Anda di halaman 1dari 12

Dont think youve seen the last of me. Ill get my revenge.

If you even for a second your going to win, youre lying to to yourself.

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM LABORATORIUM ILMU KIMIA

LAPORAN PRAKTIKUM NO 2 Nama NIM Jurusan Regu Kelompok Tanggal Tugas Buku Bacaan : Ari Hendriayana : 4314000027 : Kimia : 2B : Ani, Nirmala : 17 Desember 2005 : Kelarutan dan Koefisien Aktivitas Elektrolit Kuat :

Ari Hendriayana arhie_hend@yahoo.com Hanya boleh disebarkan untuk tujuan nonprofit

Dont think youve seen the last of me. Ill get my revenge. If you even for a second your going to win, youre lying to to yourself.

I.

TUJUAN a. ion. b. c. Menghitung kelarutan barium iodat ada I = 0 dengan jalan ekstrapolasi. Menghitung koefisien aktivitas rata-rata barium iodat pada berbagai nilai I dan Mengukur kelarutan barium iodat dalam larutan KCl dengan berbagai kekuatan

menguji penggunaan hukum Debye-Huckle. II. LATAR BELAKANG TEORI Salah satu cara untuk menunjukkan hubungan antara kekuatan ion dan aktvitas ion adalah mempelajari perubahan kelarutan elektrolit yang sedikit larut (misalnya Ba (IO 3)2) sebagai aikbat adanya penambahan elektrolit lain (bukan ion senama, misalnya KCl). Agar hukum Debye-Huckel dapat diterapkan, konsentrasi larutan elektrolit sedikit larut tersebut harus diukur dengan tepat walaupun konsentrasinya rendah. Selain itu kelarutannya dalam air harus berada dalam batas kisaran hukum Debye-Huckel, yaitu kelarutan ion<0,01 M untuk elektrolit 1-1 (uni-univalen). Salah satu elektrolit yang memenuhi kriteria di atas adalah Ba(IO3)2 yang konsentrasinya dapat di tentukan dengan menggunakan metode volumetrik yang sederhana. Dengan menganalisis data yang diperoleh akan didapat koefisien ativitas rata-rata (y). Aktivitas atau koefisien aktivitas suatu individu ion secara percobaan tidak dapat ditentukan, karena itu di definisikan aktivitas rata-rata a, dan koefisien aktivitas rata rata y yang untuk elektrolit 1-2 (uni-bivalen) didefinisikan sebagai berikut: a = (a+ a-2)1/3 y = (y+ y-2)1/3 c = (c+ c-2)1/3 Bila nilai konsentrasi (c) dinyatakan dalam mol/liter, maka berdasarkan definisi diatas di peroleh: a = y.c = Ka1/3 = konstanta (2) (1)

Dalam hal ini, a adalah hasil kali aktivitas kelarutan yang dapat di turunkan sebagai berikut: Ba(IO3)2
2 Ka a Ba 2 .aIO
3

Ba2+ + 2IO3(4)

(3)

Ari Hendriayana arhie_hend@yahoo.com Hanya boleh disebarkan untuk tujuan nonprofit

Dont think youve seen the last of me. Ill get my revenge. If you even for a second your going to win, youre lying to to yourself.

Misalnya dalam larutan terdapat elektrolit lain yang tidak mengandung ion senama dengan Ba(IO3)2 (misal KCl) dan anggap kelarutan Ba(IO3)2 dalam air adalah s mol/liter, maka c+ (konsentrasi ion Ba2+ dalam larutan) = s mol/liter dan c- (konsentrasi ion IO3dalam larutan)= 2s mol/liter. Dari persamaan (1) akan diperoleh: c = 159 s Dengan menggabungkan persamaan (5) dengan persamaan (2) diperoleh sy = (Ka1/3/1,5) = konstanta = so (6) (5)

