Anda di halaman 1dari 150

H5NI4

Standar Nasional Indonesia

Perencanaan strukturbetonuntukjembatan

Badan standardisasi Nasional BrSN

DAFTARISI
Daftarlsi Daftar tabel Daftar Gambar Daftar Notasi Prakata 1. 2. 3. 4, RUANG LINGKUP ACUANNORMATIF DEFINISI DANISTILAH SYAMT UMUMPERENCANMN STRUKTUR BETON 4.1. Umur jembatan rencana 4.2. Satuan yangdigunakan 4.3. Prinsip umumperencanaan 4.3.1. Dasar umumperencanaan 4.3.2.Asumsi anggapan dan perencanaan 4.3.3. perencanaan berdasarkan bebandan kekuatan (pBKT) terfaktor 4.3.4. perencanaan berdasarkan (pBL) batas layan 4.3.5. Metode analisis 4.3.6. Metode perencanaan khusus 4.4. Sifatdan karakteristik matenal 4.4.1. Beton 4.4.1.i. Kekuatan nominal 4.4..1.2. Tegangan ijin 4.4.1.3. jenis Massa 4.4.1.4.Lengkung tegangan-regangan 4.4.1.S. Modulus elastisitas 4.4..1.6. Angkapoisson 4.4.1.7. Koelisien muaipanas 4.4.1.8. Susut beton 4.4.i.9. Rangkak padabeton 4.4.1.10. Kriteria penerimaan kekuatan beton 4.4.2. Bajatulangannon_prategang 4.4.2.1. Kekuatan nominal 4.4.2.2.Tegangan it[], _ 3. Lengkung tegangan regangan 1.1.? 4.4.2.4. Modulus elastisitas 4.4.2.S. Koeftsien panas muai 4.43 Bajatutangan prategang 4.4.3.1. Kekuatan nominal 4.4.3.2. Tegangan ijrn 4.4.3.3.Modrrlus elastisitas 4.4.3.4.Lengkung _ tegangan regangan 4.4.3.5.Relaksasi bajaprategang 4.5. Faktorbebandanfaktorreduksi kekuata; 4.5.1. Faktor beban kombinasi dan pembebanan 4.5.2. Faktorreduksi kekuatan 45.3. Kekuatan rencana penampang struktur beton 4.o. Korost padastruktur belon 4.6.1. Korosi padabeton
I

x xa
xtl XXiiJ

1 1 2 8 8 8 8 I 8 I I '10 10 11 11 11 11 12 12 13 13 15 17 18 1B 18 18 19 1S 19 '19 19 19 20 20 20 20 20 20 20 20

, r : : 4.o.

4.6.2. Perencanaanntukkeawetan u jangkapanjang 4.6.2.1.persyaratanstrukturklas]fikasitidafterlindunq 20 21 . 4.6.2.2. persyaratan kekuatan betonuntukabrasi 22 r.ersyaratan bataskadarkimia , ^ J. Hersyaratan 22 a.o ^ *l:!.". selimut beton 2g karatuntuktendonprategang tanpalekatan 25 t^U-1_.1:1"Orl-n"" lerhadap r-enggunaan aditifsebagai bahantambahan paaacaniurin Oelon za Komponen betontidakbertulang 27 4.8.1. penggunaan 4.8.2. perencanaan ;: penampang . ^ - j:8.2.2. Sifat_sifat 4.8.3. Kektlatanlentur 4.8.4. Kekualan ges* 4.8.4.1. Aksisatu arah 4.8.4.2. Aksidua arah 4.8.5. Kekuatan terhadap gayaaksialteka^ 4.6.b. Kekuatan terhadap kombinasi lentur tekan dan

prinsip 4.8.2.1. dasa,

ii
27 ;; -, ;: ;i 28

5.

PEREN-CANAAN KEKUATAN STRUKIURBETONBERTULANG r-erencanaan kekuaian balokterhadap lentur 5.1.1. Kondisi batasperencaaan berdasarkan bebandan kekuatan terfakto(pBKT) 5.1.1. Asumsi i. perencanaan 5.1.1.2.Fakto(reduksi kekuatan 5.1.1.3. Kekuatan rencana dalam lentur 5.1.1.4. Kekuatan minimum 5.1.1.5. Syarat tulanqan minimum 5.'1. Syarat 1.6. tulangan maksimum 5.1.1.7. Jarak tutanqan 5.1.1.8. Detait tulangan lentur _ perencanaan kekuatan balokterhadap geser c.z. r. nehuatan geser rencana padabalok c.z.z. yenamgano taDered 5.2.3.Gayageseimaksimum dekat tumpuan c .z..r. nual geseryangdisumbangkan beton oleh t.z.r. syarat-syafat tu,angan geser c.z.o. nual geseryangdisumbangkan tulangan oleh geser c.2.,/. lutangan geser minimum 5.2.8. ceser friksi 5.2.9.Tulangangantunq 5.2.10. Detail tulangan g;ser 5.2.10.1. Jenis tulangan qeser 5.2. 0.2. t Jarak antar tula;oan

29 29 29 30 30 30 30

32
o5

34

dari rutangan geser l:l"lbengkokan 5 . 3 . Ferencanaan kekualan balokterhadap "^.^-^13^19 lenturdan aksial
c..r. Asumsi r. perencanaan 5.3.2. Faktorreduksi kekuatan 5.3.3. Prinsip perencanaan 5.3.4.Efekketangsingan r-erencaan kekuatan balokterhadap geserdan puntir c.z+. Henggunaan r. 5.4.2. Metode perencanaan 5.4.3. Redistribusi ountir 5.4.4. Kekuatan puntirbalok

u]uns

36 37

5.4.

37 3B 3B 3B 38 38 38

5.5.

5.6.

5.7.

5.8.

5.4.5. Syarattulangan puntir 38 5.4.5.1. Tulangan puntir memanjang 39 5.4.5.2. Tulangan puntir mtntmum 39 5.4.5.3. Detailtulanqan uunur 39 Perencanaan pelatlantaike;daraan lerhadap lentur 40 5 . 5 . 1 .U m u m 40 5.5.2. Tebat minimum petat tantai 40 5.5.3.Tulanganminimum 41 5.5.4. Penyebaran tulangan untukpelatlantai 41 5.5.5. Pengaku bagian tepi 41 pengaku 5.5.5.1. arahmemanjang 41 5.5.5.2.Pengaku arahmelintang _ 41 Perencanaan lantaiterhadap pelat geser 42 5 . 6 . 1 .U m u m 5.6.2. Kekuatan geserultimit padapelatlantai ;; 5.6.3. Luasminimum darisengkang tertutup 44 5.6.4. Detail tulangan geser 44 Perencanaan komponen struktur tekan 44 5.7.'1.Umum 4a 5.7.2. Metode perencanaan 4a 5.7.3. Momen lentur minihum 4/! 5.7.4. Prosedur perencanaan aa 5.7.4.'1. Perencanaan dengan menggunakan analisis elastis linier 45 c.t.4..2.rerencanaan dengan memperhitungkan momensekunder 45 Ferencanaan ctengan menggunakan yangteliti 45 analisis - - - 1r.*.r. c./.c. perencanaan kotom pendek 45 5.7.6. Pe_rencanaan. iangsing kolom 46 c./.o.t. Hemoesaran momen untuk kolom bergoyang tak 46 5.7.6.2.Pembesaran momen untukkolombergoyini, 47 5.7.6.3. Beban tekuk 4a 5:76.4. Syarat ketangsingan - __ 4a c./. /. Kekuatan kolom dalam kombinasi lenturdan tekan 49 5.7.7.1. perencanaan Asumsj 49 5.7.7.2.Percncanaan berdasarkan padamasing_masing momenlentursecara terpisah 49 5.7.7.3.Perencanaan lenturbiaksial tekan dan 50 5.7.8. Persyaratan tulangan untukkolom 50 5.7.8.1. Tutangan memanjang b0 pengekangan 5.7.8.2. tutang;n memanjanS ;i c./.6.J. Hengekangan lateral 51 5.7.8.4.Ukun danjarakantarasengkang spiral dan 51 5.7.8.5. Pendetaitan sengkang sairat dan 52 c.,f.d.o. r.enyambungan tulangan memanjang 52 ^ Ferencanaan drnctrng 52 5.8.1. Penerapan s2 5.8.2. Prosedur perencanaan 52 5.8.2.1. mum U otDebanr horisontaltegak dinding lurus 5.8.2.5.Dinding dibebani gayavertikaasebidang giya dan Horisontattegak dinding lurus Dinding merupakan bagian struktur d;ri portat -^^ pengaku c.o.r. l82q / pengikat dinding 5.8.4. [,4etode perencanaan dise;erhanakan untukdinding terikatyang menerima hanyagayavertikal 5.8.4.1. Eksentrisitas beban vertikal

verrikatdan horisontai sebidang 53 ::: j :f9ry qlpebanigaya o.o.2.4. utnotng


53 53 ;; 53 b3 ii

dibebanisaya sebidans vertikat :9 ? ? Plnqlns

Z3

5.8 4.2. perbandingan tinggiefektifmaksimum denganketebalan 5.8.4.3. Tingsi efeklif Kekuatan aksiat rencana daridindinq _ _ _ 5.8.4.4. 5.8.5. Perencanaan dinOing untut< gayahorironi"ii""niOang c.d.5.1. Lentur bidano penampang untuk 5.8.5.2. iritis geser c.o.c.J.Kekuatan qeser 5.8.S.4. Kekuatan geser dinding tanpa tulanqan oeser 55 c.d.c.5. sumbanqan kekuatan geser dinding olei tulangan geser 5.8.6. persyaratan iulan-gan unrux ornorng 5.8.6.1. Tutangan minimum 56 5.8.6.2. Tulangan horisontal untuk pengendalian retak 56 5.8.6.3. Jarak antar tulanqan 56 pengekangan 5.8.6.4. tul;ngan vertikal ^ o.Y. t erencanaan korbel 56 5.9.1. Peneraoan 56 5.9 2 FaktorfaktorJangperlu. dipertimbangkan dalamperencanaan c.Y.z.1. nggimuka luar sisi 5.9.2.2.Aksipadakorbel 5.9.3. Prosedur perencanaan 5 . 9 . 3 . 1U m u m . penampanq 5.9.3.2. kritis 5.9.3.3.Kebutuhanuhngantotat i 5.9.4. persyaratan tulanqan 58 5.9.4.1. Tulangariminimum 58 5.9.4.2. Sengkang tertutup 58 5.9.4.3.pengangkuran tulangan tarikutama c. ru. r,erencanaan berdasarkan bataslay;n (pBL) 58 5.'l Asumsi perencanaan 0.'1. 5.10.2. Tegangan dasar iin 59 5.10.3. Kekuatan rencana ddlamlentur 59 6. PERENCANMN KEKUATAN STRUKTUR BETONPMTEGANG 6.1 Umum 6.2 Persyaratanmaterial 6.2.1 Selonqsono 6.2.2 AnokLir pe;yambuno 6.2.3 (couoler) 6.3 Tendonbajaprateqanq 6.3.1 mum U 6.3.2Kuattaik bajaprategang 6.3.3Kuarlelehbaja prate-gang 6.3.4 Modulus elastisitas 6.3.5 Lengkung _ tegangan regangan o_.J.b Ketaksasi bajaprategang - , o.4 nen angangayaprateqano 6.4.1 gesekan Akibat 6.4.2Akibatperpendekan elastisbeton susut padabeton o.a.cKen anganakibatrangkak padabeton o zr.o^enrtangan akibatrelaksasi bajaprategang 6 4 7 Kehitangan pengaruh akibat tajn ^o.c tvtelooeperencanaan 6.6 Te-gangan diijinkan yang padaperencanaan BatasLayan(pBL) 6.6 1 Tendon 60 60 60 60 60 60 60 60 61 61 61 61 61 61 61 62 62 63 63 63 64 64 64

akibat o.atesans iiippensakuran ! j f ,f9!jlansan o.4.4 Kehitangan akibat

6.6.2Beton 6.6.2.'lTegangan padasaattransfer sementara 6.6.2.2Tegangan padabebanlayansetelah terjadikehilangan prategang 6.6.2.3Tegangan tumpuan pengakuran 6.7 Caraperencanaan berdasarkan BatasLayan(pBL) 6.7.1 Asumsi 6.7.2 Kombinasibeban rencana yangpaling membahayakan 6.7.3Pengaruh aksirencana 6.7.4Kekuatan rencana 6.7.5Momensekunder geserakibatprategang dan 6.7.6Penyebaran (redistribusi) kembali momen 6.7.7Perencanaan balokterhadap geser 6.7.8Perencanaan balokterhadao ountir 6.7.9 Perencanaan terhadap balok geser memanjang 6.8 CaraPerencanaan (PBKT) berdasarkan Beban dan Kekuatan Terfaktor 6.8.1 Asumsi 6.8.2Kombinasi bebanrencana yangpaling membahayakan 6.8.3Faktorreduksikekuatan 6.8.4Pengaruh aksi rencana 6.8.5Kekuatan rencana 6.8.6Metode analisis 6.8.7Momen sekunder geserakibatprategang dan 6.8.8Redistribusi momenpadabalokstatistak tenlu 6.8.9Perencanaan balokterhadap lentur 6.8.9.1 Kekuatan batas nominal lenturM" 6.8.9.2Bloktegangan tekanbeton 6.8.9.3 Tegangan dalam tulangan tendon dan terlekat 6.8.9.4 Tegangan analitis batasbajaprategangr,untuk tendonyangtidakterlekat 6.8.9.5Kekuatan rencana 6.8.9.6 Kekuatan minimum 6.8.9.7 Syarat tulangan maksimum 6.8.9.8 Tulangan minimum non-prategang 6.8.9.9Sudutpenyebaran prategang 6.8.10Perencanaan balokterhadap geser 6.8.10.1 geser Kekuatan batas nominal 6.B.10.2 geserbatasyangdisumbangkan beton Kekuatan oleh 6.8.10.3 geserbatasyangdisumbangkan Kekuatan oleh geser rutangan 6.8.'10.4 geserbatasrencana Kekuatan 6.8.10.5 caya geser maksimum dekat tumpuan 6.8.10.6 geser Tulangan minimum 6.8.10.7 Persyaratan tulangan untuk geser 6.8.10.8 Pengaruh padakekuatan sekunder geserbeton 6.8.11 Perencanaan terhadap puntir balok 6.8.12Perencanaan balokterhadap gesermemanjang 6.9 Perencanaan komponen tekanakibatkombinasi lentuidan gayaaksial 6.9.1Komponen betonprategang dengan kombinasi bebanaksialdan tentur 6.9.2Batasan tulangan darikomponen prategang yangmengalami tekan 6.10 Perencanaan batang tarik 6.10.1Kekuatan batangtarik 6.10.2 Prinsip-prinsip dasar 6.11 Komponen pelat struktur 6.12 Daerah pengangkuran untukangkurprategang 6.12.1 Angkur untuk komponen prategang pasca tarik

64 64 64 64 64 64 64 65 65 65 65 65 65 65 66 66

67 67 67 68 68 69 69 69 70 70 70 71 72 72 72 73 73 73 73 74 74 74 75 75 75 75 76 76

6.12.2 pembebanan yangdiperhitungkan o. rz.J r.erntrungan gayatariksepanjang gariskerjagayaangkur 6.12.4perhitungan gayatarikyangtimb-uiaetat oLniai p"r,iui"un yangdibebani 6.12.5 Jumlah distribusi dan rurangan 6.12.6 Angkur untuk komponen prategang pratarik o. tz.t uercttpenubngan khusus padadaerahpenqanqkuran ^ .^ o. rr Henyaturan tegangan dalam tendon panjang 6.'13.1 penyaluran untuk tendon pratarik o. rJ.zpenyaruran legangan padatendon pasca_tarik dengan penganokuran 6.14 Pemberian pengukuran prategang dan gaya 6.'t5 perencanaan untut-reawetai iinit<a pin;a"ng 6. 16 Gro^ut untuktendonprategang de;ga; b[ata; o. to. I Eanangrout pemilihan 6.16.2 proporsi orour 6.16.3.pengadukan p6mompaan dan grout ^ ,_ o. | / FentnorJngan untuktendonprategang terhadap pembakaran araupengehsan pascatariktuar LJi J:ndon prategang o. ry Kerentuan untukkomponen prategang pracetak

77 77 77 77 78 78 79 79 79 79 80 80 80 80 80 8l 8't 8'1

7. KETENTUAN STRUKTUR BAWAH 82 7.1 Pondasi 82 7.'1.1 Ketenluan pondasi danqkal 82 7 . 1 . 1 .U m u m 1 82 7.1.1.2 Faktor_faktor perlu yang dipertimbanokan dalam perancanganpondasidangkal _ 82 7.1..1.3 Ketentuan perencanaan pBL berdasarkan 83 7_.1.1.4 Ketentuan perencanaan berdasarkan PBKT _ _^ 83 /. t.z Kerenluan perencanaan pondasi dalam 84 tJmurr, 7.1.2.1 84 7.1.2.2 Faktofi aktotyangperludipertimbangkan dalam perancangan pondasi dalam u 7.1.2.3Ketentuan perencanaan pBL berdasarkan 86 /. |.2.4^erenluan perencanaan berdasarkan - ^ ._ PBKT 87 /.2 \eEntuan perencanaan struktur bangunan bawah 88 7.2.'1 Umum 88 7.2.2Faktot-faklor yangperludlpertimbangkan dalamperencanaan struktur bangunan bawah 89 7.2.2.1Ketentuan beban 89 7.2.2.2penwunan 89 7.2.3Kele-ntuan perencanaan jembatan pilar 89 7.2.3..1 Jenis oilar 89 7.2.3.2 Bebantumbukan 89 perlindunoan 7.2.3.3 oilar 89 7.2.4.Xetentuan perencanaan jembatan kepala 90 7.2.4. Jents_jenis 1 kepala iemoatan 90 7.2.4.2Beban 91 7.2.4.3Stabititas 9'1 7.2.4.4 Penulangan untuk susutdan suhu 91 /.2.4.c uratnase limbunan dan 91 7.2.4.6 jembatan Kepala tipe integral, jembatan kepala padadinding penahan distabitkan secaiamet<inik L"p"iJf"rt"i"n p"o" ian stslemmodular 92 7.2.4.7 Dinding sayap 92 penulangan 7.2.4.8

92

7.2_5 Ketentuan perencanaan pBKT berdasarkan 7_.2.6 Pergerakan yangdiijinkan _^ /.J Ketentuan penahan dinding tanah 7.3.1Umum 7.3.2Faktor-faktor yangperludipenimbangkan dalamperencanaan penahan otnotng 7.3.2..1 Jenis_jenis dinding penahan pemitihan di;orno 7.3.2.2 jenis 7.3.2.3 Stabititas 7.3.2.4Tekanan tanah 7.3.2.5Tekanan tanah. air drainase timbunan dan 7.3.2.6 Tekanan gayagempa 7.3.2.7 Kapasitas dindino 7.3.2.8Kapasitas dukun; 7.3.2.1 pergerakan diijinkan 0 yang 7.3.2.1.1 Sambunoan penulandan susut akibat dan suhu _ ^ ^7..3.2.'t2 /..r.J Kelenruan perencanaan pBKT berdasarkan 7.3.3.1 Keamanan struktural dindino Keamanan terhaijap kegag;lan tanah _ ^ .7,.3..3.2 /.J..r ^,erenluan perencanaan pBL berdasarkan
8. KETENTUAN UNTUKPERENCANMN STRUKTUR
/.J.Z,Y PenUrUnan

92 92 92 92

93 93 94 94 94 94 94 94 94 94 95 95 95 96 96 96 97 97 98 98 99 99 99 99 '100 100 100 100 100 '10'1 101 101 101 101 101 101 102 102 102 102 104 'l04 't04

KHUSUS 8.1 Ruang lingkup 8.2 Jembatan dengantipe balokboks(boxg,.rder) 6.3 Jembatan balokbokspracetak segmenrat 6.4 Jembatan batokbokssegmentat d;ngancarakanlilever o..1, uasar Derencanaan I 8.4.2Kantilever berimbanq 8.4.3Kantilever tidakberi;bang dankantilever penuh o.Z+.4 renyamDUngan ditengah bentang __ E.5 Jembatan kabel(cable stav;d\ 8.5.'1 Dasarperencanaan 8 . 5 . 1 .U m u m 1 8.5. permodelan 1.2 slruklur memantano 8.5.1.3 Anatisa dinamik struktur perilaku 8.5.1.4 aero_dinamik 8.5.2Kabel penggantung 8.5.2.'l Caraperencanaan berdasarkan Batas (pBL) Layan 8.5.2.2Caraperencanaan berdasarkan BeO"n aln fii"J" (pBKT) Terfaktor 8.5.2.3Kadaaan batasfatik 8.5.3Batasdari kehancuran akibataksiyangtidakdisengaja - ' 8.5.4 Angkur. sadel danpenyambung kabel perencanaan 8.5.4.1 angkur. sldeldanpenyambunq kabel angkur, sadeldan penyambung kabel . ^ Jembatan 6.0 ,, , 1.c.4.z.Kegagatan bndge pelangkung (arch ) o.o.I umum perencanaan 8.6.2.Dasar perencanaan 8.6.2.,1. Kekuatan 8.6.3Pemeriksaan terhadap bahaya tekuk o.o..r.Hersyaratan pendetailan

9. BATASLAYANPADAASPEKLENDU]AN DAN

RETAK v. I Herencanaan untukdayalavan 9.2 Persyaratan pembalas;n dan lendutan pada jembatan struk(ur

9.2.1pembatasan lendutan dari balokdan pelat 9.2.2 Lendutan sesaat padabalok v.z.J Lendutan jangkapanjang 9.2.3.jLendutan jangka panjang untuk batok tidakretak pada bebantetap 9.2.3.2Lendutan ianokapanjang untukbalokretakpadabebantetap I2 4 Lendutan batok oenginperhitungan teUinietiii. yang v.z.cLenoutan pelallantai dengan perhrtunga; lebih yang teliti 9.2.6Lcndutan petattantaidengan perhitung"n ;,;n6 Oi""d";n"tr" 9.2.7ceta?n 9.3 Pembatasan retakpadakomponen Jembatan l,.r. I rengendattan retakpadabalokbetonbertulano y..r.zr.engendalian retaklentu.padabalokbetonpritegang 9.3.2.1 Balok monolit 9.3.2.2 Komponen segmental padahubungan yangtidakditanan tulanoan 9.3.3pengendalia; retakpadasisimukadaribalok v.r.4 r-engendatian retakpadabukaan dandiskontinuilas v.r.c Fengenc,atian padape,atlantaiyang retak terlentur pelat lenturbetonbertulang 9.3.S.1 pelatlentur prateqa;q beton _ - 9.3.S.2 9.3.6 Pengendalian akibai retat< susui Oa'n sunu 9.3.7pengendalian retakdi sekitar daerah terkekanq pengendatian

1U 105 106
'106 107 107 107 107 108 108 109 109 109 '109 109 109 109 109 110 '110 110 110 110 111 111 111 't't1 '|12 1't2 't'12 112 112 112 112 113 113 1'13 113 114 114 114 114 't14 115 116 1'16 116 116 116 116 't17 '117

9.3.8

9.3.9Tulangan untukpelatlantaiterkekang

retatpaoa outaan aan'i"iJi'i"nj"i ,"n"rr"

JO.PEMERIKSAMN PERENCANMN TERHADAP FATIK, GETARAN DANTUMBUKAN '10.1 Pemeriksaan terhadap fatik 10 1 1 pemeriksaan datam perencanaan llondisiumum y"y." d"tamdantegangan unluk pemeriksaan fatik .^ ^,lyl'.i r\.,..zKonotst qetaran Datas pertimb;nqan 10.2.1 umum 10.2.2 Jembatan ialanraya 10.2.3 Jembatan pejalan kakl 10.2.3. Kriteria 1 perencanaan 10.2.3.2 Frekuensi dasar alami '10.2.3.3 percepatan ru J F^erencanaan resikotumbukan _terhadap ru r. r nonolst umumperencanaan ru.r.zr.encegahan 't0.3.3pengamatan tambahan 11. UNTUKPERENCANMN STRUKTUR ,KE'TENTUAN TAHANGEMPA 11.1 Persyaratan umum 11.1.Umum 1 pembebanan 1 1..1.2 gempa reocana 11.1.3 Ktasifikasi berdasarkan kinerja sejsmik 11..1.4 Analisis seismik j 1.1.5 lsolasidasardan pereoam mekanikal '1 1.1.6 Likuifaksi 11.2 Ketentuan untukjembatan A tipe 11.2.1 Umum 11.2.2 Persyaratan rencana gaya I r z.J Hersyaratan jarak bebashoasontal r r.2.4 rersyaratanpondasi kepala dan jembatan I r.z c rersyaralan pendetailan
Vjii

jembatan B untuk tipe .Ketentuan 117 t t , J .t u m u m 't17 1 1.3.2persyaratan gayarencana 117 11.3,2.1 Gayarencana untuk komponen struktur sambunoan ' t 1 7 dan 11.3.2.2 Gayarcncana untukpondasi 1't7 y"y3 rencans jembatan unrukkepata dan dindjnqDenahan '|18 .",-.,, Lr.., :::..t I " " r.ersyatan komponen penghubuns 118 I r.c.4Fersyaratan jarak bebas horisontal 1'18 I Lr.o Fersyaratan .t1.3.5.1 oondasi 118 penyeljdikan tanah 1lB perencanaan 11.3.5.2 ponoasl 118 persyaratan pondasi tiang ,,r.J.or.eTsyaratan . ^ ^11.3.S.3 1t9 r jembatan kepala 1'19 pangkatjembatan 11.3.6..1 yangberdrn bebas 119 |.r.o.zF/angkat jembatan monolit ,I _ ^ _r 1'19 LJ./ rersyaratan detailino 120 1 t.3.7..1 Umum 't20 3l tutangan transversat '120 mrnimum ,,r.4 Ketentuan ?lersyaratan I ",,^,--11 untukjembatan tipeCdanD 120 1 1 . 4 .U m u m 1 120 11.4.2Persyaratan gayarencdna 121 rcncana untukkomponen '121 stfuktur 11.4..?.19aya dan sambunoan 11,.4.2.2 Gayarcncana untukpondasi 121 akibat sendi ptastis padakotom, 't21 pitar danDortal :1.1.7.19aya | |.+.2.quaya rencana padakolomdan ponaltianq ' r.1..2.oL;ayarencana padapilar 122 11.4.2.6 Gayarcncana padakomponen penqhubuna I r.t+.2.Uayarencana / pada oondasi 122 11.4.2.8 Gayarencana padakepala jembatan dinding dan penahan nan 122 1'1.4.3 Persyaratan bebas jarak horisontal 122 | |..+.4 rersyaratanoondasi 123 penyelidikan 11.4.4..1 tanah 123 perencanaan 11.4.4.2 pondasl '11 123 4.4.3petsyaratan pondasi tiang ..r.4.c r-ersyaratan 123 i , jembatan kepala 123 | |.+.orersyaratan detailino 123 11.4.6.1 Umum '1 123 percyaratan 1.4 _6.2 kdom 124 persyaratan 11.4.6.3 pilar '125 persyaratan 11.4.6.4 hubungan kolom 125 I r.+.o.c samDungan konstruksi pilar pada 't25 dankolom

11.3

DaftarTabel Tabel 1 Tabet4.4.-1 Judul

Halaman '15 17

Koefisien standar susutbetonsebagai tambahan r e g a - n gJ a n g kp a n j a n.g . . . . . . . . . . . . . . . an a . 2 fabel4.4.-2 Koers|en standar rangkak betonsebagai tambahan r e g a n g a n n g kp a n j a n.g . . . . . . . . . . . . . . . Ja a . 3 Tabel4.6.-1 ntastlKast ttngkungan 4 Tabet4.6.-2 r.ersyaratan kekuatan betonuntukabrasi 5 Tabel4.6.-3 Kadarmaksimum klorida ion terlarut asam 6 Tabel4.6.-4 Selimut beton unluk acuan pemadatan dan standar...... 7 Tabet4.6.-s ueImutbeton untuk acuan kakudanpemadatan intensif. 8 Tabel4.6. uenmulbetonuntukkomponen yangdibuatdengan cara q r p u t a.r. . . . . _ . . . . . . . . . . I Tabel4.6.-7 Selimut betonberdas"rl"n oi"r.i"itrf"ng;;;;;;.i;" p r a t e g a n 9. . . . . . . . . . . . .. 1 0 Tabel5.7.-1 Ukuran tuiangan untut*"gk""g jl" ..... .......... 1 1 Tabel 1.1.-1 Kras|||Kast 1 berdasarkan "pir;i kinerja seismik fabell l.1 -2 raKror reduksigernpa )untukhubungan (R penengxapan padabanqunan bawah 1 3 TabelI 1.'1.-3 Pro_sedur anatisis berda-arkan kategori perrtaku seismik (A-D)

22 24 24 24 25 51 114
115 't'16

Daftargambar Gambar
1

Judul Grafikpenentuan faktorsusut Grafikpenentuan faktofrangkak He,gangan tegangan dan padapenampang betonbertulanq Geserfriksi Pembengkokan tulangan geser neIIng geserkritis Faktorpanjang efektif Gariskerjaaksidariresultante gayaakslal tjaroK rtnggi kantilever Bloktegangan tekanbeton

2 3 4 6 7 8

Gambar 4.4-1 Gambar 4.4.-2 Gambar 5.1-1 Gambar 5.2.-1 Gambar 5.2.-2 Gambar 5.6.-1 Gambar 5.7-1 Gambar 5.7.-1 Gambar 5.9.-1 Gambar 6.8.-1

14 16

29 35 42 47 50 57 68

Stuhdar P.rencnndn S[aklur B.ton untut Jenbatan

DAFTARNOTASI SYARAT UMUM PERENCANAANSTRUKTUR BETON

c,
E"
Ep

T, T' Ti
fp,

E" fE

= = = = = = _ = : = = = = = _ = = = = = = = =

J,

&'
Ka'
Kf' Kf'

Kri K"' M,
M,M4'

N,

N,

a,
S

I = : : :

r,,

ukuran darikeliling geserkritis yangsejajar arahlenturan yangditinjau. koefisien rangkak maksimum. modulus elastisitas beton, Mpa modutus elastisitas prategang. baja Mpa. moourus eEsttsitas tulangan baja non_prategang, Mpa. kuattariklenturbeton, Mpa. kuattariklangsung beton, dari lvlpa. yangdisyatatkan padaumur had,Mpa. 28 ]lr:ll9lan Fl- yang xuarreKan belon direncanakan umursaatdibebani pada atau diiakukan transfer gayaprategang, lvlpa. kuattarikbajaprategang, Mp!. kuattariklelehekivalen prategang, baja Mpa. kuattariklelehbajatulangan non-prategang. Mpa. linggjtotalkomponen struiktur, n,rn. taktorpengaruh kadarudara dalam betonuntukrangkak. faktorpengaruh kadarudara dalam betonuntuk sus"ut. faktorpengaruh jumlahsemen dalambetonuntuksusut. ketebatan komponen betonuntukrangkak. I::TI ?:iS*rh raK@r pengaruh ketebalan komponen belonuntuksusut. raKror pengaruh kadar agregat halus dalambetonuntukranokak. raKror pengaruh kadaragregat halus dalambetonuntuksus;t. raKlor pengaruh kelembaban relatif udarasetempat unlukranqkak faktorpengaruh ketembaban retatif ud"r" ,;;; faktorpengaruh ""G;;;i uniut ia-nqkai. konsistensi (s/ump) ";;if' aOrkun Oet,in raKror pengaruh konsistensi (s/ump)adukan betonuntuksus;t. raKror pengaruh umurbeton saatdibebani untukrangkak. kekuatan momen nominal penampang, Nmm. momenterfaktor akibatkombinasi p;ngaruhgayaluar yangterbesar pada penampang, Nmm. momenterfaktor akibatkombinasi pengaruh gaya luar terhadap sumbux yangterbesar padapenampanq, Nmm. momenterfaktor akibatkombinasi pengaruh gaya luar terhadap sumbuy yangterbesar padapenampano, Nmm. kekuatan aksialtekan penamp;ng. N. bebanaksialterfaktor akibatko;binasi pengaruh gayaluaryangterbesar, yangtegakturuspadapenampang, diambil positit u-ntrtt.fan, ne"qaiif-u;iut tarik,dan memperhitungkan peng'aruh fuiif, o"n run-gk;k";;;'*"r,, N "itl"i dari beban yangberbeda. f!1"-l"l"l ketahanan lerkombinasi jenis_jenis oesaran alau kekuatan nominaldjri plnampang komponen 6trut(tur. nilaideviasi standar hasituji tekan, dari Mpa. panjang efektifdariketiting geserkritis. mm angKa Potsson. kekuafan geser nominal penampang, N. beratjenisbeton, kg/ml

xn

Standdr Perch.mad.

Sttutdu Betoa uht k Jenbatan

perbandingan antaraukuran terpanjang luas etektifgeserpenampang dari terhadap ukuranpenampang yang diukuitegakturuspadJ I::19jP"b""i' uKUran terpanjanq tersebut.

i:3:13:,1,'"Tt:*

*ton pada umur (hari) t sejak dibebani suatu saat oleh

regangansusut beton pada umur t (hari),terhitung 7 hari sejak saat pengecoran untuk beton yang dirawatbasah di tok;si pekeriain, atau

::#H:J**:'

sejak pensecoran beton saat untuk v""g'0i,";il""sl"

dipensaruhi material dan oleh beton kondisi ;1[fl,ffit"11#::lak vans


faktor beban. oteh betondan kondisi 11111:1 pekerjaan. 9:""r"1 slsut yangdipengaruhi materiat IngKttngan
faktorreduksi kekuatan: koefisien rangkak beton yangtergantung padawaktut. PERENCANAAN KEKUATAN STRUKTUR =
A" 4",

nilairegangan susutmaksimum beton. regangn elastis beton akibat suatu tegangan tetap.

0 6",(t)

BETON EERTULANG

_ = = = = = = : -..= : = = _ = = = = -

AI

A,

4
b b,

tinggibroktegangan lekanpersegi ekivaren betondaramanarisis kekuatan oaras.penampang bertulang beton akibatlentur. jaraktegaklurusdaritumouan terlekatkepenampang yangdiperhitungkan. luasinti darikomponen saruktur rcKan dengan tulangan spiraldiukurhingga diameter darispiral, luar mmr. tuas bagian penampanq betor oleh tulangansengkang dihitung posisipusat dari tutangarn,yfl]:r.dibatasi lyXsjula:Sa,n di,dtam konsot pendek yangmenahan momen terfaktor, r. uu a truln _ qJ, mm-. tuasbruttopenampang, mmr. luastotaltulangan longitudinal menahan yang puntir, mm2. dalamkorbet yan'g menahan gayararikN*. mm2. l::: l!j?19"" prategang ,uasrurangan dalamdaerah tarik,mmr. irraslulangantaik non_p?tegang, mm). tut.angal. membentuk ygng iengkang renurup. l:l3s ruas.satu darisengkang kaki tertututdatim Oaeiah selaratsyangmenahan punlr, mm.. luas,tutangan geserdalam daerah sejarak atauluastulangan s, geseryang tegak.lurus terhadap tulangan l, o"'"t suatu daerahsejaraks padakomponen struktur tentur tinejjlt;il{ tuastulangan geser_fiksi, mm2. luas_tulangan geseryangpararel dengan tulangan lenturtarikdalamsuatu laraKs2,mm-. lebardarimukatekankomponen stntktur, mrn. ketrtrng penampang pada dari krilis pelat pondasi, dan mm. reoar,bagian penampang yang dibatasioleh sengkangtertutupyang _. menahan ountir. mm.

xlll

Stdnd

Pereh.onaar Struktut Betan ,ntuk Jenbnbh

b"

c,
d

fo

f", 7 f, "f," f,,r

T'
h

r,

bulat,setelah lebar efektii badan balok,atau diameter dari penampang prategang, mm. dikurangi lubang selongsong tendon bulat,mm. dari lebarbadan balok,ataudiameter penampang jarakdariserattekanterluar garisnetral, mm. ke kepala kolom, atau ekivalen, ukuran darikolompersegi ataukolompersegi konsolpendekdiukurdalamarah bentang manamomenlentursedang d! ditentukan, mm. atau kepalakolom, ekivalen, ukuran dari kolompersegi ataukolompeNegi arah bentangdi mana korbel,diukur dalam arah transversal terhadap mm. momen lentur sedang ditentukan, diagrammomenaktualdengansuatu suatufaktoryang menghubungkan diagram merata momen ekivalen. jarakdariserattekanterluarke pusat tulangan tarik,mm. tulangan tebalselimutbetondiukurdari serattarikterluarke pusatbatang yangterdekat, ataukawat mm. modulus beton, elastisitas MPa. modulus tulangan, elastisitas MPa. kekakuan lenturkomponen tekan. struktur hargarata-rata kqattarikbelah dari beton, MPa. padaseratterluar penampang dari tegangan akibatbeban matitakterfaktor, oleh luar,MPa. di manaterjadi tegangan tarikyangdisebabkan beban semuakehilangan memprhitungkan tegangan tekan padabeton(setelah prategang yangmenahan beban luarataupada padatitikberatpenampang jika dalam pertemuan badandan sayap titik beratpenampang terletak dari dari (Padakomponen fe. sayap,l\,4Pa. struktur komposit, adalahresultante ataupadapertemuan tegangan tekanpadatitikberatpenampang komposit komposit beradadi antarabadandan sayapiika titik berat penampang dalam s6y6p, akibat gaya prategang dan momen yang ditahanoleh komponen strukturpracetakyang beketh senditi). efektifsaja (setelah tegangan tekan dalam betonakibatgaya prategang prategang pada serat terluardari memperhitungkan semua kehilangan penampang manalegangan luar,MPa. beban di tarikterjadiakibat prategang, MPa. kuattarikyangdisyaratkan daritendon padabeban yangdihitung kerja,MPa. tegangan dalamtulangan MPa. tegangan lelehyangdisyaratkan tulangan dari non-prategang, pada penampang akibatgaya tegangan tekan rata-rata beton,termasuk prategang, MPa. tegangan lelehpengikat kuattekanbetonyangdisyaratkan, MPa. tinggitotalkomponen mm. struktur, tinggitotal daribaloktepi. dimensi kolomterkecil. geser. tinggitotaldaripelatlantaiataupanelpenguat penampang geser, tinggitotal mm. kepala tinggitotal diukur dasar puncak, ke mm. dinding dari tinggiefektifdaritinggi terikat. dinding yangtidakditumpu. tinggidinding yang menahanbeban luar terfaktoryang momen inersia penampang bekerja. momeninersiapenampang bruto betonterhadapsumbu pusat,dengan mengabaikan tulangan.
xiv

Stahtlar Peren.anaa4 Sr'uktt

R.to, mtrk Jenbatdn

L 4
J,

k I tr I,

momen inersiatulanganterhadapsumbu pusat penampang komponen struktur. momen inersiabaja struktural profil, pipa atau iabung terhadapsumbu penampang Komponen struktur komposit. modulus puntir, yang besarnyabisa diambil sebesar 0,41, untuk penampang segiempat masif; atausebesar 0.4tx,)untukpenampa;q masif berbentuk L, atau t; atau sebesar T. 2Anb_ ,"ti,l p."j.p""d O"io"gg; dindingtipis,di manaA. adalahtuasyang dibatasi garis ir.Oln ai"lilig darilubang tunggal, mm3. faktorpanjang efektiikomponen struktur reKan. panjang Komponen struktur dlukur daripusat pusattumpuan. ke jarakhorisontal anlara pusat pengekang lateral Dentang bersjh djukur dari muka+eanuka tumouanpanjang komponen struktur tekan yangtidakditopang. pnJang dari lengankepalageser diukur dari titia beban terpusatatau reaKst, mm. panjang horisontal djnding, mm. momen. ujung terfaktoiyang lebih kecil pada komponentekan, bernilai pos[l otta komponen struklurmelenturdengan kelengkunoan tunaaal. negatif komponen bila struktur metentur dengai t"t"ngtuig"n"ganj", i;l
N-

M, Mz"' M," M. M-

M"

nilai yang lebihkecildari momenujungterfaktor pada komponen struktur tekan.akibat bebanyengtidak menimbulkan goyangan sampinq ke vano oeraru,otnrtung dengananalisisrangkaetastiskonvensional, posiiii bili Komponen srrul(turmelenturdalam kelengkungan tunggal, negatifbila melentur dalam kelengkungan ganda, mm-N nilai yang lebihkecildari momen-momen ujungterfaktorpadakomponen shukturtekanakibatbeban yangmenimbulkan loyanganie sa1r1pinq Vana oeraru,otntrung dengananatisis rangkaelastiskonvensional, oosiiii bili Komponen strukturmelenturdalam kelengkungan tunggal,negatifbija melentur dalamkelengkungan ganda, mm-N m9Tel uj!.ngterfaktor yang lebih besarpada komponen struktur tekan; selalubernilai positif, mm-N. nilai yanglebihbesardari momen ujungterfaktor padakomponen struktur tekan.akabat yangtidakmenimbulkan beban goyangan sampino ' ke - vanq oeranr, otntrung dengan analisis rangka elasliskonvensional, mm_N. nllaryanglebrhbesardari momen ujungterfaktor padakomponen struktur akrPat bebanyangmenimbutkan goyangan samping - berarti, ke yang le,I?n dengan - _ otn,tung analisis /,angka elastis konvensional,mm_N. momenterfaktoryang digunakan untuk perencanaan komponen struktur tekan momenyangmenyebabkan terjadinya retaklenturpadapenampang akibat bebanluar. momen yangtelahdimodifikasi. momen terfaktor maksimum padapenampang akibatbebanluar. kuatmomen plastis pedudaripenampang kepala geser. momenrenaKlor akrbat kombinasi pengaruh gayaluar yangterbesar pada penampang. rananan momen yangdisumbangkan tulangan oleh geser. kepala

StahdarPerc.u"oa. Sbutdursetan ,ntu+ J@bata.

r,

T"

T, T,

v"
Y"l

v*
,/,!

vt V^ ve

r,

V,

spasi tulangan dari vertikaldalam dindjng, mm. spasrdari iulangan geseratiau puntiryang tegak lurus terhadap tulanqan longitudinal spasidaritulanoan atau hc dlamdindingmm punrir Kuar nominat yangoi"umuingku';i:oJl$ Kuatpunttr nominal penampang dad komponen stnjkfur. kuatpuntir nominal yang disumban;kan tulangan oleh puntir. momenuntirterfaktor akibatkomb]nasi pengaruh gaya luar yangterbesar paoapenampang. petatlantai{datam imereq mi :1?llminimum Keleoatan dindino panjang efeklifdari gariskeliling geserkntrs. p"lig"l denganpuncaknya pada pusat rutangan memajang I:,lilg sudut Wda Dagran daripenampang melintang. Kuat gesernominalyang disumbangkan beton. oleh xuar. geser..nominal yang disumbangkan oleh beton pada saat terjadinya Keretakan diagonalakibat kombinasi momen gesei. KuaIgeser nominalyang disumbanokan dan oletr Oe"ton-faOa terjadinya saat kerelakan diagonal akibattegangan tarik utamayang berlebihan dal# di gayagese.padapenampang akibalbebanmatitidakterfaktor. gaya_ geser.terfaktor pada penampang akibat beban luar yang terjadi oersamaan dengan M*,. KuaI gesernominal penampang dari komponen struktur. Komponen vertikal gayaprategang dari efeklifpadapenampang. Kuat gesernominal yangdisumbangka; tulangan oleh geser. " terfaktor akibatkombiiasipengaruh 9:l: _S:"", luyi tu"r,yung turl,e"ur. paoapenampang. O"gian segiempat suatupenampang. dari ljTll:l l"rp"nO"t ormensr terpanjang bagian segiempat suatupenampang. dari ormensi sengkang terpanjanq. oesaran pembatas distribusi tulangan lentursengkangmiring dan sumbu tongitudinat dari komponen :li:llr:""r"

p'nii' ata-u our"m f",iter densan turansan il"T1"1il:ffl*" seser "rJ

KeKuatan aksialnominal dinding satuan per panjang Kuar oeban aksialnominal padakondisi regangan beban, kritisdengan memperhitungkan pengaruh"iimb"ng. tekuk. Kuar akstat nominal padaeksentrisitas diberikan. yang kuataksialnominal padaeksentrisitas nol. oetan aksialterfktor padaeksentrisitas diberikan yang S lp,. Indek stabilitas, sub_pasal lihat 5.7.6. raorus girasisuatu penampang komponen struktur tekan.

rcuaor Dersamaan de"su",r,. oi".uiropXJj;l;i,lrtari

momenbnlur.rencana yangdialihkan dari pelat lantaike tumpuan dalam arahyangditinjau. bebanaksialterfaktor akrbat kombinasi pengaruh gaya luaryangterbesar. yangtegakluruspadapenampang, positif dtambil untut< tet<an, ne"qatit u;uk tafik,danmemperhitungkan pengiruh daritarli 1"","1"J"i"" gayatarik terfaktoryang bekerj; pa "rioji,""gk"k pendek f<onsol

vang

gan lt Perttcanab sbuLtarReton untukJenbaton

p"

&

5t

d"

0 n

sudutantara tulangan geser-friksi dengan bidang geser. koefisien sebagaifungsi ylxr dari rasiokekakuan lengan geser kepala penampang terhadap pelatkomposit di sekitarnya. faktortinggibloktegangan tekanpersegi ekivaten beban. rasio sisi paniangte$adap sjsi pendekdari bebanterpusatatau muka tumouan. rasjo dari bebanmati aksialterfaktormaKstmum terhadapbebanaksial terfaktormaksimum. manabebanyang ditinjauhanyaLebangravitasi di oatammenghtlung alau rcstodari bebanlateralterfaktormaksimum P", yangbekerja terhadap beban lateral totalterfaktor padatingkat yangditinjau dalamperhitungan Pd faktorpembesar momen yangditahan untukrangka goyangan terhadap ke samprng, untut( menggambarkan pengaruh kelengkungan komponen sruKlurot antaraulung_ujung komponen struktur tekan. faktor pembesarmomen untuk rangka yang tidak ditahan terhadap goyangan samping, ke untukmenggambarkan penyimpangan lateral akibat oeoantaterat gravitasi. dan faktorreduksi kekuatan. bagian dad momentidakberimbang yangdipindahkan sebagai lenfurpada petat-kotom. nuDungan bagian dari momen tidak benmbang yang dipindahkan sebagaigeser paOa eKSenlns hubunqan pela!kolom. rasiotulangan tariknon-prategang. rasiotulangan yangmemberikan kondisi regangan yangseimbang. rasio.dari volUme tulangan spiralterhadap volumeinti total(diukur darisisi luar ke sisi luar spiral) dari sebuahkomponenstrukturtekan dengan tulangan spiral. simpangan relatif antartingkat orde-pertama akibatVu. PERENCANAAN KEKUATAN STRUKTUR BETON PRATEGANG = luas bagianpenampang antaraserat muka lenturtertarikdan titik berat penampang brutto, mmr. luasbetonpadapenampang ditinjau, yang mmr. luaspenampang brutoterbesar lajurbalok-pelat, dari yangdiambil oua dari lajuryangsaling tegaklurusdan memotong padalok;si slbuah kolomoarr pelatduaarah.mm,. luaspenampang bruto, mm2 luastulangan prategang dalam daerah tarik,mmr. luastulangan non-prategang. tarik mmr. luastulangan geserdalamdaerah sejarak atauluastulangan s, geseryang tegak.lurus terhadap tulangan lenturtarik dalam suatu daerahsejaraks paoaKomponen struktur lentur tinggi, mm,. lebarmukatekankomponen struKrur, mm. lebafefektifpenampang beton setelah dikurangi lubang selongsong tendon prategang, mm. lebarbadan balok, ataudiameter penampang dari bulat,mm. jarakdariserattekanterluar titikberattulangan ke tariknon_prategang, mm.

