Anda di halaman 1dari 7

October 12, 2011

October 12, 2011 [ JANS HENDRY/EE&IT UGM, INDONESIA ]

[JANS HENDRY/EE&IT UGM, INDONESIA]

October 12, 2011 [ JANS HENDRY/EE&IT UGM, INDONESIA ]

HOW TO OBSERVE ARITHMATIC MEAN FILTER PERFORMANCE NUMERICALLY

The white bars in test pattern shown are 7 pixels wide and 210 pixels high. The separation between bars is 17 pixels. What would this image look like after application of

a. A 3 x 3 arithmatic mean filter?

b. A 7 x 7 arithmatic mean filter?

c. A 9 x 9 arithmatic mean filter?

7 arithmatic mean filter? c. A 9 x 9 arithmatic mean filter? Jawaban Arithmatic mean filter

Jawaban

Arithmatic mean filter menghitung nilai rerata dari citra yang tercampur derau g(x,y) dalam area S xy . Pada dasarnya filter ini akan mengubah nilai intensitas dari citra awal sehingga citra akhir (hasil) dihitung menggunakan rumus:

, =

1

,

,

Pada citra asli di atas terdapat dua komponen warna yakni hitam dan putih. Nilai citra tersebut bisa saja berupa nilai hexa, namun karena citranya hanya terdiri dua saja maka dapat di wakilkan dengan menggunakan angka biner. Karena kedua komponen warna citra tersebut biasa di representasikan sebagai warna yang saling bertolak belakang. Perlu diingat, dalam penyelesaian ini kasus berikut tiap pixel diwakili oleh koordinat.

Asumsi:

Warna Putih = 1 (0xffffff) Warna Hitam = 0 (0x000000)

Dengan asumsi tersebut maka nilai pada citra hasil filter dapat dihitung. Proses pemfilteran menggunakan cara ini mengharuskan tiap pixel mengalami proses pemfilteran sehingga dapat diperkirakan bahwa akan terbentuk citra baru dengan gradasi warna. Gradasi ini merupakan konskuensi dari filter ini. Dengan kata lain merupakan blur yang menghilangkan batas tajam antara hitam dan putih.

Dalam perhitungan akan di cuplik salah satu kotak putih yang tentu saja uniform dengan kotak putih lain nya sehingga hasil perhitungan dapat digunakan juga untuk kotak yang lain.

lain nya sehingga hasil perhitungan dapat digunakan juga untuk kotak yang lain. [ janshendry@gmail.com ] P
lain nya sehingga hasil perhitungan dapat digunakan juga untuk kotak yang lain. [ janshendry@gmail.com ] P

October 12, 2011

October 12, 2011 [ JANS HENDRY/EE&IT UGM, INDONESIA ]

[JANS HENDRY/EE&IT UGM, INDONESIA]

October 12, 2011 [ JANS HENDRY/EE&IT UGM, INDONESIA ]

Cuplikan citra asli yang telah diwakili dengan nilai intensitas:

0 1
0
0

1

23,17 17,17
23,17
17,17
20,17 23,226
20,17
23,226
17,122 17,226
17,122
17,226
0 1 23,17 17,17 20,17 23,226 17,122 17,226 G a m b a r 1 :
0 1 23,17 17,17 20,17 23,226 17,122 17,226 G a m b a r 1 :

Gambar1: intensitas untuk hitam dan putih

Gambar2: contoh koordinat pada salah satu kotak

a. 3 x 3 arithmatic filter

Perhitungan intensitas dilakukan pada tiap koordinat pixel. Jendela filter berukuran 3x3 yang akan digerakkan untuk tiap pixel. Sehingga titik tengah jendela filter merupakan koordinat pixel baru yang dicari. Nilai m = 3 dan n = 3.

Jendela filter yang digunakan adalah:

1 , = 3 3 , ∈ 1 1 1 1 1 1 1 1
1
, =
3 3
, ∈
1 1
1
1 1
1
1 1
1

,

Untuk penyederhanaan perhitungan, maka intensitas citra asli dan hasil filter ditampilkan dalam bentuk tabel (sebahagian koordinat):

x y
x
y
 

17 18

 

19 20

21

22 23

 

17

1 1

   

1 1

1

1 1

 

18

1 1

   

1 1

1

1 1

 

19

1 1

   

1 1

1

1 1

 

20

1 1

   

1 1

1

1 1

 

21

1 1

   

1 1

1

1 1

 

22

1 1

   

1 1

1

1 1

 

23

1 1

   

1 1

1

1 1

 

226

1

1

1

1

1

1

1

Tabel: intensitas citra asli

1 1 1 1 1 1 1 Tabel: intensitas citra asli x y 17 18 19
x y
x
y

17

18

19

20

21

22

23

 

