Anda di halaman 1dari 17

BAB I PENDAHULUAN

Kita ketahui bersama bahwa saat ini perekonomian negara yang kurang stabil, dan apabila kita memposisikan diri sebagai pelaku usaha, maka yang terlintas dibenak kita yang pertama adalah bagaimana menciptakan suatu usaha bisnis yang menguntungkan dalam jangka pendek maupun jangka panjang untuk melakukan investasi. Disisi lain, saya melihat bahwa usaha yang bergerak dalam usaha dagang makanan masih menjadi hal yang favorit di kota Makassar. Hal ini terjadi karena memang makanan merupakan kebutuhan dasar manusia untuk hidup. Namun, karena sudah terlalu banyak jenis usaha makanan berat yang menjamur di kota Makassar, maka usaha yang selanjutnya akan menciptakan keuntungan yang besar adalah usaha tempat makan yang menyediakan makanan ringan seperti roti. Usaha dagang roti yang akan saya jalankan adalah bukan jenis roti yang banyak dijual di toko-toko roti baik yang namanya sudah besar maupun toko-toko di pinggir jalan. Namun, usaha yang akan saya jalankan adalah jenis roti yang berasal dari Malaysia namun konon asal sebenarnya dari India, yaitu Roti Canai. Hal ini tentu sangat unik karena masih baru di kota Makassar dan sangat jarang di jumpai. Alasan utama saya memilih usaha jenis ini adalah karena saya melihat usaha jenis yang terletak di daerah perintis yang sangat laku dan ramai dikunjungi oleh semua kalangan, khususnya kalangan mahasiswa. Hal ini membuktikan bahwa memang roti canai cocok dilidah masyarakat Makassar. Selain itu, berdasarkan analisis saya bahwa pelanggan bukan hanya datang untuk mencicipi roti tersebut, tetapi juga untuk berdiskusi ringan tentang masalah-masalah kehidupan sehari-hari. Lokasi yang saya pilih yaitu di Perumahan BTP yang juga terbilang strategis karena tetap terletak di daerah Perguruan Tinggi. Atas dasar pertimbangan ini, maka didirikanlah suatu unit bisnis berupa rumah makan yang menyediakan khusus makanan ringan berupa roti-roti dan berbagai jenis minuman dingin yang bernama Roti Canai BeTePe.

BAB II PEMBAHASAN
I. ASPEK HUKUM 1. Nama Unit Usaha Unit usaha ini diberi nama U.D Roti Canai BTP yang bergerak dalam usaha pelayanan dan penjualan roti yang berasal dari Malaysia. Nama Organisasi : Roti Canai BeTePe Jenis Organisasi : Usaha Dagang (UD) Pemilik Alamat Telepon 2. Legalitas Usaha Dari segi legalitas usaha, unit usaha ini beberapa dokumen badan hukum untuk melaksanakan usaha bisnis sebagai bekal agar usaha yang dilaksanakan berjalan lancar di kemudian hari. Beberapa dokumen hukum yang dimiliki berkaitan dengan aspek hukum adalah : a. Badan Usaha Bentuk usaha ini yaitu berupa Usaha Dagang yang merupakan perusahaan perseorangan atas nama Arianti sebagai pemilik. b. Surat Izin Usaha Usaha ini sementara diurus agar memiliki ijin usaha dari departemen kesehatan RI dan terdaftar sebagai pelaku usaha. Sesuai dengan UUno. 3/1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan, Perusahaan adalah setiap bentuk badan usaha yang menjalankan setiap usaha yang bersifat tetap dan terus menerus didirikan, bekerja, serta berkedudukan dalam wilayah negara Indonesia dengan tujuan memperoleh keuntungan/laba.
2

: Arianti : BTP Blok C No.26 A , jln. Tamalanrea Raya Makassar : 085242092326

c. NPWP Sebagai unit bisnis, juga mendaftarkan NPWP atas usaha kami ke Departemen Perpajakan setempat. NPWP merupakan nomor yang diberikan kepada wajib pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas bagi wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya. d. Ijin Domisili dan IMB Tempat usaha ini merupakan rumah toko milik orang tua pemilik yang telah memiliki izin domisili dan IMB dimana lantai 1 dijadikan sebagai tempat usaha tersebut. II. ASPEK MANAJEMEN 1. Organisasi
a. Bagan Organisasi

