

.07312
.07266
.07221
.07177
.07134

6.615
6.628
6.640
6.652
6.665

373.1
377.8
382.5
387.3
392.2

373.1
377.8
382.5
387.3
392.2

.5089
.5088
.5087
.5086
.5085

.5075
.5074
.5074
.5073
.5072

4.962
4.961
4.961
4.961
4.960

.5300
.5310
.5320
.5330
.5340

.5314
.5323
.5333
.5343
.5353

3.339
3.345
3.351
3.357
3.363

.9975
.9975
.9976
.9976
.9976

14.07
14.16
14.25
14.34
14.43

14.10
14.19
14.28
14.37
14.46

.9930
.9931
.9931
.9932
.9933

.07091
.07047
.07003
.06959
.06915

6.677
6.690
6.702
6.714
6.727

397.0
402.0
406.9
412.0
417.2

397.0
402.0
406.9
412.0
417.2

.5084
.5083
.5082
.5082
.5081

.5071
.5070
.5070
.5069
.5068

4.960
4.960
4.959
4.959
4.959

.5350
.5360
.5370
.5380
.5390

.5363
.5373
.5383
.5393
.5402

3.370
3.376
3.382
3.388
3.394

.9976
.9977
.9977
.9977
.9977

14.52
14.61
14.70
14.79
14.88

14.55
14.64
14.73
14.82
14.91

.9933
.9934
.9935
.9935
.9936

.06872
.06829
.06787
.06746
.06705

6.739
6.752
6.764
6.776
6.789

422.4
427.7
433.1
438.5
444.0

422.4
427.7
433.1
438.5
444.0

.5080
.5079
.5078
.5077
.5077

.5068
.5067
.5066
.5066
.5065

4.959
4.958
4.958
4.958
4.958

.5400
.5410
.5420
.5430
.5440

.5412
.5422
.5432
.5442
.5452

3.401
3.407
3.413
3.419
3.426

.9978
.9978
.9978
.9979
.9979

14.97
15.07
15.16
15.25
15.35

15.01
15.10
15.19
15.29
15.38

.9936
.9937
.9938
.9938
.9939

.06664
.06623
.06582
.06542
.06501

6.801
6.814
6.826
6.838
6.851

449.5
455.1
460.7
466.4
472.2

449.5
455.1
460.7
466.4
472.2

.5076
.5075
.5074
.5073
.5073

.5065
.5064
.5063
.5063
.5062

4.957
4.957
4.957
4.956
4.956

.5450
.5460
.5470
.5480
.5490

.5461
.5471
.5481
.5491
.5501

3.432
3.438
3.444
3.450
3.456

.9979
.9979
.9980
.9980
.9980

15.45
15.54
15.64
15.74
15.84

15.48
15.58
15.67
15.77
15.87

.9940
.9941
.9941
.9942
.9942

.06461
.06420
.06380
.06341
.06302

6.863
6.876
6.888
6.901
6.913

478.1
484.3
490.3
496.4
502.5

478.1
484.3
490.3
496.4
502.5

.5072
.5071
.5070
.5070
.5069

.5061
.5060
.5060
.5059
.5059

4.956
4.956
4.955
4.955
4.955

.5500
.5510
.5520
.5530
.5540

.5511
.5521
.5531
.5541
.5510

3.463
3.469
3.475
3.481
3.488

.9980
.9981
.9981
.9981
.9981

15.94
16.04
16.14
16.24
16.34

15.97
16.07
16.17
16.27
16.37

.9942
.9942
.9943
.9944
.9944

.06263
.06224
.06186
.06148
.06110

6.925
6.937
6.850
6.962
6.975

508.7
515.0
521.6
528.1
534.8

508.7
515.0
521.6
528.1
534.8

.5068
.5067
.5067
.5066
.5065

.5058
.5058
.5057
.5056
.5056

4.955
4.954
4.954
4.954
4.954

.5550
.5560
.5570
.5580
.5590

.5560
.5570
.5580
.5590
.5600

3.494
3.500
3.506
3.512
3.519

.9982
.9982
.9982
.9982
.9982

16.44
16.54
16.65
16.75
16.85

16.47
16.57
16.68
16.78
16.88

.9945
.9945
.9946
.9947
.9947

.06073
.06035
.05997
.05960
.05823

6.987
7.000
7.012
7.025
7.037

541.4
548.1
554.9
562.0
569.1

541.4
548.1
554.9
562.0
569.1

.5065
.5064
.5063
.5063
.5062

.5056
.5055
.5054
.5053
.5053

4.953
4.953
4.953
4.953
4.953

.5600
.5610
.5620
.5630
.5640

.5610
.5620
.5630
.5640
.5649

3.525
3.531
3.537
3.543
3.550

.9983
.9983
.9983
.9983
.9984

16.96
17.06
17.17
17.28
17.38

16.99
17.09
17.20
17.31
17.41

.9947
.9948
.9949
.9949
.9950

.05887
.05850
.05814
.05778
.05743

7.050
7.062
7.074
7.087
7.099

576.1
583.3
590.7
598.0
605.0

576.1
583.3
590.7
598.0
605.0

.5061
.5061
.5060
.5059
.5059

.5053
.5052
.5051
.5051
.5050

4.952
4.952
4.952
4.952
4.951

.5650
.5660
.5670
.5680
.5690

.5659
.5669
.5679
.5689
.5699

3.556
3.562
3.568
3.575
3.581

.9984
.9984
.9984
.9984
.9985

17.49
17.60
17.71
17.82
17.94

17.52
17.63
17.74
17.85
17.97

.9950
.9951
.9951
.9952
.9952

.05707
.05672
.05637
.05602
.05567

7.112
7.124
7.136
7.149
7.161

613.2
620.8
628.5
636.4
644.3

613.2
620.8
628.5
636.4
644.3

.5058
.5057
.5057
.5056
.5056

.5050
.5049
.5049
.5048
.5048

4.951
4.951
4.951
4.951
4.950

D-13

TABLE D-1 Continued


65

Perencanaan Pelabuhan I
d/L o

d/L

2d/L

TANH

SINH

COSH

2d/L

2d/L

2d/L

H / H O'