A{

= = : = = : : = =

A"

b,

stahddr Pnh.dnaon

tttuktu

Betbh uttukJehb

an

d'
dh d?

E. E,t Ee E"

T'
T,' f*
-ft

f,"

f^

dari Jarak serattekanterluarketitikberattulangan tekan,mm. drameter. nominal kawalbaja,kawatuntai.batang dari baja,atautendon, mm )ara| dai setatlekanterluar titikberattufangan ke prategang, mm. dasarlogaritma Napier. eksentrisitas aksial gaya darigarisberat,mm. modulus elastisitas beton, Mpa. modulus elastisitas betonpadasaattransfer gayaprategang, Mpa. modulus elastisitas prategang, baja l\rpa. modulus elastisitas non-prategang, baja Mpa. huattekanbetonberdasarkan bendauji silinder (diameter mm dantinggi 150 300mm).MPa kuattarii(lentur beton,Mpa. kualtekanbetonpadasaattransfer gayaprategang, Mpa. Ggangan aktbat bebanmatitakterfaktor, pada6eratterluar daripenampang, di manategangan terjadi tarik akibatbebanluar,Mpa. Bgangantekan Ela+ah pada beton akibal gaya prategang efektifsaia, sesudahmemperhitungkan semua kehitangan gaya praGga;g, pada tiiik oeralpenampang (yangbekerja menahan bebanluar),ataupadapertemuan qn.badan sayapjika titik beratpenampang dan terletak dalamsavaD, Mpa. {Faoa.Komponen slruktur komposit,t adalahresultiante tegangan dari tekan paoaurlK penampang Derat komposit ataupada petlemuan anlan badandan sayapjika beratpenampang titik komposit berada qava didalamsayap, akibat prategang momenyang ditahan dan. oleh komponen pracetak struktur lang bekerja sendiri), l\,lPa. tegan-gan tekanbetonpadalokasititik beratbaja prategang, segera setelah transfer, akibatgayaprategang bebanmati,'Oitritun j paia pe-nampan! dan Ji mana terjadimomen maksimum. Mpa. tegangan tekan dalam beton akibat gaya prategang efektif saja (setetah memperhitungkan semua kehilangan praregang) pada serat terluar dari penampang manategangan di tarikterjadi akibatbebanluar,l\4pa. Iegangan prategang baja segera setelah transfer, Mpa. pengurangan (kehilangan) tegangan pada baja prategang akibatsusutdan rangkak beton, MPa. tegangan prategang baja padakekuatan nominal, Mpa. kuattarikbajaprateganq, Mpa. kuatlelehbajaprategang, Mpa. tegangan efektif baja prategang (sesudah memperhitungkan semua Kehrtangan prategang). l\4pa. kuatlelehbajanon-prategang, Mpa. !nggrpenampang, mm. momen penampanq inersia utuh.mma. k9efisin,ge-sekan akibatlimpanganmenyuout persatuan panjangtendon yangtrdakdirencanakan (dalamradlm), yang bila tidakada datj vanqteoat. nlarnya dapatditeiapkan berdasarkan rujukan bawahini: di Untukselongsong yang diberipelumas bisa diambilsebesar _ O,0OO3 0,0020 radlm. Untuklawat b.eija.luvirc) selongsong pada logamyang berpermukaan oerproltDrsa _ dtambil sebesar 0,0010 0,0020 rad/m. Untukkawatuntai{st'ld)padaselongsong logamyangberpermukaan oerprolrl dtambil orsa _ sebesar 0,0005 0,0020 radlm.

x1/llI

stondor Pehcanaan

Sbrktw Dettn tntuk Jnbdtd,

N.P

Untuk^batang.baja (ba4 padasetongsong togamyang berpermukaan berprofit diambilsebesar bisa -0,0bO6iad/m. 0,ooo1 panjang yangditinjau tendon ja.aka darijackpenegang), (pada mm. panjang penyaluran untukpelepasan berangsur, mm. momenyang menyebabkan terjadinya retaklenturpada penampang akibat beban luar, mm.N. momen. terfaktorpada penampang yang ditinjau,dihitungdari kombinasi oeoantuar yang menimbulkan momenmaksimum pada penampang yang ditinjau, mm.N. momen (kekuatran) batasnominal Ientur. mm.N. momen (ultimit) terfaktor akibat kombinasi beban luaryangpalingberbahaya, mm.N. perbaodingan rnodu/us elastisitas bajaterhadapmoduluselastisitasbeton. gayatarikdalambetonakibat beban matidanbebanhidup tidakterfaktor, gayapadatendon prategang, N. kekuatan balasaksialnominal komponen struktur, N. gayaprategang efektiftergesek padalokasisejarak (di manax =l.L,) dari x ujungpenegangan (./ack;?g), prateqanq setelah qesekan_ kehilangan akibat N. gaya prategang ujung penegangan di (/ack,t4gi se6tu; memp6rhitungian Kenrtangan prategang, N. gay.aksial terfaktor(ultimit)yang normal terhadappenampang, akjbat Kombinasi beban luar yang Falingberbahaya, yang memperhitunqkan dan pengaruh dari susutdan rangkak. positifuntut tekan,negatif;tuk diambit tarik. N. Kekuatan nominal komponen struktur. faktorrelaksasi rencana padatendon prategang, ditentukan sesuai sub-pasal '1.3.3.5 Kekuatan rencana komponen struktur. Kekuaian rencana yangdiijinkan (pada kondisi tayan). spasidari tulangangeseratau punttrdalamaratrsejajardengantula,Ean longitudinal. mm. Pengaruhaksi batas (ultimit)akibat kombinasibeban luar yang paling berbahava. Pengaru'h rencana aksi padakondisi beban layan. Kuat gesernominal yangdisumbangkan beton, oleh N. nomir.lal disumbangkan oteh beton pada saal terjadi ::?J. 9"""1. ..yang Keretakan diagonal akibat kombinasi lentur geser,N. dan nominat..yang disumbangkanol;h beron pada saat teladi g*1 ,y3l Keretakan diagonal akibat tegangan utama dalambadan tarik di (web),N. gayageserpadapenampang akibat beban matitidakterfaktor, N. t.ri"ktgr pada penampang akibat beban tuar yang terjadi 9:y-"-,9:::r, Dersamaan denqan M_.. N. kuatgeserbatasnominal penampang dari komponen struKur,N. Komponen vertikal gayaprategang dari efektif, N. KUat gesernominai yangdisumbangkan tulangan oleh geser.N. gayageseryang,biladikombinasikan gayaprategang pengaruh dengan dan aksi lainnyapada penampang, atan mengtraiiikan tegingin tarik tiiama sebesar0..11',/, pada sumbu pusat atau perpotongan bagianbadan dan sayap, manayangtebihkritis, N.

R.
J

s, s"
l/,

r,t

v",,.
I,d

vt V, v

r,
t/,

xlx

Stan ldt Peruanad,

St ,btr

Be,ot ,,tukJ.abdkl

v,

sudut antaratulangangesermiringdan sumbu longitudinal komponen dari struktur, rad.

pada penampans' kombinasi tuar akibat beban ffffi ff'"fJ i:fll'#tjmit) larakdar,sumbupusatpenampang ke serattarikterluar, utuh mm. utuh,"mensai.r tarik kese.at terruar diman; akan retak ff::i$,friffJli)t

tidakkurang 0,85 fe,/fe, dari = u,zaunuk nitaif/Ip,,yangtidak kurang O,9O dari regangan rangkak beton. mm/mm. regangan susutbeton, mm/mm. faktorrcduksi kekuatan. rencana.yangdihitungsesuai ketentuanpada sub_pasal ffirr:"n"* koefisien.gesekan akibatadanya lengkungan tendon, yangbilatidakadadata yang lebih tepat, dan bila semuaten-don datamsatu s;lo;gsong ditegangk; -

$:iluntuknilai fl :n:,T,'#:,,i?!"ilJ;;t,*nttt*' = o,4o^ yang

tendon prategangbagian di sepanjang rad. 2,, l^,"_tr^::l"l::9yt.p-fil raKror t|nggt tegangan blok tekan persegi ekivalen beton.

i:;|:ffi|,"

bersamaan, nilainya dapar direrapkan berda:ark;n ,uiur""n li

yang diberi pelumas dapat diambil sebesar Y1,"* ^selongsong _ u,uc u,1c. Untukse]olSso-nS logamdengan permukaan berprofil dapatdjambil sebesar _ 0,25. 0.1S

,"s""0""daram tendon prates;ns p"rp"nJ"rlnakibar "r"sti" kehilangan fllif"gg;


tegangan dalam tendon prategangakibat relaksasi baja prategang, Mpa.

beton. pot"sans terhadap penampans tuas beton. ::]:j:j?19"n s:":, Cpirat) terhadap penampans tuas beton. ::i:::3193" minimum raso_rurangan geser (spiral) terhadap p-enampang luas beton. Ken[angan tegangan dalam tendon prategang akioat rangkat bJton, Mpa kehilangan tegangan dalam tendon prategang atiOat sus-ut Oeton, pa.

terhadap penampans ruas beton. ::l: y9:9:! l":k ":n-pratesans raspru|angan tekan terhadap penampang luas

d/J.. i:*f::Flg:13:* "on-pratesans , inoexstutaDgan tekan yang adalah= pftf fnoeKs tufangan prategang yangadalah p!,fp = L. prategang untukpenampang yangmempunyai sayap(batok T:fJ.]"_"91" sebagai dengan diambil ),_ornlung .r,e b sebesar lebarbada; (weOj, fu". .r i"il
indeks.lulangan non-prategang penampang tarik untuk yangmempunyai (11_.k,T)t dih'Jung sebagai ,-dung"no drambit sebesar tebar badan :.:.I?t

yans arah ad =

untuk t-n lii*t::,ffffi ;X""T:no::g"ndiperrukan;;E;u"'idt;' il*i

ll'"?ij;"ffiji3i-lii?lXT"Hffi ,:nTj.:;:n"il'""noe"a,ri-"i'r,'r,
XX

Ston.tat Perc^caaa.h stmklu

Belon u4tukJembahn

rndeks tulangan_tekan untLrk penampang yangmempunyar sayap(balokT), drhitung sebagai 4r'dengan diambil D sebesar lebarbadan(web),dan luas rurangan hrussesuaidengan yangdiperlukan untukmengembangkan kuat aeKan bagian oan badan saja. BATAS LAYAN PADA ASPEK LENDUTAN DAN RETAK = tuastulangan tarik,mm2. = /uastuJangan tekan. mml = luastulangan tarik,mmr. = luastulangan tekan,mm2. = modulus elastisitas beton, Mpa. disyararkan umur hari, pada 28 f Mpa. 1::11",.!1" Inrens[as Fton.yang rata-ratia prateaano efektif dalambeton dalamarahyangdikekang. = modulus keruntuhan daibeion.Mpa = tinggipenampang balok, cm. = momen inersia penampang transformasiretak, mm4. momenInersia efektif. mm" = momeninersia penampang beton tidakretak,mma. raKror yang digunakan dalam perencanaan daya layan dengan -memperhitungkan pengaruh jangka anjang @ngkaidrn p dari _ = panjang bentang, cm. ",i*i.

A" 4", A" E"

T' t*
h

L,
I4 Is L L" L, M" M-

: : = = : = =

v'
t

daribeban (momen layan tidaiierfaktor) dimanalendutan sedang ditinlau. momen retak,N mm. jarakdariserattarikmaksimum sumbu ke utama penampang, mm. J"lg terganrung kondisi / sisipetat. dari tepi l-9:!"1"" raKrcr pengati untukpenambahan jangkapanjang. lendutan rasiotulangan tekannon_prategang. faktorketergantungan waktuuituk-beban yangmenerus.

panet datam pendek, q*i petar arah mm. !?li:iS d"li "uaru panet datam panjang, pelat arah mm. l"lu-ng :uatu momen maksimum

P-EMERIKSAAN PERENGANMN TERHADAP FATIK, GETAMN DAN TUMBUKAN = = = nilaiperbandingan modulus elasttsitas. bebantitikperiodik (beban harmonis), N. trekuensialami dasar, Hz.

=
=

5:?lj::il i:,on

disyaratkan umur hari, pada 28 vans Mpa.

kecepatan, m/detik

xxi

Skkddr PM.dnaan

Sttutu* Aeb. tutukJqbatah

KETENTUAN UNTUK PERENCANAAN STRUKTUR TAHAN GEMPA


jarakantaravertikal sengkang, dari mm. luasintikolomyangdihitung keluar tulangan dari spiraltransversal, mm2. tuasDrutto kolom.mm. percepatan puncak battjan dasar, m/dr luastotalpenampang tulangan sengkang. mmr. ruastotEtt tutangan (termasuk tulangan lentur), mm2. gaya apung, kN. bebanmati.kN. tekanantanah,kNl m2. gayagempaelastis yangdimodifikasi dengan faktorR yangsesuai, kN. gayagempaetastis yangdibagi R, kl\. 0,5 kuattekanbetonyangdisyaratkan umur2g hari,Mpa. pada tegangan lelehbaja,Mpa. percepatan gravitasi,m/detik, - untukkepala jembatan,. ketjnggian rata-rata kolomyang memikul dari dek Ke JemDaran sambungan ekspansi berikutnya, m. - untukkolomdan/atau jembatan pitar (piel),iinggi kotom jembatan, ataupitar m. - untuksendidalamsuatubentang, ketinggian rata_rata dua kolomyang dari berdekatan pilarjembatan, atau m. ukuran darikolomterikat inti dalam arahyangditinjau, mm. koefisien gempa. panjang dari dek jembatan titik ekspansi ke terdekat, atauke ujungdaridek jembatan, m jarakbebashorisontal, mm. beban aksialminimum, klr faktorreduksi gempa, tanpasatuan. yangterputar yangdiukur secara normat suaru dari garis :qI$lp"Pqkg" Keoenbng,derajat. tekanan aliransungai, mr. kN/ faktorreduksi kekuatan geser, untuk tanpasatuan. perbandingan darivolume tulangan spiraldengan volume totaldari intj beton (luarke luardarispiral), tanpasatuan.

EQM =

. kJ L N Pn { r )r 0 = = = = = = = =

xxll

PMKATA Standar perencanaan struktur beton ur

n yang 0"" mensusutkandapar konsep lelahdisusun padatahun2ooo asai oia;urtan'nieniiji dLna?ii"foT"iinoon""" l3iiiro*

kon""p Gra-h;;u"i,ipio"i?riun 'rggz. y"ns B:lT . 2002. Batai Jembatan #,ei;ai peLn;kipj"rljiji dan p,""t I::: _Fl,id"" , prasarana "e";un'-i.-;;ii"n o"n Tiansport"ii, 5:::l3l ._pengembangan rengemoangan Kimpraswil
menvelesa

penyempumaan konseo,' Bidoe Desigl dati b"n,.""6 ;ff; cor".e'ti yang telah disusun pada lahun199i oren 99t"." Jenderal Marga, oes,g, " utrektorat Bina 'F"il Deoanemen Pekedaan Umum densan danahibah daripemerintah nr"iraii"l i"iln zooo, pekerjaan nementrian umum,menyusun konsup iut" i"J"i"r"rll'n#il' str*t* yans yllykJgT^bgt"n berdasaikan

keuutlldnacuin-rd;;-';;:"*"Jr1313:",:"":"".ti::i*ef H$il:Hi

eessro, -e-uioid;E nsru, 5:ilirSiH#ill"'""ri5liltjli *"J"'l oanpakardalambidang teknoloqi I oanperencanaan berkompeten betor "#ii"i#; yang di bidang dan Jatan jembatan.
jembatan indonesia, di sehingg, yirg-aiil"y,ir" o"" pekerjaan tersebutmemenuhi Dersva "ririJri perencana petaksana dan iembatan di^tndonesia, iiij"g" diil;pii-i., o"put ormantaatkan sebagai materiDenoaiar "t*0".
skuktur terhaiap ketentuan betonun ;;;;;';;nj'H/i*3:ElJ:il"H:fitE:lli".fl:,i:l peraksanaan pekerjaan Slandar perencanaan

':liyl. r:rlan tersebut, panitia Tekntk Standarisasi !|:.:llll! melalui Bidang Konstruksi dan rrangunan Gugus Kerja KonsrruKsr Jembatan dan Sub panitiaTeknik utandarisasi prasarana Bidang Transportasi metakukan serarfilai"i]-urnoln""-un un,u^ penutisan *onseptatacaramenjadi Rancang"an ]:lpl:i":Ti lahun 2000. pada Srui l'>N no.E oroses r "esJ"iFroorn"n

-;[fil?: peraksanaan,ol,iLfr,;"J,34il-"i*Hffl *:lr"ll,T:.l" "r.ono."i"

ffi;:' #;Hi":u":,,ff"1jxffi"ff 11"9,11f i ;"H::ai* ff;Lff:i;1il:i

SlandarPercn@atu &ruku BehrnuhtukJehbatdn

PERENCANAAN STRUKTUR BETON UNTUK JEMBATAN


I. RUANG LINGKUP

Standar Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan digunakan ini untukmerencanaKan 'r"nssun"*"ri jaF! raya dan jembatanpejalan kaki di In,i;;;, y"n!. 1eg_t! struktur . . Komponen beton bertutano ueton^prategang oan ;;il;il"ffii.rd ;"ron normat, dandengan panjang bentang tidailebn dan1OO ftF,Ier jembatian Untuk berbentano oaniano 100m),atauyangmenggunakan (> sistem struktur khusus, atau material khu;us.;ta; kondjsi_kondisi khusustersebut n"n" oif"ir-f.ln,in"i, A"n diserahkan kepada yangberwenang beserta ."rr" p".ui,i.ti"rii J;;;;;. "lii.r" Betonnormalyang dimaksud dalar

-kondisi kondis il;;; ;il";"ff;,T1""1"";:-i:nT J:P#ii"",:":ifl[,.fj,ii",Lf I memperhitungkan

rinaoi dengan telun yang'lJbihltggji";;6o ,rap", rujt betonringan dengan massaie-nis vangkurang iOod tglm3,i!""t[Jn o,r"oi"ngg"p oari "t"u peiu bisa dilakukan penyesuaian paoaperilaku material betontersebut, suaru acuan teknis atauhasit penetitian oi"" ait"iir" ;rJh-;;d;;d;;"" berdasarkan yang 2. ACUANNORMATIF

Jni"Li6.iviE" *-ii"i oo MHa (setara dengan _ K7o0 K250 "irino"ij berdasarkan. r.iro"-Jl,li,il",lf o"ng"n bena; o"ton ,ingan yang mempunyai ienis kurang zooo"ii massa tidak oari r<dm;!l;';;il;u", kuat tekan Mp," densan Mpa. 40 Wa-raupun aemttian, 3ll1L 30 betonbermutu slii"rini'ii"rl"rr"r, untut penggunaan:"rpai

r::Tl,#lX#'ffi1#:"3:i l:1s_9unala.n i;lrffi:l';::#:51. ::fi""p",ti""o,mempunyai tekan kuar (berdasarkan u"naa'r;i

l3l9:1. i"i^T"qs-"lakan acuandokurnen vangdipubrikasikan standarNasionar oreh Indonesia (SNt), ASTM, AASHTO vaitu sNt 03-2847_1992 sNt sNt sNt sNt sNI sNt sNt sNt sNt sNt sNt sNt sNt sNt sNt 03-39761995 03-2458_1991 03_2492_1991 03-2495-1991 03_2834-1992 03_3403_1994 03-3449-1994
Standar penghitungan struktur beton untuk bangunan gedung Tak carc pengadukan penoecoran Deton ctan

Metosepengambilan contohbenda uji beton inti ipesntKas bahantambahanuntuk beton tan carapembualan rencana camputanbetonnotmal Metodef,engujiankuat tekan betoninti pemboran cAta pembuatan campuran dengan agregat ingan ,t.an, untuKbetonrinoan a3-4433_1997 Spesifikasi bet;n sia1 Dakai 07-1050_1989 tulanganuntuk konstruksibetonpntekan Paia 07_2052_1997 Eap tutanganbeton 07-2529-1991 Metodepengujiankuattarik baia 07-1051_1989 r\ayat haia karbontinggi un.tui beton konstruksibeton prctekan 07-1154-1989 ^awar oala tanpa lapisan bebas tegangan untuk konstruksi beton pratekan, ialinantuhth 07-3651.1_1995 Kawat,bajabet;n pratekan, _ persyaratan umum 07_3651.2_1995Kawatbajabetonpratekan, Bagian1 _ BaAian2 f\awat tarik dinqin
1 dati 125

y:lo^19^e-?n-qam9it"ancontohcampuranbetonsegar

Sbhddr Pqqqnnan

Sttuktur Belon uituk Jenboton

sNr

sN/ 07-3651 995 .2-1

07-3651.4-1995

Kawatbaja betonpratekan,Bagian 4 - Pilinan Kawat taik dingin,kawat baja betonpratekan

AASHTO, ASTM AASHTO sirteenth edition, 1996 AASHTO T2G79 Qualityof water to be usedin concrete ASTM 421-91 A Uncoatedstress-relbvedwire for prestressesconcrete ASTMA 722 Uncoatedhigh-strengthsteelbar for prestresses concrele ASTMC 494 Waterreducing,retarding,accelenting, high nnge concrete ASTMC 618 Pozolans, fly ashand other mineraladmirtures AASHTOM31-95 Deformedand plain billet-steel lor concretereinforcement bar AASHTOM32-94 Colddrawnsteel wirc for concretereinforcenent ACt 315 Manual of standardpractice for detailing reinforcedconcrete structures, Ameican Concretelnstitute AWSD 2.0 Standar& Specificationsfor welded highway and nilway bridges 3. DEFINISI DAN ISTILAH

lstilah dan Definisiyang digunakan dalam StandarPerencanaan StrukturBeton untuk Jembatan adalah: ini 3.1. adukanbeton campuran antaraagregathalusdan semenportland yang lain ataujenis semenhidraulik dan air. 3.2. agregat granularmisalnya material pasir,kerikil,batu pecahdan kerak tungkupijar yang dipakai bersama-sama dengan suatu media pengikatuntuk membentuksuatu beton semen hidraulik adukan. atau 3.3. agregathalus pasiralamsebagaihasildesintegrasi alamibatuan atau pasiryang dihasilkan olehindustri pemecah batudan mempunyai ukuran butirterbesar mm. 5,0 3.4. agregatkasar kerikilsebagaihasil desintegrasi alami batuanatau berupabatu pecahyang dihasilkan pemecah olehindustri batudan rnempunyai ukuran butirantara5,0 mm - 40,0mm. 3.5. agregatringan yang dalamkeadaan agregat keringdangemburmempunyai massajenis 1'100 kg/m3 atau KUranq.
2 dari 125

Stan lar Perehe.aan

Struklut Relon untuk Jehbdlon

3.6. angKur suatualat yang digunakan untukmenjangkarkan tendonkepadakomponen struktur beton dalamsistempasca tarik atau suatu alrt yang digunakan untuk menjanokan{an tendon prosespengerasan selama betondalamsisiem-oraiarik. bahantambahan suatubahanberupabubukataucair,yangditambahkan dalamcampuran ke betonselama pengaoukan dalamjumlahtertentu untukmerubah beberaoa sifatnva. bebanhiduo semla beban yang terjadi akibat penggunaan jembatan berupa beban tatu linias Kenoaraan sesuaidenganperaturan pembebanan jalanrayayang beiaku. untukjembatan 3.9. bebankerja oebanrencana yangdigunakan untukmerencanakan komDonen struktur.

i.to.
bebanmati

jembatan bersifat yang tetap, termasuk segata beban l^11::T!? ??glgi.d*l suatu tamoanan yangt|dakterpisahkan
darisuatustruktur iembatan. 3.1'l bebanterfaktor bebankerjayangtelahdikalikan dengan faktorbebanyangsesuai. 3.12 beton semenporfland ariau semenhidrautik yang tain,agregathatus,agregat ::TlT3: air,dengan Kasar oan i"tir atautanpabahan lambahan yangmembentuk maisa paOat. 3.13 beton bertulang baja tutangandengantuas dan jumtah yang tidak kurang dari nitai *l?:. f l9--d]b:,1 mrnrmum yang.disyaratkan denganatautanpaprategang, direncanakan dan berdasarkan asumsl Dahwa l(eduamaterial tersebut bekerja samadalammenahan gayayang bekerja. 3.'t4 beton normal

jenis -2500 kg/m3 dibuat dan dengan menggunakan T9il:llg -"rp"llai mssa 2200 agregat atamyangdipecah
aiau tanpadiDecah.

3 dari125

St4tdar Pquu\@n

stdkut

Beton btuk Jehbatan

3.15 beton pracetak etemenaiau.komponen beton tanpaatau dengantulangan yang dicetakterlebihdahulu sebelum dirakitmenjadi iembatan. 3.16 beton prategang datamuntukmengurangi 9:19! Flrt"lg- V"nSdiberi tegangan tegangan tank potensial datambetonakibatbebanker;a. 3.17 beton polos Deton tanpatulangan ataumempunyai tulangan tetapikurangdari ketentuan manimum. 3.18 beton ringan pasir betonringanyangsemuaagregatharusnya merupakan pasirnormal. 3.19 beton ringan struktur ?:1j,.1i9 rYUUKg/m-. mengandung agregat ringan dan mempunyaimassajenistidaktebih dari

3.20 beton ringan totat betonringanyangagregat halusnya buKan merupakan pasi.alami. 3.21 friksi kelengkungan

[Li ru:r:'i#i"*n
3.22 f ksi wobbte

oreh benskokan renskunsan profirtendon atau didaram pratesans

friksiyangdisebabkan -r'*"otehadanvao

setonssois i n'"tJt"nn
3.23 gayajacking .

disensaja penempatan pada 5i?iff::fl:1":ifi.tidak

gaya semeniarayang ditimbutkan ole}|alat yang mengakibatkan terjadinya tank pada Enoonprategang dalambetonprategang.

4 dati 125

Statutu Perenunaa^ 'trukts Betohuttuk Jenbahn

3.24 kuat tadk leleh krlat iarik leleh minimumyang disyaratkan atau titik leleh tulangandalam mega-pascal (MPa). 3.25 kuat nominal kekuatan suatukomponen struktur ataupenampang yangdihitungberdasarkan kelentuan dan asumsimetodaperencanaan sebelum dikalikan dengannilaifaktorreduksikekuatan yangsesuat. 3.26 kuat perlu kekuatansuatu komponenstrukturatau penampang yang diperlukanuntuk menahan bebanterfaktor ataumomen dangayadalam yangberkaitan denganbebantersebut dalam suatukombinasi sepertiyang ditetapkan dalamstandar ini. 3.27 kuat rencana kuatnominal dikalikan dengan suatufaktorreduksi kekuatan @: kuat tarik belahJ[! kuattarik betonyangditentukan berdasarkan tekanbelahsilinderbetonyangditekan kuat padasisi panjangnya. 3.29 kuat tekan beton yang disyaratkan/. kuat tekan betonyang ditetapkan oleh perenctna struktur(bendauji berbentuk silinder diameter150 mm dan tinggi300 mm),untukdipakaidalamperencanaan struktur beton, dinyatakan dalam satuanmega paskal(Mpa). Bila nilai/" di dalam tanda akar, maka hanyanilai numerikdalamtandaakar saja yang dipakai, dan hasilnya tetap mempunyai satuan mega paskal (MPa). modulus elastlsitas rasio tegangannormaltarik atau tekan terhadap yang timbulakibat tegangan tersebut. Nilairasioini berlaku untuktegangan bawahbaiasprooorsional di materia'i. panjangpenyaluran panjang tulangan yangdiperlukan tertanam untukmengembangkan rencana kuat tulangan padasuatupenampang kritis.

5 dari125

staniar Pducahaan StruktutBetonuhtu+Jehbatah

3.32 panjangpenanaman panjang tulangan tertanam yang tersedia suatutulangan dari diukurdarisuatupenampang 3.33 pascatarik cara pemberian tarikan,dalam sistemprategang dimanatendonditariksesuadah beton mengeras. 3.34 perangkatangkur peranqkal y9n9 digunakan pada sistemprategang pascatarik untuk menyarurKan gaya pascatarikdaritendonke beton. perangkatangkur strand maiemuk perangkat angkuryang digunakan untukslrand,batangataukawatmajemuk, ataubatang tunggalberdiameter '16mm dan sesuaidengankeGntuan > yang oeriiku datamstanaar
Int.

3.36 perangkatangkur strand tunggal perangkat angkuryang digunakan untukstrard tunggalatau batangtunggalberdiameter 16mmataukurang yangsesuai dengan sEnoar Int. 3.37 pratarik pemberian gayaprategang denganmenarik tendonsebelum betondi cor. 3.38 prategangefektif masih bekerja pada tendonsetetahsemua kehitangan fg:TT,y""S pengaruh teganganyang IerJaOl, tuar dt bebanmatidan bebantambahan_ 3.39 sengkang tuiangan yangdigunakan untukmenahan tegahgan geserdantorsidalamsuatuKomponen datam ben-luk U;ta;persegi dan I, orpasang tegaklurusatau membentuk sudut,tertrioaptutangan fongitra;.-IiJip"L"i p"a" komponen struktur lenturbalok. 3.40 sengkangikat sengkang tertutup penuhyangdipakaipadakomponen struktur tekan.
6 dati 125

dfli.batans rawit ;t* :llltl,f.j9lf1 Rakitunggalturansan, u"a;a i";ii"gi,JJi ;i1!il. po,o" at"u urr, DerDenruk atau dibengkokkang

Slon t r Pm.onadh

Saklw

Betoh utuk Jubatd"

3.41 tendon elemenbajamisalnya kawatbaja,kabelbatang, kawatuntaiatausuatubundel atauberkas oaneremen-etemen tersebut, yangdigunakan untukmemberigaya prategang padabeton. 3.42 tegangan intensitas gayaper satuanluas. 3.43 tinggi efektif penampang (d) jarakyangdiukurdariserattekanterluarhingga berat titik tulangan tarik. 3.44 transfer prosespenyaluran tegangan dalamtendonprategang melaluilekatanbetonuntuksistem

jack perangkat angkur untikslstem pasca klfaoaromponen tarir< ll:lglil:!?! dari arau slruKtur 0elon_
3.45 tulangan batang bajaberbentuk polos atauuliratauprpa yangberfungsi gaya untukmenahan tarik paoaKomponen struktur, tidaktermasuk prategang, tendon kecuali secara bila Knusus diikut sertakan. 3.46
tulanganpolos batangbajayangpermukaan luarnya sisi rata,tidakbersirip atau berulir. 3.47 lulanganspiral tulangan yangdililitkan secaramenerus membentuk suatuulirlingkarsilindris. 3.48 tulangan ulir batang bajayangpermukaan luarnya sisi tidakrata,yang berbentuk bersirip atauberukir. 3.49 zona angkur bagian komponenstruktur prategangpasca tarik dimana gaya prategang terpusat disalurkan betondan dise6arka-n ke s6caralebih meratake seiuiuhbagiai penampang.

perangkat oeraKang angkur tersebut.

angkur adatah ini sama densan oimenii t"iO"""ii i"nurnp"ng. l:li?1s^_1i:ft .zona tenga, zonaangkur y:111!:r:lg,,"t,rlgkur
mencakup daerah terganggu depan di di dan

7 dati 125

stahntu Perqcaad@ SttukturBetonuntukJtubaton

4 4.1

SYARAT UMUM PERENCANAAN STRUKTURBETON Umurrencana jembatan

y!1,, nn9"n^ jembatan padaumumnya disyaratkan tahun. Namununtukjemoaran 50 penlng dan/alau berbentang panjanE, alau yang bersifat khusus, disyaratkan '100 umur rencana tahun
4.2 Satuanyang digunakan

Peraturah menggunakan ini sistemSatuanInternasional. 4.3 Prinsip umum perencanaan

4.3.1 Dasarumum perencanaan harus berdasarkanpqda suatu prosedur yang l^"i1^T3"1 pada . memberikan jaminan Keamanan tingkat yanq waial

diterima untuk mencapaisuatu d;i;,, keadl;; J.,ffii;:ifif"l#:'lg[?:l"fns dapar


*:f*Fn batok, petat,. kotom betonbertutang sebagai l1:::::::l yang komponen srruktur Jemoatttn diperhitungkan terhadap lentur, geser. 'deiJn tentuidan orn prntir, pada perencanaan oeriasarian "iiLi.li", ,ll:y1:rdsarkan cara i"i'-r{"iilt"n r"rr"no, (t'rrKt).

sebagaicara prhitungan -- ' aapar" alternatii, l9l9rl:"'nv",. lqPs'! jioln"*"n w'v' Perencanaanberdasarkan
Batas Layan (pBL).

st,ur<ru,-oeton i,aGia";-#;,;n-,"#,'i:llrH'"",l"ffil,i:11*S,::T:t.lilfiB;ff1 atau


""r"
perencanaan

Untuk perencanaan komoonen struktur;"r6"f"" pembatasan tegangankerja,seDerti

V"ng ;""gu-tamatan suatu

itu, harusr strur<tu ieseffi;l;';';;;f fli,:Jii1i1:il:fff i:ili:[?]*"#iiff i miu pun J::"rT:,i " Kontinuitas redundansi. dan Semuakomponen struktur iembatan harusmgmpunyai ketahanan yangterjamin terhadap kerusakan ins6biliras dan sesuai urr.;"riro"L" v"ig ;;JnJnat"n. ekstemal 4spek pertindungan kemungkinan adanyabebanyangtidak orrencanakan beb"nb"rl.oif,"rn"d"p atau

Di samping

4.3.2 Asumsidananggapan perencanaan Jemba_ian dihitung perru sesuai dengan,persyaratan yang di standar ini. waraupun kemungkinan jembatan direncanakan berraku daram tidik i,ntui seturuir ioriJis]pembebanan, sepeft mrsalnya peranq. kondisi namun J""i. ;;6;;;';;i'"pJng"rrn y"ng -seriap tapat diram"rkan

['i]#:H:*::l

seber,'nvi d"ioi"il'n"1il'oli-",ti,o,nsr."n """.i"

prosedur asumsi Untuk dan -*" dalam o Perencanaan besarnya serta bebanrencana harus mengikuti ketentuan b;rik;i, pada bahwa struktur direncanakan menahan .Didasarkan asumsi untuk semua beban yangmungkin bekerja padanya. keqadihitung peraturan berdasarkan pembebanan untukJembatan Jatan R:::"
8 dari125

staat|r

Perencdhaan stmktur 8e10. rhluk Jmbntb

;i,n,s.i,:l"ff#l'jf"'lH,j;flil,ili,i:l''"* i!F!E?3fl"5i,T ":l"[ilx ,ff,"1"",,""ru1%:: ffi'il?:?'11;?:J:It""!3li'#l",i,ilg;iX'fl ;'"flilllJfl


4,3.3 Perencanaan berdasarkanbebandan kekuatanterfaKor (pBKf) harus didasarkan Perencanaan berdasarkan danr"ir"t"n i"rt"Loi jiliiii, terutama paoa cara Beban vin[l"lr" ."r"nrn, untuk jenisgayadatam datim semua di r..orlJn"n l:1"*_1"-"f*l SebaOai: JemOatan ""r,1" "urxtw Perencanaan komponen struktur iembatan

aati QR,2 dampak lr

g,

(4.3-1)

padasisi kek^uatan rencana penampang dari :olTa-na yans kiri mewakilj komponen sruktur bisa dihitung dari -k, (besaran ketahanan atau kekuatan Lel?alan, komponen nomrnat dari penampang struktur) dikarikan dengan suatu r"no. i"Jri t"ti"t"n d;dansisi rnanmewakiti dampak batasuttimit.atau yan--g "i yangbisa dihitung _paring.me;-bah-#r.-"n'i'uiio"o"n_o"u"n, berdasarkan Der jenis'jenis beban

L",ol,,ou ;";s;;ft c,, t"ns

untuk menganlisipasi kondisi suatu batas-uttmit, bis","rj"oi yang fliiBolS.dilakukan | erjaot xeruntuhan Dada "nr"r" loka, satu.atau sebagian komponen jemoaran. struktur

Dengan demikian perencanaan secan

"fi:'li#f5:,J",:i9#?j5:ii:ri

vans

rc;.,rit"n"" oJsr"ii,iiilZ l';Hiy":o"o*" d;


4.3.4

akibatfatikdan/atau korosisehingga teladi kehancuran. Kegagalan dari pondasiVano perseseran berrebihan vans atau

;i;;; lembatan nx,:3i^'#:ffi ,,?jTn#:Y,l:Iff.'"*i ;;i'j;;;;; komponen Kerusakan


perencanaan berdasarkan bataslayan(pBL)

keseimbangan statis.karena terjadikeruntuhan tie-gagaran atau ''* I:ll:lSf komponen paCa seoagtan struktur keseluruhan atau struttui;emnaian.-"

Untuk perencanaan komponen jembatan.yang struktur mengutamakan pembatasan suatu tegangan kerja,sepertiuntukoerencanaan terhaojpbni"ur o"a iornpon"n_tornpon"n b:t- praregang, struktur arau betontainnya :ql]i, V""g oi"";g;i',#""i kebutuhan arausebagai cara perhitungan attematif, botehdisunakan 3lll11-1*T*j"V",. cara rerencanaan berdasarkan BatasLavan yanj paOiumum"V" 1nef1, OlO"tj,ri suatu oleh n ai tegangan dari materialstruki iin deformasi atau ijin' periraku

rainnya diijinkan 0o.0""""{i"li,Tr"lxl]lx'irniraj yans o"o"

D-engan demikian perencanaan secarapBL dilakukan untukmengantisipasi suatukondisi oatas tayan, yangterdiriantara darr. lain Tegangankerja dari suatu kor _st'uktu' iembatan yang melampauinilai tegangan yang oiiiint"n, tarik sehinssa berpotensi ,.n"ngikioutk";r"iui;kJn "uo"Tol"n dfifi,li]:t""r",13t":nsan hal_hal i."","";;;;:;;; ;;i:'ffii,',:,1"s" T,HilT*To5:1"*""'"" rerjadi pada kondisilayan,atau

i"il'.:?ff',l]T,"[*'i:J"1H8"J"il1,,T:f :ii"iTii',1"""',H:::" i:i:i,:Hi umum terhadap


I dari125

sehingga menimbutkan instabititas;tau kekhawatiran ,r_i::T]Iang struktural rarnnya terhadap keamanan jembatan padakondisi lavan

S,...lar Pqe^canaan Sttuktur Beton uh,uk Jehbath

Bahaya permanentermasuk korosi, retak dan fatik yang mengurangi kekuatan struktur dan umurlayanjembatan. Bahaya banjirdi daerahsekitarjembatan.

4.3.5 Metodeanatisis Analisis untuksemuakeadaanbatasharusdidasarkan padaanggapan-anggapan etastjs linjer,.kecuali cara-cara bila nonjiniersecaraKnusus memang perluatausecara dianggap tidaklangsung dinyatakan dalamstandar dan/atau dis;Gui"oLrii"a u"rw"n"ng. ini, bita itu, dalam perhitungan strukturbetonharusmemenuhi persyaratansebagai 3:;fflp,"n perhitungan strukturharus ditakukan dengancara mekanikateknik yang f#J:" Bila dilakukananalisis struktur dengan menggunakan program komputeryang Khusus,,maka perlu disampaikan penlelasan in:nsipdan'"t,ii f"rll-oun p,ogr"rn bersanqkutan.

',":":"fi3iffi:dlit ffi:'t'"llffi ;itil;iil :"J:#3ffi lfi lli,;:ilxl:il i:: 'mooet ffi:{3!4"ff dengan mensgunakan matematik-d; ll?FI". ;"kan model
bisa pada -Oafam i"rLi"" J"" l"p"t dibuktikan lj::9!j-Irlr*g atau diterapkan srruktur Keoenarannya, sudah terujikehandalannya anifiiis_ariarisis struktur

terdahulu.

4.3.6 Metodeperencanaan khusus Standarini tidak menutupkemungkinan oagt penggunaan jembatan sistemstruktur -* atau * bahan-bahan yangtidakdisebutka-n secara r,lr,Lisus-jaram "tanJa;;";. Bilasuatuanarisis perencanaan yangrasionar diusurkan untukmenggantikan batasan atau ketentuan yang ada datamstandar'ini, atau bitadiusutkan ,"nyi.ii"ng J"rip"oy"r"t"n

datam standar terutama ini, je;is ata"u untuksuatu lT9-99!lkT struxtu, yang .,embatan khusus, untuk atau jembaian suatu "iit", dengan plfir.ian""nl"ngtt rsu", cara p,"*anaan yanstetah memperhitunsk!" i;;;i;k;;iil,j.us l*: lTli:i: rersebur narus orakukan secara rinci, diserahkan dan kepaiayangoerwenan! iesertasemua pembuktian kebenarannva.
Walaupun demikian, beberap batasan dan ketentuan umumuntukperencanaan struktur yang khususdiberikan iembatan dalambagian8 ,,Ketentuan ,ntuf iui"n"Jn""n * "'"' khusus"J.ang antaratainmencakup jenisj.i"o"t"n "ruxtu, .remDaEn dengantipegelagarboks(boxgidet). ""t"g"ib;i;i Jembatan gelagar bokssegmental pracetak. JemDatan gelagarbokssegmental dengan carapelaksanaan kantilever. Jembatan kabel(cablestayet. Jembatangetagat petengkung (Arch bidge).

10dati125

Statuldr Pefthenaan

Stturiur R.ton "ntuk

J@batan

4.4 4.4.1

Sifat dan karakteristikmaterial Beton

4.4.1.'l Kekuatannomlnal 4.4.1.1.1 tekan Kuat lidakdisebutkan lain-dalam spesifikasi teknik,kuattekanharusdiartikan sebagai kuat .Bila tel(an.beton padaumur 28 hari. t, denganberdasarkan suatukriteriaperancangan oan keberhasilan sebagai berikut: Ditetapkan berdasarkan prosedurprobabilitas statistikdari hasil pengujian tekan padasekelompok benda uji silinderdengandiameter150 mm darrtindgi300 mm, dinyatakan dalamsatuanMpa,dengankemungkinan kegagalan sebesar 5%. Sama dengan mutu kekuatan tekan beton yang- ditentukan dalam kriteria perenc-anaan, dengansyarat perawatan beton tersebutsesuai denganspesifikasi yangditentukan. Mencapaitingkat keberhasilan dalam pelaksanaan, berdasarkan hasil pengujian pada.bendauji silinder,dinyatakan dalam satuan Mpa, yang memenuhikriteria keberhasilan sebagaimana disyaratkan dalampasal4.4.1.10. Dlam.segala betondengankuat tekan (bendauji silinder) hal, yang kurangdari 20 Mpa 10akdibenarkan untukdigunakan dalampekerjaan struktur betonunlukjembatan, kecuali unluxpemDetonan yarg tidakdituntut persya.atan kekuatan. Dalamhalkomponen struktur beton prategang,. sehubungan dengan pengaruhgaya prategangpada iegangandan reganganbeton,baik dalamjangka waktu pendekmaupunjangkl panjang,maka kuat lekanbetondisyaratkan untuktidaktebihrendah dari30 Mpa 4.4.1.1.2 tarik Kuat Kuattariklangsung beton,t,, bisadiambil dari dariketentuan: 033',lt'MPa padaumur28 hari,denganperawatan standar; atau Dihitung secaraprobabilitas statistik hasilpengujian. dari 4.4.1.1.3 Kuattarlk lentur Kuattariklenturbeton,ja bisadiambjl seDesar: 0,6 1,'MPa padaumur28 hari,dengan perawatan standar; atau Dihitung secaraprobabilitas statistik pengujian. dari hasil 4.4.1.2 Teganganijin 4.4.1.2.1 Teganganijin tekan pada kondisi batas layan dalam penampang beton,akibat semua kombinasi bebanretap pada I^"99,19?!.!"k3" Kondrsr batas layan lenturdan/atauaksialtekan,tidak bolehmelampaui nitaiO,+bi,, Oi manat'.adalahkuattekanbetonyangdirencanakan padaumur2g hari,dinyatakan dalam satuan MPa

11 dati 125

shhrlar Perdcdnaar StruklurBeton,ntuk J.nbato.

4.4.1.2.2Tegangan tekan pada kondisi beban sementara atau kondisi transfer tin gaya prateganguntuk komponenbeton prategang Untukkondisi bebansementara, atauuntukkomponen padasaatt.ansfer betonprategang gaya prategang, tegangantekan dalam penampang betontidak bolehmelampaui nilai 0,60r,', di manar,'adalah kuat tekanbetonyangdirencanakan padaumursaatdibebani ataudilakukan transfer gayaprategang, dinyatakan dalamsatuanMpa. 4.4.1.2.3 Teganganijin tarik pada kondisl batas layan Tegangan tarikyangdiijinkan terjadipadapenampang beton,bolehdiambil unruK: beton tanpa tulangan :0,15{r, betonprategang penuh : 0,5 r/1, Tegangan tarikdinyatakan ijin dalamsatuanMpa. 4.4.1.2.4 Teganganiiin tarik pada kondisi transfer gaya prateganguntuk komponen beton prategang Tegangan taik yang diijinkan terjadip.ada penampang betonuntuk kondisitransfer gaya prategang, diambil dari nilaj-nilai: Seratterluarmengalami tegangan tarik,tidak bolehmelebihi nilaiO,2S lrr', kecuali untuk kondisidi bawah ini. Serat terluar pada ujung komponen struktur yang didukung sederhanadan mengatami tegangan tarik,tidakbolehmelebihi nilai0,5 VIi. Tegangan tarikdinyatakan ijin dalamsatuanMpa. 4.4.1.3 MassaJenis jenisbeton, ditentukan nilai-nilai: Massa t'", dari Untukbetondenganberatnormal, diambiltidak kurangdad 2400kg/m3: atau Ditentukandari hasil pengujian. 4.4.1.4 Lengkungtegangan-regangan Lengkung tegangan-regangan betonbisadigambarkan sebagai: Dianggap kurva bilinier atau trilinier berdasarkanpersamaanmalematikyang disederhanakan. Dianggapfinier, be'dasarkantegangankerja. Ditentukan hasilpengujian. dari 4.4.'1.5 Moduluselastisitas Moduluselastisitasbeton, t" , nilainyatergantungpada mutu beton, yang rerurama dipengaruhioleh material dan proporsi campuran beton. Namun untuk analisis peTencanaan strukturbeton yang menggunakan beton normaldengankuat tekanyang trdakmelampaui Mpa, atau beton ringandenganberatjenis yang tidak kurangdari 60 zuuuKg/m- {uar tekanyangtidakmelampaui Mpa, nilaiE" bisadiambil oan 40 sebagai: '.t l^ ^,^ r:i I L,=w, bahwa kenyataannya harga ini bisa \u.u4j{1. ,l, dengan pertimbangan bervariasi1 20%. 1,. menyatakanberat jenis beton dalam satuan kg/m3, i, menyatakan kuat tekan betondalamsatuanMpa, dan t dinyatakan dalamsatuan MPa. Untuk beton norma, dengan massajenis sekitar 24OOkg/m3,Ec boleh diambil sebesar 4700,4 . dinyatakan dalamMpa:atau Ditentukan hasilpengujian. dari
12 dati 125

ahndk Perena.aMAtut

u Beth btuk Jehne,an

4.4.1.6Angkapoisson AngkaPoisson untukbeton,v, bisadiamb sebesar: 0,2 atau Ditentukan hasilpengujian. dari 4,4,1,7 Koefisienmuai panas Koelisien muaipanjang betonakibatpanas, btsadiambil sebesar: p"f "9, denganpertimbangan bervariasi 2O%j bisa r atau 19 " ]9" urrenluKan hasilpengujian. dari 4.4.1.8 Susut beton Bila-^tid,ak dilakukanpengukuran atau penguj,an secara khusus, nilai regangansusut rencana betonpadaumurt (hari),untukbetoi O;iah ;i lokasipekerjaan, iang Oirawat bisa ditentukan berdasarkan rumusan bawahini: di

0) dengan pengertian : r-., = nilairegangan su6utbetonpadaumurt hari,dan r-, = nilaisusutmaksimum beton,yangbesarnya diambil bisa sebagai:
%, = 780x loi r,."

