Anda di halaman 1dari 85

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN MEMBELI PRODUK KAOS OBLONG PADA GARMEN IYAN JAYA JEMBER Influence Factors

on The Consumers Buying of T-Shirt Product At Iyan Jaya Garment Jember

SKRIPSI

Oleh Agus Supriono NIM 070910292025

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NIAGA JURUSAN ILMU ADMINISTRASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POITIK UNIVERSITAS JEMBER 2011

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN MEMBELI PRODUK KAOS OBLONG PADA GARMEN IYAN JAYA JEMBER

Influence Factors on The Consumers Buying of T-Shirt Product At Iyan Jaya Garment Jember

SKRIPSI Diajukan guna melengkapi tugas akhir dan memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Studi Ilmu Administrasi Niaga (S1) dan mencapai gelar Sarjana Sosial

Oleh Agus Supriono NIM 070910292025

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NIAGA JURUSAN ILMU ADMINISTRASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POITIK UNIVERSITAS JEMBER 2011

PERSEMBAHAN

Kupersembahkan skripsi ini untuk: 1. Ayahanda Suyanto dan Ibunda Molyati tercinta yang telah memberikan aku kasih sayang, cinta, doa, semangat, dan materi yang tak ternilai harganya. 2. Teman-teman Program Studi Ilmu Administrasi Niaga (Sore) 2007, aku bangga jadi teman kalian. 3. 4. Teman-teman ku di jawa 7. Almamater Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember yang aku banggakan.

iii

MOTTO

Cita-cita masa depan itu sesungguhnya di bangun berdasarkan pada perjuangan yang dilakukan hari ini. (Kahlil Gibran)

Suatu keberhasilan hanya akan tercapai dengan adanya usaha, doa, serta keyakinan pada diri sendiri. (Bekti Setiawati)

iv

PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini Nama : Agus Supriono Nim : 070910292025

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skipsi yang berjudul: FaktorFaktor Yang Mempengaruhi Konsumen Membeli Produk Kaos Oblong Pada Garmen Iyan Jaya Jember adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali jika dalam pengutipan substansi disebutkan sumbernya. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya, tanpa adanya tekanan dan paksaan dari pihak manapun serta bersedia menerima sanksi akademik jika ternyata di kemudian hari pernyataan ini tidak benar.

Jember, 9 Agustus 2011 Yang Menyatakan,

Agus Supriono NIM 070910292025

SKRIPSI

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN MEMBELI PRODUK KAOS OBLONG PADA GARMEN IYAN JAYA JEMBER

Oleh Agus Supriono NIM 070910292025

Pembimbing

Dosen Pembimbing Utama

: Drs. Sugeng Iswono, M.A

Dosen Pembimbing Anggota : Drs. Totok Supriyanto, M.Si


vi

PENGESAHAN

Skripsi yang berjudul Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumen Membeli Produk Kaos Oblong Pada Garmen Iyan Jaya Jember telah diuji dan disahkan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember pada: Hari, tanggal : Kamis, 15 September 2011 Tempat : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember

Tim Penguji:

Ketua,

Sekretaris,

Drs. Didik Eko Julianto, MAB NIP 19610722 198902 1 001

Drs. Sugeng Iswono, M.A NIP 19540202 198403 1 004 Anggota Tim Penguji,

1. Drs. Totok Supriyanto, M.Si NIP 19501004 197702 1 001 2. Ika Sisbintari, S.Sos, MAB NIP 19740207 200501 2 001 3. Drs. Suhartono, MP NIP 19600214 198803 1 002

Mengesahkan Dekan,

Prof. Dr. Hary Yuswadi, MA NIP 19520727 198103 1 003


vii

RINGKASAN

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumen Membeli Produk Kaos Oblong Pada Garmen Iyan Jaya Jember, Agus Supriono, 070910292025, 2007, 56 halaman, Jurusan Ilmu Administrasi, Program Studi Ilmu Administrasi Niaga, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Jember.

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen membeli produk kaos oblong pada Garmen Iyan Jaya Jember. Untuk itu permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah faktorfaktor apa saja yang mempengaruhi konsumen membeli produk kaos oblong pada Garmen Iyan Jaya Jember. Penelitian ini dilakukan di Garmen Iyan Jaya Jember. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif, dalam penelitian ini peneliti bekerja berdasarkan sampel yaitu konsumen kaos oblong, sehingga tekni sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Untuk menganalisis data menggunakan tabel frekuensi. Hasil yang diperoleh berdasarkan analisis tabel frekuensi dapat diketahui bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen membeli produk kaos oblong pada Garmen Iyan Jaya Jember adalah budaya, faktor sosial yang terdiri dari teman dan tetangga, faktor psikologi yang terdiri dari persepsi dan sikap, serta faktor bauran pemasaran yang terdiri dari produk, ukuran produk, harga dan tempat.

viii

PRAKATA

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Konsumen Membeli Produk Kaos Oblong Pada Garmen Iyan Jaya Jember. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) pada Program Studi Ilmu Administrasi Niaga, Jurusan Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jember. Skripsi ini tidak mungkin terwujud tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih terutama kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Hary Yuswadi, M.A selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember. 2. Dr. Sasongko, M.Si selaku Ketua Jurusan Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember. 3. Drs. Poerwanto, M.A selaku Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Niaga Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember. 4. Drs. Sugeng Iswono, M.A selaku Dosen Pembimbing Utama yang telah memberikan perhatian dan kesabaran untuk meluangkan waktu, tenaga, pikiran dalam memberikan bimbingan dan pengarahan yang bermanfaat pada penyusunan skripsi ini. 5. Drs. Totok Supriyanto, M.Si selaku Dosen Pembimbing Anggota yang telah memberikan perhatian dan kesabaran untuk meluangkan waktu, tenaga, pikiran dalam memberikan bimbingan dan pengarahan yang bermanfaat pada penyusunan skripsi ini. 6. Seluruh Dosen dan karyawan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember.

ix

7.

Seluruh karyawan Garmen Iyan Jaya Jember yang telah membentu penulis dalam melakukan penelitian.

8.

Kakak Saya Bapak Hasim Abas yang telah banyak membentu dan memotivasi penulis.

9.

Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu, terima kasih. Penulis menyadari dalam penyusunan skripsi ini masih jauh dari sempurna,

oleh karena itu perlu adanya perbaikan melalui kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak. Besar harapan peneliti, semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukan.

Jember, 9 Agustus 2011

Penulis

DAFTAR ISI

Halaman HALAMAN JUDUL ....................................................................................... HALAMAN SAMPUL ................................................................................... HALAMAN PERSEMBAHAN ..................................................................... HALAMAN MOTTO ..................................................................................... HALAM PERNYATAAN .............................................................................. HALAMAN PEMBIMBINGAN ................................................................... HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ RINGKASAN ................................................................................................. PRAKATA ...................................................................................................... DAFTAR ISI ................................................................................................... i ii iii iv v vi vii viii ix xi

DAFTAR TABEL ........................................................................................... xiv DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... BAB 1. PENDAHULUAN .............................................................................. 1.1 Latar Belakang ............................................................................ 1.2 Rumusan Masalah ....................................................................... 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian ................................................. 1.3.1 Tujuan Penelitian ................................................................ 1.3.2 Manfaat Penelitian .............................................................. BAB 2 TUNJAUAN PUSTAKA .................................................................... 2.1 Landasan Teori ........................................................................... 2.1.1 Pengertian Pemasaran ......................................................... 2.1.2 Pengertian Manajemen Pemasaran ..................................... 2.1.3 Pengertian Produk .............................................................. 2.1.4 Atribut Produk ................................................................... 2.1.5 Pengertian Perilaku Konsumen ..........................................
xi

xvi 1 1 4 4 4 5 6 6 6 7 8 8 9

2.1.6 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku konsumen .... 2.2 Tinjauan Penelitian Terdahulu ................................................. BAB 3 METODE PENELITIAN .................................................................. 3.1 Metode Penelitian ....................................................................... 3.2 Jenis Penelitian ........................................................................... 3.3 Operasional Konsep ................................................................... 3.3.1 Faktor Budaya .................................................................... 3.3.2 Faktor Pribadi ..................................................................... 3.3.3 Faktor Sosial ....................................................................... 3.3.4 Faktor Psikologi ................................................................. 3.3.5 Faktor Bauran Pemasaran .................................................. 3.4 Tahap Persiapan ....................................................................... 3.5 Tahap Pengumpulan Data ....................................................... 3.6 Tahap Pengolahan Data ........................................................... 3.7 Model Penelitian ........................................................................ 3.8 Tahap Analisis Data .................................................................. 3.9 Tahap Penarikan Kesimpulan ................................................. BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN ......................................................... 4.1 Gambaran Umum Perusahaan ................................................ 4.1.1 Sejarah Garmen Iyan Jaya Jember .................................... 4.1.2 Visi dan Misi Garmen Iyan Jaya Jember .......................... 4.1.3 Tujuan Garmen Iyan Jaya Jember .................................... 4.1.4 Struktur Organisasi Garmen Iyan Jaya Jember ................ 4.1.5 Hari dan Jam Kerja ........................................................... 4.2 Analisis Tabel Frekuensi .......................................................... 4.3 Pembahasan ............................................................................... BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN ......................................................... 5.1 Kesimpulan ................................................................................
xii

10 16 19 19 19 20 20 20 21 22 22 23 26 27 28 29 29 30 30 30 32 32 33 34 35 50 56 56

5.2 Saran .......................................................................................... DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... LAMPIRAN

56 57

xiii

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 1.1 Data produksi rata-rata per tahun beberapa Garmen di Jember ........................................................................... Tabel 2.1 Perbedaan penelitian terdahulu ....................................................... Tabel 3.1 Jumlah konsumen Garmen Iyan Jaya Jember bulan Januarai sampai dengan Desember 2010 .............................. Tabel 4.1 Frekuensi faktor-faktor yang mendorong konsumen membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember ............................................................................ Tabel 4.2 Tanggapan responden membeli produk kaos oblong karena memiliki arti penting dalam hidup ..................................... Tabel 4.3 Tanggapan responden membeli produk kaos oblong di GarmenIyan Jaya Jember karena posisi mereka di dalam masyarakat ...................................................................... Tabel 4.4 Umur responden ............................................................................. Tabel 4.5 Pekerjaan responden ....................................................................... Tabel 4.6 Pendidikan Responden ................................................................... Tabel 4.7 Pendapatan responden .................................................................... Tabel 4.8 Tanggapan responden membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena pengaruh dari keluarga .................................................................................. Tabel 4.9 Tanggapan responden membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena pengaruh dari teman dan tetangga ....................................................................... Tabel 4.10 Tanggapan responden membeli produk kaos oblong Garmen Iyan Jaya Jember karena dengan memakai
xiv

3 18

25

34

35

36 37 37 38 38

39

40

produk tersebut menjadi lebih bergaya ........................................ Tabel 4.11 Tanggapan responden membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena ketepatan waktu dalam penyelesaiannya ................................................................ Tabel 4.12 Tanggapan responden membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember adalah hal yang menguntungkan .................................................................... Tabel 4.13 Sikap responden setelah membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember ......................................................... Tabel 4.14 Tanggapan responden membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena tergolong produk yang lebih awet ................................................................ Tabel 4.15 Tanggapan responden membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena ukurannya yang lebih bervariasi .................................................................... Tabel 4.16 Tanggapan responden membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena harganya lebih murah dibandingkan produk lain yang sejenis ............................. Tabel 4.17 Tanggapan responden membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena potongan harga yang diberikan .................................................................... Tabel 4.18 Tanggapan responden membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena letaknya yang lebih strategis dan lebih terjangkau .............................................. Tabel 4.19 Tanggapan responden terhadap promosi yang dilakukan Garmen Iyan Jaya Jember melalui media cetak (koran) membuat anda lebih tertarik membeli produk kaos oblong ..........