Dalam hal ini so adalah kelarutan teoritis bila y mendekati 1 satu (=1) yaitu pada keadaan dimana kekuatan ion sama dengan nol (I=0). Karena y selalu menurun dengan meningkatnya kekuatan ion, maka baik kelarutan dan hasil kali kelarutan, Ksp (dinyatakan dalam onsentrasi, bukan dalam aktivitas) dari elektrolit yang sedikit larut akan meningkat dengan adanya penambahan elektrolit lain yang tidak mengandung ion senama. Jika nilai so dapat ditentukan dengan jalan ekstrapolasi ke kekuatan ion sama dengan nol, maka y pada berbagai konsentrasi akan dapat dihitung (y = so/s). Pada larutan elektrolit, s bergantung pada kekuatan ion yang didefinisikan sebagai:
I 1 / 2 c i Z i2

(7)

Keterangan: ci = konsentrasi ion ke-i dalam mol/liter zi = muatan ion ke-i Kekuatan ion (I) harus dihitung berdasarkan semua ion yang berada di dalam larutan. Nilai I terendah yang dapat digunakan untuk mengukur kelarutan dibatasi oleh kelarutan elektrolit dalam air. Ekstrapolasi ke kekuatan ion sama dengan nol, dilakukan berdasarkan teori Debye-Huckle untuk elektrolit kuat. Teori Debye-Huckle menyatakan bahwa untuk larutan dengan kekuatan ion yang rendah (I<0,01) untuk eletrolit univalen (1-1), koefisien aktivitas rata-rata suatu elektrolit yang berdisosiasi menjadi ion bermuatan Z+ dan Z- dapat dihitung dengan menggunakan persamaan: Log y = -A|Z+.Z-|I) Gabungan persamaan (6) dan (8) untuk Ba(IO3)3 diperoleh: Log s = log so + 2A1 Jadi, pada kekuatan ion yang rendah kurva log s sebagai fungsi I1/2 akan berupa garis lurus. III. ALAT DAN BAHAN (8) A = tetapan dan untuk larutan dengan pelarut air pada suhu 25C nilainya adalah 0,509.

Ari Hendriayana arhie_hend@yahoo.com Hanya boleh disebarkan untuk tujuan nonprofit

Dont think youve seen the last of me. Ill get my revenge. If you even for a second your going to win, youre lying to to yourself.

a. 1. 2. b. 1. 2. 3. 4. 5. 6. IV.

Alat: Labu erlenmeyer 250 ml Buret Bahan KCl 0,1 M Ba(IO3)2 (dapat disiapkan dari pencampuran NaIO3 dan BaCl2) Na2S2O3 0,01 M HCl 1 M KI 0,5 g/L Kanji 1% 3. Labu takar 250 ml 4. Labu takar 100 ml 5. Pipet 25 ml

CARA KERJA

V.

DATA PENGAMATAN No. Labu 1 2 3 4 Konsentrasi lar KCl (M) 0.10 0.05 0.02 0.01 Volume tiosulfat (ml) V1 V2 13.7 9.2 7.9 7.7

Ari Hendriayana arhie_hend@yahoo.com Hanya boleh disebarkan untuk tujuan nonprofit

Dont think youve seen the last of me. Ill get my revenge. If you even for a second your going to win, youre lying to to yourself.

VI.

5 6 7 PEMBAHASAN

0.05 0.02 0.00

6.8 4.2

5.4 4.2

Percobaan ini bertujuan untuk mengukur kelarutan barium iodat dalam larutan KCl dengan berbagai kekuatan ion, menghitung kelarutan barium iodat pada I = 0 dan menghitung koefisien aktivitas rata-rata barium iodat pada berbagai I serta menguji penggunakan hukum Debye-Huckle. Untuk menunjukkan antara kekuatan ion dan aktivitas ion dapat dilihat dari perubahan kelarutan elekttrolit yang sedikit larut dalam air, dalam hal ini Ba(IO3)2. Sebagai akibat penambahan elektrolit lain bukan senama KCl, dari hasil perhitungan diperoleh grafik hubungan I terhadap kelarutan. Dapat dilihat bahwa kelarutan akan naik dengan naiknya konsentrasi. Demikian juga sebaliknya, dari grafik plot s terhadap I diperoleh persamaan regresi linear y = 7.7913x - 4.002 yang sebanding dengan persamaan log s = 2A I + log so. Dengan jalan ekstrapolasi (x = 0) diperoleh log s = -4,002 dn kelarutan (s) = 9.54.10-5. Dari percobaaan yang telah dilakukan diperoleh grafik sebagai berikut:
Grafik
0 -0.5 0 -1 -1.5 -2 -2.5 -3 -3.5 -4 -4.5