-., = (t / (35+

",,

(4.4-1)

(4.4 -2)

Nilai2,.ditentukan oleh kondisi campuran betondan lingkungan pekerjaan: 2'", = Kh".Kd'.K,".K,r.Kb".K-'


(4.4 -3)

dengan pengertian : umur oeton yang dirawatbasah di lokasipekerjaan, terhitungsejak 7 hari pengecoran setelah lhari] Kh' pengaruh ketembaban retatif udarasetempat (%)] [H la:_<tor pengaruh &' IaKtor ketebalan komponen beton[d (cm)] K"' penSaruh konsistensi (stump) adukan beionii (cm) l:l_(lor Ki Iaxtorpengaruh kadaragregathalusdalambetontF (%)l'' Kr' raKtor pengaruhjumlah semendatambetonIC (kgirn3) faktorpengaruh kadarudaradatambeton[Ab (yo)]. " Besaran iaktor-faktor Ki, &", Kf, Kb.,dan Kh", &"" dapatdiambit ari grafik _ ,t. d 4.4

13dari125

stnhdat Pereh.dkaanstuttur Beloh untukJehbatan

0.8 rrO'6 0.4


I .1:H{40

0.8

o,2 r(i ={ l.a-0.01H: 40 < H i 80 -3.0-0.3


0

0.4
\

| --r---r

#: 80 < // < tOO

lQ'= 1,193 0,ot2zd cm

40 50 60 70 80 9b 1 0 0 Kelembaban Relatif, % H

10

20

30 40 cm

50

60

Ketebalan minimumd (cm)

1.

1.1
.li

kr"'
0.9

0.9 0.8

K"'= 0,89+ 9,9155.|n

'

0.8

10

cm

15

20

25 30

Slump, s (dri)

4 0.7 K s= f o s + O . O tF . .F < S O F - L.0.9 0.0rO2 SO + F> 0.6 30 50@


Kehalusans (< saringanno.4), F %

t.io 1.05
Kl"0.9

,1r
Kbs= 0,75+ 0,034B sakhs

10
Krc=0,95+ 0,008A

o.8

0.9
Jumlah semen dalam beton, kg/m3

8 r0 12 l4 16

Kadarudara, A%

cambar4.4-1 Grafikpenentuan faktorsusut

14 dari 125

'tu"dd

Perc,@aan

Struktu Raot uhtu* Jenbatah

Untukkomponen betonyang dirawatc s.'r ortentukan rumusan oleh (4.44) di ;el;:l a,, = (t / (5s+ 0) .j,

cra penguapan (steamcured)'maka nllai


(4.44)

di man_a t^menyatakan umurbetonyangdtrawat dengancara penguapan,terhitungsejak | - o nafl setelahpengecoran. dalamsatuan hari. Tabel4.4-1

Koefisien standar susutbetonsebagaitambahan angan reg langka paniang Kekuatan karakteristik IMpal /c, Koef. susut maksimum -,
4.4.1.9 Rangkakpada beion

erasts, melaluisuatu koefisien rangkak /.(rt, dimana:


-J = 0""9).e"

rerhaoap el;"ir; risai'n"n i",""16i""" oilil"&Zl:*,ff,|3L,il:,#";"[:fr5i, [g:ig:l


(4.4 -5)

Rangkak, yang merupakan reoanoan iangkapanjang yang tergantung waktupadasuatu Kondisitegangan tetap, dan va-noi

t merupakan regangan elastis diakibatkan bekerjanya oleh suau gangan tetap. Datam koetisien """"",:,y"19 tidakdilakukan hat ranqkak "(tr bita d p"njJ[ui"-nl?u p"ngu;i"n secara khusus, dihitung rumusan: bisa dari d",{t)= (t\" / (ro + to.o)) c,
C, 7. = 2,35 f@ = Kh'.Ki'.Kc.Kf .&.".Ki""(4.4 -s)

(4.4 -6) (4.4-7)

keterangan: ,. :,. )'. X i*, = = = -

),. )": n'o

= = =

kadar agregat aalam haius ietontF ,'"r, iili', faktor pengaruh uiari datam kadar o"ton inCi;i"ri faktor pensaruh beton dibelJ"i umur saat tiin:ji11

waktu.setelah pembebanan lhari] koeflsien rangkak maKsrmum laktorpengaruh kelembaban retatif udarasetempat (o/o)l [H ,,. faktorpengaruh ketebatan kompon;;"j;;.iJ;;"' raKror pengaruh konsistensi (s/ump) aCut<an Leionii (cm) ral(tor pengaruh

Besaran faktor-faktor &., &., Kf, K*", danKb" K", dapatdiambil an gamtar4.4 _2. d

15dari125

Standt Perc".dnann SttuLtut Btun uttuk Jehbata,

1.0 0.9 0.8 0.7 0.6 - {l for H<402 ( 1.27-0.0007HH>40. tor


v.o

1.0 0.9 0.8 0.7

0.5

40 50 60 70 80 90 100
Kelembaban Hp/61 relatif

$ = 1.12-0.0079d

0.6

20 30 40 50 60
Ketebalah Mirimum [cm] d

1.10
t.2 1.0 0.8 u.D

1.05 1.0 C = 0.82+0.026s 20 Slump [cm] s 0.95


no L -''30

r.048

K?= 0.88+0.0024F
4{J 50 60 70
Kehalusan s (< sadnganno.4), F %

t.E t.6 1,2 t.0


0.8

',. -10.46+0.09A -11 toiRs%'\oc

1.0 0.s5
0.90

for A)62

e=li;ii{iil:l.t{;;$

0.85
0.80 810 12 14 0.75.
Kadar Udara (%) A

20 30

40 50 60

Unur Pembebanan saal tftari)


Gambar4.4-2 Grafik penentuan faktor rangkak

16dari125

stunial

Pqencan@

Sttukur Betot ,htuk Jenbatdn

N^amun-demikian tidak dilakukan,suatu bila. perhttungan rinci oarampersamaan (4.4 -6) samoai{4.4-8).at;u oir" oia"gg"p seperti yang dirumuskan .J#ngrfrl;* o,ou,rnlr"n suatu perhitunsan rinci yanq sebaqaimanidisebutkan di;i; ;;ii;;:d#asumsr pada rangkakmaksimumC, bisa diambrt :^11..l:"9bjJ1"S standar,nitai-koerrsren secara rangsung Tabel4.4-2di bawahini dari Dalamhati,ni,.yang disebut sebagaisuatu kondisi standar adalah: Kelembaban relatifudaraseiempat = 70 o/o H Ketebalan minimum komponen berond = 15 cm ^onsrstensi (slump) adukanbetons = 7,Scm ^aoar agregathalusdatambetonF = 5d o/o KaoarudaradalambetonAC = 6 %.

Koefisien srandar ra"n*"*0",." ISli'n1'l;"';bahan jangka regangan paniang


Kekuatan karakteristik/c, tMpal
Koef.Rangkak maksimirm c,

spesintasi ferJ,ilr#ild;V;,il'"|"t*Tta

4.4.1,10 Kriteria penerimaan kekuatan beton untuk telerluanpen_gujian beton, mutu perlu dibuat contoh benda beton uji berupa sitinder oengan djameter mmdantinooi mm' 150 1 JUU vanguntukmasinq-masinq oengujian perlu selaiudibuatd;" ;;; i#;u#' uji'danvansperru dirawai sesuai

densan

di,.lapangan, maka tapangan jenoankondisi rip".s;". silinderyang drrawatdi harus dirawat sesuai di bil;ilirff itu,benda ujt snnoer yang dirawat lapanqan dicetak di harus p"o"."""iy".Ig ;;jmaran oanorambil dar contoh yangsamadenganbendaulrsrnder yang akandirawat raboratonum. di Tingkat kekuatandari suatu mutu beton dlkatakandicapai dengan memuaskan bila otpenuhr keduapersyafatan berikut: Rata-raia dari semuanilaihasiluji kuat tekan(satu nilaihasiluji = rata_rata natai dar, uJrtekan sepasangbendauii silinder yang diambitdari yang sama sperti tetahdisebutkan itasy,y-an!sJturang*,.,;ngn-ia'r-"roiiitln ot "urU",, "OJLin nirui (oan

Bita ada benda uji silinder vano rtirawat

empat pasang) has uii kuat_tekan o"rtrrut_tu'nt"iu"iiili "rp"t yang t, ^ur"ngo"n U, +J).dimana menyatakan deviasi S nitai sianda, ;;Jt ujiGd;:' dad | roaK satupun nilaihasiluii tekan(1 hasit tekan=?ia_-rat-a dari uji iaii nasit Oua u;i srlrnder diambil yang pada waktu bersamaan) mempunyai di bawah nilai 0,E5r,. dad atas tidakdipenuhi, 1,11,_:-1"1,:q,, keduasyarattersebut.di makaharusdiambil rangKah untukmeningkarkan rata_rata.dari uji kuatd;; #k;i;;, hasit ;n bngkah-

bahwa kapasit* d;v;;;i;;;;";i"i.riilj""'o"t"n tio"r H:fl:T ffi[}.|:fffl"stikan


Bila kemungkinan terjadinya suatubeton_dengan,kekuatan rendahtelahdapatdipastikan

oava st.utiu,l"ii!i"n'unsr,in ff:'5'J,',l,"?ffi ]Tli'Xili;"?:i5fr"""* our,n! dipertranyakan 61,,0""",r,",i ;""j, Ji,,iffiliifl? #li f"T'.": "i,.""'p""tir,il t:,fffI:
17 dati 125

sbnnat Perchanaan 'truk!,r Bdon mtukJenbnttu

palingtidak tiga buahbendauji bor inti untuksetiap hasiluji tekan yang meraguKan atau terindikasi bermutu rendah sep;rti diseDufln atas dr daerahyang diwakiti otehhasituji bor inti bisa dianggap secarastrukrural ?:l:: gigSJql rata.rata cuKup barl(bila kuat tekandari ketigab;nda uji Oorinti ters-eiLit tiJakkurang dari 0.85r'. dantidak satuoun

daribenda.uji i"ti r-g-;Jd;#i-ff;#" u6r. 0,751'.Untuk memeriksa akurasi iasil pengujia"n t;fi, 6k";;;i dari b;;

kuattekanbendauji bor intiyangtidakmenentu ataumeragukan bolehdiujiutang.

kurans dari diwakili oleh

datam pengujianbor inti fersebut di atas tidak dipenuhi, PJ1-OjfV"-]:". dan bita Kemampuan strukturtetap diraoukan, maka penanggung .t"*ao y"nj 6Jrw"n"ng ooleh memerintahkan pelaksanaan oembebanan uii atau mengambil langkahlain yang cepat demiunlukkeamanan j;mbatan. struktur 4.4.2 Baja tulangannon_prategang

4.4.2.1 Kekuatannominat 4.4.2.1.1 Kuat tarik putus Ditentukan hasilpengujian. dari 4.4.2.1.2 Kuat tarik teteh tulangan tjdakboleh didasad(an kuat pada teteh, yang metebihit5o vp"',[ei*ri ,"irii"#ol'il,"g"ns. 4.4.2.2 Teganganijin 4,4.2,2.1 Teganganijin pada pembebanan tetap Kuattarik leleh,t ditentukan hasilpengujian, dari tetapiperencanaan

**192l_9lt_t:da_tutanga,nnon-pEtegang diambit ketentuan boteh dari di bawah ini: rurangan = dengan, 300Mpa, tidak boteh diambit metebihi fr,tpi. f+O | urangan dengan = 400Mpa. f,, atau lebih, anyaman dan kawat (polos ulir), las atau .170 tidakboteh diambit
metebihi Mpa. tulangnlenturpada pelat satu arah yng bentangnya 9lty\ tidak leb,hdari 4 m, tidakbolehdiambit metebihi d,501 namuntidakte-bih 2-Od dari Mpa.

4.4.2.2.2feganganijin padapembebanaD sementara Bolehditingkatkan % darinilaitegangan padapembebanan 30 ijin tetao. 4.4.2.3 Lengkungtegangan.regangan Lengkungtegangan-regangan untuk baja turangan non-prategang diambirberdasarkan Ketentuan: mempunyaibentuk seperti yang diperoleh berdasarkanpersamaan_ , Pg!99"p yang persamaan disederhanakan hasilpengujian dari dalambentukbilinier. Dianggap linierpadakondisi tegangan kerj;, de;gan n ai mooutuietastisnas seperti yangdiberikan padapasal4.4.i.4. Ditentukan daridatapengujian yangmemadai.

18 dati 125

Stda.ldt PM@"(@

\ttutu

r Aeba MN

Jahbtta

4.4.2.4 Moduluselastisitas yang tidakiebihbesar E", elastisitas baja tulangan, untuksemuahargategangan Modulus sebesar: darikuatlelehr, bisadiambil - Diambil samadengan200.000 MPa;atau - Ditentukan hasilpengujian. dari Koefisienmuai panas 4.4.2,5 akibatpanasbisadiambilsebesar: muaibajatulangan non-prategang Koefisien - Diambilsama 12 dengan x l0* per'C;atau - Ditentukan hasilpengujian. dari 4.4.3 Baiatulangan prategang

nominal 4.4.3,1.Kekuatan Kuat tarik putus 4.4.3.1.'l Kuat tarik baja prategang,fi,, harus ditentukandari hasil penguiian,atau diambil sebesar yang resmi. fabrikasi sertifikat berdasarkan mutubajayangdisebutkan olehfabrikator

Kuat 4.4.3.1,2 tarik lelehekivalen


sebagai ataudianggap bajaprategang,rr, harus ditentukan hasilpengujian dari Kuat leleh berikut: 0,75 fe, | kawat untuk bajaprategang baiabulat untuksemuakelasstranddan tendon : 4.4.3.2 Teganganijin Teganganijin pada kondisi batas layan 4.4.3.2.1 nilai Tegangantarik baja prategangpada kondisibatas layan tidak boleh melampaui berikut: Tendon pasca tarik, pada daerah jangkar dan sambungan, sesaat setelah

penjangkaran 0,70t. tendon, sebesar layan, 0,60r,. Untuk kondisi sebesar

gayaprategang Tegangan padakondisitransfer ijin 4,4.3.2.2 flilai pada melampaui berikut: iidakboleh tarik transfer Tegangan bajaprategang kondisi dari lidaklebihbesar 0,85 gayapenjangkaran tendon, 0,94rr tetapi et<ibat sebesar pembuat tendon yang direkomendasikan fabrikator oleh atau nilai maksimum t prategang jangkar. atau tidak gayaprategang, sebesar 0,82t tetapi bolehdiambil Sesaat s;telahtransfer
lebih besat dari 0,74fe,. 4.4.3.3 Moduluselastisitas sebes t af. elastisitas bajaprategang, , bisadiambil lvodulus : untukkawattegang-lepas : untuksfrandtegang-lepas : untukbajaditarikdingindengankuattariktinggi ditentukan hasilpengujian. dari
19dari125

MPa; 200x 103 195x 103 MPa; MPa; 170x 103

s^ahldr Perucanaan

Strutd,r Bebh uttuk Jenbald,

4,4.3.4 Lengkungtegangan-regangan Lengkung tegangan-regangan prategang baja ditentukan hasilpengujian. dari 4.4.3.5 Relaksasibaja prategang

T^"1:f^11,!:j?lra,:gang oan, Xondtsr lwat baja, sfrand, dan batang-batang baja prategangyang be;pri-laku relaksasi rendah, sesuaidengan hasilpengujjan.
4.5 4.5.1 Faktor beban dan faktor reduksi kekuatan FaKor beban dan kombinasipembebanan

harus diperhitungkan tiapumur rahapan pada penegangan. dan

Untukbesaranbebandan kombinasi pembebanan, diambilmengacukepadaperaturan Pembebanan untukJembatan JalanRaya. 4.5.2 Faktor reduksl kekuatan

Faktorreduksi kekuatan diambil dari nilai-nilai befikut: Aksialtekan 0,80 0,70 0,70 0,65 o,70

Tumpuan beton 4.5.3 Kekuatan rencana penampang struKurbeton

PeJencanaan kekuatan padapenampang struktur beton pembebanan terhadap semua dan momententur,geser,aksial,dan torsi, harus berdasarkan pada 9:y:_Ei1-I3't, penampang, r:n9."n3 yangbisa dihitung kekuaian dari nominat dikalikan de;gan i_:1!?,1n. kekuatan_ raKtor reduksi 4.6 4.6.1 Korosl pada struktur beton Korosipadabelon

yang korosifatau tingkungan pertindungan taut, terhadapbetonharus l:9?,_lTg!f"g?f dengankepeduan, dengancara meningkatkan muiu beton,dan iii9_y:1?",::.r3i. ',:p9i"t"n sertakerapatan kekedapannya dan terhadap dengancara air, T31!:1, mengurangr nr|ai rasio air-semen yang digunakan. Bila dianggapperlu, aditif bisa ditambahkan dalam camDuran beton_' 4,6.2 Perencanaan untukkeawelan jangkapanjang

Persyaratan standar berlaku pada ini unlukstruktur komponen dan betonbertulang dan beton prategang dengan umurrencana tahun s0 ataurebih. iersyarutan diberrakukan ini sehubungan dengankondisidan klasifikasi tjngkungan_ XtasiRlJ tiijUanganyang berpengaruh terhadap struktur beton adalat, sepeiiaiU"",it paOa an t"fr"f +.0"_r

20 dar't125

Stoadat Perene,nan

Sttuku

be@. untuk Jmbdhn

Tabel4.6- 1 Klasilikasilingkungan permukaan linqkunqan Keadaan dan '1.Komponen struktur yangberhubungan langsung dengan Ianan: yangdilindungi {a) Bagiankomponen lapisan tahan lembab ataukedapair (b) Bagiankomponenlainnyadi dalamtanahyang tidak agresif (c) Bagiankomponen dalamtanahyangagresif di (tanah permeable denganpH < 4, ataudengan tanahyang air mengandung sulfat> 1 g per liter) ion Klasifikasi linqkunqan

2 . Komponen struktur didalam ruangan tertutup dalam di bangunan, kecuali untuk keperluan pelaksanaan dalam yangsingkat. waktu
3. Komponen strukturdi atas permukaan tanahdalam lingkungan terbuka: (a) Daerah pedalaman di (>50 km darjpantai) mana di lingkungan adalah (i) bukandaerahindustri dan berada dalamiklimvano seluK (ii) bukandaerahindustrinamun beriklim troDis (iii) daerahindustri datamiklimsembarano (b) Daerah dekatpantai km sampai km;ari garis (l 50 pantai), iklimsembarang (c) Daerah pantai(< 1 km darigarispantai tetapitidak dalamdaerahpasangsurut),iklimsembarang 4 . Komponen struktur dalamair: di (a) Air tawar (b) Air laut: (i) terendam secarapermanen (ii) beradadi daerahpasang surut (c) Air yang mengalir 5. Komponen struktur dalam di lingkungan tainnya yangtidak terlindung tidaktermasuk dan dalamkategori yang disebutkan atas di

B1 B1 B1 92

B1

s2
U

4.6.2.1 Persyaratan strukturktasifikasi tidakterlindung (terhadap lingkungan)


Tabel 6-1 4

Klasifikasi tidakterlindung untukpermukaan ditentukan struktur pada sepe.tidiberikan

Mutubetonyang digunakan dalamevaluasi adalahmutubetonpada permukaan struktur yangpalingtidakterlidung.


21 da(i125

Sta.dar PewcaMan

SttuLtv

Beton ut,k

Jenbdo.

.U', Ktusus,_unluk klasifiksl lingkungan mutu dan karakteristik beton harus datentukan secaraKhul]f.agar dapatmenjamin jangkapanlangkomponen keawetan sirukturdalam ltngkungan tidakterlindung yangkhusus. 4,6.2.2 Persyaratan kekuatanbeton untuk abrasi Untukbagianbetonyang diperkirakan akan mengalami abrasi(keausan) akibattatutintas drsyaralkanharus memitiki kekuatan tekan /.. yang tidak turang'dlri nrtar yang sebagaimana disyaratkan dalamTabel4.6_2 Tabet4.6- 2 Persyaratan kekuatanbeton untuk abrasi Bagianbangunan jenislalulintas dan/atau

Kuat tekanminimum f"' IMpal 20

Jalanuntukpejalankakidan sepeda

Perkerasandan lantai jembatan yang berhubungan oenoan: t. ialu-.lintas ringan yang menggunakan ban hidup (Karet Dersi udara), unluk kedaraan yang mempunyai beratsamDai ton 3 20 2. Lalu lintas.menengahatau berat (kendaraan yang mempunyar beratlebihbesardari3 ton) ^ Latu 25 .r. lntas yangtidakmenggunakan hidup ban 35 4. Latu ntasdenganrodabaia Harus diperkirakan, tetapi

tidakkurang 35 dari

4.6.2.3 Persyaratanbatas kadar kimia Berat ion-klor-terlrut satuan per volume beton tidakmelebihi yangdisyaratkan nilai datam 4 q - 3. caram2 ktorida ataucampuran Jab:l kimiay"ng rn"niin"ornj tbrida dalam jumlah cukup banyak tidakboteh digunakan kompo;en"beto"i,rat"dng. pada sebagajpersentase berat SO3 tertarutterhadap !1!1r iyt1qt.ryd." U"1on,dinyatakan semen, tidakboteh tebih 5ol". dari Garam ion.kuat seperti nitrattidakboreh ditambahkan betonkecuari pada terbukti tidak mengurangi keawetan jangka panjangrrya.
Tabet4.6 3 " Kadar makslmumign kloridaterlarut asam Kadarmaksimum klorida ion yangtlOatmenganOung B-eton banan-6atnn yang memertukan perlindunqan

yangmengandung Belon bahan-lcah-ffi ng memerlukan Derlindunoan


22 dai 125

S1o.du Petqcana1n

Sltuktur Beton btuk J.nbatdn

4.6.3 Persyaratan selimut beton ,ntuk.tutangan tendonharusdiambit dan nitaitebatsetimur betonyang .T^:3f:l'11!:t9" dengan ketentuanyang disyaratkan untuk keperluanpengecoran da; :_"j:9_":1_".9:r?' unuKpentndungan terhadap karat. untuk kepertuanpengecon tidak boteh kurang dafl nrfaiyang I:fl^:r]11r,1-f",9r Ieroesar ketentuan Oan berikut: a) 1,5kali ukuranagregatterbesar. b) Setebal,diameter yangdilindungi tulangan atau2 katidiameter tulangan terbesar bila otpaKat berkastulanoan. c) T,ebal selimutbersili untuk tendondengansistem pra tarik harus minimum2 kali diameter tendon, namun tidak haruJ lebih besar dari 40 mm. Jaka tendon dikelompokkan,terutiamapada bidang horisontal,tebal selimut beton harus untukkeperluan pengecoran pemadatan. dan .. orpeneDat o, reoat setrmut beton untuk selongsong sistempascatarik harusdiambilminimum

permukaan setongsong bagian ke bawah komponen eo mmpaoa Oin :9_TTtatn. oagtan 9.311

e) 0 . gl

Persyaratan tebalselimut betonminimum untuktendon eksternal samadenganuntuK yangditanam tendon dalam komoonen oeron. S.eliTylbetonharus dipertebat tendondikelompokkan bila datambidanghorisontal aiau biladigunakan selongsong dalambeton. leDal selrmutbeton minimumuntuk ujung tendonpasca tarjk atau perlengkapan angkurharusdiambil mm. 50

Untukperlinduganterhadap karatharusdiambiltebal selimut betonsebagai berikut: -berwenang a) iJrlabeton dicor di dalam acuan sesuaidenganspesifikasi yang oan dipadatkan. sesuaistandar,selimutbetonharu-s Oia.OilirOaf< iri"'ng d"n xet"ntuun yang, diberikan padTabet 4.64 untuk ktasifikasi terlindung. tidak ., 0) brla beton dicor di datam tanah, tebal selimutke permukaai yang berhubungan diambitsepertiyang disyaratkan datamTabel4.6.4 nimun hargaiya 1:19:!_9:lh mm.aiau 10 mm jlka permukaan betonditindungi lapisanyang kedap :l:."1|]11n,39 rernadap kelembaban. c) bila beton dicor di dalam acuan kaku dan pemadatannya intensif,seperti yang dicapai-dari hasil meja getar,digunakan selimutbetonminimumsepertiOisyarattai paoatabel4.6._5_ d) bila komponenstrukturbeton dibuatdengancara diputar,denganrasio atr_semen kurang dari 0,35 dan tidak ada toleransinegatifpada pemu"-ungan tulangannya, selimut ditentukan sesuaiTabel4.6-6. Ujung tendon pada sistem pratarik tidak rnemetlukan selimut beton, namun harus diberi lapisan karat. anti

23 dati 125

Shknar P%candah

Struktur Bebn untu* Jenbdtar

Tabel4.64' Selimut beton untuk acuan dan pemadatan standar

Klasifikasi lingkungan

Tebalselimut betonnominal [mm]untukbetondengankuattekan dari tidakkurang t'yang

ffivPa
35 30 45

40MPa
25 40 55
25 35 45 70

Bl 92

25 35 60

Tabel 4.6 Selimut beton untuk acuan kaku dan pemadatanintensif

Klasifikasi lingkungan

Selimutnominal [mm]untukbetondengankuattekan' yang tidakkurangdari 20 MPa 25 MPa 30 MPa 25 35 MPa 40 MPa

25 25 35 50

25 25 40

B1 B2

30 45 (65)

Tabel4.6 - 6. Selimut beton untuk komponenyang dibuat dengancara diputar Klasiflkasi lingkungan A,B1 Kuattekanbeton t'lMPal 35 40 50 40 beton[mm] Selimut

20 25 20

berada di yangnilainominalnya tertentu lingkungan betonuntukklasifikasi Tebalselimut tetapi untukdigunakan, yangtidakdianjurkan suatuangk, dalamkurungmerupakan berada dalam mutu dan penggunaan beton struktur tidak;da altematif dalam lain apabila sebagai digunakan Iersebut dapat beton maka nilaiaelimul tersebut, kbsifikasi lingkungan peftimbangan. bahan

24 dati 125

Sta,Aar Pera.aiaaa Adktu

R.toa

"ntuk

Je^batan

Tabet4.6.-7 Selimut Beton Berdasarkan Diaf|reter Tulanqan PadaBeton prategang

Letak Struktur Beton


Corlangsung atastanahdan selalu di berhubungan dengantanah Yangberhubungan denganhnah ataucuaca Yngtidaklangsung berhubungan oengantanah atau cuaca a. Pelat,dinding dan pelatberusuk

Diameter Tulangan (mm) Bebas

Selimut (mm) Beton 70

D-19s/d D-56 < D_16

50 40

D-44oanD-56

40

< D-36
b. Balokdan Kolom

Tulangan Utama, sengkang, Pengikat, lilitan spiral


D-19 D-16

40

c. Komponen strukturcangkang dan petat

25 20

C-ara dariperlindungan lain korosiboteh dilkukan dengan tulangan yangdlindungi epoxy (epoxy-coated), pelapisan ulangbeton, ataumembran rapat,ataukombinasi cara_cara dan tersebut atas. di 4,6,4 Perlindungan terhadapkarat untuk tendon prategangtanpa lekatan

Sbagaipedindungan terhadapkaratuntuktendonprategang tanpa lekatan,harusdiikuti ketentuan berikut: a) ., D) c) .. ") e) Tendontanpalekatanharusdibungkus denganpelapis. Tendonharusditapisisecara d?n pelapisdi seketiting tendonharusOiisidenganbahanyang sesuaiyang fnu! mampumemberikan perlindungan terhadap karatdeng; baik. r'e,apis harus kedap air dan menerussepanjangbagian tendon yang diencanakan tanpalekatan. Untukaplikasi dilingkungan penyambungan korosif, pelapis dengan semuaangkur penegangan angkurtengah, dan angkur matiharuslah bersifat ked'ao air lgkatan yang tunggat harusditindungi terhadap korosi ]^u::^-9ill!-l ketentuan terdkidaristrand sesuat dengan vanaberlaku. Diberi lapisan HDpEdangem-uk secara sempurna.

25 dati 125

Standar Pq.rcanaan

Sttukh( Betoh untukJmbiran

4.7

Penggunaanaditifsebagai bahan tambahan pada campuran beton

Biladianggap perlu,adllil dan admixture pada campuran bolehditambahkan betondalam dosisyangwajarsebagai bahantambahan. Dalamhal ini, aditifsering digunakan sebagai bahantambahan yangsangat berupabutiran halus,sebagian besarberupamineral yang bersifat cemenfrfioos, sepertiabu terbang(ft asr), mikrosilika (silicafume), atau abu s/agbesi (iron blastfumace stag), yang umumnya dilambahkanpada semen sebagai bahan utama beton. Dalam pada itu: admixtute digunakansebagai bahan tambahancampuranbeton, yang ditambahkanpada saat pengadukan beton. Pada umumnya,adilit dan admixture bisa digunakan untuk meningkatkan kinerjabeton segar(frcshconcrefe); Meningkatkan kinerjakelecakan adukan betontanpamenambah air. penggunaan tanpamengurangi Mengurangi air kelecakan. Mempercepat pengikatan hidrasisemen ataupengerasan beton. Memperlambat pengikatan hidrasisemen ataupengerasan beton. Meningkatkan pemompaan kinerjakemudahan beton. Mengurangi kecepatan terjadinya s/ump /oss. Mengurangi susutbetonataumemberikan sedikitpengembangan volume. Mengurangi terjadinya ataukecepatan terjadinya b/eeaing. Mengurangiterjadinyasegregasi. Untuktuiuan peningkatan kine{a betonsesudahmengeras, bahantambahan campuran betonbisadigunakan untukkeperluan-keperluan sebagai berikut: Meningkatkan kekuatan beton(secara tidaklangsung). Meningkatkan kekuatan betonpadaumuryangmudi. Mengurangiatau memperlambat panas hidrasi pada proses pengerasan beton, terutama untukbetondengan kekuatan awalyangtinggi. Meningkatkankinerja pengeco.anbetondi datamair eaau laut. di Meningkatkan ketahanan betonterhadap korosi. Meningkatkan jangkapanjang keawetan beton. Meningkatkan kekedapan beton(mengurangi permeabilitas beton). Mengendalikan ekspansi betonakibatreaksi alkaliagregat. Meningkatkan dayalekatantarabetonbarudan betonlima. Meningkatkandaya lekat antara beton dan baja tulangan. Meningkatkan ketahanan betonterhadap abrasi dan tumbukan. Walaupun penggunaan demikian, perluditakukan aditifdan admixture secarahati-hati dan dengantakarandosis yang tepat sesuaimanualpenggunaannya, serta denganproses pengadukan yang baik, agar pengaruh penambahannya pada kinerjabeton bisa dicapaj secra.merata padasemuabagian beton.Dalamhal ini perludimengerti bahwadosisyang berlebih akan bisa mengakibatkan menurunnya kinerjabeton,atau dalam hal yang iebih parah,bisamenimbulkan kerusakan oadabeton. 4.8 4.8.1 Komponen beton tidak bertulang Penggunaan

Beton tidak bertulangdigunakanhanya untuk komponendi mana retak tidak akan menambulkan resikokeruntuhan jangka panjang.persyaratan maupunresikoketahanan pada bagian ini bisa digunakanuntuk perencanaan lantai beton tidak bertulangdan
26 dati 125

Skn tat p.tqcdnon

gtukur

Bdor unluk Jehbatah

dandinding penahan tanah yangtidak memerrukan tutangan a"pex untut slrjiilfl"tbot'.


4.8.2 Perencanaan 4.8.2.1 prinsipdasar

perkerasan atas tanah, pondasi di

.
-

Komponen betonharusdirencanakal

J.J,5t : i.::l{":ii ff 6i:

pe:encanaan ."ii"1,.1":"i1,!i:r{i#l_.i?5:?:o"illl,,l;n"n *o,"oon"n ,un"nn"n_ ,5ffiff,,ffi

rurangan yangmungkin terpasingdia"gg"i tid;kiir,;"rikan 4.8.2.2 Sitatifat penampang Dalam perhitungan kekuatan, selurul

j11#i#;:"'. ?: :tl*:t*l
kekuatan.

4.8.3

mru*u"r;l:;;JT]ffi fi[".-ff f;;ilfl3"k"#dlfif hiiiltri:;


Kekuatan lentur

:liH:||?TT,'*ssunakan
4.8.4 Kekuatan geser 4.8.4.1Aksisatu arah

Kekuatan rencanauntuk komDonen lentur harusdiambilsebesar o M,, , ot mana M". kekuatan t"*

r"nt"ir"^riliiii1,!Jn'j J"",", o"ns"n

olambll sebesar vn, di mana =-r::rfT'rf:l:.' d ,"

satu arah, keruntuhan iff"tlff:Slili:l}#:l,T#1il;t"g:r k"mponen dan seser kekuatan


rencana geser untuk harus

Gesermaksimum dapatdianggap terjadipadajarak 0,5 h darimukatumpuan. 4.8.4.2 Aksidua arah dapat terj; dibebani, kekui;;;""-#;#:',6:tiff;t,i35[3:#'0""" maka Apabllakeruntuhan geser

arau daerah yans


(4.8-1)

i.@a
\ 8v"a,h )

dv,

dimana v"=o,.t h : u (r-;)A


4.8.5

= o,z n,[f u

(4.8-2)

Kekuatanterhadapgaya akstaltekan

Kekuatan rencanaakibataksialtekan suatu bagiankomponen selaindindingharus drambit sebesr /v, . ;;;;;;A':T;s":l o ) /. ,4s, dengan syaratpanjang darikomponen vano
27 dati 125

Stoa.lar P.pnctuM

Sttukut

Beton uht* Jenbatan

tidak ditumputidak lebih besar dari 1 ukuranlateralterkecil,namun tjdak pedu d/te,?pkan padatiangoory"ng ai"o|. oljfllr,kali 4.8.6 Kekuatanterhadapkombinasitentur dan tekan

Bagian komponen yang menerima(ombinasi -.- " - I lentur dan aksial harus direncanakan sedemikian sehingg;, " M^ M,, N. (4.8-3)

aM-'or,* o*,"

28 dati 125

Stanlor Perencanadn Stuktur Betonunt& Je,nbnhn

5. 5.1

PERENCANAAN KEKUATANSTRUKTURBETON BERTULANG Perencanaan kekuatanbalok terhadaplentur

Kekuatan lenfurdari balokbetonbertulang jembatan sebagai komponen struktur harus drrencanakan denganmenggunakan ultimit cara atau cara perenana;n berdasarkan Eeoan dan. KekuatanTerfaktor(PBKT).Walaupun demikian,untuk perencanaan komponen struktur yang mengutamakan pembatasan iembaian suatu legangan kerja, atau ada-keterkaitan aspeklain yangsesuaibatasan perilaku d;formasiny;, atau .dengan sebagai perhitungan cara alternatif, digunakan perencanaan bisa cara berdasarkan Batas (PBL). Layan 5.1.1 Kondisi batas perencanaanberdasarkanbeban dan kekuatan terfaktor (PBKT) Kondisi batasperencanaan berdasarkan bebandan kekuatan terfaktor diambir sesuai pasal4.5 dengan 5,1.1.1AsumsiPerencanaan kekuatan dari sualu penampang yang tertentur harus memperhitungkan l-IlilligKesermbangan tegangan dari dan kompatibilitas regangan, seria konsiirenoengan anggapan: - Bidang yangtegaklurus rata sumbu tetap setelah rata mengalami lentur. - Beton tidakdiperhitungkan memikultegangan dalam tarik. - ursrnousr regangan tekan ditenlukan hubungan dari tegangan-regangan beton. - Regangan yangtertekan batas beton diambil sebesar O.O0i3. ailaT gistribusi.tegangan tekanbetondan regangan dapatberbentuk persegi, l]illlg:l parabota rapesrum, atau bentuklainnya yangmenghasilkan perkiraan yang kekuatan cukup terhadap pengujian lebih baik hasit yang inenyeiuruh. W_alaupun demikian,. hubungan distribusi tegangan tekan betondan regangan oapat oranggap dipenuhi oleh distribusi tegangan persegi beton ekivalen, Vanodiasumsikan banwa tegangan beton= 0.85f".terdiskibusi merata padi daerah teftan-ekivalen yang dibatasi olehtepi tertekan tetluar penampang suatugarisyangsejajar dai dan dengai sumbu netral sejarak = B,cdaritepitertekan a iertuirtersebut. Jarakc daritepidengan regangan tekan maksimum sumbu ke netral harus diukur dalam aranregak lurus sumbu lersebut.

c =0,8s ab 1

Regangan

Tegangan

Gambar5.1.-1Regangandan teganganpada penampangbeton bertulang

29 dati 125

':tatul4r P..enenna,

&r1!*tt

Beto, ,ntuk Jtu,atan

Faktor01harus diambilsebesar: Fr = 0,85 p1= 0,85- 0,008 (f",- 30 )

unruk t,5 30 Mpa untuk,,> 30 MPa

(s.1-1)
(5.1-2)

tetapi persamaan tidak 01pada S..l-2 boleh diambjl kurang 0,65. dari 5.1.1.2 Faktorreduksikekuatan Faktor reduksi kekuatan diambil sesuai pasal dengan 4.S.2. 5.'1,1.3 Kekuatan rencana dalamtentur l^::fg::l pada penampang terhadap .kekuatan momententurharusberdasarkan

;:::i;1!.i"rr",

*ns dtkatikan si"t, i"rtoi,"ori"i i"ir"Ln I,"iesuaidensan dengin

5.1.1.4 Kekuatanminimum Ketuatan-nominal lentur dalam pada penampang beton kritis harus diambiltidak kecil lebih oart1.2Mt (momen retak). vanooio.nutri iuitu persvirai"ritJilng""n,["* otet ,niniru. sebagaimana disampaikan pasal d;ia; 5.1.1.S. 5.1.1.5 Syarat tulangan minimum ") dart Ksrnpqnsn strukturlentur,bila berdasarkan l:11,::ll"O .penampang su21g anatisis dipertukan tutangan maka z, y"ng;J" tia"t LJf"i tarik, tua" kuruno o"n,
r Y A"^" = -;J . , .-b"c -J
t

m,

(5.1-3)

dan tidaktebihkecitdari:
A,^" = :_ D"A Jl

(5.1-4)

P.ada denganbaqiansayap tertarik, A" .bdd< T sederhana hi, tidak bolehkurang oaflnttai terkeclldi antara :
./ , ^t , * = i\ _co " a

m'

(5.1-5)

dan

t \Jc n,"," =;--otd ,

rc'

(5.16)

denganpengertian I

30 dari 125

StatulatPearcMoaa Sttu&ur Betohunt kJeubatar

D/adalah lebarbagian sayappenampang. c). Sebagaialternatif, untuk komponen yang besardan masif,tuastutangan struktur yang dipedukan pada setiappenampang, po;ifif;tau negatif,paringsedikitharus sepertiga lebih besar yang dari diperlukan berdasarkan an;tisis'

5.1.1,6 Syarat tulangan maksimum Untukkomponen strukturlentur,dan unluk komponen strukturyang dibebanikombinasi lenturdan aksial tekan dimana kuat tekan rcncana ppi turang a;ri nilai yang tert<ecit antarco,1f"'Aslanppb, makarasioturangan tidak p borehmerampaui - dan rasiopb 0,75 yangmenghasilkan kondisi regangan batasOeimOang untut fen#p*s.' Untukkomponen strukturbetondeno tulansan tekan'

tiaatpe,ru iireJursiieni#;ft;i8:
5.'l,1,7 Jaraktulangan

bagian untuk p' tulangan tekan

Jaraklulanganhar-us cukupmemadai untukpenempatan penggetar dan me_mungkinkan * * ukuran terbesar dari agregatkasardapbtbergeratsiat;ig!iu;"k;;." Jarakbersihminimum antaratulangan sejajar, seikattulangan dan sejenisnya tidak boleh kurana dari: a1. i,5 kaliukuran nominaj maksimum agregar:atau b). 1,5katidiameter tutanqan: atau cl. 40 mm tulanganyang sejajardatamtapisan j11::Till tidak botehkurangdari .t,5 kati oramerer :l"r atau1.5kalidiameter tutangan seikat tulanoan 5.1.1.8 Detailtulanganlentur a) Penyebaran Tulangan tarjk harusdisebarkafl denganmeratapadadaerahrcgangan tarik beton maksimum,

termasuk sayap i, o"or."iJ""iJilr'r pjj"iirp"-. bagian oa'lot<

b)

Pengangkuranumum Bagianujungdan peng_angkuran turangan dari renturharusdidasa*an paoamomen reftur.hipotetis yang dibentukoleh.pemindahan ."rii" iuri ,fromententur negatif, sejarak i pada batok t"rn"aip ti"p """"r" iiJ liioniun rno."n l"^:ltlfJ1 yang maKstmum relevan. Tidak.kurang sepertiga dari tulangan terikakibatmomennegatif totalyangdipertukan , paoatumpuan harusdiperpanjang sejarakl,metewatititif< Ojfitieniui.,-

c). l)

sejarak a, ,"rZLi m,ir" p"ireiaran, i2 :::elq:lly3 . harus ..diperpanjans atau sepenrganya harusdiperpanjang
8 d, ditambah melalui l/i mukap"il"t"t"".

Pengangkuran tulangan dari positif harusmemenuhi : r-aoa perfelakan sederhana, lulangan angkut harus dapat menyalu*an gaya tarik sebesar1,5 I/r padabagianmukaperletak;n. Bila tulangan.tarik diperlukanpada.tenga! bentang, tidak boteh kurang dari

3 1d a r 1 2 5 i

Slntular Pererconanh Sttuktu Betoh @t kJtubdtan

2)

Padabalokmenerus atauterkek lentur' kurang seperempat tidak dari clari tur"ng"n fo;itii-tlli'ilni ";lunn"u""'" lensahbentans harus diperpanjans/ diteruskan pe.,ni,*!"o3ii','f3ll",li merarui

d) t) ., ", ,,

Tulangan lenturtidak bolehdihentikan daerahtatik kecuali di bilasatahsatu Ketentuan berikut diDenuhi: O"t:lg D36 dimana tutangan menerusnya l]1,:*, katidari danyanglebihkecit, memberikan -puoa ruas dua tuastutanoan tentur yang diperrrran iitil pJil,it"un ,r,"ng"n ,"I"ftornya tidak-metampaii t# p!,.rpjiIIriL""i'J""""i1!n"""", ^::-s:::l j:rf?ktorpda pemutusan ,r" tutangan tidakmete-Oini pertiga 9:f geser rencana @2, titik ^S^:r-:., Oua dari KUal tutangan.atau disediakan kawat, suatu tuas l3:^11':O_l"rutusan batang sengkang Iambahan disamping sengkang yang.diperlukan rn"n"n"n g!"J, dan puntir, untuk sepanlang perempat trga tinggi efektia komponen strut<tur Oiutur O"ri-iitii p"ngt rambahan oor.r, i4, tid;k r,ur"ng "nti"n d",io,ar"r/r. stidak spasi lli,ffll;*1-l"l9j"ns

tu'ansan' diputus i#Hll"""iji"l,ff;',#[fl[ 6:.X.;::iJ?#,tlJ;ff vans


5.2 Perencanaan kekuatanbalok terhadapgeser

#il']ii:%:["#H?:'ff [il"'if,{ii?,tl :"';"?:l gf""krft !i!15;fl1i Elllfil


Kekuatan geserbalokstruktural harusdihitung pBKT. berdasarkan borehmerebihi 0,g3 Mpa kecuarr untuk b:,:l bertulang yang memitiki tutangan badanminimumsama dengan 919f. tidak l;735 kati, namun lebihdaritigakati,jumtahyangioiouturrun menuruis-u-o;;;i;"j.r. 5.2.1 Kekuatangeser rencanapada balok Perencanaan penampang akibatgeserharusdidasarkan Dada: Nilai .fu yang digunakan darampasarini tidak

Perencanaan berlakuuntukbalokbeton.bertulang ini yangmengalamigaya geser,momen lentur dan gaya aksial atau vano dit

ns ov^

(5.2-1)

dr manaZ, adalah gaygeserterfaktor padapenampang yangditinjau, dan n adalah kuat gesernominal yangdihitung dari: V"=V,+ V,

(5.2-2)

I,'.adalah kuat.geser nominal yangdisumbangkan beton, oleh dan % adalah kuatgeser nomrnat disumbangkan tulangan yang oleh geser.

b)

Dalam meneotukan geser, kuat harus drpenuhi: a) Untukkuat geser 4. harusmemperhatungkan pengaruh setiap bukaan pada Komponen struktur.
I/c dj mana berlaku.pengaruh regangan aksial taik yang drs-ebabkan rangkak susut oteh dan paoa t<ompinen il"k#;;ft;"kunn, rn"^J narus diperhitungkan pengaruh tersebut pengurangdn tarik pada ti"io"""r. Untuk,kuat geser

32 dari 125

Stdndat Petddmdn

Struklt

Beron untu* Jenbdtun

5,2.2, Penampang tapered sepanjang. panjangnya, komponentarik yang miring arau tekan tenrur saya mirins harus diperhii_glln i.l"l;,,ienJ;,#;i"i:,;1"" o"."r. 5.2.3 Gayageser maksimumdekat tumpuan Geser geser terfaktormaksimum 4 dekat tumpuanharus diambilsebagaigaya geser a) jarakddarimukatumpuan, atau o) mukatumpuan, mungkin jika terjadi retakdiagonar daram daerahtumpuan. 5.2.4 Kuat geser yang disumbangkan obh beton a) Sesuai dengan sifat r,"tuntu* bebanvanob S:Iil[iilSiil,i;,]f p."""rti.irlii; ftU",f:,i s.i.iratzt iii*lij,*:ff fl iJ# d""gan pasat 5.2.4J6(ldan pasat ) l 1:."1.::."r?i unruk Untuk bagian penampang tapered

.' l

l(omponen struktur di6eb""i yang gl;""i a;ni";,#l"ia, bertaku

v, l\J-l 6 a oi
\
2) Untukkomponen struktur yangdibeDanitekan aksial,berlaku

l.'\'

(5.2-3)

v"=(r.!-_]rE)b.d
dihituns rebih secara r;il;J;l;il:T'fj["t;:Jr::,]i
b) 't)

(5.24)

Untuk komponen struktur yano dibebar aksial.yang cukup besar' tulangan geser harusdirencanakan ,ntrk .J:q':J," l1lk
fgt gese. 4 boleh dihitunodenoahperhitungan yang lebih rinci menurutpasal c.2.4(b(1)) pasals.z.+rtb) dan untukkomponen struktur yanghanya dibebani olehgeserdan lentursala.

kecuari bira #XirErjadi,

,,=(ll."rr"ff)T
tetapitidakbolehdiambil tebihbesarda tipada

(5.2-5) 1166k

03.[E b_d dan bs5slsn !4

i,o, *9!_9':$1 metebihi o'r"n"_y,_:qg]if momen - 'yi y.{, t"ri"oi rerraktor -oersamaan ,e"v dengan4 padapenampang yangditinjau.
2)
Untukkomponen slruktu/yaoq menoal

besar, seser kuat v,oapar dihituns purhitrns"i ffiif ,fi:i;::", vans dens"n y:fr

,,=('.ff)g'n
33dari12S

(5.2-6)

sta.daf Pera@@

sta&tb

Beton duk Jenbahn

tetapitidak kurangdaripadanot, denganN, adalahnegatifuntuk tarik. Besaran r harusdinyatakan dalamMpa. 5.2.5 Syarat-syarat tulangangeser

. n.ry|j,pasans tutansan minimum pasal il ill?i19,t_41:. . = Qr,e sesuai 5.2.7. u/ | urangan geser!1, minimum dapat ini
Kekuatan geserterfakloty.. <o

c)

Apabila V. , OV",tulanqanqr tutangan deserplo? pl;;i;;.;"""'

tebutuhan 'r"Xil'':gy:1?il;i",1ffi ::i;'o"i2it';i':i,!''i";'d"f i1"JgiXi;iil.iffi ""ir't


harus dipasangsesuai dengan perencanaan

tidak oip**d

o"'i"k llxna

5.2.6 Kuat geseryang dlsumbangkan oteh tulangan geser Apabilagayageserharusditahan oleh.tulangan geser,makabatasspasimaKsrmum oan ruastutangan sma^ geser,{* dapatdihitung oeioasirlan aturans;"s#;rik; a) untuk tulangangeser yanq teqal - ( lurus terhadapsumbu aksial komponen struktur, maka:

,, b)

A,fd
a

(5.2-7)

untuk tulangan geser mirino :


,, - A' fr(sina +cosald _

(5.2-8)

" oenganq sebagaisudutantarasenok: - ang miringdan sumbulongitudinal komponen srru6ur.

