Anda di halaman 1dari 5

Keadaan dimana ibu merasa sedih berkaitan dengan bayinya disebut baby blues.

Penyebabnya antara lain: perubahan perasaan saat hamil, perubahan fisik dan emosional. Perubahan yang ibu alami akan kembali secara perlahan setelah beradaptasi dengan peran barunya. Gejala baby blues antara lain: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Menangis Perubahan perasaan Cemas Kesepian Khawatir dengan bayinya Penurunan libido Kurang percaya diri

Hal-hal yang disarankan pada ibu adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. Minta bantuan suami atau keluarga jika ibu ingin istirahat Beritahu suami tentang apa yang dirasakan oleh ibu Buang rasa cemas dan khawatir akan kemampuan merawat bayi Meluangkan waktu dan cari hiburan untuk diri sendiri

Ibu merasakan kesedihan karena kebebasan, otonomi, interaksi sosial, kurang kemandirian. Hal ini akan mengakibatkan depresi pasca persalinan (depresi post partum). Depresi masa nifas merupakan gangguan afeksi yang sering terjadi pada masa nifas, dan tampak dalam minggu pertama pasca persalinan. Insiden depresi post partum sekitar 10-15 persen. Post partum blues disebut juga maternity blues atau sindrom ibu baru. Keadaan ini merupakan hal yang serius, sehingga ibu memerlukan dukungan dan banyak istirahat. Adapun gejala dari depresi post partum adalah: 1. Sering menangis 2. Sulit tidur 3. Nafsu makan hilang 4. Gelisah 5. Perasaan tidak berdaya atau hilang kontrol 6. Cemas atau kurang perhatian pada bayi 7. Tidak menyukai atau takut menyentuh bayi 8. Pikiran menakutkan mengenai bayi 9. Kurang perhatian terhadap penampilan dirinya sendiri 10. Perasaan bersalah dan putus harapan (hopeless) 11. Penurunan atau peningkatan berat badan 12. Gejala fisik, seperti sulit bernafas atau perasaan berdebar-debar Beberapa faktor predisposisi terjadinya depresi post partum adalah sebagai berikut: 1. Perubahan hormonal yang cepat (yaitu hormon prolaktin, steroid, progesteron dan estrogen)

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Masalah medis dalam kehamilan (PIH, diabetus melitus, disfungsi tiroid) Karakter pribadi (harga diri, ketidakdewasaan) Marital dysfunction atau ketidakmampuan membina hubungan dengan orang lain Riwayat depresi, penyakit mental dan alkoholik Unwanted pregnancy Terisolasi Kelemahan, gangguan tidur, ketakutan terhadap masalah keuangan keluarga, kelahiran anak dengan kecacatan/penyakit

Jika ibu mengalami gejala-gejala di atas, maka segeralah memberitahu suami, bidan atau dokter. Penyakit ini dapat disembuhkan dengan obat-obatan atau konsultasi dengan psikiater. Perawatan di rumah sakit akan diperlukan apabila ibu mengalami depresi berkepanjangan. Beberapa intervensi yang dapat membantu ibu terhindar dari depresi post partum antara lain: 1. Pelajari diri sendiri 2. Tidur dan makan yang cukup 3. Olahraga 4. Hindari perubahan hidup sebelum atau sesudah melahirkan 5. Beritahukan perasaan Anda 6. Dukungan keluarga dan orang lain 7. Persiapan diri yang baik 8. Lakukan pekerjaan rumah tangga 9. Dukungan emosional 10. Dukungan kelompok depresi post partum 11. Bersikap tulus ikhlas dalam menerima peran barunya DEPRESI BERAT Depresi berat disebut juga dengan sindrom depresif non psikotik pada kehamilan sampai beberapa minggu/bulan setelah kelahiran. Gejala-gejala depresi berat antara lain: 1. 2. 3. 4. Perubahan mood Gangguan tidur dan pola makan Perubahan mental dan libido Pobhia, ketakutan menyakiti diri sendiri atau bayinya

Penatalaksanaan depresi berat adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. Dukungan keluarga dan sekitar Terapi psikologis Kolaborasi dengan dokter Perawatan rumah sakit Hindari rooming in dengan bayinya

PSIKOSIS POST PARTUM Insiden psikosis post partum sekitar 1-2 per 1000 kelahiran. Rekurensi dalam masa kehamilan 20-30 persen. Gejala psikosis post partum muncul beberapa hari sampai 4-6 minggu post partum. Faktor penyebab psikosis post partum antara lain: 1. Riwayat keluarga penderita psikiatri 2. Riwayat ibu menderita psikiatri 3. Masalah keluarga dan perkawinan Gejala psikosis post partum sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. Gaya bicara keras Menarik diri dari pergaulan Cepat marah Gangguan tidur