vs log s

0.05

0.1

0.15

0.2

0.25

0.3

0.35

log s

y = 7.7913x - 4.002 R2 = 0.9068

Grafik
0 -0.05 0 -0.1 -0.15 0.05 0.1 0.15

vs log y

0.2

0.25

0.3

0.35

y -0.2
-0.25 -0.3 -0.35 y = -1.018x - 3E-16 R2 = 1

Ari Hendriayana arhie_hend@yahoo.com Hanya boleh disebarkan untuk tujuan nonprofit

Dont think youve seen the last of me. Ill get my revenge. If you even for a second your going to win, youre lying to to yourself.

Kelarutan pada larutan elektrolit bergantung pada kekuatan ion, dimana kelarutan semakin meningkat dengan meningkatnya kekuatan ion. Teori Debye-Huckle memprediksi bahwa logaritma koefisien ionik rata-rata adalah fungsi linear dari akar pangkat dua kekuatan ionik dan slopenya bernilai negatif. Koefisien aktivitas ionik hanya bergantung pada muatan ion dan konsentrasinya. Hubungan antara keduanya dapat dilihat dari grafik yang diperoleh dari hasil perhitungan. Sesuai grafik dapat dilihat bahwa koefisien aktivitas ionik rata-rata naik dengan turunnya konsentrasi. Hasil percobaan kurang sempurna, mungkin disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya: 1. misalnya pada saat menimbang bahan. 2. 3. VII. JAWABAN PERTANYAAN T = 25C Konstanta dielektrik = 78,5 e = 1,6. 10-19 NA = 6,02.10-23 mol k = 1,381.10-23 J/mol A = ......? H2O I = (10-7 + 10-7) = 10-7 ln y =
e 3 Z1 Z 2

Kekurangtelitian praktikan saat percobaan, Validitas alat yang digunakan. Kesalahan analisa data.

H+ + OH-

KT

3/ 2

2 A1 N 100

= 0,00953.10-30. VIII. KESIMPULAN DAN SARAN a. Kesimpulan o o M. o Koefisien aktivitas rata-rata barium iodat (y) pada berbagai nilai I dapat dilihat pada tabel lampiran. Kelarutan barium iodat semakin menurun dalam larutan KCl yang Kelarutan barium iodat pada I = 0 dengan ekstrapolasi adalah 9.54.10-5 konsentrasinya semakin rendah dengan kekuatan ion yang semakin besar.

Ari Hendriayana arhie_hend@yahoo.com Hanya boleh disebarkan untuk tujuan nonprofit

Dont think youve seen the last of me. Ill get my revenge. If you even for a second your going to win, youre lying to to yourself.

o b. Saran 1. 2. 3.

Koefisien aktivitas ionik rata-rata semakin meningkat dengan turunnya

konsentrasi. Praktikan hendaknya melakukan persiapan secara matang. Praktikan lebih teliti dalam melakukan pengamatam Alat yang digunakan sesuai dengan standar.

IX.

DAFTAR PUSTAKA 1. 2. Tim Dosen Kimia Fisika. 2004. Petunjuk Praktikum Kimia Fisika I. Wahyuni, Sri. 2003. Buku Ajar KIMIA FISIKA 2. Semarang. Unnes. Semarang. Jurusan Kimia FMIPA UNNES.

