0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
95 tayangan190 halaman

Kitab Tauhid: Panduan Lengkap Tauhid

Dokumen tersebut merupakan daftar isi dari kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Kitab ini membahas tentang tauhid dan larangan syirik, dengan membagi pembahasan ke dalam 51 bab. Kitab ini diterbitkan oleh Pustaka Syabab, diterjemahkan oleh Tim Ahli Akademi Matan, dan dicetak pada Sya'ban 1440 H/April 2019 M.

Diunggah oleh

borwita.report
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
95 tayangan190 halaman

Kitab Tauhid: Panduan Lengkap Tauhid

Dokumen tersebut merupakan daftar isi dari kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Kitab ini membahas tentang tauhid dan larangan syirik, dengan membagi pembahasan ke dalam 51 bab. Kitab ini diterbitkan oleh Pustaka Syabab, diterjemahkan oleh Tim Ahli Akademi Matan, dan dicetak pada Sya'ban 1440 H/April 2019 M.

Diunggah oleh

borwita.report
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab At-Tamimi

Judul Buku
Kitabut Tauhid

Penerbit
Pustaka Syabab

Penerjemah
Tim Ahli Akademi Matan

Cetakan Pertama
Sya’ban 1440 H/April 2019 M

Lisensi
Gratis

Didesain ulang oleh


Tim Yayasan Surabaya Mengaji Official

i
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ............................................................................................................... ii


MUQODDIMAH PENERJEMAH ....................................................................... ix
[1] Kitab Tauhid ..................................................................................................... 1
[2] Keutamaan Tauhid dan Ia Menghapus Dosa .....................................5
[3]Bab: Siapa Yang Menerapkan Tauhid, Pasti Masuk Surga Tanpa
Hisab............................................................................................................................ 8
[4] Bab: Takut Terjatuh Dalam Kesyirikan .............................................12
[5] Bab: Mendakwahkan Syahadat Laa Ilaha Illallah.........................14
[6] Bab: Tafsir Tauhid Dan Syahadat Laa Ilaha Illallah .................... 18
[7] Bab: Termasuk Syirik Adalah Mamakai Gelang Dan Benang
Dan Sejenisnya Untuk Menangkal Bahaya Atau Menolaknya ....... 20
[8] Bab: Penjelasan Tentang Ruqyah Dan Tamimah ......................... 23
[9] Bab: Mengharapkan Berkah Dari Pepohonan, Bebatuan Atau
Yang Sejenisnya................................................................................................... 27
[10] Bab: Menyembelih Binatang Bukan Karena Allah .................... 29
[11]Dilarang Menyembelih Untuk Allah Di Tempat
Penyembelihan Untuk Selain Allah ............................................................ 32
[12] Bab: Termasuk Syirik Adalah Bernadzar Untuk Selain
Allah34
[13] Bab: Termasuk Syirik Adalah Meminta Perlindungan Kepada

Kitab Tauhid | ii
iii
Selain Allah............................................................................................................ 35
[14] Bab: Termasuk Syirik Adalah Minta Pertolongan Dan Berdoa
Kepada Selain Allah ........................................................................................... 36
[15] Bab: Firman Allah: “Apakah Mereka Mempersekutukan
(Allah) Dengan Berhala-Berhala Yang Tidak Dapat Menciptakan
Sesuatupun? Sedangkan Berhala-Berhala Itu Sendiri Buatan
Orang, Dan Berhala-Berhala Itu Tidak Mampu Memberi
Pertolongan Kepada Penyembah-Penyembahnya” ............................39
[16] Bab: Firman Allah: “Sehingga Apabila Telah Dihilangkan
Rasa Takut Dari Hati Mereka (Malaikat), Mereka Berkata:
‘Apakah Yang Telah Difirmankan Oleh Tuhanmu?’ Mereka
Menjawab: ‘Perkataan Yang Benar, Dan Dialah Yang Maha Tinggi
Lagi Maha Besar”.................................................................................................43
[17] Bab: Syafaat................................................................................................. 47
[18] Bab: Firman Allah: “Sesungguhnya Kamu (Hai Muhammad)
Tidak Akan Dapat Memberi Hidayah (Petunjuk) Kepada Orang
Yang Kamu Cintai, Tetapi Allah Lah Yang Memberi Petunjuk
Kepada Siapa Saja Yang Dikehendaki-Nya”........................................... 52
[19] Bab: Penyebab Utama Kekafiran Adalah Berlebih-Lebihan
Dalam Mengagungkan Orang-Orang Shalih...........................................54
[20] Bab: Larangan Keras Menyembah Allah Di Kuburan Orang
Shalih, Lantas Bagaimana Jika Sampai Menyembahnya?!...............57
[21] Bab: Berlebih-Lebihan Terhadap Kuburan Orang-Orang

Modul Kitab Tauhid | iii


iv
Shalih Merupakan Penyebab Dijadikannya Sesembahan Selain
Allah.......................................................................................................................... 62
[22] Bab: Upaya Rasulullah Dalam Menjaga Tauhid Dan Menutup
Setiap Jalan Menuju Kesyirikan ................................................................... 64
[23] Bab: Sebagian Umat Ini Akan Menyembah Berhala .................66
[24] Bab: Sihir.......................................................................................................71
[25] Bab: Macam-Macam Sihir..................................................................... 74
[26] Bab: Dukun, Tukang Ramal, Dan Semisalnya ..............................77
[27] Bab: Nusyroh .............................................................................................. 81
[28] Bab: Tentang Tathoyyur ........................................................................83
[29] Bab: Tentang Ilmu Perbintangan...................................................... 87
[30] Bab: Tentang Menisbatkan Turunnya Hujan Kepada Bintang-
Bintang.....................................................................................................................89
[31] Bab: Firman Allah: “Dan Di Antara Manusia Ada Orang-
Orang Yang Mengangkat Tandingan-Tandingan Selain Allah,
Mereka Mencintai-Nya Sebagaimana Mencintai Allah”................... 92
[32] Bab: Firman Allah: “Sesungguhnya Mereka Itu Tiada Lain
Hanyalah Setan Yang Menakut-Nakuti (Kamu) Dengan Kawan-
Kawannya (Orang-Orang Musyrik), Karena Itu Janganlah Kamu
Takut Kepada Mereka, Tetapi Takutlah Kepada-Ku Saja, Jika
Kamu Benar-Benar Orang Yang Beriman.” ............................................ 95
[33] Bab: Firman Allah: “Dan Hanya Kepada Allah Hendaklah
Kamu Bertawakkal, Jika Kamu Benar-Benar Orang Yang

Modul Kitab Tauhid | iv


v
Beriman.” ................................................................................................................ 98
[34] Bab: Firman Allah: “Maka Apakah Mereka Merasa Aman Dari
Azab Allah (Yang Tiada Terduga-Duga)? Tiada Yang Merasa
Aman Dari Azab Allah Kecuali Orang-Orang Yang Merugi.” ........100
[35] Bab: Termasuk Beriman Kepada Allah Adalah Sabar Atas
Takdir Allah........................................................................................................ 102
[36] Bab: Tentang Riya ..................................................................................105
[37] Bab: Termasuk Syirik Adalah Menginginkan Dunia Dalam
Beramal.................................................................................................................107
[38] Bab: Mentaati Ulama Dan Pemimpin Dalam Megharamkan
Apa Yang Allah Halalkan Dan Menghalalkan Apa Yang Allah
Haramkan Berarti Mempertuhankan Mereka ....................................109
[39] Bab: Firman Allah Ta’ala: “Tidakkah Kamu Memperhatikan
Orang-Orang Yang Mengaku Dirinya Telah Beriman Kepada Apa
Yang Diturunkan Kepadamu, Dan Kepada Apa Yang Diturunkan
Sebelum Kamu? Mereka Hendak Berhakim Kepada Thaghut,
Padahal Mereka Telah Diperintahkan Untuk Mengingkari
Thaghut Itu...”.....................................................................................................111
[40] Bab: Mengingkari Sebagian Nama Dan Sifat Allah.................115
[41] Bab: Firman Allah Ta’ala: “Mereka Mengetahui Nikmat Allah
(Tetapi) Kemudian Mereka Mengingkarinya.” .................................. 117
[42] Bab: Firman Allah: “Maka Janganlah Kamu Membuat Sekutu
Untuk Allah Padahal Kamu Mengetahui (Bahwa Allah Adalah

Modul Kitab Tauhid | v


vi
Maha Esa)“...........................................................................................................119
[43] Bab: Tentang Tidak Puas Bersumpah Atas Nama Allah ......122
[44] Bab: Ucapan Atas Kehendak Allah Dan Kehendakmu ..........123
[45] Bab: Siapa Memaki Masa Berarti Menyakiti Allah ................. 126
[46] Bab: Menamai Dengan Hakim Para Hakim Dan Yang
Semisalnya...........................................................................................................127
[47] Bab: Memuliakan Nama-Nama Allah Dan Mengganti Nama
Untuk Tujuan Ini ...............................................................................................128
[48] Bab: Bersenda Gurau Dengan Menyebut Nama Allah,
Alqur’An Atau Rasulullah .............................................................................129
[49] Bab Firman Allah: “Dan Jika Kami Melimpahkan Kepadanya
Sesuatu Rahmat Dari Kami, Sesudah Dia Ditimpa Kesusahan,
Pastilah Dia Berkata, ‘Ini Adalah Hakku.”.............................................132
[50] Bab Firman Allah: “Ketika Allah Mengaruniakan Kepada
Mereka Seorang Anak Laki-Laki Yang Sempurna (Wujudnya),
Maka Keduanya Menjadikan Sekutu Bagi Allah Dalam Hal (Anak)
Yang Dikaruniakan Kepada Mereka, Maha Suci Allah Dari
Perbuatan Syirik Mereka.”...........................................................................139
[51] Bab Firman Allah: “Hanya Milik Allah-Lah Asmaul Husna
(Nama-Nama Yang Baik), Maka Berdoalah Kepada-Nya Dengan
Menyebut Asma-Nya Itu, Dan Tinggalkanlah Orang-Orang Yang
Menyelewengkan Asma-Nya. Mereka Nanti Pasti Akan Mendapat
Balasan Atas Apa Yang Telah Mereka Kerjakan. “ ............................142

Modul Kitab Tauhid | vi


vii
[52] Bab: Larangan Mengucapkan “Salam Atas Allah” ...................143
[53] Bab Ucapan: Ya Allah Ampuni Aku Jika Engkau Mau........... 144
[54] Bab: Larangan Mengucapkan Abdi Dan Amati (Budakku)..145
[55] Bab: Larangan Menolak Permintaan Orang Yang Menyebut
Nama Allah.......................................................................................................... 146
[56] Bab: Larangan Meminta Dengan Menyebut Allah Selain
Surga ...................................................................................................................... 147
[57] Bab: Tentang Andai ...............................................................................148
[58] Bab: Larangan Mencaci-Maki Angin ............................................. 150
[59] Bab Firman Allah: “Mereka Berprasangka Yang Tidak Benar
Terhadap Allah, Seperti Sangkaan Jahiliyah, Mereka Berkata:
‘Apakah Ada Bagi Kita Sesuatu (Hak Campur Tangan) Dalam
Urusan Ini.’ Katakanlah: ‘Sungguh Urusan Itu Seluruhnya Di
Tangan Allah. “...................................................................................................151
[60] Bab: Tentang Pengingkar Takdir ....................................................155
[61] Bab: Tentang Para Penggambar Makhluk Bernyawa ...........159
[62] Bab: Tentang Banyak Bersumpah..................................................162
[63] Bab: Tentang Jaminan Allah Dan Rosulnya ............................... 165
[64] Bab: Tentang Bersumpah Mendahului Allah............................169
[65] Bab: Larangan Menjadikan Allah Sebagai Perantara Kepada
Makhluknya........................................................................................................ 170
[66] Bab: Upaya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Dalam
Menjaga Kemurnian Tauhid, Dan Menutup Semua Jalan Yang

Modul Kitab Tauhid | vii


viii
Menuju Kepada Kesyirikan ......................................................................... 172
[67] Bab Firman Allah: “Dan Mereka (Orang-Orang Musyrik)
Tidak Mengagung-Agungkan Allah Dengan Pengagungan Yang
Sebenar-Benarnya, Padahal Bumi Seluruhnya Dalam Genggaman-
Nya Pada Hari Kiamat, Dan Semua Langit Digulung Dengan
Tangan Kanan-Nya. Maha Suci Dan Maha Tinggi Allah Dari” .....174

Modul Kitab Tauhid | viii


ix

MUQODDIMAH PENERJEMAH

َ‫ل‬
‫صاىُم ىاَّ َساى مُ ىَ ى‬ َ َّ‫ ىا‬،‫َاُم‬ ‫ٰ ىمر كًَ ىَثُ ر كرَ َىَُّْاك مَُى ىاَكَا ُِرْ ُِ ىَ ىَا مُُ ب‬
‫ّ ىََُبَىا ىاوَى رْ ى‬
ُُِ ً‫َى رحَ م‬
ّ ‫ىر‬
:ً‫ أىَُا َُى رْ م‬.ُِ ‫اٍ إُ ىَ وَى رُُْ َّ ًُّور‬ ‫مُى ََ نً اَلىَ آُُِّ اأىَْاُُِ اُِ َىَُُْْ إُُْس ن‬
‫ى ر ى ىى ر ىم ر ر ى‬ ‫ىى‬
Kitabut Tauhid menjadi matan yang dihafal dalam program
hafalan Mutun Tholibul Ilmi di Masjid Nabawi pada semester dua.
Untuk itu, kami dari Tim Ahli Akademi Matan menerjemahkan
modul ini agar bisa dimanfaatkan oleh para penghafal.

Terkadang ada beberapa lafazh hadits yang tidak sama


antara satu cetakan dengan cetakan lainnya. Oleh karena itu,
kami mengambil lafazh dari Mutun Tholibul Ilmi yang sudah
diteliti langsung dari manuskrip-manuskrip asli tulisan tangan
yang ditelaah oleh Dr. Abdul Muhsin Al-Qoshim.

Manuskrip yang dijadikan pegangan untuk menulis oleh


beliau adalah:

1. Manuskrip tulisan tangan di perpustakaan Universitas


London, Belanda, no. 2499 dengan tulisan tangan penulis
kitab Syaikh Abdul Wahhab.
2. Manuskrip tulisan tangan di perpustakaan Mahmudiyah,
Raja Abdul Aziz, KSA, no. 1920, tertanggal 1216 H.
3. Manuskrip tulisan tangan di perpustakaan Raja Abdul Aziz,
no. 42 Majmuah Ibnu Ishaq, tertanggal 1220 H. Tulisan
tangan cucu penulis, Sualiman bin Abdullah.
4. Manuskrip tulisan tangan di perpustakaan Mahmudiyah
Raja Abdul Aziz, KSA, no. 1894, tertanggal 1226 H.
5. Manuskrip tulisan tangan di perpustakaan Mahmudiyah
Raja Abdul Aziz, KSA, no. 1893, tertanggal 1226 H.
6. Manuskrip tulisan tangan di perpustakaan Mahmudiyah
Raja Abdul Aziz, KSA, no. 3233, tertanggal 1226 H
Modul Kitab Tauhid | ix
x
7. Manuskrip tulisan tangan di perpustakaan Mahmudiyah
Raja Abdul Aziz, KSA, no. 3234, tertanggal 1226 H
8. Manuskrip tulisan tangan di perpustakaan Mahmudiyah
Raja Abdul Aziz, KSA, no. 3234 berulang, tertanggal 1226
H
9. Manuskrip tulisan tangan di perpustakaan Majlis Syuro,
Iran, no. 8424, tertanggal 1232 H.
10. Manuskrip tulisan tangan di Daroh Malik Abdul Aziz, KSA,
no. (kumpulan Alu Abdul Lathif 7).
11. Manuskrip tulisan tangan di perpustakaan Mahmudiyah
Raja Abdul Aziz, KSA, no. 1921.
12. Manuskrip tulisan tangan di perpustakaan Mahmudiyah
Raja Abdul Aziz, KSA, no. 2644.

Untuk itu, naskah ini bisa dijadikan acuan menghafal para


penuntut ilmu. Semoga Allah menerima dari kita semua.

Surabaya, Sya’ban 1439 H/April 2019


TAAM - Tim Ahli Akademi Matan

Modul Kitab Tauhid | x


1
‫ِدَتاُ الَّتْ دِ د‬
ِ‫ي‬ ‫ب و‬
[1] Kitab Tauhid

ُ ًََُّْْ َُّ‫ ﴿اُا َلى رُْ َلُ َِ اَ ُإْرَ إ‬:َ‫َٰ ََْ ىا‬
﴾.ٍ‫ا‬ َُ ُ‫اوَْم‬
‫ى ى ى رم م‬ ‫ىى ى م‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى ىر‬
Firman Allah Taala: “Aku ciptakan jin dan manusia hanya
untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

َْ‫ََْىََُم‬ ُ ‫ن‬ ُ
‫﴿اّىىْ رً ُىَ ىْثرََىا ِ مَ ُِّ أمٍَُ ىَ مس كّْ أىٍ رَََم مًاَ ََٰى ىا ر‬
‫ ى‬:‫ىاوىَ رّْمِم‬
.‫َْ﴾ َلوىٍى‬ ‫ََّّاُم ى‬
Dan firmanNya: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus
Rasul pada setiap umat (untuk menyerukan): ‘Beribadalah kepada
Allah (saja) dan jauhilah thoghut.’” (QS. An-Nahl: 36)

ََْ‫ ﴿وم رِ َىَ ىْاّىرَْ أىَرِ ىُا ىَْْىُ ىَُب مُ رْ ىَلىرْ مُ رْ أىَّ َم رْ ُْم‬:َ‫ىاوىَ رّْمِم َىَ ىْ ىا‬
‫م‬
﴾‫ََي مُ رسَى ُْ كَْا ِىا ََُْمُْم‬ ُ ُْْ ََ‫ ﴿اأى ٍَ َ ى‬:َُُِّْ‫ُُُِ ًَْا﴾ إُىَ و‬
‫ى‬ ‫ى ى‬ ‫ىر‬ ‫ىرك‬
.‫َلوىٍى‬
Dan firmanNya: “Katakanlah (Muhammad): marilah
kubacakan apa yang diharamkan kepadamu oleh Tuhanmu, yaitu
‘Janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia,
berbuat baiklah terhadap kedua orang tuamu, dan janganlah
kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami
akan memberi rizki kepadamu dan kepada mereka; dan janganlah

Modul Kitab Tauhid | 1


2
kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang
nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah
kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya)
melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar. Demikian itu yang
diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami
(nya) Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali
dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. Dan
sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak
memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar
kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah
kamu berlaku adil, kendatipun dia adalah kerabat(mu) Dan
penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah
kepadamu agar kamu ingat. Dan bahwa (yang Kami perintahkan)
ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah
kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu
mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu
diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-
An’am: 151-153)

﴾ً‫َ أىَّ َىَ رَْم مًاَ إَُّ إُ َُّم ىاُِ ىَُّّْ ىًور ُِ إُ رْ ىس كا‬
‫ََ ىَُب ى‬
‫﴿اوى ى‬
‫ ى‬:‫ىاوىَ رّْمِم‬
.‫َلوىٍى‬
Dan firmanNya: “Dan tuhanmu telah memerintahkan supaya
kamu jangan beribadah kecuali hanya kepada-Nya, dan
hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan
sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-
duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka
sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya
perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan
ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan
rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh
kesayangan, dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka

Modul Kitab Tauhid | 2


3
keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu
kecil.” (QS. Al-Isra’: 23-24)

.‫﴿ا رَََم مًاَ ََٰى ىاىّ َم رْ ُْمََْ ُُُِ ى رًَْكا﴾ َلوىٍى‬


‫ ى‬:َ‫ىاوىَ رّْمِم َىَ ىْ ىا‬
Dan firmanNya: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu
mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat
baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak
yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga
yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong
dan membangga-banggakan diri.” (QS. An-Nisa [4]: 36)

ٍَُُْْ ‫«ُ رِ أىىَ ىََ أ رىٍ وىَرَُمىْ إُىَ ىا‬ : ِ َ َ َٰ َ ‫ي‬ َُ َ َْ ‫و ىاُ َُِ ُسْ ن‬
‫ى‬ ‫م‬ ‫ر‬ ‫ى‬ ‫ى رم ى ر م ى ى م‬
ُ‫ ﴿وم رِ َىَ ىْاّىرَْ أىَرِ ىُا ىَْْى‬:‫مُى ََ نً ﷺ ََُِّ ىَلىرَْ ىُا ىَ ىاممِم؛ ِىَ رلْىَ رْىْأر‬
‫م‬
ََ‫﴿اأى ٍَ ىَ ى‬ : َُُّْ‫َُب مُْ َلىْ مُْ أَىّ َْ ُْمََْ ُُُِ ًَْا﴾ إُىَ و‬
ِ
‫ى‬ ‫ىر‬ ‫ىرك‬ ‫مر‬ ‫ى ر ىر ر‬
.»ٍ‫َّسَمِ﴾ َلو‬ ‫ب‬ َْ‫ََي مُ رسَى ُْ كَْا ِىا ََُْمُْم ىاىّ َىَََُْم‬
ُ ُْْ
‫ى‬
‫ى‬
Ibnu Mas’ud berkata: “Barang siapa yang ingin melihat
wasiat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang tertera di
atasnya cincin stempel milik beliau, maka supaya membaca
firman Allah : “Katakanlah (Muhammad): marilah kubacakan apa
yang diharamkan kepadamu oleh Tuhanmu, yaitu ‘Janganlah
kamu berbuat syirik sedikitpun kepadaNya,’ hingga ayat: “Sungguh
inilah jalan-Ku berada dalam keadaan lurus, maka ikutilah jalan
tersebut, dan janganlah kalian ikuti jalan-jalan yang lain.”

Modul Kitab Tauhid | 3


4
‫َّ ﷺ‬ ُ ََُّ َ‫و‬ َُ ََُ :ُ‫ و ىا‬،ََِ ََٰ ‫َِ ُْ ُاِ ُ ُِ َْ نِ َ َُي‬
َ
ّ ‫ى ر م ى ر ى ى ى ى م ىر م ى م ر م ى ى‬
،َ‫َٰ ىَلىَ ََُّْى ُا‬ َُ ّ‫ «ّ ُْاِ! أىًَ َُي ُا ْ ب‬:ُ‫ َِْ ىا‬،َ‫َلىَ ُما ن‬
‫ى م ى م ىر ى ى‬ ‫ى ى ىى‬
:ُ‫ وى ىا‬.ْ‫ ََٰم ىاىَ مسّْمِم أ رىَلى م‬:ُ ُ ُ ُ
‫ىاىُا ىْ بّ ََّْىاَ ىَلىَ ََٰ؟» ومَ رل م‬
ّ‫ ىا ىْ ب‬،‫ ىاىّ وم رْ ُْمََْ ُُُِ ى رًَْكا‬،‫َٰ ىَلىَ ََُّْى ُاَ أ رىٍ وىَ رَْم مًاُم‬َُ ّ‫«ْ ب‬
‫ى‬
:ُ ‫ل‬
‫ر‬ ْ َ ِ ،»‫ا‬ ً َْ ُُُ ُ‫َٰ أ رىٍ ىّ وَْ ََُّ ُِ ىّ وْ ُْم‬
ِ َُ َ‫ََُّْ ُاَ َلى‬
‫م‬ ‫م‬ ‫ى‬ ‫ك‬ ‫ر‬ ‫ى‬ ‫ر‬ ‫مى ى ى ر م‬ ‫ى ى‬
»َْ‫َُلم‬ ُ َََِْ َُْْْ َََ ّ« ُ ُ‫َٰ! أىِىا أم‬ َُ ُْ
‫ ى مى ّ ر م ر ىى‬:ُ‫َاَ؟ وى ىا‬ َ
‫ى ّم ى‬ َّ ْ ْ ‫ى‬ ‫ىّ ىَ مس ى‬
.‫ن‬ُ ‫ص ََُْر‬ َّ ُِ ُ‫ىَْْا‬
‫ى‬ َ ‫أ رى ى م‬
Aku pernah diboncengkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
di atas keledai, kemudian beliau berkata kepadaku: “Wahai
Muadz, tahukah kamu apakah hak Allah yang harus dipenuhi oleh
hamba-hamba-Nya, dan apa hak hamba-hamba-Nya yang pasti
dipenuhi oleh Allah?” Aku menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang
lebih mengetahui,” kemudian beliau bersabda: “Hak Allah yang
harus dipenuhi oleh hamba-hamba-Nya ialah hendaknya mereka
beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan
sesuatupun, sedangkan hak hamba yang pasti dipenuhi oleh Allah
ialah bahwa Allah tidak akan menyiksa orang-orang yang tidak
menyekutukan-Nya dengan sesuatupun,” lalu aku bertanya: “Ya
Rasulullah, bolehkah aku menyampaikan berita gembira ini
kepada orang-orang?” Beliau menjawab: “Jangan engkau lakukan
itu, karena khawatir mereka nanti bersikap pasrah.” (HR. Bukhari
dan Muslim)

Modul Kitab Tauhid | 4


5
‫ َِا ُ تَ دُِّ دَِ ال ذُّب د‬،ِ‫ي‬
ُْ ‫َُ َتْ دِ الَّتْدِ د‬
‫تت ب ب ت‬ ‫ت ب و و‬
[2] Keutamaan Tauhid dan Ia Menghapus Dosa

َ ًُ‫ ﴿ََّ َُوِ آََُْ اىم وَ رلَُسَْ إُي ىاهْ ُُُمرلنْ أماّى‬:َ‫َٰ ََْ ىا‬ َُ ُ‫اوَْم‬
‫ى‬ ‫ر‬‫م‬ ‫ى‬ ‫ى ى ىر ى م‬ ‫م‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى ىر‬
.﴾ٍ‫ا‬‫ىهممْ َأ رىُ مِ ىامَ رْ مُ رَُى مً ى‬
Dan firmanNya: “Orang-orang yang beriman dan tidak
menodai keimanan mereka dengan kezhaliman (kesyirikan),
mereka itulah orang-orang yang mendapat ketentraman, dan
mereka itulah orang-orang yang mendapat hidayah.” (QS. Al-
An’am: 82)

َُ ُْ
َٰ ‫ وى ىاُ ىَ مس م‬:ُ‫ وى ىا‬،‫ص ُاُ ُُ ىَ َُ ىي ََٰم ىَرَِم‬ َ َّ ُِ ‫ىَ رِ َمَى ىاَ ىُ ُر‬
ٍَ ‫ ىاأى‬،‫وَ ّىِم‬ ‫«ُ رِ ى ُ ىً أ رىٍ ىّ إّىِى إَُّ ََٰم ىا رْ ىًُم ىّ ى ُْ ى‬ ‫ ى‬:‫ﷺ‬
ِ‫ ىاىَلُ ىََم م‬،‫َٰ ىاىَ مسّْمِم‬
َُ ًََ َ‫ اأى ٍَ َُْس‬،ِ‫ًََُ ًََُ اَسّْم‬
‫ى ىر م‬ ‫مى َ ك ى ر م م ى ى م م ى‬
َٰ
َ‫َاَ ىْ قّ؛ أ رىَ ىَلىِم م‬ َ َّ
‫ا‬ ، ّ
‫ق‬ ْ ٍََ ‫َل‬
‫ا‬ ، ِ َ ُ ٌ‫أىّرْاَا إُىَ ُْم اَا‬
ُ
‫ى‬
‫ى ر ىى ى م ح م ى ى ى ى ى‬ ‫ر‬ ‫ىى‬
.‫ىَىْ ىْاُم‬ ‫أ‬ » ُِ َ َّْ ِ ُ ٍ‫َلٍََ َلىَ ُا ىَا‬
ُ
‫ر‬ ‫ى ى ى ى ى ى ىى‬
“Barangsiapa yang bersyahadat bahwa tidak ada sesembahan
yang hak (benar) selain Allah saja, tiada sekutu bagi-Nya, dan
Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, dan bahwa Isa adalah
hamba dan Rasul-Nya, dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada
Maryam, serta Ruh dari pada-Nya, dan Surga itu benar adanya,
Neraka juga benar adanya, maka Allah pasti memasukkanya
Modul Kitab Tauhid | 5
6
kedalam Surga, betapapun amal yang telah diperbuatnya.” (HR.
Bukhari & Muslim)

ّ‫ ى‬:ُ‫ «ِىُإ ٍَ ََٰى ىَْْىُ ىَلىَ َََّا َُ ىُ رِ وى ىا‬:ٍ‫ا‬ ُ ُ ًُ ْ ُِ ‫اىهَا‬


‫وِ َرَََى ى‬ ‫ى‬ ‫ى مى‬
َُ ِْ‫إّىِ إَُّ ََٰ؛ وََََُِي ُُ ىََُّ ا‬
.»َٰ ‫ى ىرى‬ ‫م ىر ى‬ ‫ى‬
Dalam Shahihain di hadits Itban: “Sesungguhnya Allah
mengharamkan Neraka bagi orang orang yang mengucapkan Laa
Ilaaha Illallah dengan ikhlas dan hanya mengharapkan (pahala
melihat) wajah Allah.”

!َ ُ َ ّ :َ‫ «وى ىاُ ُْس‬:‫ًْ َ َُي ََٰ َرَِ ُِْمَْا‬ ‫اَِ أُىِ سُْ ن‬
ّ‫م ى ى ى‬ ‫ى ى ى م ى م ىر ك‬ ‫ىىر‬
َُّ‫ ىّ إُّىِى إ‬:َ‫ْس‬ ُ ّ ِ ‫و‬ : ُ‫ا‬‫ى‬ ‫و‬ ، ُُُ ُْ
ِ ‫ى‬ َ َ‫ى‬‫أ‬
‫ا‬ ُ‫ى‬ ْ َ ِ
‫ر‬ ‫ى‬‫أ‬ ‫ا‬ ً َْ َُُِ‫َل‬
ّ
‫رى م ى‬ ‫م‬ ‫ى‬ ‫م‬
‫ى ر ىرك م ى ر م‬
!َ‫ْس‬ ُ ّ : ُ‫ا‬
‫ى‬ ‫و‬ ،َ َ
‫ى‬ َ ٍْ ّ
‫م‬ْ ْ َ‫و‬ ُ ‫ى‬ ُ ََُ َِ !َُ َ ّ :ُ‫ و ىا‬،ََٰ
َ‫ا‬
‫ى م ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫م‬ ‫م ى ى ىّ مب ى ى‬
ُِ َ‫َّسرَ ى‬ ُ َ‫ََ َّسََ اَ ُاَُْ َِ ىُ ُري اَأى‬ ُ َْ‫ّىْ أى ٍَ َّس‬
َ ‫ن‬ َ
‫ى ى ى‬ ‫ر‬ ‫ى‬
‫ر ى ى ىم‬ َ ‫َ ىى‬ ‫ر‬
َُ‫ُ ُُِ َِ ىّ إّىِى إَُّ ََٰم» ىَىا م‬ ‫ى ر‬ ّ
‫ى‬ ‫ا‬ ُ ‫؛‬ ‫ ا ىّ إُّىِ إَُّ ََٰ ُِ َُ َّ ن‬،ٍ‫َُ َّ ن‬
ٍ ‫م‬ ‫ى‬ ‫ى‬
.‫ْ ََ ىَِم‬ ‫ا‬ ْ َُ‫ اَحا‬،ٍ‫َُِ َُْا‬
‫رم ى ى ى م ى ى‬
Dari Abu Said Al-Khudri secara marfu: “Musa berkata: ‘Ya
Rabb, ajarkanlah kepadaku sesuatu untuk mengingat-Mu dan
berdoa kepada-Mu,’ Allah berfirman: ‘Ucapkan hai Musa Laa Ilaha
Illallah!’ Musa berkata: ‘Ya Rabb, semua hamba-Mu mengucapkan
itu,’ Allah menjawab: ‘Hai Musa, seandainya ketujuh langit serta
seluruh penghuninya –selain Aku- dan ketujuh bumi diletakkan

Modul Kitab Tauhid | 6


7
dalam satu sisi timbangan dan kalimat Laa Ilaha Illallah
diletakkan pada sisi lain timbangan, niscaya kalimat Laa Ilaha
Illallah lebih berat timbangannya.” (HR. Ibnu Hibban, dan Hakim
sekaligus menshahihkan-nya)

‫َٰ ﷺ‬ َُ ُْ‫ُ ىَ مس ى‬ ُ ‫ ىَِ أىْى ن‬:‫لرُُ َُ ُي اْ َسَىِم‬ ُ ُّ‫ا‬


‫ ىم رْ م‬:ُ‫ وى ىا‬،َ ‫ر‬ ‫ى ر ّ ىى‬ ّ
ُ ْْ‫َ ّىْ أىَىَََْىُِ ُُم‬ ُ
ََ ‫ى‬ ‫آَ ىُ! إَْ ى ر ر‬ ‫ ىّ َُر ىِ ى‬:َ‫ «وى ىاُ ََٰم َىَ ىْ ىا‬:ُْ ‫وىَ مْ م‬
‫َ ُُمْىَُِْىا‬ َ َ ْ َ َ ‫أ‬ ‫ا؛‬ ًَ ْ ُِ ُ ُْ ْ َ ّ َُِْ ُ‫ ممَ ّى‬،ّ‫ِ َّىا‬
ْ ُ
‫رم ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫رك‬ ‫ى‬ ‫م‬ ‫ر‬ ‫م‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫َأ رىَ ى ى‬
.»ُ‫ىُ رِ ُّىْك‬
Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan ia menhasankannya: “Allah
berfirman: ‘Hai anak Adam, jika engkau datang kepada-Ku dengan
membawa dosa sejagat raya, dan engkau ketika mati dalam
keadaan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatupun, pasti Aku
akan datang kepadamu dengan membawa ampunan sejagat raya
pula.”

Modul Kitab Tauhid | 7


8
‫يِ؛ تَ تَِ الّتَت بدغتو در دَِ ب‬
ُ‫ا‬ ‫ت‬ ِ‫َُ َِ ِ تَّ الَّتْد‬
‫ت‬ ‫ت ت‬ ‫ت ب تو ت ت و‬
[3] Bab: Siapa Yang Menerapkan Tauhid, Pasti
Masuk Surga Tanpa Hisab

َ ‫و‬ ‫م‬
‫ى‬‫ا‬ ‫ا‬ ّْ َُُ ‫ ﴿إُ ٍَ إَُُْ ََُْْ َاٍ أمٍَُ واَُْا‬:َ‫َٰ ََْ ىا‬
َُْ ٰ َُ ُ‫اوَْم‬
‫ى ىر ىم‬ ‫ك‬ ‫ك‬ ‫ى‬ ‫ك‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫رى ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى ىر‬
ُ ُ
.﴾‫ن‬ ‫ُ ىِ َّر مَ رْ َُْ ى‬
Dan firmanNya: “Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam
yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif
(bertauhid), dan sekali-kali ia bukanlah termasuk orang-orang
yang mempersekutukan (Tuhan).” (QS. An-Nahl: 120)

ُُ ُ ََّ‫ ﴿ا‬:ُ‫او ىا‬


‫وِ مَ رْ ُُىِّْ رْ ىّ وم رْ ُْمَ ى‬
.﴾ٍْ ‫ى ى‬َ ‫ىى‬
Dan firmanNya: “Dan orang-orang yang tidak mempersekutu-
kan dengan Rabb mereka (sesuatu apapun).” (QS. Al-Mukminun:
59)

ُِ ‫ًْ ُر‬ُ ُْ‫ ََُ ًََُ س‬:ُ‫ و ىا‬،ُِ ‫ن ُ ُِ ََ ًُ َّْم‬ ُ ‫ا ىَِ ْصر‬
‫ى‬ ‫ى‬ ‫ر‬ ‫م‬ ‫ر‬ ‫م‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ر‬ َ ‫ر‬ ‫ى‬ ‫ر‬ ‫ى ر م ى‬
:ُ ‫ل‬
‫ر‬ َ ‫و‬ ‫؟‬ ٍ ْ ُ ‫ّ ََّا‬
َ َ ْ َ ْ َ ‫ي‬ ُ ََّ َُّْ‫ أىوب مُْ َأىى َّ ى‬:ُ‫ َِْ ىا‬،‫َْ نر‬
َ
‫م‬ ‫م‬ ‫ى‬ ‫ى ى‬ ‫ى‬ ‫ر‬ ‫رى ى‬ ‫رى‬ ‫م ىر ى ى‬
:ُ‫ وى ىا‬،ُ ُ
‫ر‬ ُ ‫ اّى ُُُِ ّم‬،ُ‫ أىُا إُِ ىم أىَِ ُِ ْىا ن‬:ُ‫ ممَ وَ رل‬.ً‫أى‬
ً
‫م‬ ّ ‫ى ى‬ ‫ى م م ى ّ ر مر‬
‫َ؟‬ ُِّ َ‫ َِا ملىَ َلى‬:ُ‫ و ىا‬،ََََُُْْ :ُ‫َِا ََُْْ؟ وَ رل‬
‫ى ى ى ى ر ى م م رى ى ر م ى ى ى ى ى ى ى ى ى‬
:ُ ‫ل‬
‫ر‬ َ ‫و‬ ‫؟‬ ْ ُ
‫م‬ ‫ى‬َ َ
ً ْ ‫ا‬ ُ‫ا‬ : ُ‫ا‬
‫ى‬ ‫و‬ ، ّ َُْ
ْ َّ ُ‫ا‬ َ َ
‫ى‬ َ َ
ً ْ ِ‫و‬ ُ ْ :ُ‫وَ رل‬
ً
‫م‬ ‫م‬ ‫ىى ى ر‬ ‫ى‬ ‫م م ى ح ى ىم ر ب‬
Modul Kitab Tauhid | 8
9
‫«ّ َورٍَْى إَُّ ُُِ ىَر ن‬ ُ ‫ْ ًََىََىا ىَِ َُْو ىً ىُ ُ ُِ َح‬
‫ن‬ ‫ر‬ ‫ ى م ى‬:ُ‫صرّْ أىَِْم وى ىا‬ ‫ر مى ر ر م ى‬ ‫ى‬
.َ‫ىْ ىس ىِ ىُ ُِ َْرََىَ ىَُ إُىَ ىُا ىُم ى‬ ‫ن‬
‫ وى رً أ ر‬:ُ‫أ رىا ممىٍ» وى ىا‬
Husain bin Abdurrahman berkata: “Suatu ketika aku berada
di sisi Sa'id bin Jubair, lalu ia bertanya: ‘Siapa di antara kalian
melihat bintang yang jatuh semalam?’ Kemudian aku menjawab:
‘Aku,’ kemudian kataku: ‘Saat itu aku tidak sedang melaksanakan
shalat, tetapi (aku terbangun) karena aku disengat kalajengking,’
lalu ia bertanya kepadaku: ‘Lalu apa yang kau lakukan?’ Kujawab:
‘Aku minta diruqyah.’ Ia bertanya lagi: ‘Apa yang mendorong
kamu melakukan hal itu?’ kujawab: ‘Yaitu: sebuah hadits yang
diriwayatkan oleh Asy-Sya’by kepadaku.’ Ia bertanya lagi:
‘Apakah hadits yang dituturkan kepadamu itu?’ Kujawab: ‘Dia
menuturkan hadits kepadaku dari Buraidah bin Hushaib: “Tidak
boleh Ruqyah kecuali karena ain (penyakit yang timbul karena
pandangan orang yang iri) atau terkena sengatan.”

ُ َ ُ
ْ َ« : ُ‫ا‬
‫ى‬ ‫و‬ ِ َ
ْ ‫ى‬
‫أ‬ ،‫ﷺ‬ َّ
ُ َُ َّ ُِ َ ، ‫ن‬
َ‫ا‬ َ َ ِ َُ ‫ا‬ َ َ
‫ى‬َ َ
ً ْ ِ ُ ‫اّى‬
ُ
‫م ى ر‬ ‫ى‬ ‫م‬ ّ ‫ى‬ ‫ى ر ى ى رم ى‬
ِْ‫َّْ م‬ ُِْ‫ اَََُّّ ا‬،ََُّْ ُِْ‫ َِْأىوُ َََُّّ ا‬،ُْ‫َلي َأم‬
‫ىى َ ى م ىى ر م َ ى ى ى م َ ر م ى َ ى ى ى م َ م‬
،ْْ‫ إُ رِ مَُِ ىَ ُِ ىس ىْ حََ ىَ ُُ ح‬.ً‫ىْ ح‬ ‫أ‬ ِ ْ ُ
‫ى ى ر ى ىىم ى‬ َ ْ ّ
‫ى‬‫ا‬ َّ
َ ُ َ َّ
‫ا‬ ، ُ ‫َّْْىا‬
ٍ ‫ىا َ م‬
َِ‫َ ِىُإ ى‬ ْ ُ
‫ى‬ َ َ ِ . ِ ُْ َ ‫و‬‫ا‬ َ ‫ْس‬ ُ َ َ‫ى‬ َ : ِ ُ ِْ ُ ِ ،َُُِ‫ُِىَََُ أ َىهْ أم‬
ْ
‫ى‬ ‫ى‬
‫ى م ى ى رمم ر م‬ ‫ى‬ ‫ى ى‬ ‫ى ى ر م مر‬
‫ٍْ أىّر كّا‬ ‫م‬ ُ َُ َ :ُِ ُِْْ ِ ،ُُْْ َ ََْ‫س‬
‫ ىاىُ ىْ مُ رْ ىسرََْم ى‬،َ ‫مى‬َ ُ
َ ‫أ‬ ُ ‫ى‬ ‫ىى ح ى ح ى ى‬
‫اَ اىّ َ ىَ ن‬ ‫ُ ُ ن‬
.»ََ ‫ٍْ َلىٍََى ُِىر ُر ْ ىس ى ى‬ ‫وى رً مَلم ى‬
Modul Kitab Tauhid | 9
10
ُ‫ ِىَ ىْ ىا‬،َ ًُ‫ َِاِ َََّاَ ُِ أماّى‬،ِ‫ ًَِِ َُ ُِّى‬،ّ‫ممَ ىه‬
‫ى‬ ‫م‬ ‫ى ى ىى ى ى ىر م ى ى ى‬
:ْ‫َ مُ ر‬ ْ َ ُ ُ‫ا‬
‫ى‬ ‫و‬‫ا‬ ،‫ﷺ‬ َُ ُْ
َٰ ‫ى‬ ‫س‬ َ َْ َ ُ ْ ِ‫ َِلىْلَُْ ََّ َُو‬:ََُُْْ
َ
‫ى ىر م‬ ‫ى‬ ‫ىر م م ر ى ى م م ى ى م ى م‬
- ،‫ٰ ى رًَْكا‬ َُ ُِ ََُْْ ْ‫َِلىْلَُْ ََّ َُوِ اًُّاَ ُِ َ ُإسىاُُ َِلىْ و‬
‫ر ى ر مر م‬ ‫ى ى مم ى م م‬
.- ‫ىاِىىَمْاَ أى ر ْىاَى‬
Sa'id pun berkata: “Sungguh telah berbuat baik orang yang
telah mengamalkan apa yang telah didengarnya, tetapi Ibnu
Abbas menuturkan hadits kepada kami dari Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda: “Telah diperlihatkan kepadaku
beberapa umat, lalu aku melihat seorang Nabi bersama
sekelompok pengikut, dan seorang Nabi bersama satu dan dua
pengikut, dan Nabi yang lain lagi tanpa pengikut satupun. Tiba-
tiba diperlihatkan kepadaku sekelompok orang yang banyak
jumlahnya, aku mengira bahwa mereka itu umatku, tetapi
dikatakan kepadaku: bahwa mereka itu adalah Musa dan
kaumnya, tiba-tiba aku melihat lagi sekelompok orang yang lain
yang jumlahnya sangat besar, maka dikatakan kepadaku: mereka
itu adalah umatmu, dan bersama mereka ada 70.000 (tujuh puluh
ribu) orang yang masuk Surga tanpa hisab dan tanpa disiksa lebih
dahulu.” Kemudian beliau bangkit dan masuk ke dalam rumahnya,
maka orang-orang pun memperbincangkan tentang siapakah
mereka itu? Ada di antara mereka yang berkata: “Barangkali
mereka itu orang-orang yang telah menyertai Nabi dalam
hidupnya, dan ada lagi yang berkata: “Barangkali mereka itu
orang-orang yang dilahirkan dalam lingkungan Islam hingga
tidak pernah menyekutukan Allah dengan sesuatupun,” dan yang
lainnya menyebutkan yang lain pula.

Modul Kitab Tauhid | 10


11
ّ‫وِ ى‬ ُ ََّ َْ« :ُ‫ َِْ ىا‬،ُ‫َٰ ﷺ ِأىَرا‬
َ َُ ُْ ‫ِى ىَىْىَ ىَلىرْ ُ رْ ىَ مس م‬
‫مم ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ر ىم م‬ ‫ى‬
ُُ
.»ٍْ ‫ ىا ىَلىَ ىَِّ رْ وىََىَ ىََْلم ى‬،ٍ‫ا‬
‫ ىاىّ وىََىّىَرم ى‬،ٍ‫ا‬ ‫ ىاىّ وى رَُىَ مْ ى‬،ٍْ ‫وى رسى رروم ى‬
،ْ‫ َمرَُم ََٰى أ رىٍ ى رَ ىْلىُِ ُُرََ مُ ر‬:ُ‫ ِىَ ىْ ىا‬،ِ‫ص ن‬ ُ ُ ُِ ٍ ‫َِْاُ َ َُا‬
‫ىى ى م ى م ر م ر ى‬
ٍ‫ َمرَُم ََٰى أ رى‬:ُ‫ ِىَ ىْ ىا‬،ْ‫آَم‬ ِ ْ َ ُ‫ا‬ ‫و‬ ‫م‬
َ‫م‬ » ْ ُ ََ ُ ُ‫ «أىْر‬:ُ‫َِْ ىا‬
ُ
‫ى ىم ح ى‬ ‫ى‬ ‫ى مر‬ ‫ر‬ ‫ىى‬
.»‫َ ُِىا َم َُا ى ٍم‬ ‫«سَىَ ىْ ى‬
‫ى‬ : ُ‫ا‬‫ى‬ ْ
‫ى‬ َ
‫ى‬ ِ ، ْ
‫مر‬ُ ََ‫ر‬
ُ ُِ‫ىَْلى‬
ُ ‫رى‬
Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam keluar dan
merekapun memberitahukan hal tersebut kepada beliau. Maka
beliau bersabda: “Mereka itu adalah orang-orang yang tidak
pernah minta ruqyah, tidak melakukan tathayyur (pesimis saat
melihat sesuatu) dan tidak pernah meminta pengobatan kay
(lukanya ditempeli besi yang dipanaskan), dan mereka pun
bertawakkal kepada Rabb mereka.” Kemudian Ukasyah bin
Muhshan berdiri dan berkata: mohonkanlah kepada Allah agar
aku termasuk golongan mereka. Kemudian Rasul bersabda:
“Engkau termasuk golongan mereka,” kemudian seseorang yang
lain berdiri juga dan berkata: mohonkanlah kepada Allah agar
aku juga termasuk golongan mereka. Rasul menjawab: “Kamu
sudah kedahuluan Ukasyah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Modul Kitab Tauhid | 11


12
ِ‫ُ اختوْ دِ دِ تَ ال دِّ وُ د‬
‫تَ ب‬
[4] Bab: Takut Terjatuh Dalam Kesyirikan

.﴾ُُُِ ُ‫ ﴿إُ ٍَ ََٰى ىّ وىَ رِ ُّمْ أ رىٍ وم رْىْى‬:َ‫َٰ َىَ ىْ ىا‬


َُ ُ‫اوَْم‬
‫ى ىر‬
Dan firmanNya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni
dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari
(syirik) itu, bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya.” (QS. An Nisa’:
48)

.﴾ُ‫ىَْى ىا‬
‫َأ‬‫ر‬ ً َ ْ َ ْ ٍ‫ى‬
‫ر‬ ‫أ‬ ُُِ‫ا‬ َُِ َ َ َْ
‫﴿ا‬ : ُ ‫ا‬‫ى‬ ‫َّس‬ ُ ْ‫او ىاُ َخلُِْ َلى‬
ِ
‫ى ى ى م ى ر َ م ى ر مر ى ى َ ى ر م ى ر‬
Dan firmanNya: “Dan jauhkanlah aku dan anak cucuku dari
perbuatan (menyembah) berhala.” (QS. Ibrahim: 35 )

،»ْ‫ىِْىم‬ ُ ُ ًُ ‫اُِ َح‬


‫َّْرْمُ َأ ر‬
ّ ْ‫اُ ىَلىرْ مُ م‬
‫ىَ م‬‫أ‬ ‫ا‬
‫ى ى ى‬ ُ ُ
‫م‬ ْ َ‫ى‬
‫ر‬ ‫أ‬« : ِ‫و‬ ‫ى ى‬
ُ :ُ‫ِىسًُِ ىَرَِ؟ ِىَ ىْ ىا‬
.»‫«َّْىَّم‬
ّ ‫م ى م‬
Dalam hadits: “Sesuatu yang paling aku khawatirkan dari
kalian adalah perbuatan syirik kecil,” kemudian beliau ditanya
tentang itu, dan beliaupun menjawab: “Yaitu riya.” (HR. Ahmad,
Thabrani, dan Abu Dawud)

ِ‫«ُ ر‬ : ُ‫ا‬
‫ى‬ ‫و‬ ‫ﷺ‬ َُ ُْ
َٰ ‫ى‬ ‫س‬ َ َ
ٍ ‫ى‬
‫أ‬ ِ َ َ َٰ
َ ‫ي‬ َ ‫اَ ُِ َُ ُِ ُسْ ن‬
ُ َ َْ
‫ى‬ ‫ى‬ ‫ر‬
‫ىى ر ى رم ى ى م ى م ىم‬
َُُ ًَْ‫ُاَ اَْ و‬
ُْ ٰ
‫َاَ» ىَىاَُم ََّم ىَا َُ ب‬
.‫ي‬ َ َّ
‫ىىى ى‬ ِ َ َ ‫دَ؛‬
ً ‫ى ى ى م ى ىر م‬
Modul Kitab Tauhid | 12
13
Dari Ibnu Mas’ud bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam bersabda: “Barangsiapa yang mati dalam keadaan
menyembah selain Allah, maka pasti ia masuk Neraka.” (HR.
Bukhari)

ّ‫«ُ رِ ّىُْي ََٰى ى‬ : ُ‫ا‬‫ى‬ ‫و‬


‫ى‬ ‫ﷺ‬ َُ ُْ
َٰ ‫ى‬ ‫س‬ َ َ
ٍ ‫ى‬
‫أ‬ ‫ ىَِ ْاُُن‬:ْ‫اَُّسلُن‬
ْ
‫ى ى‬ ‫ىم‬ ‫ر ى‬ ‫ىمر‬
َِ‫ ىاىُ رِ ّىُْْىِم وم رْ ُْمُ ُُُِ ى رًَْكا؛ ىَ ى‬،‫وم رْ ُْمُ ُُُِ ى رًَْكا؛ ىَ ىَِ َلىٍََى‬
‫ى‬ ‫ى‬
.»َ‫َا‬
‫ََّ ى‬
Dalam riwayat Muslim: dari Jabir bahwa Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang
menemui Allah (mati) dalam keadaan tidak berbuat syirik kepada-
Nya, pasti ia masuk Surga, dan barangsiapa yang menemui-Nya
(mati) dalam keadaan berbuat kesyirikan maka pasti ia masuk
Neraka.”

Modul Kitab Tauhid | 13


‫‪14‬‬
‫اَ دِ َت وْ تّ ادلتَت ادتّ بت‬
‫اّ‬ ‫َ‬‫َ‬ ‫َ‬‫ت‬ ‫د‬
‫ا‬ ‫َُ ال ذَِ د‬
‫اِ‬
‫ت ت‬ ‫ت‬ ‫ت ب ت‬
‫‪[5] Bab: Mendakwahkan Syahadat Laa Ilaha Illallah‬‬

‫َٰ ََْ ىاَ‪﴿ :‬وِ َ َُ ُُ سَُْلُي أىََْ إُىَ َُ‬


‫َٰ ىَلىَ ُى ُص ىرنُ‬ ‫اوَْمُ َُ‬
‫رم‬ ‫ر ى ى‬ ‫م‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى ىر‬
‫أ ىىً ىاىُ ُِ ََََىَ ىُِْ﴾‪.‬‬
‫‪Dan firmanNya: “Katakanlah: ‘Inilah jalan (agama) ku‬‬
‫‪bersama orang-orang yang mengikutiku, yaitu aku berdakwah‬‬
‫‪kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku‬‬
‫)‪tidak termasuk orang-orang yang musyrik.” (QS. Yusuf: 108‬‬

‫اَ َ َُي ََٰ ََََُا أى ٍَ َس ى ُ‬ ‫ن‬


‫ِ‬ ‫ُْ ََٰ ﷺ ّى ََا ُىَ ىْ ى‬ ‫ىا ىَ ُِ َُر ُِ ىََ ى ى م ىر م ى ى م‬
‫اَ؛‬ ‫ََُّى ُ‬ ‫ُْا كَِ إُىَ ََّْ ُِ‪ ،‬و ىاُ ّىِ‪« :‬إََُْ َرُِ وَُْا ُُِ أىَ ُِ ُ‬
‫ى ى ىر ك ر ر‬ ‫ىى ى م‬ ‫مى‬
‫َْ رْ إُّىرْ ُِ‪ :‬ى ىُ ىاَُم أ رىٍ ىّ إُّىِى إَُّ ََٰم ‪ -‬ىاُِ‬ ‫ِىَ رلْى مُ رِ أَىاىُ ىُا َى رًَم م‬
‫َ؛‬ ‫ُْ ُّ ىَُّ‬
‫َُىاَوىنٍ‪ :‬إُىَ أ رىٍ وَمىُّْْ مًاَ ََٰى ‪ِ .-‬ىُإ رٍ مَ رْ أىَىاَم ى‬
‫ى‬
‫ََ ُِ مَ ُِّ وىَ رْنُ‬ ‫ِأىَلَُُْ أى ٍَ ََٰ َِررِ َلىْ ُ ْ مَ ْلىْ ن‬
‫ى ى ى ى ى ر ر ىر ى ى ى‬ ‫ى ر رمر‬
‫ِ ىَلىرْ ُ رْ‬ ‫ر‬ ‫ِ‬
‫ر‬ ‫َ‬ ‫َٰ‬
‫َ‬ ‫َ‬
‫ٍ‬ ‫ى‬
‫أ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫ُْ ُّ ىََُّ؛ ِأىَلُ‬ ‫ى‬ ‫اَ‬ ‫ى‬‫َ‬ ‫ى‬
‫أ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ٍ‬ ‫اّىَْلى نٍ‪ِ .‬ىُ‬
‫إ‬
‫ى‬
‫ى ى ى‬ ‫رمر‬ ‫ر‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫م‬ ‫مر‬ ‫ر‬ ‫ىر‬
‫ُْ‬‫ْ ىًوىٍك َمَ رْ ىَ مَ ُُ رِ أى رَُُْىاُُِ رْ ِىىرمبَ ىَلىَ ِمَ ىْىَُُِْ رْ‪ِ .‬ىُإ رٍ مَ رْ أىَىاَم ى‬
‫ى‬

‫‪Modul Kitab Tauhid | 14‬‬


15
َْ‫ ِىُإَِْم ّىر‬،ُُْ ‫َمُرلم‬ ُ‫ ىاَ َُّ ىَ رَ ىْى‬،ْ‫َ؛ ِىُإ َّ ىُ ىاىَىَُِْىْ أ رىُ ىَْهُُ ر‬‫ى‬
َُّ‫ُّ ى‬
‫ى‬ ‫ى‬
.‫ىَىْ ىْاُم‬ ‫أ‬ » َ‫ا‬ َ ْ َُ ‫ََََُُْا اُن‬
ُ َٰ
‫ى ح ر‬ ‫ىر ى ى ى ىر ى‬
Dari Ibnu Abbas: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
bersabda kepada Mu’adz ketika mengutusnya ke Yaman:
“Sungguh kamu akan mendatangi orang-orang ahli kitab (Yahudi
dan Nasrani) maka hendaklah pertama kali yang harus kamu
sampaikan kepada mereka adalah syahadat La Ilaha Illallah –
dalam riwayat yang lain disebutkan: ‘Supaya mereka
mentauhidkan Allah.’ Jika mereka mematuhi apa yang kamu
dakwahkan, maka sampaikan kepada mereka bahwa Allah telah
mewajibkan kepada mereka shalat lima waktu dalam sehari
semalam. Jika mereka telah mematuhi apa yang telah kamu
sampaikan, maka sampaikanlah kepada mereka bahwa Allah telah
mewajibkan kepada mereka zakat, yang diambil dari orang-orang
kaya di antara mereka dan diberikan kepada orang-orang yang
fakir. Dan jika mereka telah mematuhi apa yang kamu sampaikan,
maka jauhkanlah dirimu dari mengambil harta pilihan mereka,
dan takutlah kamu dari doanya orang-orang yang teraniaya,
karena sesungguhnya tidak ada tabir penghalang antara doanya
dan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

‫َٰ ﷺ‬ َُ ُْ ‫ ىَ رِ ىس رُ ُِ ُر ُِ ىس رْ نً ىَ َُ ىي ََٰم ىَرَِم أى ٍَ ىَ مس ى‬:‫ىاىهمىَا‬


،‫ّ ََٰى ىاىَ مسّْىِم‬ ‫ََّْوىٍى ىُ كًَ ىَ مْكا مُُ ب‬
َ ‫ن‬ َ ‫«أ رمَ ُّى‬
‫ ى‬:‫وى ىاُ وىَ رْىُ ىَرْى ىر‬
ٍْ ُ ‫امَُُبِ ََٰ اَسّْمِ؛ وَ رَُّ ََٰ َلىَ وًو‬
‫َاَ وى مًامَ ى‬ َ َّ َ‫ا‬ َ َ
‫ى‬ ِ » ِ
‫ى م م ىى م م ى ى م م ى ىى ر ى ى م‬
َُ ُُْ ‫ ًُاَ َلىَ َس‬،َََْْ‫ َِلىَا أى‬.‫ أىوَبُْ وَّْىاَا‬،ََُْ‫ّىَْلى‬
َٰ ‫ر ى م ر م ر مر ى ى َ رى م ى ى ر ى ى م‬
Modul Kitab Tauhid | 15
16
ِ‫أُى‬ ِ‫ «أىور ىِ ىَلُ بي ُر م‬:ُ‫ ِىَ ىْ ىا‬،‫ مَلب مُ رْ وىَرْ مْْ أ رىٍ وَم رّْى ىاَا‬،‫ﷺ‬
،ُُُِ ِ‫ ِىأُم‬،ُِ ْ‫ ِىأ رىَ ىسلمَْ إُّىر‬.ُِ ْ‫ مَ ىْ وى رَْى ُُي ىَرََْىَر‬:ُِْْ‫َىاُّ نّ؟» ِى‬
‫ى‬ ‫ى‬
،َ‫ ِىى ىرأى ىْ َّ ىَأ رىٍ ىمر وى مُ رِ ُُُِ ىا ىْ ح‬،‫ ىاىَ ىَا ّىِم‬،ُِ ْ‫ص ىّ ُِ ىَرََْىَر‬ ‫ِىََى ى‬
ُ
ُ‫ ىْ َّ َىَرَ ُِى‬،َ ‫ «َمْرَ مّ رَ ىَلىَ َُ رسل ى‬:ُ‫ ِىَ ىْ ىا‬،‫ََّْوىٍى‬ َ ‫ِىأ رىَّىاُم‬
ْ‫ّ ىَلىرْ ُ ر‬ ُ‫ اأىَُرَْ ُمىا ى‬،ُُ‫ ممَ رَََُْ إُىَ َ ُإسىا‬،ْ ُ َُْ‫ُُسا‬
َ
‫م‬ ‫ى ر رم ر‬ ‫ر‬ ‫مم ر‬ ‫ى ى ر‬
‫َ ىَ مْكا‬ ُ
ُ َٰ
َ ‫ي‬ ًُ َُ‫ ىأىٍ و‬،َٰ َُ َِْ ،ُِْ ُِ َ‫َٰ ََْ ىا‬َُ ُّ ْ ُُِ
‫ىر ى م ى‬ ‫ر‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ّ‫ر ى‬
.»َُْْ ُ ُ ‫ا َُْ كًَ ىَرر ّى ى‬
‫َ ُ رِ ممرْ َََّ ى‬ ‫ح‬ ‫ى‬
Dari Sahl bin Sa’ad bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam bersabda pada perang Khaibar: “Sungguh akan aku
serahkan bendera (komando perang) ini besok pagi kepada orang
yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, dan dia dicintai oleh Allah
dan Rasul-Nya, Allah akan memberikan kemenangan dengan
sebab kedua tangannya.” Maka semalam suntuk para Sahabat
memperbincangkan siapakah di antara mereka yang akan
diserahi bendera itu. Di pagi harinya mereka mendatangi
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Masing-masing berharap
agar ia yang diserahi bendera tersebut, maka saat itu Rasul
bertanya: “Di mana Ali bin Abi Thalib?” Mereka menjawab: “Dia
sedang sakit pada kedua matanya,” kemudian mereka mengutus
orang untuk memanggilnya, dan datanglah ia, kemudian Rasul
meludahi kedua matanya, seketika itu dia sembuh seperti tidak
pernah terkena penyakit, kemudian Rasul menyerahkan bendera
itu kepadanya dan bersabda: “Melangkahlah engkau ke depan
dengan tenang hingga engkau sampai di tempat mereka,
kemudian ajaklah mereka kepada Islam, dan sampaikanlah
Modul Kitab Tauhid | 16
17
kepada mereka akan hak-hak Allah dalam Islam. Demi Allah,
sungguh Allah memberi hidayah kepada seseorang dengan sebab
kamu, itu lebih baik dari unta-unta yang merah.”