Penatalaksanaan psikosis post partum adalah: 1. Pemberian anti depresan 2. Berhenti menyusui 3. Perawatan di rumah sakit Referensi Ambarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia. (hlm: 87-96). Irhami. 2010. Proses Adaptasi Psikologis Ibu Masa Nifas. zikramyblog.blogspot.com/2010/06/zikra-proses-adaptasi-psikologis-ibu.html Diunduh 19 Oktober 2010 Pukul 08.55 PM Saleha, 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika (hlm: 63-69). Suherni, 2007. Perawatan Masa Nifas. Yogyakarta: Fitramaya. (hlm: 85-100). The_wie. 2009. Proses Adaptasi Psikologis Ibu Dalam Masa Nifas. the2w.blogspot.com/2009/10/proses-adaptasi-psikologis-ibu-dalam.html Diunduh 19 Oktober 2010 Pukul 08.55 PM
http://www.lusa.web.id/post-partum-blues/

Dokter Sehat - Baby Blue Sindrom / Baby Blues Syndrome, atau sering juga disebut Postpartum Distress Syndrome adalah perasaan sedih dan gundah yang dialami antibiotics oleh sekitar 5080% wanita setelah melahirkan bayinya. Aneh memang perasaan senang menanti-nanti kelahiran sang buah hati, ternyata pada sebagian ibu bisa berubah menjadi depresi, setelah proses kelahiran bayi. Baby Blues Syndrome masih tergolong ringan dan biasanya berlangsung hingga 2 minggu. Jika Anda mengalaminya lebih dari 2 minggu, bisa jadi itu adalah Postpartum Depression dan sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter Anda

Beberapa Gejala Kasus Baby Blues Syndrome: 1. Menangis tanpa sebab yang jelas 2. Mudah kesal 3. Lelah 4. Cemas 5. Tidak sabaran 6. Enggan memperhatikan si bayi 7. Tidak percaya diri 8. Sulit beristirahat dengan tenang 9. Mudah tersinggung Jika setelah melahirkan Anda mengalami berbagai kondisi dan perasaan di atas, maka besar kemungkinan Anda sedang dilanda Baby Blues Syndrome Apa Beda Baby Blues Syndrome dengan Postpartum Depression? Perbedaan keduanya terletak pada frekuensi, intensitas, serta durasi berlangsungnya gejala-gejala di atas. Pada Postpartum Depression, Anda akan merasakan berbagai gejala tersebut lebih sering, lebih hebat, serta lebih lama. Bagaimana cara membedakannya? Sebenarnya caranya mudah. Salah satunya adalah dengan memperhatikan pola tidur si ibu. Jika ketika ada orang lain menjaga bayi, si ibu bisa tertidur, maka besar kemungkinan si ibu hanya menderita Baby Blues Syndrome (BBS). Namun jika si ibu sangat sulit tertidur walaupun bayinya dijaga oleh orang lain, maka mungkin tingkat depresinya sudah termasuk ke dalam Postpartum Depression (PPD). Beberapa Gejala Postpartum Depression: 1. Cepat marah 2. Bingung 3. Mudah panik 4. Merasa putus asa 5. Perubahan pola makan dan tidur 6. Ada perasaan takut bisa menyakiti bayinya 7. Ada perasaan khawatir tidak bisa merawat bayinya dengan baik 8. Timbul perasaan bahwa ia tidak bisa menjadi ibu yang baik PPD bisa berlangsung hingga 1 tahun setelah kelahiran bayi Pada kasus PPD akut, si ibu bisa saja bunuh diri atau menyakiti bayinya sendiri Apa Penyebab PPD?

Walaupun hingga artikel ini ditulis tidak ada yang tahu pasti penyebab timbulnya PPD, namun berbagai faktor berikut sepertinya sangat berpengaruh: 1. Perubahan hormon si ibu 2. Tekanan menjadi ibu baru 3. Ada sejarah keluarga terkait dengan depresi 4. Kurangnya bantuan ketika melahirkan 5. Merasa terisolasi 6. Kelelahan

Berikut beberapa tips yang berkaitan dengan baby blue syndrome sebelum proses melahirkan : 1. Meminta bantuan dan dukungan keluarga besar sebelum melahirkan. 2. Sang ibu harus banyak membaca tentang pengetahuan perawatan bayi. 3. Siapkan mental sang ibu dengan sharing, memperbanyak pengetahuan medis dan memperbanyak ibadah. Pengobatan Baby Blue Syndrome Setelah proses melahirkan dan didapati sang ibu mengealami gejala baby blue syndrome, maka beberapa tips berikut dapat dilakukan untuk mengatasi masalah baby blue syndrome pada ibu muda. 1. Meminta bantuan keluarga besar untuk mengurus sang bayi. 2. Banyak tidur untuk sang ibu. 3. Sang ibu harus sharing kesulitan dan masalah pada suami atau keluarga. 4. Memanfaatkan waktu untuk relaksasi. 5. Jangan lupa makan dan perhatikan pola gizi yang masuk. referensi: bundagaul.com, tipsbayi.com & berbagai sumber lain Rating: 9.7/10 (7 votes cast) Rating: +13 (from 13 votes)

Read more: http://doktersehat.com/informasi-baby-blue-sindrom/#ixzz1Zs1GkaA7


http://doktersehat.com/informasi-baby-blue-sindrom/