4d/L

SINH

COSH

4d/L

4d/L

C G /C

.5700
.5710
.5720
.5730
.5740

.5709
.5719
.5729
.5738
.5748

3.587
3.593
3.600
3.606
3.612

.9985
.9985
.9985
.9985
.9985

18.05
18.16
18.28
18.39
18.50

18.08
18.19
18.31
18.42
18.53

.9953
.9953
.9954
.9954
.9955

.05532
.05497
.05463
.05430
.05396

7.174
7.186
7.199
7.211
7.224

652.4
660.5
668.8
677.2
685.6

652.4
660.5
668.8
677.2
685.6

.5055
.5054
.5054
.5053
.5053

.5047
.5047
.5046
.5046
.5045

4.950
4.950
4.950
4.950
4.950

.5750
.5760
.5770
.5780
.5790

.5758
.5768
.5778
.5788
.5798

3.618
3.624
3.630
3.637
3.643

.9986
.9986
.9986
.9986
.9986

18.62
18.73
18.85
18.97
19.09

18.64
18.76
18.88
19.00
19.12

.9955
.9956
.9956
.9957
.9957

.05363
.05330
.05297
.05264
.05231

7.236
7.249
7.261
7.274
7.286

694.3
703.2
711.9
720.8
729.9

694.3
703.2
711.9
720.8
729.9

.5052
.5052
.5051
.5051
.5050

.5045
.5044
.5044
.5043
.5043

4.949
4.949
4.949
4.949
4.949

.5800
.5810
.5820
.5830
.5840

.5808
.5818
.5828
.5838
.5848

3.649
3.656
3.662
3.668
3.674

.9987
.9987
.9987
.9987
.9987

19.21
19.23
19.45
19.58
19.70

19.24
19.36
19.48
19.60
19.73

.9957
.9958
.9958
.9959
.9959

.05198
.05166
.05134
.05102
.05070

7.298
7.311
7.323
7.336
7.348

739.0
748.1
757.5
767.0
776.7

739.0
748.1
757.5
767.0
776.7

.5049
.5049
.5048
.5048
.5047

.5043
.5042
.5042
.5041
.5041

4.948
4.948
4.948
4.948
4.948

.5850
.5860
.5870
.5880
.5890

.5858
.5867
.5877
.5887
.5897

3.680
3.686
3.693
3.699
3.705

.9987
.9987
.9988
.9988
.9988

19.81
19.94
20.06
20.19
20.32

19.84
19.96
20.09
20.21
20.34

.9960
.9960
.9960
.9961
.9961

.05040
.05009
.04978
.04947
.04916

7.361
7.373
7.386
7.398
7.411

786.5
796.4
806.5
816.5
826.7

786.5
796.4
806.5
816.5
826.7

.5047
.5046
.5046
.5045
.5045

.5040
.5040
.5040
.5039
.5039

4.948
4.948
4.947
4.947
4.947

.5900
.5910
.5920
.5930
.5940

.5907
.5917
.5927
.5937
.5947

3.712
3.718
3.724
3.730
3.737

.9988
.9988
.9988
.9989
.9989

20.45
20.57
20.70
20.83
20.97

20.47
20.60
20.73
20.86
20.99

.9962
.9962
.9963
.9963
.9963

.04885
.04855
.04824
.04794
.04764

7.423
7.436
7.448
7.460
7.473

837.1
847.6
858.2
868.9
879.8

837.1
847.6
858.2
868.9
879.8

.5044
.5044
.5043
.5043
.5043

.5038
.5038
.5037
.5037
.5037

4.947
4.947
4.947
4.946
4.946

.5950
.5960
.5970
.5980
.5990

.5957
.5967
.5977
.5987
.5996

3.743
3.749
3.755
3.761
3.767

.9989
.9989
.9989
.9989
.9989

21.10
21.23
21.35
21.49
21.62

21.12
21.25
21.37
21.51
21.64

.9964
.9964
.9964
.9965
.9965

.04735
.04706
.04677
.04648
.04619

7.485
7.498
7.510
7.523
7.535

890.8
901.9
913.4
925.0
936.5

890.8
901.9
913.4
925.0
936.5

.5042
.5042
.5041
.5041
.5040

.5036
.5036
.5036
.5035
.5035

4.946
4.946
4.946
4.946
4.946

.6000
.6100
.6200
.6300
.6400

.6006
.6106
.6205
.6305
.6404

3.774
3.836
3.899
3.961
4.024

.9990
.9991
.9992
.9993
.9994

21.76
23.17
24.66
26.25
27.95

21.78
23.19
24.68
26.27
27.97

.9965
.9969
.9972
.9975
.9977

.04591
.04313
.04052
.03806
.03576

7.548
7.673
7.798
7.923
8.048

948.1
1,074
1,217
1,379
1,527

948.1
1,074
1,217
1,379
1,527

.5040
.5036
.5032
.5029
.5026

.5035
.5031
.5028
.5025
.5023

4.945
4.944
4.943
4.942
4.941

.6500
.6600
.6700
.6800
.6900

.6504
.6603
.6703
.6803
.6902

4.086
4.149
4.212
4.274
4.337

.9994
.9995
.9996
.9996
.9997

29.75
31.68
33.73
35.90
38.23

29.77
31.69
33.74
35.92
38.24

.9980
.9982
.9983
.9985
.9987

.03359
.03155
.02964
.02784
.02615

8.173
8.298
8.423
8.548
8.674

1,771
2,008
2,275
2,579
2,923

1,771
2,008
2,275
2,579
2,923

.5023
.5021
.5019
.5017
.5015

.5020
.5018
.5017
.5015
.5013

4.940
4.940
4.939
4.939
4.938

.7000
.7100
.7200
.7300
.7400

.7002
.7102
.7202
.7302
.7401

4.400
4.462
4.525
4.588
4.650

.9997
.9997
.9998
.9998
.9998

40.71
43.34
46.14
49.13
52.31

40.72
43.35
46.15
49.14
52.32

.9988
.9989
.9990
.9991
.9992

.02456
.02307
.02167
.02035
.01911

8.799
8.925
9.050
9.175
9.301

3,314
3,757
4,258
4,828
5,473

3,314
3,757
4,258
4,828
5,473

.5013
.5012
.5011
.5010
.5009

.5012
.5011
.5010
.5009
.5008

4.938
4.937
4.937
4.937
4.937

.7500
.7600
.7700
.7800
.7900

.7501
.7601
.7701
.7801
.7901

4.713
4.776
4.839
4.902
4.964

.9998
.9999
.9999
.9999
.9999

55.70
59.31
63.15
67.24
71.60

55.71
59.31
63.16
67.25
71.60

.9993
.9994
.9995
.9996
.9996

.01795
.01686
.01583
.01487
.01397

9.426
9.552
9.677
9.803
9.929

6,204
7,034
7,976
9,042
10,250

6,204
7,034
7,976
9,042
10,250

.5008
.5007
.5006
.5005
.5005

.5007
.5006
.5005
.5004
.5004

4.936
4.936
4.936
4.936
4.936

.8000
.8100
.8200
.8300
.8400

.8001
.8101
.8201
.8301
.8400

5.027
5.090
5.153
5.215
5.278

.9999
.9999
.9999
.9999
1.000

76.24
81.18
86.44
92.04
98.00

76.24
81.19
86.44
92.05
98.01

.9996
.9996
.9997
.9997
.9997

.01312
.01232
.01157
.01086
.01020

10.05
10.18
10.31
10.43
10.56

11,620
13,180
14,940
17,340
19,210

11,620
13,180
14,940
17,340
19,210

.5004
.5004
.5003
.5003
.5003

.5004
.5004
.5003
.5003
.5003

4.936
4.936
4.935
4.935
4.935

.8500
.8600
.8700
.8800
.8900

.8500
.8600
.8700
.8800
.8900

5.341
5.404
5.467
5.529
5.592

1.000
1.000
1.000
1.000
1.000

104.4
111.1
118.3
126.0
134.2

104.4
111.1
118.3
126.0
134.2

.9998
.9998
.9998
.9998
.9998

.00958
.00900
.00845
.00793
.00745

10.68
10.81
10.93
11.06
11.18

21,780
24,690
28,000
31,750
36,000

21,780
24,690
28,000
31,750
36,000

.5002
.5002
.5002
.5002
.5002

.5002
.5002
.5002
.5002
.5002

4.935
4.935
4.935
4.935
4.935

D-14

TABLE D-1 Continued


66

Perencanaan Pelabuhan I
d/L o

d/L

2d/L

TANH

SINH

COSH

2d/L

2d/L

2d/L

H / H O'

4d/L

SINH

COSH

4d/L

4d/L

C G /C

.9000
.9100
.9200
.9300
.9400

.9000
.9100
.9200
.9300
.9400

5.655
5.718
5.781
5.844
5.906

1.000
1.000
1.000
1.000
1.000

142.9
152.1
162.0
172.5
183.7

142.9
152.1
162.0
172.5
183.7

.9999
.9999
.9999
.9999
.9999

.007000
.006574
.006173
.005797
.005445

11.31
11.44
11.56
11.69
11.81

40.810
46.280
52.470
59.500
67.470

40.810
46.280
52.470
59.500
67.470

.5001
.5001
.5001
.5001
.5001

.5001
.5001
.5001
.5001
.5001

4.935
4.935
4.935
4.935
4.935

.9500
.9600
.9700
.9800
.9900

.9500
.9600
.9700
.9800
.9900

5.969
6.032
6.095
6.158
6.220

1.000
1.000
1.000
1.000
1.000

195.6
208.2
221.7
236.1
251.4

195.6
208.2
221.7
236.1
251.4

.9999
.9999
.9999
.9999
1.000

.005114
.004802
.004510
.004235
.003977

11.94
12.06
12.19
12.32
12.44

76.490
86.740
98.340
111.50
126.50

76.490
86.740
98.340
111.500
126.500

.5001
.5001
.5001
.5001
.5000

.5001
.5001
.5001
.5001
.5001

4.935
4.935
4.935
4.935
4.935

1.000

1.000

6.283

1.000

267.7

267.7

1.000

.003735

12.57

143.40

143.400

.5000

.5000

4.935

TABLE D - 2
FUNCTIONS OF d/L FOR EVEN INCREMENTS OF d/L
from 0.0001 to 1.000
TANH

SINH

COSH

2d/L

2d/L

2d/L

1.0000

SINH

COSH

4d/L

1.000

.0006283

.0006283

.0006283

1.000

.001257

.001257

.001257

.001257

19.95

1.000

.002513

.001885

1.0000

16.29

1.000

.002513

1.0000

14.10

.003142

.003142

1.0000

.003772

.003772

.003772

.004398

.004398

.005027

d/Lo

2d/L

0
.00000
6283
.00000
2514
.00000
5655
.00000
1005

.0001000
.0002000
.0003000
.0004000
.0005000
.0006000
.0007000
.0008000
.0009000

.00000
1571
.00000
2262
.00000
3079
.00000
4022
.00000
5090

.001200
.001300
.001400

.00000
6283
.00000
7603
.00000
9048
.000010
.000012

.001500
.001600
.001700
.001800
.001900

.000014
.000016
.000018
.000020
.000022

.001000
.001100

H / H O'

4d/L

d/L

C G /C O

1.000

1.000

1.000

.0006283

12.500.000

.002513

1.000

1.000

.001257

3.125.000

.003770

.003770

1.000

1.000

.001885

1.389.000

1.000

.005027

.005027

1.000

1.000

.002513

781.300

12.62

1.000

.006283

.006283

1.000

1.000

.003142

500.000

1.0000

11.52

1.000

.007540

.007540

1.000

1.000

.003772

347.200

.004398

1.0000

10.66

1.000

.008796

.008797

1.000

1.000

.004398

255.100

.005027

.005027

1.0000

9.974

1.000

.01005

.01005

1.000

1.000

.005027

195.300

.005655

.005655

.005655

1.0000

9.403

1.000

.01131

.01131

1.000

1.000

.005655

154.300

.006283

.006283

.006283

1.0000

8.921

1.000

.01257

.01257

1.000

1.000

.006283

125.000

.006912

.006911

.006912

1.0000

8.506

1.000

.01382

.01382

1.000

1.000

.006911

103.300

.007540
.008168
.008796

.007540
.008168
.008796

.007540
.008168
.008797

1.0000
1.0000
1.0000

8.144
7.824
7.539

1.000
1.000
1.000

.01508
.01634
.01759

.01508
.01634
.01759

1.000
1.000
1.000

1.000
1.000
1.000

.007540
.008168
.008796

86.810
73.970
63.780

.009425
.01005
.01068
.01131
.01194

.009425
.01005
.01068
.01131
.01194

.009425
.01005
.01068
.01131
.01194

1.0000
1.0001
1.0001
1.0001
1.0001

7.284
7.052
6.842
6.649
6.472

1.000
.9999
.9999
.9999
.9999

.01885
.02011
.02136
.02262
.02388

.01885
.02011
.02136
.02262
.02388

1.000
1.000
1.000
1.000
1.000

1.000
1.000
1.000
1.000
1.000

.009425
.01005
.01068
.01131
.01194

55.560
48.830
43.260
38.580
34.630

4d/L

1.000

1.0000

28.21

.001257

1.0000

.001885

.001885

.002513

.002513

.003142

D-15

TABLE D-2 Continued


67

Perencanaan Pelabuhan I
d/L o

d/L

2d/L

TANH

SINH

COSH

2d/L

2d/L

2d/L

H / H O'

