Anda di halaman 1dari 5

Mengukur Kualitas Proses Pengecatan PEMERIKSAAN KUALITAS PENGECATAN & CACAT PENGECATAN Gimana sih sebenernya supaya kita

tau kalo kita abis ngecat hasilnya bagus apa enggaktrus klo gini waduh, hasil cat catan gw kok bentuknya kek ginigimana cara ngindarinnya biar g kaya gini lagi nih?nah gw Cuma mo sharing aja nihsiapa tau begunahehehecekidot! Metode Pengujian Kualitas Pengecatan Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam melakukan pengujian kualitas cat, secara umum pengujian kualis cat dan hasil pengecatan meliputi : - Visual - Ketebalan (thickness) lapisan film cat - Gloss - Hiding power - Kerekatan (adhesion) - Kekerasan (hardness) - Rubbing - Bend test - Gasoline risistance - Corosion resistance - Blister - Non Volatile (NV) test - Coatinng Weight test 1. Visual : yaitu untuk melihat visual lapisan film cat yang meliputikerusakan-kerusakan pengecatan yang dapat diketahui secara visual, misalnya : popping, pin hole,orange peel, cratering (lubang kawah) motling, meler (sagging), dry spray , kotor, cat berbintik-bintik dan lain-lain. 2. Ketebalan (thickness) : yaitu untuk mengetahui ketebalan cat di permukaan plat atau benda yang dicat, untuk cat stoving standar ketebalan sebesar 35-55 sebagai dasar dalam melakukan pengujian. Pengujian ketebalan cat hanya bisa dilakukan pada plat(metal). 3. Gloss : yaitu untuk mengetahui tingkat mengkilapnya lapisadn film cat. 4. Hiding Power : yaitu untuk mengetahui kemampuan daya tutup cat , dimana semakin tinggi hiding powernya maka semakin tipis lapisan film cat yang dibutuhkan untuk menutup permukaan plat yang dicat, demikian pula sebaliknya semakin rendah hiding powernya maka semakin tebal lapisan film cat yang dibutuhkan untuk menutup permukaan plat tang dicat. Standar ketebalan (thickness) untuk cat solid 15 . 5. Adhesion : yaitu untuk mengukur tingkat kerekatan cat pada benda kerja baik metal maupun plastk. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya pengelupasan pada part yang sudah dicat. Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode cross cut. 6. Kekerasan (hardness) : yaitu pengujian yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kekerasan lapisan cat pada plat. 7. Rubbing : yaitu untuk mengetahui ketahanan lapisan film cat terhadap bensin/premium. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya luntur pada saat dilakukan pada pencucian atau terkena bensin pada part. 8. Bending Test : yaitu untuk mengetahui kemampuan cat terhadap daya lenturan. Tujuannya untuk mencegah agar part yang sudah dilapisi cat tidak terjadi keretakan/terkelupas apabila terjadi benturan yang berakibat penyok. 9. Gasoline Resistance : yaitu untuk mengetahui daya tahan cat terhadap rendaman bensin/premium. 10. Corrosion Resistance : Pengujian ini disebut juga dengan Salt spray yaitu pengujian cat yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan cat menahan timbulnya karat. Tes ini khusus untuk test cat