.ٍْ
‫َْ ى‬
‫ ىخم م‬:‫ىي‬ ‫ «وى مًامَ ى‬:‫وىَ رّْمِم‬
‫ٍْ» أ ر‬
Sabda beliau: “yaduukuun,” bermakna memperbincangkan.

Modul Kitab Tauhid | 17


18
‫اَ دِ َتْ تّ ادلتَت ادتّ ت‬ ‫َُ َتّ وِ دَ در الَّتْ دِ د‬
‫اّب‬ ‫يِ تَ تَ تَ ت‬ ‫و‬ ‫ت ب‬
[6] Bab: Tafsir Tauhid Dan Syahadat Laa Ilaha
Illallah

ْ‫ٍْ إُىَ ىَُُِّ م‬ ُ ََّ ًَُ‫﴿أماّى‬:َ‫َٰ ََْ ىا‬ َُ ُ‫اوَْم‬


‫ٍْ وىَرَََىَِم ى‬
‫وِ وى رًَم ى‬
‫ى‬ َ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى ىر‬
.‫َ﴾ َلوىٍى‬ ْ َ‫ر‬‫و‬‫ى‬‫أ‬ ْ ُ‫ب‬َ‫و‬‫ى‬‫أ‬ ٍ ‫ل‬
‫ى‬ ْ ُ َّْ
‫س‬
‫مر ى م‬ ‫ى‬ ‫ى‬
Dan firmanNya: “Orang-orang yang mereka seru itu, mereka
sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka, siapa di antara
mereka yang lebih dekat (kepada Allah), dan mereka
mengharapkan rahmat-Nya serta takut akan siksa-Nya;
sesungguhnya siksa Tuhanmu adalah sesuatu yang (harus)
ditakuti.” (QS. Al-Isra’: 57)

‫﴿اإُ رِ وى ىاُ إُُرَىْ ََُ مْْ ُأىُُ ُِْ ىاوىَ رُُْ ُِ إَُُِْ ُىَىََْح ُمَا‬:
‫ىاوىَ رّْمِم َىَ ىْ ىاَ ى‬
.‫اٍ إَُّ ََّ َُي ِىّىىُِْ﴾ َلوىٍى‬ ‫َىَ رَْم مً ى‬
Dan firmanNya: “Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada
bapak dan kaumnya: ‘Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa
yang kalian sembah, kecuali (Allah) Dzat yang telah menciptakan
aku, karena hanya Dia yang akan menunjukkan (kepada jalan
kebenaran).” (QS. Az-Zukhruf: 26-27)

َُ ٍ‫ا‬
ُ َ ُُِ َِِ‫﴿ََ مَاَ أىَْاََْ اَََ ىاهْ أى‬:
﴾َٰ ‫ر ى ى م ر ى م ر ى مر ر ى ك ر م‬ ‫َىَ ىْ ىاَ َ ى‬ ‫ىاوىَ رّْمِم‬
.‫َلوىٍى‬
Modul Kitab Tauhid | 18
19
Dan firmanNya: “Mereka menjadikan orang-orang alim dan
pendeta-pendeta mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah, dan
(mereka mempertuhankan pula) Al-Masih putera Maryam;
padahal mereka itu tiada lain hanyalah diperintahkan untuk
beribadah kepada satu sembahan, tiada sembahan yang haq selain
Dia. Maha suci Allah dari perbuatan syirik mereka.” (QS. At
Taubah: 31)

ُ ُ َ ُُِ َ‫ََ م‬
ُ ََ‫َاَ ُِ و‬
ُ ُ‫﴿ا‬:َ‫اوَّْمِ ََْ ىا‬
‫اٍ ََٰ أىْر ىًَََك‬ ‫ر م‬ ‫ىر ى‬ َ َّ ِ ُ
‫ى ى‬ ‫ى ىر م ى ى‬
.‫َٰ﴾ َلوىٍى‬ َُ ُّ ََ ْ‫ْه‬ ‫ى‬ َ
‫ب‬ ُ‫م‬
ُ
ّ ‫ر م‬‫ى‬ ‫م‬
Dan firmanNya: “Di antara sebagian manusia ada yang
menjadikan tuhan-tuhan tandingan selain Allah, mereka
mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah, adapun
orang-orang yang beriman lebih besar cintanya kepada Allah.” (QS.
Al-Baqarah: 165)

َُّ‫وى ىاُ ىّ إُّىِى إ‬ ِ‫«ُ ر‬‫ ى‬:ُ‫أىَِْم وى ىا‬ ،‫َّ ﷺ‬ ُ ََُّ ُِ َ:


‫ى‬ ُ َُ ‫ص‬
ُْ َ َّ ُِ‫ىا‬
ّ
ِ‫ ىاُْ ىساُمم‬،‫ىاىَ مُِم‬ َُ
ِ‫َٰ؛ ىْمْىُ ىُاّم م‬ ٍُ‫ اىَّْ ُما وًََْ ُُِ َا‬،ََٰ
‫م ى ىى ى م رى م ر مر‬
َُ َ‫َلى‬
.»َٰ ‫ى‬
Di dalam kitab Shahih: dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,
bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan Laa Ilaaha Illalah dan
mengingkari sesembahan selain Allah, maka harta dan darahnya
terjaga, adapun perhitungannya terserah kepada Allah.”

ُ َُْ‫َّر ىم ٍُ ُا َُْ ىًَا ُُِ َأى‬


.ََ َ ُ َُ َ ٌْ ‫ا‬
ُ
‫ر ى ى ى ر ى ى رى‬ ‫ى ىر م ى‬
Penjelasan judul-judul ini terdapat di bab-bab berikutnya.
Modul Kitab Tauhid | 19
20
ِ‫ُ احتوْ تّ دَ تَاختوي دِ تَت وَ دْدمتا لدتَُو دِ البتتَ د‬ ‫ب‬‫ب‬‫ل‬ ‫َُ دَِ ال دُِّ د‬
ِ
‫ت ب ت و و ب‬
َ‫َ وتَ تََو دِ د‬
[7] Bab: Termasuk Syirik Adalah Mamakai Gelang
Dan Benang Dan Sejenisnya Untuk Menangkal
Bahaya Atau Menolaknya

َُ ٍ‫ا‬
ٍ‫َٰ إُ ر‬ ُ َ ُُِ ٍْ ُ
‫ ﴿وم رِ أىِىَىْأىورََم رْ ىُا َى رًَم ى ر م‬:َ‫ىاوىَ رْمُ ََٰ َىَ ىْ ىا‬
.‫َُُُّْ﴾ َلوىٍى‬ َ‫ا‬
‫م م‬ ّ‫ى‬
ُ ‫أىَََُِ ََٰ َُُ نْ َِ َ َِ ىَا‬
‫ى ى ى م مّ ى ر م‬
Dan firmanNya: “Katakanlah (hai Muhammad kepada orang-
orang musyrik): terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu
seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemadharatan
kepadaku, apakah berhala berhala itu dapat menghilangkan
kemadharatan itu? atau jika Allah menghendaki untuk
melimpahkan suatu rahmat kepadaku apakah mereka mampu
menahan rahmat-Nya? katakanlah: cukuplah Allah bagiku, hanya
kepada-Nyalah orang-orang yang berserah diri bertawakkal.” (QS.
Az-Zumar: 38)

ُ ‫َِ ََُْ ىٍَ ُ ُِ ْص ن‬


‫َّ ﷺ ىَأىى‬ َ ََُّ ٍَ ‫ أى‬:‫ن ىََ ىي ََٰم ىَرََ مُ ىَا‬ ‫ى ر ر ى ر م ىر‬
ِ‫ ُُ ى‬:ُ‫«ُا ىَ َُ ُُ؟» وى ىا‬ ‫ى‬ : ُ‫ا‬‫ى‬ ْ‫ى‬ َ
‫ى‬ ِ ، ‫َْكا ُِ و ًُ ُُ ْ رل ىٍْح ُُِ ْ رّ ن‬
ْ ‫ر م‬ ‫ى ى‬ ‫ىم‬
َُ ُُ ْ‫َ ّىر‬ َ
ْ ُ
‫إ‬ ِ ،‫ا‬ ََ‫ا‬ َُّ
‫إ‬ ُ ‫ى‬ ً‫و‬ ُ
ِ َ ّ ‫ى‬ ‫ا‬ ‫ه‬َ ُ
‫إ‬ ِ ‫ا؛‬ َُ ُِ ْ
‫ر‬ َ« : ُ‫ا‬
‫ى‬ ‫و‬ ، ُ َََُ َّْ
ٍ
‫ى‬ ‫ى‬ ‫ىرك‬ ‫م‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫رى‬ ‫ى‬ ‫ى ى‬
.ُُُِ َ ‫ُ أىُى كًَ» ىَىاَُم أ رىمى مً ُُسَى نً ىّ ىأر‬ ‫ى‬ َ‫ر‬ ‫ل‬
‫ى‬ َ‫ر‬ِ‫ى‬‫أ‬ ‫ا‬ ُ
‫ى‬ ‫؛‬ َ‫ى‬ ْ
‫ر‬‫ى‬‫ل‬َ‫ى‬ ‫ي‬ ُ‫ا‬
َ
‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى ى‬
Modul Kitab Tauhid | 20
21
Imran bin Husain menuturkan bahwa Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam melihat seorang laki-laki memakai gelang yang
terbuat dari kuningan, kemudian beliau bertanya: “Apakah ini?”
Orang itu menjawab: “Gelang penangkal penyakit,” lalu Nabi
bersabda: “Lepaskan gelang itu, karena sesungguhnya ia tidak
akan menambah kecuali kelemahan pada dirimu, dan jika kamu
mati sedangkan gelang ini masih ada pada tubuhmu maka kamu
tidak akan beruntung selama-lamanya.” (HR. Ahmad dengan
sanad yang bisa diterima)

ُ ُ
‫َٰم‬ ‫«ُ رِ َىَ ىْلَ ىّ ىم ى‬
َ َ‫ٍَْك؛ ِى ىا أ ىىم‬ ‫ ىَ رِ َم رَْىٍى ُر ُِ ىَاُ نْ ىُ رِْم ك‬:‫ىاّىِم‬
‫ ى‬:‫َْا‬
‫ن‬
‫ ى‬:ٍّ‫ ىاُِ ّى ر‬.»‫َٰم ّىِم‬
ّ‫«ُ رِ َىَ ىْلَ ى‬ ‫ ىاىُ رِ َىَ ىْلَ ىّ ىاىَ ىٍَك؛ ِى ىا ىاىَ ى‬،‫ّىِم‬
َ ُ
.»ُ‫ٍَْك؛ ِىَ ىْ رً أى ر ىْى‬ ُ‫ىم‬
‫ى‬
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad pula dari Uqbah bin Amir,
dalam hadits yang marfu,’ Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam bersabda: “Barangsiapa yang menggantungkan tamimah
maka Allah tidak akan mengabulkan keinginannya, dan
barangsiapa yang menggantungkan wada’ah maka Allah tidak
akan memberikan ketenangan kepadanya.” Dan dalam riwayat
yang lain Rasul bersabda: “Barangsiapa yang menggantungkan
tamimah maka ia telah berbuat kesyirikan.”

،‫ ِىَ ىّْى ىِْم‬،َََ‫ُ ُُ ىِ َحم‬ ‫ أىَِْم ىَأىى ىَ مْكا ُِ وى ًُ ُُ ىَرْ ح‬:‫ىَ رِ مْ ىَورَ ىٍّى‬
ُ ُ
﴾ٍْ ‫﴿اىُا وَم رُْ مِ أى رَثىَمْمَ رْ ُِ َٰ إَُّ ىامَ رْ مُ رْ ُْمَ ى‬
‫ ى‬:َ‫ىاَىىا وىَ رّْىِم َىَ ىْ ىا‬
.‫ىَىاَُم َُر مِ أُىِ ىْ ُنام‬
Modul Kitab Tauhid | 21
22
Dari Hudzaifah bahwa ia melihat seorang laki-laki yang di
tangannya ada benang untuk menangkal sakit panas, maka dia
putuskan benang itu seraya membaca firman Allah: “Dan
sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah,
melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan
sesembahan lain).” (QS. Yusuf: 106)

Modul Kitab Tauhid | 22


23
ِ‫تَاِدد‬
‫ُ تِا تَاِت دِ ال ذَُتى تَالَ ت‬
‫تَ ب‬
[8] Bab: Penjelasan Tentang Ruqyah Dan Tamimah

َُ ُْ
َٰ ُ ‫ أىَِْ ىَا ىٍ َُ َس‬:‫ ىَِ أُىِ ُ ُْ نر َأىْرصا َُ ُي‬:ُْ ُ َ َّ ُِ
‫ىى ىم‬ ‫ى ّ م‬ ‫صَ ُ ر ى‬
‫ن ُِ ىَوىََى ٍُ ُىُْ نر‬
َ ‫ «أَىّ وىَرََ ىْ ى‬:ّْ‫ ِىأ رىَ ىس ىِ ىَ مس ك‬،َُُ ‫ىس ىّا‬
‫ّأر‬ُ ْ‫ﷺ ُِ ُىَ ر‬
ُ ُ ُ ُ
.»ُ‫ أ رىا و ىا ىَُح؛ إَُّ ومّ ىْ ر‬،ْ‫و ىا ىَُح ُ رِ ىاَى ن‬
Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim bahwa Abu
Basyir Al-Anshari pernah bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
wa Sallam dalam suatu perjalanan, lalu beliau mengutus seorang
utusan untuk menyampaikan pesan: “Tidak boleh terdapat lagi di
leher unta kalung dari tali busur panah, atau kalung apapun harus
diputuskan.”

َُ ُْ ُ ‫ وى ى‬،َِ‫َٰ َر‬ ُ ‫ن‬


‫َٰ ﷺ‬ ‫ُ ىَ مس ى‬‫ ىم رْ م‬:ُ‫ا‬ ‫ىا ىَ ُِ َُر ُِ ىُ رسْمَْ ىََ ىي َم ى م‬
‫ «إُ ٍَ َّبْوىَ ىاََّ ىََاُِ ىْ ىاََُّّىّْىٍى؛ ُ رْحُ» ىَىاَُم أ ر‬:ُْ
ْ‫ىمى مً ىاأىُم‬ ‫وىَ مْ م‬
.َ‫َا‬
‫ىَ ى‬
Ibnu Mas’ud menuturkan: aku telah mendengar Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya ruqyah,
tamimah dan tiwalah adalah syirik.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Modul Kitab Tauhid | 23


24
»ُِ ْ‫«ُ رِ َىَ ىْلَ ىّ ى رًَْكا؛ ماَُِ إُّىر‬ :‫ا‬ َْ ِ
ْ ُ ‫ن‬
ْ ْ ُ
‫ى‬ َ ُ
ِ ُ َُ ًُ ََ َِ‫ا‬
َٰ
‫ى‬ ‫م‬
‫ر م ر ىر ك ى‬ ‫ى ى ر ىر‬
ُ ُ ‫َاَُ أىمً ا‬
‫َّرَُُ ب‬
.‫ي‬ ‫ىى م ر ى م ى ّ ر‬
Dari Abdullah bin Ukaim secara marfu: “Siapa yang
mengantungkan sesuatu maka ia diserahkan kepadanya.” (HR.
Ahmad dan Tirmidzi)

ٍ‫ ّى ُُ رِ إُ ىَِ ىَا ى‬،‫ن‬ُ ‫َّْ ر‬ ُ


ِ َ ُ ّ‫ يَ وَْلَّ َلىَ َأىاى‬:»ُِْ‫«ََََّا‬
َ
‫ى‬ ‫ى‬ ‫ر‬ ‫ى م ى ر ح مى م ى‬
ُ ‫آٍ؛ ِىَْ َََ ُِ ُِْ َُ رّْ َّ َسلى‬
ُ ْْ‫َمْلَّ ُُِ َّ م‬
‫َ مُ رْ ىمر‬
‫ ىاُىَ رْ م‬،َ ‫ى م‬ ‫ى ى‬ ‫مى م ى ر‬
‫ ُُرََُْ َُِ ُسْ ن‬،َِ‫ اىَْلمِ ُُِ َمرَُ ُي َر‬،ُِْ ُِ َََُْ‫و‬
.َْ ‫ى رى م ى ى ّ ى م م م ر م ى ر م‬ ‫مى ّ ر‬
Tamimah adalah sesuatu yang dikalungkan di leher anak-
anak untuk menangkal dan menolak penyakit ‘ain. Jika yang
dikalungkan itu berasal dari ayat-ayat Al-Qur’an, sebagian ulama
salaf memberikan keringanan dalam hal ini; dan sebagian yang
lain tidak memperbolehkan dan melarangnya, di antaranya Ibnu
Mas’ud.

‫ِْ ىُا ىَ ىا‬ ًََُّّ َِ‫َ ُُر‬َ َ ‫ا‬ ، ََُِِّْْ َََ ‫ َُي ََُِّ َمس‬:»َ‫ا«َّبْوى‬
‫م‬ ‫م‬ ‫ى‬ ‫ىى ى ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬
.ٍُ َ‫ن ىاَحم ى‬
ُ ‫َّْ ر‬ ِ ُُ ‫َٰ ﷺ‬َُ ُْ ‫س‬َ ُ ُِ َََ َ ً‫َُُّْْ؛ ِىَ ىْ ر‬
ِْ ُ ُ
‫ى ى‬ ‫م‬ ‫ى ى ىم‬ ‫ُ ىِ ّ ر‬
Ruqyah adalah apa yang disebut juga dengan istilah Ajimat.
Ini diperbolehkan apabila penggunaannya bersih dari hal-hal
syirik, karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah
memberikan keringanan dalam hal ruqyah ini untuk mengobati
‘ain atau sengatan kalajengking.
Modul Kitab Tauhid | 24
25
َ‫ّ َم رْأىىُ إُ ى‬َُّ‫َْمْْىِم وىَ رَِمَْ ىٍ أىَِْم مُى‬ ‫و‬ َ ‫ي‬ ‫ي‬ َُ :»‫ا«ََُّّْىٍم‬
‫م ى‬ ‫م‬ ‫ى‬ ‫ى رح ى‬ ‫ى‬ ‫ّى‬
.َُُِ‫ ىاََّْ مْ ىِ إُ ىَ رَُىْأى‬،‫ىَراُْ ىُا‬
Tiwalah adalah sesuatu yang dibuat dengan anggapan bahwa
hal tersebut dapat menjadikan seorang istri mencintai suaminya
atau sebaliknya.

ّ« :‫ﷺ‬ َُ ُْ
َٰ ‫س‬َ ِ ُ ُ‫ا‬ ‫و‬ : ُ‫ا‬ ‫و‬ ، َ ُ ‫ َِ َاو‬:ً‫ىم‬
ّ
‫ى‬ ‫م‬ ‫ىم‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ن‬ ‫ىاىَىاى أ ر ى م ى ر م ى ر‬
ً‫َاَ أى ٍَ ىُ رِ ىَ ىْ ى‬
‫ىَر ََّ ى‬
ُ ُ ‫َ؛ ِىأ ر‬‫ُْ ُ ى‬ ‫مَىاورُّ مَ! ّى ىْ َِ َحىْىا ىُ ىسَىّم م‬
ٍَ ‫َسَىَرَ ىََ ُىُْْْ َُ ىَََُنٍ أ رىا ىَُرنْ؛ ِىُإ‬ ُ
‫ أى ُا ر‬،َْ‫ أ رىا َىَ ىْلَ ىً ىاَىَك‬،‫حرْىََىِم‬
.»‫مُى ََ كًَ ُىُْيَح ُُرَِم‬
Ahmad meriwayatkan dari Ruwaifi, ia berkata: Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepadaku: “Hai Ruwaifi,’
semoga engkau berumur panjang, oleh karena itu sampaikanlah
kepada orang-orang bahwa barangsiapa yang menggulung
jenggotnya, atau memakai kalung dari tali busur panah, atau
bersuci dari buang air dengan kotoran binatang atau tulang, maka
sesungguhnya Muhammad berlepas diri dari orang tersebut.”

‫ «ُِ وىّىَ ىمٍَُْك ُُِ إُْرس ن‬:ُ‫ا‬


ٍ‫اٍ؛ ىَا ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬‫و‬ ، ‫ر‬ ُ ُْ‫اَِ س‬
‫ًْ ُر ُِ مَْى رن‬
‫ى‬ ‫ر‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ر‬ ‫ى‬ ‫ىىر ى‬
.َْ ُ ‫ُ ن‬
‫ىَ ىْ رًُ ىَوىََىٍ» ىَىاَُم ىاَ ح‬

Modul Kitab Tauhid | 25


26
Waki’ meriwayatkan bahwa Said bin Jubair berkata: “Barang
siapa yang memotong tamimah dari seseorang maka tindakannya
itu sama dengan memerdekakan seorang budak.”

ِ‫ٍْ ََّ ىََاُِىْ مَلَ ىُا ُُ ى‬ ُ


‫ « ىَاْمَْ وى رُىْمَ ى‬:ُ‫ وى ىا‬،ْْ‫ ىَ رِ َُرَىََْ ى‬:‫ىاّىِم‬
ُ َّْْ ‫آٍ ا ىُ ُر‬
.»ٍ‫آ‬ ُ
‫َّْرْ ى ر رم‬ ‫م‬
Dan Waki’ meriwayatkan pula bahwa Ibrahim (An-Nakha’i)
berkata: “Mereka (para Sahabat) membenci segala jenis tamimah,
baik dari ayat-ayat Al-Qur’an maupun bukan dari ayat-ayat Al-
Qur’an.”

Modul Kitab Tauhid | 26


27
‫ِ تَ بُ َ وتَ تِ تَ بُ تَتوَ دْدمتا‬
‫ر تِ بد ت‬
‫ُ تِ وَ َت تت‬
‫تَ ب‬
[9] Bab: Mengharapkan Berkah Dari Pepohonan,
Bebatuan Atau Yang Sejenisnya

ُ
ُ ّ‫ ﴿أىِىَْأىوََْ َّاََ اََِّْى﴾ َل‬:َ‫َٰ َىَْ ىا‬
.َ ‫ى‬ ‫ى رم م ى ى م‬ ‫ىاوىَ رْ مُ َ ى‬
Dan firmanNya: “Maka apakah patut kalian (hai orang-orang
musyrik) menganggap Al-Lata dan Al-Uzza dan Manat yang ketiga,
apakah (patut) untuk kamu (anak) laki- laki dan untuk Allah
(anak) perempuan? Yang demikian itu tentulah suatu pembagian
yang tidak adil. Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang diada-
adakan oleh kamu dan bapak-bapak kamu; Allah tidak
menurunkan suatu keteranganpun untuk (menyembah)nya.’
Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaa-sangkaan dan apa
yang diingini oleh hawa nafsu mereka; padahal sesungguhnya
tidak datang kepada mereka petunjuk dari Tuhan mereka.” (QS.
An-Najm: 19-23)

‫ن‬‫َٰ ﷺ إُ ىَ مَْى ر ن‬ َُ ُْ ُ ‫ ََْْىا َُ َس‬:ُ‫ا‬ ‫ى‬ ‫ى‬‫و‬ ، ‫ي‬


ُ ُ‫َِ أُىِ اَوُ نً َّلَْث‬
‫ىى ر ى ى ى م‬ ّ‫ر‬ ‫ىر ى‬
،‫ن ُس رً ىَُح وىَ رُْ مّْ ىٍ َُرَ ىً ىَا‬ ُ ُ ‫ن‬
‫ ىاّ رل مَ رْ َُْ ى‬،ْ‫ىاىرح مِ مْ ىً ىََم ىَ رًُ ُ مُ رّ ن‬
ً‫ ِى ىَىْرَى‬.ٍَ ‫ ِىََ أىْرَْ ن‬:‫اُ ىها‬ ‫م‬ ْ
‫ى‬ َ ‫و‬ ، ْ ُ ََ َ ُ‫اوَََْمْ ىٍ ُِا أىسل‬
‫ى‬ ‫م‬ ‫ى‬ ‫م‬ ‫ر‬ ‫م‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى ر‬ ‫ى ىم‬
ْ‫ٍَ ىَ ىَا ىهمر‬ ‫َٰ! َُِْْ ّىَىا ِىََ أىْرَْ ن‬ َُ ُْ ‫ى‬ ‫س‬ َ ّ :‫ا‬ َ
‫ى‬ ‫ل‬
‫ر‬ ْ
‫م‬ َ
‫ى‬ ِ ، ‫ن‬
َُ ً
‫ر‬ ‫س‬ُُ
‫ى‬ ‫ى‬ ‫ىر‬ ‫ر‬ ‫ى ىم‬ ‫ى‬
،ِ‫«َٰم أى رَ ىرم! إُ َهىا َّ بسَى م‬َ :‫َٰ ﷺ‬ َُ ُْ ‫اُ ىَ مس م‬ ‫ ِىَ ىْ ى‬،ٍَ ‫ىََِ أىْرَْ ن‬
‫م ى‬
:َ‫ْس‬ ُ َُِْ‫ ىََا وىاّىُ ََُْ إُس‬- ُُ ًُ ُْ ‫ اََّ َُي ْىَ رّ ُسي‬- َْ‫ومَ رل‬
‫ِْ ّ مَ ى‬
‫ر ىم ر ى ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫مر ى‬
Modul Kitab Tauhid | 27
28
َ ‫اُ إَُْ مُ رْ وىَ رْحُ ىرج ىُلمْ ىٍ﴾ ّىى ررىَ م‬
‫ن‬ ‫ وى ى‬،‫َْ ىْ رِ ّىَىا إُ ىهكا ىَ ىَا ىهمرْ ُآهىٍح‬‫ر‬
.‫ْ ََ ىَِم‬ ‫ي ىا ى‬ ‫َّرُُ َُ ب‬
ُ
‫مسَى ىِ ىُ رِ ىَا ىٍ وىَرََلى مُ رْ» ىَىاَُم ّر‬
Abi Waqid Al-Laitsi menuturkan: “Suatu saat kami keluar
bersama Rasulullah menuju Hunain, sedangkan kami dalam
keadaan baru saja lepas dari kekafiran (masuk Islam), di saat itu
orang-orang musyrik memiliki pohon bidara yang dikenal
dengan Dzatu Anwath, mereka selalu mendatanginya dan
menggantungkan senjata-senjata perang mereka pada pohon
tersebut. Di saat kami sedang melewati pohon bidara tersebut,
kami berkata: ‘Ya Rasulullah, buatkanlah untuk kami Dzatu
Anwath sebagaimana mereka memilikinya.’ Maka Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab: ‘Allahu Akbar, itulah
tradisi (orang-orang sebelum kalian) demi Allah yang jiwaku ada
di tangan-Nya, kalian benar-benar telah mengatakan suatu
perkataan seperti yang dikatakan oleh Bani Israel kepada Musa:
‘Buatkanlah untuk kami sesembahan sebagaimana mereka
memiliki sesembahan.’ Musa menjawab: ‘Sungguh kalian adalah
kaum yang tidak mengerti (faham).’ Kalian pasti akan mengikuti
tradisi orang-orang sebelum kalian.” (HR. Tirmidzi, dan dia
menshahihkannya)

Modul Kitab Tauhid | 28


29
‫َُ ِا َاِ دِ ال تّب دِ لدغت در تد‬
ّ‫ا‬ ‫و و‬ ‫ت ب ت تت‬
[10] Bab: Menyembelih Binatang Bukan Karena
Allah

َُُ ِ‫ ﴿ومِ إُ ٍَ ْ ىاُِ اْمس ُُي اىُْاي اىمى ُا‬:َ‫َٰ َىَْ ىا‬
ٰ ُ
‫ى ى م ى رى ى ى‬ ‫ر‬ ‫ىاوىَ رْ مُ َ ى‬
‫ن * ىّ ى ُْ ى‬
.‫وَ ّىِم﴾ َلوىٍى‬ ُ َ ُ
‫َّْاّىَ ى‬
‫ىَ ّ ى‬
Dan firmanNya: “Katakanlah, bahwa sesungguhnya shalatku,
penyembelihanku, hidupku, dan matiku hanya semata-mata untuk
Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya. Demikian itulah
yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang
pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” (QS. Al-An’am:
162-163)

ُ ‫ ﴿ِى‬:ِ‫اوىَّْم‬
‫ص ُِّ ّىُّْ ى‬
.﴾ْ‫َ ىا رَحىر‬ ‫ى‬ ‫ىرم‬
Dan firmanNya: “Maka dirikanlah shalat untuk Rabbmu, dan
sembelihlah kurban (untuk-Nya).” (QS. Al-Kautsar: 2)

‫َٰ ﷺ ُأىَُ َُ ىَلَُ ن‬


:َ‫ا‬ َُ ُْ ‫م‬ ‫س‬ َ ُِ َ
‫ى‬ َ
ً ْ : ُ‫ا‬
‫ى‬ ‫و‬
‫ى‬ ، ‫ي‬‫ن‬ ُ‫َِ َل‬
‫رى ى‬ ‫ىم‬ ‫ى‬ ّ ‫ىر ى‬
َ ِ‫ ّى ىْ ى‬،ُِ‫َٰم ُُ رِ ّى ىْ ىِ ىاَُّ ىًور‬
‫َٰم‬
َُ ‫َٰ ُِ ىُُِ ُِّى ُر‬
َ ِ‫ ّى ىْ ى‬،َٰ ‫«ّى ىْ ىِ َم ر ى ى ر‬
.ْ‫ِ» ىَىاَُم مُ رسلُ ح‬ َ ِ‫ ّى ىْ ى‬،َ‫ىُ رِ ىآاى مرُ ًُ ك‬
ُ َ‫َٰم ُُ رِ ىُ َىر ىَُى ىاَ َأ رى‬
Ali bin Abi Thalib berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam bersabda kepadaku tentang empat perkara: “Allah

Modul Kitab Tauhid | 29


30
melaknat orang yang menyembelih binatang bukan karena Allah,
Allah melaknat orang yang melaknat kedua orang tuanya, Allah
melaknat orang yang melindungi orang yang berbuat bid’ah, dan
Allah melaknat orang yang merubah tanda batas tanah.” (HR.
Muslim)

‫«َ ىَ ىِ َلىٍَى‬ َُ ُْ ‫ أى ٍَ ىَ مس ى‬،َ‫ا‬‫ا ىَِ َىا َُُِ ُر ُِ ُ ُ ن‬


‫ ى‬:ُ‫ا‬ ‫َٰ ﷺ وى ى‬ ‫ى‬ ‫ى ر‬
َ ‫ ىاىَرْ ى‬:َْ‫َ» وىاّم‬ ‫ اىَ ىَِ َََّاَ َِْ ُِ ِمِ ن‬،َ ‫ن‬ ُ
‫ى‬ ‫ىَ مْ حِ ِ ِم ىِ ى ى ى ى م ح‬
ّ‫ ى‬،ْ‫َْى ح‬ ‫ن‬ ُ َُ ُْ ُ
‫«َُْ ىَ مْ ىاٍ ىَلىَ وىَ رُْ ىهمرْ ى‬ ‫ ى‬:ُ‫ا‬ ‫َٰ؟ وى ى‬ ‫َ ىّ ىَ مس ى‬ ‫ِىّ ى‬
ُ ُ ‫ َِْاّمَْ ُأ‬،‫ََُْ أىًْ ْ َّ وَْ َُْ ّىِ ًَْا‬
:ُ‫ا‬ ‫ وى ى‬،َ ‫ وىَُّْ ر‬:‫ىًْمىا‬ ‫ى‬ ‫ىم م م ى ح ى م ى ّ ى م ى ر ك ى ى‬
َ ْ
َ ْ
‫ى‬ َ
‫ى‬ ِ ، ِ ِ ِ
‫م‬ ْ ّ
‫ى‬‫ا‬ َ ُ
ْ َ
‫ى‬ ‫و‬ : ِ ّ
‫ى‬ َْ ّ
‫م‬ ‫ا‬‫ى‬‫و‬ ، َ ُ
ْ َ
‫ى‬‫و‬‫م‬‫أ‬ َ ‫ي‬ ‫ي‬ ًُ َ‫ّىَْ َُر‬
‫ى‬ ‫م ّ ر ى ر ىك‬ ‫رح ّ م‬ ‫ى‬ ‫ر ى‬
ُ ُ
:ُ‫ا‬ ‫ ِىَ ىْ ى‬،َ ‫ وىَُّْ ر‬:ُْ َ‫ ىاوىاّمَْ ّ رْ ى‬.َ‫َا‬ ‫ ِى ىَلبَْ ىسَْلىِم؛ ِى ىً ىَ ىِ ََّ ى‬،ِ‫ِم ىِ ك‬
ِ‫َىُْمَْ َمَمَ ىِْم؛ ِى ىً ىَ ى‬ َُ ٍ‫ُا مَرَُ ُأموىَ َُْ ُأىْ نً ًَْا َا ى‬
‫ ِى ى‬،َٰ ‫ى م ّ ى ى ىرك م‬
‫َلىٍَى» ىَىاَُم أ ر‬
.ً‫ىمى م‬

Dari Thoriq bin Syihab bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi


wa Sallam bersabda: “Ada seseorang yang masuk Surga karena
seekor lalat, dan ada lagi yang masuk Neraka karena seekor lalat
pula.” Para Sahabat bertanya: “Bagaimana itu bisa terjadi ya
Rasulullah?” Rasul menjawab: “Ada dua orang berjalan melewati
sekelompok orang yang memiliki berhala, yang mana tidak boleh
Modul Kitab Tauhid | 30
31
seorangpun melewatinya kecuali dengan mempersembahkan
sembelihan binatang untuknya terlebih dahulu, maka mereka
berkata kepada salah satu di antara kedua orang tadi:
‘Persembahkanlah sesuatu untuknya!’ Ia menjawab: ‘Saya tidak
mempunyai apapun yang akan saya persembahkan untuknya.’
Mereka berkata lagi: ‘Persembahkan untuknya walaupun seekor
lalat!’ Maka iapun mempersembahkan untuknya seekor lalat,
maka mereka lepaskan ia untuk meneruskan perjalanannya, dan
ia pun masuk ke dalam Neraka karenanya. Kemudian mereka
berkata lagi kepada seseorang yang lain: ‘Persembahkalah
untuknya sesuatu!’ Ia menjawab: ‘Aku tidak akan
mempersembahkan sesuatu apapun untuk selain Allah,’ maka
merekapun memenggal lehernya, dan ia pun masuk ke dalam
Surga.” (HR. Ahmad)

Modul Kitab Tauhid | 31


32
‫اْ ُ وّبِ َد ديَ لدغت در تد‬
‫دد ب‬
ّ‫ا‬ ‫و‬ ‫ُ تّ ُب وّبت بِ تّ دمت تَ ب ت ب‬
‫تَ ب‬
[11] Dilarang Menyembelih Untuk Allah Di Tempat
Penyembelihan Untuk Selain Allah

.‫﴿ّ َىَ مْ رْ ُِ ُِْ أىُى كًَ﴾ َلوىٍى‬ َُ ُ‫اوىَْ م‬


‫ ى‬:َ‫َٰ َىَ ىْ ىا‬ ‫ىر‬
Dan firmanNya: “Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada
orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan
kemudharatan (pada orang-orang Mukmin), untuk kekafiran dan
untuk memecah belah antara orang-orang Mukmin serta
menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah
dan Rasul-Nya sejak dahulu). Mereka sesungguhnya bersumpah:
‘Kami tidak menghendaki selain kebaikan.’ Dan Allah menjadikan
saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam
sumpahnya). Janganlah kamu dirikan shalat di masjid itu selama-
lamanya. Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa
(masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu
lakukan shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang
ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang
mensucikan diri.” (QS. At-Taubah: 107-108)

‫ ْى ىَ ىَ ىَ مْ حِ أى رٍ وىَرَ ىَىْ إُُ كا‬:ُ‫ا‬ ‫ وى ى‬،ُ‫ا‬ ُ ََ َ


َ َّ ُِ ‫ُ ُر‬ ُ َُ‫اَِ ى‬
‫ىىر‬
ٍُ َ‫«َ رِ ىَا ىٍ ُِ ىُْا ىاَى حِ ُُ رِ أ رىا ى‬
‫ ى‬:ُ‫ا‬ ‫َّ ﷺ؟ ِىَ ىْ ى‬ َ ََُّ ُ‫ ِى ىسأ ىى‬،‫َُمَ ىَْْىٍى‬
ِ‫«َ رِ ىَا ىٍ ُِ ىُْا َُْ حً ُُ ر‬ ‫ى‬ : ُ‫ا‬
‫ى‬ ‫و‬
‫ى‬ . ّ ‫ى‬ :َّْ
‫م‬ ‫ا‬‫ى‬‫و‬ »‫؟‬ ً‫م‬ َ ْ
‫م رى‬َ ‫و‬ ُ َُْ‫اَل‬
ٍ ُ ‫َل‬
‫ى‬
‫ُ َُى رَ َُىُ؛‬ ُ ‫ «أىا‬:‫َٰ ﷺ‬
‫ر‬
َُ ُْ ‫اُ ىَ مس م‬‫ ِىَ ىْ ى‬.ّ‫ ى‬:َْ‫أ رىَْى ُاَ َُ رْ؟» وىاّم‬

Modul Kitab Tauhid | 32


33
»ُ‫آَ ى‬ ُ ُِ ّ‫ اى‬،َٰ ُ ُْ ُِ َ‫ِىُإَِْ ىّ اِىاَ َُّى رَ ن‬
َُ ٍُ ْ‫ص‬
‫َ َُر مِ ى‬
‫َْا ىّ يىرل م‬
‫ى ى‬ ‫ىر ى‬ ‫م ى ى‬
.‫اَُم ىَلىَ ى رْ َُ ُ ىَا‬
‫ ىاإُ رسَى م‬،َ‫ىَىاَُم أىُمْ ىَ مَاى‬
Diriwayatkan dari Tsabit bin Dhohak, ia berkata: ada
seseorang yang bernadzar akan menyembelih unta di Buwanah
lalu ia bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,
maka Nabi bertanya: “Apakah di tempat itu ada berhala-berhala
yang pernah disembah oleh orang-orang Jahiliyah?” Para Sahabat
menjawab: “Tidak.” Nabipun bertanya lagi: “Apakah di tempat itu
pernah dirayakan hari raya mereka?” Para Sahabatpun menjawab:
“Tidak.” Maka Nabipun menjawab: “Laksanakan nadzarmu itu,
karena nadzar itu tidak boleh dilaksanakan dalam bermaksiat
kepada Allah, dan dalam hal yang tidak dimiliki oleh seseorang.”
(HR. Abu Dawud, dan isnadnya menurut persyaratan Imam
Bukhari dan Muslim)

Modul Kitab Tauhid | 33


34
‫ُِ دِ الّت وُّ لدغت در تد‬
ّ‫ا‬ ‫َ د د‬
‫ب و‬ ‫ُ ِ تَ ال ّ و‬
‫ت ب‬
[12] Bab: Termasuk Syirik Adalah Bernadzar Untuk
Selain Allah

.﴾َُ َ‫ ﴿ومِْمْ ىٍ َُِّ ر‬:ُُِّْ‫ُّىْ ر‬


Dan firmanNya: “Mereka menepati nadzar dan takut akan
suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.” (QS. Al-Insan: 7)

َ ٍَ ‫﴿اىُا أىْرَ ىّ رَْم رْ ُُ رِ ْىَ ىّ ىْ نٍ أ رىا ْى ىَ رَمرم ُُ رِ ْى رَ نَ ِىُإ‬ ُُ


‫َٰى‬ ‫ ى‬:ِّْ‫ىاوىَ ر‬
.﴾‫وىَ رْلى مَِم‬
Dan firmanNya: “Dan apapun yang kalian nafkahkan, dan
apapun yang kalian nadzarkan, maka sesungguhnya Allah
mengetahuinya.” (QS. Al-Baqarah: 270)

‫َٰ ﷺ‬ َُ ُْ َ ‫ ىَ رِ ىَاُِ ىٍْى ىَ َُ ىي‬:ُْ


‫َٰم ىَرََ مُا أى ٍَ ىَ مس ى‬ ُ َُ ‫ص‬
َ َّ ُِ‫ىا‬
َٰ
َ‫ص ىي ى‬ُ َْ‫ اُِ ْى ىََ أى رٍ و‬،ُِّْ ْ‫َٰ ِىَ رل‬ ُ ‫ «ُِ ْى ىََ أى رٍ و‬:ُ‫ا‬
‫َْ َى م ر م ى ى ر ى ى ر‬ ‫وى ى ى ر ى م ى‬
ّ
.»ُِ ‫ص‬
ُ َْ‫ِى ىا و‬
‫ىر‬
Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dari Aisyah, ia berkata
bahwa Rasulullah bersabda, “Siapa yang bernadzar untuk
mentaati Allah maka ia wajib mentaatinya, dan barangsiapa yang
bernadzar untuk bermaksiat kepada Allah maka ia tidak boleh
bermaksiat kepada-Nya (dengan melaksanakan nadzarnya itu).”

Modul Kitab Tauhid | 34


35
‫ُِ دِ داَّْدِا تَِب بدغت در تد‬
ّ‫ا‬ ‫َ د د‬
‫و‬ ‫وت‬ ‫ُ ِ تَ ال ّ و‬
‫ت ب‬
[13] Bab: Termasuk Syirik Adalah Meminta
Perlindungan Kepada Selain Allah

ِ‫َ وىَْمِْما ىٍ ُ ُْ ىْ ناُ ُُ ى‬


ُ ‫اُ ُُ ىِ َ ُإْر‬
‫﴿اأىَِْم ىَا ىٍ َُ ىْ ح‬
‫ ى‬:َ‫ىاوىَ رّْمِم َىَ ىْ ىا‬
.‫َلُ ُِّ﴾ َلوىٍى‬
Dan firmanNya: “Bahwa ada beberapa orang laki-laki dari
manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki
dari jin, maka jin-jin itu hanya menambah dosa dan kesalahan.”
(QS. Al-Jin: 6)

َُ ُْ ُ ُ ُ
:ُْ‫َٰ ﷺ وىَ مْ م‬ ‫ُ ىَ مس ى‬ ‫ ىم رْ م‬:ُ ‫ وىاّى ر‬،ْ‫ىا ىَ رِ ىَ رّْىٍى ُرَُ ىُْْ ن‬
‫اَ ُُ رِ ى ُّْ ىُا‬ َُ َ‫ا‬
ُ ُ‫َٰ َََّا‬ ُ َُ‫ أىَِْم ُ ىُل‬:ُ‫ا‬
‫ى‬ ‫ى‬ ‫ ِىَ ىْ ى م‬،ّ‫«ُ رِ ْىَىِىُ ىُرَ ُِك‬
‫ى‬
.ْ‫َ» ىَىاَُم مُ رسلُ ح‬ ُ ُ
‫ََُْم ى ريَح ىْ َّ وىَ رْىُح ىِ ُُ رِ ىُرَ ُِّ ُِ ىِّ ى‬
‫ىَلى ىّ؛ ىمر وى م‬
Khaulah binti Hakim menuturkan: aku mendengar Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang
singgah di suatu tempat, lalu ia berdo’a: ‘Aku berlindung dengan
kalam Allah yang maha sempurna dari kejahatan semua mahluk
yang Ia ciptakan,’ maka tidak ada sesuatupun yang
membahayakan dirinya sampai dia beranjak dari tempatnya itu.”
(HR. Muslim)

Modul Kitab Tauhid | 35


36

‫رُب‬
‫يَ بدغت در تد‬
‫اّ َ وتَ ُت وَِب تْ غت و ت‬ ّ‫ُ دِ تَ ال د‬
‫ِ وُ دِ َت وْ ُت وََت دغ ت و‬ ‫تَ ب‬
[14] Bab: Termasuk Syirik Adalah Minta
Pertolongan Dan Berdoa Kepada Selain Allah

ّ‫َ ىاى‬ َُ ٍ‫ا‬ُ َ ُُِ ًُ‫ ﴿اىّ َى ر‬:َ‫َٰ َىَْ ىا‬ ُ


‫َٰ ىُا ىّ وىَرََ ىّْم ى‬ ‫م ر م‬ ‫ى‬ ‫ىاوىَ رْ مُ َ ى‬
‫ن * ىاإُ رٍ يىر ىس رس ى‬ ُُ ُ ‫وَبْىُ ِىُإ رٍ ِىَْ رلُ ِىُإَْ ى‬
َ َ
‫َٰم‬ ‫َ إُ كَِ ُ ىِ ََُّاَّ ى‬ ‫ى ى‬ ‫ىم‬
ُ
.‫َ ّىِم إَُّ مَ ىْ﴾ َلوىٍى‬ ‫ُم‬
‫َّنْ ِى ىا ىَا ى‬
Dan firmanNya: “Dan janganlah kamu memohon/berdo’a
kepada selain Allah, yang tidak dapat memberikan manfaat dan
tidak pula mendatangkan bahaya kepadamu. Jika kamu berbuat
hal itu maka sesungguhnya kamu dengan demikian termasuk
orang-orang yang dzalim (musyrik). Dan jika Allah menimpakan
kepadamu suatu bahaya, maka tidak ada yang dapat
menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki
kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-
Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang
dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia lah yang
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yunus: 106-107)

َُ ً‫ ﴿ِىاَََُِمَْ َُرَ ى‬:ِ‫اوىَّْم‬


ُّ َٰ
.‫َّْرَ ىِ ىا رَََم مًاُم﴾ َلوىٍى‬ ‫رى‬ ‫ىرم‬
“Sesungguhnya mereka yang kamu sembah selain Allah itu
tidak mampu memberikan rizki kepadamu, maka mintalah rizki
itu kepada Allah dan sembahlah Dia (saja) serta bersyukurlah
kepada-Nya. Hanya kepada-Nya lah kamu sekalian dikembalikan.”
(QS. Al-Ankabut: 17 )

Modul Kitab Tauhid | 36


37
ّْ ُ َ‫َٰ ُِ ىّ وس‬
َ ُ َ ُُِ ًَْ‫ىَ بِ ُمَِ و ر‬
َُ ٍ‫ا‬
‫ى‬
‫ىر ىر م‬ ‫﴿اىُ رِ أ ى ر ى م ر م‬ ‫ ى‬:‫ىاوىَ رّْمِم‬
.‫ن‬ُ ‫ّىِم إُ ىَ وىَُُْ َّر ُْْى ىاُ ٍُ﴾ َلوىََى ر‬
‫ر‬
Dan firmanNya: “Dan tiada yang lebih sesat dari pada orang
yang memohon kepada sesembahan-sesembahan selain Allah, yang
tiada dapat mengabulkan permohonannya sampai hari Kiamat
dan sembahan-sembahan itu lalai dari (memperhatikan)
permohonan mereka. Dan apabila manusia dikumpulkan (pada
hari Kiamat) niscaya sembahan-sembahan itu menjadi musuh
mereka dan mengingkari pemujaan mereka.” (QS. Al-Ahqaf: 5-6)

ُ ُ
‫َّىَْ إُ ىَِ ىَ ىَاُم ىاوى رُْ م‬
﴾‫َ َّ بسَْى‬ ‫ ﴿أىَُ رِ مَ م‬:‫ىاوىَ رّْمِم‬
‫ّْ َّر مَ ر‬
.‫َلوىٍى‬
Dan firmanNya: “Atau siapakah yang mengabulkan (do’a)
orang-orang yang dalam kesulitan di saat ia berdo’a kepada-Nya,
dan yang menghilangkan kesusahan, dan yang menjadikan kamu
sekalian menjadi khalifah di bumi? Adakah sesembahan (yang haq)
selain Allah? Amat sedikitlah kamu mengingat-(Nya).” (QS. An-
Naml: 62)

‫َّ ﷺ مَُىاُِ حّ وَم رُِْي‬ ُ ُ ُ ُ َ


ُّ ََّ ُِ‫ أىَِْم ىَا ىٍ ِ ىَى‬:‫ىاىَىاى َّّ ىىرَِب‬
ِ‫َٰ ﷺ ُُ ر‬ َُ ُْ ُ ‫ِْ ُْس‬ ُِ‫ ومَُْْ َُىا ْىسَى‬:ََُُْْ ُ‫ا‬
‫ى‬ ْ
‫ى‬ َ
‫ى‬ ِ ، ‫ن‬ َُُُْ‫َم ر‬
‫ىم‬ ‫م‬ ‫ر‬ ‫ى مر م‬ ‫م‬ ‫ر‬ ‫ى‬ ‫م‬

Modul Kitab Tauhid | 37


38
‫ ىاإَُىا‬،ُِ ُ‫ا‬
‫ «إَُِْم ىّ وم رسَىَِى م‬:‫َّ ﷺ‬ ‫ىَ ىََ َمَىاُِ ُّ؛ ِىَ ىْ ى‬
‫اُ ََُّ ب‬
ُ ‫م‬
ُ
.»َٰ ِ ُ‫ا‬ ‫وم رسَىَِى م‬
Imam At-Thabrani (dengan menyebutkan sanadnya)
meriwayatkan: “Pernah ada pada zaman Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam seorang munafik yang selalu menyakiti orang-
orang Mukmin, maka salah seorang di antara orang Mukmin
berkata: ‘Marilah kita bersama-sama memohon perlindungan
kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam supaya
dihindarkan dari tindakan buruk orang munafik ini,’ ketika itu
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab:
‘Sesungguhnya aku tidak boleh dimintai perlindungan, hanya Allah
sajalah yang boleh dimintai perlindungan.”

Modul Kitab Tauhid | 38


39
‫َُ َتّْ دِ تد‬
ِ‫ ﴿َتُب وِ دُبِْ تْ تِا تّ تخوْب بَ تَ ويًّئا تَ بُ و‬:َ‫اّ َتّ تِ تا‬ ‫ت ب و‬
‫ْ ئُا﴾ الُتَت‬ ‫د‬
‫بخوْت بّْ تْ تَتّ ُت وََتِيِبْ تْ تهب وِ ُت و‬
[15] Bab: Firman Allah: “Apakah Mereka
Mempersekutukan (Allah) Dengan Berhala-Berhala
Yang Tidak Dapat Menciptakan Sesuatupun?
Sedangkan Berhala-Berhala Itu Sendiri Buatan
Orang, Dan Berhala-Berhala Itu Tidak Mampu
Memberi Pertolongan Kepada Penyembah-
Penyembahnya”

ِ‫وِ َى رًَمْ ىٍ ُُ رِ مَاُُِْ ىُا يىرلُ مُْ ىٍ ُُ ر‬ ُ َ :َ‫اوىَّْمِ َىَْ ىا‬


‫﴿اََّ ى‬
‫ى‬ ‫ىرم ى‬
.‫وُّر َُ نر﴾ َلوىٍى‬
Dan firmanNya: “Dan sesembahan-sesembahan yang kalian
mohon selain Allah, tidak memiliki apa-apa walaupun setipis kulit
ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tidak akan mendengar
seruanmu itu; kalaupun mereka mendengar, mereka tidak dapat
memperkenankan permintaanmu; dan pada hari Kiamat mereka
akan mengingkari kesyirikanmu, dan tidak ada yang dapat
memberikan keterangan kepadamu sebagaimana yang diberikan
oleh Yang Maha Mengetahui.” (QS. Fathir: 13-14)

Modul Kitab Tauhid | 39


40
،ً‫مْ ن‬
‫َّ ﷺ وىَ رْىُ أ م‬ ‫ م َّ ََُّ ب‬: ُ‫ا‬ ‫ وى ى‬،َ ُ َُ ‫ص‬
‫ ىَ رِ أىْى ن‬:ُْ َ َّ ُِ‫ىا‬
َ ْ
‫ر‬‫ى‬ّ ﴿ : ُ ‫ر‬ ّ
ِ
‫ى‬‫ى‬ َ‫ى‬َ َ
‫ى‬ِ »!‫؟‬ ْ ُ
‫م‬ َََُْ‫َ وَم رّلُُ وىَْحُ ى بََْ ْى‬
‫ « ىَرْ ى‬:ُ‫ا‬ ‫ِىَ ىْ ى‬
‫ى‬ ‫ر‬ ‫م ر‬
.﴾‫َ ُُ ىِ َأ رىُ ُْ ى ريَح‬‫ّى ى‬
Disebutkan dalam Shahih Bukhari, dari Anas, ia berkata:
ketika perang uhud Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
terluka kepalanya, dan pecah gigi gerahamnya, maka beliau
bersabda: ‘Bagaimana akan beruntung suatu kaum yang melukai
Nabinya?’ Kemudian turunlah ayat: ‘Tak ada hak apapun bagimu
dalam urusan mereka itu.” (QS. Ali Imran: 128)

‫َٰ ﷺ‬ َُ ُْ ‫َٰم ىَرََ مُ ىَا أىَِْم ىُم ىَ ىَ مس ى‬َ ‫ ىَ ُِ َُر ُِ َم ىَىْ ىَ َُ ىي‬:ُِْ ُِ‫ىا‬
- ُْ َ‫َلَىُْ ُُ ىِ َّ ىّ ر‬ ُ ٍُ َْ‫َّْر‬
‫ُْ ُِ َ ى‬ ُ َ‫َّْم‬‫ إُ ىَِ ىَِى ىَ ىَأر ىسِم ُُ رِ ب‬-
‫ ىاِمىا كً» ُىَ رْ ىً ىُا وىَ مْ م‬،ً‫ ىاِمىا ك‬،ً‫ «َّلَ مُ َْ َّر ىْ رِ ِمىا ك‬:ُْ
:ُْ ‫وىَ مْ م‬
َ ْ‫ى‬ّ ﴿ : ََٰ ُ‫ى‬ِ َ
‫ر‬ ْ‫ى‬
‫أ‬ ِ
‫ى‬ »ً‫م‬ َ ‫َح‬ َ‫ى‬ ّ
‫ى‬‫ا‬ ‫ا‬‫ى‬ََََُ ، ًُ‫ى‬ ُ‫َٰ َُِّ ى‬
‫م‬ َ َ ُ‫ى‬
‫«م‬
‫ى‬ ‫ر‬ ‫م‬ ‫ى‬ ‫ر‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫م‬ ‫ر‬ ‫ى‬ ‫م‬ ‫ى‬
.﴾‫َ ُُ ىِ َأ رىُ ُْ ى ريَح‬ ‫ّى ى‬
Dan diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dari Ibnu Umar
bahwa ia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
bersabda ketika beliau berdiri dari ruku’ pada rakaat yang
terakhir dalam shalat shubuh: “Ya Allah, laknatilah si fulan dan si
fulan,” setelah beliau mengucapkan: sami’allahu liman hamidah.
Setelah itu turunlah firman Allah: “Tak ada hak apapun bagimu
dalam urusan mereka itu.”

Modul Kitab Tauhid | 40


41
،‫ُر ُِ ىَ رَ نْا‬ ُِ ْ‫ ىا مس ىُر‬،‫ْ رّ ىَْ ىٍ ُر ُِ أ ُّمٍَُْى‬ ‫ن‬
‫ «وى رًَمْ ىَلىَ ى‬:ٍ‫ىاُِ َُىاَوى‬
.»﴾‫ى ريَح‬ ُْ ُ‫َ ُُ ىِ َأ رى‬ ‫َ ّى ى‬ ْ
‫ر‬‫ى‬ّ ﴿ : ُ
‫ر‬ ّ
ِ
‫ى‬ َ‫ى‬َ َ
‫ى‬ِ ‫؛‬ ‫ُ ُر ُِ َُ ىْ ن‬
ُ‫ا‬ ُ َُ ‫اَحا‬
‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى ى‬
Dalam riwayat yang lain: “Beliau mendoakan semoga
Shafwan bin Umayah, Suhail bin Amr, dan Al-Harits bin Hisyam
dijauhkan dari rahmat Allah,” maka turunlah ayat: “Tak ada hak
apapun bagimu dalam urusan mereka itu.”