4d/L

SINH

COSH

4d/L

4d/L

C G /C

.002000
.002100
.002200
.002300
.002400

.00002514
.00002772
.00003040
.00003324
.00003619

.01257
.01319
.01382
.01445
.01508

.01257
.01319
.01382
.01445
.01508

.01257
.01320
.01382
.01445
.01508

1.0001
1.0001
1.0001
1.0001
1.0001

6.308
6.156
6.015
5.882
5.759

.9999
.9999
.9999
.9999
.9999

.02513
.02639
.02765
.02890
.03016

.02514
.02639
.02765
.02891
.03016

1.000
1.000
1.000
1.000
1.000

.9999
.9999
.9999
.9999
.9999

.01257
.01319
.01382
.01445
.01508

31.250
28.350
25.830
23.630
21.700

.002500
.002600
.002700
.002800
.002900

.00003928
.00004248
.00004579
.00004925
.00005284

.01571
.01634
.01696
.01759
.01822

.01571
.01633
.01696
.01759
.01822

.01571
.01634
.01697
.01759
.01822

1.0001
1.0001
1.0001
1.0002
1.0002

5.642
5.533
5.429
5.332
5.239

.9999
.9999
.9999
.9998
.9998

.03142
.03267
.03393
.03519
.03644

.03142
.03268
.03394
.03519
.03645

1.000
1.001
1.001
1.001
1.001

.9999
.9999
.9999
.9999
.9999

.01571
.01633
.01696
.01759
.01822

20.000
18.490
17.150
15.950
14.870

.003000
.003100
.003200
.003300
.003400

.00005652
.00006039
.00006435
.00006841
.00007262

.01885
.01948
.02011
.02073
.02136

.01885
.01948
.02010
.02073
.02136

.01885
.01948
.02011
.02073
.02136

1.0002
1.0002
1.0002
1.0002
1.0002

5.151
5.061
4.987
4.911
4.838

.9998
.9998
.9998
.9998
.9998

.03770
.03896
.04021
.04147
.04273

.03771
.03897
.04022
.04148
.04274

1.001
1.001
1.001
1.001
1.001

.9999
.9999
.9999
.9999
.9998

.01885
.01947
.02010
.02073
.02136

13.890
13.010
12.210
11.480
10.820

.003500
.003600
.003700
.003800
.003900

.00007697
.00008140
.00008599
.00009071
.00009551

.02199
.02262
.02325
.02388
.02450

.02199
.02262
.02324
.02387
.02450

.02199
.02262
.02325
.02388
.02451

1.0002
1.0003
1.0003
1.0003
1.0003

4.769
4.702
4.638
4.577
4.518

.9998
.9997
.9997
.9997
.9997

.04398
.04524
.04650
.04775
.04901

.04399
.04525
.04652
.04777
.04903

1.001
1.001
1.001
1.001
1.001

.9998
.9998
.9998
.9998
.9998

.02199
.02261
.02324
.02387
.02449

10.210
9.648
9.134
8.660
8.221

.004000
.004100
.004200
.004300
.004400

.0001005
.0001056
.0001108
.0001161
.0001216

.02513
.02576
.02639
.02702
.02765

.02513
.02576
.02638
.02701
.02764

.02513
.02576
.02639
.02702
.02765

1.0003
1.0003
1.0003
1.0004
1.0004

4.462
4.407
4.354
4.303
4.254

.9997
.9997
.9997
.9996
.9996

.05027
.05152
.05278
.05404
.05529

.05029
.05154
.05280
.05406
.05531

1.001
1.001
1.001
1.001
1.002

.9998
.9998
.9998
.9998
.9997

.02511
.02574
.02637
.02700
.02763

7.815
7.439
7.090
6.764
6.460

.004500
.004600
.004700
.004800
.004900

.0001272
.0001329
.0001387
.0001447
.0001508

.02827
.02890
.02953
.03016
.03079

.02827
.02889
.02952
.03015
.03078

.02828
.02890
.02953
.03016
.03079

1.0004
1.0004
1.0004
1.0005
1.0005

4.207
4.161
4.116
4.073
4.032

.9996
.9996
.9996
.9995
.9995

.05655
.05781
.05906
.06032
.06158

.05658
.05784
.05909
.06035
.06161

1.002
1.002
1.002
1.002
1.002

.9997
.9997
.9997
.9997
.9997

.02825
.02888
.02951
.03014
.03076

6.176
5.911
5.662
5.429
5.209

.005000
.005100
.005200
.005300
.005400

.0001570
.0001634
.0001698
.0001764
.0001832

.03142
.03204
.03267
.03330
.03393

.03141
.03203
.03266
.03329
.03392

.03143
.03205
.03268
.03331
.03394

1.0005
1.0005
1.0005
1.0005
1.0006

3.991
3.951
3.913
3.876
3.840

.9995
.9995
.9995
.9995
.9994

.06283
.06409
.06535
.06660
.06786

.06287
.06413
.06539
.06665
.06791

1.002
1.002
1.002
1.002
1.002

.9997
.9997
.9996
.9996
.9996

.03139
.03202
.03265
.03328
.03391

5.003
4.809
4.626
4.453
4.290

.005500
.005600
.005700
.005800
.005900

.0001900
.0001970
.0002041
.0002112
.0002186

.03456
.03519
.03581
.03644
.03707

.03455
.03517
.03580
.03642
.03706

.03457
.03520
.03582
.03645
.03708

1.0006
1.0006
1.0006
1.0007
1.0007

3.805
3.771
3.738
3.706
3.675

.9994
.9994
.9994
.9993
.9993

.06911
.07037
.07163
.07288
.07414

.06916
.07042
.07169
.07294
.07420

1.002
1.002
1.003
1.003
1.003

.9996
.9996
.9996
.9996
.9995

.03454
.03517
.03579
.03641
.03703

4.135
3.989
3.851
3.719
3.594

.006000
.006100
.006200
.006300
.006400

.0002261
.0002337
.0002414
.0002492
.0002570

.03770
.03833
.03896
.03958
.04021

.03768
.03831
.03894
.03956
.04019

.03771
.03834
.03897
.03959
.04022

1.0007
1.0007
1.0008
1.0008
1.0008

3.644
3.614
3.584
3.556
3.528

.9993
.9993
.9992
.9992
.9992

.07540
.07665
.07791
.07917
.08042

.07547
.07672
.07798
.07925
.08050

1.003
1.003
1.003
1.003
1.003

.9995
.9995
.9995
.9995
.9995

.03766
.03829
.03892
.03954
.04017

3.475
3.363
3.255
3.153
3.055

.006500
.006600
.006700
.006800
.006900

.0002653
.0002735
.0002819
.0002904
.0002990

.04084
.04147
.04210
.04273
.04335

.04082
.04144
.04207
.04270
.04333

.04085
.04148
.04211
.04274
.04336

1.0008
1.0009
1.0009
1.0009
1.0009

3.501
3.475
3.449
3.423
3.398

.9992
.9991
.9991
.9991
.9991

.08168
.08294
.08419
.08545
.08671

.08177
.08303
.08428
.08555
.08681

1.003
1.003
1.004
1.004
1.004

.9994
.9994
.9994
.9994
.9994

.04084
.04142
.04204
.04267
.04330

2.962
2.873
2.788
2.707
2.629

.007000
.007100
.007200
.007300
.007400

.0003077
.0003165
.0003254
.0003346
.0003439

.04398
.04161
.04524
.04587
.04650

.04395
.04158
.04521
.04584
.04646

.04399
.04162
.04525
.04589
.04652

1.0010
1.0010
1.0010
1.0011
1.0011

3.374
3.350
3.327
3.304
3.281

.9990
.9990
.9989
.9989
.9989

.08796
.08922
.09048
.09173
.09299

.08807
.08933
.09060
.09185
.09312

1.004
1.004
1.004
1.004
1.004

.9994
.9993
.9993
.9993
.9993

.04392
.04155
.04518
.04581
.04644

2.554
2.483
2.414
2.349
2.286

.007500
.007600
.007700
.007800
.007900

.0003532
.0003627
.0003722
.0003820
.0003918

.04712
.04775
.04838
.04901
.04964

.04709
.04772
.04834
.04897
.04960

.04714
.04777
.04840
.04903
.04966

1.0011
1.0011
1.0012
1.0012
1.0012

3.260
3.238
3.217
3.197
3.176

.9989
.9989
.9988
.9988
.9988

.09425
.09550
.09676
.09802
.09927

.09438
.09565
.09681
.09817
.09943

1.004
1.005
1.005
1.005
1.005

.9993
.9992
.9992
.9992
.9992

.04706
.04768
.04830
.04893
.04956

2.226
2.167
2.112
2.058
2.006

D-16

68

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

Rumus Hudson

Wr . H 3
W
=

. pounds
3
K D ( S R 1) .Cotg .

Dimana :
W

= Berat crestblok (dalam pounds atau libes)

Wr

= Berat jenis batu (spesific weight of amour units, dalam lb/cf)

= Design waves height ditempat konstruksi (dalam feeth)

KD

= Damage coefficient (empirical coefficient), terutama tergantung dari bentuk


armour units

SR

= Specific gravity (ratio of specific weight dari armour unit didalam air laut)

= Sud ut kemiringan breakwater diukur dari bidang horizontal (slope dari


breakwater)

Nilai K D diperoleh dari hasil hydraulic model experiment untuk berjenis-jenis


armour unit.
=> untuk anguler quarry stone yang kasar K D = 2,7 4,0 tergantung dari kondisi
gelombang dan posisi konstuksinya.
=> untuk block beton dengan bentuk yang tak teratur K D = 5 20, terutama
tergantung dari cara menempatkannya.
Catatan : Formula Hudson sangat menolong untuk mendesign breakwater.

Tetapi didalam rumus ini tidak diperhitungkan akibat periode, arah gelombang dan
lainnya yang ternyata untuk kondisi-kondisi tertentu sangat mempengaruhi berat
minimum dari armour unit. Karena itu dianjurkan untuk menggunakan rumus ini
hanya untuk preliminary design, sedang untuk menghitungkan stabilitas konstruksi,
sebaiknya dilakukan dengan hydraulic test model.
Dibawah konstruksi ditebar mattras. Dahulu mattras dibuat dari anyaman bambu
(getekan) dilapis serabut dan diatasnya diberi batu-batuan. Sekarang sudah
digunakan

69

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

geotextile, banyak macamnya tergantung

pada kepentingannya. Pada proyek

Tanjung Priok digunakan bambu mattras dan pancangan bambu, sedang yang
sekarang digunakan terra firma, di Cirebon poly felt sedang dipelabuhan Bengkulu
dipakai robusta.
Karena sukar mendapatkan bambu atau kayu sebanyak yang diperlukan, maka
sebagai gantinya dilaksanakan perbaikan tanah dasar dengan cara dikeruk dan diganti
pasir, cara ini disebut soil improvement.
Untuk menghindarkan kanker, dibadan breakwater dibangun filter yang keluar
dibawah LWS, untuk menghindarkan kerusakan akibat terjadinya overtopping,
lapisan atas bagian kolam pelabuhan dilapisi dengan lapisan impermeable, dalam hal
ini bisanya digunakan asphalt. Untuk mempertahankan keutuhan puncak
breakwater, maka dipuncak breakwater dibangun crestblok.
Untuk mempertahankan susunan batu-batu pada bagian laut yang terhantam
gelombang, maka dilengkapi dengan pemecah gelombang, seperti tetrapode,
hexapode, kubus, akmond, atau dollos. Dalam menggunakan tetrapode maka harus
membayar royalti ke Perancis, sebesar US $ 0,50 setiap m3 (meter cubik) tetrapode
yang digunakan, sedang untuk dollos, kubus, hexapode, tidak perlu membayar
royalti.

Contoh penyelesaian soal breakwater Rubblemound


Gambarkanlah design kontruksi rencana pemecah gelombang (breakwater) yang
mempunyai type rubblemound dengan slope 1 : 2, dimana bahan materialnya terdiri
dari Quarry Stone Amour Units. Pemecah gelombang tersebut untuk melindungi
kolam pelabuhan. samudra yang memeliki kedalaman 39 feet dengan beda pasang
surut sebesar 6 feet.
Pada daerah perairan tersebut, kecepatan angin meniup rata-rata sebesar 24,5 knots,
sedang hasil dari model test dilaboratorium didapat besarnya koefisien refraksi (K R )
sebesar 0,87 dan koefisien damage (K D ) sebesar 3,25. Kecuali itu dari hasil soil
Investigation nya diketahui mempunyai kekuatan tanah dasar perairan datanya
sebagai berikut : = 0,2 kg/cm2.
Dalam satu tahunnya, selama 3 bulan kemungkinan terjadi overtopping untuk itu
diperlukan pengamanan terhadap kemungkinan terjadinya kerusakan kontruksi, pada

70

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

puncak kontruksi ditutup blok beton dari beton bertulang. Berhubung terdapat
kesulitan adanya bambu dan kayu yang cukup banyak, maka dasar kontruksi
digunakan dengan pelaksanaan soil improvement.
Gambarkan design kontruksi (gambar bestek) dari breakwater tersebut diatas,
lengkap dengan seluruh komponen-komponen (bagian-bagian) nya dengan skala 1 :
200. Tentukan pula berat crestblok nya, berat batuan lapisan penutup (primairy
coverlayer), berat batuan lapis kedua (secondairy coverlayer), serta elevasi
puncaknya (crest elevation), juga elevasi batas lapisan penutup (bottom elevation)
baik dibagian laut maupun dibagian kolam pelabuhan.
Penyelesaian Soal :
Dari rencana design breakwater type rubblemound diketahui slope (kemiringan) 1:2 ;
berarti Cotg = 2
Waterdepth 39 ft dibawah LWS., beda pasang surut 6 ft.
jadi d = ( 39 + 6 )ft = 45ft
Wind velocity = 24,5 knots ; K R = 0,87 ; K D = 3,25 ;

tanah dasar

= 0,2 kg/cm2, berarti

tanah lembek.
Untuk itu digunakan perbaikan tanah (soil improvement).
Berat jenis air laut : Ww = 1,03 t/m3 = 64 lb/cf
: Wr = 2,64 t/m3 = 165 lb/cf

Berat jenis Batu


Dari tabel D-7 CERC.

Untuk wind velocity : U = 24,5 knots didapat H s = 13 ft,


Periode rata-rata T av = 7,0 detik.
Specific gravity : S R =

Wr 165
=
= 2,58
64
Ww

Deepwater wave length: Lo = 5,12 T2 = 5,12 x 49 = 251 ft


d = 45 ft.
Jadi :

45
d
=
= 0,179
Lo 251

Dari tabel D-1 CERC


Untuk

H
d
= 0,179 didapat
= 0,9144
Lo
H o'

H structure . Ho = Hs ;

71

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

.K R = 13.(0,9144).0,87 = 10,342. ft

H
H = H o '
Ho

1) Berat Crestblok
W =

Wr ( H ) 3
165(10,342) 3
=
= 7118,9006.lbs 7200.lbs
K D ( S R 1) 3 . cot g . 3,25(2,58 1) 3 .2

2) Crest Elevation ( Elevasi puncak)

H
= 0,9144 ; T av = 7 detik
H o'

H = 10342 ft ;
H o' =

H
H

'
H
o

10,342
= 11,31. ft
0,9144

H o' = H o . K R = 10,342 (0,87) = 11,31 ft

Controle :

H o' 11.31
=
= 0,23
49
T2
Dari diagram fiqure 3-12 CERC
Untuk

H o'
= 0,23 , dan dengan Rubblemound slope 1 : 2 ,
T2

didapat

R
= 0,80
H o'

Jadi R = 0,80 x H o'


= 0,80 x 11,31 ft = 9,048 ft

1) Width of Crest (lebar puncak breakwater = lebar minimum)


W
B = n.K A
Wr

7200
= 3. 1

165

n = 3
1

KA =1

= 3.x.3,52 = 10,5. ft

2) Thickness of coverloyer (tabel lapisan penutup)


1

(W ) 3
r = n.K A
Wr

n=2

KA = 1

72

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

= 2.1.3,52
= 7,04 ft
Tebal lapisan II (secundairy Coverlayer) < r dan max = r.

3) Botton Elevation of primairy Coverlayer for seasite (Elevasi dasar lap.


Primair bagian laut)
r1 = 1,5 H = 1,5 x 10,342 ft = 15,513 ft
Sedang elevasi dasar bagian kolam pelabuhan adalah sedalam H = 10,342 ft.