".-

mm terkecit) 4 t;ataueOo (ambitnitaiyang bita ,!^[Im.a

d r"_ = ._; atau mm(ambnitai 300 yang terkecit) /" ,!,[Im.a bita

Namun dalam segata %harus hat, tidaktebih besar dari ,[I f


5.2.7 Tulangan geserminimum Apabilamenurutpasal S.2.5atau ha I b*s 3 /\ Dengan pengertian dan s dinyatakan bw dalammiljjmeter.
34 dati 125

U..o

diperlukan tulansan maka minimum tJaffi n";?;rifilii,rn seser, luas cari X"ji.',""arisis
^"" , r , r , , (5.2-e)

Stondar Pe@c@

sttut1o

Belo, udrt

J.nbdtan

5.2.8 Geserfriksi Penyafuran geserantaradua bidang,misalnya daetahyang mempunyai potensa retakatau pada bidangkontakantaradr.ra beion yang oemedaumumya,diaturmenurutketentuan berikut: .. D,

")

tertentu. H-erencanaan penampang dari yangmemikul penyaluran gesersepertipasat 5.2.8(a) narusberdasarkan percamaan y..=OV^,di mana4 dihitung menuiutketentuan pasal 5.2.8(c) atauS.2.8(d)

diterapkan dipandang unruk bita pertu meninjau penyaturan geser I:l:lly?" ili f'grus metatui suatubidang

,, ,
1)

terjadi geser bidang yang ditinjau. P.y*:"9lll n:rusdiasumsikanakan sepanjang Luas yangdipeukan Ai penulangan. untuk ge""r_fritii aisJpinling g"ru|. 6,o"ng boteh direncanakan menggunakan 5.z.a1oy baik pisat ataupurirJtoc"" 'i"i i.r.n"unu"n t"innya yansmenshasilkan p"irir""n uaGnylns hasirnya f:flr:199"91. hasilpengujian ,sangat mendekati yang rinci, lengiap sei;;;. dan kekuatan nominat geser-friksi harusmemenuhi ketentuan di iii,1nlii,""*"aan
Bila tulangangejer-friksidipasang tegak lurus terhadapbidanggeser, maKaKuat gesery, harusdihitung berdasarkan :

h= A,rft P.
2) Bil,a. tulangan geser-friksimembentuksudut terhadap

(5.2-10) bidang gesef sedemikian

;Ti'f :-:ffi,:r":::,f^Xn",:""5ffi #;HlJ51"dd';'il-izoltilnsanseserV, = A,rfy (! sinot + cosct) (5.2-11)

ot adalah sudut yangterbentuk antara geser_friksj tulangan dengan bidang ^O^"ln-"n geser.

tulangan geser-friksi Af

Gambar - i. ceser-friksi 5.2

35dari125

Stdntlo Peretcanaon Sttuku

Betoi untuL Jqbatan

3)

Koefisien friksip diambil sesuaidengankondisipermukaan betonberikut Betonyangdicormonolit Betonyangdicordi ataspermukaan betonyangtelahmengeras dengankondisi permukaan yangsengaja dikasarkan Betonyangdicordi atas permukaan betonyangtelahmengeras dengankondisi permukaan yangtidaksengajadikasa*an Betonyangdiangkurpadabajagilasstruktural denganmengguna_ kanpenghubung geserjenispakuberkepata atau batangtuL-ngan 1.4)\ 1.0)" 0,6r, o,7X

s)
h)

di mana = 1,0untuk l" beton normal, untuk 0,85 beton berpasir ringan 0,7S dan untuk betonringantotal.Jika ditakukan penggantjan pasirsecarapa-rsiat- * nitaif, maka didapat dengan menggunakan interpotasiiinier kedua oaii harga'J;; % 0,2 S,51"(dalam luat,S,e:e.r tidakbolehmelebihi f.?c ataupun NeMon), dimana yang eenampang beton men ananpenyaturan geset. /:.191:-lluas geser_friksi boteh ridak 6bihbes;rdaripada Mpa. 4OO :::.,^"1:: .*l=!" yang nero lltangan bekerjapada bidanggeser harus dipikutoteh tulangan :1:-.,:'l^ bekerjapadaoiaing g"""i o"p"t 11:?:l]:l:. G"y" rekannettopermanen,yang oprnrrungkan sebagai tambahan terhadap gaya padatulangan gi"6r+iL"i Z16, paoa saatmenghitung Avperlu. ulangan geser friksi harus ditempatkan sebaik mungkin .l sepanjang geser bidang dan h9fus_diangku*an mengembangkan tet;hyang untuk kuat oiiyaiatt<an lt"or" i""A" stsrnya.dengan penanaman, cara pengaitan, peng6as"an atau i6["0" terhadap terhadap yangtetarimengeras "r"itr,u"u". beton ;;"i;;;t;, rn"*" oroang kontak yang "t,11_":,:1,91:- digunakan untukpenyaruran geserharusbersih b6bas dan oan s9reiF.n beton yang tidakberguna. p dianggap Jjka sama dengan :ol::|::3u 1,01, kontiak harusdikasarkan hinggameniapai implituoo penuli seoesar T;T''o'o*n Eila, geserdisalurkan antara bajastructural.gilas betondengan dan menggunaKan stud.berkepala batang atau tulangan yangdilas, permukaan- hairis maka bala oersrfr danbebas cat. dari

5.2.9 Tulangangantung gaya dikeriakan pada batok di mana aksi gantungan l!-aiil1. dipertukanmaka tutangan ' harusdipasang agardapatmemikul seluruh qayateEeoui. 5,2,10 Detailtulangangeser

5.2.10.1.Jenistulangan geser Tulangan geserdapatterdiridari sengkang segi empatyang tegak lurusterhaoap sumbu aksialkomponen jaringkawai struktur, las.dengan kawat-kawat yangdipasang tegak rurusrnadapsumbu torpon"n ??f3 I ulanganbengkokkeatas tidak diizinkan "r,"iur karena kesulitandalam *'"^ pengangQu-,?tn dan kemungkinkan terjadi sprtfng betonpadabiO""gV"ngdib;ngk;;;."

36 da 125

shnntu Pem@4aan slruktur Beto, uhlukJe bdtu

5.2.10.2.Jarakantartulangan Batas iarak antar tulangangeser yang dipasangtegak lurus terhadapsumbu komponen struktur tidakbolehmelebihi atau600 mm. { 2 5.2.10.3 Pembengkokanujungdaritulangan geser Tulangan geserharusdibengkokan dengancukupbaikdan merupakan sengkang lenutup sepeft gambardi bawahini. aksial

Gambar 5.2._2 .pembengkokan geser tulangan 5.3 Perencanaan kekuatan balokterhadap lenturdanaksial

5.3.1 Asumsiperencanaan untukpenampang yang d,beban; tenturdafl aksiat sama denganasumsl :^":"::.:11"1 pada perencanaan pasal 5.1.1..i. 5.3.2 Faktorredukslkekuatan Faktor reduksi kekuatan sesuai pasal dengan 4.5.2. 5.3.3 Prinsipperencanaan a) . ") P.erencanaan komponen yangdibebani struktur kombinasi rentur aksiar dan harus didasarkan atas keseimbangan igoainoan aan i".p"tiuirlij!'-,"g""gan dengan menggunakanasumsldatamiasalSit.1.-t. struktur. yang dibebanikombinasi aksiat tekan dan tentur harus l:ll?i:l orrencanakan terhadap momenmaksimum yang dapat menyeai bebanaksial. or, A..densaneksentrisiias ada,tid;k boteh yans merampaui ,t-",1,":^1111:3l aksial Kuar rancang beban di mana: /p",*/, Untuk komponen dengan tulangan sptrat :

'1)

= oP,tu^) 0,8s [0,85 (As A,)+fy',,] 4 f"'


2) Untuk komponen dengan tulangan pengikat:

(5.3-1)

= 6P"r,,"t 0,80 [0,85 (As A,)+fy',t] 4 f"'


37 dati 125

(5.3-2)

Sto"dot Pdeam"o@

S!tuktu

Beton ,ntulJehbatan

3)

Momen. maksimumterfaktor,M", iarus diperbesar untuk memperhitungkan efek kelangsingan sesuai dengan pasal 5.7.6.

5.3.4 Efekketangsingan Efek kelangsingan diperhitungkan dalam perencanaan komponenstrukturtekan sesuai dengan pasal5.7.6. 5.4 Perencanaan kekuatanbatok terhadapgeser dan puntir

5.4.1 Penggunaan a) Perencanaan kekuatanbatokberikutditerapkan untuk balokyang memikut puntir y-angdikombinasikan dengan lentur dan geser. Cara peiencinaan ini tiOat< ---.--""' diterapkan untuk komponen yangtidak terlent"ur. Dalam hal diperlukantulangan puntir sesuai pasal_pasal di bawah ini, maka tulangan puntirharusdisedialian pen"noiiampirig secara i"Lngailang oipertukan untukmenahan geser,lentur,dan aksial,di manasetia; gayaiafJm, yaitupuntir, geser,tentur, dan aksial,harusmempunyai proporsi etdni'njn vani-i."u", ."t"tri t turangan masing-masing, yangpemasangannyi men;uai oi"a iJtu k""i"tu"n.

b)

5.4.2 Metodeperencanaan Perencanaan harusdidasarkan padacara PBKT. 5,4.3 Redlstribusipuntir Pengabaiankekakuan puntt diperdehkan dafam analisis puntir, apabiia kekuatanpuntir trdakdiperlukan untuk keseimbanoan O"fi"n komponen .strukturdan punflrpada hanya disebabkan perputararisudut oagian "u!t, dari kompiiii v"ng1!;d:;ping"n, .oteh o"n dioenuhi.

tulangan puntir pada pasal 5.4.512 pirsy"rai"n'C"t"iituLngan dan 9llpersyaratan puntir padapasal 5.4.5.3
5.4.4 Kekuatanpuntir balok Kekuatan puntirbalokharusdirencanakan berdasarkan hubunqan:

r, < oT,

(5.4-1)

puntirnominat bisadihitung Z, penjumtahan puntirnomrnar sebagai dari .dl-Tl:na yang drsumbangkan beton danDuntir oleh 4 nominatyang dGumoangk"n iul"ng"nu;,Vang ofln bisa dihitung pasal5.4.5. sesuai 5.4.5 Syarat tulangan puntir a) Tulangan puntir tidak diperlukan apabita: -L.0,25

0r"

atau

(5.4-2)

38 dari125

st4niar P.raqtw

Struktft BetonunlukJanbatan

il*7a'o'uo ' "nu


i::*f:"J

TV

(s.4-3)

densan tinggitotattidakmerampaui mm atausetensah 250 darirebar

T" v.. ' dr" dI'.


o)

\5.4-4)

Apabila persyaratan atastidakdipenuhi, di tulangan puntiryang lerdii dai sengkang tertutupmelintang dan tulanqanmemanjang harus otpasangsedemikian sehingga ketidaksamaan berikut dipenuihl:
*', ., -' or^ ov" ''

(5.4-5)

c)

Kual nominalpuntir 4 bisa dihitunqd 'rengananggapanseluruhsengkanstertutup cipasang seoe;riti;n;lp;;;d;: (5.4-6) olmana

r"=&(o,3 JT)

t of p f;

(5.4-7)

r'=nl4'-)z't.'*t e,
5.4.5,1 Tulanganpuntir memaniang

(s.4-8)

T-ulangan puntir memanjangharus d,pa-sajg untuk rnemikul gaya tadk rencana yang pt olambrl sebagaitambahan pada oava tarik rencanaafibat jibeoatan paOa te-ntur, yang oaerahtarikterlentur dalamd;erah tekan dan terlentur 5.4.5.2 Tulanganpuntir minimum Apabila puntir dibutuhkan,kedua harga -tulangan tulangan minimum benkut harus orpasang: Untuksengkang tertutup sedemikian hingga: r di mana adatah yr dimensiterOesar aarisJr{gkang tertutup. a>0,24
/

(5.4_9)

Yllil!,1,",11"9:" seqemtKtan hingga:

memanjang - tambahan sebagai seperti yangdiperrukan untuk rentur,

,q" ao,2T
39 dati 125

(5.4-10)

Slatutar P.renqnaar

Sttukut

Beron btu,

Jenbatdn

5.4.5.3 Detailtulangan puntir Detail tulangan puntirharusmemenuht Ketentuanj Harusterdiridarisengkang tertutup sengkang dan memanjang. sengkangtertutupharusmenerus seketind se;ua t;; ;;;"".pang metrntang dan diangkur,kecuali dalam analisi! teriti menunjukkan senskans bahwa

p""s;r,;i#;;ffi fffi- [?ff#i"L. g""si""


r"rlng;L"ins "idr#ilffi;l"tiffi:

memanjang harusditempatkan sedekat mungkin sudutpenampang ke :!3:9ll me nt;lng, sekuranq_kuranor turansan dan memanjans dipasang harus pada Perencanaan pelatlantaikendaraan terhadap lentur 5.5,1 Umum Kekuatan pelat.lantai terhadap lentur harus sesuajpasal 5.j.1.1 sampai pasal b 1 1 4, kecualiapabilaDersvaratan ditentukan kekutan p",i" p"""1 !.i i+ oi"ngg"p .minimum memenuhi dengan memasangrutangan minimum tarit sesuJiJJn;;;;il..5.3. atas dua perletakan alau menerus, tebarpetatyang ::,:I^rl3t^9rj menahan momen ::tu akibat lentur .a:ah.di terpusai beban oapat Oitentuian se;;i;;il;; a) Bilabeban tidakdekat dengan yang sisi tidak ditumpu: 5.5

bet= tebat beban 2,4a4(r,o (T)) +

(5.5-1)

denganpengertian : a* : jaraklegak lurusdaritumpuan terdekat penampang ke yangdiperhatungkan. ln : bentang bersihdari Delat. o) 1) z, sisiyangtidakdjtumpu, tebarpetattidakbotehrebih ?f nargaterkecil besar oan !:!:fjg*"t.dengan ini: berikut harga samadengan persamaan 5.5-1;atau dari hargadi atasditambah jarak darititik pusatbebanke sisi yang tidak :i:T::h

5.5.2 Tebal minimum pelat lantai

rebat minimum ,,memunttt i

Pelat lantaiyang berfunqsisebaoail

pada jembatan harus mempunyai "ou;t"t"'xtf;lf(endaraan


(5.5-2) (5.5-3)

t" : 200mm t"Z(00+40r) mm dengan pengertian : I : bentang pelat diukur pusat pusat dari ke tumpuan (dalam meter)

40 dati 125

vdhddt PManaM

9tuktw

Reto" u.tuk Jeh!fttan

5.5.3 Tulangan minimum Tulangan minimum harusdipasang untukmenahan tegangan tarik utamasebagaiberikut: a) Pelatlantaiyangditumpukolom:

A" _t,25 bd f , A,

(5.54)

b)

Pelatlantaiyangditumpubatokataudinding:

6a f,
bd

=1,0

(5.5-5)

c)

Pelattelapak f..

(5.5-6)

seperti.hatnya petat sebagai duaarah, minimum tuas rutangan 1ff^1il^"]1,]19,9itumpu ma:tng1naslng. harus arah diambit perliga harga-hargaatas.Jikatid;k, dua dad di :33If yang rurangan
disebarkan harus dipasang pasai5.5.4. sesuaidengan 5.5.4 Penyebaran tulangan untukpetattantai a) b) ^, c) d) padabagianbawahdenganarah menyilang terhadap Iulanganharusdipasang pokok. tulangan Kec}.lali, analisis bila yangtebih jumtah tetitidilaksanakan, tutangan diambit sebagai pokok yang g:p:llT: q"jj tutangan dipertukan momen poiitifsebagai untuk berik-ut: | utangan pokok sejajar arahlalulintas: = Persentaseg (max.bo%, min.30% (5.5-7) .lt Tulangan pokok tegaklurus arahlalulintas : = Persentase!! ftBx.67Yo, min.3o%) (5.5-8)
,

")

rutangan pokok yangregak jumtah turus arahtatutintas, penyebaran .D,"1_T:-4_:!I3 Iurangan datam seperempat bentang bagian dapat luar dikurangiiengan maksimum
500/".

5.5.5 Pengakubagiantepi 5.5.5.1 Pengakuarah memaniang

Baloktepihrusdipasang untukpelatlantaiyang mempunyai tulangan pokoksejajar arahlalulintasBalokle-p,.paling sedikit harus identik denganpenarnbahan 600 mm lebar petattantai dengan tulangah yangserupa.

5.5.5.2 Pengakuarah melintang pada.ujung jembatan,dan pada bagiantengahdi mana kontanuitas I:li, T:lingl'g dari ditumpu.oteh diafragma yang atau sejeniinya harus dan direncanakan lllll_titTJ! 1"." pating ut[ut\ Wngarunyang berbahayadari bebanroda.

41 dari 125

stah4ar Petquhw

S.hltttt

Betot unh* Jaabatan

5.6,

Perencanaan pelat lantaiterhadapgeser

5.6.'l Umum Definisi-definisi simbol-simbol dan yangtercantum dalampasal5.6 adatahsebagai berikut

Luasefektif dariumpuan dan bebanterpusatadalahluas yang mengelilingi penuh perbtakan atau oeDan yang ada dimanagarjs kel ingnya minimun(lihai gambar 5.6.-1.) O) geser adatah.garis ketiting ditetapkan yang -n:,j 1"],llg *ntisuntuk secara geomefts serupa dengan batasdarlluasereKt,t perteiakan bebanterpusat terletak atau dan dari batas.tersebut sambar (tihar s.6._1) ^, B:,::l1r?.19, cJ auKaan Kntrs adalah setiao buka3p, menembus y3ng pelatlantai dimana tepi,atausebagian tept, but<ian-tert"t"r. ketebalan dari oari pio" i"i"-i'if_i[i iiaig oariz,st" oangaris keliling geser kritis (lihat gambar 5.6.1)

a)

t- l ffi % @l
\-a ',t-11
Sti .r,

-.".7
"T_
I -t--

$
\).

Gambar S.6_.j.Keliting geser krttis

*e.ni,l;; ;::ffi:i'ilH.t".i,l::ffi?12,.;:'g?*?f "r rpdir" :,"Ti3:JIli;" cukup tuat bisa"r,


3::iX\ ;:li'lffiXXl"jnfl i?gi J:"n untuk
' . = -1 _\ " l f t a . t
,,

Kekuatan pelatlantaiterhadaD qeserhi

rus lese,-pe;ita o*rrtuns


(5.6-r)

pelatbetonbertulang tanparulangan geser,nilaiminimum

o)

1l

0. l/, l/h, rpaoira,,z". yana dihitun ffi tiotr lamjiJil:'";#:.ffi ;:l,:Xiffi iitXT ;lji1.u.,.",.

Apaollaffy*

kerunlufan geser dapat terlaor secara setempat sekitar di tumpuan 3:ll9 terpusat, atau Deban kuatrancano oeser oelat lantaj harus diambil yI, dihjtung oi ,"na sesuaidengan sa-# satuharga "eb"""rl\i berikut: =
=

Bilakedua bentuk kerunruhan o, geggr harus d,hitung sesuai dengan(a) dan (b) di atas,dan n at rerl(eqt "*:,,T:l:lg.l,l.*"1,..ku_at kekuatan drambit sebagai
kritis.

42 dati 125

Skth.lar Paqwtun

Sh,titt

Bero, !d,I

Jdbdnz

5.6.2 Kekuatangeser nominal pada petattantai a) 1) Kekuatan gesernominaldari pelat lantaidi mana, = O, M,* dari salah n, diperoleh satupersamaan : ini Bilatidakmemitiki kepalagese.: V,o=ud(f.,+0,3fp") 2) Bilaterdapat kepalageser; (5.6-2)

h"= u d (0,s,[7 +o,3fp") o,2udf., 3


Dimana:
b)

(5.6-3)

f-=;lt+

t(

,r \ -

h),1f.'

<o;4"[F

(5.64)

noldanturangan dipasans menurur seser -berikut sub-pasai P?".bj,:g : o.o.\roan i.o.4., maka n harusditentukan salahsatu dari harga :

,l*!:?_Ta,dengan

1 ) bilatidakdipasang sengkang tertutup paOa strippuntirataubalok

_-v Y- =
''

teDi. (5.6-5)

* rn.uM"* 8/,od

2\

strippuntirmemitiki sengkang jumlah tertutup dengan minimum harus f1: diambil 4 sebesar 4.,., yang diperoleh : dari
* -t

rM tv

(5.6-6)

baloktepi sengkang :ll? jerdapat jumtah yang tegakturusarahMu* yang mempunyai tertutup dengan minimum, harus Z, diambit sebesar 2,.., yang li;eJen aari:
(5.6-7) 2V,ab_
4)

ilf ;ll'n?,"fi:fi:f:!i,'"0'

memiriki tertutup besar jumrah senskane rebih dari


(5.6-8)

v =v ! Ei; ' '*

s 0.2y,

dimana ,'a.,n dihitung daripersamaan diatas, dipilih yangsesuai.

Stanlat Perencd@ Struktur Betor untukJenbatan

5)

Apabila tidakada hattainynharusdiambil tebihbesardari

E ^" '"^^ t;

diperoleh 4...lJ Yang dari: (5.6-9)

ormana xdan yadalahdimensi terpendek terpanjang penampang puntir dan dari srnp atau baloktepi. 5.6,3 Luas mlnimumdarisengkangtertutup Luasminimum tulangan yangmembentuk sengkang tertutupharusmemenuhi:

4,. , o'2r,
sfr,t
5.6.4 Detalltulangangeser Tulangangeser pelat lantaipada b

(5.6-10)

senstins lertutui yinfiilJru#fi:it:p


")

dan pinssir bebentuk harus .puntir balok

sepanjang puntir batok strip dan pinggir ::lS_l",lSlrgry:djpertuas dengan laraktidak Kurang 0,251, muka deri dari tumpuan beban atau terpusal. ev":,'\s"vpertama Sengkanq harus I ditempatkan tebih 0,5;dari mutatumpua-ni-'-' tidak dari h\ JaraK uJ sengkang boleh tidak mejampaui terbesar 300mmdanhbaiau/,s; nilai dari c) Sekurang-ksrangnya dioa harus -' -- -'Posang tulangan satu memanjang masing-masing pada suautseig;ngi'5.7. Perencanaar komponen strukturtekan 5.7.1 Umum setanj:fty9 bawahini akan metingkupi bisa di l:l9l }dT: dalampsai-pasat dan olanlkan untuksemua jeniskompon termasuk kompon-en bagian dari struktur rangka barang srruktur arau te?Xn lfjj[.t"n"" 5.7.2 Metodeperencanaan d?ri harus ditentukan kemampuannya darj fI":!"1fi*F tentur kotom menahan gayaaksial oan momen akibatbebanrencana momen dan fenti:rr tanioafran '1"#na pengaruh af<Lar

5.7.3 Momenlenturminimum

Kerangsrngan, berdasarkan p?!I:.. Daram i"i,- r"i"J6" *o nii dihitung berdasarkan kekuatan nominat dikatikan yang a""g"n i"i.iirr'i"lii"]'i o.n ,","n memperhitungkan tentu;ta;bahan momen "i"u"Ln, ri"g";; k";"i;ji;;1"' "tio"t

Momenlenturrencana terhadao sumbu-sumbu utamaharusdiambiltidak kurangdari N, drkali 0,05h (tebaltotaldarikotom padabjdaDg lentur). 5,7.4 Prosedurperencanaan

didapat analisis dari struktur T9T"n.y"ng. pengaruh v_s oiti"J"r. -miieri ill"uut r,"ru" memperhitungkan dari bebanaksialda; varla,si aari inersiapada
44 dari 125

::r:lfi3"l

dan.anatisiskomponenstrukturtekan harus didasarkanpada gaya dan -iili":"

StondarPetauhda

Sttutaur BetoauntukJmbdtan

kekakuan komponenstrukturdan momenjepit.ujungnya, pengaruhdad lendutanpada momen dan gaya,dan pengaruh lamanya pembebanan. 5.7.4.1 Perencanaan denganmenggunakan analisiselastis linier gaya aksialdan momenlenturdlhitung Apabila dengananalisis elastislinier,kolomharus darencanakan: a) b) Untuk kolompendek sesuai pasal5.7.5; Untuk kolom langsing sesuaipasal 5.7.6 sampai 5.7.7.

5,7.4.2 Perencanaan denganmemperhitungkan momen sekunder g?V" aksial dn .nomententurdihitung dengan analisisetastis momen tentur lPtlP se-kunder perpindahan sambun--ganr"oi r"rinGng, kotomharus ,tergabungpasat orrencanakan .akibat 5.7.6 5.7.7. sesuai dan ",'i uroiren reniur fala t-oloiliJng",ng n"ru" dinaikkan denganmenerapkan pembesaran momenuntuk kolomtak bergoyang, dan ,,s, kolom bergoyang, Besaran-besaran A. penampang ditentukandengan memperhatikan -strur<tu1 struktur yangditinjau:

adarya retak..oi sepinjaigO"ntrg k#tn"n !:19:31 ?"b"1 aksiat, dan pengaruh durasibeban. sebagai erternatii. ;irainiraio"iran oi t-a.Jn ini ooer, digunakan untukkomponen-kompdnen
Modulus Elastisitas Momen Inersia - Balok - Kolom - Dinding : : : : Ec(sesuai pasal 4.4.1.S) 0,35tq 0,70t. 0,70l; 0,35ls 0,25ts 1,0L

Pelatdan lantai : Luas

tidakretak reraK

Nilaimomeninersiatersebut harusdibagidengan Bd) (1+ apabila: - Bebanlate|.al yang bekerja bersifat tetapatau - urgunaKan untuk pengecekan stabiritas struktursebagaisatu kesatuanakibatbeban yangmelibatkan bebanlateral dan bebangravitasi terf;kto;. 5,7.4.3 Perencanaan denganmenggunakan analislsyang teliti

aksial.danmomententur dihitung dengan anatisisyang tetiti,kotomharus }ll::f-S^:l: sesuaidenganpasal5.r.o oan c./.,/ rlnpa pertimbangan :l!el:lak1n lebah tanjutdari momen tambahan akibatkelangsingan. 5.7.5 Perencanaan kolom pendek Kolom. pendekbisa djrencanakan sesuai.dengan pasal 5.7.6 dan S.7.7denganmomen lenturtambahan akibatkelangsingan diambit sima bengannoi.

,tl',_"gF!ketangsingan diambit sesuai dengan aruran dFampaikan yang ?^1!I !?, 5.7.6.4,.densan dapat pengertian penambahian bahwa momeri pengaruh akibat ::l:i^f:::l bisadiabaikan Kerangstngan

i""illentur ffi iilirliff ffiterfaktor. -#:A"X',1?-'1:il,"'ff "';"l::iufl lg,,::- momen :tll,t,',' i"""isiii rcnaKtor dengan
Dengandemikian,perencanaan kolom
45 dati 125

f,ldtldr

Ptucd.@,

Sttutuu R.roi untuk Jerrbaldh

5.7.6 Pefencanaan kolom langsing Kolom harus dikelompokkan sebagai tidak bergoyangatau bergoyanq.Kotom tak oergoyans direncanakan harus pasat menu;ur 5.7.6: ;;angk;n iiiJiii"igoyuns n",r" i: direncanakan menurutpasal5.7,6.2. tak bergoyang pembesaran bita momen-momen ujungakibat 5:1.:-9:,:19':lggp ") pengaruh orde-dua tidakmelebihi dari mo.en_momen 5% u;ungord"_iatu. - -b) Suatutingkatpadastruktur bolehdianggap bergoyang riitai, tak bita

Q=17 ' o'os


Oengan pengertiAn. >P, : jumtahbebanverlikal terfaktor padatingkat'yangditinjau lu : gayagesettotatpadatingkatyangAitinlau "'' "d. i simpangan relatifantartingkatorde-pertama akibat4. 5,7.6.1 a) Pembesaran momen untuk kolom tak bergoyang.

(5.7-1)

b)

Komponen strukturtekan harusdirencanakan denganmenggunakan bebanaksial terfaktor dan momenterfaktor & yangdtperbesar, yangdidefinisikan rt1", sebagai : M"= 5,"M2 F1-2) Dengan faktorpembesaran momenuntukkolomyangiak bergoyang, sebesar : 4s

4"=__+_>1,0
l,

(5.7-3)

0,7 P, s

yangtakbergoyang tanpa y,1:f.I"."T!9!-"nstruktur dan lx')antransversatantara di


rumpuan, makaCndapat diambil:

c-= 0,6+ o.4l\)


\M, )

>o!

(5.74)

_M. uengan-

bernilai positifbila kolom melenturdengan kelengkungan runggal.

Untuk komponen struktur denqan bebantl.ansversal antaratumpuannya, harus di C" .l,0. diambil sama dengan
o) Momen terfaktor,tf.? dalampersamaan (5.7_2) tidakbolehdiambillebihkecildan : Mz,rn= Pu(5 + O,O3h) (5.7-5)

untuk masing-masing sumbuyang dihitungsecaraterpisah, dimanal, datam millimter. Untuk komponen struitur-denga n ur,,,", ur, ni,lii C^h"ra o]t"niunun, - sama dengan atau 1,0, - berdasarkan rasio pada antara danM, yangdihitung. M,

46 dati 125

Stetulor Perac@@

Strrtdur Beton untuk Je4botdn

5.7.6.2 Fembesaran momenuntuk kolom bergoyang a) Untukkomponen tekan tidak.tertahanterhadapgoyangansamping.faktor ,-yng panjang efektit, harusreorn k, besarda.i 1.0.

t
;

\i
I
Y
\$

T i

v .st

i)
5t I

iI V .6 $
il
= not si te.iepit, transtaibebls - Fotast bsbrg transtasi bbas

t{

It

a notasi te4epit, nanst.st tc{epit - Fot.si bebas,ratutasi reieph

cambar 5.7_.1. Faktor panjangefeKif o., Untukkomponen tekanyangtidakditahan terhadap goyangan samping, ke pengaruh kelangsingan boleh d iabaikan apabilalt a 22 . MomenMr dan M2padaujung-ujung kolponen struktur tekanharusdiambil sebesar:
Ml = M1N + 6sM1s M2 = M2hs + 5s M26

c)

(5.7-6) (5.7-7\

Dengan4 M,s dan d"Mrs harusdihitung menurut pasalS.7.6.2(4). d) Caramenghitung Ms ds y:l:!-To!en. sovanganyang diperbesar, M. , harus diambitsebesar d" momenmomenujung.korom yang dihitung qenganmenggunakan anarisis erastis orde_dua berdasarkan nitai

kekakuan komponen siruttuyu'niaiieritan ii iiJ"t s.t.l.z. il

Sebagai alternatif, 4M" bolehdiambil sebesar:

4u,= !-r,u,
Apabilanilaid, yangdihitung denqanc

(5.7-8)

ii:,,,1, #""[i,h%ifffiJ :$:u:,.",;il{ifffi;';,_#':,":;,r:,*i,,:'JL3:ff:


47 dati 125

Stnnnar P.renchoo"

StruLJU Aero" u\hzkJhbohn

4Ms=___+_
0,752 P.

i,

>M,

(5.7-e)

denganpengertian: >P, :jumlah seluruhbebanvertikal terfaktor yang bekerjapadasuatu tingkat lantai Kenoafaan. tO" ' seturuhkapasitastekan kolom_kotom bergoyang padasatutingkat i:Illl kendaraan tantat e) Sebuahkomponenstruktur tekan dengankelangsingan: 1.. 35

(s.7-10)

harusdirencanakan untuk memikulbebanaksialterfaktor dan momen yang M" A dihilungmenurutpasal5.7.6.j dimana dan M1 M, djhitung rnenurut pasal pd 5.7.6.2, paoa persamaan (5.7-12) ditentukan sesual dengan kombinasi beban yang orgunaln. 5.7.6.3 Bebantekuk a) Beban tekukdidapatdari: ,.2 ^ ."=@jEI

(5.7_1i)

b)

Bilatidakmenggunakan perhitungan rebih yang akurat, dapat E/ diambir sebesar:

z"t +t"t u, _(o,z " ".) l+


Fo ataulebih konservatif:

-12) (s.7

^- o.4E.I " r+f o


5.7,6.4 Syaratkelangsingan a) Umum

(5.7-13)

b)

Apabila gayadan momen yang bekerja padakorom terahdiperoreh anarisis dari pengaruh. ketangsingan harusdiperhitungkan denganmenssunaKan :li:l': grrasi, danpanjang li:lgf. r' raorus bebas ataupanjang efektif ;suai cen"g;n uraian oerrkut. Radius girasi Radiusgirasi,untuk f, komponen struktur.tekan persegi diambil sama dengan kalj 0,3 ormensi datam totat arahstabititas ditin;au, sima Oeffi olzl-kalioiamete, yang oan
48 darl 125

Standtu Perehattua

Sttuktur Beto, sht *Jenba,a.

ifilli:15:ffi.ilffi U'.:ru#l',3;ff:,H untuk penampans li,n::'" bentuk


c) Panjang bebas lateral terhadap Komponen struktur tekantersebut_ bltareroapat kepalakolomatauperbesaran balok,makapanjang rerhadap posisiterbawahdari keoatakolom at"u perOesaranOeLas "Oitok narusaiutur a"ii,i'oiO"ng yangditinjau. o) Panjang efektif tak bergoyang, faktorpanjang efektil k, harus ^Ultlt dengan sama l:mpongn^strykturlekan 1,0, kecuatibitadataminblisti rnenun;ukian-0"r,*"'"u"ii diambil iir", y"ng lebih kecil dapat digunakan. Untukkomponen struktur tekanbergoyang, faktor efektif, harusditenruKan k, -dari panjang -iJ.uo"p

,* darisutu struktur tekan harus diambit sebesar l:1flr^Fg-*] pelatlantai, komponen JaraK oersrn antara balok. ataukomponen struktur lalnnyiyin!-_urnpu memberikan dukungan

me.mp.erlimbangkan g:l,.r,g:n pengliuh

kekakuan relatil dan haruslebjhbeiar dari 1.0.

keretaka; o"n tri"ilJ-n

Pengaruh kelangsingan Fengarun kerangsingan dapat diabaikan untuk komponen struktur tekan tak oergoyang apabila diDenuhi :

!.!.r*-(rrlr)
, \ M,)

(5.7-'t4)

Untukkomponen struktur tekanbergoyang, pengaruh kelangsingan dapatdiabaikan apabila: kl _J<22


f

(5.7-1s)

Untuk semua komponen struktur tekan denganLLrrcx ,harus digunakan anatisis sesua,pasal 5.7.4.
5,7.7 Kekuatankolorh dalam kombinasllentur biaksial dan tekan 5.7,7.1 Asum5ips19ns1n22n

,?::l'l:yi_ng!!"on oengan asumsi perencanaan pasal pada 5..1.i.1.

penampang melintang akibar kombinasi tentur aksjal dan sesua,

Perencanaan berdasarkan pada masing_masing .5.7.7.2 momen lentur secara terpisah persegi.di manaperbandingan antaradimensiyang terbesar -U.lj:k.p:""T?q"9 dengan yang terkecit lidak melebihi 3,0, menerima bebanaksialdan mom6n o"o"r""n utama, ","*i" d"p"i !::,"^, T?:fslr""ils sumbu Takapenampans ;i;;;;";;i;; unuK

axear .engan. masing_masing tentuidihitung momen saran Satu darisyaratberikut: ";;i;,.ft;,;;li"n


49 dari 125

saya ,"r"nuni

St atar Perenc@

S!tukur B.,on untu*Jehbat4n

o)

resuttante gayaaksial.pada masing_masing sumbuutamatidak :!::1,::lF: ^O_"1, melampaui0,05 kaliseluruh tinggi bagian komponen d;lambid;ngtentur; aial caris kerjaaksi dari resuttanG-gayi jatuhdi datamtuai yang';i;'rsiroari aksiat penampang gambar bawa'h pada di ini.

*s
o,2b

h,zn

K>

&

cambar5.7- I Garlskerjaaksldari resultante gayaaksial 5.7.7,3 Perencanaan lenturbiaksial tekan dan r:"Sn"nakan anatisis penampang berdasarkan kompatibititas f^1111,]O:! legangan dan regangan, perencanaan kekuatan oenampa-ng dari oerbentui ouiai ringii;;!nakioat rentur biaksial dapat ditentukan dengan:
llll

1P*1,
apabila beban p,>O,l aksial tertaktor: M*

1
f.' Ag

(5.7-16)

atau:

-------=-+

M.^. _/

0M^ 0M,,

<1 -'

(5.7-17)

apabifa bebanaksialtefaktor: p,<0,lf",Az 5.7.8 Persyaratan tulangan untuk kotom 5.7.8,1 Tulanganmemanjang a) Luas daritulangan memanjang kolom harus: loak kurangdari 0,01,4,;

,4s,kecuati dan )ika rulangan mempersurit I*l:"]:lal.9,* pemadatan jumrrh penempatan dun beton pada sambungan persitanian Oagiandan Oari f::I?_lt3l oagran komponen batas maka maksimal tuta-ngan Oiiurairgi. rasio periu

50dari125

StandarPereaandu Sttuktur seton u,tuk Jehbaltu

b)

memanjang sejajar yang bekerja sebagai 5:j:lryfg""gan.Eh satukesatuan, rnempunyai tidak tebihoari + tutangan i"r", r."6mjJr. dan harus l31s "dti"pRasio tulangan spiralps tidak boleh kurang : dari
P, =0,45

c)

n" ,\r.,
A" )f'

(5.7-18)

dengan, adalahkuatlelehtulangan sparat, tetapitidakbolehmelebihi Mpa. 400 5,7.8.2 Pengekangan lulangan memanjang

J:::l?:Ld::t*j""s

pada kolom berikut harus ini dikekans daram arahraterar sesuai

Tulangan tunggal. Masing-masing tulangan sudut. di manajarak pusatke pusartebihdari .tSO ::y:q!uF"S"n mm. Tulanganterkelompok,masing_masingkelompok.

ffJflil:-,:l ilgjJ;

setiap tutangan oergantian irr"nsun jarak varig dtman" diberi

5.7.8,3 Pengekangan lateral laterarharusdipasang apabira turangan fg:*"ns3l memanjang ditempatkan daram di danbersentuhan denqan:

'
.

renskunsan di mana ikatan' renskunsan [!lit,{.x?x!:1?i,$"iilY,*f,j;,lr1o" urankra kaityang dua membentua


ilj,:fli:ifft sudut 1350. kaitbersudut atau yang 1350 kait kira-kira turus tegak terhadap muka
lkatanmelingkar atau spjraldan tulanganmemanjang yang mempunyai jarak yang samaterhadap sekelilingnya.

5.7.8.4 Ukurandan jarak antarasengKang dan splral

",

ia'k antaralulangaD sengkang spir harusmemenuhiketentuan dan ^u,kurlndan berikut:

;j;:T"lliirr:n

senskans spiiar atai d;"uiur."ii"ng oiu"r*"n i""gi" t<ura"s

Tabel 5.7-1.Ukurantulargan unluk sengkang dan splral

Ukuran tulangan memanjang arah lmrnl


Tulangan tunggalsampaidengan 20 Tulangan tunggal 24 sampai2g Tulangan tunggal 32 sampai36 Tulangan tunggal 40 Tulangan kelompok

Ukuran minimum tulangan sengkang spiral dan [mm]

51dari12S

StatuldrP.tu.anaan slruktur seton thtqL Jehba,an

Jarak,antara sengkang atauspiraltidakmetebihi hargaterkecil dari : - ,, atau15dbuntuk " tulangan tunggal; alau - OF hc alau 7,5 dt untuktitangan ielompok; - 300 mm. c) Satu sengkangatiauputaranpertama dari spiralharusditempatkan tidak lebihdari 100mm arahvertikat atas pLncak di pertetat<an puncat pitlitlntai. atau pendetaitansengkang 5.7.8.5 dan spiral Pendetailan tulangan sengkang spiralharusmengikuti dan ketentuan-ketentuan -;;ouat berikut ini: a) sengkang. haruJ disambung denganias -pe.legi a""g;i dua kait bersudut 35" sekelilinq i tulano "t", basian dalam disambuns dapat

b)

.. o,
c) d)

spirar harus diangku; padaujung dengan atausatusetengah satu putaran tambahan darispiral. Apabjja bersudut kait atau*ot,:1. dikombinasikan dengan ketompok tutangan, diameter dalamdari lenqkuni: narusdinaikkan '-"v^u"Ydn secukupnya untukmenampung tetompor,r lurJnga-nl

dua bersudut ois".keririns memanlang kait rgsb iiln-jan :l"Ji:,ffi"TiflXX?.r

DengKang berbentuk llngkaran harusdisambunq denganlas atau denganmembuat

t".ou"t pui"i-n; il#;iiYi:fi:"skans

densan

5.7.8.6 Penyambungan tulangan memanjang Tulangan memanjang komponen untuk tekan harus disambung sesuai dengan ketentuan; a) padaseriap sambungan datam kotom, kekuaran t;t;;;;;;;;asing-masing r";il t^k,kolor tid"k boteh kurang 0,2Jr,4,. dari ^, u, ApaD[a gayatarikpadatulanoan memanjang setiap pada mukakolom akibat beban merebihi perslaratan

I:,i:11_{!'it dialihkan urangan harus


menumpang dalamtarik.

denoansambungan atau meianik, at"i., tas

reGti,ii";nnl,,i."lpi}-r )illj", saya pa(ja


""rOrng"n

5.8

Perencanaandinding

5.8.1 Penerapan Pasalini untukmerencanakan dindino-bidang seperti dindingpenahan dan dindrng kepala *rk perencanaan

i""tilil :"ji

dinding oenga; u'ioaig p"etlnliis#a;;,areoar aan

5.8.2 Prosedurperencanaan 5.8.2.1 Umum

rara pemasansan harus tulansan direncanakan densan sesua. i:?1'?:""?1i111-lT


5.8.2.2 Dinding hanyadibebanigayavertikatsebidang H^arus direncanakan sebagj kolorn sesuai pasal dengan " 5.7.selamatulangan datamarah venikar "rri".

dipasanspada masins_masins o]J;i":1.6.4 mengesampingkan persyaratan pasuis.z.o.z; K;;;;ii- ei;"1s.?i.s. data,-m s.z.e.J; i.)
52 dati 125

harus

StatutarPerqcaaan Sttartur Bdot l!"tuL Jenbda,

5.8.2.3 Dindingdlbebanigaya vertikatdan horisontatsebtdang H9Jy: qirelcglak3n untuk pengaruhaksi vertikal sesuai dengan pasat 5.8.2.2.dan pengaruh horisontal aksi sesuaidenganpasat5.8.5. 5.8.2.4 Dinding dibebanigaya horisontaltegakturus dinding gaya vertikal rencanaN, tidak melampaui Apabila. O,O5 Ae dan harus direncanakan fc sebagai..pelat lantiai sesuaidengansyarat-syarat dalampasal5.Sdan 5.6., kecualibahwa antaratrnggiefektifdenganketebalan q9manolngan tidakmelebihi Tinggiefektifharus S0. ditentukan Dasal dari 5.8.4. 5.8.2.5 Dinding dibebanl gaya yertikal sebidarg dan gaya horisontal tegak lurus dinding Harusdirencanakan sebagaikolomsesuaidenganpasalS.7,kecualipasal5.8.6.4harus mengesampingkan syarat-syarat pasal5,7.9.2;5.7.9.3t darj 5.7.A.4 dan S.7.g.S. 5,8.2.6 Dlndingmerupakanbagian dad struktur portal Dinding-yang dibebani.gaya aksial,momenlenturdan gayageseryang timbutakibatgaya yangoeKerja padaportalharuS direncanakan sesuaipasalS.5Sampai S.7. 5.8.3 Pengaku/Pengikat dinding Dinding, dapatdianggap terikatjika daramarah rateral disokong orehsatu strukrur dimana semuaKelentuan berikut berlaku: a) Dindingatau elemen terikat vertikaldisusundalam dua arah untuk memberikan stabilitas arah lateral secarakeseluruhan. b) Gayalateral,ditahan geserpadabidang oleh daridinding atauoleh elemenpengaKu. c) tsangunan atas direncanakanuntuk menyaturkan gaya tateal. d) Sambungan antaradinding dan penyotong arahlaielatOirencanakan untukmenahan gayahorisontal yangsamadenganhargaaerbesar harga-harga dari berikut: .. 1) reaksi.statis sederhana gayahorisontal terhadap totatyan! beke;japadaketinggian penyokong lateral. 2) 2,5% dari beban vertikaltotal dimanadindingdirencanakan untuk memikutpada ketinggianpenyokongarah laterat,fetapi tidaakurang dari 2 kN per meter panjang daridindino. S.e.n Metoaelerencanaan yang disederhanakan untuk dinding terikat yang menerimahanyagaya vertikal 5.8.4.1 Eksenkisitasbebanvertikal a) . b) Harus memperhitungkan eksentrisitas sebenarnya dari gaya vertikaltetapi dalam semuahal harusdirencanakan momenlentur diambil M, ti;afr kurangdari 0.b5,,.rr',.

dariringgi-tuas tumpuan diukur dari mukabentang 1i::99_"p^ terdapatsatu pelat ornorng, -l"j:-rl1 :"pertiga Apabita yang
beton dicorditempat secaramenerus paoa 0rndrng, makabebanharusdianggap padapusatdari dinding. bekerja c) Eksentrisitas resultantedari bebanvertikaltotal pada dindingterikat,pada setiap ketinggianantara penyokonglaterathorisontal harus dihitun'g J"n!"n ungg"pan

Bban yangditeruskan dinding vertikal ke olehsatupelatbetontidakmenerus, harus

53dari125

SkttutarPetauna4

atuta,r Beton,tuuk Jehbdlan

bahwaeksentrisitas resultante seluruhbebanvertikaldiataspenyokong dari bagian atasadalahnol. 5.8.4.2 Perbandingan tinggi efektif maksimumdenganketebalan

boteh metebihi 30, l::*ll1::.q:."_,:lj:r"di managaya KecuaI,unruK orndtng,tinssi aksialNr,tidakmelebjhi O,OSrus,makaperbandingan bolehdinaikkan meniadi 50.
5.8.4.3Tinggi efektif Tihggiefektif11*daridinding terikatharusdiambil sepert berikut: Apabila dikekang terhadap rotasipadakeduaujungoleh: pe|atlantaibeton yangberpotongan bagian dinding atau yangserupa......... Tetapidari nilai-nitai tersebut yangtebihkecit. diambit Apabjlatidak.dikekangterhadaprotasi pada kedua ujung oleh: p e l a t a n t a i e t o n. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . b . . . . . . . . . . . . 1 ,,0 0 u yangberpotongan bagian dinding atau yangserupa..................,..1,001r Tetapidari nilai-nilai tersebut diambil yanglebihkecil. Dengan pengertian : ,,r adalah tinggi yangtidak dinding ditumpu jal"ak r/ adalah horisontal antarapusatpengekang lateral. 5,4,4.4 Kekuatanakslal rencanadari dinding
0,75 hn\

efekrir densan kerebatan tw,tidak hvJ

o,75tr

Kekuatan.aksial per rencana unitpanjang dinding terikatdalamkasustekan,harusdiambil sebesar p ,tr', oenganpengertian: = faktorreduksi kekuatan sesuat denganpasal4.5.2 != Nn kekuatan aksiat nominat dindingpeis"tirtn p"niang = t. ketebalan dinding eksentrisilas bebandiukur pada sudut siku-sikuterhadaobidanqdindino. yangditentukan sesuaidengan pasal 5.9.4.1. eksentrisitas tambahan diambit sebesar (r.,12t 25OO t,. 5,8.5 Perencanaan dinding untuk gaya horisontalsebidanq 5.8.5.1 Lenturbidang horisontatbidang. bekerja bersamaandengan gaya aksiat, demikian 1l:?'L1.S"y? penampang senrngga pada melintang horisontal: a, selalute(ekan pada seluruhpenampang maka lentur bidang bisa diabaikan dan dindingdir^encanakan hanyauntukgeser-norisontai saia, i"irii o""ga" pasatyang tatnnya;atau

54 dati 125

Stanndr Pcr.n.aronn

S.nkhlr

hetor tunA Jen$dto

b)

tarikan pada sebagianpenampang maka dindingharus direncanakan untuklentur bidangsesuaidenganpasal5.1 dan untukgeserhorisontal sesuaidengan pasal. selebihnya.