41

42

42

43

44

45

45

46

47

47

xv

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 2.1 4P dari Bauran Pemasaran ............................................................ Gambar 3.1 Model Penelitian ........................................................................... Gambar 4.1 Struktur Organisasi Garmen Iyan Jaya Jember ............................. 15 28 33

xvi

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang Perkembangan teknologi dan industri membawa dampak bagi kehidupan manusia terutama dunia usaha pada saat ini. Di samping itu banyaknya usaha yang bermunculan baik perusahaan kecil maupun besar berdampak pada persaingan yang ketat antar perusahaan baik yang sejenis maupun yang tidak sejenis. Oleh karena itu pemasaran merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan dalam menghadapi persaingan, pengembangan usaha dan untuk mendapatkan laba, sehingga perusahaan dapat mengembangkan produknya, menetapkan harga, mengadakan promosi dan mendistribusikan barang dengan efektif. Pada umumnya perusahaan mengalami kesulitan dalam memonitor, memahami dan menganalisis perilaku konsumen secara tepat dan benar, mengingat banyaknya faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dan adanya perbedaan perilaku untuk masing-masing individu. Dengan demikian perusahaan dituntut untuk dapat memantau perubahan-perubahan perilaku konsumennya, termasuk perilaku konsumen untuk mendapatkan atau memilih produk. Perilaku pembelian konsumen pada dasarnya merupakan proses memilih, membeli dan menggunakan prodak untuk memenuhi kebutuhan. Keanekaragaman konsumen dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor baik yang berasal dari luar konsumen maupun di dalam diri konsumen. Faktor eksternal yang meliputi kelas sosial, kelompok sosial, kelompok referensi dan keluarga, sedangkan faktor internal yang terdiri dari (psikologis) yang meliputi kepribadian dan konsep diri, serta sikap lainnya yang berakibat langsung terhadap perilaku konsumen. Sebagian faktor-faktor tersebut diperkirakan tidak diperhatikan oleh pemasar tetapi sebenarnya harus diperhitungkan untuk mengetahui seberapa jauh faktor-faktor perilaku konsumen tersebut

mempengaruhi pembelian konsumen. Oleh sebab itu produsan harus harus dapat mengendalikan perubahan perilaku tersebut dengan berusaha mengimbanginya, yakni dengan mempengaruhi konsumen dalam membeli produk yang ditawarkan melalui evaluasi berkala demi kelangsungan hidup produsan itu sendiri. Perilaku konsumen adalah tingkah laku dari konsumen dimana mereka dapat mengilustrasikan pencarian untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan memperbaiki suatu produk. Perilaku konsumen merupakan tahapan awal sebelum akhirnya mereka membuat keputusan untuk membeli suatu produk. Keputusan membeli terjadi melalui proses perilaku yang terdiri dari lima tahap yaitu pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi terhadap alternatif-alternatif, keputusan membeli, dan kemudian hasil atau perilaku purnabel. Kelima tahap ini menunjukan bahwa proses pembelian dimulai jauh dari sebelum saat dilaksanakannya pembelian dan berlanjut dalam waktu yang lama setelah pembelian. Berdasarkan uraian diatas dapat diketahui bahwa keputusan membeli adalah perilaku yang diambil oleh konsumen dari beberapa alternatif pilihan melalui lima tahap pada keputusan membeli, sehingga didapat keputusan yang sesuai. Selain faktor yang telah di uraikan di atas bauran pemasaran (marketing mix) juga berpengaruh terhadap keputusan pembelian oleh konsumen, bauran pemasaran adalah kumpulan alat-alat pemasaran taktis terkendali yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan respons yang di inginkan di pasar sasaran.dalam persaingan bisnis yang bebas ini, syarat agar suatu perusahaan dapat sukses dalam persaingan yang sangat ketat saat ini adalah berusaha mencapai tujuan untuk menciptakan dan mempertahankan pelanggan. Agar tujuan tersebut tercapai, maka setiap perusahaan harus dapat menghasilkan dan menyampaikan barang dan jasa yang diinginkan konsumen sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. Garmen Iyan Jaya Jember sebagai salah satu perusahaan yang memproduksi barang-barang konveksi, menyadari bahwa loyalitas pelanggan adalah hal yang harus diraih dan perlu dijaga. Salah satu cara yang digunakan Garmen Iyan Jaya Jember

sebagai produsen produk konveksi adalah dengan menerapkan strategi pemasaran yang memfokuskan diri pada membina hubungan dengan pelanggan yang memiliki tujuan akhir yaitu untuk mendapatkan loyalitas pelanggan, dengan harapan pelanggan dapat memberikan keuntungan jangka panjang bagi perusahaan. Produk dari Garmen Iyan Jaya Jember diantaranya adalah hem, jaket, kaos oblong, dan topi. Berikut dapat diketahui data beberapa Garmen yang ada di jember.

Tabel 1.1 Data produksi Garmen rata-rata per tahun beberapa Garmen di Jember No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Nama Garmen Vionis Konveksi Setia Jaya Arikis Collection Hias 2 Trevira UD Alijtihad Iyan Jaya Garmen Dewata Collection Produksi per tahun 1.621 unit 1.563 unit 3.000 unit 2.200 unit 14.000 unit 12.000 unit 14.400 unit 7.200 unit

Sumber: Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jember, 2010

Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa Garmen

Iyan Jaya

merupakan Garmen dengan jumlah produksi terbanyak dibandingkan dengan Garmen yang lain. Kaos oblong sebagai salah satu produk yang dimiliki oleh Garmen Iyan Jaya Jember, merupakan produk yang paling banyak memiliki jumlah konsumen dibandingkan dengan produk yang lainya, sehingga lebih banyak memberikan kontribusi bagi perusahaan. Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, untuk memahami lebih lanjut perilaku konsumen dalam memutuskan untuk membeli produk kaos oblong, maka penelitian ini dilakukan di salah satu Garmen di jember yaitu Garmen Iyan Jaya Jember dengan alasan:

1. Lokasi obyek penelitian yang dekat dan mudah di jangkau oleh peneliti karena masih berada di area kota Jember. 2. Keterbatasan dana dan waktu yang dimiliki peneliti. 3. Dilihat dari data produksi beberapa garmen yang ada di Jember, produksi Garmen Iyan Jaya Jember paling tinggi diantara yang lain, dan ingin tahu lebih jauh apa keunggulan yang dimiliki, sehingga konsumen membeli produknya.

1.2 Rumusan Masalah Garmen Iyan Jaya Jember sebagai salah satu perusahaan yang memproduksi produk garmen jenis kaos oblong berusaha keras untuk selalu memenangkan persaingan agar bisa selalu dihati konsumen. Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahan yang ingin diangkat oleh penulis adalah Faktor-faktor apa saja yang Mempengaruhi Konsumen Membeli Produk Kaos Oblong Pada Garmen Iyan Jaya Jember.

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.3.1 Tujuan Penelitian Setiap penelitian perlu merumuskan terlebih dahulu tentang tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian. Perumusan penelitian ini menjadi sangat penting agar arah penelitian yang sedang dilaksanakan tidak menyimpang dari tujuan semula. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konsumen Membeli Produk Kaos Oblong Pada Garmen Iyan Jaya Jember.

1.3.2 Manfaat Penelitian Manfaat yang diperoleh dari adanya penelitian ini adalah: a Bagi peneliti Menambah wawasan, pengalaman, serta pengetahuan dibidang ilmu pemasaran khususnya Membeli Produk. b Bagi Akademis Sebagai tambahan informasi, wawasan, dan dapat dipakai sebagai referensi bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian dengan topik sejenis. c Bagi Perusahaan Memberikan sumbangan informasi sekaligus bahan pertimbangan khususnya pada Garmen Iyan Jaya Jember yang menyangkut Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Konsumen Membeli Produk. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Konsumen

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori Landasan teori di perlukan dalam melakukan sebuah penelitian yang nantinya di jadikan sebagai pedoman dalam melaksanakan penelitian tersebut. Menurut Cooper dan Schindler (dalam Sugiyono, 2009:52) teori adalah seperangkat konsep, definisi dan proposisi yang tersusun secara sistematis sehingga dapat digunakan untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena. Berdasarkan definisi tersebut dapat di jelaskan bahwa landasan teori merupakan serangkaian asumsi yang telah diuji kebenarannya yang kemudian digunakan oleh seorang peneliti sebagai dasar atau pedoman untuk melakukan suatu penelitian.

2.1.1 Pengertian Pemasaran Keberhasilan suatu perusahaan merupakan tujuan yang ingin dicapai dari suatu dunia usaha, maka untuk mencapai tujuan yang diinginkan hendaklah perusahaan tersebut mengkaji praktek pemasaran yang benar yang telah di uji oleh perusahaan yang bersangkutan. Pemasaran merupakan salah satu kegiatan perekonomian yang dapat membantu untuk menciptakan nilai ekonomi dimana kegiatan pemasaran merupakan suatu faktor yang sangat penting dalam mencapai tujuan perusahaan, dimana pemasaran merupakan inti dari usaha-usaha perusahaan dalam rangka mengembangkan produknya, dimana keberhasilan di dalam memasarkan suatu produk perusahaan merupakan suatu faktor yang menentukan langkah selanjutnya bagi kelangsungan jalannya perusahaan. Dalam sebuah perusahaan, peran pemasaran merupakan kegiatan yang sangat penting untuk dapat mempertahankan kelangsungan perusahaan itu sendiri. Menurut Kotler et al (2000:7)

Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan penawaran dan pertukaran segala sesuatu yang bernilai (products of value) dengan orang atau kelompok lain. Pemasaran menurut Kotler & Armstrong, (2008:6) adalah proses dimana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan, dengan tujuan manangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalannya. Berdasarkan definisi-definisi tersebut di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Pemasaran adalah suatu proses dan manajerial yang membuat individu atau kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain atau segala kegiatan yang menyangkut penyampaian produk atau jasa mulai dari produsen sampai konsumen.

2.1.2 Manajemen Pemasaran Menghadapi persaingan global yang terjadi di Indoonesia saat ini tentunya perusahaan tidak lagi dapat menggunakan konsep pemasaran yang lama karena semakin ketat persaingan yang terjadi jika di ikuti dengan perkembangan konsep pemasaran. Pemasaran harus dapat mengikuti perkembangan yang terjadi di pasar dengan memperhatikan nilai-nilai pelanggan, mengutamakan keinginan dan kebutuhan pelanggan, serta beroperasi secara dinamis dan dapat beradaptasi sesuai dengan kondisi pasar saat itu. Untuk meghadapi persaingan yang begitu ketat, pemasaran perlu meningkatkan kualitas dari manejemen pemasaran yang digunakan. Menurut Kotler, et al (2000:16) mengemukakan bahwa Manejemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi , penentuan harga, promosi, dan distribusi barang dan jasa dan gagasan untuk menciptakan pertukaran dengan kelompok sasaran yang memenuhi tujuan pelanggan dan organisasi.

2.1.3 Pengertian produk Pengertian produk ( product ) menurut Kotler & Armstrong (2008: 266) adalah semua hal yang dapat ditawarkan kepasar untuk menarik perhatian, akuisisi, penggunaan, atau konsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan. Secara konseptual produk adalah pemahaman subyektif dari produsen atas sesuatu yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan kegiatan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli pasar. Selain itu produk dapat pula didefinisikan sebagai persepsi konsumen yang dijabarkan oleh produsen melalui hasil produksinya. Produk dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian.

2.1.4 Atribut produk Kotler & Armstrong (2008:272) mengatakan atribut produk adalah pengembangan suatu produk atau jasa melibatkan manfaat yang akan ditawarkan produk atau jasa tersebut. Beberapa atribut yang menyertai dan melengkapi produk (karakteristik atribut produk) adalah: a. Gaya dan Desain Produk Menurut Kotler & Armstrong (2008:273) desain adalah konsep yang lebih besara dari pada gaya. Gaya hanya menggambarkan penampilan produk. Gaya bisa menarik atau membosankan. Gaya sensasional bisa menarik perhatian dan menghasilkan estetika yang indah, tetapi gaya tersebut tidak benar-benar membuat kinerja produk menjadi lebih baik. Tidak seperti gaya, desain lebih dari sekedar kulit luar, desain adalah jantung produk. Desain yang baik tidak hanya membuat andil dalam penampilan produk tetapi juga dalam manfaatnya.

b. Fitur Produk Menurut Kotler & Armstrong (2008:273) perusahaan dapat menciptakan tingkat model yang lebih tinggi dengan menambah lebih banyak fitur. Fitur adalah sarana kompetitif untuk mendiferensiasikan produk perusahaan dari produk pesaing. c. Kualitas Produk (Product Quality) Kotler & Armstrong (2008:273) menyatakan kualitas produk (product quality) adalah karakteristik produk atau jasa yang bergantung pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan pelanggan yang dinyatakan atau tersirat. Disini, kualitas produk berarti kualitas kinerja yaitu kemampuan produk untuk melaksanakan fungsinya meliputi, daya tahan keandalan, ketepatan kemudahan operasi dan perbaikan, serta atribut bernilai lainnya. Untuk meningkatkan kualitas produk perusahaan dapat menerapkan program Total Quality Manajemen (TQM)". Selain mengurangi kerusakan produk, tujuan pokok kualitas total adalah untuk meningkatkan nilai pelanggan

2.1.5 Perilaku konsumen Perilaku konsumen merupakan suatu proses yang terjadi dalam diri yang dipengaruhi faktor-faktor yang terdapat dalam diri konsumen ( internal ) maupun faktor luar ( eksternal). Swastha dan Handoko (2000:10) mengatakan Perilaku konsumen (consumer behavior) dapat didefinisikan sebagai kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-barang dan jasajasa, termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan menentukan kegiatan-kegiatan tertentu. Pengertian perilaku konsumen seperti diungkapkan oleh Mowen (2002:6) mengatakan Studi tentang unit pembelian (buying unit) dan proses pertukaran yang melibatkan perolehan, konsumsi dan pembuangan, barang, jasa, pengalaman serta ide-ide.

10

Dari pengertian di atas maka perilaku konsumen merupakan tindakantindakan dan hubungan sosial yang dilakukan oleh konsumen perorangan, kelompok maupun organisasi untuk menilai, memperoleh dan menggunakan barang-barang serta jasa melalui proses pertukaran atau pembelian yang diawali dengan proses pengambilan keputusan yang menentukan tindakan-tindakan tersebut.