4) Pelaksanaan Soil Improvement


Tanah dasar perairan dibawah bangunan kontruksi digali sampai 1 meter dan
tanah galian tersebut diganti dengan pasir. Diatas pasir tersebut digelar matras,
(dulu bambu matras sekarang digunakan geotextile).
Geotextile tersebut dapat berupa ; terra firma, polyfelts, hate, atau robusta seperti
diketahui dipelabuhan Cirebon digunakan polyfelts, sedangkan dipelabuhan
Bengkulu (pulau Baai) digunakan robusta dan untuk mengeruk terusan Jawa
dipelabuhan Tanjung Priok digunakan terra firma.

5) Kelengkapan komponen breakwater


Dibagian sisi laut dipasang tetrapode untuk pemecah gelombang diletakkan
diatas LWS sampai dipuncak breakwater. Juga dari dalam badan breakwater
dibangun filter untuk mengeluarkan air dari dalam kesisi laut berujung diatas
LWS (sedikit diatas LWS). Dipuncak breakwater sisi kolam dilapis lapisan
impermeable (rapat air), biasanya digunakan lapisan asphalt, agar bila terjadi
overtopping, bagian atas breakwater tersebut tidak rusak

6) Demensi (ukuran-ukuran) batu yang dipakai


Untuk primary coverlayer : W W/2 (campuran W/2 W)
W = 7200 lbs = 3265,26 kg 3270 kg
Jadi campuran dari 3270 kg sampai 1635 kg.
Untuk secondary coverlayer = W/10 W/5.

73

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

Jadi campuran dari 327 kg sampai 654 kg


Untuk badan breakwater = W/6000 W/200
Jadi campuran dari 0,545 kg sampai 16,35 kg

Catatan :
Pembangunan breakwater dipelabuhan Bengkulu waktu itu memerlukan batu-batu
untuk primairy coverlayer antara 7 s/d 10 Ton. Walaupun dengan cara meledakan
batu-batu dibukit Kandis dan Sunur ternyata hanya didapat sedikit. Maka dalam hal
tersebut diambil batu-batu dari pulau Karimun (Sumut) dalam hal tidak didapat maka
dapat diganti dengan kubus beton.

Merencanakan kebutuhan air dipelabuhan


Untuk supply kapal dan kegiatan dipelabuhan.
Contoh perhitungannya, Kebutuhan air setahun :

[ Q = Cx L xqxE ]
e

(ton / th)

Dimana :
C = Koefisien pengisian (nilai koefisien bagi supply air untuk masingmasing pelabuhan yang tidak sama, karena berkaitan kemampuan
persediaan air masing-masing pelabuhan yang bersangkutan.
L = Panjang tambatan optimal dengan penggunaan yang efisien
e = Jarak antar hydrant
q = Kapasitas hydrant dalam ton/jam
E

= Jumlah jam kerja setahun (jumlah jam kerja sehari 10 jam x 330 =
3300)

Misalnya data-data yang diketahui sebagai berikut :


C = 0,35
e = 50 meter
q = 280 Ton/jam
E = 10 x 330 jam = 3300 jam kerja/th

74

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

Ocean going vessels yang berkunjung

: 812 bh/th

Domestic vessels (antar pulau) sebanyak : 1357 bh/th


Rata-rata lamanya tambat kapal

: 4 jam

Berth Occupancy

: 0,78 (78%)

Jadi jumlah panjang kapal :


panjang kapal ocean going ; 812 x 130 M = 105.560 M
panjang kapal domestic

: 1357 x 80 M = 108.560 M

Jumlah

214.120 M

panjang kapal seleruhnya = 214.120 Meter

L=
L=

( panjang.kapal ).x.lamanya.bertambat
berth.occupancy.x.360.x.24
214.120.x.4
= .127,089.meter
0,78.x.360.x.24

Jadi kebutuhan air setahun adalah :


Q. = 0,35.x.

127,089
x.280.x3300 = 822.011,654.ton / th
50

Kebutuhan air dipelabuhan sehari adalah


822.011,652
= 2.252,087 2500.ton / hari
365
Untuk keperluan kantor-kantor dipelabuhan, serta kepentingan pemadam kebakaran,
perlu ditambah 25 %, sehingga keseluruhnya menjadi 3200 ton/hari.
Catatan :
Perlu diketahui bahwa air untuk kapal pada umumnya dibeli pelabuhan dari P.D.A.M
(Perusahan Daerah Air Minum) dengan harga yang mahal ( hampir 100 x tarip air
untuk penduduk). Kecuali beberapa pelabuhan di Indonesia yang mempunyai sumber
air minum sendiri dan mempunyai menara air untuk menyimpan persediaan, seperti
pelabuhan Panjang Bandar Lampung, serta pelabuhan Kendari (Sulawesi Tenggara).
Dengan demikian air untuk kantor-kantor didalam daerah pelabuhan, penggunaanya
harus dihemat, karena harganya sama dengan air untuk kapal, karena pelabuhan
tergolong kegiatan industri.

75

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

FIGURE 4-1. CLAPOTIS ON VERTICAL WALL

76

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

FIGURE 4-2 DETERMINATION OF VALUE OF h o IN


SAINFLOWS FORMULA.

77

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

FIGURE 4-3 DETERMINATION OF VALUE OF P 1


IN SAINFLOUS FORMULA

78

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

79

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

Contoh soal Design kontruksi Breakwater Caisson.


Dari survey Bathy metric khususnya mengenai tinggi gelombang pada perairan
dimana akan dibangun breakwater dengan automatic wave recorder dihasilkan dari
lebih 300 data (continues record data) data primer diperoleh data sekunder; tinggi
gelombang rata-rata sebesar 6,25 feet. Kedalaman air disitu adalah 45 feet dibawah
SWL (still water level).
Tegangan dasar tanah perairan

= 0,5 kg/cm2. Gambarlah design konstruksi

Breakwater type Caisson dari beton bertulang (reinforeed concrete) dengan rubble
foundation dengan skala 1 : 150. Data-data lain yang diberikan untuk rencana design
tersebut :
-

elevasi puncak rip-rap : 30 ft dibawah SWL

elevasi dasar bangunan caisson : 35 ft dibawah SWL

Berat jenis beton diudara : 150 lb/cf

Slope dari rubble foundation adalah 1 : 2

Armour units sebagai pembungkus fondasi dipilih tetrapode

Tidak boleh terjadi overtopping karena bila diperlukan dapat dipakai


bertambat kapal.

Agar biaya investasi tersebut effisien untuk tinggi gelombang


maksimum, cukup diambil H max yang minimum.

Hitunglah seluruh demensi konstruksi breakwater dimaksud; antara lain :


Ukuran besar dan berat caisson, berat Armour units yang direncanakan, batu-batuan
(quarry stone) lapisan dan badan rubblemound disertai kelengkapan dan demensi
lain-lainnya. Harap pula dikaji stabilitas bangunan caisson tersebut terhadap
kemungkinan penggelinciran (sliding). Gambar bestek dengan daar skala 1 : 150
seperti tertera diatas.

Penyelesaian Soal design breakwater caisson


Bangunan caisson merupakan vertical wall breakwater (dinding tegak), maka untuk
mendesign dipilih H max , sebab dengan sekali hantaman oleh gelombang besar,
kemungkinan konstruksi akan runtuh. Dari data pengamatan diketahui H av = H= 6,25
ft
Jadi H 1/3 = H significant = 1,6 x 6,25 ft = 10 ft

80

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

H max = (1,6 2,0) H 1/3


Diambil H max yang minimum H max = 1,6 x 10 ft = 16 ft

tanah dasar

= 0,5 kg/cm2, berarti tanah lembek, maka sebagai toeprotection harus

digunakan konstruksi rubblemound sebagai fondasinya, jadi rubble fondation.


Waterdepth (kedalaman sampai tanah dasar) d = 45 ft. Dicari wave length (L) pada
structure.
Lo =

q
q

= 5,12T 2
T

Dari tabel CERC D-7 untuk Hs = 10 ft T av = 6,3 detik


Jadi L o = 5,12 T2 = 5,12 (6,3)2 = 203,21 ft
d/L o = 45/203,21 = 0,2214
Dari Tabel CERC D-1 untuk d/L o = 0,2214
d/L = 0,2434 (hasil interpolasi)
d
45
=
= 184,88 ft 185 ft
Jadi L pada Structure = 0,2434 0,2434

Jadi Design wave height (tinggi gelombang) pada structure : H = 16 ft


Wave length (panjang gelombang) pada structure

: L = 185 ft

Wave period (perioda gelombang)

: T = 6,3 detik

Waterdepth sampai puncak rip-rap

: d 1 = 30 ft

Waterdepth (bottom elevation)

: d = 45 ft

Unit weigth/density of fresh water ()

: = 62,4 lb/cf

Keenam hal tersebut diatas harus diketahui atau didapat lebih dahulu agar dapat
menyelesaikan perhitungan design lebih lanjut.
Karenanya dapat kita ketahui bahwa :
Waterdepth (d) = 45 ft > 2 x H (tinggi gelombang)
45 ft > 32 ft
Maka perhitungannya didasarkan methode saint flou untuk tekanan gelombang pada
non breaking waves clapotis yang terbentuk pada dasar dari dinding caisson

81

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

dipengaruhi oleh kedalaman d 1 = 30 ft. sehingga besaran h o dan P 1 (tekanan


clapotis) diperhitungkan atas dasar kedalaman d 1 = 30 ft. (h o = jarak orbit centre
dari clapotis/mean level terhadap SWL).
Dimana formulasinya :
h0 =

H 2

Cotgh

2d
L

dan

P1 =

cosh

2d
L

Antara puncak rip-rap pada elevasi 30ft dibawah SWL dan dasar dinding caisson
pada elevasi - 35ft dibawah SWL, rip-rap tidak dapat mengeliminir effect dari
tekanan pada dinding caisson. Tekanan ini harus diperhitungkan pada penggunaan
tekanan P 1 , dihitung pada puncak rip-rap dan dasar dari dinding caisson (-35ft
dibawah SWL) pada formula R c dan M c .
Tinggi h o pada mean level dan clapotis, (orbit center) diatas SWL (still waterlevel)
dapat dihitung dengan Diagram Figure 4 2 CERC dengan menggunakan nilai :
d/L = 30/185 = 0,162
Begitu pula P 1 dapat dihitung dengan Diagram Figure 4-3 CERC seperti cara
tersebut diatas dengan nilai : d/L = 30/185 = 0,162.
Dari Diagram Figure 4 2
Untuk d/L = 0,162
Dan

didapat Lh o = 1150

H = 16ft

ho =

1150
= 6,2 ft.
185

Dari Diagram Figure 4-3


untuk d/L = 0,162
dan

didapat P 1 = 690 pound (nilai berdasar air laut)

H = 16ft

Karena Diagram Figure 4-3 berdasar air laut, maka nilai P 1 ini harus dikoreksi
kearah nilai berdasar air tawar (fresh water).
Faktor koreksinya adalah

w. fresh.water 62,4
=
= 0,975
w.sea.water
64

Jadi P 1 = 0,975 x 690 = 672,75 pounds (P 1 adalah tekanan clapotis diatas dan
dibawah SWL pada kedalaman 30 feet).
Upper dan Lower limits yang dicapai clapotis adalah :

82

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

h o + H = 6,2 + 16 = 22,2 ft diatas SWL


h o H = 6,2 16 = 9,8 ft dibawah SWL
Atas dasar perhitungan tersebut tinggi puncak breakwater caisson tidak boleh kurang
dari 22,2 ft diatas SWL. Jadi diambil puncak caisson dengan + 23ft diatas SWL,
dengan Waterdepth : d = 35 feet.
Rc =
Rc

(d + h 0 + H )(wd + P1 )
2

wd 2
2

2
(
35 + 22,2 )(62,4 x35 + 672,75) 62,4(35)
=

Rc = 43483,05 43483 pounds

(d + h0 + H )2 (wd + P1 )

wd 3
6
6
2
3
(
35 + 22,2 ) (62,4 x35 + 672,75) 62,4(35)
Mc =

6
6

Mc =

M c = 1.111.904,8 1.111.905 feet. pounds.