5.8.5.2 Penampang kritis untukgeser Untuk gesermaksimum, penampang kritis bias diambil padajarakdaridasarsebesar 0,5/,,atau0,51",dimanadarikedua nilaitersebut yangterkecil. diambil 5-8-5.3 KekuataD geser Perencanaan dinding yangmenerima geser bidang harus diambil sebesar I/,,, mana: di /
vt1 : vc+ vl (5.8-1)

4 dan 4 ditentukan berturut-turut pasal dari 5.8.5.4 pasal dan tetaoi 5.g.S.5 daram semua hal I |harus diambil tidaklebihbesa.dari:

= f', v,,,..,^ 0,2 (0,8 t,,,t,,,) 5.8.5.4 Kekualan geser dinding tanpa tulangan geser Kekuatan nominal beton geser dari tanpa geser harus tulangan Zc diambil sebesar: Apanita! < t t,.,
(5.8-3)

Apabila

h,,

t,,

1, diambil yangterkecil harga dari yangdihitung rumus atasdandari dari di

v"= .,tT. l,lE., r(o,s r,,) /,,, to.os

(5 8-4)

li-'l

Tetapi dalam setiap : hat

t', >

1-

i.l.t"'

(0,8/,,. /,,.)

(5.8-5)

5.8.5.5 Sumbangan geserdindingotehtulangangeser kekuatan Sumbangan kekuatan gesernominal dinding olehlulangan geser,/sharus ditentukan dari persamaan berikut: V, = p,,f,.(0,8 l" t",) (5.8-6)

55dari125

Stn4dat Pmmndan

Struktur Belon anr& Jcn bator

Di manap/ ditentukan sepertiberikut: - Untuk dinding di mana h,/1,,, 1, p* < diambilyang terkecildari perbandingan lu-as , tuasrutangan horisontat, rerhadap tuaspenampang pada dinding :r.':19.:l^":1,111 :t aranyang berufutan. - Untuk dindingdi mana hJl,,, > 1, p* diambilsebagd perbaDdingar, rurangan luas horisontal dengan luaspenampang per dinding meter vertikal. 5.8.6 Persyaratan lulangan untuk dindinq 5.8.6.1 Tulangan minimum Rasjo tulangan, tidakkurang darisepertiyang A, diperlukan pasal dalam 9.3. 5.8.6.2Tqlangan horisontal untuk pengendalian retak Apabila dinding sepenuhnyadikekang terhadap perpanjanganatau kontraksi arah horisontal akibat penyusutan atau suhu, perbandingan tulang-an horisontal tidak boleh kurang hargaberikut, dari manayangsesuai: - Untuk 1,4 klasifikasi ketidak tertindungan A

f,'
, Untuk klasifikasi ketidak terlindungan Bl,B2 danC 2,5

,f"'
Kecuali bahwadalamsemuahal perbandingan tulangan tidak bolehkurangoan yang diperlukan dalam pasal5.8.6.i.Satuan f,,adatah dari Mpa. 5.8.6.3 Jarakantartulangan b-"-r minimumantaratutangan yang sejajar,setongsong tendonnaruscuKUp dan :.:fi menjamin ]! unluh bahwa beton bisadicor dandipadatkan tetapi tidakboleh kurang 3 dr. dari Jarakantara maksimum pusalke pusatdaritulangan dafl yangsejajar harus1,5r,,, alau ruu rrtm, otamDtt yanqterkecil. mana Unluk dinding dengan ketebalan lebihbesar dari200mm,tulangan horisontal vertikal dan harus dipasang dalam duatapis masing-masing mukadind]ng. dekat 5.8.6.4 Pengekangan tulangan vertikal Unlukdinding yang direncanakan sebagai kolomsesuaidenganpasal5.7.,Kerentuan pengekangan pasat untuk 5.7.8.2 sampai pasal jangan 5.7.8.S d;terapkan apabrra :

N,, < O,s dN,,


5.S Perencanaan korbel

(5.8-7)

5.9.1 Penerapan

gayar,orirontir o"n-p"ig"rakan dari *l -t:1!-11d.:1f harus ini mencakupadanya .diperhitunglin Dagran yangd(umpu. Pasal
korbel perbandingan dengan be;tang geser oan
56 dati 125

Korbel direncanakan sebagaibaloktinggtkantilever berdasarkan aksi batanobetontekan

9dhltu

P.ttn.nnaat

Sthtktur B.to. nr

J.ntale,

tinggia/d tidaklebihbesardari satu,dan dibebani olehsatu gaya tarik horisontal yang N,. tidaklebihbesardaripadaV,. Jarakd harusdiukurpadamuki perletakan.

Pclat t!rn1pu

+
5.9.2.1 Tinggimukasisi tuar 5.9.2.2 Aksi padakorbel

1. I
Tulangan angkur

4=-

2,/3d

At

cambar5.9_ 1 BalokTinggiKantilever 5.9.2 Faktor-faktoryang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan

Tinggi mukasisiluartidakboteh kurang daripada 0,5.1..

Gans kerja aksr ddri bebandapatdianggap pada tepi baqranluar bantalan terletak *3t?y ada. a-lau pada permutaan tiap reprpetandaian. padamuka dari atau P:rl:-,?l"r] Apabila bagran komponen lentur ditumpu, makabagian korbet luaf .fot.bel. ?19t1n,t.!ar,da narus ortrndungt lerhadap pengelupasan. 5.9.3 Prosedurperencanaan 5.9.3.1 Umum Dalamsemuaperhitungan perencanaan yang sesuaidenganbagian faktorreduksi ini, kekuatan harus diambil sesuai dengan pasal4.5.2. 5.9.3.2 Penampang kritis a) Potongan penampang kritispada muka perletakan harusdirencanakan menahan secarasimuttan satu gaya geser f, , satu moment/,, a + N,,"(h-t{),dan satu gaya y'y',,,.. tarikhorisontal Jarak harus ,/l diukur mukaperletakan dari Daerahpenahanbebanpada braketatau korbeltidak boleh diproyeksikan melebihi bagian furus dari tulangan tar,k utama A" dan tidak boteh diproyeksikanmetebihi mukainterior tulangan dari angkur transversal dipasang). 0ika

b) c)

57 dad 125

Stonttar P.rc".ana

Stdkhb

A.bl

tudakJnhalan

5.9.3.3 Kebutuhantulangan total a) b) 1) 2) c) Luas dari penulangan tatik primerlpokok,1"diambil dari harya yang terbesarantara (At+ 4,,) atauA,,+ 2 A,:t13. Perancangandari penulanganfriksi-geser,4vl yang menahan geser ,/,, harus memenuhi ketentuan pasal 5.2.g. Untukbetonnormal,kuatgeser /, tidakbolehdiambillebihbesar daipada0.2f,'h,d ataupun ,,/ dalam 5,5 Newlon. Untukbetonringantotalataubetonberpasir ringan,kuatgeser 4, tidakbolehdiambil melebihi (0,2-0,07a/ d).f,'b*rj (5.5 1,9a/d)h"rl datam ataupun NeMon. Penulangan yang menahangaya tarik Nr. harus ditentukandati N,,, < A,,.f), 1,, O Gaya tarik ly',,.harustidak bolehkurangdaripada0,2 ,{, kecualiketentuan khusus yang dibuat untuk menghindari gaya tarik.cayatarik N,,"harus dipandang sebagai bebanhidupwalaugayatarik berasaldari rangkak, susutatau perubahan suhu.

5.9.4 Persyaratan tulangan 5.9.4.1 Tulangan minimum Rasiotulangan - 4 , p li tidakboleh kurang ri O,O4 da bd 5.9.4.2 Sengkangtertutup Sengkang tertutup atautulangan pengikat sejajar dengan,4., dengan luastotatl/, tidak kurangdari 0,5 (A,-A,,)harus disebarkan dua pertigadari tinggi efektif yang terkait ke dengan /.. 5.9.4.3 Pengangkuran tulangan tarik utama Pada sasi mukadarikorbel, tulangan tarikUtama harus l" diangkurkan dengan salah satu caradibawah ini: a) Las struktural padabatangtfansversal yang berukuran palingtidakberukuran sama. Las direncanakan untuk mengembangka; kekuatanlelei terspesifikasi dari , batang-batang ,4r. b) Pelengkungan batang-batang taik utamaA, sebesar1g0ohinggamembentuk satu /oophorisontal. c) Caralainnya pengangkuran memberikan positif. dari yang hasil 5.10 Perencanaan berdasarkan bataslayan(pBL) 5.10.1 Asumsiperencanaan Bjladjperlukan untukaspekpembatasan gangaD, te cara perencanaan berdasarkan Batas (PBL)boleh Layan digunakan. Dalamhal perencanaan berdasarkan batas layan,dipakaianggapan bahwastruktur berperilaku elastislinieruntuksemuakombinasi bebanrencana yaii Uekerja.

58 dati 125

SL.'nlnt Ptm.anoon gtukur EetonuntukJembotan

Dalamhal ini,sifatpenampang harusdihitung berdasarkan anggapan: - Regangan padatulangan jarak ke garisnetral. dan betonberb;nding lurusdengan , Betontidakmenahan tarik. - Perbandinganmodulus elastisitas untuk perhitungan transformasi luas rurangan, n = E!/E- dapatdiambil sebagaibilangan bulatyangterdekat tetapitidakkurang dari6. 5.10.2 Tegangan dasar iiin Tegangan dasar ijin dapat diambil dengan pada;asat danpasat mengacu 2 4. 5.10.3Kekuatanrencanadalam lentur Kekuatanrencanadari suatu penampanglentur harus dihitungberdasarkan tegangan kerjadasarpadapasal4.4.1.2 dan pasal4.4.3.2. Tegangan kerja dasar ini dapat dinaikkan untuk kombinasi bebantertentuseDerti beban sementara, sehubungan denganketentuan perencanaan berdasarkan kerja. tegangan

59 dari125

slnnrlar Pere,cnM.n sttutuur actan nhtk ,cn1ba1n

6. 6.1

PERENCANAAN KEKUATANSTRUKTURBETON PRATEGANG Umum

Standar perencanaan berlaku ini untukstruktur betonprategang untuk dengan materialbeton normalvano mcmilikikuattekan(oercasa"rkai jembatan, benJu'uii s,t,no.4 ant",a
atau sangattinggidengankuat tekan y"ng ."runini OO fflSS:l:"1_?:lg" Mr, oan apabiradianggapperrudapat dirakukan penyisuaianpaoa k6Lntuan peritatu untuk materjalbeton tersebut,berdasarkan suatu acuanteknisaiau hasil penetitaan yang bisaditerima olehyang berwenanq. 6.2 Persyaratanmaterial

oensan rr.lea. oowaruupun o"m)G;,""t;;;;r1;ffi#axu lugauntul :9,MPasaTpai bermututinggr

yangdiberikan datambagianl, atauditetapLun di Ojra"Jf<an n;;il;.;;il; 6,2.1 Selongsong

perubahan .lii ffi;il#Ti:y",11;:fl#il'i1{1?):*::"*n"Jio',"1?Xi: ::ff pengemDangan "s""d suhu harusditetapkanajngalnoenaii;suai LaijfJn_oatasannitat akibat

Sjfat-sfatpenting materialseperfl kekuatan(kekuatan tekan, tarik, dan lenrur;kekuatan statisdanfatik ), kekakuan. oerilaku v

Selongsong untuksistempascatarikharusmemenuha ketentuan berikut: Selongsong untuktendonbaiaDrategang haruskedapmortaidantidakreat<tif aengan ataubahansrouang yangakandisunakan. !"^l:::310.,*g:g,

berongsong tendon yangakandilakukan groutjng harus mempunyai penampang luas dalam minimumkali 2 lUas tendon.

*rusmempunvai diameter ;:,':lti":,?,Y"i";'"i'il:i:olfln"#il,,'l?iH:il,?:::'jl'-

6.2.2 Angkur An-gkur yang,dipakai harusdiprodukst oleh.fabrikator dlkenal yang denganjamrnan mutu yang sesuaidengan spesifikasi teknjk, yang pertu oita Oitenirtan O"ny* ["ng,rj,un. 6.2,3 Penyambung(couprer) dapatmenyarurKan yangtidaklebihkecit kuartarik gaya l^"lll!:ig !1*o,:r) harus dari oaras etemen disambung. yang harusdipasang datamdaerah. yang disetujui qan oteh yang berwenang L:ly:T,o!lg -Oiperlut"n. orpasang sedemikian sehingga rupa memungkinkan terjaOinya geralJnyJnf 6.3 Tendon baja prategang

6.3.1 Umum dari baja(wire), kawat (sf/and), batang untai Il,ld,":!"1?-!l","S"ng bisaterbuat kawat arau oala yang toar), sesuai dengan standar spesitit<asi bertat<u. yang jaminanspesifikasi pabrikpembuarnya, dari makakuatitas :]9^l1il ?1" tendonbaja prategang harusdjtentukan melaluioengujian sesuaidenganstandarsp;sitikasi yang berlaku. Tendon prategang diguia-fan noten baja yang tiaax ciJeris"tr;"";'51
60 dari125

.'Ln lnt Per.ncanaan Stm*rur Acbn utuk JetrLotn4

6.3.2

Kuat tarik baja prategang

Kuattarik bajaprategangr,, harus sesuaroengan Ketentuan sub_pasal pada 4.4.3.1. 6.3.3 Kuat leteh baja prategang f.i:l 1"", 6.3.4 baja prategang harus diambitsesuaj dengan ketentuan /p/ pada sub-pasal

Moduluselastisitas

Modulus elastisitas baja prategang harussesuat dengan padasub_pasat ketentuan 4.4.3.3. 6.3.5 Lengkungtegangan.regangan unluk bajapraregang harusmengacu padakerentuan !310-!un9leglngan.fegangan datam sub-pasat4.4. 3 .3.6 Retaksasibaja prategang

Relaksasi bajaprategang harussesuai denganketentuan padasub_pasal 4.5.3.0. 6.4 Kehilangan gaya prategang n:U" praregang datamtendonuntuksetiapwaktuharusdiambit 5:lilaqll sebagaijumtah oafl kehrtangan seketika dan kehilanoan yangterg"ntung *"ttr, Oiik J"iJr;"ngf" p"nO"t jangka maupun panjang. pertu,nitai perkiraan harusdirevisiuntuk kehitangan gaya praegang pada Kondrsr tidak yang "tl:_*lgC:l biasa ataubiladigunaKan proses ataumatenal baru Kehirangan. prategangdapat dinyatakan dalam bentukkehilangan gaya atau kehirangan regangan dalam di lendon 6.4.1 Kehitangan akibatgesekan

*f:]T:fl:!|,:"cana tendon akibar ekan a,atpenesans pada ees ["",j:: Tfjrf"r:lg. drgKUr, oan setongsongharus diperhitungkan -erexiir,
T:iff:?!"" orpernttungkan perencanaan. dalam saya praresans terutama ;;;-;"":"'r;;
secara cermat dalam

krjtis yans

tendonharus adanyavanasitegangan l,"lflLqlg:l bentanqnya. dihitungdenganmempertimbangkan orsepanjang gaya prategang 5:ltilangan, penegang akibat gesekanpada,alat penegangdan angkur rerganlung pada alat lrpe dan Vack) s;;tempengangkuran digunakan. yang Kehilangan akrbat gesekansepanjang tendon dihitung berdasarkan analisis gayadesak dan rendon p-ada setongsong. tidaka;a perhitungun Jika !"ng r;bih i"iiii, g"f-;-pi;t"gung ou,"rn pada jarak x dari ujung atat penegang tendon (./ack) Cipat C;litungseuagai ;Jfl?l "r,

6 1 d a r iI 2 5

&.ndat

Perqcandon Sttutuu Aebn qntuk Jembatdn

=P

"tt!'41')

(6.4-1)

akibat dan simpangan sudut yang orgunaKan !^",11 perencanaan kelengkungan , qaram_Og-1"f"n harusdiperiksa selongsong selamapelaksanaan pra_penegangan 6.4.2 Kehilanganakibat perpendekan e,astisbeton

etastisbeton, harus memperhrtungkan 5:lllTS_1,g:r".,Olategng akibat perpendekan secara cermat nilai modulus elastisitasbeton pada saat transfer tegangan,mooutus

pratesang, dan betonpadatitik oeratbaja" :9:ll"ll?."-,bqj1 prategang tesansan fiitesangyans ota(tbat(an olehgaya
dan bebanmatisegeraseteldhtransfer. Jika tidal< ada.perhitungan yang tebihteliti,maka kehilangan tegangan dalamrenoondes akibatperpendekan elastisbetondapatdihitung sebagai berikut, ,intri fomponunpr"tarif,, (6.4-2) Untukkomponen pascatarik:

o-=o,s+f ,",

(6.4-3)

pasca.tarik yang terdirihanya.dari satutendontunggatsala, kehjrangan ^O_1lT-11 1gld9" prategan9 akibatperpendekan elastisbetondapatdiabaikan. 6.4.3 Kehitanganprategangakibat slip pengangkuran

oan harusdilakukan penyesuaian manape u. di 6.4,4 Kehitangan akibat susut pada beton

peribarrin t"sung"n e""", 9!:llTI3"_.."1s*mipensaruh hasilperhitungan "kidi harusdiperjksa lapangan "iip'p"-n!"i,srrr"n. di pada iaat"fia_penegangan, I:nrlangan.dari

Padakomponen pascatarik, kehilangan prategang saat transfergaya prategang dari alat penegang angkur harus diperhitu'ngkan. ke berdasarkan panjangpengaruhtendonyang

prategang,susut beton harus diperhitungan sebagai faktor yang lil? "lrlf*.r *1.." mempengaruhi kehilangan gaya prategang, yang besarnya lergantungpida waxtu.Jika xoax.aoa, perhitungan yang lebihteliti,maka kehilangan teganga;data; iendon ocs akibat padabeton susut harus dlambil sebesar.
06 = EpE.s (6.4_4)

besarnya deformasi susutbetonyangdihitung sesuai ketentuan :llr]al14s m9ly?t?kan paoa sub-pasal 4.4.1-9. r"n-praregang digunakan.dan disebar seturuh ke penampang romponen ^B]j:,.f,Yl:1S_1?,brj, pengaruhnya maka rerhadap susutpertuOipertimOaiftin terutama :Y,"_ryr_ ryt"gq"g
oalam arah aksial.sehinggaiika tidak ada perhitungan yang lebih teliti,ke:hangan gaya prategangdalam tendon dapat diambilsebesar:

62 dat 125

Stahtlar Pdeh.anain

S1tukiu Reton urtukJehbaton

(6.4-5)

6.4.5

Kehilanganakibat rangkakpada beton anarisis

yang paba jika wakru. Kecuati aoapernitinlan yang tebih ::^s^:"91 tegangantersantuns prategang) l:l]sfgf nnct,.o.an^Dlta tekan (aktbat
dalam beton pada posiii tendontidak melebihi 0,5, , kehilangan akibatrangkak tersebut dapatOinitung ieO."ar: (6.4-6) drmana:

Khilangan gaya prategang akibatrangkakpada betonharusdiperhitunqkan dari

"""=r"l?)
6.4,6 Kehilanganakibatrelaksasibaraprategang

(6.4.7)

faktor rangkakrencanayang dihitungsesuai ketentuanpada sub_pasal d"" menyatakan

baja.-prategang harus l1?n"^"1- gaya prategang,ya.g diperhitungansebagai faktcr yang mempengaruhj Kenrangan besarnyatergantungpada w;ktu: Jika tadakada pernllungan yang lebih teliti,maka kehilangan tegangan dalamtendondF akibatrelaksasi bajaprategang harusdiambil sebesar:

""=^f:-^*),,'
6.4.7 Kehilanganakibat pengaruhtain

(6.4-8)

di manaR, menyatakan faktorrelaksasi rencana tendon, yangdipengaruhi jenistendon, oleh dandapatditentukan sesuaisub-pasal 4.4.3.S.

perlu.dalam prencanaan harusdiperhitungkan kehitangan tegangan ?Jll:l:-1':l.n::S l9in yang betumdisebutkan atas,tergantung di dari;enisdan repentinlan :Il?i:.9:19-"lrl prateSang, sepertiantaratainuntukfaktorlehilangan slketika: :lru:I-ul?elon saarpenegangan tendondansaat p;ngecoran beton :1. :::l?,1!il.ul" "ntara or. uerormast padasambungan struktur pracetak c). Ketaxsast tendon sebelum transfer d). Deformasiacuan padakomponen oraceraK ntara.tendort yaig diteqangkan struktu yang diprategangsetama dan I ") :^"j*j1T-:rh! " perawaGn pemanasan beton. Demikian luga biladianggappertu,diperhitungkan kehilangan yangtergantung yang wakru, disebabkan antara oleh lain: struktur pracetak yansdipasang padapenampans :] F-engrun o). 3:l.j:::t !:9: "ambunsan penambahan rangkakyang disebabkan oleh b;ban berulangyang sering Ieflaot.

6 3d a r i 1 2 5

Stutuln/ Psadndnt

S.nttur

6er.h untuk Jertbntnn

6.5

Metodeperencanaan

struktur beton prategang perlu didasarkanpada cara perencanaan :^"j:1::,!:"i 6eoan.oan Kekuatan Terfaktor (PBKT). Namun untukperencanaan :::":1'I?" komponen pratesang jl1s.usnyabeton penuh, gl?s^?l^g: terhadap teniur yansmensutamakan 3l,l1l pemoarasan sudru regangan kerja, baikpadategangan tekanmaupun tarik, atariyangada Kelerkarlan denganaspeklain vano.lianggap sesuaikebutuhan perilaku defoimajinya, dapat digunakan perencanaan cara 6erdas;;kan Batas (pBL). Layan
Teganganyang diijinkan pada perencanaan Batas Layan (pBL) 6.6.1 Tendon

Mengacu padasub-p 4.4.3.2. asal 6.6.2 Beton

6.6.2.1 Tegangansementarapadasaat transfer Mengacu padasub-pasal 4.4.1.2. 6.6.2.2 Teganganpada beban layansetelahterjadi kehilanganprategang Mengacu padasub-p asat4.4.1 .2. 6.6,2.3 Tegangantumpuanpengangkuran yl1ul anskur pqsca tarik pada beban layan,tegangantumpuanpengangkuran dibatasi maksimum 0,7ti, kecualiuntuk betohyang terteianl otentutangai spiratitau sengkang tertutupyang memberikan kekanganyang nitainya 6kivalen aenlan yang Oioerit<an otett persamaan (6.9-1). 6.7 6.7.'l

Cara Perencanaan berdasarkanBatas Layan(pBL) Asumsi

Dalamperencanaan berdasarkan tegangan kerja,struktur dianggap berperilaku elastislinier untuksemuakombinasi bebannomiialyangbekerja sesuaiden'gin i"r!tri"n p".l"O"n"n untukJembatan sesuaidenganpasal5.i O.1 dan 6.7.2 Kombinasibeban rencanayang paling membahayakan

Struktur, harusdirencanakan untuk menahan semua pembebanan yang mungkinbekerja, sesuar pembebanan denganPeraturan untukJembatan. ,Y^l^:|.]: diperhatikan, peDgaru dari gaya ayibat prategang,beban pe.ata]rtn, h Pj^"-"Jt:lg. ucual-nclur, susut,rangkak, perubahan eraran, suhu,perbedaan penurunan bagian dari tumpuan shuktur,dan bebankhususlainnya yangmungkin bekerja. D-alam -perencanaanterhadap beban angin, seluruh bagian struktur yang membentuk kesatuan harus direncanakan untuk menahan beban anoin_-

64 dati 125

Standt

Pe.encarnnn Sttuk1u Retofi unllk Jehtb.tn,

6.7.3

Pengaruh aksi rencana

Pengaruh aksi rencana,Sp harusditentukan akibatkombinasi bebanlayanyang pa|ng berdasarkan anatisisyang tepat sesuai persyaratan *rb:h:ya, iada peraturan Hemoeoanan Jembatan untuk 6.7.4 Kekuatan rencana yangdiijinkan Kekuatan rencanayang ditinkanRy harusditentukan berdasarkan persyaratan yangsesuai untukstruktur yangditinjau (untukkomponen balok,komponen tekan,din sebagarnya;. Tegangan yangdigunakan ijan tidakboleh melebihi yangtelahditentukan nitai datam BabI kecuali diiinkanoleh peraturan pembebanan bila untukJem6atan. Keamanansuatu komponenstruktur ditentukansedemikianrupa sehingga kekuatan .encana yangdiijinkan trdak lebih kecil daripenoaruh rencana: aksi

s.<R.
6.7.5 Momensekunderdan geser akibat prategang

(6.7-1)

Dalam perhitungan untuk perencanaan, besaranmomen sekunderdan pengarungaya prategangharus diperhitungkan dalam analisisteganganpada penampang 9:^.,"jprategang. beton9!,1"t 6.7.6 Penyebarankembali(redistribusi)momen

Redistribusi momentidakdiijinkan datamperencanaan dengan carapBL. 6.7.7 Perencanaan balok terhadapgeser

Perencanaan terhadap balok geser harus dilakukan dengan caraPBKT. 6.7.8 Perencanaan balok terhadappuntir

Perencanaan balokterhadap puntirharusdilakukan dengan cara PBKT. 6.7.9 Perencanaan balok terhadapgeser memanjang

Perencanaan balokterhadap gesermemanjang harusdilakukan dengan carapBKT. 6.8 6.8.1 Cara Perencanaan berdasarkan Beban dan Kekuatan Terfaktor (PBKT) AsumsiPerencanaan

M e n g a cp a d a a s a5 . 1 . 1 . 1 . u p t 6.8.2 Kombinasibeban rencanayang paling membahayakan

Kombinasi bebanrencana yongpatrng peraturan membahayakan ditentukan harus sesuai HemDe0anan Jembatan untuk

65 dari125

Stdn.ldr Pere,..ndan

Strukttt Belon u^htk Jen,batn"

6.8.3

Faktorreduksi kekuatan

Mengacu padasub-pasal 4.5.2. 6.8.4 Pengaruhaksi batas

batas (ultimit),t, harus dtenrukanakibat kombjnasjbebanyang patng :^"1S^11!- berdasarkan "5:l oeroahaya, analisisyanq tepat sesuai denganpersyaratan pada p;rafura; Pembebanan untuk Jembatan. 6.8.5 Kekuatan rencana

KekuatanrencanaR, ditentukanberdasarkan kekuatannomjnalyang direduksisesuai persyaratan yang berraku(untuk aksi rentur,aksi tekan, aksi geserl atsi puntir, atau kombinasinya), namunfaktor reduksikekuatan yang digunakan tiO"at Ootetr'meieUitri harga yangtelahditentukan padasub-pasal 4.5.2 Keamanansualu komponen struktur ditentukansedemikianrupa sehingga kekuatan rencana tidaklebihkecildari pengaruh aksibatas:
dan

&<n,
R, = dR,

(6.8-1) (6.8-2)

6.8.6

Metodeanalisis

U.ntukmemenuhipersyaratankekuatan,stabilitas,dan daya layan, gaya oalam pada strukturdan komponennya dapat ditentukan denganmenggunakini"Lti o.ri oenKut: ""tu ""r" anatisis statisUntuk struktur statistertentu; 9] b). yang reaksj,momen(sekunder), gaya geser.oan :Tl"::]:,"!! yang .memperhjtungkan gayaaKsrat timbul akibat pratekan. adanya rangkak, susut, perubahan suhu, deformasi. aksial,kekangan deformai y;ng diberikan;tehk;.fori"n y"ng mJnyatu dengankomponen yangditinjau, penurunan "truttw dan fondasi. 6.8.7 Momensekunderdan gaya geser akibat prategang

M-ofien.sekunder. gaya gesersertadeformasi dan struktur statistak tentuakibatprategang harusdiperhitungkan dalamperencanaan bebanbatas(ultimit). Momensekunoer oan gaya geserdapatditentukan dari analisis elastisstrukturpaOa keadaanyang tidak dibebani dah tidakretak. Bila digunakan momendan geserrencana untukkombtnasi bebanyang sesuardengan Peraturan Pembebanan untuk Jembatan, momen sekunderdan gaya geser akibat prategang harusdiperhitungkan dengan fakiorbebansebesari,0. Untukperhitungan kekuatan dalamkeadaan khususakibatbebanmati ditambah prategang saattransfer dapatdigunakan faktorbebansebesar1,15untukmomensekunoer oan gaya geserakibatprategang.

66 dari125

StannerPereac.hnanStrukhn B.to" trtuk Jenbntan

6.8,8 a).

Redistribusimomen pada batok statis tak tentu P-ada daerahtumpuan yangdisediakan tulangan non-prategang, yang momennegatif dihitungdengan teori elastis untuk setiap pola pembebanan boleh direOistri'busi dalamarti diperbesar ataudiperkecil tidaklebihdari:

_ ,"f, t
c).

tlr , \(0 o)

0,36 Bl

persen

(6.8-3)

b). Momennegatifyang telah diubahtadj harusdigunakanuntuk menghitung momen_ momenpada penampang dalam batas bentangyang ada untUkpola pemoeoanan yangsama. Redistribusi momennegatifhanyabolehdilakukan bila penampang yang momennya direduksi direncanakan sedemikian + (d/dp,) - o)')Lalau rupa sehingga (0) cop,atau l.op yangberlaku, la, + (d/d) (a* - a'*\1,yang manapun tidaklebihbesat dai 0,24&.

d). DalgT.r segala hal perlu dipertimbangkan dengan cermat pengaruhsrear /ag dan stabilitas struktur. lvlomennegatif yang telah diubah dapat digunakanuntuk menghitung momen pada penampang dalamditumpuanuntukkondisi pembebanan yangsama. 6.8.9 Perencanaan balok terhadaolentur

6.8.9.1 Kekuaianbatas nominal lenturM. Kekuatan batas nominal penampangbeton prategang terhadap lentur M, dihitung berdasarkan cara kekuatanbatas,denganasumalasumii yang sama sepertiyang telah diberikan di.dalam pasal 5 (penampang beton bertulang), denganmengganti besaran, (tegangan leleh)menjaditegangan analitis batasbajaprategangts. 6.8.9.2 Bloktegangan tekanbeton Dalam analisispenampang beton prategang, blok tegangantekan beton dapat dihitung DeroasarKan Dentuk kurvategangan-regangan yangsebenarnya, ditempuh beton atau suatu penyederhanaan berdasarkanbentuk kurva trilinier,atau bilinier (trapesium), ataupun terdistribusi secarameratadalamsuatubloktegangan berbentuk segiempat. Bila garis netralterletakdi dalampenampang, regangan dan padaserattekan maksimum tefluar beton diambil sebesar 0,003, ketentuanmengenai distribusitegangan tekan berbentuk denganasumsi tegangantekan merata -segiempat dapat dianggapterpenuhi seoesar U.E)jf, bekerjapadaluasbidang yangdibatasi oleh: a). tepidaripenampang; dan b). garissejajarsumbu netralpada kondisibatasakibatbebanyang diperhitungkan, yang terletakpadajarak a : Bt c dati serattekanterluar,di mana nilaip, ditetapkan sesuai dengan sub-pasal 5.1.1.1.

67 dari125

Sbnddt Peren.on.nn Sttuklur Retor urrk

Jehbdtan

0,85/"

c = o,8sf,'ab

Gambar6,8.- 1 Blok regangandan tegangantekan beton 6.8.9.3Tegangan batas baja prateganguntuk tendon terlekal Tegangananalitisbatas baja prategang (untuk perhitungan kekuatanbatas nominal rs penampang betonprategang) harusdiambil tidakmelebihit}. Jika tidaktersediaperhitungan yang lebihtepat,dan tegangan efektifpadatendonl" tidak kurangdari 0,5r", tegangananalitisbatasbaja prategang dalamtendonyang terlekat t" penuh, dapat diambil sebesar:

r vl t f""= f ,"lt -+l' l p,li+ p


I J.

,t - .l) 1-\at a')ll aP


ll

(6.84)

Jjikapengaruh padasaat menghitungrJ denganpersamaan tulangan tekandiperhitungkan (6.8-4), maka

1,,?.tr-,,)
harus diambil tidakkurang 0,17dand'tidaklebih dari dari0,15dp.

(6.8-5)

6.8.9.4Tegangan analitis batas baia prategang," untuk tendon yang tidak terlekat Bila tendontidak terlekat,tegangan dari analitisbatasbaja prategangr, harusdilentukan persamaan berikut: a). untukbalokdenganperbandingan < bentang dan tinggipenampang 35:

f ^ = f ,. +10+:!-

l00pe

(6.s-6)

namunnilairJ tidakbolehdiambil lebihbesatdari(f""+ 400). b). untukbalokdenganperbandingan > bentang tinggipenampang 35: dan

f"' " 300pp namunnilair, tidakbolehdiambil + lebihbesardari(1," 200).


', - ,

,-^. ,/ul

(6.8-7)

Dalamkasusyang manapun, nilair" tidakbolehdiambil lebihbesatdati fp!.


68 dari125

sbtular Percrc.nnan 9tukLut Rebh unluk J.hbatan

6.8.9.5 Kekuatanrencana Kekuatan rencanaatau kekuatanterfaktoruntuk lenturdihitungsebagai di OMh, manad adalah faktor reduksi kekuatan yangsesuai dengan sub-pasal 4.5.2. 6.8.9.6 Kekuatanminimum Kekuatan batas nominallentur,M,, padapenampang kritistidak bolehkurangdari i,2 kali momenretakM./ yang besarnya:

= z l f . t+ -

l +P e *

(6.8-8)

Kekuatan bal-ok prategang saat transferharusdjverifikasi denganmenggunakan kombinasi oeoansepenrpada PeraturanPembebanan untuk JembatanJalan Raya dan ketentuan mengenar momensekunder gayageserakibatprategang. dan Syarat,iniharus dianggapterpenuhi jika tegangantekan maksimumdatambeton pada bebanlayansaattransfer tidakmelebihi kalikekuatan 0,5 tekanbetonsaattransfer . t, 6.8.9.7 Syarattulangan maksimum Rasroperban-dingan antarabaja lulanganprategang tulangannon-prategang dan terhadap oelon.yangdtgunakan untukperhitungan kekuatan lentursuatubentang, harussedemikian rupa sehrngga atau l(tJp+ (d/de\@ @)1, @e, + ataul@pw @/d) (av _ @;)1, yang manapun yang Deflaku, tidak boleh rebihdari 0,36l'. Di sini d adalahjarak dari serattekan terluar betonke titik berattutangan jarak dariserat tarik non-prategang, dpadatah dan l-91"T!?nS penampang reKan refluar betonke titikberattulangan prategang. Bila rasio tulanganyang ada melewatinilai di atas, sepertimisalnyapada strukturbalok penuhdi manapencegahan retakpadakondisi jumlah bebanlay;n memerlukan fftesang yang menyebabkan penampang menjadi.bartutangan kuat,,(oyer_ l'111:-S1l pada flategalS retntorcec!) kondisi kekuatanbatas, maka bila hal ini terjadi, harus diperhatikan beberapa ketentuan berikut: a). Metodeanalisisyang disederhanakan tidak bolehdigunakan untukmenenruKan gaya aksiyang bekerja padapenampang komponen strukiur. . b). Sebaiknya disediakan tutangan Gkan tambahan untuk mengurangi kemungkinan Keruntuhan getas(brilfle) c). Pda penampangdi mana tutangantarik non-prategang terletak lebih di bawah dibanding. letak tendon prategang-, terdapatkemungiina-n ter.iadinya pengurangan KeKU-atan,lentur lingkatprategang pada yangtinggi.Karenanya, proporsi penampang narussedemikian rupasehingga regangan tulangan tariknon_prategang melebihl akan regangan lelehnya. d). kekuatan secaraproporsional untukmemperhitungkan l?ltorleduksi perilaku f perludikurangi oerKurangnya penampang yangdaktail. 6,8.9.8 Tulanganminimumnon-prategang strukturtenturdengansistemtendontanpa lekatan, harusorpasang l:9I9TPol"n lulangan lekatan non-pfategang minimum sebesar:

69 dari125

S'nnlnt Peren.nhnrt St.tIIkr Bclon untutJe,nL an

A,= 0,004 A

(6.B-e)

di mana,4 adalah luasbagian penampang antara mukaseratlentur tertarik garisberat dan penampang bruto. Dalamhal lni, l, harusdisebarmeratapadadaerahtarik yang awalnyamengalami tekan, praktisharussedekat dan secara mungkin serattarikterluardaripenampang. ke 6.8.9.9 Sudutpenyebaranprategang Kecuali dilakukan bila perhitungan yang lebihtepat,sudutpenyebaran gaya prategang dari angkur dianggap ke masing-masing gais hetat(center-line). 30' sisi 6.8.10 Perencanaan baloklerhadap geser Aturan perencanaan berlaku untuk balok prategang ini yang mengalami geser, momen lenturdanaksial,atauyangmengalami geser,momen juga puntir, lentur, aksialdan asalkan persyaratan memenuht untukpuntir. geserbalokharusdilakukan Analisis dengan cara Perencanaan berdasarkan Bebandan Kekuatan Terfaktor (PBKT). Padabalokyangtidakprismatis atautinggjpenampangnya perhitungan bervariasi, kekuatan geserharusmemperhitungkan gayatarikatautekanmiringakibatadanya komponen variasi penampang. tinggi 6.8.'10.1 geserbatasnominal Kekuatan geser batas nominal t/,, tidak botehdiambillebih besar dari jumlah kekuatan Kekuatan geseryang disumbangkan oleh beton dan tulangangeser dalam penampang komponen yangditinjau, struktur yaitu:
V^=Vc+Y,

(6.8-10)

6.8.10.2Kekuatangeser batasyang disumbangkan oleh beton geserbatasbeton 4 yang tanpamemperhitungkan Kekuatan geser,tidak adanya tulangan bolehdiambil melebihi dari nilaiterkecil yangdiperoleh 2 kondisiretak,yaitureraK dari geser (%J dan retakgeserbadan(Z@), terlentur penampang yangditinjau kecualijika mengaraml retakakibatlentur,di manadalamkondisi tersebut hanyakondisiretakgeserterlentur yang berlaku. a). Kondisi retakgeserterlentur KuatgeserVc, harusdihitung dari:
V- =!!t6 20" 71Y,

V,M.,

(6.8-11)

drmana

'lY*t,"
70 da.i 125

(ri

L "")

(6.8-12)

Sktaldr Peren.anaar.^raktut

Aebn untuk.teubatun

Z - I/y, tetapi tidakperlu d,".0', *uruno 4i O"r,, -7 ,

persamaan Dalam (6.8-11), nilafnilaiM,,* Zi harus dan dihitung kombinasi dari beban yangmenimbulkan momenmaksimum padapenampang yangditinjau. (0 b). Kondisi retakgeserbagianbadan

v,"= v,+v,
dengan pengertian: l\ =

(6.8-13)

gaya geser yang, bita dikombinasikan dengan gaya prategangdan pengaruh lainnya aksi padapenampang, menghasilkan akan tegangan tarik utamasebesar0,33{f" padasumbupusatatau perpotongan bagianbadan dan sayap,manayanglebihkritis,ataudapatdiambit sebisar:

v , = 0 3 ( , t T + f , , ) b .d

(6.8-14)

Dalam persamaan (69-14),fp" menyatakan tegangantekan rata-ratapada betonakibat gayaprategang efektifsaja,sesudah memperhitungkan semuakehilangan gaya prategang yangterjadi. Bila penampang yang dianalisis merupakan komponen strukturkomposit, maKaregangan tarikutama harus dihitung dengan menggunakan penampang memjkulbeban yang hidut Bilapdakomponen strukturpratarik terdapat keadaan manapenampang di yang berjarak n/z dafi tumpuan beradalebihdekatke ujungkomponen padapan;anglransfbr dari tendon prategang, makadalamperhitungan untukkondisiretakakibatgesir badandigunakan f* p::bg-g yang direduksi.Gaya prategang dapat dianggapb;rvariasidari not pada :i!?l sampaihargamaksimum sebesar katidiameter (kawatuntai)atau 100kati b0 YIY!9l9n:on orameter (kawat tunggal) padatitiksejarakpanjang transfer teitdon. Bila pada komponen pratariklekatandari sebagian tendontidak sepenuhnya ada hingga ujungkomponen, maka dalam perhitungan harusdigunakan nilaiprategang yang telah % direduksi. Dan gaya prategang yang disumbangkan tendondapatdianggai bervariasi dari nol pada titik di. man_a lekatannya mulai bekerjasampaike harga mi-ksimum pada titik panjang seJarak transfer. 6.8,10.3Kekuatangeser batas yang disumbangkan oleh tulangan geser Sumbangan tulangan gesertegakdan miring terhadap geserbatas,%, ditentukan kekuatan oenganpersamaan berikut: a). untukfulangan gesertegaklurus ,, A"J"d
'J

(6.8-15)

71 dati 125

5@nddt Percncaha.n Stru]lut Beton uduk Je"tbatn,

b). untuk tulangan gesermiring


A, f,(sin a + cos a)t1 (6.8-16)

or mana d menyatakan besarnyasudut antarasengkangmiring dan sumbu longitudinal Komponen struktur, jarak dari serattekanterluarterhadap berattulangan dan d adalah titik tariklongjtudjnal, tidakperludiambil tapi kurangdari0,8h. Dalam segalahal % tidakbotehmelebihi e-#":n\ b, d. 6.8.10.4Kekuatangeser batas rencana Kekuatan geserrencana harusdiambil sebesar d,/,,di manakuatgeserbatas4 ditentukan olehpersamaan (6.8-10), dan d adalahfaktorreduksikekuatan yang sesuaidengansub_ pasal4.5.2. Untukmemenuhi syaratkeamanan geser,kuat geserrencanaharustidak lebih kecildari batas (ultimit,atau gaya geser rencanaterfaktor)t/, pada penampang yang 93ff Oesel ditinjau akibatkombinasi pembebanan yangpalingberbahaya. luar Dalam penentuan4, pengaruhtarik aksial akibat rangkakdan susut pada komponen struktur yangterkekang perludiperhitungkan. 6.8.'10.5 Gayagesermaksimum dekattumpuan di Gaya geser batas atau gaya geser rencanaterfaktorZ, dihitungdenganmenggunakan bebanrencana pembebanan batassepertiyangditentukan padaperaturan untukJembatan JalanRava geser Gaya maksimum dekat di tumpuan gayageser harus pada: diambil sebagai a). jika tidak ada bebanterpusatbekerjaanraramuka )atak h/2 dati muka tumpuan, tumpuan jaraktersebut, dan lokasisejauh atau b). mukatumpuan, retakdiagonal gesermungkin padarumpuan akibat terjadi Jika atau padatumouan. bertanlut sampai Bila reaksitumpuan, dalamarah bekerjanya gaya geser,menimbulkan tekan padadaerah ujung komponen, dan tak ada bebanterpusatbekerjaantara muka tumpuandan lokasi penampangkritis, maka penampangpada jarak kurang dari h/2 dapal direncanakan gayageserrencana terhadap terfaktort/, yangsamadengan penampang kritis. 6.8.'10.6 Tulangan geserminimum Luas tulangan geser minimum adalah:

,,(#l
72 dati 125

(6.8-17)

StnnJnr Pet. n.nrann Sttuktu' Bcto4 untu| Jcthbdran

Bila gaya prategang efektiftidak kurangdari 40olo dari kekuatan tariktulangan, tulangan geser mtntmUm dapat dihitung persamaan atasataupersamaan dengan di berikut:

A,,1,,
6.8.10.7 Persyaratan tulangan geser

" 80Til4

fi

(6.8-18)

Persyaratan untuktulangan geserberikut harusditerapkan ini dalamperencanaan geser: a) Jika gaya geser rencana'terfaktor tidak melebihi ,/, kekuatanoeser rencanabatok dengantulangangeser minimum,V, < dl/,..r, maka hanyap"rL dipu"ung,u,ungun geser mtnlmum_ Syarat pemasangantulangan geser minimum ini pada batok bisa diabaikan jika V, < dV" da\ tinggltotal komponen struktur tidakmelebihi nilaiterbesardarj 250 mm dansetengah lebarbadan. Ketentuan mengenai tulangan geser minimumini dapat diabaikan bila menurut penguJran yang mensimulasikan pengaruh perbedaan penurunan, susut,rangkakdan perubahansuhu yang mungkin terjadi selama masa layan, komponen dapat mengembangkan lentur geser kuat dan yangdiperlukan. nominal b). c). Jika V,> Ql/n makaharusdipasang h,,, geserdengankuatgese.batas4. tulangan Jika komponenvertikaI gaya prclegang Vp lebih besardari gayageserrencana, Vp>V,, maka gaya geser rencana semuta harus dimodifikasi meniadi V,,:1,2 Vp I/,!."r dan untukperhitungan selanjutnya dianggap Zp nol.

6.8.10.8Pengaruhsekunderpada kekuatangeser beton Jakateganganyang terjadi akibat perilakusepertirangkak,susut, dan perbedaan suhu cukupbesar,pengaruh harusdiperhitungkan ini dalammLnghitung n. 6.8.11 Perencanaan balokterhadap puntir Kekualanbalok terhadappuntir harus dihitungdengancara perencanaan berdasarkan tseDan Kekuatan dan (pBKT) Terfaktor Standar perencanaan balok beton prategang terhadap puntir mengikuti standar psrencanaan puntiruntukbalokbetonbertulang. 6.8.12 Perencanaan balok terhadapgesermemaniang Geser memanjangbalok beton harus dihitungdengancara perencanaan berdasarkan Beban dan Kekuatan (pBKT) Terfaktor Standarperencanaan untuk balok betonprategang mengikuti standarperencanaan geser memanlang untukbalokbetonbertulanq.

