Anda di halaman 1dari 13

UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER MANAJEMEN KELAS EKSEKUTIF ANGKATAN IX Dosen : Prof. Dr. Ir.

r. Rudy C. Tarumingkeng

TEKNIK MOTIVASI KARYAWAN UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PERUSAHAAN


Oleh : Edward Chandra Rudi Susanto Rahardjo Mohran Hakim

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Pengertian Motivasi


Untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh perusahaan, setiap individu baik manajer ataupun karyawan harus mempunyai semangat dan motivasi kuat. Motivasi secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu dorongan atau keinginan yang kuat untuk menyelesaikan tugas dengan baik, berhasil, memuaskan, dan tampil dengan baik. Keinginan yang kuat ini didapatkan dengan berbagai cara untuk mencapai keberhasilan melalui: 1. Setiap karyawan dipastikan telah terpenuhi kebutuhan dasarnya meliputi gaji, tunjangan, dan keamanan kerja. 2. Mengembangkan suasana kerja yang mampu memberikan kesempatan untuk pengembangan baik kemampuan maupun kepribadian untuk memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi. Apabila hal-hal ini terpenuhi, maka karyawan memiliki kecenderungan semangat kerja tinggi.

halaman dari 13

Oleh : Mohran Hakim Edward Chandra Donald Agus Sardjono Rudi Susanto Rahardjo

UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER MANAJEMEN KELAS EKSEKUTIF ANGKATAN IX Dosen : Prof. Dr. Ir. Rudy C. Tarumingkeng

Menurut teori Maslow, pada dasarnya manusia termotivasi oleh tingkat kebutuhan yang berbeda-beda dan tingkat kebutuhan yang lebih rendah harus terpenuhi sebelum memenuhi tingkat kebutuhan yang lebih tinggi. Lima tingkat kebutuhan menurut Hierarki Maslow dari yang paling rendah ke yang paling tinggi : 1. Kebutuhan biologis dan fisik dasar. Korelasi dengan pekerjaan adalah gaji yang merupakan alat untuk memenuhi kebutuhan dasar akan rasa lapar, haus, dll. 2. Kebutuhan akan keselamatan dan keamanan. Karyawan mendapatkan jaminan keselamatan dan keamanan saat melakukan aktivitas pekerjaannya, misalnya melalui keikutsertaan dari asuransi. 3. Pergaulan dan kegiatan social. Karyawan merasa diterima kehadirannya dalam lingkungan kerjanya. 4. Menikmati harga diri dan status. Karyawan cenderung menginginkan status, penghargaan, rasa hormat, dan pengakuan atas keberhasilannya dalam menyelesaikan pekerjaannya. 5. Aktualisasi diri dan pemenuhan diri. Memotivasi orang lain itu sulit, kecuali motivator sudah termotivasi. Apabila karyawan semangat pergi bekerja, merasa gembira melakukan pekerjaannya, maka cenderung memiliki kinerja yang luar biasa

1.2.Perbedaan antara Pemuas Kerja dengan Pendorong Kerja


Manajemen tradisional berpendapat bahwa kebutuhan karyawan harus dipenuhi melalui pemenuhan tiga hal, yaitu : kenaikan gaji, kenaikan jabatan, dan keamanan kerja. Sejalan dengan berubahnya wacana berpikir, karyawan sekarang lebih menghargai pendorong motivasi kerja yang diarahkan dari dalam diri. Gaji dan fasilitas yang diberikan perusahaan berfungsi efektif dalam tahap perekrutan untuk menarik calon karyawan yang kualitas untuk bergabung dalam perusahaan. Akan tetapi cara ini tidak akan berhasil untuk pendorong motivasi jangka panjang. Gaji, tunjangan, kenaikan
halaman dari 13

Oleh : Mohran Hakim Edward Chandra Donald Agus Sardjono Rudi Susanto Rahardjo

UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER MANAJEMEN KELAS EKSEKUTIF ANGKATAN IX Dosen : Prof. Dr. Ir. Rudy C. Tarumingkeng

jabatan, lingkungan kerja, dan kebijakan perusahaan pada intinya hanya bagian pemuas kerja. Semuanya ini membuat karyawan tetap merasa puas dengan perusahaan, tetapi tidak menginspirasi karyawan untuk memberi lebih kreatif. Karyawan dapat termotivasi bila kebutuhan-kebutuhan dasar mereka terpenuhi bukan hanya sekedar untuk mempertahankan hidup, tetapi juga untuk mencapai perkembangan social dan spiritual.