stoving (metal). 11. Blister test : Pengujian blister bertujuan untuk keadan korosi yang terjadi pada permukaan plat sebelum dicat. Blister test dilakukan pada temperatur 70 80 C. 12. Pengujian Total Solid/Non Volatile (N.V) : Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah/berat bahan baku cat (coating weight). Rumus yang dipakai dalam pengujian Total Solid adalah A = B/S x 100% A = Total solid (%) B = Berat cat sesudah dioven (gr) C = Cat sebelum dioven (gr) 13. Pengujian Coating weight : yaitu pengujian yang bertujuan untuk mengetahui jumlah/berat phosphate yang menempel pada plat pada proses phosphating. Rumus yang dipakai dalam pengujian Coating Weight adalah : C = (A-B/2 xL) x 1 mm2 C = Hasil Coatng Weight A = Berat panel/plat terphosphat B = Berat panel/plat setelah dilarutkan L = Luas panel/plat (mm2) B. Cacat Pengecatan dan Penyebabnya Pada proses pengecatan sering dijumpai banyak kesalahan yang disebabkan oleh berbagai faktor yang berpengaruh. Adapun kesalahan-kesalahan dalam pengecatan dan faktor penyebabnya secara lebih rinci akan dijelaskan dalam bagian berikut ini. View bbcode prastiwa - 02/02/2010 02:05 PM #2 Cacat Pengecatan dan Penyebabnya pada Pengecatan sistem Spray 1. Popping dan Pin Hole (lubang jarum) a. Popping : Popping adalah benjolan-benjolan kecil pada lapisan cat kering yang jika diperhatikan lebih seksama akan kelihatan lubang-lubang kecil di puncaknya. b. Pin Hole (lubang jarum) Pin hole merupakan lubang-lubang kecil seperti lubang jarum pada lapisan cat kering. Penyebabnya : 1. Lapisan cat terlalu tebal dengan waktu tunggu antar pelapisan terlalu singkat. 2. Viskositas terlalu tinggi. 3. Volume cat yang keluar dari alat penyemprot banyak/cepat. 4. Waktu tunggu sebelum pembakaran yang terlalu pendek. 5. Suhu tingkat permulaan dari oven terlalu tinggi. 6. Pemakaian thinner yang kurang sesuai. 2. Lubang Kawah (Cratering) Cratering merupakan salah satu kerusakan pengecatan yang ditandai dengan terjadinya kawah-kawah kecil pada permukaan lapisan cat yang menyebar secara merata pada daerah yang terkena. Penyebabnya : 1. Adanya kontaminan seperti : minyak, grease, air pada permukaan bawahnya 2. Percikan air dari spray booth 3. Air dan minyak dari selang udara ke spray gun

4. Pengaruh debu semprotan(spray dust) pada cat yang belum kering yang berasal dari cat lain dari penyemprotan sebelumnya atau sesudahnya 5. Kontaminasi pada cat itu sendiri. 3. Kulit Jeruk (Orange Peel) Orange Peel yaitu permukaan lapisan cat tidak rata dan bergelombang seperti kulit jeruk. Penyebabnya : 1. Viskositas semprot terlalu tinggi 2. Volume cat yang keluar dari alat semprot (spray gun) terlalu besar 3. Jarak alat semprot ke permukaan yang dicat terlalu dekat 4. Tekanan udara penyemprotan terlalu tinggi 4. Daya Lekat Kurang Baik (mengelupas) Kerusakan cat ini ditunjukkan dengan lapisan cat yang mudah terkelupas jika ditarik dengan cellotape atau tape yang lain. Penyebabnya : 1. Adanya kontaminan seperti : minyak, grease, air, sisa pengamplasan pad permukaan di bawahnya. 2. Pretreatment kurang sempurna 3. Jarak waktu yang terlalu lama antara pretreatment dan pengecatan 4. Pemanasan pada oven terlalu berlebihan (waktu terlalu lama atau suhu terlalu tinggi) dari lapisan sebelumnya atau lapisan yang sedang dikerjakan. 5. Cat yang dipakai tidak sesuai dengan cat dari lapisan sebelumnya 6. Pemakaian thinner yang kurang sesuai. 5. Mottling Pada permukaan lapisan cat terdapat bercak-bercak yang tidak seragam (untuk cat metalik) atau terdapat daerah yang berwarna lebih gelap dan tidak beraturan (untuk cat warna). Penyebabnya : 1. Viskositas semprot terlalu tinggi sehingga menyebabkan lapisan thinner terlalu basah 2. Thinner terlalu lambat menguap 3. Tekanan automasi terlalu rendah 4. Pola cat yang keluar dari alat semprot terlalu sempit 5. Kecepatan cat yang keluar dari alat semprot terlalu tinngi 6. Lapisan cat telalu tebal dan tidak rata 7. Alat semprot terlalu dekat ke permukaan yang disemprot. 6. Meleleh (Sagging/running) Cat meleleh sehingga cat tidak rata dan pada bagian tertentu catnya sangat tebal. Hal ini terdapat pada permukaan yang tegak atau menyudut. Penyebabnya : 1. Terlalu banyak thinner yang lambat menguap 2. Lapisan cat terlalu tebal 3. Cat disemprotkan terlalu sering tanpa waktu tunggu yang cukup antara pelapisan yang satu dengan yang berikutnya 4. Alat semprot terlalu dekat dengan permukaan yang disemprot 5. Tekanan udara rendah 6. Cairan yang keluar dari alat semprot terlalu banyak 7. Viskositas cat penyemprotan terlalu rendah. 7. Dry Spray Pada permukaan cat terjadi kasar dan tidak rata. Penyababnya : 1. Thinner/pengencer terlalu cepat menguap 2. Viskositas terlalu tinggi