17 4/9

6/9

6/9

6/9

6/9

6/9

4/9

 

18 6/9

9/9

9/9

9/9

9/9

9/9

6/9

 

19 6/9

9/9

9/9

9/9

9/9

9/9

6/9

20 6/9

 

9/9

9/9

9/9

9/9

9/9

6/9

21 6/9

 

9/9

9/9

9/9

9/9

9/9

6/9

22 6/9

 

9/9

9/9

9/9

9/9

9/9

6/9

23 6/9

 

9/9

9/9

9/9

9/9

9/9

6/9

226

4/9

6/9

6/9

6/9

6/9

6/9

4/9

Tabel: intensitas citra hasil filter

Perhitungan di bawah hanya beberapa koordinat saja untuk menunjukkan dalam menggunakan rumus.

Intensitas pada koordinat (17,17) dan (23,17):

16,16

17,16

18,16

• Intensitas pada koordinat (17,17) dan (23,17): 16,16 17,16 18,16 [ janshendry@gmail.com ] P a g
• Intensitas pada koordinat (17,17) dan (23,17): 16,16 17,16 18,16 [ janshendry@gmail.com ] P a g

October 12, 2011

October 12, 2011 [ JANS HENDRY/EE&IT UGM, INDONESIA ]

[JANS HENDRY/EE&IT UGM, INDONESIA]

October 12, 2011 [ JANS HENDRY/EE&IT UGM, INDONESIA ]

16,17

17,17

18,17

16,18

17,18

18,18

Koordinat citra

0 0 0 0 1 1 0 1 1
0
0 0
0
1 1
0
1 1

17,17

∑ 0 0 0 0

Intensitas tiap koordinat

1 1 0 1 1

17,17

Intensitas pada koordinat (18-22,17) , (18-22,226) dan (17,18-225) , (23,18-225):

17,16

18,16

19,16

17,17

18,17

19,17

17,18

18,18

19,18

0 0 0 1 1 1 1 1 1
0 0
0
1 1
1
1 1
1

18,17

∑ 0 0 0 1 1 1 1 1 1 18,17

Intensitas pada koordinat (18,18):

 

17,17

18,17

19,17

18,18

18,18

19,18

17,19

18,19

19,19

18,18

1 1 1 1 1 1 1 1 1
1 1
1
1 1
1
1 1
1

∑ 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18,18

1

Berdasarkan tabel citra hasil filter dapat disimpulkan bahwa:

1. Batas antara hitam dan putih berubah menjadi komponen warna abu-abu atau kejadian ini disebut sebagai blur.

2. Sudut pada kotak hasil filter masih berupa siku yang blur.

3. Area putih pada citra hasil menjadi sempit.

Sehingga ukuran kotak berwarna putih yang baru adalah:

Lebar = (7-2) pixels = 5 pixels

Tinggi = (210-2) pixels = 208 pixels

Dan hasil ini berlaku untuk semua kotak berwarna putih yang lain. Dengan demikian citra yang dihasilkan kurang lebih berbentuk seperti gambar di bawah ini:

citra yang dihasilkan kurang lebih berbentuk seperti gambar di bawah ini: [ janshendry@gmail.com ] P a
citra yang dihasilkan kurang lebih berbentuk seperti gambar di bawah ini: [ janshendry@gmail.com ] P a
citra yang dihasilkan kurang lebih berbentuk seperti gambar di bawah ini: [ janshendry@gmail.com ] P a

October 12, 2011

October 12, 2011 [ JANS HENDRY/EE&IT UGM, INDONESIA ]

[JANS HENDRY/EE&IT UGM, INDONESIA]

October 12, 2011 [ JANS HENDRY/EE&IT UGM, INDONESIA ]

b. 7 x 7 arithmatic filter

Filter ini sama dengan filter pada kasus (a) hanya ukuran jendelanya menjadi 7x7. Nilai m = 7 dan n = 7. Sama halnya dengan penyelesaian pada kasus diatas, tiap pixel harus mengalami proses pemfilteran.