1.3.Motivasi Dari Manager Yang Efektif


Manajer dapat meningkatkan motivasi karyawan dengan halhal sebagai berikut : 1. membuat pekerjaan karyawan tidak membosankan dan memperkenankan karyawan untuk memvariasi penyelesaian tugasnya, yang dilihat hasil akhir bukan prosesnya (asalkan tetap berazaskan efektif dan efisiensi) 2. perencanaan perusahaan harus benar-benar jelas, sehingga karyawan mengerti apa yang harus dituju dengan cara yang efektif dan efisien 3. adanya kebebasan yang bertanggung jawab dari setiap karyawan untuk menyelesaikan pekerjaannya. Sehingga karyawan tidak merasa diawasi, diperintah dan diawasi secara monoton dan formal dari manajemen 4. adanya kesempatan memperbaiki kesalahan yang diperbuat dengan meningkatkan teknik-tekniknya yang lebih efektif 5. menanamkan karyawan untuk memandang pekerjaan merupakan integral dari seluruh perusahaan 6. adanya feedback dari manajer kepada karyawannya. Pujian perlu diberikan kepada karyawan yang memang benar-benar berprestasi, dan kritikan yang diberikan tidak didepan orang lain. Untuk dapat menentukan seberapa termotivasinya karyawan, maka amatilah seberapa hebat Manajer memotivasi karyawannya. Kemampuan manajer yang termotivasi dapat diamati melalui : 1. adanya komitmen menyeluruh terhadap pekerjaannya
halaman dari 13

Oleh : Mohran Hakim Edward Chandra Donald Agus Sardjono Rudi Susanto Rahardjo

UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER MANAJEMEN KELAS EKSEKUTIF ANGKATAN IX Dosen : Prof. Dr. Ir. Rudy C. Tarumingkeng

2. merekrut karyawan yang berkualitas dan menghargai bakat karyawan, tanpa membanding-bandingkan dengan karyawan lainnya 3. membantu karyawan untuk menemukan kemampuannya sendiri untuk dikembangkan dan dihargai 4. tidak mengabaikan kelemahan dan terlalu sibuk memikirkannya 5. berani memikul tekanan dan tidak mengelakkan tanggung jawab serta memikirkan cara terbaik untuk mengahadapi setiap situasi 6. dalam menghadapi masalah berusaha mencari penyelesaiannya bukan mencari salahnya 7. membudayakan kejujuran, kepercayaan, dan tidak berbelit-belit 8. memimpin dengan keteladanan perbuatan bukan hanya lewat perkataan.

BAB II TEKNIK MEMOTIVASI KERJA


2.1.Meningkatkan Kinerja dengan Motivasi Melalui Tim Work 2.1.1.Fungsi Utama Tim Work
Dalam memecahkan permasalahan yang ada akan lebih efektif apabila dikerjakan dengan tim. Pembinaan tim adalah sarana motivasi efektif yang menciptakan identitas perusahaan. Dalam menerapkan tim work perlu memperhatikan hal-hal berikut: 1. Mengenal medan permasalahan. Bertujuan untuk memenangkan pertandingan. Dengan mengenal medan maka dalam tim work akan menyadari kekuatan dan kelemahan tim dan competitor. Sehingga dengan analisa, maka tim akan memaksimalkan kekuatan yang ada untuk melawan competitor

halaman dari 13

Oleh : Mohran Hakim Edward Chandra Donald Agus Sardjono Rudi Susanto Rahardjo

UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER MANAJEMEN KELAS EKSEKUTIF ANGKATAN IX Dosen : Prof. Dr. Ir. Rudy C. Tarumingkeng

2.

Mengenal aturan dan berkompetisi berdasarkan aturan tersebut. Karyawan dalam tim tidak membatasi diri hanya mempelajari aturanaturan yang berlaku untuk tugasnya, tetapi mempelajari secara keseluruhan tugas dalam kelompok kerjanya dan juga aturan khusus untuk masing-masing posisi

3.

Kenali posisi tugas dan tanggung jawab untuk mengaplikasikan pekerjaan. Karyawan mengetahui bagaimana tugas-tugasnya sesuai dengan seluruh kerja tim tersebut. Bila termotivasi dengan baik, akan muncul dengan kemampuan terbaiknya.

4.