ُ‫ن أمْر ُِى‬ ُ


‫َٰ ﷺ ْ ى‬
َُ ُْ ‫ وى ىاُ َُِْىا ىَ مس م‬:ُ‫ا‬ ‫ وى ى‬،‫ ىَ رِ أُىِ مَىْورَىُْى‬:ُِْ ُِ‫ىا‬
!ٍ ‫«ّ ىُ رْ ىْىْ ومَىْور ن‬ : ُ‫ا‬
‫ى‬ ‫و‬
‫ى‬ ‫﴾؛‬ ‫ن‬ ُْ َ‫ر‬‫و‬‫ى‬‫أ‬ َ َ‫ى‬ َ
‫ى‬‫ر‬ ُْ َ ََُ ‫ ﴿اأىْر‬:ُِ ْ‫َلى‬
‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ىر ى ر ى ى‬
َُ ُُِ ُْ‫ َ ر راَ أىْرَ مّس مُْ؛ ىّ أم رُ ُِ َرَ م‬- ‫ أىا ىَلٍَُك ىحَْا‬-
َٰ ‫ى ر ى‬ ‫ى ر‬ ‫ىم‬ ‫ر ى رى ى‬
.‫َٰ ى رًَْكا‬َُ ُُِ ََ‫ّ! ىّ أم رُ ُِ َر‬
‫ى ى ر‬ ُ ُ‫ ىّ ىََاَ ُرِ ىَرَ ًُ َمَّل‬.‫ى رًَْكا‬
‫م‬ ‫م ى‬
ّ‫ ىاى‬.‫َٰ ى رًَْكا‬ َُ ُُِ ََُُ‫َٰ ﷺ! ىّ أم ر‬ َُ ُْ ُ ‫ّ ْ ٍَُّْم ىَ ٍََى َس‬
‫ى ى‬ ‫ىم‬ ‫ى ى‬
َُ َ‫ ىّ أم رُ ُِ ىَر‬،ُ ُ ً‫اٍََم ُرَُ مُ ََ نً! سلُ ُِْ ُُِ ُ ُاِ ُا ُ ر‬ ُ ‫ِى‬
‫ر ى ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬
َُ ُُِ
.»‫َٰ ى رًَْكا‬ ‫ر‬
Diriwayatkan pula dalam Shahih Bukhari dari Abu Hurairah
ia berkata: ketika diturunkan kepada Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam firman Allah : “Dan berilah peringatan kepada
keluargamu yang terdekat.” (QS. Asy Syu’ara: 214) Beliau berdiri
dan bersabda: “Wahai orang-orang Quraisy, tebuslah diri kamu
sekalian (dari siksa Allah dengan memurnikan ibadah kepadaNya).
Sedikitpun aku tidak bisa berbuat apa-apa di hadapan Allah untuk
Modul Kitab Tauhid | 41
42
kalian. Wahai Abbas bin Abdul Muthalib, sedikitpun aku tidak bisa
berbuat apa-apa untukmu dihadapan Allah, wahai Shafiyah bibi
Rasulullah, sedikitpun aku tidak bisa berbuat apa-apa untukmu di
hadapan Allah nanti, wahai Fatimah binti Rasulillah, mintalah
kepadaku apa saja yang kau kehendaki, tapi sedikitpun aku tidak
bisa berbuat apa-apa untukmu di hadapan Allah nanti.”

Modul Kitab Tauhid | 42


‫‪43‬‬
‫َ تَ وَ َبّْبْهدد وِ َتالبْا تِا تَا‬ ‫َُ َتّْ دِ تد‬
‫﴿ِ تّ اد تَا َبّ ّدِ ت‬
‫اّ َتّ تِ تاَ‪ :‬ت‬ ‫ت ب و‬
‫الِْد ذّ ال تَبدرب﴾‬ ‫اِ تُبذ بَ وِ َتالبْا احت تَ تَ بُ تْ ت‬
‫َت ت‬
‫‪[16] Bab: Firman Allah: “Sehingga Apabila Telah‬‬
‫‪Dihilangkan Rasa Takut Dari Hati Mereka‬‬
‫‪(Malaikat), Mereka Berkata: ‘Apakah Yang Telah‬‬
‫‪Difirmankan Oleh Tuhanmu?’ Mereka Menjawab:‬‬
‫‪‘Perkataan Yang Benar, Dan Dialah Yang Maha‬‬
‫”‪Tinggi Lagi Maha Besar‬‬

‫ََ‬ ‫اُ‪« :‬إُ ىَِ وى ى‬ ‫َّ ﷺ‪ ،‬وى ى‬ ‫ُْ‪ :‬ىَ رِ أُىِ مَىْورَىْىُ‪ ،‬ىَ ُِ ََُّ ُّ‬ ‫ص َُ ُ‬ ‫ىاُِ َّ َ‬
‫اً‬
‫َ ىْ ك‬ ‫ُ َم ىاُِ ىٍُم ُأ ُ ُ‬
‫ىَْ ىََ ىُا ىَ ى‬ ‫َٰ َأىُْ ُِ َّ َسَ ُاَ‪ُ َُْ ،‬‬
‫ر‬ ‫ى‬ ‫ى ىى‬ ‫ى‬ ‫َم ر ى‬
‫﴿ْ َّ إُ ىَِ‬ ‫ُ‬
‫ْ رّ ىْ نٍَ‪ ،‬وىَرََ مّ مَ مَ رْ ىِّ ى‬ ‫ُ ُ‬ ‫ُ ُُ‬
‫َ‪ ،‬ى‬ ‫ّ ىْ رِّْ‪ ،‬ىَأىَِْم س رلسلىٍح ىَلىَ ى‬
‫َّْلُ بي‬
‫اُ ىَُب مُ رْ وىاّمَْ َحى َّ ىامَ ىْ ى‬ ‫ُ ىَ رِ ومَلمُُِْ رْ وىاّمَْ ىُاِىَ وى ى‬ ‫ِمَُِّ ى‬
‫َّ ىَُُرم﴾‪ِ ،‬ىَْى رس ىَْم ىُا مُ رس ىُر مِ َّ َس رَ َُ‪ ،‬ىامُ رس ىُر مِ َّ َس رَ َُ ىَ ىُ ىََ‪،‬‬
‫ُُ‬
‫ن‬ ‫ْ ىِّم مس رّْىا مٍ ُ ىُِّ‪ِ ،‬ى ىََِْىَ ىُا ىاُىً ى‬
‫ََ ُىر ى‬ ‫ّ ‪ -‬ىا ى‬ ‫َِم ِىَ رْ ىِ ُىَ رْ ُ‬
‫ُىَ رْ م‬
‫ىْاُُْ ُِ ‪.-‬‬‫أى‬
‫َلَ مْ إُ ىَ ىُ رِ‬ ‫ا‬ ‫ُْ‬ ‫ِىَْسََ َّ ىُلٍَُى‪ِ ،‬ىََْ رل ُُْْا إُ ىَ ُِ ىحَِ‪ ،‬ممَ وَ رل ُ‬
‫ْ‬
‫ى ر رى م م ى ى‬ ‫ى رىم ى م ى‬
‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ‬ ‫ُ‬
‫ىرحَىِم‪ ،‬ىْ َّ وَمرلْْىَ ىُا ىَلىَ ّ ىساٍ َّ َساْ ُْ أى ُا َّ ىُاَ ُِ‪ِ .‬ىَمَْمىا أ رىَ ىَىَِم‬
‫‪Modul Kitab Tauhid | 43‬‬
44
َ َُ ُ‫ ِىَْ ر‬،َِ‫ اََما أىّر ىْاَا وىََِ أى رٍ و رً َُى‬،‫َُّْاَ وىََِ أى رٍ وَ رل َُُْْا‬ ُ
‫ّ ى م ر ى م ى ى ىم ى ى ر ى م م ى ى‬
ََ‫ ىَ ى‬:ََ‫اُ ّىَىا وىَ رْىُ ىَ ىََ ىاىَ ى‬
‫َ وى رً وى ى‬ ْ‫ى‬ّ‫ى‬‫أ‬ : ُ‫ا‬
‫م‬ ْ
‫ى‬ َ ْ َ
‫ى‬ ِ ، ‫ُُْا ُُاِىٍى ىَ رَُ ن‬
ٍ
‫ى‬ ‫ر‬ ‫م‬ ‫ى‬ ‫ىىى‬
.»َ‫ُ ُُ رِ َّ َس ىَ ُا‬ ُ ُ ُ ‫َِ َُُرل ى‬
‫َ َّ ىُل ىٍَ ََُِّ مم ىْ ر‬ ‫صً م‬ ‫ىاىَ ىََ؟ ِىَْم ى‬
Diriwayatkan dalam kitab Shahih Bukhari, dari Abu Hurairah
bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Apabila Allah menetapkan suatu perintah di atas langit, para
Malaikat mengibas-ngibaskan sayapnya, karena patuh akan
firman-Nya, seolah-olah firman yang didengarnya itu bagaikan
gemerincing rantai besi (yang ditarik) di atas batu rata, hal ini
memekakkan mereka (sehingga jatuh pingsan karena ketakutan),
‘Sehingga apabila telah dihilangkan rasa takut dari hati-hati
mereka, mereka berkata: ‘Apakah yang telah difirmankan oleh
Tuhanmu?’ Mereka menjawab: ‘(Perkataan) yang benar, dan
Dialah yang maha tinggi lagi maha besar.’ Ketika itulah (setan-
setan) pencuri berita mendengarnya, pencuri berita itu sebagian
diatas sebagian yang lain -Sufyan bin Uyainah menggambarkan
dengan telapak tangannya, dengan direnggangkan dan dibuka
jari jemarinya- ketika mereka (penyadap berita) mendengar
berita itu, disampaikanlah kepada yang ada di bawahnya, dan
seterusnya, sampai ke tukang sihir dan tukang ramal, tapi kadang-
kadang setan pencuri berita itu terkena syihab (meteor) sebelum
sempat menyampaikan berita itu, dan kadang-kadang sudah
sempat menyampaikan berita sebelum terkena syihab, kemudian
dengan satu kalimat yang didengarnya itulah tukang sihir dan
tukang ramal itu melakukan seratus macam kebohongan, mereka
mendatangi tukang sihir dan tukang ramal seraya berkata:
bukankah ia telah memberi tahu kita bahwa pada hari anu akan
terjadi anu (dan itu terjadi benar), sehingga ia dipercayai dengan
sebab kalimat yang didengarnya dari langit.”

Modul Kitab Tauhid | 44


45
ََ‫ «إُ ىَِ أ ىىَ ى‬:‫َٰ ﷺ‬ َُ ُْ ‫اُ ىَ مس م‬ ‫ وى ى‬:ُ‫ا‬ ‫ وى ى‬،ٍ‫ََ ُر ُِ ىمر ىْا ى‬ ُ َْ َََّ ُِ َ‫ىا ى‬
ُ ُ ُ ‫ أ‬،‫ْْي ُِأىُ ُْ؛ َى ىُلَْ ُِّْْ ُي‬ ُ
‫ىَ ىََ َّ َس ىَ ىََْ ُرَِم‬ ‫ى‬ ‫ى ىر‬ ‫َٰم أى رٍ وم ى ر‬ َ
َ‫ ِىُإ ىَِ ىُم ى‬.َٰ َُ ُُِ ‫ َِْكا‬- ‫وًُح‬ ُ ‫ ًََُُح‬:ُ‫ا‬
ً
‫ى‬ ‫ر‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ أ رىا وى ى ر ى ى‬- ‫ىَ رْ ىٍّح‬
ُ‫ ِىَْى مُْ مٍ أ َىاى‬،ًَ‫ٰ مس ََ ك‬ َُُ َ‫ََ؛ ُْْ مَْْ اَبْا‬ ُ َْ‫َ أىَِ َّ َس‬ ُّ‫ِى‬
‫ى ىى‬ ‫م ىى‬ ‫ر‬ ‫ى‬
ْ‫ ممَ ىيمب‬.ََ‫َٰم ُُ رِ ىا رُْْ ُِ ُمىا أ ىىَ ى‬ َ ‫ ِىَْم ىُلُّ مَِم‬،ِ‫و‬‫م‬
ُ‫ىُ رِ وىَِْى مَ َأر ىسِم ُْ ر‬
‫ر‬ ‫ر ى‬
َِ‫ ىُا ى‬:‫ ىسأىّىِم ىُ ىاُِ ىَُمَ ىُا‬،َ‫ مَلَ ىَا ىَُْ ُ ىس ىَ نا‬،ٍُ ُ‫وِ ىَلىَ َم ىاُِ ى‬ ‫م‬ ‫ُْ رُر‬
ُ ‫ُى‬
ُ
،‫َّْل بي َّ ىَُرم‬ ‫ ىامَ ىْ ى‬،َّ ‫اُ َحى‬ ‫ وى ى‬:ُْ ‫وِ؟ ِىَْىَ مْ م‬ ُ
‫اُ ىََُبَىا ىّ ْ رر م‬ ‫وى ى‬
َ‫وِ ُِ ىّْ رْ ُي إُ ى‬ ‫ر‬ُ‫ ِىَْىَرَََى ُ ي ُْ ر‬،ِ‫اُ ُْ رُرو‬ ‫ى‬ ‫و‬
‫ى‬ ‫ا‬ ُ ِ ‫ث‬
‫ر‬ ُ ُْ‫ِىََْ مّْْمْ ىٍ مَلب‬
ُ
‫م‬ ‫م‬ ‫ى‬ ‫مر ى‬ ‫ى‬
.»‫َٰم‬ َ ‫ِ أ ىىُىُْم‬ ‫ىْرْ م‬
An-Nawwas bin Sam’an menuturkan bahwa Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, bersabda: “Apabila Allah hendak
mewahyukan perintah-Nya, maka Dia firmankan wahyu tersebut,
dan langit-langit bergetar dengan kerasnya karena takut kepada
Allah, dan ketika para Malaikat mendengar firman tersebut
mereka pingsan dan bersujud, dan di antara mereka yang pertama
kali bangun adalah Jibril, maka Allah sampaikan wahyu yang Ia
kehendaki kepada Jibril, kemudian Jibril melewati para Malaikat,
setiap ia melewati langit maka para penghuninya bertanya
kepadanya: ‘Apa yang telah Allah firmankan kepadamu?’ Jibril
menjawab: ‘Dia firmankan yang benar, dan Dialah yang Maha
Tinggi lagi Maha Besar,’ dan seluruh Malaikat yang ia lewati
bertanya kepadanya seperti pertanyaan pertama, demikianlah
Modul Kitab Tauhid | 45
46
sehingga Jibril menyampaikan wahyu tersebut sesuai dengan yang
telah diperintahkan oleh Allah kepadanya.”

Modul Kitab Tauhid | 46


47
َ‫اَ د‬
‫ُ ال تِ تِ ت‬
‫تَ ب‬
[17] Bab: Syafaat

ْ‫وِ ىخىاِمْ ىٍ أى رٍ مرُ ىْ مْاَ إُ ىَ ىَُُِّ ر‬ ُ ََّ ُُِ ََُ ‫ ﴿اأىْر‬:َ‫َٰ َىَْ ىا‬
َ َُ ُ‫اوىَْ م‬
‫ى‬ ‫ى ر‬ ‫ى‬ ‫ىر‬
ُ ُُ ُ
.﴾َْ‫َ ىهمرْ ُ رِ مَاِْ ىاُِق ىاّ ى ّ ح‬ ‫ّىرْ ى‬
Dan firmanNya: “Dan berilah peringatan dengan apa yang
telah diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan
dikumpulkan kepada Rabb mereka (pada hari Kiamat), sedang
mereka tidaklah mempunyai seorang pelindung dan pemberi
syafaatpun selain Allah, agar mereka bertakwa.” (QS. Al-An’am: 51)

َُُ ِ‫ ﴿وم‬:ِ‫اوىَّْم‬
ُ‫ٰ َّ َْ ىّاٍَم ى‬
.﴾‫م كْْا‬ ‫ى‬ ‫ر‬ ‫ىرم‬
Dan firmanNya: “Katakanlah (hai Muhammad): ‘Hanya milik
Allah lah syafaat itu semuanya.” (QS. Az-Zumar: 44)

.﴾ُُِِْ‫﴿ُ رِ ىَِ ََّ َُي وى رْ ىّ مَ َُرَ ىًُم إَُّ إُُ ر‬


‫ ى‬:‫ىاوىَ رّْمِم‬
Dan firmanNya: “Tiada seorang pun yang dapat memberi
syafaat di sisi Allah tanpa seizin-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 225)

ُ ‫ ﴿اىَْ ُُِ ُلى ن‬:ِ‫اوىَّْم‬


‫َ ُِ َّ َس ىَ ىااََ ىّ َمَ رِ ُِ ى ىّ ى‬
‫اََمَ مُ رْ ى رًَْكا‬ ‫ىرم ى ر ر ى‬
.﴾ََ ُ َ ٍ‫إَُّ ُُِ َُْ ًُ أى رٍ أر ىِ ى‬
‫َٰم ّ ىَ رِ وى ىْاَم ىاوىَ رْ ى‬ ‫ى‬ ‫ر ىر‬
Modul Kitab Tauhid | 47
48
Dan firmanNya: “Dan berapa banyak Malaikat di langit,
syafaat mereka sedikitpun tidak berguna, kecuali sesudah Allah
mengiizinkan (untuk diberi syafaat) bagi siapa saja yang
dikehendaki dan diridhai-Nya.” (QS. An Najm: 26)

ٍ‫َٰ ىّ يىرلُ مُْ ى‬َُ ٍ‫ا‬ ُ َ ُُِ ْ‫ ﴿وم ُِ رََََْ ََّ َُوِ ىََََم‬:ِ‫اوىَّْم‬
‫ى ىر ر ر م‬ ‫م‬ ‫ىرم‬
ِ‫ِ ىاىُا ىهمرْ ُِْ ُ ىَا ُُ ر‬ ُ َ‫ََ ىاىّ ُِ َأ رى‬ ُ ‫اُ ىَِنُ ُِ َّ َسَاا‬
‫ىى‬ ‫ى‬ ْ‫ى‬ َ‫ر‬‫ث‬ ُ
ُ
َُّ‫اٍَم َُرَ ىًُم إ‬ ُ ُ
‫رُْ ىاىُا ّىِم ُرََ مُ رْ ُ رِ ظى ُ نر * ىاّ َىَرََ ىّ مَ َّ َْ ىّ ى‬
‫ُ ن‬
.﴾‫ُّ ىَ رِ أ ُىِ ىٍ ّىِم‬
Dan firmanNya: “Katakanlah: ‘Serulah mereka yang kamu
anggap (sebagai tuhan) selain Allah, mereka tak memiliki
kekuasaan seberat dzarrah (butiran debu) pun di langit maupun di
bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu andil apapun dalam
(penciptaan) langit dan bumi, dan sama sekali tidak ada di antara
mereka menjadi pembantu bagi-Nya. Dan tiadalah berguna
syafaat di sisi Allah, kecuali bagi orang yang telah diizinkan-Nya
memperoleh syafaat itu.” (QS. Saba’: 22)

ُُِ ّ‫َٰم ىَ ََا ُس ىَُْم مَ َِ ىُا وىََىَ ىْلَ م‬ َ َّ‫ «ْىَ ى‬:َ‫ا‬ ُ ََّْ ‫اُ أىُمْ ى‬ ‫وى ى‬
‫ أ رىا‬،‫ُ ُُرَِم‬ ‫َ أ رىا وُ رس ح‬ ‫ ِىََىَ ىَّ أى رٍ وى مُْ ىٍ ُِّى رُرُُ مُ رل ح‬- ٍ‫َم رْ ُْمَْ ى‬
ُ ُ ‫م‬
َُّ‫ن أ َىهىا ىّ َىَرََ ىّ مَ إ‬
‫ ِىََى َ ى‬،‫اٍَم‬ َُ
‫ ىاىمر وىَرَ ىّ إّ َّ َْ ىّ ى‬- َٰ ً‫وى مُْ ىٍ ىَ رْ ك‬

Modul Kitab Tauhid | 48


49
ُِ َ‫﴿اىّ وى رْ ىّْمْ ىٍ إَُّ ُّ ى‬
‫ى‬ : ُ‫ا‬
‫ى‬ ‫ى‬‫و‬ ‫ا‬ َ
‫ى‬ َ
‫ى‬ ‫؛‬ َ
‫ب‬ ْ
َ َّ ِ
‫م‬ ّ
‫ى‬ ٍ
‫ى‬ ُ ‫َُِّ أ‬
ِ‫ى‬ ‫ىر‬
.﴾ََ ‫رَََى ى‬
Abu Abbas Ibnu Taimiyah mengatakan: “Allah telah
menyangkal segala hal yang menjadi tumpuan kaum musyrikin,
selain diri-Nya sendiri, dengan menyatakan bahwa tidak ada
seorangpun selain-Nya yang memiliki kekuasaan, atau bagiannya,
atau menjadi pembantu Allah. Adapun tentang syafa’at, maka
telah ditegaskan oleh Allah bahwa syafaat ini tidak berguna
kecuali bagi orang yang telah diizinkan untuk memperolehnya,
sebagaimana firman-Nya: “Dan mereka tidak dapat memberi
syafa’at, kecuali kepada orang yang diridhai Allah.” (QS. Al-
Anbiya’: 28)

ُ َُْ‫ِىَُ َُ ُُ َّ َْ ىّاٍَم ََُِّ وُمََبُا َم رْ ُْمَْ ىٍ َُي ُرَََ ٍُّْح و‬


‫َّْْى ىاُ ٍُ؛‬ ‫ى م ى ى ىر ى‬ ‫م‬ ‫ى ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬
ُُِّْ‫َّ ﷺ أىَِْم ىأرُِ ِىَْى رس مَ مً ُّى‬ ‫ىَ ىىر ََُّ ب‬ ‫ ىاأ ر‬،ٍ‫اَا َّ مْ رْآ م‬ ‫ىَ ىَا ْىَ ىّ ى‬
ُ ‫ ممَ وَم ىْ م‬،ّ‫اَ ٍُ أ َىاك‬
،َ ‫ «َ رَِى رَ ىَأر ىس ى‬:‫اُ ّىِم‬ ‫ ىّ وىَرَ ىًأم ُِّ َْ ىّ ى‬،‫ىاىرُ ىَ مًُم‬
.»َ‫ ىاَ ر ىّ رَ َم ىْ َّ ر‬،ُ ‫ ىا ىس رِ َمَ رْ ى‬،َ‫ىاوم رِ وم رس ىَ ر‬
Syafa’at yang diperkirakan oleh orang-orang musyrik itu
tidak akan ada pada hari Kiamat, sebagaimana yang telah
dinyatakan oleh Al-Qur’an. Dan diberitakan oleh Nabi Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam bahwa beliau pada hari Kiamat akan bersujud
kepada Allah dan menghaturkan segala pepujian kepada-Nya,
beliau tidak langsung memberi syafaat lebih dahulu, setelah itu
baru dikatakan kepada beliau: ‘Angkatlah kepalamu, katakanlah
niscaya ucapanmu pasti akan didengar, dan mintalah niscaya
Modul Kitab Tauhid | 49
50
permintaanmu akan dikabulkan, dan berilah syafa’at niscaya
syafa’atmu akan diterima.’ (HR. Bukhari dan Muslim)
ُ َُْ‫َاَ ُْ ىّاَََُ و‬
‫َّْْى ىاُ ٍُ؟‬ ‫ىس ىْ مً ََّ ُ ى ى ى ى ر ى‬ ‫ ىُ رِ أ ر‬:ُ‫اُ ّىِم أىُمْ مَىْورَىْى‬
‫ىاوى ى‬
.»ُِ َُ‫صا ُُ رِ وىَ رل‬ ُ َ َُّ‫ ىّ إُّىِ إ‬:ُ‫ا‬
‫َٰم؛ ىَاّ ك‬ ‫ى‬ ‫«ُ رِ وى ى‬
‫ ى‬:ُ‫ا‬ ‫وى ى‬
Abu Hurairah bertanya kepada beliau: ‘Siapakah orang yang
paling beruntung mendapatkan syafa’atmu?’ Beliau menjawab:
‘Yaitu orang yang mengucapkan la Ilaha Illallah dengan ikhlas
dari dalam hatinya.’ (HR. Bukhari dan Ahmad)

ٍ‫ ىاىّ َى مُْ م‬،- َٰ ُ ‫اٍَم ُأ رىَ ُِ َ ُإ رَ ىا‬


َُ ٍُ ِ‫ إُُ ر‬- ِ
‫َ َّ َْ ىّ ى‬‫ِىَُرل ى‬
َُ ُِ ُ‫َُِّ أى ر ْى‬
.ٰ ‫ىر ى‬
Syafa’at yang ditetapkan ini adalah syafaat untuk Ahlul Ikhlas
Wattauhid (orang-orang yang mentauhidkan Allah dengan ikhlas
karena Allah semata) dengan seizin Allah; bukan untuk orang
yang menyekutukan Allah dengan yang lain-Nya.

ُِ َ‫َ مِ ىَلىَ أ رى‬ َ ّ‫َٰى مسرَ ىَاْىِم مَ ىْ ََّ َُي وىََىَ ى‬ َ ٍَ ‫ أى‬:‫ىا ىْ ُْْ ىَْمِم‬
‫ ِىَْىَ رِ ُّ مْ ىهمرْ ُىْ َُسّىٍُ مَ ىَ ُاَ ىُ رِ أ ُىِ ىٍ ّىِم أى رٍ وى رْ ىّ ىَ؛‬،ِ ُ ‫َ ُإ رَ ىا‬
‫اَا َّ مْ رْآ مٍ ىُا‬ ّ‫ى‬ َ
‫ى‬ ْ ُِ َ ّ َ ٍ
‫م‬ َ‫ا‬ّ‫ى‬ ْ
َ ّ‫ا‬ِ
‫ى‬ . َْ َ َ ‫َم‬ ُ‫ا‬ ْ
‫ى‬ ‫َم‬ ُ‫ا‬
‫ى‬ َ َ ‫و‬‫ا‬ ، ِ ُُ
ْ ُ
‫ر‬ ُّْ
‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫م ى م ىى ى ى ى ر م‬ ‫ى‬
ً‫ ىاوى ر‬،َ‫ََ ى‬ُ ُْ ُِ ُُِِْ‫ اُه ىََ أىَرََُ َّ َْ ىّاٍَى إُُ ر‬،ُ‫ىَا ىٍ ُُِْا ُ ْح‬
‫ىى‬ ‫ى‬ ‫ى ر ىى ىى‬

Modul Kitab Tauhid | 50


51
ُ ُْ ََََّْ‫ِ ا‬
ُ ُ َ ُِ َ‫َّ ﷺ أ َىهىا ىّ َى مُْ مٍ إَُّ ُأ رى‬
»ًْ ‫ى ر‬ ‫ا‬
‫ى‬ َ
‫ر‬ ‫إ‬ ‫ن ََُّ ب‬
‫ُىَ ى‬
.‫َْرََىَ ىَُ ىَ ىا مُِم‬
Dan pada hakikatnya, bahwa hanya Allah lah yang
melimpahkan karunia-Nya kepada orang-orang yang ikhlas
tersebut, dengan memberikan ampunan kepada mereka, dengan
sebab doanya orang yang telah diizinkan oleh Allah untuk
memperoleh syafa’at, untuk memuliakan orang tersebut dan
menempatkannya di tempat yang terpuji.

Jadi, syafa’at yang ditiadakan oleh Al-Qur’an adalah yang di


dalamnya terdapat kesyirikan. Untuk itu, Al-Qur’an telah
menetapkan dalam beberapa ayatnya bahwa syafaat itu hanya
ada dengan izin Allah; dan Nabi pun sudah menjelaskan bahwa
syafaat itu hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang
bertauhid dan ikhlas karena Allah semata.” (Selesai ucapan Ibnu
Taimiyah)

Modul Kitab Tauhid | 51


‫‪52‬‬
‫َ تَلت دَ تَ‬
‫تِبتّ وب ت‬ ‫د‬ ‫َُ َتّْ دِ تد‬
‫اّ َتّ تِ تاَ‪﴿ :‬ادُت ت‬
‫َ تّ تهوِي تِ وَ َ و‬ ‫ت ب و‬
‫اّت ُتّ وَ دِي تِ وَ ُت ت‬
‫ِاِب﴾‬ ‫ت‬
‫‪[18] Bab: Firman Allah: “Sesungguhnya Kamu (Hai‬‬
‫‪Muhammad) Tidak Akan Dapat Memberi Hidayah‬‬
‫‪(Petunjuk) Kepada Orang Yang Kamu Cintai, Tetapi‬‬
‫‪Allah Lah Yang Memberi Petunjuk Kepada Siapa‬‬
‫”‪Saja Yang Dikehendaki-Nya‬‬

‫اُ‪ّ :‬ى ََا‬ ‫ّ‪ ،‬ىَ رِ أىُ ُِْ‪ ،‬وى ى‬ ‫ُْ‪ :‬ىَ ُِ َُر ُِ َمسَْ ُ‬
‫مى‬ ‫ُ‬ ‫صُ‬
‫َ‬ ‫ىاُِ َّ َ‬
‫َٰ ﷺ ىا َُرَ ىًُم ىَرَ مً‬ ‫ُْ َُ‬ ‫َِّْىاُم؛ ىْاَىُم ىَ مس م‬ ‫ُن‬
‫َ أ ىىِ َىاّّ ى‬ ‫َىْ ر‬ ‫ىْ ى‬
‫«ّ ىَ ُّْ! وم رِ‪ :‬ىّ إُّىِى إَُّ‬ ‫َُ‬
‫َٰ ُر مِ أُىِ أ ُّمٍَُْى ىاأىُمْ ىْ رُ نِ‪ِ ،‬ىَ ىْ ى‬
‫اُ ّىِم‪ :‬ى‬
‫ّ ىَ رِ ُُلَ ٍُ‬ ‫ُ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬‫ى‬‫أ‬ ‫‪:‬‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬
‫ى‬ ‫اّ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬‫ِ‬ ‫»‪.‬‬ ‫َٰ‪ ،‬ىَلٍَُك أمْا بَ ّىَ ُِا َُرَ ىً َُ‬
‫َٰ‬
‫ر م‬‫ى‬ ‫ى‬ ‫م‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫َم ى ى ى ى‬
‫آَىْ‬ ‫َٰ ﷺ‪ِ ،‬ىأىَاََ‪ِ ،‬ى ىُا ىٍ ُ‬
‫ىى‬
‫ُْ َُ‬ ‫ىَ ىاَ ىَلىرْ ُِ ىَ مس م‬
‫ّ؟! ِىأ ى‬ ‫ىَرَ ًُ َمَّلُ ُ‬
‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫م‬
‫ُْ‪ :‬ىّ إُّىِى إَُّ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫َ‬
‫اُ‪ :‬مَ ىْ ىَلىَ ُلٍ ىَرًَ َمّلّ‪ ،‬ىاأ ىىَ أى رٍ وىَ مْ ى‬ ‫ىُا وى ى‬
‫ُ‬ ‫م‬
‫َ»؛ ِىأىْرَىِىُ‬ ‫َ ىُا ىمر أمْرِى ىَرَ ى‬ ‫ىسَىَ رِّىْ ٍَ ّى ى‬
‫«أ ر‬
‫َّ ﷺ‪ :‬ى‬ ‫اُ ََُّ ب‬ ‫َٰم‪ِ .‬ىَ ىْ ى‬
‫َ‬
‫ُ ُ ُ‬ ‫َٰ ‪ُ﴿ :‬ا ىَا ىٍ ُّلَُ ُ َ ُ‬
‫ن‬‫وِ ىآَُمَْ أى رٍ وى رسَىَ رِّ مْاَ ّ رل مَ رْ َُْ ى‬ ‫َّ ىاََّ ى‬ ‫ّ‬ ‫ى‬ ‫َم‬
‫ّ‪﴿ :‬إَُْ ى‬ ‫َٰ ُِ أُىِ َىاُّ ن‬ ‫ىاّى رْ ىَاْمَْ أ ُ‬
‫َ ىّ‬ ‫ماِ ومَ رْىَ﴾‪ ،‬ىاأىْرَىِىُ َم‬
‫َٰى وىَ رُ ًُي ىُ رِ وى ىْاَم﴾‪.‬‬ ‫ُ ىاّى ُُ َِ َ‬ ‫ىَْىَرَ ى‬
‫ىر ر‬‫أ‬ ‫ِ‬ ‫ُ‬ ‫ي‬ ‫ىهر ُ‬
‫ً‬
‫‪Modul Kitab Tauhid | 52‬‬
53
Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari, dari Ibnu Musayyab,
bahwa bapaknya berkata: ketika Abu Thalib akan meninggal
dunia, maka datanglah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,
dan pada saat itu Abdullah bin Abi Umayyah, dan Abu Jahal ada
disisinya, lalu Rasulullah bersabda kepadanya: “Wahai pamanku,
ucapkanlah la ilaha illallah, sebuah kalimat yang dapat aku
jadikan bukti untukmu di hadapan Allah.” Tetapi Abdullah bin Abi
Umayyah dan Abu Jahal berkata kepada Abu Thalib: “Apakah
kamu membenci agama Abdul Muthalib?” Kemudian Rasulullah
mengulangi sabdanya lagi, dan mereka berduapun mengulangi
kata-katanya pula. Maka ucapan terakhir yang dikatakan oleh
Abu Thalib adalah: bahwa ia tetap masih berada pada agamanya
Abdul Muthalib, dan dia menolak untuk mengucapkan kalimat: la
ilaha illallah, kemudian Rasulullah bersabda: “Sungguh akan aku
mintakan ampun untukmu kepada Allah, selama aku tidak
dilarang.” Lalu Allah menurunkan firman-Nya: “Tidak layak bagi
seorang Nabi serta orang-orang yang beriman memintakan
ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik.” (QS. Al-
Taubah: 113) Dan berkaitan dengan Abu Thalib, Allah
menurunkan firman-Nya: “Sesungguhnya kamu (hai Muhammad)
tak sanggup memberikan hidayah (petunjuk) kepada orang-orang
yang kamu cintai, akan tetapi Allah lah yang memberi petunjuk
kepada orang yang dikehendaki-Nya.” (QS. Al-Qashash: 57)

Modul Kitab Tauhid | 53


54
ْ‫آَ تَ تََتّ وُِد دَ وِ دَُّتّ بَ وِ بُ ت‬ ‫ُ تِا تَاِت َت تْ تْبت ت‬
‫َ بِ وِ دُ بتدِ ت‬ ‫تَ ب‬
‫الغبْب ذْ دِ ال ت د‬
‫ْاحد ت‬
‫ن‬
[19] Bab: Penyebab Utama Kekafiran Adalah
Berlebih-Lebihan Dalam Mengagungkan Orang-
Orang Shalih

.﴾ْ‫اَ ىّ َىَ رِلمَْ ُِ َُوَُ مُ ر‬ َُ ُ‫اوىَْ م‬


ُ َِ‫ ﴿ّ أى‬:َٰ
ُ ‫ََُّى‬ ‫ر‬
‫ى ى‬ ‫ىر‬
Dan firmanNya: “Wahai orang-orang ahli kitab, janganlah
kalian melampaui batas dalam agama kalian, dan janganlah
kalian mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar.” (QS. An-
Nisa’: 171)

َُ َُُْ‫َٰ َرَََُا ُِ وى‬


َٰ ُ ‫ َ ُِ َُ ُِ ََ ن‬:ُْ ُ َ َّ ُِ‫ا‬
‫ر‬ ‫اَ ىََ ىي َم ى م ى‬ ‫صَ ُ ى ر ى‬ ‫ى‬
ُ
ّ‫ََا ىاى‬ ‫﴿اوىاّمَْ ىّ َى ىَ مَ ٍَ آهَى مُ رْ ىاىّ َى ىَ مَ ٍَ ىادََ ىاىّ مس ىْ ك‬
‫ ى‬:َ‫َىَ ىْ ىا‬
ِ‫ن ُُ ر‬ ُُ ُ‫ىماَ َُْ نا‬ ُ َُ َ« :ُ‫ا‬
‫ْاح ى‬ ‫م ى ى‬ ‫ى‬ ‫ر‬ ‫أ‬ ُ ‫ِْ ىاْى رسكَْ﴾؛ وى ى ى‬ ‫ُْ ىاوىَْم ى‬‫وىَِم ى‬
َْ‫صَم‬ُ ‫ أ ُىٍ َْر‬:ْ ُ َُُْ‫ ِىَلى ََا َلى مَُْ؛ أىاَْ ََّّْْىا مٍ إُ ىَ وى‬،ٌْ ‫ن‬ ْ ُ‫وىَْن‬
‫ر ر‬ ‫ر‬ ‫رى‬ ‫ى‬ ‫م‬ ‫ر‬
،ْ‫ىمىاُُِ ر‬ ُ ُ ُُ
‫َْا ُأ ر‬‫ ىا ىمب ى‬،ِ‫ص كا‬ ‫إُ ىَ ىجىاّسُ مْ ََُِّ ىَاْمَْ ىرَل مسْ ىٍ ِ ىُْا أىْر ى‬
‫ ىاْم ُس ىي َُّْرل مْ؛‬،َ ‫َ أماّىًُ ى‬ ‫ ىْ َّ إُِىَ ىَلى ى‬،ً‫ ىاىمر َمَ رَْى ر‬،َْ‫ِىَ ىّ ىْلم‬
.»َ ‫َمَُ ىً ر‬
Dalam Shahih Bukhari ada satu riwayat dari Ibnu Abbas yang
menjelaskan tentang firman Allah: “Dan mereka (kaum Nabi Nuh)
Modul Kitab Tauhid | 54
55
berkata: ‘Janganlah sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan)
Tuhan-tuhan kamu, dan janganlah sekali-kali kamu meninggalkan
(penyembahan) Wadd, Suwa,’ Yaghuts, Ya’uq maupun Nasr.” (QS.
Nuh: 23) Beliau (Ibnu Abbas) mengatakan: “Ini adalah nama
orang-orang shalih dari kaum Nabi Nuh. Ketika mereka meniggal
dunia, setan membisikkan kepada kaum mereka agar membuat
patung-patung mereka yang telah meninggal di tempat-tempat di
mana pernah diadakan pertemuan-pertemuan mereka, dan
mereka disuruh memberikan nama-nama patung tersebut
dengan nama-nama mereka, kemudian orang-orang tersebut
menerima bisikan setan, dan saat itu patung-patung yang mereka
buat belum dijadikan sesembahan, baru setelah para pembuat
patung itu meninggal, dan ilmu agama dilupakan, mulai saat
itulah patung-patung tersebut disembah.”

ُ ‫َْ نً ُُِ َّ َسلى‬ ُ ‫اُ ىُر ا‬ ُ


‫ ّى ََا ىُاَمَْ؛‬:َ ‫ى‬ ‫ «وى ى ر م ى‬:ُّْْْ‫اُ َُر مِ َّ ى‬ ‫ىاوى ى‬
‫ ممَ َى ى‬،ْ‫ْ َْمَاَ ىمىاَُْلى مُ ر‬
‫اُ ىَلىرْ ُ مْ َأ ىىُ مً؛‬ ‫م‬
َ‫م‬ ، ْ َََُُْ‫َ ىُ مَّْ َلىَ وم‬
َ
‫ى‬ ‫ى م ر‬ ‫ى‬
.»ْ‫اَ ر‬
‫ِىَ ىَْى مً م‬
Ibnul Qayyim berkata: “Banyak para ulama salaf mengatakan:
‘Setelah mereka itu meninggal, banyak orang-orang yang
berbondong-bondong mendatangi kuburan mereka, lalu mereka
membuat patung-patung mereka, kemudian setelah waktu
berjalan beberapa lama akhirnya patung-patung tersebut
dijadikan sesembahan.”

Modul Kitab Tauhid | 55


56
ُ ْ‫«ّ َمّرْ ُاِ ىََا أىَر‬
َ ‫ى‬ : ُ‫ا‬
‫ى‬ ‫ى‬‫و‬ ‫ﷺ‬ َُ ُْ
َٰ ‫ىا ىَ رِ َم ىَىْ أى ٍَ ىَ مس ى‬
‫ى ى‬ ‫م‬
َُ ً‫ ََ م‬:َْ‫ ِىَ مّْْم‬،ً‫ إَُىا أ ىىً ََ ح‬،‫َََّصاَى َُِ ُْم‬
»‫َٰ ىاىَ مسّْمِم‬ ‫ىر‬ ‫ىر‬ ‫ى ى ر ى ى ر ىى‬
.‫ىَ ُْ ىْاُم‬
‫أر‬
Diriwayatkan dari Umar bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
wa Sallam bersabda: “Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam
memujiku, sebagaimana orang-orang Nasrani berlebih-lebihan
dalam memuji Isa bin Maryam. Aku hanyalah seorang hamba,
maka katakanlah: Abdullah (hamba Allah) dan Rasulullah (Utusan
Allah).” (HR. Bukhari dan Muslim)

َُ ُْ
‫ ِىُإَىا أ رىَلى ى‬،َْ‫ «إُ َّ مَ رْ ىاَِّملم‬: ‫َٰ ﷺ‬
َ ‫اُ ىَ مس م‬ ‫ وى ى‬:ُ‫ا‬ ‫ وى ى‬...
.ُْ ُ ِ‫و‬ ُ
‫َْ ح‬ ‫ىُ رِ ىَا ىٍ وىَرََلى مُ مْ َِّملمبْ» ىًْ ح ى‬
Dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga bersabda:
“Jauhilah oleh kalian sikap berlebih-lebihan, karena sesungguhnya
sikap berlebihan itulah yang telah membinasakan orang-orang
sebelum kalian.” (Hadits shahih)

َ َُ ُْ ‫ َ ُِ َُ ُِ ُسْ ن‬:ْ‫اَُّسلُن‬
‫ أى ٍَ ىَ مس ى‬،َْ
‫ ى‬:ُ‫ا‬
‫«َلى ى‬ ‫َٰ ﷺ وى ى‬ ‫ى م ر ى ر ى رم‬
.َ‫َمَىََى ُّّْمْ ىٍ» وىا ىهىا َىىا ك‬
Dan dalam Shahih Muslim, Ibnu Mas’ud berkata: bahwa ‫م‬
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Binasalah
orang-orang yang bersikap berlebih-lebihan.” (Diulanginya
ucapan itu tiga kali)

Modul Kitab Tauhid | 56


57
ِ‫اّت دَ وّ تِ َت ودر تُ بَ ب‬
‫يَ وَ تَبت تِ ت‬ ‫د د د‬ ‫د‬
‫ُ تِا تَاِت ِ تَ الَتّغوْيِ َ ت‬
‫تَ ب‬
!‫َ ادَتا تَبت تُِب؟‬‫َالد بِ؛ َت تَ وي ت‬
‫ت‬
[20] Bab: Larangan Keras Menyembah Allah Di
Kuburan Orang Shalih, Lantas Bagaimana Jika
Sampai Menyembahnya?!

‫َٰ ﷺ‬ َُ ُْ ُ ‫َ ُّْس‬ ‫ر‬ ْ َ


‫ى‬ ِ
‫ى‬ ٍ
‫ى‬ َ ‫ل‬
‫ى‬ ‫س‬ ُ
َ ‫م‬
‫أ‬ ٍَ ‫ى‬
‫أ‬ ‫ى‬ٍ ْ
‫ى‬ ُِ‫ َِ َا‬:ُْ
‫ى‬ ‫ى‬ ُ َُ‫ص‬
َ َّ ُِ
‫ى ى ى ىم‬ ‫ر‬
:ُ‫ا‬ ‫ ِىَ ىْ ى‬،َُْ‫ص ى‬ ‫ ىاىُا ُِ ىُْا ُُ ىِ َّ ب‬،ٍُ ْ‫ِ َحىَى ى‬ ُ َ‫ْسٍك ىَأ رىهىا ُأ رى‬
‫ى‬
ََُ‫ى‬
،- ُ‫صاُّ م‬ ‫ أى ُا ى‬- ُ‫صاّ م‬
َ َّ ً‫َّْرَ م‬ ُ َ َّ ََِّْْ ْ ُ ُِْ َ‫«أماّىًَُ إُ ىَِ ُا‬
‫ى ى ى م مم‬
ََ‫َ ُ ىْ م‬ ُ ُ ُ
‫ أماّىًُ ى‬،َ‫ص ىْى‬
‫َ َّ ب‬ ‫ْ َْمَاَ ِ ُِْ َُرل ى‬
‫ ىا ى‬،ًَ‫ُىََىَ رَْ ىَلىَ وىرُرُ ىُ رسَ ك‬
.»َٰ َُ ً‫َخ رل ُّ َُرَ ى‬
‫ى‬
Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim, dari Aisyah
Radhiyallahu Anha. bahwa Ummu Salamah Radhiyallahu Anha
bercerita kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang
gereja yang ia lihat di negeri Habasyah (Ethiopia), yang di
dalamnya terdapat rupaka-rupaka (gambar-gambar), maka
Rasulullah bersabda: “Mereka itu, apabila ada orang yang shalih
atau hamba yang shalih meninggal, mereka bangun di atas
kuburannya sebuah tempat ibadah, dan mereka membuat di
dalamnya rupaka-rupaka, dan mereka adalah sejelek-jelek
makhluk di sisi Allah.”

.ُِْ َُ‫ ىاُِرَََىٍى ََّ ىََا‬،َُْ‫ ُِرَََىٍى َّ مَْم‬:‫ن‬ ُ ‫ِىَُْىّ َُ ىمَْْ ُن‬
ُ ‫َّّرَََىََى ر‬ ‫ى م ى م ىر ى‬
Modul Kitab Tauhid | 57
58
Mereka dihukumi beliau sebagai sejelek-jelek makhluk
karena mereka melakukan dua fitnah sekaligus; yaitu fitnah
memuja kuburan dengan membangun tempat ibadah di atasnya
dan fitnah membuat rupaka-rupaka (patung-patung).

ٌ‫ َىُّ ىّ وىّرىْ م‬،‫َٰ ﷺ‬ َُ ُْ ُ ‫ ّى ََا ْىَِىُ ُْس‬:ُ


‫ى ىم‬ ‫ وىاّى ر‬،‫ ىَرََ ىُا‬:‫ىاىهمىَا‬
ْ‫اُ ىامَ ى‬ ‫ ِىَ ىْ ى‬،‫ ِىُإ ىَِ َ رَُى َْ ُِىا ىَ ىْ ىّ ىُا‬،ُِ ُ ْ‫ْصٍك ّىِم ىَلىَ ىا ر‬ ‫ى‬ ‫م‬ُ‫ى‬
َْ‫ َُ ََى مَاَ ومََم ى‬،‫َص ىاَى‬ َ َّ
‫ىم ى ى‬‫ا‬ ُ ََُّْ َ‫َٰ َلى‬
َْ ‫ى‬ ‫م‬ َ ٍ
‫م‬ َ
‫ى‬ ْ
‫ر‬ ّ
‫ى‬« : َ
‫ى‬
َُّ‫ىَ ى‬
ُ ُ ُ ُ
‫ ىُ ر ىر‬،‫َ أمُر ُْىَ وىررمُم‬ ‫ مُى َّ مَ ىُا ى‬،»ً‫أىْرَُْىاِ ُ رْ ىُ ىساْ ى‬
‫ ىاّى رْىّ ىِّ ى‬،َْ‫َْىَْم‬
ُ ُ
‫ أ ر‬.ًَ‫ََ ىَ ىُ رسَ ك‬
.‫ىَىْ ىْاُم‬ ‫أىَِْم ىَْ ىي أى رٍ وَمَ ى‬
Dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Aisyah juga
berkata: ketika Rasulullah akan diambil nyawanya, beliaupun
menutup mukanya dengan kain, dan ketika nafasnya terasa sesak
maka dibukanya kembali kain itu. Ketika beliau dalam keadaan
demikian itulah beliau bersabda: “Laknat Allah ditimpakan
kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani, yang telah menjadikan
kuburan para Nabi mereka sebagai tempat peribadatan.” Beliau
mengingatkan umatnya agar menjauhi perbuatan mereka, dan
jika bukan karena hal itu, maka pasti kuburan beliau akan
ditampakkan, hanya saja beliau khawatir kalau kuburannya nanti
dijadikan tempat peribadatan.

ُ ‫ وى ى‬،َٰ َُ ًُ ََ ُِ ُ َ ُ ُ
َ ََُّ ُ
ِ‫َّ ﷺ وىَرَ ى‬ ‫ ىم رْ م‬:ُ‫ا‬ ‫ ىَ رِ مْرَ مً ُ ر رى‬:ْ‫ىاّ مَ رسل ن‬
َُ َ‫ «إُُِ أىَُْأم إُ ى‬:ُْ
ُِ ٍ‫َٰ أى رٍ وى مُْ ى‬ ‫َْ ُخى رَ ن‬
‫َ ىامَ ىْ وىَ مْ م ّ ر ى‬ ‫أى رٍ ىيم ى‬

Modul Kitab Tauhid | 58


59
ْْ‫َٰى وى ًُ َََى ىَُِ ىَلُ كْا ىَ ىَا َََى ىَ إُُرَىْ ََُ ى‬ َ ٍَ ‫ ِىُإ‬،ِْ ‫ر ى ح‬
ُ‫ُُرَ مُْ َل‬
ُ ُ ُ ُ
ْ‫َ أ ىىِ ُى رُ ن‬ ‫ُ مَََُ كََ ُ رِ أمَُ ُِ ىَل كْا ىّ ََى رَ م‬ ‫ ىاّى رْ مَرَ م‬،‫ىَل كْا‬
ُ ََ‫ أىىّ اإُ ٍَ ُِ ىَا ىٍ وىَََلى مُْ ىَاْمَْ و‬،‫َلُ كْا‬
ْ‫ََ مَا ىٍ ومََم ىَْ أىْرَُْىاُُِ ر‬ ‫ى‬ ‫ر ر‬ ‫ى ىر‬ ‫ى‬
ِ‫اْ ىً؛ ِىُإُِّ أ رىهىا مَ رْ ىَ ر‬ ُ ‫ََ مَاَ َّ مََْْ ُس‬ ُ ََ‫ أىىّ ِى ىا َى‬،ً‫اْ ى‬ُ ‫ُس‬
‫مى ىى‬ ‫ىى‬
.»َ ُ
‫ىِّ ى‬
Imam Muslim meriwayatkan dari Jundub bin Abdullah,
dimana ia pernah berkata: “Aku pernah mendengar Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda lima hari sebelum beliau
meninggal dunia: “Sungguh, aku menyatakan setia kepada Allah
dengan menolak bahwa aku mempunyai seorang khalil (kekasih
mulia) dari antara kalian, karena sesungguhnya Allah telah
menjadikan aku sebagai kekasih-Nya, sebagaimana Ia telah
menjadikan Ibrahim sebagai kekasih-Nya; seandainya aku
menjadikan seorang kekasih dari umatku, maka aku akan jadikan
Abu Bakar sebagai kekasihku. Dan ketahuilah, bahwa
sesungguhnya umat-umat sebelum kalian telah menjadikan
kuburan para Nabi mereka sebagai tempat ibadah, dan ingatlah,
janganlah kalian menjadikan kuburan sebagai tempat beribadah,
karena aku benar-benar melarang kalian dari perbuatan itu.”

- ِ‫ا‬ ُ ُِ َْ‫ ا‬- ِْ‫ ممَ إَُِْ ّى‬،َُُِ‫آَ ُْ ْْا‬


ُ ْ‫َّس‬ ُ ُِ َِ‫ِىَ ىْ رً ىهىَ َر‬
‫ّى‬ ‫م‬
‫م ىى ى ى‬ ‫ىى‬ ‫ىم‬
- ً‫ن ىُ رس َُ ح‬ ‫و‬ ‫م‬
‫ى ر مر ى‬‫ى‬ ٍ
‫ر‬ ُ
‫إ‬‫ا‬ - َ‫ى‬
ُِّ‫ص ىاُم َُرًََا ُُِ ى‬
‫ىى ر‬ َ َّ‫ ىا‬.‫ىُ رِ ِىَ ىْلىِم‬
َ َّ ٍَ ‫ََ ىَ ىُ رس َُ كًَ»؛ ِىُإ‬ ُ :َُُِّْ‫اَْ َُْ وى‬
‫ص ىَاُىٍى ىمر‬ ‫«َْ ىي أى رٍ وَمَ ى‬
‫ى‬ ‫ى مى ى رى ر‬
Modul Kitab Tauhid | 59
60

‫ص ىاُم‬ َ َّ َ ُ ‫ امَ بِ ُْ َُ نَ وم‬،ًَ‫و مُْْمَْ ََََُّْمَْ ْْىُ وى ُرُُ ُس َُ ك‬


ُ ً‫ص ى‬
‫ى ىر‬ ‫ىر ى ر ر ى ر‬ ‫ى‬
َََ ‫ وم ىس‬،ُِْ ُِ ََ‫صل‬ ُ ُ ُ‫ُ ُ ُ ب‬
‫ ُى رِ مَ بِ ىُ رَْ نَ وم ى‬،ًَ‫ ِىَ ىًْ ََ ىَ ىُ رسَ ك‬،ِِْ
ًَ‫ِ ىُ رس َُ ك‬ ‫ِ َأ رىَ م‬ ‫ى‬
ُ ُ ‫ر‬ ‫ل‬
‫ى‬ ُْْ« :‫اُ ﷺ‬
‫م‬ ‫ى‬ ‫و‬
‫ى‬ ‫ا‬ َ
‫ى‬ َ‫ى‬ ‫َ؛‬ ً‫ك‬
ُ ‫ُس‬
َ ‫ىر‬
.»ََْ‫ىاَى مُ ك‬
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di akhir hayatnya -
sebagaimana dalam hadits Jundub- telah melarang umatnya
untuk tidak menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah.
Kemudian ketika dalam keadaan hendak diambil nyawanya –
sebagaimana dalam hadits Aisyah- beliau melaknat orang yang
malakukan perbuatan itu. Shalat di sekitar kubur termasuk pula
dalam pengertian menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah,
walaupun tidak dibangun masjid; dan inilah maksud dari kata-
kata Aisyah Radhiyallahu Anha: “...dikhawatirkan akan dijadikan
sebagai tempat ibadah.”

Dan para Sahabat pun belum pernah membangun masjid


(tempat ibadah) di sekitar kuburan beliau, karena setiap tempat
yang digunakan untuk shalat berarti telah dijadikan sebagai
masjid, bahkan setiap tempat yang dipergunakan untuk shalat
disebut masjid, sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasul
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Telah dijadikan bumi ini untukku
sebagai masjid dan alat suci.”

‫ َ ُِ َُ ُِ ُسْ ن‬:ً‫ىم ىً ُسَ نً ُْْ ن‬


َ ‫َْ ىَ َُ ىي‬
‫َٰم ىَرَِم ىُ رِْم ك‬
:‫َْا‬ ‫ىاُأ ر ى ى ى ى ّ ى ر ى ر م‬
ِ‫و‬ ُ ََّ‫ ا‬،َ‫ ُِ َم رً َُمَُْ َّ َساٍَم اَْ أىْْا‬:َ‫َا‬
َ ُ َ َّ ُ
َ َ
ْ ُ ُُِ ٍَ ُ‫«إ‬
‫ى م ر رى ح ى ى‬ ‫ى‬ ‫مم‬ ‫ىر‬ ‫ر ى‬
.»ُِ َُْ َُ ْ« ُِ ‫ام‬ ‫ن‬ُ ْ ُْ‫اًْ» اَاَُ أى‬
ُ ُ
‫ى‬ ‫وىََََ مَا ىٍ َّ مَْم ىَْ ىُ ىس ى ى ى ى م م ى‬
Modul Kitab Tauhid | 60
61
Dan Imam Ahmad meriwayatkan hadits marfu’ dengan sanad
yang jayyid, dari Ibnu Mas’ud, bahwa Nabi Muhammad
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya, termasuk
sejelek-jelek manusia adalah orang yang masih hidup saat hari
Kiamat tiba, dan orang yang menjadikan kuburan sebagai tempat
ibadah (masjid).” (HR. Abu Hatim dalam kitab shahihnya)

Modul Kitab Tauhid | 61


62
‫َُ ِا َاِ َت تْ الغبْب ذْ دِ َبّبْدُ ال ت د‬
ِ‫ْدّربتُا َ وتَتث ئً َبّ وِبت ب‬ ‫ْاحد ت‬
‫ن ُب ت‬ ‫ب‬ ‫ت ب ت تت‬
‫دَِ بَ د‬
‫َْ تد‬
ّ‫ا‬ ‫و‬
[21] Bab: Berlebih-Lebihan Terhadap Kuburan
Orang-Orang Shalih Merupakan Penyebab
Dijadikannya Sesembahan Selain Allah

ّ‫ «َّلَ مُ َْ ى‬:ُ‫ا‬ ‫َٰ ﷺ وى ى‬ ‫َ ُِ «َم ىََُْأ»؛ أى ٍَ ىَ مس ى‬


َُ ُْ ‫ىَىاى ىُاُّ ح‬
‫ن‬ ُ ُ ‫م‬
َ
َْ‫َٰ ىَلىَ وىَ رُْ ََى مَاَ ومََم ى‬
َ ّ ‫ َ ر َى ًَ ىُ ى‬،ً‫ىرج ىْ رِ وىرُري ىاََىَكا وَم رَْى م‬
‫َم‬
.»ً‫اْ ى‬ ُ ‫أىْرَُْاُِ ُ ْ ُس‬
‫ى رىى‬
Imam Malik meriwayatkan dalam kitabnya Al-Muwattha,’
bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Ya
Allah, janganlah Engkau jadikan kuburanku sebagai berhala yang
disembah. Allah sangat murka kepada orang-orang yang telah
menjadikan kuburan para Nabi mereka sebagai tempat ibadah.”

ُِ ً‫اَ ن‬
ُ ‫ َِ مج‬،َ‫ َِ ُرَصْن‬،ٍ‫ َِ س رّْا ى‬:ُُ ًُ َ‫اُُّ ُِ ْ ُْو نْ ُس‬
‫ىى ى ر م ى ى ر ى م ى ر ى‬ ‫ى ر ى‬
ُُ
‫ « ىَا ىٍ وىَلم ب‬:ُ‫ا‬
ْ‫ُ ىهمم‬ ‫َ ىاَّرْمَِى﴾؛ وى ى‬ ‫ ﴿أىِىَىْأىورََم مْ َّاَ ى‬:ِّْ‫وىَ ر‬
.»ُُ‫اَ؛ ِىَ ىْ ىُ مَّْ ىَلىَ وىرُر‬
‫ ِى ىَ ى‬،ّ‫و‬ ‫َّ َس ُْ ى‬
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dengan sanadnya dari sufyan
dari Mansur dari Mujahid, berkaitan dengan ayat: “Jelaskan
kepadaku (wahai kaum musyrikin) tentang (berhala yang kamu
anggap sebagai anak perempuan Allah) Al-Lata dan Al-Uzza.” (QS.
An Najm: 19) Mujahid berkata: “Al-Lata adalah orang yang
dahulunya tukang mengaduk tepung (dengan air atau minyak)
Modul Kitab Tauhid | 62
63
untuk dihidangkan kepada jamaah haji. Setelah meninggal,
merekapun senantiasa mendatangi kuburannya.”

‫ُ َّ َس ُْ ى‬
ّ‫و‬ ‫ ىَ ُِ َُر ُِ ىََ ن‬،ََُ َ‫اُ أىُمْ َلىرْى‬
‫ « ىَا ىٍ وىَلم ب‬:َ‫ا‬ ‫ىاىَ ىََ وى ى‬
ُّ َ‫ُّرل ى‬
.»َ‫ا‬
Demikian pula penafsiran Ibnu Abbas sebagaimana yang
dituturkan oleh Ibnul Jauza’: “Dia itu pada mulanya adalah
tukang mengaduk tepung untuk para jamaah haji.”

