Anda di halaman 1dari 3

EKSTRAKSI PADAT CAIR (LEACHING) Mineral atau hasil tambang di alam biasanya ditemukan dalam keadaan yang tidak

murni, atau tercampur dengan senyawa lain. Untuk dapat digunakan pada proses selanjutnya. Senyawa tersebut biasanya diperlukan dalam keadaan murni, sehingga perlu adanay pemisahan senyawa-senyawa tersebut. Salah satu metode yang digunakan dalam proses pemisahan itu adalah ekstraksi. Ekstraksi bertujuan untuk mengeluarkan satu komponen campuran dari zat padat ataupun zat cair dengan bantuan suatu pelarut. Ekstraksi padat cair (leaching) biasanya bnyak digunakan dalam industri metalurgi alumunium, cobalt, mangan, nikel dan timah. Juga digunakan dalam industri kopi, minyak kedelai, teh dan juga dalam pembuatan gula. 4.2 Dasar Teori Banyak proses biologi, inorganik dan substansi organik terjadi dalam campuran dengan komponen yang berbeda dalam solid. Tujuannya adalah untuk memisahkan campuran solute atau menghilangkan komponen solute yang tidak diinginkan fase solid, solid dikontakkan dengan fase cair. Dua fase ini dikontakkan dengan intim dan solute dapat mendifusi dari fase solid ke fase cair yang mana menyebabkan pemisahan original komponen dalam solid. Proses ini disebut liquid-solid leaching atau leaching sederhana. Istilah ekstraksi juga digunakan untuk mendeskripsikan unit operasi, meskipun itu juga mengarah pada liquid-liquid. Dalam leaching ketika komponen yang tidak diinginkan dihilangkan dari solid dengan menggunakan air, proses ini disebut washing (pencucian) (Geankoplis, 1997: 723). Leaching ialah suatu perlakuan istimewa dalam satu atau lebih komponen padatan yang terdapat pada suatu larutan. Dalam unit operasi, leaching merupakan salah satu cara tertua dalam industri kimia, yang pemberian namanya tergantung dari cara yang digunakan. Industri metalurgi ialah pengguna terbesar operasi leaching ini. Dalam penggunaan campuran mineral dalam jumlah besar dan tak terhingga, leaching dipakai sebagai pemisah. Contoh, tembaga yang terkandung dalam biji besi dileaching dengan asam sulfat atau amoniak, dan emas dipisahkan dengan larutan sodium sianida. Leaching memainkan peranan penting dalam proses metalurgi alumunium, cobalt, mangan, nikel dan timah (Tim Dosen Teknik Kimia, 2009: 45). Ektraksi padat-cair juga digunakan dalam industri dalam manufaktur dari kopi instan untuk menutup kembali pelarut kopi dari lingkungan sekitar. Aplikasi lainnya dalam dunia industri termasuk ekstraksi inyak kacang kedelai menggunakan hexane sebagai pelarut dan discovery dari uranium dai ores low grade dengan ekstraksi dengan asam sulfur atau sodium karbonat (Foust dkk, 1980: 15-16). Bila zat padat itu membentuk massa terbuka yang permeabel atau telus (permeable) selama

proses leaching itu, pelarutnya mungkin berperkolasi (mengalir melalui rongga-rongga) dalam hamparan zat padat yang tidak teraduk. Dengan zat padat yang tak permeabel yang tersintrgasi pada waktu proses leaching, zat padat itu terdispersi (tersebar) ke dalam pelarut, dan dipisah kemudian dari pelarut itu. Kedua metode itu dapat dilaksanakan dengan sistem tumpak (batch) maupun kontinu (sinambung) (Mc Cabe dkk, 1994: 80). Dalam beberapa kasus leaching hamaparan zat padat, pelarutnya mungkin bersifat mudah menguap, sehingga operasinya memerlukan tangki tertutup di bawah tekanan. Tekanan diperlukan pula untuk mendorong pelarut melalui zat padat yang kuran permeabel. Deretan tangki bertekanan, yang dioperasikan dengan aliran pelarut arus lawan-arah dinamakan baterai difusi (diffusion battery). Pengurasan dengan hamparan bergerak melalui pelarut tanpa pengadukan atau dengan sedikit sekali pengadukan. Ekstraktor Bollman mempunyai elevator yang ditempatkan dalam suatu rumahan. Ember-ember itu berlubang-lubang dasarnya. Ekstraksi padat cair (leaching) merupakan salah satu unit operasi pemisahan tertua yang digunakan untuk memperoleh komponen zat terlarut dari campurannya dalam padatan dengan cara mengontakkannya dengan pelarut yang sesuai. Operasi ekstraksi ini dapat dilakukan dengan mengaduk suspensi padatan di dalam tangki atau dengan menyusun padatan tersebut dalam suatu unggun tetap (fixed bed), kemudian cairan pelarut mengalir di antara butiran padatan, cara ini disebut cara perkolasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan teori perkolasi ke dalam proses ekstraksi padat cair yang dilakukan dalam unggun tetap. Tujuan penelitian dicapai melalui penurunan model matematika yang disusun berdasarkan teori perkolasi serta percobaan ekstraksi biji jarak menggunakan pelarut n-heksan di dalam kolom unggun tetap untuk menguji model tersebut. Persamaan model memberikan kurva sejarah konsentrasi (kurve breakthrough) yang menggambarkan konsentrasi zat terlarut dalam cairan keluar kolom terhadap waktu ekstraksi dalam besaran-besaran tak berdimensi. Besaran-besaran yang divariasikan adalah laju alir pelarut dan tinggi unggun. Model yang paling mendekati hasil percobaan ternyata adalah model difusi film dimana sebagai pengendali proses ekstraksi adalah model difusi film dimana sebagai pengendali proses ekstraksi adalah tahanan difusi film. Meski demikian masih diperlukan koreksi terhadap hasil model ini. Parameter-parameter yang berpengaruh terhadap unjuk kerja ekstraksi padat cair di dalam kolom unggun tetap adalah jumlah tahap, jumlah unit transfer massa difusi film, dan parameter kapasitas. Semakin tinggi laju alir pelarut, maka koefisien transfer massanya semakin besar sehingga

penurunan konsentrasi zat terlarut dalam cairan keluar kolom terjadi lebih cepat, yang berarti kemiringan kurva breaktroughnya juga makin besar. Konsentrasi mula-mula zat terlarut di dalam kolom sangat jauh dari konsentrasi keseimbangan seperti yang diharapkan oleh model dan ternyata konsentrasi mula-mula tersebut sebanding dengan tinggi unggun. Faktor koreksi yang diperlukan oleh model merupakan fungsi tinggi unggun dan konsentrasi keseimbangan. Rata-rata kesalahan kurva breakthrough yang telah dikoreksi ini sebesar 4.74% terhadap titik-titik data percobaan.