2.1.6 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Menurut Kotler dan Armstrong (2008:159) faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah faktor Budaya, Faktor Sosial, Pribadi, Psikologis. Sebagian faktor-faktor tersebut tidak diperhatikan oleh pemasar tetapi sebenarnya harus diperhitungkan untuk mengetahui seberapa jauh faktor-faktor perilaku konsumen tersebut mempengaruhi pembelian konsumen. Masing-masing elemen tersebut akan dibahas dalam penjelasan sebagai berikut: a. Faktor kebudayaan Faktor budaya mempunyai pengaruh yang luas dan mendalam pada perilaku konsumen. Pemasar harus memahami peran yang dimainkan oleh budaya, subbudaya, dan kelas sosial pembeli. 1) Budaya Menurut Kotler & Armstrong, (2008: 159) menyatakan Serangkaian nilainilai dasar, persepsi, keinginan, dan perilaku yang dipelajari oleh anggota masayarakat dari keluarga dan instansi penting lain. 2) Sub Budaya Menurut Kotler & Armstrong, (2008: 159) menyatakan Masing-masing budaya terdiri dari sub budaya yang lebih kecil yang memberikan identifikasi dan sosialisasi khusus bagi anggota-anggotanya. Sub budaya adalah

11

sekelompok orang dengan berbagai sistem nilai hidup dan situasi yang umum. 3) Kelas Sosial Menurut Kotler dan Armstrong (2008:163)

berdasarkan pengalaman

Pembagian kelompok masyarakat yang relatif permanen dan berjenjang dimana anggota-anggotanya berbagi nilai, minat, dan perilaku yang sama. Kelas sosial adalah divisi masyarakat yang relatif permanen dan teratur dengan para anggotanya menganut nilai-nilai, minat dan tingkah laku yang serupa. b. Faktor Sosial Kelas sosial merupakan Pembagian masyarakat yang relatif homogen dan permanen yang tersusun secara hierarkis dan yang anggotanya menganut nilainilai, minat, dan perilaku yang serupa. 1) Kelompok Acuan Menurut Kotler, et al (2000:16) Kelompok acuan seseorang terdiri dari semua kelompok yang memiliki pengaruh langsung (tatap muka) atau pengaruh tidak langsung terhadap sikap atau perilaku seseorang. Kelompok yang memiliki pengaruh langsung terhadap seseorang dinamakan kelompok keanggotaan Kelompok acuan adalah dua orang atau lebih yang berinteraksi untuk mencapai sasaran individu atau bersama. 2) Keluarga Menurut Kotler dan Amstrong (2008:165) Keluarga merupakan organisasi pembelian konsumen yag paling penting dalam masyarakat, dan keluarga telah diteliti lebih ekstensif. Pemasar tertarik pada peran dan pengaruh suami, istri, serta anak-anak dalam pembelian barang dan jasa yang berbeda. 3) Peran dan Status Menurut Kotler dan Amstrong (2008:168) Seseorang menjadi anggota banyak kelompok (keluarga, klub, dan organisasi). Posisi seseorang dalam masingmasing kelompok dapat didefinisikan sebagai peran dan statusnya. Peran

12

terdiri dari kegiatan yang diharapkan dilakukan seseorang sesuai dengan orang-orang yang ada disekitarnya. Masing-masing peran membawa status yang mencerminkan nilai umum yang diberikan kepadanya oleh masyarakat. Orang seringkali memilih produk yang sesuai dengan peran dan statusnya dalam masyarakat. c. Faktor Pribadi Faktor pribadi didefinisikan sebagai keputusan membeli yang dipengaruhi karakteristik pribadi, yaitu usia pembeli dan tahap siklus hidup, pekerjaan, kondisi ekonomi, gaya hidup serta kepribadian dan konsep diri pembeli. 1) Umur dan tahap siklus hidup Kotler, et al (2000:232) mengatakan bahwa orang membeli barang dan jasa yang berbeda-beda sepanjang hidupnya yang dimana setiap kegiatan konsumsi ini dipengaruhi oleh siklus hidup keluarga. 2) Pekerjaan Pekerjaan seseorang juga mempengaruhi pola konsumsinya. Para pemasar berusaha mengidentifikasi kelompok pekerjaan yang mempunyai minat lebih dari rata-rata pada produk dan jasa mereka. 3) Situasi Ekonomi Kotler dan Amstrong (2008:170) mengatakan situasi ekonomi seseorang akan mempengaruhi pilihan produk. Pemasar barang-barang yang sensitif terhadap pendapatan mengamati gejala pendapatan pribadi, tabungan, dan suku bunga. 4) Gaya Hidup Kotler dan Armstrong (2008:170) mengemukakan bahwa gaya hidup merupakan pola hidup seseorang didunia yang diekspresikan dalam kegiatan, minat, dan opini. Gaya hidup adalah pola hidup seseorang yang tergambar pada psikografisnya. Gaya hidup menangkap sesuatu yang lebih dari sekedar kelas sosial atau kepribadian seseorang. Gaya hidup menunjukkan profil seluruh pola tindakan dan interaksi seseorang di dunia.

13

5) Kepribadian dan Konsep Diri Kotler, et al (2000:237) mengemukakan bahwa kepribadian mengacu pada karakteristik psikologis yang berbeda dari seseorang yang menyebabkan respon yang relatif konsisten dan tetap bertahan lama terhadap

lingkungannya. Kepribadian biasanya dijelaskan dengan ciri-ciri bawaan seperti kepercayaan diri, dominasi, otonomi, rasa hormat, keramahan atau suka bergaul, defensif, kemampuan beradaptasi, dan agresivitas. Kepribadian bisa menjadi variabel yang berguna dalam menganalisis perilaku konsumen bila tipe-tipe kepribadian dapat diklasifikasikan dan jika terdapat korelasi yang kuat antara tipe kepribadian tertentu dengan pilihan produk atau merek. d. Faktor Psikologi Faktor psikologis sebagai bagian dari pengaruh lingkungan dimana ia tinggal dan hidup pada waktu sekarang tanpa mengabaikan pengaruh dimasa lampau atau antisipasinya pada waktu yang akan datang. 1) Motivasi Kotler dan Armstrong (2008:172) menyatakan motivasi yaitu suatu kebutuhan dengan tekanan kuat yang mendorong seseorang untuk mencari kepuasan atas kebutuhan tersebut. Seseorang senantiasa mempunyai banyak kebutuhan pada setiap waktu tertentu. Salah satunya adalah kebutuhan biologis timbul dari dorongan tertentu seperti rasa lapar, haus dan ketidaknyamanan. Kebutuhan lainnya adalah kebutuhan psikologis timbul dari kebutuhan akan pengakuan, penghargaan atau rasa kepemilikan. 2) Persepsi Menurut Kotler dan Armstrong (2008:172) persepsi adalah proses dimana orang memilih, mengatur dan mengintepretasikan informasi untuk

membentuk gambaran dunia yang berarti.

14

3) Pembelajaran Pembelajaran menjelaskan perubahan dalam perilaku suatu individu yang berasal dari pengalaman. Pembelajaran terjadi melalui interaksi, dorongan, rangsangan, pertanda, respons, dan penguatan. 4) Keyakinan dan Sikap Kotler dan Armstrong (2008:176) menyatakan bahwa melalui pelaksanaan dan pembelajaran, seseorang mendapatkan keyakinan dan sikap. Keduanya kemudian mempengaruhi perilaku pembelian mereka. Keyakinan dapat diartikan sebgai pikiran deskriptif yang dimiliki seseorang tentang sesuatu. Sikap diartikan sebagai evaluasi, perasaan, dan tendensi yang relatif konsisten dari seseorang terhadap sebuah obyek atau ide. Selain faktor yang telah di uraikan di atas faktor Bauran pemasaran (marketing mix) juga berpengaruh terhadap keputusan pembelian oleh konsumen, hal ini searah dengan pendapat Kotler & Armstrong, (2008:62) bauran pemasaran adalah kumpulan alat-alat pemasaran taktis terkendali yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan respons yang di inginkan di pasar sasaran.

15

Gambar 2.1 4P dari Bauran Pemasaran

Product
Mutu Rancangan Nama merek Kemasan Pelayanan -

Price
Harga tercantum Potongan harga Kelonggaran Periode Pembayaran Batas kredit

Promotion
- Periklanan - Penjualan Personal - Promosi Penjualan - Hubungan Masyarakat

Pelanggan sasaran posisi yang diharapkan

Place
Saluran Cakupan Pilihan lokasi Persediaan Pengangkutan

Sumber: Philip Kotler dan Gary Armstrong (2008:62)

Menurut Kotler & Armstrong, (2008:63) bauran pemasaran (Marketing Mix) adalah sarana taktis perusahaan untuk menentukan positioning yang kuat dalam pasar sasaran. Program pemasaran yang efektif memadukan semua elemen bauran pemasaran ke dalam suatu program pemasaran terintegrasi yang dirancang untuk mencapai tujuan pemasaran perusahaan dengan menghantarkan nilai bagi konsumen. Keempat unsur yang terdapat dalam kombinasi tersebut saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Masing-masing elemen tersebut akan dibahas dalam penjelasan sebagai berikut : a. Product (Produk) Kotler & Armstrong (2008:62) mengatakan produk adalah kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan kepada pasar sasaran. Dari definisi tersebut dapat dijelaskan bahwa produk adalah segala sesuatu yang memiliki nilai untuk

16

dipasarkan untuk dibeli, dipergunakan atau dikonsumsi untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan. b. Price (Harga) Kotler dan Armtrong (2008:63) harga adalah jumlah uang yang harus dibayar oleh pelanggan untuk memperoleh produk. c. Promotion (Promosi) Kotler & Armstrong, (2008:63) menyatakan bahwa promosi adalah aktivitas yang menyampaikan manfaat produk dan membujuk pelanggan untuk membelinya. d. Place (Distribusi) Kotler & Armstrong, (2008:63) menyatakan tempat (distribusi) adalah kegiatan yang di lakukan perusahaaan yang membuat produk tersedia bagi pelanggan sasaran. Menurut Kotler dan Armstrong (2001:7) Saluran distribusi adalah seperangkat atau sekelompok organisasi yang saling tergantung satu sama lain yang terlibat dalam proses penyediaan suatu produk atau jasa untuk digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen atau pengguna bisnis.

2.2 Penelitian Terdahulu Dalam melakukan penelitian ini, peneliti mengacu pada penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh: 1. Purwanto (2010) yang berjudul Identifikasi faktor-faktor pengambilan keputusan pemilihan tabungan Simpanan Pedesaan (Simpedes) Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Unit Sukowono Cabang Jember. Dalam penelitiannya Purwanto ingin mengetahui faktor-faktor pengambilan keputusan pemilihan tabungan Simpanan Pedesaan (Simpedes) Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Unit Sukowono Cabang Jember. 2. Rini Tri Handayani (2006) yang berjudul Faktor-faktor yang Mendorong Keputusan Membeli Sepatu Merek Indonesian Footwear Agencies di Depot

17

Wahyu Ekawati Jember. Dalam penelitiannya Rini Tri Handayani ingin mengetahui faktor-faktor apa saja yang mendorong keputusan pembelian produk sepatu merek IFA di Depot Wahyu Ekawati Jember 3. Nilam Palupi Bastit (2006) yang berjudul Faktor-faktor yang Mendorong Keputusan Nasabah Menabung pada Produk Shar-e Pada PT. Bank Muamalat Indonesia Cabang Jember. Dalam penelitiannya Nilam Palupi Bastit ingin mengetahui faktor-faktor apa saja yang mendorong keputusan nasabah dalam menabung pada produk shar-e pada PT Bank Muamalat Indonesia Cabang Jember. Dari ke tiga penelitian yang telah dilakukan di atas, dapat disimpulkan bahwa ke tiganya sama-sama ingin mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen dalam membeli suatu produk/ jasa sehingga penelitian tersebut sesuai dengan penelitian ini yaitu faktor-faktor yang mendorong keputusan apa saja yang melatar belakangi pembelian produk kaos pada Garmen Iyan Jaya Jember.

18

Tabel 2.1 Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian Perbedaan No. Nama Peneliti Obyek Penelitian Variabel Indepemdent Tehnik Pengambilan Sampel Purposive Sampling Jumlah Sampel Analisis Data Metode Penelitian Hasil penelitian (faktor yang mempengaruhi pembelian) Faktor budaya (budaya),faktor sosial (teman, tetangga), faktor psikologi (persepsi, sikap), bauran pemasaran (produk, harga, tempat) Bauran pemasaran (produk, harga, promosi, distribusi), kelompok acuan (teman)

1.

Agus Supriono

Konsumen Garmen Iyan Jaya Jember

Faktor budaya, pribadi, sosial, psikologi, bauran pemasaran

30

Tabel Frekuensi

Deskriptif

2.

Rini Tri Handayani

Konsumen Depot Wahyu Ekawati Jember

Kelompok acuan dan bauran Pemasaran

Purposive Sampling

30

Tabel Frekuensi

Deskriptif

3.

Nilam Palupi Bastit

Nasabah PT. Bank Muamalat Indonesia Cabang Jember

Faktor budaya, pribadi, sosial, psikologi, bauran pemasaran

Purposive Sampling

50

Tabel Frekuensi

Deskriptif

Faktor budaya (budaya), faktor psikologi (motivasi), bauran pemasaran (promosi, distribusi, harga) Faktor psikologi (persepsi, keyakinan, sikap), bauran pemasaran (produk, harga, tempat, promosi, pelayanan

4.