‫َٰ ﷺ‬ َُ ُْ ‫ «ّى ىْ ىِ ىَ مس م‬:ُ‫ا‬ َ ‫اَ ىَ َُ ىي‬


‫ وى ى‬،‫َٰم ىَرََ مُ ىَا‬ ‫ىا ىَ ُِ َُر ُِ ىََ ن‬
ُ ‫ََ َُوِ َلىَُْا َمس‬
ِ‫اْ ىً ىاَّ بس مْ ىَ» ىَىاَُم أ رىَ م‬ ُ ُ ُ ُ
‫ ىاَممَ ى ى ر ى ى ى‬،َْ‫ىََِىََْ َّ مَْم‬
.ُِ ‫َّ بسَى‬
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melaknat kaum wanita yang
menziarahi kuburan, serta orang-orang yang membuat tempat
ibadah dan memberi lampu penerang di atas kuburannya.” (HR.
para penulis kitab Sunan)

Modul Kitab Tauhid | 63


64
‫َُ ِا َاِ دِ دماُ دَ امبِْتتِى ﷺ َّاُ الَّتْدِ د‬
ُ‫يِ تَ تْ ّدِ د‬ ‫تت ت و‬ ‫ت ب ت ت ت تت و‬
ِ‫َْ بِ ادتَ ال دِّ وُ د‬
‫بِ تِ َت دُ بَُ ُ د‬
‫ب‬
[22] Bab: Upaya Rasulullah Dalam Menjaga Tauhid
Dan Menutup Setiap Jalan Menuju Kesyirikan

‫ُْ ُُ رِ أىْرَ مّ ُس مُ رْ ىَ ُِ حوِ ىَلىرْ ُِ ىُا‬


‫﴿ّىىْ رً ىْاَىمَ رْ ىَ مس ح‬:َ‫ىاوىَ رّْمِم َىَ ىْ ىا‬
.‫وَ ىَلىرْ مُ رْ﴾ َلوىٍى‬ ُْ ْ ْ‫ىَََُب‬
‫ر ى ح‬
Firman Allah: “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul
dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat
menginginkan (keimanan dan keselamatan) untukmu, amat belas
kasihan lagi penyayang kepada orang orang Mukmin.” (QS. At-
Taubah: 128)

ْ‫«ّ ىرج ىْلمَْ َُمْمَْى مُ ر‬


‫ ى‬:‫َٰ ﷺ‬ َُ ُْ‫اُ ىَ مس م‬ ‫ وى ى‬،ُ‫ىَ رِ أُىِ مَىْورَىْى‬
‫ وى ى‬:ُ‫ا‬
ْ‫ْ ىاَى مُ ر‬ ‫ ِىُإ ٍَ ى‬،‫ْلبَْ ىَلى َي‬
‫ ىا ى‬،ًَْ‫ ىاىّ ىرج ىْلمَْ وىرُري َُ ك‬،ََْ‫ومََم ك‬
‫ن‬
‫ ىامَىاََمِم‬،ِ‫ِ مَرَََم رْ» ىَىاَُم أىُمْ ىَ مَاىَ إُُ رسَىاَ ىْ ىس ن‬
‫َىَرََلمِمُِ ىْرْ م‬
.َ‫ا‬ ُ
‫َ ىْ ح‬
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah kalian jadikan
rumah-rumah kalian sebagai kuburan, dan janganlah kalian
jadikan kuburanku sebagai tempat perayaan, ucapkanlah
shalawat untukku, karena sesungguhnya ucapan shalawat kalian
akan sampai kepadaku dimana saja kalian berada.” (HR. Abu
Dawud dengan sanad yang baik, dan para perawinya tsiqah)
Modul Kitab Tauhid | 64
65
ُ‫ أىَِْم ىَأىى ىَ مْ كا ىَُيَم إُ ىَ ِمَ رْ ىٍْك ىَاْى ر‬،‫ن‬ ُ ‫ا ىَ رِ ىَلُ ُي ُر ُِ َحمس ر‬
‫ى‬ ّ ‫ى‬
ّ‫ أىى‬:ُ‫ا‬‫ ىاوى ى‬،‫ ِىََىَ ىُاُم‬،ْ‫ ِىَْى رًَم‬،‫ ِىَْى رً مَ مِ ُِ ىُْا‬،‫َّ ﷺ‬ ُّ ََُّ ‫َُرَ ىً وىرُر‬
َُ ُْ
َٰ ُ ‫ ىَِ َس‬،‫ ىَِ ْ ًُّي‬،ِ‫أمْ ًَُّم مُْ ْ ًُوثكا ىُمَْمِ ُُِ أُى‬
‫ر ىم‬ ‫ر ى‬ ‫رم ر‬ ‫ى ر ى‬
َْ‫ْلب‬ ُ ‫ََ مَاَ وى ُري‬ ُ ََ‫«ّ َى‬
‫[ا ى‬ ‫َ؛‬َْ
‫ى مم ر م ك ى‬ َ َ
‫م‬ ‫و‬ ْ ُ
‫م‬ َ
‫ى‬ْ ْ َُ ّ‫ا‬
‫ى‬ ،َ ًْ
‫ك‬ َ ‫ر‬ ‫ ى‬:ُ‫ا‬ ‫ﷺ؟ وى ى‬
.»ُ‫َْ مُ رْ وىَرََلمِمُِ أىورََى ىَا مَرَََم رْ» ىَىاَُم ُِ «َم رََى ىاَى‬ ُ‫َلىي] ِىُإ ٍَ َىسل‬
‫م‬ ‫ر ى‬ َ ‫ى‬
Dalam hadits yang lain, Ali bin Al-Husain menuturkan, bahwa
ia melihat seseorang masuk ke dalam celah-celah yang ada pada
kuburan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kemudian
berdo’a, maka ia pun melarangnya seraya berkata kepadanya:
“Maukah kamu aku beritahu sebuah hadits yang aku dengar dari
bapakku dari kakekku dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam, beliau bersabda: ‘Janganlah kalian jadikan kuburanku
sebagai tempat perayaan, dan janganlah kalian jadikan rumah-
rumah kalian sebagai kuburan, dan ucapkanlah salam untukku,
karena doa salam kalian akan sampai kepadaku dari mana saja
kalian berada.” (Diriwayatkan dalam kitab Al-Mukhtarah)

Modul Kitab Tauhid | 65


66
ْ‫َ تُ دّ دُ البتِ دَ ُتّ وِبب بِ الت وَتث ت‬
‫ُ تِا تَاِت َت تْ بتّ وِ ت‬
‫تَ ب‬
[23] Bab: Sebagian Umat Ini Akan Menyembah
Berhala

ُ ُُِ ‫صَْا‬
ُ ‫ََُّى‬ ُ َُ ُ
َ‫ا‬ ‫﴿أىىمر َىَىْ إ ىَ ََّ ى‬:َ‫ىاوىَ رّْمِم َىَ ىْ ىا‬
‫وِ أماَمَْ ْى ك ى‬
ُ ‫ُ اََّّاُم‬
.﴾َْ ُ ُ ُ ُ
‫وَم رَُْمْ ىٍ ِلرَ ى‬
“Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang diberi
bagian dari Al-kitab? Mereka beriman kepada Jibt dan Thaghut,
dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Makkah),
bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang
beriman.” (QS. An-Nisa’: 51)

َُ ً‫ ﴿ومِ َِ أمْىًََُ مُْ ُْ نْ ُُِ ِىَُّ ُثٍُْك َُرَ ى‬:َ‫اوىَّْمِ َىَْ ىا‬
َٰ ‫ر ى ر ّم ر ى ّ ر ى ى م ى‬ ‫ىرم ى‬
ُ ََُْ‫َّ َلىْ ُِ اِْْ ُُر‬
ً‫َّْىْىَ ىُ ىاَخىَىا َُ ىوْ ىا ىََى ى‬ ُ َ ِ‫ُِ ّىَْى‬
‫َٰم ىا ىُ ى ى ر ى ى ى ى م م‬ ‫ىر ىم‬
‫ََّّاُم ى‬
.‫َْ﴾ َلوىٍى‬
“Katakanlah: ‘Maukah aku beritakan kepadamu tentang
orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari pada (orang-
orang fasik) itu dihadapan Allah, yaitu orang-orang yang dilaknati
dan dimurkai, dan di antara mereka ada yang dijadikan kera dan
babi, dan orang-orang yang menyembah Thaghut.” (QS. Al-Maidah:
60)

ُ ََ‫اُ ََّ َُوِ ىُلىََْ َلىَ أىُ َُُْْ ّىَى‬


ْ‫ََ ىَ ٍَ ىَلىرْ ُ ر‬ ‫ ﴿وى ى‬:‫ىاوىَ رّْمِم‬
‫ر ر‬ ‫ى م ى‬
.﴾ًَ‫ىُ رس َُ ك‬
Modul Kitab Tauhid | 66
67
“…Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata:
‘Sungguh kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di
atas gua mereka.” (QS. Al-kahfi: 21)

َِ ‫ «ّىَىَََُْم‬:ُ‫ا‬
‫َٰ ﷺ وى ى‬ َُ ُْ َ ‫ًْ ىَ َُ ىي‬
‫َٰم ىَرَِم أى ٍَ ىَ مس ى‬ ‫اَِ أُىِ سُْ ن‬
‫ى‬ ‫ىىر‬
َْ‫ ىْ َّ ّى رْ ىَ ىَلم‬،ُُ ََ ْ‫ىسَى ىِ ىُ رِ ىَا ىٍ وىَرََلى مُ رْ ىْ رَ ىا َّ مْ ََ ُُ ُِّ م‬
َْ َُ ُْ ‫مْ رَْ ى ن‬
‫َٰ! َّْىَ مُ م‬ ‫ ىّ ىَ مس ى‬:َْ‫ ّى ىً ىَ رلَم مَُْم» وىاّم‬،ّ َّ ‫ى‬
.‫ىَىْ ىْاُم‬‫ «ِى ىَ رِ؟!» أ ر‬:ُ‫ا‬ ‫َص ىاَى؟ وى ى‬‫ىاََّ ى‬
Dari Abu Said, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
bersabda: “Sungguh kalian akan mengikuti (meniru) tradisi umat-
umat sebelum kalian selangkah demi selangkah sampai kalaupun
mereka masuk ke dalam liang biawak niscaya kalian akan masuk
ke dalamnya pula.” Para Sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, orang-
orang Yahudi dan Nasranikah? Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam menjawab: “Siapa lagi?” (HR. Bukhari dan Muslim)

:ُ‫ا‬‫َٰ ﷺ وى ى‬ َُ ُْ ‫َٰم ىَرَِم أى ٍَ ىَ مس ى‬َ ‫ ىَ رِ َىَ رْىِ ىٍ ىَ َُ ىي‬:ْ‫ىاُّ مَ رسلُن‬


ُِ َُ‫ ىاإُ ٍَ أم‬،‫ُ ىُ ىْا َُوىَ ىُا ىاىُِىا َُىِىا‬
‫ ِىَىْأىور م‬،ِ
‫ِ َأ رىَ ى‬‫ى‬
ُ ‫َٰى ىَىاى‬ َ ٍَ ُ‫«إ‬
ُ ُ
‫ َأ ر‬:ُِ ‫ُْ َّ ىُرََىِور‬
ْ‫ىمىى‬ ‫ ىاأ رمَّ م‬،‫ي ُِ ُرََ ىُا‬ ‫ىسْىَرََلم مُ مُ رل مُ ىُا ىُا مَُا ى‬
.ّ ‫ىاَأىُرَْى ى‬

Modul Kitab Tauhid | 67


68
ّ‫ ىاأى رٍ ى‬،ٍ‫ُ ىَُِّ ُأمَُ ُِ أى رٍ ىّ وَم رُلُ ىُ ىُا ُ ىسَى نٍ ُ ىْا َُ ن‬
‫ىاإُُِّ ىسأىّر م‬
ُ ُُ ُ ُ ًَ ْ ُ ْ‫ُ َلى‬ ُ
.ْ‫ََىَ مُ ر‬ ‫ ِىَْى رسَىَ ى‬،ْ‫باَ ُ رِ س ىْى أىْرَ مّس ر‬
‫ُْ ُىَرْ ى‬ ‫وم ىسلّ ى ى ر ر ى ك‬
ُُِّ‫ ىاإ‬،َ‫َاَك ِىُإَِْم ىّ وَمىْب‬ ‫ُ وى ى‬
‫َرْ م‬‫ ىّ مُى ََ مً إُُِّ إُ ىَِ وى ى‬:ُ‫ا‬ ‫ىاإُ ٍَ ىَُِّ وى ى‬
ُ‫مسلُّ ى‬ ‫ُ ن ُ ن‬ ُ
‫ ىاأى رٍ ىّ أ ى‬،ٍَُ ‫َ أى رٍ ىّ أ رمَل ىُ مُ رْ ىسَىٍ ىْا‬
ُ ََْ‫أىَّى‬
‫َ أمََُُ ى‬ ‫ر رم ى‬
ُ ُ ُ ُ ًَ ُْْ‫َلى‬
‫ ىاّى ُْ ر‬،ْ‫ََىَ مُ ر‬
َ‫ََْى ىَ ى‬ ‫باَ ُ رِ س ىْى أىْرَ مّسُ رْ ِىَْى رسَىَ ى‬
‫ُْ ُىَرْ ى‬ ‫ىر ر ى ك‬
ّ ُ‫ ىاوى رس‬،‫َا‬ ْ َ ُ َ ُ‫ ْ َّ و مُْ ىٍ ََُُْْ وَُل‬،‫َلىْ ُ ْ ُِ ُأىورّىا ََُا‬
‫ى‬ ‫ك‬ ‫ر‬ ‫ى‬ ‫م‬ ‫ى ى ى ىر م م ر مر‬ ‫ىر ر ىر‬
.»‫َا‬ ‫َ مُ رْ ُىَ رْ ك‬
‫ُىَ رْ م‬
Imam Muslim meriwayatkan dari Tsauban, bahwa Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sungguh Allah telah
membentangkan bumi kepadaku, sehingga aku dapat melihat
belahan timur dan barat, dan sungguh kekuasaan umatku akan
sampai pada belahan bumi yang telah dibentangkan kepadaku itu,
dan aku diberi dua simpanan yang berharga; merah dan putih
(imperium Persia dan Romawi), dan aku minta kepada Rabbku
untuk umatku agar jangan dibinasakan dengan sebab kelaparan
(paceklik) yang berkepanjangan, dan jangan dikuasakan kepada
musuh selain dari kaum mereka sendiri, sehingga musuh itu
nantinya akan merampas seluruh negeri mereka. Lalu Rabb
berfirman: ‘Hai Muhammad, jika aku telah menetapkan suatu
perkara, maka ketetapan itu tak akan bisa berubah, dan
sesungguhnya Aku telah memberikan kepadamu untuk umatmu
untuk tidak dibinasakan dengan sebab paceklik yang
berkepanjangan, dan tidak akan dikuasai oleh musuh selain dari
kaum mereka sendiri, maka musuh itu tidak akan bisa merampas
seluruh negeri mereka, meskipun manusia yang ada di jagat raya
Modul Kitab Tauhid | 68
69
ini berkumpul menghadapi mereka, sampai umatmu itu sendiri
sebagian menghancurkan sebagian yang lain, dan sebagian
meraka menawan sebagian yang lain.”

ُ ُ ُ ُِ ‫اَاَُ َّروى ُاِب‬


ُِ َُ‫اُ ىَلىَ أم‬ ‫ىَ م‬ ‫«اإَُىا أ ى‬
‫ ى‬:ََ‫ ىاىَ ى‬،»ََِْْ« ‫ى‬ ‫ى ى ى م ىر‬
ُُْ‫َ؛ ىمر وَمرِْى رَ إُ ىَ وىَ ر‬ ‫ ىاإُ ىَِ ىاوى ىَ ىَلىرْ ُ مْ َّ َسرْ م‬،‫ن‬
ُُ
‫َأىِ ٍََى َممَلّ ى‬
ُ
ُ ُ ُ ُ
،‫ن‬ ‫اٍَم ىْ َّ وىَ رل ىَ ىّ ىْ قي ُ رِ أمَُ ُِ ُِمم رْ َُْ ى‬ ‫ُْ َّ َس ى‬ ‫ ىاىّ َىَ مْ م‬.ٍُ‫َّْْى ىا‬
ُِ َُ‫ ىاإَُِْم ىسْى مُْ مٍ ُِ أم‬.ٍ‫ىا ىْ َّ َىَ رَْم ىً ًُِى حاُ ُُ رِ أمَُ ُِ َأ رىا ىَ ى‬
َ ُ‫ ىّ ْى‬،‫ن‬
ّ ‫ ىاأ ىىً ىَ ىامم َََُُّّْ ى‬،ّ
‫ مَلب مُ رْ وىَ رَِم مْ أىَِْم ْىُ ق‬،ٍ‫ىَ َََُمْ ىٍ َىىاَمْ ى‬
ُ ُ ُ
ّ‫ ى‬،‫ص ىَُْح‬ ‫ ىاىّ َىَىِ مَُ َىاِ ىٍّح ُ رِ أمَُ ُِ ىَلىَ َحى ُّّ ىُرَ م‬.‫ُىَ رًْي‬
َُ ُْ‫ اىّ ُِ َاّىىُّْ ْ َّ أرُِ أى‬،ْ‫وَبَْْ ُِ َ ىَ ىه‬
ُ‫َٰ َىََى ىاَى‬ ‫ى م م ر ى ر ى مر ى ى ر ى م ر ى ى ى ر م‬
.»َ‫ىاَىَ ىْ ىا‬
Hadits ini diriwayatkan pula oleh Al-Barqani dalam
shahihnya dengan tambahan: “Dan yang aku khawatirkan
terhadap umatku tiada lain adalah adanya pemimpin yang
menyesatkan, dan ketika terjadi pertumpahan darah di antara
mereka, maka tidak akan berakhir sampai datangnya hari Kiamat,
dan hari Kiamat tidak akan kunjung tiba kecuali ada di antara
umatku yang mengikuti orang musyrik, dan sebagian lain yang
menyembah berhala, dan sungguh akan ada pada umatku 30
orang pendusta, yang mengaku sebagai Nabi, padahal aku adalah
penutup para Nabi, tidak ada Nabi lain setelah aku, meskipun
demikian akan tetap ada segolongan dari umatku yang tetap
tegak membela kebenaran, dan mereka selalu mendapat

Modul Kitab Tauhid | 69


70
pertolongan Allah Taala, mereka tak tergoyahkan oleh orang-
orang yang menelantarkan mereka dan memusuhi mereka, sampai
datang keputusan Allah (hari Kiamat).”

Modul Kitab Tauhid | 70


71
‫د‬
ّ ِ‫ُ تِا تَاِت د‬
ُ‫الَ وْ د‬ ‫تَ ب‬
[24] Bab: Sihir

ُ ُِ ِ‫ ﴿اّىىْ رً َلََُْ ّىَ ُِ َ ر رَُ ُا ّى‬:َ‫َٰ َىَْ ىا‬


َُْ‫َل‬ َُ ُ‫اوىَْ م‬
‫ى‬ ‫ىم ى م‬ ‫ى‬ ‫ى ىم ى‬ ‫ى‬ ‫ىر‬
.﴾ِ‫ا‬ ‫ُُِ َ ن‬
‫ر ى‬
Firman Allah: “Demi Allah, sesungguhnya orang-orang Yahudi
itu telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukar (kitab Allah)
dengan sihir itu, maka tidak akan mendapatkan bagian
(keuntungan) di akhirat.” (QS. Al-Baqarah: 102)

ُ ‫ُ اََّّاُم‬
.﴾َْ ُ ُ ُ ُ
‫ ﴿وَم رَُْمْ ىٍ ِلرَ ى‬:َ‫ىاوىَ رّْمِم َىَ ىْ ىا‬
“Dan mereka beriman kepada Jibt dan Thaghut.” (QS. An-Nisa’:
51)

ُ :َُُ‫ «َل‬:ََْ ُ‫ا‬


‫ ىاََّّاُم م‬،ْ‫َّس رَم‬
.»ٍ‫ َّْرَّْىا م‬:َْ ّ ‫رم‬ ‫وى ى م ى م‬
Menurut penafsiran Umar bin Khathab: “Jibt adalah sihir,
sedangkan Thaghut adalah setan.”

ُ
‫ «ََّّىَُْ م‬:ْ‫اُ ىْاُح‬
،ٍ‫ ىَا ىٍ وىَرَ ُِمُ ىَلىرْ ُ مْ َّْرَّْىا م‬،ٍ‫ مَ َُا ح‬:ُْ ‫ىاوى ى‬
ُ ‫ُِ مَ ُِ ْ ني ا‬
.»ً‫َْ ح‬ ‫ّ ىّ ى‬
Sedangkan Jabir berkata: “Thaghut adalah para tukang ramal
yang didatangi setan; yang ada pada setiap kabilah.”

Modul Kitab Tauhid | 71


72
َ‫ «َُ رَْىََُمَْ َّ َسرَ ى‬:ُ‫ا‬‫َٰ ﷺ وى ى‬ َُ ُْ ‫ىا ىَ رِ أُىِ مَىْورَىْىُ أى ٍَ ىَ مس ى‬
،ٰ َُ ُِ ُ‫«َّْْم‬
ُ َُ ُْ ُ ْ‫َمُْى‬
‫ ّ ر‬:ُ‫ا‬ ‫َٰ! ىاىُا مَ َِ؟ وى ى‬ ‫ ىّ ىَ مس ى‬:َْ‫اَ!» وىاّم‬
‫م‬
ُّ َِ‫ ىاأى ر‬،ُّّ ‫َٰم إَُّ ُِحى‬
،ِ‫َّْى‬ َ ُ‫َ ََُِّ ىَْْى‬ ُ
ُ ّ‫ ىاوىَرَِ َََّ ر‬،ْ‫َّس رَم‬
‫م‬ ‫م‬ ّ ‫ىا‬
ُ ‫ُ َمَصَى‬ ُ ُ ُ
َ‫ا‬ ‫ ىاوى رَ م م ر ى‬،َْ‫ ىاَََّ ىَُِّْ وىَ رْىُ ََِّ ر‬،ُْ َْ‫ىاأى رَ مِ ىُاُ َّْى‬
.‫ىَىْ ىْاُم‬ ُ ُ ُ ُ
‫َممرَُْىاَ َِّىاِ ىاَ» أ ر‬
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Jauhilah tujuh perkara
yang membawa kehancuran!” Para Sahabat bertanya: “Apakah
ketujuh perkara itu ya Rasulullah?” Beliau menjawab: “Yaitu
syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah
kecuali dengan sebab yang dibenarkan oleh agama, makan riba,
makan harta anak yatim, lari dari peperangan, menuduh zina
terhadap wanita yang terjaga dirinya dari perbuatan dosa yang
tidak memikirkan untuk melakukan dosa serta beriman kepada
Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

ُ ْ‫ٍَُْح ُِّ َسر‬ ُ ‫ «ْ بً َّ َس‬:‫َ ُِْمَْا‬


َُ‫َ» ىَىا م‬ ‫رى‬ ‫ى‬ : ُ
ْ ْ‫ا‬ ‫ى‬ ‫ىا ىَ رِ مْرَ ىً ن ى ر ك‬
.ُْ ‫ُْ أىَِْم ىُ رْوم ح‬ ُ‫ص‬
َ َ َّ : ُ‫ا‬
‫ى‬ ‫ى‬‫و‬‫ا‬ ، ‫ي‬
‫ب‬ ُ ُُ‫َّر‬
َ ُ
‫م‬ ‫ى‬ ‫ّر‬
Diriwayatkan dari Jundub bahwa Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam bersabda dalam hadits marfu’: “Hukuman bagi
tukang sihir adalah dipenggal lehernya dengan pedang.” (HR.
Imam Tirmidzi, dan ia berkata: “Pendapat yang benar hadits ini
adalah perkataan Sahabat”)

Modul Kitab Tauhid | 72


73

‫ وى ى‬،ُ‫ ىَ رِ ىجىاّىٍى ُر ُِ ىََى ىً ى‬:»‫ي‬


‫ ىََى ى‬:ُ‫ا‬
ّ ُ َُ ْ«
ُّ َُ ‫ُْ ََّم ىَا‬ ‫ىاُِ ى‬
ُ ‫اْ نْ اس‬
‫ وى ى‬.»ُ‫اْىْن‬ ُ ُ ُ
:ُ‫ا‬ ‫ «أىٍ َورََمَلمَْ مَ َِ ىس ى ى‬:َ‫َم ىَ مْ ُر مِ َخىَّا‬
.ْ‫َْى‬ُ ْ‫ُ س‬
‫ِىَ ىَْىَ رلَىا َىىا ى ى ى‬
Dalam Shahih Bukhari, dari Bajalah bin Abdah, ia berkata:
“Umar bin Khathab telah mewajibkan untuk membunuh setiap
tukang sihir, baik laki-laki maupun perempuan, maka kami telah
membunuh tiga tukang sihir.”

‫َ ُىْرَ ُِ ىْا َُوىنٍ ىهىا‬‫ «أ َىهىا أ ىىُىْ ر‬،‫َٰم ىَرََ مُا‬َ ‫صٍى ىَ َُ ىي‬
‫ْ َُ ىَ رِ ىْ رّ ى‬ ‫ىا ى‬
‫اُ أ ر‬
:ً‫ىمى م‬ ‫ وى ى‬.َ ‫َ ْ َُ ىَِ ْرَ ىً ن‬ ُ ُ
‫ر م‬ ‫ ىاىَ ىَّ ى ى‬.»ُ ‫ىس ىَىْرهىا؛ ِىَ مَْلى ر‬
.»‫َّ ﷺ‬ ُ َْ‫ى‬
ُّ ََُّ َ‫ا‬ ‫أ‬ ِ ُ ٍ‫«َِ َىىاَىن‬
ُ
‫ر ى‬‫ر‬ ‫ىر‬
Dan dalam riwayat shahih, Hafsah Radhiyallahu Anha telah
memerintahkan untuk membunuh budak perempuannya yang
telah menyihirnya, maka dibunuhlah ia, dan begitu juga riwayat
yang shahih dari Jundub. Imam Ahmad berkata: “Diriwayatkan
dari tiga Sahabat Nabi.”

Modul Kitab Tauhid | 73


74
‫د‬
ُ‫الَ وْ د‬ ‫د بد‬
ّ َ‫ُ بتّيتاْ تَ وِّ ِ وَ َتُوّ تْ دا‬
‫تَ ب‬
[25] Bab: Macam-Macam Sihir

ٍ‫ ىَ رِ ىَْْا ى‬،ُ ‫ ىْ ًَََىَىا ىَ رْ ح‬،ْ‫ ىْ ًَََىَىا مُى ََ مً ُر مِ ىْ رْ ىّ ن‬:ً‫ىمى م‬


‫اُ أ ر‬
‫وى ى‬
ُ ُ ُ
َ ََُّ َ‫ أىَِْم ىم ى‬،ُِْ‫ ىَ رِ أى‬،‫ْصٍى‬
َّ ‫ ىْ ًََىََىا وىّى مِ ُر مِ وىَُ ى‬،َ‫َّْ ىا‬ ‫ُر ُِ ى‬
ُ‫ا‬
‫ وى ى‬.»ُ ُ َُ‫ «إُ ٍَ َُّْْاِىٍى اََّّْ ىِ اَّ ُّّرىُ؛ ُُِ َل‬:ُ‫ا‬ ‫ﷺ وى ى‬
‫ى ى ر ى ىى ى ر‬
.ِ ُ َ‫ُ ُِأ رى‬ ‫ُ مخى ب‬ ‫ َخى ب‬:ِ‫ ىاََّّرْ م‬،‫ ىَ رْْ ََّّرُر‬:‫ «َُّْْىاِىٍم‬:ُ ‫ىَ رْ ح‬
‫م‬
ُ ُ‫اَل‬
ِ‫ ىاُأُى‬.ً‫اَُم ىُّْْ ح‬ ‫ ىٍََْم َّْرَّْىاٍ» إُ رسَى م‬:ِ‫اُ َحى ىس م‬ ‫ وى ى‬:ُ َ
‫ى رم‬
.‫ َم رسَى مً ُُرَِم‬:»ُِ َْ ُ َُ ْ« ُِ ٍ‫ اَُ ُِ َُْا ى‬،‫ اَََّساُِ ُي‬،َ‫ََا‬
‫ى‬ ‫ى مى ى ى ّ ى ر‬
‫م‬
Imam Ahmad meriwayatkan: telah diceritakan kepada kami
Muhammad bin Ja’far dari Auf dari Hayyan bin ‘Ala’ dari Qathan
bin Qubaishah dari bapaknya, bahwa ia telah mendengar
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Iyafah, Tharq
dan Thiyarah adalah termasuk Jibt.”

Auf menafsirkan hadits ini dengan mengatakan: “Iyafah”


adalah: meramal nasib orang dengan menerbangkan burung.
“Tharq” adalah: meramal nasib orang dengan membuat garis di
atas tanah. “Jibt” adalah sebagaimana yang telah dikatakan oleh
Hasan: suara setan. (Hadits tersebut sanadnya jayyid)

Dan diriwayatkan pula oleh Abu Dawud, An Nasa’i, dan Ibnu


Hibban dalam shahihnya dengan hanya menyebutkan lafadzh
hadits dari Qabishah, tanpa menyebutkan tafsirannya.

Modul Kitab Tauhid | 74


75
:‫َٰ ﷺ‬ َُ ُْ ‫ وى ى‬:ُ‫ا‬
‫اُ ىَ مس م‬ َ ‫اَ ىَ َُ ىي‬
‫ وى ى‬،‫َٰم ىَرََ مُ ىَا‬ ‫ىا ىَ ُِ َُر ُِ ىََ ن‬
ُ ُُِ ‫«ُ ُِ َورََىَََ م ٍَْك ُُِ ََّبَ ُُْ؛ ِىَ ىْ ًُ َورََىَََ م ٍَْك‬
،ُْ َ‫َّس ر‬
ّ ‫ى ى رى ى‬ ‫ى ى ى رى ى م‬
.ُْ ُ َُ‫ اإُسَىا‬،َ‫َََ ُا َََ» َاَُ أىُْ ََا‬
‫َْ ح‬ ‫ى ى ى ى ى ىى م م ى م ى ى ر م م ى‬
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang mempelajari
sebagian dari ilmu nujum (perbintangan) sesungguhnya dia telah
mempelajari sebagian ilmu sihir. Semakin bertambah (ia
mempelajari ilmu nujum) semakin bertambah pula (dosanya).”
(HR. Abu Dawud dengan sanad yang shahih)

ُ ُ ُ ُ َ‫اُّل‬
ِ ‫ ى‬:ُْ‫ ُ رِ ىًْوِ أُىِ مَىْورَى‬:‫َساِ ُّي‬
‫«ُ رِ ىَ ىْ ىً َم رْ ىً كُ ممَ ْىَ ىّ ى‬ ‫ى ى‬
‫ ىاىُ رِ َىَ ىْلَ ىّ ى رًَْكا‬،ُ‫ ىاىُ رِ ىس ىَىْ ِىَ ىْ رً أى ر ىْى‬،ْ‫ ِىَ ىْ رً ىس ىَى‬،‫ُِ ىُْا‬
.»ُِ ْ‫ماَُ ىِ إُّىر‬
An-Nasa'i meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah bahwa
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa
yang membuat suatu buhulan, kemudian meniupnya
(sebagaimana yang dilakukan oleh tukang sihir) maka ia telah
melakukan sihir, dan barangsiapa yang melakukan sihir maka ia
telah melakukan kesyirikan, dan barangsiapa yang
menggantungkan diri pada sesuatu benda (jimat), maka ia
dijadikan Allah bersandar kepada benda itu.”

‫ «أىىّ ىَ رِ أمْىًََُّم مُ رْ ىُا‬:ُ‫ا‬


‫َٰ ﷺ وى ى‬ َُ ُْ ‫اَ ُِ َُ ُِ ُسْ ن‬
‫َْ أى ٍَ ىَ مس ى‬ ‫ىى ر ى رم‬
.ْ‫» ىَىاَُم مُ رسلُ ح‬- َ‫َا‬
ُ ََّ ‫ن‬
‫ َّ ىْاّىٍم ُىر ى‬- ‫ٍَْم‬
‫ى‬
ُ ََّ ‫َِ؟ َُي‬
ََ ‫َّْ ر م ى‬
‫ى‬
Modul Kitab Tauhid | 75
76
Dari Ibnu Mas’ud bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam bersabda: “Maukah kamu aku beritahu apakah Adh-h itu?
Ia adalah perbuatan mengadu-domba, yaitu banyak
membicarakan keburukan dan menghasut di antara manusia.”
(HR. Muslim)

َُ ُْ
‫َٰ ﷺ‬ َ ‫ ىَ ُِ َُر ُِ َم ىَىْ ىَ َُ ىي‬:‫ىاىهمىَا‬
‫ أى ٍَ ىَ مس ى‬:‫َٰم ىَرََ مُ ىَا‬
.»َْ‫اٍ ّى ُس رَك‬
ُ َََّْ ُُِ ٍَ ُ‫ «إ‬:ُ‫ا‬
‫ى ىى‬ ‫وى ى‬
Dalam Shahih Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar
menuturkan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
bersabda: “Sesungguhnya di antara susunan kata yang indah itu
terdapat kekuatan sihir.”

Modul Kitab Tauhid | 76


77
ِ‫اْ تَتوَ دْ دُ و‬
‫َُ ِا َاِ دِ ال بَ تَ د‬
‫ت ب ت تت‬
[26] Bab: Dukun, Tukang Ramal, Dan Semisalnya

ُِ َ‫ ى‬،‫َّ ﷺ‬ ُّ ََُّ ََُ ‫ّ أ رىَىا‬ ُ َُ ْ« ُِ ُْ‫َاى ُسل‬


ُ ْ‫ ىَ رِ ُىَ ر‬:»ُِ َْ ‫ى‬ ‫ىى م ر ح‬
‫ن‬ ُ
‫ ِى ى‬،َ‫ ِى ىسأىّىِم ىَ رِ ى ري‬،‫«ُ رِ أىَىَ ىَََِْكا‬
‫ص ًَوىِم؛ ىمر‬ ‫ ى‬:ُ‫ا‬ ‫ وى ى‬،‫َّ ﷺ‬ ُّ ََّ
.»‫ن وىَ رْكُا‬ ُ
‫ْ ىاُح أ رىَُىْ ى‬
‫َمَ رَْى رِ ّىِم ى‬
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shahihnya, dari
salah seorang istri Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, bahwa
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa
yang mendatangi peramal dan menanyakan kepadanya tentang
sesuatu perkara dan dia mempercayainya, maka shalatnya tidak
diterima selama 40 hari.”

َ‫«ُ رِ أىَى‬
‫ ى‬:ُ‫ا‬
‫ وى ى‬،‫َّ ﷺ‬ ُّ ََُّ ُِ َ‫ ى‬:‫َٰم ىَرَِم‬َ ‫ىا ىَ رِ أُىِ مَىْورَىْىُ ىَ َُ ىي‬
»‫ُْ؛ ِىَ ىْ رً ىَ ىّىْ ُمىا أمْر ُِىُ ىَلىَ مُى ََ نً ﷺ‬
‫ص ًَوىِم ُمىا وىَ مْ م‬ ُ
‫ ِى ى‬،‫ىَاََكا‬
.َ‫ىَىاَُم أىُمْ ىَ مَاى‬
Abu Dawud meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa
yang mendatangi seorang dukun, dan mempercayai apa yang
dikatakannya, maka sesungguhnya dia telah kafir (ingkar)
terhadap wahyu yang telah diturunkan kepada Muhammad
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.”

Modul Kitab Tauhid | 77


78
ِ‫«ُ ر‬ :- ‫ا‬ َ ُ ُ ْ ‫ ْ َُُْ َلىَ ى‬:ُ‫ا‬
َ ‫ى‬ ‫و‬
‫ى‬‫ا‬ - ُْ َُ‫اُّ رَىََُْ ٍُ اَحا‬
‫ى‬ ‫ر ى‬ ‫ى ح ى‬ ‫ى‬ ‫ى رى ى ى ى‬
َ‫ُْ؛ ِىَ ىْ رً ىَ ىّىْ ُمىا أمْر ُِىُ ىَلى‬
‫ص ًَوىِم ُمىا وىَ مْ م‬ ُ
‫أىَىَ ىَََِْكا أ رىا ىَاََكا ِى ى‬
.»‫مُى ََ نً ﷺ‬
Dan diriwayatkan oleh empat periwayat dan Al-Hakim
dengan menyatakan: “Hadits ini shahih menurut kriteria Imam
Bukhari dan Muslim”: dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang
mendatangi peramal atau dukun, lalu mempercayai apa yang
diucapkannya, maka sesungguhnya ia telah kafir terhadap wahyu
yang telah diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam.”

‫ َ ُِ َُ ُِ ُسْ ن‬:ً‫اُأُىِ وَْلىَ ُسَ نً ُْْ ن‬


.‫َْ ُُثرَلمِم ىُ رْومِْكا‬‫ى ى ر ىى ىّ ى ر ى ر م‬
Abu Ya’la pun meriwayatkan hadits mauquf dari Ibnu Mas’ud
seperti yang tersebut di atas, dengan sanad Jayyid.

‫َ ََُُا ىُ رِ َىّىَىر أ رىا َمّمُّىر‬


‫ى‬ ْ
‫ر‬‫ى‬ّ « :‫ا‬ َْ
‫ك‬ ِ
‫م‬ْ‫ر‬ ُ
‫ى‬ ‫صن‬
‫ن‬ ‫ى‬ ْ
‫م‬ ُ ‫ىا ىَ رِ َُ رَىَْ ىٍ ُر‬
ِ
َ‫ ىاىُ رِ أىَى‬،‫ أ رىا ىس ىَىْ أ رىا مس َُىْ ّىِم‬،‫ أ رىا َى ىُ َُ ىِ أ رىا َم مُ ُّ ىِ ّىِم‬،‫ّىِم‬
»‫ُْ؛ ِىَ ىْ رً ىَ ىّىْ ُمىا أمْر ُِىُ ىَلىَ مُى ََ نً ﷺ‬ ‫ص ًَوىِم ُمىا وىَ مْ م‬ ‫ ِى ى‬،‫ىَاََكا‬
ُ
.ً‫ىَىاَُم ََّىََِ مََ إُُ رسَى ناَ ىُّْْ ن‬
Al-Bazzar dengan sanad Jayyid meriwayatkan hadits marfu’
dari Imran bin Hushain, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam bersabda: “Tidak termasuk golongan kami orang yang
meminta dan melakukan Tathayyur, meramal atau minta diramal,

Modul Kitab Tauhid | 78


79
menyihir atau minta disihirkan, dan barangsiapa yang
mendatangi dukun lalu mempercayai apa yang diucapkannya,
maka sesungguhnya ia telah kafir terhadap wahyu yang telah
diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.”

ُ ًُ ْ ُُِ :ِ‫اَاَُ ََّّرَُِب ُِ َأىاس ُُ إُُسَى ناَ ْس ن‬


ُِ ‫وِ َُر‬ ‫ر ى‬ ‫ر ىى‬ ‫رى‬ ‫ى ى ى م ىى‬
ُ َ‫» إُ ى‬...َ‫ «اُِ أىَى‬:َُُِّْ‫اَ؛ َا ىٍ وى‬
.ُُْ َ‫آ‬ ‫ىََ ن م ر ى ى ر‬
Hadits ini diriwayatkan pula oleh At-Thabrani dalam Mu’jam
Al-Ausath dengan sanad hasan dari Ibnu Abbas tanpa
menyebutkan kalimat: “dan barangsiapa mendatangi …dst.”

‫ََي ُْ ُِْىٍى َأمَُُْ ُممىْ ًُُّ ن‬


َ‫ا‬ ُ ً‫َُ ََّ َُي و‬ ‫«ََّْْ م‬ ‫اُ ََّىَِى ُْ ب‬
‫ى‬ ‫م‬ ‫ىر‬ ‫ى‬ ‫ ى‬:‫ي‬ ‫وى ى‬
ُ ُ
.»َ ‫ ىاىرح ُْ ىِّ ى‬،ٍَُّ‫َا‬ ُ ُ‫ اُ ى‬،ِ‫ا‬
َ َّ ٍ‫ا‬ ُ
‫وم رسَى ىً بُ ِىا ىَلىَ َمى رس مْ ى ى‬
ُ َََْ‫ َْ ََّ َُي مخرُر َ ُِ َمِى‬:َِ‫ا‬
ُِ َ‫ا‬ ُ ُ‫ اَّ ى‬،َِ‫ا‬ُ ُ‫ َْ َّ ى‬:ُِْ‫او‬
‫م ى م ى‬ ‫م‬
‫م ى‬ ‫م ى‬ ‫ى ى مى‬
َ َّ ُِ ‫ مَ ىْ ََّ َُي مخرُرم ىَ ََا‬:ِْ
.‫َ َُ ُر‬ ُ‫ او‬.ُِ َْ‫َمسََ ر‬
‫م رى ى ى ى‬
Imam Al-Baghawi berkata: “Al-Arraf (peramal) adalah orang
yang mengaku dirinya mengetahui banyak hal dengan
menggunakan isyarat-isyarat yang dipergunakan untuk
mengetahui barang curian atau tempat barang yang hilang dan
semacamnya. Ada pula yang mengatakan: ‘Ia adalah Al-Kahin
(dukun) yaitu: orang yang bisa memberitahukan tentang hal-hal
yang ghaib yang akan terjadi di masa yang akan datang.’ Dan ada
pula yang mengatakan: ‘Ia adalah orang yang bisa
memberitahukan tentang apa yang ada di hati seseorang.’”

Modul Kitab Tauhid | 79


80
،ُْ َُّ ‫ ىاَمَى‬،ُِ َ‫ا‬
ُ ُ‫ َسْ ُّرل ى‬:َُ
‫ح‬ ‫ر‬ ‫«ََّْْ م‬‫ى‬ :‫اَ َُر مِ َىَرْ ٍََُْى‬
ُ ََّْ ‫ى‬ ْ‫اُ أىُم‬
‫ىاوى ى‬
‫ُ ُُ ُ م‬
.»ِْ‫ ُمَ رِ وىََى ىُلَ مْ ُِ ىُ رْ ُِْىٍُ َأ ممَُُْ ِىَُ َّّبم‬،ْ‫ ىاىرح َُُْ ر‬،ُ‫ىاَََُّْ ُا‬
Menurut Abu Abbas Ibnu Taimiyah: “Al-Arraf adalah sebutan
untuk dukun, ahli nujum, peramal nasib dan sejenisnya yang
mengaku dirinya bisa mengetahui hal-hal ghaib dengan cara-cara
tersebut.”

ُِ ٍ‫ ىاوىَرَُممْا ى‬،»َ‫اَ ُِ وىَ رْنُ وى رَُمََمْ ىٍ «أ ىىِ ىْ نا‬


‫اُ َُر مِ ىََ ن‬
‫ىاوى ى‬
.»ِ‫َٰ ُُ رِ ىَ ىا ن‬ َُ ً‫ «ُا أىَى ُِ ِىَِْ ىَُِّ ّىِ َُرَ ى‬:ُُْ َ‫ََّب‬
‫ى ى ىر ىى ى م‬ ‫م‬
Ibnu Abbas berkata tentang orang-orang yang menulis huruf-
huruf ‫أا ج اد‬孥‫ ج‬sambil mencari rahasia huruf, dan memperhatikan
bintang-bintang: “Aku tidak tahu apakah orang yang melakukan
hal itu akan memperoleh bagian keuntungan di sisi Allah.”

Modul Kitab Tauhid | 80


81
ِ‫اِ دِ الّذ وِ تُد‬
‫ُ تِا تَ ت‬
‫تَ ب‬
[27] Bab: Nusyroh

ُ :ُ‫َٰ ﷺ سًُِ َ ُِ ََّبُْْ؟ َِْ ىا‬


‫«َي‬ َُ ُْ ‫ى‬ ‫س‬ َ ٍَ ‫ أى‬:ْ‫ىَ رِ ىْاُُن‬
‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ر‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫م‬ ‫م‬ ‫ى‬
‫ن‬ ‫ن‬
:ُ‫ ىاوى ىا‬،َ‫ ىاأىُمْ ىَ مَاى‬،ًُّْْ‫اٍ» ىَىاَُم أ رىمى مً ُُ ىسَىً ى‬ُ ‫ُُِ ََ ُِ ََّّْْى‬
‫ر‬ ‫ر ىى‬
‫ «َُِ ُسْ ن‬:ُ‫سًُِ أىمً َََُا؟ َِْ ىا‬
.»‫َْ وى رُىُْم ىَ ىََ مَلَِم‬ ‫رم ى ر م‬ ‫م ى ر ى م ىر ى ى ى‬
Diriwayatkan dari Jabir, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
wa Sallam ketika ditanya tentang Nusyrah, beliau menjawab: “Hal
itu termasuk perbuatan setan.” (HR. Ahmad dengan sanad yang
baik, dan Abu Dawud) Imam Ahmad ketika ditanya tentang
nusyrah, menjawab: “Ibnu Mas’ud membenci itu semua.”

ُُِ ِ‫ ىَ مْ ح‬:ّ ُ ُّْ‫ُ ُُّر ُِ َمس‬


‫مى‬ ‫ ومَ رل م‬،ُ‫ ىَ رِ وىََى ىاَ ى‬:»‫ي‬ ُّ َُ ‫ىاُِ «ََّم ىَا‬
َ‫«ّ ىأر ى‬‫ ى‬:ُ‫ا‬ ‫ أ مىُى بِ ىَرَِم أ رىا وَمَىْمَْ؟ وى ى‬،َُُِ‫ّ أ رىا وَم ىْ ََ مَ ىَ ُِ رَُىْأى‬
‫َُ ق‬
ُ ‫ُُِ؛ إَُىا و ُْ م‬
»‫ ِىأىَُا ىُا وىَرََ ىّ مَ؛ ِىَلى رْ وَمرَِى ىَرَِم‬،ٌ‫ْ ىا ى‬ ‫وًا ىٍ ُِ َ ُإ ر‬ ‫م‬
.َُ‫َْرََىَ ى‬
Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari, bahwa Qatadah
menuturkan: “Aku bertanya kepada Sa'id bin Musayyab:
‘Seseorang yang terkena sihir atau diguna-guna, sehingga tidak
bisa menggauli istrinya, bolehkah ia diobati dengan
menggunakan Nusyrah?’ Ia menjawab: “Tidak apa-apa, karena
yang mereka inginkan hanyalah kebaikan untuk menolak
madharat, sedang sesuatu yang bermanfaat itu tidaklah dilarang.”

Modul Kitab Tauhid | 81


82
ُ ‫َّسَْ إَُّ س‬
ُ
.»ْ‫اْح‬ ‫«ّ ىُم بِ ّ ر ى ى‬ ‫ىامَُا ى‬
‫ ى‬:ُِ ‫ي ىَ ُِ َحى ىس‬
Diriwayatkan dari Al-Hasan ia berkata: “Tidak ada yang dapat
melepaskan pengaruh sihir kecuali tukang sihir.”

‫ ىاَُ ىي‬،ََُْ‫َّس رَ ُْ ىَ ُِ َم رس م‬ ّ
ُ ِ‫ «ََّب رُْْم ْ ب‬:ُُْْْ‫اُ َُِ َّ ى‬
‫ى‬ ‫ى‬ ّ ‫م‬ ‫ر‬ ‫وى ى‬
‫ُ ُ ى‬
،ٍ‫ ىامَ ىْ َََّي ُ رِ ىَ ىَ ُِ َّْرَّْىا‬،ُِ ُ‫ ىِْق ُ ُس رَ نْ ُُثرل‬:ٍ‫ا‬
ُ ُ ََْ‫ْى‬
‫رى‬
َ‫َ َََّا ُ مْ ىاَمرَََى ىْ مْ إُ ى‬
‫م‬ َْْ‫ ِىَْىََىَ ى‬- ُِ ‫ىا ىَلىرْ ُِ مرُ ىَ مِ وىَ رْ مُ َحى ىس‬
‫م‬
:ِ‫َا‬ ُ ‫ اَّث‬،- ََُْ‫ ِىَْمَرَ ُِّ ىََلىِم ىَ ُِ َمس م‬،ّ
‫ى‬ ‫ىر‬ ‫م ى‬ ‫ ُمىا مُُ ب‬،ٍ‫ا‬ ُ ‫ََّّْْى‬
‫ر‬
ََ‫اْ ٍُ؛ ِىَ ىُ ى‬ َ ‫َم‬ ُ ًَََّْ‫ ا‬،ٍُ ‫ اَأ رىَ ُاو‬،ََ
ََ ُ ‫ اََََّْ بِْى‬،ٍُ َْ‫ََّب رُْْم ُِّبْور‬
‫ى ى ى ى مى ى‬ ‫ى‬ ‫ى ى ى‬ ‫ى‬
.»ِ‫ىْاُِح‬
Ibnul Qayyim menjelaskan: “Nusyrah adalah penyembuhan
terhadap seseorang yang terkena sihir. Caranya ada dua macam:
Pertama: dengan menggunakan sihir pula, dan inilah yang
termasuk perbuatan setan. Dan pendapat Al-Hasan di atas
termasuk dalam kategori ini, karena masing-masing dari orang
yang menyembuhkan dan orang yang disembuhkan mengadakan
pendekatan kepada setan dengan apa yang diinginkannya,
sehingga dengan demikian perbuatan setan itu gagal memberi
pengaruh terhadap orang yang terkena sihir itu. Kedua:
Penyembuhan dengan menggunakan Ruqyah dan ayat-ayat yang
berisikan minta perlindungan kepada Allah, juga dengan obat-
obatan dan doa-doa yang diperbolehkan. Cara ini hukumnya
boleh.”

Modul Kitab Tauhid | 82


83
‫ُ تِا تَاِت دِ الَتِت ذدر‬
‫تَ ب‬
[28] Bab: Tentang Tathoyyur

َُ ً‫ ﴿أىىّ إَُىا َىاَُِْْ َُرَ ى‬:َ‫َٰ َىَْ ىا‬


ّ‫َٰ ىاّى ُُ َِ أى رَثىَىْمَ رْ ى‬ َُ ُ‫اوىَْ م‬
‫مم ر‬ ‫ى‬ ‫ىر‬
.﴾ٍ‫وىَ رْلى مَْ ى‬
Allah berfirman: “Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka
itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka
tidak mengetahui.” (QS. Al-A’raf: 131)

.‫ ﴿وىاّمَْ َىاُِمْمَ رْ ىُ ىْ مُ رْ﴾ َلوىٍى‬:‫ىاوىَ رّْمِم‬


“Mereka (para Rasul) berkata: ‘Kesialan kalian itu adalah
karena kalian sendiri, apakah jika kamu diberi peringatan (maka
kamu menjadi sial)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang
melampaui batas.” (QS. Yasin: 19)

،ُ‫ ىاىّ َُ ىىرى‬،‫«ّ ىَ رً ىاى‬‫ ى‬:ُ‫ا‬ َُ ُْ


‫َٰ ﷺ وى ى‬ ‫ أى ٍَ ىَ مس ى‬:ُ‫ىَ رِ أُىِ مَىْورَىْى‬
ّ‫«اىّ ْىَ رَْى ىاى‬ : ُْ‫ َََ ُسل‬.ُ‫ اىّ ْ ىّْ» أىَْْا‬،‫اىّ َاٍُى‬
‫ى ى ى ى ى ى رى ى م ى ى م ر ح ى‬
.»ُْ‫ُم ى‬
Diriwayatkan dari Abu Hurairah: bahwa Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak ada ‘Adwa,
Thiyarah, Hamah, Shafar.” (HR. Bukhari dan Muslim), dan dalam
riwayat Imam Muslim terdapat tambahan: “dan tidak ada Nau,’
serta ghaul.”

Modul Kitab Tauhid | 83


84
ّ‫ ىاى‬،‫«ّ ىَ رً ىاى‬‫ ى‬:‫َٰ ﷺ‬ َُ ُْ ‫ وى ى‬:ُ‫ا‬
‫اُ ىَ مس م‬ ‫ وى ى‬،َ ‫ ىَ رِ أىْى ن‬:‫ىاىهمىَا‬
‫ «َّ ىُلُ ىٍَم‬:ُ‫ا‬‫ ىاىُا َّ ىّأر مُ؟ وى ى‬:َْ‫ ىاوَم رْ ََُمُِ َّ ىّأر مُ» وىاّم‬،ُ‫َُ ىىرى‬
.»‫َََُّّّْىٍم‬
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan pula dari Anas bin
Malik, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah
bersabda: “Tidak ada ‘Adwa dan tidak ada Thiyarah, tetapi Fa’l
menyenangkan diriku.” Para Sahabat bertanya: “Apakah Fa’l itu?”
Beliau menjawab: “Yaitu kalimah thayyibah (kata-kata yang
baik).”

ُ َُْ‫ ِم‬:ُ‫ا‬ ‫ُن‬ ‫ْ َُ ن‬ ‫ن‬


َ ‫ وى ى ى‬،ُْ‫ ىَ رِ َم رَْىٍى ُر ُِ ىَا‬:ُْ ‫ىاُأُىِ ىَ مَاىَ ُ ىسَىً ى‬
َ‫ ىاىّ َىَمْب‬،ُ‫ىْ ىسَمَ ىُا َّ ىّأر م‬ َُ ُْ
ُ ‫َّ ُّّرُم َُرَ ىً َس‬
‫ «أ ر‬:ُ‫ا‬ ‫ ِىَ ىْ ى‬،‫َٰ ﷺ‬ ‫ىم‬ ‫ىى‬
ُِ‫ َّلَ مُ َْ ىّ ىأر‬:ِ‫ىْ مً مَ رْ ىُا وى رُىُْم؛ ِىَ رلْىَ مْ ر‬‫أ‬ ‫ىى‬‫أ‬َ َ ِ
‫ى‬ ُ‫ ِى‬،‫ُسلَُا‬
‫إ‬
‫ى‬ ‫ى‬ ‫مرك‬
ّ‫ ىاىّ ىْ رْىُ ىاى‬،ُ ْ
‫ر‬ ‫ى‬‫أ‬ َّ ُ
‫إ‬ ُ ًُْ‫اَ إَُّ أىْرُ اىّ و رًِىَ َّ َس‬
َ‫ا‬ ُ ‫ُِحسَى‬
‫ى‬ ‫ى‬ّ ‫ى ى ى م‬ ‫ىى‬
.»َ ‫ومَ َْىُ إَُّ ُ ى‬
Abu Dawud meriwayatkan dengan sanad yang shahih, dari
Uqbah bin Amir, ia berkata: Thiyarah disebut-sebut dihadapan
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka beliaupun
bersabda: “Yang paling baik adalah Fa’l, dan Thiyarah tersebut
tidak boleh menggagalkan seorang Muslim dari niatnya, apabila
salah seorang di antara kamu melihat sesuatu yang tidak
diinginkannya, maka hendaknya ia berdo’a: ‘Ya Allah, tiada yang
dapat mendatangkan kebaikan kecuali Engkau, dan tiada yang

Modul Kitab Tauhid | 84


85
dapat menolak kejahatan kecuali Engkau, dan tidak ada daya
serta kekuatan kecuali atas pertolongan-Mu.”

‫ ىاىُا ََُُا‬،ُ‫ َّ ُّّىىرُم ُ رْح‬،ُ‫ «َّ ُّّىىرُم ُ رْح‬:‫َْا‬ ‫ن‬


‫ىا ىَ ُِ َُر ُِ ىُ رسْمَْ ىُ رِْم ك‬
‫َّرُُ َُ ب‬
‫ي‬ ُ ُ َ َِ ُُ ‫ اّى‬،َُّ‫إ‬
‫ ىا ّر‬،َ‫َٰى وم رَََمِم ََُِّ ىَْبَ ُِ» ىَىاَُم أىُمْ ىَ مَاى‬ ‫ى‬
‫آَُْ ُُِ وىَُُْ َُ ُِ ُسْ ن‬ ُ
.َْ ‫ن أى ٍَ ى م ر ر ر ى ر م‬ ‫ ىاُىَ ى‬،‫ْ ََ ىَِم‬
‫ىا ى‬
Abu Dawud meriwayatkan hadits yang marfu’ dari Ibnu
Mas’ud, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Thiyarah itu perbuatan syirik, thiyarah itu perbuatan syirik, tidak
ada seorangpun dari antara kita kecuali (telah terjadi dalam
hatinya sesuatu dari hal ini), hanya saja Allah yang bisa
menghilangkannya dengan tawakkal kepada-Nya.” (HR. Abu
Dawud) Hadits ini diriwayatkan juga oleh At-Tirmidzi dan
dinyatakan shahih, dan kalimat terakhir ia jadikan sebagai
ucapannya Ibnu Mas’ud.

‫اَُْ ُِ؛‬ ُ ُ ُ ُ ‫اُأ ر‬


‫ ى‬:‫ ُ رِ ىًْوِ َُر ُِ ىَ رَ ُْنا‬:ً‫ىمى ى‬
‫«ُ رِ ىَََرِم َّّّىىرُم ىَ رِ ىْ ى‬ ‫ى‬
َْ ُ‫ َّلَ م‬:ُْ ُ
‫ «أى رٍ وىَ مْ ى‬:ُ‫ا‬‫َ؟ وى ى‬ ‫ ِى ىَا ىَ َّ ىاَُم ِىّ ى‬:َْ‫ِىَ ىْ رً أى ر ىْىُ» وىاّم‬
.»ُ‫ ىاىّ إُّىِى ىُ ررمى‬،ُ‫ ىاىّ َىر ىر إَُّ َىررمى‬،ُ‫ىّ ىَ ر ىر إَُّ ىَ ررمى‬
Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari Ibnu Umar, bahwa
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa
yang mengurungkan hajatnya karena thiyarah ini, maka ia telah
berbuat kesyirikan.” Para Sahabat bertanya: “Lalu apa yang bisa
menebusnya?” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
menjawab: “Hendaknya ia berdoa: ‘Ya Allah, tiada kebaikan
kecuali kebaikan dari-Mu, dan tiada kesialan kecuali kesialan dari-
Mu, dan tiada sesembahan kecuali Engkau.”
Modul Kitab Tauhid | 85
86
‫اُ أ رىا‬
‫َى‬ ُ
‫ «إَُىا َّّّىىرُم ىُا أ رىُ ى‬:َ‫ا‬
‫َ ُِ ُر ُِ ىََ ن‬ ُ ًُ ْ ُُِ :ِ‫اّى‬
‫وِ َّ ىّ ر‬ ‫ىم ر ى‬
.»ُ‫ىََ ى‬
Dan dalam riwayat yang lain dari Fadhl bin Abbas, Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesugguhnya Thiyarah
itu adalah yang bisa menjadikan kamu terus melangkah, atau
yang bisa mengurungkan niat (dari tujuan kamu).”