3. Tekanan udara penyemprotan terlalu tinggi 4. Lapisan terlalu tinggi (ketebalan lapisan kurang) 5. Alat semprot terlalu jauh dari permukaan yang disemprot 6. Alat semprot digerakkan telalu cepat 8. Warna Berbeda Warna yang dihasilkan oleh cat tidak sesuai dengan standar warna. Penyababnya : 1. Adanya endapan dalam drum atau tangki karena pengadukan yang kurang sempurna 2. Lapisan cat terlalu tipis sehingga kelihatan cat dasarnya 3. Teknik penyemprotan yang kurang benar, terutama pada cat metalik 4. Proses pengecatan yang berbeda antara satu bagian dengan bagian yang lainnya 5. Adanya kontaminasi pada peralatan semprot yang berasal dari warna yang dipakai sebelumnya 6. Adanya kontaminsi antara cat atau thinner yang dipakai 7. Penambahan katalis tanpa mengatur kembali teknik penyemprotannya. Penambahan katalis seringkali memerlukan karakteristik semprot yang berbeda. 9. Goresn-Goresan Amplas (Said Scrathces/Sanding Mark) Lapisan cat kurang mengkilap dan cacat-cacat cat dasar atau logam membayang pada permukaan. Lapisan cat biasanya rata tanpa ada kulit jeruk. Penyebabnya : 1. Lapisan cat terlalu tipis 2. Cat dasar diamplas dengan kertas amplas yang terlalu kasar 3. Menekan terlalu keras pada saat mengamplas 4. Cat dasar kurang kering Goresan-goresan yang kasar pada logam. 10. Kurang Mengkilap Permukaan lapisan cat kurang mengkilap dan kurang memantulkan sinar Penyebabnya : 1. Mengecat di atas permukaan yang mengandung air 2. Memakai thinner yang bermutu rendah dan terlalu cepat menguap, sehingga permukaan lapisan cat terlalu cepat mengering dan sebagian thinner terjebak di bawahnya 3. Lapisan cat terlalu tipis 4. Permukaan lapisan cat tidak rata dan berkulit jeruk (teknik penyemprotan kurang benar) 5. Pemakaian cat dasar kasar, berkulit jeruk dan mempunyai bekas amplas yang kasar 6. Kelembaban ruangan terlalu tinggi 11. Kotor Adanya partikel yang ukuran dan bentuknya tidak sama pada daerah yang mengalaminya. Penyebabnya : 1. Kesalahan pada penyaringan 2. Cat-cat yang sudah mengeras pada selang atau peralatan semprot lainnya 3. Kurangnya perawatan pada oven dan booth - Filter tidak dibersihkan secara berkala - Kipas tidah dibersihkan atau macet - Sirkulasi udara tidak benar 4. Daerah pengecatan dan sekitarnya kurang bersih 5. Cat atau thinner sudah terkontamiasi 6. Debu-debu dari pengamplasan sebelumnya yang belum dibersihkan 7. Permukaan sebelum pengecatan kurang bersih. 12. Cat Lunak Lapisan cat mudah tergores dan tidak tahan terhadap pelarut

Penyebabnya : 1. Temperatur oven terlalu rendah 2. Lapisan cat terlalu tebal 3. Jumlah katalis yang dipakai kurang, untuk cat yang memakai katalis (hardener)