PEMILIK

KARYAWAN

BENDAHARA/KAS IR

Bagan organisasi tersebut di buat agar memudahkan mengenai kepemimpinan organisasi dan dalam pembagian pekerjaan sesuai dengan tanggung jawab masingmasing. b. Tingkat Jabatan

Pimpinan, Bendahara/Kasir, dan Karyawan 2. Personalia a. Kebutuhan Tenaga Kerja


3

Kami dalam menjalankan usaha toko buah membutuhkan kurang lebih tenaga kerja dengan rincian sebagai berikut ; Pemilik 1 orang, /Kasir 1 orang, Karyawan tetap 7 orang. Adapun rincian karyawan tetapnya adalah 2 orang pembuat roti, 2 orang pembuat minuman, dan 3 orang pelayan. b. Tingkat Balas Jasa Tingkat balas jasa berupa Gaji, Upah lembur, Bonus yang diberikan atas penjualan diatas rata-rata. III. ASPEK PASAR 1. Segmentasi, Targeting, dan Positioning a. Segmentasi Yang menjadi segmen dari usaha toko ini kesehariannya adalah segmen menengah ke bawah. b. Targeting Yang menjadi target pasar adalah Mahasiswa, Kantoran, dan Orang yang datang bersama Keluarga. c. Positioning Kami ingin menciptakan image dan citra usaha dibenak konsumen sebagai usaha toko pelayanan dan penjualan yang murah, enak, terjangkau, dan pelayanan yang bersahabat. 2. Permintaan a. Perkembangan permintaan saat ini Roti canai pada saat sekarang ini sedang mengalami permintaan yang pesat terlebih dikalangan mahasiswa. Pada saat sekarang ini, kebiasaan pelajar/mahasiswa dan orang kantoran adalah makan makanan ringan di rumah makan yang nyaman sambil ngobrol ringan masalah kuliah dan kantor. Hal ini
4

dibuktikan dengan ramainya dikunjungi toko-toko atau rumah makan roti canai di Makassar. Apalagi jenis makanan ini terbilang baru dan unik di daerah Makassar. Unik Karena roti tersebut digoreng dan kemudian disantap dengan kare ayam, cukup cocok dengan lidah masyarakat Makassar.
b. Prospek permintaan dimasa yang akan datang

Kebiasaan mahasiswa dan orang kantoran untuk ngemil sambil berdiskusi ringan di rumah makan yang nyaman tidak akan ada habisnya. Memang tempat yang lebih nyaman banyak menjamur di kota Makassar, namun dari segi harga sangat jauh dari jangkauan masyarakat menengah ke bawah. Kondisi tersebut akan terus meningkatkan permintaan terhadap usaha ini. 3. Penawaran a. Perkembangan penawaran saat ini Perkembangan penawaran di sector usaha roti canai ini sangat tinggi mengingat masih sedikit jenis usaha yang bergerak dibidang ini. Oleh karena itu, mungkin penawaran tidak terlalu tinggi, namun tidak juga menguranginya.
b. Prospek penawaran dimasa yang akan datang

Mengingat adanya persaingan yang tinggi dalam usaha penjualan roti dimasa yang akan datang, maka perlu adanya penawaran produk yang memberikan nilai lebih dan manfaat bagi konsumen. Penawaran tersebut akan semakin variatif maupun lebih kompetitif karena sudah ditunjang dengan perangkat teknologi informasi yang memberikan kemudahan bagi bagi penjual maupun pembeli dalam melakukan transaksi atau sebatas bertukar informasi. Oleh karena itu, bagi pelaku usaha di sektor ini harus mampu melakukan penawaran yang inovatif untuk menarik pasar, contohnya dengan meningkatkan pelayanan yang bersahabat, dan menciptakan resep-resep roti yang lebih inovatif. 4. Analisis Kelayakan Pemasaran Dalam melakukan analisis Permintaan, kami menggunakan model matrik pembobotan berskala 1 5. Keterangan :