Modul Kitab Tauhid | 86


87
ِ‫ُ تِا تَاِت دِ الَتّ وّ دَ دي‬
‫تَ ب‬
[29] Bab: Tentang Ilmu Perbintangan

ُُ َُ َ‫َٰم ى‬ ‫ وى ى‬:»ُِ َْ
‫ ى‬:‫اُ وىََى ىاَُم‬
َ ّ‫«َلى ى‬ ُ َُ ْ« ُِ ‫ي‬
‫ى‬ ‫اُ ََّم ىَا َُ ب‬
‫وى ى‬
‫ اَ ىاُ ن‬،‫ن‬ ُ ُ َْ‫ ا‬،َ‫ َُوَىٍك ُّل َسَ ُا‬:ُ ‫ََّبَُْ ُّثى ىا ن‬
َ‫ا‬ ‫ُْا ّلَْْىاَ ُ ى ى ى‬ ‫ى ىم م ك‬ ‫م ى‬
،‫صَْىِم‬ ُ ‫َ؛ أىَّىأى اأىَاُ ْى‬ ُ ُ ُ
‫ ِى ىَ رِ ىَ َىاىُ ِ ىُْا ىُ ر ىر ىِّ ى ر ى ى ى‬،‫وَم رَُى ىًى ِىا‬
.َُ‫َ ىُا ىّ َُ رل ىْ ّىِم ُُِ» َْرََىَ ى‬ ‫ىاَى ىُلَ ى‬
Imam Bukhari meriwayatkan dalam kitab shahihnya dari
Qatadah bahwa ia berkata: “Allah menciptakan bintang-bintang
ini untuk tiga hikmah: sebagai hiasan langit, sebagai alat
pelempar setan, dan sebagai tanda untuk petunjuk (arah dan
sebagainya). Maka barangsiapa yang berpendapat selain hal
tersebut maka ia telah melakukan kesalahan, dan menyia-nyiakan
nasibnya, serta membebani dirinya dengan hal yang di luar batas
pengetahuannya.”

ُُ ُ َُّْ‫ ىاىمر وَمى‬،ُْ َ‫ىاىَ ُْىُ وىََى ىاَُم َىَ ىْلب ىْ ىَُىا َُُُ َّ ىْ ى‬
‫ ِى ىَىُْم‬.ِِْ ‫َ َُر مِ َمْىَرََْىٍى‬
‫ىمى مً ىاإُ رس ىَ م‬
.ِ‫ا‬ ‫ أ ر‬:َُُُ ‫َ ُِ َىَ ىْلبُْ َمَىا‬ ‫ى‬ ََ َ‫ ىاى‬.‫َ ىَرََ مُ ىَا‬ ‫ح‬ ْ‫ىْ ر‬
‫ى‬
Sementara tentang mempelajari tata letak peredaran bulan,
Qatadah mengatakan makruh, sedang Ibnu Uyainah tidak
membolehkan, seperti yang diungkapkan oleh Harb dari mereka
berdua. Tetapi Imam Ahmad dan Ishaq memperbolehkan hal
tersebut.

Modul Kitab Tauhid | 87


88
َُ ُْ
ّ‫ «َىىاَىٍح ى‬:‫َٰ ﷺ‬ ‫اُ ىَ مس م‬‫ وى ى‬:ُ‫ا‬ ‫ وى ى‬،َ‫ْس‬ ‫ىا ىَ رِ أُىِ مُ ى‬
ِ‫ص ًُّ ح‬ ُ ُ ُ
‫ ىامُ ى‬،ُْ ََّْْ َ‫ ىاوىاَ م‬،ُْ َ‫ مُ رًُ مِ َخى ر‬:‫وى رً مَلمْ ىٍ َلىٍَى‬
.»ُِ َْ
ُ َُ ْ« ُِ ٍ‫ اَُِ َُْا ى‬،ً‫ىم م‬
‫ى‬ ‫م‬ ‫ر‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ر‬ ‫أ‬ َُ
‫م‬ ‫ا‬‫ى‬َ‫ى‬ » ُ
ْ َ
‫ر‬
ُ ُِ
‫ّس‬
ّ
Abu Musa menuturkan: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam bersabda: “Tiga orang yang tidak akan masuk Surga:
pecandu khamr (minuman keras), orang yang memutuskan
hubungan kekeluargaan, dan orang yang mempercayai sihir.” (HR.
Ahmad dan Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya)

Modul Kitab Tauhid | 88


89
ِ‫ُ تِا تَاِت دِ داّ وَْد وَ تّ داِ دَلتُوّ تْ دا‬
‫تَ ب‬
[30] Bab: Tentang Menisbatkan Turunnya Hujan
Kepada Bintang

.﴾ٍ‫﴿اىرج ىْلمْ ىٍ َُرَوى مُ رْ أىَْ مُ رْ َم ىُ َُُّمْ ى‬ َُ ُ‫اوىَْ م‬


‫ ى‬:َ‫َٰ َىَ ىْ ىا‬ ‫ىر‬
“Dan kalian membalas rizki (yang telah dikaruniakan Allah)
kepadamu dengan mengatakan perkataan yang tidak benar.” (QS.
Al-Waqi’ah: 82)

ُِ َ‫ «أ رىَُى ح‬:ُ‫ا‬ َُ ُْ ‫ُن‬


‫َٰ ﷺ وى ى‬ ‫ي أى ٍَ ىَ مس ى‬ُّ ُْ ْ‫ىا ىَ رِ أُىِ ىُاَّ َأى ر ى‬
،َ‫ا‬ُ ‫ىْس‬ ‫أ‬ ُِ َْ‫ َّ ىّ ر‬:َِ ‫ْهم‬ ‫ى‬ َ
‫م‬‫ر‬ ‫ر‬ ‫و‬ ّ ‫ى‬ ُ َُْ‫اَل‬
ٍ ُ ‫أمَُ ُِ ُُِ أىُ ُْ َل‬
‫ى‬ ‫ر‬ ‫م‬ ‫ىم‬ ‫ر ر ى‬
ََُّ‫ ا‬،ُُْ َ‫ ا َُّسَُس ىْاَ َُِّب‬،َ‫ا‬ ُ
:ُ‫ا‬‫ ىاوى ى‬،»‫اٍْم‬ ‫ىاََّّ رْ مِ ُِ َأىْر ىس ى ر ر م م ى ى ى‬
ّْ
ُ َُْ‫«َََّاٍَُِم إُ ىَِ ىم َىََّ وىََِ ُُْهىا؛ َمَ ىْاُ و‬
‫َّْْى ىاُ ٍُ ىا ىَلىرَْ ىُا‬ ‫م ىر ى‬ ‫ر م ر ر ى ىر‬ ‫ى‬
.ْ‫َ» ىَىاَُم مُ رسلُ ح‬ ‫ُسِْ حُ ُُِ وى ُّْ نٍَ اََُُح ُُِ ْْ ن‬
‫رى ر ى ى ر ر ىى‬
Diriwayatkan dari Abu Malik Al-Asy’ari bahwa Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Empat hal yang terdapat
pada umatku yang termasuk perbuatan jahiliyah yang susah untuk
ditinggalkan: membangga-banggakan kebesaran leluhurnya,
mencela keturunan, mengaitkan turunnya hujan kepada bintang
tertentu, dan meratapi orang mati.” Lalu beliau bersabda: “Wanita
yang meratapi orang mati bila mati sebelum ia bertubat maka ia
akan dibangkitkan pada hari Kiamat dan ia dikenakan pakaian
yang berlumuran dengan cairan tembaga, serta mantel yang
bercampur dengan penyakit gatal.” (HR. Muslim)

Modul Kitab Tauhid | 89


90
ُ‫ْ ىا ى‬ ‫ﷺ‬ َُ ُْ
َٰ ‫م‬ ‫س‬ َ ‫ا‬ َ‫ى‬ّ َ َ
‫ل‬ ْ : ُ‫ا‬
‫ى‬ ‫ى‬‫و‬ ، ‫ َِ َو ًُ ُ ُِ َاُّ ن‬:‫اىهَا‬
ً
‫ى‬ ‫ىم‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى مى ى ر ىر ر ى‬
‫ ِىَلى ََا‬،ُِ ْ‫ُ ُُ ىِ َّلَر‬ ‫ن‬ ُ
‫صرَ ُُ ُِحم ىًورَُْىٍ ىَلىَ إَُر ُْ ىمىاَ ىَاْى ر‬ ‫َّ ب‬
‫«َ رِ َى رً مَا ىٍ ىُا ىَِ وى ى‬
ُ‫ا‬ ‫ ى‬:ُ‫ا‬ ‫ ِىَ ىْ ى‬،َ‫َا‬ُ ََّ َ‫ُ؛ أىوىَرَِ ىَلى‬ ‫صىْ ى‬ ‫َْر ى‬
‫ى‬
ِ‫ىَْى ىُ ُُ ر‬‫ أ ر‬:ُ‫ا‬ ‫ «وى ى‬:ُ‫ا‬ ‫ وى ى‬،ْ‫َٰم ىاىَ مسّْمِم أ رىَلى ى‬
َ :َْ‫ىَُب مُ رْ؟» وىاّم‬
َُ ُِ َ
َٰ ‫ مُ ُّ رْىً ُىّ ر‬:ُ‫ا‬ ‫ ِىأىَُا ىُ رِ وى ى‬،ْ‫ََُى ُاَي مُ رُُْ حِ ُِ ىاىَاُِح‬
ً‫ مُ ُّ رْى‬:ُ‫ا‬
‫ ىاأىَُا ىُ رِ وى ى‬،ّ ُ َ‫َ مُ رُُْ حِ ُِ ىَاُِْ ُِّ ىُْى‬ ُ
‫ىاىَ رمىَُ ُِ؛ ِى ىَّ ى‬
‫ح ر‬
.»ّ ُ َ‫َ ىَاُِْ ُِ مُ رُُْ حِ ُِّ ىُْى‬ ُ ُ ُ
‫ر‬ ‫َىَ رَْ ىَ ىََ ىاىَ ىََ؛ ِى ىَّ ى ح‬
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Zaid bin
Khalid ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
mengimami kami pada shalat Subuh di Hudaibiyah setelah
semalaman turun hujan, ketika usai melaksanakan shalat, beliau
menghadap kepada jamaah dan bersabda: “Tahukah kalian
apakah yang difirmankan oleh Rabb pada kalian?” Mereka
menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Lalu beliau
bersabda: “Dia berfirman: ‘Pagi ini ada di antara hamba-hamba-
Ku yang beriman dan ada pula yang kafir, adapun orang yang
mengatakan: hujan turun berkat karunia dan rahmat Allah, maka
ia telah beriman kepada-Ku dan kafir kepada bintang, sedangkan
orang yang mengatakan: hujan turun karena bintang ini dan
bintang itu, maka ia telah kafir kepada-Ku dan beriman kepada
bintang.”

Modul Kitab Tauhid | 90


91
:ْ‫َ مُ ر‬ ‫ «وى ى‬: ُِْ ُِ‫ ىا‬،‫اَ ىُ رَْىاُم‬
‫اُ ُىَ رْ م‬ ‫وِ َُر ُِ ىََ ن‬ ُ ًُ ْ ُُِ :‫اىهَا‬
‫ى مى ر ى‬
ْ‫ ﴿ِى ىا أمور ُس م‬:‫َٰم ىَ َُ ُُ َلوىٍى‬
َ ُ‫ْ ىً ىِ ْىَ رَْم ىَ ىََ ىاىَ ىََ؛ ِىأىْرَىِى‬
‫ّىىْ رً ى‬
.»﴾ٍ‫ ﴿َم ىُ َُُّمْ ى‬:ُُِّْ‫بَ ُُْ﴾ إُ ىَ وىَ ر‬ ُ ُ
‫مىىَْو َُ ََّ م‬
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits dari Ibnu
Abbas secara makna: “... Ada di antara mereka berkata: ‘Sungguh,
telah benar bintang ini, atau bintang itu,’ sehingga Allah
menurunkan firman-Nya: ‘Maka Aku bersumpah dengan tempat-
tempat peredaran bintang,’ sampai kepada firman-Nya: ‘Dan
kamu membalas rizki (yang telah dikaruniakan Allah) kepadamu
dengan perkataan yang tidak benar.”

Modul Kitab Tauhid | 91


92
‫تِ بّ دَِ بَ د‬
‫َْ تد‬ ‫تاِ َِ َُّ د‬ ‫ د‬:َ‫اّ َتِّ تا‬ ‫د‬
ّ‫ا‬ ‫و‬ ‫﴿َِ تَ الّ د ت و ت‬ ‫ت‬ ‫ُ َتّ وْ دِ ت ت‬
‫تَ ب‬
‫َ تد‬ ‫اَا بديبذ ت‬
﴾ّ‫ا‬ ّ‫ْهب وِ تِ بْ د‬ ‫َتُو تِ ئ‬
[31] Bab: Firman Allah: “Dan Di Antara Manusia Ada
Orang-Orang Yang Mengangkat Tandingan-
Tandingan Selain Allah, Mereka Mencintai-Nya
Sebagaimana Mencintai Allah”

ّ
َ ْ‫ى‬‫أ‬ ﴿ : َُُّْ‫ ﴿ومِ إُ رٍ ىَا ىٍ آِ مُمَْ اأىََُىا مُمَْ﴾ إُ ىَ وى‬:ِ‫اوىَّْم‬
ِ
‫ى‬ ‫ر‬ ‫ى ر ىر ر‬ ‫ر‬ ‫ىرم‬
.‫َٰ ىاىَ مسُُِّْ﴾ َلوىٍى‬
َُ ُُِ ُْ‫إُّىْ م‬
‫ر ر ى‬
“Katakanlah: ‘Jika babak-bapak, anak-anak, saudara-saudara,
istri-istri, keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan,
perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-
rumah tinggal yang kamu sukai; itu lebih kamu cintai daripada
Allah dan Rasul-Nya, dan daripada berjihad di jalan-Nya, maka
tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” (QS. At-
Taubah: 24)

َّ ْ‫ىْ مً مَ رْ ى‬ ُ ‫ ى‬: ُ‫ا‬ َُ ُْ ‫َ أى ٍَ ىَ مس ى‬ ‫ىَ رِ أىْى ن‬


‫«ّ وَم رُْ مِ أ ى‬ ‫َٰ ﷺ وى ى‬
.‫ىَىْ ىْاُم‬
‫ن» أ ر‬ ‫ىمىْ ى‬ ُ ََّ‫ّ إُّىرْ ُِ ُُ رِ ىاّى ًُ ُُ ىاىاَُّ ًُ ُُ ىا‬
ُ ‫َاَ أ ر‬
‫أى مَْ ىٍ أ ى‬
َ ْ‫ى‬
Diriwayatkan dari Anas bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
wa Sallam bersabda: “Tidak sempurna iman seseorang di antara
kalian sehingga aku lebih dicintainya daripada anaknya, orang
tuanya, dan manusia seluruhnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Modul Kitab Tauhid | 92


93
‫ُ ىُ رِ مَ َِ ُِ ُِْ؛‬ ‫ «َىىا ح‬:‫َٰ ﷺ‬ َُ ُْ ‫اُ ىَ مس م‬‫ وى ى‬:ُ‫ا‬ ‫ وى ى‬،‫ ىَرَِم‬:‫ىاىهمىَا‬
‫ّ إُّىرْ ُِ ُمَا‬َ ْ‫ى‬‫َٰم ىاىَ مسّْمِم أ ى‬ َ ٍ‫ أى رٍ وى مُْ ى‬:ٍ‫ا‬ ُ ‫اْ ىً ْ ىااىُ َ ُإيى‬
‫ىى ى ى‬
ُُ ُ َ ُُ‫ ىاأى رٍ م‬،‫ُس ىْ مَمىا‬
ُِ َْ ‫ ىاأى رٍ وى رُىْىُ أى رٍ وىَْم ى‬،َٰ َُّ‫ّ َمىرَْى ىّ مَُبِم إ‬
.»َُ ‫ُ ُِ َََّا‬ ‫ ىَ ىَا وى رُىُْم أىٍ وَم رْ ىَ ى‬،‫َٰم ُُرَِم‬
َ ‫َّ مُ رّ ُْ ُىَ رْ ىً إُ رِ أىْرَ ىْ ىَُم‬
Juga diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Anas,
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Ada tiga
perkara, barangsiapa terdapat di dalam dirinya ketiga perkara itu,
maka ia pasti mendapatkan manisnya iman, yaitu: Allah dan
Rasul-Nya lebih ia cintai dari pada yang lain, mencintai seseorang
tiada lain hanya karena Allah, benci (tidak mau kembali) kepada
kekafiran setelah ia diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana
ia benci kalau dicampakkan kedalam api.”

ُ َ‫» إُ ى‬...َّ ْ ٍ‫ا‬


.ُُْ َ‫آ‬ ُ ُ ‫ ى‬: ٍ‫اُِ َُاَو ن‬
‫ىْ حً ىْ ىا ىاُى َ ُإيى ى‬
‫«ّ ىَ مً أ ى‬ ‫ى ىى‬
Dan disebutkan dalam riwayat lain: “Seseorang tidak akan
merasakan manisnya iman, sebelum …”dst.

َُ ُِ ّ‫ اأىَُِى‬،َٰ ُ
،َٰ ‫ّ ُِ َ ى ر ى‬ َ ْ‫ى‬ ‫«ُ رِ أ ى‬‫ ى‬:ُ‫ا‬ ‫ وى ى‬،َ‫ا‬‫ىا ىَ ُِ َُر ُِ ىََ ن‬
ُ َُ ‫اُ اىّوٍم‬ ُ َُ ُِ ‫ ا ىَ ىاَى‬،َٰ َُ ُِ ََ‫اا ى‬
ِ‫ ىاّى ر‬،َ‫َٰ ُ ىَّ ى‬ ‫َٰ؛ ِىإَىا َمََى م ى ى‬ ‫ى‬ ‫ىى‬
َّ ْ‫ ى‬- ‫ْ رْمُِم‬ ‫ ىاإُ رٍ ىَثمَىْ ر‬- ٍ‫ا‬ُ ‫ىَُ ىً ََ حً َىْْ َ ُإيى‬
‫ْ ىاَمِم ىا ى‬ ‫َ ى‬ ‫ىر ر ى‬
ُْ ُ‫َاَ ىَلىَ أ رى‬ ُ ََّ ُ‫ََ ُا‬ ْ ُ ٍ
‫م‬ ُ
َ ‫ا‬ َ َ َ‫ا‬ ْ ً
‫ر‬ ‫و‬
‫ى‬‫ا‬ ، َ َُّ‫و مُْ ىٍ ىَ ى‬
‫ى‬
‫م ى‬ ‫ى‬ ‫ر‬ ‫ى ىى‬ ‫ى‬ ‫ى‬
.ْ‫َ ىّ مرَ ًُي ىَلىَ أ رىَلُ ُِ ى رًَْكا» ىَىاَُم َُر مِ ىْ ُْو ن‬ ُ
‫ ىا ىِّ ى‬،‫َّ بًْرَْىا‬
Modul Kitab Tauhid | 93
94
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa ia berkata:
“Barangsiapa yang mencintai seseorang karena Allah, membenci
karena Allah, membela karena Allah, memusuhi karena Allah,
maka sesungguhnya kecintaan dan pertolongan Allah itu
diperolehnya dengan hal-hal tersebut, dan seorang hamba tidak
akan bisa menemukan lezatnya iman, meskipun banyak
melakukan shalat dan puasa, sehingga ia bersikap demikian. Pada
umumnya persahabatan yang dijalin di antara manusia dibangun
atas dasar kepentingan dunia, dan itu tidak berguna sedikitpun
baginya.” (HR. Ibnu Jarir)

‫اَ﴾؛‬ ُُ َّْْ‫ ﴿اَىَ ى‬:َ‫اَ ُِ وىَُُِّْ َىَْ ىا‬


‫اُ َُر مِ ىََ ن‬
‫ُ ِ مْ َأ ر‬
‫ىسَى م‬ ‫ى ىر‬ ‫ر ى‬ ‫ىاوى ى‬
.»‫ «َم ىَُْم‬:ُ‫ا‬
‫وى ى‬
Ibnu Abbas menafsirkan firman Allah: “...dan ‫ ى‬putuslah
hubungan di antara mereka.” (QS. Al-baqarah: 166) Ia
mengatakan: “Yaitu kasih sayang.”

Modul Kitab Tauhid | 94


95
‫ِيِتا بْ بخت دْ ب د‬ ‫د‬ ‫َُ َتّْ دِ تد‬
‫ِ َ وتَليتاِتُب‬ ّ ‫ ﴿اد تَتا تَل بَ بِ ال ت و‬:َ‫اّ َتّ تِ تا‬ ‫ت ب و‬
‫د‬ ‫ُِْ َ تَاَب د‬
﴾‫ن‬‫ْْ اد وْ بِ وَّّب وِ بِ وؤِّد ت‬ ‫َتَ تختاَب ب و ت‬
[32] Bab: Firman Allah: “Sesungguhnya Mereka Itu
Tiada Lain Hanyalah Setan Yang Menakut-Nakuti
(Kamu) Dengan Kawan-Kawannya (Orang-Orang
Musyrik), Karena Itu Janganlah Kamu Takut Kepada
Mereka, Tetapi Takutlah Kepada-Ku Saja, Jika Kamu
Benar-Benar Orang Yang Beriman.” (QS. Ali Imran:
175)”

ُ ََُُّْْ‫ٰ ا‬
ُْ َ‫َل‬ ُ ُ َُ ً‫اْ ى‬ ُ ‫ ﴿إَُىا وََْْ ُس‬:ِ‫اوىَّْم‬
‫َٰ ىُ رِ ىآُ ىِ ِ َ ى ى ر‬ ‫ىر مم ى ى‬ ‫ىرم‬
َ َُّ‫ٍ إ‬
.‫َٰى﴾ َلوىٍى‬ ‫صا ىُ ىاآَىَ ََِّىَا ىُ ىاىمر ىخر ى‬
َ َّ ُ‫ىاأىوى ىا‬
Firman Allah: “Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-
masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah
dan hari Akhir, serta tetap mendirikan shalat, membayar zakat,
dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah (saja),
maka mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-
orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah: 18)

َُ ُِ ‫ماِي‬
َٰ ُ ُ ُ ُ ُ ََّ ِ‫﴿اُُ ى‬
‫ُْ ىآََُا ِ َٰ ِىإ ىَِ أ ى‬
‫َاَ ىُ رِ وىَ مْ م‬ ‫ ى‬:‫ىاوىَ رّْمِم‬
َُ ََ ُ َ‫َاَ ىَْ ى‬ ُ
.‫َٰ﴾ َلوىٍى‬ ‫ىْ ىْ ىِ ِرَََىٍى ََّ ُ ى‬
“Dan di antara manusia ada yang berkata: ‘Kami beriman
kepada Allah,’ tetapi apabila ia mendapat perlakuan yang
menyakitkan karena (imannya kepada) Allah, ia menganggap
fitnah manusia itu sebagai adzab Allah, dan sungguh jika datang
pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata:
Modul Kitab Tauhid | 95
96
‘Sesungguhnya kami besertamu,’ bukankah Allah mengetahui apa
yang ada dalam dada semua manusia?” (QS. Al-Ankabut: 10)

‫ أى رٍ َمَ رْ َُ ىي‬:‫ن‬ ُ ُْ ‫َ َّْى‬ُ ْ‫َ ر‬ ُ


‫ «إُ ٍَ ُ رِ ى‬:‫َْا‬
‫ُن‬
‫ىَ رِ أُىِ ىسًْْ ىُ رِْم ك‬
َُ َُِ‫ اأى رٍ ىحَ ىًَْ َلىَ َُر‬،َٰ ُ ُ
ْ‫ ىاأى رٍ َى مَ َُ مُ ر‬،َٰ ‫َاَ ُ ىس ىَُ َ ى ر ى م ر ى‬ ‫ََّ ى‬
َُ ِ‫َٰ؛ إُ ٍَ َُرَ ى‬
ُ ُْ‫َٰ ىّ ىَب‬
ّ‫ ىاى‬،َ‫و‬ ‫ِ ىْ ُْ ن‬ ْ
‫مم ر م‬ْ ‫َ َم‬ ‫ىَلىَ ىُا ىمر وَم رَُْ ى‬
.»ُ‫وىَمْبَُم ىَىْ ََُْىٍم ىَا َُن‬
Diriwayatkan dari Abu Sai'd, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam bersabda: “Sesungguhnya termasuk lemahnya keyakinan
adalah jika kamu mencari ridha manusia dengan mendapat
kemurkaan Allah, dan memuji mereka atas rizki yang Allah
berikan lewat perantaraannya, dan mencela mereka atas dasar
sesuatu yang belum diberikan Allah kepadamu melalui mereka,
ingat sesungguhnya rizki Allah tidak dapat didatangkan oleh
ketamakan orang yang tamak, dan tidak pula dapat digagalkan
oleh kebenciannya orang yang membenci.”

ُِ ُ« َُ ُْ َ ‫ىا ىَ رِ ىَاُِ ىٍْى ىَ َُ ىي‬


‫َٰم ىَرََ مُا أى ٍَ ىَ مس ى‬
‫ ى‬:ُ‫ا‬ ‫َٰ ﷺ وى ى‬
ُ ََّ ُُ َ‫َٰ ُ ىس ى‬
َ ‫َاَ؛ ىَ َُ ىي‬ َُ ‫َّرَََ ََُا‬
‫ََ ىَرَِم‬ ‫َٰم ىَرَِم ىاأ رىَ ى‬ ‫ىى ى ى‬
ُِ ْ‫َٰم ىَلىر‬ ‫َٰ؛ ىس َُ ى‬ َُ ُُ َ‫َاَ ُس‬
َ ُ ‫َا ََّ ُ ى ى‬ ‫َ َُ ى‬ ُ ‫ََّ ى‬
‫ ىاىُِ َّرَى ىَ ى‬،َ‫َا‬
.»ُِ َْ ُ َُ ْ« ُِ ٍ‫ُ َلىْ ُِ َََّاَ» َاَُ َُِ َُْا ى‬
‫ى‬ ‫ى ىى م ر م‬ ‫ىس ىَ ى ى ر‬
‫ىاأ ر‬
Diriwayatkan dari Aisyah, Radhiyallahu Anha, Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang
mencariridha Allah sekalipun berakibat mendapatkan kemarahan

Modul Kitab Tauhid | 96


97
manusia, maka Allah akan meridhainya, dan akan menjadikan
manusia ridha kepadanya. Dan barangsiapa yang mencari ridha
manusia dengan melakukan apa yang menimbulkan kemurkaan
Allah, maka Allah murka kepadanya, dan akan menjadikan
manusia murka pula kepadanya.” (HR. Ibnu Hibban dalam kitab
shahihnya)

Modul Kitab Tauhid | 97


98
‫ ﴿ََْتى تد‬:ِ‫اّ َ تِ ََ ت‬‫د‬
ِ‫اّ َتَّتّ تْتِْبْا اد وْ بِ وَّّب و‬ ‫تت‬ ‫ُ َتّ وْ دِ ت ت ت ت‬
‫تَ ب‬
‫د‬
﴾‫ن‬ ‫بِ وؤِّد ت‬
[33] Bab: Firman Allah: “Dan Hanya Kepada Allah
Hendaklah Kamu Bertawakkal, Jika Kamu Benar-
Benar Orang Yang Beriman.” (Qs. Al Maidah: 23)

﴾ْ‫ِْمر‬ ُ َ َُْ‫ ﴿إَُىا َمَُُْْ ىٍ ََّ َُوِ إُِىَ ِم‬:ِ‫اوىَّْم‬


‫ُ ومَلم م‬
‫َٰم ىاْلى ر‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫رم‬ ‫ىرم‬
‫م‬
.‫َلوىٍى‬
Firman Allah: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman
(dengan sempurna) itu adalah mereka yang apabila disebut nama
Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-
Nya bertambahlah iman mereka karenanya, serta hanya kepada
Rabbnya mereka bertawakkal.” (QS. Al-Anfal: 2)

ُ ُ ُ ‫َٰ اُ ُِ َََََْ ى‬
.﴾‫ن‬
‫َ ُ ىِ َممرَُْ ى‬ ‫َ َم ى ى ى ى‬ ‫﴿ّ أىوَب ىُا ََُّ ب‬
‫َّ ىْ رسَم ى‬ ‫ ى‬:‫ىاوىَ رّْمِم‬
“Wahai Nabi, cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagimu, dan
bagi orang-orang Mukmin yang mengikutimu.” (QS. Al-Anfal: 64)

َُ َ‫ ﴿اُِ وَََََِْ َلى‬:ِ‫اوىَّْم‬


.﴾‫َٰ ِىَ مُ ىْ ىْ رسَمِم‬ ‫ى ر م ى ى ر ىى ى ر ى‬
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya
Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. At-Thalaq: 3)

‫ِْ﴾ وىا ىهىا‬ََُّْ ُْْْ‫َٰ ا‬ ‫ىا ىَ ُِ َُر ُِ ىََ ن‬


‫«﴿ْ رسَمََىا َم ى ر ى ى م‬ ‫ى‬ :ُ‫ا‬
‫ وى ى‬،َ‫ا‬
‫ ىاوىا ىهىا مُى ََ حً ﷺ‬،َُ ‫ن أمّر ُْ ىي ُِ َََّا‬ ُ ُ ُ
‫إُُرَىََْ مْْ ىَلىرِْ َّ َس ىا مُ ْ ى‬
Modul Kitab Tauhid | 98
99
ُ ُ
ْ‫اَ ىْ رْمَ رْ ِىَىِ ىََ مَ ر‬ ‫ ﴿إ ٍَ ََّ ى‬:‫ن وىاّمَْ ّىِم‬
‫َاَ وى رً ىمىْمَْ ّى مُ رْ ِى ر‬ ‫ْى‬
‫إُيى ك‬
‫اً﴾ َلوىٍى» ىَىاَُم ََّم ىَا َُ ب‬
.‫ي‬
Diriwayatkan dari Ibnu Abbbas, ia berkata tentang firman
Allah: “Cukuplah Allah bagi kami, dan Allah adalah sebaik-baik
pelindung.” (QS. Ali Imran: 173): “Kalimat ini diucapkan oleh Nabi
Ibrahim saat beliau dicampakkan ke dalam kobaran api, dan
diucapkan pula oleh Nabi Muhammad di saat ada yang berkata
kepada beliau: ‘Sesungguhnya orang-orang Quraisy telah
mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu
takutlah kepada mereka, tetapi perkataan itu malah menambah
keimanan beliau.” (QS. Ali Imran: 173)

Modul Kitab Tauhid | 99


100
‫ ﴿َتَتَ دتِّْا ِ وَُ تد‬:َ‫اّ َتِّ تا‬
‫اّ َتَ أوَِ ِ وَُ تد‬ ‫د‬
ّ‫ا‬ ‫تت ب ت ت‬ ‫ب ت ت‬ ‫ُ َتّ وْ دِ ت ت‬
‫تَ ب‬
‫ادتّ ال تَّْ اخت د‬
﴾ْ‫اْ بَُ ت‬ ‫وب‬
[34] Bab: Firman Allah: “Maka Apakah Mereka
Merasa Aman Dari Azab Allah (Yang Tiada Terduga-
Duga)? Tiada Yang Merasa Aman Dari Azab Allah
Kecuali Orang-Orang Yang Merugi.” (QS. Al-A’Raf: 99)

َ َّ َُّ‫ُ ُُ رِ ىَ رمىٍُ ىَُُِّ إ‬


.﴾ٍ‫َاّبْ ى‬ ‫﴿اىُ رِ وىَ رَْى م‬
‫ ى‬:َ‫ىاوىَ رّْمِم َىَ ىْ ىا‬
“Dan tiada yang berputus asa dari rahmat Rabnya kecuali
orang-orang yang sesat.” (QS. Al-Hijr: 56)

ُِ َ‫َٰ ﷺ مسًُ ىِ ى‬ َُ ُْ َ ‫اَ ىَ َُ ىي‬


‫َٰم ىَرََ مُ ىَا أى ٍَ ىَ مس ى‬ ‫ىا ىَ ُِ َُر ُِ ىََ ن‬
َُ ٌُ ‫ اَّْأرَ ُُِ َا‬،ٰ
ِ‫ ىاَأ رىُ م‬،َٰ َُ ُِ ُ‫«َّْْم‬ُ :ُ‫ا‬
ّ ‫ى‬ ْ
‫ى‬ َ
‫ى‬ ِ ‫؟‬ ُ
ْ ُِ‫َّ ىَُا‬
‫ى ى م ر ىر‬ ‫ر‬ ‫ى‬
َ ُْ ُ‫ُُ رِ ىُ ر‬
.»‫َٰم‬
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam ketika ditanya tentang dosa-dosa besar, beliau
menjawab: “Yaitu: syirik kepada Allah, berputus asa dari rahmat
Allah, dan merasa aman dari makar Allah.”

َُ ُِ َُ‫ َ ُإ ر ْ م‬:ُُِْ‫ «أى رَر َّ ىَُا‬:ُ‫ا‬


ِ‫ ىاَأ رىُ م‬،ٰ ‫ى‬ ‫ى‬‫و‬ ، ‫اَ ُِ َُ ُِ ُسْ ن‬
َْ
‫ى‬ ‫م ى‬ ‫ى‬ ‫ىى ر ى رم‬
»ََُٰ ٌُ ‫ اَّْأرَ ُُِ َا‬،َٰ َُ ٍُ ‫ اَّ مَْْ مٍ ُُِ َ رم‬،َٰ َُ ُْ ُ‫ُُِ ُ ر‬
‫ى ى م ر ىر‬ ‫ى‬ ‫ر ى‬ ‫م‬ ‫ى‬ ‫ر ى‬
.َُِ َََّْ ً‫ىَىاَُم ىَرَ م‬
Modul Kitab Tauhid | 100
101
Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, ia berkata: “Dosa besar yang
paling besar adalah: mensekutukan Allah, merasa aman dari
siksa Allah, berputus harapan dari rahmat Allah, dan berputus
asa dari pertolongan Allah.” (HR. Abdur Razzaq)

Modul Kitab Tauhid | 101


102
‫ْر َْتى َتَو تِا دُ تد‬ ‫َُ دَِ ا دلمت د د‬
ّ‫ا‬ ‫اْ دَ تّ ال ت و ب ت‬ ‫ت ب ت‬
[35] Bab: Termasuk Beriman Kepada Allah Adalah
Sabar Atas Takdir Allah

.﴾‫ٰ وىَ رُ ًُ وىَ رلَىِم‬


َُ ُِ َُُِْ‫ ﴿اُِ و‬:َ‫اوىَّْمِ َىَْ ىا‬
‫ى ى ر مر ر‬ ‫ىرم ى‬
Firman Allah: “Tiada suatu musibah yang menimpa seseorang
kecuali dengan izin Allah, dan barangsiapa yang beriman kepada
Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan
Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. At-Taghabun: 11)
‫م‬ َِ ‫م‬ ِْ
‫ م ه يلع ِ ُ م ي ِف ِّْْم ِ َلََِ َْ ه َْع ل َِ َِ ْ َِر ِ يُِسّلم‬嬠 ‫ُ ِ ِ َ ُ ِْ ِ ُ م مُ ِ ال ل م م ُ ه يلع م م‬
.»ُ َ ‫َّ هِ؛ ي ي ى‬孥 ِ‫ ا ه م ه‬孥 ُ ،‫ « َ جي ُ ج عب ج عب‬:‫اَ قب‬

‘Alqomah menjelaskan: “Yaitu: orang yang ketika ditimpa


musibah, ia meyakini bahwa itu semua dari Allah, maka ia pun
ridha dan pasrah (atas takdir-Nya).”

َُ ُْ ُ ُ َُ ْ« ُِ‫ا‬
:ُ‫ا‬
‫َٰ ﷺ وى ى‬ ‫ُْ مُ رسل نْ» ى‬
‫َ رِ أُىِ مَىْورَىُْى أى ٍَ ىَ مس ى‬: ‫ى‬ ‫ى‬
‫اٍْم‬ ََُّْ‫ ا‬،ّ
ّ ُ ‫َس‬
َ َّ ِ ُ ِ ْ َّ َّ : ْ ّ
‫ر‬ َ
‫م‬ ُُِْ ‫َاَ مما‬
ُ َ َّ ُِ ُ ‫«ََُرََىََى‬
ٍ‫ا‬
‫ى ى ى ى‬ ‫م‬ ‫ر‬ ‫ر ح‬ ‫ى‬
.»ُُ ُْ‫َلىَ َم‬
ّ‫ى ى‬
Diriwayatkan dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah bahwa
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Ada dua
perkara yang masih dilakukan oleh manusia, yang kedua-duanya
merupakan bentuk kekufuran: mencela keturunan, dan meratapi
orang mati.”

Modul Kitab Tauhid | 102


103
،َ‫ا‬ ُ َْ‫ «ّى‬:‫َْ ُِْمَْا‬‫ َ ُِ َُ ُِ ُسْ ن‬:‫اىهَا‬
‫َ َخم مً ى‬ ْ َ
‫ى‬ ِ ُ ‫َا‬
َ ُ
‫ى مى ى ر ى ر م ى ر ك ر ى ى ر ى ى‬
.»ٍُ َُْ‫اَل‬
ُ ‫ اََا ًَُْى َل‬،َْْ‫ا َّ َل‬
‫ى ى مم ى ى ى ى ى ر ى ى‬
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud,
bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak
termasuk golongan kami orang yang memukul-mukul pipi,
merobek-robek pakaian, dan menyeru dengan seruan orang-orang
jahiliyah.”

‫َٰم ُ ىْرَ ًُ ُُ َخىر ىر؛‬


َ ََ‫ «إُِىَ أ ىىَ ى‬:ُ‫ا‬‫َٰ ﷺ وى ى‬ َُ ُْ ‫َ أى ٍَ ىَ مس ى‬‫ىا ىَ رِ أىْى ن‬
ُُ
‫َ ىَرَِم‬‫ ىاإُ ىَِ أ ىىَ ىََ ُ ىْرًَُ َّ ََْْ؛ أ رىُ ىس ى‬،‫ىَ ََ ىِ ّىِم َّْم مُْْىٍى ُِ َّ بًْرَْىا‬
ُ َُْ‫ ْ َّ وَْ َُِ ُُِ و‬،ُِ َُ‫ُ ىَْر‬
.»ٍُ ُ‫َّْْى ىا‬ ‫ى مى ى ى ر ى‬
Diriwayatkan dari Anas sesungguhnya Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila Allah menghendaki kebaikan
pada seorang hamba-Nya, maka Ia percepat hukuman baginya di
dunia, dan apabila Ia menghendaki keburukan pada seorang
hamba-Nya, maka Ia tangguhkan dosanya sampai ia penuhi
balasannya nanti pada hari Kiamat.” (HR. Tirmidzi dan Al-Hakim)

َ‫ ىاإُ ٍَ ى‬،َُ ‫ «إُ ٍَ َُُى ىْ َلىىِ ََُ ىُ ىَ َُُىُْ ََّى ىا‬:‫َّ ﷺ‬


َٰ ‫اُ ََُّ ب‬ ‫ىاوى ى‬
ِ‫ ىاىُ ر‬،ََ ُّ ‫ ِى ىَ رِ ىَ َُي ِىَلىِم‬،ْ‫ّ وىَ رْكُا َُرََى ىا مَ ر‬
‫َّْ ى‬ َ ْ‫ى‬
‫ى‬ ‫أ‬ َ ِ
‫ى‬ ُ‫َىَ ىْ ىاَ إ‬
‫ى‬
.‫ي‬ ‫َّرُُ َُ ب‬
ُ
‫ُ» ىْ َسَىِم ّر‬ ‫ُ ِىَلىِم َّ بس رَ م‬‫ىس َُ ى‬
Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Sesungguhnya besarnya balasan itu sesuai dengan besarnya ujian,
dan sesungguhnya Allah jika mencintai suatu kaum, maka Ia akan

Modul Kitab Tauhid | 103


104
mengujinya, barangsiapa yang ridha akan ujian itu maka baginya
keridhaan Allah, dan barangsiapa yang marah/benci terhadap
ujian tersebut, maka baginya kemurkaan Allah.” (Hadits hasan
menurut Tirmidzi)

Modul Kitab Tauhid | 104


105
ِ‫الُتَ د‬
‫ُ تِا تَاِت دِ ّد‬
‫تَ ب‬
[36] Bab: Tentang Riya

ُ
‫ِ أىَىا إُ ىهم مُ رْ إُّىِح‬
َ‫َْْ إُ ى‬ ُ
‫ ﴿وم رِ إَىا أ ىىً ُى ىْحْ ُثرَلم مُ رْ وم ى‬:َ‫ىاوىَ رّْمِم َىَ ىْ ىا‬
.‫َْ حً﴾ َلوىٍى‬ ُ‫ا‬
‫ى‬
“Katakanlah: ‘Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang
manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: bahwa
sesungguhnya sesembahan kamu adalah sesembahan yang Esa,
maka barangsiapa yang mengharap perjumpaan dengan Rabbnya
hendaklah ia mengerjakan amal shalih dan janganlah ia berbuat
kesyirikan sedikitpun dalam beribadah kepada Rabbnya.” (QS. Al-
Kahfi: 110)

ُِ َ‫ أ ىىً أى رُ ىَ َّْىبْىَ ُاَ ى‬:َ‫اُ َىَ ىْ ىا‬


‫ «وى ى‬:‫َْا‬ ‫ىا ىَ رِ أُىِ مَىْورَىُْى ىُ رِْم ك‬
»‫ ىُ رِ ىَ َُ ىِ ىَ ىَ كا أى ر ىْىُ ىُُْي ُِ ُِْ ىُ رُري؛ َىَىْرََمِم ىا ُ رْىَِم‬،ُُْ‫َّْ ر‬ ُّ
.ْ‫ىَىاَُم مُ رسلُ ح‬
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: Allah berfirman: “Aku
adalah Sekutu Yang Maha cukup sangat menolak perbuatan syirik.
Barangsiapa yang mengerjakan amal perbuatan dengan
dicampuri perbuatan syirik kepada-Ku, maka Aku tinggalkan ia
bersama perbuatan syiriknya itu.” (HR. Muslim)

Modul Kitab Tauhid | 105


106
ُ ‫اَِ أُىِ سُْ ن‬
ْ‫ُ ىَلىرْ مُ ر‬ ‫مَُرممَ رْ مىا مَ ىْ أ ر‬
‫ىَ ىْ م‬ ‫ «أىىّ أ ر‬:‫َْا‬ ِ
‫م‬ْ
‫ى ىر ك‬ُ ًْ ‫ىىر‬
‫«َّْ رْمُ َخىُّ بي‬
ُّ :ُ‫ا‬ ‫ وى ى‬،َ‫ ُىَلى‬:‫ُْ َّ ًَ َْ ُاُ؟» ومَ رلَىا‬ ُ ‫َُرَ ًُي ُُ ىِ َم ُس‬
ُ ُ ُ ‫ى‬
ِ‫ْ ىاَىِى؛ ّ ىَا وىَىْى ُ رِ ْىُى ُْ ىَ مْ ن‬ ُ ‫ُْ ََّْ مْ مِ ِىَْم ى‬
‫صلّي ِىَْمَىِوّ مِ ى‬ ‫ وىَ مْ م‬-
‫» ىَىاَُم أ ر‬- ُِ ْ‫إُّىر‬
.ً‫ىمى م‬
Diriwayatkan dari Abu Said bahwa Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Maukah kalian aku beritahu tentang
sesuatu yang bagiku lebih aku khawatirkan terhadap kamu dari
pada Al-Masih Ad Dajjal?” Para Sahabat menjawab: “Baik, ya
Rasulullah.” Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
bersabda: “Syirik yang tersembunyi, yaitu ketika seseorang berdiri
melakukan shalat, ia perindah shalatnya itu karena mengetahui
ada orang lain yang melihatnya.” (HR. Ahmad)

Modul Kitab Tauhid | 106


107
‫اْ بد تِ تَْد دَ ال ذُِوّيتا‬
‫اَِب ا دلُوَ د‬
‫ت‬ ّ‫ُ دِ تَ ال د‬
‫ِ وُ دِ اد تُ ت‬ ‫تَ ب‬
[37] Bab: Termasuk Syirik Adalah Menginginkan
Dunia Dalam Beramal

ُّ ْ‫وً َحىْىا ىُ َّ بًْرَْىا ىاَُوَىََىَ ىُا َْم ى‬


ْ‫ُ إُّىرْ ُ ر‬ ‫﴿ُ رِ ىَا ىٍ ومُْ م‬‫ ى‬:َ‫ىاوىَ رّْمِم َىَ ىْ ىا‬
ُ ‫أ رىََا ىهمْ ُِ ىُْا﴾ َلوىََى ر‬
.‫ن‬ ‫ى ر‬
Firman Allah: “Barangsiapa yang menghendaki kehidupan
dunia dan perhiasaannya, niscaya Kami berikan kepada mereka
balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka
di dunia ini tidak akan dirugikan, mereka itulah orang-orang yang
tidak memperoleh di Akhirat kecuali Neraka, dan lenyaplah di
Akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia, serta sia-
sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Hud: 15-16)

ُْ‫اُ ىَ مس م‬ ‫ وى ى‬:ُ‫ا‬ ‫ وى ى‬،‫َٰم ىَرَِم‬ َ ‫ ىَ رِ أُىِ مَىْورَىْىُ ىَ َُ ىي‬:ُْ ُ َُ ‫ص‬ َ َّ ُِ‫ىا‬


ً‫َ ىَرَ م‬ ُْ‫ َى‬،ُْ ًََُّ َّ ً‫ َىَُْ ََ م‬،َُ ‫ «َىَُْ ََ مً َّ ًُّوَىا‬:‫َٰ ﷺ‬ َُ
‫ى‬ ‫ى ر رى‬ ‫ى‬ ‫ى‬
‫ى ر‬
ُ‫ ىاإُ رٍ ىمر وَم رْ ى‬،‫ إُ رٍ أ رمَ ُّ ىي ىَ َُي‬،ٍُ ‫َ ىَرَ مً َخى َُْلى‬ ‫ى‬
ُْ‫ َى‬،ٍُ ‫َخ َُْص‬
‫ى ى‬
ً‫َْ ُّ ىْرَ ن‬‫ َم ى‬.ٍ ‫ ىاإُ ىَِ ُ ى‬،َ
‫َْ ِى ىا َْرََىَ ىْ ى‬ ‫ى‬ ُ‫ى‬ َ
‫ى‬ َ
‫ر‬ ْ َ
‫ا‬ ‫ى‬ َ‫ى‬
ُْ‫ َى‬.ُ ‫ى‬ َُ‫س‬
‫ى‬
،‫ مُ رِ ىرَنُ وى ىً ىُاُم‬،‫ِ ىَأر مسِم‬ َُ ُِْ َُ‫اٍ ِىَُْس ُِ ُِ س‬
‫ أى ر ىْ ى‬،َٰ ُ ‫آَ نَ َُُْى‬
ُ
‫ى‬ ‫ى‬
ٍ‫ ىاإُ رٍ ىَا ىٍ ُِ َّ َساوىٍُ ىَا ى‬،ٍُ ‫َس‬ ‫ىى‬ْ ُ‫إُ رٍ ىَا ىٍ ُِ َحَُْس ٍُ ىَا ىٍ ُِ َح‬
‫ىى‬
.»َ‫ ىاإُ رٍ ى ىّ ىَ ىمر وم ىْ َّ ر‬،‫َسَىأر ىِ ىٍ ىمر وَم رْ ىِ رٍ ّىِم‬ ُ ُ
‫ إٍُ ر‬،ٍ‫ُِ َّ َساوى‬
Modul Kitab Tauhid | 107
108
Dalam Shahih Bukhari dari Abu Hurairah, Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Celaka hamba dinar,
celaka hamba dirham, celaka hamba khamishah (pakaian mahal),
celaka hamba khamilah (selendang mahal). Jika diberi ia senang,
dan jika tidak diberi ia marah. Celakalah ia dan tersungkurlah ia,
apabila terkena duri semoga tidak bisa mencabutnya.
Berbahagialah seorang hamba yang memacu kudanya (berjihad di
jalan Allah), kusut rambutnya, dan berdebu kedua kakinya, bila ia
ditugaskan sebagai penjaga, dia setia berada di pos penjagaan;
dan bila ditugaskan di garis belakang, dia akan tetap setia di garis
belakang; jika ia minta izin (untuk menemui raja atau penguasa)
tidak diperkenankan; dan jika bertindak sebagai pemberi syafaat
(sebagai perantara) maka tidak diterima syafaatnya
(perantaraannya).”

Modul Kitab Tauhid | 108


109
،‫اّب‬ ‫اَ الِبْت تَاِت تَالبتِ تُاِت دِ تَو دُ دم تِا َ ت‬
‫تِ تِ ت‬ ‫ُ تِ وَ َتَت ت‬
‫تَ ب‬
‫تَتَوْد د‬
َ‫يِ تِا تِ تُتَِب؛ َتّ تّ دِ تاخت تّ بُ وِ َ وتُتَ ئ‬
[38] Bab: Mentaati Ulama Dan Pemimpin Dalam
Megharamkan Apa Yang Allah Halalkan Dan
Menghalalkan Apa Yang Allah Haramkan Berarti
Mempertuhankan Mereka

ِ‫َ أى رٍ َىَرَ ُِىُ ىَلىرْ مُ رْ ُْ ىَ ىاَُح ُُ ى‬‫ «ومْ ُ م‬:َ‫ا‬ ‫اُ َُر مِ ىََ ن‬ ‫ىاوى ى‬
ْ‫اُ أىُمْ ُى رُ ن‬
‫ وى ى‬:ٍ‫ ىاَىَ مّْْمْ ى‬،‫َٰ ﷺ‬ َُ ُْ
‫اُ ىَ مس م‬ ‫ أىوم م‬،َ‫َّ َس ىَ ُا‬
‫ وى ى‬:ُْ
.»!‫ىاَم ىَمْ؟‬
Ibnu Abbas berkata: “Aku khawatir kalian ditimpa hujan batu
dari langit, karena aku mengatakan: ‘Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam bersabda,’ tetapi kalian justru mengatakan:
‘Abu Bakar dan Umar berkata.’”

َ‫ُ ُّىْ رْنُ ىَىِْمَْ َ ُإ رسَى ىا‬ َ


‫ى رم‬ َُ َ« :ِ‫ىمً ُِ ْرَََ ن‬
‫اُ َ ُإ ىُ ماُ أ ر ى م ر م ى ى‬ ‫ىاوى ى‬
:ُْ ‫َٰم َىَ ىْ ىاَ وىَ مْ م‬َ ‫ ىا‬،ٍ‫ ىاوى رَ ىََمْ ىٍ إُ ىَ ىَأر ُي مس رّْىا ى‬،‫ىا ُْ َََىِم‬
،‫صَْىَ مُ رْ ُِرَََىٍح﴾ َلوىٍى‬ ُ ‫﴿ِىَ رلَْ ىَ َُ ََّ َُوِ مخىاُّمّْ ىٍ َِ أىُ ُُْ أى رٍ َم‬
‫ىر ر‬ ‫ى‬ ‫ىر‬
ٍ‫ّ وىَ رُُِّْ أى ر‬
‫َّْ رْمُ؛ ّى ىْلَِم إُِىَ ىََ ُىَ رْ ى‬
ُ ُ
ُّ :‫أىَى رً َُي ىُا َّّرَََىٍم؟ َّّرَََىٍم‬
ُ
.»َ ‫وىَ ىْ ىَ ُِ وىَ رلَُ ُِ ى ريَح ُُ ىِ ََِّورُ؛ ِىَْىَ رُل ى‬
Modul Kitab Tauhid | 109
110
Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan: “Aku merasa heran
terhadap orang-orang yang tahu tentang isnad hadits dan
keshahihannya, tetapi mereka menjadikan pendapat Sufyan
sebagai acuannya, padahal Allah telah berfirman: ‘Maka
hendaklah orang-orang yang menyelisihi perintahnya takut akan
ditimpa fitnah atau ditimpa siksa yang pedih.’ (QS. An-Nur: 63)
Tahukah kamu apakah yang dimaksud dengan fitnah itu? Fitnah
disitu maksudnya adalah syirik, bisa jadi apabila ia menolak
sabda Nabi akan terjadi dalam hatinya kesesatan sehingga dia
celaka.”

:‫َّ ﷺ وىَ رْىْأم ىَ َُ ُُ َلوىٍى‬ ُ


َ ََُّ َ‫ام أىَِْم ىم ى‬ ‫ي ُر ُِ ىْ ُن‬ ُّ ًُ َ‫ىا ىَ رِ ى‬
ُ َُ ٍ‫ا‬ ُ َ ُُِ َِِ‫﴿ََى مَاَ أىَْاََْ اَََ ىاهمْ أى‬ َ
‫ ِىَ مْ رل م‬،‫َٰ﴾ َلوىٍى‬ ‫ر ى ىم ر ىمر ى ر رى ك ر م‬
ُ‫ إ‬:‫ّىِم‬
‫َٰم‬
َ َِ ْ‫ى‬ ‫َ مُىُّْمُْ ىٍ ىُا أ ى‬ ‫ى‬ ْ
‫ر‬‫ى‬ّ‫ى‬‫أ‬« : ُ‫ا‬
‫ى‬ ‫و‬
‫ى‬ ، ْ
‫ر‬ َ‫م‬ ً
‫م‬ َ
‫م‬ ْ
‫ر‬ َ
‫ى‬ ْ ‫ا‬‫ى‬َ ‫س‬
‫ر‬ ّ
‫ى‬ َ
ً
ُ َ َُْْ ‫ امُُلبْ ىٍ ُا‬،ِ‫ِىََمَ ُُْْْى‬
:ُ‫ا‬‫ وى ى‬،َ‫ ُىَلى‬:ُ ‫َٰم ِىََمَلبْْىِم؟» ِىَ مْ رل م‬ ‫ى ىى‬ ‫ى ّم م ى‬
.‫ي ىا ىْ َسَىِم‬‫َّرُُ َُ ب‬ ُ ‫َ ََُى ىاَ مهمْ» ىَىاَُم أ ر‬
‫ ىا ّر‬،ً‫ىمى م‬ ‫«ِىَُرل ى‬
Diriwayatkan dari ‘Ady bin Hatim bahwa ia mendengar
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membaca firman Allah :
“Mereka menjadikan orang-orang alim dan rahib-rahib mereka
sebagai tuhan tuhan selain Allah.” (QS. Al-At Taubah: 31) Maka
saya berkata kepada beliau: “Sungguh kami tidaklah menyembah
mereka.” Beliau bersabda: “Tidakkah mereka mengharamkan apa
yang telah dihalalkan Allah, lalu kalian pun ikut mengharamkanya;
dan tidakkah mereka itu menghalalkan apa yang diharamkan
Allah, lalu kalian ikut menghalalkannya?” Aku menjawab: “Ya.”
Maka beliau bersabda: “Itulah bentuk penyembahan kepada
mereka.” (HR. Imam Ahmad dan At-Tirmidzi menyatakan hasan)

Modul Kitab Tauhid | 110


111
‫تد‬ ‫َُ َتّْ دِ تد‬
‫َُ ُتّ وَِب بَْ تْ َ تتهب وِ ت‬
‫آِّبْا‬ ‫ ﴿َت تمو َتّ تُ اد تَ الّ ت‬:َ‫اّ َتّ تِ تا‬ ‫ت ب و‬
‫َ تَتِا َبُو دِ تِ دِ وَ َتّ وبْد ت‬
َ‫َ ُب دُُ بَِ تْ َت وْ ُتَّت تْا تِ بَْا اد ت‬ ‫دمتا َبُو دِ تِ ادلتوي ت‬
‫ِْ ََت وِ َ دبَُِا َت وْ ُ وَ بَُِا بد دَ﴾ الَ د‬ ‫د‬
ِ ‫ت‬ ‫ت ب‬ ‫ب‬ ‫الِتاغب ت‬
[39] Bab: Firman Allah Ta’ala: “Tidakkah Kamu
Memperhatikan Orang-Orang Yang Mengaku
Dirinya Telah Beriman Kepada Apa Yang
Diturunkan Kepadamu, Dan Kepada Apa Yang
Diturunkan Sebelum Kamu? Mereka Hendak
Berhakim Kepada Thaghut, Padahal Mereka Telah
Diperintahkan Untuk Mengingkari Thaghut Itu...”
(QS. An-Nisa: 60)

ُ َ‫﴿اإُِىَ وُِْ ىهمرْ ىّ َمَ رّ ُس مًاَ ُِ َأ رى‬


ِ‫ِ وىاّمَْ إَُىا ىرح م‬ ‫ ى‬:‫ىاوىَ رّْمِم‬
‫ى‬
.﴾ٍ‫صلُ مَْ ى‬
‫مُ ر‬
Firman Allah: “Dan apabila dikatakan kepada mereka (orang-
orang munafik): ‘Janganlah kamu berbuat kerusakan di muka
bumi,’ mereka menjawab: ‘Sesungguhnya kami orang-orang yang
mengadakan perbaikan.” (QS. Al-Baqarah: 11)

ُ ُْ‫ِ َُْ ىً إ‬ ُ
.﴾‫اْ ىُا‬ ‫﴿اىّ َمَ رّس مًاَ ُِ َأ رىَ ُ ى ر ر‬
‫ ى‬:‫ىاوىَ رّْمِم‬
“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi ini
sesudah Allah memperbaikinya.” (QS. Al-A’raf: 56)

Modul Kitab Tauhid | 111


112
َُ ُُِ ِ‫وَََِمْ ىٍ اُِ أىْس‬
‫َٰ مْ رُ كَا‬ ‫ىر ى ى ر ر ى م ى‬ ٍُ َُْ‫اَل‬
ُ ‫ ﴿أىِىَ رُْ َل‬:ِ‫اوىَّْم‬
‫م ى ى‬ ‫ىرم‬
.﴾ٍ‫ُّىْ رْنُ ومْوَُمْ ى‬
“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki?! Dan tidak
ada yang lebih baik hukumnya daripada hukum Allah bagi orang-
orang yang yakin.” (QS. Al-Maidah: 50)

ِ‫«ّ وَم رُُْ م‬‫ ى‬:ُ‫ا‬ ‫َٰ ﷺ وى ى‬ َُ ُْ


‫َٰ ُر ُِ َم ىَىْ أى ٍَ ىَ مس ى‬ َُ ًُ ََ َِ‫ا‬
‫ى ى ر ىر‬
:‫ي‬ ‫ُ ُُِ» وى ى‬
‫اُ َََّ ىَُْا ب‬ ُ ُ
‫ىْ مً مَ رْ ىْ َّ وى مُْ ىٍ ىَ ىَُْم َىََىَ كْا ّ ىَا ْرً م‬
‫أى‬
‫ْ َُ ن‬ ‫ن‬ ُ ُ ُ ِ‫و‬ ُ
.ُْ ‫ُْ ىَُّاورََىاُم ُِ ََىاَ «َحم ٍََ» إُُ رسَىاَ ى‬ ‫َْ ح‬ ‫ىًْ ح ى‬
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar sesungguhnya
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Tidaklah
beriman (dengan sempurna) seseorang di antara kamu, sebelum
keinginan dirinya mengikuti apa yang telah aku bawa (dari
Allah).” (Imam Nawawi menyatakan hadits ini shahih)

ُ ََُّْ ُُِ ِ‫ « ىَا ىٍ ُن َْ نِ ُُِ َمَاُِ ُْن اَْ ن‬:ََُّّْْ ُ‫ا‬


َْ ‫ىر ى ى م ى مى ى ى ى م ى ى م‬ ‫ىاوى ى ر ب‬
ّ‫ُ أىَِْم ى‬ ‫ ىَ ُْ ى‬- ً‫ ْىََى ىَا ىَ مْ إُ ىَ مُى ََ ن‬:‫ي‬ ُ ََُّْ ُ‫ا‬
‫َْ ب‬ ‫ ِىَ ىْ ى ى م‬،‫ٍُْح‬
‫صى‬ ‫مَ م‬
ُِ َُ ‫ ُُّْرل‬- َُْ ََُّْ َ‫ ْىَََا ىَْ إُ ى‬:ُِّ‫اُ َمَا‬
‫ىم‬ ‫ ىاوى ى مى م ى ى م‬،- ُ‫َّْ ر ىْى‬
ُّ َ‫ىأر مَ م‬
‫اََكا ُِ مْ ىُرََْىٍى‬ ُ َ‫ ِىاََ ىّ ىْا أى رٍ أرَُْا ى‬،- ُ‫َّْ ر ْى‬ُ َ
‫ىى‬ ‫أىهمرْ ىأر مَ مَا ىٍ ّ ى‬

Modul Kitab Tauhid | 112


113
ْ‫وِ وىَ رَِم مَْ ىٍ أ َىهمر‬ ُ ََّ َ‫ ﴿ أىىم َىَْ إُ ى‬:ُ‫ِىََََْا ىََا إُّىْ ُِ؛ ِىَََِّى‬
َ
‫ى‬ ‫ر ى‬ ‫ىى ى ى ر ى ى ر‬
.»ٍ‫َ﴾ َلو‬ ‫ىآَُمَْ ُمىا أمْر ُِىُ إُّىرْ ى‬
Asy-Sya’bi menuturkan: “Pernah terjadi pertengkaran antara
orang munafik dan orang Yahudi. Orang Yahudi itu berkata: ‘Mari
kita berhakim kepada Muhammad,’ karena ia mengetahui bahwa
beliau tidak menerima suap. Sedangkan orang munafik tadi
berkata: ‘Mari kita berhakim kepada orang Yahudi,’ karena ia
tahu bahwa mereka mau menerima suap. Maka bersepakatlah
keduanya untuk berhakim kepada seorang dukun di Juhainah,
maka turunlah ayat: ‘Apakah kamu tidak memperhatikan orang-
orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang
diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum
kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka
telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud
menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.’
(QS. An-Nisa: 60).”