Purwanto

Nasabah PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Sukowono Cabang Jember

Faktor pribadi, sosial, psikologi, bauran pemasaran

Sensus

108

Tabel Frekuensi Dan tabel silang

Deskriptif

BAB 3. METODE PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian Penelitian adalah suatu proses, yaitu langkah-langkah yang dilakukan secara sistematis dan terencana untuk memecahkan masalah atau mencari jawaban terhadap masalah-masalah tertentu. Langkah-langkah yang dilakukan harus seimbang, selain mendukung satu sama lain juga agar penelitian yang dilakukan berbobot dan cukup memadai serta memberikan kesimpulan yang meyakinkan. Menurut Sugiyono (2008:5) metode penelitian sebagai berikut : Cara ilmiah yang digunakan untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dibuktikan, dan dikembangkan suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah.

3.2 Jenis Penelitian Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian, maka jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif. Menurut sugiyono (2002:11) menyatakan bahwa penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel maupun lebih (independen) tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel yang lain. Jadi tujuan penelitian deskriptif adalah untuk membuat penjelasan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Dalam arti ini pada penelitian deskriptif sebenarnya tidak perlu mencari atau menerangkan saling hubungan atau komparasi, sehingga juga tidak memerlukan hipotesis. Sehingga dalam penelitian ini hanya untuk mendeskripsikan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen membeli produk kaos oblong pada Garmen Iyan Jaya Jember.

20

3.3 Operasional Konsep Perilaku konsumen dalam penelitian ini diartikan sebagai konsumen membeli produk kaos oblong pada Garmen Iyan Jaya Jember. Adapun variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini antara lain:

3.3.1 Faktor budaya (X1) a. Budaya Budaya dalam penelitian ini adalah tanggapan para konsumen dalam membeli produk kaos oblong pada Garmen Iyan Jaya Jember karena memiliki arti penting dalam hidup. b. Kelas sosial kelas sosial dalam penelitian ini adalah tanggapan para konsumen dalam membeli produk kaos oblong pada Garmen Iyan Jaya Jember karena kadudukannya di dalam masyarakat.

3.3.2 Faktor Pribadi (X2) a. Umur Dalam penelitian ini indikator yang digunakan adalah: 1) Umur dibawah 21 tahun 2) Umur 21-50 tahun 3) Umur diatas 50 tahun b. Pekerjaan Pekerjaan di dalam penelitian ini adalah aktivitas pokok yang dilakukan oleh responden sebagai mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, indikatornya adalah:

21

1) Pegawai Negeri Sipil (PNS) 2) Wiraswasta c. Pendidikan Pendidikan dalam penelitian ini adalah tingkat pendidikan formal responden meliputi: 1) SD/Sederajat 2) SLTP/Sederajat 3) SLTA/Sederajat 4) PT (Perguruan Tinggi) 5) Lain-lain.. Untuk pilihan lain-lain jika tingkat pendidikan tidak tertera pada pilihan jawaban, misalnya tidak lulus Sekolah Dasar (SD) d. Situasi Ekonomi/Pendapatan Pendapatan responden perbulan, kategorinya adalah: 1) Kurang dari Rp 1.000.000,2) Rp 1.000.000.- sampai dengan Rp 2.000.000,3) Diatas Rp 2.000.000

3.3.3 Faktor Sosial (X3) Kelompok referensi/ acuan adalah kelompok yang digunakan sebagai acuan yang menentukan baik langsung atau tidak langsung terhadap perilaku konsumen dalam membeli produk Kaos Oblong pada Garmen Iyan Jaya Jember. Dalam penelitian ini kelompok acuan dikatagorikan menjadi: a. Keluarga Keluarga adalah (suami, istri, anak, kerabat dekat,) yang mempengaruhi dalam membeli produk Kaos Oblong pada Garmen Iyan Jaya Jember.

22

b. Tetangga, seseorang yang dikenal dan bertempat tinggal dekat dengan responden. c. Teman, seseorang yang dikenal dengan responden meskipun rumahnya tidak berdekatan.

3.3.4 Faktor Psikologi (X4) a. Motivasi Motivasi dalam penelitian ini adalah konsumen membeli produk Kaos Oblong pada Garmen Iyan Jaya Jember, karena dengan memakai produk tersebut menjadi lebih bergaya. b. Persepsi Persepsi disini adalah ketepatan waktu dalam penyelesaian pemesanan produk kaos oblong pada Garmen Iyan Jaya Jember. c. Keyakinan Keyakinan disini adalah dalam membeli produk kaos oblong merupakan hal yang menguntungkan dalam kehidupan konsumen. d. Sikap Sikap disini adalah tanggapan para konsumen setelah menggunakan produk Kaos Oblong pada Garmen Iyan Jaya Jember .

3.3.5 Faktor Bauran Pemasaran (X5) a. Produk (Product) Produk adalah kaos oblong pada Garmen Iyan Jaya Jember dengan bermacam ukuran serta kualitas ditinjau dari keawetan kaos. Indikatornya dalam penelitian ini adalah:

23

1) Ukuran yang dimaksud adalah macam-macam ukuran kaos oblong yang dijual. 2) Kualitas yang dimaksud adalah keawetan produk kaos oblong. b. Harga (Price) Sejumlah uang yang dibayarkan untuk mendapatkan produk kaos oblong Indikatornya dalam penelitian ini adalah: 1) harga yang dimaksud adalah sejumlah nilai rupiah yang ditetapkan untuk produk kaos oblong. 2) potongan harga yang dimaksud adalah pengurangan nilai rupian dari harga produk kaos oblong. c. Tempat (Place) Yang di maksud tempat dalam penelitian ini adalah lokasi tempat penelitian dilakukan yaitu Garmen Iyan Jaya Jember yang terletak di Jalan Manggar 12 No. 32A Jember. d. Promosi (Promotion) Apakah promosi yang selama ini dilakukan oleh Garmen Iyan Jaya Jember melalui media cetak (koran) membuat masyarakat mengetahui informasi tentang produk Kaos Oblong.

3.4 Tahap Persiapan Tahap awal dalam penelitian merupakan suatu tahap dimana peneliti perlu mempersiapkan diri dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peneliti. Kegiatan-kegiatan tersebut sebagai berikut: a. Penentuan Lokasi Penelitian Lokasi penelitian merupakan tempat melakukan kegiatan penelitian untuk memperoleh data-data yang diperlukan guna menjawab permasalahan yang

24

ditetapkan. Penelitian ini dilakukan pada Garmen Iyan Jaya Jember yang terletak di Jalan Manggar 12 No. 32A Jember dengan alasan karena: 1) Lokasi obyek penelitian yang dekat dan mudah dijangkau oleh peneliti karena masih berada di area kota Jember. 2) Keterbatasan dana dan waktu yang dimiliki peneliti. 3) Dilihat dari data produksi beberapa garmen yang ada di Jember, produksi Garmen Iyan Jaya Jember paling tinggi diantara yang lain, dan ingin tahu lebih jauh apa keunggulan yang dimiliki, sehingga konsumen membeli produknya. b. Observasi awal Observasi awal merupakan suatu bentuk kegiatan berupa pengamatan yang dilakukan secara langsung pada obyek penelitian. Dalam hal ini observasi awal dilakukan guna mendapatkan informasi dasar seperti profil perusahaan, data jumlah konsumen dan lain sebagainya. c. Studi Kepustakaan Studi kepustakaan adalah mengumpulkan data dengan mempelajari literaturliteratur yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti guna mendapat pengetahuan dan informasi untuk mendukung penelitian ini. d. Penentuan Populasi dan Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono 2009:80). Jadi Populasi, atau bisa di sebut dengan Universe adalah keseluruhan elemen yang akan di jelaskan oleh seorang peneliti dalam penelitiannya. Sedangkan Sampel, Sugiyono (2009:81) mengatakan bahwa: Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Berdasarkan definisi di atas, dapat dijelaskan bahwa sampel merupakan sebagian dari populasi yang dipilih oleh peneliti yang dianggap dapat mewakili subyek untuk dipelajari.

25

Tabel 3.1 Jumlah konsumen Garmen Iyan Jaya Jember Bulan Januari sampai dengan Desember 2010 Produk Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Jaket 6 3 5 2 5 4 6 3 5 6 7 5 57 Kaos Oblong 25 25 26 29 33 40 35 39 30 37 32 36 387 Hem 5 6 6 4 6 5 6 5 7 7 6 8 71 39 Topi 1 3 1 5 3 3 3 4 5 4 3 4 Total 37 37 38 40 47 52 50 51 47 54 48 53 554

Sumber : Garmen Iyan Jaya Jember, 2010

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa jumlah keseluruhan konsumen Garmen Iyan Jaya Jember tahun 2010 sebanyak 554 konsumen. Dalam hal ini konsumen disebut juga sebagai populasi, jadi jumlah keseluruhan populasi adalah sebanyak 554. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi sasaran adalah konsumen kaos oblong Garmen Iyan Jaya Jember yaitu sebanyak 387 konsumen. Sedangkan sampel merupakan sebagian dari populasi yang dipilih oleh peneliti yang dianggap dapat mewakili subyek untuk dipelajari. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Menurut Sugiyono (2009:85) purposive sampling adalah pemilihan sampel berdasarkan karakteristik dan pertimbangan tertentu. Karakteristik yang dimaksud adalah

26

konsumen produk kaos oblong bulan Januari sampai dengan Desember 2010, dengan kriteria diantaranya: 1. Konsumen yang membeli produk kaos oblong 2. Konsumen yang tinggal di Jember 3. Alamatnya mudah dijangkau Karena sifatnya yang homogen maka sesuai dengan pendapat Gay sampel diambil sebanyak 30 responden. Menurut Gay (dalam Umar, 2003:77) menyatakan bahwa ukuran minimum sampel yang dapat diterima jika menggunakan metode deskriptif untuk populasi yang relatif kecil minimum 30 orang karena dalam

pengambilan sampel tidak ada ketentuan pasti yang harus diambil dalam suatu penelitian.

3.5 Tahap Pengumpulan Data Dalam tahapan pengumpulan data, data-data yang dibutuhkan untuk proses pengolahan data dapat diperoleh melalui beberapa cara hal ini disesuaikan dengan kondisi perusahaan, tetapi secara garis besar informasi data yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan cara: a. Studi Kepustakaan Studi kepustakaan adalah proses untuk mendapatkan bahan atau sumber pustaka untuk menunjang tugas akhir agar lebih baik dan membantu dalam pelaksanaan proses pengumpulan data maupun pengolahan data lebih terarah serta benar. Studi kepustakaan ini dilakukan dengan beberapa cara antara lain dengan membaca berbagai buku referensi, situs web, media masa, jurnal mempelajari hasil penelitian yang sudah ada yang erat hubungannya dengan penelitian ini, berdiskusi dengan orang-orang yang berpengalaman dan memiliki keahlian di bidangnya.

27

b. Dokumentasi Dokumentasi adalah metode untuk pengumpulan data dengan melihat arsip perusahaan yang sesuai dengan data yang di butuhkan dalam penelitian. c. Kuesioner Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner yaitu suatu metode pengumpulan data yang diperoleh dengan cara memberikan sejumlah pertanyaan yang ditanyakan untuk memperoleh jawaban dari responden. Cara ini digunakan dengan cara menyebarkan susunan pertanyaan kepada konsumen kaos oblong Garmen Iyan Jaya Jember. Setiap individu atau respon diberikan satu lembar yang berisi susunan pertanyaan yang akan di respon atau diisi sesuai dengan penilaian responden tanpa ada paksaan atau pengaruh dari siapapun.

3.6 Tahap Pengolahan Data Langkah-langkah yang digunakan dalam pengolahan data adalah sebagai berikut: a. Pemeriksaan Data Langkah ini dilakukan untuk mengetahui apakah daftar pertanyaan yang telah diterima kembali dari responden mengandung kesalahan atau tidak, sehingga data yang diperoleh benar-benar dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. b. Tabulasi Tabulasi adalah memasukkan data pada tabel-tabel dan mengatur langkahlangkah tertentu untuk menghitungnya. Menurut Djaja (2005:29) Tabulasi yaitu proses perhitungan frekuensi jawaban yang dipilih oleh responden terhadap option/ pilihan pertanyaan yang diberikan kepada responden yang ditulis dalam tabel

28

3.7 Model Penelitian Model penelitian merupakan suatu kerangka pemikiran berupa deskripsi mengenai alur penelitian guna menggambarkan kerangka penelitian, adalah sebagai berikut:

Budaya Faktor budaya Kelas Sosial Keluarga Faktor sosial Teman, tetangga Motivasi Faktor membeli konsumen Faktor psikologi Persepsi Keyakinan Sikap Produk Keawetan Ukuran Bauran pemasaran Harga Harga jual Potongan harga Tempat Promosi Konsumen Membeli produk kaos oblong

Gambar 3.1 Model Penelitian

29

3.8 Tahap Analisis Data Dalam suatu penelitian tahap analisis data merupakan tahap yang penting sebagai langkah pembuktian. Menurut Nazir (2003:346) Analisis data merupakan bagian yang amat penting dalam metode ilmiah, karena dengan analisalah data tersebut dapat diberi arti dan makna yang berguna dalam memecahka masalah penelitian. Faktor-faktor tersebut adalah faktor budaya (budaya, kelas sosial) faktor pribadi (umur, pekerjaan, pendidikan dan pendapatan), faktor sosial (kelompok acuan, keluarga, peran dan status), faktor psikologi (motivasi, persepsi, keyakinan dan sikap), Bauran pemasaran (produk, harga, tempat, promosi). Sesuai dengan penelitian yang digunakan yaitu deskriptif maka metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan : Tabel Frekuensi Tabel frekuensi merupakan tabel sederhana yang berfungsi untuk mendeskripsikan ciri-ciri atau karakteristik dari satu faktor, mempelajari distribusi dan faktor-faktor pokok, memilih klasifikasi pokok untuk tabulasi silang (Rangkuti, 2005:91)

3.9 Tahap Penarikan Kesimpulan Tahap akhir penelitian ini adalah penarikan kesimpulan yang dilakukan setelah melakukan analisa terhadap data yang diperoleh dengan berdasar pada teoriteori yang ada pada konsep dasar, sehingga dapat memperjelas dalam memberikan jalan keluar terhadap permasalahan yang ada. Penarikan kesimpulan didalam penelitian ini menggunakan metode deduktif , yaitu dari teori-teori yang bersifat umum untuk menggambarkan fenomena tertentu, yaitu faktor-faktor yang mendorong keputusan apa saja yang melatar belakangi pembelian produk kaos oblong pada Garmen Iyan Jaya Jember.