Perhitungan lebar caisson.
Dimisalkan lebar caisson = x feet
Berat jenis beton (concrete) diudara = 150 lb/cf (diketahui)
Jadi berat jenis beton dalam air (150 62,4) = 87,6 lb/cf
Persamaan berat caisson (W t )
23 x ( 150 ) + 35 x ( 87,6 ) = 6516 x
Persyaratan stabilitas mutu bangunan dituntut, bahwa Resultante gaya-gaya yang
bekerja pada bangunan tersebut harus berada dalam inti ( kern ). Jadi resultante dari
tekanan gelombang (gaya gelombang) dan berat kontruksi harus berada ditengahtengah sepertiga dari dasar (dalam kern), maka gaya keatas berada dalam triangular
distribution.
Jadi terdapat persamaan :
1
x Wt = Mc +
3

1
x P 1 .x.
6

W t = berat kontruksi = 6516

83

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

6516.x 2
672,75 x 2
= 1.111.905 +
6
6
x = 33,789 33,80 feet
Jadi lebar caisson = 33,80 feet, berat caisson = 6516 x = 220.240,8 pounds
Sekarang diteliti faktor keamanan terhadap penggelinciran (sliding). Apabila pondasi
tidak terbungkus licin (dressed smooth), koefisien gesernya (friction coefficient)
secara umum dapat diterapkan = 0,5 atau 0,6.
Persyaratan stabilitas dituntut angka keamanan (safety factor) sama atau lebih besar
dari pada 2 (n 2) rubble foundation disini dibungkus amor units, jadi tidak licin,
maka f = 0,5

n=

Wt . f 220.240,8.x.0,5
=
= 2,53
Rc
43483

n = 2,53 > 2 jadi aman


Perhitungan demensi batu rubblemound sebagai pondasi kaki (Toc foundation) dari
breakwater caisson sebagai berikut:

Digunakan formula :

W .H 3
W = 3 r
3
N s (S R 1)

SR =

Wr
Ww

__ 3
Dimana : N s = Design stability Number, untuk Rubble foundation dan Toe
protection, lihat diagram figure 4-12.
W = Berat rata-rata dari tiap-tiap amor units (dalam satuan libes atau
pounds)
H = Design wave height (incident wave height yang menyebabkan
structure tidak rusak (no damage to the structural)
Wr = Unit Weight dari batu (saturated surface dry) satuannya lbs/cf.
d = waterdepth pada elevasi dasar (bottom)
d 1 = waterdepth pada elevasi puncak rip-rap.
Dari Diagram Figure 4 12 CERC :

84

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

Untuk depth ratio d 1 /d = 30/45 = 0,67


Didapat nilai __
N S 3 = 23 (rubble sebagai pondasi)

165(16) 3
510.840
Jadi W =
=
= 4944,25 pounds
165
103,32
23(
1) 3
62,4
Rata-rata berat tiap tetrapode sebagai amour unit adalah W = 4945 ~ 5000 pounds
Lebar sayap pondasi rubble :
= 0,4 d

= 0,4 x 45 ft = 18 ft

Selanjutnya lapisan luar dari rubble foundation adalah W/10 W/5 (500 pounds
sampai 1000 pounds) sadang batuan inti (didalam) adalah W/6000 W/200 (0,834
pounds sampai 25 pounds).

85

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

gG

Gambar V.2. Design Konstruksi Breakwater Caisson dengan Rubble foundation.


Skala 1 : 150

86

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

PNEUMATIC BREAKWATER

Gambar V.3. Buble Gun

Braser dan Laury menghasilkan buble gun sebagai dasar berfungsinya pneumatic
breakwater. Dengan memasukan udara kedalam pipa yang dapat menghasilkan aliran
air yang berputar, dapat berakibat pecahnya gelombang, disamping itu dapat
merubah bedload menjadi washload yang terbawa arus sehingga menghindarkan
pengendapan (silting).

Pada gelombang normal (biasa) dapat kita tuliskan persamaan:


Deepwater wave

2
T

= k.C

k=

2
L

L = C.T

C=

2 =

L
=
T

gT 2

2 = gT = g
T
2

2
2 gT
.kC =
k
= g .k
T
T 2

Dengan kecepatan V terhadap wave propragation


( + k .V ) 2 = g .k

87

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

2V 2
2
( +
) =g
L
L

gT 2
Lo =

Lo = 1,56T 2
2
L
C o = o = 1,56T
T
g
Co =
Lo = f ( , V )

2 = k o .g
( + k1V ) 2 = k1 .g

2 + 2 .k1 .V + k12 .V 2 k1 .g = 0
2 + 2

2
(2 ) 2 2 2
.V +
.V
g =o
L
L
L2

2L2 + 2.2.Lv + 4 2v2 2 Lg = 0

x L2

Persamaan kuadrat dalam L


2L2 + 2 (2v g)L + 4 2v2 = 0
L = 2 (-2v + g) (2v g)242 4242v2
2 2
= 2 (-2v + g) 42 {(2v g)2 42v2
2 2
= 2 -2v + g (2v g 2 42v2
2 2
L = mempunyai nilai riel hanya untuk
(2v g)2 42v2 0
42v2 4vg + g2 42v2 0
4vg g2
V

g
g
1

= Co
C o =
4 4

88

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

Co

V
(CV)

Co =

C2
C V

C o ( C V ) = C2
C2 C o C + C o V = 0
C = Co ( +

V=

1 V

4 Co

Co
4

L = (C V) T

Lo = T = L
Co
Cv
2 C o 2 /C o = 2 C2 /C o
g
g
v = f (debit udara yang dimasukan dan kedalaman air)
= f (q air and depth)
Untuk double buble gun :
3

V
qair =
2,6

Udara yang dimasukan adalah pada tekanan atmosfeer (air


quantity at atmosferive

Untuk single buble gun :


3

V
qair =
3,2

Untuk kedua formula (rumus) tersebut hanya berlaku


bagi kedalaman (depth) > 2m

89

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

Contoh soal :
Diketahui waterdepth 3 M LWS. T = 8 detik
gT
10.8
=
= 12,8 m/det
2 2 x3,14
V = Co
V > 3,2 m/det

Co =

3,2
Debit udara minimum (q air min) =
( 3,2 )3 = 1,8 m3/det per m1
2,6
= 180 m3/det per 100 m1 panjang (untuk double

buble gun)
Untuk deepwater V C o
Untuk shallow water

( + 2V )2 = 2g tanh 2d
L

2d
g
tanh
4
L

d = kedalaman air

Gambar V.4. Kecepatan Air Dalam Breakwater

Syarat bagi breakwater yang aktif adalah


V

2d
g
V
tanh
4
L

g tanh 2d

90

Perencanaan Pelabuhan I
Ir. H.R. Soenarno. AS

BAB 6.
RAMALAN KEBUTUHAN FASILITAS PELABUHAN
(FORECASTING FOR PORT FACILITIES)

VI .I . PENDAHULUAN.
Untuk dapat forecast fasilitas pelabuhan untuk tahun-tahun mendatang ,
diperlukan data-data kinerja pelabuhan yang bersangkutan antara lain;
-

Berapa jam kerja efectif sehari

Berth oceupancy factor (berth oceupancy ratio)

Rata-rata kapasitas bongkar muat, per gang hour

Hari kerja pertahun yang diperhitungkan ( 300 hari)

Rata-rata jumlah hatch yang aktif. Untuk pelabuhan besar dimana


yang berkunjung kapal-kapal besar, maka gang yang bekerja berdasar
hatch (palka), yang aktif adalah antara 4 dan 5 ; sedang pelabuhan
kecil dengan kapal-kapal < 5000 DWT antara 2 dan 3 gang. Catatan :
1 gang = 15 orang pekerja

Rata-rata panjang kapal / berth (m) dan berth thronghput (Tb)

Tb = BerthThroughput =

C arg o. yang , lewat.dermaga


= ...............ton / M ' / tahun
Panjang .Dermaga

Jadi performance suatu pelabuhan tergantung pada besarnya nilai Tb. Berth
thronghput untuk masing-masing pelabuhan tidak sama, tergantung kinerja faktorfaktor masing-masing pelabuhan tersebut.
Berth Thronghput :
DxOxHxGxC

.ton / m' / tahun


Tb =
B

91

Perencanaan Pelabuhan I
Ir. H.R. Soenarno. AS

dimana :
D : jumlah hari kerja setahun
O : berth aacupancy factor

= 330 hari
= 60% - 78%

H : jumlah jam kerja efektif 2 hari = 12 20 jam/hari.


Untuk Kpl > 5000 DWT < 5000 DWT

G : jumlah gang

3a4

C : kapasitas kecepatan bongkar muat 15 20


B : panjang satu berth (tambatan)

130 m

2a3
10 15
90 m

VI.2. MERENCANAKAN PANJANG DERMAGA YANG DIPERLUKAN


Misalnya kita ambil salah satu pelabuhan dengan data-data sebagai berikut :
D=

330 hari

O = BOR = 78%
H=

20 jam

G=

3 (untuk pelabuhan dengan kapal-kapal : > 5000 DWT)

C=

15 ton/gang/hour (untuk pelabuhan dengan kapal-kapal >5000 DWT)

B=

130 m (untuk pelabuhan dengan kapal-kapal > 5000 DWT)


Tb =

330 x0,78 x 20 x3 x15


= 1782.ton / M ' / tahun
130

Apabila kita perhitungkan terhadap pelabuhan dengan kapal-kapal < 5000 DWT
dimana G = 2 hatch ; C = 10 ton/gang/hour dan B = 90 m, sedang BOR = 60% dan
H = 12 jam/hari, maka :
Tb = 330 x 0,60 x 12 x 2 x 10 = 528 530 ton/m1/tahun
90
Maka untuk mengetahui (forecasting) berapa panjang (meter) demaga yang
diperlukan untuk 5 tahun yang akan datang. Diperlukan mengetahui jumlah cargo
flow satu tahun untuk tahun yang direncanakan.

92

Perencanaan Pelabuhan I
Ir. H.R. Soenarno. AS

Disini kita butuhkan daftar statistik cargo flow pelabuhan tersebut tiap
tahunnya, dan paling sedikit dapat diketahui 5 tahun terakhir. Untuk menghitung
trend nya serta cargo flow 5 tahun yang akan datang digunakan Growth Rates
Formule dari Anto Dayan. Dipakai Growth Rayes Formule, karena perkembangan
cargo flow disuatu tempat terkait dan sejalan dengan perkembangan penduduk
setempat, sedang Growth Rates Formule dipakai sebagai dasar menghitung
pertambahan penduduk.

Catatan : Secara ekstrim apabila penduduk setempat pindah secara besar-besaran


(exodus) maka cargo flow akan berkurang karena kapal yang berkunjung
kesitu berkurang.

Grouth Rate Formule

Pn
1
r = n
Po

dimana :
r

= rate of growth

Pn = contoh setelah n tahun


Po = contoh tahun dasar
n = jumlah tahun contoh
jadi apabila dengan Growth Rate Formule setelah didapat cargo flow 5 tahun
mendatang ( = Cf 5 ), maka panjang dermaga yang diperlukan 5 tahun mendatang
adalah

Cf 5
.M '
Tb
Catatan : Occupancy factor = Berth Occupancy Ratio (BOR)
BOR =

Penggunaan.Tambahan
x100% = ..................%
Kapasitas.Tamba tan

Pengguanaan dan kapasitas tambatan diperhitungkan dalam jam/meter :

93

Perencanaan Pelabuhan I
Ir. H.R. Soenarno. AS

Kapasitas tambatan

= Panjang tambatan x 24 x 365 jam/meter/tahun

Penggunaan tambatan = Panjang tambatan x jam pengunaan sebenarnya

VI .3. MERENCANAKAN LUAS TEMPAT PENUMPUKAN YANG DIPERLUKAN


Apabila gudang diperlukan baik untuk angkutan pelayaran samudra, maupun
untuk pelayaran Nusantara secara bersama-sama, maka perhitungannya disatukan
juga. Adapun rumus perhitungan ditetapkan sebagai berikut :
Cargo lewat gudang
Shed Throughput

= . Ton/M2/tahun

=
Luas Gudang
Penggunaan sebenarnya

Occupancy factor

(prosentase pemakaian)

x 100 % = .. %
Kapasitas penumpukan

Kapasitas Penumpukan = Luas lantai x daya pikul lantai/m2 x jumlah hari/tahun =


. Ton/hari
Penggunaan sebenarnya = Penjumlahan ton dari party x jumlah hari lamanya barang
digudang = . Ton/hari.
Dari perhitungan Shed Troughput dan occupancy factor perlu dianalisa sebagai
berikut :
O x P x 365
Ts =
ton/m2/tahun
D
Ts = Shed Throughput
O = Occupancy factor (prosentase pemakaian)
P

= Kemampuan daya dukung lantai dalam ton/m2

D = Rata-rata lamanya barang digudang (dipelabuhan-pelabuhan besar diartikan


lamanya barang-barang yang diizinkan ditimbun di gudang).