Sangat lemah : 1 Lemah Sedang Kuat Sangat kuat :2 :3 :4 :5


Kriteria Penilaian No. Item yang Dinilai Sangat Lemah Lemah Sedang 0 0 15 32 10 Kuat Sangat Kuat

1 SDM 2 Pesaing 3 Konsumen 4 Teknologi 5 Armada Pemasaran 6 Harga 7 Promosi 8 Mutu Produk 9 Lingkungan Bisnis 10 Rencana Pemasaran 11 Margin Laba 12 Ketersediaan Modal 13 Pangsa Pasar 14 Manajemen Pemasaraan Total Bobot

Untuk mengetahui layak atau tidaknya dari segi pemasaran maka dapat dicari dengan rumus: Kelayakan usaha = Total bobot Jumlah item yang dinilai = 57/15 = 3,8 Berdasarkan hasil yang diperoleh sebesar 3,8 maka usaha Roti Canai BeTePe dari sisi pemasaran dikatakan layak karena masuk pada range 3,41 4,20. 5. Program Pemasaran a. Tingkat pelayanan

Dalam memasarkan roti, usaha ini memberikan layanan yang memuaskan melalui pelanggan bebas memilih apa saja, namum dalam memasarkan, kami tidak melakukan layanan delivery, hanya memesan dan makan ditempat saja. b. Penetapan harga
6

Penetapan harga yang akan dilakukan dengan cara menetapkan harga berdasarkan harga bahan baku dimana keuntungannya relative sehingga dapat menjalankan usaha secara kontinyu untuk meningkatkan pangsa pasar. c. Kegiatan promosi

Beberapa kegiatan promosi yang dilakukan adalah dari mulut ke mulut, teman, dan Koran. Roti Canai ini sebenarnya sudah ada yang terletak di Jl. Perintis dan kebetulan pengunjungnya sangat ramai, jadi tidak perlu terlalu gencar melakukan kegiatan promosi. IV. ASPEK OPERASIONAL 1. Rencana Pengembangan a. Evaluasi Lokasi Lokasi berdirinya bangunan sebagai tempat usaha penjualan dan pelayanan roti Canai BeTePe adalah di Jalan Tamalanrea Raya (Jalan poros BTP) BTP Blok C No. 26 A Makassar. b. Sarana dan Prasarana
-

Sarana yang digunakan untuk menunjang usaha ini dengan memanfaatkan mesin kasir sederhana, beberapa meja dan kursi, kulkas dan beberapa peralatan memasak lainnya.

Sedangkan untuk prasarananya, usaha ini menggunakan ruangan seluas 115 m2 untuk usaha ini.

c. Tenaga Kerja Tenaga kerja yang dipekerjakan untuk menunjang kelancaran usaha ini adalah beberapa karyawan. d. Bahan Baku Bahan baku yang digunakan untuk menjalankan usaha penjualan kue adalah terigu, gula, mentega, dan telur dan untuk minumannya adalah teh, dan kopi.

e. Bangunan dan Tata Letak Bangunan Usaha ini memiliki bangunan dan lahan parkir seluas 115 m2, dimana bangunan tempat makan seluas 85 m2, dapur seluas 15 m2, dan lahan parker seluas 15 m2. Tata letak bangunan antara lain, bangunan utama sebagai tempat rumah makan (toko), tempat parkir, dan dapur. Lokasi usaha ini terbilang strategis karena dekat dengan Kampus Universitas Hasanuddin dan kantor BPK, sehingga mahasiswa yang kuliah di sana dapat menikmati roti canai disela-sela jam istirahatnya. Selain itu, usaha ini berada dalam perumahan BTP dimana berada dalam segmen menengah ke bawah dan banyak kos-kosan mahasiswa yang harganya cocok dengan kantong masyarakat disekitar usaha tersebut. f. Waktu operasional Roti canai ini buka pada pukul 10.00 24.00 2. Rencana Pengoperasian Usaha a. Proses operasi usaha Proses operasi perusahaan meliputi rencana produksi dan penjualan, penjadwalan pegawai dan panggajian, pengawasan produksi, pengawasan kualitas, pengawasan biaya penjualan, dan pemesanan. b. Kebutuhan bahan operasi Kebutuhan bahan operasi ini dikelola oleh juru masak. c. Kegiatan perawatan peralatan Perawatan peralatan dilakukan secara berkala dan berkelanjutan. V. ASPEK EKONOMI DAN SOSIAL 1. Penambahan pendapatan pemerintah Adanya investasi di dalam usaha kami ini tidak memberikan dampak yang signifikan membawa dampak terhadap devisa negara Indonesia. Pendapatan pemerintah meningkat melalui pajak penghasilan yang harus dibayarkan oleh kami. 2. Penyerapan tenaga kerja