BAB 4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Perusahaan 4.1.1 Sejarah Perusahaan Pemasaran menjadi pelajaran berharga bagi Farid Agus Santoso, pemilik perusahaan garmen yang bergerak di bidang sablon dan konveksi di Kelurahan Gebang Jember. Farid belajar dari satu usaha ke usah yang lainnya sehingga akhirnya berhasil mendirikan perusahaan garmen yang cukup dikenal baik di Karisidenan Besuki hingga luar pulau. Lahir dalam keluarga yang kurang mampu membuat Farid selalu ingin menghasilkan uang lebih banyak untuk memenuhi kebutuhannya, dan membantu orang tuanya. Farid yang ketika itu sudah menjadi remaja yang sudah terbiasa dengan kerasnya hidup, berinisiatif untuk merantau ke Bali pada tahun 1990 an. Dengan modal seadanya, di Bali ia mencoba bisnis makanan. Ia menjual soto ayam dan sate kambing ketika itu. Sayangnya lingkungan yang asing membuat dia harus kembali lagi ke Jember. Waktu itu saya masih belum menikah saya pengangguran di Jember selama beberapa bulan. Saya kebingungan mau bekerja apalagi untuk bertahan hidup. Masa pengangguran itu tak membuat semangat Farid surut. Ia mencari terus berusaha mencari pekerjaan kesana kemari untuk membuatnya bertahan hidup. Akhirnya Farid mendapat pinjaman uang untuk memulai usahanya yang baru. Lapak pedagang kaki lima ia peroleh dengan mudah. Dengan lapak baru itu, ia berjualan kaset VCD bajakan di depan sebuah pusat perbelanjaan di jalan Gajah Mada. Ternyata usaha tersebut cukup menguntungkan bagi dirinya. Dengan berjualan kaset VCD bajakan, Farid bisa membayar uang pinjaman untuk lapaknya, ia menjadi bos besar, kaset VCD bajakannya selalu laku terjual, apalagi sejak saat itu ia berhasil menjadi buruan para pedagang kaset VCD di seluruh karisidenana Besuki.

31

Ia mulai bisa mengontrak rumah, meski hanya di gang kecil tak jauh dari rumah orang tuanya. Kemudian ada undang-undang tentang kaset VCD bajakan. Ada sanksi yang akan dikenakan bagi pengganda maupun penjualnya. Farid akhirnya meninggalkan bisnis tersebut sebelum benar-benar digusur ataupun tertangkap. Beragam usaha dilakukan oleh Farid. Ia tak ingin sedikitpun menganggur dan berpangku tangan di hadapan orang lain. Menjadi pedagang kaki lima ia lakoni dengan semangat, meskipun harus setengah mengemis agar barang dagangannya segera laku. Naluri dan kemampuan usahanya terus ia asah hingga kemudian ia bertemu dengan seorang kawan yang bergerak di bidang percetakan kartu nama. Ia pun menyetujui untuk bergabung mengingat pekerjaan yang ditawarkan ketika itu tidak menggunakan modal sama sekali. Farid bekerja dengan semangat, ketika itu usianya menginjak 32 tahun, satu usia dimana seseorang biasanya sudah mencapai kesuksesan. Namun bagi Farid itu merupakan langkah awal suatu kesuksesan baru. Kala itu tidak sulit bagi Farid untuk menawarkan dari satu sekolah ke sekolah yang lain, dari instansi satu ke instansi yang lain, baginya yang sudah menjalani beberapa usaha pasar seakan datang sendiri untuk menghampirinya. Sejak ia menjadi sales (pemasar) di perusahaan kawanya itu, pesanan terus datang. Kebahagiaan Farid mendapatkan banyak pelanggan ternyata berbanding terbalik dengan usaha kawannya itu. Semakin banyak pesanan bukan semakin menambah dan mempertahankan kualitas, malah kualitasnya semakin menurun,

apalagi terkadang pesanan diantarkan selalu tidak tepat waktu dari yang dijanjikan. Kesal dengan kondisi itu, Farid akhirnya keluar dari perusahaan kawannya. Modal yang dia punya waktu itu hanya sebesar Rp 1,5 juta, uang itu kemudian dibelikan mesin bordir untuk membuka usaha konveksi kecil-kecilan. Dan saat itu tahun 2005 Farid mempunyai usaha konveksi dengan mempekerjakan satu pegawai asal Tasikmalaya untuk membantunya mengoperasikan mesin bordir. Meski tak punya apa-apa Farid nekat mempromosikan usahanya melalui iklan baris di sebuah

32

koran Radar Jember. Hasilnya sungguh di luar dugaan, dalam waktu 3 minggu Farid pun berhasil membeli 2 mesin bordir lagi. Hingga saat ini ia telah mampu mempunyai 25 mesin bordir, 3 mesin sablon dan mampu mempekerjakan 25 karyawan.

4.1.2 Visi dan Misi Garmen Iyan Jaya Jember Garmen Iyan Jaya Jember memiliki visi yaitu Ingin mengembangkan perusahaan konveksi, sehingga bisa menjadi perusahaan konveksi terbaik yang ada saat ini. Untuk mencapai visi tersebut, maka Garmen Iyan Jaya Jember menetapkan misi-misi sebagai berikut: a. Mengembangkan sebuah perusahaan dibidang konveksi yang mengutamakan pelayanan pada kepuasan yang optimal bagi para pelanggan. b. Menghasilkan produk unggul dan memiliki mutu yang konsisten serta harga yang dapat bersaing di pasar.

4.1.3 Tujuan Garmen Iyan Jaya Jember a. Mencapai atau memperoleh laba maksimal atau kemakmuran pemilik perusahaan. b. Menjaga kelangsungan hidup perusahaan. c. Mencapai kesejahteraan masyarakat sebagai tanggung jawab sosial perusahaan. d. Membantu Pemerintah dalam menciptakan lapangan pekerjaan.

33

4.1.4 Struktur Organisasi

Gambar 4.1 Struktur Organisasi Garmen Iyan Jaya Jember

PIMPINAN

KEPALA BAGIAN UMUM

BAGIAN SABLON

BAGIAN BORDIR

BAGIAN JAHIT

PASANG KANCING

BAGIAN PENGEPAKAN

Keterangan : Gambar Organisasi Komando : garis herarki : garis saling berhubungan antar bagian Sumber: Garmen Iyan Jaya Jember

Tugas dan Tanggung Jawab Masing-Masing Bagian a. Tugas dan Tanggung Jawab Pimpinan. 1) Membuat kebijakan atau keputusan. 2) Menerima orderan atau pesanan.

34

b. Tugas dan Tanggung Jawab Kepala Bagian Umum. 1) Melakukan pengawasan proses produksi. 2) Membeli dan mempersiapkan bahan baku. c. Tugas Bagian Sablon Melakukan penyablonan tehadap bahan yang sesuai dengan bentuk dan desain atas permintaan pemesan atau konsumen. d. Tugas Bagian Bordir Melakukan pembordiran bahan sesuai dengan desain yang telah ditetapkan pemesan atau konsumen. e. Tugas Bagian Jahit Menjahit bahan sesuai dengan pola yang telah ditetapkan. f. Tugas Bagian Pasang Kancing Melakukan pemasangan kancing pada bahan yang telah selesai di bordir dan dijahit. g. Tugas Bagian Pengepakan Melakukan pembungkusan terhadap produk yang telah selesai atau sudah jadi.

4.1.5 Hari dan Jam Kerja Hari dan jam kerja Garmen Iyan Jaya Jember adalah sebagai berikut Hari Senin s/d Sabtu Jam kerja : 08.00 - 16.00 WIB

Jam istirahat : 12.00 - 13.00 WIB

35

4.2 Analisis Data Analisis Tabel Frekuensi Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan maka diperoleh hasil sekaligus pembahasan sebagai berikut: 4.2.1 Faktor Budaya Faktor budaya didalam penelitian ini adalah budaya dan kelas sosial. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing faktor budaya yang akan digambarkan dalam tabel. a. Budaya

Tabel 4.1 Tanggapan responden membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena memiliki arti penting dalam hidup. Tanggapan Responden Setuju Tidak setuju Jumlah
Sumber : Data penelitian diolah

Frekuensi 17 13 30

Persentase (%) 56,6 43,3 100

Berdasarkan tabel tersebut diatas dapat deketahui bahwa sebagian besar responden yaitu sebanyak 17 orang atau 56,6% dari total responden setuju bahwa mereka membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena memiliki arti penting dalam hidup dengan alasan mereka telah menjadi pelanggan dan sudah terbiasa membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember, sedangkan sebagian kecil responden yaitu sebanyak 13 orang atau 43,3% tidak setuju bahwa mereka membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena memiliki arti penting dalam hidup dengan alasan karena kaos oblong hanya sebagai kebutuhan saja, dan menurut mereka masih banyak yang lebih penting dari sekedar membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember.

36

b.

Kelas sosial

Tabel 4.2 Tanggapan responden membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena posisi mereka di dalam masyarakat. Tanggapan Responden Setuju Tidak setuju Jumlah
Sumber : Data penelitian diolah

Frekuensi 7 23 30

Persentase (%) 23,3 76,6 100

Berdasarkan tabel tersebut diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden yaitu sebanyak 23 orang atau 76,6% dari total responden tidak setuju bahwa mereka membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena posisi mereka di dalam masyarakat, dengan alasan bahwa setiap orang atau siapapun berhak atau bisa membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember, sedangkan sebagian kecil responden yaitu sebanyak 7 orang atau 23,3% dari total responden setuju bahwa mereka membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena posisi mereka di dalam masyarakat, dengan alasan karena sebagian dari mereka memang kerabat dekat bahkan bertetangga dengan Garmen Iyan Jaya Jember, oleh sebab itu mereka membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember.

37

4.2.2 Faktor Pribadi Faktor pribadi didalam penelitian ini adalah umur, pekerjaan, pendidikan, dan pendapatan. a. Umur

Tabel 4.3 Umur responden. Umur Responden Dibawah 21 tahun 21 50 tahun Diatas 50 tahun Jumlah
Sumber : Data penelitian diolah

Frekuensi 25 5 30

Persentase (%) 83,3 16,6 100

Berdasarkan tabel tersebut diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden yaitu sebanyak 25 orang atau 83,3% dari total responden berumur 21 50 tahun, sedangkan sebagian kecil responden yaitu sebanyak 5 orang atau 16,6% dari total responden berumur diatas 50 tahun. b. Pekerjaan

Tabel 4.4 Pekerjaan responden. Pekerjaan Responden PNS (Pegawai Negeri Sipil) Wiraswasta Jumlah
Sumber : Data penelitian diolah

Frekuensi 4 26 30

Persentase (%) 13,3 86,6 100

Berdasarkan tabel tersebut diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden yaitu sebanyak 26 orang atau 86,6% dari total responden pekerjaannya adalah wiraswasta, sedangkan sebagian kecil yaitu sebanyak 4 orang atau 13,3% dari total responden pekerjaannya adalah PNS (Pegawai Negeri Sipil). Jadi responden di dominasi oleh orang yang pekerjaannya wiraswasta.

38

c.

