Anda di halaman 1dari 10

AKUNTANSI INTERNASIONAL

AUDITING

DISUSUN OLEH :

- RUSMANTO
-

0713015016 0713015017
EA SORE

DODY YOGA PRASETYO S.

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAWA TIMUR SURABAYA 2010

AUDITING
Auditor independen menjalankan fungsi pengujian dalam pelaporan

keuangan. Sebagai pakar eksternal yang kompeten, mereka mengulas informasi keuangan dan kemudian menguji keandalan, kewajaran dan aspek-aspek kualitas lainnya. Proses ini membentuk dan menjaga integritas informasi keuangan. Informasi ekonomi. Fungsi auditor indpenden adalah memastikan bahwa representasirepresentasi ini seutuhnya bebas dari bias dan tersaji secara wajar . . . sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara umum. Bukti-bukti yang substantif mendukung dalil bahwa audit independen efisien secara ekonomis, efektif bagi kepentingan publik dan relevan bagi keputusan. Dalil ini berlaku baik untuk linkungan internasional maupun domestik. AICPA menggambarkan audit independen sbb: suatu audit memungkinkan kreditor, bankir, investor dan pihak-pihak lain untuk menggunakan laporan keuangan dengan penuh keyakinan. Walaupun audit tidak menjamin ketepatan laporan keuangan, audit memberikan kepastian yang layak kepada para pemakai bahwa laporan keuangan entitas yang dimaksud menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang materia, posisi keuangan, hasil-hasil operasi arus kas sesuai dengan GAAP. Suatu audit mempertinggi keyakinan pemakai bahwa laporan keuangan tidak mengandung salah saji yang material karena auditor adalah seorang yang independen, ahli yang abyektif, yang paham mengenai bisnis dan kewajiban-kewajiban pelaporan keuangan dari entitas yang bersangkutan. Hubungan antara auditing dan pelaporan keuangan
Manajemen bertanggung jawab atas laporan keuangan

keuangan

yang

tidak

lengkap,

tidak

andal

atau

bahkan

menyesatkan bisa menimbulkan efek negatif atas proses pemupukan modal dalam

Auditor menambah kredibilitas pada laporan keuangan manajemen dengan mengaudit bukti-bukti yang mendasari laporan keuangan dan mengeluarkan laporan audit

Laporan auditor independen Laporan keuangan dan catatancatatan yang terkait

Bankir, investor dan pihak-pihak lain dapat menggunakan laporan keuangan manajemen yang disertai oleh laporan audit, dalam membuat keputusankeputusan ekonomi, dengan keyakinan yang memadai apakah laporan keuangan bebas dari salah saji yang material

LINGKUNGAN AUDIT INTERNASIONAL Lingkungan Auditing di Jerman, Jepang dan Belanda Jerman, Profesi akuntansi berciri-ciri, standar pendidikan yang tinggi untuk dapat diterima, ukuran yang kecil (sekitar 7.500 anggota), kendala-kendala peraturan yang sangat kompleks, dan kepemimpinan internasional yang penting, terutama berkaitan dengan EC. Organisasi profesi di Jerman bercabang dua-oleh hukum semua Wirtschaftsprufer (WP) harus dimiliki oleh Chamber of Publik Accountants. Sekitar 90% dari mereka juga merupakan anggota dengan asosiasi-asosiasi praktik hukum dan medis. Chamber of Publik Accountants mengeluarkan aturan-aturan etika dan meneliti keluhan-keluhan mengenai tingkah laku yang tidak profesional. Aturan-aturan etika yang dikeluarkan berkenaan dengan topik-topik seperti independensi, status istimewa dari klien, dan periklanan dan pengumpulan klien. Jepang, auditing profesional di Jepang sulit untuk dimengerti. Walaupun hukum AP Jepang telah diratifikasi bulan Juni 1948 dan Japanese Institute of (JIPCA) dibentuk tahun 1949, profesi akuntan di Jepang masih berjuang untuk memperoleh status sosial. Sulit untuk menarik lulusan universitas yang bagus kedalam profesi akuntan. Kesulitan utama berhubungan dengan fakta bahwa profesi akuntan di Jepang memiliki berbagai peran. Belanda, orang Belanda merupakan profesional-profesional akuntansi yang mengagumkan. Mereka telah berada pada tingkat perkembangan profesional dan teknis yang tinggi secara internasional. Mereka telah mencapai status yang tinggi melalui penyusunan standar dan pembuatan ketentuan yang minimum. Jasa-jasa yang ditawarkan : merancang dan memelihara catatan-catatan akuntansi, mengulas cara-cara pemeliharaan catatan-catatan tersebut, dan menyiapkan laporan keuangan menganalisa dan menginterpretasikan dalam laporan-laporan penjelasan data-data yang diambil dari catatan-catatan perusahaan dan memberikan informasi dan nasehat berkaitan dengan data-data tersebut.