َ‫ ْىىىرَِى مَ إُ ى‬:‫ىْ مً ممىا‬ ُ ‫ُ ُِ َ مْلى ر‬ ُ‫او‬


‫اُ أ ى‬‫ ِىَ ىْ ى‬،‫ص ىَا‬ ‫َََى ى‬
‫ن ر‬ ‫ «ْىَىِّى ر ى‬:ِْ ‫ى ى‬
َ‫ ممَ َىَىَِْىَ ىْا إُ ى‬،ُُ ْ ‫ّ ُ ُِ َأى ر‬
‫ى‬ ‫ إُ ىَ ىَ رْ ُ ر‬:ْ‫َلَ م‬ ‫اُ ى‬ ‫ ىاوى ى‬،‫َّ ﷺ‬ ُ
ُّ ََّ
ُ ‫اُ ُّلَ َُي ىم وَِْ ُْس‬
ُْ ‫ ِىَ ىْ ى‬،‫صٍى‬ ُ ‫ ِى ىَ ىَْ ّىِ أىًْ مما‬،ََْ
َ َّْ ‫ى م ىم ى‬
‫ر ىر ى ى م‬ ‫م ىى‬
.»‫َ؛ ِىَ ىَْىَلىِم‬ ُ ْ‫َُِْ ُِّ َسر‬ ِ
‫ى‬ ، ْ ْ َ
‫ى‬ ْ : ُ‫ا‬
‫ى‬ ‫ى‬‫و‬ !‫؟‬ َ َُّ‫ أى ىَ ى‬:‫َٰ ﷺ‬َُ
‫ى‬
‫ى ر ىى م‬ ‫ى‬
Ada pula yang menyatakan bahwa ayat di atas turun
berkenaan dengan dua orang yang bertengkar, salah seorang dari
mereka berkata: “Mari kita bersama-sama mengadukan kepada
Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,” sedangkan yang
lainnya mengadukan kepada Ka’ab bin Asyraf. Kemudian
keduanya mengadukan perkara mereka kepada Umar. Salah
Modul Kitab Tauhid | 113
114
seorang di antara keduanya menjelaskan kepadanya tentang
permasalahan yang terjadi, kemudian Umar bertanya kepada
orang yang tidak rela dengan keputusan Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam: “Benarkah demikian?” Ia menjawab: “Ya,
benar.” Akhirnya dihukumlah orang itu oleh Umar dengan
dipancung pakai pedang.”

Modul Kitab Tauhid | 114


115
‫الْ تِ د‬ ‫د‬ ‫د‬
ِ‫ا‬ ّ‫ُ تِ وَ تَ تْ تِ تَ ويًّئا ِ تَ الت ومتاِ تَ د‬
‫تَ ب‬
[40] Bab: Mengingkari Sebagian Nama Dan Sifat
Allah

.ٍُ‫﴿امَ رْ وى رُ مّ مْا ىٍ َُِّْ رمى ُِ﴾ َلوى‬ َُ ُ‫اوىَْ م‬


‫ ى‬:َِ ْ‫َٰ ىََِ ىا ى‬ ‫ىر‬
Allah berfirman: “Dan mereka kafir (ingkar) kepada Ar
Rahman (Dzat Yang Maha Pengasih) Katakanlah: “Dia adalah
Tuhanku, tiada sesembahan yang hak selain dia, hanya kepada-
Nya aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya aku bertaubat.” (QS.
Ar Ra’du: 30)

‫َاَ ُمىا‬
َ َّ َ
ْ َ
‫م‬ ُّ ْ« :‫اُ َلُي‬
ً ‫ى‬ ‫و‬
‫ى‬ :» ‫ي‬ُ َُ ‫ُْ ََّم ىَا‬ ُ َُ ْ« ُِ‫ا‬
‫ى‬ ‫ى‬ ‫ق‬ ‫ى‬ ّ ‫ى‬ ‫ى‬
.»!‫َٰم ىاىَ مسّْمِم؟‬
َ َ‫وًا ىٍ أى رٍ وم ىُ ََ ى‬
‫ أىَمُْ م‬،ٍ‫وىَ رْ ُِْمْ ى‬
Diriwayatkan dalam shahih Bukhari, bahwa Ali bin Abi Thalib
berkata: “Berbicaralah kepada orang-orang dengan apa yang
difahami oleh mereka, apakah kalian menginginkan Allah dan
Rasul-Nya didustakan?!”

ُِ َ‫ ى‬،ُِْ ُ‫ ىَ رِ أى‬،َ‫ ىَ ُِ َُر ُِ َى ماا ن‬،ْ‫ ىَ رِ ىُ رْ ىَ ن‬:َُِ َََّْ ً‫ىاىَىاى ىَرَ م‬


ُّ ََُّ ُِ َ‫ّ ّى ََا ىُم ىَ ىْ ًُوثكا ى‬
َّ ‫ أىَِْم ىَأىى ىَ مْ كا َْرََىَ ىّ ى‬:َ‫ا‬ ‫َُر ُِ ىََ ن‬
‫«ُا ِىَ رْ مِ ىَ مْىّ َُ؟‬ َُّ‫اَ؛ َُسَُرَ ىُاََ ُّ ى‬ ُ ّ‫َّص ى‬ُ
‫ى‬ : ُ‫ا‬
‫ى‬ ْ
‫ى‬ َ
‫ى‬ ِ ، َ
‫ى‬ ‫ر ك‬ ّ ُِ ‫ﷺ‬
.َُ‫ ىاوىَ رُلُ مُْ ىٍ َُرَ ىً مَُى ىْاُُُِِ؟!» َُْرََىَ ى‬،ُِ َُ ُ‫ىَُ مًا ىٍ َُوٍَك َُرَ ىً مرُ ى‬
Abdur Razaq meriwayatkan dari Ma’mar dari Ibnu Thawus
dari bapaknya dari Ibnu Abbas, bahwa ia melihat seseorang
Modul Kitab Tauhid | 115
116
terkejut ketika mendengar hadits Nabi Muhammad Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam yang berkenaan dengan sifat-sifat Allah, karena
merasa keberatan dengan hal tersebut, maka Ibnu Abbas berkata:
“Apa yang dikhawatirkan oleh mereka itu? Mereka mau
mendengar dan menerima ketika dibacakan ayat-ayat yang
muhkamat (jelas pengertiannya), tapi mereka keberatan untuk
menerimanya ketika dibacakan ayat-ayat yang mutasyabihat
(samar maknanya).”

ُ َُ ُْ ُ
‫َٰ ﷺ وى رَ مَ مْ ََّْ رمى ىِ؛ أىْر ىُ مْاَ ِىّ ى‬
‫َ؛‬ ‫ٍ ىَ مس ى‬
‫ُ ومَىْور ح‬ ‫ىاّى ََا ىم ىْ ر‬
.﴾ُِ ‫﴿امَ رْ وى رُ مّ مْا ىٍ َُِّْ رمى‬ ُ ُِْ َٰ
‫ِىأىْرَىِىُ َم ر ى‬
: ْ
Orang-orang Quraisy ketika mendengar Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebut “Ar Rahman,” mereka
mengingkarinya, maka terhadap mereka itu, Allah menurunkan
firmanNya: “Dan mereka kafir terhadap Ar Rahman.”

Modul Kitab Tauhid | 116


117
‫َ تد‬
‫اّ مبت‬ ‫َُ َتّْ دِ تد‬
‫ ﴿ُتّ وِ دَُبْ تْ ُد وِ تَ ت‬:ِ‫اّ تَ تِ تَ تَ ت‬ ‫ت ب و‬
﴾‫َهتا‬ ‫ُبّ وّ دَ بُ ت‬
[41] Bab: Firman Allah Ta’ala: “Mereka Mengetahui
Nikmat Allah (Tetapi) Kemudian Mereka
Mengingkarinya.” (Qs. An Nahl: 83)

ِ‫ ىاََُرََمِم ىَ ر‬،ِ‫ ىَ ىََ ىُ ُا‬:ُِ ْ‫«َ ىْ وىَ رْ مُ ََّْ م‬ ُ ‫وى ى‬


‫ م‬:‫اُ مجىاَ حً ىُا ىُ رَْىاُم‬
.»‫آُِِي‬
‫ى‬
(Dalam menafsirkan ayat di atas) Mujahid mengatakan
bahwa maksudnya adalah ucapan seseorang: “Ini adalah harta
kekayaan yang aku warisi dari nenek moyangku.”

َُ ًُ ََ ُِ ٍ‫اُ َْ م‬
.»ََ‫ ّى رْىّ ِمىا حٍ؛ ىمر وى مُ رِ ىَ ى‬:ٍ‫ «وىَ مّْْمْ ى‬:َٰ ‫ىاوى ى ى ر ر م ىر‬
Aun bin Abdullah mengatakan: “Yakni kata mereka ‘kalau
bukan karena fulan, tentu tidak akan menjadi begini.’”

.»‫اَ ٍُ ُآهىََُىا‬
‫ ىَ ىََ ُ ىْ ىّ ى‬:ٍ‫ «وىَ مّْْمْ ى‬:‫اُ َُر مِ ومََىَرََْىٍى‬
‫ىاوى ى‬
Ibnu Qutaibah menjelaskan: “Mereka mengatakan: ini adalah
sebab syafa’at sembahan-sembahan kami.”

ٍَ ُ‫ إ‬:ُِْ ُِ ‫وِ ىَور ًُ ُر ُِ ىَاُّ نً ََّ َُي‬


ُ ًُ ْ ً‫ َُْ ى‬- َ‫ا‬
‫ََّْ ُ ى ر ى‬ ‫اُ أىُمْ ى‬ ‫ىاوى ى‬
»...ْ‫ىَْى ىُ ُُ رِ ََُى ُاَي مُ رُُْ حِ ُِ ىاىَاُِح‬ ‫َٰى َىَ ىْ ىاَ وى ى‬
‫ «أ ر‬:ُ‫ا‬ َ

Modul Kitab Tauhid | 117


118
ُ‫ وى مَ ب‬،ٍَُ َ‫اَ ىاَّ بس‬ ُ ُِ ‫ «اَ ىََ ىَثُر‬:- ًَُْ‫وِ اوى رً َىَ ى‬
ُ ‫ََُّى‬ ُ ‫َح‬
ً
‫ح‬ ‫ىى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬
ّ‫اُ ُىَ رْ م‬ ‫ وى ى‬.ُُِ ُ‫َْ إُْرَ ىْ ىاُِم إُ ىَ ىُ رُرُُ ىاوم رْ ُْم‬ ُ
‫مسرَ ىَاْىِم ىُ رِ ومَ م‬
.»‫ ىاَم َا مٌ ىْ ُاِوكا‬،‫وُ َىَُّْىٍك‬ ُّ ُ
َّْ ُ ‫ ىَاْى‬:ُُْ‫ َْ ىَ ىْْه‬:َ ُ ‫َّ َسلى‬
‫ى‬ ‫م‬ ‫ر‬ ‫ر‬ ‫ى‬ ‫م‬
.‫ىاىرح ُْ ىَ ىََ ُمَا مَ ىْ ىْا نَ ىَلىَ أىّر ُسَى ٍُ ىَثُ نر‬
Abul Abbas- setelah mengupas hadits yang diriwayatkan oleh
Zaid bin Khalid yang di dalamnya terdapat sabda Nabi:
“sesungguhnya Allah berfirman: “pagi ini sebagian hamba-Ku ada
yang beriman kepada-Ku dan ada yang kafir …, sebagaimana
yang telah disebutkan di atas –ia mengatakan:

“Hal ini banyak terdapat dalam Al-qur’an maupun As sunnah,


Allah mencela orang yang menyekutukan-Nya dengan
menisbatkan ni’mat yang telah diberikan kepada selain-Nya.”

Sebagian ulama salaf mengatakan: “yaitu seperti ucapan


mereka: anginnya bagus, nahkodanya cerdik, pandai, dan
sebagainya, yang bisa muncul dari ucapan banyak orang.

Modul Kitab Tauhid | 118


119
‫دد‬ ‫َُ َتّْ دِ تد‬
‫ ﴿َت تَ تجو تِْبْا تّ َتُو تِ ئ‬:َ‫اّ َتّ تِ تا‬
ِ‫اَا تََتُوَّب و‬ ‫ت ب و‬
﴾ْ‫َتّ وِْت بَْ ت‬
[42] Bab: Firman Allah: “Maka Janganlah Kamu
Membuat Sekutu Untuk Allah Padahal Kamu
Mengetahui (Bahwa Allah Adalah Maha Esa)“
(QS. Al Baqarah: 22)

ِ‫ىَ ىَّ ُُ ر‬ ُّ ْ‫ مَ ى‬:ََ‫ «َأىْر ىً م‬:ٍُ‫اَ ُِ َلوى‬


‫ أ ر‬،ُ‫َّْ رْم‬ ‫اُ َُر مِ ىََ ن‬ ‫ىاوى ى‬
ٍ‫ ىامَ ىْ أى ر‬،ُِ ْ‫ْ ىّ ناُ ىس رْىَََى ُِ ظمرل ىَ ٍُ َّلَر‬ ‫ّْ ََّ رََ ُِ ىَلىَ ى‬ ُ َُ‫ى‬
َُ ‫ ا‬:ُْ
‫ ىاَىَ مْ ى‬.ِ‫َ ىّ ِمىا مٍ ىا ىْْى ُا‬
ََ‫ ّى رْىّ مَلىرََْىٍم ىَ ى‬:ُْ ‫َٰ ىا ىْْىاَُ ى‬ ‫َىَ مْ ى ى‬
ُ‫ ىاوىَ رْ م‬.ِْ‫ص م‬ ‫ُ ُِ ًَََّ َُ ىأىَىَ َّلب م‬ ‫ ىاّى رْىّ ََّى ب‬،ِْ‫ص م‬ ‫ىأ ىىت ىً َّلب م‬
َ‫ ّى رْىّ م‬:ُِ ْ‫ ىاوىَ رْ مُ ََّْ م‬.ُ
َٰ ُ َ َ‫ ُا ى ا‬:ُِ َُْ‫ا‬ ُ ‫ََّْْ ُِ ُّص‬
‫َٰم ىا رً ى‬ ‫ى ى‬ ‫م ى‬
ِ‫ ىَ ىََ مَلبِم ُُِ ُ رْحُ» ىَىاَُم َُر مِ أُى‬،ً‫ ىّ ىرج ىْ رِ ُِ ىُْا ِمىا ك‬.ٍ‫ىاِمىا ح‬
‫ىْ ُن‬
.‫ام‬
Ibnu Abbas dalam menafsirkan ayat tersebut mengatakan:
“Membuat sekutu untuk Allah adalah perbuatan syirik, yaitu
suatu perbuatan dosa yang lebih sulit untuk dikenali dari pada
semut kecil yang merayap di atas batu hitam, pada malam hari
yang gelap gulita. Yaitu seperti ucapanmu: ‘Demi Allah dan demi
hidupmu wahai fulan, juga demi hidupku,’ atau seperti ucapan:
‘Kalau bukan karena anjing ini, tentu kita didatangi pencuri-
pencuri itu,’ atau seperti ucapan: ‘Kalau bukan karena angsa yang
Modul Kitab Tauhid | 119
120
dirumah ini, tentu kita didatangi pencuri-pencuri tersebut,’ atau
seperti ucapan seseorang kepada kawan-kawannya: ‘Ini terjadi
karena kehendak Allah dan kehendakmu,’ atau seperti ucapan
seseorang: ‘Kalaulah bukan karena Allah dan fulan.’ Oleh karena
itu, janganlah kamu menyertakan ‘si fulan’ dalam ucapan-ucapan
di atas, karena bisa menjatuhkanmu ke dalam kesyirikan.” (HR.
Ibnu Abi Hatim)

َ َُ ُْ
‫أى ٍَ ىَ مس ى‬ ُ َّ‫ا ىَِ َمَْ ُر ُِ َخى‬
‫«ُ رِ ىْلى ى‬ ‫ ى‬:ُ‫ا‬ ‫َٰ ﷺ وى ى‬ َ‫ا‬ ‫ى ر ىى‬
،‫ي ىا ىْ َسَىِم‬‫َّرُُ َُ ب‬
ُ
‫أ رىا أى ر ىْىُ» ىَىاَُم ّر‬
َُ ‫ُِى ُر‬
،ْ‫َٰ؛ ِىَ ىْ رً ىَ ىّى‬ ‫ر‬
.ْ‫ْ ََ ىَِم َحىاَُ م‬
‫ىا ى‬
Diriwayatkan dari Umar bin Khaththab, bahwa Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang
bersumpah dengan menyebut selain Allah, maka ia telah berbuat
kekafiran atau kesyirikan.” (HR. Tirmidzi, dan ia nyatakan sebagai
hadits hasan, dan dinyatakan oleh Al-Hakim shahih)

ٍ‫ِ ُُ رِ أى ر‬
َ‫ّ إُ ى‬
‫ىْ ب‬
‫أ‬ ، ِِ‫ا‬ َُ ُِ َُ‫«أى رٍ أىْل‬
ُ َ‫ٰ ى‬ : ‫اُ َُِ ُسْ ن‬
َْ
‫ك ى‬ ‫ى‬ ‫ر‬ ‫ى‬ ‫ىاوى ى ر م ى ر م‬
.»‫ْ ُاَوكا‬ ُ ُ ‫أ‬
‫َ ُِى رُرُ ى‬
‫ىْل ى‬
‫ر‬
Dan Ibnu Mas’ud berkata: “Sungguh bersumpah bohong
dengan menyebut nama Allah, lebih aku sukai daripada
bersumpah jujur tetapi dengan menyebut nama selain-Nya.”

Modul Kitab Tauhid | 120


121
َٰ
َ‫ ىُا ى اَى م‬:َْ‫«ّ َىَ مّْْم‬ ‫ ى‬:ُ‫ا‬ ‫َٰ ﷺ وى ى‬ َُ ُْ ‫ىا ىَ رِ مْ ىَورَ ىٍّى أى ٍَ ىَ مس ى‬
َ ‫ ىُا ى اَى‬:َْ‫ ىاّى ُُ رِ ومّْم‬،ٍ‫ىا ى اَى ِمىا ح‬
ْ‫َٰم ممَ ى اَى ِمىا حٍ» ىَىاَُم أىُم‬
‫ْ َُ ن‬ ‫ن‬
.ُْ ‫ىَ مَاىَ ُ ىسَىً ى‬
Diriwayatkan dari Hudzaifah bahwa Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah kalian mengatakan: ‘Atas
kehendak Allah dan kehendak si fulan,’ tapi katakanlah: ‘Atas
kehendak Allah kemudian atas kehendak si fulan.” (HR. Abu
Dawud dengan sanad yang baik)

‫ «أىَِْم وى رُىُْم أى رٍ وىَ مْ ى‬:‫ََُْ ُّي‬ ُ


‫ أىَمِْم‬:ِ‫ُْ َّبْ مْ م‬ ‫ىا ىْاَى ىَ رِ إُُرَىََْ ىْْ ََّ ى‬
ُ ‫ امَ َُْ أى رٍ وَ مْ ى‬،َُ‫ٰ ا‬ َُ ُِ
َ ّ‫ ّى رْى‬:ُْ
َ‫َٰم مم‬ ‫ ىاوىَ مْ م‬.َ‫ ُِ َٰ ممَ ُ ى‬:ُْ ‫ى‬ ‫م‬ ّ‫ى ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬
.»ٍ‫َٰم ىاِمىا ح‬ َ ّ‫ ّى رْى‬:َْ‫ ىاىّ َىَ مّْْم‬،ٍ‫ِمىا ح‬
Diriwayatkan dari Ibrahim An-Nakha’i bahwa ia melarang
ucapan: “Aku berlindung kepada Allah dan kepadamu,” tetapi ia
memperbolehkan ucapan: “Aku berlindung kepada Allah,
kemudian kepadamu,” serta ucapan: “Kalau bukan karena Allah
kemudian karena si fulan,” dan ia tidak memperbolehkan ucapan:
“Kalau bukan karena Allah dan karena fulan.”

Modul Kitab Tauhid | 121


122
‫َ دَ تد‬
ّ ‫ُ ِا َاِ َديََ تمو ُّ وّّت وِ دَحْد د‬
‫ت‬ ‫تَ ب ت ت ت ت و ت‬
[43] Bab: Tentang Tidak Puas Bersumpah Atas
Nama Allah

ِ‫ ىُ ر‬،ْ‫«ّ ىرحلُ مَّْ ُب ىُِِ مُ ر‬ ‫ ى‬:ُ‫ا‬ ‫َٰ ﷺ وى ى‬ َُ ُْ ‫ىَ ُِ َُر ُِ َم ىَىْ أى ٍَ ىَ مس ى‬


ُ ُ ُ
‫ ىاىُ رِ ىمر‬،ِ ‫َ ّىِم ُِ َٰ ِىَ رل ى رر ى‬‫ ىاىُ رِ مْل ى‬،ِ‫ص مً ر‬ ‫َ ُِ َٰ ِىَ رلْى ر‬ ‫ىْلى ى‬
.ِ‫اْ رِ ُ ىسَى نً ىْ ىس ن‬
‫َٰ» ىَىاَُم َُر مِ ىُ ى‬
َُ ُُِ َْ‫وَِْ ِىَلى‬
‫ىر ى ر ى ى‬
Diriwayatkan dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah kalian bersumpah dengan
nama nenek moyang kalian! Barangsiapa yang bersumpah dengan
nama Allah, maka hendaknya ia jujur, dan barangsiapa yang
diberi sumpah dengan nama Allah maka hendaklah ia rela
(menerimanya), barangsiapa yang tidak rela menerima sumpah
tersebut maka lepaslah ia dari Allah.” (HR. Ibnu Majah dengan
sanad yang hasan)

Modul Kitab Tauhid | 122


123

‫اّب تَ دَ وً ت‬
َ ‫ تِا تَاِت ت‬:ِ‫ُ َتّ وْ د‬
‫تَ ب‬
[44] Bab: Ucapan Atas Kehendak Allah Dan
Kehendakmu

‫ إَُْ مُ رْ َم رْ ُْمَْ ىٍ؛‬:ُ‫ا‬ ُ


‫َّ ﷺ ِىَ ىْ ى‬ َ ََُّ َ‫ «أى ٍَ وىَ مَُْ دّ أىَى‬:‫ىَ رِ ومََىَرَْلىٍى‬
ُ ُ َ َ‫ ُا ى ا‬:ٍ‫َىَ مّْْمْ ى‬
‫ ِىأ ىىُىْمَ مْ ََُّ ب‬،ٍ‫ ىاَّ ىُ رَْى‬:ٍ‫ ىاَىَ مّْْمْ ى‬،ُ
َّ ‫َٰم ىا رً ى‬ ‫ى ى‬
:َْ‫ ىاأى رٍ وىَ مّْْم‬،ٍُ ‫َ َّ ىُ رَْى‬ ُ
ُّ َ‫ ىاى‬:َْ‫ﷺ إُِىَ أ ىىَ مََاَ أى رٍ ىرُل مَّْ أى رٍ وىَ مّْْم‬
.‫ْ ََ ىَِم‬ ‫ا‬ ‫ي‬ ُِ‫َٰ ممَ ُ رًُ» َاَُ َََّسا‬
‫ب‬
‫ى ىى م ى ى ى‬ ‫ىُا ى اَى َم‬
Dari Qutailah, ia berkata: ada seorang Yahudi datang kepada
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lalu berkata:
“Sesungguhnya kamu sekalian telah melakukan perbuatan syirik,
kalian mengucapkan: ‘atas kehendak Allah dan kehendakmu’ dan
mengucapkan: ‘demi Kabah.’ Maka Rasulullah memerintahkan
para Sahabat apabila hendak bersumpah supaya mengucapkan:
‘Demi Rabb Pemilik ka’bah,’ dan mengucapkan: ‘Atas kehendak
Allah kemudian atas kehendakmu.’ (HR. An-Nasa'i dan ia
nyatakan sebagai hadits shahih)

َ ‫ ىُا ى اَى‬:‫َّ ﷺ‬
‫َٰم‬ ُّ َُ‫اُ ُّل‬ ‫ ىَ ُِ َُر ُِ ىََ ن‬:‫َا‬
‫اَ أى ٍَ ىَ مْ كا وى ى‬ ‫ىاّىِم أىور ك‬
َ ‫ ىُا ى اَى‬:ِ‫ٰ ًُْدَ؟! وم ر‬
.»‫َٰم ىا رْ ىًُم‬ َُُ ُِ َ‫ «أىْْ رل‬:ُ‫ا‬ ُ
‫ ِىَ ىْ ى ى ى ى‬،ُ ‫ىا رً ى‬
Diriwayatkan Nasai dari Ibnu Abbas: bahwa ada seorang
lelaki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam : “Atas
kehendak Allah dan kehendakmu,” maka Nabi bersabda: “Apakah
kamu telah menjadikan diriku sekutu bagi Allah? Hanya atas
kehendak Allah semata.”

Modul Kitab Tauhid | 123


‫‪124‬‬
‫اُ‪:‬‬ ‫ىَي ىَاُِ ىٍْى ُأ ُّمُ ىُا ‪ ،-‬وى ى‬ ‫اُُّ ُِ ُاِْ‪َّّ ُِ َ :‬بىّْ ُِ ‪ -‬أ ُ‬
‫ر‬ ‫ى ر ى ىر ى‬
‫ُ‪ :‬إَُْ مُ رْ أىْرََم مْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬
‫ُ ىَلىَ ْىَ ىّ نْ ُ ىِ َّْىَ مَُْ‪ِ ،‬ىَ مْ رل م‬ ‫ُ ىَأُّ‬
‫ىِ أىَىَرْ م‬ ‫ىَأىور م‬
‫َٰ‪ ،‬وىاّمَْ‪ :‬ىاأىْرََم رْ َّ ىْ رْمُ ّى رْىّ‬‫َّ ىُْْ ّىْىّ أىَْ مُْ َىَ مّْْمْ ىٍ‪َِ :‬وَْ َُِ َُ‬
‫مى ر ح ر م‬ ‫ر‬ ‫رم ر‬
‫َ َُىَ ىّ نْ ُُ ىِ‬ ‫َٰم ىا ى اَى مُى ََ حً‪ .‬ممَ ىُىْرَ م‬ ‫أىَْ مُ رْ َىَ مّْْمْ ىٍ‪ :‬ىُا ى اَى َ‬
‫ُْ‬ ‫س‬ ‫َََّصاَى‪ِ ،‬ىَ مْ رلُ‪ :‬إَُْ مُْ أىْرََمْ َّ ىُْْ ّىْىّ أىَْ مُْ َىَ مّْْمْ ىٍ‪َ :‬م ُ‬
‫ى م‬ ‫ر‬ ‫ر م رم ر‬ ‫م‬ ‫ىى‬
‫ُ‬ ‫َُِ َُ‬
‫َٰ‪ ،‬وىاّمَْ‪ :‬ىاإَْ مُ رْ ىأىْرََم مْ َّ ىْ رْمُ ّى رْىّ أىَْ مُ رْ َىَ مّْْمْ ىٍ‪ :‬ىُا ى اَى‬ ‫رم‬
‫َ‪ ،‬ممَ‬ ‫َٰ ا ى اَ مُ ََ حً‪ِ .‬ىَلى ََا أىََُْ؛ أىَر ُ‬
‫ىَ ى رر م‬
‫َ ِىا ىُ رِ أ ر‬ ‫ر ى ر م ر ىر م‬ ‫َم ى ى ى‬
‫اُ‪ َِ« :‬أىَر ُ‬
‫ىْ كًَ؟»‬ ‫َ ِىا أ ى‬ ‫ىَ ى ررَمِم‪ ،‬وى ى ى ر ر ى ر ى‬ ‫َّ ﷺ ِىأ ر‬ ‫ُ ََُّ َ‬ ‫أىَىَرْ م‬
‫اُ‪« :‬أىَُا ُىَ رْ مً؛‬ ‫َٰى ىاأىَر ىَ ىَلىرْ ُِ‪ ،‬ممَ وى ى‬
‫اُ‪ِ :‬ى ىَ َُ ىً َ‬ ‫ُ‪ْ :‬ىَ ىْ رْ‪ ،‬وى ى‬‫ومَ رل م‬
‫ىَ ىىر ُُرَ مُ رْ ىاأىَْ مُ رْ ومَ رلَم رْ‬ ‫ِىُإ ٍَ َمىّْ كا َأىى َرُّ أ ُ‬
‫ىَ ىىر ِىا ىُ رِ أ ر‬ ‫ر ى مى ر‬
‫ُ‬
‫ىَل ىٍَك يىرَىَْم ُِ ىَ ىََ ىاىَ ىََ أى رٍ أ رىهىا مَ رْ ىَرََ ىُا؛ ِى ىا َىَ مّْْمَْ‪ :‬ىُا ى اَى‬
‫َٰم ىا رْ ىًُم»‪.‬‬ ‫َٰم ىا ى اَى مُى ََ حً‪ ،‬ىاّى ُُ رِ ومّْمَْ‪ :‬ىُا ى اَى َ‬‫َ‬
‫‪Diriwayatkan oleh Ibnu majah, dari At-Thufail saudara seibu‬‬
‫‪Aisyah, Radhiyallahu Anha. ia berkata: aku bermimpi seolah-olah‬‬
‫‪aku mendatangi sekelompok orang-orang Yahudi, dan aku‬‬
‫‪berkata kepada mereka: “Sungguh kalian adalah sebaik-baik‬‬
‫‪kaum jika kalian tidak mengatakan: Uzair putra Allah.” Mereka‬‬
‫‪menjawab: “Sungguh kalian juga sebaik-baik kaum jika kalian‬‬
‫‪tidak mengatakan: Atas kehendak Allah dan kehendak‬‬
‫‪Modul Kitab Tauhid | 124‬‬
125
Muhammad.” Kemudian aku melewati sekelompok orang-orang
Nasrani, dan aku berkata kepada mereka: “Sungguh kalian adalah
sebaik-baik kaum jika kalian tidak mengatakan: “Al-Masih putra
Allah.” Mereka pun balik berkata: “Sungguh kalian juga sebaik-
baik kaum jika kalian tidak mengatakan: “Atas kehendak Allah
dan Muhammad.” Maka pada keesokan harinya aku
memberitahukan mimpiku tersebut kepada kawan-kawanku,
setelah itu aku mendatangi Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi
wa Sallam, dan aku beritahukan hal itu kepada beliau. Kemudian
Rasul bersabda: “Apakah engkau telah memberitahukannya
kepada seseorang?” Aku menjawab: “Ya.” Lalu Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda yang diawalinya dengan
memuji nama Allah: “Amma ba’du, sesungguhnya Thufail telah
bermimpi tentang sesuatu, dan telah diberitahukan kepada
sebagian orang dari kalian. Dan sesunguhnya kalian telah
mengucapkan suatu ucapan yang ketika itu saya tidak sempat
melarangnya, karena aku disibukkan dengan urusan ini dan itu,
oleh karena itu, janganlah kalian mengatakan: ‘Atas kehendak
Allah dan kehendak Muhammad,’ akan tetapi ucapkanlah: ‘Atas
kehendak Allah semata.”

Modul Kitab Tauhid | 125


126
‫َ ال تِ وُ تُ؛ َتّ تّ وِ آ تَى ت‬
‫اّت‬ ‫ُ تِ وَ تْ ت‬
‫تَ ب‬
[45] Bab: Siapa Memaki Masa Berarti Menyakiti
Allah

ُ َُ ُ‫اوىَْ م‬
‫﴿اوىاّمَْ ىُا َ ىي إَُّ ىْْىاَمََىا َّ بًْرَْىا ىَم م‬
‫َْ ىاىرحْىا ىاىُا‬ ‫ ى‬:َٰ ‫ىر‬
ُ
‫وَم رُل مَُىا إَُّ ًَّ ر‬
.‫ََ مْ﴾ َلوىٍى‬
“Dan mereka berkata: ‘Kehidupan ini tak lain hanyalah
kehidupan di dunia saja, kita mati dan hidup, dan tidak ada yang
membinasakan kita kesuali masa, dan mereka sekali-kali tidak
mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah
menduga-duga saja.” (QS. Al-Jatsiyah: 24)

َٰ
َ‫اُ م‬ ‫ «وى ى‬:ُ‫ا‬ ‫َّ ﷺ وى ى‬ ُ َُ ‫ص‬
ُّ ََُّ ُِ َ‫ ى‬،ُ‫ ىَ رِ أُىِ مَىْورَىْى‬:ُْ َ َّ ُِ‫ىا‬
ِ‫ّ َّلَرْ ى‬ ُّ‫ اأ ىىً ًَََّْ؛ أموىَل‬،ًَََّْ ّ ‫ب‬ ‫س‬ ‫و‬ ، ُ َ‫آ‬ ِ َُ ُ
ِ‫و‬ َُْ‫ و‬:َ‫َىَْ ىا‬
ِ
‫م‬ ‫م‬ ‫ر‬ ‫ى ى‬ ‫ر‬ ‫رم ى ى م‬ ‫ى‬ ‫ى مر‬
.»َ‫َُ ىا‬
‫ىاَََّ ى‬
Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim dari Abu
Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
bersabda: “Allah berfirman: ‘Anak Adam (manusia) menyakiti Aku,
mereka mencaci masa, padahal Aku adalah pemilik dan pengatur
masa, Akulah yang menjadikan malam dan siang silih berganti.”

َ ٍَ ‫ََىْ؛ ُِإ‬
‫َٰى مَ ىْ ًَّ ر‬
.»ْ‫ََ م‬ ‫ ى‬: ٍ‫ىاُِ َُىاَوىن‬
‫«ّ َى مسَبَْ ًَّ ر‬
Dan dalam riwayat yang lain dikatakan: “Janganlah kalian
mencaci masa, karena Allah adalah Pemilik dan Pengatur masa.”

Modul Kitab Tauhid | 126


127
ُ‫ْ داِ تَتوَ دْد‬ ‫َُ الَتَ دَّ بدتّ د‬
‫اِّ ال بّ ت‬ ّ‫ت ب ت‬
[46] Bab: Menamai Dengan Hakim Para Hakim Dan
Yang Semisalnya

‫ «إُ ٍَ أ ر‬:ُ‫ا‬
َ‫ىََى ى‬ ‫َّ ﷺ وى ى‬ ُ َُ ‫ص‬
ُّ ََُّ ُِ َ‫ ى‬،ُ‫ ىَ رِ أُىِ مَىْورَىْى‬:ُْ َ َّ ُِ
ُ َُ ً‫َس نْ َُرَ ى‬
.»‫َٰى‬ َ َُّ‫َ إ‬ ‫ ىّ ىُاّ ى‬،ُُ ‫َ َأ رىُ ىا‬ ‫ ىَ مْ حِ َى ىس َََ ىُلى ى‬:َٰ ‫ر‬
.»ُ‫اَا رٍ ى را‬ ُ
‫ ى ى‬:ِ‫ «ُثر م‬:ٍ‫اُ مس رّْىا م‬‫وى ى‬
Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim, dari Abu
Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
bersabda: “Sesungguhnya nama (gelar) yang paling hina di sisi
Allah adalah ‘Rajanya para raja,’ tiada raja yang memiliki
kekuasaan mutlak kecuali Allah.” Sufyan mengemukakan contoh
dengan berkata: “Seperti gelar Syahan Syah.”

ُ ُ َُ َ‫ٍ َْ نِ َلى‬ ‫ن‬


‫ ىاأ ر‬،ٍُ‫َٰ وىَ رْىُ َّْْى ىا‬
.»‫ىََىَثمِم‬ ‫ «أى رُْى م ى م ى‬: ٍ‫ىاُِ َُىاَوى‬
Dan dalam riwayat yang lain dikatakan: “Dia adalah orang
yang paling dimurkai dan paling jahat di sisi Allah pada hari
Kiamat.”

‫ أ رىا ى‬:ُِ ْ‫ىََى مَ» وىَ ر‬


.َ‫َ ى‬ ‫ «أ ر‬:‫وىَ رّْمِم‬
Sabda beliau “akhna” bermakna yang paling jelek.

Modul Kitab Tauhid | 127


128
‫تم داِ تد‬
‫اّ َتّ تِ تاَ تََتّغويد در داّ وْ دِ دلت وَ دِ تَلد ت‬ ‫ُ ود‬
َ ‫ر داَ َ وت‬
‫اِ ت‬ ‫تَ ب‬
[47] Bab: Memuliakan Nama-Nama Allah Dan
Mengganti Nama Untuk Tujuan Ini

:‫َّ ﷺ‬ ‫اُ ّىِم ََُّ ب‬ ‫ ِىَ ىْ ى‬،ُْ ُ‫ أىَِْم ىَا ىٍ وم ىُ ََ أ ىىِ َحى ى‬،ُ‫ىَ رِ أُىِ م ىْور ن‬
ُ ‫َٰى مَ ىْ َحى ىُ مْ ىاإُّىرْ ُِ َحم رُ مْ» ِىَ ىْ ى‬
‫ إُ ٍَ وىَ رُْي إُ ىَِ ر‬:ُ‫ا‬
َّْ‫َََىَلى م‬ َ ٍَ ُ‫«إ‬
:ُ‫ا‬‫ ِىَ ىْ ى‬،‫ن‬ ُ ‫ ِىَْ َُي َُ ىا َّ ىّ ُْو ىْ ر‬،ُْ‫ُ ُىَرََْىَ م‬ َ ُ‫ى‬ َ ِ
‫ى‬ ‫؛‬ ِ ُْ َ َ‫ى‬‫أ‬ ‫ُِ ي ن‬
َ
‫ر ى‬ ‫م‬ ‫ر‬ ‫ى‬ ‫ى‬
‫ىر ر‬
،ْ‫ ىامُ رسلُ ح‬،ُ‫ م ىْور ح‬:ُ ُ ُُِ َ‫«ُا أىْسِ َ ىََ! ِىَا ّى‬
‫َّّْىً؟» ومَ رل م‬ ‫ى ر ىى ى ى ى ى ى‬
ُ ‫ر‬ْ‫ى‬‫أ‬ ِ
‫ى‬ « : ُ‫ا‬
‫ى‬ ‫ى‬‫و‬ ، ُ ‫و‬ْ : ُ ‫ل‬
‫ر‬ َ
‫م‬ ‫و‬ »‫؟‬ ْ َ ‫ر‬ َ
‫ر‬ ‫ى‬‫أ‬ ِ َ ِ
‫ى‬ « : ُ‫ا‬
‫ى‬ ‫و‬
‫ى‬ ، َُ ً‫اََ م‬
َٰ
‫ى‬ ‫م ىر ح‬‫م‬ ‫ى ر ى مم ر‬ ‫ى ىر‬
.‫أىُمْ م ىْور نُ» ىَىاَُم أىُمْ ىَ مَاىَ ىا ىُ ررمُم‬
Diriwayatkan dari Abu Syuraih bahwa ia dulu diberi kunyah
(sebutan, nama panggilan) “Abul Hakam,” Maka Nabi Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam bersabda kepadanya: “Allah adalah Al-Hakam,
dan hanya kepada-Nya segala permasalahan dimintakan
keputusan hukumnya.” Kemudian ia berkata kepada Nabi
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Sesungguhnya kaumku apabila
berselisih pendapat dalam suatu masalah mereka mendatangiku,
lalu aku memberikan keputusan hukum di antara mereka, dan
kedua belah pihak pun sama-sama menerimanya.” Nabi bersabda:
“Alangkah baiknya hal ini, apakah kamu punya anak?” Aku
menjawab: “Syuraih, Muslim, dan Abdullah.” Nabi bertanya:
“Siapa yang tertua di antara mereka?” “Syuraih,” jawabku. Nabi
bersabda: “Kalau demikian kamu Abu Syuraih.” (HR. Abu Dawud
dan ahli hadits lainnya)

Modul Kitab Tauhid | 128


129
‫د‬
‫ َتَ ال بُّ د‬،ّ‫ا‬
‫ َ وتَ ال تُ بْ د‬،ْ‫آ‬ ‫َُ َِ تُِ تِ بد ت ب د د د‬
ِْ ‫ِ وِّ َيَ َ وِ بُ ت و و‬ ‫ت ب تو ت‬
[48] Bab: Bersenda Gurau Dengan Menyebut Nama
Allah, Alqur’An Atau Rasulullah

ِْ ‫﴿اّىًُ رِ ىسأىّرَىَ مُ رْ ّىْىَ مّْْم َِ إَُىا مَََا‬ َُ ُ‫اوىَْ م‬


‫ىخم م‬ ‫ ى‬:َ‫َٰ َىَ ىْ ىا‬ ‫ىر‬
َ‫َىَ رَْى َُ مَا‬ ّ‫آَُُِّ ىاىَ مسُُِّْ مَرَََم رْ َى رسَىَ رُ ُِِمْ ىٍ * ى‬ ُ
‫ّ وم رِ أ ُىِ َٰ ىا ى‬ ‫ىاْىَ رل ىْ م‬
.‫وى رً ىَ ىّ رْمرم ُىَ رْ ىً إُيىاُْ مُ رْ﴾ َلوىٍى‬
“Dan jika kamu tanyakan kepada orang-orang munafik
(tentang apa yang mereka lakukan) tentulah mereka akan
menjawab: ‘Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan
bermain-main saja.’ Katakanlah: ‘Apakah dengan Allah, ayat-ayat-
Nya dan Rasul-Nya kalian selalu berolok-olok? Tidak usah kamu
minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman.” (QS. At
Taubah: 65-66)

- ُ‫ ىاوىََى ىاَ ى‬،ْ‫ىسلى ى‬ ‫أ‬ ُ


ِ ُ ُ ‫ اَو‬،ّ
ً ‫ن‬ ْ َ
‫ى‬ ُ
ِ ُ ُ ََ ُ‫ ام‬،ََْ ُِ َُ ُِ َ‫ا‬
ً
‫ى‬
‫ى ى ر م ىى ى ى ر ر ى ر ر ر‬
ُُ‫اُ ىَ مْ حِ ُِ ىُ رِىا‬ ‫ «أىَِْم وى ى‬:- ّ ُ ْ‫َ ُ رْ ُِ ُىَ ر‬ ُ َُْ ِ‫و‬ ُ
‫ىَ ىَ ىِ ىًْ م ى ر‬
ُ ُ ُ
َ ‫ ىاىّ أى رَ ىَ ى‬،ًْ ‫ّ ُمّم ك‬ ‫ ىُا ىَأىورََىا ُثر ىِ ومََََِْىا ىَ مْىَّ؛ أ رىَ ىُ ى‬:ُْ ‫َىََم ى‬
‫ىْ ىَاُىِم‬ ‫َٰ ﷺ ىاأ ر‬
َُ ُْ ‫ ىَ مس ى‬:ُِ ْ‫ن َُرَ ىً َّلُّ ىْ ُاَ – وىَ ر‬ ‫ ىاىّ أ ر‬،‫أىّر مسَكا‬
‫ىْ ى ى‬
،ّ‫ََ مَُىاُِ ح‬ ‫ُ؛ ىاّى َُُ ى‬ ‫ُن‬
‫ ىَ ىَُر ى‬:َّ‫ُ ُر مِ ىُا‬ ‫اُ ّىِم ىَ رْ م‬ ‫ ِىَ ىْ ى‬،- ‫َّ مَََْْى‬
‫َٰ ﷺ‬ َُ ُْ ُ ‫ُ إُ ىَ َس‬ ْ َ ّ َ َ ِ ،‫ﷺ‬ َُ ُْ
َٰ ‫مَُ ىر ٍَ ىَ مس ى‬
‫ىم‬ ‫ح‬ ‫ى ى ىر‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ىأ ر‬
Modul Kitab Tauhid | 129
130
ُُْ ‫َ ََِّْْ إُ ىَ َس‬ ُِّ‫ ِىَاَ ى‬.ِْ‫ ِىًَْْ َّ مْْآ ىٍ وى رً سََ ى‬،ُ‫َُُّْر‬
‫م م ىم‬ ‫ى‬ ‫ىى م ى ى‬ ‫م ر ىم ى ى ى ر‬
‫َٰ! إَُىا مَََا‬َُ ُْ ‫ ىّ ىَ مس ى‬:ُ‫ا‬ ‫ ِىَ ىْ ى‬،‫ّ ىًوىََىِم‬ ُ ُ َُ
‫َٰ ﷺ ىاوىً رََىحى ىِ ىاىََ ى‬
‫ وى ى‬.ّ‫ّ؛ ْىَ رّْى مَ ُُِ ىََىاَى ََّّ ُْ ُو‬
ُ‫ا‬ ُ َ‫َّْر‬ ُ
َ ِ‫و‬ ‫َُ ىًْ ى‬ ‫ِْ ىاْىََى ىًَ م‬‫ىخم م‬
َُٰ ُ ‫ىِ أىْرُمْ إُّىْ ُِ؛ َُىَْلُّ كْا َُُسْ ٍُ ىًوى ٍُ َس‬
َ ُْ ‫ىم‬ ‫رى‬ ‫ ىَأُّ م ر م ى‬:ْ‫َُر مِ َم ىَ ى‬
‫ ﴿إَُىا مَََا‬:ُْ ‫ ىا مَ ىْ وَى مْ م‬،ُِ ‫ّ َُ رْلىْر‬ ‫م‬ ُ
‫م‬ َ
‫ر‬ َ
‫ى‬ َ ‫ى‬َُ‫ا‬
‫ىى‬ َ ُ‫ اإُ ٍَ َح‬،‫ﷺ‬
‫ى‬
َُُِّ‫آ‬ ُ َُ ُْ
‫ ﴿أ ُىِ َٰ ىا ى‬:‫َٰ ﷺ‬ ‫ُْ ّىِم ىَ مس م‬ ‫ ِىَْىَ مْ م‬،﴾ّ ‫ِْ ىاَْىلرْى م‬ ‫ىخم م‬
.ُِ ‫وًُم َىلىْر‬
‫ ىا ىُا وى ُِ م‬،ُِ ‫ُ إُّىْر‬
ُ ُُ
‫ىاىَ مسِّْ مَرَََم رْ َى رسَىَ رُ ُِِمْ ىٍ﴾؛ ىُا وَىلرَىّ م‬
Diriwayatkan dari Ibnu Umar, Muhammad bin Kaab, Zaid bin
Aslam, dan Qatadah, suatu hadits dengan rangkuman sebagai
berikut: ketika dalam peperangan Tabuk, ada seseorang yang
berkata: “Belum pernah kami melihat seperti para ahli membaca
Al-Qur’an (qurra’) ini: orang yang lebih buncit perutnya, dan
lebih dusta mulutnya, dan lebih pengecut dalam peperangan,”
maksudnya adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan
para Sahabat yang ahli membaca Al-Qur’an. Maka berkatalah Auf
bin Malik kepadanya: “Kau pendusta, kau munafik, aku
beritahukan hal ini kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam.” Lalu berangkatlah Auf bin Malik kepada Rasulullah
untuk memberitahukan hal ini kepada beliau, akan tetapi
sebelum ia sampai, telah turun wahyu kepada beliau.

Dan ketika orang itu datang kepada Rasulullah Shallallahu


‘Alaihi wa Sallam, beliau sudah beranjak dari tempatnya dan
menaiki untanya, maka berkatalah ia kepada Rasulullah: “Ya
Rasulullah, sebenarnya kami hanya bersenda gurau dan
mengobrol sebagaimana obrolan orang yang mengadakan
Modul Kitab Tauhid | 130
131
perjalanan untuk menghilangkan penatnya perjalanan.” Kata
Ibnu Umar: “Aku teringat orang tersebut berpegangan sabuk
pelana unta Rasulullah, sedang kedua kakinya tersandung-
sandung batu, sambil berkata : ‘Kami hanyalah bersenda gurau
dan bermain-main saja,’ kemudian Rasulullah bersabda
kepadanya: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat -Nya, dan Rasul-Nya
kamu selalu berolok-olok.”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan seperti


itu tanpa menoleh, dan tidak bersabda kepadanya lebih dari pada
itu.

Modul Kitab Tauhid | 131


132

‫﴿َلتًد وَ َت تََوّّتاُب تُ ومتَئ دِّتا دِ وَ بتّ وِ دِ ت‬


‫ِ تُاِت‬
‫َُ َتّْ دِ تد‬
‫ ت‬:َ‫اّ َتّ تِ تا‬ ‫ت ب و‬
.‫َ وََب لتيتّ بّْلت تَ تُ تّا دِ﴾ الُتَت‬‫تِ ت‬
[49] Bab Firman Allah: “Dan Jika Kami
Melimpahkan Kepadanya Sesuatu Rahmat Dari
Kami, Sesudah Dia Ditimpa Kesusahan, Pastilah Dia
Berkata, ‘Ini Adalah Hakku.” (Qs. Fushshilat: 50)

‫ ىاأ ىىً ىرُ مْ ح‬،‫«َ ىََ ُ ىْ ىَلُي‬


.»ُُِ ِْ ُ ‫وى ى‬
‫ ى‬: ً‫اُ مجىاَ ح‬
Dalam menafsirkan ayat ini Mujahid mengatakan: “Ini adalah
karena jerih payahku, dan akulah yang berhak memilikinya.”

.»‫ ُُ رِ َُرَ ًُي‬:ً‫و‬


‫ «ومُْ م‬: َ‫ا‬
‫اُ َُر مِ ىََ ن‬
‫ىاوى ى‬
Sedangkan Ibnu Abbas mengatakan: “Ini adalah dari diriku
sendiri.”

.﴾ْ‫اُ إَُىا أماََُْمِم ىَلىَ َُ رل ن‬


‫ ﴿وى ى‬:‫ىاوىَ رّْمِم‬
“(Qarun) berkata: sesungguhnya aku diberi harta kekayaan ini,
tiada lain karena ilmu yang ada padaku.” (QS. Al-Qashash: 78)

.»ُّ ‫اس‬ ُ ُْْ ُِ ُُ ْ‫ «َلىَ َُ رل ن‬:‫اُ وىََاَُم‬


ُ ُ‫ُْ َم ى‬
‫م‬ ‫م‬ ّ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫وى ى ى‬
Qotadah ‫ى‬
-dalam menafsirkan ayat ini- mengatakan:
“Maksudnya: karena ilmu pengetahuanku tentang cara-cara
berusaha.”

Modul Kitab Tauhid | 132


133
َُ ُُِ ْ‫ «َلىَ َُ رل ن‬:ٍ‫اُ آَْا ى‬
ُّ‫َٰ أ‬
َ‫ ىاىَ ىََ ىُ رْ ى‬.»ِ‫ىِ ّىِم أ رىَ ح‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ىاوى ى ى م‬
.»ُ‫ «أماََُِْ َلىَ ى ْ ن‬:ً‫اَ ن‬
ُ ‫وىَُُْ مج‬
‫مم ى ى‬ ‫ر ى‬
Ahli tafsir lainnya mengatakan: “Karena Allah mengetahui
bahwa aku orang yang layak menerima harta kekayaan itu,” dan
inilah makna yang dimaksudkan oleh Mujahid: “Aku diberi harta
kekayaan ini atas kemulianku.”

ِ‫ «إُ ٍَ َىىاَىٍك ُُ ر‬:ُْ ‫َٰ ﷺ وىَ مْ م‬ َُ ُْ ‫ أىَِْم ىُم ىَ ىَ مس ى‬،ُ‫ىا ىَ رِ أُىِ مَىْورَىْى‬
،ْ‫َٰم أى ٍَ وىَرَََىلُْىَ مُ ر‬
َ ََ‫ ِىأ ىىَ ى‬،ََ‫ ىاأ رىَ ى‬،ُ ‫ ىاأىورَىْ ى‬،ِ ‫ أىُرَىْ ى‬:ِْ
َُِْ‫ُ ُِ إُس‬
‫ى رى ى‬
‫ أى ب ن‬:ُ‫ا‬ ُ ‫ِىَََ ىْ ى‬
ّ‫ىْ ب‬ ‫ي ى ريَ أ ى‬ ‫ ِىَ ىْ ى‬،ِ‫ ِىأىَىَ َأىُرَىْ ى‬،‫ِ إّىرُْ رْ ىُلى كُا‬ ‫ى‬
ً‫ّ ىَ ُِّ ََّ َُي وى ر‬ َ‫ى‬ َ
‫ر‬ ‫و‬‫ا‬
‫ى ى ح ىى م‬ ، ِ ‫س‬ ْ ً
‫ح‬ ‫ل‬
‫ر‬ ُْ‫ ا‬،ِ‫ ّىْ حٍ ْس‬:ُ‫ا‬
‫َ؟ وى ى ر ى ى ح ى‬ ‫إُّىرْ ى‬
ً‫ ىاأ رمَ ُّ ىي ّى رْ ك‬،‫ّ ىَرَِم وى ىَ مَُم‬ َ َ
‫ى‬ ِ
‫ى‬ ، ِ َ ‫س‬ َ‫ى‬ِ : ُ‫ا‬
‫ى‬ ‫و‬
‫ى‬ .َ‫َا‬ َ َّ َُِ ُ ‫وى‬
َ
‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى ى ىم‬ ‫ىى م‬
:ُ‫ا‬ ‫َ؟ وى ى‬ ‫ّ إُّىرْ ى‬
‫ىْ ب‬ ُ ‫ ِىأى ب‬:ُ‫ا‬
‫ي َمىاُ أ ى‬ ‫ وى ى‬،‫ ىاُْ رل كًَ ىْ ىسَكا‬،‫ىْ ىسَكا‬
:ُ‫ا‬ ‫ ىاوى ى‬،‫ ِىأ رمَ ُّ ىي ىًوىٍك َم ىْىََْى‬- ِ‫ا‬ ‫َ إُ رس ىَ م‬ َ ‫ ى‬- ْ‫َ ُإُ مِ أى ُا ََّىَ ىْ م‬
.‫َ ُِ ىُْا‬ ‫َٰم ّى ى‬َ ُ‫ىِ َُى‬
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa ia mendengar
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: sesungguhnya
ada tiga orang dari Bani Israil, yaitu: penderita penyakit kusta,
orang berkepala botak, dan orang buta. Kemudian Allah ingin
menguji mereka bertiga, maka diutuslah kepada mereka seorang
Malaikat. Maka datanglah Malaikat itu kepada orang pertama
yang menderita penyakit kusta dan bertanya kepadanya: “Apakah
Modul Kitab Tauhid | 133
134
sesuatu yang paling kamu inginkan?” Ia menjawab: “Rupa yang
bagus, kulit yang indah, dan penyakit yang menjijikkan banyak
orang ini hilang dari diriku.” Maka diusaplah orang tersebut, dan
hilanglah penyakit itu, serta diberilah ia rupa yang bagus, kulit
yang indah, kemudian Malaikat itu bertanya lagi kepadanya: “Lalu
kekayaan apa yang paling kamu senangi?” Ia menjawab: “Onta
atau sapi,” maka diberilah ia seekor onta yang sedang bunting, dan
iapun didoakan: “Semoga Allah memberikan berkah-Nya
kepadamu dengan onta ini.”

‫ي ين‬
ْ‫ ى رْح‬:ُ‫ا‬ ‫َ؟ وى ى‬ ‫ّ إُّىرْ ى‬
‫ىْ ب‬ ‫ أى ب ى ر ى‬:ُ‫ا‬
‫أ‬ َ ‫ ِىَ ىْ ى‬،ُ‫ ِىأىَىَ َأىورَىْ ى‬:ُ‫ا‬ ‫وى ى‬
‫ ِى ىَ ىس ىَِم‬:ُ‫ا‬ ‫ وى ى‬.َ‫َا‬ َ َّ ِ ََُُ ‫ اوى رَ ىَّ ىَ ُِّ ََّ َُي وى رً وى‬،ِ‫ىْس ح‬
‫ىى م‬ ‫ى ى م‬
ّ‫ىْ ب‬ ُ ‫ أى ب‬:ُ‫ا‬
‫ي َمىاُ أ ى‬ ‫ ِىَ ىْ ى‬،‫ ىاأ رمَ ُّ ىي ى رْكَْ ىْ ىسَكا‬،‫ّ ىَرَِم‬ ‫ِى ىَ ىَ ى‬
ُ‫ ىِ َُى‬:ُ‫ا‬‫ ىاوى ى‬،‫ ِىأ رمَ ُّ ىي ُىَ ىْىْكُ ىْ ُاُ كا‬،ِ‫ ََّىَ ىْ مْ أى ُا َ ُإُ م‬:ُ‫ا‬ ‫َ؟ وى ى‬ ‫إُّىرْ ى‬
.‫َ ُِ ىُْا‬‫َٰم ّى ى‬
َ
Kemudian Malaikat tadi mendatangi orang kepalanya botak,
dan bertanya kepadanya: “Apakah sesuatu yang paling kamu
inginkan?” Ia menjawab: “Rambut yang indah, dan apa yang
menjijikkan di kepalaku ini hilang,” maka diusaplah kepalanya,
dan seketika itu hilanglah penyakitnya, serta diberilah ia rambut
yang indah, kemudian Malaikat tadi bertanya lagi kepadanya:
“Harta apakah yang kamu senangi?” Ia menjawab: “Sapi atau
onta,” maka diberilah ia seekor sapi yang sedang bunting, seraya
didoakan: “Semoga Allah memberkahimu dengan sapi ini.”