Usaha kami memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja sebanyak 8 orang dan akan meningkatkan jumlah pegawai seandainya usaha ini bisa berkembang di masa mendatang dan akan memperkecil angka pengangguran di masyarakat. 3. Dampak terhadap lingkungan masyarakat a. Adanya peningkatan ekonomi masyarakat khususnya para karyawan. b. Adanya lowongan lapangan pekerjaan baru 4. Dampak terhadap industri lain a. Bagi usaha yang sejenis tentunya akan berdampak pada meningkatnya persaingan.
b. Bagi penghasil peralatan yang akan kami gunakan, seperti akan berupaya untuk

meningkatkan kualitas produksinya. VI. ASPEK KEUANGAN 1. Kebutuhan Dana Investasi Total dana yang dibutuhkan Rp 250.000.000,2. Rencana Pembelanjaan dan Sumber Dana a. Modal sendiri Modal sendiri Rp 180.000.000,b. Pinjaman bank Pinjaman dari bank Rp 70.000.000,- dengan biaya bunga 12% per tahun. 3. Rencana Kebutuhan Dana Aktiva tetap
-

Bangunan : Rp150.000.000 Meja Kasir + Peralatan :

Rp

3.000.000
-

100.000/set)
-

150.000 )

Meja (10 buah @ Rp 00.000/buah ) : Rp 1.000.000 Kursi (10 set (4 buah) Rp : Rp 1.000.000 Kipas Angin ( 3 bh @ Rp : Rp 450.000

Kulkas Show Case

Rp

3.500.000
-

Kompor ( 2 bh @ Rp 250.000 ) : 500.000 Tabung Gas ( 2 bh @ Rp 400.000 ) : Rp 800.000 Wajan ( 3 bh @ Rp 70.000 ) : 210.000 Peralatan lain ( pisau, saringan, : Rp 500.000 Piring + Sendok + Garpu ( +20 : Rp 5.000.000 Piring kecil + Sendok ( 10 lusin ) : Rp 1.000.000 Gelas (10 lusin) : Rp 1.500.000 : Rp168.460.000 : Rp 81.540.000,: Rp250.000.000

Rp
-

Rp
-

dll )
-

lusin)
-

Total Aktiva Tetap Aktiva lancar Total aktiva 4. Proyeksi Keuangan a. Proyeksi pendapatan
- Pendapatan per hari

Rp

1.500.000,-

- Pendapatan per bulan Rp 45.000.000,- Pendapatan per tahun Rp 540.000.000,-

b. Proyeksi biaya per tahun - Biaya operasional


- Gaji karyawan

Rp 216.000.000,Rp 100.0000.000,Rp Rp Rp Rp 6.000.000,850.000,2.250.000,500.000,-

- Biaya listrik - PBB - Biaya Telpon - Perlengkapan kebersihan

10

Jumlah Biaya-biaya sebelum Depresiasi Rincian Harga Pokok Penjualan dan Harga Jual