Khusus untuk tempat penumpukan ini untuk pelabuhan besar terdapat ratio :
Gudang : Open storage = 40% : 60%
Kecuali itu barang-barang berbahaya dan bahan-bahan pokok kebutuhan hidup
sehari-hari, diangkut langsung keluar pelabuhan, tidak lewat gudang. Dengan

94

Perencanaan Pelabuhan I
Ir. H.R. Soenarno. AS

demikian bila C f = Cargoflow tahun yang diperhitungkan, dalam perhitungan Shed


Throughput tersebut dihitung 70%, karena pada umumnya muatan langsung itu
30%. Bila O = 60% dan P = 2,5 ton/m2 ; D = 4 minggu.
Maka, Ts = 2,50 x 0,60 x 52 minggu = 20 t/m2/tahun
4
Jadi Luas tempat penumpukan yang direncanakan = 0,7.Cf M 2
Ts
dimana: 40% nya gudang dan 60% nya openstorage

VI . 4. MENENTUKAN JUMLAH PERALATAN PELABUHAN


DIPERLUKAN
( forecasting for port equipment).
Sebagai Contoh misalnya sebagai berikut :
Telah diketahui cargo flow untuk tahun yang direncanakan
C f : 7.000.000 ton setahun
Rata-rata jam kerja sehari

H : 10 jam/hari

Rata-rata kapasitas bongkar muat (cargo handling) C : 20 ton/gang hour


Occupancy factor

O : 60 %

Handling ratio

H r .f : 40% mechanical (forklift)


H r .m : 60 % manual (manusia)

Jumlah forklift yang diperlukan untuk tahun yang bersangkutan :


Jumlah.Forklift =

7.000.000 x0,40
= 63,9.buah
365 x0,60 x10 x 20

Untuk offloading delivery dan stacking

100 % = 63,9 buah /127,8 buah

Untuk peakday work dan maintenance

10 % = 12,78 buah / 140,58 buah


141

buah

Cf x H r f
Jumlah forklift =

buah
365 x O x H x C

95

Perencanaan Pelabuhan I
Ir. H.R. Soenarno. AS

VI . 5. PENGGUNAAN PERALATAN PELABUHAN


(UTILIZATION OF PORT EQUIPMENT)
Data indikator ini diperoleh dari data statistik pelabuhan menurut jenis masingmasing peralatan. Kapasitasnya diperhitungkan secara terpisah, adapun penilaian
tinggi rendahnya daya dan hasil guna peralatan pelabuhan (bongkar/muat) ini
dinyatakan dalam tinggi rendahnya persentase pemakaiannya. Sebagai data
perhitungannya ditetapkan sebagai berikut :
Jam. penggunaan.sebenarnya
x100% = ..........%
jam. ker ja. yang.tersedia
Jam kerja yang tersedia dalam satu bulan ditetapkan 200 jam untuk tiap alat
bongkar/muat (untuk semua jenis).

Untuk Major Port


Jumlah Forklift yang diperlukan =(0,04 0,14) bh tiap M 1 dermaga
Jumlah crane yang diperlukan (mobile Crane) = 0,005 bh tiap M 1 dermaga
Luas Transit Shed = 45 M2 tiap M1 dermaga

VI . 6. MENENTUKAN / MERENCANAKAN BANYAKNYA KAPAL TUNDA


(TUGBOAT) YANG DIPERLUKAN BAGI SUATU PELABUHAN.
Untuk

memperlancar

lalu

lintas

kapal-kapal

serta

demi

keamanan/keselamatan serta kelangsungan hidup bagi peralatan-peralatan pelabuhan


maka diperlukan kapal tunda (tugboat) sebagai alat bantu utama guna merapat,
merenggang, pindah tempat dan seterusnya. Pada umumnya pelabuhan-pelabuhan
besar dinyatakan sebagai pelabuhan wajib tunda.
Guna menentukan kebutuhan tugboat pada tiap-tiap pelabuhan wajib tunda
dipakai rumus emperis sebagai berikut :
N
Tg =

(2.Sc.t 1 + S h .t 2 )
E

Dimana :
Tg = jumlah kapal tunda yang diperlukan

96

Perencanaan Pelabuhan I
Ir. H.R. Soenarno. AS

Sc = Jumlah pergerakan kapal setiap hari (Rapat Lepas)


S h = Jumlah kapal yang dimutasikan / digeser (shifting) setiap hari
t 1 = Waktu rata-rata yang diperlukan untuk sekali menunda(dihitung mulai
berangkat dari pangkalan sampai kembali)
t 2 = Waktu rata-rata yang diperlukan untuk mutasi / penggeseran (shifting)
E = Jumlah jam kerja efektif dimasing-masing pelabuhan
N = Jumlah kapal tunda untuk menunda sebuah kapal
Untuk nilai N tersebut didasarkan surat keputusan Mentri Perhubungan Republik
Indonesia No. KM. 92/PR.302/Phb.85, tanggal 11 April 1985 sebagai berikut :
Panjang

71 s/d 100 M - minimal 1 kapal (N = 1)

Panjang 101 s/d 100 M - minimal 2 kapal (N = 2)


Panjang 151 s/d 100 M - minimal 2 kapal (N = 2)
Panjang 201 s/d 100 M - minimal 3 kapal (N = 3)
Untuk memperhitungkan hal ini diperlukan data-data statistik kedatangan
kapal di masing-masing pelabuhan setiap pelabuhan terdapat data statistik
kedatangan kapal setiap bulannya dan terperinci jumlah masing-masing menurut
ukurannya.

Contoh Soal : Merencanakan Kapal Tunda (Tugboat).


Unit Tugboat

PANJANG
KAPAL

VOLUME

60 M - 100 M

101 M - 150 M

N0.

151 M - keatas

Satuan

PK

per Unit

2376 M3 7355 M3

1 buah

800

1 buah

7356 M3 26151 M3

1 buah
1 buah

800
2000

2 buah

26151 M3 keatas

1 buah
1 buah
1 buah

800
2000
3000

3 buah

Bagaimana memperhitungkan volume atau displacement ( )

97

Perencanaan Pelabuhan I
Ir. H.R. Soenarno. AS

Displacement ( ) = LWL x B x d x 1,025 x Cb


Dimana : LWL = Length of waterlength (panjang batas garis air)
B

= Lebar Midshipsection/luar.

= Fulloaded draft (tinggi garis sarat air).

Cb

= Block coeffisient = 0,53

= Berat jenis air laut = 1,025 g/cm3.

LOA = Length Overall (panjang keseluruhan kapal).

Untuk panjang kapal 60 meter (LOA).


Displacement ( ) = 60 x 0,92 x 10 x 2,8 x 1,025 x 0,53 x 2,83 =
= 2376 m3.
Untuk panjang kapal 100 meter (LOA).
Displacement ( ) = 100 x 0,92 x 13 x 4 x 1,025 x 0,53 x 2,83 =
= 7355 m3.
Untuk panjang kapal 101 meter (LOA).
Displacement ( ) = 101 x 0,92 x 13 x 4 x 1,025 x 0,53 x 2,83 =
= 7356 m3.
Untuk panjang kapal 150 meter (LOA).
Displacement ( ) = 150 x 0,92 x 18 x 7 x 1,025 x 0,53 x 2,83 =
= 26151 m3.
Untuk panjang kapal 151 meter (LOA).
Displacement ( ) = 151 x 0,92 x 18 x 7,2 x 1,025 x 0,53 x 2,83 =
= 26152 m3.
Contoh penyelesaian soal tentang jumlah kapal tunda yang diperlukan.
Untuk mengetahui berapa banyak kapal tunda yang diperlukan bagi suatu pelabuhan
perlu dicari data-data sebagai berikut :
Kunjungan kapal rata-rata per-bulan = 321 buah kapal, terdiri dari :
Panjang kapal 60 100 m sebanyak = 38 buah kapal
Panjang kapal 101-150 m sebanyak = 41 buah kapal
Panjang kapal 151 keatas sebanyak =

8 buah kapal.

98

Perencanaan Pelabuhan I
Ir. H.R. Soenarno. AS

Waktu untuk menunda kapal-kapal tersebut diatas dihitung sejak berangkat dari
pangkalan sampai kembali ke pangkalan rata-rata 2 jam setiap kapal.
Sedang yang dimutasikan setiap harinya untuk kapal-kapal berukuran :
60 100 m sebanyak 1 kapal, diperlukan waktu 2 jam/setiap kapal
101-150 m sebanyak 1 kapal, diperlukan waktu 2 jam/setiap kapal
151 keatas sebanyak 1 kapal, diperlukan waktu 1 jam/setiap kapal.

Penyelesaiannya :
a) Untuk unit kapal dengan panjang 60 100 m.
Kunjungan kapal setiap hari

= Sc = 38/24 = 1,58 buah.

Jumlah kapal yang dimutasikan

= Sh = 1 buah.

Waktu yang diperlukan untuk menunda

= t1 = 2 jam.

Waktu yang diperlukan untuk mutasi

= t2 = 2 jam

Jumlah jam kerja efektif

= E = 24 jam.

Keperluan Tugboat untuk menunda

= N = 1 buah.

Tg =

N
(1.Sc.t1 + Sh.t 2).
E

Tg =

1
( 2 x1,58 x 2 + 1x 2) = 0,3466unit
24

b) Untuk unit kapal dengan panjang 101 150 m.


Kunjungan kapal setiap hari

= Sc = 41/24 = 1,70 buah.

Jumlah kapal yang dimutasikan

= Sh = 1 buah.

Waktu yang diperlukan untuk menunda

= t1 = 2 jam.

Waktu yang diperlukan untuk mutasi

= t2 = 2 jam

Jumlah jam kerja efektif

= E = 24 jam.

Keperluan Tugboat untuk menunda

= N = 2 buah.

Tg =

N
(1.Sc.t1 + Sh.t 2).
E

Tg =

2
(2 x1,70 x 2 + 1x 2) = 0,733unit
24

c) Untuk unit kapal dengan panjang 151 m keatas.

99

Perencanaan Pelabuhan I
Ir. H.R. Soenarno. AS

Kunjungan kapal setiap hari

= Sc = 8/24 = 0,33 buah.

Jumlah kapal yang dimutasikan

= Sh = 1 buah.

Waktu yang diperlukan untuk menunda

= t1 = 2 jam.

Waktu yang diperlukan untuk mutasi

= t2 = 1 jam

Jumlah jam kerja efektif

= E = 24 jam.

Keperluan Tugboat untuk menunda

= N = 3 buah.

Tg =

N
(1.Sc.t1 + Sh.t 2).
E

Tg =

3
(2 x 0,33 x 2 + 1x1) = 0,29unit
24

Rekapitulasi :
Untuk unit a) : 0,3466 x 800 PK

= 277 PK

Untuk unit b) : 0,733 x 800 PK

= 586 PK

0,733 x 2000 PK
Untuk unit c) : 0,290 x 800 PK

= 1466 PK
= 232 PK

0,290 x 2000 PK

= 580 PK

0,290 x 3000 PK

= 870 PK

Jumlah

= 4011 PK.

Maka kapal tunda (Togboat) yang diperlukan untuk keperluan operasi pelabuhan
dimaksud adalah :
1 (satu) buah kapal tunda (Tugboat) berdaya 2000 PK.
1 (satu) buah kapal tunda (Tugboat) berdaya 1200 PK dan
1 (satu) buah kapal tunda (Tugboat) berdaya

800 PK.

100

Perencanaan Pelabuhan I
Ir. H.R. Soenarno. AS

VI . 7. JARAK LABUH KAPAL


Pada umumnya kapal membawa /memiliki jangkar sepanjang 225 meter.