Modul Kitab Tauhid | 134


135
‫ي ين‬
ٍ‫ أى ر‬:ُ‫ا‬ ‫َ؟ وى ى‬ ‫ّ إُّىرْ ى‬ ‫ أى ب ى ر ى‬:ُ‫ا‬
‫ىْ ب‬ ‫أ‬ َ ‫ ِىأىَىَ َأ ر‬:ُ‫ا‬
‫ ِىَ ىْ ى‬،ََ‫ىَ ى‬ ‫وى ى‬
ُُ ُ ُ ‫ِ ُى ى‬َ‫َٰم إُ ى‬
‫َٰم‬َ َْ‫ ِىَى‬،‫ ِى ىَ ىس ىَِم‬:ُ‫ا‬ ‫ وى ى‬.َ‫َا‬‫ ِىأمُرص مْ ِ ََّ ى‬،‫صْي‬ َ َْ‫وىَم‬
‫ ِىأ رمَ ُّ ىي‬،ْ‫ َِّىَى م‬:ُ‫ا‬ ‫ّ إُّىرْ ى‬ ُ ‫ ِىأى ب‬:ُ‫ا‬ ُ
‫َ؟ وى ى‬ ‫ي َمىاُ أ ى‬
‫ىْ ب‬ ‫ وى ى‬،‫صىُْم‬‫إُّىرِْ ُى ى‬
.ًَ‫ى اُك ىاَُّ ك‬
Kemudian Malaikat tadi mendatangi orang yang buta, dan
bertanya kepadanya: “Apakah sesuatu yang paling kamu
inginkan?” Ia menjawab: “Semoga Allah berkenan mengembalikan
penglihatanku sehingga aku dapat melihat orang,” maka
diusaplah wajahnya, dan seketika itu dikembalikan oleh Allah
penglihatannya, kemudian Malaikat itu bertanya lagi kepadanya:
“Harta apakah yang paling kamu senangi?” Ia menjawab:
“Kambing,” maka diberilah ia seekor kambing yang sedang
bunting.

ََ‫ ىاىاَّ ىً ىَ ىََ؛ ِى ىُا ىٍ ُهىىََ ىا نََ ُُ ىِ َ ُإُ ُِ ىاُهىىََ ىا ن‬،ٍَُ َ‫ِىأىْرََى ىّ ىَ ى‬
ُِ ِ ُ
‫ ممَ إَِْم أىَىَ َأىُرَىْ ى‬:ُ‫ا‬ ‫ وى ى‬.ُْ‫ ىاُهىىََ ىا نََ ُُ ىِ َِّىَى‬،ُْ ْ‫ُُ ىِ ََّىَ ى‬
‫ِ َحَُى م‬
ُ‫ا‬ ‫ى‬ ُ ُ‫ر‬ ْ
‫ى‬ ‫ى‬ّ ْ‫ى‬ َ
‫ر‬ ْ َ ً‫ر‬ ‫و‬
‫ى‬ ‫ن‬
‫ح‬ ُُ ‫ َِْ ُُس‬:ُ‫ا‬
‫ى ح ر‬ ‫م‬ ‫ى‬ ْ
‫ى‬ َ
‫ى‬ ِ ، ُ ًَََُْ‫ََُُِْْ ا‬
ِ ‫م ى ى ىرى‬
‫َ َُِّ َُي‬ ‫ىسأىّم ى‬‫ أ ر‬،َ
ُ
‫ِ َّْىَ رْىُ إَُّ ُِ َٰ ممَ ُ ى‬ ُ ‫ُِ ىس ىّ ُْي؛ ِى ىا ُىىا ى‬
‫َ ى‬
ُِ ُُِ ُ‫ ُىُْ كرَ أىَىََىَلَ م‬،ُ‫ا‬ ‫ ىاَم ى‬،ِ‫ ىاَلىرل ىً َحى ىس ى‬،ِ‫اُ َّلَ رْ ىٍ َحى ىس ى‬ ‫أ رىَّى ى‬
‫ى‬
‫َ! أىىمر‬ ‫ىِ أ رىَ ُِْم ى‬ ُ
ّ ‫ ىَأ‬:‫اُ ّىِم‬ ‫ ِىَ ىْ ى‬.‫ِْ ىَثُ ىرُح‬
‫ َحممْ م‬:ُ‫ا‬ ‫ ِىَ ىْ ى‬،‫ىس ىّ ُْي‬

Modul Kitab Tauhid | 135


‫‪136‬‬
‫اُ‪ :‬إَُىا‬ ‫َٰم؟! ِىَ ىْ ى‬
‫َ‬ ‫َاَ؛ ِىُْ كرَ ِىأ رىَّى ى‬
‫اُ‬ ‫ِ وىَ رْ ىَ مَىُ ََّ م‬ ‫َى مُ رِ أىُرَىْ ى‬
‫ُ ىَ ُاِ كِ؛‬ ‫إُ رٍ مَرَ ى‬ ‫اُ‪:‬‬‫اُ ىَاُكَْ ىَ رِ ىَاُ نْ‪ِ ،‬ىَ ىْ ى‬ ‫ُ ىَ ىََ َم ى‬ ‫م‬ ‫ىاََُر‬
‫ى‬
‫ُ‪.‬‬ ‫َٰم إُ ىَ ىُا مَرَ ى‬
‫ص َىر ىُ َ‬ ‫ِى ى‬
‫اُ ُهىىََ‪،‬‬ ‫ْ ىََُُِْ‪ِ ،‬ىَ ىْ ى‬
‫اُ ّىِم ُُثر ىِ ىُا وى ى‬ ‫ُ ُِ م‬ ‫اُ‪ :‬ىاأىَىَ َأىورَىْ ى‬ ‫وى ى‬
‫ص َىر ىُ‬‫ى‬‫ِ‬ ‫؛‬ ‫ِ‬ ‫اُ‪ :‬إُ رٍ مَرَُ ىَ ُ‬
‫اِ‬ ‫ى‬ ‫ْ‬
‫ى‬ ‫َ‬
‫ى‬ ‫ِ‬ ‫َ‪،‬‬ ‫َ‬
‫ى‬ ‫َ‬ ‫اََ َلىْ ُِ ُُثرِ ُا ََ َلىْ ُ‬
‫ِ‬
‫ك ى‬ ‫ى‬ ‫ىى ى ر ى ى ى ى ر ى‬
‫ُ‪.‬‬‫َٰم إُ ىَ ىُا مَرَ ى‬ ‫َ‬

‫اُ‪ :‬ىَ مْ حِ‬ ‫ْ ىََُُِْ ىاىَرًَْىَُ ُِ‪ِ ،‬ىَ ىْ ى‬ ‫ىَ ىََ ُِ م‬ ‫اُ‪ :‬ىاأىَىَ َأ ر‬ ‫وى ى‬
‫اُ ُِ ىس ىّ ُْي؛ ِى ىا‬ ‫ِ َحَُى م‬ ‫ُ ُى‬ ‫ن ىاَُر مِ ىسَُ نِْ‪ ،‬وى رً َْرَ ىّْى ىْ ر‬
‫ُ ُ‬
‫ُ رسُ ح‬
‫ُ‬ ‫ُ‬
‫َ‬ ‫َ ََِّي ىََ ىَلىرْ ى‬ ‫ىسأىّم ى‬
‫َ‪ ،‬أ ر‬ ‫ِ َّْىَ رْىُ إَُّ ُِ َٰ ممَ ُ ى‬ ‫ُىىا ى ُ‬
‫َ ى‬
‫ُ أ رىَ ىََ ِىَىَْ‬ ‫اُ‪ :‬وى رً مَرَ م‬ ‫صىْىُ؛ ى ا كُ أىَىََىَلَ مُ ُِىا ُِ ىس ىّ ُْي‪ِ ،‬ىَ ىْ ى‬‫ُى ى‬
‫ِ ُص ُْي‪ِ ،‬ىَ رَ ُا ُ رًُ‪ ،‬اَُ ُا ُ رًُ‪ِ ،‬ىَْ َُ‬
‫َٰ ىّ‬ ‫ى ى‬ ‫ى ىى ر ى‬ ‫م ى‬ ‫َٰم إُ ىَ ى ى‬‫َ‬
‫ٰ‪.‬‬ ‫أىُْ مً ىُ ََُّْْ ُْي نَ أىَ رََىِ َُُ‬
‫ر ى ىرى ى ر ى م‬
‫ُ‬ ‫اُ‪ :‬أ رىُ ُس ر‬
‫َ‪ِ ،‬ىُإَىا َُرََملَْم رْ؛ ِىَ ىْ رً مَ َُ ىي ىَرَ ى‬
‫َ‪،‬‬ ‫َ ىُاّى ى‬ ‫ِىَ ىْ ى‬
‫ىَ ُْ ىْاُم‪.‬‬ ‫ُ َلىَ ْ ُ‬ ‫اس ُ‬
‫َ» أ ر‬‫اَْىَرْ ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫َ‬ ‫ىم‬
‫‪Modul Kitab Tauhid | 136‬‬
137
Lalu berkembang biaklah onta, sapi dan kambing tersebut,
sehingga yang pertama memiliki satu lembah onta, yang kedua
memiliki satu lembah sapi, dan yang ketiga memiliki satu lembah
kambing. Sabda nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berikutnya:
kemudian datanglah Malaikat itu kepada orang yang sebelumnya
menderita penyakit kusta, dengan menyerupai dirinya di saat ia
masih dalam keadaan berpenyakit kusta, dan berkata kepadanya:
“Aku seorang miskin, telah terputus segala jalan bagiku (untuk
mencari rizki) dalam perjalananku ini, sehingga tidak akan dapat
meneruskan perjalananku hari ini kecuali dengan pertolongan
Allah, kemudian dengan pertolongan Anda. Demi Allah yang telah
memberi Anda rupa yang tampan, kulit yang indah, dan kekayaan
yang banyak ini, aku minta kepada Anda satu ekor onta saja untuk
bekal meneruskan perjalananku.” Tetapi permintaan ini ditolak
dan dijawab: “Hak-hak (tanggunganku) masih banyak,” kemudian
Malaikat tadi berkata kepadanya: “Sepertinya aku pernah
mengenal Anda, bukankah Anda ini dulu orang yang menderita
penyakit lepra, yang mana orangpun sangat jijik melihat Anda,
lagi pula Anda orang yang miskin, kemudian Allah memberikan
kepada Anda harta kekayaan?” Dia malah menjawab: “Harta
kekayaan ini warisan dari nenek moyangku yang mulia lagi
terhormat,” maka Malaikat tadi berkata kepadanya: “Jika Anda
berkata dusta niscaya Allah akan mengembalikan Anda kepada
keadaan Anda semula.”

Kemudian Malaikat tadi mendatangi orang yang sebelumnya


berkepala botak, dengan menyerupai dirinya di saat masih botak,
dan berkata kepadanya sebagaimana ia berkata kepada orang
yang pernah menderita penyakit lepra, serta ditolaknya pula
permintaannya sebagaimana ia ditolak oleh orang yang pertama.
Maka Malaikat itu berkata: “Jika Anda berkata bohong niscaya
Allah akan mengembalikan Anda seperti keadaan semula.”

Kemudian Malaikat tadi mendatangi orang yang sebelumnya


buta, dengan menyerupai keadaannya dulu di saat ia masih buta,
Modul Kitab Tauhid | 137
138
dan berkata kepadanya: “Aku adalah orang yang miskin, yang
kehabisan bekal dalam perjalanan, dan telah terputus segala jalan
bagiku (untuk mencari rizki) dalam perjalananku ini, sehingga aku
tidak dapat lagi meneruskan perjalananku hari ini, kecuali dengan
pertolongan Allah kemudian pertolongan Anda. Demi Allah yang
telah mengembalikan penglihatan Anda, aku minta seekor
kambing saja untuk bekal melanjutkan perjalananku.” Maka orang
itu menjawab: “Sungguh aku dulunya buta, lalu Allah
mengembalikan penglihatanku. Maka ambillah apa yang Anda
sukai, dan tinggalkan apa yang tidak Anda sukai. Demi Allah, saya
tidak akan mempersulit Anda dengan mengembalikan sesuatu
yang telah Anda ambil karena Allah.” Maka Malaikat tadi berkata:
“Tahanlah harta kekayaan Anda, karena sesungguhnya engkau ini
hanya diuji oleh Allah, Allah telah ridha kepada Anda, dan murka
kepada kedua teman Anda.” (HR. Bukhari dan Muslim )

Modul Kitab Tauhid | 138


139
‫آت بمتا د‬ ‫َُ َتّْ دِ تد‬
‫َاحئا تَ تَِ لتَب بَ تُتِاِت‬
‫ ﴿َتّْت تَا ت ت‬:َ‫اّ َتّ تِ تا‬ ‫ت ب و‬
‫آت بمتا﴾ الُتَت‬
‫يَا ت‬ ‫د‬
‫َت‬
[50] Bab Firman Allah: “Ketika Allah
Mengaruniakan Kepada Mereka Seorang Anak Laki-
Laki Yang Sempurna (Wujudnya), Maka Keduanya
Menjadikan Sekutu Bagi Allah Dalam Hal (Anak)
Yang Dikaruniakan Kepada Mereka, Maha Suci Allah
Dari Perbuatan Syirik Mereka.” (Qs. Al-A’Raf: 190)

َُ
‫َٰ؛‬ ‫َس نْ مُ ىَْ نً ُِّى رُر‬ ُِ َ ُ
‫م‬ ُ
ْ ‫ح‬ َ ‫ل‬ َ َ
ْ ْ ّ َ
َ َُ« :ُ‫اُ َُِ ِْن‬
‫ّ ر‬ ‫م‬ ‫ر‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫م‬ ‫ى‬ ‫وى ى ر م ى ر‬
ًُ َ‫ىَر‬ ‫ ىْا ى ا‬،َ ُ ُ ُ
‫ ىاىُا أى ر َىِى ىِّ ى‬،ٍُ ‫ ىا ىَرًَ َّ ىُ رَْى‬،‫ىَ ىْرًَ ىَ رَ ُْنا‬
.»ِ‫مل َ طّ بِ ب‬
Ibnu Hazm berkata: “Para ulama telah sepakat
mengharamkan setiap nama yang diperhambakan kepada selain
Allah, seperti: Abdu Umar (hambanya umar), Abdul Ka’bah
(hambanya Ka’bah) dan yang sejenisnya, kecuali Abdul
Muthalib.”

،ُ ‫آَ مُ؛ ىمىلى ر‬‫َاَا ى‬ ‫ «ّى ََا َىَِىْ ى‬:ُ‫ا‬ ‫اَ ُِ َلوىٍُ؛ وى ى‬ ‫ىا ىَ ُِ َُر ُِ ىََ ن‬
ِ‫ىَىْ رَْم مُ ىَا ُُ ى‬ ُ ُ ُُِ‫ إ‬:ُ‫ا‬ ُ‫ِىأ ىىت مما إُُل‬
‫ْاَْم مُ ىَا َََّي أ ر‬ ‫ى‬ ّ ‫ى‬ ْ
‫ى‬ َ
‫ى‬ ِ ، َ ْ
‫ى رر م‬
،َ ‫ ِىَْى رَ مْ مَ ُُ رِ ُىّرَُ ى‬،ِ‫ِ إُوُّ ن‬
‫ىْ ىْلى َِ ّىِم وىَ رْ ىر‬
‫اِ أ رىا ىأ ر‬
ُ ُ
ُّ ْْ‫ ّىَمّ ى‬،ٍََ‫َلى‬
ُ َُ ‫ ىُمْاُ ََ ىً َحا‬،- ‫ اىأىِرَْلى َِ – مخ ُِْمََُا‬،ِْ‫ِىَْ مْ ب‬
ٍ‫ ِىأىُىَْىا أى ر‬،ُ ‫ّى م ىر ى‬ ‫ىّ م ى‬ ‫ى م ى ى‬
Modul Kitab Tauhid | 139
140
‫ ِىأىُىَْىا‬،ُُِّْ‫اُ ُُثر ىِ وىَ ر‬‫ ِىَ ىْ ى‬،‫ ِىأ ىىت ممىا‬،ُ ُ
‫ ممَ ىمىلى ر‬.‫ ِى ىَىْ ىَ ىُرََْكا‬،‫ومّرَْ ىْاُم‬
ُ
،‫ ِى ىَ ىَىْ ىهمىَا‬،‫ ِىأ ىىت ممىا‬،ُ ‫ ممَ ىمىلى ر‬.‫ ِى ىَىْ ىَ ىُرََْكا‬،‫أى رٍ ومّ ىْْاُم‬
:‫َ وىَ رّْمِم‬ ُ ُ َُ ‫ ِىس ََْاُ ََ ىً َحا‬،ًُ ‫ّ َّّْى‬
‫ُ؛ ِى ىَّ ى‬ ‫ى ى م ىر ى‬ ‫ِىأ رىَ ىَىَ مُ ىَا مْ ب ى‬
.‫ام‬‫آت ممىا﴾ ىَاَُم َُرِ أُىِ ىْ ُن‬ ‫ى‬ ‫ا‬ َُِْ َ‫﴿ْْ ىا ّىِ ْىَا‬
‫ى م‬ ‫ى ى م مى ى ى‬
Diriwayatkan bahwa Ibnu Abbas dalam menafsirkan ayat
tersebut mengatakan: “Setelah Adam menggauli istrinya Hawwa,
ia pun hamil, lalu iblis mendatangi mereka berdua seraya berkata:
‘Sungguh, aku adalah kawanmu berdua, yang telah mengeluarkan
kalian dari Surga. Demi Allah, hendaknya kalian mentaati aku,
jika tidak maka akan aku jadikan anakmu bertanduk dua seperti
rusa, sehingga akan keluar dari perut istrimu dengan
merobeknya, demi Allah, itu pasti akan kulakukan.” Itu yang
dikatakan iblis dalam rangka menakut-nakuti mereka berdua,
selanjutnya iblis berkata: “Namailah anakmu dengan Abdul
harits.” Tapi keduanya menolak untuk mentaatinya, dan ketika
bayi itu lahir, ia lahir dalam keadaan mati. Kemudian Hawwa
hamil lagi, dan datanglah iblis itu dengan mengingatkan apa yang
pernah dikatakan sebelumnya. Karena Adam dan Hawwa
cenderung lebih mencintai keselamatan anaknya, maka ia
memberi nama anaknya dengan “Abdul Harits,” dan itulah
penafsiran firman Allah: “Dan mereka berdua menjadikan sekutu
bagi Allah dalam pemberianNya.” (HR. Ibnu Abi Hatim)

ُ ُ ‫ « م ْىَاَ ُِ َى‬:ُ‫ا‬ ُ ْ ً‫اّىِ ُسَى ن‬


‫ ىاىمر‬،ََِ‫ا‬
‫ى‬ ‫ى ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬‫و‬ ،َُ‫ا‬
‫ى‬ َ
‫ى‬ َ
‫ى‬ ‫و‬ ِ
‫ر‬ َ
‫ى‬ :ُ‫ن‬ ْ
‫ر‬ َ ‫ىم ى ى‬
.»ََُُِ‫وى مُ رِ ُِ ََُى ىا‬
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan pula, dengan sanad yang
shahih, bahwa Qatadah dalam menafsirkan ayat ini mengatakan:
Modul Kitab Tauhid | 140
141
“Yaitu, menyekutukan Allah dengan taat kepada iblis, bukan
dalam beribadah kepadanya.”

‫ ﴿ّىًُ رِ آَىَرََْىََىا‬:ُُِّْ‫اَ نً ُِ وىَ ر‬ُ ‫ َِ مج‬:ُْ


‫َْ ن ى ر ى‬
ُ ً‫اّىِ ُسَى ن‬
‫ى‬ ‫ىم ى‬
ُ‫ ىاِمَُىْ ىُ رَْى ما‬.»ً‫ا‬
‫ «أى ر ىّ ىْا أى رٍ ىّ وى مُْ ىٍ إُْر ىس ك‬:ُ‫ا‬ ُْ
‫احكا﴾؛ وى ى‬ ‫ى‬
.‫ ىا ىُ رُرُمىا‬،ًْ
‫ اسُْ ن‬،ُِ ‫َ ُِ َحس‬
‫ى ىى ىى‬
Dan dalam menafsirkan firman Allah: “Jika engkau
mengaruniakan anak laki-laki yang sempurna (wujudnya).”
Mujahid berkata: “Adam dan Hawwa khawatir kalau anaknya
lahir tidak dalam wujud manusia,” dan penafsiran yang sama
diriwayatkannya pula dari Al-Hasan (Al-Basri), Sai'd (Ibnu Jubair)
dan yang lainnya.

Modul Kitab Tauhid | 141


142
‫ ﴿َدتد‬:َ‫اّ َتِّ تا‬
‫ّ الت ومتاِب احب وَ تَ َتا وََبُْب دهتا‬ ‫د‬
‫ت‬ ‫ُ َتّ وْ دِ ت ت‬
‫تَ ب‬
‫تمتاِددَ﴾ الُتَت‬ ‫ََتَُا الت دَُّ ُّْ د‬
‫وْ بَِ تْ دِ َ و‬ ‫تب‬ ‫ت ب‬
[51] Bab Firman Allah: “Hanya Milik Allah-Lah
Asmaul Husna (Nama-Nama Yang Baik), Maka
Berdoalah Kepada-Nya Dengan Menyebut Asma-Nya
Itu, Dan Tinggalkanlah Orang-Orang Yang
Menyelewengkan Asma-Nya. Mereka Nanti Pasti
Akan Mendapat Balasan Atas Apa Yang Telah
Mereka Kerjakan. “ (Qs. Al A’Raf: 180)

:﴾ُُِِ‫ىمىا‬
‫ ﴿وَمرل َُ مًا ىٍ ُِ أ ر‬:َ‫ا‬ ‫ِى ىَْ َُرِ أُىِ ىْ ُن‬
‫ ىَ ُِ َُر ُِ ىََ ن‬:‫ام‬ ‫ى م‬
.»ٍ‫«وم رْ ُْمَْ ى‬
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang
maksud firman Allah: “Menyelewengkan Asma-Nya,” ia
mengatakan, “Maksudnya, berbuat syirik (dalam Asma-Nya).”

ُ ُ ُ ‫َّا‬
‫ ىاَّْمَِى ُ ىِ ى‬،ِ‫َ ُ ىِ َ ُإّى‬
.»ُِ ‫َّْ ُِو‬ ‫«مبَْ َ ى‬
‫ ى‬:‫ىا ىَرَِم‬
Ibnu Abbas juga mengatakan: “Mereka menamainya Laata
dari kata Al-Ilah, dan Al-Uzza dari kata Al-Aziz.”

.»‫َ ُُرََ ىُا‬ ُِ ٍ‫ «و رً َُلمْ ى‬:ٍ


‫ى‬ ْ
‫ر‬‫ى‬ّ ‫ا‬ ُ
‫ى‬ ‫ا‬ ُْ
‫ى‬ ‫ىا ىَ ُِ َأ رىَ ىَ ُ م‬
Dan diriwayatkan dari Al-A’masy dalam menafsirkan ayat
tersebut ia mengatakan: “Mereka memasukkan ke dalam Asma-
Nya nama-nama yang bukan dari Asma-Nya.”

Modul Kitab Tauhid | 142


143
‫َ تََ َْتى تد‬
ّ‫ا‬ ‫ُ تّ ُبّ تّ ب‬
‫ ال ت ب ت‬:ِ‫ا‬ ‫تَ ب‬
[52] Bab: Larangan Mengucapkan “Salam Atas
Allah”

‫َّ ﷺ‬ ُّ ََُّ َ‫ مَََا إُ ىَِ مَََا ىُ ى‬:ُ‫ا‬ ‫ َ ُِ َُ ُِ ُسْ ن‬:ُْ


‫ وى ى‬،َْ ُ َ َّ ُِ
‫صَ ُ ى ر ى ر م‬
َ‫ َّ َس ىا مُ ىَلى‬،ُُ َ‫َٰ ُُ رِ ََُى ُا‬َُ َ‫ َّ َس ىاُ َلى‬:‫ص ىا ُُ؛ ومَ رلَا‬ َ َّ ُِ
‫م ى‬ ‫ى‬
َُ َ‫ َّ َس ىاُ َلى‬:َْ‫«ّ َىَ مّْْم‬ ‫ ِىَ ىْ ى‬،ٍ‫ِمىا نٍ ىاِمىا ن‬
،َٰ ‫م ى‬ ‫ ى‬:‫َّ ﷺ‬ ‫اُ ََُّ ب‬
َ ٍَ ‫ِىُإ‬
.»ُ‫َٰى مَ ىْ َّ َس ىا م‬
Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim, dari Ibnu
Abbas ia berkata: ketika kami melakukan shalat bersama Nabi
Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kami pernah
mengucapkan: “Semoga keselamatan untuk Allah dari hamba-
hambanya,” dan “Semoga keselamatan untuk si fulan dan si
fulan,” maka NabiSAW bersabda: “Janganlah kamu mengucapkan:
‘Keselamatan semoga untuk Allah,’ karena sesungguhnya Allah
adalah As-Salam (Maha pemberi keselamatan).”

Modul Kitab Tauhid | 143


144

‫ الْت بَ تِ ا وغ دِ وُ دِ اد وْ دَ وً ت‬:ِ‫ُ َتّ وْ د‬


َ ‫تَ ب‬
[53] Bab Ucapan: Ya Allah Ampuni Aku Jika Engkau
Mau

ّ«‫ ى‬:ُ‫ا‬ ‫وى ى‬


‫َٰ ﷺ‬ َُ ُْ‫ أى ٍَ ىَ مس ى‬:ُ‫ ىَ رِ أُىِ مَىْورَىْى‬:ُْ ُ َُ ‫ص‬ َ َّ ُِ
ٍ‫رََ ىمرُِ إُ ر‬ ُ ُ
َْ ُ‫ َّلَ م‬،ُ‫ َّلَ مُ َْ َ رُّ رْ ُِ إُ رٍ رً ى‬:ْ‫ىْ مً مَ ر‬ ‫وىَ مّْْى َِ أ ى‬
َ ٍَ ‫ ُّْىَ رْ ُُُِ َم رساٍّى؛ ِىُإ‬،ُ
.»‫َٰى ىّ مُ رُ ُْىُ ّىِم‬ ‫ى‬ ً‫ُ ر‬
Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim, ‫ى‬ dari Abu
Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
bersabda: “Janganlah ada seseorang di antara kalian yang berdo’a
dengan ucapan: ‘Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau
menghendaki,’ atau berdo’a: ‘Ya Allah, rahmatilah aku jika Engkau
menghendaki,’ tetapi hendaklah meminta dengan yakin, karena
sesungguhnya Allah tidak ada sesuatupun yang memaksa-Nya
untuk berbuat sesuatu.”

َ ٍَ ‫«اّرْمَ ىْ ُُُّْ ََّْ رَُىٍى؛ ِىُإ‬ ُ ُ


‫َٰى ىّ وىََىَ ىْاظى مَِم ى ريَح‬ ‫ ى‬:ْ‫ىاّ مَ رسل ن‬
.»‫أ رىَّىاُم‬
Dan dalam riwayat Muslim, disebutkan: “Dan hendaklah ia
memperbesar keinginannya, karena sesungguhnya Allah tidak
terasa berat bagi-Nya sesuatu yang Ia berikan.”

Modul Kitab Tauhid | 144


145
ِ‫ تَ وب دِي تََ تتِ د‬:ِْ
‫ُ تّ ُتّ بّ ب‬
‫تَ ب‬
[54] Bab: Larangan Mengucapkan: Abdi Dan Amati
(Budakku)

ِ‫«ّ وىَ مْ ر‬
‫ ى‬:ُ‫ا‬‫َٰ ﷺ وى ى‬ َُ ُْ ‫ ىَ رِ أُىِ مَىْورَىْىُ أى ٍَ ىَ مس ى‬:ُُْ َُ ‫ص‬
َ َّ ُِ
ُُ
.‫ي‬ ‫ ىسًّْي ىاىُ رْىّ ى‬:ِ‫ ىاّرْىَ مْ ر‬،َ ‫َ رْ ىََُ ى‬ ُّ ‫ ىا‬،َ ‫ أىَرُْ رْ ىََُ ى‬:ْ‫ىْ مً مَ ر‬
‫أى‬
ِ‫اي ىاِىََى ُا‬ َ َ
‫ى‬ ِ :ِ ْ
‫م‬ َ ْ‫ر‬ّ‫ا‬ ، ُِ ُ‫ى‬‫أ‬
‫ا‬ ‫ي‬ ُ ََ :َْ‫اىّ وَ مِْ أىْ مً م‬
ً
‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى ر‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى ى ر ى ر ىر‬
.»‫ىاُم ىا ُُي‬
Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim, dari Abu
Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
bersabda: “Janganlah salah seorang di antara kalian berkata:
(kepada budak): ‘Hidangkan makanan untuk rabb-mu1, dan
ambilkan air wudhu untuk rabb-mu,’ tetapi hendaknya pelayan itu
mengatakan: ‘Sayyid-ku, dan maula-ku’; dan janganlah salah
seorang di antara kalian berkata: (kepada budak): ‘Abdi-ku, dan
Amati-ku,” dan hendaknya ia berkata: “Fata-ku, fatati-ku, dan
ghulam-ku.”2

1
Rabb artinya banyak, di antara artinya adalah Tuan/Majikan. Dilarangnya
penggunaan lafazh ini untuk menghormati Allah, tetapi gunakanlah sayyid
yang bermakna Tuan juga.
2
Fata, fatati, dan ghulam artinya sama yaitu pelayanku atau budak. Adapun
lafazh Abdi atau amati yang juga bermakna budak sudah digunakan untuk
pengabdian kepada Allah, seperti ungkapan: hamba Allah. (editor)
Modul Kitab Tauhid | 145
146
‫تِ دَ تد‬
ّ ‫ُ تّ ُبّ تُ ذَ تِ وَ تَْ ت‬
‫تَ ب‬
[55] Bab: Larangan Menolak Permintaan Orang
Yang Menyebut Nama Allah

:‫َٰ ﷺ‬ َُ ُْ ‫اُ ىَ مس م‬ ‫ وى ى‬:ُ‫ا‬ َ ‫ىَ ُِ َُر ُِ َم ىَىْ ىَ َُ ىي‬


‫ وى ى‬،‫َٰم ىَرََ مُ ىَا‬
ُ ُ ‫ٰ ِىأ‬َُ ُِ ِ‫«ُ ُِ َسََْا ى‬
ِ‫ ىاىُ ر‬،‫ىَّمُْم‬ ‫ ىاىُ رِ ىسأ ىىُ ُِ َٰ ِىأ ر‬،‫ىَْ مَاُم‬ ‫ى رى ى‬
ُ ُ
‫ ِىُإ رٍ ىمر‬،‫َْى ىَ إُّىرْ مُ رْ ىُ رْمْاِكا ِى ىُاًِمُْم‬ ‫ ىاىُ رِ ى‬،‫ىَ ىَا مَ رْ ِىأىَْْمُْم‬
َُ‫ىُج مًاَ ىُا َم ىُاًُِمْْىِم؛ ِى راََمَْ ّىِم ىْ َّ َىَىْراَ أىَْ مُ رْ وى رً ىَاِىأرممُْم» ىَىا م‬
.ُْ ‫ْ َُ ن‬ ‫ ُسَ ن‬،‫ اَََّساُِي‬،َ‫أىُْ ََا‬
ً
‫م ى م ى ى ى ب ىى ى‬
Ibnu Umar menuturkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang meminta dengan
menyebut nama Allah, maka berilah; barangsiapa yang meminta
perlindungan dengan menyebut nama Allah maka lindungilah;
barangsiapa yang mengundangmu maka penuhilah undangannya;
dan barangsiapa yang berbuat kebaikan kepadamu, maka
balaslah kebaikan itu (dengan sebanding atau lebih baik), dan jika
engkau tidak mendapatkan sesuatu untuk membalas kebaikannya,
maka doakan ia, sampai engkau merasa yakin bahwa engkau telah
membalas kebaikannya.” (HR. Abu Dawud, dan Nasai dengan
sanad yang shahih)

Modul Kitab Tauhid | 146


147
‫تِ بدَْ دَ تد‬
‫اّ ادتّ التّتَب‬ ‫ُ تّ ُب وََ ب ت و‬
‫تَ ب‬
[56] Bab: Larangan Meminta Dengan Menyebut
Allah Selain Surga

َُ ُِ ُْْ ُ‫«ّ وسأ مى‬


َُّ‫َٰ إ‬ َُ ُْ ‫ وى ى‬،ْ‫ىَ رِ ىْاُ ن‬
‫ ى م ر ى ر‬:‫َٰ ﷺ‬ ‫اُ ىَ مس م‬
‫ وى ى‬:ُ‫ا‬
.َ‫َلىٍَم» ىَىاَُم أىُمْ ىَ مَاى‬
Jabir menuturkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam bersabda: “Tidak boleh dimohon dengan menyebut nama
Allah kecuali Surga.” (HR. Abu Dawud)

Modul Kitab Tauhid | 147


148
ْ‫ُ تِا تَاِت دِ الّْت‬
‫تَ ب‬
[57] Bab: Tentang Andai

َُ ُ‫اوىَْ م‬
‫ ﴿وىَ مّْْمْ ىٍ ّى رْ ىَا ىٍ ّىَىا ُُ ىِ َأ رىُ ُْ ى ريَح ىُا ومَُرلَىا‬:َ‫َٰ َىَ ىْ ىا‬ ‫ىر‬
.﴾‫اََىا‬
‫ىَ م‬
“Mereka (orang-orang munafik) mengatakan: ‘Seandainya kita
memiliki sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya
(kita tak akan terkalahkan) dan tidak ada yang terbunuh di
antara kita di sini (perang Uhud).’ Katakanlah: ‘Kalaupun kamu
berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan
akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh.
Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji (keimanan) yang ada
dalam dadamu, dan membuktikan (niat) yang ada dalam hatimu.
Dan Allah Maha Mengetahui isi segala hati.” (QS. Ali Imran: 154)

‫وِ وىاّمَْ ُُإ رَ ىَْهُُ رْ ىاوىَ ىْ مًاَ ّى رْ أىَىاَم ى‬


﴾َْ‫ًْ ىُا ومَُلم‬ ‫ى‬
ُ ََّ﴿ :ِ‫اوىَّْم‬
َ ‫ىرم‬
.‫َلوىٍى‬
“Orang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya
dan mereka takut pergi berperang: ‘Seandainya mereka mengikuti
kita tentulah mereka sudah terbunuh.’ Katakanlah: ‘Tolaklah
kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar.” (QS.
Ali Imran: 168)

« :ُ‫ا‬ ‫َٰ ﷺ وى ى‬ َُ ُْ ُ َُ ‫ص‬


‫ ىَ رِ أُىِ مَىْورَىْىُ أى ٍَ ىَ مس ى‬:ُْ َ َّ ُِ‫ىا‬
ُ ُ ُ ‫ ا‬،َّْ‫َُْ ُِْ َلىَ ُا وَرََ ى‬
َ ‫ ىاإُ رٍ أ ى‬،ِ‫َسَىْ رِ ُِ َٰ ىاىّ َىَ رَْ ر‬
‫ىْاُى ى‬ ‫ر ر ى ى ى مى ىر‬
Modul Kitab Tauhid | 148
149
:ِ‫ ىاّى ُُ رِ وم ر‬،ََ‫ُ؛ ىَا ىٍ ىَ ىََ ىاىَ ى‬ ُّ‫ ِى ىا َىَ مْ رِ ّى رْ أ‬،‫ى ريَح‬
‫ىِ ِىَ ىْ رل م‬
.»ٍ‫ا‬ ُ ‫َٰ اُا ى اَ ِىَِْ؛ ِىُإ ٍَ (ّىْ) َىَ رَّىُ ََِ ََّّْْى‬
‫م ىى ى ر‬ ‫ر‬ ‫ََ َم ى ى ى ى ى‬ ‫وىً ى‬
Diriwayatkan dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah bahwa
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Bersungguh-
sungguhlah dalam mencari apa yang bermanfaat bagimu, dan
mohonlah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusanmu),
dan janganlah sekali-kali kamu bersikap lemah, dan jika kamu
tertimpa suatu kegagalan, maka janganlah kamu mengatakan:
‘Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini atau
begitu,’ tetapi katakanlah: ‘Ini telah ditentukan oleh Allah, dan
Allah akan melakukan apa yang Ia kehendaki.’ Sebab, kata
‘seandainya’ itu akan membuka pintu perbuatan setan.”

Modul Kitab Tauhid | 149


150
ُِ‫َ ّد‬
‫الُ د‬ ّ‫تَ دّ تَ وَ تْ د‬
‫ُ الّّ و‬
‫تَ ب‬
[58] Bab: Larangan Mencaci-Maki Angin

َُ ُْ ‫مِ ُر ُِ ىَ رْ ن‬
َْ‫«ّ َى مسَب‬ ‫ ى‬:‫َٰ ﷺ‬ ‫اُ ىَ مس م‬ ‫ وى ى‬:ُ‫ا‬ ‫ وى ى‬،ّ ُّ‫ىَ رِ أ ى‬
ِ‫َ ُُ ر‬ ‫ َّلَ مُ َْ إُ ًَ ْى رسأىّم ى‬:َْ‫وُ؛ ِىُإ ىَِ ىَأىورََم رْ ىُا َى رُىْمَْ ىٍ؛ ِىَ مّْْم‬ ُّ
‫َّْ ى‬
ُ ُّ ُُ َُ َ‫ىَ رُر ى‬
َ‫ ىاْىَْمِْم ُ ى‬،ُُِ َ ُ
‫ ىا ىَ رُر ىُا أمُىْ ر‬،‫ ىا ىَ رُر ىُا ِ ىُْا‬،ُ‫و‬ ُ َّْ
ُ ُْ‫ ا ى ُْ ُا أ ُم‬،‫ ا ى ُْ ُا ُُِْا‬،ُ‫و‬ ُّ ُُ َُ َ‫ُُ رِ ى ُّْ ى‬
‫ْ ََ ىَِم‬ ‫َ ُِ» ى‬ ‫َّْ ُ ى ّ ى ى ى ّ ى ى ر‬
.‫ي‬ ‫َّرُُ َُ ب‬
‫ّر‬
ُ
Diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab, bahwa Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah kamu mencaci
maki angin. Apabila kamu melihat suatu hal yang tidak
menyenangkan, maka berdoalah: ‘Ya Allah, sesungguhnya kami
memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, dan kebaikan apa yang
ada di dalamnya, dan kebaikan yang untuknya Kau perintahkan ia,
dan kami berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, dan
keburukan yang ada di dalamnya, dan keburukan yang untuknya
Kau perintahkan ia.’” (HR. Turmudzi, dan hadits ini ia nyatakan
shahih)

Modul Kitab Tauhid | 150


151
َ‫اُْديت د‬
‫ّ غتر اح دَّ ظت تَ ال د‬ ‫د‬ ‫ُ َتّ وْ دِ ت‬
‫ت‬ ‫ ﴿ُتظبّذْ تْ دَ ت و ت ت‬:َ‫اّ َتّ تِ تا‬ ‫تَ ب‬
﴾ّ ‫ُّ بّْلبْ تْ ُِ لتّا دَِ التِ دُ دَِ تَّ بِ َبِ اد تْ التُِ بِْتَ دتد‬
‫وت ب‬ ‫تو ت ت و و و و‬ ‫ت‬
‫الُتَت‬
[59] Bab Firman Allah: “Mereka Berprasangka Yang
Tidak Benar Terhadap Allah, Seperti Sangkaan
Jahiliyah, Mereka Berkata: ‘Apakah Ada Bagi Kita
Sesuatu (Hak Campur Tangan) Dalam Urusan Ini.’
Katakanlah: ‘Sungguh Urusan Itu Seluruhnya Di
Tangan Allah. “ (Qs. Ali Imran: 154)

.‫ٰ ظى َِ َّ َس رَُْ ىَلىرُْ رْ ىََُِىُْم َّ َس رَُْ﴾ َلوىٍى‬


َُ ُِ ‫ ﴿ََُّاُّْن‬:ِ‫اوىَّْم‬
‫ى‬ ‫ىرم‬
“Dan supaya dia mengadzab orang-orang munafik laki-laki
dan orang-orang munafik perempuan, dan orang-orang musyrik
laki laki dan orang-orang musyrik perempuan yang mereka itu
berprasangka buruk terhadap Allah, mereka akan mendapat
giliran (keburukan) yang amat buruk, dan Allah memurkai dan
mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka Neraka
Jahannam. Dan (Neraka Jahannam) itulah seburuk-buruk tempat
kembali.” (QS. Al-Fath: 6)

ُ ‫اُ َُر مِ َّ ىُُّْْْ ُِ َلوىٍُ َأ ى‬


‫ «ِم ّسىْ ىَ ىََ ََُّ بِ ُأىَِْم مسرَ ىَاْىِم‬:َ‫ما‬ ‫وى ى‬
ُ ُ ‫ اأى ٍَ أىُُْ سْ ر‬،ِ‫ىّ وَرَصْ َسّْى‬
‫ىْاُىِم ىمر‬ ‫ ىاِم ّسىْ ُأى ٍَ ىُا أ ى‬،ِ‫َ ىََ ب‬ ‫ى م م ى م م ى ر ىم ى ى‬
َُ َُ ً‫و مُِ ُىْ ى‬
َُ ‫ ىاإُْر ىُا‬،ٍُ َ‫ ِىَ مّ ُّسىْ إُُْر ىُا َُ َحُ رُ ى‬.ُِ ََُ‫َٰ ىا ُْ رُ ى‬ ‫ى ر‬
Modul Kitab Tauhid | 151
‫‪152‬‬
‫َّ ىْ رً َُ‪ ،‬ىاإُْر ىُا َُ أى رٍ ومَُ َْ أ رىُىْ ىَ مسُُِّْ ﷺ‪ ،‬ىاأى رٍ ومُر ُ ىُْم ىَلىَ َّ ًُّو ُِ‬
‫مَلُّ ُِ‪ ،‬ىاىَ ىََ مَ ىْ ظى بِ َّ َس رَُْ ََّ َُي ظىََِم َمَىاُِ مْْ ىٍ ىاَم رْ ُْمَْ ىٍ ُِ‬
‫ُ‬ ‫م‬ ‫ُم‬
‫مس ىَُْ َّ ىّرَ ُُ‪ .‬ىاإَُىا ىَا ىٍ ىَ ىََ ظى َِ َّ بسَْى؛ أىَِْم ظى بِ ىُ رُر ىُا وىل م‬
‫ّْ‬
‫ص ُاَ ُِ‪ِ .‬ى ىَ رِ‬ ‫ّْ ُُح رُ ىََُ ُِ‪ ،‬ىا ىمر ًُ ُُ‪ ،‬ىاىا رَ ًُ ُُ َّ َ‬‫ُ‬
‫ُِ مسرَ ىَاْىِم‪ ،‬ىاىُا وىل م‬
‫ُ‬
‫َ ىَ َُ بِ ىُ ىْ ىُا‬ ‫ُ‬ ‫ظى َِ أىَِْ و ًُوِ ََّ ُ‬
‫اَ ىِ ىَلىَ َحى ُّّ إُ ىََّىٍك مُ رسَىَْْكُ وى ر‬ ‫مم م ى‬
‫َاُُِِ ىاوى ىً َُُ‪ ،‬أ رىا أىْر ىُىْ أى رٍ‬
‫َحى بّ‪ ،‬أ رىا أىْر ىُىْ أى رٍ وى مُْ ىٍ ىُا ىْىْى ُىْ ى‬
‫وى مُْ ىٍ وى ىً مَُم ُحُ رُ ىَ نٍ ىُِِّى نٍ وى رسَى َُ بّ ىَلىرَْ ىُا َحى رَ ىً‪ُ ،‬ى رِ ىَ ىَ ىْ أى ٍَ‬
‫وِ‬ ‫ِىَُّ َُّ ًُْْ نٍ مجََْ نُ؛ َِ﴿ِىَُّ ظى بِ ََّ َُوِ ىَ ىّْاَ‪ِ ،‬ىَْوِ ُّلَ ُ‬
‫َ‬
‫ى م ىر ح ى‬ ‫ى‬ ‫ى ى ى ىى‬
‫ىَ ىّ مْاَ ُُ ىِ َََّا َُ﴾‪.‬‬
‫َ ُُِْ‪ ،‬اُِ‬ ‫ٰ ظى َِ َّ َسَُْ ُِ‬ ‫َاَ وُمَبْ ىٍ ُِ َُ‬
‫َْا‬
‫ى ى‬ ‫ر‬ ‫ب‬ ‫َ‬
‫ى‬ ‫خ‬
‫ر‬ ‫ى‬ ‫ا‬ ‫َْ‬
‫ى‬ ‫ر‬ ‫ىاأى رَثىَ مْ ََّ ُ ى‬
‫ُ‬ ‫ُ‬
‫ىمىاَىُم‬ ‫َٰى ىاأ ر‬
‫ُ َ‬ ‫َ إَُّ ىُ رِ ىَىْ ى‬ ‫وىَ رّ ىْلمِم ُِى رُرَ رْ ىاىّ وى رسلى مْ ُُ رِ ِىّ ى‬
‫ن َّلََُّْ ََّ ُ‬
‫َاْ مُ‬ ‫ّْْ ُْ رََُُ ُِ ا ىمر ًُ ُُ‪ِ .‬ىَ رلْىَ رْ ى ُ‬ ‫ا ُْ ىّاَُُِ‪ ،‬اُ ُ‬
‫م‬ ‫ى ى‬ ‫ىم ى‬ ‫ى‬
‫َٰ‪ ،‬ىاّرْى رسَىَ رِ ُّ رُْم ُُ رِ ظىَُّ ُِ ُىُُِّْ ظى َِ‬ ‫ََُّ رّ ُس ُِ ُِ ىََ‪ ،‬اّرََّْ إُ ىَ َُ‬
‫ى ى ىم ر‬ ‫ى‬
‫ُ َُرَ ىًُم َىَ ىََْبَكا ىَلىَ َّ ىْ ىً َُ‬ ‫ُ‬
‫ُ؛ ّىىْأىور ى‬‫ُ ىُ رِ ِىََ رْ ى‬‫َّ َس رَْ‪ .‬ىاّى رْ ِىََ رْ ى‬
‫‪Modul Kitab Tauhid | 152‬‬
153

‫ ىاأىَِْم ىَا ىٍ وىَرَََىُِي أى رٍ وى مُْ ىٍ ىَ ىََ ىاىَ ىََ؛ ِى مَ رسَى ُِْق‬،‫ىاىُ ىا ىٍُك ّىِم‬
ّ‫ُ ىس ُامح؟ ِىُإ رٍ َىَرَ مّ ُُرََ ىُا َىَرَ م‬
‫َ ىَ رِ أىْر ى‬‫ٍ ْىَ رّ ىس ى‬ ُ ُ
‫ ىاِىََّ ر‬،ْ‫ىامُ رسَى رُثح‬
.»‫َ ىً ُْْكا‬ ‫َْ نٍ ىاإَُّ ِىُإُِّ ىّ إُ ىَاّم ى‬ ُ ُ ُ
‫ُ رِ ِي ىَُ ى‬
Ibnu Qayyim dalam menafsirkan ayat yang pertama
mengatakan: “Prasangka di sini maksudnya adalah bahwa Allah
tidak akan memberikan pertolongan-Nya (kemenangan) kepada
Rasul-Nya, dan bahwa agama yang beliau bawa akan lenyap.”

Dan ditafsirkan pula: “Apa yang menimpa beliau bukanlah


dengan takdir (ketentuan) dan hikmah (kebijaksanaan) Allah.”

Jadi prasangka di sini ditafsirkan dengan tiga penafsiran:


Pertama, mengingkari adanya hikmah Allah. Kedua,
mengingkari takdir-Nya. Ketiga, mengingkari bahwa agama yang
dibawa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam akan
disempurnakan dan dimenangkan Allah atas semua agama.

Inilah prasangka buruk yang dilakukan oleh orang-orang


munafik dan orang-orang musyrik yang terdapat dalam surat Al-
Fath.

Perbuatan ini disebut dengan prasangka buruk, karena


prasangka yang demikian tidak layak untuk Allah, tidak patut
terhadap keagungan dan kebesaran Allah, tidak sesuai dengan
kebijaksanaan-Nya, Puji-Nya, dan janji-Nya yang pasti benar.

Oleh karena itu, barangsiapa yang berprasangka bahwa Allah


akan memenangkan kebatilan atas kebenaran, disertai dengan
lenyapnya kebenaran; atau berprasangka bahwa apa yang terjadi
ini bukan karena Qadha dan takdir Allah; atau mengingkari
Modul Kitab Tauhid | 153
154
adanya suatu hikmah yang besar sekali dalam takdir-Nya, yang
dengan hikmah-Nya Allah berhak untuk dipuji; bahkan mengira
bahwa yang terjadi hanya sekedar kehendak-Nya saja tanpa ada
hikmah-Nya, maka inilah prasangka orang orang kafir, yang mana
bagi mereka inilah Neraka “Wail.”

Dan kebanyakan manusia melakukan prasangka buruk


kepada Allah, baik dalam hal yang berkenaan dengan diri mereka
sendiri, ataupun dalam hal yang berkenaan dengan orang lain,
bahkan tidak ada orang yang selamat dari prasangka buruk ini,
kecuali orang yang benar-benar mengenal Allah, Asma dan sifat-
Nya, dan mengenal kepastian adanya hikmah dan keharusan
adanya puji bagi-Nya sebagai konsekwensinya.

Maka orang yang berakal dan yang cinta kepada dirinya


sendiri, hendaklah memperhatikan masalah ini, dan bertaubatlah
kepada Allah, serta memohon maghfirah-Nya atas prasangka
buruk yang dilakukannya terhadap Allah.

Apabila Anda selidiki, siapapun orangnya pasti akan Anda


dapati pada dirinya sikap menyangkal dan mencemoohkan takdir
Allah, dengan mengatakan hal tersebut semestinya begini dan
begitu, ada yang sedikit sangkalannya dan ada juga yang banyak.
Dan silahkan periksalah diri Anda sendiri, apakah Anda bebas
dari sikap tersebut?

“Jika Anda selamat dari sikap tersebut, maka Anda selamat


dari malapetaka yang besar, jika tidak, sungguh aku kira Anda
tidak akan selamat.” [Selesai ucapan Ibnul Qoyyim]

Modul Kitab Tauhid | 154


155
ُ‫ُ تِا تَاِت دِ بِ وّ دَ دُي ال تّ تِ د‬
‫تَ ب‬
[60] Bab: Tentang Pengingkar Takdir

ٍ‫َ َُر ُِ َم ىَىْ ُْى ًُ ُُ! ّى رْ ىَا ى‬ ‫م‬ ّ‫ر‬ َ


‫ى‬ ْ ‫ي‬ َُ ََّ‫ «ا‬:ََْ َُِ ُ‫ا‬
‫ىاوى ى ر م م ى ى ى‬
َ ‫َٰ؛ ىُا وىَُلىِم‬َُ ُِْ َُ‫ ممَ أىْرَ ىّ ىِْ ُِ س‬،‫ُأىْ ًُ َُْ ُُثرِ أمْ نً ىََِا‬
‫َٰم‬ ‫م ى‬ ‫ى ر م م ىك‬
ُّ ََُّ ُُْ‫َسَى ىً َُ ُىْ ر‬ ُ ُ
:ٍ‫ «َ ُإيىا م‬:‫َّ ﷺ‬ ‫ ىْ َّ وَم رُْ ىِ ُِّ ىْ ىً َُ» ممَ ر‬،‫ُرَِم‬
ُ ََُُّْْ‫ ا‬،ُِ ُ‫ اَسل‬،ُِ َُ‫ امََم‬،ُِ َُُ‫ اُ ىاُِ ى‬،ٰ
،ُْ َ‫َل‬ َُ ُِ َُُِْ‫أى رٍ َم‬
‫ىم م ى ى ر‬ ‫ى‬ ‫ىى‬ ‫ر ى‬
.ْ‫ىاَمَ رُُْ ىِ ُِّ ىْ ىً َُ ىَ رُرُُ ىا ى ُُُّْ» ىَىاَُم مُ رسلُ ح‬
Ibnu Umar berkata: “Demi Allah yang jiwa Ibnu Umar berada
di tangan-Nya, seandainya salah seorang memiliki emas sebesar
gunung Uhud, lalu dia infakkan di jalan Allah, niscaya Allah tidak
akan menerimanya, sebelum ia beriman kepada qadar
(ketentuan Allah),” dan Ibnu Umar membaca sabda Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam : “Iman yaitu engkau beriman
kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-
Rasul-Nya, Hari Akhir, dan beriman kepada takdir yang baik
maupun yang buruk.” (HR. Muslim)

ً‫َ ّى رِ ىُج ى‬‫ِ! إَُْ ى‬ ُ ُ ُ ‫ُ أىَِْ وى ى‬ ُ ُ َ َّ ُِ ُ ُ‫اَِ ََاَ ى‬


َ‫ ىّ ُمى‬:َِ‫اُ ُّر‬ ‫صاُ م‬ ‫ى ى ر مى ى‬
ُ
‫ ىاىُا‬،َ ‫َ ىمر وى مُ رِ ّْم رَ ًُّى ى‬ ُ
‫َى رْ ىْ َ ُإيىاٍ ىْ َّ َىَ رْلى ىْ أى ٍَ ىُا أ ى‬
‫ىْاُى ى‬
ٍَ ُ‫ «إ‬: ُْ ‫َٰ ﷺ وىَ مْ م‬ َُ ُْ ‫ُ ىَ مس ى‬ ُ ‫صَْ ى‬ ُ ُّْ ُِ‫أىَّىأ ىىُ ىم و م‬
‫ ىم رْ م‬،َ ‫رى ر م ى‬ ‫ر‬

Modul Kitab Tauhid | 155


156

ُّ َ‫ ى‬:ُ‫ا‬
َِ‫َ! ىاىُا ى‬ ‫ ِىَ ىْ ى‬،ّ‫ َم رََم ر‬:‫اُ ّىِم‬
‫ ِىَ ىْ ى‬،ْ‫ َّ ىْلى ى‬:‫َٰم‬
َ ّ‫أ َىاىُ ىُا ىَلى ى‬
‫ن‬ ُ
ّ‫ ى‬،»‫اٍَم‬ ‫ّ ىُ ىْاَ ىوْ مَ ُِّ ى ريَ ىْ َّ َىَ مْ ى‬
‫ُْ َّ َس ى‬ ‫ َم رََم ر‬:ُ‫ا‬
‫ّ؟ وى ى‬ ‫أى رََم م‬
‫اَ ىَلىَ ىُ رُر ىَ ىََ؛‬ َُ ُْ ُ ُ
‫«ُ رِ ىُ ى‬ ‫ ى‬:ُْ ‫َٰ ﷺ وىَ مْ م‬ ‫ُ ىَ مس ى‬ ‫ِ ىم رْ م‬ َ‫مى‬
.»ُِّ ُُ َ ‫ِىَلىرْ ى‬
Diriwayatkan bahwa Ubadah Ibnu Shamit berkata kepada
anaknya: “Hai anakku, sungguh kamu tidak akan bisa merasakan
lezatnya iman sebelum kamu meyakini bahwa apa yang telah
ditakdirkan menimpa dirimu pasti tidak akan meleset, dan apa
yang telah ditakdirkan tidak menimpa dirimu pasti tidak akan
menimpamu, aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
wa Sallam bersabda: ‘Sesungguhnya pertama kali yang diciptakan
Allah adalah Qalam, kemudian Allah berfirman kepadanya:
‘Tulislah!” Maka Qalam itu menjawab: ‘Ya Tuhanku, apa yang
mesti aku tulis?’ Allah berfirman: ‘Tulislah ketentuan segala
sesuatu sampai datang hari Kiamat.’ Hai anakku, aku juga telah
mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Barangsiapa yang meninggal dunia tidak dalam keyakinan
seperti ini, maka ia tidak tergolong ummatku.’”

:ُ‫ا‬
‫ ممَ وى ى‬،ْ‫ َّ ىْلى ى‬:‫َٰم‬ ‫ىاُِ َُىاَوىنٍ ُأ ر‬
َ ّ‫ «إُ ٍَ أ َىاىُ ىُا ىَلى ى‬:ً‫ىمى ى‬
ُ َُُْ‫ ِىَْى ُِ َُرلَ َّ َساَ ٍُ ُما َْ ىَاُِِ إُ ىَ و‬،ََّ‫َم ر‬
.»ٍُ ُ‫َّْْى ىا‬ ‫ى ى م ى ح ىر‬ ‫ى‬ ‫م ر ىى‬
Dan dalam riwayat Imam Ahmad disebutkan: “Sesungguhnya
pertama kali yang diciptakan Allah adalah Qalam, kemudian Allah
berfirman kepadanya: ‘Tulislah!’ Maka ditulislah apa yang terjadi
sampai hari Kiamat.”

Modul Kitab Tauhid | 156


157
َُ ُْ
ِ‫ «ِى ىَ رِ ىمر وَم رُُْ ر‬:‫َٰ ﷺ‬ ‫اُ ىَ مس م‬‫ وى ى‬:ّ ‫اُِ َُاَوىنٍ ُُّر ُِ ارَ ن‬
‫ى‬ ‫ى ى‬
.»َُ ‫َٰم ََُِّا‬ ُ ُ
‫ُِّ ىْ ىً َُ ىَ رُرُ ىا ى ُُّْ؛ أ ر‬
َ ‫ىْىْوىِم‬
Diriwayatkan oleh Ibnu Wahb bahwa Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Maka barangsiapa yang tidak
beriman kepada qadar (ketentuan Allah) baik dan buruknya, maka
Allah pasti akan membakarnya dengan api Neraka.”