7 3d a t 1 2 5

Stnnlar P.r.ncdhaan Sttuktv

lJetoh unturi Jehbotnr

6.9

Perencanaankomponen tekan akibat kombinasi lentur dan gaya aksial

Kekuatanbatas rencanakomponentekan harus ditentukandengan cara perencanaan oeroasarhan 6ebandanKekuatan Tertaktor (pBKT). Perhitungan kekuatanpenampang terhadap kombinasi lenturdan gaya aksial harus mempenrungkan secarabaik syaratkeseimbangan kompatibilitas dan regangan, serta Konsrsten dengan anggapan asumsiyang dan seperti disebutkan dalam sub-pasal S..1.i.1. Komponen betonprategang yang mengalami tekanatau kombinasi lenturdan aksialharus memenuht ketentuan berikut ini 6.9.1 Komponen betonprategang dengan kombinasi bebanaksialdantentur

prategang bebanaksiatdan tentur,dengan arauranpa 591q:i"n non-prategang, dengankombinasi tulangan 9:ton harus direncanakan dengan cara PBKT yang seoagarmana disyaratkan untuk komponenstruktur beton bertuling, namun haruj mimperhitungkan pengaruh prategang, rangkak, susut,dan perubahan suhu. Kuattekan rencanaefektifdari komponen struktur tekantidak bolehlebih besardari O,8S kuattekanrencana denganeksentrisitas lp, untukkomponen nol struktur dengan tulangan spiral,atau0,801P, untukkomponen dengan sengkang. 6.9.2 Batasantulangan dari komponenprategangyang mengalamitekan

Tulangan untukkomponen prategang yangmengalami tekandibatasi sebagai berikut: a) Komponen dengankuattekanbeton@ta-rala < 1,5 MPa fp" Luas tulanganlongitudinal komponen tekan non-komposit tidak boleh kurangdari 0.01ataupun lebihdari0.08kaliluaspenampang jumlah brutto,4s. dengan minimum tulangan longitudinalbatang dalam 4 di sengkang segiempatataulingkaran,3 ikat oalanguntuksengKang segitiga, 6 batang ikat dan biladigunakan tulangan spiral denganrasiotulangan spiralps tidakkurang dari:

=oqs(*-t)4
) jv

(6.s-1)

di dari tulangan spiral Pal.a.T ?e.rsamaan atas 4, adalahkuat lelehyang ditentukan rapt t|oak tebrh dari400Mpa. b) Komponen dengankuattekanbetonrata-raia > .l,5 Mpa r" Semuatendonprategang komponen dari denganr" yangtidakkurang dari ,1,b Mpa,

:::i:i'_H:ffiJ*nen

dindins, harus ditinskup densan spirat pensika atau ateral

Komponen dinding dengankuattekanbetonrcta-:ataf,, > 1,5 Mpa Untuk komponendtndingdenganteganganprategangrata-rala sama dengan fp" _ alau lebrh besar1,5 MPa,ketentuan tulangan minimum bolehdiabaikan dapat bila ditunjukkan dengananalisisstrukturbahwadindingtersebutmempunyai kekuatan danstabilitas yangmemadai.
74 dati 125

Shmlar P.rch.nnnu

S, uktut Beto. uktuk J.hbnlu

6.10

Perencanaanbatang tarik

Direncanakan terutama untuk menahan beban aksialtarik kombinasi atau beban aksialtarik dan lentur. 6.10.1 Kekuatanbatangtarik Kuat tekan atau tarik nominalyang telah direduksidari komponentekan yang dibebani secaraeksentris harus tidak lebih kecil dari gaya aksialrencana, p,. Gaya aksial Qp, > ultimit dihitung P-, denganbebanrencana yangterfaktor seperti dite;tukanditam peraturan Pembebanan untuk Jembatan. 6.10.2 Prinsipdasar ,1,-t kekuatandan daya tayanharusmemperhitungkan kesermoangan oan l^"I]t:i.gp: KomparDlrlas regangan,serta konsistendengan anggapan dan asumsi yang sepenl -dlformasi disebutkan dalam sub-pasat5.1.1.1. Datam lial ini, yanj teigantungwat<tu (rangkak susut)harusdiperhitungkan dan dalamperhitungan deformasiiataig tarit<. 6.11 ") O). Komponen struktur pelat lentur dan gaya geser terfaktoryang bekerjapada srstempelat .B^"."^1"I1-I9Ten oeron praregang yang ditutangidalam lebih dari satu arah harus ditentukan oeroasafl(an anatisis struktur yangsesuaidengan sub_pasal 6.9.6. beban,tayan. semua batasan yang bersangkutan dengan kriteria l:,0^3._I:ldi:i 1"11_ulj.1l,l!rr?"rk batasan yangditetapkan untuktendutan, harusdipenuhi, dengan mempenrmbangkan secara tepat pengaruhdari faktor yang terdapat pada butir 6.8.6(b). hidup yang.normatdan bebanyang terdistribusi meratayang normat, ^r:]:l_q:.b:i spasr oan tendonatau kelompok tendonprategang dalamsatu arah darilendonuntuk pr."tegang harustebihdari 8 kati tebatpetat,ataupun1,s m. Spasi I:::Tl_91:llo:l ,""ool tersebutharusjuga mampumenghasilkan prategang tegangan rata_rata :q1 memperhitungkan semua kemungkin-nan-kefritang;n prategang) 1l'lnym 0,9 sebesar ^{s^elylah l\4Papada penampang pelat dalam bjtas tributarida"ritenoon atau Kerompok lendon tersebut.pada penampang geser kritis kolom harus disediakan minimum dua iendondalamsetiaparah.penentuan spasitendonuntukpelatdengan bebanterpusat harusdilakukan secaraKnusus. pelal dengantendonprategang P-ada tanpa lekatan, harusdisediakan tutangan non_ praregang sesuai dengan ketentuan berikut: tidak dipertukanpada daerah momen positif di mana ,a-*lg:l .non-prategang regangan tank betonyang didapatdari pe.hitungan padabebankerja(setelah semua kehilangan prategang diperhitungkan) metampauj(t t e).tJ; tidak Pada daerah momen positifdi mana tegangan tarik betonyang didapatdari perhi_ tunganpada bebankerja melampaui (ltA)1fr,luas minimum dari turangan nonprategang harus dihitung sebesar:

")

d). ,)

2)

75 dati 125

slnnlnt

Perc".atlnan

sttuktur Bebn uh&Jehbnlb

0,5f,

(6.1 -1 1 )

leleh rencana ridak metampaui4o0 Tulansan Mpa. non_pratesans t, :il.:Tj:99:Si: narus drdrstribusikan merata secara pada daerah yang pada tarik awalnya mengatami tekan, diletakkan dan sedekat mungkin serat terluar penampang. pada tarik dari 3) daerahmomennegatif pada. kolompenumpu, tulangan Iuas non_prategang 9?]y mrntmum dalamsetiaparahyangdipasang pada6agianatasp6latharusdihiiun!
A, = 0,00075 An (6.11.2)

seDesar:

non-prategang yang disyaratkan oteh persamaan(6.11_2)harus 11,919"".. ordrstribusikan suatutebarpetat datam yangdibatasi garisyangderjaraiI,SfrCi dua luarmukakotom penumpu yangsaling'berfulak belakang.-Dala; s"etiap aran,pating sedikit harus dtpasang empat baiang tulangan kawat atau baja, dengan spasitulangan non-prategang tidakmelebihi 300 mm. 6.12 Daerahpengangkuranuntuk angkur prategang

6.12.1 Angkur untuk komponenprategangpascatarik dalam kondisitanpa lekatan, angkurdan penyambung untuk tendonprategang .Bila,diuji yang-tanpa.lekatan dengantekatan dan harusmampumengemb;ng pat,ng sedikit 95%dari yang disyaratkan, tanpametampaui batai putus!ang dianrisipasi. Tetapi I:::3:11-1""!* oagarmanapun, untuk tendon dengan lekatan, angkur dan penlambungnyaharus

hinssai 00-% kuai bati'si"il;; dari -oll:-Tl3rblsedemikian drkembangkan penampang pada

kritrs seterah tendon padikoirpon6n merekat struktur.

i;d;;y;ru

n dapat

O:l.n prategang ranpatekatan yangmengalami bebanberutang, pertu 1,1*,"11tf9, u,ucr^dnpernaranyang khususpadakemungkinan terjadinya fatik dalamangiui dan penyambung digunakan. yang dipasang untukmemikut gayatarikyangtimbut aksidan penyebaran dari ]l]19:l t"r" pada gayaprategang daerah angkur. oiberikan padabidang yangsejajar permukaan dengan uJung datam 2 l,::r,:lg:".1"j:", rurus.kemudian regaK padamasing_masing harusdilakukan arah analisis 2 11"'l_f"g

uxlleflsf unruK flap Kasus pembebaflan. Gaya tadk ha.us dihitung pada penampang memanjang yang melewatiangkur dan pada penampang memanjangdi mana terjadi momen maksimum arahmelinta;o. Pada. doerahpengangkuran harus dipasang tulanganuntuk menahangaya pemecah (bursf,rg). gaya pembetah (sp/ftirg).dan gaya pengelupas (spa/,frg) akibatpengangkuran tendon. hecuali apabila dapat dtbukt;kan oanwa itumemang hal tidak diperlukan. Daerah denganperubahan penampang mendadak harusdiberitulangan yangcukup. Angkur,penyambung dan penutupakhir (end ftfirg) harus dilindungi secara permanen teftadapkarat.

76 dari 125

Shn.lar Percncim.n

Struktt

Acbn uduk Jenbatah

6.12.2 PembebananyangdiperhitungKan Pembebanan harus yang diperhrtungkan meliputi: a). semua padaangkur; beban b). beban kritis pelaksanaan selama penarikan. Bilajarak antara2 angkurkurangdari 0,3 kali tinggiatau lebartotalkomponen, harus orpmmoangkan pengaruh pasangan angkuryang bekerja sebagai angkurtunggalekivalen or oawan gayapralegang total. Dalam menghitung pengaruhrencanaharus digunakan nilai maksimum gaya prategang selama transfer. Harusdiberikan terhadaptegangan yang mungkindipertukan berlebih untuk mengataSr .kelonggaran penankan dalam ke daritendon pada angkur. jF^?iql"l .",t".."1 ditegangkan secaraberurutan, gayaprategang totalpadarraptahapan oapat orkurangr untuk menganttsipasi kehilangan tendon pada yang!udah ditegangkan. 6.12.3 Perhitungangaya larik sepanjanggaris keria gaya angkur pecahdari. tegangan tarik metintang yang tedadisepanjang garisaksi gaya l:^Y'l*.g?li angKur oesarnya tergantung pada gaya maksimumyang terjadi padJ angkur laat dan.perbandingan tinggiatau lebarpelattumpuan angkurdengantinggiatau l-?1:SanSan, tebaronsma simetris Ting-gi ataulebarprismaharusdiambil yangterkecit dari: a). 2 kali jarak dari pusat angkurke permukaan betonterdekatpada bidangpenampang memanlang_ b). Jarakdari pusatangkurke pusatangkursekitarnya yangterdekat.

sesuai densan pasat 6.12.2 atas, berat di titik gabungan anskur Pf ::glll-9i9:qr"skan. narus tertetak padagariskerja
aksidarigayaangkur gabungan. 6.12.4 Perhitungangaya tarik yang timbut dekat permukaanyang dibebani Jika momen melintangmenuniukkan bahwa resultantegangantarik bekerja di dekat yang dibebani.maka gaya tarik harus dihitungdengan membagimomen llilYl-":l makstmum melnlang dengan lengan yangbesarnya: momen a). untuk angkur eksentris tunggal, lengan momen dianggap sebesar seiengah tinggi tolalkomponen. b). Untuk antara di pasangan angkur, dianggap sebesar kalijarak 0,6 antar angkur. 6.12.5 Jumlahdan distribusi iulangan Untuk.gaya pemecah (bursling) manatulangan di tidakdi dekatpermukaan beton danada IamDanan tulanganpermukaan, teganganpada tulanganharus dibatasimaksimum 200MPa. jli-,-ui 9ry., pengelupas(spa ing) di mana terdapat tapisan tutanganpada tiap sisi Komponen, teganganpada tulanganpermukaan harus dibatasisarn.raitbO Mpa untuk mengontrol retak.Tulangan harusdiangkur denganbaik untuk menyalurkan tegangan tersebut.

77 datl 125

Shn.lar l,.rchcannan Stmk/u Beton unt|tt J.rb1tnn

Tulangan harus didistribusikan sebagai berikut: a). Tulangan untuk gaya pemecah harusdidistribusikan 0,1h sampar1,0h dari dari permut(aan yangdjbebani. harus r:19 drpasang bidang padaO,1h dari sampai sedekat mungkin I:119?l yanq":rpa Ke muKa dtbebani. harusdiambil h samadengan tinggiataulebardari prisma simetris. Tulangan yangdipasang untuk mencegah pemeca-nin dapat digunakan luga untul(mencegah pengelupasan posisinya asalkan tepatdan dijangliarkan Aeng-an tait. o) pengetupas harus dipasangsedekatmungkinke muka yang ]ll:19:,",:ll:l-gaya oroeDant konsisten 0an dengan persyatatan selimut beton danpemadatan. Padatiap bidang yangsejajar dengan yangdibebani, sisi tulangan harusdttentukan dan penampang memanjang denganpersyaratan tulangan yangierbesar padabidang tersebut, harusdiperpanjang seluruh dan ke tinggiatauiebardar-erah ujung. 6.12.6 Angkur untuk komponenprategangpratarik pengangkuran pratarak, komponen tulanganuntukgaya pemecanumumnya l?qa gaeral tidak diperlukan. Untuk mengontrolretak horjsontal,sengkangvertjkal yang djpasangharus menahan minimum gaya prategang 4olo totalsaattransfei.Untukmeng;koi retak"vertikal diperlukan dalamtuasyangsama,dandipasang bJrsama_sama sengkang vertikal :::gPlg, l"Ii:g"t"l konkot terhadapretak vertikatdan horisontat. l]i? Sengkangini ditehpatkan -"ll."llyk"" pencegahpengetupasan (spa ing rcinforcement\ sepan;ang Oi O,)Stati ::??9:' jul1".S"n .n-ggrlrebar) komponen mukaujung. dari Tulangan harus direncanakan untuk menyalurkan regangan sebesar Mpa. 150 j.ll,i,"g.!:l-.,T!:! tendondrtempatkan menyebar datamarah vertikatatau horisonrat pada ulung-xomponen beton,maka tulangan yangditentukan pasal6.12.4 tambahan dari dan o. rz.cot atasnarus dibenkan untuk mengontrol padakomponen retak beton. TulanganJrarus drangkur secukupnya untukmenyalurkan tegangan sebesaris0 Mpa pada q:n:.qanS kritis. Penampang kritis mungkinterdapatpada tengah_tengah antara ::l'1 atau di. mana ada pengurangan serentakpada penampang melintang, I."]:T|?I ]:"q-, alauantaraketompok tendondan daerahbebastendonpadapenampang meliniang. 6.12.7 Detailpenulangankhusus padadaerahpengangkuran Hrus-drperhalikan tulangan padadaerahtegangan )/ang diperlukan tarik setempat seperti padasudut berlegangan (dead tak erd).angkur internal, jng{ur luar. dan Pada angkurinternal, tulangankhususharus dipasanguntuk menahan2l-40yo gaya prategang dalamtendon. Bila digunakan angkurluar, selaintul.nganuntukmenahan gaya pemecah, diperlukan rulangantambahan untuk menahan tarik akibat kelengkungan tendon, menyediakan sambungan geser ke komponenutamadan metayani peiyeba'ran gaya piategang, serta menahan tafjk akibateksentrisitas setempat gayaprategang dari

7a dati 125

ttardat

PLtencanaah S!rutuu Acton u\tuk Jentbat.n

6.'13

Penyaluran tegangan dalamtendon

Gaya yangdihitung dalam tendon harus disalurkan masing_masing penampanq. ke sisi 6.13.1 Paniang penyaluran untuktendonpratarik Jila tidak ada.datapengujian yang cermat,panjangpenyaluran untuKpetepasan Lp Derangsur diambil minimum sebesar kalidiameter 150 untukkawat baja(Mre), dan60 kali drameter untukkawatuntai(sfrand_ Kawatuntaiyang terdiridari 3 atau 7 kawatharusditanampada penampang kritishingga menimbulkan lekatan panjang dengan penyaluran kurang tidak dari

^ ?,1'")?

(0.13-1)

Bila lekatankawatuntaitidak menerus sampaike ujungkomponen, dan bila akibatbeban kerjaterdapat kondisitarik padabetonyangawalnya mengalami tekan,makanilaipanjang penyaluran diatasharus dikali 2. 6.13.2 Penyaluran teganganpadatendon pascatarik denganpengangkuran Pengangkuran tendonharusmampumenyalurkan kekuatan tarikr, ke dalamrendon. Angkur untuk tendon yang tidak terlekatharus mampu menahankondisipembebanan oerutano. 6.14 a) 1) 2) Pemberiandan pengukurangaya prategang Gayaprategang harusditentukan dengan keduacaraberikut: Pengukuran perpanjangan tendon.perpanjangan yang djperlukan harus ditentukan dari kurva beban terhadapperpanjangan rata-ratauntuk tendon prategangyang qrgunaKan. Pengamatan dai gayajacking pada alat ukur atau sel bebanyang telah dikalibrasi araU oenganmeng9unakan yangSudah dynamometer dikalibrasi. Penyebab terjadinyaperbedaan dalam penentuan gaya antara metode(1) dan (2) yang melebihi persenuntukelemenpratarik 5 atau 7 persenuntuk komponen pasca tarikharusditetiti dan diperbaiki. b). Bilapenyaluran gayadari kepala angkurpadasistempratarik betondicapai ke melalui pemolongan tendonprategang dengan api,makatjfikpemotongan urufan dan pemotongannya harusditentukan sebelumnya untukmenghindari terjadinya tegangan sementara yangtidakdiinginkan. c). d). Padasistempratarik, strandpanjang yangmenonjot luarharusdipotong dekat di di xomponen struktur untukmemperkecil pengaruh kejutan padabeton. Kehilangan gaya prategang yangterjadi akibattidakdigantinya tendonyangputus tidak boleh metebihi persen 2 darigaya prategang total.

79 dati 125

!b,.l.t

Percncarnin

sttuttu

Retoh uruttt Jembntuh

6.'15

Perencanaan untuk keawelaniangka panjang

jangkapanjang keawetan padastrukturbetonprategang denganumur :^"j:l-":lla lahun rencana 5U -"ntuf tebih atau padapasal4.6.2 mengacu 6.16 Groutuntuktendonprategang dengan lekatan

6.16.1 Bahan grouf

dan porfland, danair,yans pasir, 9:11,1"j::^i"l9ll 9ul' "",.."n porfland air,atausemen sesuar oengan kebutuhan leknisnya.
ketentuan yang berlakudalam sub-pasal 6.16.2.Bahantambahan yangboleh digunakan adalah yangielahdiketahui tidakmemitiki pengaruh buruk terhadap bahangrout,baja,ataubeton.Eiahain yang menginJung'fatstum tambahan ttoriaa tidak boleh dipergunakan. 6.16.2 Pemilihanproporsi grouf a). ', _ 2) OL Proporsi bahanuntukgroutharusdidasarkan padasalahsatu ketentuan berikut: plda Srgul yang masih segar dan yang sudah mengerasyang i?^:1,-!_"19-u],:! olaKsanaKan , sebelum pekerjaan groufdimulai, atau pengalaman C-alatan sebelumnyidengan bahandan peralatan yang serupa dan pada Konorst tapangan yangsebanding. Oigunakan untuk pekerjaanharus sesuai denganjenis semen yang :,1T-"1 ],"19, OrgUnakan penentuan datam Oroul.

yartu porfland, pasirdan bahan_tambahan boteh air, yang ?,iL1i,-11,"1-gr9rl semen orgunaKan, narus memenuhi

c). Kandungan air merupakan nilai minimum yang cukup untuk menjamin tercaparnya ,haruslah pelaksanaan pemompaan grouf denganbaik,Gtapi n]lairasroarr_semen (oalam peroandtngan berat) tidakboleh melampaui0,45. d). Penurunan kemampuan groufakibatpenundaan alir pelaksanaan groufirgtadak boleh penambahan oralast denqan air

6.16.3 Pengadukan pemompaan dan grouf a). 6rout harus,diaduk dalamalat yang mampuuntukmencampur beragitasi dan secara m-enerus sehinggaakan menghasilkan djstribusi bahanyang meratadin seragam. selanJUtnya, adukan dilewatkan melalui saringan, kemudian dan dipompa sedemlkian nrngga akan mengisi selongsong tendon secarapenuh. komponen strukturpadasaat pelaksanaan groul harusdiatas2 derajatcelcius .S-uhu, oan narus duaga agar tetapdiatas2 derajat celcius hinggakubus g/oul ukuranSO mm yang dtrawat di lapanqan mencapaisuatu kuat iekan minimum sebesar6 MPa pengadukan dan pemompaan, suhu grouf tidak boteh tebih tinggi dari 30 9:13T." derajat celcius.

b).

")

80 darl125

skrrd

Pereh.anaor stuktut

gelan u4t"kJe4bd10,

6.17

Perlindungan untuktendonpralegang terhadap pembakaran ataupengela$an

pembakaran atau pengetasan disekitar tendonprategang harusditakukan ?"1"^":1":l oengannatr-hat/, agar tendontersebut tidakterpengaruh suhu, fercir<an atau oleh ras, hantaran listrjk arus yangberlebihan. 6.18 Tendonprategang pascatarik luar

a). Tendonpascatarik bolehdilakukan luar penampang di beton.Metodeperencanaan kekuatan. dan kemampuan layanandari standarini harus diperounakan untuk mengevatuast pengaruh gayatendon padastruktur luar beton. o) ditinjausebagaitendontanpatekatanpadasaat perhitungan kuat I"-T.*l Kecuarr renlur, t"l lqrus diberikan lrka suatuperlakuan untukmelekatkan secaraefektiftendon luartersebut padapenampang betondi keseluruhan panjangnya. Tendon luar harus dipasang pada komponenstruktur beton sedemikianhrngga eKsentnsttas yang. diinginkan antara tendon dan titik berat penampangdapat drpertahankan keseluruhan untuk rentang daridefleksi yangdiantisipasi. balok luardan daerah tendon harusdilindungi korosi. dari Rincian ]e19?nproteksryang pengangkuran melooe digunakan harusdiperlihatkan padagambarrencana araupada p.oyek. spesifikasi

c).

d).

6,19 Ketentuanuntuk komponenprategangpracetak Perencanaan komponen pracetak harusmempertimbangkan: a). Semua kondisi pembebanan kendala dan mulai darifabrikasi awalsampai setesainya petaksanaan struktur, juga pengangkutan pemasangan. termasuk dan !) c). paoaKomponen pracetak yangtidakmonotit. 1910".1 1".gungan dan pertemuan r'engaruhtendutanawal dan lendutanjangka panjang,dan'pengaruhkomponen strukiur yang bersambungan. Jain

P^erencanaan sambungan tumpuan da_n narusmenelKup semuagayayangakandisalurkan ' Iermasuk susut, rangkak, deformasi elastis, suhu, angin dangemfa. dan harusdirencanakan mempunyai yang cukup toteransi P:l1l:!1!11' Ierhadap proses .sambungannya fabrihasi, ereksidan tegangan yangterjidi saat pemasangan. sementara pembebanan yang jarangterjadi(termasuk setamapemasangan) trdak L119:!l:tliigri orlfm<an re4adlnya dekompresi pada titik pertemuan tanpatulangan(unreinforced contact
lotntl

Untuk sambungan mortar semenpadakondisikombinasi pembebanan yang seringterjadi, tegangan yang bekerja pada sambungan harusbersifattertekandan tidak kurangdari 0,15 /mm'. N

8 l d a n1 2 5

Ston lar Perencdnaan Sttuktur Beton "ntukJehbatan

7. 7.1
7.1.1

KETENTUANSTRUKTURBAWAH Pondasi
Ketentuan pondasidangkal

7 . 1 . 1 . ' lU m u m Pondasi dangkal harusdirencanakan denganpertimbangan terhadap: Dayadukungtanahpadakemampu;n layannya at;u keadaan'batas ultrmrt. -

iil:l:li:l*:

total' tenurunan penu'unan arerensiar' pergeiaiun ain tainnva vans

Sifat danlamanya pembebanan. Kedalaman pondasi. terhadappondasitain dari strukturbangunanyang sudah berdiridi :^:l,S^lyTV" seKrrnya, padawaktupelaksanaan jembatari konstruksi yangdiren"ca;axan.

7,1,1.2 Faktor-faktor yang pertu dipertimbangkan dalam perencanaan pondasi danqkal 7.1. 1.2,1 Kedalaman pondasi Kedalamanpondasi dangkal.ditentukan denganmempertimbangkan: uayaoukung sifatkompresibilitas dan tanah. reaKtraan hedalaman gerusan. Kemungkinan pergerakan tanahoasar. Kemungkinan penggaliandi masa yang akan datang yang berdekaran dengan ponoast. lMuka tanah. air Besarnya perubahan volumetanahkohesif akibatiklim/musim. Jarakdankedalaman pondasi yangb"rO"k"tunO"ni"n i"r"nj yangmempunyai resiko stabilitas secarakeseluruhan_ Mencapai suatu kedataman mana pondasitidak akan terganggu di oleh konstruksi baruCimasamendatano. Kemungkinan jal-ur adanya pemipaan datam tanah. ^emungktnan adanya tekanan apung tanah. air Kemungkinan terjadinya perubahan morfologi badan sungai, sepertigerusan setempat, penggalran dasa.sungai {akibat gatian dandegradasidasai C), suniai. 7.1. l.2,2Penurunan pondasi Pefurlnin di atas tanah keras tidak perludiperhitungkan. Sedangkan yang lain harus diperiksapenurunanny",b"ng"n";"nggun"kin untuktanah-tanah pJri"u"n"n y"ng mendekati leadaanbatas padakemampuan tayannya. oaya dapat diakibatkanKarena. pergerakantotat l^"Ig:::ta,i:q*, seoagal pergerakan diferensial. Tioa tpe utama pergerakanseturuh pondasiatau pondasi yang narus dipertimbangkan adalah: Penurunan Pefgerakan horisontal {oeser) Terguling (rolasil.

a2 dati 125

Stdn.lar Perenhnoar

Sttukiu Bebn untut J.rlb1tan

7.1.1.2.3Kapasitas pondasi dayadukunguttimir pondasi harusmemperhitungkan pengaruh dari pergerakan 11"-,:l"lT nan or.oawahnya. Konsekuensinya adalah tidakdimungkinkan untukmembuat s;tu nilai untversat untuh perencanaan pondasi,yang mana nilai_nilai tersebutharus didapatdari pengujran geoteknik lapangan di dan/atau laboratorium. adanya pada teverpermukaan ?1:-.dlp:ft*ng" pada resiko. Iongsorharus dipertimbangkan peneraKan pondasi kondtsi batas ultimit. 7.1.l.2.4Lebar oondasi Lebarpondasi harusdirancang berdasarkan: reKanan padatanahdi levelkedudukan pondasi haruscukuprendah. Perlimbangan praktismenyangkut penggalian yangekonomis. 7.1.1.3 Ketentuan perencanaan pBL berdasarkan 7.1.1.3.1 pergerakan Analisis pondasl Penurunan pondasidapat munculsebagaipenurunan total dari keseluruhan pondasiatau penurunan sebagai diferensial kelompok dari pondasi ataubatokpondasi atauiondasi rakit. Penurunantotal adalah gabungandari penurunanelastis, konsolidasidan sekunder. t'enurunan elastisharusditentukan denganmenggunakan bebanmati tidak terfaktor yang ditambahdengan beban hidup dan kijut tidak terfaktor.penurunan konsotadasi dan seKunoer dapat ditentukan denganhanyamenggunakan bebanmati yang tidak terfaktor. Henurunandapat dihitung berdasarkanteori elastis, teori konsoiida;i arau oengan menggunakan hasil-hasit lapangan. uji ponda.si yang ditoterirbaik vertikatmaupunhorisontat harus dikembangkan l^"j9:9!1 dengan honsrsten fungsidan jenis struktur, umur layanyang diantisipasi, konsekuensi dan oafl pergerakan padakineriastruktur. 7.1.1.3.2 Pondasi denganbebaneksentris yangsangatbesar Pondasi denganbebanini harusdirencanakan terhadap situasi: Terjadinya teganganpojok yang sangattinggi pada kasus pondasidi atas batuan keras. Masuknya tekananairjika terdapat sebuah celahdi bawahpondasi. Defofmasi oesaryang mengarah padatergulingnya pondasi. 7.1.1.4Ketentuan perencanaan pBKT berdasarkan 7.1.1.4.1 Ketentuan perencanaan pondasi dangkal Peren^canaan pondasiharusditinjau struktur melaluj beberapa aspekseperti bawahini: di Bebandan reaksiyang meliputi asaekperhitungan bebandan reaksisertareaksi aksi oanpondasiyang sendirian yangberkelompok. dan Momen.lentur yang metiputi aspekperhitungan penampang kritisdan distribusi dari Pembesian. ' yang meliputiaspek perhitungan penampang kritis,dan tutangan geser !1V3 99s9r Drta struklurnya memunqkinkan. Jenis Pembesian yangm;liputi tulangan penyaturan aspek panjang penampang dan kritis.
83 dari125

St.tul$

Pereac.nnan S!tukur azlon ,htuk Jetnbitah

Transfer gaya pada dasar kolom yang meliputiaspek perhatungan transfergaya vertikaldan lateral,perletakan, penalangan, ukurandowet,penyal"uran panjang,-din sDttclno

7.1.1.4.2 Ketentuan perencanaan pondasi sumuran Kapasitas rencana sebuahpondasi sumuran dapatditentukan kondisi dari benkut: Ke,seimbangan dalam arah vertikal,horisontal dan rotasiharus dipenuhidi bawahbeban bekeria dan reaksitanah Yang Di bawahpembebanan eksentris ataumiring, pondasi dapatdianggap berputar secarakaku terhadap suatu padadasar trtik pondasi. Tahananhorjsontal tanahdaoatdianogap terdiridari tekanantanahefektif(pasf dikurangi aktif)yangbekerjapadakedjlamaneiektifdarisumuran vertikal dapat dianggapbekerja secara eksentris,terhadapsumbu (as) l::Sl^t"!?!yangmanapentine sumuran. untukmendapatkan keseimbangan gaya_gaya beke4a. yang Gayadukungverttkalkemudian didistfloustKan secarameratapadadaerahdasarsumuran di manapusatnya padaeksentrisitas yangsamadenganreaksiiadi.

dapatdianggap padadasarsumuran, bekerja dibatasipada harga P-i1iyS"V" horisontal gelincir.caya ini daparbekerjadatamarah yang dikehendakiuntuk :l:Tl ,9"*Ikeseimbangan menoapalkan horisontal
7.1.1.4.3Kegagalan struktural akibat pergerakan pondasi Penu.unan diferensial dan pergerakan horisontal pondasipada sebuahstrukturdi bawah oeoanyang direncanakan berdasarkan PBKT adalahperlu ditinjauagar tioaKmengarah padatimbulnya keadaan batasultimit struktur_ di 7.'1.2 Ketentuanperencanaan pondasidalam

7.1.2.1 Umum Bagianini mencakup perencanaan dal?T y9!g berupatiang pancang dan slsremttang.Da beban harus dianggapdipindahkan secarakiseluruhin oteh tiang-tianike ll:,11-"9rr9 laplsantanah atau batuan, dengan mengabaikan kontribusidaya dukung dari struktur oondasi 7,1.2.2 Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan datamperencanaan pondasidalam 7.1.2.2.1 Jenispondasidalam

j::,:,, t:19:::-*lT,y:rls

tianssesek, tians ru'rrJUi.arau yang merupakan uang kombinasi, material dan tiangtersebut dapatterbuat dari beton, bajadankayu
7.1.2.2.2 Kedataman tiang Kedalaman tiangharusditentukan dengan mempertimbangkan: Dayadukungatausjfat kompresi;;litas tanahatauba'iuan. renurunan yangdiijinkan daristruKrur.
A4 da.i 125

merupakan.trans pancans dapat bersifat

Statular Percncdnoan Struktw Beto^ untukJcnb.tM

Perkiraan kedalaman gerusan setempat,_ Kemungkinan pergerakan tanah. Penggalian badan sungaiatau degradasi dasar sungaidi kemudian hari yang berdekatan denganpondasi. Letakdan kedalaman pondasi struktur yang berdekatan. dari Muka tanah. air Penentuanpanjang tiang hendaknyadidasarkanatas evaluasiyang cermat berdasar informasi karakteristik perhitungan tanahyang tersedia, kapasjtas statikvertikal dan lateral, dan/atau berdasarkan riwayavpengalaman sebelumnya. 7.1.2.2.3Jarak dan kedalaman tiang tiangyang masukkedalam tanah Jarakdari tiang{iangharusdipertimbangkan terhadapkondisidari tanahdan harusdipjlih denganmemperhatikan pemadatan metodepemasangan/pelaksanaannya. tiang dan Jarak harusdiukurdarias ke as. Untuktiang{iangyang paralel, jarak minimum tiangadalah kali 5 diameter ataujarak terkecildari tiang. Bila kepalatiang tergabung dalamsuatukumpulan kepala tiang(p,/e-cap) beton,jarak darisatusisi tiangke tepiterdekat dari kumpulan kepala tiang, tidakboleh kurang 250mm. dari Kepalatiang harus tertanamke dalam betontidak kurangdari 300 mm sesudahsemua yang rusak akibat pemancangan material dibuang.Untuktiang{iangbetondan pipa baja yang diisi betonharusdibuatkait angkuratau pembesian yang diperpanjang prlekedalam cap beton,makamasuknya kepala tiangdapatdikurangi sampai100mm. 7.1.2.2.4 Pergerakan tiang Penurunan dari tiang"tiang yang dibebanisecaraaksialdan grup tiang pada bebanyang diijinkan harusd'perhitungkan. Analisiselastis,cara transferbebandan/ataucara elemen hinggadapatdigunakan. Penurunan dari tiang atau grup tiang tidak bolehmelebihi baias pergerakan yangdiijinkan. struktur Untuk perhitungan pergerakan tiang sebagaimana dalam Standar perencanaan Teknis Honoasr lranguntuk Jembatan SNIT-15-1993-03. SK 7.'1.2.2.5 Keawetan tiang Untuk memenuhi persyaratan keawetan, pondasi tiang beton harus direncanakan berdasarkan ketentuan sebagai berikut Padalingkungan korosif,tiangharusdibuatdenganmenggunakan rencana campuran betonkedapair. Tebal minimumselimutbetonadalah45 mm untuk kondisinon korosifdan 55 mm padakondisi korosif. Tidakterdapat retak-retak padabetonyangdapatmenyebabkan terjadinya korosipada bajatulangan. Sebagai pertimbangan didatam pemilihanjenis tiang, khususnyatiang beton adalah terjadinya kebocoran pastasemen,ataupengaruh sebelum lain semenmen-geras sepertiait tanahyangmengalir bebasmasukke dalamtiangyangdicetak tempat. di 7.1.2.2.6 Pengaruh dari pemancangan tiangdan strukturyang berdekatan Pemilihan dan pemancangan tiang perludipertimbangkan terhadappengaruh pemadatan yang disebabkan oleh berpindahnya tanah terhadaptjang dan struktur yang beradadj
85 dari125

Shnlar

Percr.nnnar

Stmklu Betor unt"k J.nbntdn

perlujuga dilihatpengaruh timbatbalikantarastrukturdekat pondasi tiang 9:l?t1la ,Dgn senapondasi tiano sendiri. itu 7.'1.2.2.7 Gayaakibatpengangkalan Kekuatanstrukturaltiang harus cukup untuk menahanpengaruhbeban yang dihasilkan akibatpengangkatan dan pemancangan. Ketahanan tiang t;ak boleh me'lamlaui kondisi perencanaan ultimit dan layanan akibat pengaruh beban_beban tersebut. Dalam memperhrtungkan teganganakjbat pengangkatan, maka beban statik harus ditingkatkan sebesar 50% sebagai akibatgayatumbukan kejutan. dan 7.1.2.2.8 Sambungan Apabilamungkinsambungan tiang dihindarkan. Jika tidak, maka sambungan narus drrencanaln mempunyai kekuatan penuh pada penampang melintang tiang. Jjka sambungantidak dapat menahan momen lentur penuh, ma-kakekuatan dan lokasi sambungantidak boleh berada pada daerah yang mempengaruhi perilakudan kinerja pengangkatan, serama pemancangan dalamposisiakhir. atau 7.1.2.2.9 Pelindungujung tiang atau sepatutiang pancang Ujungatau sepatu..tiang disarankan jika diketahui digunakan, kecuali dari pengalaman seoelumnya, penyeudikan khususatau tiang uji bahwahal ini memangtidak diperlukan. Pglgg:.*l sepatu. tiangdipertimbangkan u;tuk tiangyang bersifat tum;u, dan dipancang paoaoaerahpermukaan batuankeras.Dan untuktiang pancang yang terletakpadasuatu permukaan batuan_ keras miringdi mana ujung ang dipat terg;llncjr-penggunaan sepatu IrangornrnoarKan. Actanya kebutuhan ujungsepatubisadigunakan untukberbagaitipe tiang yaitutiangbeton,bajadan kayu. 7.1.2.3 Ketentuanperencanaan pBL Berdasarkan Beban.layan untukmenghitung penurunan pondasi harusmencakup bebanmatidan hidup yang tidak terfaKoruntuk tiang di dalam tanah non-kohesif dan hanya bebanmati tidak terlaktor untuk tanah kohesif. perencanaan harus pergerakanpond'asi tiang dan tidak mengakibatkan kerusakan jembatan. lokalpadastruktur 7.1.2.3.1 Penurunan Penurunan satutiangdapatditentukan dari dengan analisis teoridenganmenggunakan data invest,gasi lapangan, test beban atau kombin;sikeduanya. Terdaf,atdua ieadaan yang dapat digunakan untuk menghitung penurunan yaitu: tiang yang bersifatgesekyang tertanamdatamlapisantanahyang seragam, Yi]* oan: Untuktiangyang bersifat tumpudanterletak padalapisan yangkaku. 7.1.2.3.2 Lendutan lateraldan rotasi Lendutanlateral dan rotasi suatu tiang vertikaltunggaldengan memperhatikan kondisi modulus tanahyang seragam atauyangmenlngkat secaralinie;terhadap kedalaman dapat ornrtung oenganrumus-rumus yanq tersedia. sini perluditinjau Di kondisikepalatiang apakahbebasatauterieoit

86 dari 125

Shhlar

PercncaMdn Sttukht

Aebn uhluk Jenbalah

7.1.2.3.3 permukaan Gesekan negatif Gesekan permukaan negatifpada tiang dianggap sama dengankekuatan tanahtidak terfaktor. gesekannegatiftidak terfaktorharusditambahkan Gaya tarik pada bebanmati vertikal yangbekerja padapondasidalam penurunan. untukmenghitung 7.1.2.4 Ketentuanperencanaan pBKT berdasarkan 7.1.2.4.1 Kapasitasaksiattiang Kapasitas ultimit rencana tiangdatam segala tidakbolehmetebihi hal ketahanan struktural yangtelahdibera faktorreduksi. Kapasitas aksiat tiangharusdihitung darj nominal, kapasitas dan faktor reduksi kekuatanyang bersesuaian. Kapasitasnominalaksial dapat diukur secara langsung dengan uji pembebananatau analisis dinamik, termasuk rumus pemancangan tiang. Dalam rencanaawal kapasitasaksial ultimit rencanatiang dapat dihitung denganrumusgeoteknik yangmenggunakan parameter kekuatan tanahterfaktor. Ketahanan ultimitdari rencanatiang harusditentukan dengansalah satu atau lebihcara seperti tertera bawahini: di Analisisstatis denganmenggunakan data investigasi lapangandenganmelihatdua yangada tiangtunggal kondisi dan tiangdalamkelompok/grup, Analisis dinamisdenganmenggunakan data yang diperoleh sewaktu tiangdipancang yafu rumus pemancangan tiang atau analisispersamaangelombangatau solusi dinamik bentuk tertutuo Testpembebanan statls. Ketahananaksial tiang dapat pula ditentukanpada suatu proses perencanaan yang didasarkan atas analisisstatisyang dikombinasikan dengandaia hasilpemancangan atau UJIpembebanan. Hasil uji beban dapat diekstrapolasikan strukturyang berdekatan ke dengan permukaan kondisi yangmirip. bawah 7.1.2.4.2 Bebantegak dao bebanmidng padaketompoktiang Perlutidaknya reduksi dalamkapasitas totaluntukpengaruh kelompok tiangdapatmengacu pada StandarPerencanaan TeknisPondasi Taang untukJembatanSK SNt T-iS-199j-03. Penjelasan dilakukan untukbebanaksial, eksentria mirinq. dan 7.1.2.4.3 Tahanan lateral tiang Tahananlateraltiang ditentukan oleh uji bebanlateral, secaraempirisatau secarateoritis. Tahananlateraltiang dari suatu ketompok tiang dapatdiambilsebagaijumlan xomponen horisontal dari gaya dalamtiang-tiang miringdan tahanantanah pasif sekeliling kelompok !4n9. Sebagar alternatif diberikan rumusan untukmenghitung tahanan lateral ultimit dari satu tiang berkepala bebasdidalamtanah kohesif dan non kohesif.pada kelompok tiang, pengaruh kelompok tiang.pedu pula. diperhitungkan 7.1,2.4.4 caya angkat Pondasi tiangperludipertimbangkan menahan jika ada pengangkuran gayaangkat untuk paoauJun9 atasdanjika gesekan permukaan dihasilkan dengan cukup. Kapasitas angkat pondasi tiangbersisr paratel tidakboteh melebihi 50% kapasitas gesekpermukaan aksial tenaxtor darimasing-masing tiangyangdlhitung denganrumus-rumus geoteknik.