Pendidikan

Tabel 4.5 Pendidikan responden. Pendidikan Responden SD/Sederajat SLTP/Sederajat SLTA/Sederajat PT (Perguruan Tinggi) Lain lain.... Jumlah
Sumber : Data penelitian diolah

Frekuensi 1 15 14 30

Persentase (%) 3,3 50 46,6 100

Berdasarkan tabel tersebut diatas dapat diketahui yaitu sebanyak 15 orang atau 50% dari total responden berpendidikan SLTA, kemudian diikuti oleh responden yang berpendidikan PT (Perguruan Tinggi) sebanyak 14 orang atau 46,6%, dan yang berpendidikan SLTP 1 orang atau 3,3%. d. Pendapatan

Tabel 4.6 Pendapatan responden. Pendapatan Responden Kurang dari Rp 1.000.000,Rp 1.000.000,- s/d Rp 2.000.000 Diatas Rp 2.000.000,Jumlah
Sumber : Data penelitian diolah

Frekuensi 5 16 9 30

Persentase (%) 16,6 53,3 30 100

Berdasarkan tabel tersebut diatas dapat diketahui bahwa pendapatan responden yang kurang dari Rp 1.000.000,- adalah yang paling sedikit dari total responden yaitu sebanyak 5 orang atau 16,6% dibandingkan dengan pendapatan responden yang Rp 1.000.000,- s/d Rp 2.000.000,- yaitu sebanyak 16 orang atau 53,3% dan pendapatan responden yang diatas Rp 2.000.000,- yaitu sebanyak 9 orang atau 30%

39

4.2.3 Faktor Sosial Faktor sosial didalam penelitian ini adalah keluarga, teman dan tetangga. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing faktor sosial yang digambarkan dalam tabel. a. Keluarga

Tabel 4.7 Tanggapan responden membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena pengaruh dari keluarga. Tanggapan Responden Setuju Tidak setuju Jumlah
Sumber : Data penelitian diolah

Frekuensi 8 22 30

Persentase (%) 26,6 73,3 100

Berdasarkan tabel tersebut diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden yaitu sebanyak 22 orang atau 73,3% dari total responden menyatakan tidak setuju bahwa mereka membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena pengaruh dari keluarga dengan alasan kaos oblong merupakan private good jadi mereka membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember atas kehendak mereka sendiri, sedangkan sebagian kecil responden yaitu sebanyak 8 orang atau 26,6% dari total responden menyatakan setuju bahwa mereka membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena pengaruh dari kelurga dengan alasan karena ada salah satu keluarga yang sudah membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember, kemudian memberitahu kepada mereka sehingga mereka berkeinginan untuk membelinya.

40

b.

Teman, tetangga

Tabel 4.8 Tanggapan responden membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena pengaruh dari teman dan tetangga. Tanggapan Responden Setuju Tidak setuju Jumlah
Sumber : Data penelitian diolah

Frekuensi 23 7 30

Persentase (%) 76,6 23,3 100

Berdasarkan tabel tersebut diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden yaitu sebanyak 23 orang atau 76,6% dari total responden menyatakan setuju bahwa mereka membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena pengaruh dari teman dan tetangga dengan alasan awalnya mereka tahu tentang Garmen Iyan Jaya Jember dari teman dan tetangga mereka, sedangkan sebagian kecil yaitu sebanyak 7 orang atau 23,3% dari total responden menyatakan tidak setuju bahwa mereka membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena pengaruh dari teman dan tetangga dengan alasan mereka membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember atas kehendak mereka sendiri tanpa dipengaruhi oleh siapapun.

41

4.2.4 Faktor Psikologi Faktor psikologi didalam penelitian ini adalah motivasi, persepsi, keyakinan, dan sikap. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing faktor psikologi yang digambarkan dalam tabel. a. Motivasi

Tabel 4.9 Tanggapan responden membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena dengan memakai produk tersebut menjadi lebih bergaya. Tanggapan Responden Setuju Tidak setuju Jumlah
Sumber : Data penelitian diolah

Frekuensi 12 18 30

Persentase (%) 40 60 100

Berdasrkan tabel tersebut diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden yaitu sebanyak 18 orang atau 60% dari total responden menyatakan tidak setuju bahwa mereka membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena dengan memakai kaos tersebut menjadi lebih bergaya dengan alasan karena hanya sekedar kaos oblong, dan hanya buat kebutuhan saja, sedangkan sebagian kecil yaitu sebanyak 12 orang atau 40% dari total responden menyatakan setuju bahwa mereka membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena dengan memakai kaos tersebut menjadi lebih bergaya dengan alasan banyak motifnya dan produknya juga bagus, sehingga dengan memakainya bisa tampil beda dan lebih percaya diri.

42

b.

Persepsi

Tabel 4.10 Tanggapan responden membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena ketepatan waktu dalam penyelesaiannya. Tanggapan Responden Setuju Tidak setuju Jumlah
Sumber : Data penelitian diolah

Frekuensi 21 9 30

Persentase (%) 70 30 100

Berdasarkan tabel tersebut diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden yaitu sebanyak 21 orang atau 70% dari total responden menyatakan setuju bahwa mereka membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena ketepatan waktu dalam penyelesaiannya dengan alasan menurut pengalaman mereka selama mereka membeli di Garmen Iyan Jaya Jember tidak pernah molor, sesuai dengan janjinya, dan penyelesaiannya tergolong cepat, sedangkan sebagian kecil responden yaitu sebanyak 9 orang atau 30% dari total responden menyatakan tidak setuju bahwa mereka membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena ketepatan waktu dalam penyelesaiannya dengan alasan menurut mereka terkadang masih meleset dari janji yang telah di sepakati. c. Keyakinan

Tabel 4.11 Tanggapan responden membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember adalah hal yang menguntungkan. Tanggapan Responden Setuju Tidak setuju Jumlah
Sumber : Data penelitian diolah

Frekuensi 15 15 30

Persentase (%) 50 50 100

Berdasarkan tabel tersebut diatas dapat diketahui bahwa sebanyak 15 orang atau 50% dari total responden menyatakan setuju bahwa mereka membeli kaos

43

oblong di Garmen Iyan Jaya Jember adalah hal yang menguntungkan dengan alasan menurut mereka menguntungkan karena lebih ekonomis, yaitu harganya lebih murah dan terjangkau, sedangkan sebanyak 15 orang atau 50% dari total responden menyatakan tidak setuju bahwa mereka membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember adalah hal yang menguntungkan dengan alasan karena mereka sudah cocok saja dengan Garmen Iyan Jaya Jember dan kompetitornya ada yang lebih ekonomis. d. Sikap

Tabel 4.12 Sikap responden setelah membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember. Tanggapan Responden Puas Tidak puas Jumlah
Sumber : Data penelitian diolah

Frekuensi 24 6 30

Persentase (%) 80 20 100

Berdasarkan tabel tersebut di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden yaitu sebanyak 24 orang atau 80% dari total responden menyatakan bahwa sikap mereka puas setelah membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember dengan alasan karena kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember sesuai dengan keinginan dan harapan mereka, sedangkan sebagian kecil responden yaitu sebanyak 6 orang atau 20% dari total responden menyatakan bahwa sikap mereka tidak puas setelah membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember dengan alasan karena kaos oblong di Garmen Iyan Jember jahitannya kurang bagus.

44

4.2.5 Bauran pemasaran Faktor bauran pemasaran didalam penelitian ini adalah produk, ukuran produk, harga, potongan harga, tempat, dan promosi. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing faktor bauran pemasaran yang digambarkan dalam tabel. a. Produk

Tabel 4.13 Tanggapan responden membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena tergolong produk yang lebih awet. Tanggapan Responden Setuju Tidak setuju Jumlah
Sumber : Data penelitian diolah

Frekuensi 22 8 30

Persentase (%) 73,3 26,6 100

Berdasarkan tabel tersebut diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden yaitu sebanyak 22 orang atau 73,3% dari total responden menyatakan setuju bahwa mereka membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena tergolong produk yang lebih awet dengan alasan menurut pengalaman mereka warnanya tidak cepat pudar, kain lebih tebal serta lentur, sedangkan sebagian kecil dari responden yaitu sebanyak 8 orang atau 26,6% dari total responden menyatakan tidak setuju bahwa mereka membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena tergolong produk yang lebih awet dengan alasan menurut mereka bahanya sama dengan pasaran dan belum tentu juga lebih bagus dibandingkan kaos di toko-toko kaos yang ada.

45

b.

Ukuran produk

Tabel 4.14 Tanggapan responden membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena ukurannya yang lebih bervariasi. Tanggapan Responden Setuju Tidak setuju Jumlah
Sumber : Data penelitian diolah

Frekuensi 25 5 30

Persentase (%) 83,3 16,6 100

Berdasarkan tabel tersebut diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden yaitu sebanyak 25 orang atau 83,3% dari total responden menyatakan setuju bahwa mereka membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena ukurannya yang lebih bervariasi dengan alasan ukurannya dapat disesuaikan dengan keinginan dan permintaan pembeli/konsumen, sedangkan sebagian kecil responden yaitu sebanyak 5 orang atau 16,6% dari total responden menyatakan tidak setuju bahwa mereka membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena ukurannya yang lebih bervariasi dengan alasan ukurannya tertentu dan kebanyakan all size (segala ukuran khusus dewasa). c. Harga

Tabel 4.15 Tanggapan responden membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena harganya lebih murah dibandingkan produk lain yang sejenis. Tanggapan Responden Setuju Tidak setuju Jumlah
Sumber : Data penelitian diolah

Frekuensi 19 11 30

Persentase (%) 63,3 36,6 100

Berdasarkan tabel tersebut di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden yaitu sebanyak 19 orang atau 63,3% dari total responden menyatakan

46

setuju bahwa mereka membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena harganya yang lebih murah di bandingkan produk lain yang sejenis dengan alasan menurut mereka memang murah dan harganya di bawah pesaing, sedangkan sebagian kecil responden yaitu sebanyak 11 orang atau 36,6% menyatakan tidak setuju bahwa mereka membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena harganya yang lebih murah dibandingkan produk lain yang sejenis dengan alasan harga sama dengan pesaingnya dan bahkan lebih mahal dibandingkan dengan pesaingnya. d. Potongan harga

Tabel 4.16 Tanggapan responden membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena potongan harga yang diberikan. Tanggapan Responden Setuju Tidak setuju Jumlah
Sumber : Data penelitian diolah

Frekuensi 7 23 30

Persentase (%) 23,3 76,6 100

Berdasarkan tabel tersebut di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden yaitu sebanyak 23 orang atau 76,6% dari total responden menyatakan tidak setuju bahwa mereka membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena potongan harga yang diberikan dengan alasan mereka belum mendapatkan potongan harga, sedangkan sebagian kecil responden yaitu sebanyak 7 orang atau 23,3% dari total responden menyatakan setuju bahwa mereka membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena potongan harga yang diberikan dengan alasan sesuai dengan pembelian yang dilakukan, apabila membeli dalam jumlah besar/banyak baru mendapatkan potongan harga.

47

e.

Tempat

Tabel 4.17 Tanggapan responden membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena letaknya yang lebih strategis dan lebih terjangkau. Tanggapan Responden Setuju Tidak setuju Jumlah
Sumber : Data penelitian diolah

Frekuensi 18 12 30

Persentase (%) 60 40 100

Berdasarkan tabel tersebut diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden yaitu sebanyak 18 orang atau 60% dari total responden menyatakan setuju bahwa mereka membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena letaknya yang lebih strategis dan lebih terjangkau dengan alasan menurut mereka masih terjangkau meskipun tidak strategis, sedangkan sebagian kecil responden yaitu sebanyak 12 orang atau 40% dari total responden menyatakan tidak setuju bahwa mereka membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena letaknya yang lebih strategis dan lebih terjangkau dengan alasan karena tempatnya masuk gang, tidak di pinggir jalan raya. f. Promosi

Tabel 4.18 Tanggapan responden terhadap promosi yang dilakukan Garmen Iyan Jaya Jember melalui media cetak (koran) membuat anda lebih tertarik untuk membeli produk kaos oblong. Tanggapan Responden Setuju Tidak setuju Jumlah
Sumber : Data penelitian diolah

Frekuensi 12 18 30

Persentase (%) 40 60 100

Berdasarkan tabel tersebut diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden yaitu sebanyak 18 orang atau 60% dari total responden menyatakan tidak

48

setuju bahwa promosi yang di lakukan Garmen Iyan Jaya Jember melalui media cetak (koran) membuat mereka lebih tertarik untuk membeli kaos oblong dengan alasan masih lebih baik promosi yang dilakukan oleh pesaingnya, dan mereka membeli di Garmen Iyan Jaya Jember karena di beritahu oleh keluarga, teman, dan tetangga, sedangkan sebagian kecil responden yaitu sebanyak 12 orang atau 40% menyatakan setuju bahwa promosi yang di lakukan Garmen Iyan Jaya Jember melalui media cetak (koran) membuat mereka lebih tertarik untuk membeli kaos oblong dengan alasan dengan melihat promosi dikoran bisa melihat macam produknya, sehingga menjadi lebih tertarik ingin mencoba membeli di Garmen Iyan Jaya Jember.

49

Tabel 4.19 Tabulasi frekuensi faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember.
No. Variabel Mempengaruhi Persen % Tidak Mempengaruhi Persen % Jumlah Jumlah responden (g) Persen % (h)

(a) 1.

2.

3.

4.

5.