ُِ ‫مِ ُر‬
َ‫ُ أ ى‬ ْ َ
‫ى‬ َ‫ى‬
‫أ‬ : ُ‫ا‬
‫ى‬ ‫و‬
‫ى‬ ، ‫ي‬ُ ُ ‫ َ ُِ َُ ُِ َّ ًَوَلى‬:»ُِ ‫اُِ «َمسَى ًُ اَّ بسَى‬
َ
‫رم‬ ّ ‫ى ر ر‬ ‫مر‬ ‫ى‬
،َ‫ ُِ ْىَ رّ ُسي ى ريَح ُُ ىِ َّ ىْ ىً َُ؛ ِى ىَ ًَُّرُِ ُ ىْ ري ن‬:ُ ‫ ِىَ مْ رل م‬،ّ ‫ىَ رْ ن‬
،‫مْ نً ىِ ىََكا‬
‫ُ ُثر ىِ أ م‬
ُ ْ‫ «ّىْ أىْرَ ىّ ر‬:ُ‫ا‬
‫ى‬
ُ ُ َ َِ ْ‫ّى‬
‫ ِىَ ىْ ى ر‬،ُّ‫َٰى وم رَََمِم ُ رِ وىَ رل‬ ‫ى‬
ُ ‫َٰم ُُرَ ى‬
‫َ ىمر‬ ‫ ىاَىَ رْلى ىْ أى ٍَ ىُا أ ى‬،َُ ً‫َ ىْ َّ َمَ رُْ ىِ ُِّ ىْ ى‬
‫ىْاُى ى‬ َ ‫ىُا وىَُلىِم‬
َ‫ُ ىَلى‬ َ ُُ ْ‫ ىاّى ر‬،َ ‫صَْى ى‬ُ ُّْ ُِ‫ اُا أىَّىأ ىىُ ىم و م‬،َ ‫ى‬ ً
‫ى‬ ُ َُّْ ُِ‫و م‬
ّ
‫رى ر م‬ ‫ر‬ ‫ىى‬ ‫ى ر مر‬
َُ ً‫ ِىأىَىَُْ ََ ى‬:ُ‫ا‬ ُ َ‫ىُ ُر َ ىََ؛ ّى مُر‬
ِ‫َٰ ُر ى‬ ‫ وى ى ر م ىر‬.»َُ ‫ُ ُ رِ أ رىَ ُِ َََّا‬ ‫ى‬ ‫ر ى‬
ُِ‫ ِى مُلب مُ رْ ىْ ًََى‬،ُ ‫ اىَو ىً ُِ ىَُ ن‬،ٍ‫ا‬ ُ ‫ن‬
‫ ىا مْ ىَورَ ىٍّى ُر ىِ َّْى ىَ ى ر ر ى‬،َْ‫ىُ رسْم‬
ُِ ْ‫ُْ ىَىاَُم َحىاَُ م‬ ُ ِ‫و‬ ُ ُ
‫َْ ح‬ ‫ ىًْ ح ى‬.‫َّ ﷺ‬ ُّ ََُّ ُِ َ‫َ ى‬ ‫مُُثر ُِ ِىّ ى‬
.»ُِ َْ ُ َُ ْ«
‫ى‬
Diriwayatkan dalam Musnad dan Sunan, dari Ibnu Dailami ia
berkata: “Aku datang kepada Ubay bin Kaab, kemudian aku
katakan kepadanya: ‘Ada sesuatu keraguan dalam hatiku tentang
masalah qadar, maka ceritakanlah kepadaku tentang suatu hadits,

Modul Kitab Tauhid | 157


158
dengan harapan semoga Allah menghilangkan keraguan itu dari
hatiku,’ maka ia berkata: ‘Seandainya kamu menginfakkan emas
sebesar gunung Uhud, Allah tidak akan menerimanya darimu,
sebelum kamu beriman kepada qadar, yaitu kamu meyakini bahwa
apa yang telah ditakdirkan mengenai dirimu pasti tidak akan
meleset, dan apa yang telah ditakdirkan tidak mengenai dirimu
pasti tidak akan menimpamu, dan jika kamu mati tidak dalam
keyakinan seperti ini, pasti kamu menjadi penghuni Neraka.’ Kata
Ibnu Dailami selanjutnya: “Lalu aku mendatangi Abdullah bin
Mas’ud, Hudzaifah bin Yaman dan Zaid bin Tsabit, semuanya
mengucapkan kepadaku hadits yang sama dengan sabda Nabi
Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di atas.” (HR. Al-Hakim
dan dinyatakan shahih)

Modul Kitab Tauhid | 158


159
َُ ‫ُ تِا تَاِت دِ امب ت‬
‫ْ ّدْدُ ت‬ ‫تَ ب‬
[61] Bab: Tentang Para Penggambar Makhluk
Bernyawa

:َ‫َٰم َىَ ىْ ىا‬َ ُ‫ا‬ ‫ «وى ى‬:‫َٰ ﷺ‬ َُ ُْ‫اُ ىَ مس م‬ ‫ وى ى‬:ُ‫ا‬ ‫ وى ى‬،ُ‫ىَ رِ أُىِ مَىْورَىْى‬
َْْ‫ أ رىا ُّْى رَلم م‬،ُ‫ّ ىخرلم مّ ىَ ىَ رل ُْي؛ ِىَ رلْى رَلم مَْْ ىَِك‬ ُ
‫ىاىُ رِ أىظرلى مْ مَ رِ ىِ ىَ ى‬
.‫ىَىْ ىْاُم‬ ُ ُ
‫ أ رىا ّْى رَلم مَْْ ى ْ ر ىرُك» أ ر‬،‫ىٍَْك‬
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Allah berfirman: ‘Dan
tiada seseorang yang lebih dzalim dari pada orang yang
bermaksud menciptakan ciptaan seperti ciptaan-Ku, oleh karena
itu. Maka cobalah mereka menciptakan seekor semut kecil, atau
sebutir biji-bijian, atau sebutir biji gandum.” Diriwayatkan oleh
Bukhari-Muslim.

:ُ‫ا‬
‫َٰ ﷺ وى ى‬ َُ ُْ َ ‫ ىَ رِ ىَاُِ ىٍْى ىَ َُ ىي‬:‫ىاىهمىَا‬
‫َٰم ىَرََ مُا أى ٍَ ىَ مس ى‬
ُ ‫ ََّ َُوِ و‬:ٍُ ُ‫َّْْا‬
َُ ُّ ‫اًَْ ىٍ ُخ رل‬
.»َٰ ُ ُ ََّ ً‫«أى ى ب‬
‫َ م ى‬ ‫ىمى‬ ‫َاَ ىَ ىَ كَِ وىَ رْىُ ى ى‬
Diriwayatkan oleh keduanya juga, dari Aisyah, Radhiyallahu
Anha bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Manusia yang paling pedih siksanya pada hari Kiamat adalah
orang-orang yang membuat penyerupaan dengan makhluk Allah.”

Modul Kitab Tauhid | 159


160
ِ‫ « مَ ب‬:ُْ ‫َٰ ﷺ وىَ مْ م‬ َُ ُْ ‫ُ ىَ مس ى‬ ُ ‫ َ ُِ َُ ُِ ََ ن‬:‫اىهَا‬
‫ ىم رْ م‬:َ‫ا‬ ‫ى مى ى ر ى‬
‫َ ُِىا‬‫َ وَم ىْ ََ م‬
‫ح‬ ّ
‫ر‬ َ
‫ى‬ ْ ‫ا‬ َ
‫ى‬َ‫ى‬َْ ْ
‫ى‬ ‫َْْن‬
ُ‫ى‬ ‫م‬ ِ
ُّ ُ
‫م‬ ُ ‫ مرَ ىِْ ّىِم‬،َُ ‫ص ُْنَ ُِ َََّا‬
‫م‬ ّ ‫مُ ى‬
.»َْ‫ُِ ىْ ىَُ ى‬
Juga diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas
bahwa ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
wa Sallam bersabda: “Setiap mushawwir (perupa) berada di
dalam Neraka, dan setiap rupaka yang dibuatnya diberi nafas
untuk menyiksa dirinya dalam Neraka Jahannam.”

ُ
‫ْ ىَْكُ ُِ َّ بًْرَْىا؛ مَلّ ى‬
ٍ‫َ أى ر‬ ‫ْ َْىَ م‬
‫«ُ رِ ى‬‫ ى‬:‫َْا‬ ‫ ىَرَِم ىُ رِْم ك‬:‫ىاىهمىَا‬
.»ٍ‫َ َُىاُِ ن‬ ْ‫ى‬ّ‫ا‬
‫ى ىر ى‬ ، ٌ‫ا‬ ْ
‫ب‬ َّ ‫ا‬ ُُِْ ٍّ‫وَرََ م‬
‫ى ى ى‬
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Ibnu Abbas,
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa
yang membuat rupaka di dunia, maka kelak (pada hari Kiamat) ia
akan dibebani untuk meniupkan ruh ke dalam rupaka yang
dibuatnya, namun ia tidak bisa meniupkannya.”

َ‫َ ىَلى‬ ُ
‫ أىىّ أىُرَ ىْثم ى‬:‫اُ ُِ ىَل قي‬ ‫ وى ى‬:ُ‫ا‬ ُ َْ‫ ىَ رِ أُىِ َهى‬:ْ‫ىاُّ مَ رسلُن‬
‫ وى ى‬،َ‫ا‬
،‫ْ ىَُْك إَُّ َى ىَ رسَىَ ىُا‬ َُ ُْ ‫ىُا ُىَ ىْثىُِ ىَلىرْ ُِ ىَ مس م‬
‫ُ م‬ ‫ «أَىّ َى ىً ى‬:‫َٰ ﷺ‬
.»‫ىاىّ وىر كرَ مُ رْ ُِْكا إَُّ ىس َْورََىِم‬
Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Al-Hayyaj, ia berkata:
sesungguhnya Ali bin Abi Thalib berkata kepadaku: “Maukah
kamu aku utus untuk suatu tugas sebagaimana Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengutusku untuk tugas tersebut?

Modul Kitab Tauhid | 160


161
Yaitu: ‘Janganlah kamu biarkan ada sebuah rupaka tanpa kamu
musnahkan, dan janganlah kamu biarkan ada sebuah kuburan
yang menonjol kecuali kamu ratakan.”

Modul Kitab Tauhid | 161


162
‫ُ ِا َاِ دِ تِكوُّدِ احْد د‬
َ ‫ت ت‬ ‫تَ ب ت ت ت‬
[62] Bab: Tentang Banyak Bersumpah

.﴾ْ‫َْ ىُّمَْ أرىيىاْى مُ ر‬‫﴿ا‬ : َ‫ا‬


‫ى‬ ْ َ
‫ى‬ َ َُ ُ‫اوىَْ م‬
َٰ
‫ى ر‬ ‫ى‬ ‫ىر‬
Firman Allah : “Dan jagalah sumpahmu.” (QS. Al-Maidah: 89)

َ ُ َُ ُْ ُ ‫ وى ى‬،ُ‫َِ أُىِ َْوَْى‬


‫ «َحىل م‬:ُْ
‫َٰ ﷺ وىَ مْ م‬ ‫ُ ىَ مس ى‬‫ ىم رْ م‬:ُ‫ا‬ ‫م ىر ى‬ ‫ىر‬
.‫ىَىْ ىْاُم‬
‫ّ» أ ر‬
ُ ُّ ‫ُرََ ىّ ىٍْح‬
ُ ‫ مىر ىَ ىٍْح ُّرل ىُس‬،ٍُ ْ‫لس رل ى‬ ‫ى‬
‫ر‬ ّ
Abu Hurairah berkata: aku mendengar Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sumpah itu dapat melariskan barang
dagangan namun dapat menghapus keberkahan usaha.” (HR.
Bukhari dan Muslim)

ُ َُْ‫َٰ و‬
ّ‫ ىاى‬،ٍُ ُ‫َّْْى ىا‬ ُ
‫ «َىىاَىٍح ىّ وم ىُلّ مَ مُ مْ َم ى ر ى‬:‫َْا‬
‫ىا ىَ رِ ىس رل ىَا ىٍ ىُ رِْم ك‬
،‫ ىا ىَاُِ حِ مُ رسَى رُُرح‬،ٍَ‫ُ ىَ ن‬ ُ ‫ أم ى‬:َّْْ َََ‫ اىهْ َ ى‬،ْ ُ َُِّْ‫وَى‬
‫َْ ح‬ ‫م ر ى مر ى ح ح‬
َُّ‫َْ إ‬ ُ
َ ‫و‬ ّ‫ا‬ ، ُ ََُُْ ُْ َُّ‫َٰ َُاََىِ؛ ىّ و رْ ُري إ‬
ِ
‫ى ى م‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ىاىَ مْ حِ ىْ ىْ ىِ َى ى ى م ى ى‬
.ُْ‫ْ َُ ن‬ ً‫ُْ ََُُْ ُِ» َاَُ ََّّرَُِب ُسَ ن‬
‫ى ى م ىى ى ى ى‬ ‫ى‬
Diriwayatkan dari Salman bahwa Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Tiga orang yang mereka itu tidak
diajak bicara dan tidak disucikan oleh Allah (pada hari Kiamat),
dan mereka menerima adzab yang pedih, yaitu: orang yang sudah
beruban (tua) yang berzina, orang miskin yang sombong, dan
orang yang menjadikan Allah sebagai barang dagangannya, ia

Modul Kitab Tauhid | 162


163
tidak membeli atau menjual kecuali dengan bersumpah.” (HR.
Thabrani dengan sanad yang shahih)

َُ ُْ ‫صن‬ ُ ُ َُ ‫ص‬َ َّ ُِ‫ىا‬


َٰ ‫اُ ىَ مس م‬ ‫ وى ى‬:ُ‫ا‬ ‫ وى ى‬،‫ن‬ ‫ ىَ رِ َ رَىَْ ىٍ ُر ُِ مْ ى‬:ُْ
- ْ‫ْهمر‬
‫وِ وىَلم ى‬ ُ ََّ َ‫ مم‬،ْ‫ْهم‬
َ ‫ى‬ ‫ل‬
‫م‬ َ ‫و‬ ِ‫و‬ ُ ََّ َ‫ مم‬،َُِْ‫ «َر أمَُ ُِ وى‬:‫ﷺ‬
َ
‫ى‬ ‫ى ى ر‬ ‫ر‬ ‫ى رم‬
َ‫ مم‬- ‫ن أ رىا َىىا كَ؟‬ ُ ‫ ِى ىا أ رىَ َُي أىِى ىَْ ُىَ رْ ىً وىَُُِْْ ىََُْى ر‬:ٍ‫اُ َُ رََْ م‬
‫ر‬ ‫ى‬ ‫وى ى ى‬
ّ‫ ىاىخمْْمْ ىٍ ىاى‬،ٍ‫إُ ٍَ ُىَ رْ ىً مَ رْ وىَ رْكُا وى رْ ىُ مًا ىٍ ىاىّ وم رسَى رْ ىُ مًا ى‬
ُ ُُِْْ ُْ‫ اوُر‬،ٍ‫ اوَرَ مََا ىٍ اىّ وِْمْ ى‬،ٍ‫وَ رْىمىَمْ ى‬
.»ِ‫َّس ىَ م‬
ّ ‫ىى ىم م‬ ‫ىى م ى م‬ ‫م‬
Diriwayatkan dalam shahih Bukhari dan Muslim dari Imran
bin Husain ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
bersabda: “Sebaik-baik umatku adalah mereka yang hidup pada
masaku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi
berikutnya lagi – Imran berkata: aku tidak ingat lagi apakah
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan generasi
setelah masa beliau dua kali atau tiga? – Kemudian akan ada
setelah masa kalian orang-orang yang memberikan kesaksian
sebelum ia diminta, mereka berkhianat dan tidak dapat dipercaya,
mereka bernadzar tapi tidak memenuhi nadzarnya, dan badan
mereka tampak gemuk-gemuk.”

،ُِْ‫َاَ وىَ ر‬
ُ ََّ ‫«َ ررم‬ ‫ن‬ ُُ
‫ ى‬:ُ‫ا‬ ‫َّ ﷺ وى ى‬ َ ََُّ ٍَ ‫ أى‬:َْ‫ ىَ ُِ َُر ُِ ىُ رسْم‬:ِِْ‫ىا‬
‫ ممَ ىَُيَم وىَ رْحُ َى رسَُ مّ ى ىُ ىاَُم‬،ْ‫ْهمر‬
‫وِ وىَلم ى‬ ُ ََّ َ‫ مم‬،ْ‫ْهم‬
َ ‫ى‬ ‫ل‬
‫م‬ َ ‫و‬ ِ‫و‬ َُ ََّ َ‫مم‬
‫ى‬ ‫ىى ر‬
.»‫ ىاىيَُْمِم ى ىُ ىاََىِم‬،‫ىْ ًُ َُ رْ ىيَُْىِم‬
‫أى‬
Modul Kitab Tauhid | 163
164
Diriwayatkan pula dalam Shahih Bukhari dan Muslim, dari
Ibnu Mas’ud bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah mereka yang hidup
pada masaku, kemudian generasi yang datang berikutnya,
kemudian generasi yang datang berikutnya lagi, kemudian akan
datang orang-orang dimana di antara mereka kesaksiannya
mendahului sumpahnya, dan sumpahnya mendahului
kesaksiannya.”

ِ‫َّْ رُ ًُ ىاىرح م‬ ُ َّْ َ‫َ ُُْْْىََىا َلى‬


‫َُ ىاَُ ىا ى‬
‫ى‬
ُ ‫اوى ى‬
‫ « ىَاْمَْ وى ر م ى‬:ْْ‫اُ إُُرَىََْ م‬ ‫ى‬
.»َ‫ُِْى حا‬
Ibrahim (An Nakhai) berkata: “Mereka memukuli kami
karena kesaksian atau sumpah (yang kami lakukan) ketika kami
masih kecil.”

Modul Kitab Tauhid | 164


165
‫َُ ِا َاِ دِ دَ تِ دَ تد‬
َ‫اّ تَدَ تِ دَ ُتبديدّ د‬ ‫ت ب ت تت‬
[63] Bab: Tentang Jaminan Allah Dan Rosulnya

ً‫ََْ َأ رىيىا ىٍ ُىَ رْ ى‬ ُ َُ ًُ ُُْ َْ‫ ﴿اأىاِم‬:ِ‫اوىَّْم‬


‫اَ رً مرم ىاىّ َىَرََ مْ م‬
‫ىى‬َ َ ِ
‫ى‬ ‫إ‬ َٰ ‫ى ر م ى ر ىر‬
ُ ََُْ‫َى‬
.‫ًْ ىَا﴾ َلوىٍى‬ ‫ر‬
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji,
dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah (mu) itu
sesudah mengukuhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah
sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpah itu). Sesungguhnya
Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.” (QS. An Nahl: 91)

ٍ ‫َٰ ﷺ ىَا ىٍ إُِىَ أىَُىْ أ ُىُ كرَ ىَلىَ ىْرْ ن‬ َُ ُْ ‫ أى ٍَ ىَ مس ى‬:،‫ىَ رِ َُمىْور ىًُى‬
َ‫ مم‬،َ‫ن ىَ ر كر‬ ُُ ُ َُ ‫أىا س ُْوَنٍ؛ أىاْاُ ََُ رْْى‬
‫َٰ ىاىُ رِ ىُ ىِْم ُ ىِ َمم رسلَ ى‬ ‫ر ىم ىى‬ ‫ر ى‬
،ٰ َُ ُِ ّْ‫ وىاَُلمَْ ُِ ىَ ى‬،َٰ َُ ُِْ َُ‫ ُِ س‬،َٰ َُ ُْ ‫ «َم رُِاَ ُس‬:ُ‫ا‬ ‫وى ى‬
‫ىر ى‬ ‫ى‬ ‫مى ر‬
ُ ُ
‫ ىاىّ َىَ رَْمَلمَْ ىاّ ك‬،َْ‫ ىاىّ مىثُّلم‬،َ‫ ىاىّ َىَ رًِ مَا‬،َْ‫َم رُ مِىاَ ىاىّ َىَِملب‬
.ًَْ
Buraidah berkata: “Apabila Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam mengangkat komandan pasukan perang atau batalyon,
beliau menyampaikan pesan kepadanya agar selalu bertakwa
kepada Allah, dan berlaku baik kepada kaum Muslimin yang
bersamanya, kemudian beliau bersabda: “Seranglah mereka
dengan “Asma” Allah, demi di jalan Allah), perangilah orang-orang
yang kafir kepada Allah, seranglah dan janganlah kamu
menggelapkan harta rampasan perang, jangan mengkhianati
perjanjian, jangan mencincang korban yang terbunuh, dan jangan
membunuh anak-anak.

Modul Kitab Tauhid | 165


166
- ُ‫ص نا‬ َُ ُُ ‫ ِى راََُْ إُ ىَ َىىا‬،‫اإُ ىَِ ّىُُْْ َ مً َا ىُ ُُِ َم رْ َُُْن‬
‫ى‬ ‫مم ر‬ ‫ى م ى‬ ‫ى ى‬ ‫ى‬
.ْ‫َ ىَرََ مُ ر‬َ َ‫ ىام‬،ْ‫ُْ؛ ِىاورََى رِ ُُرََ مُ ر‬ ‫ُ ن‬
‫ ِىأىوَََىَ مُ َِ ىُا أ ى‬،- ُ‫أ رىا َ ىا‬
‫ىْاُم ى‬
Apabila kamu menjumpai musuh-musuhmu dari kalangan
orang-orang musyrik, maka ajaklah mereka kepada tiga hal: mana
saja yang mereka setujui, maka terimalah dan hentikanlah
penyerangan terhadap mereka.

ْ‫ ممَ رَََم مُ ر‬،ْ‫ُْ؛ ِىاورََى رِ ُُرََ مُ ر‬ ُ ُ ُ


‫ممَ رَََم مُ رْ إ ىَ َ ُإ رس ىاُ ِىإ رٍ أ ى‬
‫ىْاُم ى‬
ٍ‫ىَُ ررمَ رْ أ َىهمرْ إُ ر‬ ُ ُ ُ‫إُ ىَ ََََّ بُُْ ُُِ ََ ََُُْ إُ ىَ ََ َُ َم‬
‫ ىاأ ر‬،ِ‫و‬ ْ
‫ى مى ى‬ْ‫ا‬ ‫ر ى ر‬ ‫ى‬
.ِ‫و‬ ُ
ْ ُ ُ‫ اَلىْ ُ ْ ُا َلىَ َم‬،ِ‫اْ ُْو‬
ْ‫ا‬ ُ َُ‫ِىَْلمَْ ىَُِّ؛ ِىَلىُْ ُا ُّرل‬
‫مى ى‬ ‫ى‬ ‫ى مر ى مى ى ى ر ر ى‬
‫ى‬ ‫ى‬
Kemudian ajaklah mereka kepada agama Islam; jika mereka
menerima maka terimalah mereka, kemudian ajaklah mereka
berhijrah dari daerah mereka ke daerah orang-orang Muhajirin,
dan beritahu mereka jika mereka mau melakukannya maka bagi
mereka hak dan kewajiban sama seperti hak dan kewajiban orang-
orang Muhajirin.

ََُ َْ‫ىَُرمَْ أ َىهمْ و مُْْمْ ىٍ ىَأ رى‬ ‫أ‬‫ى‬ِ ‫ا؛‬ ُ َ َ


‫ر‬ ُ َْ‫ِىُإ رٍ أىََُْ أى رٍ وََىَ َّْم‬
ُ
‫ى‬ ‫ر ر ر ى‬ ‫ر‬ ‫ى‬ ‫ى ى‬ ‫ىر‬
َ‫َٰ َىَ ىْ ىاَ ََّ َُي ىرَ ُْي ىَلى‬ َُ ُْ‫ ىَ ُْي َلىْ ُ ْ ْ ر‬،‫َمسلُ َُن‬
‫مر ى ر ى ر ر م م‬
ٍ‫يَ ى يَح؛ إَُّ أى ر‬ ُ ّ‫ اىّ و مُْ مٍ ىهْ ُِ َََُِّْ ٍُ اَّ ى‬،‫َمَُُُْن‬
‫ى ى ى‬ ‫مر‬ ‫مر ى ى ى‬
.‫ن‬ ُُ ُ
‫مَىاَ مًاَ ىُ ىَ َمم رسلَ ى‬
Modul Kitab Tauhid | 166
167
Tetapi, jika mereka menolak untuk berhijrah dari daerah
mereka, maka beritahu mereka, bahwa mereka akan mendapat
perlakuan seperti orang-orang badui dari kalangan Islam, berlaku
bagi mereka hukum Allah, tetapi mereka tidak mendapatkan
bagian dari hasil rampasan perang dan fai, kecuali jika mereka
mau bergabung untuk berjihad di jalan Allah bersama orang-
orang Islam.

،ْ‫ ِىاورََى رِ ُُرََ مُ ر‬،ُْ‫ىْاُم ى‬ ُ ُ ‫ ِى ر‬،َْ‫ِىُإ رٍ مَ رْ أىُىَ ر‬


‫اسأى رهممْ َل رِوىٍى؛ ِىإ رٍ مَ رْ أ ى‬
َُ ُِ َُِْ‫ ِىاس‬،ََُْ‫ ِىُإ رٍ َْ أى‬،ََُْ‫َ َر‬
.ْ‫ٰ ىاوىاَُرل مُ ر‬ ‫م ر ىر رى ر‬ ‫ىاىَ َ ى م ر‬
Dan jika mereka menolak hal tersebut, maka mintalah dari
mereka jizyah, kalau mereka menerima maka terimalah dan
hentikan penyerangan terhadap mereka. Tetapi jika semua itu
ditolak maka mohonlah pertolongan kepada Allah dan perangilah
mereka.

َُ ‫اُ أى رٍ ىجِْ ىهْ ُِ ٍَُى‬ ُ


َٰ ‫ر ى ى رم‬ ‫ ِىأ ىىَ مََ ى‬،ِ‫ص ن‬
‫َ أ رىَ ىِ ْ ر‬ ‫ىاإُِىَ ىْ ى‬
‫اْ رْ ى‬
ْ‫َْ ىْ رِ ىهمر‬ ُ
ِ ُ َُ ‫اُِ ٍَُى ْىَُُْ ُِ؛ ِى ىا ىجِْ ىهْ ُِ ٍَُى‬
ُ ‫ اّى‬،ُِ َُُْ‫َٰ اُِ ٍَُى ْى‬
‫ر‬ ‫ّ ى‬ ‫ى‬ ‫ر ى ر مر‬ ّ ‫ى‬
‫ ِىُإَْ مُ رْ أى رٍ مَر ُّ مْاَ ُِ ىمى مُ رْ ىاُِ ٍَُى‬،َ ‫ىْ ىَاُ ى‬
ُ
‫َ ىاِ ٍَُى أ ر‬ ‫ِ ََُى ى‬
ُ
.ُِ َُُّْ‫َٰ ىاُِ ٍَُى ْى‬َُ ‫ أىَْ مٍ ُُِ أى رٍ مَر ُّْاَ ُِ ٍَُى‬،ُْ‫أىَْاُ م‬
‫م‬ ‫ر‬ ‫ر ى ر رى‬
Dan jika kamu telah mengepung kubu pertahanan mereka,
kemudian mereka menghendaki darimu agar kamu membuat
untuk mereka perjanjian Allah dan Rasul-Nya, maka janganlah
kamu buatkan untuk mereka perjanjian Allah dan Rasul-Nya, akan
tetapi buatlah untuk mereka perjanjian dirimu sendiri dan
perjanjian Sahabat-Sahabatmu, karena sesungguhnya melanggar

Modul Kitab Tauhid | 167


168
perjanjianmu sendiri dan Sahabat-Sahabatmu itu lebih ringan
resikonya dari pada melanggar perjanjian Allah dan Rasul-Nya.

َُ ُْ ُ‫اُ أى رٍ َمَرَ ُِىهْ َلىَ ْ ر‬ ُ


‫َٰ؛‬ ‫مر ى م‬ ‫ ِىأ ىىَ مََ ى‬،ِ‫ص ن‬
‫َ أ رىَ ىِ ْ ر‬ ‫ىاإُِىَ ىْ ى‬
‫اْ رْ ى‬
َُ ُْ ُ‫ِى ىا َمَرَ ُِرهْ َلىَ ْ ر‬
َ ‫ ىاّى ُُ رِ أىْر ُِرهمرْ ىَلىَ مْ رُ َُ ى‬،َٰ
‫ ِىُإَْ ى‬،َ ‫مر ى م‬
.ْ‫َٰ ُِْ ُ رْ أ رىُ ىّ» ىَىاَُم مُ رسلُ ح‬
َُ ُْ‫صّْ ْ ر‬ ُ ُ
‫ىّ َى رًَي أىَم م م ى‬
Dan jika kamu telah mengepung kubu pertahanan musuhmu,
kemudian mereka menghendaki agar kamu mengeluarkan mereka
atas dasar hukum Allah, maka janganlah kamu mengeluarkan
mereka atas dasar hukum Allah, tetapi keluarkanlah mereka atas
dasar hukum yang kamu ijtihadkan, karena sesungguhnya kamu
tidak mengetahui apakah tindakanmu sesuai dengan hukum Allah
atau tidak.” (HR. Muslim)

Modul Kitab Tauhid | 168


169
‫َُ ِا َاِ دِ ا دلَوَ داَ َْتى تد‬
ّ‫ا‬ ‫ت ت‬ ‫ت ب ت تت‬
[64] Bab: Tentang Bersumpah Mendahului Allah

‫ «وى ى‬:‫َٰ ﷺ‬
ُ‫ا‬ َُ ُْ ‫اُ ىَ مس م‬‫ وى ى‬:ُ‫ا‬ ‫ وى ى‬،ََُٰ ًُ ََ ُِ ُ َ ُ ً‫ىَِ ْرَ م‬
‫ىر‬ ‫ر م‬
َ‫ ىُ رِ ىَِ ََّ َُي وىََىأ َى‬: ‫َٰم‬ َ ُ‫ا‬ ‫ ِىَ ىْ ى‬،ٍ‫َٰم ُّمّ ىا ن‬
َ ْ‫َٰ ىّ وىَ رِ ُّ م‬
َُ ‫ ا‬:َِْ
‫ىمح ى‬
‫ُ ُ ن‬
ُ
‫ىَْىّر م‬ ‫ ىاأ ر‬،‫َ ّىِم‬ ‫ىَلى َي أى رٍ ىّ أى رُّىْ ّ مّ ىاٍ؟! إُُِّ وى رً ىُ ىّ رْ م‬
.ْ‫َ» ىَىاَُم مُ رسلُ ح‬ ‫ىَ ىَلى ى‬
Jundub bin Abdullah berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
wa Sallam bersabda: “Ada seorang laki-laki berkata: ‘Demi Allah,
Allah tidak akan mengampuni si fulan.’ Maka Allah berfirman:
‘Siapa yang bersumpah mendahului-Ku, bahwa aku tidak
mengampuni si fulan? Sungguh Aku telah mengampuni-Nya dan
Aku telah menghapus amalmu.” (HR. Muslim)

ُ ًُ ْ ُِ‫ا‬
‫ وى ى‬،»ً‫ «أى ٍَ َّ ىْاُِ ىِ ىَ مْ حِ ىَاُ ح‬:‫وِ أُىِ مَىْورَىُْى‬
ْ‫اُ أىُم‬ ‫ى ى‬
ُ ‫ أىاَُ ىُْ َْرَْاُ ا‬،ٍ‫ «َى ىُلَْ ُ ىُلَُ ن‬: ُ‫َْوَْى‬
.»‫آَىَْىِم‬ ‫ى ى رى ر م ى م ى‬ ‫م ىر ى‬
Dan disebutkan dalam hadits riwayat Abi Hurairah bahwa
orang yang bersumpah demikian itu adalah orang yang ahli
ibadah. Abu Hurairah berkata: “Ia telah mengucapkan suatu
ucapan yang menghancurkan dunia dan akhiratnya.” (HR. Ahmad
dan Abu Dawud)

Modul Kitab Tauhid | 169


170
‫َُ تّ ََُ وِ تِِ دَ تد‬
َ‫ّ تَْتى تَْ دوّ د‬ ‫ت ب ب وت ب‬
[65] Bab: Larangan Menjadikan Allah Sebagai
Perantara Kepada Makhluknya

ّ‫ ى‬:ُ‫ا‬ ‫ ِىَ ىْ ى‬،‫َّ ﷺ‬ ُّ ََُّ َ‫َِ إُ ى‬


‫ ىْاَى أ رىَىُْ ق‬:ُ‫ا‬‫ وى ى‬،ْ‫ىَ رِ مَْى رُر ُر ُِ مُّرُْن‬
‫ُ َأ رىُ ىْ مَُ؛‬ ُ ُ‫ اَلى ى‬،ُ‫ا‬ ُ ْ‫ ا‬،َّ‫ُ َأىْرَ م‬ ُ ُ‫َٰ! مهُ ى‬ َُ ُْ
‫اُ َّْْى م ى ى‬ ‫م ىى ى‬ ‫ىَ مس ى‬
َُ َ‫ اَُ َلى‬،َْ‫ٰ َلى‬ ُ ُ
،َٰ ‫ ِىُإ ًَ ْى رسَى رّْ مَ ُِ َ ى ر ى ى ى ى‬،َ ‫اسَى رس ُّ ّىَىا ىََُ ى‬
‫ِى ر‬
ُ‫َٰ!» ِى ىَا ىَ ىَُ وم ىسَُّ م‬ َُ ٍ‫َٰ! سََا ى‬ َُ ٍ‫ «سََا ى‬:‫اُ َََُّّ ﷺ‬
‫م ى‬‫ر‬ ‫مر ى‬ ‫ِىَ ىْ ى ب‬
‫َ! أىَى رً َُي‬ ُُ‫ُْ أىَْا‬ ُ ْ‫ُ ىَُِّ ُِ ا‬
‫«ارُى ى‬
‫ى‬ : ُ‫ا‬
‫ى‬ ‫و‬
‫ى‬ ‫م‬
َ‫م‬ ، ِ ‫ىْ َّ َم ُْ ى ى م م ر ى‬
َُ ُِ َّ‫ إَُِْ ىّ وسَ رْ ى‬،َُِّ‫َٰ أىَُىْ ُُِ ى‬ ُ ُ َ ‫ُا‬
ٰ ‫َٰم؟ إ ٍَ ى أر ىٍ َ ر م ر ى م م ر ى م‬ ‫ى‬
.َ‫ ىَىاَُم أىُمْ ىَ مَاى‬.ِ‫و‬ ُ ‫َلىَ أ ن‬
‫» ىاِى ىَىْ َحىً ى‬... ًْ‫ى‬ ‫ى ى‬
Diriwayatkan dari Jubair bin Muth’im bahwa ada seorang
Badui datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
dengan mengatakan: “Ya Rasulullah, orang-orang pada kehabisan
tenaga, anak istri kelaparan, dan harta benda pada musnah, maka
mintalah siraman hujan untuk kami kapada Rabbmu, sungguh
kami menjadikan Allah sebagai perantara kepadamu, dan kami
menjadikanmu sebagai perantara kepada Allah.” Maka Nabi
bersabda: “Maha suci Allah, maha suci Allah” beliau masih terus
bertasbih sampai nampak pada wajah para Sahabat (perasaan
takut akan kemarahan beliau), kemudian beliau bersabda:
“Kasihanilah dirimu, tahukah kalian siapa Allah itu? Sungguh
kedudukan Allah itu jauh lebih agung dari pada yang demikian itu,

Modul Kitab Tauhid | 170


171
sesungguhnya tidak dibenarkan Allah dijadikan sebagai perantara
kepada siapapun dari makhluk-Nya.” (HR. Abu Dawud)

Modul Kitab Tauhid | 171


172
‫تّ ﷺ دمتى الَّتْ دِ د‬
َ‫يِ تَ تْ ّدِ دُ َببُ ت‬ ‫د د د‬
‫و‬ ّ‫ُ تِا تَاِت ِ متاُتَ الّد د‬
‫تَ ب‬
ِ‫ِ وُ د‬
ّ‫ال د‬
[66] Bab: Upaya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa
Sallam Dalam Menjaga Kemurnian Tauhid, Dan
Menutup Semua Jalan Yang Menuju Kepada
Kesyirikan

َ‫ُ ُِ ىاِر ًُ ُىُِ ىَ ُاُ نْ إُ ى‬ ‫ وى ى‬،‫َّْ َُّ ُر‬


‫ َْرّىلى رْ م‬:ُ‫ا‬ ُّ ُِ ‫َٰ ُر‬ َُ ًُ ََ َِ
‫ى ر ىر‬
،»‫َٰم‬ َ ً‫ «َّ َسُّْ م‬:ُ‫ا‬ ‫ ِىَ ىْ ى‬،ً‫ُ ىسُّْ مً ى‬ ‫ر‬ْ‫ى‬‫أ‬ :‫ا‬ َ ‫ل‬
‫ر‬ ْ
‫م‬ َ
‫ى‬ ِ ،‫ﷺ‬ َُ ُْ
َٰ ُ ‫َس‬
‫ى‬ ‫ى‬ ‫ىم‬
،ْ‫ «ومّْمَْ ُىْ رُّْ مُ ر‬:ُ‫ا‬ ‫ ِىَ ىْ ى‬،ّ‫ ىاأ رىَُى مََىا َىرْك‬،‫َ كا‬ ‫ ىاأىِر ى‬:‫ومَ رلَىا‬
‫َلمَىا ِى ر‬
َ‫ ىاىّ وى رسَى رَ ُْوىََ مُ مْ َّْرَّْىا مٍ» ىَىاَُم أىُمْ ىَ مَاى‬،ْ‫ّ وىَ رُّْ مُ ر‬ ُ ْ‫أ رىا ُىَ ر‬
.ً‫ُ ىسَى نً ىُّْْ ن‬
Abdullah bin Asy-Syikhkhir berkata: ketika aku ikut pergi
bersama suatu delegasi Bani Amir menemui Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kami berkata: “Engkau adalah
sayyiduna (tuan kami),” maka beliau bersabda: “Sayyid (Tuan)
yang sebenarnya adalah Allah,” kemudian kami berkata: ‘Engkau
adalah yang paling utama dan paling agung kebaikannya di
antara kita.” Beliau bersabda: “Ucapkanlah ucapan yang wajar
bagi kalian, dan janganlah kalian terseret oleh setan.” (HR. Abu
Dawud dengan sanad yang shahih)

Modul Kitab Tauhid | 172


173
!ً‫َٰ! ىّ ىَ ر ىرىً ىاَُر ىِ ىَ رُرى‬ َُ ُْ ‫ ىّ ىَ مس ى‬:َْ‫َ أى ٍَ ىً كسا وىاّم‬ ‫ىا ىَ رِ أىْى ن‬
،ْ‫َاَ! ومّْمَْ ُىْ رُّْ مُ ر‬‫«ّ أىوَب ىُا ََّ م‬ ‫ ى‬:ُ‫ا‬ ‫ىا ىسُّْ ىً ىً ىاَُر ىِ ىسُّْ ًُ ىً! ِىَ ىْ ى‬
‫ ىُا‬،‫َٰ ىاىَ مسّْمِم‬ َُ ً‫ أ ىىً مُ ََ حً ََ م‬،ٍ‫اىّ وسََُ ُْوََ مُْ ََّّْْىا م‬
‫ى ىر‬ ‫ى ى رى ر ى م ر‬
‫َساُِ بي‬
‫ى‬ َ َّ َُ
‫م‬ ‫ا‬ َ
‫م ىى‬ » َٰ
َ ِ ُ ّ
ِ
‫ى‬‫ى‬ َ
‫ر‬ ْ‫ى‬‫أ‬ َُِّ َ ُِ ّ
ِ
‫ى‬ُ َ
‫ر‬ ُ ِ
‫ر ى‬ ‫ى‬ َْ‫ى‬ِ ِْ ُ ْ
‫م‬ َ
‫ى‬ِْ
‫ر‬ َ
‫ى‬ َ ٍ‫ر‬ ‫ى‬
‫أ‬ ّ‫ب‬ ُ‫أ‬
ْ‫م‬
.ً‫ُ ىسَى نً ىُّْْ ن‬
Dikatakan oleh Anas bin Malik bahwa ada sebagian orang
berkata: “Ya Rasulullah, wahai orang yang paling baik di antara
kami, dan putra orang yang terbaik di antara kami, wahai tuan
kami dan putra tuan kami,” maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
wa Sallam bersabda: “Saudara-saudara sekalian! Ucapkanlah
kata-kata yang wajar saja bagi, dan janganlah sekali-kali kalian
terbujuk oleh setan. Aku adalah Muhammad, hamba Allah dan
utusan-Nya, aku tidak senang kalian mengagungkanku melebihi
kedudukanku yang telah diberikan Allah kepadaku.” (HR. An-Nasai
dengan sanad yang jayyid)

Modul Kitab Tauhid | 173


174
ُ‫اّت تِ تَ َت وِ دُد‬‫﴿َتِا َت تِ بَُا ت‬ ‫َُ ِا َاِ دِ َتّْ دِ تد‬
‫ ت‬:َ‫اّ َتّ تِ تا‬ ‫ت ب ت تت و‬
‫َْبَب َُّْ د‬
‫الّيت تاِ دَ﴾ الُتَت‬ ‫َالتُ ب د‬
‫ُ تم ئيِا َتّ وب ت ت و ت‬ ‫ت و‬
[67] Bab Firman Allah: “Dan Mereka (Orang-Orang
Musyrik) Tidak Mengagung-Agungkan Allah Dengan
Pengagungan Yang Sebenar-Benarnya, Padahal
Bumi Seluruhnya Dalam Genggaman-Nya Pada Hari
Kiamat, Dan Semua Langit Digulung Dengan Tangan
Kanan-Nya. Maha Suci Dan Maha Tinggi Allah Dari”

َُ ُْ
َٰ ُ ‫ «ْاَ ْ رر ُُِ َأىَْا َُ إُ ىَ َس‬:ُ‫ا‬ ‫ى‬ ‫و‬
‫ى‬ ، ‫َ ُِ َُ ُِ ُسْ ن‬
َْ
‫ىم‬ ‫ى ى ى ح ى رى‬ ‫ى ر ى رم‬
ُ ‫َٰ ىَِْ َّ َسَاا‬ ُ ُ
َ‫ََ ىَلى‬ ‫ ىّ مُى ََ مً! إ ًَ ىج مً أى ٍَ َى ر ى م ى ى‬:ُ‫ا‬ ‫ ِىَ ىْ ى‬،‫ﷺ‬
َ‫ا‬ ‫َم‬
‫ا‬ ، َ
‫ن‬ َ ْ ُ‫ اَََّْْ ىَلىَ إ‬،َ‫َْ ن‬ ُ‫ن ىَلىَ إ‬ ُ َ‫ اَأى‬،َ‫إَُْ ن‬
َ
‫ىى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ر‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ر‬ ‫ى‬ ‫رى ى ى‬
ُ ُ
ً‫ أ ىى‬:ُْ ‫ ِىَْىَ مْ م‬،َ‫َْى ن‬‫ ىا ىساِىْ َخىاىِ ُّ ىَلىَ إُ ر‬،َ‫َْى ن‬ ‫ىاَّثَىَْى ىَلىَ إُ ر‬
ُُْ‫ص ًُو كْا ُّىْ ر‬ ُ
‫َ ْىَ ىَْْ مَُم؛ َى ر‬‫َّ ﷺ ىْ َّ ُى ىً ر‬ ‫َ ََُّ ب‬ ‫َ َُ ى‬‫ ِى ى‬،َ
ُ
‫َمل م‬
ُ ‫ى‬
‫ََمِم‬ ‫ِ ىم كْْا وىَرَ ى‬ ُُ
‫َٰى ىْ َّ وى رًَ ىاَأ رىَ م‬ َ َ‫﴿اىُا وى ىً مَا‬ ُ
‫ ى‬:‫ ممَ وىَىْأى‬،‫َحىرر‬
.»‫َ ُْى ََُُْ ُِ﴾ َلوىٍى‬ ُ ُ
‫ََ ىُّر َُّْ ح‬
‫وىَ رْىُ َّْْى ىاٍُ ىاَّ َس ىَ ىاا م‬
Ibnu Mas’ud berkata: “Salah seorang pendeta Yahudi datang
kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam seraya berkata:
‘Wahai Muhammad, sesungguhnya kami dapati (dalam kitab suci
kami) bahwa Allah akan meletakkan langit di atas satu jari,
pohon-pohon di atas satu jari, air di atas satu jari, tanah di atas
satu jari, dan seluruh makhluk di atas satu jari, kemudian Allah
Modul Kitab Tauhid | 174
175
berfirman: ‘Akulah Penguasa (raja).’ Maka Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam tertawa sampai nampak gigi geraham beliau,
karena membenarkan ucapan pendeta Yahudi itu, kemudian
beliau membacakan firman Allah: ‘Dan mereka (orang-orang
musyrik) tidak mengagung-agungkan Allah dengan pengagungan
yang sebenar-benarnya, padahal bumi seluruhnya dalam
genggaman-Nya pada hari Kiamat.” (QS. Az Zumar: 67)

‫«اَلَُى ى‬ ُ ُ‫ُ ُ ن‬
‫ََىْ ىَلىَ إُ ر‬
،َِ َ‫ ممَ وىَ مُبِم‬،َ‫َْى ن‬ ‫اُ ىاَّْ ى‬ ‫ ى‬:ْ‫ىاِ َىاَوىٍ ّ مَ رسل ن‬
.»‫َٰم‬ َ ً‫ أ ىى‬،َ ُ
‫ أ ىىً َمل م‬:ُْ
‫ِىَْىَ مْ م‬
Dan dalam riwayat Imam Muslim terdapat tambahan: ‫ى‬
“Gunung-gunung dan pohon-pohon di atas satu jari, kemudian
digoncangkannya seraya berfirman: ‘Akulah penguasa, Akulah
Allah.”

ُ ُ ‫ن‬
‫«اىرَ ىْ مِ َّ َس ىَ ىااََ ىَلىَ إُ ر‬
‫ ىاَمىاَى‬،َ‫َْى ن‬ ‫ ى‬:‫ي‬ ُّ َُ ‫ىاُِ َُىاَوىٍ ّ رلَم ىَا‬
ُ
.‫ىَىْ ىْاُم‬ ‫ ىا ىساِىْ َخىرل ُّ ىَلىَ إُ ر‬،َ‫َْى ن‬
‫َْى نَ» أ ر‬ ‫ىاَّثَىَْى ىَلىَ إُ ر‬
Dan dalam riwayat Imam Bukhari dikatakan: “Allah letakkan
semua langit di atas satu jari, air serta tanah di atas satu jari, dan
seluruh makhluk di atas satu jari.” (HR. Bukhari dan Muslim)

ُ ‫َٰ َّ َسَاا‬
ُ‫ََ وىَ رْى‬ َ ‫ي‬ ُ
ْ ‫ر‬ّ ‫«و‬ :‫ا‬ َْ ِ
‫م‬ْ ُ ْ َ َ ُِ َُ ُ
ِ َ : ‫ن‬
ْ ُ‫اَُّسل‬
‫م ىى‬ ‫ى‬ ‫ك‬ ‫ىى ىر‬ ‫م‬ ‫ر‬ ‫ى‬ ‫ىمر‬
ِ‫َ أىور ى‬ ُ ‫ ممَ وىَ مْ م‬،َ‫ ممَ ىأر مَ مَ مَ َِ ُْى ًُ ُُ َّْم رَ ى‬،ٍُ ُ‫َّْْى ىا‬
ُ
‫ أ ىىً َمل م‬:ُْ
‫ى‬ ُ
َ‫ مم‬،َ‫ن َّ َسرَ ى‬ ‫َلىَ ماَا ىٍ؟ أىور ىِ َممَى ىُُّرما ىٍ؟ ممَ وىّر ُْي َأ ىىََ ى‬

Modul Kitab Tauhid | 175


176
ِ‫ أىور ىِ َلىَ ماَا ىٍ؟ أىور ى‬،َ ُ ‫ ممَ وىَ مْ م‬،ُُِّ‫ىأر مَ مَ مَ َِ ُ ُْ ىَا‬
‫ أ ىىً َمل م‬:ُْ
‫ى‬
.»‫َمَى ىُُّرما ىٍ؟‬
Imam Muslim meriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa ‫م‬
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Allah akan
menggulung seluruh lapisan langit pada hari Kiamat, lalu diambil
dengan tangan kanan-Nya, dan berfirman: ‘Akulah penguasa,
mana orang-orang yang berlaku lalim? Mana orang-orang yang
sombong?’ Kemudian Allah menggulung ketujuh lapis bumi, lalu
diambil dengan tangan kiri-Nya dan berfirman: ‘Aku lah Penguasa,
mana orang-orang yang berlaku lalim? Mana orang-orang yang
sombong?’”

‫ََ َّ َسرَ مَ ىاَأ ىىَ م‬


ٍ‫َْ ى‬ ‫«ُا َّ َس ىَ ىاا م‬
‫ ى‬:ُ‫ا‬
‫ وى ى‬،َ‫ا‬ ‫ىامَُا ى‬
‫ي ىَ ُِ َُر ُِ ىََ ن‬
.»ْ‫ىْ ًُ مَ ر‬
‫أ‬
‫ى ى‬
ُ ‫َ ََّْ رم ُِ؛ إَُّ ىَََّْىنٍ ُِ و‬
ً ‫ىرى‬ ‫َّ َسرَ مَ ُِ ىَ ُّ ى‬
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Tidaklah langit
tujuh dan bumi tujuh di Telapak Tangan Allah Ar Rahman, kecuali
bagaikan sebutir biji sawi diletakkan di telapak tangan seseorang
di antara kalian.”

‫ىَ ىرىً َُرِ ارَ ن‬ ُ ‫ُن‬


ُ‫ا‬
‫ وى ى‬:ُ‫ا‬
‫ وى ى‬،ّ ‫ أ ر ى م ى‬،َ ‫ ىْ ًََىِ ومْْم م‬:ْ‫اُ َُر مِ ىْْو‬ ‫ىاوى ى‬
‫«ُا‬ :‫ﷺ‬ َُ ُْ
َٰ ‫م‬ ‫س‬ َ ُ‫ا‬
‫ى‬ ‫ى‬‫و‬ : ُ‫ا‬
‫ى‬ ‫ى‬‫و‬ ، ِ‫ى‬ُ‫أ‬ ُِ‫ى‬َ َ
ً ْ : ‫َُِ َو ن‬
ً
‫ى‬ ‫ىم‬ ‫ر م ىر ى‬
ُ ‫ن‬ ُ ُ
ُِ ُ ‫ََ َّ َسرَ مَ ُِ َّ مُ رْس ُّي إَُّ ىَ ىً ىَََ ىْ ىسرََ ىٍْ أمّرْْى ر‬
‫َّ َس ىَ ىاا م‬
.»َ‫َمَ رْ ن‬

Modul Kitab Tauhid | 176


177
Ibnu Jarir berkata: “Yunus meriwayatkan kepadaku dari Ibnu
Wahb, dari Ibnu Zaid, dari bapaknya (Zaid bin Aslam), ia berkata:
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Ketujuh langit
berada di Kursi, tiada lain hanyalah bagaikan tujuh keping dirham
yang diletakkan di atas perisai.”

‫َٰ ﷺ‬ َُ ُْ‫ُ ىَ مس ى‬ ُ َ ‫اُ أىُمْ ىِ ّنَ ىَ َُ ىي‬


‫ ىم رْ ى‬:‫َٰم ىَرَِم‬ ‫ ىاوى ى‬:ُ‫ا‬ ‫وى ى‬
ُ ‫نُ ُن‬ ُ
‫َّْ رْ ُِ؛ إَُّ ىَ ىَ رل ىٍْ ُ رِ ىًْوً أمّرْْى ر‬
ُ ‫«ُا َّ مُ رْس بي ُِ ى‬ ‫ ى‬:ُْ ‫وىَ مْ م‬
.»ِ ُ َ‫ن ظى رُىْ ري ِى ىا نُ ُُ ىِ َأ رى‬‫ُىر ى‬
Kemudian Ibnu Jarir berkata: Abu Dzar berkata: Aku
mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Kursi yang berada di Arsy tiada lain hanyalah bagaikan sebuah
gelang besi yang dilempar ditengah tengah padang pasir.”

َ ‫م‬
‫ىر‬ ‫ا‬ ُْ ُ‫ «ُن َّ َسَ ُاَ َّ بًْرَْا اََُِّ َىل‬:ُ‫ا‬ ‫ى‬ ‫و‬
‫ى‬ ، ‫اَ ُِ َُ ُِ ُسْ ن‬
َْ
‫م‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ر‬ ‫ى‬ ‫ىى ر ى رم‬
ٍُ ْ‫ن َّ َس ىَ ُاَ َّ َساُ ى‬ ُ ُ ‫ اُن مَ ُِ ىم ناَ مىر‬،ُ‫ًُُ ٍُ َ نا‬
‫ ىاُىر ى‬،ُ‫َ ًُىٍ ىَ نا‬ ‫م‬ ‫ى ى ى ىر ى ّ ى‬
،ُ‫َ ًُُى ٍُ ىَ نا‬ ‫م‬
‫ىر‬ ُ ‫ اُن َّ مُُْس ُي اَم‬،ُ‫اَّ مُُْس ُي مىرَ ًُُ ٍُ َ نا‬
َ‫ا‬
‫م‬ ‫ى‬ ‫ى ر ّ م ى ى ى ىر ى ر ّ ى‬
ِ‫ ىّ ىخر ىَّ ىَلىرْ ُِ ى ريَح ُُ ر‬،ُِ ْ‫َّْ ر‬ ِ‫ى‬ ْ َ
‫ى‬ ِ َٰ
َ ‫ا‬ ، ُ ‫اَِّْْ ِىَْ ىِ َم‬
َ‫ا‬
‫ى ىر م ر ى ى م ر ى‬
ِ‫ ىَ ر‬،‫ ىَ رِ ىمَ ُاَ ُر ُِ ىسلى ىٍَى‬:‫ي‬ ُ ُ
ّ‫ىَىْ ىِْم َُر مِ ىُ رًُ ن‬ ‫أ رىَ ىَاّ مُ رْ» أ ر‬
َُ ًُ ََ َِ ،َ‫ َِ َُن‬،ْ‫اْ ن‬
.َٰ ُ َ
‫ى ر ّ ى ر ىر‬ ‫ى‬
Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud bahwa ia berkata: “Antara
langit yang paling bawah dengan yang berikutnya jaraknya 500
tahun, dan antara setiap langit jaraknya 500 tahun, antara langit
Modul Kitab Tauhid | 177
178
yang ketujuh dan Kursi jaraknya 500 tahun, antara Kursi dan
samudra air jaraknya 500 tahun, sedang Arsy itu berada di atas
samudra air itu, dan Allah berada di atas Arsy, tidak tersembunyi
bagi Allah suatu apapun dari perbuatan kalian.” (HR. Ibnu Mahdi
dari Hamad bin Salamah, dari Aisyah, dari Zirr, dari Abdullah bin
Mas’ud)

ًُ َ‫ ىَ رِ ىَر‬،ِ‫ ىَ رِ أُىِ ىاَُِ ن‬،ْ‫اْ ن‬ُ َ َِ : ‫ي‬ ُ ُ


‫ىاىَىاَُم َُى رَ ُُْ َمى رسْمَْ ب ى ر ى‬
.»ِ‫«اّىِم َممْ ح‬ ُ‫ا‬‫ى‬ ‫و‬
‫ى‬ : َ‫ا‬
‫ى‬ ْ َ َ َٰ
َ ِ ‫م‬ َُ َََُّ َّ ٍ
‫م‬ ُِ‫ وىاّىِ َحا‬،َٰ
َُ
‫ى‬ ‫ى‬
‫م ى‬ ‫م‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫ب‬ ‫ى‬ ‫ى‬ ‫م‬
Atsar ini diriwayatkan juga oleh Al-Masudi dari Ashim, dari
Abu Wail, dari Abdullah. “Ia memiliki banyak macam jalur sanad,”
demikian yang dikatakan oleh imam Ad Dzahabi.

:‫َٰ ﷺ‬ َُ ُْ ‫اُ ىَ مس م‬ ‫ وى ى‬:ُ‫ا‬ ‫ وى ى‬،ّ ُ ُ‫اَ ُر ُِ ىَرَ ًُ َمَّل‬ ُ ََّْ‫ى‬ ُِ َ‫ىا ى‬


ُ ‫م‬
‫َٰم ىاىَ مسّْمِم‬ َ :‫ِ؟» ومَ رلَىا‬ ُ َ‫ن َّ َس ىَاَ ىاَأ رى‬ ‫«َ رِ َى رً مَا ىٍ ىَ رْ ُىر ى‬‫ى‬
َ‫ ىاُُ رِ مَ ُِّ ىمى ناَ إُ ى‬،ٍ‫َ ًُُى ٍُ ىسَى ن‬ ‫ىر‬ ُ
‫م‬‫ر‬ ُ ُ ‫ «َََُْىََُا‬:ُ‫ا‬
‫ وى ى ىر م ى ى ى م‬،ْ‫أ رىَلى م‬
‫م‬ ‫س‬
ٍُ ‫َ ًُُى‬ ُ ‫َ مَ ُِّ ىمى ناَ ىُ ُس ىرُم مىر‬ ُ ‫ىم ناَ ُ ُسرُم مىر ُ ُ ُ ن‬
‫ ىاَثى م‬،ٍ‫َ ًُىٍ ىسَى‬ ‫ى ى ى‬
ُ‫ىس ىّلُ ُِ ىاأ رىَ ىا م‬ ‫أ‬ ‫ن‬ ُ ، ْ‫ح‬ ‫ى‬ ُِ ْ َّْ
‫ا‬ ُ ُْ‫ اُن َّ َسَ ُاَ َّ َسا‬،ٍ‫سَى ن‬
ٍ
‫ح ىى ر‬ ‫ر‬ ‫ر‬ ‫ى ى ىر‬ ‫ى ى ىر ى ى‬
َّ‫ ّى ىخر ى‬،َ ُ
‫َٰم َىَ ىْ ىاَ ِىَ رْ ىِ ىِّ ى‬َ ‫ ىا‬،ِ ُ َ‫ن َّ َس ىَ ُاَ ىاَأ رى‬ ‫ىَ ىَا ُىر ى‬
ُ ُ
.‫ىَىْ ىِْم أىُمْ ىَ مَاىَ ىا ىُ ررمُم‬ ‫ىَلىرِْ ى ريَح ُ رِ أ رىَ ىَ ُاُ ُىُِ ى‬
‫آَ ىُ» أ ر‬
Al-Abbas bin Abdul Muthalib berkata: Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Tahukah kalian berapa jarak antara
langit dan bumi?” Kami menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang
Modul Kitab Tauhid | 178
179
lebih mengetahui.” Beliau bersabda: “Antara langit dan bumi itu
jaraknya perjalanan 500 tahun, dan antara langit yang satu
dengan yang lain jaraknya perjalanan 500 tahun, sedangkan
tebalnya setiap langit adalah perjalanan 500 tahun, antara langit
yang ketujuh dengan Arsy ada samudra, dan antara dasar
samudra dengan permukaannya seperti jarak antara langit
dengan bumi, dan Allah di atas itu semua, dan tiada yang
tersembunyi bagi-Nya sesuatu apapun dari perbuatan anak
Adam.” (HR. Abu Dawud dan ahli hadits yang lain)

.ْ‫َٰم مسرَ ىَاْىِم ىاَىَ ىْ ىاَ أ رىَلى م‬


َ ‫ىا‬
Allahu Ta’ala A’lam.

Modul Kitab Tauhid | 179

Anda mungkin juga menyukai