Jendela filter yang digunakan adalah:

, =

1

7 7

,

,

1 1

1 1

1

1 1

1 1

1 1

1

1 1

1 1

1 1

1

1 1

1 1

1 1

1

1 1

1 1

1 1

1

1 1

1 1

1 1

1

1 1

1 1

1 1

1

1 1

Untuk penyederhanaan perhitungan, maka intensitas citra asli dan hasil filter ditampilkan dalam bentuk tabel (sebahagian koordinat):

x y
x
y

17

18

19

20 21

 

22

23

17 1

 

1

1

1 1

 

1

1

18 1

 

1

1

1 1

 

1

1

19 1

 

1

1

1 1

 

1

1

20 1

 

1

1

1 1

 

1

1

21 1

 

1

1

1 1

 

1

1

22 1

 

1

1

1 1

 

1

1

23 1

 

1

1

1 1

 

1

1

24 1

 

1

1

1 1

 

1

1

25 1

 

1

1

1 1

 

1

1

26 1

 

1

1

1 1

 

1

1

27 1

 

1

1

1 1

 

1

1

226

1

1

1

1

1

1

1

Tabel: intensitas citra asli

i n t e n s i t a s c i t r a a
x y
x
y

17

18

19

20

21

22

23

17 16

 

20

24

28

24

20

16

18 20

 

25

30

35

30

25

20

19 24

 

30

36

42

36

30

24

20 28

 

35

42

49

42

35

28

21 28

 

35

42

49

42

35

28

22 28

 

35

42

49

42

35

28

23 28

 

35

42

49

42

35

28

24 28

 

35

42

49

42

35

28

25 28

 

35

42

49

42

35

28

26 28

 

35

42

49

42

35

28

27 28

 

35

42

49

42

35

28

226

16

20

24

28

24

20

16

Tabel: intensitas citra hasil filter

Perlu dicatat bahwa tiap nilai intensitas pada tabel citra hasil filter memiliki faktor pengali

di bawah hanya mewakili saja.

. Perhitungan

Untuk koordinat (17,17) dan (23,17) = 17,17 =

14,14

15,14

16,14

17,14

18,14

19,14

20,14

 

0

0

0

0

0

0

0

14,15

15,15

16,15

17,15

18,15

19,15

20,15

14,15 15,15 16,15 17,15 18,15 19,15 20,15 0 0 0 0 0 0 0

0

0

0

0

0

0

0

14,16

15,16

16,16

17,16

18,16

19,16

20,16

0

0

0

0

0

0

0

14,17

15,17

16,17

17,17

18,17

19,17

20,17

0

0

0

1

1

1

1

14,18

15,18

16,18

17,18

18,18

19,18

20,18

 

0

0

0

1

1

1

1

14,19

15,19

16,19

17,19

18,19

19,19

20,19

0

0

0

1

1

1

1

14,20

15,20

16,20

17,20

18,20

19,20

20,20

0

0

0

1

1

1

1

16,20 17,20 18,20 19,20 20,20 0 0 0 1 1 1 1 [ janshendry@gmail.com ] P
16,20 17,20 18,20 19,20 20,20 0 0 0 1 1 1 1 [ janshendry@gmail.com ] P

October 12, 2011

October 12, 2011 [ JANS HENDRY/EE&IT UGM, INDONESIA ]

[JANS HENDRY/EE&IT UGM, INDONESIA]

October 12, 2011 [ JANS HENDRY/EE&IT UGM, INDONESIA ]

Untuk koordinat (18,17) dan (22,17) = 18,17 =

Untuk koordinat (19,17) dan (21,17) = 19,17 =

Untuk koordinat (20,17) = 20,17 =

Untuk koordinat (20,20) = 20,20 =

= 1

Dari tabel hasil filter dapat diamati bahwa:

1. Sudut-sudut dari kotak memiliki keberagaman intensitas yang berarti bahwa sudut tersebut tidak lagi berupa siku tapi lebih berupa bagian tidak bersudut (round).

2. Nilai intensitas 1 hanya selebar 1 pixel.

3. Terdapat gradasi warna dari hitam menuju putih sehingga sisi-sisi kotak putih dari citra asli tergantikan menjadi blur.

Sehingga citra hasil filter memiliki ukuran:

Lebar = (7 – 6) pixel = 1 pixel

Tinggi = (210 – 6) pixel = 204 pixels

Dan hasil ini berlaku untuk semua kotak berwarna putih yang lain. Dengan demikian citra yang dihasilkan kurang lebih berbentuk seperti gambar di bawah ini:

c. 9 x 9 arithmatic filter

seperti gambar di bawah ini: c. 9 x 9 arithmatic filter Cara kerja filter 9x9 serupa

Cara kerja filter 9x9 serupa dengan kasus-kasus sebelumnya. Nilai m = 9 dan n = 9. Sehingga rumus umum nya menjadi:

, =

1

9 9

,

,

Jendela filter yang digunakan adalah:

1 1

1 1

1 1

1 1

1

1 1

1 1

1 1

1 1

1

1 1

1 1

1 1

1 1

1

1 1

1 1

1 1

1 1

1

1 1

1 1

1 1

1 1

1

1 1

1 1

1 1

1 1

1

1 1

1 1

1 1

1 1

1

1 1

1 1

1 1

1 1

1

1 1

1 1

1 1

1 1

1

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

October 12, 2011

October 12, 2011 [ JANS HENDRY/EE&IT UGM, INDONESIA ]

[JANS HENDRY/EE&IT UGM, INDONESIA]

October 12, 2011 [ JANS HENDRY/EE&IT UGM, INDONESIA ]

Bisa diperkirakan bahwa citra hasil filter tidak akan memiliki komponen warna putih (intensitas = 1), karena lebar pixel citra asli kurang dari lebar jendela filter yang digunakan.