Mengetahui, Dosen Pengampu

Semarang, 29 Desember 2005 Praktikan

Ir. Sri Wahyuni, M.Si NIP

Ari Hendriayana NIM 4314000027

Ari Hendriayana arhie_hend@yahoo.com Hanya boleh disebarkan untuk tujuan nonprofit

Dont think youve seen the last of me. Ill get my revenge. If you even for a second your going to win, youre lying to to yourself.

ANALISA DATA Labu 1 Tidak ada data Labu 2 Konsentrasi larutan jenuh IO3V1 = 13,7 ml V1.M1 = V2.M2 13,7 .0,05 = 25.M2 M2 = 0,0274 Kelarutan (s) Ba(IO3)2 s = 0,0274 x 2 = 0,137 Kekuatan ion (I) KCl Ba(IO3)2 K+ + ClBa2+ + 2 IO3V2 = 25 ml M1 = 0,05 M

I = {[K+] + [Cl-] + [IO-] + [Ba2+]} I = {0,05 + 0,05 + 0,0274 + (2 x 0,0274)} = 0,0911


I

= 0,301827765

log so = log s - |2A- I | = -1,863279433 - |2 x 0,509 - 0,301827765| = -2,170540098 so = 0,006752427 Koefisien aktivitas ionik (y) y = so/s = 0,006752427 / 0,0137 = 0,492877888 log y = -0,307260665 Labu 3 Konsentrasi larutan jenuh IO3Ari Hendriayana arhie_hend@yahoo.com Hanya boleh disebarkan untuk tujuan nonprofit

Dont think youve seen the last of me. Ill get my revenge. If you even for a second your going to win, youre lying to to yourself.

V1 = 9,2 ml V1.M1 = V2.M2 9,2 .0,02 = 25.M2 M2 = 0,00736 Kelarutan (s) Ba(IO3)2

V2 = 25 ml

M1 = 0,02 M

s = 0,00736 x 2 = 0.00368 Kekuatan ion (I) KCl Ba(IO3)2 K+ + ClBa2+ + 2 IO3-

I = {[K+] + [Cl-] + [IO-] + [Ba2+]} I = {0,02 + 0,02 + 0,00736 + (2 x 0,00736)} = 0.031040


I

= 0,176181724

log so = log s - |2A- I | = -2,434152181 - |2 x 0,509 - 0,176181724| = -2,613505177 so = 0,002434977 Koefisien aktivitas ionik (y) y = so/s = 0,002434977 / 0,00368= 0,492877888 log y = -0,179352995 Labu 4 Konsentrasi larutan jenuh IO3V1 = 7,8 ml V1.M1 = V2.M2 7,8.0,01 = 25.M2 M2 = 0,00312 Kelarutan (s) Ba(IO3)2 s = 0,00312 x 2 = 0,00156 Kekuatan ion (I) KCl Ba(IO3)2 K+ + ClBa2+ + 2 IO3V2 = 25 ml M1 = 0,01 M

I = {[K+] + [Cl-] + [IO-] + [Ba2+]} I = {0,01 + 0,01 + 0,00312 + (2 x 0,00312)} = 0,014680


I

= 0,121161050

log so = log s - |2A- I | = -2,806875402 - |2 x 0,509 0,121161050| = -2,93021735 so = 0,00117431 Koefisien aktivitas ionik (y) y = so/s = 0,00117431 / 0,00156 = 0,752762631 Ari Hendriayana arhie_hend@yahoo.com Hanya boleh disebarkan untuk tujuan nonprofit

Dont think youve seen the last of me. Ill get my revenge. If you even for a second your going to win, youre lying to to yourself.

log y = -0,123341949 Labu 5 Konsentrasi larutan jenuh IO3V1 = 6,8 ml V1.M1 = V2.M2 6,8 .0,005 = 25.M2 M2 = 0,00136 Kelarutan (s) Ba(IO3)2 s = 0,00136 x 2 = 0,00068 Kekuatan ion (I) KCl Ba(IO3)2 K+ + ClBa2+ + 2 IO3V2 = 25 ml M1 = 0,005 M