Rp 325.600.000

Usaha ini menjual beberapa macam roti dan aneka minuman dingin antara lain: - Roti Canai Rp 2.000,- dijual dengan harga Rp 3.000,- Roti pelanta Rp 3.000,- dijual dengan harga Rp 5.000,- Roti Bom Madu Rp 3.000,- dijual dengan harga Rp 5.000,- Roti Tissue Rp 4.000,- dijual dengan harga Rp 6.000,- Teh Manis Rp 2.000,- dijual dengan harga Rp 3.000,- The susu Rp 3.000,- dijual dengan harga Rp. 4.000,- Teh Tarik Rp 4.000,- dijual dengan harga Rp 6.000,- Kopi Rp 2.500,- dijual dengan harga Rp 4.000,- Kopi susu Rp 3.500,- dijual dengan harga Rp 5.000,- Kopi Tarik Rp 4.000,- dijual dengan harga Rp 6.000,- Aneka jus Rp 5.000,- dijual dengan harga Rp 7.000,Depresiasi :
Investasi Bangunan Meja Kasir & peralatan Meja Kursi Kipas Angin Kulkas Kompor Tabung Gas Wajan Peralatan Lain Piring + Sendok + Garpu Piring Kecil Gelas Total Masa Pakai (thn) 20 4 4 4 3 4 4 5 3 2 4 4 4 Penyusutan Rp 100.000.000/20 = Rp 5.000.000 Rp 3.000.000 / 4 = Rp 750.000 Rp 1.000.000 / 4 = Rp 125.000 Rp 1.000.000 / 4 = Rp 125.000 Rp 300.000 / 2 = Rp 100.000 Rp 3.500.000 / 4 = Rp 875.000 Rp 500.000 / 4 = Rp 125.000 Rp 800.000 / 5 = Rp 40.000 Rp 210.000 / 3 = Rp 70.000 Rp 500.000 / 2 = Rp 250.000 Rp 5.000.000 / 4 = Rp1.250.000 Rp 1.000.000 / 4 = Rp 250.000 Rp 1.500.000 / 4 = Rp 375.000

11

Rp 9.335.000

Catatan: penyusutan dengan menggunakan metode garis lurus. c. Proyeksi rugi laba Jika pendapatan diperkirakan meningkat sebesar 10% per tahun, dan Biaya-biaya juga meningkat sebesar 10% per tahun. Pinjaman diangsur selama 5 tahun dan PPn adalah 25%. Maka perhitungan EBIT selama 5 tahun adalah:
Uraian 1 540.000.00 0 325.600.00 0 9.335.000 205.065.00 0 2 594.000.00 0 358.160.00 0 9.335.000 226.505.00 0 Tahun 3 653.400.00 0 393.976.00 0 9.335.000 250.089.00 0

Pendapatan Biaya-biaya Penyusutan EBIT

4 718.740.00 0 433.376.60 0 9.335.000 276.028.40 0

5 790.614.00 0 476.710.96 0 9.335.000 304.568.04 0

Menghitung biaya modal dengan menggunakan modal sendiri dan pinjaman (opportunity cost modal sendiri 20%).
Uraian Modal sendiri Modal Pinjmn WACC Jumlah 200.000.000 50.000.000 Proporsi 0,80 0,20 Biaya modal 20% 9%* 250.000.000 Biaya tertimbang 16% 1,8% 17,8%

*Biaya modal pinjaman setelah pajak: Kd (1-Tax) = 12% (1-0,25) = 9% Weighted Average Cost Of Capital (WACC) / biaya penggunaan modal rata-rata tertimbang = 17,8% Menghitung pembayaran bunga selama 5 tahun: Pembayaran = Rp 50.000.000/ 3,60478 = Rp 13.870.472
Tahu n Pembaya ran (1) Bunga 12% x (4) (2) 6.000.00 0 5.055.54 3 3.997.75 2 2.813.02 5 1.486.13 2 19.352.4 Pembayaran pokok pinjaman (1) (2) (3) 7.870.472 8.814.929 9.872.720 11.057.447 12.384.340 49.369.908 Sisa saldo pada akhir tahun (4) (3) (4) 50.000.000 42.129.528 33.314.599 23.441.879 12.384.432 92 Total Kewajiban/Uta ng Rp 50.000.000 + (2) 56.000.000 55.055.543 53.997.752 52.813.025 51.486.132

1 2 3 4 5

13.870.4 72 13.870.4 72 13.870.4 72 13.870.4 72 13.870.4 72

12

52

Perhitungan EBT, EAT, dan Cash Flow adalah sebagai berikut:


Uraian 1 540.000.00 0 325.600.00 0 9.335.000 205.065.00 0 6.000.000 199.065.00 0 49.766.250 149.298.75 0 2 594.000.00 0 358.160.00 0 9.335.000 226.505.00 0 5.055.543 221.449.45 7 55.362.364 166.087.09 3 Tahun 3 653.400.00 0 393.976.00 0 9.335.000 250.089.00 0 3.997.752 246.091.24 8 61.522.812 184.568.43 6