Untuk penyederhanaan perhitungan, maka intensitas citra asli dan hasil filter ditampilkan dalam bentuk tabel (sebahagian koordinat):

x y
x
y
 

17 18

19

20 21

 

22

23

 

1 1

17 1

 

1 1

 

1

1

 

1 1

18 1

 

1 1

 

1

1

 

1 1

19 1

 

1 1

 

1

1

 

1 1

20 1

 

1 1

 

1

1

 

1 1

21 1

 

1 1

 

1

1

 

1 1

22 1

 

1 1

 

1

1

 

1 1

23 1

 

1 1

 

1

1

 

1 1

24 1

 

1 1

 

1

1

 

1 1

25 1

 

1 1

 

1

1

 

1 1

26 1

 

1 1

 

1

1

 

1 1

27 1

 

1 1

 

1

1

226

1

1

1

1

1

1

1

Tabel: intensitas citra asli

1 1 1 1 1 1 1 Tabel: intensitas citra asli x y 17 18 19
x y
x
y

17

18

19

20

21

22

23

17 25

 

30

35

35

35

30

25

18 30

 

36

42

42

42

36

30

19 35

 

42

49

49

49

42

35

20 40

 

48

56

56

56

48

40

21 45

 

54

63

63

63

54

45

22 45

 

54

63

63

63

54

45

23 45

 

54

63

63

63

54

45

24 45

 

54

63

63

63

54

45

25 45

 

54

63

63

63

54

45

26 45

 

54

63

63

63

54

45

27 45

 

54

63

63

63

54

45

226

25

30

35

35

35

30

25

Tabel: intensitas citra hasil filter

Perlu dicatat bahwa tiap nilai intensitas pada tabel citra hasil filter memiliki faktor pengali

di bawah hanya mewakili saja.

. Perhitungan

Untuk koordinat (17,17) dan (23,17) = 17,17 =

13,13

14,13

15,13

16,13

17,13

18,13

19,13

20,13

21,13

13,14

14,14

15,14

16,14

17,14

18,14

19,14

20,14

21,14

13,15

14,15

15,15

16,15

17,15

18,15

19,15

20,15

21,15

13,16

14,16

15,16

16,16

17,16

18,16

19,16

20,16

21,16

13,17

14,17

15,17

16,17

17,17

18,17

19,17

20,17

21,17

13,18

14,18

15,18

16,18

17,18

18,18

19,18

20,18

21,18

13,19

14,19

15,19

16,19

17,19

18,19

19,19

20,19

21,19

13,20

14,20

15,20

16,20

17,20

18,20

19,20

20,20

21,20

13,21

14,21

15,21

16,21

17,21

18,21

19,21

20,21

21,21

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

1

1

1

1

0

0

0

0

1

1

1

1

1

0

0

0

0

1

1

1

1

1

0

0

0

0

1

1

1

1

1

0

0

0

0

1

1

1

1

1

Berdasarkan tabel intensitas citra hasil filter dapat disimpulkan bahwa:

1. Semua nilai intensitas tidak ada yang memiliki intensitas = 1, artinya semua komponen mengalami proses blur.

2. Semua sudut kotak akan berubah menjadi sudut tidak bersiku (round).

Hasil tersebut berlaku untuk semua kotak. Gambar dibawah menunjukkan citra hasil filter:

berlaku untuk semua kotak. Gambar dibawah menunjukkan citra hasil filter: [ janshendry@gmail.com ] P a g
berlaku untuk semua kotak. Gambar dibawah menunjukkan citra hasil filter: [ janshendry@gmail.com ] P a g

October 12, 2011

October 12, 2011 [ JANS HENDRY/EE&IT UGM, INDONESIA ]

[JANS HENDRY/EE&IT UGM, INDONESIA]

October 12, 2011 [ JANS HENDRY/EE&IT UGM, INDONESIA ]
October 12, 2011 [ JANS HENDRY/EE&IT UGM, INDONESIA ] ~~~ TERIMA KASIH ~~~ This problem was

~~~ TERIMA KASIH ~~~

This problem was take from Digital Image Processing by Gonzalez.

KASIH ~~~ This problem was take from Digital Image Processing by Gonzalez. [ janshendry@gmail.com ] P
KASIH ~~~ This problem was take from Digital Image Processing by Gonzalez. [ janshendry@gmail.com ] P