Laporan Audit Bahasa laporan audit berbeda secara signifikan dari satu negara dengan negara lain. Laporan ini ada yang hanya berupa laporan sederhana mengenai ketaatan terhadap kewajiban-kewajiban hukum hingga berupa suatu prosa yang cukup panjang mengenai standar-standar dan prosedur yang dipakai, linkup audit, proses yang digunakan hingga dikeluarkannya pendapat audit, kesesuaian dengan standar akuntansi yang terkait, konsistensi dari standar akuntansi, auditing, dan pelaporan yang dipakai, pembebasan manajemen dari tugas-tugasnya dan sebagainya.

Lapoaran audit dari Belanda


Laporan Auditor Kepada Royal Dutch Petroleum Company dan The Shell Transport and Trading Company, p.l.c. Kami telah mengaudit laporan keuanan yang terdapat pada halama 32 hingga 47 dari grup Perusahaan Royal Dutch/Shell untuk tahun 1990, 1989 dan 1988 sesuai dengan standar auditing yang diterima umum. Menurut pendapat kami. Laporan keuangan yang kami maksudkan diatas menyajikan secara wajar posisi keuangan dari grup Perusahaan Royal Dutch/Shell pada 31 Desember 1990, sesuai dengan kebijaksanaan-kebijaksanaan akuntansi yang dijelaskan pada halaman 32 dan 33. KPMG Klynveld, Den Haag Ernst & Young, London Price Waterhouse, New York 14 Maret 1991 Laporan Auditor Kami telah mengaudit perkiraan-perkiraan tahunan dari Royal Dutch Petroleum Company untuk tahun 1990 sesuai dengan standar auditing yang diterima umum. Menurut pendapat kami perkiraan-perkiraan ini sebagai pembentukan laporan keuangan grup Perusahaan Royal Dutch/Shell yang ada pada halaman 32 hingga 47 memberikan pandangan jujur dan wajar mengenai posisi keuangan perusahaan pada 31 Desember 1990, dan hasilhasil operasi dan arus kas untuk tahun 1990, dan telah disiapkan sesuai dengan kewajibankewajiban hukum Belanda yang berkenaan dengan perkiraan-perkiraan tahunan. KPMG Klynveld Den Haag, 14 Maret 1991

HARMONISASI GLOBAL Stamp dan Moonitz telah mengidentifikasi 7 keuntungan spesifik yang mereka yakini akan muncul dari penyebarluasan dan penerapan standar auditing auditing internasional : 1) Adanya sekelompok standar auditing internasional, yang diketahui akan diterapkan, akan memberikan keyakinan, kepada pembaca dari laporan audit yang dihasilkan di luar negeri, atas pendapat auditor tersebut. 2) Standar-standar auditing internasional akan menambah keuntungankeuntungan yang sebelumnya telah mengalir dari eksistensi standar akuntansi internasional. 3) Standar auditing internasional, dengan menambah kekuatan akan membantu embaca dalam membuat perbandingan keuangan internasional. 4) Akan memberikan insentif tambahan untuk memperbaiki dan mengembangkan standar akunansi internasional 5) Akan membantu arus modal investasi, untuk negara yang masih terbelakang 6) Mempermudah negara-negara berkembang dan terbelakang untuk menghasilkan standar auditing yang domestik 7) Auditing yang efektif dan terpercaya diperlukan dalam semua situasi dimana terdapat pemisahan antara manajemen dan pihak-pihak luar.

International Federation of Accountants (IFAC) Dibentuk pada 7 Oktober 1977, pada saat 63 badan profesi dari 49 negara berbeda menandatangani persetujuan untuk membentuk IFAC. IFAC mempublikasikan handbook dan Newsletter kuartalan, serta laporan tahunan periodik. Handbook membuat seluruh teks dari semua dokumen organisasi IFAC semua publikasi teknisnya, ditambah dengan semua standar akuntansi internasional IASC. Untuk menjalankan agenda-agenda teknisnya, IFAC membentuk komite-komite : 1) Pendidikan 2) Etika 3) Akuntansi keuangan dan manajemen 4) Praktik auditing internasional 5) Auditing dalam lingkungan EDP (elektronik data processing) 6) Perencanaan 7) Sektor publik 8) Kongres dunia ISU-ISU PENTING Prinsip-prinsip Dasar International Auditing Guideline (IAG) no. 3 IAPC menentukan sejumlah prinsipprinsip dasar dalam bidang auditing. Prinsip dasar ini merupakan suatu tingkat abstraksi tertinggi yang dapat diraih dibidang auditing pada saat ini. Berbicara lebih luas, prinsip-prinsip dasar IAPC bagi auditing tersebut berfungsi identik dengan kerangka konseptual FASB atas standar akuntansi keuangan. Komponen-komponen substantifnya mencakup : 1) integritas, obyektifitas dan independensi 2) kerahasiaan 3) keahlian dan kompetensi 4) pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain 5) dokumentasi 6) perencanaan 7) bukti audit