(b) Faktro pribadi Umur - Dibawah 21 tahun - 21-50 tahun - Diatas 50 tahun pekerjaan - PNS - Wiraswasta pendidikan - SD/sederajat - SLTP/ sederajat - SLTA/ sederajat - PT (perguruan tinggi) pendapatan - dibawah Rp. 1.000.000,- Rp. 1.000,- s/d Rp. 2.000.000,- Diatas Rp. 2.000.000,Faktor budaya Budaya Kelas sosial Faktor sosial Keluarga Teman, tetangga Faktor psikologi Motivasi Persepsi Keyakinan Sikap Bauran pemasaran Produk - Keawetan - Ukuran Harga - Harga jual - Potongan harga Tempat promosi

(c)

(d)

(e)

(f)

25 5 4 26 1 15 14

83,3 16,6 13,3 86,6 3,3 50 46,6

5 16 9

16,6 53,3 30

17 7 8 23 12 21 15 24

56,6 23,3 26,6 76,6 40 70 50 80

13 23 22 7 18 9 15 6

43,3 76,6 73,3 23,3 60 30 50 20

30 30 30 30 30 30 30 30

100 100 100 100 100 100 100 100

22 25 19 7 18 12

73,3 83,3 63,3 23,3 60 40

8 5 11 23 12 18

26,6 16,6 36,6 76,6 40 60

30 30 30 30 30 30

100 100 100 100 100 100

Sumber : Data penelitian diolah

50

4.3 Pembahasan Berdasarkan hasil analisis data melalui tabel frekuensi, tanggapan responden tentang budaya (membeli kaos oblong pada Garmen Iyan Jaya Jember karena memiliki arti penting dalam hidup) yaitu sebanyak 17 orang atau 56,6% menyatakan setuju dengan alasan kerena mereka telah menjadi pelanggan dan sudah terbiasa membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember, sebanyak 13 orang atau 43,3% menyatakan tidak setuju dengan alasan karena kaos oblong hanya sebagai kebutuhan saja, dan menurut mereka masih banyak yang lebih penting dari sekedar membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember. Hal ini berarti budaya mempengaruhi responden dalam membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember. Hasil analisis data melalui tabel frekuensi juga menunjukkan bahwa sebanyak 23 orang atau 76,6% menyatakan tidak setuju bahwa kelas sosial (membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena posisi mereka di dalam masyarakat) dengan alasan bahwa setiap orang atau siapapun berhak atau bisa membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember, sebanyak 7 orang atau 23,3% menyatakan setuju dengan alasan karena sebagian dari mereka memang kerabat dekat bahkan bertetangga dengan Garmen Iyan Jaya Jember, oleh sebab itu mereka membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember. Hal ini berarti kelas sosial tidak mempengaruhi responden dalam membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember. Tabel frekuensi menunjukkan bahwa mayoritas umur responden 21-50 tahun yaitu sebanyak 25 orang atau 83,3% dari total jumlah responden yang ada, responden yang berumur diatas 50 tahun sebanyak 5 orang atau 16,6% dari total responden. Hal ini berarti tidak ada responden yang berumur dibawah 21 tahun. Pekerjaan responden mayoritas wiraswasta yaitu sebanyak 26 orang atau 86,6%, sebanyak 4 orang atau 13,3% adalah PNS (Pegawai Negeri sipil), data tersebut dapat diketahui melalui analisis tabel frekuensi. Hal ini menunjukkan mayoritas pekerjaan responden adalah wiraswasta.

51

Pendidikan formal responden berdasarkan tabel frekuensi dapat diketahui yaitu sebanyak 15 orang atau 50% dari total responden berpendidikan SLTA/Sederajat, kemudian diikuti oleh responden yang berpendidikan PT (Perguruan Tinggi) sebanyak 14 orang atau 46,6%, dan yang berpendidikan SLTP 1 orang atau 3,3%. Hal ini berarti tidak ada responden yang berpendidikan SD/Sederajat dan mayoritas responden berpendidikan SLTA/Sederajat. Pendapatan responden berdasarkan analisis tabel frekuensi diketahui bahwa pendapatan responden yang kurang dari Rp 1.000.000,- adalah yang paling sedikit yaitu sebanyak 5 orang atau 16,6% dibandingkan dengan pendapatan responden yang Rp 1.000.000,- s/d Rp 2.000.000,- yaitu sebanyak 16 orang atau 53,3% dan pendapatan responden yang diatas Rp 2.000.000,- yaitu sebanyak 9 orang atau 30%. Hal ini berarti mayoritas pendapatan responden adalah Rp 1.000.000,- s/d Rp 2.000.000. Faktor sosial didalam penelitian ini adalah keluarga, teman dan tetangga, dimana keluarga berdasarkan analisis tabel frekuensi diketahui yaitu sebanyak 8 orang atau 26,6% menyatakan setuju bahwa mereka membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena pengaruh dari kelurga dengan alasan karena ada salah satu keluarga yang sudah membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember, kemudian memberitahu kepada mereka sehingga mereka berkeinginan untuk membelinya, sebanyak 22 orang atau 73,3% menyatakan tidak setuju dengan alasan kaos oblong merupakan private good jadi mereka membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember atas kehendak mereka sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa keluarga tidak mempengaruhi responden dalam membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember. Analisis tabel frekuensi juga menunjukkan yaitu sebanyak 23 orang atau 76,6% menyatakan setuju bahwa mereka membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena pengaruh dari teman dan tetangga dengan alasan awalnya mereka tahu tentang Garmen Iyan Jaya Jember dari teman dan tetangga, sebanyak 7 orang atau 23,3% menyatakan tidak setuju dengan alasan mereka membeli kaos oblong di

52

Garmen Iyan Jaya Jember atas kehendak mereka sendiri tanpa dipengaruhi oleh siapapun. Hal ini berarti teman dan tetangga sebagian besar mempengaruhi responden dalam membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember. Tanggapan responden tentang motivasi (membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena dengan memakai produk tersebut menjadi lebih bergaya) yaitu sebanyak 12 orang atau 40% menyatakan setuju dengan alasan banyak motif dan produknya juga bagus, sehingga dengan memakainya bisa tampil beda dan lebih percaya diri, sebanyak 18 orang atau 60% menyatakan tidak setuju dengan alasan karena hanya sekedar kaos oblong, dan hanya buat kebutuhan saja, jumlah tersebut dapat diketahui dari hasil analisis tabel frekuensi. Dari penjelasan diatas menunjukkan bahwa motivasi tidak mempengaruhi responden dalam membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember. Persepsi (tanggapan responden membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena ketepatan waktu dalam penyelesaiannya), berdasarkan analisis tabel frekuensi menunjukkan sebanyak 21 orang atau 70% menyatakan setuju

dengan alasan menurut pengalaman mereka selama membeli di Garmen Iyan Jaya Jember tidak pernah telat, sesuai dengan janjinya, dan penyelesaiannya tergolong cepat, sebanyak 9 orang atau 30% menyatakan tidak setuju dengan alasan menurut mereka terkadang masih meleset dari janji yang telah di sepakati. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi mempengaruhi responden dalam membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember. Keyakinan (tanggapan responden membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember adalah hal yang menguntung) berdasarkan analisis tabel frekuensi diketahui sebanyak 15 orang atau 50% menyatakan setuju dengan alasan menguntungkan karena lebih ekonomis, yaitu harganya lebih murah dan terjangkau, kemudian sebanyak 15 orang atau 50% menyatakan tidak setuju dengan alasan karena mereka sudah cocok saja dengan Garmen Iyan Jaya Jember dan

53

kompetitornya ada yang lebih ekonomis. Dalam hal ini diperoleh hasil yang sama antara responden yang menyatakan setuju dan tidak setuju. Sikap (sikap responden setelah membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember), dari hasil analisis tabel frekuensi diketahui sebanyak 24 orang atau 80% menyatakan puas setelah membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember dengan alasan karena kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember sesuai dengan keinginan dan harapan mereka, sebanyak 6 orang atau 20% menyatakan tidak puas dengan alasan karena kaos oblong di Garmen Iyan Jember jahitannya kurang begitu bagus. Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan sikap puas setelah membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember. Bauran pemasaran yang terdiri dari produk, ukuran produk, harga, potongan harga, tempat, dan promosi, dimana produk (tanggapan responden membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena tergolong produk yang lebih awet) berdasarkan analisis tabel frekuensi diketahui yaitu sebanyak 22 orang atau 73,3% menyatakan setuju dengan alasan menurut pengalaman mereka warnanya tidak cepat pudar, kain lebih tebal serta lentur, sebanyak 8 orang atau 26,6% menyatakan tidak setuju dengan alasan bahanya sama dengan pasaran dan belum tentu juga lebih bagus dibandingkan kaos di toko-toko kaos yang ada. Hal ini berarti produk mempengaruhi responden dalam membeli kaos oblong di garmen Iyan Jaya Jember. Ukuran produk (tanggapan responden membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena ukurannya yang lebih bervariasi) dari analisis tabel frekuensi diketahui sebanyak 25 orang atau 83,3% menyatakan setuju dengan alasan ukurannya dapat disesuaikan dengan keinginan dan permintaan pembeli/konsumen, sebanyak 5 orang atau 16,6% menyatakan tidak setuju dengan alasan ukurannya tertentu dan kebanyakan all size. Hal ini berarti ukuran produk mempengaruhi responden dalam membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember.

54

Harga (tanggapan responden membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena harganya lebih murah dibandingkan produk lain yang sejenis) didapat hasil berdasarkan analisis tabel frekuensi yaitu sebanyak 19 orang atau 63,3% yang menyatakan setuju dengan alasan menurut mereka memang murah dan harganya di bawah pesaing, sebanyak 11 orang atau 36,6% menyatakan tidak setuju dengan alasan harga sama dengan pesaingnya dan bahkan lebih mahal dibandingkan dengan pesaingnya. Dari penjelasan diatas diketahui bahwa harga mempengaruhi responden dalam membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember. Potongan harga (tanggapan responden membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena potongan harga yang diberikan) menurut hasil analisis tabel frekuensi diketahui sebanyak 7 orang atau 23,3% menyatakan setuju dengan alasan sesuai dengan pembelian yang dilakukan, apabila membeli dalam jumlah besar/banyak baru mendapatkan potongan harga, sebanyak 23 orang atau 76,6% menyatakan tidak setuju dengan alasan mereka belum mendapatkan potongan harga. Hal ini menunjukkan bahwa potongan harga tidak mempengaruhi responden dalam membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember. Tempat (tanggapan responden membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember karena letaknya yang lebih strategis dan lebih terjangkau) berdasarkan analisis tabel frekuensi diketahui yaitu sebanyak 18 orang atau 60% menyatakan setuju dengan alasan masih terjangkau meskipun tidak strategis, sebanyak 12 orang atau 40% menyatakan tidak setuju dengan alasan tempatnya masuk gang, tidak di pinggir jalan raya. Dengan demikian dapat diketahui bahwa tempat mempengaruhi responden dalam membeli kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember. Promosi (tanggapan responden terhadap promosi yang dilakukan Garmen Iyan Jaya Jember melalui media cetak (koran) membuat anda lebih tertarik untuk membeli kaos oblong) berdasarkan analisis tabel frekuensi diketahui yaitu sebanyak 12 orang atau 40% menyatakan setuju dengan alasan melihat promosi dikoran bisa melihat macam produknya, sehingga menjadi lebih tertarik ingin mencoba membeli

55

di Garmen Iyan Jaya Jember, sebanyak 18 orang atau 60% menyatakan tidak setuju dengan alasan masih lebih baik promosi yang dilakukan oleh pesaingnya, dan mereka membeli di Garmen Iyan Jaya Jember karena di beritahu oleh keluarga, teman, dan tetangga. Hal ini berarti promosi tidak mempengaruhi responden dalam membeli produk kaos oblong di Garmen Iyan Jaya Jember.

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan Berdasarkan pada tujuan penelitian yaitu ingin mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen membeli produk kaos oblong pada Garmen Iyan Jaya Jember maka, berdasarkan hasil analisis dan pembahasan diketahui bahwa konsumen membeli produk kaos oblong pada Garmen Iyan Jaya Jember secara variatif dipengaruhi oleh empat faktor yaitu budaya, faktor sosial yang terdiri dari teman dan tetangga, faktor psikologi yang terdiri dari persepsi dan sikap, faktor bauran pemasaran yang terdiri dari produk, ukuran produk, harga, dan tempat.

5.2 Saran Sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan maka saran yang perlu disampaikan adalah Garmen Iyan Jaya Jember hendaknya lebih meningkatkan promosi dan pemberian potongan harga kepada masyarakat agar masyarakat lebih tertarik lagi untuk membeli produknya.

DAFTAR BACAAN

Buku Djaja. 2005 Pengantar Metode Statistik Jilid II. LP3ES. Jakarta. Kotler, P, et al. 2000. Manajemen Pemasaran. ANDI and Pearson Education Asia Pte. Ltd. Kotler, P. & Armstrong, G. 2001. Prinsip-prinsip Pemasaran, Jilid 2, edisi 8. Jakarta: Erlangga. ______. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran, Jilid 1, edisi 12. Jakarta: Erlangga. Mowen. H. 2002. Perilaku Konsumen. Jilid I. Penerbit. Andi. Yogyakarta. Nazir, M. 2003. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia. Rangkuti, F. 2005. Riset Pemasaran. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Sugiyono. 2002. Metode Penelitian Bisnis. Bandung Alfabeta. _______. 2008. Metode Penelitian Bisnis. Bandung Alfabeta. _______. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Swasta, Basu dan Handoko, T. Hani. 2000. Manajemen Pemasaran. Cetakan Ketiga BPFE, Yogjakarta. Tim Universitas Jember. 2010. Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Jember UPT penerbitan Universitas Jember Press. Umar, Husien. 2003. Metodologi Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. . Jakarta: Raja Grafindo.