Dibutuhkan warna yang berbeda untuk membentuk suatu tim work untuk saling melengkapi. Dengan menyadari warna perbedaan yang ada, masing-masing anggota tim work harus menyesuaikan diri satu sama lain

5.

Jangan mempertanyakan keutusan Manajer. Setiap tim membutuhkan pimpinan yang mampu mengambil keputusan atas alternative keputusan yang ada

6.

Belajar dari kekalahan dan memperlakukan kegagalan sebagai suatu kekuatan yang menyemangati Dalam tim work yang sukses akan mengemban beberapa fungsi

utama diantaranya: 1. Pemprosesan Informasi, makin banyak informasi yang ada untuk masukan dalam menentukan keputusan 2. Mengembangkan inovasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan 3. Memiliki kemampuan untuk meyakinkan dan mempengaruhi 4. Melakukan strukturisasi sehingga karyawan mengetahui tugas tanggung jawabnya dan waktu yang harus ditepati untuk menyelesaikannya 5. Mengkoordinasikan tim work untuk saling bekerjasama 6. Mencapai hasil 7. Melakukan evaluasi yang integrasi dan adanya standarisasi yang jelas untuk mempertahankan proses kerja yang efektif Ada beberapa startegi dasar yang membantu dalam membina tim : menentukan tujuan, menciptakan strategi untuk mencapai tujuan, 5 halaman dari 13
Oleh : Mohran Hakim Edward Chandra Donald Agus Sardjono Rudi Susanto Rahardjo

UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER MANAJEMEN KELAS EKSEKUTIF ANGKATAN IX Dosen : Prof. Dr. Ir. Rudy C. Tarumingkeng

memotivasi tim untuk mengerjakan , dan mempersiapkan diri mengatasi hambatan yang dijumpai. Penentuan tujuan merupakan unsure kunci pertama dalam pembinaan tim. Dalam tim work harus memperlihatkan kepada anggota tim bahwa keterlibatan setiap individu sangat penting. Mengenal setiap individu yang terlibat untuk mencapai keberhasilan tim untuk memenuhi tujuan perusahaan. Memberikan kesempatan untuk mengungkapkan pikiran, gagasan, dan pendapat sangat memperkuat tim work. Dan dorongan untuk memberikan feedback satu sama lain. Untuk mempertahankan tim work diperlukan beberapa cara dalam sistim manajemen, yaitu: 1. tentukan peran. Adalah langkah awal dalam trim work, hal ini untuk menghindari perebutan kekuasaan, 2. menyusun perencanaan dan mampu melahirkan identitas diri melalui kebersamaan, 3. bersedia memindahkan posisi untuk saling melengkapi, kombinasi antara perencana dengan pelaksana adalah komposisi yang paling tepat dalam tim work, 4. memberikan kesempatan untuk meluaskan keahlian karyawan dalam tim, 5. mendorong untuk memperluas jaringan dan memperkuat konsep tim

2.2.Meningkatkan Kinerja dengan Motivasi Melalui Pendelegasian 2.2.1.Hal-hal Yang Dilakukan Dalam Pendelegasian
Untuk meningkatkan kerjasama dalam tim delegasi tugas adalah salah satu cara yang dapat dilakukan oleh manajer kepada karyawan. Dengan pendelegasian akan memberikan keuntungan bagi manajer dan karyawan mengingat: memberikan waktu kepada manajer untuk menjadi pemimpin yang efektif; memberikan kesempatan pada karyawan untuk otonomi dan tanggung jawab lebih besar; meningkatkan kerjasama tim antara

halaman dari 13

Oleh : Mohran Hakim Edward Chandra Donald Agus Sardjono Rudi Susanto Rahardjo

UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER MANAJEMEN KELAS EKSEKUTIF ANGKATAN IX Dosen : Prof. Dr. Ir. Rudy C. Tarumingkeng

manajemen dan karyawan dengan menciptakan suasana rasa percaya yang terbuka. Pendelegasian yang efektif adalah manajemen mendelegasikan dengan menghilangkan segala rintangan sehingga karyawan lebih leluasa melakukan pekerjaannya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pendelegasian: menggunakan wewenang untuk mendelegasikan, mendelegasikan wewenang perlu bila manajer mendelegasikan tanggung jawab, melihat kemampuan karyawan yang diberi delegasi, ditetapkan dengan jelas tanggung jawab yang didelegasikan, memastikan pekerjaan tersebut selesai, adanya pedoman yang jelas dan spesifik hingga karyawan nyaman bertindak sendiri, mendukung karyawan yang didelegasi, tegaskan dan jelaskan keputusan yang bisa diambil karyawan, pusatkan pada hasil bukan proses, jelaskan date line yang telah ditetapkan, kenali bakat masing-masing karyawan, kenalkan karyawan pada pekerjaannya.