8l darl 125

Sbtxlor Perenronan

S1ruku Betok ,hluk Jenboton

P-engaruh kerompok dapat diperhitungkan dengan menggunakan brok 50% ekrvaren, apabira yangdihrtung nilar tidakmetebihi 50o;kapasita-s angkat-t6tat ma.ing_musing i,ung dilapisrmaupun l]::g- y:lnunlukmenahan tiang yang ujungnyatebih kecil dari kepala, rrdak boteh orgunakan gayaangkat. P,1!: kapasirasgaya angkartiang tunggatdan ketompok tiang drsya.arkan l:frrrg11 drgunakannya faktor-faktor kinerja, baikuntukkondisiliang y"ng t"d";k p"d" tanahkohesif maupun non kohesif. 7.1.2.4.5Tian9 tertekuk kritis.rencana dapat ditentukandari beban tekuk kritis nomrnat dengan 1:?11 .,-1rl faktor menggunakan reduksi. Beban tekuk kritis nominal dapat dihitung denian menggunakan yangdiberikan dengan dan ."rp"rnitit"n?oar]ius reaxsr tanan dasar:apakah,rumusan meningkat konstan atau secaralinierterhadap ked.b.;;ti;;g Stabilitas dari tiang pedu dipertimbangkan sebagian jika panjangtiang-tiang beradadi air atauudara 7,1,2.4,6 Gesekanpemukaan negatif negatiftidak terfaktoryang dEebabkan 1,10,",1::0""".9.i1"" uttimit,gesekanpermukaan orengayanegatiftiang-tiang potos(tidakditapisi) dianggap samadenganllis rati retuatan tanah, terfaktor. Satu rumuian untuk menghitung gaii tirik gesekai ;"g"L:t r-.n""n" o"n pen1etasan panianqtianodi manages;k;n permukiannegatiiieiiaoi, mengenai aijeiaskal dalamStandar Perencanaan Teknii pondasi TianguntukJembatan SNIT-15_.1993_03. SK Oemikianjuga penjelasanmengenaicara pencegahan/pengurangan gesekan negatif sebagaimana dijetaskan dalam SNIT_15_i993_03: SK Gayatarik.ges:kannegatifterfaktorharusdttambahkan pada bebanmati vertikal terfaktor yangdiaplikasikan padapondasidalam sewaktu menilai kapasit"i Ouf,""gti""g KetentuanPerehcanaan struktur bangunanbawah 7.2.1 Umum

bawahjembatan adatahbagianstrukrur jembatan atau komponen :^,:*:l-Oa-n-"":i yang JemDaran menahan bebandan secara umumdiistilahkansebagai kumputan kepala pilar. ranah, pondasi dan t"r.inoiogi'""1"ni"r"inny". ll1:9-9,1"- berlaku dindingpenahan. "r{), t/erencanaan untukkepala jembalan, portaltat<uO"an-gorong_gorong bangunan beban laterat tekanan dari paoatiip{rapujung lanah Oingun"n 'Ba-sian O"i""iro"ngt"n I:iS_Ii3

djsarurkan bansunan melarui atas Si:flil ,XilX-t5il':?:s

i;i ftak berlaku untuk

88 dari125

stnn.lar Ptt en.annna stn k ur aenn untuI J enbntan

7.2.2

Faktor yang perlu dipertimbangkandalam perencanaanstruktur bangunan bawah

7.2.2.1 Ketentuanbeban Pilarjembatan dan pilaryang berupakepalakumpulan tiangharusdirencanakan untuk menahan dapat beban mati, pelaksanaan, beban beban hidup akibat lintas, lalu beban angin padastruktu.atas, gaya-gaya akibataliranair, pengaruh suhu dan susut,tekananlateral tanah, dan tekanan gerusan, air, tumbukan gempabumi.pertimbangan sertabeban pada strukturperludiberikan jenistekanantanahaktif,pasifdan afresl yang;da. Jika terhadap gerusan atau penggalian dapatmembuang bahantimbunan atas satu kaki pondasi di atau danding miring,maka pengaruh stabilitas dari massatanah harus daperhitungkan dan pasif tahanan tanah harus diabaikan. 7,2.2.2 Penurunan Penurunan yang diantisipasi kepalatiangdan pilarjembatanharusditenruKan dari oengan yang cocoh,untukmanapengaruh analisis perludiperhitungian dari penurunan diferensial oaramperencanaan struktur atas. 7.2.3 Ketentuanperencanaan pilar Jembatan

7.2.3.'l Jenispilar jenis Ada.be-berapa pilar,anlaralainpitarbalokcaptiangsederhana, padat,pilar berdinding ganoa.prfarmembelok Derolnofng dan pilar kolomtunggalataupunpilarbercngga (tubular aeri. 7.2.3.2 Bebantumbukan Bebantumbukan dapatterjadiakibattabrakan yangberasal dari lalu lintaskendaraan, lalulintas sungai atau benda hanyutan.Analisisresiko yang pantas perlu dilakukanuntuk menentukan derajat ketahanan tumbukan yang harus disediakan dan/atau untuk menentukan sistemproteksi yangcocok. Pilar yang mendukungjembatan harus diperiksaterhadap pengaruh tumbukandari Kendaraan agar menjaminbahwa strukturtidak akan runtuholeh berat sendirijika satu penunjang/perletakan berpindah. 7.2.3,3 Perlindunganpilar Sambunganantara batang-batang strukturalperlu direncanakan untuk menananalau menqaKomodasr pergerakan relatiftanpaharusruntuh. tumbukan Jjkalau kendaraan terjadi, makaharusdisediakan penghalang kakuataupilarjembatan cek terhadap di beban-beban yang disyaratkan perencanaan tabrakan pembebanan padaStandar untukJembatan Jalan Raya. 7.2.3.3,1 Gerusan Perubahan morfologisungai sepertigerusansetempat,penurunan badan sungai akibat penggallan degradasr dan dasarsungaiyang diperkirakan akanterjadiharLsditeniukan dan 0alamperencanaan harusdikembangkan untukmeminjmalisasi keruntuhan akibat kondisi
tnt_

89 dari125

Stnwlar Perdt.nnao,

Stuktur Betan u"tuk Je|tbetdr

7.2.3.3.2 Mukapilar perlu pilar Bagian ujung depan didesain untuk memecah angkutan. 7.2.3,3.3 berbentuk tabung Pilar Karena kelemahannya terhadap beban lateral, maka pilar ienis ini harus mempunyai ketebalandinding yang cukup untuk melawangaya dan momen dari segala situasi pembebanan.Konfigurasi prismatis dapat berupa pracetak atau pratekan sewaktu peraKSanaan. 7.2.3.3.4Kapasitas keamanan dan struktural pilarlembatan yang memadai, struktural kapasitas Pilarjembatanharusdirencanakan untuk mempunyai pergerakan beban-beban, serla yang dapatditerima dengan sebagai akibatdari kombinasi yangdapatditerima. pondasi yangamandan penurunan kapasitas dukungan perencanaan standar Perencanaan dan pondasinya harusmengikuti strukturpilarjembatan struktur beton bertulang sebagaimana diuraikan sebelumnya, berdasarkan cara PerencanaanberdasarkanBeban dan Kekuatan Terfaktor untuk penampangbeton pembatasan tulangannya. bertulang, termasuk luas 7.2.3.3.5 Penurunan yang lazam. geoteknik Penurunan dapatdiperkirakan prosedur dari analisis yang diijinkan 7.2.3.3.6 Pergerakan jenisdan pergerakan berdasarkan yangdiijinkan Kritefla untukpilarjembatan harusdihitung jembatan, yang dari kepentingan dan umurlayanyangdiantisipasi, konsekuensi pergerakan tidakdaoatditerima struktural. secara 7.2.3,3.7 Sambungan yang tidak lebihdari 8 meter padainterval Harusdisediakan kontraksi vertikal sambungan padapilaryangtinggidan harusdisediakan yangcukupuntukmencegah retakdan tulangan susut. 7.2.3.3.8 Penulangan susut dan akibat suhu harusdiberitulangan Semuamuka/bagian yangterbukadari pilarjembatan betonbertulang padabagian 4. penyusutan suhusesuaipersyaratan akibatpengaruh dan 7.2.4 Kelentuanperencanaan kepalaJembatan

7.2.4.'l Jenis-jeniskepalajembatan Jenis-jeniskepala jembatan antara lain tembok penahan gravitasi,tembok penahan balokcap kantilever, tembok penahankontrafort, kolc-r terbuka(spi -throughabutment), tiangsederhana tanahbertulang. dan

90darl'125

ln"nor P4Ln.aninu Stu/'hl Etbn untu\Jcntahn

7.2,4.2 Beban jembatan Padakasuskepala terbuka, untukmempefiitungkan lengkungan ttmounan atau gesekanpada sisi kolom,maka tekanantanahpada kotomCiangg-ap b;kerja pada suatu lebar ekivalen. Kepala tiangharus didesain untukmenanggung tekanan tanah, beratdarikepala tiang dan struktur atasjembatan, bebanhidupdi struktur atasatautjmbunan, bebanangindan gaya_ gaya longitudinal akibat friksi atau ketahanan geser dari perletakan. fepata tiang ienis integral harusdirencanakan untukgaya-gaya yangdiakibatkan oleh pergerakan panasoarl struktur atas7.2.4.3 Stabilitas Kepala jembatan harus direncanakan terhadap kombinasipembebanansepent yang disyaratkan: Kepalatiangdiatas pondasi dangkal harusdirencanakan untukmenahan berputarnya kepala tiang. Beban mati dan hidup diasusumsikan terdistribusiseetra merata panjang sepanjang kepala liangantara sambungan_sambungan ekspansi. uaya ouKung pondast yangdiijinkan kapasitasnya dan harusditentukan sesuai dengan geoteknik. analisis Tekanan tanahyangdiakibatkan timbunan oleh didepan kepala tiangharusdiabaikan. Bebangempaharusditentukan peraturan pembebaninakibatgempa sesuai dengan Tekanan tanahyang diakibatkan oleh material timbunan harusdiperhitungkari seiuai dengan geoteknik. analisis Penampang dindingbatuan dara jembatan ataukepala betonharusdlproporsikan untuk menghindari timbulnya tegangan tarikdidalam material. Apabila. bangunan bawahatau dindingpenahan terletakpada lapisantanah kohesifyang dalam,keseluruhan stabilitas massatanahyangmendukung dinding sebaiknya diselidiki. Apabilagerusanatau penggalian akan menghilangkan materialtimbunandi atas pondasi atau .lereng, maka pengaruh stabilitasmassa tanah dan tahanan pasif seharusnya diabaikan. 7.2.4.4 Penulangan untuk susutdan suhu Semua muka/bagian yang terbuka dari bangunanbawah beton bertulangdan dinding penahanharus ditulangiakibat pengaruh penyusutan dan suhu sesuai persyaratan yang aoa. HermuKaan lerbukadari strukturbetonpenahan masiftidak memerlukan penulangan seperti atas,telapidalampengurangan di jarak lebih retakseperti sambungan susutdengan rapar. umumnya laral(as ke as 3 meter. 7.2,4.5 Drainasedan timbunan Apabila mungkin, timbunan berdrainase bebas dapatdigunakan langsung dibelakang kepala jembatanatau dindingpenahan.Timbunan drainasebebas sebaiknyj mempunylisudut geserdalamtidakkurangdari 30". pengisi Material pada belakang jembatan kepala harusberdrainase bebas, bukantanah . exspansrl dan hafus dialirkan oleh lubang-lubang w-ep dengansaluran pada drainase inlerval dan yang pantas.Dalam hrl ini, lanau dan lempungtidak boleh drgunakan .ketinggian {bac&f/l) sebagai limbunan

91 dari 125

stuttlt

Perd.anath

Struktur Belon untuk Jehbalnn

7.2.4.6 Kepalajembatan tipe lntegral, kepalajembatan pada dinding penahanyang distabilkansecara mekanik,dan kepalajembatanpada sistem modular jenis l\rasing-masing kepalajembatanharusdirancang secaraberbedakarenakekhususan strukturalnya masing-masing. 7.2.4.7 Dinding sayap Dindingsayapharusmempunyai panjangyang cukupuntukmenahan tjmbunan lalu-lintas padakebutuhan depandan menyiapkan ke proteksi kohesi.Panjang dari dinding terhadap wingharusdihitung denganmenggunakan lerengyangdibutuhkan. kemiringan 7.2.4.8 Penulangan Batangtulanganatau profil baja perludibentangkan pada celah antaradinding melintang jembatan sayapdan kepala untukmengikat mereka secarabersama. 7.2.5 Ketentuanperencanaan berdasarkan PBKT Perencanaan kepalajembatan/abutmen faktor beban dapat mengacupada berdasarkan Standar Perencanaan Pondasi Langsung untukJembatan 03-3446-1994. SNI 7.2.6 Pergerakan yang diijinkan pergerakan Kriteria yang diijinkan untukstruktur tipe bawahharusdihitung berdasarkan dan fungsidari strukturbawah,umur layanyangdiantisipasi, konsekuensi pergerakan dan dari yangdapatditerima baikolehstruktur atas maupun bawahitu senCiri struktur 7,3 7.3,1 Ketentuanperencanaan dinding penahantanah Umum

Dindingpenahantanah harus direncanakan untuk menahantekanantanah lateraldan tekananair, termasukbeban mati dan hidup,berat sendiridinding,pengaruhsuhu dan susut, dan beban gempa bumi yang sesuai dengan prinsip-prinsip umum yang dispesifikasikan yang bersifat dalam bab ini. Untukkebanyakan dindingpenahan aplikasi, permanenharus direncanakan untuk umur pelayanan minimumantara 50 sampai 100 tahun.Dindingpenahantanah harusdirencanakan selamaumur untuk bebas perawatan layanyang dirancang. Dindingpenahan yang dibangun untukmaksudsementara biasanya perlu direncanakan untuk umur layan 36 bulan, atau kurang bila memangditetapkan demikian. 7,3,2 yang perlu dipertimbangkan Faktor-faktor dinding dalam perencanaan penahan

7.3.2.1 Jenis-jenisdindingpenahan Pasangan batu/bata dan di,rdingbetontak bertulang, dindingkrib, dindingbroniong, dan juga dinding tanahbertulang gravitasi. direncanakan sebagaibangunan Selainitu terdapat dinding tipis,dinding yangterangkur, semi-gravitasi, dinding kantilever dinding non-gravitasi, dinding tanahyang dis:bilisasi secaramekanik pracetak. modul Dinding sayap dan dinding jembatan dan kepala haruscukuppanjang tangguljalan memberikan untuk menahan dan pengamanan erosi-Panjang lerengtanggul. sayapdihitung berdasarkan

92 dari125

sbtul

Peracoman shaktur aeb1 untukJc botnn

jenis dinding 7.3.2.2 Pemilihan Pemilihanjenis dinding harus pada didasarkan penitaian besarnya arahbeban dari yang dan bekerla,tin_ggi yang cocok terhadapposisi pondasi,potensialterhadapbeban gempai kehadiranfaktor-faktor lingkunganyang merusak,kendalafisik, penurunandifeiensial, penurunan diijinkan, yang penampilan bagian muka dankemudahan harga dan konstruksi. Dinding tipis yang penggunaannya bertujuansebagai penopang sementara selama konstruhsr, dapatiuga digunakan sebagai permanen bawahkondisi-kondisi bangunan di yang sesuai. Selainitu,jenis dtnding dapatiuga digunakan ini untukmenunjang secara rangsung oaroklembatan, untukmengambil bebantanahhorisontal sewaktu digunakan jenis kepala dalamkaitannya jembatan dengan konvensional, untukkonstruksi atau dindinq sayap. 7.3.2,3 Stabilitas Stabilitasmenyeluruh dari lereng di sekitar dinding harus dipertimbangkan. Kestabilan menyeluruh dindingpenahan, dari tanahyang dilahandan tanah yang mendukung harus dievaluasi. untuk semua dinding dengan menggunakan analisis'me-tode kesetimbagan terbatas. AnalisisdenganmetodeBishopyang dimodifikasi, Janbu yang disederhanakan, danSpencer dapat digunakan. Eksptorasi percobaan anitisiidibutuhkan khusus, dan untuk konstruksi dindingpenahan jembatan atas depositlunakdi manakonsolidasi dan kepala di dan atau aliranlateraldari tanahlunakdapatmengakibatkan penurunan atau pergerakan horisontal yangtidakdapatditerima. iangkapanjang Dalammeninjau stabilitas dinding,perlusecara terpisah ditinjau keamanan terhadap resiko yangdisebabkan Kegagalan oleh: penurunan: pergerakanhorisontal; terguling(overtuming) Dinding dindingsemi gravitasi dan dindingkantilever harusdidjmensikan untuk .gravitasj, menjamin stabilitas terhadap hat-hal atas. di Apabiladinding penahanterletakpada lapisantanah kohesifyang dalam, keseluruhan stabilitas massatanahyangmendukung dinding sebaiknya diselidiki. Apabilagerusanatau penggalian akan menghilangkan materialtimbunandi atas pondasi atau_lereng, makapengaruh stabilitas massatanahharusdihitung secarateliti,dan tahanan pasifseharusnya diabaikan. 7.3.2.4 Tekanantanah Pengaruhtimbunanberlerengyang djsanggastrukturperlu dipertimbangkan_ pengaruh gesexan antaratanahdan mukadinding juga perludiperhitungkan. Apabilaretaktarikakan terjadi pada tanah kohesif, maka pengaruh tekanan air didalam retak harus dipertimbangkan. koefisien Nilai tekanantanahyangdigunakan untukmenghitung tekanan tanahtergantung padakarakteristik pergeseran banguninpenahan dan meiodep;madatan Itmounan. Perlu diperhitungkan pula pengaruhpemadatan timbunandibelakangdinding penahan . terhadap tekananlateral.

93 darl125

Strtrld. Perercdvn,

S1rukhi Beon dh&

JembdLah

7.3.2.5 Tekanan tanah,drainase timbunan air dan penahan Bangunan tanahperludirencanakan pengaruh tanahyang penuh, terhadap air kecualitimbunanberdrainase bebas menurutketentuan dan timbunan, mana drainase di dijelaskan kondisidan persyaratan drainase bagitimbunan yang beradadi belakang kepala jembatan dinding dan penahan. Persyaratan drainase dapatdikurangi, ini pengumpulan apabila kemungkinan tekanan air jembatan berkurang padakepala seperti terbuka dengan kumpulan kepalatiangdangkal. Dindingpenahanharus direncanakan untuk menahantekananair maksimum vano diantisipasi. Pengaruh jika aliranair tanahperludipertimbangkan terdapat perbedaan tingg] padaduasisiyangberbeda dinding. airtanah dari 7.3.2.6Tekanan gempa gaya Untukdesaindindingkantilever terhadapbebangempadapatdigunakan cara MononobeOkabeuntukmenentukan gaya-gaya ekivalen statik. 7.3.2.7 Kapasitasdinding penahan Dinding harusdirencanakan untukmempunyai yangmemadai kapasitas struktural dengan pergerakanyang dapat diterima,kapasitasdukunganpondasiyang memaoar oenganpenurunan yang dapat diterima, dan stabilitas menyeluruh lerengdi dekat dinding yangdapatditerima. 7.3.2.8 Kapasitasdukung Kapasitas dukung pondasidindingdapat dihitungdarl proseduranalisisgeoteknikyang lazm. 7.3.2.9 Penurunan Penurunan dapatdiperkirakan prosedur dari geoteknik yanglazim. analisis 7.3.2.10Pergerakan yang diijinkan pergerakan Kriteria yang diijinkan penahan untukdinding harusdihitung berdasarkan fungsi dan tipe dari dinding,umur layanyangdiantisipasi, konsekuensi pergerakan dan dari yang trdakdapatditerima secarastruklural. 7.3.2.11 Sambungan Sambungan kontraksi padajarakyangtidaklebihdari 8 meter,seoangKan vertikal diberikan sambungan pengembangan disediakan pada interval iidak tebihdari 30 meter,oan narus dasediakan tulanganyang cukup untukmencegah retakdan susut pada dindingpenahan dan bangunan bawahbetonyang panjang. 7.3.2.12 Penulangan susutdan akibatsuhu Semua muka/bagian yang terbuka dari bangunanbawah beton bertulangdan dinding penahan harus pengar!h djtulangiakibat penyusutan suhu. dan

94 dati 125

St nlt

Percr.anann Stnktu

Betor r"ktk J.nbotdr

7.3.3

Ketentuanperencanaan berdasarkan PBKT

Kebutuhan kekuatanakan tefkait dengan ketentuanpembebanan -oalam dengan yang sesual pembebanan Standar Perencanaan JehbatanJalanAaya,seoangkan bagiatini dljelaskan proseduruntuk menghitung kekuatan nominal dan penjelasan mengenai faktorfaktorkineria terkait7.3.3.1 Keamananstrukturaldinding Perencanaan strukturdari komponen dindingdan pondasi dindingharusmengikuti standar perencanaan struktur dindingbetonbertulang dalambagian padastandar berdasarkan 5 ini, cara Perencanaan berdasarkan BebanOan Kekuatan Tertaitor untuk penampang beton bertulang, pembatasan rurangannya. termasuk luas 7.3.3.2 Keamanan terhadapkegagalan ianah Di sampingkeamanan struktural pertuselaluditinjau dinding, secaratelitiaspekkegagatan tanah,yangbisaterdiridariberbagaiienis kegagalan seperti bawahini: di penurunan; pergerakanhorisontal: terguling(oyerlumlrg). Terhadapkasus kegagalan pertama,keamanan diperoleh denganmelakukan investigasi oengancara menggunakan tekanantanahterfaktor yang terdistribusi secarameratapada Iuasandasar yang efektif,jika dindingdidukungoleh tanah bukan batuan,alau oengan menggunakan tekanantanah terfaktor yang bervariasi secaralinier,jika dindingdiduk;ng olehtanahbatuan.Keamanan gelincir terhadap bisadiperiksa dengan'melakuka; penelitia; y"lg ada pada strukturbawah.Sedangkan te;hadapgutingandinding :^9:::l !P":dul, drtat(ukan. \ouenumtng), dengan membatasilokasj dari resultantetekanan gaya{aya padadasar tedaktor dindinq. 7.3,4 Ketentuanperencanaan pBL berdasarkan

Perencanaan dindinggravitasi kaku,dinding semi-gravitasi maupun dindingkantilever non. gravitasi harusmempertimbangkan keadaan pada bataslayansebagai beriiul ' Hergerakan bertebihan daridinding penahan pondasinya. dan Getaran yangdisebabkan berlebihan bebandinamik. Kerusakan komponen/elemen dari penahan. struktur Pergerakan dari.sistem dukungan pondasi dinding harusdihitung denganprosedur yang duelaskan pada bab ini pada pasal7.1.,baik untukdindingyang oiOut<Jng atas poridas-i di oangKar, maupundi atas tiang pancang atautiangbor. Metode_metode didasarkan ini atas parameter tanahyangdihasilkan pengujian dari in-situ ataulaboratorium. Kriteria pergerakan yang diijinkan penahan untukdinding didasarkan padafungsjdanjenis ylyr.laya.n yang diantisipasi dan konsekuensi dari pergerakan yang tidak bisa :llolnS, dlterjma Kriteriaini harusditetapkan sesuaiketentuan yang berhubungan iengan pondasi danstruktur bawah

95 dari125

St ndar Pere,.nnnon S/ruk1utucton u"tukJenb't.n

8. 8.1

KETENTUANUNTUK PERENCANAAN STRUKTUR KHUSUS Ruanglingkup

Bagianini memberikan batasan-batasan ketentuan dan pokokuntukperencanaan beberapa jenis jembatandengantjpe strukturkhusus,yang merupakan aturantambahan terhadap ruang lingkup aturan umum sebagajmana disebutk;n dalam Bagian 4. 8,2 Jembalandengantipe gelagarboks (box grrder)

Dalamperencanaan jembatan slruktur dengan tipegelagar boks(boxglrder), analisis elastis danteori gelagar boleh digunakan. anatisis gaya datampertumempertimbangkan interaksi antaragaya_ ?13^OiT99:l-O"n:, gaya oaramyang ada, yaitu lentur,aksial,geser dan puntir,aesuai dengantepentingan pengaruh masing-masing gayadalamtersebul terhadap gayadalamyangl;in. transversal dari getagarboks untuk tentur harus mempedimbangkan l^"j:l:l::".191 sebagai rangka boks kaku. petar atas harus dianatisisseb-agai :::lTT1S^-,91"-":!t porongan oengantinggiyangvariabel, denganmempertimbangkan sudut_sudut antarapelat atas dan badan. Beban roda harus dilet;kkanpada posisi"untuka"nAup"tr"n ,orn.n mal(simum, dan analisis elastis harus digunakanuniuk menentukanpenyeOaran arah longitudinal yangefektifdari bebanrodauntuksetiapposisipembebanan. - b;bm hatini, bita --' diperlukan, diberikan bisa prategang arahtransversal paaaiefat aiai. penampang boks, pedimbanganharus diberikan juga untuk 31'::_,_9:l:f":i""", geser badansebagaiakibatdari pembebanan atau geometristrukturyang 1]:-119[,1 eKsentns"1 dan/atau yangmenimbulkan puntir. 8.3 Jembatangelagarboks pracetaksegmental

strukturjembatan segmentatpracetakdengan tipe getagarboks, ?:1XT-!:]":*,"""." analsrs etastrs teorigelagar dan tetap boleh diounakan. jembatangetagar analisis bokssegmentat pracetak, tidakada tegangan tarik |^T"i,:l]:i y:1S-,,9ilt]",,"1pada .setiap sambunganantara segmen_segmen setama petaksanaan padasetiap {erecr/or) tahapan, jugapadakondisi dan batas layrn. pada setiaptahapanpetaksanaan jembatandengangetagarpracetak ll:ltl.-.!:ry1"1 segmer-tarmenjadi pentingkarenaadanyasistempenunjang atau penggantung sementara penyambungan segmen-segmen, yang harus diperhitungkan dengan baik P-1:?Pl9:es, raKror kesetmbangan stabililasnva. dan Perhatianjuga harus diberikandalam perencanaan sfiuktur bawah, di mana momen y.""9 seimbangakibat berat segmen dan beban petaksanaan narus lilfy:l olaKomodasr .tidak jembatanatau denganperancahpembantu.Dalam pilar hal ini, bila .oleh peratatan tambahan ataupenyambung/pengaku sementara :l"lS93! !"tl9,bisa digunakan yangDrsa meniadakan ketidakseimLangan momen selama tahappelaklanain. arh transversat boks unruklenturbisa dihitungsebagairangka r,i:,l::l*: penrmbangan dari getagar juga har"sdrberikan untuk meningkatkan geseibadan, terutama ::?1*," sebagai akibat dari pembebanan atau geometri strukturyang :i.^1Tj,?n_-"-:T9""San, eKsentfis dan/atau yangmehimbulkan puntir.

96 dari 125

5tuL1t

Pcreh.arau

l,ltuk1v

Aebh "htuk

Jenbal.h

8.4 4.4.1

Jembatangelagarboks segmentaldengancara pelaksanaan kanlilever Dasarperencanaan

Dalam perencanaan strukturjembatansegmentaldengan cara pelaksanaan kantilever, analisjs elastis dan teoi gelagar bolehdigunakan, kecuali biladitetapkan olehyang lain berwenang. Dalamprosesanalisis, padasetjaptahapan jembatan keamanan pelaksanaan dengancara kantilever perluditelitisecararinci,terutama yang berhubungan dengankeseimbangan dan stabilitas bagian struktur atau segmen-segmen yang sudah ailaksanakansebelum penyamDungan segmen terakhir. juga harus diberikandalam perencanaan Perhatian struktur bawah. di mana momen kantileveryang lidak seimbangakrbat berat segmen dan beban pelaksanaan harus diakomodasi oleh pilarjembatan pembantu. atau denganperancah Dalamhal ini, bila perlu,bisa digunakan dianggap peralatan tambahan atau penyambung/pengaku sementara yangbisameniadakan ketidakseimbangan momenselama tahappelaklana;n. Padadasarnya, pelaksanaan jembatansistemkantilever selaludimulaidenganpemouaran pilar-pilar penyangga tumpuan,yang umumnyamerupakan pilar-pilar yang sangattinggi senuDUngan dengan kondisi lapangan yangsulit. Pada umumnya,ada dua cara utama pelaksanaan gelagarjembatan segmen-segmen kantilever: Pelaksanaanyang dimulai dari pilar-pilar tumpuan tengah, dengan tahapan pelaksanaan yangseimbang, kantilever yangjugadisebut pelaksanaan sebagaisistem balancecantileveL Pelaksanaan yang dimulai dari tumpuantepi, yang juga djsebut sebagaisistem pelaksanaanfree cantileve r. Cara apapunyang dipilih,jembatanakan tetap merupakan sistemgelagarstatistertentu (kantilever) selama masa pelaksanaannya, sebelum penyambung;n;egmen terakhif. Dalamhal ini, padatahapankantilever, perludite;patkandi bagianatas tendonprategang penampang gelagar,atau bagianatas dindingboks, untuk mengimbangi momennegatif yang bekerja,terutama sebagai akibat berat sendiri gelagar dan beban-beban hidup pelaksanaan, sampaisaat penyambungan segmen terakhir. 4.4.2 Kantileverberimbang

Padacara pelaksanaan yang dimulai padaumumnya dari pilartengah, segmen-segmen jembatandilaksanakan secara simetrisdan berimbang, untuk agar tidak t;rjadi momen gulrng yang besarpadasaat pelaksanaan segmen, supayadicapaipelaksanaan yang lebih ellsten. Namun dalamsegalahal, perhatian perludiberikan khusus padaproses analisis, karena pada kenyataannya sukar untuk mengaturpelaksanaan pengecoran atau pemasangan segmensecaraberbarengan (simultan) keduasisi pilarjembatan,sehingga di tidakdapat dihindari timbulnya momenguling pada saat pelaksanaan. Disamping .lugapedu ltu, orpernrtungkan secaracermatbebanhiduppelaksanaan yang tidakseimbang kedua 1i srsrnya, sehinggamasalahstabilitas bisa menjadipertimbangan keamanan ulama selama tahapan kantilever.

97 dari 125

Starla.

Pcreh..nnan Stukrn

B.lon rntuk Jenlbntnr

Daiam ini,biJa hal dianggap perlu, bisadirencanakan pengecoran bahwa -bantuan segmen pertama sementara denganpilartengah, baik dengan siitem pratekan !!-!?!.T"ny:tu sementafa dengan atau bantuan baut-baut penyatu, yangna;tinya bisadilepaskan kembali setelah penyambungan jembatan segmen seles'ai dilaksa-nakan. Tentu saja dalam hal ini sudah harusdiperhatungkan besarnyamomenlenturyang akan pil"|.tengah. terutamasetamamasa pelaksanaan jembatan,yang diakibatkan 51J31^?.:dg oul orengaya-gaya ofbalancesebagaimana telahdisebutkan dj;tas. dapat dipakai.untukmensimbansi momen gutins adarahdensan :::1^3]:^Ii:s. rumpuan | |,e, E,,udr rdKan l:s,? semenlara. manadapatmengurangi hal pengaruh momen guling out of balance yangharusdipikut pitar daripetat<sini",i"!grni,; !"f"g*. lembatan 8-4.3 Kantilevertidak berimbangdan kantileverpenuh Bilaf<arena-kondisi lokasipekerjaandiperlukan suatu pelaksanaan kantjlever yang tidak Denmo-ang tau.secara kantilever penuh,makaperludirencanakan langkahlangKan penga_ mansecararinci,berupaantaralain: ") satu atau beberapatumpuansementara(perancahtokaj), l5:":::fllT .adanya LyIrdsuK petaksanaan lugaKemungktnan pertama segmen yangdisimetns.

b). Merencanakan bagianbentang oengan tepr caracor setempat secaramenerus. c). Merencanakan penggunaan suatusegmenpemberat padabagianbentang tepi untuk counterbalance.

d). Merencanakan suatuperletakan penahan tarikan/gulingan ujungbentang di tepi untuk metawan momen guling, dengan carapemasangan: angkurprategang; atau tumpuan pengimbang, yang umumnyajuga menggunakan kabel prategang sebagaipengimbang gaya keatasyang cukup besar diakibatkan oleh momen gu ng. 8.4.4 Penyambunganditengahbentang

Setelahpelaksanaan segmenmencapai bagiantengahbentang, maka perludjrencanakan slstempenyambungannya, untuk menjadikrnnya sebagaisatu-jembatan menerussecara keseluruhan Adadua carautamapenyambungannya: tsenyambungan sistemstatistertentu. Penyambungan sistemgelagar menerus (statis tentu). tak dipakaisistempenyambungan menerus, yang ditakuKan oengan lj:Yl^p?9^l]T1llnya praregang,untuk menyatukanbeberapasegmen di tengah bentang, :^1".::li, i.o", Iermasuk segmentengahterakhir, sehingga didapat sistemakhiigelagarmenirus. Blla tirencanakan dengan batk, sisrem penyambungan gelagar menerusini bisa memoeflkan keuntungan dalam meningkatkan jembatan kekakuan st;bili6s dan pada tahap juga memberjkan disamping distribusi gaya datamyang tebih baik dan 1":9.S_"!?3-y", oenrang getagar, terutama akjbatbekerjanya bebanhidup.Disamping itu, ::::,:^::1,.1J""9 d"l tendutan yang terjadi(terurama jangkapaniang lendutan ikibat sifatvisko_ 9111,-o"l1T E,dru5ueronoan oala prategang) juga akan lebih kecil dibandingkan dengansistem

98 darl 125

StM.lar Perchcnnoan Stulru Betok untukJenbatan

jembatan penyambungan engselyang statistertentu,sehinggabisa didapatpenampang yanglebihekonomis. 8.5 8.5,1 Jembatankabel (cable stayed) Dasarperencanaan

8.5.1.1 Umum jembatancablestayedadalahsuatusistemstruktur Sebuah statistidak tertentuberderajat tinggi, di mana gaya-gayadalam yang bekerja dipengaruhibersama oleh kekakuan komponenpenunjangutama jembatan,yaitu sistem lantai kendaraan(pelat, gelagar gelagarmelintang) memanjang, dan menara bersama-sama dengankabel penggantung utamanya. penunjang Untukmenahanbeban mati jembatan,kabel penggantung utama, merupakan yang tingkah lakunya (akibat beban mati) banyak ditentukanoleh cara pelaksanaan jembatan.Bila pelaksanaan jembatandilakukan segmenper segmen,maka setiapkabel penggantung harusdianggapbekerjamenahan beratsatu intervalsistemlantaijembatan (pada arah rnemanlangnya) antara dua kabel. Dalam hal ini, perlu dihitungtegangankabel yang diperlukan geometris untuk membentuk memanjang lantaijembatansesuaidengan yangdirencanakan, deadload,setla dengansudahmemperhitungkan semuasupe mposed juga akibatdarideformasi maupun kabeldan lantaikendaraan, elastis(sesaat) baik "jangka panjang" seperti susut,rangkak, relaksasi lainsebagainya. dan Pada saat bekerjanya beban hidup, maka jembatanharus direncanakan sebagaisuatu pengganlung, menarautamasistemstrukturbersamaantaralantaikendaraan, dan kabel nya.Gaya{aya dalampadasemuakomponen yangdidapat dari perhitungan akibat struktur perlu disuperposisikan beban hidup, selanjutnya dengangaya dalam yang didapatdari perhitungan akibatbebanmati. pulaperludilelitideformasi padasemuatahapan pembebanan, Demikian komponen struktur jangan sampai mengganggu dimana deformasitersebut strukturjembatan kompatibiliti secarakeSeluruhan. 8.5.1.2 Pemodelanstrukturmemaniang Bila tidak ditetapkan beban lain oleh yang berwenang, maka dalam menahanbekerjanya jembatandapatdimodelkan gelagarmemanjang mati,struktur diatasbanyakperleberupa takan.Komponen gaya vertikalpada kabelpenggantung dalam hal ini bisa diambilsama dengan reaksi perletakan gelagar menerus. Gaya-gayakabel ini selanjutnyaakan diteruskanpada menara utama, yang harus diperhitungkan baik gaya dalam maupun deformasinya dalammenahan bebanmatijembatan secarakeseluruhan. Dalammenerima sebagaigelagardi bekerjanya bebanhidup,jembatanperludimodelkan perletakan yang relatiffleksibel). atasbanyak Bebanhidup elastis(yaitukabelpenggantung pulagaya-gaya ini akan menimbulkan dan dalamgelagar memanjang menarautama,yang perludisuperposisikan dengangayadalamakibatbebanmati. yangierjadipadasistem Disamping tidakdapatdiabaikan puladeformasi itu, normal(tekan) gaya lantaikendaraan (terutamagelagarmemanjang), sebagaiakibat adanyakomponen horisontal kabelpenggantung. dari

99 dari125

Stdntar Perq.Mtun Sttuttur BetonuntukJmbatd,

8.5.1.3 Analisis dinamikastruktur Peranan analisis dinamikpadajembatan cab,eslayedbisasangatpenting, bisa menjadi dan sualu aspek yang menentukan untukjembatandenganbentangsangit panlang,karena sifatjembatan yangretatiflebihfleksibet. Padaumumnya, dua aspekpokokdinamika ada struktur yang harusditinjau: aspekstabilitas aero-dinamik aspekstruktur (tahangempa). anti-sismik seperti terah disebutkan atas, tingkahraku aero{inamik dan anti-sismik di dari struktur kabelpenggantungnya, kondisitertenru, pada pendukung bisa menjadi ]?T1t"lt lliuP." urama raktor keamananjembatan,yang terutama berhubungan dengan tingkah laki getaran, resonansi, fatikdari komponen dan kabel,menara utami, dan geiagu,memanyang. Analisis pengaruh dari kedu_a aspekdinamik membutuhkan ini, penelitian atas tingkahlaku jembatan,frekuensi drnamik struktur alaminya, sertia yang kes-emuanya modagetarannya, ini hanyabisadidapatdarianalisis dinamika struktur. 8.5.1.4 Perilakuaero-dinamik Dalam perencanaan sebuahjembatancable stayed,perilakuaerodinamikdari struktur jefibalan merupakan suatufaktoryang harusdip;rhatiiandan ditelitidenganbaik.Angin, yang meniupdengansudut tertentuke arah struktur jembatan,bisa men-gakibatkan efek puntirdan momenlentursecarabersamaan, yang dapatmerupakan komb-inasi berbahaya jembatan. bagikeamanan Satuaspek yangjuga perludiperhatikan dalamanatisis aerodinamik, adalahkemungkinan terjadinya turbulensi pada atirananginyang mengenai penampang strukturdenganSentuk Ienenru, yang memungkinkan terjadinyafenomena resonansipada getaran struktur temDatan_ 8.5.2 Kabelpenggantung

Kbel pada iembatancable stayed,harus diperhitungkan baik pada kondisibatas layan maupun kondisibatasultimit. Dalamhal ini, aksidari suhuharusdiperhitungkan daiam juga Perenlanaan.berdasarkan BatasLayan(pBL) dan demikian pula verifikasi keadaanbaias IauK.ualam hal beban suhu, harus termasukmemperhitungkan perbedaan suhu antara kabel (yang mempertimbangkan wama dari kabel-kabel), lantai, dan pylon, rermasuk gradien suhuuntuklantaidan pylon. 8.5.2.1 Cara Perencanaan berdasarkan BatasLayan(pBL) Di bawah kombinasi beban berulang, tegangan tarik dalam kabeltidak botehmetebihi 0,45 fe". 8,5.2.2 Cara Perencanaan berdasarkan Bebandan KekuatanTerfaktor(pBKf) Ketahanantarik dari kabel harus diperjksadi bawah kombinasi beban-beban yang befiubungan dengankeadaan batasultimit, qengan dengan faktorreduksikekuatan sesuat pasal 4.3.2, yang diterapkankepada kekuatantarik karakteristik, f*, dari b4a :y!. praregang.

100dafi 125

shn.lar Petacanth

Stmklur R.tok unluk Jehb,tan

8.5.2.3 Keadaanbatas fatik Kegagalanfatik dari kabel biasanyadipengaruhi oleh pengaruhlokal di angkur, dud_ukan dan atat penyambung, sehinggabila memungkinkan h;rus datakukan verifi kasidenganpengujiaD. Kecualiuntuk jembatanpejalankaki, komponen_komponen utama tarik dari kabel naru,s otpenKsa denganberdasarkan kepada ketahanan fatik. venlrr(asr untukkeadaanbatasfatikdari kabelharusdilakukan denOan kombtnast dari bebn-beban yang sama yang drgunakan untuk pemeriksaan keiahanantatik dari Komponen-Komponen jembatian yanglain. r'erubahan tegangan dalamkabeldi bawahkombinasi bebanyang relevan untukfatik harussudahtermasuk tegangan lenturyangsamaakibatperg;rakin anqrur. Batasandad kehancuranakibat aksi yang lidak disengaja

8.5.3 -

d"ii runtuhnya struktur akibatkegagalan satu atau lebihkabel,di bawah dari :,il".lg yang tldak disengajasepe.tiimpacl kebakaran, atau ledakandari kendaraan :Ksr harusdiDerkirakan. Jikatidakditetapkan secarakhusus, harusdiperiksa bahwadalamperistwadarisuatu kegagalan, kabelkabeldalamsatubariskabelpadasuatuinterval panjang sejarak meter,jembatantidak akan runtuh di bawah kombinasidari aksi_iksiyang 20 fioak disengajadengan menggunakan faktor keamananparsial ys = tJ ,nUf O"j" praregang padakondisibataslayan. uetencanaan harus sudah memperhitungkan kehilangan sementara dari satu kabel acaKu'npaperrumengurangibeban rintas raru serama masaperbaikan kabertersebut. Angkur, sadeldan penyambungkabel

8,5.4

8.5.4.1 Perencanaan angkur,sadel dan penyambung kabel Perencanaanngkur, sadel dan penyambungkabel harus sudah memDerhatikan kemungkinan kemudahan dan untuk pengganl|an komponen-komponen tersebut, maupun juga untukpenyesuaian/penegangan (emdili gayakabel. 8.5,4,2 Kegagalanangkur,sadeldan peoyambung kabel

Angkur, dan penyamhJng.kabel harusdirencanakan sedemikian rupa sehingga tidak rerjaor -s,adel. yangmendahutui kegagatan kegagalan kabelprategang. dari 8.6. 8.6.1 Jembatanpetengkung(tuch bridge) Umum

adalah penampang bentuk sebagaimana yangterjadi -jembaian p-adajembatandengan struktur bangunanatas pelat lantai, getagar-t, ian lembatangelagarbox.

merupakan satah satustipektasifikasi struktur. yang Masatah i::l:.11?:,!,"919ky"9. tersebut oernuDungan denganstruktur

Jellbatan pelengkung dapat diklasifikasikan sebagaijembatandengan pertetakan jepit, pelengkung dengansatu perretak.n sendi,dengan dua iendi, dan denlan tigasendisesuai dengantinjauanmenurutmekanika struktumya. Dimanapelengkung d"apatfiktasifikasikan sebagaipelengkung spandre/ terbukadan dengan iJtJng-kung "prrJJi"irirpi. "puro.",

101dari125

lfandd/ p.re.f,nr.,

Srtukur ae?an uituk Jenhrtaa

solidsesuaiuntukjembatanyang relatifpendeksekitar30 m atau kurang,dan pelengkung spandre/ terbuka diterapkan panjang. untukjembatan bentang jembatan Dalam pelengkung yangmunculdalam betonpengaruh desajnpelengkung seperti modulusYoung,rangkakdan susut pada betondan perbedaan suhu terlihatlebih besar daripada ataujembatan tipe dengan tipelain jembatan Namabagian pelengkung secarasederhana diberikan sebagaimana berikut ; ini Ribpelengkung :gelagartunggal memanjang pelengkung (crown) pelengkung puncakstruktur Puncak : pelengkung Spiringing pertemuan : ankra perletakan pelengkung fundasi dan Rise:ketinggianpuncakpelengkungdaridasarpelengkung Span to rise ratio : perbandingan panjangbentangpelengkung terhadapketinggian puncakpelengkung dasarpelengkung dari Spandrel kelanjutan lantaipelengkung : dari yangberbentuk dinding. 8.6,2 DasarPerencanaan

jembatan Dasarperencanaan pelengkung garisbesaradalahsebagai secara berikut: Garjsaksialpelengkung poligon seharusnya mengikutj keseimbangan beban Penampang pelengkung rib harus dipilihdenganmempertimbangkan rasio panjang bentangpelengkung terhadapketinggian puncakpelengkung dari dasarpelengkung, garistekanpelengkung, penampang kekuatan terhadap tekuk,kekuatan bahanbeton, dan meiode konstruksi Fundasi pelengkung rib haruscukupkakuuntukdapatmenahan reaksiyangterjadi di bagian dasarpelengkung 8.6,2.'l PerencanaanKekuatan 8.6.2.1.1 caris Aksial Garisaksialpelengkung yang merujuk padagarisyangmenghubungkan pusat 8,6.2.1.2 Perhltungankekualanpenampang jembatanpelengkung penampang Kekuatan harusdihitung berdasarkan: pergerakan Pengaruh garisaksialpelengkung harusdiperhitungkan secaraumum. Harus dipertimbangkan pengaruhtegangan pada penampangakibat susut dan suhu Derubahan Harusdipertimbangkan pengaruhperubahan penampang dari rib pelengkung untuk perhitungan gayatidaktentu pergerakan Pengaruh fundasiharusdiperhitunngkan 8.6.3 Pemeriksaan terhadapbahayatekuk

jembatanpelengkung, Dalammerancang harusyakinbahwarib pelengkung amanterhadap bahaya tekukdalamdua arahsumbutekuknva. 8.6.4 PerslEratanpendetailan

Penulangan arah longitudinal dalamrib pelengkung harusdisediakan seca simetris di bagjanatas dan bagianbawahpenampang. Masing-masing luasan tulangan tidak boleh kurangdari 6 cm2 per 1 m lebar rib pelengkung, da; rasio tulangantotal di

102 dari 125

Shndar Pelenconaon &mbu

Aetoh untutJembdton

bagian atas dan bawah penampang tjdak boleh kurang dari 0,1S yo luasantotal konstruksi beton Penulanganarah longitudinalutama rib pelengkungharus mencakuprutangan sengkang lateral. Diameter tutangannya tidakbolehkurangdari 13 mm dantidakboleh kurang dari 1/3diameter tulangan longitudinal, jarak antartulangannya dan tidakboleh lebihbesardari '15kali diameter tulanganutamalongitudinal tidak'boleh dan kurang daridimensi minimum penampang petengkung rib Pada dinding spandrel tertutup, sambungansiar muai harus disediakanpada pertemuannya denganspringing kepalajembatandan pada bagian-bagian yang lain Derlu.

103dari125

:it hdot Pcreh.inah

st\tat

aeton tntu* Jdb1lan

9. 9.'l

BATAS LAYAN PADA ASPEK LENDUTANDAN RETAK Perencanaan untuk daya layan

Perencanaan dayalayan untuk jembatan suatu harus di.encanakan aspek dari ketahanan paniang jembatan, dari aspekkenyamanan komponen )angka struktur dan pengguna
lemDalan. Untukketahanan layanjangkapanjang strukturjembatan digunakan bisa batasan: Keteflandungan struktur jembatan, berupa jumlah gas, cairan, panas, atiau gelombang elektromagnetik yangpenetrasi dalamkomponen jembatan. ke struktur Kekedapankomponenstruktur,berupa selain jumlah gas, cairan, panas oan gelombangelektromagnetik yang memasukikomponen :truktur jembatan,juga aspek kecepatan penetrasi,dan kecepatankorosi pada komponen struktur jembatan. Keretakan betonpadakomponen jembatan. struktur Untukkenyamanan jembatanbisa digunakan pengguna batasankinerjalayanlembatan sebagai berikut: l:,nlul.kenyamanan perjalanan, bisa ditinjaudari aspek percepatan oan gekrran darj komponenstrukturjembatanyang dirasakan jembatan,dan oleh pengguna jenisperkerasan lantaikendaraannva. Kenyamanan berdiribisaditinjau daribesaran deformasi struktur iembatan. Antigetaranbisaditinjau dariaspektingkat getaran jembatan disekitar stru'ktur dan periode dasaralamigetarannya U_ntuk dalam perencanaan itu jembatan, struktur peduditegaskan yang batasan-batasan diijinkan sehubungan denganbesaran batasankinerjalaya; strukturjembaian tersebut di

9.2 - Persyaratan dan pembatasan lendutan pada komponen jembatan 9.2.1 Pembatasan darl lendutanbalok dan pelat

struktur

Lendutan balokdan pelatakibatbebanlayanharusdikontrol sebagai berikut: a). Geometrik dari penampang harus direncanakan unluk melawanlendutanakibat pengaruhtetap sehinggasisa lendutan(positifatau negati0 masih dalam baias yangdapatditerima. b). Agar lendutantidak mengganggu tampakdari struktur,lendutanakibatpengaruh tetap yang diberikanpada Peraturan pembebanan untuk JembatanJalan Rava harus sedemikiansehinggapada bagian tengah bentangtidak melebihi1/300 beniang dan tidakterjadilendutan. c). Lendutanakibat beban rencanauntuk daya layan pada peraturanpembebanan untukJembatan JalanRayatidakmelampaui 1/2SO bentang. ., d). Lendutan akibatbebanhiduplayantermasuk kejutharusd;lam batasyang sesual denganstrukturdan kegunaannya. Kecuali penyelidikan dilakukan lebihlanjut,dan tidakmelampauiUS00 untukbentang U40Ountuk kantilever. dan Tinggi komponenbalok beton bertulanguntuk balok sederhana: h I 165 + 0,06 L Sedangkan untukbalokmenerus tinggikomponen balokdikurangi %. 10

104dafi 125

sbn.!4r Pere.cnko1nsttuktu Retonunlut Jenbltan

Tinggikomponen betonprategang untukbentang sederhana : pelatlantai : h> Ll3O boxgider : h; Ll2s gelagar : h;_ Ll2O Sedangkan untukbentang menerus tinggikomponen dapatdikurangi 1O%. L]Irjl1ltengeSah retakbetonsetamapengecoran, tendutan scaftotding Iidakmetebihi (t 40)/2000, atauU300jika retaksaatpengecoran te*ontrol. Jikadeformasi struktur diGntukan dari perhitungan, makaharusdiperhitunqkan kombtnasi pemDebanan guasi?ermarenf Sifatmateriat diambil sebagai nilaiiata_rata] pengarun oan rangkak, susutdan reiak harusdimasuKKan. denganmodutusetasrisitas yang sesuai denganbetonactuat, f::::9.ij|:i1"pengaruh 9ihltung seoangKan rangkakbisadihitung dengan mmggunakan model-visko_etastrs. 9.2.2 Lendutansesaat pada batok

atau formula standar untuk lendutan etastis, oengin memperniGgk;pEnliiuh oan retat
tulangan terhadap kekakuan komponen struktur.

Lendutan yang terjadisesaatsesudahbekerjanya bebanharusdihitungdenganmeooa

harusdihitung denganmenggunakan modulus nilai elastisitas beton,E sesuaisub pasar1.3.'1 dan dengan .b miomen in;;ia efektifberikut, tapi tidaklebihbesardariIs. Hrga/"rdapatditentukan penampang dari yangditinjau melintang sebaqai - berkut: unruK batok diatasduaperletakan, diambilditenoah ?l bentano.

i^!:!1111!tidakdihitung dengan yans detait tet.ri, dan besarnya 19.:f sesaatsesudahpembebanan analisis lebih |enouEn

b).

tglsrh pada,batok menerus ilung.diamlil 7oo/o dua dari harca di .Y1t_{1"11:19 renganbentang ditambah 15olo
darihargamasing_masing perletakan menerus.
T^

L-r

I. = 0,70I*z + AJ 5 ( Ia + I"z)
c).

{s.2-1)

yljll lgn,"ng tepi.pada. batokmenerus satahsatuujungnya, diambit 85%dari narga tengah df bentang ditambah harcauntuk 15o/o perletakin menerus.