I = {[K+] + [Cl-] + [IO-] + [Ba2+]} I = {0,005 + 0,005 + 0,00136 + (2 x 0,00136)} = 0,007040


I

= 0,083904708

log so = log s - |2A- I | = -3,167491087 - |2 x 0,509 - 0,083904708| = -3,25290608 so = 0,000558591 Koefisien aktivitas ionik (y) y = so/s = 0,000558591 / 0,00068 = 0,821457327 log y = -0,085414993 Labu 6 Konsentrasi larutan jenuh IO3V1 = 5,4 ml V1.M1 = V2.M2 5,4 .0,002 = 25.M2 M2 = 0,000432 Kelarutan (s) Ba(IO3)2 s = 0,000432 x 2 = 0,000216 Kekuatan ion (I) KCl Ba(IO3)2 K+ + ClBa2+ + 2 IO3V2 = 25 ml M1 = 0,002 M

I = {[K+] + [Cl-] + [IO-] + [Ba2+]} I = {0,002 + 0,002 + 0,000432 + (2 x 0,000432)} = 0.002648


I

= 0,051458721

log so = log s - |2A- I | = -3,665546249 - |2 x 0,509 - 0,051458721| = -3,717931227 Ari Hendriayana arhie_hend@yahoo.com Hanya boleh disebarkan untuk tujuan nonprofit

Dont think youve seen the last of me. Ill get my revenge. If you even for a second your going to win, youre lying to to yourself.

so = 0,000191456 Koefisien aktivitas ionik (y) y = so/s = 0,000191456 / 0,000216 = 0,886369945 log y = -0,052384978 Labu 7 Konsentrasi larutan jenuh IO3V1 = 4,2 ml V1.M1 = V2.M2 4,2 .0,001 = 25.M2 M2 = 0,000168 Kelarutan (s) Ba(IO3)2 s = 0,000168 x 2 = 0,000084 Kekuatan ion (I) KCl Ba(IO3)2 K+ + ClBa2+ + 2 IO3V2 = 25 ml M1 = 0,001 M

I = {[K+] + [Cl-] + [IO-] + [Ba2+]} I = {0,001 + 0,001 + 0,000168 + (2 x 0,000168)} = 0,001252


I

= 0,035383612

log so = log s - |2A- I | = -4,075720714 - |2 x 0,509 - 0,035383612| = -4,111741231 so = 0,00007731 Koefisien aktivitas ionik (y) y = so/s = 0,00007731 / 0,000084 = 0,920406089 log y = -0,036020517 Hasil perhitungan di atas dapat disusun ke dalam tabel berikut: No. Labu 1 2 3 4 5 6 Konsentrasi lar KCl (M) 0.1 0.05 0.02 0.01 0.005 0.002 Volume tiosulfat (ml) V1 7.9 6.8 V2 13.7 9.2 7.7 5.4 Konsentrasi lar jenuh iodat (M) 0.0274 0.00736 0.00312 0.00136 0.000432 Kelarutan (s) barium iodat (M) 0.0137 0.00368 0.00156 0.00068 0.000216 log s 1.863279433 2.434152181 2.806875402 3.167491087 3.665546249

Ari Hendriayana arhie_hend@yahoo.com Hanya boleh disebarkan untuk tujuan nonprofit

Dont think youve seen the last of me. Ill get my revenge. If you even for a second your going to win, youre lying to to yourself.

7 No. Labu 1 2 3 4 5 6 7

0.001 Kekuatan ion (I) 0.091100 0.031040 0.014680 0.007040 0.002648 0.001252

4.2

4.2

0.000168

0.000084

4.075720714

so/s (y) 0.49287788 8 0.66167847 2 0.75276263 1 0.82145732 7 0.88636994 5 0.92040608 9

log y 0.307260665 0.179352995 0.123341949 0.085414993 0.052384978 0.036020517

0.30182776 5 0.17618172 4 0.12116105 0 0.08390470 8 0.05145872 1 0.03538361 2

Ari Hendriayana arhie_hend@yahoo.com Hanya boleh disebarkan untuk tujuan nonprofit