2.2.2. Metode Pendelegasian


Pendelegasian yang efektif memerlukan komunikasi yang rinci dan jelas yang meliputi permasalah yang biasa muncul dan prioritas tugas spesifik tersebut. Pendelegasian yang benar tidak hanya meminta karyawan menyelesaikan tugas, tetapi memberikan wewenang untuk menyelesaikan tugas yang ada. Pendelegasian tanpa pemberian wewenang menyebabkan motivasi karyawan menurun. Metode yang dapat diterima untuk memeriksa kemajuan karyawan juga harus diciptakan yang meliputi proses tiga tahapan meliputi : 1. Tentukan jenis pekerjaan yang akan didelegasikan 2. Identifikasi hasil-hasil yang ingin dicapai, perlunya penjelasan perihal harapan yang ingin dipenuhi 3. Berikan tanggung jawab dan pemahaman tentang tugas dan tanggung jawabnya

halaman dari 13

Oleh : Mohran Hakim Edward Chandra Donald Agus Sardjono Rudi Susanto Rahardjo

UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER MANAJEMEN KELAS EKSEKUTIF ANGKATAN IX Dosen : Prof. Dr. Ir. Rudy C. Tarumingkeng

4. Berikan wewenang dan dukungan apabila karyawan menemukan kesulitan. Meminta komitmen dan persetujuan dari karyawan yang diberi delegasi tugas.

2.3.Meningkatkan Kinerja Dengan Motivasi Melalui Komunikasi 2.3.1.Berkomunikasi Dengan Efektif


Untuk berkomunikasi dengan baik tergantung pada gaya verbal dan visual yang disampaikan. Beberapa teknik yang akan meningkatkan kemampuan karyawan untuk berkomunikasi secara efektif : 1. Menggunakan metafora dan analogi untuk menyampaikan tujuan. 2. Menggunakan alat peraga visual untuk menunjukkan arah, semakin spesifik semakin baik. Sesuatu yang abstrak dijadikan fakta dan melalui angka-angka akan cepat dimengerti, penggunaan table dan grafik sangat efektif. 3. Menciptakan iklim keterbukaan, menampung setiap pendapat dan mempertimbangkan usulan sangat efektif dalam berkomunikasi. 4. Membuat information center sangat efektif bagi seluruh karyawan untuk mengetahui informasi 5. Membuat jadwal meeting yang teratur dan berkala sangat efektif untuk meningkatkan komunikasi karyawan. 6. Menjadi pembangun kepercayaan diri dengan tetap mempertahankan tujuan yang ingin dicapai

2.3.2.Mendengarkan Dengan Baik


Membudayakan mendengarkan gagasan orang lain sangat penting. Sebagai seorang manajer yang baik dan memotivasi berarti telah mengembangkan dan memastikan komunikasi yang baik dengan karyawan. Menjadi pendengar yang empatik bisa digambarkan sebagai berikut: 1. Biarkan orang lain yang berbicara 2. Mengurangi dugaan, menasehati ataupun menafsirkan ketika orangsedang mengemukakan pendapat
halaman dari 13

Oleh : Mohran Hakim Edward Chandra Donald Agus Sardjono Rudi Susanto Rahardjo

UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER MANAJEMEN KELAS EKSEKUTIF ANGKATAN IX Dosen : Prof. Dr. Ir. Rudy C. Tarumingkeng

3. Memberikan informasi perihal masalah yang sedang dihadapi ketika karyawan membutuhkan feedback

2.4.Meningkatkan Kinerja Dengan Motivasi Melalui Penghargaan Dan Uang 2.4.1.Penghargaan Yang Efektif
Penghargaan yang umum diberikan kepada karyawan dari perusahaan adalah uang. Akan tetapi insentif uang sering dianggap sebagai pemuas kerja factor yang menarik calon pekerja ke perusahaan. Selain uang, penghargaan yang dapat diberikan kepada karyawan untuk meningkatkan motivasi adalah: 1. Adanya tujangan untuk berlibur bagi karyawan yang berprestasi 2. Adanya cuti panjang / cuti besar yang diberikan perusahaan kepada seluruh karyawannya 3. Keanggotaan dalam sebuah organisasi professional, club terkenal sehingga menambah wawasan karyawan 4. Mengikutisertakan dalam sebuah pelatihan untuk meningkatkan performance kerja karyawan