Gambar VI. 1. Jarak Labuh Kapal.

Maka jarak labuh kapal adalah (3d + L) yang berarti d = 71 m.

Persyaratan untuk Lego Jangkar (Labuh kapal)


1) Kedalaman (waterdepth) maximum 70 meter LWS
2) Perairan tenang (tidak ada gelombang)
3) Dasar perairannya tidak boleh karang atau tanah liat, karena jangkar sulit
ditarik. Juga tidak boleh Lumpur lembek, karena jangkar dapat berpindahpindah tempat. Jadi tanah dasar harus pasir padat.

VI . 8. UKURAN-UKURAN KAPAL
Ukuran-ukuran kapal ini sangat penting bagi teknisi pelabuhan karena dalam
menghitung uang pelabuhan dan uang terusan (Haven en kanaalgelden dalam bahasa
Belanda atau juga disebut : harbour dues dalam bahasa Inggris).
Kita ambil sebagai dasar ialah isi kapal sebagaimana tertulis dalam surat ukurannya,
yang dinyatakan dengan meter kubik (M3) atau register ton .
(1 Register Ton = 100 C.f = 2,836 M3)

101

Perencanaan Pelabuhan I
Ir. H.R. Soenarno. AS

Isi kapal ditetapkan oleh pengukur kapal yang disumpah waktu hampir atau selasai
dibangun.

Ukuran-ukuran tersebut meliputi :


1) B.R.T atau G.R.T. (Bruto Register Ton atau Gross Tonage), juga disebut Isi
Bruto
Ukuran ini meliputi seluruh ruangan tiada terkecualinya yang berada dibawah
palka (dek) juga diatas ditambah dengan semua ruangan tertutup dan beratap
diatas palka tersebut.
2) N.R.T. (Netto Register Ton atau Netto Tonage), Juga disebut isi Netto.
Ukuran ini terdapat dengan mengurangi ukuran B.R.T dengan ruangan-ruangan
tertentu misalnya tempat berdiam, kamar mesin ruangan batubara (ruangan bahan
bakar), tanki air dan lain sebagainya. Pengurangan ini kira-kira sebesar 35%.
Akan tetapi dapat berbeda sekali bagi kapal kerja, misalnya kapal tunda (tugbout)
yang sama sekali tidak punya N.R.T. Jadi Pada umumnya NRT = 65% BRT.
3) Deplacement adalah isi ruangan didalam air yang diduduki oleh kapal atau isi air
laut yang yang dipindahkan oleh kapal.
4) D.W.T Dead weight Ton (bukan isi melainkan bobot dan juga disebut bobot
mati)
Ukuran berat ini adalah beratnya air laut yang dipindahkan oleh kapal, jadi dapat
dikatakan deplacement kali berat jenis air laut yang dinyatakan dengan Ton
(Inggris) dari 1016 kg atau Ton (metrik) dari 1000 kg.
Jika tidak ada atau tanpa keterangan lain, maka dengan perpindahan air (atau
air laut) kita maksudkan perpindahan air sampai garis muat (geladen lastlyn).
Ukuran Dead Weight Ton ini penting bagi daya muat sesuatu dok terapung
(floating dock).
5) Daya muat adalah maksimum dead weight ini menyatakan beratnya barang yang
harus dimasukan kedalam kapal ini tenggelam sampai garis muatan. Daya muat

102

Perencanaan Pelabuhan I
Ir. H.R. Soenarno. AS

(draagvermogen) meliputi berat bersama dari pada muatan penumpang, bahan


bakar, bekal, air dan inventaris lepas.
6) Kapal kosong ialah kapal dengan inventaris tetap dan ketel terisi sampai Op
peil.
7) L.W.T (Light Weight Ton)
Berat semua bagian kapal yang terdiri dari logam (besi, baja, Kuningan, tembaga,
allumunium dll) jadi bagian yang dari kayu juga palstik tidak termasuk disini.
L.W.T ini diperlukan pada saat kapal dinyatakan sebagai besi tua dan dijual.
Menurut Prof. Dr. Ir. Byker general ratio untuk kapal :
DWT
Normal Ships :

1,5. Very Large Crude Carriers :

BRT

DWT

BRT

For all ships : Total Displacement 1,3 to 1,4


Ratio BRT berkisar untuk Freighters = 1,7 dan V.L.C.C = 1,3
NRT

BAB 7
FENDER
VII.1. PENDAHULUAN.
Fender berfungsi sebagai bumper saat kapal menambat di dermaga,
kemungkinan terjadi tumburan kapal dengan dermaga, karena kapal tidak memiliki
rem seperti halnya mobil. Dalam tumburan tersebut kemungkinan kapalnya yang

103

Perencanaan Pelabuhan I
Ir. H.R. Soenarno. AS

rusak atau dermaganya yang rusak. Untuk melindungi kemungkinan rusaknya


dermaga atau kapal, maka dipasanglah fender. Jadi apabila terjadi tumburan keras,
paling-paling yang rusak fender nya.
Untuk dermaga kayu dibangun fender dari kayu yang dipasang didepan
dermaga. Pada umumnya dermaga dari beton, karenanya fender yang dipakai adalah
rubber fender. Disamping itu ada fender yang dibuat dari ban-ban bekas yang diisi
dengan rotan.
Rotan yang dibungkus deretan ban bekas banyak terlihat dipelabuhan Khao
Shung (Taiwan Selatan) dulu di Indonesia juga banyak digunakan itu. Rubber fender
banyak dibuat oleh pabrik-pabrik Seibu, Bridgestone, Shibata dan lain-lain. Bahkan
ITB Bandung pun pernah memproduksi Rubber fender dimaksud. Rubber fender
banyak macam typenya, antara lain : V type, Supe Mtype, Cilinder type, Cell type,
dan lain-lain.

Gambar 7.1. Fender

( )
( )

l
2
WV
r
E =
x

2. g 1 + l

= Jarak pusat berat (Centre gravity = CG) ketitik tambat (berthing point) sejajar
dermaga.
r = Radius putar (turning radius) dari kapal dari ceatre gravity.

104

Perencanaan Pelabuhan I
Ir. H.R. Soenarno. AS

Mv 2
Wv 2
atau
.ton m
2g
2g
W = Weight (berat)
M = Massa

Kinetic Energy (E) =

Effective Berthing Energy (E1) = Mv2 x k Ton m


Untuk quarter point approach : k =

Gambar 7.1. Earthing point of ship


W1 (=M1)
11

= Displancement Tonnage = 130 % dari DWT (ton)

11

W (=M ) = Additional Weight


=

.L.( D 2 ). w .(ton)

L = Panjang kapal (m)


D = full loaded draft (.m)
w = berat volume air laut (specific weight of
seawater)

W = W1 + W11 atau M = M1 + M11 (ton)


W (=M) = Virtual Weight adalah berat yang dipakai dasar memperhitungkan
demensi fender.
Simbol pernyataan demensi fender adalah sebagai berikut, untuk ukuran :

105

Perencanaan Pelabuhan I
Ir. H.R. Soenarno. AS

Tinggi fender = 0,50 m dan panjang fender = 3,00 m


Disebut 500 H x 3.000 L
E1
Panjang fender

(L) =

(meter)
2

25 H
Reactive force (R) = 75 HL (ton)

Hasil-hasil perhitungan tersebut diatas dapat dicocokkan dengan Nomogram H/M, V,


E, R dan L.

VII.2. JARAK PERLETAKAN MASING-MASING FENDER.


Jarak Perletakan masing-masing fender ditentukan sebagai berikut :
Jarak perletakan masing-masing fender ditentukan sebagai berikut : 0,1 x panjang
kapal terkecil dibanding 0,08 x panjang kapal terbesar, hasil ukuran yang terkecil
yang dipakai sebagai jarak masing-masing fender (jarak as ke as fender).
Letak fendernya bergantung besarnya beda pasang surut. Bila beda pasang surut
kecil (misalnya < 2,50 m) maka dipasang mendatar (horizontal). Bila beda pasang
surut 3 4,00 M seperti di Dumai (Riau) maka fender bisa dipasang horizontal tetapi
sebanyak 2 baris ; hal ini mungkin menjadikan biaya mahal. Jarak perletakan
masing-masing fender ditentukan sebagai berikut, 0,1 x panjang kapal terkecil
dibanding 0,08 x panjang kapal terbesar, hasil ukuran yang terkecil dst,
maka sebaiknya dipasang vertikal (apabila panjang fender 3 4,50 M). sedang
jaraknya tetap as ke as. Apabila perlu dapat juga dipakai miring (antara horisontal
dan vertikal).

VII.3. CONTOH SOAL RENCANA PENGGUNAAN FENDER


Direncanakan memasang Rubber fender Super M Type pada dermaga sepanjang
1000 M pada salah satu pelabuhan. Dari data-data pelabuhan dimaksud dapat

106

Perencanaan Pelabuhan I
Ir. H.R. Soenarno. AS

diketahui; bahwa kapal-kapal yang berkunjung sepanjang tahun adalah sebagai


berikut:
Kapal-kapal penumpang (Pessengers ship) = 3000 GRT s/d 9000 GRT
Kapal-kapal barang (Freighter)

= 7000 DWT s/d 15000 DWT

Kapal-kapal tangki (Tanker)

= 5000 DWT s/d 10000 DWT

Ketentuan-ketentuan lain yang dapat kita ketahui antara lain cara menambat kapal
(berthing approach) ditentukan Quarter point approach sedang kecepatan
menambat ditentukan sebesar 0,15 M/detik. Juga dipilih ukuran Rubber fender Super
Mtype 500H. beda pasang surut disitu = 2,10 M.
Tentukanlah : a) Panjang dari demensi fender dimaksud
b) Reactive force dan jumlah fender yang diperlukan
c) Jarak fender dan gambar perletakannya.

Penyelesaian soal :
Kapal-kapal yang berkunjung dipelabuhan tersebut :
Kapal-kapal penumpang (Pessengers ship) 3.000 GRT s/d 9.000 GRT
Kapal-kapal barang (Freighters)

7.000 DWT s/d 15.000 DWT

Kapal-kapal tangki (Tankers)

5.000 DWT s/d 10.000 DWT

Sesuai general ratio, untuk Normal ship DWT 1,5


GRT
Jadi

3.000 GRT 4.500 DWT


9.000 GRT 13.500 DWT

Dengan demikian berarti kapal kecil : 3.000 GRT, dan kapal besar : 15.000 DWT.
Perhitungan demensi fender
Ukuran kapal

= 15.000 DWT = 15.000 Ton

Displancement Tonnage

M1 = 20.000 Ton

Panjang kapal

Full loaded draft

D = 9,50 M

Berthing approach
Berthing Velocity
Additional Weight

= 165 M

= Quarter Point Approach


V

= 0,15 M/detik

M11 = D2 Lw =
4

107

Perencanaan Pelabuhan I
Ir. H.R. Soenarno. AS

= 3,14 (9,5)2 165 x 1,03 =


4
= 12.000 Ton
Virtual Weight

= M1 + M11

= 20.000 + 12.000 Ton


= 32.000 Ton
Mv2
Kinetic Energy kapal :

32.000 (0,15) 2

E=

=
2g

=
2 x 9,80

= 36,73 T/m
Effective Berthing Energy E1 = E = 18,37 T/m
Dipakai Rubber fender Super M type 500 H
E11
Jadi panjang fender

L=

18,37
=

25 H2

25(0,5)2

= 2,9392 3,00 M
Jadi demensi fender 500 H x 3.000 L
Besarnya Reactive force :
Reactive force (R)

= 75 HL
= 75 x 0,50 x 3,00 Ton
= 112,50 Ton

Jarak dan jumlah fender yang diperlukan :


Panjang dermaga : 1.000 Meter
Panjang kapal terkecil (3000 GRT) = 95 m
Panjang kapal terbesar (15.000 DWT) = 165 m
0,1 x 95 m = 9,50 m
0,08 x 165 m = 13,20 m
Jadi jarak fender (jarak as ke as fender) = 9,50 m
Dengan demikian jumlah fender 1000 = 105 buah
9,50

108

Perencanaan Pelabuhan I
Ir. H.R. Soenarno. AS

Beda pasang surut 2.10 m maka perletakannya cukup satu lapis horisontal, karena
draft kapal terkecil 5,70 m, sehingga dalam keadaan pasang atau surut tidak
terpengaruh dan tetap dapat bersandar pada fender.