Laporan auditor laporan-laporan auditor dari berbagai negara memperlihatkan bahwa format dan bahasa pelaporan tidak seragam secara internasional. Dalam memecahkan dilema ini, IAPC mempublikasikan IAG no.13 tahun 1983 yang selanjutnya diikuti dengan amandemen. Kebebasan Profesional Persoalan kebebasan auditor dering kali menjadi masalah operasional dalam kegiatan kerja internasional. Kebebasan auditor adalah sebuah konsep yang tidak hanya berurat-akar dalam kode etik profesi di AS tetapi juga tertanam dalam peraturan administratif SEC seperti Regulation S-X dan Accounting Series Release No.126. Dengan demikian, perusahaan-perusahan induk publik AS semuanya diaudit oleh orang-orang yang memenuhi definisi-definisi AS mengenai auditor independen. Ini bukan masalah sederhana jika audit di luar negeri dilakukan oleh kantor-kantor akuntan asosiasi atau koresponden, bukan oleh cabang kantor akuntan itu sendiri. Situasi ini mungkin bisa lebih menyebalkan di negara-negara tempat di mana aturanaturan lokal mengharuskan audit-audit independen dilakukan oleh kantor-kantor akuntan lokal saja. Kondisi Audit Audit independen mungkin dalam beberapa kasus diwajibkan secara hukum dan dalam kasus-kasus lain dilaksanakan secara sukarela. Badan-badan pembuat peraturan mungkin mengendalikan audit independen, atau pasar modal mungkin mensyaratkan audit sebagai suatu persyaratan bagi listing sekuritas sebuah perusahaan atau hanya syarat bagi sekuritas tertentu untuk diperdagangkan di bursa. Free audit di suatu negara mungkin ditentukan secara hukum dan di negaranegara lain mungkin tergantung pada mekanisme pasar. Di beberapa tempat, auditor hanya melakukan audit, sementara di tempat-tempat lain auditor mungkin terlibat dalam penempatan eksekutif, manajemen investasi keuangan, perpajakan, dan jasajasa profesional lainnya. Laporan Keuangan untuk Digunakan di Negara-Negara Lain SAS 51 yang berjudul Reporting on Financial Statements Prepared for Use in Other Countries memuat 3 elemen dasar. Pertama, auditor harus yakin bahwa terdapat tujua bisnis yang layak untuk menyiapkan laporan keuangan sebuah entitas AS

sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum di negara lain. Kedua, jika uji kelayakan terpenuhi, GAAP negara lain boleh digunakan, tetapi bentuk standar laporan AS harus dimodifikasi untuk mengungkapkan fakta ini atau bentuk laporan negara lain harus digunakan. Terakhir, dalam pengujian, harus digunakan prosedur-prosedur auditng yang perlu untuk memenuhi GAAS AS. Kepercayaan pada Auditor Luar Negeri GAAS AS menyatakan bahwa auditor pelaporan (atau auditor primer) harus memutuskan seberapa besar tanggungjawab yang pantas disandangnya. Jika tanggungjawab bagi pengujian harus di luar negeri tetap berada pada auditor lain (auditor sekunder), maka laporan audit harus menyatakan secara khusus mengenai hal ini. Pada sisi lain, jika auditor primer menyandang tanggungjawab penuh atas laporan, pekerjaan auditor lain tidak perlu dibeberkan. Kualifikasi Profesi Kesulitan lain yang berkaitan dengan auditing dalam lingkungan multinasional terletak pada pengakuan atas status dari auditor yang memberikan pendapat. Sebagian besar negara mengakui beberapa kelas auditor; biasanya satu, dan dalam beberapa pengecualian dua, macam auditor yang memberikan pendapat atas laporan keuangan yang mungkin digunakan di negara lain. Keharusan Melakukan Audit Di Luar Negeri Hukum internasional yang efektif jarang ditemukan. EC telah mampu menerapkan secara terbatas sejumlah ketentuan administratif dan harmonisasinya ke dalam ke12 negara anggotanya, namunsejauh ini masih sangat lemah. Politisasi Dari sudut pandang politik, isu ini bercabang tiga: 1. harus dicegah dominasi negara-negara berbahasa inggris 2. norma-norma Inggris Amerika jangan dipaksakan semena-mena ke bagian dunia ysng lain 3. pemimpin-pemimpin profesional di bidang akademik, pemerintahan, industri serta praktisi profesi diseluruh dunia harus secara tegas menerangkan manfaat-manfaat yang realistis dari keterlibatan internasional.