2.4.2.Pemotivasi melalui Insentif Uang


Pada dasarnya insentif uang adalah imbalan yang akan memotivasi karyawan mencapai tujuan-tujuan tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya. Insentif uang yang biasa digunakan adalah kenaikan gaji dan bonus yang dikelompokkan dalam tunjangan karyawan. Dalam mengambil kebijakan untuk menaikkan gaji ada beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya: 1. Mempertimbangkan dengan tepat untuk menetapkan kenaikan gaji tiap karyawan. Yang lazim digunakan dalam kenaikan gaji biasanya dihitung dengan presentasi. Pada saat menaikkan gaji, perusahaan harus menjelaskan besarnya kenaikan gaji tersebut berdasarkan atas rekomendasi dari perusahaan. Memberitahukan kondisi perusahaan sangat membantu karyawan untuk dapat menerima kenaikan gaji yang telah ditetapkan.
halaman dari 13

Oleh : Mohran Hakim Edward Chandra Donald Agus Sardjono Rudi Susanto Rahardjo

UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER MANAJEMEN KELAS EKSEKUTIF ANGKATAN IX Dosen : Prof. Dr. Ir. Rudy C. Tarumingkeng

2. Perusahaan harus memastikan bahwa kenaikan gaji tersebut sesuai dengan harapan yang dibuat dalam penilaian kerja. Bagi karyawan yang berprestasi, perusahaan harus menaikkan gaji lebih tinggi dibandingkan dengan karyawan pada umumnya. Karena tidak ada yang dapat memotivasi karyawan yang berkinerja tinggi untuk tetap terpacu selain penghargaan dan imbalan. Sedangkan bagi karyawan yang tidak berprestasi penghargaan yang diberikan oleh perusahaan cenderung lebih kecil dibandingkan dengan karyawan pada umumnya. Perusahaan yang tetap bersikap positif dan konstruktif akan memotivasi untuk memulihkan semangat kerja mereka. 3. Perusahaan menyesuaikan kenaikan gaji dengan kinerja dan memotivasi karyawan untuk memperbaiki kinerja pada tahun mendatang dengan menghargai hasil yang sudah karyawan kerjakan dengan baik. 4. Perusahaan saat memberikan bonus jangan secara otomatis, bonus akan kehilangan nilai jika dibagikan secara rutin. Sangat tepat bila diberikan sebagai imbalan untuk prestasi yang luar biasa. 5. Ketepatan waktu pemberian bonus juga harus diperhatikan oleh perusahaan, perusahaan jangan menunda pemberian bonus kepada karyawan pada saat karyawan telah berprestasi sangat gemilang.

BAB III MENGELOLA KINERJA


Sering dijumpai manajer tidak menyukai manajemen kinerja, dan tidak jarang berusaha untuk menghindarinya. Ini disebabkan karena kurangnya pemahaman terhadap manajemen kinerja. Manajer seperti ini sering berorientasi pada penilaian bukan pada perencanaan, berfokus pada komunikasi satu arah (perintah manajer pada karyawan) bukan dialog, cenderung menyalahkan bukan memecahkan permasalahan yang muncul, dan berfokus pada masa lalu bukan masa sekarang dan yang akan datang.
halaman dari 13

10

Oleh : Mohran Hakim Edward Chandra Donald Agus Sardjono Rudi Susanto Rahardjo

UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER MANAJEMEN KELAS EKSEKUTIF ANGKATAN IX Dosen : Prof. Dr. Ir. Rudy C. Tarumingkeng

Hal ini bagi perusahaan akan membuang waktu dan usaha serta tidak memperoleh manfaat yang dapat diberikan manajemen kinerja (bila dilakukan dengan tepat). Manajemen kinerja dapat diartikan suatu proses komunikasi yang terus menerus, dilakukan dalam kerangka kerjasama antara seorang karyawan dan atasan langsungnya, yang melibatkan penetapan pengharapan dan pengertian tentang hal-hal berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Fungsi kerja karyawan yang paling dasar (mendasar) Pekerjaan yang dilakukan karyawan tersebut memberikan kontribusi pada sasaran perusahaan Hasil nyata melakukan pekerjaan dengan baik dalam arti konkret Mengukur prestasi kerja Mampu melihat rintangan yang mengganggu kinerja dan bagaimana rintangan tersebut dapat diminimalkan / dihilangkan Adanya kerjasama karyawan dan manajer untuk meningkatkan kinerja karyawan.