Pendapatan Biaya-biaya Depresiasi EBIT Bunga EBT Tax 25% EAT

4 718.740.00 0 433.376.60 0 9.335.000 276.028.40 0 2.813.025 273.215.37 5 68.303.844 204.911.53 1

5 790.614.00 0 476.710.96 0 9.335.000 304.568.04 0 1.486.132 303.081.90 8 75.770.477 227.311.43 1

d. Proyeksi Arus Kas


Periode EAT Penyusutan Bunga Arus Kas Operasi Investasi Modal Arus Kas Bersih Tahun 0 Tahun 1 149.298.75 0 9.335.000 6.000.000 164.633.75 0 (250.000.0 00) (85.366.25 0) Tahun 2 166.087.09 3 9.335.000 5.055.543 180.477.63 6 (85.366.25 0) 95.111.386 Tahun 3 184.568.43 6 9.335.000 3.997.752 197.901.18 8 197.901.18 8 Tahun 4 204.911.53 1 9.335.000 2.813.025 217.059.55 6 217.059.55 6 Tahun 5 227.311.43 1 9.335.000 1.486.132 238.132.56 3 238.132.56 3

(250.000. 000) (250.000. 000)

e. Proyeksi Neraca
Periode
Aset Aset Lancar Kas Perlengkapan Aset Tetap peralatan Akumulasi Depresiasi peralatan Total Aset

Tahun 0

Tahun 1
164.633. 750 81.540.0 00 168.460. 000 (9.335.0 00) 405.298 .750 56.000.0 00

Tahun 2
180.477. 636 81.540.0 00 168.460. 000 (9.335.0 00) 421.142 .636 55.055.5 43 200.000. 000 166.087. 093 421.142 .636

Tahun 3
197.901. 188 81.540.0 00 168.460. 000 (9.335.0 00) 438.566 .188 53.997.7 52 200.000. 000 184.568. 436 438.566 .188

Tahun 4
217.059. 556 81.540.0 00 168.460. 000 (9.335.0 00) 457.724 .556 52.813.0 25 200.000. 000 204.911. 531 457.724 .556

Tahun 5
238.132. 563 81.540.0 00 168.460. 000 (9.335.0 00) 478.797 .563 51.486.1 32 200.000. 000 227.311. 431 478.797 .563

81.540.0 00 168.460. 000 200.000 .000

Kewajiban dan Ekuitas Kewajiban Ekuitas Modal Sendiri Laba ditahan Total Kewajiban dan Ekuitas

200.000. 000 200.000 .000

200.000. 000 149.298. 750 405.298 .750

13

f. Proyeksi kemampuan pelunasan hutang Hutang dilunasi dalam jangka waktu 5 tahun dengan bunga 12% per tahun g. Perhitungan kelayakan usaha 1. Dengan Payback period Initial Investment 250.000.000 Cash Flow tahun 1 (164.633.750) Belum Tertutup 85.366.250 Cash Flow tahun 2 (180.477.636) Kelebihan (95.111.386) Net Cash Flow tahun ke 2 sebesar Rp 180.477.636 maka sisa waktu paybackadalah:

Jadi, investasi kembali 1 tahun 6 bulan yang melebihi periode pengembalian yang diinginkan yaitu 5 tahun sehingga proyek layak dilakukan 2. Dengan Net Present Value (NPV) Tahun Discount Factor * (17,8%) Present Value 139,757,003.40 1 0,86 130,056,724.73 2 0,73 121,063,306.13 3 0,63 112,719,161.25 4 0,54 104,976,559.24 5 0,46 608,572,754.74 Nilai sekarang Cash Flow 250,000,000.00 Nilai Investment 358,572,754.74 NPV *DF = 1/(1+0,178)n dimana n = tahun
164.633.750 180.477.636 197.901.188 217.059.556 238.132.563