Riset Bidang auditing masih kekurangan riset-riset yang relatif mendalam. Baru dalam dekade terakhir atau dua dekade belakangan riset auditing mendapat pengakuan total dari dunia akademis. Sebelum itu, auditing dianggap sebagai bidang profesional, suatu bidang terapan, dimana riset yang mendalam tidak perlu. Masalah utamanya adalah apakah standar auditing internasional, etika profesional, persyaratan pendidikan, dan berbagai kondisi audit lainnya dapat ditentukan atau dimandatkan tanpa landasan riset. Profesi auditing internasional tampaknya menjadi terbuka terhadap kecaman-kecaman dengan membuat keputusan yang sebagian besar bersifat penilaian subyektif. Auditing Pemerintahan Internasional Walaupun akuntansi, auditing dan pelaporan keuangan sektor publik berada diluar lingkup buku ini, pembaca harus menyadari bahwa IAPC dan Auditing Standards Committee dari International Organization of Supreme Audit Institutions (INTOSAL) kemungkinan dapat terbentuk konflik. INTOSAL telah mempublikasikan sejumlah standar internasional awal bagi auditing pemerintahan, meliputi postulat-postulat dasar, standar umum, standar pekerjaan lapangan, dan standar pelaporan. Penerapan Standar Stapm dan Moonitz menganggap penerapan standar sebagai satu dari dua area kesukaran utama dalam bidang auditing internasional. Mereka telah mengemukakan bahwa strategi penerapan terbaik adalah dengan mengambil langkah-langkah preventif dalam profesi. Tindakan pencegahan yang mungkin dilakukan adalah persyaratan pendidikan, pelatihan, prosedur pengujian yang komperhensif, dan pendidikan profesional yang berkelanjutan. AUDIT INTERN Fungsinya dalam operasi bisnis multinasional tengah meningkat di dalam segala dimensi. Pengakuan atas audit intern sebagai suatu aktivitas profesi dan kepercayaan yang diberikan manajemen senior pada audit internal selalu tinggi. Ciri-ciri yang menonjol adalah meningkatnya kebutuhan pengawasan korporasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Faktor-faktor lain yang membantu menjelaskan

pertumbuan pengakuan atas audit intern dan makin pentingnya audit intern di antaranya: 1. Accountability manajemen korporasi yang terus meningkat. 2. Meningkatnya kompleksitas organisasi, khususnya di perusahaan-perusahaan multinasional. 3. Pertumbuhan merjer, akuisisi, dan restrukturisasi lainnya. 4. Meningkatnya pengakuan atas audit intern oleh auditor independen. 5. Kecepatan electronic funds transfer dan transfer-transfer lainnya. 6. Meningkatnya berbagai kewajiban penerapan peraturan bagi pelaksanaan audit intern. 7. Efek-efek sampingan, yang timbul dari tajamnya pertumbuhan audit intern di seluruh unit lokal, negara bagian, dan pemerintah federal, atas sektor swasta. Kami menyimpulkan komentar pendahuluan ini dengan memuat definisi klasik Lawrence Sawyer mengenai audit intern: Penilaian independen mengenai operasi dan perangkat pengendalian yang tersebar di sebuah organisasi untuk menentukan apakah kebijakan dan prosedur yang dapat diterima telah diikuti, standar telah dipenuhi, sumber daya telah digunakan secara efisien dan ekonomis, dan tujuan organisasi telah dicapai. Hubungan hirarkis Hubungan organisasional antara staf-staf audit intern dengan manajemen perusahaan adalah isu lain. Jelasnya, haruskah spesialis audit intern memberi laporan secara langsung kepada manajemen kantor pusatperusahaan induk, atau manajer-manajer dari perusahaan-perusahaan anak di luar negeri yang kinerjanya sedang dilaporkan? Kelemahan utama dari pelaporan yang melangkahi manajer lokal adalah kemungkinan timbulnya masalah pada tingkat perusahaan anak. Para auditor intern akan gampang dianggap sebagai agen atau mata-mata dari manajemen yang lebih tinggi dari pejabat lokal sehingga semua melihat auditor ini sebagai ancaman dari luar. Hal ini pantas atau tidak, menambah kendala-kendala komunikasi yang telah terlebih dahulu dipersulit oleh jarak dan budaya.

Pelaporan secara langsung kepada manajer lokal juga memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihannya, pelaporan lokal memungkinkan masalah-masalah dan penyimpangan-penyimpangan kinerja diselesaikan dengan segera dan di tempat. Selain itu, auditor-auditor intern dilihat sebagai bagian dari tim manajemen lokal bukan sebagai ancaman dari luar yang perlu dihalau.