BAB IV KESIMPULAN
Motivasi yang benar dan efektif akan berdampak positif pada kinerja suatu perusahaan. Motivasi selalu terjadi setiap hari. Cara yang paling efektif untuk memotivasi karyawan dengan menyampaikan rasa hormat manajer kepada karyawannya sebagai individu dan menyediakan lingkungan yang peduli sehingga karyawan merasa nyaman. Ada enam teknik memotivasi karyawan untuk meningkatkan kinerja perusahaan, melalui: 1. Manajer menunjukkan kepemimpinan. Dengan membiasakan berbuat lebih banyak (dengan melaksanakan komitmen) daripada banyak berkata-kata (hanya berteori tetapi tidak ada aplikasi) akan sangat efektif mendorong 11 halaman dari 13
Oleh : Mohran Hakim Edward Chandra Donald Agus Sardjono Rudi Susanto Rahardjo

UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER MANAJEMEN KELAS EKSEKUTIF ANGKATAN IX Dosen : Prof. Dr. Ir. Rudy C. Tarumingkeng

motivasi karyawan. Manajer memotivasi karyawan melalui 2 pendorong : pendorong motivasi eksternal melalui insentif uang atau imbalan karena telah mengerjakan pekerjaan jagka pendek dengan baik; semangat dan harga diri. 2. Pembinaan tim work. Manajer yang baik membangun tim yang kuat. Permainan dalam suatu tim akan mengajarkan kepada karyawan untuk mengubah imbalan individu bagi kebaikan tim. Pengalaman belajar bermain berdasarkan aturan-aturan dan tampil dengan dalam posisi yang memanfaatkan kekuatan-kekuatan karyawan. Dari sini akan belajar menang dengan bersahaja dan kalah dengan lapang dada. Manajer yang efektif akan mnetapkan tujuan, menyampaikan startegi dengan jelas, dan menciptakan identitas tim yang kuat. 3. Pendelegasian. Dalam mendelegasikan manajer harus tahu apa yang akan didelegasikan dan kapan harus mendelegasikan, idealnya saat mendelegasikan manajer juga harus memberikan wewenang kepada karyawan yang menerima delegasi. 4. Komunikasi. Komunikasi yang dapat memotivasi karyawan adalah komunikasi yang dapat dipercaya. Motivasi yang efektif melalui komunikasi adalah tidak pelit memberikan informasi. Memberikan karyawan feedback tentang keputusan-keputusan perusahaan. Berkomunikasi dengan menekankan penghargaan atas sumbangansumbangan positif karyawan, dan sedapat mungkin menghindari terlalu banyak kritik. 5. Penghargaan. Penghargaan merupakan jenis imbalan yang paling manjur karena merangsang pendorong motivasi internal, yaitu harga diri karyawan. Penghargaan menyampaikan apresiasi dari eprusahaan dan manajer karyawan. Penghargaan dapat membangun loyalitas karena menghormati karyawan sebagai asset perusahaan yang bernilai. pendorong motivasi internal melalui kata-kata penghargaan yang membangun

halaman dari 13

12

Oleh : Mohran Hakim Edward Chandra Donald Agus Sardjono Rudi Susanto Rahardjo

UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER MANAJEMEN KELAS EKSEKUTIF ANGKATAN IX Dosen : Prof. Dr. Ir. Rudy C. Tarumingkeng

6. Insentif uang. Pemotivator yang lazim digunakan, bila digunakan secara efisien akan membantu perusahaan mencapai tujuan jangka pendek dengan menaikkan kinerja / produktivitas.

DAFTAR PUSTAKA

National Press Publications. Peak Performers Bagaimana meraih yang terbaik dari diri sendiri, rekan kerja, dan staff Anda. PT. Elex Media Computindo.2004 Robert Bacal. How to manage performance: 24 Poin Penting untuk meningkatkan Kinerja. PT. Bhuana Ilmu Populer Kelompok Gramedia. Cetakan 2. 2005

halaman dari 13

13

Oleh : Mohran Hakim Edward Chandra Donald Agus Sardjono Rudi Susanto Rahardjo