Anda di halaman 1dari 6

BOILER(STEAM GENERATOR)

Boiler adalah alat yang digunakan untuk mengubah water menjadi steam,lebih spesifiknya boiler mengubah energi kimia dalam bahan bakar menjadi energy panas dalam steam. 1.1.Klasifikasi boiler A.Berdasarkan aliran yang melalui tube nya fire/smoke/flue tube atau shell type boilers : dimana flue gasnya didalam tube sedangkan airnya diluar tube.

Water tube boilers : dimana air didalam tube sedangkan flue gasnya diluar

Combination (combo boiler) dimana aliran flue gas dan water dua-duanya berada didalam dan diluar tube,pada boiler ini terdapat external furnace dan shell type boiler yang berurutan.

Fire tube boilers biasanya cocok untuk : Bahan bakar yang bersih seperti oil dan gas,karena bahan bakar yang kotor menyebabkan fouling dan erosi pada tube Ukuran yang lebih kecil lebih dari 35 tph,terbatas pada ukuran shell nya Superheater yang kecil (SHs) 50C,untuk mengatur masalah mengakomodasi besar permukaan SH Pressure yang kecil,biasanya < 25 atm terbatas oleh kapasitas pressure penahan pada shell

Jenis boiler diatas populer dalam proses industri untuk kebutuhan uap kecil meskipun : Keselamatan yang buruk,terletak pada desainnya Efisiensi thermal yang rendah Efek yang buruk bagi lingkungan ,diutamakan karena ongkos yang rendah,ukuran yang kompak,dan pengiriman yang cepat. B.Berdasarkan penggunaannya Industrial boilers

Utility boilers Marine boilers Nuclear boilers

B.Berdasarkan tipe pembakarannya Mass/pile burning boilers Stoker-fi red boilers

Burner-fired boilers Bubbling fluidized bed combustion (BFBC) boilers Circulating fluidized bed combustion (CFBC) boilers Pulverized fuel (PF) boilers Liquor-fi red boilers Waste heat boilers

C.Berdasarkan operating pressure Subcritical boilers Supercritical (SC) boilers

D.Berdasarkan sirkulasinya

Natural circulation or drum-type boilers Forced circulation boilers Once-through (OT) or no-drum boilers

E.Berdasarkan sirkulasinya Natural or balanced draft boilers Forced draft (FD) or pressurized fi red boilers Boilers can be further classifi ed based on construction features.

F.Berdasarkan pada konstruksinya Package boilers Field-erected boilers

G.Berdasarkan pada type penyangganya Top-supported boilers Bottom-supported boilers Middle- and girdle-supported boilers

H.Berdasarkan konstruksi pembakarannya Two-pass boilers One and a half-pass boilers Single or tower-type boilers Down-shot boiler

1.6.TEST PERFORMA PADA BOILER A.input output method Adalah metode paling simple untuk menghitung efisiensi,yang dapat memberikan perkiraan nilai yang benar,tetapi dengan toleransi yang luas. B.heat loss method(indirect method) Praktis karena tidak dibutuhkan pengukuran aliran untuk menghitung efisiensy Lebih akurat karena tidak melibatkan pengukuran hanya loss nya saja bukan efisiensinya.

ASME PTC 4.1 (1946 dan 1991) menjelaskan prosedur test lebih ringkas lebih cocok untuk test rutin semua boiler,test penerimaan pada boiler industri. Hanya loses mayor dan hanya panas kimia dari bahan bakar yang dipakai untuk input. Pengukuran utama pada heat loss method untuk menghitung efisiensi antara lain : Temperature (feed in,SH out,RH in,RH out,exit gs,dan udara sekitar) Pressure (SH out,drum ,SH in,RH out feed) Analisis flue gas pada exit yang lebih dipilih oleh orsat analyzer Heating values pada abu dan bahan bakar

C.perhitungan efisiensi dari hasil test performa Prinsip perhitungan efisiensy : Losses 1a, 1b, and 2 are calculated from test results. Loss 3 is read from ABMA chart. Loss 4 is agreed before the test.

Kode diatas mengikuti formula loses 1a,1b,dan 2 menngunakan Flue gas analysis (CO2, CO, O2, N2 percent by volume in dry fl ue) Fuel analysis (C, H, S percent in fuel) Carbon in fl ue gas (Cg) and ash in percent by weight Temperature of exit gas and inlet air GCV or NCV in kilocalories per kilogram

Loss 1a : Dry gas loss (Ldg)% = Wx24(Tg_Ta) GCV Dimana W adalah berat dari dry flue gas per kilogram of fuel W = 11CO2 + 7(CO + N2) + 8O2 (Cg + S ) 3 (CO2 + CO) 183

Dimana Cgadalah berat karbon pada flue gas perkilogram bahan bakar

Loss 1b :

Moisture loss (Lm)% = [(100-Ta) + 539 + 0,5 (Tg -100)](9H2 + m) GCV Loss 2 : Unburnt loss (Lub)% = percent in fuel x Ca x 80,78 GCV Dimana Ca adalah presentase fly and bottom atau bed ash yang mudah terbakar.