Anda di halaman 1dari 1

Pengaruh suhu pada aktivitas amilase pada saliva Temperatur dari suatu sistem dapat menggambarkan energi kinetik

molekul dalam sistem. Semakin tinggi temperatur suatu sistem maka semakin tinggi pula energi kinetik molekul. Peningkatan temperatur sistem dapat mempengaruhi laju reaksi dari enzim. Secara umum pengaruh suhu pada aktivitas enzim adalah: 1. Energi kolisi molekul Untuk mengubah substrat menjadi produk, enzim perlu berkolisi dengan substrat dan berikatan pada sisi aktifnya. Pada saat terjadi kolisi atau tabrakan antara enzim dengan substrat, energi kinetik diubah menjadi energi potensial kimia molekul. Semakin tinggi suhu sistem, energi kinetik meningkat sehingga jumlah kolisi antarmolekul jadi lebih banyak. Hasilnya energi potensial yang diperoleh juga lebih besar sehingga energi aktivasi dapat dicapai dengan lebih cepat dan laju reaksi meningkat. 2. Pengaruh suhu tinggi pada reaksi enzimatik Saat suhu dari suatu sistem meningkat, energi internal molekul juga meningkat. Energi internal molekul terdiri dari energi translasi, energi vibrasi, energi rotasi dari molekul, dan energi dari ikatan kimia molekul. Sebagian dari energi ini dapat diubah menjadi energi potensial. Jika energi potensial cukup besar, beberapa ikatan peptida yang menyusun bentuk protein aktif tiga dimensi dari suatu enzim akan rusak. Hal ini dapat menyebabkan denaturasi protein dan inaktivasi protein. Karena itu, panas yang berlebihan dapat mengakibatkan laju reaksi enzimatik menurun atau tidak terjadi reaksi sama sekali karena enzim rusak atau terdenaturasi. Berdasarkan pengaruh suhu pada kerja enzim dapat diketahui bahwa setiap enzim memiliki temperatur dimana laju reaksi maksimal dapat terjadi. Kondisi saat laju reaksi maksimal ini terjadi disebut kondisi optimum enzim. Pada percobaan, dilakukan pengujian aktivitas enzim amilase pada suhu 25 oC dan 37oC dengan menggunakan uji iodium. Pengamatan dilakukan untuk menentukan pada kondisi mana enzim amilase dapat bekerja lebih efektif. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa enzim amilase bekerja lebih efektif pada suhu 37 oC. Hal ini sesuai dengan teori bahwa kondisi optimum dari enzim amilase adalah pada suhu 37 oC karena kondisi tersebut sesuai dengan kondisi mulut.