Skripsi

Purwanto. 2010. Identifikasi Faktor-faktor Pengambilan Keputusan Petani terhadap Pemilihan Tabungan Simpanan Pedesaan (Simpedes) Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Unit Sukowono Cabang Jember. Rini Tri Handayani. 2006. Fakto-faktor Yang Mendorong Keputusan Membeli Sepatu Merek Indonesian Footwears Agencies di Depot Wahyu Ekawati Jember. Nilam Palupi Bastit. 2006. Faktor-faktor Yang Mendorong Keputusan Nasabah Menabung Pada Produk Shar-e Pada PT. Bank Muamalat Indonesia Cabang Jember. Internet Hamidah. Perilaku Konsumen Dan Tindakan Pemasaran. library.usu.ac.id http://bonteng.wordpress.com/2009/11/16/atribut-produk/. http://skripsipdf.blogspot.com/2008/03/hubungan-persepsi-konsumen-atasatribut.html. Wordpress, 2009. Http://ilmu manajemen pemasaran.

DAFTAR KUESIONER I. Identitas Pribadi Nama Nim Jurusan/Program Studi : Agus Supriono : 070910292025 : Ilmu Administrasi/Administrasi Niaga (Sore) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Alamat : Jl. Jawa VII No. 13 Jember.

II. Pengantar Dalam rangka menyelesaikan pendidikan Strata 1 (S1) pada jurusan Ilmu Administrasi Program Studi Ilmu Administrasi Niaga Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember, saya sebagai peneliti melaksanakan penelitian sebagai tugas akhir kuliah untuk kepentingan penulisan skripsi. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan Faktor-faktor yang mendorong keputusan konsumen dalam membeli produk kaos oblong pada Garmen Iyan Jaya Jember. Untuk mencapai tujuan tersebut, saya minta kesediaan Bapak/Ibu/Saudara/I untuk membantu dengan mengisi daftar pertanyaan yang penulis ajukan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dan kerahasiaan jawaban serta identitas yang Bapak/Ibu/Saudara/I berikan akan saya jaga sepenuhnya. Pada kesempatan ini pula, peneliti mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan kesediaan Bapak/Ibu/Saudara/I meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner ini. Dan saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan atas kata-kata yang kurang berkenan.

Hormat saya Peneliti

Agus Supriono

III. Petunjuk Pengisian 1. Identitas responden No. responden Jenis kelamin : (tidak perlu diisi) : a. Laki-laki b. Perempuan Umur Pendidikan terakhir : : a. SD/Sederajat b. SLTP/Sederajat c. SLTA/Sederajat d. PT (Perguruan Tinggi) e. Lain-lain . Pekerjaan : a. Pegawai negeri sipil (PNS) b. Wiraswasta Penghasilan rata-rata tiap : a. Kurang dari Rp 1.000.000,Bulan dalam satu tahun b. Rp 1.000.000,- sampai dengan Rp 2.000.000,c. Diatas Rp 2.000.000,Keterangan :*) Coret salah satu 2. Daftar pertanyaan Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang anda pilih

a.

Faktor budaya Budaya

1.

Apakah anda setuju bahwa keputusan anda dalam membeli produk kaos oblong pada Garmen Iyan Jaya Jember karena memiliki arti penting dalam hidup ? a. Setuju b. Tidak setuju

Alasannya: .................................................................................................................................. ........................................................................................................................ ............................................................................................................................. Kelas sosial 2. Apakah anda setuju bahwa keputusan anda dalam membeli produk kaos oblong pada Garmen Iyan Jaya Jember karena posisi anda di dalam masyarakat ? a. Setuju b. Tidak setuju Alasannya: .................................................................................................................................. ........................................................................................................................ .............................................................................................................................

b. Faktor Pribadi Umur 3. Berapa umur anda ? a. Umur dibawah 21 tahun b. Umur 21-50 tahun c. Umur diatas 50 tahun Pekerjaan 4. Apakah pekerjaan anda ? a. PNS b. Wiraswasta

Pendidikan 5. Apakah pendidikan terakhir anda ? a. SD/Sederajat b. SLTP/Sederajat c. SLTA/sederajat d. PT (Perguruan Tinggi) e. Lain-lain.. Pendapatan 6. Berapa penghasilan rata-rata perbulan anda ? a. Kurang dari Rp 1.000.000,b. Rp 1.000.000,- sampai dengan Rp 2.000.000,c. Diatas Rp 2.000.000,-

c.

Faktor Sosial Keluarga

7.

Apakah anda setuju bahwa keluarga mempengaruhi anda dalam membeli produk kaos oblong pada Garmen Iyan Jaya Jember ? a. Setuju b. Tidak setuju Alasannya: .................................................................................................................................. ........................................................................................................................ ............................................................................................................................. Teman, tetangga

8.

Apakah anda setuju bahwa teman, tetangga, mempengaruhu anda dalam membeli produk kaos oblong pada Garmen Iyan Jaya Jember ? a. Setuju b. Tidak setuju

Alasannya: .................................................................................................................................. ........................................................................................................................ .............................................................................................................................

d. Faktor Psikologi Motivasi 9. Apakah anda sutuju bahwa motivasi anda dalam membeli produk kaos oblong pada Garmen Iyan Jaya Jember karena dengan memakai produk tersebut menjadi lebih bergaya ? a. Setuju b. Tidak setuju Alasannya: .................................................................................................................................. ........................................................................................................................ ............................................................................................................................. Persepsi 10. Apakah anda sutuju bahwa persepsi anda membeli produk kaos oblong pada Garmen Iyan Jaya Jember karena lebih tepat waktu dalam penyelesaiaan ? a. Setuju b. Tidak setuju Alasannya: .................................................................................................................................. ........................................................................................................................ ............................................................................................................................. Keyakinan 11. Setujukah anda bahwa keyakinan anda membeli produk kaos oblong pada Garmen Iyan Jaya Jember adalah hal yang lebih menguntungkan

dalam kehidupan anda ? a. Sutuju b. Tidak setuju Alasannya: .................................................................................................................................. ........................................................................................................................ ............................................................................................................................. Sikap 12. Bagaimana sikap anda setelah membeli produk kaos oblong pada Garmen Iyan Jaya Jember ? a. puas b. Tidak puas

Alasannya: .................................................................................................................................. ........................................................................................................................ .............................................................................................................................

Bauran pemasaran Produk

13. Apakah anda setuju bahwa produk kaos oblong pada Garmen Iyan Jaya tergolong produk yang lebih awet? a. Setuju b. Tidak setuju Alasannya: .................................................................................................................................. ........................................................................................................................ .............................................................................................................................

14. Apakah anda setuju bahwa produk kaos oblong pada Garmen Iyan Jaya memiliki ukuran yang lebih bervariasi ? a. Setuju b. Tidak setuju Alasannya: .................................................................................................................................. ........................................................................................................................ ............................................................................................................................. Harga 15. Apakah anda setuju bahwa produk kaos oblong pada Garmen Iyan Jaya Jember lebih murah dari pada produk lain yang sejenis ? a. Setuju b. Tidak setuju Alasannya: .................................................................................................................................. ........................................................................................................................ 16. Apakah anda setuju bahwa anda membeli produk kaos oblong pada Garmen Karena potongan harga yang diberikan cukup besar ? a. Setuju b. Tidak setuju Alasannya: .................................................................................................................................. ........................................................................................................................ ............................................................................................................................. Tempat 17. Apakah anda setuju bahwa anda membeli produk kaos oblong pada Garmen Iyan Jaya Jember karena letaknya lebih strategis dan lebih terjangkau?

a. Setuju b. Tidak setuju Alasannya: .................................................................................................................................. ........................................................................................................................ ............................................................................................................................. Promosi 18. Apakah anda setuju bahwa promosi yang selama ini dilakukan oleh Garmen Iyan Jaya Jember melalui media cetak (koran) membuat anda lebih tertarik untuk membeli produk kaos oblong ? a. Setuju b. Tidak setuju Alasannya: .................................................................................................................................. ........................................................................................................................ .............................................................................................................................

DATA RESPONDEN No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. Nama Suharsono Maryam Samsun Marsani Poerwanti Gunadi Sabar Eko Yulianto Agus Efendi Amari Mufid Gufrori Titik Setiawan Agus Praptomo Wisnu Bagus Prabowo San Wiedyanto Ari Hidayat Deni Ely Syamsiah Suwarni Pramudya C. Prayogo Andri Setiawan Nindhika Dwi Putra Suparno Any Kuswati Dedi Indah Wati Budi M. Kahar Ach. Solihin Alamat Jl. Dr. Sutomo 1/8 Jember Jl. Manggar Nusa Indah No. 18 Jember Jl. Manggar Nusa Indah No. 6 jember Jl. Manggar Nusa Indah No. 12 Jember Jl. Manggar Nusa Indah No. 15 Jember Jl. Manggar Nusa Indah No. 3 Jember Jl. Manggar Nusa Indah No. 10 Jember Jl. Manggar Nusa Indah No. 17 Jember Jl. Manggar Nusa Indah No. 2 Jember Jl. Manggar 6 No. 13 Jember Jl. Manggar Nusa Indah No. 20 Jember Perum Griya Mangli B2 Jember Perum Panji Laras Arjasa E11 Jember Jl. Wahid Hasyim 1/7 Jember Jl. Sumatra IX/15 Jember Perum vila bukit cemara c11 Jl. Manggar IX No. 5 Jember Jl. Manggar VII/31 Jember Jl. Manggar VII/6 Jember Jl. Manggar V/14 Jember Jl. Kalimantan 6 No. 4 Jember Jl. Manggar VI/1 Jember Jl. Raden Patah No. 25 Jember Jl. Manggar II/13 Jember Jl. Manggar IV/3 Jember Jl. Manggar Nusa Indah No. 8 Jember Jl. Manggar II/6 Jember Jl. Sumatra VII/10 Jember Jl. Manggar VIII/11 Jember Jl. Sumatra 15/2 Jember

No.

Faktor Budaya

Faktor Pribadi

Faktor Sosial

Faktor Psikologi

Bauran Pemasaran

Budaya

Kelas Sosial

Umur

Pekerjaan

Pendidikan

Pendapatan

Keluarga

Teman, tetangga

Motivasi

Persepsi

Keyakinan

Sikap

Produk

Ukuran Produk

Harga

Potongan Harga

Tempat

Promosi

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25.

1 1 2 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 2 1 2 1 2 2 2 1 2 1 2 1

2 1 2 1 2 2 2 2 1 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2

2 2 2 2 3 2 2 2 2 3 3 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3

2 3 1 3 2 3 1 1 3 3 3 3 3 2 2 1 2 2 2 2 3 2 2 2 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 1 1 1 2 2 2 2 1 2 2

1 2 1 2 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1

2 1 2 1 2 1 2 1 1 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1 2 2

1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1

1 1 2 1 1 2 2 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 2 2 2 2 2 1 2 1

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1

1 2 1 1 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 1 2 1 1 1 1

1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1

1 1 1 1 1 2 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 1 2 1 1

2 1 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2

1 2 1 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2

2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

26. 27. 28. 29. 30.

1 2 2 2 1

2 2 2 2 1

3 2 2 2 2

2 2 2 2 2

3 4 2 4 4

2 2 2 2 2

1 2 1 2 2

1 2 1 1 1

2 2 1 1 1

1 2 2 2 2

1 2 2 2 2

1 2 2 2 2

1 2 2 1 1

1 2 2 2 1

1 2 2 2 1

2 2 2 1 1

2 2 2 2 2

2 2 2 2 2

Keterangan: Faktor Budaya Budaya 1. Setuju 2. Tidak setuju Kelas sosial 1. Setuju 2. Tidak setuju Faktor Pribadi Umur 1. Umur di bawah 21 tahun 2. Umur 21 - 50 tahun 3. Umur diatas 50 tahun Pekerjaan 1. PNS (Pegawai Negeri Sipil) 2. Wirasswasta Pendidikan 1. SD/Sederajat 2. SLTP/Sederajat 3. SLTA/Sederajat 4. PT (Perguruan Tinggi) 5. Lain - lain. Pendapatan 1. Kurang dari Rp 1.000.000,2. Rp 1.000.000,- sampai dengan Rp 2.000.000,3. Diatas Rp 2.000.000,Faktor Sosial Keluarga 1. Setuju 2. Tidak setuju Teman, Tetangga 1. Setuju 2. Tidak setuju Faktor Psikologi Motivasi 1. Setuju 2. Tidak setuju Persepsi 1. Setuju 2. Tidak setuju Keyakinan 1. Setuju 2. Tidak setuju Sikap 1. Puas 2. Tidak puas Bauran Pemasaran Produk 1. Setuju 2. Tidak setuju Ukuran Produk 1. Setuju 2. Tidak setuju Harga 1. Setuju 2. Tidak setuju Potongan Harga 1. Setuju 2. Tidak setuju Tempat 1. Setuju 2. Tidak setuju Promosi 1. Setuju 2. Tidak setuju