L-r Lr
I.: 0,85I"n + 0,15I.t

L.:

(s.2-2)

105dari125

standar Peren

haan Stnkttt

R.bh \ntuI Jchbntan

d)

Untukkantilever, diambil harga1"/. padaperletakan. Harga lcl.pada masing-masing penampang melintang :

',=(h)"".1,-l*-1'|",-,
(s.2-3)
0tmana:

u = f,l" ", ft

Untukkomponen strukturmenerus, momeninersiaefektifdapat diambllsebagai nitairata-rata dari persamaam atas untukdimana,or"n poiitiicin n"g"titny" di kritis. uituk komponen strukturprismatis, momeninersiaefektifdapatdiambir dari nirai yang didapat dari persamaan atas pada tengah bentang di Oatoi ot atas Oua tumpuan atau balokmenerus, di daerah dan tumpian untut< tintitevei. 9.2.3 Lendutanjangka paniang 9.2,3.1 Lendutanjangka panjanguntuk baloktidak retak pada bebantetap Untukb-alok betonbertulang atauprategang, yangterjadiselelah lendutan lendutan sesaat harus dihitung sebagajjumlah : dari susutdari.bndutan jangkapanjang, ditentukan dari perkiraan sifat-sifat foT?9ngn susulDeton dan prinsipmekanika; dan jangka panjang tambahan, dihitung dengan mengatrkan l":9:31- langkak. oerormasi beton jangka pendekakibat beban dengan ioefisie-n rangkai yang memadal.

anatisis tebih yang j'f.,y11_d]!!19 q"ngan mendetait retiti, jangka dan tenduran panjang UnIUK Komponen
struktur lenturbetonnormal dan betonringanharusdihitlngoengan lendutan sesaat akibat beban tetappada p"J S i.i. o"ng"nsalahsatu lnengalikan faktor berikut ini: "uo a). Bila lendutansesaat didasarkan pada Is, faktor pengali untuklendutan jangka
b). panjang harusdiambil 4. Bila lendutansesaat didasarkan pada 14 faktor pengaliuntuklendutan jangka panjangharusdiambit:

3- r.2 3 |

l >1 , 6

(9.24\

Bilatidak.dihitung dengan carayanglebihmendetail teli , makapenambahan dan renouran akibat Jangka rangkak susutdari komponen dan struktur lentur .panjang dan betonringan)harusdihitung denganmengalikan lendutan !:erol akibat sesaatlo-rmg] beban tetap yang ditinjau dengan faktor:

106dari125

S1o..lar Peren.ahdnn Sttukiur Betoh untutt Jembatdn

"t

l + 5 0p '

(s.2-5)

otmana: = faktor ketergantungan E waktu untuk beban jangka panjang yang -sepenr besarnya dipengaruhi oleh factor rangka[ Jan !usi.,t disebutkan datam pasal 1.3.1.8 1.3..1.9., dan namun tidak bila dihiiung secararincinilai6dapatdiambil sebesar: 5 tahun tauebih a l ...............................2,0 ' 1 2 u f a n. . . . . . . . . . . . . . . b . ............................1,4 6 bu|an.................. ...........................1,2 3 b u l a n. . . . . . . . . . . . . . . . . . ...........................1,0 9.2.3.2 Lendutanjangka panjanguntuk balok retak pada bebanteiap Apabilatidak menggunakan perhitungan dengancara yang lebih teliti, lendutan jangka panlangEmbahandan balok betonbertulang akibalrangkakdan Susutdihitung dengan mengalikan lendutan sesaatakjbatbebantetapdengan:

k ^ = 2 - 1 . 2 [ 4 )- 0 . , '
\4", ) 9.2.4 Lendutanbalok denganperhitungan yang lebih teliti

(9.2-6)

Lendutan.balok denganperhitungan yanglebihtelitiharusada kelonggaran untuk: s|rar-s|lal penyusutan rangkak dan daribeton. Kwayatpembebanan yangdiharapkan. Retakdan pengkakuan tarik. 9,2.5 Lendutanpelat lantaidengan perhitungan yang lebih teliti Perhitungan lendutanpelat lantaidenganperhitungan yang lebihtelitiharusmemberikan Ketonggaran untuk: Aksiduaarah. Sifafsifatrangkak dan susutdaribeton. Riwayat pembebanan yangdiharapkan. Retakdan peng-kakuan tarik. 9.2,6 Lendutanpelat lantai denganperhitunganyang disederhanakan Lendutan pelatlantaiakibatbebanmerataharusdihitung - sesuaisubpasal9.2.2dan 9.2.3 berdasarkan balokekivalen sebagai berikut: Untukpelatsatuarahadalahbalokprismatis dengan satusatuanlebar. Untukpelatpersegidenganukuran danI/ ditumpu empatsisi:balokprismatis Z, di dengan.satuanlebar melaluipusat pelat membentang dalam arah pendek2,, dengankondisikontinuitas samaseperti pelatdalamah tersebut denganbagian bebanyangdipikulbaloksebesar:

aL)+La,

(s.2-7)

1O7dati 125

Skn lar Perenc.man S1tuktur Aebn untuk Jenbotdn

oenganpengertian adalahkoelisien d yangtergantung kondisi dari tepi/ sisi petatseperti padatabte9.2 - 1 di bawahini. Tabel9.2 . I Koefisien @ Kondisi TepiPelat t sisi menerus Salahsatusisi pendei tid-k me_nerus Salah satusisi ang tidakmenerus Keduasisi dek tidakmenerus Kedua sisi tidakmenerus Duasisi terdekat tidakm;nerus a sisilidakmenerusliatu sisi anqmenerus Tiqasisitidak satusisipendek menerus

at sisi tidak menerus

9.2.7 Getaran Getardn, barokakibatpejaran kaki dan rarulintaskendaraan tidak borehmemberikan pengaruh yangmembahayakan dayarayan bagi bangunan, trirus oiperksa oan -- sesuai ketentuan peraturan pembeba-nan pada " untuf<iemoita;-Jaian nava" jllisjiulll,glrancang mengikuti persyaratan, getaran padakondisi tayan dianggap dapar otnma asalkan: Digunakankelonggaran beban dinamis seperti diberikanpada peraturan remoeoanan untuk Jembatan Jalan Raya. Mengikuti batasanmengenai tinggi i<omponen, yaitu untuk baloKpraregang bentang. sederhana > L/20,sedangkan h untukbalokmenerus, tinggikomponen dapat dikurangi kira-kira o/o. 10 Lendutan akibat beban hidup tidakmelebihi yangditentukan. batasan 9.3 Pembatasan retakpadakomponen Jembatan j',:?,9,,f""1':Sl.lllyl"yaratker,ahanan seperti pada kondisi yanstidaktertinduns, struktur crduJrKa reoar reElK mempengaruhi tampak struktur. pertimbangan diberikan harul untuk legangan..baja dekat permukaan tariti Oan pa"Oa Jetair srrumu,untut Tlfg:j memtnlmatkan akibat retak susut kekangan. dan

eEJ"JHt*:".l,::T"l"i:#;:*"*::iT:".flxT isii i',ffif tulangan bolehmeiebihj mm. sudut tegak lurus. Jarak tidak 300
,".J"k yl_1!-T-"li1S" tunggal yangtebar akibat deformasi tidakdiperhitungkan yang datam perencanaan, self-equilibrating atauakibat stress, pritegang, distorsi trarus Oipu"ung -j"r"ng ruas pada..daerah yans r<omotnasi pi:mbjinin y"ns r"4"oi :1as-1i Tl!|In!T ,akibat oetonnya mengatami (atautekan) tarik namun besarnya kurang Oarii Nlftirr. t-utan6an orpasang jarak dengan tulangan metebihi mm. tidak 200

108dari125

Stan lar P.rencanadt Stmktut Beton unt& Jembddh

9.3.1 Pengendalian retak pada balok beton bertulang Relaklenturpadabalokbetonbertulang dapatdianggap terkendali : bila Jaraktulangan(pusatke pusat)dekatmukayang tertarikdari batoktidakmetebihi 200mm. Jarakdari tepi atau dasarbalokke pusattutangan memanjang terdekat tidaklebih besar dari100mm. Diametertulanganyang kurang dari setengahkali diametertulanganterbesarharus diabaikan 9.3,2 Pengendalian retak lentur pada balok beton prategang 9.3.2.1 Balokmonolit Retak lentur pada balok beton prategangdianggap terkendalijika tegangan tank maksimum beton akibat beban tayanjangka pendektidak metebihi 0,2S{7;. Atau jika terlampaui, dengan memasang tulangan dan/atau tendon terlekat dekatpe;mukaan di tarik dan memenuhi salahsatudari: tegangantarik lentur maksimumakibat beban layan jangka pendek termasuk transfer tidakmetebihi 0,5{/," atau0,5i/-; atau penambahan padategangan bajadekatpermukaan tadk dibatasisampai Mpa 2OO dengan bertambahnya beban dari bebansaat teganganpada serat tarik beton terjauhbernilainol sampaihargabebanlayanjangkapendek,dan jarak pusatke pusattulangan, termasuk tendonterlekat, dibatasi sampal200 mm. 9,3.2.2 Komponensegmentalpada hubunganyang tidak ditahantulangan Padasemuabebanlayan,tidakdiijinkan terjadi tegangan tarik. 9.3.3 Pengendalian retak pada sisi muka dari balok Jika tinggi. balok.lebih dari 750 mm, tulangan memanjang tambahan seluastidak kurang dari 0,01 b, t, di mana b" diambittidak 6bih besaraari 2OO mm, harusdiseoarmeta pada kedua muka badan sepanjang jarak 2y3 tinggi total balok dari permukaan tarik, oengan tutangan tidakmelebihi mm dariousatke ousat. Jarak 300 9.3.4 Pengendalian retak pada bukaandan diskontinuitas Tulanganharus dipasanguntuk mengendalikan retak pada bukaan dan diskontinuitas padabalok. 9.3.5 Pengendalian retak pada pelat lantaiyang terlentur 9.3.5,1 Pelat lentur beton bertulang

Retakpadapelatlenturbetonbertulang dianggap terkendali tulangan padasub pasal bila 9.3.'1 telahdipenuhi jarak tutangantang dan (pusatke pus;t) untuk kekuatan diiyaratkan lenlur lctak melampaui harga terkecil dari h atau 300 mm, dan jarak tulangan . terdistribusi tidakmelampaui hargaterkecil dari 1,5hatau300 mm. Tulangan yang berdiameterkurang dari setengahdiameter tulangan terbesar pada penampang harus diabaikan.

109dari125

StanddrPetenh,a.n Struktur B.tot tttuk Jembatm

9.3.5,2 Pelat lentur beton prategang terkendali akibatbebankerja bila Retakpadapelatlenturbetonprategang dapatdianggap yang ditimbulkan pada betontidak melebihi 0,251l, , atau sesaat,teganganmaksimum bila tegangan ini dilampauidengan memasangtulangan atau tendon terlekat dekat yangtertarik permukaan dan membatasinya salahsatusyaratberlkut: dari tegangan tarik lenturmaksimum akibatbebankerjasesaatsampai0,5 Jt ; atau dua-duanya; yang tertariksampai 150 kenaikantegangandalam tulangandekat permukaan MPasewaktu bebanbertambah; dan jaraktulangan diambilpalingkecildarih atau300 mm. retak akibat pengaruhsusut dan suhu 9.3.6 Pengendalian penambahan padasub pasal5.5.3 untuk tulangan Bilasyarattulangan minimum dipenuhi, pengaruh pengendalian susutdan suhutidakdiperlukan. retak di sekitar daerahterkekang 9.3.7 Pengendalian khusus harus diberikanpada gaya Dalam daerah sekitaryang dikekang,penanganan disebabkan olehprategangan, susutdan suhudisekitar dalamdan retakanyang mungkin yangterkekang. daerah retak pada bukaandan pelat lantai menerus 9.3.8 Pengendalian Tambahantulangan angkur harus dipasangapabiladiperlukanuntuk mengendalikan padabukaandan pelattidakmenerus. retakan 9.3.9 Tulanganuntuk pelat lantaiterkekang pelatdalamarahyangdikekang Luaslulangan minimum harustidakkurangdari :

Q,t r,"\tL

(9.3-r)

'110 125 dari

Sldndat Perenc|raah Struttw

Aeton uhtuk J.nbdtm

10.

PEMERIKSAAN PERENCANAAN TERHADAP FATIK. GETARAN DAN TUMBUKAN Pemeriksaan terhadap fatik

10.1

10.1.1 Kondisi umum pemeriksaan dalam perencanaan jembatanyang memikul struktur variasitegangan yang besarharusdjperiksa I:ll9nen pengaruh rernaoap perencanaan. tatikdalam Pmeriksaan terhadapfatik umumnyatidak diharuskan untuk strukturdan komponen strukturalseDerti: jembatan. Struktur bawah Strukturlengkungdan strukturrangkakaku yang terkuburdengantinggiminimum tanah1 meterpadajembatan jalan raya. Dinding penahan tanahdarijembatan jalanraya. K:p.alajembatanpada jembaianJatanraya yang tidak tersambung kaku dengan strukturatas (kecuatipetat dan dindingdari kepatajembatan be;iubang(holow abutment)) Betondalamkeadaan tekandad komponen jembatan, tegangan jika tekannya akibat kombinasi dari beban-beban sementara dan dari gayj pratelan6 tidak melebihi 0,6 fc'. ,l,rT, p"f:riksaan.fatik pertuditakukan denganmemperhitungkan pengaruh dari 9:,T!? Kombrnasi beban-beban berikut ini: Bebantetap. caya prategang. Nilailendutanmaksimum. Perbedaan suhuyangterbesar. Model bebandinamik dari kendaraan. Beban angin, dianggap bila perlu. '10,1,2 caya dalam dan teganganuntuk pemeriksaan fatik Perhitungantegangan harus didasarkanpada asumsi penampang retak dengan mengabaikankekuatan taik dari beton, tetapi memenuhi kompatibilitas regangan (potongan bidang, tetapmerupakan bidang): Gaya-gaya dalambolehdihitung denganmenggunakan modelelastislinierterhadap penrmoangan komponenstruktural. Dalamdaerahretak. kekakuan yang djreduksi boleh diperhitungkan. Untukperhilungan gaya-gaya dalamdan tegangan-tegangan, perbandingan niiai .j0. mooUtus etaslrsitas boleh (n) diambil sebesar

untuk penampang retakyang memikul fatik,pengaruh darisifatlekatan yangberbeda dari lulangan prategang non-prategang dan harusdiperhitungkan. Untukkomponen.struktural dengantulangan geser,penentuan gaya-gaya dalamtulangan oan oaram betonharusdihitung denganmenggunakan modelrangkabatang.

1 1 1 d a t1 2 5 i

Sta\lar Percnconaon Sttuktut Be1o"unt& Jenbotan

'10.2

Kondisi batas getaran

10.2.1 Pertimbanganumum Di bawahpengaruh jalan rayadan pejalankaki,sertabebanangin, dinamikdarijembatan suatu jembatan harus memenuhikriteria perencanaan Batas Layan (pBL) termaauk pertimbangan jembatan ketidaknyamanan pengguna akibatadanyapengaruh tersebut. HaFhal yangperludipertimbangkan lain adalah: Sebagaitambahan untukpengaruh-pengaruh dinamik dari lalu lintasdan anginpada suatujembatanlengkap,pengaruh lokal dari komponen strukturyang tipis,seperti komponen kanlilever tepi,harusdipertimbangkan. Biladianggap tidakdiperlukan, pengaruh dinamik darianginbisatidakdiperhitungkan dalampasalini, tetapi harusdipertimbangkan jembatanyang untukstruktur-struktur lebihfleksibeldan sensitifterhadappengaruh jembatancabE aero-dinamik seperti stayed. 10.2.2 Jembatanjalan raya Dalamhal-hal getarandaribebanlalulintasstandarpadajenisjembatan umum,pengaruh jalan raya untuk Perencanaan (pBKTi atau perencanaan Bebandan Kekuatan Terfaktor BatasLayan(PBL)bolehdiwakili olehfaktorkejutyang harusdiperhitungkan padabebanbebankarakteristik lintas. lalu 10.2.3Jembatanpejalankaki 10,2.3.1Kriteria perencanaan Kriteriaperencanaan untukjembatanpejalankaki terutamaditujukan untuk menghindari kemungkinan jembatanakibatgetaran,karenaperilaku ketidaknyamanan pengguna bagi jembatan struktur yang relatiflebihfleksibel. Ketidaknyamanan bagi penggunajembatan ini tidak terjadi bila percepatan vertikal maksimumdari komponentantaijembatantidak melebihinitai 0,5{t (meter/detik1, di mana, adalah frekuensidasar alami dari jembatantermasukbeban mati tambahan (supeimposed deadload)tetapidi luarbebanpejalan kaki. Dalamhal memungkinkan, frekuensi dasaralamiyang beradadalam interval1,6 hingga 2,4 Hz, dan bjla perlu, untuk intervalyang lebih tingai antarc2,5 hingga4,5 Hz harus dihindari. Jikafrekuensi dasaralamitomelebihi Hz, bolehdianggap 5 bahwakondisibatas getaran dapatterpenuhi. 10.2.3.2Frekuensidasar alami Frekuensi dasaralamijfA harusdihitung denganmenggunakan penampang tidakretakdan jangkapendek modulus elastisitas dinamik daribeton. 10.2.3.3Percepatan Percepatan vertikalmaksimumharusdiperhitungkan pembebanan denganmenganggap danamik yang dikerjakan oleh lalu lintaspejalan kakidapatdiwakiti oieh bebantitikperiodik (bebanharmonis) yang bergerakmelewati F, bentrang utamadari lantaijembadn pada suatukecepatan konstan sebagai r berikut:

112dati 125

.Srand.r P"ren d,d.n Sirvkrr

,eto

thtnhJenbolon

dan

F = '180 (2rfot) [Nelvton] sin y = 0,9f0

(10.2-1) (10.2-2)

di manat dalam[detik]dan ydalam [meter/detik]. Untuknilai, yang lebih besardari 4 Hz, percepatan tersebutdi atas boleh maksimum direduksi secaraproporsional linierdari nolsampaireduksi 70% padanilai = 5 Hz. fo '10.3 Perencanaan terhadap resiko tumbukan

10.3.1 Kondisi umum perencanaan padakomponen Pasalberikut mempertimbangkan ini aspekresiko tumbukan struktur saja. Pengaman,pelindung,dinding pengamandan lain-lain harus direncanakan dengan persetujuan yang berwenang. dari Dalamhal ini bebantumbukan harusdipertimbangkan sebagaibebanyang terjadisecara tidakdisengaja. 10.3.2 Pencegahan ' Prioritas harus diberikan pada perencanaankomponen pencegahan untuk jembatan, menghindari mengurangi resikodari tumbukan struktur dan terhadap baik untukstruktur atasmaupun struktur bawah. Kedayagunaandari komponen struktur pencegahandan perlindunganyang diletakkandi depan struktur utama jembatanharus direncanakan dan diperiksa dengan baik. Komponen sebagaitidak strukturpencegahan pedindungan dan harusdirencanakan bisa menyalurkan akibat lagi gaya-gayahorisontal setelahmengalamikegagalan tumbukan. pencegahan Deformasi komponen dari struktur kegagalan akibat setelahmengalami jarak bersihefektif tumbukanharusdinitungdengancermat,agar bisa menetapkan jembatan. daristruktur terhadap terdeformasi struktur utama Jika bahayatumbukantidak dapat ditiadakan jika suatu perencanaan dengan dan komponenstrukturpencegahan tidak memungkinkan, keamananstrukturalharus dipastikan dengan perencanaan strukturjembatanyang bisa menahantumbukan padatingkatkeamanan tersebut yangwajar.

'10.3.3 Pengamanantambahan jembatan Bila tidakada penelitian struktur khususpadaaspekdinamik, maka komponen yang tertumbukharus direncanakan sedemikian rupa sehinggadapat menahanjuga padaarahyang berlawanan. tumbukan Untuk semua kasus di mana deformasiplastisdari komponenstrukturjembaianyang tertumbuk dipertimbangkan untuk menyerap suatu bagiandari energikinetiktumbukan, maka reganganbatas ultimit akibat deformasiplastistersebutharus dihitungdengan cermat. Dalam hal ini, tulangan baja tidak boleh dilas dalam merencanakan aspek ketahanan komponen terhadap tumbukan. struktur

113 dati 125

Stondnr Pereamhmn Sttukiu

E.ton unluk Jenbohr

11.

KETENTUANUNTUK PERENCANAAN STRUKTURTAHAN GEMPA

11.'l

Persyaratan umum

11.1,1 Umum Standar memuatketentuan ini jembatan untukperencanaan yang menggunakan Komponen struktur betonbertulang betonprategang dan akibatgempabumi. Jembatanyang dimaksud adalah jembatanjalan raya dan jembatan pejalan kaki di Indonesia sesuaidenganketentuan padaBagianI dariStandar ini. Ketentuan-ketentuan dalam bab ini harus digunakanbersama-sama dengan peraturan Pembebanan Gempa untuk Rumah dan Gedungserta peraturanpembe6anan Gempa untukJembatan yang berlaku. 11.1.2 Pembebanan gemparencana Beban rencana lateral akibat goncangangempa untuk suatu daerah harus dihitung berdasarkan factor respon gempa,faktor keutamaan, dan faktor reduksigempa seperii disyaratkan dalamPeraturan Pembebanan Gempayangberlaku Masing-masing unsurslrukturdari sualujembatanharusdlrencanakan pengaruh terhadap gempayang bekerjadalamarah utamajembatanyang dikombinasikan denganakibrt 0,3 pengaruh gempayang bekerjadalamarah tegak lurus pada arah utamatadi. Kombinasi yangmenghasilkan pengaruh gempamaksimum yangditinjau. adalah Untukshuklurbetonpralegangperluditinjaupengaruh percepatan atas sebesar0,1 g ke sebagai akibatgempavertikal. Kombinasibeban gempa dengan beban-beban lainnya yang bekerja pada jembatan mengacu padaPeraturan Pembebanan untukJembatan JalanRayayang berlaku. 11,1.3 Klasifikasiberdasarkanklnerja seismik jembatanharusditetapkan Setiap dalamsalahsatu dari empatkategorikinerjaseismik A, B, C atauD Klasifikasi berdasarkan ini atas koeflsienpercepatan puncak batuan dasar serta faktor keutamaan seperti tercantum dalamtabeldi bawahini. Tabelll.1-1. Klasifikasiberdasarkan kinerjaseismik Koeflsienpercepatan puncak mukatanah AJ9 AJg < 0,10 0,'10<A./g<0,20 0,20<AJg<0,30 AJg > 0,30 D B B

keutamaan Faktor
penting Jembatan Jembatan biasa

114 dati 125

Sta4tat PerqcaMna

Sttukt'tr 8.Non u^t,k Jubatan

pentingadalahiembabn di ruasjalannasional,jembatan Jembatan denganbentang lebih besardarj30 m dan jembatan yang bersifat khusus ditinjau material darijenisstruktur, atau pelaksanaannya. Jembatanbiasa adalahjembatandi ruas jalan bukan nasional dengan bentang tidaklebihdari 30 m. Faktorkeutamaan dapatdiambil sebesa|I,25 untukjembatan pentang dan 1 untuk jembatan biasa. Faktor reduksi gempa ( R ) untuk hubungan perlengkapan padabangunan bawahdiambil sesuai Tabel8.1.-2 Tabel11.1.-2 Faktorreduksi gempa( R ) untuk hubunganperlengkapan pada bangunanbawah Kolomataupilar pada Hubunoan oerlenqkapan Kepala iembatan Pilar dinding 2 (sumbu tipe kuat)

Kolom

Sambungan dilaksi

lemah) 3 (sumbu
Kolomtunggal Kolommajemuk Balokcap beton 34 0,8

1,0

0,8

2-3

11.1.4 Analisisseismik gempabumipadajembatan Pengaruh dapatdihitung berdasarkan salahsatuprosedur yaitu: analisis, Prosedur 1 Prosedur 2 Prosedur 3 Prosedur 4
cara Deoan seragam caraspektral denganpolagetartunggal caraspektral denganpolagetarmajemuk atau riwayat waktu. cara

Semua kolom,pilar, atau kepalajembalanharusdianggapmengalami percepatan tanah yangsamapadasaatyangbersamaan. Untukjembatan-jembatan tidakmelebjhi bentang yang prosedur alau 2. 6 dapal memakai 1 jembatan-jembatan mempunyaijumlah Sedangkan yang bentang lebihdari6 aiaujembatanjembatankhususdianjurkan prosedur Cfabel8.1-3),Prosedur biasanya menggunakan 3 4 digunakan dalamanalisis nonlinier.

115 da.i 125

Stanlt Peracaaaan StrukturBelon uittur.Jenb4tan

Tabel 11.1.-3Proseduranalisisberdasarkan kategori perilaku seismic (A-D) Jumlahbentanq Tunggal atausederhana 2 atau lebihmenerus 2 alau lebihdengan.1sendi 2 ataulebihdengan2 atau lebihsendi D
1

1 1

B 'l

2 3

1 1

1'1.1.5 lsolasidasardan peredam mekanikal Perencnaangempa pada jembatan yang mempunyaiisolasi dasar arau pereoam mekanikaldapat berbeda dari ketentuanini jika dap;t dibuktikankebenarannya serta disetujui olehyang berwenang. 11.1.6 Likuifaksi Potensidan kondisilikuifaksi pada tanahakibatgempabumi harusdiperhitungkan dalam perencanaan jembatan jembatan tahangempa,khususnya tipe B, C dan D

11.2

Ketentuan untukjembatan A tipe

11.2.'1 lJmum Jembatan dapat. sebagaitipe A harus memenuhipersyararan pada _y_ang^ dikelompokkan sub-pasal 11.1.3dan 'l'j.1.4 serta ketentuan bawah di ini. 11.2.2 Persyaratan gaya rencana Jikaalat mekanikal digunakan untukmenghubungkan struktur atas dan struktur bawah,atat mekanikal harus.direncanakan ini dapatmenahai bebangempahorisontal, dalammasingmasrng arahyangditinjau, sekurang-kurangnya % daribebanmati. 20 Dalam arah longitudinal, beban mati yang dimaksudadalah berat sendirisegmenyang dipikuloleh perletakan. Sedangkan dalam arah lranversal,beban mati ini adatahreaksi perletakan akibatbebanmati itu sendiri.

11.2.3 Persyaratan jarakbebashorisonial Jarakbebas minimum horisontal dalam ketentuan harus ini dipenuhi untukmengantisipasi pemuaian ujung-ujung gelagar.
Dudukan. perletakangelagar harus direncanakan sehingga memberikanjarak bebas nonsontat sekuran9-kurangnya

+ N= (0,203 0,00167 L+0,0066611)(l0,00125.f) +

('11.2-1)

116 da.i 125

Stand.r Percn.araan Struklur Betor urtuk Jembdtan

11.2.4 Persyaratan pondasi dan kepalajembatan Untukjembatan tipe ini, tidakada persyaratan khususuntukperencanaan seismikpondasi jembatan. dankepala Namunpondasidan kepalajembatanharusmemenuhi persyaratan gayauntuk menahan gaya vertikaldan lateral lainnyaselain gempa bumi. caya-gaya ini termasukdan tidak padaakibatpenyelidikan terbatas tanahyang lebihluas, timbunan tanah,stabilitas lereng, tekanantanah vertikal maupun lateral,drainase,penurunan tanah atau kapasitasdan tiang. Persyaratan 11.2.5 Persyaratanpendetailan Untukjembatantipe ini, tidak ada persyaratan khususuntuk perencanaan seismikpada pendetailan struktur. Perencanaan struktrur pada betonbertulang maupun didasarkan terutama betonprategang cara Perencanaan berdasarkan Bebandan Kekuatan Terfaktor(PBKT)sepertidijelaskan dalampasal4. Jikamenggunakan cara Perencanaan berdasarkan BatasLayan(PBL),tegangan boleh izin ditingkatkan % dari nilaitegangan padapembebanan 30 izin tetap.

t l.3

Ketentuan untukiembatan B tipe

11.3.'l Umum yang dapat dikelompokkan Jembatan persyaratanpada sebagaitipe B harusmemenuhi sub-pasal 11.'1.3 11.1.4 dan sertaketentuan bawah di ini11.3.2 Persyaratan gaya rencana 11.3.2.1 Gayarencanauntuk komponenstruktur dan sambunqan Gaya rencanaseismikyang dimaksudberiakuuntuk struktur atas, sambungan dilatasi, komponen yang menghubungkanstruktur atas dengan bawah, komponen yang jembatan, menghubungkan strukturatas dengankepala strukturbawah,kepalakolom,pilar pondasi pondasi teiapitidaktermasuk telapak, tiangdan kepalatiang. Gaya rencanaseismikyang dihitungberdasarkan peninjauan dua arah horisontal utama sesuai ketentuansub-pasal11.'1.2harus dikombinasikan dengan beban-beban lainnya persyaratan pembebanan kombinasi sesuai dan tambahan bawahini : di G a y a e n c a n= 1 . 0 ( D + A - S F . E t E Q M ) r a (11.3-1)

Jikamenggunakan cara Perencanaan berdasarkan BatasLayan(PBL),tegangan boleh izin ditingkatkan o/o nilaitegangan padapembebanan 30 dari izin tetap. '11.3.2.2 Gayarencana untuk pondasi Gaya rencanasersmikyang dimaksudberlakuuntuk pondasitelapak,kepalatiang dan pondasitiang.

117dati125

Slnhdor Perch.dnaM Struktur Reton untuk .Iembotdh

Gaya rencanaseismikyang dihitungberdasarkan peninjauan dua arah horisontal utama sesuaiketentuan sub-pasal 11.1.2harusdikombinasikan denganbeban-beban lainnya pembebanan kombinasi sesuaipersyaratan dan tambahan bawahini : di G a y a e n c a n= l , O ( D + B + S F + E + E Q F ) r a '11.3.2,3 Gayarencanauntuk kepalajembatandan dinding penahan Gaya rencanaseismikuntuk komponen yang menghubungkan strukturatas dan kepala jembatan harus padasub-pasal mengacu 11.2.2.1. jembatan Persyaratan perencanaan kepala padasub-bab bawahini. bisamengacu di 11.3,3 Persyaratankomponenpenghubung Jika memungkinkan struktur atas harus direncanakan sebaqai struktur menerus.Jika gelagar{elagardihubungkan secarasendimaka panjangpelat penghubung antargelagar sekurang-kurangnya mm. Sedangkan 600 ruangbebasantar gelagarsekurang-kurangnya 400mm. Pada kepalajembatan harus diadakanpenahanlongjtudinal kecualibila terdapatjarak bebasminimum antarastruktur atasdan struktur bawah. Perlengkapan penahan vertikalharusdiadakan padasemuaperletakan atau tumpuan dan harusdirencanakan mampumenahan gayavertikial sebesar10 o% bebanmati. (11 .3-2\

Sambungan dilatasi harus direncanakan sehingga mampu menahan kombinasi bebanyang


mungkin terjadi sertamudahdiperbaiki. '11.3.4 Persyaratan jarak bebas horisontal Jarak bebasminimumhorisontal dalamketentuan harus ini dipenuhi untukmengantisipasi pemuaian gelagar. ujung-ujung Dudukan perletakangelagar harus direncanakan sehingga memberikanjarak bebas horisontal sekurang-kurangnya: + + N = (0.203 0,001671 0.00666lI) r0.0Ol25S) (l 11,3.5 Persyaratanpondasi 11.3.5,'lPenyelidikan tanah Untukperencanaan struktur bawahharusdilakukan penyelidikan tanahyangnormal. Resiko gempa terhadapstrukturjembatan harus sungguh-sungguh ditinjau dengan melakukan pnyelidikan tanah yang lebih mendalamyang berhubungan dengan instabilitas lereng, penurunan likuifaksi, timbunan dan peningkatan tekanan tanahlateral. 'l1.3.5.2Perencanaan pondasi Kapasitas ultimitpondasiharusdihitungberdasarkan laporanpenyeljdikan tanah.pondasi harus mampu menahan gayagaya yang dihasilkan yang dari kombinasipembebanan ditentukan dalam sub-oasal'l 1.3.2.2.
118 ar125 d i

(11.3-3)

Stanlor Perencanaa^ Struktur Rdoh u.tuk Jenbatv

Ketentuan-ketentuan yang berhubungan lain pondasi denganperencanaan harusmengacu padabagian daristandar 7 ini. 11.3.5.3 pondasi Persyaratan tiang Pondasi tiang dapat digunakan untuk menahan gaya aksial maupun gaya lateral. Kedalaman tiang dan kapasitastiang dalam menahangaya aksial maupuniateral harus dihitung berdasarkan penyelidikan laporan tanah. Pengangkuran tiangharusdirencanakan sedemikjan gaya rupasehingga mampumenahan 'lO pengangkuran tarik sekurang-kurangnya o dari kekuatan tekannya. dilakukan dengan sekurang-kurangnya (empat)buah tulangandowel dengan rasio tulangandoweltidak 4 bolehkurangdari 1%. Pada sepertigapanjang (minimum2,5 m) tiang yang dicor setempatharus dipasang tulanganlongitudinal dengan rasio 0,5 % tetapi tidak boleh kurangdari empat batang. Tulanganspiralatau sengkangdengandiameter8 mm atau lebih besar harusdipasan-g dengan spasi tidak melebihi225 mm kecuali pada ujung atas tiang harus diberikan pengekangan yang memadaisepanjang dua kali diameter tiang tetapitidak bolehkurang jarakspasimaksimum dari600 mm dengan sebesar mm. 75 Untuktiang pracetak,rasio tulanganlongitudinal tidak boleh kurangdari 1% sedangkan tulanganspiral atau sengkangtidak boleh kurang darl persyaratantiang yang dicor serempat. 11.3,6 Persyaratan kepalajembatan 11.3.6.1Kepalajembatanyang berdlri bebas Tekanan tanahaktif lateralakibatgempabumipadakepala jembaianyang bebasbergerak dapat dihitungdengan menggunakan metodeMononobekabe dengan menggunakan koefisiengempa sebesar *, = 0,5 A" . Jika kepalajembatan ini ditahan dalam arah horisontal olehangkuratautiang,koefisien gempayangdianjurkan I* sebesar = 1,5Ao. jembatan Simpangan kepala harusdibaiasi sebesar 0,25A.. Perencanaan kepalajembatanharusjuga memperhitungkan penambahan tekanantanah akibatgempa,efek inersia daridinding gayagempamelalui sertatransfer perletakan karet. '11.3.6.2Kepalajembatan monollt Kepala.iembatan monoljt merupakan bagian integraldari slruktur atas. Tekanantanah lateralmaksimum yang bekerjapadakepala jembatandapatdianggap sama dengangaya lateral gempabumi. maksimum akibat

Untuk jembatan mengurangi kerusakan, kepala harus direncanakan dapat untuk menahan telGnan pasif tanah yang termobilisasi akibat tanah urugan ikut dinamik. secara

119 ar125 d i

Sldulnr P.r.h.nhadn

Struktu Betoh untuk Jenbdnh

11.3.7 Persyaratanpendetailan 1't.3-7,1Umum l\,4utu betondan mutubajatulangan yangdisyaratkan dalamketentuan tidakbolehkurang ini dariketentuan dalam Bagian 4. 11.3.7.2Persyaratan tulangantransversalminimum 11.3.7.2.1 Tulangan transversal unluk pengekangan lnti kolom harus diberikan pengekangan yang memadai melalui tulangan spiral atau sengkang untukmenjamin tercapainya sendiplastispadaujungatas dan atau ujungbawah
KOtOm.

Kuat tarik leleh tulangantransversal tidak boteh melebihikuat tarik leleh dari tulangan longitudinal. Rasio volumetrik tulangan dari spiraltidak bolehkurangdari

p"= o,as UslAc-tlI'lij,

atau p"= 0,12f.'lfrh

(11.34)

Luas minimum tulangan dari sengkang adalah


A"1= 0,3 a hcf"'/ fr;lAglAc-l1 atau A"1,=0,12ahcf"'/fn1

(11.3-5)

tralgyersqlminimumdapat ditetapkan kurangdari ketentuanpada persamaan I_ulalqa-n. (11.3-4) dan (11.3-5)di atas asatkan dapatdibuktikan denganperhitungan yang lebihrinci ataudenganhasilpenelitian. Tulangantransversalboleh terdiri dari sengkangtertutup tunggal atau majemukatau menggunakankait-silangtertutup. Kait silang mempunyaikiit .t3S derajat Oengan perpanjangan sebesar6 kali diameter(tetapitidak kurangdari 75 mm) pada salah satu ujungnyadan kait go-derajatdenganperpanjangan sebesar6 kali diam;ter pada ujung rarnnya. '11.3.7,2.2 Jarck tulangantransversal Tulangan transversal harusdipasang padaujungatas dan bawahdari kolomdalamdaerah sepanjang tidak boleh kurangdari ukuranpenampang terbesar,seperenam tinggi bersih kolomdan lebihbesaratausamadengan 450 mm. Tulangan transversal harusdipasang denganspasitidak melebihi seperempat ukuran dari penampang terkecil dan lebihkecilatausamadengan150mm. Sambungan lewatan dai tulangan spiraldalamdaerahpengekangan tidakdiperbolehkan. 11.4 Ketenluan untukjembatan tipe G dan

'11.4.1 Umum yang dapat dikelompokkan Jembaian sebagai tipe C dan D harusmemenuhi persyaratan pada sub-pasal 11.1.3 dan 1'1.1.4 se(a ketentuan bawah di ini.
12Odati 125

9antlar Pe'encnnaaa Stuktw Rebn "nu|Jenbotan

11.4.2 Persyaratan gaya rencana 'l1.4.2.1 Gayarencana untuk komponen strukturdan sambungan Gaya rencanaseismikyang dimaksudberlakuuntuk strukturatas, sambungan dilatasi, komponen yang menghubungkanstruktur atas dengan bawah, komponen yang menghubungkan jembatan, struktur atasdengankepala strukturbawah,kepalakolom,'pila; tetapitidaktermasuk pondasi pondasi telapak, tiangdan kepalatiang. Gaya rencanaseismikyang dihitungberdasarkan peninjauan dua arah horisontat utama sesuai ketentuan sub-pasal 8.'1.2 harusdikombinasikan denganbeban-beban lainnya sesuai persyaratan pembebanan kombinasi dan tambahan bawahini : di

= Gayarencana 1,0(D + B + SF+E+ EOM)

(11.4-1)

Jika menggunakan cara Perencanaan berdasarkan BatasLayan(pBL),tegangan boleh izin ditingkatkan % dari nitaitegangan padapembebanan 30 izin ietap. 1'1.4.2.2 Gayarencanauntuk pondasi Gaya rencanaseismikyang dimaksuqberlakuuntuk pondasitelapak,kepalatiang dan pondasitiang.

Gaya.rencana seismik yangdihitung berdasarkan peninjauan arahhorisontal dua utama sesuaikelentuan sub-pasal 11.1.2harusdikombinasikan denganbeban-beban lainnya persyaratan sesuai pembebanan kombinasi dan tambahan bawah : di ini = Gaya rencana 1,0 + B+ SF+E+ EeF') (D
11.4.2.3caya akibat sendi plastis pada kolom, pitar dan porlal 11.4.2.3.1 Kolom dan pitar tunggal Mornen gaya aksialrcncanapadakolomdan pilardihitung dan pada berdasarkan ketentuan sub-pasal 1'1.4.2.1. dalamdua arahutamahorisontal. Kapasitras momenplastispadakeduaujungdaripenampang kolomdan pilardapatdihitung dengan menggunakan faktorreduksi kekuaian sebesar 1,3, Gaya geser rencana pada kolom dan pilar dihitung berdasarkankapasitasmomen plastisnya. 11.4.2.3.2 Portal dengandua kolom atau leblh Gqy3-S?y? rencanapada portaldengandua kotomatau lebih harusdihitungdatamarah sejajarbidang maupun tegak lurus bldang.Dalam arah tegak lurus bidang,gayagaya rencana dapatdihitung sepertipadakolomdan pilartunggal Dalam arahsejajarbidang, gaya-gaya rencana dapatdihitung berikut sebagai Rencanakantulangan longitudinal berdasarkanmomen rencana yang diperoleh berdasarkan padasub-pasal ketentuan 11.4.2..1. Hitungkapasitasmomenplastispada kedua ujung dari penampang koromoengan menggunakan faktorreduksi kekuatan sebesar1,3.
121 dati 125

('t1.4-2',t

Slan tnr Pdddhndn

Stmktur Eetah thtuk Jenbdt

gayageserrencana padakolomberdasarkan Hitung kapasitas momenplastisnya. gaya geser rencana hitung Kerjakan total padapusatmassastrukturatas, kemudian gayaaksialrencana padaportaltersebut. yangbekeria

'11.4.2.4 Gayatencanapada kolom dan portal tiang padasub-pasal Gaya.encanapadaportaltiangharusmengacu 11.4.2.3. 1 1.4.2.5Gayarencanapada pilar 'l'1.4.2.2., pada sub-pasal Gaya rencanapada pilar harus mengacu kecualidalamsumbu gaya rencana harus lemah di mana pilar dapat direncanakan sebagai kolom maka mengikuti ketentuan dalamsub-pasal 11.4.2.4. 1'1.4.2.6 Gayarencanapada komponenpenghubung penghubung padasub-pasal 1.3.3.dengan Persyaratan untuk komponen harusmengacu 1 ketentuan tambahan dibawah ini. Komponenpenghubunglongitudinalharus mampu menahan gaya rencana 9ebesar koefisien percepatan muka tanah dikalikan berat teringan dari dua bentang yang berdekatan. penahan padasemuaperletakan Perlengkapan dan vertikalharusdiadakan atau tumpuan gaya vertikal atas sebesa|lo % dari bebanmati harusdirencanakan mampumenahan ke jika efek vertikal akibatgempahorisontal ke kurangdari bebanmati dan gayavertikal atas sebesar20 % dari bebanmati jika efek vertikalakibatgempahorisontal lebihatau sama denganbebanmati. '11,4.2.7 Gayarcncanapada pondasi pada pondasiharusmengacu padasub-pasal Gayarencana 11.4.2.2. Jikadasa.pilaralau kolom direncanakan mengalami sendi plastis, gaya rencana harus dihitung berdasarkan sub-pasal1.4.2.3 1 dan'l'1.4.2.4. '11.4.2.8 Gayarcncanapada kepalajembatandan dinding penahantanah jembatan padakepaia padasubpenahan Gayarencana dan dinding tanahharusmengacu '11.4.2.2. pasal 11.4.3 Persyaratan iarak bebas horisontal Jarak bebas minimum horisontaldalam ketentuanini harus dipenuhi untuk mengantisipasi gelagar. ujung-ujung Pemuaian Dudukan perletakangelagar harus direncanakan sehingga memberikanjarak bebas horisontal sekurang-kurangnya

+ N: (0,305 0,0025+ o,0l/4 (1+ 0,00125 z .t')

(11.4-3)

122dari125

st ndar Percncanaan sttuklur BetonunttkJabatdn

'11.4.4 Persyaratanpondasi 11.4.4.1 Penyelidikan tanah Untuk perencanaan strukturbagianbawahjembatanharus dilakukanpenyelidikan tanah yng normal.. Resikogempa.terhadap strukturjembatanharus sungguh-sungguh ditinjau -Grhubungan denganmelakukanpenyelidikan tanah yang lebih mendalam yang oengan instabilitas lereng, penurunan llkuifaksi, timbunan peningkatan dan t6kanan tanahlateral. 11.4.4,2 PeJencanaanpondasi Kapasitas ultimitpondasiharusdihitungberdasarkan laporanpenyelidikan tanah.pondasi menahan gaya-gay-a yang dihasitkan dari kombinasipembebanan yang l?iT ,t"tpy ditentukan dalam sub-pasal1.3.2.2. 1 Ketentuan-kelentuan yang berhubungan lain denganperencanaan pondasi harusmengacu padaBagan7 daristandarini. 11,4.4.3Persyaratan pondasitiang Plndasi tiang dapat digunakan untuk menahan gaya aksial maupun gaya lateral. K-edalaman tiang. dan kapasitastiang dalam menahangaya aksial maupunlateralharus 0rnrlung berdasarln penyelidikan laporan tanah. Pengangkuran tiang harusdirencanakan sedemikian rupasehingga mampumenanan gaya 'lO dari tarik sekurang-kurangnya o/o peng;n-gkuran kekuatan tekannya. dilakukan dengin sekurang-kurangnya. 4 (empat)buah tulangandowei dengan' ,aiio tulangandoweltidak bolehkurang dari 1olo. Padadua pertigap-anjang tiang yang dicor setempat harusdipasang tulanqan longitudinal denganrasio 0,75% tetapi tidak boleh kurangdari empat batang.Tulanlan spiral atau sengkangdengandiameter6 mm atau lebih besar haius dipasing dengian spasi tidak melebihi.22s mm kecuali pada ujung alas tiang harus diberikaripenlenungunyung memadai sepanjang katidiameter dua tiangtetapitidakbotehkurangOdritiOO mm Oengan jarakspasimaksimum sebesar mm. 75 Untuk tiang.pracelak, rasio tulangantongitudinal tidak boleh kurangdari 1% sedangkan tulangan. spiral atau sengkangtidak boleh kurang dari persyaraiantiang yang aicor Setemoat. 11.4.5 Persyaratan kepalaiembatan Persyaratan jembatanharussesuaidenganketentuan kepala yang berlakuuntukjembatan tioeB. 11.4.6 Pelrsyaratanpendetailan 11.4.6.1 Umum Mutubetondan.mutu yangdisyaratkan bajatulangan dalamkelentuan tidakbolehkurang ini dariketentuan dalamBaoian 4.

123 dati 125

tr

shn tar Per.n andahStruktt BetonuntukJenbdtah

'l1.4.6.2Persyaratan kolom a). Ukurankolom Ukuran penampang sisi kotom tidakboleh kurang dari4O0 mm. Perbandingan ukuran penampang tidak boleh lebih kecil dari 0,5 tetapi tidak lebih besardari 2. Perbandingan tinggi dengan ukuran penampang yang ditinjau tidak boleh kurang dari2,5. b) Rasiotulangan longitudinal Rasiotu,angan fongitudtnal tidakbolehkura dati 1 % dan tidakbolehlebihdai 6 % ng dan padadaerahsambungan tidakbolehlebihdari 8 %. c) d) Gaya geser rencana pada kolom harus ditanggungsepenuhnyaoleh tulangan transversal. Tulangan transversal untukpengekangan Inti kolomharus dibefikanpengekangan yang memadaimelaluilulanganspiralatau sengkang untuk menjamin tercapainya sendiplastispada ujung atas dan atau ujung bawahkolom. Kuattarik lelehtulangan transversal tidakbolehmelebihi kuat tarik lelehdaritulanoan longitudinal.

Rasiovolumetrik tulangan dari spiraltidakbolehkurangdari p,= 0,4s[As/Ac-1lf.,tfe, atau p"=0,t2f"ffyn Luasminimum daritulangan sengkang adalah 4"1=0,3 a hcf.'/frnlAg/Ac-llatau A,h= o,t2 a hcJ;'tfrh (i1.4-5) (11.44)

Tulangan transversal minimum dapat ditetapkan kurang dari ketenruan paoa persamaan (1'1.4-4) (11.4-S) atasasalkan dan di dapatdibuktikan denganperhitungan yanglebihrinciataudenganhasilpenelitian. Tulangan transversal boleh(erdiridari sengkang tertutuptunggalatau majemuk atau menggunakan kailsilang tertutup. Kaifsilang mempunyai kait 135o dengan perpanjangan sebesar^6 diameter kali (tetapitidak kurang dari 75 mm)padasalahs;tu ujungnyadan kait 900 dengan perpanjangan sebesaao kali diameierpaoa ujung |atnnya. e) Jaraktulangan transversal dalamdaerahpengekangan Tulangan transversal harus dipasang pada ujung atas dan bawahdari kolomdalam daerah sepaniang tidak boleh kutang dai ukuran penampang tetesar, seperenam tinggibe.sihkolomdan lebihbesaratausamadenoan 450 mm.

124dati125

Stor.lor Peren.nnuh Stmklu Relot unt\k Jenbalak

harus.dipasang denganspasi tidak metebihiseperempat dari ly]:-lgl penampang .l0O uKuran ]r,.ry:":l terkecildan lebih kecilatau sama dengan mm. Smbungan lewatan dari tulangan spiral dalam daerah pengekangan tidak dioerbolehkan Sambungan penyaluran Sambungan penyaluran harusditempatkan dipertengahan tinggikolom. Hanjang penyaturan haruslebihbesardarj400 mm dan 60 kaliAiameter batang. Tulangan padasambungan kansversal penyaturan harusdipasanq denqanspastttdak mereorht dari ukuran penampang terkecil dan lebih ke;il atau sama _-seperempat dengan'100 mm. Jaraksambungan penyaluran dua batang berdekatan dari haruslebihbesardari600 mm. 11.4.6.3Persyaratan pilar Perencanaan dalamsumbulemahmengikuti pilar ketentuan yang berlakupadakolom. Rasiotulangan longitudinar terhadap turangan lransversar harusrebihbesardari0,25o/o. Jaraktulangan vertikal dan horisontal haruslebihkecildari4SO mm. 1'1.4.6.4 Persyaratan hubungankolom Panjang daerahpenulangan transversal permukaan dari hubungan kolomharustebihbesar darisetengah ukuranterbesar penampang 37Smm. dan geser beton harus rebihkecirdari {icuntuk beton normardan Tegangan o,7sfc' untuk betonringan 11.4.6.5 Sambungankonstruksi pada pilar dan kolom Gayagesertotalpadasambungan konstruksi tidakbolehmelebihi

uj= o @,r. 0,75 P.) f!+

(11.46)

125 dati 125

LAMPIRAN Judul : StandarPerencanaan StrukturBetonuntuk Jembatan

Penyusun Konseptor: /
No 1

Nama lr. Lanny Hidayat, MSi lr. Lanneke Tristanto

Instansi PusatLitbang Prasarana Transportasi PusatLitbang Prasarana Transporiasl PusatLitbang Prasarana Transportasl Universitas lndonesia Universitas Indonesia Universitas lrdonesia

|r JokoPurnomo
4

DR.lr. F.X.Supartono DR.lr.Yuskar Lase

lr. EllyTjahjono, DEA