Cash Flow

NPV pada proyek ini adalah positif yaitu Rp 358.572.754,74 sehingga proyek tersebut layak untuk dilakukan. 3. Dengan Internal Rate of Return (IRR) Karena arus kas dari tahun ketahun tidak seimbang (tidak sama) maka melakukan pendekatan dengan cara mencoba-coba. Langkah pertama adalah
14

menentukan nilai sekarang dari arus kas bebas dimasa datang dengan menggunakan suatu tingkat diskonto (DF-discount factor) berapa saja. Misalkan digunakan P = 67% dan 68% P = 68% Tahun Cash Flow Discount Factor * (68%) 164.633.750 1 0,60 2 180.477.636 0,35 197.901.188 3 0,21 4 217.059.556 0,13 5 238.132.563 0,07 Nilai sekarang Cash Flow Nilai Investment NPV P = 67% Tahun

Present Value
97,996,279.76 63,944,740.65 41,736,935.30 27,248,448.78 17,793,950.48 248,720,354.97 250,000,000 (1,279,645.03)

Cash Flow Discount Factor * (67%) Present Value 98,583,083.83 1 164.633.750 0,60 64,712,838.75 2 180.477.636 0,36 197.901.188 42,491,199.18 3 0,21 27,906,991.86 4 217.059.556 0,13 238.132.563 18,333,122.09 5 0,08 252,027,235.71 Nilai sekarang Cash Flow 250,000,000 Nilai Investment 2,027,235.71 NPV Interpolasi: IRR = P1 - ( NPV1 / NPV2 NPV1) x ( P2 P1) = 67% - (2.027.235,71 / (-1.279.645,03 2.027.235,71) x (68% - 67%)) = 67% - (-0,613%) = 67,613 % Maka, pada tingkat diskonto 67,613% proyek tersebut layak untuk dilakukan. 4. Dengan Indeks Profitabilitas (IP) Tahun 1 2 3 4 Cash Flow
164.633.750 180.477.636 197.901.188 217.059.556

Discount Factor * (17,8%) Present Value 139,757,003.40 0,86 130,056,724.73 0,73 121,063,306.13 0,63 112,719,161.25 0,54
15

5 238.132.563 Nilai sekarang Cash Flow Nilai Investment NPV Jadi, IP

0,46

104,976,559.24 608,572,754.74 250,000,000.00 358,572,754.74

= Present Value of Cash Flow / Initial Investment = 608.572.754,74 / 250.000.000 = 2,43

Karena Profitabilitas Index (PI) lebih besar dari pada 1,00 maka proyek ini layak untuk dilakukan.

16

BAB III KESIMPULAN


Dari hasil analisis beberapa faktor, ternyata usaha Roti Canai mampu memberikan hasil yang baik dan dapat dikatakan layak untuk dijalankan. Terlebih lagi orang-orang cenderung senang diskusi ditempat makan yang nyaman dengan makanan ringan yang cocok dilidah, maka toko kue dan katering ini menjadi tombak sebagai hadirnya peluang usaha. Selain itu, tingkat persaingan yang belum terlalu komptetitif juga memberikan peluang yang baik untuk dibidik dijadikan peluang usaha. Peluang tersebut memberikan rasa optimis untuk menjalankan usaha ini. Dilihat dari aspek keuangan pun, proyek ini layak untuk dijalankan. Berikut penyajian secara singkat hasil perhitungan kelayakan proyek ini:
1. Payback Period usaha Roti Canai BeTePe hanya memerlukan 1 tahun 6 bulan yang

relatif lebih singkat yang melebihi periode pengembalian yang diinginkan yaitu 5 tahun sehingga proyek layak dilakukan.
2. Net Present Value (NPV) proyek ini sebesar Rp 358,572,754.74 dengan tingkat diskonto

sebesar 17,8% sehingga proyek ini layak untuk dlakukan.


3. Internal Rate of Return (IRR) dari proyek ini sebesar 67,613%, lebih tinggi dari tingkat

suku bunga yang diperkirakan akan berlaku pada tahun-tahun mendatang.


4. Profitabilitas Indeks (PI) sebesar 2,43, melebihi angka 1,00 sehingga proyek ini layak

untuk dijalankan. Demikianlah kesimpulan yang dapat ditarik dari kelayakan usaha Roti Canai BeTePe.

17