Gambar Perletakan Fender.

109

Perencanaan Pelabuhan I
Ir. H.R. Soenarno. AS

BAB. VIII.
PENGERUKAN (DREDGING)

VIII.1. PENDAHULUAN.
Pekerjaan pengerukan meliputi pekerjaan-pekerjaan Capital dredging
(pengerukan awal), maintenance dredging (pengerukan perawatan) dan Reclamation
(Reklamasi atau Pengurugan).

VIII.1. 1. PEKERJAAN REKLAMASI (RECLAMATION)


Untuk melaksanakan pekerjaan ini tanah yang akan dipakai mengurug labih dulu
harus diteliti nilai nya dilaboratorium. Untuk dipakai sebagai tanah urug nilai
nya (lereng alam) minimum 25o, kurang dari 25o tidak memenuhi syarat untuk
Reklamasi.

VIII.1.2. CAPITAL DREDGING DAN MAINTENANCE DREDGING


Untuk pelaksanaan ini cara tendernya dapat dilaksanakan dengan beberapa cara;
a) Tender pekerjaan keruk dengan dasar produksi keruk
b) Tender pekerjaan keruk dengan dasar hasil kedalaman yang dituntut (berarti
cara lumpsum).

Pada umumnya dilaksanakan dengan cara kedua (berdasar kedalaman air yang
dituntut). Dengan cara ini bouwheer (pemberi order) tidak dipusingkan oleh besarnya
produksi keruk, walaupun lebih besar dari yang diperkirakan, yang penting
kedalaman yang dituntut terpenuhi.
Sebaliknya kontraktor keruk harus memperhitungkan benar-benar produksi keruk
yang harus dikerjakan untuk mencapai kedalaman yang ditentukan, supaya tidak
rugi. Untuk maksud tersebut harus diketahui density tanah keruk dan juga berat

110

Perencanaan Pelabuhan I
Ir. H.R. Soenarno. AS

volume dry silt, sehingga dapat diketahui jumlah dredge material yang harus
dikeruk.
Cara memperhitungkannya adalah sebagai berikut :
Contoh bagaimana memperhitungkan jumlah tanah keruk (dredge material) yang
harus dikeruk, apabila jumlah volume in situ soil diketahui.
Disamping itu perlu diketahui density tanah dasar yang akan dikeruk dan
berat volumenya tanah tersebut. Misalnya density tanah keruk tersebut = 1.400 kg/m3
, sedangkan berat volumenya = 2.600 kg/m3.
1 M3 = 1.400 kg = kg air (water) + kg tanah (silt)
1 M3 =

1.000
1.000
x 2.600

2.600 = 2,6 +
1.400 =

1.200 = 1,6

1.200

= 750

1,6
Jadi 1 M3 tanah keruk (dredge material) mengandung 750 kg air atau 0,750 M3 air.
= 750 kg air
= 1.400 750 = 650 kg tanah (dry silt)
1.000 kg dry silt =

1.000 3
M = 1,54.M 3
600

Jadi untuk mengeruk 1.000 kg dry silt (in situ soil) harus dikeruk 1,54 M3 dredge
material.

Catatan : Dalam hal pengerukan tresebut apabila meliputi perairan sungai misalnya,
berarti airnya tawar, maka w = 1.000 kg/m3, tetapi bila meliputi
pengerukan alur yang berada diperairan laut maka w = 1.030 kg/m3.
Bila tidak ditentukan lain, maka silt = 2.600 kg/m3.

VIII.2. CONTOH SOAL

111

Perencanaan Pelabuhan I
Ir. H.R. Soenarno. AS

Contoh cara memperhitungkan jumlah tanah keruk (dredge material) yang harus
dikeruk sesuai dengan yang direncanakan.
Dari suatu alur pelayaran keluar dari pelabuhan sungai menuju kelaut
sepanjang 12 mil, yang memiliki kedalaman alur 3,00 meter dibawah LWS akan
ditingkatkan fungsinya untuk dapat dilayari kapal-kapal yang lebih besar. Untuk
maksud tersebut direncanakan memperdalam alur sepanjang 12 mil tersebut dari 300
m dibawah LWS menjadi 5,50 m dibawah LWS. Dari hasil penelitian diketahui
density lumpur disitu adalah 1480 sedang drysilt = 2600 kg/m2. Juga ditentukan
bahwa lebar alur sebelah atas adalah 80 meter, sedang lebar alur sebelah bawah
adalah 40 meter.
Hitunglah jumlah dredge material (tanah keruk). Berapa meter kubik dredge
material sepanjang 12 mil yang harus dikeruk sesuai rencana tersebut diatas.

PEYELESAIAN SOAL DIATAS.

Gambar V. Gambar penampang pengerukan


Luas penampang yang harus dikeruk adalah gambar trapesium yang diarsir.
Luas penampang tersebut 80 + 40 x 2,50 m = 150 m2
2
Panjang alur 12 mil = 12 x 1,6093 km
= 12 x 1609,3 m = 19311,6 m
Jadi Volume tanah in situ soil = 19311,6 x 150 M3
= 2.896.740 M3
Density Lumpur 1480 berarti 1480 kg/m3

112

Perencanaan Pelabuhan I
Ir. H.R. Soenarno. AS

1 M3 = 1480 kg = kg air + kg tanah (silt)

1 M3 =

M3 air +

1000

M3 tanah (silt)

2600
x 2600

2600 = 2,6 +
1480 =

1120 = 1,62
Jadi = 1120 = 700 kg air
1,6
= 1480 700 = 780 kg tanah (silt)
1 M3 dredge material mengandung 0,70 M3 air
juga mengandung

780 M3 silt
2600

Maka 1000 kg dry silt (tanah kering) = 1000 M3


780
= 1,282 M3 dredge material
Jadi untuk mengeruk :
1000 tanah in situ soil harus dikeruk 1,282 M3 dredge material.
Sesuai gambar design, volume tanah in situ soil
= 2.876.740 M3 dan beratnya sama dengan
= 2.876.740 x 2600 kg = 7.47952.000 kg.
Jadi dredge material sepanjang alur yang harus dikeruk
7.479.524.000
x 1,282 M3

=
1000

= 9.588.749,768 M3

113

Perencanaan Pelabuhan I
Ir. H.R. Soenarno. AS

DAFTAR PUSTAKA
1. Alfonzo de F. Quinn. Design and Construction of Port and Marine Structures.
Mac Graw Hill. 1972.
2. Anto Dayan. Pengantar Methode Statistik Jilid I Cetakan 11, LP3ES. 1986.
3. Beaundelair J. J. Port Planning and Port administration. Published by The
International Course in Hydraulic Engineering. Delft Technological University
The Netherlands.1968.
4. Bray R.N. Dredging. A handbook for Engineers. Published by Edward Arnold.
1979.
5. Cornick. H.F. Dock & Harbour Engeneering vol. I, II, III, VI. Published by
Charles Griffing & Company Limited London.1968.
6. Hubert R. Cooper. Practical Dredging and Allied Subjects. Published by Brown
Son & Ferguson LTD Nautical Pablisher.1860
7. Massey W.W.P.E. Tidal and Coastal Engineering (volume I). Published by The
International Course in Hydraulic Engineering. Delft Technological University
The Netherlands. 1978.
8. Massey W.W.P.E. Harbour and Beach Problem (volume II). Published by The
International Course in Hydraulic Engineering. Delft Technological University
The Netherlands. 1978.
9. Massey W.W.P.E. Breakwater Design (volume III). Published by The
International Course in Hydraulic Engineering. Delft Technological University
The Netherlands.1978.
10.Per Bruun. Port Engineering Handbook. Gulf Publishing Company. 1976.

114

Perencanaan Pelabuhan I
Ir. H.R. Soenarno. AS

11.Thomas Telford London. Desigh of Breakwater. British Library Cataloguing in


Publication Data Breakwaters 88.(Conference Eastbourne England). May 1988.
12.Torben Ernst Cs. Planning and Desigh of Port and Marine Terminals. Published
by JOHN WILEY AND SONS
13.Coastal Engineering Research Centre (CERC). Shore Protectoin Planning and
Design, Technical Report (TR) No. 4. Volume I, II, III. Published by U.S. Navy.
1954; 1957; 1961; 1966; 1975; 1977.
14. Port Development. A.Handbook for Planners in developing Countries. Prepared
by the Secretariat of UNCTAD. United Nation New York 1978.
15. ------------, Technical Standards for Port and Harbour Facilities in Japan 1980.
The Overseas Coastal Arae Development Institute (OCDI) of Japan.

115

Perencanaan Pelabuhan I
Ir. H.R. Soenarno. AS

PENGALAMAN PENULIS.
01-01-1964

s/d

01-06-1966

Project Manager Three Ports Project DLF No.


80 ( USAID ) Pembangunan Pelabuhan Ambon,
Ternate dan Tenau ( Kupang )

01-10-1965

s/d

01-10-1968

Direktur P.N. Pelabuhan Daerah VII Maluku di


Ambon.

01-10-1968

s/d

Akhir 1969

Pegawai Tugas belajar Utama pada Internatioanl


Course In Hydraulic Engineering Delf Techno
logical University The Netherland ( Belanda )

1970

s/d

1976

Kepala Seksi Survey dan Perencanaan Pelabu


han Direktorat Jenderal Perhubungan Laut

1972

s/d

1974

Pemimpin Proyek Pembangunan pelabuhan


Bengkulu

1974

s/d

1976

Pemimpin Proyek Pembangunan pelabuhan


Panjang di Bandar Lampung

1976

s/d

1977

Kepala Bidang pelabuhan dan Pengerukan Pada


Kantor Wilayah Perhubungan Laut III di
Tanjung Priok Jakarta

s/d

01-01-1978

Kepala Bagian Perencanaan Direktorat Jenderal


Perhubungan Laut di Jakarta

s/d

01-09-1985

Direktorat/Kepala Direktorat Pelabuhan dan


Pengerukan Direktorat Jenderal Perhubungan
Laut

116

Perencanaan Pelabuhan I
Ir. H.R. Soenarno. AS

1981

s/d

1992

Komisaris Utama P.N. Dok dan Galangan Kapal


KODJA ( BUMN Departemen Perindustrian )
Persero di Jakarta

1987

s/d

1991

Ketua Dewan pengawas PERUM


PENGERUKAN Indonesia ( BUMN
Departemen Perhubungan ) di Jakarta

1985

s/d

1987

Dosen/Penceramah Pada Kursus Perencanaan


dan Management Departemen Perhubungan,
tentang Sub Sektor Perhubungan Laut.

1977

s/d

1988

Dosen Mata Kuliah pelabuhan pada Fakultas


Teknik Universitas Indonesia di Jakarta

1975

s/d

Sekarang

Dosen Mata Kuliah Perencanaan Pelabuhan


pada Institut Sains Dan Teknologi Nasional di
Jakarta

1976

s/d

Sekarang

Anggota Steering Commite ( Team Pengarah )


Pembangunan Pelabuhan Samudra Peti Kemas
di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta (
Departemen perhubungan )

1979

s/d

Sekarang

Anggota Steering Commite ( Team Pengarah )


Pembangunan Pelabuhan Samudra Nelayan (
Jakarta Fishing Port/market Development
Project ) di Muara Karang Jakarta ( Departemen
Pertanian )

1995

s/d

1996

Port Planner pada Eng Consultant NIPPON


KOEI Co. LTD/PT. Widya Pertiwi Eng pada
Proyek Pembangunan pelabuhan Samudra Peti
Kemas di Makassar.

Jakarta, 02 Januari 2002.

117

Perencanaan Pelabuhan I
Ir. H.R. Soenarno. AS

118